You are on page 1of 13

ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK

DENGAN GANGGUAN AUTISME

DISUSUN OLEH KELOMPOK 22:


Arasylvia Rachmawati
Indah Apriyanti P.

Pengertian
Autisme adalah ketidakmampuan perkembangan yang
biasanya terlihat sebelum usia dua setengan tahun dan
ditandai dengan gangguan pada wicara, bahasa,
mobilitas, persepsi dan hubungan interpersonal ( Speer,
Kathleen Morgan. Edisi 3 : Hal 266 )
Autisme yaitu gangguan perkembangan yang berefek
pada banyak aspek tentang bagaimana cara pandang
seorang anak terhadap dunia dan kemampuannya
mempelajari setiap pengalaman yang dihadapinya.
Selain gangguan autoimunitas, anak autisma ditemukan
adanya gangguan metabolisme, gangguan pencernaan,
gangguan perilaku yang lebih didoinasikan oleh
gangguan integrasi sensorik ( Menurut Bryna Siegel )

Etiologi
Menurut Dr. Ika Widyawati, Sp. KJ penyebab dari
autisme yaitu anatara lain :
- Gangguan susunan saraf pusat
- Gangguan Sistem Pencernaan
- Faktor genetik
- Keracunan logam berat

Patoflow

Komplikasi
Gangguan Nutrisi ( Gizi )
Gangguan metabolisme
Gangguan penyerapan dan
pencernaan makanan
Gangguan sistem kekebalan tubuh
Kerusakan komunikasi verbal
persisten
Gangguan sosial.

Klasifikasi
Autisme pada umumnya dapat
digolongkan dalma 2 tipe yaitu:
- Autisme low functioning
- Autisme high functioning

Penatalaksanaan
Macam-macam terapi untuk anak
penderita autisme, antara lain :
- Terapi perilaku
- Terapi okupasi
- Terapi wicara
- Terapi biomedis
- Terapi medikamentosa

Pengkajian
a. Psikososial
. Menarik diri dan tidak responsif
terhadap orang.
. Kemampuan bertutur kata menurun.
. Perilaku menstimulasi diri
b. Neurologis
. Respons yang tidak sesuai terhadap
stimulus
. Tidak mampu menangis ketika lapar

Diagnosa Keperawatan
1. Hambatan komunikasi yang
berhubungan dengan kebingungan
terhadap stimulus.
2. Risiko membahayakan diri sendiri
atau orang lain yang berhubungan
dengan rawat inap di rumah sakit.
3. Risiko perubahan peran orang tua
yang berhubungan dengan
gangguan.

Intervensi Keperawatan
a. Dx.kep : Hambatan komunikasi yang
berhubungan dengan kebingungan
terhadap stimulus.
b. Hasil yang diharapkan: Anak
mengkonsumsikan kebutuhannya
dengan menggunakan kata-kata atau
gerakan tubuh yang sederhana,
konkret;

C. Intervensi
1. Ketika berkomunikasi dengan anak, bicaralah
dengan kalimat singkat yang terdiri atas satu
hingga tiga kata, dan ulangi perintah sesuai
yang diperlukan. Minta anak untuk melihat
kepad anda ketika anda berbicara dan
pantau bahasat ubuhnya dengan cermat.
2. Gunakan irama,musik, dan gerakan tubuh
untuk membantu perkembangan komunikasi
sampai anak dapat memahami bahasa.
3. Bantu anak mengenali hubungan antara
sebab dan akibat dengan cara menyebutkan
perasaannya yang khusus dan
mengidentifikasi penyebab stimulus bagi
mereka.

Lanjutan ....
4. Ketika berkomunikasi dengan anak,
bedakan kenyataan yang singkat & jelas.
5. Sentuh dan gendong bayi, tetapi
semampu yang dapat ditoleransi.

k
n
a
h
T
you