37.



PENGGUNAAN HANDPHONE SEBAGAI MEDIA DAN SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM

Oleh

DRS. KHUSNUL HUDA

LEMBAGA PENDIDIKAN MAARIF NU GRESIK MADRASAH TSANAWIYAH HASYIMIYAH BUNGAH GRESIK NOPEMBER 2007
1

LEMBAR PENGESAHAN

Penelitian dengan judul Penggunaan Handphone sebagai Media dan Sumber Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Telah disahkan tanggal 27 Nopember 2007

Kepala MTs Hayimiyah

H. Maghfur S.Pd.I

2

ABSTRAK

Khusnul Huda,Drs.2007, Penggunaan Handphone sebagai media dan sumber pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam.

Kata Kunci : Media/Sumber Belajar dan Hand Phone Dalam proses pembelajaran, hanya dengan cara /metode belajar serta media konvensional, semisal LKS, Buku Pelajaran dsb tentu akan membosankan dan pada gilirannya akan merurunkan minat belajar peserta didik. Akibatnya hasil belajar siswa akan menurun. Oleh karena itu perlu diambil langkah-langkah yang kreatif dan inovatif, sehingga pada akhirnya ketuntasan belajar akan tercapai. Pada penelitian ini dipergunakan pendekatan kualitatif, dengan tujuan utama adalah meningkatkan kembali minat dan motivasi siswa untuk lebih banyak belajar dengan media dan sumber belajar yang menyenangkan. Penelitian ini berlangsung selama satu bulan pada semester pertama tahun 2007/2008, dengan mengambil sampel siswa kelas IX-A yang keseluruhan siswanya adalah laki-laki, dan minat belajarnya rendah disbanding kelas IX-B yang perempuan semua. Pertimbangan lain, bahwa siswa kelas IX-A rata-rata memiliki hand phone, dan di kelas IX sudah diajarkan masalah internet pada pelajaran TIK. Adapun tahapan pelelitian ini 1) Setting Gprs/Wap pada HP siswa 2)Pemberian Tugas pada siswa 3) Siswa mengumpulkan tugas 4) Penilaian tugas 5) Wawancara dengan siswa 6) membandingkan Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa tertarik dengan model belajar dengan menggunakan HP yang relatife masih baru, sehingga mendorong minat siswa untuk mencari dan menemukan sendiri berbagai pengetahuan yang tidak terdapat pada buku teks, sehingga menambah luas wawasan mereka.

3

KATA PENGANTAR

Alhandulillah , tiada Tuhan selain Dia dan Nabi Muhammad saw adalah rasul-Nya, shalawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada nabi Muhammad saw serta para pengikutnya sepanjang masa. Berkat pertolongan-Nya serta dukungan dari Bapak kepala MTs Hasyimiyah dan semua guru, TU dan siswa MTs Hasyimiyah juga istri dan anak-anak tercinta akhirnya penulis dapat menyelesaikan penelitian tindakan kelas (PTK) ini sesuai perencanaan. Oleh karena itu, penulis menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada semua pihak. Semoga atas bantuan, dukungan, motivasi yang telah mereka lakukan mendapat imbalan yang berlipat ganda dari Allah SWT. Amin. Penelitian yang dilakukan oleh penulis ini walaupun sudah selesai namun tidak menutup kemungkinan adanya berbagai kekurangan dan kelemehan, dan semua itu adalah karena keterbatasan penulis semata,. Oleh karena itu kritik, saran, koreksi dari semua pihak selalu penulis harapkan, sehingga akan meminimalisir kekurangan-kekurangan yang ada pada hasil penelitian ini, serta sebagai acuan bagi penulis khususnya dan para peneliti pada umumnya untuk dapat berkarya lebih baik dan bermutu. Akhir kata semoga hasil penelitian ini dapat bermanfaat, sekaligus dicatat Allah sebagai amal shalih. Amin.

Gresik, 25 Nopember 2007

Peneliti

4

BAB I PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Masalah Kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan semakin meningkat, juga pemerintah mulai dari daerah sampai ke pusat nampaknya ikut berlomba-lomba menaikkan anggaran pendidikan sampai 20%. Dengan kenyataan tersebut dunia pendidikan juga dituntut untuk meningkatkan kualitas peserta didikknya sehingga mencapai standar kompetensi lulusan sesuai yang semua pihak. Karena itulah maka ditetapkan Standar Nasional yang memuat delapan standar, yaitu: 1) Standar Isi 2) Standar Proses 3) Standar Kompetensi Lulusan 4) Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan 5) Standar Sarana dan Prasarana 6) Standar Pengelolaan 7) Standar Pembiayaan 8) Standar Penilaian. Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) merupakan salah satu bagian dari Pendidikan Agama Islam (PAI) yang termasuk rumpun pelajaran moral dan akhlak mulia, bertujuan memberi wawasan dan keterampilan pengetahuan agama dan meningkatkan keimanan dan ketakwaan siswa, di sisi lain pelajaran SKI juga seperti pelajaran sejarah yang dituntut dapat membuka tabir kebenaran masa silam. Dua hal yang menjadi tuntutan itulah yang menjadikan pelajaran SKI lebih kompleks dari pelajaran PAI yang lain dan juga pelajaran Sejarah pada umumnya. Dalam pembelajaran Sejarah pada umumnya didominasi metode ceramah dan media pembelajarannya kebanyakan berupa buku-buku. Sehingga para peserta didik merasa bosan dan minatnya menurun, yang pada gilirannya hasil belajar siswa tidak mencapai kompetensi. Oleh karena itu perlu dicari berbagai metode pembelajaran yang sekiranya dapat mengantarkan peserta didik mencapai KKM, atau bahkan siswa dapat melebihi KKM. Sementara itu dunia pendidikan saat ini dihadapkan pada tantangan membangun ketrampilan abad-21 (ketrampilan yang bermelek teknologi informasi dan komunikasi), yaitu ketrampilan yang akan banyak mengandalkan media/sarana teknologi informasi dan komunikasi. Diantara media teknologi dan informasi yang saat ini dimiliki oleh hampir semua lapisan masyarakat, termasuk guru dan siswa adalah Handphone yang fitur-fiturnya sekarang menandingi computer, termasuk dalam menjelajah dunia maya (internet). Oleh karena itu peneliti tertarik untuk mencoba menjadikan Handphone sebagai media belajar.

5

B. Rumusan Masalah Dari uraian di atas kiranya dapat dirumuskan beberapa masalah: 1. Apakah media handphone dapat meningkatkan minat belajar siswa? 2. Apakah belajar dengan menggunakan media handphone dapat meningkatkan hasil belajar siswa?

C. Tujuan Penelitian

1. Agar siswa tidak bosan dalam belajar SKI, sebaliknya siswa merasa senang dalam belajar, sehingga timbul minat yang lebih tinggi untuk menggali lebih dalam lagi sejarah kebudayaan Islam. 2. Supaya hasil belajar siswa meningkat, baik pada rana kogniitif maupun afektif.

D. Manfaat Penelitian

1. Bagi siswa, adalah sebagai pengalaman baru dalam proses pembelajaran; mempermudah untuk menemukan informasi/pengetahuan yang terkait dengan materi pelajaran SKI; menambah wawasan siswa; dan penglaman ini dapat digunakan untuk mencari informasi yang terkait dengan pelajaran yang lain.

2. Bagi guru, membantu dalam membimbing siswa mencapai kompetensi dengan media yang menyenangkan; memotivasi guru untuk selalu kreatif dan inovatif dalam proses pembelajaran.

E. Hipotetis

Proses belajar dan hasil belajar siswa pada pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam akan meningkat, karena minat belajar siswa juga meningkat didorong oleh media dan sumber belajar yang menarik/ menyenangkan.

F. Ruang Lingkup 1. Penelitian ini dilakukan pada kelas IX-A, dengan materi pokok Kemajuan dinasti Abbasiyah di bidang ilmu Agama Islam 2. Aspek yang diteliti adalah motivasi siswa (rana afektif) serta kompetenti siswa (rana kognitif) dalam proses dan hasil pembelajaran.

6

BAB II KAJIAN TEORI A. Sejarah Kebudayaan Islam

Kehidupan pada saat ini terus mengalami perubahan dengan begitu cepat. Ilmu pengetahuan dikembangkan juga dalam rangka merespon fenomena tersebut. Bersamaan itu pula munculnya berbagai macam krisis saat ini mempertanyakan kembali tentang peran ilmu pengetahuan, apakah perkembangan ilmu pengetahuan justru yang menjadikan terjadinya krisis, ataukah penyalahgunaan ilmu pengetahuan, apakah ilmu pengetahuan juga dapat mengatasi krisis, dan berbagai macam pertanyaan lain mempertanyakan kembali eksistensi ilmu pengetahuan, terutama yang berkaitan dengan moral dan agama, di mana SKI adalah bagian dari rumpunnya. Pemerintah tampaknya juga merespon hal itu, dengan terus memperbaiki Kurikulum, dari kurikulum 1974, 1994, Suplemen 1999, KBK 2004 sampai kurikulum 2006 (KTSP), termasuk Pendidikan Agama Islam, namun dari perubahan-perubahan itu dari segi materi tampaknya tidak jauh berbeda, bahkan banyak yang mengatakan hanya ganti kulit luarnya saja, namun demikian mulai kurikulum 2004, tampaknya penekanannya pada proses

pembelajaran, tapi sayang mata pelajaran yang terlalu banyak tetap akan menghambat tujuan penerapan KBK ataupun KTSP. Pada mata pelajaran SKI di MTS pada kurikulum 1994, materinya mulai Sejarah Arab pra Islam(zaman Jahiliyah) sampai penyebaran Islam di abad 20 dan peran Umat Islam di Indonesia. Pada Kurikulum 2004, materi dipersempit, yaitu mulai Dinasti Umayah sampai Dinasti Ayyubiyah. Dengan berbagai pergantian ini tentu saja selain menyulitkan bagi guru, juga direspon negative oleh penerbit buku pelajaran, sehingga sehingga untuk mencari buku teks pelajaran sulit, akibatnya penguasaan materi oleh guru apalagi siswa sangat terbatas pada LKS, yang akhir-akhir ini memang menjamur.

B. Minat Membaca Buku

Memang sejak merebaknya alat teknologi visual seperti TV, kita lebih suka mencari informasi/berita dengan menonton TV, selain gampang juga bisa sambil bekerja dsb. Apalagi zaman teknologi informasi ini, sudah jelas mencari informasi melalui media elektronik baik TV, Radio, Internet adalah lebih cepat dan praktis, karena itu wajar jika
7

banyak penerbit buku/Koran yang gulung tikar. Hal ini juga dikuatkan oleh hasil penelitian BPS bahwa pada decade terakhir ini minat masyarakat membaca/mencari infornmasi melalui media cetak jauh dibawah minat mereka menencari informasi melalui media elektronik.

C. Handphone

Sejak berakhirnya melinium ke-2 dan memasuki melinium ke-3 ini pertumbuhan teknologi informasi dan komunikasi sangat cepat, pada sekitar tahun 1990-an saja orang masih jarang yang mengenal computer di Indonesia, namun pada tahun 2007 ini di satu desa yang terpencil saja sudah banyak yang memiliki computer sendiri, apalagi Handphone, pada saat sekarang ini hampir semua siswa tingkat SMP/MTS memiliki handphone, padahal tahun 1990-an hanya pejabat tinggi dan pengusaha besar saja yang memiliki handphone. Handphone yang semula hanya dirancang sebagai alat komunikasi pada

perkembangannya kini sudah menyaingi fungsi computer dan laptop, disamping harganyapun terjangkau kalangan bawah, dengan uang dua ratus ribu saja sudah dapat handphone. Handphone baik yang GSM maupun yang CDMA rata-rata sudah dilengkapi fitur browser untuk dapat menjelajah dunia maya/internet. Hal ini memang bisa berdampak positif dan juga negative., hal inilah yang kadang-kadang mengkhawatirkan baik orang tua maupun pihak sekolah, sehingga banyak sekolah yang melarang siswa membawa handphone. Tapi larangan itu banyak hanya tinggal di kertas, pada prakteknya anak-anak tetap banyak yang membawa handphone kemana-mana, termasuk ke sekolah. Kemajuan teknologi informasi tampaknya memang sudah tidak dapat dibendung lagi, ini salah satu tantangan bagi dunia pendidikan, bagaimana dapat memanfaatkan tantangan menjadi peluang untuk meningkatkan kompetensi peserta didik. Kekurangan/ buku-buku teks pelajaran, menurunnya minat mencari informasi melaui media cetak (termasuk buku), dan merebaknya handphone kiranya dapat menjadi peluang untuk meningkatkan kompetensi siswa melalui menjadikan handphone sebagai media dan sumber belajar.

8

BAB III METODE PENELITIAN

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian

Pendekatan yang dilakukan dalam penelian ini adalah pendekatan kualitatif, karena pendekatan ini berupaya mengkaji lebih mendalam tentang penggunaan media Handphone dalam rangka meningkatkan rana kognitif dan afektif siswa pada proses pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Pendekatan ini sesuai dengan penelitian tindakan kelas (PTK), sebagaimana dikemukakan Moleong (1991) dalam bukunya tentang Metodologi penelitian kualitatif bahwa penelitian kualitatif, peneliti sebagai pengumpul data dan menganalisa data sebagaimana adanya di lapangan, memaparkannya sebagainmana adanya serta hasil penelitian bersifat deskriptif karena data-data yang terkumpul hanya berupa kat-kata/kalimat bukan angka-angka. Sementara itu PTK atau Classroom Action Research yang berbasis kelas/sekolah, terdapat tindakan untuk perbaikan pembelajaran maupun peningkatan mutu pembelajaran di kelas, menurut Kasbollah (Kasbollah,1999). Dan inti PTK adalah berpangkal pada persoalan-persoalan yang dihadapi oleh guru di kelas (Susilo,Herawati 2003). Desain Penelitian a) perencanaan b)tindakan c) observasi d)revleksi.

B. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan di kelas IX ±A MTS Hasyimiyah Bungah Gresik Semester I tahun pelajaran 2007 ± 2008. Penelitian berlangsung 1 bulan (Nopember 2007).

C. Data dan Sumber Data Data yang dikumpulkan peneliti meliputi: Hasil tes tulis siswa, , pengamatan dan lembar tugas siswa. Sumber data adalah siswa kelas IX-A MTs Hasyimiyah tahun pelajaran 2007/2008 dengan jumlah siswa 50 siswa.

D. Instrumen Penelitian

Adapun pengumpulan data pada penelitian ini meliputi: 1. Alat pengumpulan data: a. Soal Tes
9

Yaitu penilaian baik pre tes maupun post tes yang dilakukan pada saat proses pembelajaran, baik berupa tes tulis maupun lisan. Tes ini dilakukan baik untuk memberi motivasi siswa maupun untuk mengukur penguasaan siswa terhadap materi pelajaran. b. Lembar Penilaian Yaitu instrument penilaian yang digunakan untuk mencatat hasil nilai siswa, baik dalam mengerjakan tes tulis, menjawab tes lisan, merespon materi pembelajaran, mengerjakan tugas.

2. Metode pengumpulan data: a. Observasi, yaitu pengamatan langsung pada sikap/prilaku siswa dalam proses pembelajaran b. Catatan lapangan, sebagai catatan untuk memperoleh data yang akurat dan apa adanya, sehingga hal-hal yang tidak terekam dalam observasi dapat diambil dari

catatan lapangan. 3. Tahap-tahap Penelitian

a. Perencanaan siklus I Penelitian dilaksanakan minggu pertama bulan nopember 2007. Tahap perencanaan meliputi : 1) Membuat Rencana Persiapan Pembelajaran (RPP) dengan materi Kemajuan di bidang ilmu Hadis 2) Mempersiapkan kelas IX A yang berjumlah 50 siswa, termasuk mengecek siswa yang punya handphone yang ada mini browsernya 3) Setting GPRS handphone siswa memiliki Kegiatan/pelaksanaan : 1) Kela IX A dari jumlah 50 siswa dibagi dalam 10 kelompok, yang masing-masing kelompok terdapat minimal dua handphone. 2) Semua siswa/kelompok yang pegang handphone disuruh membuka menu web/layanan internet, kemudian menuliskan kata ³kemajuan ilmu Hadis´ pada pencarian baik yang google maupun yahoo, lalu tekan cari atau search, maka beberapa detik muncullah sekitar 5 halaman web. 3) Dari 5 web page tadi satu kelompok membuka satu, sedangkan kelompok 6 ± 10 membuka web berikutnya yang keluar . Sehingga masing-masing kelompok halaman web yang berbeda. 4) Setiap siswa dalam kelompok membaca halaman Web yang berkaitan dengan materi, kemudian setiap kelompok menyimpulkan dalam bentuk uraian tertulis. 5) Setelah semua selesai, maka wakil masing-masing kelompok mempresentasikan hasil/kesimpulannya secara bergiliran dan kelompok lain menanggapinya.
10

membuka

6) Peneliti memandu jalannya diskusi sambil melakukan catatan dan penilaian. 7) Pada akhir pertemuan peneliti menyimpulkan hasil diskusi. Tahap Evaluasi: 1) Mengevaluasi afektif siswa melalui pengamatan baik saat membaca halaman web maupun saat diskusi. 2) Mengevaluasi kognitif siswa melalui pengamatan terhadap kemampuan siswa saat presentasi maupun mengajukan pertanyaan, sanggahan, kritikan hasil kelompok lain dan mempertahankan hasil resume kelompoknya. 3) Semua penilaian kelas direkam sebagai follow up untuk mendapatkan gambaran hasiltindakan Refleksi : Semua hasil tindakan siklus pertama digunakan untuk membuat perencanaan siklus II.

b. Perencanaan Siklus II Dilaksanakan minggu ketiga bulan Nopember 2007 Tahap Perencanaan: 1) Menyusun Rencana Persiapan Pembelajaran (RPP) dengan materi ³Kemajuan di bidang ilmu Fiqih´ 2) Kelas yang digunakan tempat penelitian sama, yaitu kelas IX A 3) Setiap siswa membawa handphone, yang sudah disetting GPRS Pelaksanaan: 1) Setiap siswa membuka menu browser, dan mengetikkan kata´ Kemajuan ilmu Fiqih.´ 2) Dari beberapa web yang muncul, siswa membuka halaman yang sama yang ditentukan guru/peneliti. 3) Siswa diberi kesempatan membaca halaman web selama 20 menit. 4) Kemudian HP ditutup dan disimpan dalam tas, dan guru menguji dengan tes tulis uraian. Evaluasi 1) Evaluasi lebih difokuskan pada kognitif siswa secara individual 2) Peneliti mendeskripsikan hasil soal/tes tulis siswa dan mengevaliasinya serta menganalisis melalui analisis hasil ulangan. 3. Peneliti menyimpulkan hasil evaluasi dan analisis. Refleksi Hasil evaluasi siklus I dan II dideskripsikan dan dianalisis secara kualitatif dan comparasi.

11

BAB IV HASIL PENELITIAN

Dari hasil observasi dan evaluasi pada siklus I, menunjukakan bahwa ada peningkatan minat.,motivasi dan rasa kebanggaan siswa akan nilai nilai peninggalan kebudayaan islam, dengan kata lain dari rana afektif siswa naik, hal ini dibuktikan dengan semangat siswa mengikuti pembelajaran dengan media/sumber handphone begitu antusias, terutama bagi yang membawa handphone sendiri. Karena pada pembelajaran-pembelajaran sebelumnya meskipun dengan metode diskusi, simulasi, bermain peran, apalagi metode ceramah dan medianya adalah buku dan sejenisnya, para siswa tampak acuh tak acuh, bahkan pada waktu ujianpun jarang yang mau belajar/membaca buku Sejarah Kebudayaan Islam. Dari sisi kognitif juga meningkat, hal ini tampak pada saat kelompok mendeskripsikan dan meresume materi yang berasal dari Web, juga tampak jelas pada saat mempresentasikan dan mengajukan pertanyaan, kritikan, sanggahan, atau dari mereka mengemukakan pendapat dan mempertahankannya. Namun demikian, meskipun ada peningkatan baik rana afektif maupun kognitif, pada siklus pertama ini nilai siswa yang mencapai ketuntasan minimal ada 78%, belum sesuai yang diharapkan. Dengan melihat kenyataan tersebut peneliti melakukan evaluasi dan menyimpulkan ada beberapa factor yang menyebabkannya, yaitu: 1. Keterbatasan jumlah Handphone, yaitu ada 2 : 5 (dua handphone untuk lima siswa. 2. Pengelompokan siswa, walaupun ada segi positifnya, namun segi negatifnya adalah siswa yang malas hanya mengandalkan siswa lain. 3. Para siswa masih agak canggung dalam menggunakan handphone, sehingga tidak focus pada materi pelajaran atau materi yang ada pada halaman web yang disajikan. 4. Sajian halaman web yang berbeda-beda menimbulkan kebingungan siswa. Oleh karena itu dilakukan sekali lagi (siklus II) dengan menyuruh semua siswa membawa handphone, kemudian membuka halaman web yang sama, dan siswa tidak dikelompokkan, tapi belajar sendiri, mengerjakan tugas sendiri (secara individual). Pada siklus kedua, di mana para siswa secara individual membuka halaman web dan mendalaminya secara sendiri-sendiri serta mereka sudah tidak canggung dalam menggunakan handphone, manunjukkan bahwa siswa semakin besar motivasinya. Hal ini terlihat pada sikap mereka yang bertambah antusias dalam proses pembelajaran. Mereka pun

12

yang tidak memiliki handphone berusaha pinjam kepada saudara-saudaranya, sehingga pada saat proses pembelajaran baik mental maupun media /sumber belajar sudah siap. Setelah proses pembelajaran selesai maka diadakan tes tulis, dan memang hasilnya tambah meningkat drastis. Siswa yang mencapai nilai ketuntasan minimal naik menjadi 96%

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan. Dari hasil paparan pada bab-bab sebelumnya dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Bahwa dengan menggunakan media dan sumber belajar Handphone dalam proses pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam dapat meningkatkan minat dan motivasi siswa. 2. Dengan meningkatnya minat dan motivasi siswa dalam proses pembelajaran dengan menggunakan Handphone sebagai media dan sumber belajar pada gilirannya dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

B. Saran-sara.

Dari hasil penelitian ini tampak jelas betapa pentingnya media dan sumber belajar, namun demikian, media dan sumber belajar yang monoton dan konvensional seperti berupa buku,LKS dan sejenisnya akan membosankan siswa, sehingga dapat menurunkan minat dan motivasi siswa, akibatnya hasil belajar siswa pun rendah. Oleh karena itu diharapkan para guru selalu kreatif dan inovatif dalam mencari dan menggunakan media serta sumber belajar.

13

DAFTAR PUSTAKA Gottschalk,Louis,1985, Mengerti Sejarah, Jakarta : UI-Press Kartono, Kartini,1996,Pengantar Metodologi Riset Sosial, Bandung : Mandar Maju Moleong,L.J.,1991, Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung:Remaja Rosdakarya Syalabi ,Prof,Dr,A.,1983, Sejarah Kebudayaan Islam 1 dan 2, Jakarta : Pustaka alHusna Yatim ,Badri,1996, Sejarah Peradaban Islam, Jakarta:Raja Grafindo Persada

14

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful