You are on page 1of 10

BAB I

PENDAHULUAN
1.1

LATAR BELAKANG
Sekitar 8 % wanita hamil memiliki cairan ketuban terlalu sedikit. Oligohidramnion

dapat terjadi kapan saja selama masa kehamilan, walau pada umunya sering terjadi di masa
kehamilan trimester terakhir. Sekitar 12 % wanita yang masa kehamilannya melampaui batas
waktu perkiraan lahir (usia kehamilan 42 minggu) juga mengalami oligohidramnion, karena
jumlah cairan ketuban yang berkurang hampir setengah dari jumlah normal pada masa
kehamilan 42 minggu.
Penyebab oligohidramnion tidak dapat dipahami sepenuhnya. Mayoritas wanita hamil
yang mengalami tidak tau pasti apa penyebabnya. Penyebab oligohidramnion yang telah
terdeteksi adalah cacat bawaan janin dan bocornya kantung/membran cairan ketuban yang
mengelilingi janin dalam rahim. Sekitar 7 % bayi dari wanita yang mengalami
oligohidramnion mengalami cacat bawaan , seperti gangguan ginjal dan saluran kemih karena
jumlah urin yang diproduksi janin berkurang. Masalah kesehatan lain yang juga telah
dihubungkan dengan oligohidramnion adalah tekanan darah tinggi, diabetes, SLE, dan
masalah pada plasenta. Serangkaian pengobatan yang dilakukan untuk menangani tekanan
darah tinggi, yang dikenal dengan nama angiotensin-converting enzyme inhibitor
(miscaptopril), dapat merusak ginjal janin dan menyebabkan oligohidramnion parah dan
kematian janin. Wanita yang memiliki penyakit tekanan darah tinggi yang kronis seharusnya
berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahli kesehatan sebelum merencanakan kehamilan untuk
memastikan bahwa tekanan darah mereka tetap.
Perlu diketahui, air ketuban tidak membuka apalagi mendorong janin keluar. Yang
bertugas untuk itu adalah kontraksi rahim (his). Jadi walaupun ketuban sudah pecah atau
kadar airnya sedikit, pembukaan mulut rahim dan dorongan bayi untuk lahir tetap akan terjadi
selama ada kontraksi.
Pada kehamilan normal, cairan amnion memberikan ruang bagi janin untuk tumbuh,
bergerak, dan berkembang. Tanpa cairan amnion, uterus akan berkontraksi dan menekan
janin. Jika terjadi pengurangan volume cairan amnion pada awal kehamilan, janin akan
mengalami berbagai kelainan seperti gangguan perkembangan anggota gerak, cacat dinding
perut, dan sindroma potter, suatu sindrom dengan gambaran wajah berupa kedua mata
terpisah jauh, terdapat lipatan epikantus, pangkal hidung yang lebar, telinga yang rendah dan
dagu yang tertarik ke belakang.
1

2 . cairan ini mengandung agen-agen anti bacteria dan bekerja menghambat pertumbuhan bakteri yang memiliki potensi pathogen. Selain itu cairan amnion juga berperan sebagai sarana komunikasi antara janin dan ibu.Pada pertengahan usia kehamilan. Tidak cukupnya cairan amnion pada pertengahan usia kehamilan akan menyababkan terjadinya hipoplasia peru yang dapat menyebabkan kematian. Selama proses persalinan dan kelahiran cairan amnion terus bertindak sebagai medium protektif pada janin untuk memantau dilatasi servik. semakin buruk prognosisnya. cairan amnion menjadi sangat penting bagi perkembangan paru janin. Selain itu cairan ini juga mempunyai peran protektif pada janin. 80-90% akan mengakibatkan mortalitas. Kematangan dan kesiapan janin untuk lahir terawasi baik dan pengobatan yang mereka lalui adalah aman selama kehamilan mereka. Jika terjadi pada trimester II. Semakin awal oligohidramnion terjadi pada kehamilan.

Gejala sindroma potter berupa : 2. dimana. karena ruang di dalam rahim sempit. Oligohidramnion juga menyebabkan terhentinya perkembangan paru-paru (paru-paru hipoplastik). paru-paru tidak berfungsi sebagaimana mestinya. sehingga pada saat lahir. maka anggota gerak tubuh menjadi abnormal atau mengalami kontraktur dan terpaku pada posisi abnormal. ginjal membentuk cairan ketuban (sebagai air kemih) dan tidak adanya cairan ketuban menyebabkan gambaran yang khas dari sindroma potter. Tekanan dari dinding rahim menyebabkan gambaran wajah yang khas (wajah potter). EPIDEMIOLOGI OLIGOHIDRAMNION 3 . pangkal hidung   yang lebar.1 DEFENISI OLIGOHIDRAMNION Oligohidramnion adalah suatu keadaan dimana air ketuban kurang dari normal. kelainan yang utama adalah gagal ginjal bawaan. 2.3  Wajah potter (kedua mata terpisah jauh. Fenotip potter digambarkan sebagai suatu keadaan khas pada bayi baru lahir. Selain itu.2 PATOFISIOLOGI OLIGOHIDRAMNION Mekanisme atau patofisiologi terjadinya oligohidramnion dapat dikaitkan dengan adanya sindroma potter dan fenotip pottern. Pada sindroma potter. sindroma potter dan fenotip potter adalah suatu keadaan kompleks yang berhubungan dengan gagal ginjal bawaan dan berhubungan dengan oligohidramnion (cairan ketuban yang sedikit).BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Tidak terbentuk air kemih Gawat pernafasan. telinga yang rendah dan dagu yang tertarik ke belakang). Oligohidramnion menyebabkan bayi tidak memiliki bantalan dinding rahim. baik karena kegagalan pembentukan ginjal (agenesis ginjal bilateral) maupun karena penyakit lain pada ginjal yang menyebabkan ginjal gagal berfungsi. terdapat lipatan epikantus. Dalam keadaan normal. Karena VAK tergantung pada usia kehamilan maka defenisi yang lebih tepat adalah AFI yang kurang dari persentil 5 (lebih kurang AFI yang <6.8 cm saat hamil cukup bulan). dimana cairan ketubannya sangat sedikit atau tidak ada. Defenisi lainnya menyebutkan sebagai AFI yang kurang dari 5 cm. yaitu kurang dari 500 cc.

Masalah kesehatan lain yang juga telah dihubungkan dengan oligohidramnion adalah tekanan darah tinggi.4 ETIOLOGI OLIGOHIDRAMNION Penyebab oligohidramnion tidak dapat dipahami sepenuhnya. Wanita yang memiliki penyakit tekanan darah tinggi yang kronis seharusnya berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahli kesehatan sebelum merencanakan kehamilan untuk memastikan bahwa tekanan darah mereka tetap terawasi baik dan pengobatan yang mereka lalui adalah aman selama kehamilan mereka. Mayoritas wanita hamil yang mengalami tidak tau pasti apa penyebabnya. Sekitar 7% bayi dari wanita yang mengalami oligohidramnion mengalami cacat bawaan. walau pada umunya sering terjadi di masa kehamilan trimester terakhir. Penyebab oligohidramnion yang telah terdeteksi adalah cacat bawaan janin dan bocornya kantung/ membran cairan ketuban yang mengelilingi janin dalam rahim. 2.Sekitar 8 % wanita hamil memiliki cairan ketuban terlalu sedikit. diabetes. Serangkaian pengobatan yang dilakukan untuk menangani tekanan darah tinggi. seperti gangguan ginjal dan saluran kemih karena jumlah urin yang diproduksi janin berkurang. SLE. Oligohidramnion dapat terjadi kapan saja selama masa kehamilan. dapat merusak ginjal janin dan menyebabkan oligohidramnion parah dan kematian janin. Fetal :  Kromosom  Kongenital  Hambatan pertumbuhan janin dalam rahim  Kehamilan postterm  Premature ROM ( Rupture of amniotic membrane) Maternal :  Dehidrasi  Insufisiensi uteroplasental  Preeklampsia  Diabetes  Hypoxia kronis Induksi obat :  Indomethacin and ACE inhibitors 4 . karena jumlah cairan ketuban yang berkurang hampir setengah dari jumlah normal pada masa kehamilan 42 minggu. dan masalah pada plasenta. yang dikenal nama angiotensin-converting enxyme inhibitor (miscaptopril). Sekitar 12 % wanita yang masa kehamilannya melampaui batas waktu perkiraan lahir (usia kehamilan 42 minggu) juga mengalami oligohidramnion.

Bunyi jantung anak sudah terdengar mulai bulan kelima dan terdengar lebih jelas. Kekeruhan air ketuban 5 . AFI kurang dari 3 cm disebut moderate oligohidramnion. Metode ini dikenal dengan nama amniotic fluid index (AFI).4 2. Terdapat preeklamsia berat atau eklamsi 3. dapat dilakukan tindakan amnioscopi dengan alat khusus amnioskop. AFI kurang dari 2-1 cm disebut severe oligohidramnion Selain USG. Kehamilan post date Hasil yang diharapkan adalah : 1.5 MANIFESTASI KLINIS OLIGOHIDRAMNION        2.6 Uterus tampak lebih kecil dari usia kehamilan dan tidak ada ballotemen. air ketuban sedikit sekali bahkan tidak ada yang keluar. Idiopatik     FAKTOR RESIKO OLIGOHIDRAMNION Wanita dengan kondisi berikut memiliki insiden oligohidramnion yang tinggi : Anomaly kongenital ( misalnya : agenosiss ginjal. Usia kehamilan diatas 37 minggu. Terdapat kemungkinan IUGR 5. 2. Diagnosis dan Pemeriksaan Pada Oligohidramnion Pemeriksaan dengan USG dapat mendiagnosa apakah cairan ketuban terlalu sedikit atau terlalu banyak. Sewaktu his akan sakit sekali. Indikasi amnioskopi adalah: 1. Bila ketuban pecah. Bad Obstetric history 4. Ibu merasa nyeri di perut pada setiap pergerakan anak. Persalinan lebih lama dari biasanya. sindrom potter ) Retardasi pertumbuhan intra uterin Ketuban pecah dini (24-26 minggu) Sindrom pasca maturitas 2. 2. 3. Kelainan ginjal 6. Teknik diagnosis oligohidramnion dapat merpergunakan ultrasonografi yang dapat menentukan : 1. Sering berakhir dengan partus premature. Umumnya para dokter akan mengukukr ketinggian cairan dalam empat kuadran dalam rahim dan menjumlahkannya. untuk mengetahui oligohidramnion dengan jelas. Amniotic fluid index (AFI) kurang dari 5 cm.

Continous amniotic infusion   Diberikan 10cc/menit selama 1 jam Diikuti 3cc/menit sampai tercapai kompresi menghilang.7 Terjadi persalinan premature Ketuban pecah menimbulkan persalinan premature Terjadi perdarahan –perlukaan kanalis servikalis Terjadi infeksi asendens Penatalaksanaan Oligohidramnion Sebenarnya air ketuban tidak akan habis selama kehamilan masih normal dan janin masih hidup. dapat menurunkan kejadian fetal distress dan meningkatkan kemungkina persalinan pervaginam.2. Untuk mengurangi tekanan langsung otot rahim terhadap tali pusat/plasenta yang menimbulkan fetal distress dilakukan upaya amniotic infusion yaitu suatu terapi yang bersifat sementara mengurangi kompresi dan ada kemungkinan untuk meningkatkan persalinan pervaginam. meskipun sudah pecah berhari-hari. Pewarnaan dengan mekonium Komplikasi tindakan amnioskopi: 1. Bahkan air ketuban akan tetap d iproduksi. Teknik bolus amniotic infusion. 3. 2. air ketuban berbeda dari air seni biasa baunya sangat khas. 4. bolus amniotic infusion:   Berikan infuse sebanyak 10-15cc/menit sampai tercapai jumlah 800cc Tetesan dikurangi sampai terdapat tambahan 250 cc untuk mengurangi kompresi terhadap tali pusat dan lainnya. Ini yang menjadi petunjuk bagi ibu hamil untuk membedakan apakah yang keluar itu air ketuban atau air seni. 6 . Walau sebagian berasal dari kencing janin. b. Salah satu bentuk oligohidramnion adalah akibat ketuban pecah menjelang aterm sehingga dapat menimbulkan komplikasi serius pada janin. Bentuk amniotic infusion adalah: a. 2.

dapat menyebabkan terjadi hubungan langsung antara membrane dengan janin sehingga dapat menimbulkan tumbuh kembang janin intrauterine. Oligohidramnion menyebakan tekanan langsung terhadap janin:  Deformitas janin :  Leher terlalu menkuk miring  Bentuk tulang kepala janin tidak bulat  Deformitas ekstremitas  Talipes kaki terpelintir keluar  Kompresi tali pusat langsung sehingga dapat menyebabkan fetal distress  Fetal distress menyebakan makin terangsangnya nervus vagus dengan dikeluarkannya mekonium sehingga mengentalkan air ketuban. perlukaan jalan lahir. Dari sudut maternal Komplikasi oligohidramnionn pada maternal praktis tidak ada kecuali akibat persalinannya oleh karena : a. o Sirkulus yang sulit diatasi ini akhirnya menyebabkan kematian janin intrauterine. Amniotic Fluid karena sedikitnya air ketuban. b. Sebagian persalinannya dilakukan dengan induksi b. tetapi jika tetap terjadi fetal distress. maka tindakan obstetrinya adalah dilakukan section caesaria.8 Komplikasi Oligohidramnion Komplikasi oligohidramnion dapat dijabarkan sebagai berikut: 1. komplikasi terhadap janinnya adalah: a. o Oligohidramnion makin menkan dada hingga saat lahir terjadi kesulitan bernafas. Oligohidramnion yang terjadi dipertengahan masa kehammilan juga menigkatkan resiko keguguran. peningkatan bandle tidak terjadi penurunan. Karenan paru mengalami hipplasia sampai atelektasis paru. Jika 7 . kelahiran premature dan kematian bayi dalam kandungan.Amniotic infusion ada kemugkinan berhasil. Persalinan dengan tindakan operasi section caesaria Dengan demikian komplikasi maternal adalah trias komplikasi persalinan dengan tindakan perdarahan. Dapat dijumpai ekstremitas terputus oleh karena hubungan atau ikatan dengan membrannya. 2. 2. infeksi.

termasuk kerusakan pada tali pusat yang menyebabkan hipoksia janin dan kematian janin. 8 .oligohidramnion terjadi di masa kehamilan trimester akhir.9 Prognosis Oligohidramnion Semakin awal oligohidramnion terjadi pada kehamilan. yang kemudia berakhir dengan seksio sesarea atau persalinan buatan lainnya. 80-90% akan terjadi mortalitas. oligohidramnion dapat meningkatkan resiko komplikasi persalinan dan kelahiran. semakin buruk prognosisnya. tapi definisi istilah ini sangat miskin.10 GAWAT JANIN DALAM PERSALINAN Secara luas istilah gawat janin telah banyak dipergunakan. Istilah ini biasanya menandakan kekhawatiran obstetric tentang keadaan janin. Jika terjadi pada trimester II. hal ini mungkin berhubungan dengan pertumbuhan janin yang kurang baik. 2. Disaat-saat akhir kehamilan. 2. Keadaan janin biasanya dinilai dengan menghitung denyut jantung janin dan memeriksa kemungkinan adanya mekonium di cairan amnion.

5. Sastrawinata. EGC : Jakarta. Ralph C. Gant. 2001. Norman F. Dasar-Dasar Ginekologi & Obstetri (Basic Gynecology and Obstetrics). Djamhoer. 2. Martin L. Moore. Esensial Obstetri dan Ginekologi.2004. I. Hipokrates : Jakarta. 2008. Neville F. Gary F. Martaadisoebrata. Hacker. EGC : Jakarta. Obstetri Patologi Ilmu Kesehatan Reproduksi. At a Glance Obstetri dan Ginekologi.Erlangga : Jakarta. EGC : Jakarta. Cunningham. Manuaba. Manuaba. 2010. 6. Benson. Buku Saku Obstetri & Ginekologi.Edisi Kedua. Edisi Kedua. Chandranita. Jhon O.2007. George J. Norwitz.B. Pernoll.G.DAFTAR PUSTAKA 1. EGC : Jakarta. Schorge. 9 . Errol R. Sulaiman. 2007. Manuaba. Fajar. 4. Pengantar Kuliah Obstetri. 3. Edisi Kedua.

2012.7. EGC : Jakarta. Gondo Kurniawan. Tjokorda Gde. Suwardewa Agung. 10 . Ultrasonografi Buku Ajar Obstetri Ginekologi. Harry.