You are on page 1of 7

SOAL

1. Jelaskan 4 prinsip manajemen Frederick W. Taylor (1856-1915)!
2. Jelaskan 14 prinsip manajemen Henry Fayol!
3. Jelaskan Mengenai stakeholder!

Jawaban
1. Berikut ini adalah 4 prinsip manajemen Frederick W. Taylor (1856-1915):
a. Pengembangan manajemen ilmiah yang benar dapat digunakan
untuk menentukan metode terbaik untuk menjalankan setiap tugas.
b. Proses seleksi karyawan secara ilmiah, agar karyawan dapat
diberikan

tanggung

jawab

atas

suatu

tugas

sesuai

dengan

kemampuannya.
c. Pendidikan dan pengembangan ilmiah para karyawan.
d. Kerjasama yang baik antara manajemen dan karyawan.
2. Berikut ini adalah 14 prinsip manajemen Henry Fayol:
a. Pembagian kerja (Division of work)
Spesialisasi memungkinkan individu untuk membangun pengalaman
dan untuk terus meningkatkan keahliannya, semakin seseorang
menjadi spesialis atau ahli dalam suatu bidang, semakin efesien
mereka dalam mengerjakan tugasnya.
b. Kekuasaan dan tanggung jawab (Authority and Responsibility)
Kekuasaan merupakan suatu alat berupa hak untuk mengeluarkan
perintah, namun harus dengan tanggung jawab yang seimbang
sesuai fungsinya. Tanggung jawab terbesar terletak pada manajer
puncak. Kegagalan suatu usaha bukan terletak pada karyawan,
tetapi terletak pada puncak pimpinannya karena yang mempunyai
wewenang terbesar adalah manajer puncak. Oleh karena itu, apabila
manajer puncak tidak mempunyai keahlian dan kepemimpinan,
maka wewenang yang ada padanya merupakan bumerang.
c. Disiplin (Discipline)
Disiplin ini berhubungan erat dengan wewenang. Apabila wewenang
tidak berjalan dengan semestinya, maka disiplin akan hilang. Oleh
karena ini, pemegang wewenang harus dapat menanamkan disiplin

Jadi. Oleh karena itu. Karyawan harus tahu kepada siapa ia harus bertanggung jawab sesuai dengan wewenang yang diperolehnya. wewenang dan tanggung jawab. . karyawan harus memperhatikan prinsip kesatuan perintah sehingga pelaksanaan kerja dapat dijalankan dengan baik. Dalam pelaksanaan kerja bisa saja terjadi adanya dua perintah sehingga menimbulkan arah yang berlawanan. serta kesatuan perintah. Kesatuan pengarahan (Unity of direction) Kesatuan pengarahan berhubungan erat dengan pembagian kerja. Pelaksanaan kesatuan pengarahan (unity of direction) tidak dapat terlepas dari pembagian kerja. d. Perintah yang datang dari manajer lain kepada seorang karyawan akan merusak jalannya wewenang dan tanggung jawab serta pembagian kerja. perlu alur yang jelas dari mana karyawan mendapat wewenang untuk melaksanakan pekerjaan dan kepada siapa ia harus mengetahui batas wewenang dan tanggung jawabnya agar tidak terjadi kesalahan. Kesatuan pengarahan tergantung pula terhadap kesatuan perintah.terhadap dirinya sendiri sehingga mempunyai tanggung jawab terhadap pekerjaan sesuai dengan wewenang yang ada padanya. Kesatuan perintah (Unity of command) Dalam melakasanakan pekerjaan. e. disiplin. setiap pekerja harus mempunyai satu atasan tanpa ada komando lain yang bertentangan.

Penggajian pegawai (Remunerasi) Prinsip manajemen ini menurut Henry Fayol adalah pembayaran upah dan cara pembayaran yang adil serta memberi kepuasan yang maksimal untuk karyawan dan atasan. h. g. Hal semacam itu merupakan suatu syarat yang sangat penting agar setiap kegiatan berjalan dengan lancar sehingga tujuan dapat tercapai dengan baik. Tanggung jawab terakhir terletak pada orang yang memegang wewenang tertinggi atau manajer puncak. Subordinasi kepentingan perseorangan terhadap kepentingan umum Prinsip manajemen ini menyatakan bahwa setiap karyawan harus mengabdikan kepentingan sendiri kepada kepentingan organisasi. melainkan untuk menghindari kesimpangsiuran wewenang dan tanggung jawab. Dengan menggunakan sistem upah atau gaji yang memuaskan nantinya bisa merangsang karyawan untuk bisa bekerja lebih rajin lagi. Pemusatan wewenang ini juga tidak menghilangkan i. apabila setiap karyawan merasa senang dalam bekerja sehingga memiliki disiplin yang tinggi. Rangkaian perintah/Hierarki (Chain of Command/Scalar Chain) Rangkaian Perintah merupakan prinsip manajemen of yang mengharuskan perintah dari atas ke bawah harus selalu mengambil . Pemusatan bukan berarti adanya kekuasaan untuk menggunakan wewenang. Prinsip pengabdian kepentingan pribadi kepada kepentingan organisasi dapat terwujud.f. Setiap karyawan dapat mengabdikan kepentingan pribadi kepada kepentingan organisasi apabila memiliki kesadaran bahwa kepentingan pribadi sebenarnya tergantung kepada berhasil-tidaknya kepentingan organisasi. asas pelimpahan wewenang (delegation authority). Pemusatan (Centralization) Pemusatan wewenang akan menimbulkan pemusatan tanggung jawab dalam suatu kegiatan.

jarak yang terdekat. untuk memperlakukan bawahan dengan baik. Oleh karena itu. terlalu jauh. Umumnya. Garis otoritas jaraknya tidak boleh j. Ketertiban dalam suatu pekerjaan dapat terwujud apabila seluruh karyawan. ketertiban dan disiplin sangat dibutuhkan dalam mencapai tujuan. baik atasan maupun bawahan mempunyai disiplin yang tinggi. k. Prakarsa menimbulkan kehendak untuk mewujudkan suatu yang berguna bagi penyelesaian pekerjaan dengan sebaik-baiknya. Butuh waktu untuk seorang karyawan agar bisa menyesuaikan diri terhadap jabatan atau fungsinya yang baru serta untuk menunaikan tugas dengan baik. mendapat apa yang telah menjadi haknya. m. Rantai perintah ini mengacu kepada jumlah tingkatan yang ada pada hierarki dari otoritas tertinggi sampai tingkat yang paling rendah pada sebuah organisasi. Prinsip ini mutlak diperlukan karena menuntut manajemen l. Stabilitas jenjang karir personil (Stability of Tenure of Personnel) Karyawan akan bekerja dengan lebih baik apabila mendapat stimulus keamanan pekerjaan dan jenjang karir yang pasti. Keadilan (Equity) Prinsip keadilan menurut Henry Fayol dianggap sesuatu yang bisa memunculkan kesetiaan dan ketaatan karyawan dengan cara mengkoordinasikan keadilan dan kebaikan para manajer di dalam memimpin para bawahan dan memicu tumbuhnya rasa tunduk kepada kekuasaan dari atasan. . Prakarsa (Initiative) Prakarsa muncul dari dalam diri seseorang yang menggunakan daya pikir. karyawan menuntut diperlakukan dengan wajar. Ketertiban (Order) Ketertiban dalam melaksanakan pekerjaan merupakan syarat utama karena pada dasarnya tidak ada orang yang bisa bekerja dalam keadaan kacau atau tegang. Hierarki ini dibutuhkan untuk kesatuan arah perintah.

Stakeholder merupakan individu. Oleh karena itu. 3. perasaan. Manajer yang memiliki kepemimpinan akan mampu melahirkan semangat kesatuan (esprit de corps). kelompok. legitimasi. Individu. maupun komunitas dan masyarakat dapat dikatakan sebagai stakeholder jika memiliki karakteristik yaitu mempunyai kekuasaan. mendefenisikan stakeholder sebagai kelompok atau individu yang dapat mempengaruhi dan atau dipengaruhi oleh suatu pencapaian tujuan tertentu. Semangat kesatuan akan lahir apabila setiap karyawan mempunyai kesadaran bahwa setiap karyawan berarti bagi karyawan lain dan karyawan lain sangat dibutuhkan oleh dirinya. pikiran. sekelompok orang. . komunitas atau masyarakat baik secara keseluruhan maupun secara parsial yang memiliki hubungan serta kepentingan terhadap perusahaan. Prakarsa (inisiatif) mengandung arti menghargai orang lain. karena itu hakikatnya manusia butuh penghargaan. Setiap penolakan terhadap prakarsa karyawan merupakan salah satu langkah untuk menolak gairah kerja. yaitu rasa senasib sepenanggungan sehingga menimbulkan semangat kerjasama yang baik. Freeman (1984). Oleh karena itu. n. keahlian dan pengalaman seseorang. setiap prakarsa yang datang dari karyawan harus dihargai. dan kepentingan terhadap perusahaan. seorang manajer yang bijak akan menerima dengan senang hari prakarsa-prakarsa yang dilahirkan karyawannya. Semangat kesatuan (Esprit de Corps) Karyawan harus memiliki rasa kesatuan.Jadi dalam prakarsa terhimpun kehendak. Ada berbagai pendapat mengenai definisi stakeholder menurut para ahli seperti: a. sedangkan manajer yang suka memaksa dengan cara-cara yang kasar akan melahirkan friction de corps (perpecahan dalam korp).

Biset (1998).b. Pemegang saham 1. Konsumen 2. Keluarga Karyawan 4. secara singkat mendefinisikan stakeholder sebagai orang dengan suatu kepentingan atau perhatian pada permasalahan. Bank 5. Pers . Penyalur 3. Pembagian kelompok stakeholders secara umum dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok yang di dalam perusahaan atau disebut internal stakeholders dan yang berada di luar perusahaan yang disebut external stakeholders. Pesaing 7. Komunitas 8. Stakeholders Internal Stakeholders External 1. c. Karyawan 3. Manajemen dan Top Executive 2. Grimble and Wellard (1996). mendefinisikan stakeholder dari segi posisi penting dan pengaruh yang dimiliki mereka. Pemerintah 6. Pemasok 4.

TUGAS 1 MANAJEMEN PERTAMBANGAN PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN OLEH FAUZI SYAIFUL ADAM D621 13 320 PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI GOWA 2016 .