You are on page 1of 18

NAMA KELOMPOK

 NOVIA JUMAIDAH
 RENY NARTIKA
 RIZKY LISMANAH
 RISKI NURVITA SARI
 SITI HIZRA ALPATIQA
 WIJIANI PUTRI KINASIH

Miastenia Gravis

Miastenia Gravis
Definisi

suatu kelainan autoimun yang ditandai oleh
suatu kelemhan abnormal dan progresif pada
otot rangka yang dipergunakan secara terusmenerus dan disertai dengan kelelehan saat
beraktivitas

Etiologi

a. Kelainan autoimun.
b. Genetic

Factor resiko lain penyebab miastenia gravis adalah :
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

Adanya penyakit penyerta
Pembedahan
Stress atau Gangguan emosi
Perubahan keseimbangan hormonal.
Alkohol.
Tumor mediastum
Obat-obatan seperti : Antibiotic, β- Bloker, lithium,
magnesium.

Gelaja Klinis
a. Kelemahan pada otot ekstraokular atau ptosis
b. Kelemahan tersebut akan menyebar mulai dari otot ocular,
otot wajah, otot leher, hingga ke otot ekstremitas
c. Selain itu dapat pula timbul kelemahan dari otot faring,
lidah, pallatum molle, dan laring sehingga timbullah
kesukaran menelan dan berbicara.

Patofisiologi

• terjadi penurunan jumlah Acetyl Choline
Receptor(AChR).
• Kondisi ini mengakibakan Acetyl Choline(ACh) yang
tetap dilepaskan dalam jumlah normal tidak dapat
mengantarkan potensial aksi menuju membran postsynaptic. Kekurangan reseptor dan kehadiran ACh
yang tetap pada jumlah normal akan mengakibatkan
penurunan jumlah serabut saraf yang diaktifkan oleh
impuls tertentu. inilah yang kemudian menyebabkan
rasa sakit pada pasien.
• Pengurangan jumlah AChR ini dipercaya disebabkan
karena proses auto-immun di dalam tubuh yang
memproduksi anti-AChR bodies, yang dapat memblok
AChR dan merusak membran post-synaptic.

Klasifikasi
Kelompok I
Miastenia
ocular
menyerang otototot ocular,
disertai ptosis
dan diplopia.
Sangat ringan.

tidak ada kasus
kematian

Kelompok IIA
Miastenia
umum ringan

Kelompok IIB
Miastenia
umum sedang

Kelompok III
Miastenia berat
akut

Kelompok IV:
Miastenia berat
lanjut

biasanya pada
seluruh ototmata,
otot rangka dan
menyebar ke
bulbar.
otot-otot rangka
dan bulbar

kelemahan otototot rangka dan
bulbar yang
berat

timbul paling
sedikit 2 tahun
sesudah awitan
gejala-gejala
kelompok I atau
II

Sistem
pernapasan
tidak terkena

Otot-otot
pernapasan
tidak terkena

terserangnya
otot-otot
pernapasan

Angka kematian
rendah

angka kematian
rendah

Tingkat
kematian tinggi.

Awitan lambat

Awitan bertahap Awitan yang
cepat

perlahan-lahan
atau secara tibatiba

Disamping klasifikasi tersebut di atas, dikenal pula adanya beberapa bentuk varian
miastenia gravis, ialah:

a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

Miastenia neonatus
Miastenia anak-anak
Miastenia congenital
Miastenia familial
Sindrom miastenik (Eaton-Lambert Syndrome)
Miastenia gravis antibodi-negatif
Miastenia gravis terinduksi penisilamin
Botulisme

Diagnosis
Menurut Ngurah (1991)
dilakukan beberapa tes
Menurut Ngurah (1991)
dapat dilakukan
pemeriksaan sebagai
berikut :
 Penderita ditugaskan
untuk menghitung
dengan suara yang
keras.
 Penderita ditugaskan
untuk mengedipkan
matanya secara terusmenerus.

Uji Tensilon

Uji Kinin

Uji
Prostigmin

Pemeriksaan Penunjang untuk Diagnosis Pasti

Pemeriksaan Laboratorium
- Anti-asetilkolin reseptor
antibodi

Pendekatan Elektrodiagnostik
Imaging

* Repetitive Nerve
- Antistriated muscle (anti- Stimulation (RNS)
*Chest x-ray
SM) antibody
* Single-fiber
- Anti-muscle-specific
Electromyography (SFEMG) *chest Ct-scan
kinase (MuSK) antibodies
* MRI
- Antistriational antibodies

Diagnosis banding
Menurut Ngurah (1991) dan Howard
(2008)
Adanya ptosis atau strabismus
dapat juga disebabkan oleh lesi
nervus III pada beberapa
penyakit elain miastenia gravis,
antara lain :
Apabila terdapat suatu diplopia
• Meningitis basalis (tuberkulosa atau
yang transient maka
luetika)
kemungkinan adanya suatu
• Infiltrasi karsinoma anaplastik dari
sklerosis multipleks.
nasofaring
• Aneurisma di sirkulus arteriosus Willisii
• Paralisis pasca difteri
• Pseudoptosis pada trachoma

Sindrom Eaton-Lambert
(Lambert-Eaton Myasthenic
Syndrome)

PENATALAKSANAAN
Terapi Jangka Pendek untuk Intervensi
Keadaan Akut

Plasma Exchange
(PE)

Intravenous
Immunoglobulin
(IVIG)

Intravenous
Methylprednisolone
(IVMp)

Pengobatan Farmakologi Jangka Panjang

Kortikosteroid
Azathioprine
Cyclosporine
Cyclophosphamide (CPM)
Thymectomy (Surgical Care)

KASUS

KASUS
Mr.Jones pelanggan tetap toko Anda , dia menyerahkan resep kepada saya
bapak jones memiliki kesulitan dengan resepnya karena dia tidak dapat fokus
dengan baik, kelopak matanya terkulai dan tangannya gemetar. Baru-baru ini
dia mengambil pensiun dini dari petugas kantor karena ia mendapat tugas
yang berat. Bapak jones merasa lelah pada Ototnya terutama setelah bekerja
lama di tempat kerja. Rasa lelahnya hilang setelah istirahat. Dia berbicara
dengan Anda tentang kelelahannya beberapa bulan lalu dan berpikir bahwa
mungkin karena stres atau diet yang buruk , karena dia telah bekerja dengan
waktu yang lama untuk menyelesaikan waktu kontrak .dia telah membeli
beberapa multivitamin ginseng . Tapi rasa lelah tidak membaik kecuali bila dia
mendapatkan istirahat dalam beberapa hari. Bapak jones diminta oleh ahli
saraf untuk melakukan beberspa tes dan GP menuliskan resep untuknya.
Bapak jones diminta oleh ahli saraf dirumah sakit setempat untuk
menjalankan beberapa tes dan meminta GP untuk menuliskan resepnya yaitu
tablet pyridostigmine bromida 60 mg diambil dengan pemakaian awal empat
kali sehari sehari setengah tablet . selanjutnya sampai enam kali per hari. jika
otot nya masih mengalami kelemahan ,maka GP juga meresepkan kembali
tablet hiosin butylbromide 10 mg tablet diminum empat kali sehari.

Penyelesaian dengan metode SOAP

Subjek

• Nama Pasien : Bapak Jones
• Jenis kelamin : laki-laki
• Pekerjaan : Petugas Kantor
• Keluhan : kelopak mata terkulai dan tangan sedikit gemetar,kelelahan pada semua otot-ototnya

• Di dalam kasus tidak ditemukan data objektif (hasil laboratorium)

Objek
• Berdasarkan keluhan pasien yang mengalami kelopak mata terkulai,tangan sedikit gemetar dan kelelahan
pada semua ototnya dan didukung karena adanya kelelahan dalam bekerja,stress juga diet yang buruk , maka
pasien didiagnosa mengalami myastenia gravis ringan

Assasment

Plan (terapi yang akan di berikan pada Mr.Jones)

Non farmakologi
 Istirahat yang teratur
selama siang hari
 Hindari atau kurangi
aktifitas yang berat
 Hindari stress
 Konsumsi nutrisi yang
bergizi
 Hindari merokok
 Olahraga yang teratur, dll

Farmakologi

• Pemberian
Pyridostigmin tablet
tiga kali sehari 60 mg
• Pemberian
papaverin Hcl tablet
tiga kali sehari 40 mg

TERIMAKASIH