Tugas Praktikum Imunoserologi

Pemeriksaan HIV secara Imonoserologi

DISUSUN OLEH :

RHEZA DANNY ISWARA

(P27834114023)

D4 ANALIS KESEHATAN
SEMESTER 4
2016 – 2017

Sepertiga dari jumlah kematian ini terjadi di Afrika Sub-Sahara. dengan cairan tubuh yang mengandung HIV. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus. Kini AIDS telah menjadi wabah penyakit.Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (disingkat AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi (atau: sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV. anal. Perawatan antiretrovirus sesungguhnya dapat mengurangi tingkat kematian dan parahnya infeksi HIV. Dengan demikian. sehingga memperlambat pertumbuhan ekonomi dan menghancurkan kekuatan sumber daya manusia di sana. serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut.4 hingga 3. air mani. Para ilmuwan umumnya berpendapat bahwa AIDS berasal dari Afrika SubSahara.3 juta jiwa pada tahun 2005 saja. cairan vagina. penyakit ini merupakan salah satu wabah paling mematikan dalam sejarah.000 jiwa di antaranya adalah anak-anak. atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya (SIV. Kadang-kadang hukuman sosial . atau menyusui. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Virusnya sendiri bernama Human Immunodeficiency Virus (atau disingkat HIV) yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia.6 juta orang di seluruh dunia. transfusi darah. antara ibu dan bayi selama kehamilan. seperti darah. AIDS diklaim telah menyebabkan kematian sebanyak 2. bersalin. HIV dan virus-virus sejenisnya umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam (membran mukosa) atau aliran darah. jarum suntik yang terkontaminasi. UNAIDS bekerja sama dengan WHO memperkirakan bahwa AIDS telah menyebabkan kematian lebih dari 25 juta orang sejak pertama kali diakui pada tanggal 5 Juni 1981. FIV. Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim (vaginal. namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan. umumnya lebih berat bila dibandingkan dengan penderita penyakit mematikan lainnya. dan lain-lain). dan air susu ibu. dan lebih dari 570. AIDS diperkiraan telah menginfeksi 38. cairan preseminal. ataupun oral). [5] Pada Januari 2006. namun akses terhadap pengobatan tersebut tidak tersedia di semua negara Hukuman sosial bagi penderita HIV/AIDS.

Stadium Infeksi . pembengkakan kelenjar pada leher atau lipatan paha. pembengkakan kelenjar. HIV juga tidak dapat hidup dalam darah yang kering lebih dari 1 jam. diare berat yang berlangsung lama. maupun muntah-muntah. sakit pada otot-otot.  Infeksikronik : tidak menunjukkan gejala.tersebut juga turut tertimpakan kepada petugas kesehatan atau sukarelawan. Selain itu. tenggorokan. Bisa disertai ataupun tidak gejala-gejala seperti:bisul dengan bercak kemerahan (biasanya pada tubuh bagian atas) dan tidak gatal.  AIDSmerupakan kumpulan gejala yang menyertai infeksi HIV. atau vagina dan mudah memar/perdarahan yang tidak bisa dijelaskan penyebabnya. Sakit kepala. yang terlibat dalam merawat orang yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA). pernafasan pendek.  Sistem imun berangsur-angsur turun. klamidia). sampai sel T CD4 turun dibawah 200/ml dan penderita masuk dalam fase AIDS. panas yang berlangsung lebih dari 10 hari. Gejala Infeksi HIV/ AIDS  Infeksiakut : flu selama 3-6 minggu setelah infeksi. dapat meningkatkan risiko penularan HIV (2-5%). diare (mencret). infeksi jamur (candida) pada mulut. keringat malam. bercak keunguan pada kulit yang tidak hilang-hilang. panas dan rasa lemah selama 1-2 minggu. HIV akan mati dalam air mendidih/ panas kering (open) dengan suhu 56oC selama 10-20 menit. Gejala-gejala AIDS diantaranya : selalu merasa lelah. sodium klorida dan sodium hidroksida. Epidemiologi Adanya infeksi menular seksual (IMS) yang lain (misal GO. Mulai 3-6 minggu setelah infeksi sampai 10 tahun. Gejala yang tampak tergantung jenis infeksi yang menyertainya. HIV menginfeksi sel-sel darah sistem imunitas tubuh sehingga semakin lama daya tahan tubuh menurun dan sering berakibat kematian. namun mampu bertahan hidup dalam darah yang tertinggal di spuit/ siring/ tabung suntik selama 4 minggu. mual-mual. HIV juga tidak tahan terhadap beberapa bahan kimia seperti Nonoxynol-9. sakit tenggorokan. penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan penyebabnya.

Stadium II Kehilangan berat badan. Diare kronik yang tidak diketahui penyebabnya lebih dari 1 bulan. ISPA (infeksi saluran nafas bagian atas) yang berulang. Herpes zoster terjadi dalam 5 tahun terakhir. aktivitas normal.AIDS Council of NSW Stadium 1 Infeksi primer: Bila penderita mengalami infeksi untuk pertama kali dengan keluhan “seperti flu”. Gejala pada mukosa dan kulit yang ringan (dermatitis seboroik. Stadium III Penurunan berat badan lebih dari 10%. misalnya sinusitis karena infeksi bakteri. hal ini dapat berlangsung sampai beberapa tahun. aktivitas normal. radang pada sudut bibir). kurang dari 10%. WHO Stadium I Tanpa gejala. Stadium 3 Kelainan dengan gejala-gejala: Penderita mengalami gejala-gejala ringan seperti rasa lelah. Pembengkakan kelenjar getah bening di seluruh tubuh yang menetap. Stadium 4 Kelainan berat: Penderita mengalami gejala-gejala yang lebih berat oleh karena daya tahan tubuh yang menurun (AIDS. Demam berkepanjangan yang tidak diketahui . perlukaan pada mukosa mulut yang sering kambuh. dll. Aquired Immunodeficiency Syndroms). Stadium 2 Kelainan tanpa gejala: Penderita tetap merasa sehat. Tingkat aktivitas 2: dengan gejala. keringat malam. Tingkat aktivitas 1: tanpa gejala. infeksi jamur pada kuku.

 Sitomegaloviruspada organ selain hati. TB paru dalam 1 tahun terakhir.  Kriptokokosisdi luar paru. limpa dan kelenjar getah bening. misalnya:histoplasmosis. kelompok yang berpotensi terinfeksi HIV/ AIDS adalah pekerja seks komersial dengan pelanggannya.  Setiap infeksi jamur yang menyeluruh. misalnya: pneumonia. bisul pada otot.  Limfoma.penyebabnya lebih dari 1 bulan.  Infeksivirus Herpes simpleks pada kulit atau mukosa lebih dari 1 bulan atau dalam rongga perut tanpa memperhatikan lamanya. Tingkat aktivitas 3: terbaring di tempat tidur. Infeksi bakteri yang berat.kokidioidomikosis.  Kaposi’s sarkoma.  Ensefalopati HIVsesuai definisi CDC. saluran paru dan paru. kaum .  TB di luar paru.  Kriptosporidiosisdengan diare lebih dari 1 bulan.  Septikemia salmonelabukan tifoid. Bercak putih pada mulut berambut. kurang dari 15 hari dalam satu bulan terakhir. Kelompok Resiko Ditinjau dari cara penularannya. lebih dari 15 hari dalam 1 bulan terakhir.  Toksoplasmosispada otak.  PML(progressivemultifocalencephalopathy) atau infeksi virus dalam otak. Tingkat aktivitas 4: terbaring di tempat tidur.  Pneumocystis carinii pneumonia(PCP). Candidiasis pada mulut. Stadium IV  Kehilangan berat badan lebih dari 10% ditambah salah satu dari : diare kronik yang tidak diketahui penyebabnya lebih dari 1 bulan. pramuria/ pramupijat.  Mikobakteriosis tidak spesifik yang menyeluruh. tenggorokan. Kelemahan kronik dan demam berkepanjangan yang tidak diketahui penyebabnya lebih dari 1 bulan.  Candidiasispada kerongkongan.

 Kontak darah/luka dan transfusi darah – Kontak darah/luka dan transfusi darah yang sudah tercemar virus HIV. berpelukan). cairan vagina dan serviks. transfusi darah dan hasil olahan darah.  Penggunaan jarum suntik atau jarum tindik – Penggunaan jarum suntik atau jarum tindik secara bersama atau bergantian dengan orang yang terinfeksi HIV. melahirkan maupun menyusui).  Dari ibu yang terinfeksi HIV kepada bayi yang dikandungnya. . air mata dan keringat yang mengandung virus dalam jumlah kecil tidak berpotensi menularkan HIV. transplantasi organ. HIV tidak ditularkan melalui tempat duduk WC. Cara Penularan HIV hanya bisa hidup dalam cairan tubuh seperti : darah. penyalahguna narkoba suntik dan penerima darah atau produk darah yang berulang. tusukan jarum untuk tatto. air susu ibu maupun cairan dalam otak. jarum suntik yang digunakan bersama-sama. angka kematian tinggi dikarenakan penularan virus HIV/ AIDS pada bayi. Dampak HIV/ AIDS Dampak yang timbul akibat epidemi HIV/ AIDS dalam masyarakat adalah : menurunnya kualitas dan produktivitas SDM (usia produktif=84%). anak dan orang tua. infeksi ibu hamil pada bayinya(sewaktu hamil. berhubungan seks dengan pasangan yang berganti-ganti dan tidak menggunakan alat pelindung (kondom). sentuhan langsung dengan penderita HIV (bersalaman. serta adanya ketimpangan sosial karena stigmatisasi terhadap penderita HIV/ AIDS masih kuat. batuk. Cara penularan melalui hubungan seksual tanpa pengaman/ kondom.homoseksual. Sedangkan air kencing. cairan air mani (semen). Penularan HIV/ AIDS :  Hubungan seksualdengan orang yang mengidap HIV/AIDS. tidak juga melalui bersin. ludah ataupun ciuman bibir (French kissing). maupun melalui gigitan nyamuk atau kutu.

Antibodi tersebut biasanya diproduksi mulai minggu ke 2. 3. Selain itu. Walaupun demikian.HIV tidak menular melalui gigitan nyamuk. PCR Test PCR atau polymerase chain reaction adalah uji yang memeriksa langsung keberadaan virus HIV di dalam darah. makan dam minum dengan piring-gelas yang sama. Pemeriksaan HIV 1. 2013). pemeriksaan ini lebih sulit dan butuh keahlian lebih dalam melakukannya. Western Blot Sama halnya dengan ELISA. berpelukan. Pemeriksaan Rapid Test Anti HIV I. Western blot menjadi tes konfirmasi bagi ELISA karena pemeriksaan ini lebih sensitif dan lebih spesifik. tinggal serumah. Kerena alasan inilah maka para ahli menganjurkan pemeriksaan ELISA dilakukan setelah minggu ke 12 sesudah melakukan aktivitas seksual berisiko tinggi atau tertusuk jarum suntik yang terkontaminasi. tes ini mendeteksi antibodi yang dibuat tubuh terhadap virus HIV. berciuman. Seperti halnya dua pemeriksaan diatas. Oleh karena itu. IFA juga mendeteksi antibodi terhadap HIV. orang bersalaman. ELISA ELISA (Enzym-Linked Immunosorbent Assay). sehingga kasus 'yang tidak dapat disimpulkan' sangat kecil. 4. PCR test juga dilakukan secara rutin untuk uji penapisan (screening test) darah atau organ yang akan didonorkan (Sutrimo. IFA IFA atau indirect fluorescent antibody juga meurupakan pemeriksaan konfirmasi ELISA positif. biasanya hanya dilakukan jika uji antibodi diatas tidak memberikan hasil yang pasti. atau bahkan setelah minggu ke 12 setelah terpapar virus HIV. Tes ini sangat mahal dan memerlukan alat yang canggih. Salah satu kekurangan dari pemeriksaan ini adalah biayanya sangat mahal. 2. Western Blot juga mendeteksi antibodi terhadap HIV. Tes ini dapat dilakukan lebih cepat yaitu sekitar seminggu setelah terpapar virus HIV. TUJUAN  Tujuan umum Untuk mengetahui cara pemeriksaan rapid test anti HIV .

konjugasi/ HIV antibodi kompleks akan ditangkap oleh HIV antigen rekombinan imobilized pada membran yg membentuk garis warna pada wilayah uji. PRINSIP Tes dimulai saat sampel diteteskan ke sumur sampel. Diluent assay ditambahkan sebanyak 1 tetes 5. Diluent assay anti HIV 4. Hasil tes dibaca pada 5 – 30 menit B. Gelas beaker B. Pipet tetes disposable 3. garis kontrol ini menunjukan bahwa colidal gold conjugate adalah fungsional. sampel negatif tidak menghasilkan garis test karena tidak terdapatnya colidal gold conjugate/ HIV antibodi kompleks. Tissue V. Reagen Kedua (Intec) 1. garis kontrol ini adalah hasil dari colidal gold conjugate mengikat anti HIV antibodi imobilized pada membran. Untuk dapat melakukan pemeriksaan rapid test anti HIV sesuai prosedur yang benar II. ALAT 1. Aquades 5. Rapid tes 2. Reagen anti HIV 3. CARA KERJA A. campuran tersebut akan berimigrasi sepanjang test strip. Untuk dapat menginterpretasi hasil pemeriksaan rapid test anti HIV 2. METODE Metode yang digunakan dalam pemeriksaan rapid test anti HIV adalah immunochromatografi rapid test. Dengan mengunakan pipet kapiler di pipet sampel lalu di teteskan sebanyak 1 tetes dan dimasukkkan ke dalam sumur bertanda “S” 4. serum/ pada plasma pembentuk konjugasi/ HIV antibodi kompleks. III. IV. BAHAN 1. ALAT DAN BAHAN A. Garis warna kontrol diwilayah kontrol test akan muncul pada akhir dari prosedur test tanpa dipengaruhi oleh hasil test. Tujuan khusus 1. antigen konjugasi HIV rekombinan akan menempel pada koloidal emas yang ada pada lapisan sampel yang akan bereaksi dengan antibodi HIV yang terdahap pada whole blood. Reagen Pertama (Oncoprobe) 1. Srtip uji dikeluarkan dari kantong foil dan diletakkan di tempat yang datar dan kering 3. Kit dan sampel serum dibawa ke suhu ruangan sebelumm pengujian 2. Kit dan sampel serum dibawa ke suhu ruangan sebelum pengujian . Sampel serum 2.

Hasil Negatif Hanya muncul garis pada daerah kontrol “C”. Adanya dua garis pada daerak kontrol “C” dan garis test 2 “T2”  pada jendela hasil yang menunjukkan hasil yang positif untuk HIV-2. 3. Kit dan sampel serum dibawa ke suhu ruangan sebelum pengujian 2. Invalid Tidak adanya garis kontrol “C” dalam jendela hasil menunjukkan hasil yang tidak valid. Hasil Negatif Hanya muncul garis pada daerah kontrol “C”. Kehadiran tiga baris sebagai garis kontrol “C”. B.2. . Hasil Positif  Adanya dua garis pada daerak kontrol “C” dan garis test 1 “T1”  pada jendela hasil yang menunjukkan hasil yang positif untuk HIV-1. Petunjuk mungkin belum diikuti dengan benar atau tes mungkin telah memburuk. dan test baris 2 “T2” dalam jendela hasil menunjukkan hasil yang positif untuk HIV-1 dan / atau HIV-2. Hasil tes dibaca pada 30 menit VI. Reagen Kedua (Intec) dan Ketiga (Vikia) 1. Reagen Ketiga (Vikia) 1. tes baris 1 “T1”. 3. Petunjuk mungkin belum diikuti dengan benar atau tes mungkin telah memburuk. 2. Diluent assay ditambahkan sebanyak 1 tetes 5. Srtip uji dikeluarkan dari kantong foil dan diletakkan di tempat yang datar dan kering 3. Dengan mengunakan pipet kapiler di pipet sampel lalu di teteskan sebanyak 1 tetes dan dimasukkkan ke dalam sumur bertanda “S” 4. Disarankan untuk menguji kembali spesimen tersebut. Disarankan untuk menguji kembali spesimen tersebut. Invalid Tidak adanya garis kontrol “C” dalam jendela hasil menunjukkan hasil yang tidak valid. Hasil tes dibaca pada 15 – 30 menit C. INTERPRETASI HASIL A. Reagen Pertama (Oncoprobe) 1. Srtip uji dikeluarkan dari kantong foil dan diletakkan di tempat yang datar dan kering 3. Hasil Positif Muncul garis warna pada kontrol “C” dan tes “T” 2. Dengan mengunakan pipet kapiler di pipet sampel lalu di teteskan sebanyak 3 tetes dan dimasukkkan ke dalam sumur bertanda “S” 4.

VIII. VIII. 3. dan Vikia yang berisi cassette test dan pipet disposable. VIII. VIII. VIII. VIII. HASIL PENGAMATAN Gambar alat dan bahan yang digunakan untuk pemeriksaan HIV: 1. VIII. Diluents yang pemeriksaan 1 2 3 digunakan HIV.VII. Sampel serum dengan identitas pasien sebagai berikut :  Nama : Ni Made Artini  Jenis kelamin : perempuan  Umur :Dengan menggunakan 3 merek strip test yang berbeda menunjukkan hasil postif HIV. 2. VIII. Hal ini terjadi karena seringkali seseorang tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi HIV. VIII. sehingga menjadi sumber penularan bagi orang lain. 1 2 3 VIII. Pada pemeriksaan HIV ini menggunakan 3 strip tes dengan merek Oncoprobe. VIII. Seseorang terkena HIV biasanya diketahui jika telah terjadi Sindrom Defisiensi Imun . VIII. PEMBAHASAN HIV/AIDS termasuk jajaran penyakit yang mempunyai tingkat penularan yang sangat tinggi. Intec. VIII. VIII. Untuk untuk merek Vikia tidak menggunakan diluents.

anal.”T1”. diare Human Immunodeficiency Virus (HIV) ditularkan melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam (membran mukosa) atau aliran darah. Pada pemeriksaan HIV selanjutnya menggunakan strip test merek Intec. jarum suntik yang terkontaminasi. lainnya. dan “T2”. Perdaannya yaitu pada garis “T” karena pada strip ini tidak memiliki 2 ”T”. Dimana pada penggunaan strip ini menggunakan serum pasien sebanyak 1 tetes diteteskan kedalam sumur “S” dan diteteskan 1 tetes diluents. fungsi dari diluetns ini adalah untuk memigrasi sampel dan akan terlihat hasilnya. seperti darah. Pada pemeriksaan menggunakan strip uji 1 untuk pemebacaan dibaca setelah 5-30 menit. Pemeriksaan HIV ini dilakukan secara rapid test. garis T1 (test). cairan preseminal. ataupun oral). air mani. dan air susu ibu. dengan ditandai muncul warna merah pada garis “C” dan “T”. dan T2 (test). garis “C” (control). antara ibu dan bayi selama kehamilan. cairan vagina.pada penggunaan strip uji harus ditempatkan pada tempat yang datar karena nanti akan mempengaruhi migrasi sampel. dan lain penurunan beberapa berat gejala badan. bersalin. Dalam pemeriksaan ini pertama menggunakan strip uji 1 dimana strip uji yang pertama ini menggunakan strip merek Oncoprobe. Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim (vaginal. Hasil yang didapat adalah positif.Dapatan (AIDS) berkepanjangan. dimana pada pemeriksaan ini prinsipnya sama karena pada saat penetesan hanya menggunakan 1 tetes serum pasien dan 1 tetes diluents lalu didiamkan selama 1530 menit. Setelah menunjukkan hasil positif dilakukan pemeriksaan menggunakan strip uji 2. transfusi darah. dengan cairan tubuh yang mengandung Human Immunodeficiency Virus (HIV). lalu dilakukan pemeriksaannya menggunakan strip uji 3. yang ditandai Sarkoma antara Kaposi. Hail yang didapat adalah positif dimana terbentuk garis warna merah pada “C”. Bila pada garis “C” muncul garis merah maka strip ini masih dalam keadaan bagus jika tidak muncul garis merah pada “C” maka strip tidak dapat digunakan. dimana dalam strip uji ini terdapat “S” (sumur sampel). . serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut. atau menyusui. Pada praktikum ini dilakukan untuk mendeteksi adanya antibodi terhadap antigen Human Imunodefisiensi Virus (HIV) pada serum pasien. dimana dalam pemeriksaan ini menggunakan 3 strip dengan menggunakan cara yang berbeda dalam pemeriksaannya.

Setelah menginterpretasikan hasil alat dan bahan yang digunakan bias dibersihkan. Perbedaan dalam sifat-sifat biologis. pada uji ini dilakukan pada tempat yang datar dan kering. Hasil menunjukkan hasil yang positif. Secara umum tes HIV juga berguna untuk mengetahui perkembangan kasus HIV/AIDS serta untuk meyakinkan bahwa darah untuk transfusi dan organ untuk transplantasi tidak terinfeksi HIV. Karena itu cara perpindahan HIV dari seseorang kepada orang lain juga sangat spesifik. secara bergantian tanpa disterilkan. peralatan pencet jerawat. dll - Hubungan seks tidak aman. jarum tindik. yaitu : - Melalui transfusi darah atau produk darah - Transplantasi organ atau jaringan tubuh - Pemakaian jarum suntik yang sudah tercemar HIV secara bergantian.. Human Immunodeficiency Virus (HIV) 1 dan 2 positif serta dapat diidentifikasi dengan menggunakan tes serologis dasar Human Immunodeficiency Virus (HIV). aktifitas serologis. yang memungkinkan tercampurnya cairan sperma dengan cairan vagina (pada seks vaginal) . dan deretan genom. pada sampel yang berkode….Penggunaan strip test 3 ini menggunakan merek Vikia pemeriksaan ini menggunakan 3 tetes serum pasien dan diteteskan pada sumur “S”. lalu diinkubasi selam 30 menit. Dari hasil ketiga strip uji ini dicatat lalu diinterpretasikan hasil. atau cairan sperma dengan darah (pada seks anal)-tanpa penghalang (dalam hal ini kondom) . misalnya jarum tato. misalnya jarum suntik di antara pengguna narkotika - Pemakaian jarum suntik / alat tajam yang memungkinkan terjadinya luka. menunjukkan hasil yang positif dengan ditandai unculnya garis warna merah pada “C” dan “T”. Pemeriksaan antibody Human Immunodeficiency Virus (HIV) dalam serum atau plasma merupakan cara yang umum yang lebih efisien untuk menentukan apakah seseorang tak terlindungi dari Human Immunodeficiency Virus (HIV) melindungi darah dan elemen-elemen yang dihasilkan darah untuk Human Immunodeficiency Virus (HIV).

2. Hal ini dilakukan untuk mendeteksi adanya antibodi terhadap antigen Human Imunodefisiensi Virus (HIV) pada serum pasien. Dari pemeriksaan yang telah dilakukan menunjukkan hasil yang positif pada ketiga strip test uji yang digunakan. kepada bayi yang dikandungnya. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemeriksaan HIV Rapid ini antara lain: - Petugas harus menggunakan APD selengkap mungkin karena HIV merupakan penyakit yang sangat berbahaya. IX. Intec. yaitu melalui jalan lahir dan juga dalam proses menyusui dengan air susu ibu. Pemeriksaan HIV menggunakan 3 strip test dengan merek yang berbeda yaitu Oncoprobe.- Dari seorang ibu hamil yang HIV positif. 3. - Sampel serum yang digunakan tidak lisis - Pengerjaan test dilakukan sesuai prosedur kerja karena hasil yang akan dikeluarkan merupakan hasil yang sangat sensitif. Pada pratikum ini dilakukan pemeriksaan HIV menggunakan rapis test. dan Vikia Sampel yang digunakan adalah serum yang berkode…. .. KESIMPULAN 1.

2007.USA. Interpretasi Hasil Tes Laboratorium Diaggnostik.html . Jakarta: Erlangga Medical Series Rosisdi. McGraw-Hill.2012. Diakses Tanggal 3 November 2014. Human Immunodeficiency Virus: AIDS and related disorders. Makassar: Hasanuddin University Press. Online. Diakses tanggal 3 November 2014.Makalah HIV.dkk. http://davidrosidi. Mandal. Available on: http://analiskesehatankendariangkatan5.ac. editors. Online. Penyakit Infeksi.blogspot. Emirza.com/2013/01/uji-hiv. 2008. Sutrimo. Hardjoeno. Kasper DL. Hauser SL. Jameson JL.blog. david.unissula.blogspot. 2008. Online. Pemeriksaan HIV. Cet 5.In: Fauci AS. Wayan 2013. et al.html. Longo DL. 103. HIV dan AIDS. Wicaksono.com/2012/09/makalah-hiv-aids. http://emirzanurwicaksono.id/2013/03/27/hiv-aids/.DAFTAR PUSTAKA Braunwald E. Harrison’s Principle of Internal Medicine 17th Edition.

Diakses pada 24 Oktober 2014. Jakarta: Erlangga Medical Series . penularan. pencegahan. Widoyono. dan pemberantasannya.. 2005. Penyakit Tropis: Epidomologi.