You are on page 1of 9

Batas kafirnya seorang muslim

menurut AL-qur’an, Hadits &
Ulama’
Kami teringat dengan perkataan khalifah Umar bin Khottob, “Laa islama liman
tarokash sholaah” [Tidak disebut muslim bagi orang yang meninggalkan
shalat]. Ini beliau katakan di akhir-akhir hidup beliau di hadapan para sahabat dan
tidak ada satu orang sahabat pun yang mengingkarinya. Sampai-sampai para
ulama katakan bahwa para sahabat sepakat akan kafirnya orang yang
meninggalkan shalat karena malas-malasan meskipun meyakini wajibnya.
Hal ini pun dikuatkan dengan berbagai dalil yang menyatakan kafirnya orang yang
meninggalkan shalat, di antaranya hadits, “Perjanjian antara kami dan mereka
(orang kafir) adalah mengenai shalat, barangsiapa meninggalkannya maka
dia kafir.” (HR. Ahmad, Abu Daud, At Tirmidzi, An Nasa’i, Ibnu Majah dengan sanad
yang shahih dari Buraidah Al Aslami)
Sebagaimana yang kami sebutkan dalam tulisan tersebut, Imam Malik, Imam
Syafi’i, dan Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa meninggalkan shalat dengan
sengaja tidaklah kafir –selama meyakini shalat itu wajib-. Pendapat ini diikuti pula
oleh ulama-ulama belakangan seperti Syaikh Al Albani rahimahullah sebagaimana
dalam risalah beliau Hukmu Tarikish Sholah.

Kajian ustadz Ammi Nur baits
Mushola al ikhlas, sendowo
Apabila kita mengambil pendapat orang yang meninggalkan shalat itu kafir, apakah
syarat menjadi kafir itu meninggalkan seluruh shalat atau sebagian.

1. Tidak kafir jika tidak meninggalkan seluruh shalat. Jika hanya shalat maghrib,
atau Jumat saja maka tidak kafir.
2. Meninggalkan semua shalat, maka ini dihukumi kafir.

Shalat berjamaah merupakan bagian dari Islam. Kaidah hukuman tidak boleh melebar. maka ia dihukumi kafir. maka dipastikan kampung tersebut sudah dikuasai oleh syaitan. Nabi punya keinginan untuk amar maruf nabi mungkar. Sehingga nabi mengurungkan keinginan tersebut. Jika ada yang bersalah maka tidak boleh menghukumi dengan hukuman yang melebar ke orang lain. Batasannya adalah jika tidak dikerjakan akan membawa mashlahat yang besar. Saling akrab 3. Saling bantu membantu. . beliau keliling kampung untuk mencari orang yang tidak mau shalat berjamaah.Jika meninggalkan shalat tanpa udzur. tidak boleh meninggalkan shalat berjamaah kecuali ada udzur. dan diancam untuk membakar rumah mereka. karena khawatir ada istri dan anak seorang lelaki yang tidak mengerjakan shalat berjamaah di masjid. Meninggalkan shalat berjamaah dengan sengaja adalah ciri orang munafik. Jika sebuah kampung tidak menunaikan shalat. namun disayangkan banyak orang yang menganggap remeh shalat. ia bisa keluar dari Islam. Orang boleh meninggalkan shalat jamaah jika ada udzur syar'i. Orang yang mengakhirkan shalat dari waktunya secara terus menerus. terutama di jaman beliau adalah orang munafik. Barangsiapa yang tidak mendatangi shalat berjamaah maka tidak ada shalat baginya. Adapun Manfaat orang menjaga shalat berjamaah: 1. Persatuan muslimin 2. Shalat jamaah hukumnya wajib.

Di antara hadits-hadits itu sebagai berikut : ‫فرر‬ ‫قد د ك ر ر‬ ‫ن رترك رره ا فر ر‬ ‫العرهدد ة ال ص ذ‬ ‫صل رة ة فر ر‬ ‫ذ ي ب ري دن ررن ا ورب ري دن رهة د‬ ‫م ال ص‬ ‫م د‬ Perjanjian antara kami dengan mereka adalah shalat. Itupun tidak otomatis kafir. 1.Memang benar sekali bahwa ada terdapat beberapa hadits seperti yang Anda tanyakan. Jumhur Ulama : Mengingkari Kewajiban Jumhur ulama umumnya sepakat mengatakan berpendapat bahwa batas kafirnya adalah ketika seseorang meninggalkan shalat sambil mengingkari kewajiban shalat lima waktu. Untuk bisa sampai kepada status kafir. tetapi harus dilihat terlebih dahulu. b. ternyata yang disepakati oleh para ulama bahwa kafirnya ketika mengingkari kewajiban shalat. Muslim) Dan masih banyak lagi hadits-hadits lain yang senada serta kuat isnadnya. atau dia tumbuh di lingkungan yang sama sekali jahil dari agama. yaitu : a. Kalau masih meyakini kewajibannya meski meninggalkan shalat dengan sengaja. Mukallaf Yang dimaksud dengan mukallaf adalah seseorang secara resmi memeluk agama Islam alias muslim. apakah orang itu baru saja masuk Islam. sehingga muncul di dalam pemahamannya bahwa shalat itu bukan sebuah kewajiban. dan bukan sekedar meninggalkan shalat karena lalai (‫ )ته اون ا‬atau malas ( ‫)تك اسل‬. Dalam bahasa fiqih disebut dengan jahidu ash-shalah (‫)ج احد الصلة‬. yaitu batas antara muslim dengan kafir adalah masalah meninggalkan shalat. Hanya beberapa kalangan saja yang berpendapat kafir. berakal. (HR. menurut jumhur ulama ada beberapa ketentuannya. umumnya para ulama tetap tidak mengkafirkan. Tirmizy) ‫فرذ ت ردر ة‬ ‫ن الك ة د‬ ‫صل رةذ‬ ‫ن الصر ة‬ ‫ك ال ص‬ ‫ل ورب ري د ر‬ ‫ج ذ‬ ‫ب ري د ر‬ Antara seseorang dan kekafiran adalah shalat (HR. Siapa yang meninggalkan shalat maka telah kafir. sudah baligh dan dalam keadaan dari udzur syar'i seperti haidh & nifas. Ingkar Kewajiban Shalat Lima Waktu . Namun meski demikian.

. lingkungannya sama sekali tidak peduli. Orang yang tidak shalat punya dua kemungkinan. Tumbuh di Tengah Masyarakat Islam Bisa saja dalama kasus-kasus tertentu seseorang sudah menjadi muslim sejak lahir. sehingga keingkarannya bukan karena semata-mata menentang melainkan karena ketidak-tahuan. Bukan Orang Yang Baru Masuk Islam Namun para ulama sepakat bahwa bila yang ingkar atas kewajiban shalat itu ternyata orang yang baru saja masuk Islam. maka hal itu dimaklumi. Sebut saja misalnya Ibnu Qudamah yang mengatakan tidak kafir. Orang seperti ini oleh para ulama tidak dikatakan sebagai kafir kalau meninggalkan shalat walaupun dalam hatinya mengatakan bahwa shalat tidak wajib. atau dibesarkan di lingkungan terasing. Sebab shalat merupakan pokok agama. Bahkan yang menarik untuk digaris-bawahi. yaitu dia mengingkari kewajibannya atau masih meyakini kewajibannya. c. tetapi ingkar kepada salah satu rukun Islam yang lainnya pun ikut menggugurkan keislaman.Yang menjadi titik kekafirannya adalah ketika dia mengingkari kewajiban shalat lima waktu di dalam agama Islam. dan tidak dikafirkan karena dia termasuk orang yang punya udzur. meski ada banyak disebut-sebut bahwa mazhab Al-Hanabilah termasuk yang mengkafirkan orang yang tidak shalat. bila diingkari maka gugurlah keislaman seseorang. 620 H) mewakili mazhab Al-Hanbilah menuliskan di dalam kitabnya Al-Mughnisebagai berikut : ‫أن ت ارك الصلة ل يخلو؛ إم ا أن يكون ج احدا لوجوبه ا أو غير ج احد فإن ك ان ج احدا لوجوبه ا نظر فيه فإن‬ ‫ك ان ج اهل به وهو ممن يجهل ذلك ك الحديث السل م والن اشئ بب ادية عرف وجوبه ا وعلم ذلك ولم يحكم‬ ‫بكفره؛ لنه معذور‬. Kalau dia mengingkari kewajibannya. Bahkan boleh jadi sampai menganggap bahwa shalat itu bukan kewajiban. Kondisi ini pun dimaklumi oleh para ulama sebagai udzur yang tidak menjadikannya sebagai orang kafir. Dalam hal ini bukan hanya shalat. Ketika dirinya tidak melakukan shalat. Boleh jadi dia memang belum tahu ajaran Islam secara mendalam. ternyata tidak sepenuhnya benar. maka diberitahu kewajibannya dan diajarkan tentang shalat. d. namun dia tumbuh di tengah lingkungan keluarga atau masyarakat yang jahil dan tidak mengerti agama sama sekali. meski masih meyakini kewajibannya. kalau dia jahil misalnya karena baru masuk Islam. Ibnu Qudamah Al-Maqdisi (w. diselidiki dulu.

maka dia sudah bisa dianggap kafir. Syeikh Al-Utsaimin : Kafir Karena Tidak Pernah Shalat Agak berbeda dengan pendapat jumhur ulama di atas. tentu saja tidak kafir hanya gara-gara meninggalkan shalat dengan sengaja. bahkan yang mengingkari kewajiban shalat pun belum tentu kafir juga. maka dia tidak punya alasan dan tidak diterima pengakuan bahwa dirinya tidak tahu kewajiban shalat. Apalagi mereka yang masih mengakui kewajiban shalat.‫وإن لم يكن ممن يجهل ذلك ك الن اشئ من المسلمين في المص ار والقرى لم يعذر ولم يقبل منه ادع اء‬ ‫الجهل وحكم بكفره؛ لن أدلة الوجوب ظ اهرة في الكت اب والسنة‬ Namun bila dia bukan orang yang jahil atas kewajiban shalat. 2. Nampaknya Ibnu Qudamah sendiri sependapat dengan umumnya jumhur ulama yang dalam maslah ini. masih dianggap belum kafir. misalnya dibesarkan di tengah orang Islam di kota atau desa. Karena orang yang meninggalkan shalat itu kafir . [1] Kalau kita perhatikan apa yang disampaikan Ibnu Qudamah di atas. Harus dilihat dulu. 3. Fatwa Arkan Al-Islam sebagai berikut : ‫ ول يجوز أن يسكن معهم ولكن‬،‫إذا ك ان هؤلء الهل ليصلون أبد ا ا فإنهم كف ارمرتدون خ ارجون عن السل م‬ ،‫ بدليل الكت اب‬-‫ العي اذ ب الله‬. Al-Utsaimin berpendapat bahwa meski seseorang tidak ingkar atas kewajiban shalat dan masih meyakininya sebagai kewajiban shalat.‫ لن ت ارك الصلة ك افر‬،‫يجب عليه أن يدعوهم ويلح ويكرر لعل الله أن يهديهم‬ ‫ والنظر الصحيح‬،‫ وأقوال الصح ابة‬،‫والسنة‬ Apabila keluarga itu tidak shalat selamanyamaka merkea kafir murtad keluar dari Islam. Tidak boleh tinggal bersama mereka tetapi wajib atasnya untuk mengajak shalat. maka orang itu dihukumi kafir. serta pendapat para shahabat dan logika yang benar. Yang beliau katakan kafir kalau sepanjang hidupnya orang itu tidak pernah shalat. apakah dia baru masuk Islam atau tumbuh di lingkungan yang sama sekali tidak ada informasi tentang perintah agama. kalau cuma sekali atau beberapa kali. bahkan memaksa dan memintanya berulang-ulang agar Allah SWT memberi hidayah.[2] Dari yang kita baca.wal'iyadzu billah dengan dalil Kitab dan Sunnah. namun apabila dia selalu meninggalkan shalat sepanjang hidupnya. 1421 H) menuliskan dalam kitab kumpulan fatwanya. Al-Utsaimin (w. Karena dalil-dalil kewajiban sudah nampak nyata di dalam Kitab dan Sunnah. Kalau memang seperti kasusnya. nampaknya Syeikh Utsaimin sendiri juga tidak langsung mengkafirkan orang yang meninggalkan shalat. Syeikh Bin Baz : Kafir Karena Sekali Tidak Shalat .

MA [1] Ibnu Qudamah. Fatawa Arkan Al-Islam. Semoga bermanfaat. 1420 H) yang pernah menjadi mufti Kerajaan Saudi Arabia di dalam kitabnya Nur 'ala Ad-Darbimenuliskan sebagai berikut : ‫ وهذا هو الحق وهو المعروف عن الصح ابة‬،‫وهذا يدل على أن ت ارك الصلة يسمى ك افرا ويسمى مشرك ا‬ ‫ ويسمى‬،‫ وهذا يدل على أن ترك الصلة عند الصح ابة رضي الله عنهم يعتبر كفرا أكبر‬،‫رضي الله عنهم‬ ‫ أم ا من جحد وجوبه ا فإنه ك افر عند‬. Wallahu a'lam bishshawab. Sedangkan Syeikh BIn Baz memang tegas memvonis kafir.. Syeikh Bin Baz (w. Dan ini menunjukkan bahwa meninggalkan shalat itu di kalangan shahabat dianggap kafir akbar. jilid 2 hal. Lc. Nur 'ala Ad-Darbi. hal. Disitulah letak perbedaannya. wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. hingga waktunya habis. Ahmad Sarwat. 277 [3] Syeikh Bin Baz. hal.[3] Pendapat beliau ini kalau dibandingkan dengan pendapat jumhur ulama memang agak berbeda jauh. maka otomatis dia menjadi kafir. 329 [2] Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin. 232 Assalamu ‘alaikum Ustadz izinkan saya untuk membagi ilmu yang baru saya ketahui yaitu ada hadits: Juga hadits-hadits yang banyak. di antaranya hadits ‘Ubadah ibnush Shamit radhiyallahu ‘anhu dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: . Dan pendapat ini yang lebih shahih di antar dua pendapat ulama yang mensyaratkan iingkar atas kewajibannya. Menurut belliau walaupun hanya sekali meninggalkannya. Itulah yang benar dan yang makruf di kalangan shahabat radhiyallahunahum. Al-Mughni.Sedangkan yang berpendapat bahwa orang yang meninggalkan shalat langsung kafir adalah Syeikh Bin Baz. Demikian kajian singkat tentang hukum meninggalkan shalat dengan sengaja tanpa udzur dengan ancaman kafir. Sedangkan ingkar atas kewajibanya memang kafir menurut semua pihak. tetapi kalau dilakukan dengan sengaja tanpa udzur syar'i. Jumhur ulama berada pada posisi bahwa seseorang tidak lantas menjadi kafir kecuali ingkar atas kewajiban shalat.‫ وهذا هو أصح قولي العلم اء إذا لم يجحد وجوبه ا‬،‫ت اركه ا ك افرا مشرك ا‬ ‫الجميع‬ Dalil ini menunjukkan bahwa orang yang meninggalkan shalat itu disebut kafir dan disebut musyrik. Pelakunya adalah kafir dan musyrik.

mengikuti syaithan. Namun siapa yang tidak mengerjakannya maka tidak ada baginya janji dari sisi Allah. Akan tetapi berpendapat bahwa orang yang meninggalkan shalat karena malas tetapi dia tetap mempercayai tentang wajibnya shalat. bahwa orang yang meninggalkan shalat maka ia telah kafir. dan jika rusak shalatnya maka rusaklah seluruh amalannya. Kufr Lafdziy (kufur dalam lafal) Terdapat banyak hadits yang menjelaskan. akan tetapi karena ia mengikuti hawa nafsunya. Kufr I’tiqadi (kufur dalam hal keyakinan) [2].” (HR. serta mengakui kekurangannya dalam hal meninggalkan shalat.‫ ر‬،‫ن‬ ‫دا‬ ‫ح ّق‬ ‫خ ر‬ ‫ست ذ د‬ ‫ر‬ ‫ه ذ‬ ‫ضي ّقعد ذ‬ ‫وا ت‬ ‫عن دد ر اللهذ ع رهد ا‬ ‫ك ا ر‬ ‫ف ااف ا ب ذ ر‬ ‫م ية ر‬ ‫ن ر‬ ‫نا د‬ ‫ن لر ة‬ ‫ن لر د‬ ‫ فر ر‬،‫ه ع ررلى ال دعذرب اذد‬ ‫ن الل ة‬ ‫خ د‬ ‫س ر‬ ‫م ة‬ ‫قهذ ص‬ ‫من دهة ص‬ ‫ج ارء ب ذهذ ص‬ ‫م د‬ ‫ت ك رت رب رهة ص‬ ‫صل ر ر‬ ‫د‬ ‫فرر ل ةر‬ ‫ر‬ ‫ر‬ ‫ر‬ ‫ر‬ ‫د‬ ‫ة‬ ‫ر‬ ‫ن ر‬ ‫ص‬ ‫ه‬ ‫ش ارء غ ر ر‬ ‫إ‬ ‫و‬ ،‫ه‬ ‫ب‬ ‫ذ‬ ‫ع‬ ‫ر‬ ‫ء‬ ‫ ا‬ ‫ش‬ ‫ن‬ ‫إ‬ ،‫د‬ ‫ه‬ ‫ع‬ ‫ه‬ ‫الل‬ ‫د‬ ‫ن‬ ‫ع‬ ‫ه‬ ‫ل‬ ‫س‬ ‫ي‬ ‫ل‬ ‫ف‬ ‫ن‬ ‫ه‬ ‫ب‬ ‫ت‬ ‫أ‬ ‫ي‬ ‫م‬ ‫ل‬ ‫ن‬ ‫م‬ ‫و‬ ،‫ة‬ ‫ن‬ ‫ج‬ ‫ل‬ ‫ا‬ ‫ه‬ ‫ل‬ ‫خ‬ ‫د‬ ‫ر‬ ‫ر‬ ‫ر ة رذ د‬ ‫ذ د د ذ د‬ ‫د ر ة ذ د ر‬ ‫ية د ذ ة‬ ‫ر ص ر ر ر د د ر ذ ذذ ص‬ “Shalat lima waktu Allah wajibkan atas hamba-hamba-Nya. Karena belum tentu lafal kafir dalam Al-Qur’an dan hadits berarti kafir yang keluar dari Islam. mengikuti kesibukannya. dan jika Allah menghendaki maka Allah akan mengampuninya. [1]. telah kafir kepada Allah Azza wa Jalla ? Jawaban. 1420 dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Abi Dawud) Dan fatwa dari syaikh Al Albani: HUKUM MENINGGALKAN SHALAT Oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani Pertanyaan. Kufr Amaliy (kufur secara amalan) Dan mungkin kufur itu terbagi atas. Siapa yang mengerjakannya tanpa menyia-nyiakan di antara kelima shalat tersebut karena meremehkan keberadaannya maka ia mendapatkan janji dari sisi Allah untuk Allah masukkan ke surga. jika Allah menghendaki Allah akan mengadzabnya. Abu Dawud no. Saya tidak sependapat bahwa maksud dari kata kufur dalam hadits di atas adalah kafir keluar dari Islam. dan dia tidak menganggap bahwa meninggalkan shalat itu boleh dan tidak pula menentang wajibnya shalat maka ia adalah orang yang beriman kepada wajibnya shalat . [1]. Karena kekafiran itu dibagi menjadi. Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani ditanya : Ada sebuah hadits yang menjelaskan bahwa yang pertama kali di hisab dari seorang hamba adalah shalatnya. Kufr Qalbiy (kufur hati) [2]. Apakah dapat dipahami dari hadits di atas bahwa orang yang tidak shalat karena malas. jika baik shalatnya maka baik pula seluruh amalannya.

Dan sebagai patokan dalam hal ini adalah kita harus memandang bahwa Islam merupakan keyakinan dan amalan. Keyakinan adalah asal (pokok). Dan kami mengatakan bahwa perbuatannya tersebut adalah perbuatan orang-orang kafir. Jika ia bertaubat (maka tidak ada satu hukumanpun baginya -pent) dan jika tidak mau bertaubat maka ia dibunuh. dan ini bukan ia telah kafir. Pada hakekatnya orang yang meninggalkan shalat ini jika dibawa ke tempat pemenggalan kepala dan diperlihatkan pedang. . maka kekafirannya adalah kekafiran secara amalan (Kufr Amaliy). atau mengimani haramnya mencuri tetapi ia mencuri dan setersunya. Kafir dalam keyakinan . Kemudian ia lebih memilih dibunuh dari pada bertaubat. dan bukan Kufr I’tiqad yang menyebabkan seseorang keluar dari Islam. sebagai hadd (hukuman) baginya. Bertaubat dan shalat atau kami akan membunuhmu!. Imam As-Syafi’i dan beberapa imam lainnya memandang orang ini diperintahkan untuk shalat dahulu. Imam Abu Hanifah memandang bahwa orang yang meninggalkan shalat (karena malas). maka tidak mungkin terbayangkan selamanya bahwa ia mati sebagai seorang muslim. Telah terjadi perselisihan di antara ulama dalam masalah ini. bukan sebagai hadd (hukuman). Akan tetapi jika orang yang meninggalkan shalat tadi berkata seperti perkataan sebagian pemuda yang mendapat pendidikan modern bahwa shalat itu kuno dan ketinggalan zaman. lalu dikatakan padanya : ‘Silakan memilih . dan ia dikuburkan di pekuburan kaum muslimin. harus dipenjara sampai ia bertobat atau sampai ia meninggal dunia. sedangkan amalan mengikuti yang pokok.-pent) tidak akan diterima. Karena itu kami katakana bahwa orang-orang yang meninggalkan shalat karena malas dan tetap meyakini wajibnya. maka saya memahami darinya bahwa amalan-amalan (orang yang rusak shalatnya . jika tidak bagaimana mungkin ia lebih memilih kematian daripada bertaubat’. Adapun tengtang hadits yang disebutkan pada soal diatas.walaupun hanya dengan hati tetapi tidak beramal sesuai dengan apa yang dia imani. Dan ini sama dengan orang yang mengimani haramnya zina tetapi ia berzina. Bahkan ia seorang kafir. Ketika ia meninggalkan shalat berarti ia telah berserikat bersama orang-orang kafir dalam perbuatan itu. Dan sebagian ahli ilmu berpendapat bahwa ia dibunuh karena dia telah kafir. maka ia sungguh telah keluar dari dien (agama) secara keseluruhan.

mohon maaf apabila ada kesalahan yang saya lakukan. Sekian dari saya.Inilah pendapat terkuat yang menenangkan hati saya ustadz setelah dipelajari dg seksama. Jazakallah .