You are on page 1of 22

ANATOMI PROSTAT

Makroskopik
Prostat merupakan kelenjar berbentuk konus
terbalik
yang
dilapisi
oleh
kapsul
fibromuskuler, yang terletak di sebelah
inferior vesika urinaria, mengelilingi bagian
proksimal uretra (uretra pars prostatika) dan
berada
disebelah
anterior
rektum.
Bentuknya sebesar buah kenari dengan
berat normal pada orang dewasa kurang
lebih 20 gram, dengan jarak basis ke apex
kurang lebih 3 cm, lebar yang paling jauh 4
cm dengan tebal 2,5 cm.
Kelenjar prostat terbagi menjadi 5 lobus :
1

lobus medius

2

lobus lateralis (2 lobus)

3

lobus anterior

4

lobus posterior

Selama perkembangannya lobus medius, lobus
anterior, lobus posterior akan menjadi satu dan
disebut lobus medius saja. Pada penampang, lobus
medius kadang-kadang tak tampak karena terlalu
kecil dan lobus lain tampak homogen berwarna abuabu, dengan kista kecil berisi cairan seperti susu,
kista ini disebut kelenjar prostat.
Mc Neal (1976) membagi kelenjar prostat
dalam beberapa zona, antara lain adalah: zona
perifer, zona sentral, zona transisional, zona
fibromuskuler anterior, dan zona periuretral.
Sebagian besar hiperplasia prostat terdapat pada
zona transisional yang letaknya proksimal dari
sfincter eksternus di kedua sisi dari verumontanum
dan di zona periuretral. Kedua zona tersebut hanya merupakan 2% dari seluruh volume prostat.
Sedangkan pertumbuhan karsinoma prostat berasal dari zona perifer.

Prostat mempunyai kurang lebih 20 duktus yang
bermuara di kanan dari verumontanum dibagian
posterior dari uretra pars prostatika. Di sebelah
depan didapatkan ligamentum pubo prostatika, di
sebelah bawah ligamentum triangulare inferior
dan di sebelah belakang didapatkan fascia
denonvilliers.
Fascia denonvilliers terdiri dari 2 lembar, lembar
depan melekat erat dengan prostat dan vesika
seminalis, sedangkan lembar belakang melekat
secara longgar dengan fascia pelvis dan
memisahkan prostat dengan rektum. Antara fascia
endopelvic dan kapsul sebenarnya dari prostat
didapatkan jaringan peri prostat yang berisi
pleksus prostatovesikal.
Pada potongan melintang kelenjar prostat terdiri dari :
1

Kapsul anatomis
Sebagai jaringan ikat yang mengandung otot polos yang membungkus kelenjar prostat.

2

Jaringan stroma yang terdiri dari jaringan fibrosa dan jaringan muskuler

3

Jaringan kelenjar yang terbagi atas 3 kelompok bagian:
1

Bagian luar disebut glandula principalis
menghasilkan bahan baku sekret.

atau

kelenjar

prostat

sebenarnya

yang

2

Bagian tengah disebut kelenjar submukosa, lapisan ini disebut juga sebagai adenomatous
zone

3

Di sekitar uretra disebut periurethral gland atau glandula mukosa yang merupakan bagian
terkecil. Bagian ini sering membesar atau mengalami hipertrofi pada usia lanjut.

Pada BPH, kapsul pada prostat terdiri dari 3 lapis :
1

kapsul anatomis

2

kapsul chirurgicum, ini terjadi akibat terjepitnya kelenjar prostat yang sebenarnya (outer zone)
sehingga terbentuk kapsul

3

kapsul yang terbentuk dari jaringan fibromuskuler antara bagian dalam (inner zone) dan bagian
luar (outer zone) dari kelenjar prostat.

BPH sering terjadi pada lobus lateralis dan lobus medialis karena mengandung banyak jaringan kelenjar,
tetapi tidak mengalami pembesaran pada bagian posterior daripada lobus medius (lobus posterior) yang
merupakan bagian tersering terjadinya perkembangan suatu keganasan prostat. Sedangkan lobus anterior
kurang mengalami hiperplasi karena sedikit mengandung jaringan kelenjar.

Urethra masuk pada bagian tengah basis prostatae  Ke inferior : apex prostatae terletak pada facies superior diaphragma urogenitale.  Ke posterior : facies posterior prostatae berhubingan erat dengan facies antrerior ampulla recti dan dipisahkan dari rectum oleh septum rectovesicae (fascia Denonvillier). Selubung fibrosa prostata dihubungkan dengan aspek postrior os pubis oleh ligamenta puboprostatica. Ligamenta ini terletak di samping kanan dan kiri linea mediana dan merupakan penebalan fascia pelvis. Septum ini dibentuk pada masa janin oleh fusi dinding ujung bawah excavatio retrovesicalis peritonealis.  Ke antrior : facies anterior prostatae berbatasan dengan symphysis pubica. .Hubungan :  Ke superior : basis prostatae berhubungan dengan collum vesicae.  Ke lateral : facies lateralis prostatae difiksasi oleh serabut anterior musculus levator ani pada saat serabut ini berjalan ke posterior dari pubis. yang semula meluas ke bawah sampai ke corpus peritoneal. Otot polos prostata terus melanjut tanpa terputus dengan otot polos collum vesicae. Urethra meninggalkan prostate tepat diatas apex pada facies anterior. dipisahkan oleh lemak ekstraperitoneal yang terdapat di dalam spatium retropubicum (cavum Retzius).

Kelenjar kelenjar kecil terletak di mukosa dan dikelilingi kelenjar sub mukosa. Kelenjar utama di bagian tepi dan merupakan bagian terbesar kelenjar. 2. hemoroidalis media (cabang dari a. Merupakan kumpulan daro 30-50 kelenjar tubuloalveolar kompleks yang kecil kecil. Permukaan atasnya berhubungan dengan trigonum vesicae. Vaskularisasi Vaskularisasi kelenjar prostat yanng utama berasal dari a. iliaca interna).  Lobi prostatae dexter dan sinister : di samping urethra dan dipisahkan satu sama lain oleh jalur vertical dangkal yang terdapat pada facies posterior prostatae. iliaca eksterna.  Medius/Medianus : berbentuk baji.Struktur :  Kelenjar prostata yang jumlahnya banyak tertanam di dalam campuran otot polos dan jaringan ikat. Kelompok arteri urethra. dan ductusnya bermuara ke urethrapars prostatica. . Mikroskopik Prostat melingkari pangkal uretra yang keluar dari kandung kemih. beberapa cabang yang Aliran Limfe Aliran limfe dari kelenjar prostat membentuk plexus di peri prostat yang kemudian bersatu untuk membentuk beberapa pembuluh utama. pudenda interna (cabang dari a. terletak diantara urethra dan ductus ejaculatorius. prostat terdiri atas kelenjar-kelenjar yang dilapisi epitel thoraks selapis dan di bagian basal terdapat juga sel-sel kuboid.  Dibagi 5 lobus :  Anterior : di depan urethra dan tidak punya jaringan kelenjar. vesikalis inferior (cabang dari a. Persarafan Sekresi dan motor yang mensarafi prostat berasal dari plexus simpatikus dari Hipogastricus dan medula sakral III-IV dari plexus sakralis. menembus kapsul di postero lateral dari vesico prostatic junction dan memberi perdarahan pada leher buli-buli dan kelompok kelenjar periurethral. mesenterium inferior). yaitu: 1. menembus sebelah lateral dan memberi memvaskularisasi kelenjar bagian perifer (kelompok kelenjar paraurethral). iliaca interna). Secara histologis. Kelompok arteri kapsule. bermuara ke dalam uretra pars prostatica. a. yang menuju ke kelenjar limfe iliaca interna . Cabang-cabang dari arteri tersebut masuk lewat basis prostat di Vesico Prostatic Junction. Banyak kelenjar. sehingga keseluruhan epitel tampak menyerupai epitel berlapis. Penyebaran arteri di dalam prostat dibagi menjadi 2 kelompok . Lobi laterales mengandung banyak kelenjar. Mengandung banyak kelenjar. dan a.  Posterior : di belakang urethra dan dibawah ductus ejaculatorius. obturatoria dan sakral.

Sperma tidak dapat bergerak optumal sampai pH sekitarnya meningkat kira – kira 6 – 6. sampai kelenjar prostat berkontraksi sejalan dengan kontraksi vas deferens sehingga cairan encer seperti susu yang dikeluarkan oleh kelenjar prostat menambah lebih banyak lagi jumlah semen. yang mengandung ion sitrat. dan profibrinolisis. Sifat yang sedikit basa dari cairan prostat mungkin penting untuk suatu keberhasilan fertilisasi ovum. Alveoli dan tubuli bercabang berkali kali dan memiliki lumen yang lebar . FISIOLOGI PROSTAT Kelenjar prostat menyekresi cairan encer. Kelenjar prostat secara relatif tetap kecil sepanjang masa kanak – kanak dan mulai tumbuh pada masa pubertas di bawah rangsangan testosteron. Bagian kelenjarnya terbenam didalam stroma padat yang dibagian tepi berlanjut pada simpai. berada di dasar musculofascia pelvis dan dikelilingi oleh selaput tipis dari jaringan ikat. di mana prostat berbentuk piramida. kalsium. ia juga memiliki duktus akan tetapi menyambung dengan uretra prostat di bagian tengah. Zona transisi.  Zona sentral atau bagian tengah pula mengambil 25% ruang prostat dan juga seperti zona perifer tadi. Lamina basal kurang jelas dan epitel sangat berlipat. selain duktus ejakulator dilapisi oleh sel sekretori kolumna dan terpisah dari stroma prostat oleh lapisan sel basal yang berasal dari membrana basal. memenuhi hampir 70% dari bagian kalenjar prostat di mana ia mempunyai duktus yang menyambung dengan urethra prostat bagian distal. Gambar Kelenjar prostat Secara umumnya. Keseluruhan kelenjar dibungkus oleh simpai fibroelastik yang mengandung banyak serat otot polos disebelah dalam dan kaya akan plexus vena. prostat dapat dibagi menjadi 3 bagian atau zona. Sekret vagina juga bersifat asam (ph 3. seperti susu. lisosom dan butir lipid.5 – 4). Secara histologinya. dan ion fosfat. Sitplasma banyak mengandung butir sekret . Seluruh duktus ini. yakni :  Zona perifer. dan juga seperti dua zona sebelumnya. Jenis epitelnya selapis atau bertingkat dan bervariasi dari silindris sampai kubis rendah. akan menghambar fertilisasi sperma. Zona transisional ini mempunyai arti medis yang penting karena merupakan tempat asal sebagian besar hiperplasia prostat jinak. kalenjar prostat terbentuk dari glandular fibromaskuler dan juga stroma. sehingga merupakan suatu kemungkinan bahwa cairan prostat menetralkan sifat asam dari cairan lainnya setelah ejakulasi dan juga meningkatkan moyilitas dan fertilisasi sperma. Selama pengisian. Alveoli dan tubuli kelenjar sangat tidak teratur dan sangat beragam bentuk dan ukurannya. Saluran keluar mempunyai lumen yang tidak teratur dan mirip tubuli sekretori kecil. dan sebagai akibatnya.5. sesuai dengan bagiannya. karena cairan vas deferens relatif asam akibat adanya asam sitrat dan hasil akhir metabolisme sperma. juga memiliki duktus yang mana duktusnya menyambung hampir ke daerah sphincter pada urethra prostat dan menempati 5% ruangan prostat. Kelenjar ini mencapai ukuran hampir tetap pada usia 20 tahun . Zona perifer merupakan tempat prediksi timbulnya kanker prostat . enzim pembeku. atau bagian yang terakhir dari kelenjar prostat terdiri dari dua lobus. tergantung pada status endokrin dan kegiatan kelenjar .

karena produksi testosteron menurun dan terjadi konversi testosteron menjadi estrogen pada jaringan adiposa di perifer dengan pertolongan enzim aromatase. keseimbangan ini disebabkan adanya kadar testosteron tertentu dalam jaringan prostat yang dapat mempengaruhi sel stem sehingga dapat berproliferasi. Dengan bertambahnya usia akan terjadi perubahan keseimbangan hormonal. BPH Definisi Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) atau disebut tumor prostat jinak adalah pertumbuhan berlebihan dari sel-sel prostat yang tidak ganas. RNA ini akan menyebabkan sintese protein menyebabkan terjadinya pertumbuhan kelenjar prostat. Hal ini mengakibatkan hormon gonadotropin akan sangat merangsang produksi hormon estrogen oleh sel sertoli. Testosteron bebas inilah yang bisa masuk ke dalam target cell yaitu sel prostat melewati membran sel langsung masuk kedalam sitoplasma di dalam sel. Pada keadaan tertentu jumlah sel stem ini dapat bertambah sehingga terjadi proliferasi lebih cepat. akan terjadi penurunan dari fungsi testikuler (spermatogenesis) yang akan menyebabkan penurunan yang progresif dari sekresi androgen. testosteron direduksi oleh enzim 5 alpha reductase menjadi 5 dyhidro testosteron yang kemudian bertemu dengan reseptor sitoplasma menjadi hormone receptor complex. sehingga testosteron tidak dapat dibentuk lagi. Etiologi Hingga sekarang masih belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya hiperplasia prostat. sehingga timbul dugaan bahwa testosteron diperlukan untuk inisiasi terjadinya proliferasi sel tetapi kemudian estrogenlah yang berperan untuk perkembangan stroma. bahwa dalam keadaan normal hormon gonadotropin hipofise akan menyebabkan produksi hormon androgen testis yang akan mengontrol pertumbuhan prostat. 5 Teori Dihydro Testosteron (DHT) Testosteron yang dihasilkan oleh sel leydig pada testis (90%) dan sebagian dari kelenjar adrenal (10%) masuk dalam peredaran darah dan 98% akan terikat oleh globulin menjadi sex hormon binding globulin (SHBG). transforming growth factor F2. dan diambat dengan pengangkatan testis. Dari berbagai percobaan dan penemuan klinis dapat diperoleh kesimpulan. Terjadinya proliferasi abnormal sel stem sehingga menyebabkan produksi atau proliferasi sel stroma dan sel epitel kelenjar periuretral prostat menjadi berlebihan. Beberapa teori atau hipotesis yang diduga sebagai penyebab timbulnya hyperplasia prostat adalah: 1 Teori Hormonal Selain androgen (testosteron/DHT). Dengan makin bertambahnya usia. Kemudian hormone receptor complex ini mengalami transformasi reseptor menjadi nuclear receptor yang masuk kedalam inti yang kemudian melekat pada chromatin dan menyebabkan transkripsi m-RNA. biasanya dialami laki-laki berusia di atas 50 tahun.dan tetap dalam ukuran itu sampai pada usia kira – kira 50 tahun. bersamaan dengan oenurunan pembentukan testosteron oleh testis. prostat dalam hal ini kelenjar periuretral pada seorang dewasa berada dalam keadaan keseimbangan antara pertumbuhan sel dan sel yang mati. dan epidermal growth factor. estrogen juga berperan untuk terjadinya BPH. transforming growth factor F1. dimana sifat estrogen ini akan merangsang terjadinya hiperplasia pada stroma. Sekali kelenjar prostat terjadi. sel – sel karsinogen biasanya dirangsang untuk tumbuh lebih cepat oleh testosteron. 2 Teori Growth Factor (faktor pertumbuhan) Peranan dari growth factor ini sebagai pemacu pertumbuhan stroma kelenjar prostat. Persamaan epiteleal budding dan glandular morphogenesis yang . Terdapat empat peptic growth factor yaitu basic transforming growth factor. beberaoa orua kelenjarnya mulai berinvolusi. prostat terdiri dari dua bagian yaitu sentral sekitar uretra yang bereaksi terhadap estrogen dan bagian perifer yang tidak bereaksi terhadap estrogen. Dilihat dari fungsional histologis. yaitu antara hormon testosteron dan hormon estrogen. Pada waktu tersebut. tetapi beberapa hipotesis menyebutkan bahwa hiperplasia prostat erat kaitannya dengan peningkatan kadar dehidrotestosteron (DHT) dan proses aging (menjadi tua). 3 Teori Peningkatan Lama Hidup Sel-sel Prostat karena Berkurangnya Sel yang Mati Berkurangnya jumlah sel-sel prostat yang mengalami apoptosis sehingga jumlah sel-sel prostat meningkat dan massa menjadi positif. 6 Teori Reawakening Mc Neal tahun 1978 menulis bahwa lesi pertama bukan pembesaran stroma pada kelenjar periuretral (zone transisi) melainkan suatu mekanisme glandular budding kemudian bercabang yang menyebabkan timbulnya alveoli pada zona preprostatik. Sedang hanya 2% dalam keadaan testosteron bebas. Pembesaran prostat jinak akibat sel-sel prostat memperbanyak diri melebihi kondisi normal. Faktor-faktor yang menghambat apoptosis :  Hormon androgen menghambat proses kematian sel  Estrogen memperpanjang usia sel prostat 4 Teori Sel Stem (stem cell hypothesis) Seperti pada organ lain.

Adapun patofisiologi dari masing–masing gejala awal BPH adalah: a. Penurunan kekuatan dan kaliber aliran yang disebabkan resistensi uretra adalah gambaran awal dan menetap dari BPH. e. Intermittency terjadi karena destrusor tidak dapat mengatasi resistensi uretra sampai akhir miksi. Pada tahap awal setelah terjadi pembesaran prostat. Terminal dribbling dan rasa belum puas sehabis miksi terjadi karena jumlah residu urine yang banyak dalam buli-buli. Nokturia dan frekuensi terjadi karena pengosongan yang tidak lengkap pada tiap miksi sehingga interval pada tiap miksi lebih pendek. f. menimbulkan perkiraan adanya reawakening yaitu jaringan kembali seperti perkembangan pada masa tingkat embriologik. Frekuensi terutama terjadi pada malam hari (nokturia) karena hambatan normal dari korteks berkurang dan tonus sfingter dan uretra berkurang selama tidur. .terjadi pada embrio dengan perkembangan prostat ini. yang selanjutnya dapat menyebabkan hidronefrosis dan disfungsi saluran kemih atas. resistensi pada leher buli-buli dan daerah prostat meningkat. Hesitancy terjadi karena destrusor membutuhkan waktu yang lama untuk dapat melawan resistensi uretra. d. Klasifikasi Untuk menentukan kriteria prostat yang membesar dapat dilakukan dengan beberapa cara. Keadaan ini dialami oleh 50% pria yang berusia 60 tahun dan kurang lebih 80% pria yang berusia 80 tahun Di Jakarta hiperplasia prostat merupakan kelainan ke-2 tersering setelah batu saluran kemih. Pada usia lanjut beberapa pria mengalami pembesaran prostat benigna. Fase penebalan destrusor ini disebut fase kompensasi. sehingga jaringan periuretral dapat tumbuh lebih cepat dari jaringan sekitarnya. Epidemiologi     Hiperplasia prostat merupakan penyakit pada pria tua Jarang ditemukan sebelum usia 40 tahun. sehingga teori ini terkenal dengan nama teori reawakening of embryonic induction potential of prostatic stroma during adult hood. c. b. jika ada disebabkan oleh ketidakstabilan destrusor sehingga terjadi kontraksi involunter. Apabila keadaan berlanjut.Urgensi dan disuria jarang terjadi. diantaranya adalah : 1 Rektal grading Berdasarkan penonjolan prostat ke dalam rektum : derajat 1 : penonjolan 0-1 cm ke dalam rektum derajat 2 : penonjolan 1-2 cm ke dalam rektum derajat 3 : penonjolan 2-3 cm ke dalam rektum derajat 4 : penonjolan > 3 cm ke dalam rektum 2 Berdasarkan jumlah residual urine derajat 1 : < 50 ml derajat 2 : 50-100 ml derajat 3 : >100 ml derajat 4 : retensi urin total 3 Intra vesikal grading derajat 1 : prostat menonjol pada bladder inlet derajat 2 : prostat menonjol diantara bladder inlet dengan muara ureter derajat 3 : prostat menonjol sampai muara ureter derajat 4 : prostat menonjol melewati muara ureter 4 Berdasarkan pembesaran kedua lobus lateralis yang terlihat pada uretroskopi : derajat 1 : kissing 1 cm derajat 2 : kissing 2 cm derajat 3 : kissing 3 cm derajat 4 : kissing >3 cm 8 Patofisiologi Proses pembesaran prostat terjadi secara perlahan-lahan sehingga perubahan pada saluran kemih juga terjadi secara perlahan-lahan. serta otot destrusor menebal dan merenggang sehingga timbul sakulasi atau divertikel. maka destrusor menjadi lelah dan akhirnya mengalami dekompensasi dan tidak mampu lagi untuk berkontraksi lagi sehingga terjadi retensio urine.

g. Inkontinensia bukan gejala yang khas. Bertambahnya Usia Reaksi enzim 5-a-reduktase Produksi testosteron Menurun DHT Reaksi enzim aromatase Konversi testosteron menjadi estrogen DHT reseptor kompleks Tidak seimbang dalam sitoplasma sel prostat Inti sel Testosteron menurun Estrogen meningkat RNA Sintesis protein Proliferasi sel Pembesaran prostat Perubahan pada Traktus urinarius Rangsangan pada vesika akibat resistensi Uretra Tonus trigonum kekuatan kontraksi dan leher vesika destrusor Fase kompensasi (penebalan destrusor ) Kontraksi vesika meningkat walaupun belum penuh Dekompensasi otot destrusor Iritasi mukosa 1) Nokturia. Disuria 2) Frekuensi meningkat Kekuatan kontraksi destrusor menurun Nyeri akut . walaupun dengan berkembangnya penyakit urine keluar sedikit-sedikit secara berkala karena setelah buli-buli mencapai compliance maksimum. tekanan dalam buli-buli akan cepat naik melebihi tekanan sfingter. Urgency.

(2) sedang: skor 8-19. dapat dikelompokkan gejala LUTS dalam tiga derajat. yaitu (1) ringan: skor 0-7.Dekompensasi otot destrusor menurun/gagal Dengan gejala obstruksi : 1) Hesitency 2) Intermittency 3) Terminal dribbling 4) Pancaran lemah 5) Rasa belum puas sehabis miksi Urine sisa Prostatektomi Post operasi Terpasang kateter Tekanan dan iritasi kateter Nyeri akut irigasi bladder luka operasi Kurang 2500 ml/24 jam urine sedikit terbentuk konsumsi minum 2500-3000 ml/24 jam banyak terbentuk urine Aliran urine tidak lancar Bekuan darah terbentuk aliran urine lancar bekuan darah tidak terbentuk Retensi urine Distensi bladder perdarahan nyeri bladder perembesan urine Manifestasi Klinis Keluhan pada saluran kemih bagian bawah Keluhan pada saluran kemih bagian bawah (LUTS) terdiri atas gejala obstruksi dan gejala iritasi. Sistem skoring yang dianjurkan oleh WHO adalah Skor Internasional Gejala Prostat atau IPSS (International Prostatic Symptom Score). . sedangkan keluhan yang menyangkut kualitas hidup pasien diberi nilai 1-7. beberapa ahli/organisasi urologi membuat sistem skoring yang secara subyektif dapat diisi dan dihitung sendiri oleh pasien. Dari skor IPSS itu. seperti yang terlihat pada tabel di bawah ini Obstruksi Iritasi Hesitansi Frekuensi Pancaran miksi lemah Nokturia Intermitensi Urgensi Miksi tidak puas Disuria Menetes setelah miksi Untuk menilai tingkat keparahan dari keluhan LUTS. Sistem skoring IPSS terdiri atas tujuh pertanyaan yang berhubungan dengan keluhan miksi (LUTS) dan satu pertanyaan yang berhubungan dengan kualitas hidup pasien. Setiap pertanyaan yang berhubungan dengan keluhan miksi diberi nilai 0-5. dan (3) berat: skor 20-35.

menyebabkan infeksi dan urolithiasis.Timbulnya gejala LUTS merupakan manifestasi kompensasi otot vesica urinaria untuk mengeluarkan urine. otot vesica urinaria mengalami kepayahan (fatigue) sehingga jatuh ke dalam fase dekompensasi yang diwujudkan dalam bentuk retensi urine akut. sehingga meskipun volume kelenjar periuretal sudah membesar dan elastisitas leher vesika. Timbulnya dekompensasi vesica urinaria didahului oleh beberapa faktor pencetus. Tindakan untuk menentukan diagnosis penyebab obstruksi maupun menentukan kemungkinan penyulit harus dilakukan secara teratur. kopi). benjolan di pinggang (yang merupakan tanda dari hidronefrosis). Pada orang normal sisa urin biasanya kosong. Manifestasi klinis berupa obstruksi pada penderita hipeplasia prostat masih tergantung tiga faktor yaitu : 1 Volume kelenjar periuretral 2 Elastisitas leher vesika. Pada obstruksi ringan flow rate dapat menurun sampai average flow antara 6-8 ml/detik. yaitu pada cuaca dingin. dapat pula dilakukan dengan membuat foto post voiding pada waktu membuat IVP. Dengan pengukuran flow rate tidak dapat dibedakan antara kelemahan detrusor dengan obstruksi infravesikal. sedang maksimal flow menjadi 15 mm/detik atau kurang. otot polos prostat dan kapsul prostat menurun. Sisa urin lebih dari 100 cc biasanya dianggap sebagai batas indikasi untuk melakukan intervensi pada penderita prostat hipertrofi. sedang pada retensi urin total sisa urin dapat melebihi kapasitas normal vesika. Pada suatu saat. antara lain:  Volume vesica urinaria yang tiba-tiba terisi penuh. otot polos prostat dan kapsul prostat 3 Kekuatan kontraksi otot detrusor Tidak semua prostat yang membesar akan menimbulkan gejala obstruksi. . Obstruksi uretra menyebabkan bendungan saluran kemih sehingga mengganggu faal ginjal karena hidronefrosis. antara lain nyeri pinggang. yaitu setelah melakukan aktivitas seksual atau mengalami infeksi prostat akut  Setelah mengkonsumsi obat-obatan yang dapat menurunkan kontraksi otot detrusor atau yang dapat mempersempit leher vesica urinaria. Keluhan pada saluran kemih bagian atas Keluhan akibat penyulit hiperplasia prostat pada saluran kemih bagian atas berupa gejala obstruksi. Sisa urin ini dapat dihitung dengan pengukuran langsung yaitu dengan cara melakukan kateterisasi setelah miksi spontan atau ditentukan dengan pemeriksaan ultrasonografi setelah miksi. tetapi apabila masih dikompensasi dengan kenaikan daya kontraksi otot detrusor maka gejala obstruksi belum dirasakan. b Pancaran urin atau flow rate dapat dihitung secara sederhana yaitu dengan menghitung jumlah urin dibagi dengan lamanya miksi berlangsung (ml/detik) atau dengan alat uroflowmetri yang menyajikan gambaran grafik pancaran urin. mengkonsumsi obat-obatan atau minuman yang mengandung diuretikum (alkohol. menahan kencing terlalu lama. Pemeriksaan derajat beratnya obstruksi prostat dapat diperkirakan dengan cara mengukur : a Residual urine yaitu jumlah sisa urin setelah penderita miksi spontan. dan minum air dalam jumlah yang berlebihan  Massa prostat tiba-tiba membesar. Untuk dapat melakukan pemeriksaan uroflow dengan baik diperlukan jumlah urin minimal di dalam vesika 125 sampai 150 ml. antara lain golongan antikolinergik atau α-adrenergik. Angka normal untuk flow rata-rata (average flow rate) 10 sampai 12 ml/detik dan flow maksimal sampai sekitar 20 ml/detik. atau demam (yang merupakan tanda adanya infeksi atau urosepsis).

Secara klinis derajat berat gejala prostatismus itu dibagi menjadi : Grade I : Gejala prostatismus + sisa kencing < 50 ml Grade II : Gejala prostatismus + sisa kencing > 50 ml Grade III : Retensi urin dengan sudah ada gangguan saluran kemih bagian atas + sisa urin > 150 ml Derajat berat gejala klinik prostat hiperplasia ini dipakai untuk menentukan derajat berat keluhan subyektif. Disamping kerusakan tractus urinarius bagian atas akibat dari obstruksi kronik penderita harus selalu mengedan pada waktu miksi. reflek bulbo cavernosus. Keadaan pasien BPH dapat digolongkan berdasarkan skor yang diperoleh adalah sebagai berikut:  Skor 0-7: bergejala ringan  Skor 8-19: bergejala sedang  Skor 20-35: bergejala berat. sehingga penderita tidak mampu lagi miksi.Gejala iritatif disebabkan oleh karena pengosongan vesica urinaris yang tidak sempurna pada saat miksi atau disebabkan oleh karena hipersensitifitas otot detrusor karena pembesaran prostat menyebabkan rangsangan pada vesica. Diagnosis Anamnesis Pemeriksaan awal terhadap pasien BPH adalah melakukan anamnesis atau wawancara yang cermat guna mendapatkan data tentang riwayat penyakit yang dideritanya. Disamping pembentukan batu. Analisis gejala ini terdiri atas 7 pertanyaan yang masing-masing memiliki nilai 0 hingga 5 dengan total maksimum 35 tiap-tiap pertanyaan. Gejalanya ialah :  Bertambahnya frekuensi miksi (Frequency)  Nokturia  Miksi sulit ditahan (Urgency)  Disuria (Nyeri pada waktu miksi) (P/UI) Gejala-gejala tersebut diatas sering disebut sindroma prostatismus. mukosa rektum. Proses kerusakan ginjal dapat dipercepat bila ada infeksi. Oleh karena produksi urin akan terus terjadi maka pada suatu saat vesica tidak mampu lagi menampung urin sehingga tekanan intravesica akan naik terus dan apabila tekanan vesica menjadi lebih tinggi daripada tekanan spingter akan terjadi inkontinensia paradoks (over flow incontinence). hal ini menyebabkan rasa tidak bebas pada akhir miksi. Jika keadaan ini berlanjut pada suatu saat akan terjadi kemacetan total. Retensi kronik dapat menyebabkan terjadinya refluk vesico uretra dan meyebabkan dilatasi ureter dan sistem pelviokalises ginjal dan akibat tekanan intravesical yang diteruskam ke ureter dari ginjal maka ginjal akan rusak dan terjadi gagal ginjal. hal ini disebabkan oleh menurunnya hambatan kortikal selama tidur dan juga menurunnya tonus spingter dan uretra. adanya kelainan lain seperti benjolan pada di dalam rektum dan tentu saja teraba prostat. hemoroid. sehingga vesica sering berkontraksi meskipun belum penuh. Anamnesis itu meliputi:  Keluhan yang dirasakan dan seberapa lama keluhan itu telah mengganggu  Riwayat penyakit lain dan penyakit pada saluran urogenitalia (pernah mengalami cedera. atau pem-bedahan)  Riwayat kesehatan secara umum dan keadaan fungsi seksual  Obat-obatan yang saat ini dikonsumsi yang dapat menimbulkan keluhan miksi  Tingkat kebugaran pasien yang mungkin diperlukan untuk tindakan pembedahan. Simptom obstruksi biasanya lebih disebabkan oleh karena prostat dengan volume besar. WHO dan AUA telah mengembangkan dan mensahkan prostate symptom score yang telah distandarisasi. Oleh karena selalu terdapat sisa urin dalam vesica maka dapat terbentuk batu endapan didalam vesica dan batu ini dapat menambah keluhan iritasi dan menimbulkan hematuri. Skor ini berguna untuk menilai dan memantau keadaan pasien BPH. Pemeriksaan colok dubur dapat memberikan gambaran tentang keadaan tonus spingter ani. Gejala iritatif yang sering dijumpai ialah bertambahnya frekuensi miksi yang biasanya lebih dirasakan pada malam hari. yang ternyata tidak selalu sesuai dengan besarnya volume prostat. Sering miksi pada malam hari disebut nocturia. maka tekanan intra abdomen dapat menjadi meningkat dan lama kelamaan akan menyebabkan terjadinya hernia. Pada perabaan prostat harus diperhatikan : Konsistensi prostat (pada hiperplasia prostat konsistensinya kenyal)  Adakah asimetris  Adakah nodul pada prostate . Apabila vesica menjadi dekompensasi maka akan terjadi retensi urin sehingga pada akhir miksi masih ditemukan sisa urin didalam vesica. Pemeriksaan fisik Pemeriksaan colok dubur atau Digital Rectal Eamination (DRE) sangat penting. infeksi. Salah satu pemandu yang tepat untuk mengarahkan dan menentukan adanya gejala obstruksi akibat pembesaran prostat adalah International Prostate Symptom Score (IPSS). retensi kronik dapat pula menyebabkan terjadinya infeksi sehingga terjadi systitis dan apabila terjadi refluk dapat terjadi juga pielonefritis.

kateterisasi.4-3. Transurethral Resection of the Prostate) Pertumbuhan volume kelenjar prostat dapat diprediksikan berdasarkan kadar PSA.  pemasangan kateter.5 ng/ml  50-59 tahun:0-3. Sedangkan pada batu prostat akan teraba krepitasi.5 ng/ml . keganasan prostat. sistoskopi. Transurethral Resection of the Prostate).3 mL/tahun19. Pada pasien BPH yang sudah mengalami retensi urine dan telah memakai kateter. pada retensi urine akut. Vesica urinaria dapat teraba apabila sudah terjadi retensi total. pada pemeriksaan urinalisis menunjukkan adanya kelainan. dan kadar PSA 3. ultrasonografi trasnrectal Transrectal Ultrasound). pemeriksaan urinalisis tidak banyak manfaatnya karena seringkali telah ada leukosituria maupun eritostiruria akibat pemasangan kateter c PSA (Prostate Spesific Antigen) Prostate Specific Antigen (PSA) merupakan suatu glikoprotein protease yang diproduksi dan disekresi oleh sel epitel prostat. Rentang kadar PSA yang dianggap normal berdasarkan usia adalah:  40-49 tahun: 0-2. Pada pemeriksaan abdomen ditemukan kandung kencing yang terisi penuh dan teraba masa kistus di daerah supra simfisis akibat retensio urin dan kadang terdapat nyeri tekan supra simfisis. yang merupakan tanda paling efektif untuk mengetahui adanya kanker prostat dan keadaanya meningkat pada BPH.1. lobus kanan dan kiri simetris dan tidak didapatkan nodul.9 ng/dl adalah 3. reseksi prostat transuretra (TURP. Peningkatan PSA juga sebagai dari akibat colok dubur (DRE = Digital Rectal Examination).7 mL/tahun. di antara-nya: karsinoma buli-buli in situ atau striktura uretra. Sedangkan pada carcinoma prostat. Jika kadar PSA tinggi berarti:  pertumbuhan volume prostat lebih cepat  keluhan akibat BPH/laju pancaran urine lebih jelek dan lebih mudah terjadinya retensi urine akut. dan kalau terdapat 3 kecurigaan adanya karsinoma bulibuli perlu dilakukan pemeriksaan sitologi urine. Ca atau hiperplasia prostat berat  Elektrolit  Blood urea nitrogen  Gula darah b Urin :  Kultur urin + sensitifitas test  Sedimen  Pemeriksaan urinalisis dapat mengungkapkan adanya leukosituria dan hematuria. fibrosis daerah uretra. Kadar PSA di dalam serum dapat mengalami peningkatan pada keradangan.3-9. BPH yang sudah menimbulkan komplikasi infeksi saluran kemih. sistoskopi.2 ng/dl sebesar 2. Pemeriksaan fisik apabila sudah terjadi kelainan pada traktus urinaria bagian atas kadang-kadang ginjal dapat teraba dan apabila sudah terjadi pnielonefritis akan disertai sakit pinggang dan nyeri ketok pada pinggang. Sesuai yang dikemukakan oleh Wijanarko et al (2003) bahwa serum PSA meningkat pada saat terjadi retensi urine akut dan kadarnya perlahanlahan menurun terutama setelah 72 jam dilakukan kateterisasi. biopsi jarum. Genitalia eksterna harus pula diperiksa untuk melihat adanya kemungkinan sebab yang lain yang dapat menyebabkan gangguan miksi seperti batu di fossa navikularis atau uretra anterior. sedangkan pada kadar PSA 1. biospsi jarum. reseksi prostat transuretra (TURP. dan usia yang makin tua. Pemeriksaan laboratorium a Darah :  Ureum dan Kreatinin normal  fungsi ginjal dan VU normal  tidak ada urolithiasis. batu buli-buli atau penyakit lain yang menimbulkan keluhan miksi. fimosis. konsistensi prostat keras dan atau teraba nodul dan diantara lobus prostat tidak simetris.3 ng/dl laju adalah 0.   Apakah batas atas dapat diraba Sulcus medianus prostate Adakah krepitasi Colok dubur pada hiperplasia prostat menunjukkan konsistensi prostat kenyal seperti meraba ujung hidung. ultrasonografi (Transrectal Ultrasound). setelah manipulasi pada prostat (biopsi prostat atau TURP). pemasangan kateter. bertambahnya umur dan retensi urin serta besarnya volume PSA disintesis oleh sel epitel prostat dan bersifat organ specific tetapi bukan cancer specific. Dikatakan oleh Roehrborn et al (2000) bahwa makin tinggi kadar PSA makin cepat laju pertumbuhan prostat. condiloma di daerah meatus. Untuk itu pada kecurigaan adanya infeksi saluran kemih perlu dilakukan pemeriksaan kultur urine.1 mL/tahun.2. Laju pertumbuhan volume prostat rata-rata setiap tahun pada kadar PSA 0. daerah inguinal harus mulai diperhatikan untuk mengetahui adanya hernia.

9% jika terdapat kelainan kadar kreatinin serum10. Sebagian besar petunjuk yang disusun di berbagai negara merekomendasikan pemeriksaan PSA sebagai salah satu pemeriksaan awal pada BPH. tes PSA sebaiknya dimulai sejak umur 40 tahun. atau divertikel kandung kemih juga dapat untuk menghetahui adanya metastasis ke tulang dari carsinoma prostat. Yang dapat mempengaruhi pemeriksaan IVP  Pasien yang tidak bisa diam  Masih terdapat fese. Oleh karena itu pemeriksaan faal ginjal ini berguna sebagai petunjuk perlu tidaknya melakukan pemeriksaan pencitraan pada saluran kemih bagian atas.  Untuk mengetahui adanya kelainan pada ginjal maupun ureter berupa hidroureter ataupun hidronefrosis serta penyulit yang terjadi pada buli – buli yaitu adanya trabekulasi. Gagal ginjal menyebabkan resiko terjadinya komplikasi pasca bedah (25%) lebih sering dibandingkan dengan tanpa disertai gagal ginjal (17%). dan mortalitas menjadi enam kali lebih banyak. Pemeriksaan pencitraan a Foto polos abdomen (BNO) Dari sini dapat diperoleh keterangan mengenai penyakit lain misalnya batu saluran kemih.3-30% dengan rata-rata 13. Oleh karena itu pada usia ini pemeriksaan PSA menjadi sangat penting guna mendeteksi kemungkinan adanya karsinoma prostat. tetapi kelompok usia BPH mempunyai resiko terjangkit karsinoma prostat. namun untuk pria yang memiliki riwayat penyakit kanker prostat atau orang keturunan Afrika-Amerika. Pemeriksaan PSA bersamaan dengan colok dubur lebih superior daripada pemeriksaan colok dubur saja dalam mendeteksi adanya karsinoma prostat. Tes PSA ini sebaiknya dilakukan setiap tahun sejak berumur 50 tahun. terlebih dahulu dilakukan penngujian subkutan atau intravena kontras (conray/ meglumineiothalamat 60%) jika pasien alergi terhadap kontras.5 ng/ml Meskipun BPH bukan merupakan penyebab timbulnya karsinoma prostat.5 ng/ml  70-79 tahun: 0-6. b Pielografi Intravena (IVP)  pembesaran prostat dapat dilihat sebagai lesi defek isian kontras (filling defect/indentasi prostat) pada dasar kandung kemih atau ujung distal ureter membelok keatas berbentuk seperti mata kail (hooked fish).6%.  foto setelah miksi dapat dilihat adanya residu urin   IVP memerlukan persiapan yaitu :  Malam sebeleum pemeriksaan diberi pencahar untuk membersihakan kolon dari feses yang menutupi daerah ginjal  Pasien tidak diberi cairan mulai dari jam 10 sebelum pemeriksaan  untuk mendapatkan kondisi dehidrasi Keesokan hari pasien diminta untuk berpuasa Sebelum pasien disuntukian urografin 60 mg%. Dikatakan bahwa gagal ginjal akibat BPH terjadi sebanyak 0. gas dalam kolon  Pasien belum lama melakukan tes enema barium tes untuk pemeriksaan kolon c Sistogram retrograd . Pemeriksaan fungsi ginjal Obstruksi infravesika akibat BPH menyebabkan gangguan pada traktus urinarius bawah ataupun bagian atas. maka IVP dibatalkan. Pasien LUTS yang diperiksa ultrasonografi didapatkan dilatasi sistem pelvikalises 0. divertikel atau sakulasi buli – buli.8% jika kadar kreatinin serum normal dan sebanyak 18. hidronefrosis. 60-69 tahun:0-4. meskipun dengan sarat yang berhubungan dengan usia pasien atau usia harapan hidup pasien.

d Transrektal Ultrasonografi (TRUS)  deteksi pembesaran prostat  mengukur volume residu urin e MRI atau CT jarang dilakukan Digunakan untuk melihat pembesaran prostat dan dengan bermacam – macam potongan f Uretrosistoskopi Pemeriksaan ini secara visual dapat mengetahui keadaan uretra prostatika dan buli-buli.Apabila penderita sudah dipasang kateter oleh karena retensi urin. atau karena poliuria akibat asupan air yang berlebih. maka sistogram retrograd dapat pula memberi gambaran indentasi.10. Pemeriksaan lain a Catatan harian miksi (voiding diaries) Voiding diaries saat ini dipakai secara luas untuk menilai fungsi traktus urinarius bagian bawah dengan reliabilitas dan validitas yang cukup baik. instabilitas detrusor akibat obstruksi infra-vesika. bisa menimbulkan komplikasi perdarahan. b Uroflowmetri Untuk mengukur laju pancaran urin miksi. obstruksi uretra dan leher buli-buli. dan divertikel bulibuli. Untuk membedakan kedua hal tersebut dilakukan pemeriksaan tekanan pancaran dengan menggunakan Abrams-Griffiths Nomogram. Pada obstruksi ringan. Jumlah residual urine ini pada orang normal adalah 0.09-2. Dengan cara ini maka sekaligus tekanan intravesica dan laju pancaran urin dapat diukur d Pemeriksaan Volume Residu Urin Residual urine atau post voiding residual urine (PVR) adalah sisa urine yang tertinggal di dalam buli-buli setelah miksi. Disamping itu pada kasus yang disertai dengan hematuria atau dugaan adanya karsinoma buli-buli sistoskopi sangat membantu dalam mencari lesi pada buli-buli. Semakin berat derajat obstruksi semakin lemah pancaran urin yang dihasilkan. trabekulasi buli-buli. Terlihat adanya pembesaran prostat. infeksi. Laju pancaran urin ditentukan oleh:  daya kontraksi otot detrusor  tekanan intravesica  resistensi uretra Angka normal laju pancaran urin ialah 12 ml/detik dengan puncak laju pancaran mendekati 20 ml/detik. Pencatatan miksi ini sangat berguna pada pasien yang mengeluh nokturia sebagai keluhan yang menonjol. Sebaiknya pencatatan dikerjakan 7 hari berturut-turut untuk mendapatkan hasil yang baik2. c Pemeriksaan Tekanan Pancaran (Pressure Flow Studies) / urodinamika Pancaran urin melemah yang diperoleh atas dasar pemeriksaan uroflowmetri tidak dapat membedakan apakah penyebabnya adalah obstruksi atau daya kontraksi otot detrusor yang melemah. namun Brown et al (2002) mendapatkan bahwa pencatatan selama 3-4 hari sudah cukup untuk menilai overaktivitas detrusor.53 mL. atau prostatektomi terbuka.24 mL dengan rata-rata 0. Sayangnya pemeriksaan ini tidak mengenakkan bagi pasien. batu buli-buli. . TURP. Uretrosistoskopi dikerjakan pada saat akan dilakukan tindakan pembedahan untuk menentukan perlunya dilakukan TUIP. cedera uretra. dan retensi urine sehingga tidak dianjurkan sebagai pemeriksaan rutin pada BPH. selule. laju pancaran melemah menjadi 6 – 8 ml/detik dengan puncaknya sekitar 11 – 15 ml/detik. Selain itu sesaat sebelum dilakukan sistoskopi diukur volume residual urine pasca miksi. Dengan mencatat kapan dan berapa jumlah asupan cairan yang dikonsumsi serta kapan dan berapa jumlah urine yang dikemihkan dapat diketahui seorang pasien menderita nokturia idiopatik.

demikian pula pada volume residual urine lebih 350 ml seringkali telah terjadi disfungsi pada buli-buli sehingga terapi medikamentosa biasanya tidak akan memberikan hasil yang memuaskan. yaitu dengan melakukan pengukuran langsung sisa urine melalui kateterisasi uretra setelah pasien berkemih. sehingga perlu dilakukan pembedahan. pemeriksaan PVR dikerjakan lebih dari satu kali dan sebaiknya dikerjakan melalui melalui USG transabdominal. Terbukti dapat memperbaiki gejala BPH. menurunkan keluhan BPH yang mengganggu. dapat menimbulkan cedera uretra. namun ternyata peningkatan volume residual urine tidak selalu menunjukkan beratnya gangguan pancaran urine atau beratnya obstruksi. Diabsorpsi baik secara oral. Antagonis Reseptor Adrenergik Alfa Prototipenya prazosin. yaitu seorang pasien yang diukur residual urinenya pada waktu yang berlainan pada hari yang sama maupun pada hari yang berbeda. disebabkan oleh : a kelainan neurologik b neuropati perifer c diabetes mellitus d alkoholisme e farmakologik (obat penenang. Kandung kemih neuropati. Namun.Tujuh puluh delapan persen pria normal mempunyai residual urine kurang dari 5 mL dan semua pria normal mempunyai residu urine tidak lebih dari 12 mL. menunjukkan perbedaan volume residual urine yang cukup bermakna. Hal ini diperkuat oleh pernyataan Prasetyawan dan Sumardi (2003). Beberapa negara terutama di Eropa merekomendasikan pemeriksaan PVR sebagai bagian dari pemeriksaan awal pada BPH dan untuk memonitor setelah watchful waiting. Watchful waiting biasanya akan gagal jika terdapat residual urine yang cukup banyak. Pengukuran melalui kateterisasi ini lebih akurat dibandingkan dengan USG. Karena variasi intraindividual yang cukup tinggi. meningkatkan kualitas hidup dan meningkatkan pancaran urin. penghambat alfa dan parasimpatolitik) 3. yaitu dengan mengukur sisa urine melalui USG atau bladder scan.Kekakuan leher kandung kemih : a fibrosis 5. volume residual urine mempunyai variasi individual yang cukup tinggi. Diagnosis Banding 1. hingga terjadi bakteriemia. bagaimanapun adanya residu uirne menunjukkan telah terjadi gangguan miksi. Kelemahan detrusor kandung kemih a kelainan medula spinalis b neuropatia diabetes mellitus c pasca bedah radikal di pelvis d farmakologik 2. sehingga menurunkan resistensi tonus leher vesika urinaria dan uretra. Variasi perbedaan volume residual urine ini tampak nyata pada residual urine yang cukup banyak (>150 ml).Resistensi uretra yang meningkat disebabkan oleh : a hiperplasia prostat jinak atau ganas b kelainan yang menyumbatkan uretra c uretralitiasis d uretritis akut atau kronik e striktur uretra f Prostatitis akut atau kronis Tatalaksana danPencegahan Dalam praktek pembagian besar prostat derajat 1 . tetapi tidak mengenakkan bagi pasien. Efek samping utamanya hipotensi postural.Obstruksi fungsional : a dis-sinergi detrusor-sfingter terganggunya koordinasi antara kontraksi detrusor dengan relaksasi sfingter b ketidakstabilan detrusor 4. Derajat 1 Diberikan pengobatan konservatif. sedangkan volume residual urine yang tidak terlalu banyak (<120 ml) hasil pengukuran dari waktu ke waktu hampir sama. Pemeriksaan residual urine dapat dilakukan secara invasif. menimbulkan infeksi saluran kemih. Fungsinya menghambat kontraksi otot polos prostat. maupun non invasif. bahwa volume residual urine tidak dapat menerangkan adanya obstruksi saluran kemih. dan pusing.4 digunakan untuk menentukan cara penanganan. Dahulu para ahli urologi beranggapan bahwa volume residual urine yang meningkat menandakan adanya obstruksi. Pengukuran dengan cara apapun. Waktu paruh 2-3 jam. .

Suprapubic transvesica/TVP (Freyer) . pada bab ini hanya akan dibahas tentang penatalaksanaan secara operatif saja yang terbagi dalam prostatektomi terbuka dan prostatektomi endourologi.Transperineal b Endourologi . ginekomastia dan bercak-bercak kemerahan dikulit. TUBD biasanya memberikan perbaikan sementara.Tidak ada indikasi absolut. kemudian terapi definitif dengan TUR atau pembedahan terbuka. Cara ini disebut Trans Urethral Microwave Thermotherapy (TUMT). Uretra didaerah prostat juga dapat didilatasi dengan balon yang dikembangkan didalamnya (Trans Urethral Balloon Dilatation = TUBD). Efek sampingnya impotensi.Dapat memotong pleksus santorini .Trans urethral resection (TUR) . sebaiknya dilakukan pembedahan terbuka. Keuntungan tehnik ini adalah dapat sekaligus mengangkat batu pada vesika urinaria atau divertelektomi apabila divertikulum cukup besar. Biasanya dianjurkan reseksi endoskopik melalui uretra ( transurethral resection = TUR ).Perdarahan lebih mudah dirawat .Retropubic infravesika (Terence millin) . A. dapat diusahakan pengobatan konservatif.Dapat untuk memperbaiki segala jenis obstruksi leher buli . dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk melengkapi diagnosis.Pemakaian dosis yang semakin tinggi memiliki efektifitas yg semakin tinggi pula namun menimbulkan peningkatan komplikasi kardiovaskular. retropubik. Hal ini dapat dicapai dengan cara medikamentosa. Prostatektomi terbuka a. Indikasinya jika volume prostat > 40cm3. dengan alat bedah baku. Derajat 3 Dapat dilakukan reseksi endoskopi. atau perineal. baik untuk adenoma yang besar pada subservikal . Kadang pada derajat 2 dapat dicoba pengobatan konservatif. Apabila diperkirakan prostat sudah cukup besar sehingga reseksi tidak akan selesai dalam 1 jam. Penderita yang keadaan umumnya tidak memungkinkan dilakukan pembedahan. Retropubic infravesica (Terence Millin) Keuntungan : . pembedahan.Langsung melihat fossa prostat . tapi dapat dikerjakan tanpa memerlukan alat endoskopi khusus.Dapat terjadi osteitis pubis .Trans urethral incision of prostate (TUIP) . Pengobatan lain yg invasif minimal adalah pemanasan prostat dengan gelombang mikro yang disalurkan ke kelenjar prostat melalui antena yang dipasang pada ujung kateter. Fungsinya menghambat pembentukan dihidrotestosteron (DHT) dari testosteron yang dikatalisis oleh enzim 5-alfa-reduktase didalam sel sel prosat. atau tindakan endourologi yang kurang invasif. Mortalitasnya 1% dan morbiditasnya sekitar 8%. 1 Operatif a Prostatektomi terbuka . Pada penanggulangan invasif lainnya yaitu Trans Urethral Ultrasound guided Laser Induced Prostatectomy (TULIP). Derajat 2 Biasanya merupakan indikasi untuk melakukan pembedahan.Mudah berdarah .Tanpa membuka vesika sehingga pemasangan kateter tidak perlu selama bila membuka vesika Kerugian : . Mengenai penatalaksanaan konservatif non operatif akan dibahas pada bab tersendiri.Tidak dapat dipakai kalau diperlukan tindakan lain yang harus dikerjakan dari dalam vesika . Kekurangannya dari cara pembedahan TUR adalah morbiditasnya lebih lama. Pembedahan terbuka dapat dilakukan secara transvesikal. penurunan libido. Derajat 4 Tindakan pertama yang harus dilakukan adalah membebaskan penderita dari retensi urin total dengan memasang kateter atau sistostomi. Setelah itu.Tidak bisa untuk BPH dengan penyulit intravesikal . Inhibitor 5 Alfa Reduktase Biasanya dipakai finasteride.Mortaliti rate rendah .Pembedahan dengan laser (Laser Prostatectomy)  Trans urethral ultrasound guided laser induced prostatectomy (TULIP)  Trans urethral evaporation of prostate (TUEP)  Teknik koagulasi Tujuan terapi pada pasien hiperplasia prostat adalah menghilangkan obstruksi pada leher buli-buli.

Mortality rate 1 -5 % Komplikasi : .Merusak diagframa urogenital B.Epididimo orchitis . Jaringan yang direseksi hampir seluruhnya terdiri dari jaringan kelenjar sentralis.Dapat langssung pada fossa prostat .Inkontinensia .Sulit pada orang gemuk .Recurent (10 – 20%) .Sulit untuk kontrol perdarahan .Baik untuk kelenjar besar . Reseksi kelenjar prostat dilakukan trans-uretra dengan mempergunakan cairan irigan (pembilas) agar supaya daerah yang akan direseksi tetap terang dan tidak tertutup oleh darah.Merusak mukosa kulit .Ejakulasi retrograde .Bisa terkena rektum . Hasil terbaik diperoleh pasien yang sungguh membutuhkan tindakan bedah.Komplikasi : Perdarahan Infeksi Osteitis pubis Trombosis a Suprapubic Transvesica/TVP (Freeyer) Keuntungan : .Impotensi .Perdarahan hebat .Inkontinensia (<1%) . efektif dan berhasil guna.Deep venous trombosis b Transperineal Keuntungan : .Striktura post operasi (uretra anterior 2 – 5 %.Operasi banyak dipergunakan pada hiperplasia prostat dengan penyulit : 1 Batu buli 2 Batu ureter distal 3 Divertikel 4 Uretrokel 5 Adanya sistsostomi 6 Retropubik sulit karena kelainan os pubis . Untuk keperluan tersebut. Evaluasi ini berperan selektif dalam penentuan perlu tidaknya dilakukan TUR.Impotensi . Prostatektomi Endourologi a Trans urethral resection (TUR) Yaitu reseksi endoskopik malalui uretra. evaluasi urodinamik sangat berguna untuk membedakan pasien dengan obstruksi dari pasien non-obstruksi. Suatu penelitian menyebutkan bahwa hasil obyektif TUR meningkat dari 72% menjadi 88% dengan mengikutsertakan evaluasi urodinamik pada penilaian pra-bedah dari 152 pasien. Mortalitas TUR sekitar 1% dan morbiditas sekitar 8%. bisa terjadi ejakulasi retrograd dan pada sebagaian kecil dapat mengalami impotensi.Perdarahan .Banyak dikerjakan untuk semua jenis pembesaran prostat . Cairan yang dipergunakan adalah - . Saat ini tindakan TURP merupakan tindakan operasi paling banyak dikerjakan di seluruh dunia.Mudah untuk pinggul sempit .Pembuluh darah tampak lebih jelas .Carcinoma .Fimosis . Metode ini cukup aman. bladder neck stenosis 4%) .Langsung biopsi untuk karsinoma Kerugian : . Jaringan perifer ditinggalkan bersama kapsulnya.Kerusakan spingter eksterna minimal Kerugian : .Memerlukan pemakain kateter lebih lama sampai luka pada dinding vesica sembuh .

antara lain adalah cairan glisin .99%. kesadaran somnolen.Resiko merusak uretra . sedang pengobatan dengan TUMT dan TURF belum dapat memberikan hasil yang sebaik dengan operasi maka dicoba cara operasi yang dapat dilakukan hampir tanpa perdarahan. Terapi ini juga dilakukan secara endoskopik yaitu dengan menyayat memakai alat seperti yangg dipakai pada TUR P tetapi memakai alat pemotong yang menyerupai alat penggaruk.Alat mahal .Tehnik sulit . Salah satu kerugian dari aquades adalah sifatnya yang hipotonik sehingga cairan ini dapat masuk ke sirkulasi sistemik melalui pembuluh darah vena yang terbuka pada saat reseksi. yang kemudian masih akan diikuti efek ablasi ikutan yang kan menyebabkan “laser nekrosis” lebih dalam setelah 4-24 minggu sehingga hasil akhir nanti akan terjadi rongga didalam prostat menyerupai rongga yang terjadi sehabis TUR. kiri dan medius). sayatan dimulai dari dekat muara ureter sampai dekat ke verumontanum dan harus cukup dalam sampai tampak kapsul prostat. Di dalam penatalaksanaan terapi hiperplasia prostat ini terdapat istilah terapi .Luka incisi tidak ada . Jika tidak segera diatasi.Prostat fibrous mudah diangkat .Perdarahan mudah dilihat dan dikontrol Kerugian : . Waktu yang diperlukan untuk melaser prostat biasanya sekitar 2-4 menit untuk masing-masing lobus prostat (lobus lateralis kanan. yang dimaksudkan agar tidak terjadi hantaran listrik pada saat operasi. Kelebihan dari metode ini adalah lebih cepat daripada TUR dan menurunnya kejadian ejakulasi retrograde dibandingkan dengan cara TUR. tetapi ukuran prostatnya mendekati normal. Pada hiperplasia prostat yang tidak begitu besar dan pada pasien yang umurnya masih muda umumnya dilakukan metode tersebut atau incisi leher buli-buli atau bladder neck incision (BNI) pada jam 5 dan 7. Kelebihan air dapat menyebabkan terjadinya hiponatremia relatif atau gejala intoksikasi air atau dikenal dengan sindroma TUR P.berupa larutan non ionik.Morbiditas dan mortalitas rendah . membatasi jangka waktu operasi tidak melebihi 1 jam.Intoksikasi cairan . c Pembedahan dengan laser (Laser prostatectomy) Oleh karena cara operatif (operasi terbuka atau TURP) untuk mengangkat prostat yang membesar merupakan operasi yang berdarah.Trauma spingter eksterna dan trigonum . dan terdapat bradikardi.Ketrampilan khusus b Trans Urethral Incision of Prostate (TUIP) Metode ini di indikasikan untuk pasien dengan gejala obstruktif. tekanan darah meningkat.Tidak dianjurkan untuk BPH yang besar . nyaman dan bahkan lebih ekonomis. Angka mortalitas sindroma TURP ini adalah sebesar 0. Cairan yang sering dipakai dan harganya cukup murah adalah H2O steril (aquades). Karena itu untuk mengurangi timbulnya sindroma TURP dipakai cairan non ionik yang lain tetapi harganya lebih mahal daripada aquades. dan memasang sistostomi suprapubik untuk mengurangi tekanan air pada buli-buli selama reseksi prostat. pasien akan mengalami edema otak yang akhirnya jatuh dalam keadaan koma dan meninggal. sehingga uretra pars prostatika akan segera akan menjadi lebih lebar. Didorong oleh faktor biaya dan morbiditas post operatif yang tidak nyaman maka terus dicari pendekatan yang lebih aman. Sindroma ini ditandai dengan pasien yang mulai gelisah. Keuntungan bedah laser ialah : 1 Tidak menyebabkan perdarahan sehingga tidak mungkin terjadi retensi akibat bekuan darah dan tidak memerlukan transfusi 2 Teknik lebih sederhana 3 Waktu operasi lebih cepat 4 Lama tinggal di rumah sakit lebih singkat 5 Tidak memerlukan terapi antikoagulan 6 Resiko impotensi tidak ada 7 Resiko ejakulasi retrograd minimal Kerugian : Penggunaan laser ini masih memerlukan anestesi (regional) Non operatif Sampai dengan tahun 1980-an kasus-kasus BPH selalu diatasi dengan operasi. Pada waktu ablasi akan ditemukan pop corn effect sehingga tampak melalui sistoskop terjadi ablasi pada permukaan prostat. Keuntungan : .Lama perawatan lebih pendek .

Dikatakan dengan memanaskan kelenjar periuretral yang membesar ini dengan gelombang mikro (microwave) yaitu dengan gelombang ultarasonik atau gelombang radio kapasitif akan terjadi vakuolisasi dan nekrosis jaringan prostat. yaitu : 1 Observasi (Watchful waiting) Tidak semua pasien hiperplasia prostat perlu menjalani tindakan medik. obat ini mempunyai efek positif segera terhadap keluhan. selain itu juga akan menurunkan tonus otot polos dan kapsul prostat sehingga tekanan uretra menurun sehingga obstruksi berkurang. Pengobatan dengan penghambat alpha ini pertama kali dilakukan oleh Caine dan kawan-kawan yang dilaporkan pada tahun 1976. rematik. Episode serangan biasanya cepat teratasi. a Saw Palmetto Berry (SPB) b Pumpkin seeds (Cucurbitae peponis semen) c Hormonal 3. gangguan metabolisme. Dengan pengobatan secara ini ditemukan perbaikan sekitar 30-70% pada symptom skore dan kirakira 50% pada flow rate. Di Jerman 90% kasus BPH di terapi dengan Serenoa repens tunggal atau kombinasi. 2 Medikamentosa a Penghambat adrenergik  Seperti kita ketahui persyarafan trigonum leher vesika. Namun secara empirik. diantaranya yang terkenal adalah Serenoa repens atau Saw Palmetto dan Pumpkin seeds yang digunakan untuk pengobatan BPH. DM. Penelitian terakhir di Amerika Serikat menyebutkan bahwa Doxazosin terbukti efektif dalam pengobatan hiperplasia prostat jangka panjang pada pasien hipertensi dan normotensi. Invasif Minimal a Trans Urethral Microwave Thermotherapy (TUMT) Cara memanaskan prostat sampai 44. terutama alpha 1 adrenergik bloker maka tonus leher vesika. Banyak pula yang belum bisa dituntaskan pengobatannya. demensia. palpitasi.5C – 47C ini mulai diperkenalkan dalam tiga tahun terakhir ini. Tidak semua penyakit dapat diobati secara tuntas dengan kemoterapi ini. Disebut demikian karena berasal dari tumbuhan. terutama mengandung reseptor alpha. Kelompok obat ini juga disebut dengan “obat modern”. dll. Jadi kelompok obat penghambat adrenoreseptor alpha ini hanya dapat digunakan untuk jangka pendek dan akan lebih fungsional pada terapi tahap awal. Tetapi kelompok obat ini tidak dapat digunakan berkepanjangan karena efek samping obat ini berupa hipotensi ortostatik. Kelompok terapi ini disebut Fitoterapi. Terapi konservatif ini masih terbagi lagi ke dalam berbagai kelompok. astenia vertigo dan lain-lain yang sangat mengganggu kualitas hidup kecuali bagi penderita hipertensi. dan di negara-negara Eropa dan Amerika pemakaiannya terus meningkat dengan cepat. sedang phenoxy benzanmine meskipun lebih kuat tetapi tidak selektif untuk reseptor alpha 1 dan alpha 2. Contoh obatnya adalah Phenoxy benzanmine (Dibenyline) dosis 2x10 mg/hari. HIV. dan penuaan yang belum ada obatnya seperti: kanker. Sehingga diperlukan terapi komplementer atau alternatif. otot polos prostat dan kapsul prostat terutama oleh serabut-serabut saraf simpatis. Untuk penderita yang oleh karena keadaan umumnya tidak memungkinkan dilakukan operasi dapat diusahakan pengobatan konservatif. Prinsip cara ini ialah memasang kateter semacam Foley dimana proximal dari balon dipasang antene pemanas yang baru dipanaskan dengan . Banyak penyakit kronis.konservatif yang merupakan terapi non operatif. Diantara sekian banyak fitoterapi yang sudah masuk pasaran. Termasuk ini adalah: BPH. manfaat sudah lama tercatat dan semakin diakui. Bila serangan prostatismus memuncak menjurus kepada retensio urin ini adalah pertanda bahwa tonus otot polos prostat meningkat atau berkontraksi sehingga pemberian obat ini adalah sangat rasional. degeneratif. Tetapi diantara mereka akhirnya ada yang membutuhkan terapi medikamentosa atau tindakan medik yang lain karena keluhannya semakin parah. Bila respon dari pengobatan ini baik maka ini merupakan indikator untuk masuk kedalam tahap perawatan “Watch and wait”. Prazosine diketahui lebih selektif sebagai alpha 1 adrenergik bloker. hepatitis. Kadang-kadang mereka yang mengeluh pada saluran kemih bagian bawah (LUTS) ringan dapat sembuh sendiri dengan observasi ketat tanpa mendapatkan terapi apapun. tetapi tidak mempengaruhi proses hiperplasia prostat sedikitpun. obat lain selain itu adalah Terazosin dosis 1 mg/hari. Tamzulosin dan Doxazosin. otot polos prostat dan kapsul prostat akan berkurang. terutama Serenoa repens semakin diterima pemakaiannya dalam upaya pengendalian prosatisme BPH dalam kontek “watchfull waiting strategy”. Keduanya. sehingga sehingga menghasilkan peningkatan laju pancaran urin dan memperbaiki gejala miksi. dan sekarang ditakutkan phenoxy benzanmine bersifat karsinogenik. Sekarang telah tersedia obat yang lebih selektif untuk alpha 1 adrenergik bloker yaitu Prazosine. hipertensi. Bahan aktifnya belum diketahui dengan pasti. jadi dengan pemberian obat golongan alpha adrenergik bloker. b Fitoterapi Kelompok kemoterapi pada umumnya telah mempunyai informasi farmakokinetik dan farmakodinamik terstandar secara konvensional dan universal. dosisnya adalah 1-5 mg/hari. dll. masih memerlukan penelitian yang panjang.

Joachus Burhenne yang mula-mula mencoba pada anjing dan cadaver. Keuntungan lain oleh karena kateter yang ada alat pemanasnya mempunyai lumen sehingga pemanasan bisa lebih lama. Pertama kali dikerjakan oleh Hollingworth 1910 dan Franck 1930. TUBD ini biasanya memberikan perbaikan yang bersifat sementara. Kemudian setelah balon dikempeskan kembali kateter dilepaskan dengan menggunakan guide wire dan kateter dilepas memutar kebalikan dari arah jarum jam sementara dapat dipasang cystostomi dengan trocard.7.gelombang mikro melalui kabel kecil yang berada didalam kateter. panjang uretra pars prostatika diukur dengan USG dan kemudian dipilih alat yang panjangnya sesuai. Dengan proses pendindingan ini memang mucosa tidak rusak tetapi penetrasi juga berkurang. Oleh karena temperatur pada antene akan tinggi maka perlu dilengkapi dengan surface costing agar tidak merusak mucosa ureter. hanya saja kateter tersebut dipasang pada uretra pars prostatika. Balon mempunyai diameter 30 mm kemudian dengan alat dikembangkan sampai 4 atm yang sama dengan 58.L. Stents ini digunakan sebagai protesis indwelling permanen yang ditempatkan dengan bantuan endoskopi atau bimbingan pencitraan.2. Cara ini mempunyai prospek yang baik guna mencapai tujuan untuk menghasilkan prosedur dengan perdarahan minimal. 2.8 psi atau 3040 mmHg dan kaliber uretra menjadi 30 mm atau 90 F.7. Paulsen).00 dengan jalan melalui operasi terbuka (transvesikal). Cara pengobatan hypertermia ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut mengenai cara kerja dasar klinikal.8 b Trans Urethral Ballon Dilatation (TUBD) Dilatasi uretra pars prostatika dengan balon ini mula-mula dikerjakan dengan jalan melakukan commisurotomi prostat pada jam 12. A.8 c Trans Urethral Needle Ablation (TUNA) Yaitu dengan menggunakan gelombang radio frekuensi tinggi untuk menghasilkan ablasi termal pada prostat. Konsep dilatasi dengan balon ini ialah mengusahakan agar uretra pars prostatika menjadi lebar melalui mekanisme: 1 Prostat di tekan menjadi dehidrasi sehingga lumen uretra melebar 2 Kapsul prostat diregangkan 3 Tonus otot polos prostat dihilangkan dengan penekanan tersebut 4 Reseptor alpha adrenergic pada leher vesika dan uretra pars prostatika dirusak Prosedur ini meskipun bisa dilakukan dengan anestesi topikal. Mekanisme yang pasti mengenai efek pemanasan prostat ini belum semuanya jelas. misalnya Porges Urospiral (Parker dkk. Bentuk stent ada yang spiral dibuat dari logam bercampur emas yang dipasang diujung kateter (Prostacath). yang merupakan alternatif sementara apabila kondisi penderita belum memungkinkan untuk mendapatkan terapi yang lebih invasif.7.) atau Wallstent (Nording.47C selama 3 jam (TURF). . Pondok Indah pada 112 kasus yang diobati dengan cara ini didapatkan hasil : perbaikan “symptom score” pada 79 penderita (75%) dan perbaikan pada sisa kencing pada 62 penderita (60%) tetapi perbaikan pada maximal flow rate hanya ditemukan pada 55 penderita (50%). Tetapi sebenarnya pelopor penggunaan balon adalah H. akhirnya dicoba di klinik. Pemanasan dilakukan antara 1-3 jam. efektifitasnya serta side efek yang mungkin timbul. Castaneda bersama-sama Reddy dan Hulbert kemudian menyempurnakan tehnik Burhenne tersebut. tidak invasif dan mekanisme ejakulasi dapat dipertahankan. Kemudian Deisting 1956 melakukan dengan dilator transuretral. Di Jakarta telah tersedia dua macam alat yaitu Prostatron yang menggunakan gelombang mikro dan dipanaskan selama satu jam. Cara ini disebut dengan Trans Urethral Microwave Treatment (TUMT). lalu alat tersebut dimasukkan dengan kateter pendorong dan bila letak sudah benar di uretra pars prostatika maka spiral tersebut dapat dilepas dari kateter pendorong. Akhir-akhir ini dikembangkan juga stent yang dapat dipertahankan lebih lama. salah satu teori yang masih harus dibuktikan ialah bahwa dengan pemanasan akan terjadi perusakan pada reseptor alpha yang berada pada leher vesika dan prostat.8 d Stent Urethra Pada hakekatnya cara ini sama dengan memasang kateter uretra. dan selama pemanasan urine tetap dapat mengalir keluar.5C .2. Dengan cara pengobatan ini dengan mempergunakan alat THERMEX II diperoleh hasil perbaikan kira-kira 70-80% pada symptom obyektif dan kira-kira 50-60% perbaikan pada flow rate maksimal. Pemasangan stent ini merupakan cara mengatasi obstruksi infravesikal yang juga kurang invasif. Untuk memasangnya. sebaiknya dilakukan dengan narkose. Cara kerja TUMT ialah antene yang berada pada kateter dapat memancarkan microwave kedalam jaringan prostat. Sedangkan alat yang lain menggunakan radio capacitive frequency yang dapat memanaskan prostat sampai 44. Cara TURF (trans Uretral Radio Capacitive Frequency) memancarkan gelombang “radio frequency” yang panjang gelombangnya lebih besar daripada tebalnya prostat juga arah dari gelombang radio frequency dapat diarahkan oleh elektrode yang ditempel diluar (pada pangkal paha) sehingga efek panasnya dapat menetrasi sampai lapisan yang dalam. Pengobatan di RS.

pasien berusaha untuk mengkontraksikan otot sampai alirannya melambat atau terhenti. kemudian lepaskan lagi. pengobatan BPH sudah tidak efektif lagi. Antihistamin seperti diphenhydramine. Umumnya prognosis lebih bagus dengan pengobatan untuk retensi urine. dapat menghambat aliran urin juga. Latihan yang baik 5-15 kali kontraksi. Penderita BPH sebaiknya menghindari obat flu atau obat alergi yang mengandung dekongestan. BPH memiliki prognosis buruk karena dapat berkembang menjadi kanker prostat. Penderita yang mempunyai keluhan pada BPH sering membutuhkan pengobatan. Prognosis Lebih dari 90% pasien mengalami perbaikan sebagian atau perbaikan dari gejala yang dialami. . Beberapa kasus BPH dapat menyebabkan masalah serius di sepanjang waktu. Jika obstruksi keparahannya lebih dari tiga minggu maka akan lebih dari 50% fungsi ginjal hilang.Bentuk lain ialah adanya mesh dari logam yang juga dipasang di uretra pars prostatika dengan kateter pendorong dan kemudian didilatasi dengan balon sampai mesh logam tersebut melekat pada dinding uretra. hidroureter. Prognosis yang lebih buruk ketika obstruksi komplikasi disertai dengan infeksi. masing-masing ditahan sekitar 10 detik. Bila BPH dapat dideteksi lebih dini akan bisa mencegah komplikasi yang lebih lanjut. Meskipun demikian. 3-5 kali sehari. meskipun tidak kebelet. Retensi urin dan tekanan pada buli-buli mengakibatkan terjadinya infeksi saluran kemih. Komplikasi      Dekompresi prostat : retensi urin sehingga pada akhir miksi ditemukan sisa urin di dalam kandung kemih dan timbul rasa tak tuntas pada akhir miksi Refluks vesiko-ureter . Ada beberapa bukti ilmiah bahwa teh hijau yang mengandung flavonoids. beberapa peneliti mempertanyakan apakah pengobatan dini dibutuhkan pada beberapa kasus BPH yang ringan. Jika keparahan obstruksi diperiksa dalam dua minggu. Jika kerusakan buli-buli sudah permanen. inkontinensia urine (ketidakmampuan mengontrol urine). hidronefrosis dan gagal ginjal : akibat retensi kronik Infeksi Hernia atau hemoroid : karena penderita harus selalu mengedan Bahu endapan di kandung kemih : karena terdapat sisa urin. akan membantu mencegah kebocoran urin. lama dan kerapatan retensi.  Latihan KEGEL Latihan Kegel atau otot dasar panggul. Sekitar 1020% akan mengalami kekambuhan penyumbatan dalam lima tahun. Jadi menjaga tetap hangat dan latihan (olahraga) akan sangat berguna. Menurut Birowo dan Rahardjo prognosis BPH adalah:     Tergantung dari lokasi. Kelangsungan hidup Pada umumnya prognosis penyakit ini baik jika diobati dengan cepat dan tepat. Selain itu para pria harus meluangkan waku untuk berkemih saat mulai terasa. batu buli-buli. dapat pula menyebabkan sistitis dan bila terjadi refluks dapat terjadi pielonefritis. suatu zat kimia yang mungkin baik untuk prostat. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa pengobatan dini mungkin tidak dibutuhkan karena keluhan-keluhan penderita bisa hilang sendiri tanpa pengobatan pada kasus BPH ringan. Keparahan obstruksi yang lamanya 7 hari dapat menyebabkan kerusakan ginjal. maka akan diketahui sejauh mana tingkat keparahannya. kerusakan ginjal. Pencegahan  Aktivitas sehari-hari Immobilisasi (kurang aktivitas) dan udara dingin dapat meningkatkan risiko retensi urin.  Menghindari obat-obatan yang memperburuk gejala. Apabila tidak segera ditindak. mereka menyarankan untuk melakukan check up untuk memantau perkembangan dini. kopi dan mengurangi minum setelah makan malam untuk mengurangi nokturia (kencing malam hari). Tetapi. Latihan ini akan memperkuat otot dasar panggul yang menyokong kandung kemih dan menutup sfingter (lubang). maka dibutuhkan segera pengobatan. Saat berkemih. Menambah keluhan iritasi dan menimbulkan hematuria. seperti pseudoefedrin.  Faktor Diet Menghindari alkohol. Jika kondisi ini berlanjut ke hal yang bisa membahayakan pasien.

maka tidak berdosa. melihat kemaluan pasien lawan jenis diperbolehkan dalam kondisi darurat. jika tidak ia bias mati. jika diobati dengan cepat dan tepat. Meskipun akan menimbulkan jaringan parut. hendaknya pasien perempuan ditemani oleh muhrimnya. Rukhsah adalah keringanan bagi manusia mukalaf dalam melakukan ketentuan Allah SWT pada keadaan tertentu karena ada kesulitan. mencret yang kontinyu dan penyakit lain yang serupa. jaringan yang membesar akan dibuang sehingga hanya akan meninggalkan jaringan yang sehat pada tubuh penderita. boleh hukumnya berobat ke dokter tersebut. Maliki misalnya.  Sebab membolehkan Rukhsah : 1 Karena terpaksa atau karena suatu kebutuhan. Kerena haramnya makan harta orang lain selalu ada pada hukum azimah.  Salisul Baul Penyakit yang menyebabkan keluarnya air kencing secara kontinyu. . menurut mazhab lain.  Rukhshah Isqath Jika seseorang diwajibkan melaksanakan rukhshah tersebut lantaran hukum azimah telah gugur. 3 Untuk kepentingan orang banyak dan menghasilkan kebutuhan hidupnya. suatu kebolehan melakukan pengecualian dari perinsip umum karena kebutuhan atau Al-Hajat. keluhan yang dirasakan penderita bisa muncul lagi. seperti dikhawatirkan kondisi pasien memburuk atau munculnya penyakit yang di luar prediksi. Membrana basalis masih utuh. Pada saat yang sama. Menurut ulama Hanafi. para ulama memberlakukan beberapa syarat pengobatan oleh lawan jenis. Oleh karena itu. Syarat ketiga. Menurut mazhab Syafi’i. PANDANGAN ISLAM TERHADAP PEMERIKSAAN KELAINAN SALURAN KEMIH PADA LAKI-LAKI Pemeriksaan kelainan pada saluran kemih laki-laki termasuk rukhsah.hingga ia mati . sekret yang granuler dan kadang-kadang corpora arnylacea (hyaline concretion). Lantaran kondisi terpaksa. Sedangkan. Secara umum. atau memang ada dokter hanya saja tidak memiliki kompetensi menangani penyakit tersebut. Dalam stroma sering ditemukan infiltrasi sel limfosit. bila keahlian dan kemampuan dokter non-Muslim lebih baik dibandingkan dokter Muslim. tidak terdapat dokter dari golongan yang sama.  Rukhshah Tarfih Jika hukum rukhsah dan hukum azimah masih dapat dilakukan semuanya. 2 Karena ada uzur atau halangan yang menyulitkan. saat pemeriksaan atau pengobatan. Syarat yang kelima. tetap diperbolehkan berobat pada lawan jenis.Kelangsungan organ Pada BPH terjadi penambahan jumlah kelenjar dan sering terbentuk kista-kista yang dilapisi oleh epitel silindris atau kubis dan pada beberapa tempat membentuk papil¬a-papila ke dalam lumen. hal ini masih bisa diperbaiki. Perubahan yang terjadi masih bersifat irreversible. Jika ia bersabar dan tidak makan harta orang. hendaknya dokter yang bersangkutan seorang Muslim selama masih terdapat dokter Muslim yang mumpuni. diperlukan penangan operasi. Misal : Wajib makan bangkai dalam keadaan terpaksa. baik terbebas dari fitnah maupun tidak. Syarat ini hanya dikemukakan oleh sebagian ulama mazhab Syafi’i. darah istihadhah.  Alasan diperbolehkan Rukhsah : 1 Bukan bertujuan untuk berlaku zalim atau berbuat dosa atau meringan-ringankan sesuatu yang sudah ringan. dikhawatirkan penyakit akan lebih parah ataupun terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bila tidak segera ditangani sekalipun oleh lawan jenis. sebagaimana syarat yang berlaku di mazhab Hanafi. Syarat pertama ialah tidak didapati dokter dari golongan yang sama. Pada operasi. baik perempuan maupun laki-laki. keterpaksaan atau Ad-darurat. 2 Untuk sekedar menghilangkan kesulitan dan menghendaki keringanan sampai kita menemukan kelapangan sesudahnya. atau keluar angin atau kentut secara kontinyu. Syarat kedua. syarat tersebut tidak berlaku. Syarat yang keempat ialah terbebas dari potensi munculnya fitnah. Terkadang pula. kadang-kadang terjadi penambahan kelenjar kecil-kecil sehingga menyerupai adenokarsinoma. Misal : Memakan harta orang lain ketika sangat lapar masih dapat dilaksanakan hukum azimah. Oleh karena itu. baik pria maupun wanita. Di dalam lumen sering ditemukan deskuamasi sel epitel.