TUGAS KOMUNITAS II

PENGKAJIAN KESEIMBANGAN UNTUK LANSIA

DISUSUN OLEH :
INTANG SULISTIANI ZEN
044 STYC 13

YAYASAN RUMAH SAKIT ISLAM NUSA TENGGARA BARAT
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN YARSI MATARAM
PROGRAM STUDI SI KEPERAWATAN
MATARAM
2015

PENGKAJIAN KESEIMBANGAN UNTUK LANSIA
Lembar Observasi Keseimbangan Lansia
Tanggal

: 23 Oktober 2015

Nama klien

: Ny.M

Jenis kelamin

: Perempuan

Umur

: 65 tahun

TB/BB

: - cm/ - kg

Agama

: Islam

Suku

: Sasak

Golongan darah

:-

Tahun pendidikan

: SD

Alamat

: Pagutan Presak Timur

Komponen Utama Dalam
Bergerak
A. Perubahan posisi

Langkah-Langkah
1.

atau gerakan

Bangun dari

1.

kursi

Kriteria

Nilai

Tidak bangun dari

1

tempat duduk dengan

keseimbangan

satu gerakan, tetapi
mendorong tubuhnya
keatas dengan tangan
atau bergerak kedepan
kursi terlebih dahulu,
tidak stabil pada saat
berdiri pertama kali.
2.

Duduk ke

2.

kursi

Menjatuhkan diri

0

kekursi, duduk ditengah
kursi

3.

Menahan
dorongan

3.

Pemeriksa mendorong
sternum (perlahan-lahan

2

pada sternum

sebanyak 3 kali). Klien
menggerakkan kaki
memegang objek untuk
dukungan, kaki tidak
menyentuh sisi-sisinya.

(mata ditutup)
4.

5.

4.

Kriteria sama dengan

Bangun dari

kriteria untuk mata

kursi

terbuka

Duduk ke

5.

kursi

Kriteria sama dengan

1

1

kriteria untuk mata
terbuka

6.

7.

Menahan

6.

Kriteria sama dengan

dorongan

kriteria untuk mata

pada sternum

terbuka

Perputaran

7.

leher

Menggerakkan kaki,

2

2

memegang obyek untuk
dukungan kaki tidak
menyentuh sisi-sisinya,
keluhan vertigo, pusing
atau keadaan tidak
stabil.

8.

Gerakan

8.

Tidak mampu untuk

menggapai

menggapai sesuatu

sesuatu

dengan bahu fleksi max,
sementara berdiri pada
ujung-ujung jari kaki
tidak stabil, memegang
sesuatu untuk

1

dukungan.
9.

Membungku

Tidak mampu membungkuk

k

untuk mengambil objek-objek

0

kecil dari lantai, memegang
objek untuk bisa berdiri,
memerlukan usaha-usaha
B. Gaya
berjalan/bergerak

1. Minta klien

multiple untuk bangun.
1. Ragu-ragu, tersandung,

untuk berjalan

memegang objek untuk

ketempat yang

dukungan

0

ditentukan

2. Ketinggian

2. Kaki tidak naik dari

langkah kaki

lantai secara konsisten

(saat

(menggeser atau

berjalan)

menyeret kaki),

0

mengangkat kaki
terlalu tinggi (>50 cm)

3. Kontinuitas

3. Setelah langkah-

langkah kaki

langkah awal, langkah

(diobservasi

menjadi tidak

dari samping

konsisten, memulai

klien)

mengangkat satu kaki

1

sementara yang lain
4. Kesimetrisan
langkah

menyentuh tanah.
4. Tidak berjalan pada
garis lurus,

1

(diobservasi

bergelombang dari sisi

dari samping

ke sisi.

klien)
5. Penyimpangan

5. Tidak berjalan pada

jalur pada saat

garis lurus,

berjalan

bergelombang dari sisi

(diobservasi

ke sisi.

1

dari belakang
klien)
6. Berbalik

6. Berhenti sebelum

1

berbalik, jalan
sempoyongan,
bergoyang, memegang
objek untuk dukungan.
Jumlah nilai : 14

Intervensi hasil
0-5 = resiko jatuh rendah
6-10 = resiko jatuh sedang
11-15 = resiko jatuh tinggi

Jadi, kesimpulannya adalah :
Setelah saya melakukan observasi dan wawancara dengan Ny.M (65tahun) didapatkan
data bahwa hasil untuk pengkajian perubahan posisi atau gerakan keseimbangan dan gaya
berjalan atau bergerak memiliki skor keseluruhan 14 yang artinya memiliki resiko jatuh tinggi.

a. Bebrapa faktor yang dapat mempengaruhi lansia untuk beresiko atau mudah jatuh
adalah :
Faktor ini disebutkan oleh beberapa peneliti merupakan faktor yang benar – benar murni
milik lansia yang berperan besar terhadap terjadinya jatuh. Gangguan muskuloskeletal.
Menyebabkan gangguan gaya berjalan (gait) dan ini berhubungan dengan proses menua yang
fisiologis. Gangguan gait yang terjadi akibat proses menua tersebut antara lain disebabkan oleh:
1.
2.
3.
4.
5.

Kekakuan jaringan penghubung
Berkurangnya massa otot
Perlambatan konduksi saraf
Penurunan visus / lapang pandang
Kerusakan proprioseptif

b. Yang kesemuanya menyebabkan:
6. Penurunan range of motion ( ROM ) sendi.
7. Penurunan kekuatan otot, terutama menyebabkan kelemahan ekstremitas bawah.
8. Perpanjangan waktu reaksi.
9. Kerusakan persepsi dalam.
10. Peningkatan postural sway ( goyangan badan ).
Semua perubahan tersebut mengakibatkan kelambanan gerak, langkah yang pendek,
penurunan irama, dan pelebaran bantuan basal. Kaki tidak dapat menapak dengan kuat dan lebih
cenderung gampang goyah. Perlambatan reaksi mengakibatkan seorang lansia susah atau
terlambat mengantisipasi bila terjadi gangguan seperti terpleset, tersandung, kejadian tiba – tiba,
sehingga memudahkan jatuh.

c. Faktor – faktor lingkungan yang sering dihubungkan dengan kecelakaan pada lansia :
1. Alat – alat atau perlengkapan rumah tangga yang sudah tua, tidak stabil, atau
2.
3.
4.
5.

tergeletak di bawah
tempat tidur atau WC yang rendah atau jongkok
tempat berpegangan yang tidak kuat atau tidak mudah dipegang
Lantai yang tidak datar baik ada trapnya atau menurun
Karpet yang tidak dilem dengan baik, keset yang tebal / menekuk pinggirnya, dan

benda-benda alas lantai yang licin atau mudah tergeser
6. Lantai yang licin atau basah
7. Penerangan yang tidak baik (kurang atau menyilaukan)
8. Alat bantu jalan yang tidak tepat ukuran, berat, maupun cara penggunaannya.