You are on page 1of 13

Terorisme Dalam Hukum Pidana Internasional

BAB I
PENDAHULUAN

1.

Latar Belakang Masalah
Dalam sebuah peperangan suatu teror merupakan hal yang sering dilakukan antara

kedua belah pihak. Teror sudah lama ada hampir seiring dengan sejarah peradaban manusia,
tetapi mulai efektif digemakan pada abad pertengahan ketika negara-negara atau kerajaankerajaan berperang, dan teror digemakan sebagai salah satu cara untuk memenangkan
peperangan. Akan tetapi, pada masa itu pihak atau orang yang akan meneror sudah jelas
diketahui dan dapat ditebak bagaimana kita menghadapinya. Namun sekarang, kejadian teror
hampir sangat sulit ditebak siapakah pelakunya, adakah organisasi atau negara mana yang
mengaturnya.
Terorisme di dunia bukanlah merupakan hal baru, namun menjadi actual terutama sejak
terjadinya peristiwaWorld Trade Centre (WTC) di New York , Amerika Serikat pada tanggal
11 September 2001 yang memakan korban hingga 3000 orang. Didalam negeri juga pernah
terjadi hal yang demikian, misalnya saja pada Tragedi Bali I, tanggal 12Oktober 2002 yang
merupakan tindakan teror, menimbulkan korban sipil terbesar di dunia, yaitumenewaskan 184
orang dan melukai lebih dari 300 orang. Dampak lain dari terorisme adalah dapat
mengganggu keamanan dan ketentraman masyarakat yang berdampak pada pertahanan dan
keamanan Negara.
Dengan berbagai permasalahan terorisme yang ada di Indonesia, akan sangat menarik
apabila membahas mengenai “Dampak Terorisme Terhadap Keamanan Dan Pertahanan Di
Indonesia”.

Rumusan Masalah Dari rumusan masalah diatas maka kami merumuskan masalah sebagai berikut : 1. bagaimana dampak terorisme terhadap pertahanan Negara. Bagaimana dampak terorisme terhadap pertahanan Negara ? 3. .2. Bagaimana solusi yang harus dilakukan untuk mengurangi tindak terorisme di Indonesia ? 3. Tujuan Penulisan Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui apa yang menyebabkan terorisme terjadi di Indonesia. Apa penyebab terjadinya terorisme di Indonesia ? 2. serta solusi untuk mengurangi tindak terorisme yang dilakukan di Indonesia.

b. Dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban yang bersifat massal. c. memengaruhi kebijakan pemerintah. 2007:14). Aksi terorisme juga mengandung makna bahwa serang-serangan teroris yang dilakukan tidak berperikemanusiaan dan tidak memiliki justifikasi. Pasal 1 ayat 1. diatur dalam ketentuan pada Bab III (Tindak Pidana Terorisme).BAB II TERORISME 1. bahwa setiap orang dipidana karena melakukan Tindak Pidana Terorisme. jika: 1. Terorisme adalah serangan-serangan terkoordinasi yang bertujuan membangkitkan perasaan teror terhadap sekelompok masyarakat. Tindak Pidana Terorisme adalah segala perbuatan yang memenuhi unsur-unsur tindak pidana sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang ini. mengintimidasi penduduk sipil. Pengertian terorisme digunakan untuk menggambarkan sebuah serangan yang disengaja terhadap ketertiban dan keamanan umum. Menurut Black’s Law Dictionary terorisme adalah kegiatan yang melibatkan unsur kekerasan atau yang menimbulkan efek bahaya bagi kehidupan manusia yang melanggar hukum pidana (Amerika atau negara bagian Amerika). yang jelas dimaksudkan untuk: a. aksi terorisme tidak tunduk pada tatacara peperangan seperti waktu pelaksanaan yang selalu tiba-tiba dan target korban jiwa yang acak serta seringkali merupakan warga sipil. dengan cara merampas kemerdekaan atau menghilangkan nyawa dan harta benda orang lain . sedangkan teroris berarti orang atau pihak yang selalu menimbulkan ketakutan pada pihak lain (Arifatul. Istilah teroris oleh para ahli kontraterorisme dikatakan merujuk kepada para pelaku yang tidak tergabung dalam angkatan bersenjata yang dikenal atau tidak menuruti peraturan angkatan bersenjata tersebut. Berbeda dengan perang. Mengenai perbuatan apa saja yang dikategorikan ke dalam Tindak Pidana Terorisme. Pengertian Terorisme Terorisme berasal dari bahasa latin terrere. Terorisme dapat juga diartikan menakut-nakuti atau menyebabkan ketakutan. dan oleh karena itu para pelakunya ("teroris") layak mendapatkan pembalasan yang kejam (Menurut Undang-Undang Nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. memengaruhi penyelenggaraan negara dengan cara penculikan atau pembunuhan . Bab I Ketentuan Umum. Pasal 6. 7. yaitu “menggetarkan”.

Dilakukan oleh suatu kelompok tertentu. berdasarkan ketentuan pasal 8. 9. 5.atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap obyek-obyek vital yang strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas internasional (Pasal 6). pembajakan dan sebagainya yang dapat menarik perhatian massa/publik. Organisasi yang baik. 1. Dilakukan untuk mencapai pemenuhan atas tujuan tertentu dari pelaku. Dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan bermaksud untuk menimbulkan suasana terror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban yang bersifat massal. penyanderaan. seperti agama. 2. 11 dan 12 Undang-Undang Nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. ideologi tetapi melakukan kejahatan kriminal untuk mencapai tujuan. Menggunakan cara-cara antara lain seperti : pengeboman. hukum dan HAM. dengan maksud mengintimidasi pemerintah. 3.1. . Tidak mengindahkan norma-norma universal yang berlaku. Memilih sasaran yang menimbulkan efek psikologis yang tinggi untuk menimbulkan rasa takut dan mendapatkan publikasi yang luas. yang menjadi ciri dari suatu Tindak Pidana Terorisme adalah: 1. dengan cara merampas kemerdekaan atau menghilangkan nyawa dan harta benda orang lain atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap obyek-obyek vital yang strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas internasional (Pasal 7). e. 10. berdisiplin tinggi & militant b. 4. yang dapat berupa motif sosial. c. Dari banyak definisi yang dikemukakan oleh banyak pihak. Mengambil korban dari masyarakat sipil. Mempunyai tujuan politik. penculikan. Dan seseorang juga dianggap melakukan Tindak Pidana Terorisme. d. Menggunakan kekerasan. Adanya rencana untuk melaksanakan tindakan tersebut. Ciri-Ciri Terorisme a. politik ataupun agama. 2.

Teror Internasional. penyanderaan penyiksaan dsb. pemerkosaan. Tindakan teror yang diktujukan kepada bangsa atau negara lain diluar kawasan negara yang didiami oleh teroris. bunuh diri. invansi. sabotase. yaitu teror yang ditujukan kepada pihak-pihak yang ada pada suatu wilayah dan kekuasaan negara tertentu.1. b. kegelisahan memalui sasaran pisik jasmani dalam bentuk pembunuhan. Dilihat dari Skala sasaran teror : a. penganiayaan. b. gangguan keamanan internasional. 2010:29). putus asa dsb (Mutiara.2. Teror Mental. dengan bentuk : 1) Dari Pihak yang kuat kepada pihak yang lemah. sehingga nyata-nyata dapat dilihat secara pisik akibat tindakan teror. Teror Fisik yaitu teror untuk menimbulkan ketakutan. agresi dan perang terbuka. pasukan bunuh diri. yang dapat berupa : pemberontakan bersenjata. yaitu teror dengan menggunakan segala macam cara yang bisa menimbulkan ketakutan dan kegelisahan tanpa harus menyakiti jasmani korban (psikologi korban sebagai sasaran) yang pada tingkat tertentu dapat menimbulkan tekanan batin yang luar biasa akibatnya bisa gila. Dalam bentuk pembajakan. dan gangguan keamanan nasional. pengacauan stabilitas nasional. 2) Dari Pihak yang Lemah kepada Pihak yang kuat. tindakan nekat dan berani mati. Dilihar dari cara-cara yang digunakan : a. Bentuk-bentuk Terorisme. Dalam bentuk penjajahan. . intervensi. Teror Nasinal.

Di negara demokratis. Ini terjadi ketika penguasa justru mengeluarkan kebijakan yang malah memiskinkan rakyatnya.. Terorisme tentu bukan sesuatu yang muncul dari ruang hampa. Kesukuan. Sasarannya jelas. rakyat merasa dilibatkan dalam pengelolaan negara. Artinya.BAB III PENYEBAB TINDAKAN TERORISME DI INDONESIA Pola Terorisme terus berubah dan berkembang. Dia memerlukan kultur tertentu untuk tumbuh. Penyebab terorisme perlu dikenali karena ini berkait dengan upaya pencegahannya. 3. 2. nationalism/separatism) Tindak teror ini terjadi di daerah yang dilanda konflik antar etnis/suku atau pada suatu bangsa yang ingin memerdekan diri. . Selain tidak memberikan kesempatan partisipasi masyarakat. Sedang kemiskinan struktural adalah kemiskinan yang dibuat. yaitu etnis atau bangsa lain yang sedang diperangi. penguasa non demokratis sangat mungkin juga melakukan tindakan represif terhadap rakyatnya. globalisation) Kemiskinan dan kesenjangan ternyata menjadi masalah sosial yang mampu memantik terorisme. Kemiskinan dapat dibedakan menjadi 2 macam: kemiskinan natural dan kemiskinan struktural. Kemiskinan natural bisa dibilang “miskin dari asalnya”. Non demokrasi (non)democracy) Negara non demokrasi juga disinyalir sebagai tempat tumbuh suburnya terorisme. Iklim demokratis menjadikan rakyat sebagai representasi kekuasaan tertinggi dalam pengaturan negara. Keterkungkungan ini menjadi kultur subur bagi tumbuhnya benih-benih terorisme.. Kemiskinan dan kesenjangan dan globalisasi (Poverty and economic disadvantage. Jenis kemiskinan kedua punya potensi lebih tinggi bagi munculnya terorisme. Berikut adalah 5 sebab terorisme: 1. Menebar teror akhirnya digunakan pula sebagai satu cara untuk mencapai tujuan atau alat perjuangan." Ini sangat efektif digunakan sebagai alat strategis dalam menghadapi Lawan yang dihadapinya. Hal serupa tentu tidak terjadi di negara non demokratis. semua warga negara memiliki kesempatan untuk menyalurkan semua pandangan politiknya. nasionalisme/separatism (Etnicity. Sedangkan pada permukaan pada intinya tetap "Merencanakan suatu tindakan dengan menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang melanggar hukum untuk menanamkan rasa takut .

Radikalisme agama menjadi penyebab unik karena motif yang mendasari kadang bersifat tidak nyata. diakui. Peristiwa teror yang terjadi di Indonesia banyak terhubung dengan sebab ini. 5. agama.Kelompok yang direndahkan akan mencari cara agar mereka didengar. . Pelanggaran harkat kemanusiaan (Dehumanisation) Aksi teror akan muncul jika ada diskriminasi antar etnis atau kelompok dalam masyarakat. Ini terjadi saat ada satu kelompok diperlakukan tidak sama hanya karena warna kulit.4. dan diperlakukan sama dengan yang lain. Radikalisme agama (Religion) Butir ini nampaknya tidak asing lagi. Atmosfer seperti ini lagi-lagi akan mendorong berkembang biaknya teror. atau lainnya.

Adanya serangan teroris yang sering muncul dan menghantui rakyat Indonesia dalam satu dekade terakhir membuat masyarakat Indonesia mengerti apa sebetulnya deefinisi dari kata “jihad” yang selalu menjadi alasan bagi para teroris untuk terus melakukan aksinya.dan bermasyarakat dari timbulnya masalah terorisme di Negara ini memanglah sedikit. Berhasil ditumpasnya beberapa teroris yang sudah menjadi incaran dari kepolisian internasional juga memberikan sedikit rasa bangga terhadap rakyat Indonesia akan prestasi yang diraih oleh aparat penegak hukum dari republik ini. Dampak Positif Terorisme Semua kegiatan terorisme yang merusak tatanan kesejahteraan penduduk bangsa ini mau tidak mau sudah kita rasakan pengaruhnya. entah itu pengaruh positif ataupun pengaruh negatif. namun pada hakekatnya setiap masalah yang muncul dari Negara ini pasti akan membawa hikmah yang baik bagi kehidupan nasional. pengaruh psikologis bagi . 2. Berbagai pengaruh positif bagi kehidupan berbangsa. rasa saling tidak percaya antar umat beragama. Semakin hari kesiapan aparat penegak hukum untuk mengatasi masalah terorisme terus ditingkatkan. antara lain: 1. semua itu dilakukan demi mengatasi masalah teroris yang mengancam keamanan Negara ini. Masyarakat awampun juga sudah mulia mengerti bahwa jihad yang sebenarnya bukan seperti jihad yang dilakukan oleh para teroris. rasa was-was akan adanya kejahatan terorisme. bernegara dan bermasyarakat dari seluruh rakyat Indonesia. Aksi dan tidakan para pelaku teror membuat rakyat takut dan mulai mewaspadai kejahatan terorisme di dalam kehidupan nasional Indonesia. Pengaruh tersebut secara tidak langsung mulai masuk kedalam gaya kehidupan berbangsa. Keberhasilan POLRI menangkap beberapa teroris dan membunuh beberapa teroris kawakan dalam beberapa tahun terkhir menunjukan bahwa kemampuan dan ketrampilan terdapat peningkatan yang cukup baik ditengah menurunnyacitra polisi di mata masyarakt Indonesia. Dampak negatif dari kegiatan terorisme di Indonesia Pengaruh negatif yang timbul akibat adanya masalah terorisme di dalam bangsa ini cenderung sangat banyak sekali.bernegara. dari mulai nasionalisme.BAB IV DAMPAK-DAMPAK TERORISME TERHADAP PERTAHANAN NEGARA Terorisme mempunyai dampak positif dan dampak negative. Selain itu keamanan Negara juga mulai ditingkatkan oleh para aparat militer.Setidaknya hal tersebut juga menjanjikan sedikit rasa aman bagi masyarakat Indonesia yang resah akan adanya kegiatan terorisme di Negara ini.

Menurunnya rasa nasionalisme juga berkaitan erat dengan pengaruh psikologis terhadap generasi muda dari bangsa ini. Selain itu. ini menunjukan rasa nasionalisme mereka sangat rendah terhadap Negara ini hal tersebutpun juga dapat mengganggu keyakinan penduduk lain akan kedaulatan bangsa ini.para anak muda Indonesia yang masih labil emosinya. hal tersebut juga berpengaruh terhadap pendapatan Negara dari wisatawan-wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia menjadi berkurang karena takut akan adanya aksi terorisme yang ada di negara ini. Begitu mudahnya mereka terjebak dan tertipu akan “iming-iming” yang dijanjikan para teroris yang mendoktrin mereka agar mereka bersedia menjadi pelaku teror yang menghancurkan bangsanya sendiri. Dari hal tersebut yang dikhawatirkan adalah menurunnya rasa saling menghormati antar umat beragama di Indonesia yang selanjutnya dapat mengurangi rasa kesatuan dan persatuan dari rakyat Indonesia. Semua pengaruh negatif tersebut secara langsung mengganggu tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Kemudian dari segi keamanan dan kenyamanan yang terusik akibat adanya aksi terorisme. Belum lagi adanya kelompok-kelompok yang ingin mengganti ideologi bangsa menjadi ideology yang berlandaskan Islam yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi Adanya rasa saling tidak percaya antar umat beragama yang diawali dari aksi teror yang mengatas namakan agama menjadikan citra salah satu agama menjadi buruk di mata umat beragama lain. dan lain-lain. Seharusnya hal tersebut dapat dihindari apabila generasi muda dari bangsa ini lebih mempunyai rasa nasionalisme yang tinggi yang benar-benar dipupuk sejak dini. karena para remaja cenderung memilih segala sesuatu dengan proses yang cepat dan mudah “cepat dan mudah untuk masuk surga” . Maka. Rasa nasionalisme yang menurun akibat adanya masalah terorisme tergambar dari begitu mudahnya para pelaku bom bunuh diri yang sebagaian besar adalah anak muda Indonesia yang mudah terpengaruh oleh doktrin-doktrin yang mengarah pada separatisme. Adanya hal tersebutlah yang membuat penduduk Indonesia menjadi was-was untk melaksanakan aktifitasnya.Adanya ajaranajaran baru yang negatif yang sampai saat ini membuat para generasi muda semakin kebingungan untuk menentukan jalan hidup mereka. Indonesia memiliki banyak tempat wisata yang sudah terkenal sampai ke manca Negara dan kemungkinan sudah menjadi incaran para teroris untuk melakukan aksinya. banyak wisatawan yang mengurungkan niatnya untuk mengunjungi tempat-tenpat wisata tersebut. Labilnya emosi para remaja membuat doktrin-dotrin tentang separatisme menjadi lebih mudah dimasukan kedalam pikiran mereka.

tajam dan antisipatif dalam mendeteksi dan mengeliminir berbagai ancaman. Pengadaan dan pengembangan peralatan persandian pendukung operasional anti teror. penindakan dan penanggulangan terorisme. Pengamanan Dan Penggalangan Keamanan Negara Program ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan profesionalisme intelijen guna lebih peka. Pengadaan sarana dan prasarana operasional intelijen di pusat dan daerah. tantangan. Sponsor internasional yang sesungguhnya adalah negara besar. Penyelenggaraan operasional persandian anti terorisme. dan penanggulangan terorisme. Pengkajian. Harus dipahami bahwa terorisme sekarang telah mendunia dan tidak memandang garis perbatasan internasional. 2. . Program Pengembangan Pengamanan Rahasia Negara Program ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan profesionalisme kontra- intelijen dalam melindungi kepentingan nasional dari berbagai ancaman. c. d. Koordinasi seluruh badan-badan intelijen pusat dan daerah di seluruh wilayah NKRI dalam pelaksanaan operasi intelijen yang melingkupi pencegahan. Aksi terorisme seharusnya diaungkap dan dideteksi sejak dini. penindakan.analisis intelijen perkembangan lingkungan strategis. penindakan dan penanggulangan terorisme. Kegiatan pokok yang dilakukan adalah: a. Arah kebijakan dalam pencegahan dan penanggulangan terorisme dijabarkan ke dalam programprogram sebagai berikut: 1. c. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan SDM persandian kontra terorisme. Program Pengembangan Penyelidikan. Aksi terorisme seringkali melibatkan beberapa negara. Kegiatan pokok yang dilakukan adalah: a. b. hambatan dan gangguan yang berpengaruh terhadap kepentingan nasional khususnya dalam hal pencegahan. hambatan dan gangguan termasuk dalam hal pencegahan dan penanggulangan terorisme. Operasi intelijen termasuk pencegahan. Beroperasinya jaringan teroris yang memiliki hubungan dengan jaringan terorisme internasional sampai saat ini belum dapat dijangkau secara keseluruhan oleh aparat kemanan di Indonesia. b.BAB V SOLUSI UNTUK MENANGGULANGI TERORISME YANG DILAKUKAN DI INDONESIA Terorisme sebuah fenomena yang mengganggu. tantangan. pengolahan dan penyusunan produk intelijen.

Peningkatan pengamanan tertutup area-area publik untuk mengoptimalkan kemampuan deteksi dini dan pencegahan langsung di lapangan. penanggulangan. j. Peningkatan keberadaan Desk Terorisme untuk masalah penyiapan kebijakan dan koordinasi penanggulangan terorisme untuk disinergikan dengan pembangunan kapasitas masing-masing lembaga dan institusi keamanan. d. f. l. Penangkapan dan pemrosesan secara hukum tokoh-tokoh kunci operasional terorisme. Peningkatan kerjasama regional negara-nagara ASEAN dalam upaya menangkal dan menanggulangi aksi terorisme. termasuk peredaran senjata konvensional dan Weapon of Mass Destruction (WMD). pengungkapan dan rehabilitasi. g. Perluasan Jaringan Komunikasi Sandi dalam rangka kontra-terorisme. Melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk meminimalkan efek terorisme. k. mencegah berkembangnya potensi terorisme. Komunikasi dan dialog serta pemberdayaan kelompok masyarakat secara intensif dalam kerangka menjembatani aspirasi. yaitu meningkatkan kemampuan kapasitas kelembagaan nasional dalam menangani masalah terorisme dan melakukan penanganan terorisme secara operasional yang didukung kerjasama antar instansi dengan melibatkan partisipasi seluruh komponen kekuatan bangsa.d. serta secara tidak langsung melakukan delegitimasi motif teror. Peningkatan kemampuan komponen kekuatan pertahanan dan keamanan bangsa dalam menangani tindak terorisme. . h. Peningkatan pengamanan terbuka simbol-simbol negara untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya aksi terorisme dan memberikan rasa aman bagi kehidupan bernegara dan berbangsa. b. c. Kegiatan pokok yang dilakukan adalah: a. Program Pemantapan Keamanan Dalam Negeri Program ini bertujuan untuk meningkatkan dan memantapkan keamanan dan ketertiban wilayah Indonesia dalam pencegahan dan penanggulangan terorisme. 3. laut. Restrukturisasi operasional institusi keamanan dalam penanganan terorisme termasuk pengembangan standar operasional dan prosedur pelaksanaan latihan bersama. dan udara. i. cegah dini. Peningkatan pengawasan keimigrasian serta upaya interdiksi darat. Penanganan terorisme secara multilateral di bawah PBB. Peningkatan pengawasan produksi dan peredaran serta pelucutan senjata dan bahan peledak sebagai bagian global disarmament. e. meliputi kemampuan deteksi dini. m. Pengawasan lalu lintas uang dan pemblokiran asset kelompok teroris.

Terorisme banyak disebabkan oleh kesukuan. 2010. (5) Menggunakan cara-cara antara lain seperti : pengeboman.scribd. PT LKIS Pelangi Aksara. (4) Memilih sasaran yang menimbulkan efek psikologis yang tinggi untuk menimbulkan rasa takut dan mendapatkan publikasi yang luas. ideologi tetapi melakukan kejahatan kriminal untuk mencapai tujuan. Cirri-diri terorisme antara lain (1)Organisasi yang baik. 2011. penculikan. Saran Dikarenakan banyaknya tindakan teroris yang terjadi di Indonesia. Orang Jawa Jadi Teroris. berdisiplin tinggi & militant.bappenas. Jakarta Mutiara Andalas.id/get-file-server/node/148/ . 2007.go. (3) Tidak mengindahkan norma-norma universal yang berlaku. Kabar-Kabar Kekerasan Dari Bali. hukum dan HAM. Yogyakarta Bambang Pranowo.html pada tamggal 1 Juni 2012 http://www. Terorisme memiliki dampak positif dan negative. Yogyakarta Likha ika (2012). Kanisius. DAFTAR PUSTAKA Arifatul Choiri Fauzi. pembajakan dan sebagainya yang dapat menarik perhatian massa/publik.com / 2012/01/makalah-terorisme-di-indonesia. Radikalisme agama.com/doc/4683235/Terorismewww. Pustaka Alfabet. Kesimpulan Terorisme adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh sekelompok orang secara sistematis yang dapat menyebabkan rasa takut atau perasaan teror. Terorisme Di Indonesia . (2) Mempunyai tujuan politik. Sedangkan dampak negatifnya adalah timbul rasa takut dan juga banyak korban yang meninggal karena tindakan pengeboman. seperti agama. B. Kemiskinan dan kesenjangan dan globalisasi. Contoh dampak positif adalah keamanan Negara juga mulai ditingkatkan oleh para aparat militer. Pelanggaran harkat kemanusiaan. nasionalisme / separatism.BAB VI KESIMPULAN A. penyanderaan. Politik Para Teroris. diakses dari http://likha-ika. Non demokrasi. aparat hukum seharusnya lebih jeli dan waspada terhadap semua tindakan yang menjurus pada tindakan terorisme. blogspot.