FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS SYIAH KUALA
DARUSSALAM
BANDA ACEH

BUKU MAHASISWA
BLOK 16
PSIKIATRI, FORENSIK DAN
MEDIKOLEGAL

©2016, MEDICAL EDUCATION UNIT
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
Darussalam-Banda Aceh 23111
Telepon/ Fax: (0651) 7551843
Home Page: www.fk.unsyiah.ac.id
Email: unitmeufkunsyiah@yahoo.com

Blok 16
PSIKIATRI, FORENSIK DAN
MEDIKOLEGAL
BUKU MAHASISWA
Edisi Pertama

Copyright ®2016 oleh Medical Education Unit
Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala
Cetakan Pertama: Januari 2016
Desain Sampul: dr. Dina Alia, Sp. THT-KL

Diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran
Universitas Syiah Kuala
Semua hak cipta terpelihara

Penerbitan ini dilindungi oleh Undang-undang Hak Cipta
dan harus ada izin oleh penerbit sebelum memperbanyak,
disimpan atau disebar dalam bentuk elektronik, mekanik,
foto kopi dan rekaman atau bentuk lainnya.

ii

TIM KOORDINATOR BLOK 16
KETUA
Dr. dr. Taufik Suryadi, Sp.F
Bagian Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal
Fakultas Kedokteran Unsyiah / RSUDZA
ANGGOTA
dr. Nasrul Musadir Sp.S
Bagian Ilmu Penyakit Saraf
Fakultas Kedokteran Unsyiah/ RSUDZA
dr. Syahrial, Sp.KJ
Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa
Fakultas Kedokteran Unsyiah/ RSUDZA
dr. Subhan Rio Pamungkas, Sp.KJ
Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa
Fakultas Kedokteran Unsyiah/ RSUDZA
dr. Nasyaruddin Herry Taufik, Sp.KFR
Bagian Ilmu Kedokteran Komunitas
Fakultas Kedokteran Unsyiah/ RSUDZA
dr. Muhammad Mizfaruddin, M. Kes, Sp.S
Bagian Anatomi Histologi
Fakultas Kedokteran Unsyiah/ RSUDZA

iii

S Bagian Anatomi Histologi Fakultas Kedokteran Unsyiah/ RSUDZA iv .KFR Bagian Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Unsyiah/ RSUDZA dr. Sp. M. Nasrul Musadir Sp. Sp. Kes. Sp.KJ Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran Unsyiah/ RSUDZA dr.F Bagian Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Unsyiah/ RSUDZA ANGGOTA dr. Subhan Rio Pamungkas. dr. Muhammad Mizfaruddin. Sp.PENYUSUN BUKU Dr.KJ Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran Unsyiah/ RSUDZA dr. Sp. Nasyaruddin Herry Taufik. Taufik Suryadi. Syahrial.S Bagian Ilmu Penyakit Saraf Fakultas Kedokteran Unsyiah/ RSUDZA dr.

M. Onk. Rima Novirianthy. Teuku Ilhami Surya Akbar. Dina Alia. Sp. Kes Tim Manajemen PBL Fakultas Kedokteran Unsyiah v .Rad Tim Kurikulum Bagian Radiologi Fakultas Kedokteran Unsyiah/ RSUDZA dr. THT-KL Tim Medical Education Unit (MEU) Bagian Ilmu Kesehatan THT-KL Fakultas Kedokteran Unsyiah/ RSUDZA dr. Sp.dr.

1457/MOH/SK/X/2003. sejak pendidikan hingga dalam profesi memberi pelayanan sebagai dokter vi . berdasarkan masalah nyata. serta mampu mengembangkan.KATA PENGANTAR Pendidikan metode Problem Based Learning (PBL) dilaksanakan dengan pendekatan utama berpusat pada aktivitas belajar secara mandiri oleh mahasiswa. Diharapkan metode ini akan menghasilkan kemampuan komunikasi dan keterampilan belajar yang optimal. berbasis masyarakat dan pendekatan klinis yang terintegrasi sejak awal. Di Indonesia pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dengan menggunakan metode PBL berpedoman pada SK Menteri Kesehatan No. terintegrasi. Pelaksanaan metode PBL diharapkan dapat menghasilkan dokter layanan primer/ keluarga yang profesional. menerapkan serta mengikuti perkembangan ilmu kedokteran mutakhir. dan SK Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) tentang Standar Kompetensi Dokter yang diterbitkan pada April 2006. Penerapan KBK menggunakan metode PBL untuk pendidikan kedokteran dasar di Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala telah dilaksanakan sejak tahun akademik 2006/2007. terstruktur dengan baik.

Untuk kisi materi setiap blok. diharapkan dapat menuntun mahasiswa dan tutor dalam mencari referensi lebih lanjut. berikutnya beberapa blok dasar. P (K) NIP. blok kesehatan masyarakat. 19620819 199002 1 001 vii . Sp. dilanjutkan dengan blok sistim organ. dr.dikemudian hari. Dr. dibuat buku panduan untuk mahasiswa dan tutor. serta blok riset dan penulisan ilmiah. untuk pencapaian tujuan belajar yang maksimal. Januari 2016 D e k a n. Untuk mencapai hal tersebut telah dibuat pemetaan kurikulum yang berkesinambungan dimulai dengan Blok Komunikasi dan keterampilan belajar. Mulyadi. Darussalam. Dengan adanya buku panduan blok.

............................................................................. vi Daftar isi ............... 1 Area Kompetensi Yang Akan Dicapai Oleh Mahasiswa Menurut SKDI 2012 ................................................................. Daftar Penyakit ..................... viii ........... Format Aktivitas Belajar ..... Topic Tree ..........................DAFTAR ISI Halaman Judul ....................................................................................................................... Modul Dan Topik ................. viii Gambaran Umum Blok 16 ...... 5 12 15 23 24 25 38 Penilaian ............................... Daftar Masalah ..... Halaman keterangan cetak ………………… i ii Koordinator Blok …………………………… iii Penyusun Buku ……………………………… iv Kata Pengantar .......................................................................................................

...............................................47 The Seven Jumps .................... Skenario 1 (Terluka) .........................Sumber Belajar ............................... 46 Skenario 5 (Aku Tak Bisa Tidur)... Jadwal Kegiatan Blok 16 .............................. 45 Skenario 4 (Ada Orang yang Mengawasiku).................... 39 43 Skenario 2 (Mati Misterius).. 44 Skenario 3 (Sakit yang Tak Kunjung Sembuh)................................................... 48 50 ix ........

Forensik dan Medikolegal merupakan blok ke enam belas dari kurikulum berbasis kompetensi dengan metoda ProblemBased Learning di Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala. Blok ini akan memperdalam mengenai Psikiatri. pleno tutorial 5 kali pertemuan. 1 .GAMBARAN UMUM BLOK 16 Blok Psikiatri. dengan muatan 5 SKS dengan rincian tutorial 10 kali pertemuan. Kegiatan blok ini membutuhkan waktu 5 (lima) minggu ditambah 1 (satu) minggu untuk evaluasi. Dengan bermodalkan materi dari blok ini. forensik dan medikolegal serta dapat menjelaskan penyakit dan menentukan diagnosis hingga penatalaksanannya sesuai dengan kompetensi yang telah ditentukan pada SKDI 2012. Tema di semester 6 ini adalah masalah dan penyakit klinis pada tubuh manusia. maka diharapkan mahasiswa akan lebih mudah memahami dan menjelaskan masalah dan penyakit yang muncul pada psikiatri. hospital visite 1 kali pertemuan. kuliah pakar 18 kali pertemuan. Forensik dan Medikolegal sebagai salah satu komponen terpenting dalam tubuh manusia.

URGENSI BLOK PSIKIATRI, FORENSIK
DAN MEDIKOLEGAL
Berdasarkan SKDI 2012, salah satu
kompetensi yang harus dimiliki oleh dokter adalah
mampu menentukan penyakit berdasarkan masalah
yang
muncul,
dan
mampu
mengajukan
pemeriksaan klinis dan laboratorium yang
dibutuhkan untuk mengidentifikasi penyebab
penyakit.
Blok Psikiatri, Forensik dan Medikolegal ini
penting dalam proses pembelajaran untuk menjadi
dokter yang berkompeten. Karena dengan
mempelajari blok ini diharapkan mahasiswa dapat
menjelaskan masalah dan patofisiologi, prinsip
diagnosis dan penatalaksanaan sesuai dengan
kelainan/ penyakit berhubungan dengan psikiatri,
forensik dan medikolegal.
HUBUNGAN DENGAN BLOK SEBELUMNYA
Blok 7 Kehamilan, persalinan dan neonatus
telah memperkenalkan masalah pembunuhan anak
dan abortus provokatus kriminalis.
Blok 8 Masa kanak dan remaja juga telah
memperkenalkan
masalah
kekerasan
pada
perempuan dan anak.
2

Blok 9 Dewasa dan masa tua juga telah
memperkenalkan masalah perubahan psikologis
pada geriatri.
Blok 10 Respirasi dan kardiovaskular klinis
telah memperkenalkan masalah asfiksia, kematian
mendadak sistem respirasi dan kardiovaskuler.
Blok 11 Digestif, endokrin, metabolik klinis
telah
memperkenalkan
masalah
kematian
mendadak sistem Digestif, endokrin, dan
metabolik.
Blok 12 Urogenital dan reproduksi klinis
telah memperkenalkan masalah kejahatan seksual,
serta kematian mendadak sistem urogenital dan
reproduksi.
Blok 13 Sistem neuromuskuloskeletal klinis
telah
memperkenalkan
masalah
kematian
mendadak sistem saraf pusat.
Pengetahuan yang didapatkan dari blok 7, 8,
9, 10, 11, 12 dan 13 akan menjadi dasar bagi
mahasiswa dalam memahami dan menganalisa
masalah dan penyakit yang muncul pada Psikiatri,
forensik dan medikolegal.
HUBUNGAN DENGAN BLOK BERIKUTNYA

3

Pada Blok 19 Disaster management akan
dibahas kembali mengenai identifikasi korban
massal, identifikasi tulang dan identifikasi DNA.
TUJUAN UMUM
Pada akhir blok ini, mahasiswa diharapkan
akan dapat mengenali, memahami, menjelaskan
dan menganalisis masalah dan penyakit yang
berkaitan dengan psikiatri, forensik dan
medikolegal mulai dari diagnosis hingga
penatalaksanaan sesuai SKDI 2012. Mahasiswa
juga diharapkan mampu menerapkan aspek etika
dan humaniora pada setiap masalah dan penyakit
yang ada pada blok ini.
TUJUAN KHUSUS
1. Mampu memahami dan menjelaskan masalah
yang berkaitan dengan psikiatri, seperti
gangguan mental organik dan gangguan mental
lainnya.
2. Mampu memahami dan menjelaskan masalah
yang berkaitan dengan forensik.

4

3. Profesionalitas yang Luhur 1.1. Bersikap sesuai dengan prinsip dasar etika kedokteran dan kode etik kedokteran Indonesia b. dan sosial budaya. Mampu mengambil keputusan terhadap dilema etik yang terjadi 5 . Lulusan Dokter Mampu 1. disiplin.2. moral luhur. Berke-Tuhan-an (Yang Maha Esa/ Yang Maha Kuasa) Bersikap dan berperilaku yang berke-Tuhan-an dalam praktik kedokteran 2. beretika. Kompetensi Inti Mampu melaksanakan praktik kedokteran yang profesional sesuai dengan nilai dan prinsip ke-Tuhan-an. etika. AREA KOMPETENSI YANG AKAN DICAPAI OLEH MAHASISWA: 1. hukum. dan berdisiplin a. Bermoral. 1. Mampu memahami dan menjelaskan masalah yang berkaitan dengan aspek medikolegal dan dasar hukumnya.

Menghargai perbedaan persepsi yang dipengaruhi oleh agama. Berwawasan sosial budaya a. Mengenali sosial-budaya-ekonomi masyarakat yang dilayani b. keluarga dan masyarakat 3. Sadar dan taat hukum a. Memahami tanggung jawab dokter dalam hukum dan ketertiban masyarakat d. gender. difabilitas. Bersikap disiplin dalam menjalankan praktik kedokteran dan bermasyarakat b. etnis. Mengidentifikasi masalah hukum dalam pelayanan kedokteran dan memberikan saran cara pemecahannya c. dan sosial-budaya-ekonomi dalam menjalankan praktik kedokteran dan bermasyarakat i. Memahami perundang-undangan dan aturan yang berlaku di Indonesia terkait dengan kedokteran 6 .pada pelayanan kesehatan individu. usia.

1. mengikuti penyegaran dan peningkatan pengetahuan secara berkesinambungan serta mengembangkan pengetahuan demi keselamatan pasien. mengembangkan diri. Mengenali dan mengatasi masalah keterbatasan fisik. Lulusan Dokter Mampu 1. sosial dan budaya diri sendiri b. Berperilaku profesional a. Bersikap dan berbudaya menolong 2. Mawas Diri dan Pengembangan Diri 2.e. 2. Menerapkan mawas diri a.2. Memahami peran dokter dalam membantu penegakan hukum dan ii. Menyadari keterbatasan kemampuan diri dan merujuk kepada yang lebih Mampu 7 . psikis. Menunjukkan karakter sebagai dokter yang profesional b. mengatasi masalah personal. Kompetensi Inti Mampu melakukan praktik kedokteran dengan menyadari keterbatasan.

Berempati secara verbal dan nonverbal c. Kompetensi Inti Mampu menggali dan bertukar informasi secara verbal dan nonverbal dengan pasien pada semua usia. anggota keluarga. kolega dan profesi lain. Berkomunikasi dengan pasien dan keluarganya a. masyarakat.3. baik dan benar 8 . Komunikasi Efektif 3.1. 3. Membangun hubungan melalui komunikasi verbal dan nonverbal b. informed consent) dan melakukan konseling dengan cara yang santun. Lulusan Dokter Mampu 1.2. Mendengarkan dengan aktif untuk menggali permasalahan kesehatan secara holistik dan komprehensif e. Berkomunikasi dengan menggunakan bahasa yang santun dan dapat dimengerti d. Menyampaikan informasi yang terkait kesehatan (termasuk berita buruk.

Memberikan informasi yang sebenarnya dan relevan kepada penegak hokum. Lulusan Dokter Mampu 1. 4. Menunjukkan kepekaan terhadap aspek biopsikososiokultural dan spiritual pasien dan keluarga g.f.2.1. Pengelolaan Informasi 4. 4. perusahaan asuransi kesehatan. media massa dan pihak lainnya jika diperlukan. Kompetensi Inti Mampu memanfaatkan teknologi informasi komunikasi dan informasi kesehatan dalam praktik kedokteran. Memanfaatkan teknologi informasi komunikasi dan informasi b. kesehatan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan c. Mengakses dan menilai informasi dan pengetahuan a. Memanfaatkan keterampilan pengelolaan informasi kesehatan untuk dapat belajar sepanjang hayat 9 .

ilmu Humaniora. masyarakat dan pihak terkait untuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan 3. dan ilmu kesehatan masyarakat/kedokteran pencegahan/ kedokteran komunitas yang terkini untuk mengelola masalah kesehatan secara holistik dan komprehensif b. ilmu kedokteran klinik. Lulusan Dokter mampu: a. 4. Menerapkan prinsip-prinsip ilmu biomedik. Kompetensi Inti Mampu menyelesaikan masalah kesehatan berdasarkan landasan ilmiah ilmu kedokteran dan kesehatan yang mutakhir untuk medapatkan hasil yang optimum 5. Menerapkan prinsip-prinsip biomedik. Landasan Ilmiah Ilmu Kedokteran 5. ilmu ilmu 10 .2.1. ilmu Humaniora. Memanfaatkan keterampilan pengelolaan informasi untuk diseminasi informasi dalam bidang kesehatan. Mendiseminasikan informasi dan pengetahuan secara efektif kepada profesi kesehatan lain. 5.2. pasien.

Melakukan penatalaksanaan masalah kesehatan individu. terpadu dan berkesinambungan dalam konteks pelayanan kesehatan primer. keluarga maupun masyarakat secara komprehensif. biaya dan berbasis bukti c. holistik. Menginterpretasi data klinis dan merumuskannya menjadi diagnosis b. Memilih dan menerapkan strategi penatalaksanaan yang paling tepat berdasarkan prinsip kendali mutu. Pengelolaan Masalah Kesehatan 6.1. dan ilmu kesehatan masyarakat/kedokteran pencegahan/ kedokteran komunitas yang berhubungan dengan kepentingan hukum dan peradilan 6. Lulusan Dokter Mampu 1.kedokteran klinik.2. Mengelola masalah kesehatan secara mandiri dan bertanggung jawab (lihat Daftar Pokok Bahasan dan 11 . keluarga dan masyarakat a. 6. Kompetensi Inti Mampu mengelola masalah kesehatan individu.

Membuat surat keterangan medis seperti surat keterangan sakit. pemeriksaan fisik. DAFTAR MASALAH Dalam melaksanakan praktik kedokteran. kematian. pemeriksaan tambahan/ penunjang. laporan kejadian luar biasa. dokter berangkat dari keluhan atau masalah pasien/ klien. Mengkonsultasikan dan/ atau merujuk sesuai dengan standar pelayanan medis yang berlaku (lihat Daftar Penyakit) e. 12 . dokter melakukan analisis terhadap masalah kesehatan tersebut untuk kemudian melakukan tindakan dalam rangka penyelesaian masalah tersebut. sehat. Melalui penelusuran riwayat penyakit.Daftar Penyakit) dengan memperhatikan prinsip keselamatan pasien d. keluarga dan lingkungannya. serta karakteristik pasien. laporan medikolegal serta keterangan medis lain sesuai kewenangannya termasuk visum et repertum dan identifikasi jenazah.

Selama pendidikan dokter. sehingga diharapkan lulusan dokter FK Unsyiah berkompeten dalam menghadapi berbagai masalah kesehatan serta mampu menyelesaikan berbagai masalah tersebut dengan baik. karena merupakan masalah dan keluhan yang paling sering dijumpai pada tingkat pelayanan kesehatan primer atau dengan kata lain masalah tersebut merupakan keluhan yang membuat individu mendatangi dokter maupun institusi pelayanan kesehatan. mahasiswa perlu dihadapkan pada berbagai masalah.Daftar ini berisikan masalah. Masalah individu terkait sistem Psikiatri. serta perlu dilatih bagaimana menyelesaikan masalah tersebut. Daftar masalah individu perlu dikuasai oleh lulusan dokter. Gangguan 13 . Perubahan perilaku10. forensik dan medikolegal Klinis yang sering dijumpai: Psikiatri/Perilaku 1. keluhan atau gejala yang banyak dijumpai pada tingkat pelayanan kesehatan primer berdasarkan alasan yang membawa pasien/ klien mendatangi dokter atau pelayanan kesehatan. keluhan atau gejala yang terkait. Daftar ini tidak menunjukkan urutan prioritas masalah kesehatan.

Pemarah berfikir Kepercayaan yang 18. Gangguan tidur komunikasi Penyalahgunaan 14. 1. Mengamuk aneh Kedokteran Forensik dan Medikolegal Kematian yang tidak jelas 10. 6. 7. 2. 15. Stres obat Perubahan emosi. anak sendiri Kekerasan tajam 12. Gangguan perilaku seksual (nonorganik) 3. Pengguguran 14 . Gangguan 13. bingung Penurunan fungsi 17. 5.(termasuk perilaku agresif) pemusatan perhatian dan hiperaktif 2. Depresi mood tidak stabil Pelupa (gangguan 16. 3. Gangguan perilaku malam 4. Cemas memori). Gangguan perkembangan (mental dan intelektual) 11. 8. 9. Tenggelam penyebab Pembunuhan Kekerasan tumpul 11. Gangguan belajar 12.

5. 8. 7. Luka tembak 14. Barotrauma 16. Luka listrik dan petir 15. keluarga dan masyarakat. tingkat keseriusan problem yang ditimbulkan dan efeknya terhadap individu. membuat diagnosis yang tepat. 15 . Trauma suhu Asfiksia 17. Trauma kimia 13. kandungan Kematian mendadak Keracunan Jenasah yang tidak teridentifikasi Kebutuhan visum di layanan primer Bunuh diri DAFTAR PENYAKIT Daftar penyakit merupakan penyakit-penyakit yang dipilih menurut beban penyakit yang timbul berdasarkan perkiraan data kesakitan. data kematian serta case fatality rate di Indonesia pada tingkat pelayanan primer. memberi penanganan awal atau penanganan tuntas. 6. 9.4. Lulusan dokter yang akan bekerja di tingkat pelayanan primer harus mempunyai tingkat kemampuan yang memadai agar mampu merujuk.

Gangguan Waham menetap. Psikiatri Tingkat No Daftar Penyakit Kemampuan Gangguan mental organic Delirium yang tidak diinduksi 3A 1 oleh alkohol atau zat psikoaktif lainnya Gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan zat psikoaktif 2 Intoksikasi akut zat psikoaktif 3B Adiksi/ketergantungan 3A 3 Narkoba Delirium yang diinduksi oleh 3A 4 alkohol atau zat psikoaktif lainnya Psikosis (Skizofrenia. episode 3A 8 manic 16 .Ada 4 kelompok penyakit yang harus dikuasai pada Blok 16 ini sesuai dengan 4 tingkat kemampuan seorang dokter layanan primer: A. Psikosis akut dan skizoafektif) 5 Skizofrenia 3A 6 Gangguan waham 3A 7 Gangguan psikotik 3A Gangguan Afektif (Gangguan mood) Gangguan bipolar.

Gangguan berhubungan dengan stress. episode 2 11 tunggal dan rekuren Gangguan distimia (depresi 2 12 neurosis) Gangguan depresif yang tidak 2 13 terklasifikasikan Baby blues (post partum 3A 14 depression) Gangguan neurotic. dan Gangguan somatoform Gangguan cemas fobia Agorafobia dengan/tanpa 2 15 panic 16 Fobia social 2 17 Fobia spesifik 2 Gangguan cemas lainnya 18 Gangguan panik 3A 19 Gangguan cemas menyeluruh 3A Gangguan campuran cemas 3A 20 depresi 21 Gangguan obsesif-kompulsif 2 22 Reaksi terhadap stress yang 2 berat dan gangguan 9 17 . episode 3A depresif 10 Gangguan siklotimia 2 Depresi endogen.Gangguan bipolar.

penyesuaian Post traumatic stress 3A 23 disorder Gangguan disosiasi 2 24 (konversi) 25 Gangguan somatoform 3A 26 Trikotilomania 3A Gangguan kepribadian dan perilaku masa dewasa 27 Gangguan kepribadian 2 28 Gangguan identitas gender 2 29 Gangguan preferensi seksual 2 Gangguan emosional dan perilaku dengan onset khusus pada masa anak dan remaja Gangguan perkembangan 2 30 pervasive 31 Retardasi mental 3A Gangguan pemusatan 2 32 perhatian dan hiperaktif (termasuk autism) Gangguan tingkah laku 2 33 (conduct disorder) Gangguan makan 34 Anoreksia nervosa 2 35 Bulimia 2 36 Pica 2 Tics 18 .

disparenia) Gangguan tidur 47 Insomnia 48 Hipersomnia 49 Sleep-wake cycle disturbance 50 Nightmare 51 Sleep walking 37 2 2 3A 2 2 2 2 3A 3A 3A 3A 3A 2 2 2 19 .Gilles de la tourette syndrome Chronic motor of vocal tics 38 disorder 39 Transient tics disorder Gangguan ekskresi 40 Functional encoperasis 41 Functional enuresis Gangguan bicara 42 Uncoordinated speech Kelainan dan disfungsi seksual 43 Parafilia Gangguan keinginan dan 44 gairah seksual Gangguan orgasmus. 45 termasuk gangguan ejakulasi (ejakulasi dini) Sexual pain disorder 46 (termasuk vaginismus.

B. Lulusan dokter juga mampu menindaklanjuti sesudah kembali dari rujukan. selanjutnya menentukan rujukan yang paling tepat bagi pasien. Forensi dan Medikolegal No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Daftar Penyakit Tingkat Kemampuan Kekerasan tumpul Kekerasan tajam Trauma kimia Luka tembak Luka listrik dan petir Barotrauma Trauma suhu Asfiksia Tenggelam Pembunuhan anak sendiri Pengguguran kandungan Kematian mendadak Toksikologi forensik Lulusan dokter mampu mengenali dan menjelaskan gambaran klinik penyakit. dan mengetahui cara yang paling tepat untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai penyakit tersebut. 20 .

melakukan penatalaksanaan awal. dan merujuk 3A. Lulusan dokter juga mampu menindaklanjuti sesudah kembali dari rujukan. Lulusan dokter juga mampu menindaklanjuti sesudah kembali dari rujukan.Tingkat Kemampuan 2: mendiagnosis dan merujuk Lulusan dokter mampu membuat diagnosis klinik terhadap penyakit tersebut dan menentukan rujukan yang paling tepat bagi penanganan pasien selanjutnya. Gawat Darurat Lulusan dokter mampu membuat diagnosis klinik dan memberikan terapi pendahuluan pada keadaan gawat darurat demi menyelamatkan nyawa atau mencegah keparahan dan/ atau kecacatan pada 21 . Bukan gawat darurat Lulusan dokter mampu membuat diagnosis klinik dan memberikan terapi pendahuluan pada keadaan yang bukan gawat darurat. Lulusan dokter mampu menentukan rujukan yang paling tepat bagi penanganan pasien selanjutnya. Tingkat Kemampuan 3: mendiagnosis. 3B.

Lulusan dokter mampu menentukan rujukan yang paling tepat bagi penanganan pasien selanjutnya. Kompetensi yang dicapai pada saat lulus dokter 4B. melakukan penatalaksanaan secara mandiri dan tuntas Lulusan dokter mampu membuat diagnosis klinik dan melakukan penatalaksanaan penyakit tersebut secara mandiri dan tuntas. Integrasi √ √ 22 . Psikiatri klinis √ √ √ 2. Medikolegal √ √ 4. MODUL DAN TOPIK Blok ini terdiri dari 4 (empat) modul beserta topiktopik di dalamnya. 4A. Profisiensi (kemahiran) yang dicapai setelah selesai internship dan/ atau Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan (PKB). Lulusan dokter juga mampu menindaklanjuti sesudah kembali dari rujukan. Forensik klinis √ √ 3. Tingkat Kemampuan 4: mendiagnosis.pasien. Patient No Modul Kuliah Tutorial encounter 1.

23 .

TOPIC TREE 24 .

Kuliah pakar 4. 1. selanjutnya 25 .  Diskusi bersama tutor sebanyak 2 x 2 jam tiap minggu dengan menjalankan prinsip 7 langkah/ the seven jumps  Diskusi tutorial pertama dalam tiap skenario hanya menjalankan langkah 1–5. Diskusi tutorial 2. Diskusi tutorial  Kegiatan ini bertujuan untuk merangsang semua mahasiswa agar antusias dalam mencari dan menemukan jawaban terhadap masalah yang dihadapi. Diskusi Pleno Ad.FORMAT AKTIVITAS BELAJAR Aktifitas belajar dirancang dalam bentuk PBL (Problem Based Learning) dengan beberapa aktivitas belajar dipersiapkan untuk mencapai kompetensi pada blok ini berupa: 1. Hospital Visit 5. Jawaban terhadap masalah yang didapatkan melalui proses diskusi dan belajar mandiri. Belajar mandiri 3. Konsultasi pakar 6.

yaitu 20-25 jam dalam seminggu (waktu belajar seminggu 45 jam). Diskusi membahas tentang skenario yang telah ditetapkan. di ruang kuliah. Kuliah pakar Kuliah pakar diberikan oleh seorang yang dianggap memiliki kompetensi akademik dalam bidang yang menjadi topik masalah yang dibahas dalam diskusi dan tutorial. Kuliah pakar ini akan membantu 26 . Belajar mandiri terdiri dari 50% dari total waktu belajar. Topik-topik yang perlu dipelajari secara mandiri dapat dilihat pada topic tree. Belajar mandiri merupakan format utama dalam PBL. Kuliah pakar seminggu dapat berlangsung 2–3 kali. mensintesa serta merekonstruksi pengetahuan yang baru diperoleh dengan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya.3. Ad. Belajar mandiri Pada format belajar mandiri ini diharapkan mahasiswa mampu untuk mencari. Ad. pada diskusi tutorial kedua akan menyelesaikan langkah 6 dan 7. memahami.2. Kuliah pakar ini dikemas dalam bentuk komunikasi dua arah.

Komponen Sp. F kompetensi . praktikum maupun diskusi.Pokok-pokok bahasan Pengantar ilmu kedokteran forensik . .mahasiswa mengintegrasikan pengetahuan yang didapatnya melalui proses belajar mandiri. .Perundangundangan yang berkaitan dengan ilmu kedokteran forensik .Sistem peradilan Judul Kuliah Bag Ilmu Kedok teran Forens ik 27 . Adapun kuliah-kuliah dalam blok ini adalah sebagai berikut: N o Pemberi Kuliah Introduksi Blok Dr.Sejarah ilmu kedokteran forensik . dr.Penjabaran kompetensi .Area kompetensi Taufik blok Suryadi.Sistem medikolegal .

M.Kekerasan fisik . F Ilmu Kedok teran Forens ik 28 .Luka ledakan .Kekerasan tajam .Sodomi - dr. Sp.Luka tembak .Perkosaan .Pembunuhan anak sendiri . Sp.Luka bakar .Abortus provokatus kriminalis .Saksi ahli Traumatologi forensik .Pelecehan seksual .Luka akibat zat kimia .Luka sambaran petir . Muhammad Mizfaruddin.Barotrauma  Deskripsi perlukaan Kekerasan seksual .Luka akibat suhu dingin .Kekerasan tumpul .Kes. Taufik Suryadi.Luka akibat suhu panas .Pencabulan . dr.S Ilmu Anato mi Histol ogi Dr.Visum et repertum .Luka sengatan listrik .

Penjeratan .Pembekapan .Perlindungan perempuan dan anak .Kaku mayat . M.Penentuan lama kematian . Sp. Taufik Suryadi.Asfiksia seksual Tanatologi.Asfiksia traumatik .S Ilmu Anato mi Histol ogi Dr.A Ilmu Keseh atan Anak dr.Tenggelam . M.Penyumpalan . dr.Kes.Penentuan sebab Dr. Sp.Kekerasan terhadap perempuan .Penggantungan . dr. F Ilmu Kedok teran Forens ik 29 . Bakhtiar. Sp.Pembusukan .Kekerasan dalam rumah tangga Asfiksia forensik . Muhammad Mizfaruddin.Child abuse .Penekanan dada .Kes.Child neglect .Lebam mayat .Penurunan suhu mayat . autopsi dan ekshumasi (4A) .Pencekikan .

Keracunan karbonmonoksida .Kematian akibat sistem saraf .kematian .Keracunan sianida .Keracunan makanan .Kematian akibat sistem kardiovaskuler . dr.Kematian akibat Dr. F Ilmu Kedok teran Forens ik 30 .Kematian akibat sistem respirasi .Keracunan narkotika .Keracunan insektisida . Sp. Taufik Suryadi.Ekshumasi Toksikologi forensik dan kematian mendadak (3A) .Keracunan logam berat .Pemeriksaan luar jenazah .Keracunan barbiturat .Keracunan alkohol .Keracunan obat .Autopsi .

Sp. KJ dr. Syahrial. Gangguan Mental Organik . Sp.Gangguan mental lainnya akibat kersakan dan disfungsi otak dan pemeriksaan fisik Gangguan Psikosis .Skizoafektif . Sp. Pengantar Ilmu Psikiatri b. Juwita.Transaksi terapeutik .Informed consent .Demensia .Delirium .Aspek hukum rekam medik . KJ Ilmu Kedok teran Fisik dan Rehabi litasi Ilmu Kedok teran Jiwa Ilmu Kedok teran Jiwa 31 . KFR dr.Rahasia kedokteran a.Kematian akibat sistem endokrin Hukum praktik kedokteran .10 sistem genitourinari .Psikosis akut dr.Gangguan waham .Skizofrenia .Skizotypal . Nasyaruddin Herry.

Sp. KJ Ilmu Kedok teran Jiwa dr.PTSD Gangguan Kepribadian dan emosi .Distimia Gangguan Neurotik dan cemas .Gangguan depresi .Gangguan preferensi seksual Disfungsi seksual . Syahrial.Gangguan campuran cemas depresi . Rina Hastuti Lubis.Gangguan identitas gender .OCD .Gangguan bipolar . Nasyarudd Ilmu Kedok 32 . Sp.Gangguan keinginan dr.Gangguan Kepribadian .Somatoform .Cemas menyeluruh . KJ Ilmu Kedok teran Jiwa dr.Siklotimia .Gangguan panik . KJ Ilmu Kedok teran Jiwa dr. Sp.11 12 13 14 Gangguan Afektif .Mekanisme pertahanan ego/ defensce mechanisme . Malawati.

Antidepresan .dan gairah seksual Gangguan orgasme Seksual pain disorder . KJ Ilmu Kedok teran Jiwa dr.Kelalaian medik - 15 16 17 18 in Heri Taufik.Antipsikosis . SpS Ilmu Penya 33 .Sleepwalking Obat-obat psikiatri .Sleepwake cycle dysorder . KFR teran Jiwa dr. KJ Ilmu Kedok teran Jiwa dr.Insomnia .Anticemas . Sp. autism . Subhan Rio Pamungka s.Parafilia Gangguan Tidur .Gangguan tingkah laku Malpraktik kedokteran . Sp. Sp. M.Kes. Subhan Rio Pamungka s.Retardasi mental . Muhammad Mizfaruddin.Mood stabilizer Psikiatri anak . Nasrul Musadir.Nightmare .Hipersomnia . SpS Ilmu Anato mi Histol ogi dr.Gangguan ADHD.Gangguan perkembangan pervasive .

4 Hospital Visit  Hospital visit merupakan metode pembelajaran dimana mahasiswa diberi tugas untuk mengunjungi institusi kesehatan serta berinteraksi secara langsung dengan pasien.- Adverse event Risiko medik Kesalahan medik Pembuktian malpraktik medik kit Saraf Ad.  Pada blok ini. Masing-masing mahasiswa akan dibagi dalam beberapa kelompok yang secara bergantian akan mendatangi puskesmas dan mempelajari berbagai masalah kesehatan baik masalah individu maupun komunitas yang terkait dengan modul pada blok. dan mempelajari berbagai masalah kesehatan terkait dengan Psikiatri.. Kegiatan ini dilakukan pada minggu ke 1 atau 2.  Mahasiswa juga bisa mengangkat masalah kesehatan yang ditemukan saat kegiatan ini menjadi pertanyaan penelitian yang nantinya 34 . mahasiswa melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Jiwa. Banda Aceh.

35 .  Seusai kegiatan mahasiswa akan menyusun laporan yang akan dinilai oleh tutor. 5 Konsultasi Pakar. Ad. bisa berasal dari kelompok tutorial dan setiap kelompok menghubungi pakar untuk dibuat perjanjian waktu konsultasi. Perjanjian ini harus diketahui pihak manajemen PBL.dapat dikembangkan di Modul metodelogi Riset Lanjutan pada Blok berikutnya.  Konsultasi pakar dibagi dalam kelompok.  Konsultasi Pakar adalah kegiatan mahasiswa untuk mencari jawaban terhadap hal-hal yang ingin diketahui (yang muncul dalam diskusi) dan bertujuan untuk membantu mahasiswa yang menghadapi kesulitan dalam memahami materi yang ada maupun tidak terdapat dalam materi kuliah.  Konsultasi dapat dilakukan dengan menghubungi dan bertanya langsung pada pakar di bidang terkait sesuai dengan jadwal yang disepakati terlebih dahulu (melalui administrasi PBL).

KFR Kedokteran Fisik dan No Hp 08126309403 081269021972 08126992070 08116881965 36 . Sp. Nasyaruddin Ilmu Herry.S Histologi Ilmu dr. Muhammad Ilmu 2 Mizfaruddin. dr. Sp. Taufik 1 Kedokteran Suryadi. Dibuktikan dengan tanda tangan di kartu absensi. Tim Pakar dalam blok ini adalah: N Nama Bagian o Ilmu Dr. Sp. Nasrul 3 Penyakit Musadir.Kes.  Setiap mahasiswa harus melakukan konsultasi pakar minimal 1 kali dengan mengikuti petunjuk konsultasi pakar dari manajemen PBL. Sp. F Forensik dr. Konsultasi pakar juga dapat dilakukan dalam bentuk forum bersama dalam ruang kuliah yang dihadiri oleh seluruh mahasiswa dan narasumber dari keahlian klinis tertentu. S Saraf 4 dr. Anatomi M.

KJ 1 0 dr. KJ 6 dr. Sp. Sp. Subhan Rio Pamungkas.6 Diskusi Pleno  Format belajar ini diadakan dengan mengumpulkan sepuluh kelas tutorial dalam satu diskusi besar. Juwita. Manajemen PBL melalui penanggung jawab (PJ) pleno menunjuk satu 37 .Kes.5 dr. Bakhtiar.A 8 dr. Syahrial. Rina Hastuti Lubis. Sp. KJ Rehabilitasi Ilmu Kedokteran Jiwa Ilmu Kedokteran Jiwa Ilmu Kesehatan Anak Ilmu Kedokteran Jiwa Ilmu Kedokteran Jiwa Ilmu Kedokteran Jiwa 081319127772 081360540130 08122026605 081265840765 085260559896 085260447274 Ad. M. dr. Malawati. Sp. Sp. KJ 9 dr. KJ 7 Dr. Sp.

PENILAIAN Nilai akhir terdiri atas : 1. Mahasiswa lain diberi kesempatan untuk bertanya dan kelompok presentan diberi kesempatan untuk menjawab semampu mereka. Nilai proses (40%) 2. Nilai Ujian akhir blok (60%) SUMBER BELAJAR 38 . Kelompok presentan wajib mengirimkan file elektroniknya kepada PJ Pleno dan Narasumber sehari sebelum diskusi pleno dan juga mengirimkannya ke email MEU dengan alamat unitmeufkunsyiah@yahoo.  kelas tutorial untuk mempresentasikan hasil diskusi di kelas tutorialnya dalam bentuk power point dihadapan narasumber dan kelas lainnya. Narasumber memberi komentar setelah kelompok presentan menjawab pertanyaan. Presentasi juga di print out dan diberikan pada narasumber pada hari presentasi.com.

Sagung Seto.Winardi. Amir A. Jakarta. Agus Purwadianto. Amir A. Agung Legowo Tjiptomartono. Herkutanto. Edisi Kedua. Djaja surja 39 . Sidhi. Ilmu Kedokteran Forensik. SwastiHertian. 2009. 2009. Siswandi Sudiono. Mukhyarjon. 2002. Rizkiwijaya. Ilmu Kedokteran Forensik. 2004. Ilmu Kedokteran Forensik Pedoman Bagi Dokter dan Penegak Hukum. Bagian Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal. 2. Penerapan Ilmu Kedokteran Forensik Dalam Proses Penyelidikan. Fakultas Kedokteran Sumatera Utara . Dahlan S. Bagian Ilmu Kedokten medan Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Jurnal Ilmu Kedokteran. Ed. Badan penerbit diponogoro semarang. The Quality of visum et repertum of the living victims. Medan. Hal: 19-25 Afandi D. Arif Budiyanto. 2008. Wibisana Widiatmaka. Abdul Mun’in. 2 (1) : 19-22.Abdul Munim Idries. T. Roy J. Budi Sampurna. Amir A. 2005. Medan. Rangkaian Ilmu kedokteran Forensik. Medan: Percetakan Ramadhan.

irwanashari. Fak. Kedokteran UI. Atmadja DS.com/luka-tembak/. Herkutanto. 1997. Yogyakarta. Ilmu Kedokteran Forensik. 2004. Jakarta Dahlan. Yuli Budiningsih. dkk. Cetakan Ke-dua. Bagian Kedokteran Forensik. Nawai.1997.Atmatdja. edisi pertama. dkk. 2000. Kuliah Ilmu Kedoteran Forensik. Fakultas Universitas Indonesia Ashari I. Edisi Pertama. 2013. Ilmu Kedokteran Forensik. 1997. http://www. A.. Jakarta. Jakarta: RS Mitra Keluarga Kelapa Gading. Simposium Tatalaksana Visum et Repertum Korban Hidup pada Kasus Perlukaan & Keracunan di Rumah Sakit. Luka Tembak [online]. Budiyanto. Kualitas Visum et Repertum Perlukaan di Jakarta dan Faktor yang 40 . [cited 12 Maret 2013].. Slamet Purnomo. Jakarta : Bagian Kedokteran Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 1997. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Fakultas Kedokteran UMY. Budiyanto A. 2004. Semarang. Ilmu Kedokteran Forensik. Hadikusumo. Sofwan. Ilmu Kedokteran Forensik Pedoman bagi Dokter dan Penegak Hukum..

p. Cooper C. 54 (9) : 355-60. A. Lippincott’s Primary Care: Psychiatry. Wolters Kluwer Health. Edisi I. Katona C.Mempengaruhinya. 1997. Jakarta: Binarupa Aksara. p. Ninth Edition. Kesehatan Jiwa. Robertson M. editors.. Binarupa Aksara.131168. Idaiani S. editors. 2009. Xiong GL. Srinivasan M. Jakarta. 2009. p. September . Van Kammen DP. Yunita I. in: Sadock BJ. Second Generation Antipsychotics. Marder SR. Maj Kedokt Indon. Psychotic Disorders. Philadelphia: Lippincott Williams and Wilkins. In: McCarron RM. Prihatini S. Pedoman Ilmu Kedokteran Forensik. 1–16.. 163–7. Xiong GL. 2008. 3207- 41 . dalam: Riset Kesehatan Dasar. Pedoman Ilmu Kedokteran Forensik. Idries. Johnson J. Hurford IM. Bourgeois JA. At a Glance Psikiatri. Ruiz P. Indrawati L. Edisi Keempat. Kaplan and Sadock’s Comprehensive Textbook of Psychiatry. edisi pertama. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Idries AM. 2013. p. Jakarta: Penerbit Erlangga. 1997. Sadock VA.M.

Prescribing Guidelines. 2003. Sampurna B. 2001. Kapur S. 2009. United Kingdom: Informa Healthcare. Diagnosis Gangguan Jiwa. Jakarta: FK Unika Atma Jaya. 10th edition. Staf Pengajar Bagian Kedokteran Forensik. Paton C. 2nd Edition. 2000. Maslim R. Medical Forensic Medicine A Physician's Guide. Available at : Http://Id. Jakarta. Rujukan Ringkas PPDGJ III. New Jersey: Humana Press Inc. Stark MM.Wikipedia. Bagian Kedokteran Forensik. [cited : 12 Maret 2013] 42 . 2005. Teknik Autopsi Forensik. [online]. Peranan Ilmu Forensik dalam Penegakan Hukum. Visum et Repertum. Wales J. Samsu Z. Hongkong: Department of Pathology Faculty of Medicine University of Hong Kong. 2007. Jakarta: Pustaka Dwipar. Philip SL. Fak.Org/ Wiki/Visum_Et_Repertum. Kedokteran UI. Taylor D.3241.2013. Clinical Forensic Medicine: Much Scope for Development in Hong Kong.

  Bagaimana prosedur medikolegal kasus Iwan? Apakah penyebab perlukaan yang terjadi pada Iwan? 43 . Tidak teraba derik tulang. Pada dahi sebelah kiri. usia 24 tahun datang ke Puskesmas karena dikeroyok oleh temannya. Polisi meminta dokter untuk melakukan pemeriksaan.Skenario 1 Terluka Iwan. teraba panas. 6 cm dari sumbu tubuh dan 4 cm dari alis mata kanan terdapat luka sayat ukuran 6x1x1 cm. pada tubuh korban ditemukan pada dahi sebelah kanan. Dari pemeriksaan dokter. 4 cm dari sumbu tubuh dan 2 cm dari alis mata kiri terdapat luka memar ukuran 8x2x1 cm. pada daerah mata kanan terdapatluka terbuka dengan ukuran7x5 cm. batas tidak tegas. warna merah kebiruan. Sebelumnya ia telah melaporkan peristiwa tersebut ke polisi sektor setempatguna penerbitan Visum et Repertum.

rigor mortis belum ditemukan pada korban. Pada mulut dan hidung tampak buih halus yang sukar pecah. Warga setempat lalu menghubungi polisi untuk mengevakuasi korban ke Puskesmas dan polisi meminta visum et repertum kepada dokter. Pada pemeriksaan tubuh ditemukan luka lecet tekan pada leher korbandan tanda-tanda asfiksiaberupakongesti pada wajah. sianosis serta tanda-tanda kematian livor mortis kebiruan hilang dengan penekanan. tardeau’spot. ditemukan hanyut dalam keadaan tak bernyawa di tepi sungai.  Bagaimana mekanisme dan penyebab kematian Budi? 44 . usia 47 tahun.Skenario 2 Mati Misterius Budi.

usia 31 tahun. tinggal di Banda Aceh. Ia rajin konsultasi ke beberapa dokter tapi merasa perbaikannya tidak cukup bermakna.Skenario 3 Sakit yang tak kunjung sembuh Anita. dia menitip ketiga anaknya kepada ibunya. sakit kepala. Setiap berangkat kerja. perut kembung. Keluhan dirasakan dalam 2 tahun terakhir. tangan kebas dan libido berkurang. usia anak tertua 6 tahun. datang dengan keluhan fisik yang banyak antara lain nyeri otot. emosi cemas dan preokupasi terhadap gejala fisik  Apa yang dialami Anita dan bagaimana talaksananya? 45 . pekerjaan PNS. ia selalu meminta untuk diperiksa laboratorium padahal hasilnya selalu dalam batas normal. Setiap pergi konsultasi ke dokter. sementara suaminya bekerja dan tinggal di Medan. Anita memiliki 3 orang anak. mual. Pada pemeriksaan status mental ditemukan mood disforia. nyeri sendi dan nyeri punggung. pendidikan terakhir SMU.

mood irritable. halusinasi auditorik. Pada pemeriksaan fisik dan laboratorium rutin tidak ditemukan adanya gangguan. waham kejar. Pada pemeriksaan status psikiatri dijumpai adanya proses pikir koheren. Budi menjadi sangat waspada dan sering tidak tidur malam. Budi awalnya sering bicara tentang adanya orang-orang yang mengawasi dan mau mencelakai ia dan keluarganya. Budi mendapat informasi tentang orang yang mau berbuat jahat dengan keluarganya dari bayangan dan suara bisikan yang didengarnya. Keluarga Budi juga mengatakan bahwa mereka sering melihat budi seperti berhalusinasi karena mengatakan adanya bayanganbayangan dan suara-suara di rumahnya.Skenario 4 Ada orang yang mengawasiku Budi. berusia 23 tahun dibawa oleh keluarganya ke puskesmas karena sering marah-marah.  Bagaimana tatalaksana dan edukasi terkait keadaan Budi? 46 . Budi juga melarang keluarganya untuk beraktivitas di luar rumah karena nanti ada orang jahat diluar.5 bulan yang lalu. Menurut keluarga Budi tidak ada orang jahat yang mau mencelakai mereka. Budi tidak pernah sakit berat sebelumnya. Keluarga Budi yang tetap beraktivitas keluar sering membuat ia marah dan bertengkar. Hal ini sudah muncul sejak 1.

membuat ia menjadi khawatir akan kesehatan fisiknya di kemudian hari dan mengalami depresi. otot leher terasa tegang.   Kelainan-kelainan apakah yang dapat menimbulkan keluhan seperti yang dialami Ayu? Bagaimanakah tatalaksana menyeluruh pada Ayu? 47 . Karena sulit tidurnya. 38 tahun. Andaikata bisa tertidur dia juga mengeluh sering terbangun pada malam hari. seorang ibu rumah tangga datang ke praktik dokter umum dengan keluhan utama sulit memulai tidur.Skenario 5 Aku tak bisa tidur Ayu. Wanita ini juga mengeluh cepat lelah. Wanita ini memiliki dua orang anak dan suaminya merupakan seorang pengusaha yang sukses. Ayu sudah memeriksakan diri ke dokter ahli saraf dan ahli penyakit dalam dinyatakan tidak ada gangguan. sulit berkonsentrasi dan tidak percaya diri.

mahasiswa perlu berusaha mencari istilah dan konsep yang belum jelas atau asing. Analisis masalah 4. Identifikasi masalah 3. mahasiswa mengelompokkan ma-salah dan konsep lalu membentuk pola/ skema yang sistematis dan terangkai secara logis. tutor tidak perlu segera berkomentar) Berdasarkan langkah ke-2 dan ke3. Brainstorming/ curah pendapat dengan menggali masalah dan berusaha menjelaskan konsep dengan menggunakan pengetahuan yang mereka kuasai sebelumnya (walaupun konsep dan penjelasannya masih salah. Strukturisasi Uraian Agar dapat memahami. dari skenario. kemudian menjelaskannya untuk menyamakan persepsi. 48 . Mahasiswa berusaha mencari masalah inti dan masalah tambahan dalam skenario.THE SEVEN JUMPS N Langkah o 1 Identifikasi istilah/ konsep 2.

dsb. internet. Melaporkan hasil belajar mandiri/ temuan informasi terkait dengan tujuan belajar yang dirumuskan bersama langkah ke-5 Menyimpulkan pengetahuan yang telah diperoleh 49 . konsultasi pakar. kuliah. diskusi kelompok kecil.5 Identifikasi tujuan belajar 6 Presentasi hasil belajar mandiri Sintesis 7 Merumuskan hal-hal yang perlu dipelajari lebih lanjut secara mandiri. MASA BELAJAR MANDIRI: perpustakaan.

50 .

9 9 .

1 0 0 .

1 0 1 .

1 0 2 .

1 0 3 .

1 0 4 .

1 0 5 .

1 0 6 .

9 9 .

1 0 0 .

1 0 1 .

1 0 2 .

1 0 3 .

1 0 4 .

1 0 5 .

1 0 6 .

1 0 7 .

9
9

1
0
0

1
0
1

1 0 2 .

1 0 3 .

1 0 4 .

1 0 5 .

1 0 6 .

1 0 7 .

1 0 8 .

1 0 9 .

9 9 .

1 0 0 .

1 0 1 .

1 0 2 .

1 0 3 .

1 0 4 .

1 0 5 .

1 0 6 .

1 0 7 .

1 0 8 .

1 0 9 .

1 1 0 .

1 1 1 .

1 1 2 .

1 1 3 .

1 .