You are on page 1of 32

JOURNAL

READING
Modified Alvarado Scoring System as a
diagnostic tool for Acute Appendicitis at
Bugando Medical
Centre, Mwanza, Tanzania
Ika Nadia Prajawati – 2011730039
Pembimbing: dr. Wiyoto Sukardi, Sp.B

KEPANITERAAN KLINIK STASE ILMU BEDAH
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH CIANJUR – FKK UMJ

IDENTITAS JURNAL
 Judul

:

Modified Alvarado Scoring System as a
diagnostic tool for Acute Appendicitis at
Bugando Medical Centre, Mwanza, Tanzania
 Penulis
:
Emmanuel S Kanumba, Joseph B Mabula,
Peter Rambau, Phillipo L Chalya
 Tahun terbit :
2011
 Penerbit

:

BioMed Central Surgery

LATAR BELAKANG
 Apendisitis akut  salah satu penyebab paling
umum dari bedah abdomen emergensi
dengan prevalensi kira-kira 1 dari 7 di
seluruh dunia .
 Diagnosis dini dan intervensi operasi yang
tepat adalah kunci untuk keberhasilan
pengelolaan apendisitis akut.
 Gambaran apendisitis akut mungkin tidak
klasik  kebijakan intervensi dini untuk
menghindari perforasi dapat menyebabkan
tingkat apendisektomi negatif yang tinggi.
 Kesalahan diagnosis dan penundaan operasi
dapat mengakibatkan komplikasi seperti

LATAR BELAKANG
 Kesulitan dalam diagnosis muncul pada pasien
sangat muda, orang tua dan perempuan usia
reproduksi  Pemeriksaan harus dilengkapi
dengan laparoskopi atau pencitraan diagnostik
seperti USG scan atau CT scan untuk
menyingkirkan penyakit selain apendisitis.
 Banyak
sistem
penilaian
untuk
diagnosis
apendisitis akut telah dicoba  Studi terbaru
telah menunjukkan MASS (Modified Alvarado
Scoring System) sebagai alat diagnostik yang
mudah, sederhana dan murah untuk mendukung
diagnosis apendisitis akut terutama bagi ahli
bedah junior.

TUJUAN
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
menguji nilai diagnostic MASS pada
pasien dengan apendisitis akut di
Bugando Medical Centre.

METODE PENELITIAN
 Metode  studi cross sectional
 Tempat penelitian  departemen A & E dari
Bugando Medical Centre
 Waktu penelitian  enam bulan dari bulan
November 2008 - April 2009
 Sampel  Pasien dengan apendisitis akut di
Pusat Medis Bugando selama enam bulan
(November 2008-April 2009).

KRITERIA INKLUSI DAN EKSLUSI
 Kriteria inklusi:
o Semua
pasien
dengan
diagnosis
klinis
apendisitis akut dan menjalani apendiktomi
selama masa studi.
 Kriteria eksklusi:
o Pasien dengan massa pada fossa iliaka kanan
o Pasien yang tidak memberikan informasi cukup
o Pasien yang tidak memiliki hasil pemeriksaan
histopatologis

Pasien
(127)

Diagnosis oleh
dokter/residen
bedah
Peneliti
mendiagnosis
dengan MASS

Kelompok 1

Kelompok 2

≥7
< 7 (tdk
(cenderung
app akut)
app akut)
USG untuk
kasus
atipikal
Dokter
Bedah
Appendikto
mi

Appendik
dilakukan
px
histopatolo
gi

Sensitivitas
Spesifitas
PPV (Positive
Predictive
Velue)
NPV
(Negative
Predictive
Velue)

Akurasi

MASS
(MODIFIED ALVARADO SCORING
SYSTEM)

HASIL PENELITIAN
127 Pasien
(usia 8-76 th)

37
laki-laki

90
perempuan

MASS
84 pasien
skor ≥7

43 pasien
Skor <7

Median durasi
sakit7 hari
Modus durasi
sakit4 hari

HASIL PENELITIAN

 Pemeriksaan histopatologi didapatkan:
a. Apendisitis positif pada 85 pasien (66,9%).
b. Apendiks normal  Apendiktomi negatif
pada 42 pasien (33,1%)  (26,8% pria dan
38,3% perempuan).

 Sensitivitas94,1%
 Spesifisitas90,4%
 (PPV)95,2%
 (NPV) 88,4%
 Akurasi
92,9%

MASS

 MASS
sensitivitas
(95,8%)
dan
spesifisitas
(94,1%)
tinggi pada orang
dewasa (16-60 tahun)
daripada
kelompok
umur anak (93,3% /
93,3%)
dan
usia
lanjut
(85,7%
/
80,0%)
 Tingkat
anak

perforasi
(0-15
th)

PEMBAHASAN
 Penggunaan MASS dalam diagnosis apendisitis
akut telah dilaporkan dapat meningkatkan
akurasi
diagnostik
sehingga
mengurangi
apendiktomi negatif dan tingkat komplikasi.
 Dominasi wanita dalam penelitian ini mungkin
disebabkan fakta bahwa pasien wanita dengan
nyeri regio iliaka kanan memiliki berbagai
diagnosis diferensial sebagai hasil apendisitis
akut  penyelidikan tambahan mungkin
diperlukan
pada
pasien
wanita
untuk
mengkonfirmasi diagnosis apendisitis akut.

 Tingkat perforasi dalam penelitian ini adalah 9,4%, 
Tertundanya gejala klinis, penyakit parah, misdiagnosis, atau
kegagalan untuk menerima tindakan bedah, merupakan
faktor yang menyumbang tingkat perforasi tinggi.
 Angka perforasi >> di usia sangat muda dan orang tua
 Perforasi apendiks >> pada pasien dengan MASS ≥ 7 dan
pada anak usia 0-15 tahun  pendekatan yang lebih agresif
harus digunakan dalam pasien dengan skor tinggi dan pada
individu usia lanjut dan anak-anak.
 Tingkat apendiktomi negatif >> pada wanita (38,3%)
dibandingkan pada laki-laki (26,8%)  karena misdiagnosis
mungkin terjadi pada wanita kelompok usia reproduksi di
mana penyakit panggul lainnya bisa membuat diagnosis sulit
 MASS perlu dilengkapi dengan prosedur diagnostik seperti
laparoskopi atau pencitraan seperti USG scan atau CT scan
untuk meminimalkan tingkat appendektomi negative.

 Penelitian ini menunjukkan bahwa MASS
menyediakan tingkat sensitivitas, spesifisitas,
PPV, NPV dan akurasi tinggi dalam diagnosis
apendisitis akut.
 Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa
MASS lebih bermanfaat pada pasien pria
dalam menunjukkan tingkat apendiktomi
negatif yang lebih rendah dan nilai prediktif
positif
tinggi
dibandingkan
dengan
perempuan.
 Salah satu keterbatasan dari penelitian ini
adalah bahwa infeksi HIV yang memiliki efek
yang besar pada hitungan WBC tidak diuji

KESIMPULAN
 MASS
memiliki
tingkat
sensitivitas,
spesifisitas, PPV (nilai prediksi positif), NPV
(nilai prediksi negatif) dan akurasi tinggi
dalam diagnosis apendisitis akut.
 MASS lebih membantu pada pasien laki-laki
dibandingkan dengan perempuan dalam
menunjukkan tingkat apendisektomi negatif
lebih rendah dan nilai prediktif positif tinggi.

SARAN
 MASS
sebaiknya
digunakan
untuk
meningkatkan akurasi diagnostik apendisitis
akut dan kemudian mengurangi tingkat
apendisektomi negatif dan komplikasi.
 Penggunaan
MASS
dalam
diagnosis
apendisitis akut pada pasien wanita harus
dilengkapi dengan tambahan investigasi
seperti USG abdomen atau laparoskopi.
 Sebuah skor MASS di atas 7 harus diindikasi
apendektomi tanpa perlu untuk pencitraan
lanjut.

CRITICAL
APPRAISAL

 PROBLEM: Pasien dengan diagnosis klinis
apendisitis akut
 INTERVENTION : MASS (Modified Alvarado
Score System)
 COMPARISON: Pemeriksaan histologis
 OUTCOME: Lebih akurat untuk
mendiagnosis appendisitis akut

 JUDUL

 Judul terlalu panjang  17 kata
seharusnya tidak lebih dari 12 kata

 Judul menggambarkan isi penelitian
 Judul
dibuat dengan kalimat yang
sederhana, tidak menggunakan singkatan,
dan menggunakan kalimat positif

 PENULIS
Susunan penulis sesuai dengan bidang masingmasing

 PENERBIT
Jurnal ini diterbitkan oleh sumber rujukan
biomedis yang terpercaya yaitu BMC Surgery

 ABSTRAK
 Dalam satu paragraf
 Mencakup komponen
Result, Discussion)

IMRD

(Introduction,

Methods,

 Jumlah kata : 389 kataseharusnya kurang dari 250 kata

 PENDAHULUAN
 Terdiri dari 5 paragraf
 Bagian pertama sampai ke
alasan dilakukan penelitian

empat

mengemukakan

 Bagian kelima mengemukakan tujuan
 Didukung oleh pustaka yang kuat dan relevan

METODE
 DESAIN PENELITIAN
Sectional Study

Metode

Cross

 TEMPAT PENELITIANdepartemen A & E
dari Bugando Medical Centre
 WAKTU PENELITIAN enam bulan dari
bulan November 2008 - April 2009
 POPULASI
DAN
SAMPELsudah
dijelaskan cara pemilihan sampel tetapi
tidak dijelaskan estimasi besar sampel
(alasan, rumus yang digunakan); populasi
target,
populasi
terjangkau
dapat
ditentukan
 KRITERIA

INKLUSI

DAN

EKSLUSI

METODE
 INFORMED
CONCENT
dilakukan
 RENCANA ANALISIS DATA:

sudah

 Cara analisis yang akan dipakai 
disebutkan
 Batas
kemaknaan

tidak
disebutkan
 Power
penelitian

tidak
disebutkan
 Program komputer yang dipakai 
disebutkan

HASIL
 Penulisan hasil disajikan dalam bentuk narasi
yang
diperjelas
dengan
tabel
untuk
memvisualisasikan data  memudahkan
pembaca untuk memahami
 Tidak disertai komentar/ulasan
 Tidak mengulang apa yang sudah terdapat
dalam tabel
 Tidak disertai
penelitian

tabel

karakteristik

subjek

 Disebutkan jumlah subjek yang diteliti
 Semua outcome yang penting disebutkan
dalam hasil
 Tidak disertakan interval kepercayaan

DISKUSI
 Menganalisis makna hasil penelitian dengan
didukung pustaka yang memadai
 Tidak
mengulang
apa
disampaikan pada HASIL

yang

sudah

 Membahas hubungan hasil dengan teori/
penelitian terdahulu
 Mencakup
keterbatasan
(dampaknya
terhadap hasil), kesimpulan, saran

DAFTAR PUSTAKA
 Disusun
sesuai
aturan
jurnalmenggunakan sistem nomor (Van
Couver)
 Kepustakaan yang digunakan secara garis
besar up to date (rentang tahun terbit
pustaka dekat dengan jurnal ini <10 tahun)
 Semua yang tertulis pada daftar pustaka
sesuai dengan yang tercantum pada naskah
dan sebaliknya

VALID
 Apakah
uji
diagnostik
dibandingkan
secara
independen
dan
tersamar
terhadap baku emas (gold standard)?
Ya

 Apakah uji diagnostik dievaluasi pada
kelompok pasien yang sesuai dengan
populasi?
Ya

 Apakah pemeriksaan uji diagnostik ini
pernah dilakukan juga pada kelompok lain
di luar penelitian ini?
Tidak

PENTING

 Sensitivitas

94,1%
 Spesifisitas

90,4%
 (PPV)95,2%
 (NPV) 88,4%
 Akurasi

MASS

92,9%
 MASS

sensitivitas

tinggi (95,8%) dan
spesifisitas (94,1%)
pada orang dewasa
(16-60
daripada

tahun)
kelompok

umur anak (93,3% /

APPLICABLE
 Apakah hasil tes dapat diterapkan pada
pasien kita?
Ya
 Apakah data penelitian sesuai dengan
kondisi pasien kita?
Ya

KESIMPULAN

PENELITIAN INI VALID,
PENTING, DAN DAPAT
DI APLIKASIKAN.

UJI SENSITIVITAS DAN
SPESIFITAS
 Sensitivitas = a: (a+c)
 Spesifitas

= d: (b+d)

 PPV

= a: (a+b)

 NPV

=d: (c+d)

a

b

c

d