You are on page 1of 9

ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI

DI DESA TIRTA JAYA RT. 7 KAB. TANAH LAUT

Oleh :
Donni Hartaku
P07120112147

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN BANJARMASIN
PROGRAM STUDI DIPLOMA III
JURUSAN KEPERAWATAN
BANJARBARU
2015

LEMBAR PENGESAHAN

Nama

: Donni Hartaku

NIM

: P07120112147

Judul

: Asuhan Keperawatan Pada Lansia Dengan Hipertensi Di


Desa Tirta Jaya Rt. 7 Kab. Tanah Laut

Mengetahui,

Pembimbing Klinik,

Pembimbing Akademik,

ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA


DENGAN HIPERTENSI DI DESA TIRTA JAYA RT. 7 KAB. TANAH LAUT

I. PENGAKAJIAN
A. Identitas pasien
Nama
Umur
Jenis kelamin
Pendidikan
Pekerjaan
Agama
Suku/ bangsa
Status perkawinan
Alamat
Ruang dirawat
Tanggal masuk panti
No. Register
Diagnosa medis

: Ny. R
: 69 tahun
: Perempuan
: SD
: Petani
: Islam
: Jawa
: Kawin - Janda
: Desa Tirta Jaya RT. 7
:::: Hipertensi

B. Identitas Penanggung Jawab


Nama
: Tn. N
Umur
: 40 tahun
Jenis kelamin
: Laki-laki
Pendidikan
: SMA
Pekerjaan
: Petani
Agama
: Islam
Alamat
: Desa Tirta Jaya RT. 7
Hubungan dengan klien : Anak
II. RIWAYAT MASUK PANTI
III.RIWAYAT KELUARGA
Pasien merantau ke Kalimantan bersama suami dan semenjak suami pasien
meninggal 6 tahun yang lalu. Pasien pun hidup seorang diri, namun didesa tempat
pasien tinggal masih terdapat anak pasien yang berjarak 10 km dan kadangkadang anak pasien datang menjengung pasien. Pasien bekerja sebagai seorang
petani dan memiliki beberapa ternak. Pasien hidup sendiri dirumah dimana
penghasilan didapat sebagian dari tani dan sebagian pemberian dari anak.
Genogram

IV. RIWAYAT KESEHATAN


Menurut penuturan pasien, pasien memiliki riwayat hipertensi dan nyeri
dikaki. Yang dirasakan saat di rumah sekarang, pasien mengeluhkan sakit pada
kedua belah kaki dan nyeri kepala.
V. SOSIALISASI
Hubungan dengan petugas
Pasien mampu berkomunikasi dengan baik kepada petugas, serta apa yang
ditanyakan oleh petugas mampu dijawab pasien dengan baik dan tepat.
Hubungan dengan tentangga
Pasien kadang berinteraksi bersama tetangga pasien serta mampu bersosialisasi
dengan teman yang ada di sekitar rumah.
VI. STATUS MENTAL
Fungsi kognitif
Pasien kurang mampu mengingat kebutuhannya di masa lalu dan kurang mampu
menceritakannya kepada petugas.
Fungsi afektif
Emosi pasien stabil, mudah tersenyum dan ramah.
VII. RIWAYAT SPIRITUAL
Pasien bergama Islam, pasien mampu melaksanakan sholat 5 waktu, pasien juga
mampu mengikuti kegiatan kerohanian yang diadakan di moshalla yang ada
disekitar rumah.
VIII.
PENGKAJIAN POLA KESEHATAN
a. Persepsi dan pemeliharaan kesehatan
Pasien mengerti tentang keadaanya sekarang dan berusaha menjaga kondisi
kesehatannya dengan berolahraga seperti: berjalan-jalan di dalam rumah.
b. Pola nutrisi
Pasien mampu makan 3x sehari dengan makanan berupa nasi, ikan sayursayuran, serta pasien mampu menghabiskan porsi makanan yang disediakan
oleh panti.
c. Pola eliminasi
Pasien BAK 4-5x sehari dan BAB 1 x sehari serta pasien tidak memiliki
keluhan pada eliminasi

d. Pola aktivitas
Kemampuan perawatan mandiri

Makan/minum
Mandi
Toliteting
Berpakaian
Mobilisasi di atas tempat tidur
Berpindah
Ambulasi/ROM

Keterangan:
e.0 =Pola
tidur dan istirahat
mandiri
Pasien mengatakan
1= alat bantu
2 = diabantu
orangdan tidur
istirahat
lain
pasien tidak memiliki
3 = dibantu
orang dan
keluhan
alat
4 = tergantung
f. Pola persptual

Pendengaran, penciuman, pengecapan dan penglihatan pasien tidak memiliki


keluhan.
g. Pola peran hubungan
Baik dengan petugas maupun yang ada di sekitar rumah, hubungan terjalin
harmonis.
h. Pola menejemen stress-koping
Perubahan yang terbesar adalah pasien merasa sudah tua dan menyadari kalau
pasien tidak mampu beraktivitas seperti dulu.
i. Psikososial
Pasien tampak tenang dan ceria tidak mengeluh tentang keadaan dirinya.
j. Sistem nilai dan keyakinan
Pasien bergama Islam, pandangan pasien terhadap agama baik serta pasien
mencoba untuk melaksanakan sholat

IX. PEMERIKSAAN FISIK


TTV
: TD : 150/90 mmHg
N : 97x/m
R : 24x/m
T : 36,50c
a. Kepala
Tidak ada terdapat kelainan kepala tampak bersih, tidak ada luka, kadangkadang pasien merasa pusing
b. Leher
Kebersihan pasien cukup bersih, tidak ada luka, tidak ada lesi, tidak ada
pembesaran kelenjar tyroid.
c. Thorax
Bentuk dada sismetris, tidak ada kelainan, tidak ada luka, tidak ada sesak nafas,
dan tidak ada batuk.

d. Abdomen
Bentuk sismetris, tidak ada terdapat kelainan, tidak ada luka, tidak ada nyeri
tekan, bunyi udara pusitif dan keberihan terjaga.
e. Ekstrimitas
Pasien mampu beraktifitas sendiri akan tetapi untuk berjalan pasien
memerlukan bantuan seperti pegangan didinding, ada keluhan nyeri di kedua
belah kaki, kebersihan kuku tangan dan kuku kaki kurang bersih dan panjang.
1. Pengkajian perilaku terhadap kesehatan
a. Kebiasaan merokok
Klien tidak merokok
b. Kebiasaan minum kopi
Klien jarang minum kopi
c. Penggunaan obat obatan
Katopril 2x1. Vitamin B 2x1.

XI. ANALISA DATA


No
.
1.

2.

Data Subyektif/ Objektif


DS: Px mengatakan kadangkadang pusing, nyeri
P = spontan
Q = seperti ditekan
R = menyebar keleher
S = 3 ( 1-5 )
T = tiba-tiba
DO: TD = 130/90 mmHg
R = 24 x/m
N = 98 x/ m
DS: Px mengetakan sakit dikedua
kaki
DO: - Px tampak berjalan pelan

Etiologi
Peningkatan
tekanan vaskuler
serebral

Nyeri akut

Kelemahan fisik

Intoleransi
aktivitas

XII. DIAGNOSA KEPERAWATAN


1.) Nyeri akut b.d Peningkatan tekanan vaskuler serebral
2.) Intoleransi aktivitas b.d kelemahan fisik
XIII.

RENCANA KEPERAWATAN

Masalah

No
.
1.

2.

DX

Tujuan

intervensi
1.Anjurkan tirah baring
selama fase akut.
2.Ajarkan teknik
relaksasi dan
distraksi
3.Anjurkan pasien
untuk menghindari/
meminnimalkan
aktivitas
4.Ciptakan lingkunagn
yang tenang
5.Beri pendidikan
kesehatan tentang
Hipertensi

rasional

Nyeri akut b.d


Peningkatan
tekanan
vaskuler
serebral

Setelah dilakukan
tindakan
keperawatan
selama 2 x 24 jam
diharapkan nyeri
berkurang/ hilang
dengan KH:
- Px mengatakan
nyeri berkurang
- Ekspresi wajah
rileks
- TD normal

1.Mengurangi nyeri.
2.Mangalihkan nyeri
3.Aktivitas
berlebihan bisa
menyebabkan
sakit kepala
4.Agar Px bisa
beristirahat
5.Menambah
pengetahuan
pasien tentang
penyakittnya

Intoleransi
aktivitas b.d
kelemahan fisik

Setelah dilakukan 1.Kaji respon Px


1.Mengetahui respon
tindakan
terhadap aktivitas
fisik Ps agar
keperawatan
fisik
dapat beraktivitas
selama 2 x 24 jam 2.Anjurkan kepada Px 2.Untuk
untuk melakukan
meningkatkan
diharapkan
aktivitas secara
kemampuan
menunjukan
bertahap
aktifitas fisik Px
peningkatan
3.Anjurkan
Px
berhenti
3.Untuk
aktivitas fisik
saat lelah
meningkatkan
dengan KH:
beraktivitas
kemampuan
- Px mampu
gerak Px
beraktivitas fisik
ringan
- Px berpartisifasi
dalam
beraktivitas

XIV. CATATAN PERKEMBANGAN


No
.
1.

Hari/ Tgl
Selasa, 12
Mei 2015

DX

Implementasi

Nyeri akut b.d


1.Menganjurkan tirah
Peningkatan
baring selama fase
tekanan vaskuler
akut.
2.Mengajarkan
teknik
serebral
relaksasi dan distraksi
3.Menganjurkan pasien
untuk menghindari/

Evaluasi
S: Px mengatakan
sakit kepala sudah
berkurang
O: TD: 140/90 mmHg
N: 98 x/m

2.

4.

Intoleransi
aktivitas b.d
kelemahan fisik

meminnimalkan
aktivitas
4.Menciptakan
lingkungan yang
tenang

A: Masalah teratasi
sebagian

1.Kaji respon Px terhadap


aktivitas fisik
2.Anjurkan kepada Px
untuk melakukan
aktivitas secara
bertahap
3.Anjurkan Px berhenti
saat lelah beraktivitas

S: Px mengatakan
kaki masih sakit

P: Intervensi
dilanjutkan

O: Px tampak berjalan
menggunakan alat
bantu penganggan
didinding
A: Masalah belum
teratasi
P: Intervensi
dilanjutkan

Rabu, 13 mei Nyeri akut b.d


1.Menganjurkan tirah
S: Px mengatakan
2015
Peningkatan
baring selama fase
sakit kepala sudah
tekanan vaskuler
akut.
hilang
2.Menganurkan
teknik
serebral
relaksasi dan distraksi O: TD: 130/80 mmHg
N: 96 x/m
3.Menganjurkan pasien
Px tampak
untuk menghindari/
mengerti tentang
meminnimalkan
apa yang
aktivitas
4.Memberikan
disampaikan
pendidikan kesehtan
Px aktif bertanya
tentang Hipertensi
tenteng Hipertensi
A: Masalah teratasi

5.

Intoleransi
aktivitas b.d
kelemahan fisik

1.Anjurkan kepada Px
untuk melakukan
aktivitas secara
bertahap
2.Anjurkan Px berhenti
saat lelah beraktivitas

P: Intervensi
dilanjutkan
S: Px mengatakan
kaki masih sakit
O: Px tampak berjalan
menggunakan alat
bantu penganggan
didinding
A: Masalah belum

6.

7.

Jumat, 15
Mei 2105

Jumat, 15
Mei 2105

Nyeri akut b.d


1.Menganjurkan tirah
Peningkatan
baring selama fase
tekanan vaskuler
akut.
2.Menganurkan
teknik
serebral
relaksasi dan distraksi
3.Menganjurkan pasien
untuk menghindari/
meminnimalkan
aktivitas

Intoleransi
aktivitas b.d
kelemahan fisik

1.Anjurkan kepada Px
untuk melakukan
aktivitas secara
bertahap
2.Anjurkan Px berhenti
saat lelah beraktivitas

teratasi
P: Intervensi
dilanjutkan
S: Px mengatakan
sakit kepala sudah
tidak terasa
O: TD: 130/90 mmHg
N: 98 x/m
A: Masalah teratasi
sebagian
P: Intervensi
dihentikan
S: Px mengatakan
kaki masih sakit
O: Px tampak berjalan
pelan
A: Masalah belum
teratasi
P: Intervensi
dihentikan