You are on page 1of 19

Gagal Jantung

Akut

V A R LY E V IC TO R K A N TO H E
102010118

AN AM N ESIS
Menanyakan identitas pasien secara lengkap
Menanyakan keluhan yang membuat pasien

datang ke dokter
Menanyakan gejala-gejala yang mungkin timbul
untuk mendukung penyakit yang diderita (batuk,
demam, nyeri kepala, sesak napas, alergi)
Menanyakan tingkat keparahan gejala yang
ditimbulkan

AN AM N ESIS
Menanyakan obat-obatan yang telah

dikonsumsi bila ada, efek yang ditimbulkan


Menanyakan apakah dulu pernah menderita
penyakit serupa
Menanyakan apakah keluarga ada yang
menderita penyakit serupa
Menanyakan keadan sosio-ekonomi,
lingkungan tempat tinggal

PEM ERIKSAAN FISIK


TTV
Nyeri dada
Palpitasi
Sesak napas
Edema
Inspeksi
Palpasi
Perkusi
Auskultasi

H asilPem eriksaan
PF: tampak sakit berat.
TD: 140/90mmHg
FN: 90x/mnt
S:36,5C
FP: 28x/mnt
JVP: 5+2cm H2O,
Jantung: murmur (-), gallop S3

(+)
Hepatomegali (+)
Akral hangat
Sianosis (-)

Pem eriksaan Penunjang


Foto Thorax
menilai derajat kongesti paru, dan untuk mengetahui adanya
kelainan paru dan jantung yang lain seperti efusi pleura, infiltrat
atau kardiomegali.

EKG
frekuensi debar jantung, irama jantung, sistem konduksi

Pemeriksaan Laboratorium
darah lengkap, elektrolit, urea, creatinin, gula darah, albumin,
enzyme hati

Elektrokardiografi
evaluasi kelainan struktural dan fungsional dari jantung yang
berkaitan dengan GJA

diagnosis
Gagal
jantung akut

PPOK

ARDS

Gagal
Jantung
Kronis

Nyeri Dada

Sesak nafas
saat
beraktivitas

Takipneu
disertai ronki
basah

Mudah lelah

dispnea

Sesak napas
saat
beristrirahat
maupun
latihan

Sesak Napas
saat aktivitas

Mudah lelah

batuk kronik

D iagnosis Kerja
Gagal Jantung (GJ) adalah suatu sindroma

klinis kompleks, yang didasari oleh


ketidakmampuan
jantung
untuk
memompakan darah keseluruh jaringan
tubuh secara adekuat, akibat adanya
gangguan struktural dan fungsi dari
jantung.

Patofi
siologi
Aktivasi Neurohumoral: terjadi

dengan adanya peningkatan


vasokonstriktor, sehingga memicu
retensi garam dan air serta
meningkatkan beban akhir
(afterload) jantung
ventrikel
kosong
aktifitas neuroendokrin
meningkat
afterload meningkat.

patofi
siologi
Dilatasi Ventrikel: terganggunya

fungsi sistolik dan retensi cairan


meningkat
jantung berdilatasi
tdk efisien.

epidem ologi
Di Eropa kejadian gagal jantung

berkisar 0,4%-2% dan meningkat


pada usia yang lebih lanjut, dengan
rata-rata umur 74 tahun.
Setengah dari populasi pasien gagal
jantung akan meninggal dalam 4
tahun sejak diagnosis ditegakkan,
dan pada keadaan gagal jantung
berat lebih dari 50% akan meninggal
dalam tahun pertama.

etiologi
Peninggian afterload pada penderita

hipertensi sistemik atau pada


penderita hipertensi pulmonal
Peninggian preload karena volume
overload atau retensi air
Gagal sirkulasi seperti pada keadaan
high output states antara lain pada
infeksi, anemia, thyrotoxicosis.

G ejala Klinis
Dispnea
Ortopnea
Dispnea nokturnal paroksimal
Batuk nonproduktif

H epatom egali
Saat

sistol,
ventrikel
kanan
tidak
mampu
memompa darah keluar
tekanan meninggi di
atrium
kanan
karena
bendungan
darah

bendungan darah di vena


kava superior dan inferior
dan seluruh sistem vena

termasuk
vena
hepatica hepatomegali

Penatalaksanaan
Morfin dan Analog Morfin
LOOP diuretika
Ventilasi Non Invasive (NIV)
Vasodilator
Dopamine
Nesiritide

kom plikasi
Tromboemboli
Fibrilasi atrium
Kegagalan pompa progresif
Aritmia ventrikel

Prognosis
Penderita GJA biasanya memiliki
prognosis yang buruk. Presentasenya
adalah >50% meninggal dalam
waktu 3 tahun.

Kesim pulan
Gagal jantung adl ketidak mampuan
mempertahankan curah jantung yg
cukup untuk kebutuhan tubuh.
Memiliki angka mortilitas yang tinggi.

Thank you
GBU ^^

@varlyevictor