1

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, Karena rahmat-Nya kami
dapat menyelesaikan dan dapat menyusun makalah tentangg “RABIES”. Guna
memenuhi tugas mata kuliah KMB II. Pada kesempatan kami mengucapkan
terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan
penyusunan makalah ini.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih belum sempurna. Oleh karena itu,
kami mengharapkan saran dan kritik membangun yangg ditunjukan demi
kesempurnan makalah ini. semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi semua pihak.

2
DAFTAR ISI

Swedia. Rumusan Masalah 1. Menjelaskan Penanganan Rabies C.3 BAB 1 PENDAHULUAN A. Untuk Mengetahui Etiologi Rabies 3. Pulau-pulau Pasifik lainnya dan beberapa Negara di Hindia Barat. Daerahdaerah yang bebas rabies pada saat ini meliputi Kepulauan Britania. Menjelaskan Pengertian Rabies 2. Menjelaskan Pemeriksaan Diagnostik Rabies 7. Agens penyebabnya adalah virus rabies (Rhabdoviridae). Penyakit tersebut ditandai dengan disfungsi hebat susunan saraf pusat dan hampir selalu berakhir dengan kematian. Menjelaskan Klasifikasi Rabies 4. Menjelaskan Klasifikasi Rabies . Hawai. Rabies terdapat di semua benua kecuali Australia dan antartika. Selandia baru. Biasanya didapat oleh manusia dari gigitan hewan dan kematian selalu terjaddi baagi yang tidak diimunisasi. Menjelaskan Etiologi Rabies 3. B. Menjelaskan Patofisiologi Rabies 5. Suatu penyakit infeksi virus pada system saraf pusat. Untuk Mengetahui Pengertian Rabies 2. Di Indonesia sejak 1975 rata rata 12ribu orang pertahun difaksinasi terhadap penyakit ini. Jepang. Rabies merupakan salah satu penyakit menular tertua yang dikenal oleh Umat manusia di Indonesia pada akhir tahun 1977 hanya 7 dari 27 provinsi yang dinyatakan bebas Rabies pasien gigitan binatang tersangka rabies yang diberi pengobatan anti rabies kirakira 80ribu jiwa selama periode 1966-1977. Latar Belakang Rabies adalah suatu infeksi akut susunan saraf pusat yang dapat menyerang semua jenis binatang berdarah panas dan manusia. Taiwan. Menjelaskan Manisfestasi Klinik Rabies 6. Tujuan 1.

6. 5. 7. Untuk Mengetahui Manisfestasi Klinik Rabies Untuk Mengetahui Patofisiologi Rabies Untuk Mengethaui Pemeriksaan Diagnostik Rabies Untuk Mengetahui Penanganan Rabies .4 4.

KLASIFIKASI Penyakit anjing gila ada 2 macam : . Virus terdapat di dalam otak dn kelenjar ludah.5 BAB 2 PEMBAHASAN A. diluarnya terdapat enfelope yang pada permukaannya terdapat spikule (spikes ). yang bersifat genetic. Waktu inkubasi tergantung jalannya virus (jauh dekatnyadengan saraf pusat). Intivirus tersebut dikelilingi oleh ribonukleu protein yang disebut kapsida. Kalau orang yang digigit ditempat dekat dengan saraf pusat. lari-lari. bersifat neutrop besarnya 100x140 nanometer. anjing tersebut dapat menularkan penyakit kepada anjing lain atau kepada manusia. PENGERTIAN Rabies ini adalah penyakit anjing yang dapat menyerang manusia. sesudah 5-6 hari kemudian akan mati. C. ETIOLOGI Virus rabies. Inti virus rabies ini terdiri atas asam nukleat RNA saja. misalnya menggigit-gigit. termaksud rhabo virus. Enfelope virus ini antara lain mengandung lipid yang dapat dilarutkan dengan eter. maka akan timbul penyakit anjing gila. sehingga virus rabies itu dengan mudah sekali di inaptivasi dengan lipid solvent misalnya air sabun 20persen atau eter. Virus masuk dalamkedalam luka dan melalui saraf akan masuk ke sumsum tulang belakang dan otak. Sebelumnya terlihat gejala gila. kurang lebih 5 hari dimana sebelumnya sudah dapat menularkan.2 minggu -4 bulan B. Air ludar yang mengundang virus dapat membuat sakit semua binatang lain atau manusia. Bilamana anjing mendapat penyakit anjing ila 100%anjing itu akan mati dalam 10-14 hari. Dengan jalan menggigit atau menjilat. Masa Tunas (ikubasi). Jika anjing sudah mulai memeperlihatkan tanda-tanda. Kombinasi inti dan kapsomer yang terdiri atas satuan molekul protein disebut nukleo kapsida.

selama 2 minggu virus tetap tinggal pada tempat masuk dan didekatnya. masa inkubasi. Setelah inakulasi.6  Rabies tenang  Rabies ribut Rabies tenang :  Anjing itu bersikap tenang  Mencari cari tempat yang gelap  Tidak mau makan Rabies ribut :     Anjing terus menerus mau mengigit Gelisah Tidak takut air Makanya sedikit Jika anjing ini makan maka kelihatan seperti tercekik. Bila anjing itu tidak mati berarti anjing tersebut tidak gila. Pada saat pemeriksaan \. Untuk pemeriksaan selanjutna diambil otak bagian ammon. Hal ini disebabkan kerana adanyakejang pada kerongkongan. luka gigitan mungkin sudah sembih bahkan mungkin tlah . diperiksa dengan pengubaran dan dicari adanya negri bodies. D. Menentukan tempat virus yang baru diintroduksi secara akut. berhbungan dengan jarak yang harus ditempuh oleh virus sebelumnyamencapai otak. akan dapat merupakan kunci untuk meningkatkanpengobatan pasca gigitan dan menerangkan efikasinya. Akhirnya kaki belakang kelihatan mulai lemah dan kemudian anjing itu akan mati dalam waktu kurang dari 10 hari Tapi anjing yang di duga gila harus diobservasi selama 10 hari. PATOFISIOLOGI Patogenesis rabies pada manusia yang melalui transmisi neural. Otak yang dikirim untuk diperiksa di campur dengan gliserin dan alcohol. merupakan hal yang esensial. kemudian mencapai ujung-ujung serabut saraf posterior tanpa menunjukan perubahan-perubahan fungsinya. Hoorn. seperti dikatakan sebelumnya. Suarana berubah waktu mengonggong.

Kemudian di susul dengan gejala cemas dan reaksi yang berlebihan terhadap rangsang sensorik atau yang dinamakan stimulus-sensitive myoclonus. sudah menyebabkan kontraksi hebat otot-otot tenggorok. lemak yang berwarna coklat. ebrupa penyesuaian yang ideal.7 dilupakan. Bersamaan dengan stadium eksitasi ini penyakitnya mencapai puncaknya. Kontraksi otot-otot faring dan otot-otot pernapasan dapat pula ditimbulkan oleh rangsang sensorik seperti meniupkan udara ke muka pasien atau dengan menjatuhkan . perasaan itu dapat berupa tusukan. bahkan mendengar perkataan air saja. E. kelenjar lainnya. gatal. Sesampainya diotak. dan mencoba meminumnya. MANIFESTASI KLINIK  Pada Manusia Gejalah-gejala awal berupa demam. berdenyut dsb. Otot-otot dan aktivitas simpatik menjadi meninggi dengan gejala-gejala hiperhidrosis. penyebaran virus terjadi juga pada paru paru dan otot Khusus mengenai infeksi dan sistem limbic ini. hipersalivasi. hiperlakrimasi. hipotalamus dan batang otak. ginjal. Pada beberapa spesies lain. mual dan rasa nyeri di tenggorokan selama beberapa hari . pasien akan menerimanya karena ia sangat haus. malaise umum. dan pupil dilatasi. tapi pasien sekarang mengeluh tentang bekas gigitan tersebut. digambarkan sebagai suatu fenomena alam yang khas. rasa panas disertai kesemutan pada tempat luka. yang sangat terkenal diantaranya ialah hidrofobi. Setelah memperbanyak diri dalam neuron sentral. virus kemudia bergerak ke perifer dalam serabut saraf eferen pada saraf volunteer meupun saraf autonom. virus kemudian memperbanyak diri dan menyebar luas dalam semua bagian neuron. yang berhubungan dengan usaha kelanjutan penyebaran virus dalam alam. Bila diberikan segelas air minum. Dengan demikina virus ini menyerang tiap organ baik dalam jaringan seperti kelenjar ludah. rasa terbakar. yang sangat khas pada stadium ini ialah adanya macam-macam fobi. tetapi kehendak ini dihalangi oleh spasme yang hebat pada otot-otot faring. terutama mempunyai predileksi khusus terhadap sel-sel sistem limbic. Dengan demikian ia menjadi takut terhadap air. selain itu pasien juga merasa nyeri. sehingga mendengar suara percikan air kran.

hingga terjadi paresis flaksid otot-otot. Kadangkadang juga ditemukan kasus tanpa gejala-gejala eksitasi . Menemukan virus di kornea atau otak dengan imunofluoresensi. Bentuk pasif langsung paralisis. yang memperlihatkan gejala paresis otot-otot yang bersifat asendens. melainkan paresis otot-otot yang bersifat progresif. Hal ini disebabkan karena gangguan sumsum tulang belakang seperti halnya kasus-kasus yang pernah dilaporkan terdapat di Trinidad. justru lebih sering terjadi otot-otot melemas. Hipersalivasi diakibatkan karena tidak adanya reflex menelan.  Pada Hewan Terdapat dua bentuk. Terdapat kecenderungan untuk mengembara diikuti kejang. Sebagian besar pasien meninggal dalam stadium eksitasi. Keduanya dimulai dengan tingkah laku yang abnormal. konvulsi. yang kemudian meninggal karena kelumpuhan otot-otot pernapasan. PEMERIKSAAN DIAKNOSTIK Manusia dan Hewan. PENANGANAN  Pencegahan Manusia. takikardia. F. sianosis.8 sinar ke mata atau dengan menepuk tangan di dekat telinga pasien. salivasi dan kematian. Pada daerah enzootic. Vaksinasi dapat dilakukan sebelum dan . hindari kontak dengan hewan liar dan segera bersihkan setiap luka gigitan. salivasi dan mati. tindak-tanduk pasien tidak rasional kadang-kadang maniakal diselingi dengan saat-saat rensponsif. Pada stadium ini dapat terjadi apnea. paralisis. anoreksia diikuti oleh agitasi dan agresi pada anjing. Gejala-gejala stadium eksitasi ini dapat terus berlangsung sampai pasien meninggal. Melakukan pemeriksaan histologi pada otak untuk menemukan badan Negri dalam sediaan yang diwwarnai. Immunoglobulin spesifik sangat diperlukan segera setelah digigit. Isolasi virus dengan inokulasi intraserebral dari tikus yang masih menyusui. yaitu paralisis pasif dan aktif. tetapi pada saat kematian. G.

Beberapa Negara menunut unttuk dilakukan vaksinaisasi anjing di perbatasan antara daaerah enzootic dan daerah bebas rabies. H. kucing. serta melakukan desinfeksi luka gigitan adalah hal yang vital. walaupun begitu terapi suportif dapat membantu untuk menegndalikan penyakit ini.  Pengobatan Manusia. Tidak ada.90c . Mencegah perkembangan klinik dengan segera dan membersihkan. dan hewan ternak. Sekali penyakit rabies berkembang lebih lanju. maka tidak ada lagi pengobatan spesifiknya. Mengkaratina semua hewan karnivora pada saat diimpor (enam bulan di Inggris untuk karnivora dan karangtina seumur hidup bagi kelelawar penghisap darah).9 sesudah terpapar. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian serum anti rabies secara infiltrasi dan dilengkapi dengan pemberian imunisasi ssesudah terpapar dengan menggunakan immunoglobulin spesifik rabies dan vaksinnya secara bersamaan. KONSEP KEPERAWATAN 1. Hewan. Pemberian vaksin setelah tergigit bersama dengan imunoglobin spesifik adalah efektif. Terapkan prosedur keamanan laboratorium secara ketat dan vaksinasi staf laboratorium. Vaksin pilihan adalah vaksin sel diploid manusia. Vaksinasi Yang di berikan sebelum tergigit adalah dianjurkan bagi mereka yang mempunyai risiko dalam pekerjaan atau bai pelancong yang mendatangani darah endemic dan yang kemungkinan terkena infeksi. Pada daerah enzootic dilakukan vaksinasi terhadap anjing. Hewan. Status pernapasan 1) Peningkatan tingkat pernapasan 2) Takikardi 3) Suhu umumnya meningkat 37. Menjaga kasus-kasus yang dicurigai dibawah pengawasan yang serius dan tetap melakukan pengawasan yang serius dan tetap melakukan pengawasan selama tiga minggu dari mulai terjadinya kontak dengan infeksi. Pengkajian A.

Tekanan nadi 2) Hasil pemeriksaan kepala a. Suhu b. Fontanel : menonjol. Pernafasan c. Keamanan 1) Kejang 2) Kelemahan E. Tekanan darah e. rata. Denyut nadi d. Status nutrisi 1) Kesulitan dalam menelan makanan 2) Berapa berat badan pasien 3) Mual muntah 4) Porsi makan dihabiskan 5) Status gizi C. Pengkajian fisik neurologi 1) Tanda – tanda vital a.10 4) Mengigil B.tanda inflamasi D. Integritas ego 1) Klien merasa cemas 2) Klien kurang paham tentang penyakitnya F. Status neuro Sensori 1) Adanya tanda. cekung .

lamanya 7) fungsi sensoris a. jenis b. Bentuk kepala umum 3) Reaksi pupil a. reaksi terhadap nyeri b. Gangguan pola nutrisi b. labilitas 6) aktivitas kejang a. Letargi dan rasa mengantuk d. Kesamaan respon 4) Tingkat kesadaran a. Iritabilitas c. Alam perasaan b. Ukuran b. Cemas (keluarga) b.d kejang dan kelemahan .d kurang terpajan informasi e.d penurunan reflex menelan c. Gangguan pola nafas b. Hipertermi b. reflex patologi 2.11 b. Kewaspadaan : respons terhadap panggilan b.d asfiksia b. Orinetasi terhadap diri sendiri dan orang lain 5) Efek a. reaksi terhadap suhu 8) reflex a. Diagnosa keperawatan a. Reaksi terhadap cahaya c.d peningkatan metabolisme d. Resiko cedera b. reflex tendon superficial b.

Resiko infeksi b.d luka terbuka .12 f.

diberikan a.tanda vital keperawatan. Rencana Keperawatan No Dx. bernafas. Obsevasi tanda.Beri pasien alat bantu kriteria hasil : a. b. sakit a. Pasien tidak menggunakan bantu membantu pasien dalam bernafas. O2 membantu pasien dalam pernafasan seperti O2. posisi yang nyaman akan bernafas. alat dalam bernafas c. c. Beri posisi yang nyaman. Tanda vital merupakan acuan untuk melihat kondisi pasien. Gangguan pola Setelah nafas tindakan berhubungan diharapkan dengan bernafas afiksia gangguan. menelan. a.Kaji Setelah tindakan dilakukan keperawatan keluhan mual. Gangguan pola nutrisi berhubungn a.menentukan intervensi selanjutnya. pasien tanpa ada dengan b. Respirasi normal (1620 x/menit) 2. tanpa ada gangguan. c. pasien terutama respirasi.3. dan muntah yang . Tujuan dan kriteria Keperawata hasil Intervensi Rasional n 1. Pasien b.

mengurangi d. Catat jumlah / porsi e.Membantu mudah ditelan seperti bubur. program f. pasien setiap hari.Cara menghidangkan makanan makanan dihidangkan.Untuk menghindari mual porsi kecil dan frekuensi sering.Berikan makanan yang c.dengan penurunan refleks menelan dialami pasien. Ukur berat badan pasien g. kelelahan pasien dan meningkatkan asupan makanan yang diberikan /dibutuhkan.Antiemetik membantu pasien mengurangi rasa mual dan muntah dan diharapkan intake nutrisi pasien meningkat.Untuk mengetahui status gizi pasien setiap minggu. b. f.pasien mampu menghabiskan makanan dengan sesuai porsi c. dapat mempengaruhi nafsu makan dengan kriteria hasil : pasien. e. . diharapkan kebutuhan nutrisi pasien terpenuhi. Berikan antiemetik obat-obatan sesuai dokter. g. Berikan makanan dalam d.Untuk mengetahui pemenuhan makanan yang dihabiskan oleh kebutuhan nutrisi. .Kaji cara / bagaimana b.

Berikan kompres hangat .akan mengurangi rasa cemas keluarga .Dengan – 370C). Jelaskan kepada keluarga informasi menurun/hilang. penyakit. dengan criteria hasil : pasien. . 4. b. informasi kondisi yang pasien benar akan tentang mengurangi tingkat kecemasan keluarga. Tanda vital merupakan acuan untuk mengetahui keadaan umum pasien.3. pernafasan) setiap 3 jam b.Pemberian cairan sangat penting bagi pasien dengan suhu tinggi.Dengan dukungan dan support. c.Suhu tubuh normal (36 c. kecemasan a.Melaporkan tingkat vasodilatasi dapat penguapan dan mempercepat penurunan suhu tubuh. a.untuk mengidentifikasi pola demam Cemas Setelah diberikan a. Hipertermi berhubungan dengan peningkatan metabolisme a.Kaji saat timbulnya demam Setelah tindakan dilakukan keperawatan diharapkan demam pasien teratasi. meningkatkan - Pasien bebas dari d.Untuk mengetahui tingkat cemas. Berikan dukungan dan b. berhubungan diharapkan tingkat kurang kecemasan keluarga terpajan pasien b. c.Observasi tanda vital (suhu. tensi.dan mengambil cara apa yang akan digunakan cemas c. d. nadi. dan cairan obat-obatan sesuai program dokter.Kaji (keluarga) tindakan keperawatan keluarga.dengan tentang penyakit dan kondisi tentang kriteria hasil : pasien.Berikan terapi intravena demam.

tempatkan klien pada tempat hasil : tidur dengan memutuskan rantai penyebaran virus di ruang yang tenang dan nyaman. kriteria b.Identifikasi dan hindari faktor a. pencetus dan cedera.anjurkan klien istirahat b. c.Penemuan faktor pencetus untuk keperawatan.dengan kelemahan tidur yang memakai pengaman a.Klien tidak ada cedera akibat serangan kejang b.Melaporkan pengetahuan yang cukup terhadap penyakit pasien .support berkurang sampai kepada keluarga pasien. hilang . . Resiko Setelah cedera tindakan berhubungan diharapkan pasien tidak dengan mengalami kejang diberikan a.Keluarga menerima keadaan panyakit yang dialami pasien. 5. pasien. Tempat yang nyaman dan tenang dapat mengurangi stimuli atau rangsangan yang dapat menimbulkan kejang c.efektivitas energi yang dibutuhkan untuk metabolisme.klien rabies.

tindakan untuk mengurangi atau mencegah terjadinya cedera fisik.sediakan disamping tempat kejang ulang.Suhu 36 – 37. Respirasi 16-20 x/menit d. lidah jatung dapat menimbulkan c.Kesadaran composmentis obstruksi jalan nafas. d.catat penyebab mulainya kejang. e. dapat melukainya - kencangkan pengaman tempat tidur - lakukan suction bila banyak sekret f. tidur tongue spatel dan gudel untuk mencegah lidah jatuh ke belakng apabila klien kejang. dokumentasi untuk pedoman dalam . deviasi dari mata dan gejala-hgejala lainnya yang f.Tidak terjadi serangan d. adanya sianosis dan inkontinesia.tempat tidur pengaman d. proses berapa lama.5 º C . Nadi 60-80x/menit.lindungi klien pada saat kejang dengan : - longgarakn pakaian - posisi miring ke satu sisi - jauhkan klien dari alat yang e.

observasi adanya depresi pernafasan dan gangguan irama jantung.timbul. g. efek samping dan efektifnya obat diperlukan motitoring untuk tindakan lanjut. Kompliksi kejang dapat terjadi . kerja sama dengan tim : - pemberian obat antikonvulsan dosis tinggi irama jantung.kompliksi kejang dapat terjadi depresi pernafasan dan kelainan k.observasi efek samping dan keefektifan obat. sesudah kejang observasi TTV setiap 15-30 menit dan obseervasi keadaan klien sampai benar-benar pulih dari kejang. j. i. tanda-tanda vital indikator terhadap perkembangan penyakitnya dan gambaran status umum klien. h.lakukan pemeriksaan neurologis setelah kejang h. g. j. penaganan berikutnya. i.

irama jantung.Tanda vital merupakan acuan untuk Kriteria Hasil: -Tidak kejang berulang dengan pembuatan CT scan diberikan a. infeksi. dilantin. Resiko infeksi Setelah berhubungan dengan terbuka luka 3X24 keperawatan jam diharapkan tidak terjadi tanda-tanda menggunakan obat antikonvulsan baik berupa bolus.terutama suhu tanda mengetahuikeadaan umum Perubahan menjadi suhu pasien. terdapat b. a.- pemeberian antikonvulsan depresi pernafasan dan kelainan (valium.Pantau TTV. tinggi .Kaji tanda – tanda infeksi tindakan k. b. phenobarbital) - pemberian oksigen tambahan - pemberian cairan parenteral - 6. Untuk mengantisipasi kejang. syringe pump.Untuk mengetahui apakah pasian mengalami infeksi. Dan untuk menentukan tindakan keperawatan berikutnya.

Meminimalisasi terjadinya infeksi batas normal c.dubor.tumor.tanda infeksi seperti: tubuh.Perawatan ke pasien. merupakan salah satu tanda – tanda infeksi. Lakukan perawatan luka yang steril. -TTV dalam c.Cuci tangan d. sebelum memberi asuhan keperawatan e. dan fungsionalasia. e.Ajarkan teknik aseptik pada pasien d. terjadinya luka yang meminimalisasi terjadinya infeksi. steril .Mencegah infeksi nosokomial. Kalor.dolor.

. Telah dikenal dua siklus penularan. yaitu rabies anjing di perkotaan yang sekarang banyak teerdapat di Negara-negara yang kurang berkembang. Virus ini dapat menginfeksi semua hewan berdarah panas dan burung. Biasanya didapat oleh manusia dari gigitan hewan dan kematian selalu terjaddi baagi yang tidak diimunisasi. Kesimpulan Suatu penyakit infeksi virus pada system saraf pusat. B.BAB III PENUTUP A. Saran Semoga dengan adanya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca sekaligus dapat menambah wawasan dan pengetahuan mahasiswa tentang Rabies. Air ludar yang mengundang virus dapat membuat sakit semua binatang lain atau manusia. Bila mana anjing mendapat penyakit anjing ila 100%anjing itu akan mati dalam 10-14 hari.

DAFTAR PUSTAKA .