You are on page 1of 10

1.

Sistem Bioreaktor Curah atau Batch (Diskontinyu)

Gambar 1. Reaktor batch
(Sumber: www.essentialchemicalindustry.org)

Reaktor batch termasuk reaktor dengan bentuk yang paling sederhana. Pada
sistem ini bahan media dan inokulum dalam waktu yang hampir bersamaan
dimasukkan ke dalam bioreaktor dan pada saat proses berlangsung akan terjadi
perubahan kondisi di dalam bioreaktor (Mayasari, 2010). Sebagai tambahan, reaktor
batch dapat mudah dipanaskan atau didinginkan menggunakan heating atau cooling
jacket. Reaktor batch (discontinuous) adalah suatu reaktor dengan sistem
termodinamika yang tertutup. Reaktor jenis ini biasanya sangat cocok digunakan
untuk produksi berkapasitas kecil misalnya dalam proses pelarutan padatan,
pencampuran produk, Reaktor jenis ini memiliki ciri tidak terdapat aliran inlet atau
outlet selama operasi, memiliki pengaduk untuk mencampur reaktan, dan dalam
prosesnya harus berutan (tidak dapat dilakukan bersamaan) antara mengisi bahan
baku, operasi, pengeluaran produk, cleaning, dan conditioning untuk mengolah bahan
baku berikutnya (Budiman, 2001).
Dalam keadaan ideal, reaktor batch diisi dengan reaktan pada waktu t=0.
Pencampuran kemudian dilakukan secara intensif sehingga konsentrasi spesies

misalnya karena bahan beracun. Bila proses terjadi kesalahan. Tidak membutuhkan mikroba dengan kestabilan tinggi c. Lebih fleksibel dalam perencanaan produksi dalam aspek rekayasa proses. Maka. penyiapan serta pembersihan pada bioeraktor batch tidak mudah. proses dapat dihentikan dan dimulai dengan yang baru. Metabolit primer Kondisi kultivasi harus dapat memperpanjang fase eksponensial yang diikuti dengan sintesis produk (pengaturan konsentrasi substrat).bersifat homogen. b. yaitu bernilai sama pada titik manapun dalam reaktor. Namun. dalam perhitungannya dapat diasumsikan:   Fo = F = 0 Tercampur sempurna sehingga konsentrasi spesies sama pada semua titik dalam reaktor Vo = V = konstan Tipe bioreaktor batch lebih cocok digunakan untuk bahan yang memiliki kandungan padatan tinggi (25%) atau bahan berserat yang sulit diproses dibandingkan dengan tipe bioreaktor kontinyu karena lama proses dapat ditingkatkan dengan mudah. Memproduksi biomassa Menggunakan kondisi kultivasi yang mendukung pertumbuhan biomassa sehingga mencapai maksimal. terakumulasinya produk yang menghambat pertumbuhan di dalam bioreaktor sehingga metabolisme sel terganggu. terutama untuk memproduksi beragam produk dengan pasar atau skala kecil d. Kelebihan dari bioreaktor batch adalah: a. c. bioreaktor batch juga memiliki kekurangan yaitu. Metabolit sekunder . Resiko kontaminasi rendah b. Bioreaktor batch dapat digunakan untuk: a. Banyak diaplikasikan pada industri etanol karena dapat menghasilkan kadar etanol yang tinggi Namun. Mudah dalam proses sterilisasi dan pengontrolan alat e.

2002): [laju akumulasi komponen j] = [laju aliran masuk komponen j] . Q = laju alir. V = volume reaktor. Neraca massa secara umum (Sumber: Rawlings.[laju aliran keluar komponen j] + [laju generasi komponen j] . 2002): ❑ C j dV =¿ Qo C j −Q1 C j +∫ R j dV o 1 (24) V d ❑ ¿ dt ∫ V Cj dengan = konsentrasi j. 2002) Gambar 5 menunjukkan ilustrasi neraca massa dalam suatu sistem secara umum yang dapat dituliskan sebagai (Rawlings.[laju konsumsi komponen j] atau dapat ditulis juga sebagai (Rawlings. Rj dapat didefinisikan sebagai (Rawlings. Neraca Massa Dalam Reaktor Batch Gambar 5. 2002): ❑ R j =∑ v ij r i (25) i Dalam perhitungan neraca massa sebuah reaktor batch. diasumsikan bahwa konten dalam reaktor batch teraduk dengan sempurna sehingga konsentrasi .Kondisi kultivasi harus dapat memperpendek fase eksponensial dan memperpanjang fase stasioner dengan cara pengaturan nutrisi media 2. dan R = laju reaksi dalam reaktor.

maka neraca massa dapat diselesaikan secara analitik. 2002): d (C j V R ) =R j V R dt (28) Dalam reaktor batch yang memiliki volume konstan. Namun jika reaktor yang digunakan bersifat isotermal. maka (Rawlings.komponennya (misalkan komponen j) seragam pada semua titik dalam reaktor. tanpa mempengaruhi prosesnya. tidak ada laju alir masuk maupun laju alir keluar karena reaktan dimasukkan sebelum reaksi dimulai dan produk dikeluarkan setelah reaksi selesai.2. Qo=Q1 =0 . Persamaan (2) dapat ditulis ulang sebagai (Rawlings. Kinetika Reaksi Reaktor Batch . Keseluruhan konten diasumsikan sebagai elemen volume reaktor. Secara umum. Dengan asumsi pengadukan sempurna (konsentrasi j konstan). memiliki jumlah komponen yang tidak terlalu banyak. 2002): C j dV =¿ C j V R ❑ ∫¿ VR (26) R j dV =¿ R j V R (27) ❑ ∫¿ VR Pada reaktor batch. 2. 2002): dCj =R j dt (29) Neraca massa dapat diselesaikan secara numerik maupun analitik. maka persamaan sebelumnya dapat dievaluasi sebagai berikut (Rawlings. neraca massa harus diselesaikan secara numeric. dan memiliki kinetika reaksi yang sederhana. untuk reaktan pembatas j pada waktu t. Maka.

Neraca massa (Fogler. 2005) Sel: V Cc =( r g −r d ) V dt (30) Substrat: V d Cs =Y s (−r g ) V −r m V dt c (31) Produk: V d Cp =Y p ( r g V ) dt c (32) 2.1. Hukum Kinetika (Fogler. 2005) ( r g =μmax 1− r d =k d C c r sm=mC c Cp C¿p 0.52 ) Cc Cs K s +C (33) (34) (35) .

Hasil operasi CSTR simulasi ke 1 Awal 250 250 500 380.00 Konsentrasi Substrat Konsentrasi Sel Konsentrasi Produk Akhir Awal Akhir Awal Akhir 2.73 0 79. Namun. flowrate produk adalah jumlah dari flowrate substrat dan flowrate dari sel. Laju pertumbuhan sel sangatlah tinggi sehingga membutuhkan jumlah substrat yang sangat banyak.88 Massa produk/ hari (kg) 958. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel 1xx dengan volume reaktor 4000 L di bawah ini: (m3/jam)Fs (m3/jam)Fc (m3/jam)Fp Tabel 1xx.00 20.90 7. Hal tersebut disebabkan substrat merupakan nutrisi yang diperlukan sel Sacharomyces cerevicae untuk tumbuh sehingga dapat berfermentasi menghasilkan produk ethanol. dan konsentrasi sel akhir meningkat sehingga menghasilkan konsentrassi produksi dengan jumlah tinggi yang dapat dilihat pada gambar 1xx .560 Pada tabel 1xx simulasi dilakukan dengan memasukkan konsentrasi substrat sebesar 380 kg sedangkan konsentrasi sel hanya 7 kg. Konsentrasi substrat yang dimasukkan ke dalam bioreaktor harus jauh lebih besar dari konsentrasi sel yang dimaukkan ke dalam bioreaktor. pada waktu 24 jam terlihat bahwa konsentrasi substrat akhir sudah hampir habis.BAB 4 ANALSIS DAN PEMBAHASAN Analisis Perancangan Produksi Bioethanol dengan Bioreaktor CSTR Pada produksi bioethanol dengan bioreaktor CSTR.

522 kg/hari.304.000.695. Sehingga.00 Pada tabel 3xx dengan volume reaktor 4500 L terlihat bahwa kapasitas produksi tidak dapat terpenuhi (m3/jam)Fp (m3/jam)Fc (m3/jam)Fs Tabel 3xx. Hasil perhitungan ekonomi CSTR simulasi ke 1 CAPEX pertahu n (USD) OPEX (USD) 400. produk yang dihasilkan yaitu sebesar 958.560 kg/ hari dan sudah memenuhi kapasitas produksi yang ditargetkan yaitu sebesar 895.000.980.020.0 0 Penjualan EtOH (USD.tahun) 330. Hasil perhitungan ekonomi yang diperoleh pada simulasi ke 1 dapat dilihat pada tabel 2xx.00 15. Tabel 2xx.Gambar 1xx. Hasil operasi CSTR simulasi ke 5 Konsentrasi Substrat Awal Akhir Konsentrasi Sel Awal Akhir Konsentrasi Produk Awal Akhir Massa produk /hari (kg) . Grafik produksi bioethanol dengan bioreaktor CSTR simulasi ke 1 Hal tersebut menguntungkan dalam produksi bioethanol karena hal tersebut menandakan bahwa selnya tumbuh dengan baik karena cukupnya nutrisi untuk pertumbuhannya sehingga menghabiskan konsentrasi subtrat yang ada dan menghasilkan produksi bioethanol yang optimal.0 0 Marginal/tahu n (USD) 314.

08 .007 0 76.240 240 480 380 1. CAPEX yang dihasilkan lebih tinggi dibandingkan dengan tabel 2xx. pada gambar 2xx menunjukkan bahwa konsentrasi substrat sudah akan habis dan konsentrasi sel serta produksi meningkat pada waktu 24 jam namun hal ini kurang efektif dalam pemenuhan kapasitas produksi yang sudah ditargetkan.982. Hasil perhitungan ekonomi CSTR simulasi ke 5 CAPEX pertahu n (USD) OPEX (USD) 450. Grafik produksi bioethanol dengan bioreaktor CSTR simulasi ke 5 Hasil perhitungan ekonomi yang diperoleh untuk simulasi ke 5 dapat dilihat pada tabel4xx Tabel 4xx.000. sel maupun produk yang optimal di dalam bioreaktor sehingga dalam 24 jam hanya memenuhi kapasitas produksi sebesar 885.017 Pada tabel 4xx. sedangkan biaya OPEX lebih rendah.tahun) 330.0 0 Marginal/tahu n (USD) 315. Gambar 2xx.00 14.290.709.5 0 Penjualan EtOH (USD. Walaupun. Walupun kapasitas produksi yang 885.38 10 26.08 kg/hari.83 Hal tersebut dikarenakan laju alir produk diturunkan namun volume reaktor lebih besar sehingga tidak terjadinya laju pengaliran substrat.000.

000. Margin yang paling besar dan juga menghasilkan kapasitas produksi yang sesuai dengan yang ditargetkan yaitu 315.980. jumlah konsentrasi sel awal yang dimasukkan ke dalam bioreaktor serta volume reaktor.020 .0 0 Marginal/tahu n (USD) 315. Sehingga hasil perhitungan ekonomi CSTR dapat dilihat pada tabel 6xx Tabel 6xx.00 14.35 4000 914. Hal tersebut dikarenakan sel tidak cukup menghasilkan produk dari hasil fermentasinya karena sumber nutrisi sel tersebut (substrat) tidak ditambahkan untuk mengimbangi banyaknya konsentrasi sel yang masuk.0 0 Penjualan EtOH (USD.tahun) 330.020 USD dengan variasi data yang dapat dilihat pada tabel 5xx.307.11 7 Massa produksi per hari yang dihasilkan memebuhi kapasitas produksi yang sudah ditargetkan yaitu 914.dihasilkan tidak sesuai target namun marginal per tahun yang diperoleh lebih tinggi dibandingkan dengan hasil perhitungan CSTR simulasi ke 1 yang dapat dilihat pada tabel 2xx Selain itu. Hasil perhitungan ekonomi CSTR simulasi ke 4 CAPEX pertahu n (USD) OPEX (USD) 400. Hasil operasi CSTR simulasi ke 4 79. jika konsentrasi sel dinaikkan namun laju alir produk dan konsentrasi substrat tetap maka akan sulit untuk memperoleh kapasitas produksi yang sudah ditargetkan.307. (m3/jam)Fc (m3/jam)Fp 240 240 480 Konsentrasi Konsentrasi Substrat Sel 380 Konsentrasi Produk Massa produk/hari (kg) (m3/jam)Fs (m3/jam)Fs Tabel 5xx.692.000.11 kg/hari dengan meminimumkan laju pengaliran subrat serta sel.

konsentrasi sel awal yang dimasukkan nilainya lebih kecil dibandingkan dengan simulasi ke 5. Sehingga.CAPEX yang dihasilkan sama dengan CAPEX pada simulasi ke 1. pada simulasi ke 4 ini memperoleh marginal per tahun yang lebiht tinggi dalam memproduksi kapasitas produksi melebihi kapasitas yang ditargetkan. Sedangkan OPEX yang dihasilkan menunjukkan nilai yang paling rendah dibandingkan dengan simulasi ke 1 dan ke 5. dalam perancangan bioreaktor CSTR dalam memproduksi bioethanol. Walupun jumlah konsentrasi sel awal yang masuk sama dengan simulasi ke 1. Hal ini dapat dilihat pada simulasi ke 5 yaitu CAPEX lebih tinggi karena volume reaktor yang digunakan lebih besar yaitu 4500 L. Hal tersebut disebabkan. untuk mendapatkan marginal per tahun paling besar serta kapasita produksi yang dapat memenuhi sesuai yang ditargetkan yaitu dengan meminmumkan laju pengaliran substrat dan sel serta konsentrasi sel awal masuk yang disesuaikan dengan jumlah konsentrasi substrat awal yang dimasukkan ke dalam bioreaktor CSTR seperti pada simulasi ke 4. Jadi. Semakin besar volume reaktor yang digunakan maka nilai CAPEX akan semakin tinggi. . karena menggunakan volume reaktor dengan ukurang yang sama yaitu 4000 L. Namun laju alir substrat dan sel yang digunakan pada simulasi ke 4 ini lebih kecil sehingga mengurangi biaya operasi pada bioreaktor.