You are on page 1of 17

Metode Produksi Migas

Secara umum ada dua metode yang digunakan dalam teknik produksi minyak bumi, yaitu :
1. Metode sembur alam (Natural Flow)
Natural Flow yaitu produksi sumur minyak dan gas bumi secara alami tanpa bantuan
peralatan-peralatan buatan. Sumur produksi ini memiliki fluida yang dapat mengalir dengan
sendirinya ke permukaan melalui tubing karena memiliki tekanan reservoir yang lebih tinggi
daripada tekanan hidrostatik kolom fluida yang berada dalam lubang sumur tersebut.
2. Metode pengangkatan buatan (Artificial Lift)
Artificial lift adalah metode pengangkatan buatan fluida dengan menggunakan peralatan
pengangkatan buatan. Pertimbangan untuk memasang alat bantu tersebut karena kecilnya
tekanan sumur yang ada. Selain itu peralatan ini juga untuk mengejar target produksi, sehingga
sumur-sumur yang masih mengalir secara alami juga dipasang peralatan artificial baru.
Kemampuan berproduksi suatu sumur minyak dan gas akan mengalami penurunan sebagai
akibat terjadinya perubahan kondisi pengurasan. Perubahan ini disebabkan oleh penurunan dari
kemampuan reservoir untuk mengalirkan fluida ke lubang sumur. Keadaan ini dapat
menyebabkan sumur tidak berproduksi secara natural flow atau mungkin masih mampu
berproduksi secara natural flow tetapi pada laju reaksi yang rendah. Jika minyak yang terdapat
dalam reservoir masih mempunyai nilai ekonomis, maka perlu diusahakan untuk memproduksi
sisa minyak tersebut dengan teknik pengangkatan buatan (artificial lift).
SUMUR-SUMUR PRODUKSI

3.1. Metode sembur alam


Sumur sembur alam adalah salah satu metode pengangkatan minyak
ke permukaan dengan menggunakan tenaga atau tekanan yang berasaldari
reservoir atau formasi dimana sumur berada.

3.1.1. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perencanaan Peralatan Sumur


Dalam merencanakan produksi, produksi optimum sumur selalu
merupakan sasaran, sehingga berdasarkan kondisi optimum inilah peralatan
produksi dapat direncanakan dengan baik, baik dalam hal dimensi, kekuatan
(grade), jumlah/panjang, macam alat maupun spesifikasi lainnya. Faktor
yang mendasari tercapainya kondisi optimum adalah cadangan, ulah aliran
fluida untuk da[at diproduksi, interaksi atau hubungan antara kelakukan

formasi berproduksi dengan kondisi atau parameter produksi di permukaan


(Psp, Pwh).
Disamping factor diatas, factor berikut ini dapat juga merupakan
factor yang mempengaruhi perencanaan peralatan produksi seperti :
1.
Fleksibilitas untuk system produksi dinasa yang akan datang (artificial
lift).
2.

Jenis material untuk kondisi-kondisi khusus (korosi, dsb).

3.
Faktor kemudahan pemasangan dan penanganan serta keamanan
kerja.

3.1.2. Jenis-Jenis Peralatan Dan Kegunaannya


Peralatan produksi sumur sembur alam terdiri dari :
1.

Peralatan diatas permukaan

a.

Kepala sumur (well-head)

b.

Silang sembur (x-mastree)

2.

Peralatan di bawah permukaan

a.

Tubing (pipa vertical) dan Coupling

b.

Packer (penyekat annulus)

c.

Anchor

d.

Peralatan pelengkap bawah permukaan/asesories

3.1.2.1. Peralatan Diatas Permukaan


A. Kepala Sumur (well-head)
Well-head merupakan peralatan kontrol sumur di permukaan yang
terbuat dari besi baja membentuk suatu sistem seal/penyekat untuk
menahan semburan atau kebocoran cairan sumur ke permukaan yang
tersusun atas casing head (casing hanger) dan tubing head (tubing hanger).

Casing Hanger
Merupakan fitting (sambungan) tempat menggantungkan casing.
Diantara casing string pada casing head terdapat seal untuk menahan aliran
fluida keluar. Pada casing head terdapat pula gas outlet yang berfungsi untuk
:
-

Meredusi tekanan gas yang mungkin timbul diantara casing string.

Mengalirkan fluida di annulus (produksi).

Tubing Head
Alat ini terletak dibawah x-mastree untuk menggantungkan tubing
dengan sistem keranan (x-mastree). Funsi utama dari tubing head, adalah :
-

Sebagai penyokong rangkaian tubing.

Menutup ruangan antara casing-tubing pada waktu pemasangan xmastree atau perbaikan kerangan/valve.
Fluida yang mengalir dapat dikontrol dengan adanya connection
diatasnya.

B. Silang Sembur (x-mastree)


Alat ini mrupakan susunan kerangan (valve) yang berfungsi sebagai
pengamanan dan pengatur aliran produksi di permukaan yang dicirikan oleh
jumlah sayap/lengan (wing) dimana choke atau bean atau jepitan berada.
Peralatan pada x-mastree terdiri :
Manometer tekanan dan temperatur, ditempatkan pada tubing line dan
casing line.
Master valve/gate, berfungsi untuk membuka atau menutup sumur,
jumlahnya satu atau tergantung pada kapasitas dan tekanan kerja sumur.
Wing valve/gate, terletak di wing/lengan dan jumlahnya tergantung
kapasitas dan tekanan kerja sumur yang berfungsi untuk mengarahkan
aliran produksi sumur.
Choke/bean/jepitan, merupakan valve yang berfungsi sebagai penahan dan
pengatur aliran produksi sumur, melalui lubang (orifice) yang ada. Ada dua
macam choke, yaitu :

Positive choke : merupakan valve dimana lubang (orifice) yang ada


sudah mempunyai diameter tertentu, sehingga pengaturan aliran tergantung
pada diameter orificenya.
Adjustable choke : choke ini lebih fleksible karena diameter orifice
dapat diatur sesuai posisi needle terhadap seat sehingga pengaturan
alirannya pun fleksible sesuai keperluan (tekanan dan laju aliran).
Check valve, merupakan valve yang hanya dapat mengalirkan fluida pada
satu arah tertentu yang berfungsi untuk menahan aliran dan tekanan balik
dari separator. Pada x-mastree, check valve ini ditempatkan setelah choke
sebelum masuk flow-line.

3.1.2.2. Peralatan Dibawah Permukaan


A. Tubing dan Coupling
Merupakan pipa alir vertical yang ditempatkan di dalam casing
produksi yang berfungsi untuk mengalirkan fluida produksi sumur ke
permukaan atau mengalirkan fluida injeksi ke dalam sumur. Disamping itu,
tubing dapat pula digunakan dalam pekerjaan swab, squeeze cementing,
sirkulasi pembersihan sumur dan mengalirkan fluida serta material peretak
hidraulis dan pengasaman.
B. Peralatan Pelengkap Bawah Permukaan
1.
Packer, fungsi pokok dari packer adalah memisahkan atau mengisolasi
annulus tubing-casing dan membantu efisiensi produksi.
2.
Landing nipple, adalah bagian dari sistem tubing dimana bagian
dalamnya mempunyai prolile untuk memasang alat control lain.
3.
Flow coupling dan blast joint, keduanya mempunyai dinding yang
relative tebal dan biasanya dipasang pada bagian bawah atau atas dari
nipple, untuk mengatasi turbulensi aliran, blast joint dipasang berhadapan
dengan lubang perforasi untuk mencegah pengaruh benturan kecepatan
aliran (jet action) dari formasi.
4.
Circulation device, alat ini mirip pintu yang bias digeser yang biasa
disebut sliding sleeve door (SSD). Alat ini dapat dibuka dan ditutup dengan
menggunakan wire line unit. Bagian luar dari alat ini mempunyai lubang

yang berguna untuk keperluan sirkulasi dan bila diperlukan alat pengatur
aliran dapat dipasang dibagian dalamnya yang berbentuk suatu profil.
5.
Safety joint, alat ini dipasang apabila didalam sumur dipasang
beberapa packer (lebih dari satu) yang berguna untuk membantu melepas
rangkaian tubing pada waktu mencabut rangkaian tubing tersebut untuk
kerja ulang (workover).
6.
Gas lift mandrel, merupakan sambungan tempat duduk valve gas lift
yang dipasang apabila sumur direncanakan akan diproduksi dengan cara
sembur buatan (gas lift) di masa yang akan datang.
7.
Sub survace safety valve, merupakan valve yang dipasang pada
rangkaian tubing yang berfungsi untuk pengamanan aliran yang bekerja
secara otomatis dengan menggunakan tenaga hidrolis melalui pipa inchi
dari permukaan, yang umumnya dipasang kira-kira 100 meter dibawah
permukaan tanah atau dasar laut. Untuk sumur-sumur dilepas pantai alat ini
mutlak harus digunakan.

3.2. Sumur Sembur Buatan (Artificial Lift)


Adalah Metode pengangkatan fluida sumur dengan cara
mengintroduksi tenaga tambahan kedalam sumur (bukan ke dalam reservoir)
dimana metode ini diterapkan apabila tenaga alami reservoir sudah tidak
mampu lagi mendorong fluida ke permukaan atau untuk maksud-maksud
peningkatan produksi. Introduksi tenaga tambahan yang ada terdiri dari :
Pompa terdiri dari :
a.

pompa sucker rod

b.

Pompa sentrifugal multistage

c.

Pompa hidraulik

d.

Pompa jet

Gas lift, terdiri dari :


a.

Continous gas-lift

b.

Intermittent gas-lift

Chamber lift

3.2.1. Unit Pompa Sucker-rod


Peralatan pompa sucker-rod terdiri dari mesin penggerak mula,
peralatan diatas dan dibawah permukaan.

3.2.1.1. Mesin penggerak mula (Prime mover)


Penggerak mula merupakan sumber utama seluruh peralatan pompa
sucker-rod dimana bahan bakarnya dapat berupa gas alam yang berasal dari
sumur scker-rod digunakan, solar atau listrik tergantung pada jenis mesin
yang digunakan.

3.2.1.2. Peralatan pompa diatas permukaan.


Fungsi utama dari peraltan-peraltan ini adalah :
Memindahkan energi atau tenaga dari prime mover ke unit peralatan pompa
didalam sumur.
Mengubah gerak berputar dari prime mover menjadi satu gerak bolak-balik
naik turun.
Mengubah kecepatan putar prime mover menjadi suatu langkah pemompaan
yang sesuai atau yang diinginkan.
Komponen-komponen utama sucker-rod dan fungsinya adalah sebagai
berikut :
Gear Reducer
Merupakan transmisi yang berfungsi untuk mengubah kecepatan putar dari
prime mover, gerak putaran prime mover diteruskan ke gear reducer dengan
menggunakan belt. Dimana belt ini dipasang engine pada prime mover dan
unit sheave pada gear reducer.
V-Belt
Sabuk untuk memindahkan gerak dari prime mover ke gear reducer.
Crank Shaft

Merupakan poros dari crank yang berfungsi untuk mengikat crank pada gear
reducer dan meneruskan gerak.
Counter Balance
Adalah sepasang pemberat yang fungsinya :
untuk mengubah gerak berputar dari prime mover menjadi gerak naik
turun
menyimpan tenaga prime mover pada saat down stroke atau pada
saat counter balance menuju keatas, yaitu pada saat kebutuhan tenaga kecil
atau minimum.
membantu tenaga prime mover pada saat up-stroke sebesar tenaga
potensialnya karena kerja prime mover yang terbesar adalah pada saat up
stroke dimana sejumlah minyak ikut terangkat keatas permukaan.
Crank
Merupakan sepasang tangkai yang emnghubungkan crank shaft pada gear
reducer dengan counter balance.
Pitman
Adalah sepasang tangkai yang menghubungkan antara crank dan pitman
bearing. Fungsinya adalah merubah dan meneruskan gerak berputar menjadi
bolak-balik naik turun.
Walking bean
Merupakan tangkai horizontal di belakang hourse head. Fungsinya
merupakan gerak naik turun yang dihasilkan oleh pasangan pitman-crankcounter balance, ke rangkaian pompa didalam sumur melalui rangkaian rod.
Hourse head
Menurunkan gerak dari walking bean ke unit pompa di dalam sumur melalui
bridle, polish rod dan sucker string atau merupakan kepala dari walking bean
yang menyerupai kepala kuda.
Bridle
Merupakan nama lain dari wire line hanger, yaitu merupakan sepasang kabel
baja yang disatukan pada carrier bar.

Carrier bar
Merupakan alat yang berfungsi sebagai tempat bergantungnya rangkaian
rod dan polished rod.
Polished rod Clamp
Komponen yang bertumpu pada carrier bar yang fungsinya untuk
mengeraskan kaitan polish rod pada carrier bar dan tempat dimana dynamo
meter diletakan.
Polish rod
Merupakan bagian teratas dari rangkaian rod yang muncul dipermukaan.
Fungsinya adalah menghubungkan antara rangkaian rod didalam sumur
dengan peralatan-peralatan dipermukaan.
Suffing box
Dipasang diatas kepala sumur untuk mencegah atau menahan minyak agar
supaya tidak keluar bersama naik turunnya polish rod.
Sampson post
Merupakan kaki penyangga atau penopang walking bean.
Saddle bearing
Adalah tempat kedudukan dari walking bean pada Sampson post pada
bagian atas.
Equalizer
Adalah bagian atau dari pitman yang dapat bergerak secara leluasa menurut
kebutuhan operasi pemompaan minyak berlangsung,
Brake
Berfungsi untuk mengerem gerak pompa jika dibutuhkan.
3.2.1.3. Peralatan pompa didalam sumur
Fungsi peralatan pompa sucker-rod didalam sumur, adalah untuk
membantu menaikan fluida sumur ke permukaan melalui tubing. Unit pompa
sucker rod terdiri dari :
Tubing

Berfungsi untuk mengalirkan minyak dari dasar sumur ke permukaan setelah


minyak diangkat oleh pompa yang ditempatkan pada ujung tubing.
Working barrel, merupakan tempat dimana plunger dapat bergerak naik
turun sesuai dengan langkah pemompaan dan menampung minyak sebelum
diangkat oleh plunger pada saat up stroke.
Plunger, merupakan bagian dari pompa yang terdapat didalam barrel dan
dapat bergerak naik turun yang berfungsi sebagai pengisap minyak dari
formasi masuk kedalam barrel yang kemudian diangkat kepermukaan
melalui tubing.
Standing valve, merupakan katup yang terdapat di bagian bawah working
barrel yang berfungsi memberi kesempatan minyak dari dalam sumur masuk
ke working barrel dan untuk menahan minyak agar tidak keluar dari workinh
barrel pada saat plunger bergerak kebawah.
Travelling valve, merupakan ball and seat yang terletak pada bagian bawah
dari plunger dan akan ikut bergerak ke atas dan ke bawah menurut gerakan
plunger. Fungsinya :
Mengalirkan atau memindahkan minyak dari working masuk ke
plunger, hal ini terjadi pada saat plunger bergerak ke bawah.
Menahan minyak pada saat plunger bergerak ke atas sehingga
minyak tersebut dapat dipindahkan ke tubing untuk selanjutnya dialirkan ke
permukaan.
Anchor, komponen dipasang dibagian bawah dari pompa, yang berfungsi :
Untuk memisahkan gas dari minyak agar supaya gas tersebut tidak
ikut masuk ke dalam pompa bersam-sama dengan minyak, karena adanya
gas akan mengurangi efisiensi pompa.
-

Untuk menghindarkan masuknya pasir atau padatan ke dalam pompa.

Mengurangi atau menghindari terjadinya tubing stretch.

Ada dua macam type gas anchor :


a.

Poorman type

b.

Packer type

Tangki pompa, terdiri dari :

a.
Sucker rod, merupakan batang/rod penghubung antara plunger
dengan peralatan dipermukaan. Fungsi utamanya adalah melanjutkan gerak
naik turun dari horse head ke plunger .
b.
Pony rod, merupakan rod yang mempunyai panjang yang lebih pendek
dari panjang rod umumnya (<25 feet). Fungsinya untuk melengkapi panjang
dari sucker rod, apabila tidak mencapai kepanjangan yang dibutuhkan
ukurannya adalah : 2, 4, 6, 8, 12 feet.
c.
Polished rod, adalah tangkai rod yang berada diluar sumur yang
menhgubungkan sucker rod string dengan carier bar dan dapat naik turun di
dalam stuffing box.

3.2.1.4. Prinsip kerja pompa sucker rod


Gerak rotasi dari prime mover diubah menjadi gerak naik turun oleh
system pitman-crank assembly, kemudian gerak naik turun ini oleh horse
head, dijadikan gerak lurus naik turun (angguk) untuk menggerakan plunger
melalui rangkaian rod. Pada saat up stroke plunger bergerak keatas
menyebabkan tekanan dibawah turun. Karena tekanan dasar sumur lebih
besar dari tekanan dalam pompa, akibatnya standing valve terbuka dan
minyak masuk ke dalam barrel. Pada saat down stroke beban fluida yang ada
didalam barrel dan tekanan yang diakibatkan oleh naiknya plunger, maka
standing valve menutup sedangkan traveling valve pada plunger terbuka
akibat tekanan minyak yang tidak di dalam barrel, selanjutnya pada saat up
stroke maksimum minyak akan dipindahkan ke dalam tubing. Proses ini
dilakukan secara berulang-ulang, sehingga minyak dapat mengalir ke
permukaan.

3.2.2. Peralatan Gas Lift


Peralatan gas lift untuk menunjang operasinya sistem pengangkatan
minyak dengan menggunakan metode injeksi gas kedalam sumur dapat
dibagi dua kelompok, yaitu :

3.2.2.1. Peralatan diatas permukaan (Surface Equipment)

1.

Well head gas lift x-mastree

Well head sebetulnya bukan merupakan alat khusus untuk gas lift saja, tetapi
juga merupakan salah satu alat yang digunakan pada metode sembur alam,
dimana dalam periode masa produksi, alat ini berfungsi untuk
menggantungkan tubing dan casing disamping itu well head merupakan
tempat duduknya x-mastree.
2.

Station kompresor gas

Kompresor gas yaitu suatu alat yang berfungsi untuk mendapatkan gas
bertekanan tinggi untuk keperluan injeksi. Didalam stasiun kompresor,
terdapat beberapa buah kompresor dengan system manifoldnya. Dari
stasiun kompresor ini dikirimkan gas bertekanan sesuai dengan tekanan
yang diperlukan sumur-sumur gas lift melalui stasiun distribusi.
3.

Stasiun distribusi

Dalam menyalurkan gas injeksi dari kompresor ke sumur terdapat beberapa


cara, antara lain :
a.

Stasiun distribusi langsung

Pada system ini gas dari kompresor disalurkan langsung ke sumur-sumur


produksi, sehingga untuk beberapa sumur mana membutuhkan gasnya tidak
sama, system ini kurang effisien.
b.

Stasiun distribusi dengan pipa induk

Pada system ini lebih ekonomis, karena panjang pipa dapat diperkecil. Tetapi
karena ada hubungan langsung antar satu sumur dengan sumur lainnya,
maka bila salah satu sumur sedang dilakukan penginjeksian gas sumur lain
bias terpengaruh.
c.

Stasiun distribusi dengan stasiun distribusi

Pada system ini sangat rasional dan banyak dipakai dimana-mana, gas
dibawa dari stasiun pusat ke stasiun distribusi dari sini gas dikirim melalui
pipa-pipa.
4.

Alat-alat kontrol

Alat-alat control yang dimaksudkan disini adalah semua peralatan yang


berfungsi untuk mengontrol atau mengatur gas injeksi, seperti :

a.

Choke kontrol

Adalah alat yang mengatur jumlah gas yang diinjeksikan, sehingga dalam
waktu yang telah ditentukan tersebut dapat mencapai tekanan tertentu
seperti yang diinginkan untuk penutupan dan pembukaan valve. Khusus
untuk intermittent gas lift.
b.

Regulator

Adalah alat yang melengkapi choke kontrol berfungsi jumlah/banyaknya gas


yang masuk. Apabila gas injeksi telah cukup regulator ini akan menutup.
Khusus untuk intermittent gas lift.
c.

Time Cycle Controller

Adalah merupakan alat yang digunakan untuk mengontrol laju/rate aliran


injeksi pada aliran intermittent berdasarkan interval waktu tertentu/dengan
kata lain, kerjanya berdasarkan prinsip kerja jam. Maka alat ini akan
membuka regulator selama waktu yang telah ditentukan untuk mengalirkan
gas injeksi, setelah selama waktu tertentu regulator menutup dalam selang
waktu yang telah ditentukan.

3.2.2.2. Peralatan di bawah permukaan (Sub Surface Equipment)


1.

Kamar akumulasi

Kamar akumulasi merupakan ruang/chamber terbuat dari tubing yang


berdiameter lebih besar dari tubing dibawahnya terdapat katup/valve tetap
untuk menahan cairan supaya jangan sampai keluar dari kamar akumulasi
pada saat dilakukan injeksi. Fungsinya adalah memperkecil tekanan kolom
minyak yang berada diatas tubing.
2.

Pinhole collar

Pinhole collar adalah suatu collar khusus yang mempunyai lubang kecil
tempat gas injeksi masuk kedalam tubing. Letaknya didalam sumur
ditentukan lebih dahulu. Pada umumnya, penggunaan collar semacam ini
tidak effisien, karena sumur tidak memproduksi secara optimum ratenya.
3.

Valve gas lift

Secara umum penggunaan valve gas lift berfungsi untuk :

a.
Memproduksi minyak dengan murah dan mudah tanpa memerlukan
injeksi gas yang tekanannya sangat besar.
b.

Mengurangi unloading (kick off) atau tambahan portable compressor.

c.
Kemantapan (stability) mampu mengimbangi secara otomatis
terhadap perubahan-perubahan tekanan yang terjadi pada sistem injeksi
gas.
d.
Mendapatkan kedalaman injeksi yang lebih besar untuk suatu
kompressor dengan tekanan tertentu.
e.

Menghindari swabbing untuk high fluid well atau yang diliputi air.

3.2.3. Pompa Centrifugal


Pompa centrifugal atau electric submergible centrifugal pump adalah
pompa bertingkat yang banyak porosnya dihubungkan langsung dengan
motor penggerak. Motor penggerak ini menggunakan tenaga listrik yang
disupplay dari permukaan dengan kabel dan sumbernya diambil dari power
plant lapangan.
Unit peralatan electric submergible centrifugal pump, terdiri dari
beberapa komponen utama :
1.

Swcthboard

Alat ini berfungsi sebagai kontrol dipermukaan guna melindungi peralatanperalatan bawah permukaan. Alat ini merupakan gabungan dari starter,
upperload dan underload protection dan recorder instrument (alat pencatat)
yang bekerja secara otomatis jika terjadi penyimpangan.
2.

Junctoion box

Junctoion box adalah tempat (kotak) yang terletak diantara switchboard dan
well head. Fungsinya untuk menghubungkan kabel switchboard dengan
kabel dari well head.
3.

Transformer

Alat ini digunakan untuk mengubah tegangan (voltage) sumber arus


(generator) menjadi tegangan yang sesuai dengan operating voltage motor
dibawah permukaan.

4.

Tubing head

Tubing head pada pompa centrifugal agak berbeda dengan tubing head
biasa perbedaannya terutama terletak adanya kabel yang melalui tubing
head.
5.

Drum

Dipakai sebagai tempat menggulung kabel apabila pompa sedang dicabut.

3.2.3.1. Peralatan dibawah permukaan


Peralatan dibawah permukaan dari pompa centrifugal terdirir dari ;
motor listrik sebagai unit penggerak protector, gas separator, pompa
centrifugal multistage dan kabel listrik.
1.

Motor listrik

Motor listrik penggerak pompa adalah 3 phase, motor listrik ini dimasukan
kedalam rumah motor yang diisi dengan minyak motor untuk pendingin dan
merupakan isolasi motor terhadap fluida sumur.
2.

Protector

Protector ini dipasang dibawah pompa fungsinya antara lain :


-

menyimpan minyak motor dan minyak pompa

mengijinkan terhadap pengembangan pengurutan minyak motor dan


minyak pelumas motor.
-

Mencegah fluida sumur kedalam motor atau rumah motor

Untuk keseimbangan tekanan dalam dengan tekanan luar yaitu


tekanan fluida sumur pada kedalaman penenggelaman
3.

Pompa

Jenis pompanya merupakan pompa multistage dengan masing stage terdiri


dari satu impeller dan satu diffuser yang dinasukan dalam rumah, pada
impeller terdapat sudu-sudu atau blades yang akan mengalirkan fluida
produksi.
4.

Gas separator

Untuk sumur yang gas oil ratio (GOR) tinggi, gas separator dapat
disambungkan pada pompa guna memperbaiki effisiensi pompa, gas
separator ini sekaligus berfungsi sebagai intake pompa (tempat masuknya
fluida kedalam pompa) dank arena perbedaan density gas dan minyak maka
gas akan terpisah dari minyak.
5.

Kabel

Tenaga listrik dari permukaan dialirkan ke motor melalui kabel, yang terdiri
dari tiga kabel tembaga yang diisolasi satu sama lain. Kabel diklem dengan
tubing pada interval jarak tertentu sampai ke tubing head.
6.

Check valve

Letaknya satu joint diatas pompa, berfungsi sebagai :


bila pompa berhenti bekerja (shut down), menahan fluida agar tidak
keluar dari tubing (turun ke pompa lagi) dan menahan partikel-partikel padat
agar tidak mengendap dalam pompa.
-

Menjaga tubing tetap penuh dengan fluida pada saat pompa berhenti.

7.

Bladeer valve

Dipasang satu joint tubing diatas check valve berfungsi untuk mengijinkan
aliran fluida keluar pada waktu dilaksanakan pencabutan pompa sentrifugal.

3.2.3.2. Prinsip Kerja Centrifugal


Prinsip kerjanya adalah berdasarkan pada prinsip kerja pompa
centrifugal dengan sumbu putarnya tegak lurus. Pompa centrifugal adalah
motor hidraulis yang menghasilkan tenaga hidraulis dengan jalan memutar
cairan yang melalui impeller pompa. Cairan masuk kedalam impeller pompa
menuruti poros pompa dikumpulkan dalam rumah pompa atau diffuser
kemudian dikeluarkan keluar oleh impeller, tenaga mekanis motor diubah
menjadi tenaga hidraulis. Impeller terdiri dari dua piringan yang didalamnya
terdapat dua sudu, pada saat impeller diputar dengan kecepatan sudut W,
cairan dalam impeller dilemparkan keluar dengan tenaga potensial dan
kinetik tertentu cairan yang tertampung dalam rumah pompa kemudian
dialirkan melalui pipa keluar (diffuser), dimana sebagian tenaga kinetis
diubah menjadi tenaga potensial berupa tekanan, karena cairan dilemparkan
keluar maka terjadi proses pengisapan.

c.
Turbulensi aliran atau perubahan arah alirand.
Pemecahan atau tumbukan fluidae.
Untuk mendapatkan effisiensi dan kerja yang stabil dengankondisi yang bervariasi, gas liquid separator
harus mempunyaikomponen pemisah sebagai berikut :1.
Bagian pemisah pertama, berfungsi untuk memisahkan cairandari aliran fluida yang masuk dengan cepat berupa
tetesminyak dengan ukuran besar.2.
Bagian pengumpul cairan, berfungsi untuk memisahkan tetescairan kecil dengan prinsip gravity
setlink.3.
Bagian pemisah kedua, berfungsi untuk memisahkan tetescairan kecil dengan prinsip gravity settlink.4.
Mist extraktor, berfungsi untuk memisahkan tetes cairanberukuran sangat kecil (kabut).5.
Peralatan kontrol, berfungsi untuk mengontrol kerja separatorterutama pada kondisi over
pressure.Didalam block station, disamping terdapat separator pemisahgabungan terdapat juga separator uji
yang berfungsi untuk melakukan pengujian (test) produksi suatu sumur dan dari separatoruji ini
laju produksi sumur ( Qo, Qw, dan Qg ) bisa didapat dimanaQo dan Qw diperoleh dari barel meter sedangkan Qg
diperoleh daripencatatan orifice flow meter ( orifice plate ) atau dari alat pencatataliran gas lainnya.
Disamping itu ditinjau dari tekanan kerjanyapunseparator dapat dibagi tiga, yaitu separator tekanan tinggi,
tekanansedang, tekanan rendah.5.2.1.1. Jenis SeparatorDalam industri perminyakan dikenal beberapa jenis
separatorberdasarkan bentuk, posisinya dan fungs'inya.1.
Jenis separator berdasarkan bentuk dan posisinya.a. Separator tegak/vertikal.Biasanya digunakan untuk
memisahkan fluida produksi yangmempunyai GLR rendah dan/atau kadar padatan tinggi,separator ini
sudah dibersihkan serta mempunyal kapasitascairan dan gas yang besar.
b. Separator datar /horisontalSangat baik untuk memisahkan fluida produksi yangmempunyai GLR
tinggi dan cairan berbusa. Separator inidibedakan menjadi dua jenis, yaitu single tube horizontalseprator
dan double tube horizontal separator. Karenabentuknya yang panjang, separator ini banyak memakantempat dan
sulit dibersihkan, namun demikian kebanyakanfasilitas pemisahan dilepas pantai menggunakan separator inidan
untuk fluida produksi yang banyak mengandung pasir,separator ini tidak menguntungkan.c.
Separator bulat /spherical.Separator jenis ini mempunyai kapasitas gas dan surgeterbatas sehingga umumnya
digunakan untuk memisahkanfluida produksi dengan GLR kecil sampai sedang namunseparator ini dapat
bekerja pada tekanan tinggi. Terdapat duatipe separator bulat yaitu tipe untuk pemisahan dua fasa dantipe

untuk pemisahan tiga fasa.2. Jenis separator berdasarkan fungsinya.Berdasarkan fungsinya atau jenis
penggunaannya, separator dapatdibedakan atas: gas scrubber, knock-out flash-chamber,
expansionvessal, chemical electric dan filter.a. Gas scrubber.Jenis ini dirancang untuk memisahkan butir
cairan yang masih terikutgas hasil pemisahan tingkat pertama, karenanya alat ini ditempatkansetelah
separator, atau sebelum dehydrator, extraction plant ataukompresor untuk mencegah masuknya cairan kedalam
alat tersebut.b. Knock-outJenis ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu free water knock-out(FWK0)
yang digunakan untuk memisahkan air bebas darihidrokarbon cair dan total liquid knock-out (TLKO)
yang digunakanuntuk memisahkan cairan dari aliran gas bertekanan tinggi ( > 125psi )
c. Flash chamber. Alat ini digunakan pada tahap ianjut dari proses pemisahan secarakilat (flash) dari separator.
Flash chamber ini digunakan sebagaiseparator, tingkat kedua dan dirancang untuk bekerja pada
tekananrendah ( > 125 psi )d. Expansion vessel. Alat ini digunakan untuk proses pengembangan pada
pemisahanbertemperatur rendah yang dirancang untuk menampung gas hidratyang terbentuk
pada proses pendinginan dan mempunyai tekanankerja antara 100 -1300 psi.e. Chemical
electric.Merupakan jenis separator tingkat lanjut untuk memisahkan air daricairan hasil separasi
tingkat sebelumnya yang dilakukan secaraelectris (menggunakan prisip anoda katoda) dan umumnya
untuk memudahkan pemisahan.5.2.2. Oil Skimmer.Merupakan peralatan pemisah yang direncanakan
untuk menyaringtetes-tetes minyak dalam air yang akan dibuang sebagai hasil prosespemisahan sebelumnya
untuk mencegah turbulensi aliran, air yangmengandung tetes minyak dimasukkan melalui pembagi aliran
yangberisi batu bara / batu arang tipis-tipis, sedangkan proses pemisahanberdasarkan sistem gravity
setling.Kapasitas oil skimmer tergantung pada beberapa faktor terutamapada densitas minyak air yang dapat
ditentukan berdasarkan hukumintermediate yang berhubungan dengan kecepatan setling
daripartikel.5.2.3. Gas Dehydrator.Gas dehydrator adalah alat yang digunakan untuk
memisahkanpartikel air yang terkandung didalam gas. Peralatan ini merupakanbagian akhir dari pemisahan gas
hidrokarbon terutama padalapangan gas alam. Ada dua cara pemisahan air dari gas, yaitu dengana. Solid
desiccant, misainya calsium chlorideb. Liquid desiccant, misainya glycol.
5.2.3.1. Calsium chloride gas dehydrator.Komponen peralatan ini merupakan kombinasi dari separator
tigatingkat, yaitu gas - liquid absorbtion tower dan solid bad desiccantunit. Pemisahan partikei air dari gas
dilakukan dengan caramengkontakkan aliran gas dengan calsium chloride didalam chemicalbad section.5.2.3.2.
Glycol dehydrator.Liquid desiccant yang sering digunakan adalah trienthylene glycol.Peneyerapan partikel air
terjadi karena adanya kontak antara glycoldengan gas yang mengandung air pada tray didalam
absorber(kontaktor) proses regenerasi glycol yang mengandung air dilakukandengan cara pemanasan sehingga
air terbebaskan dari glycol.5.3. Penampung Hasil Pemisahan.Setelah fluida reservoir dipisahkan, minyak hasil
pemisahandiharapkan hanya rnengandung air/solid sangat kecil (< 0,2%)dialirkan ke penampung sementara
didalam kompleks block-station,kemudian meialui sistem pipa, minyak dan gas dialirkan ke
pusatpenampungan/penimbun (PPM), untuk kemudian pada waktutertentu dikirim ke refainery,
gas plant atau terminal melaluisale-line.