You are on page 1of 5

Perkolasi adalah cara penyarian dengan mengalirkanpenyari melalui serbuk

simplisia yang telah dibasahi. Prinsip ekstraksi dengan perkolasi adalah serbuk
simplisia ditempatkan dalam suatu bejana silinder, yang bagian bawahnya diberi sekat
berpori, cairan penyari dialirkan dari atas ke bawah melalui serbuk tersebut, cairan
penyari akan melarutkan zat aktif dalam sel-sel simplisia yang dilalui sampel dalam
keadaan jenuh. Gerakan ke bawah disebabkan oleh kekuatan gaya beratnya sendiri
dan tekanan penyari dari cairan di atasnya, dikurangi dengan daya kapiler yang
cenderung untuk menahan gerakan ke bawah (Ditjen POM : 1986).
Perkolasi dilakukan dalam wadah berbentuk silindris atau kerucut (perkolator) yang
memiliki jalan masuk dan keluar yang sesuai. Bahan pengekstraksi yang dialirkan secara
kontinyu dari atas, akan mengalir turun secara lambat melintasi simplisia yang umumnya berupa
serbuk kasar. Melalui penyegaran bahan pelarut secara kontinyu, akan terjadi proses maserasi
bertahap banyak. Jika pada maserasi sederhana tidak terjadi ekstraksi sempurna dari simplisia
oleh karena akan terjadi keseimbangan konsentrasi antara larutan dalam sel dengan cairan
disekelilingnya, maka pada perkolasi melalui simplisia bahan pelarut segar perbedaan
konsentrasi tadi selalu dipertahankan. Dengan demikian ekstraksi total secara teoritis
dimungkinkan (praktis jumlah bahan yang dapat diekstraksi mencapai 95%) (Voight, 1995)
Penambahan pelarut dilakukan secara terus menerus, sehingga proses ekstraksi selalu
dilakukan dengan pelarut yang baru. hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan pola
penetesan pelarut dari bejana terpisah disesuaikan dengan jumlah pelarut yang keluar, atau
dengan penambahan pelarut dalam jumlah besar secara berkala. Yang perlu diperhatikan jangan
sampai bahan kehabisan pelarut. Proses ekstraksi dilakukan sampai seluruh metabolit sekunder
habis tersari, pengamatan sederhana untuk mengindikasikannya dengan warna pelarut, dimana
bila pelarut sudah tidak lagi berwarna biasanya metabolit sudah tersari. (Anonim, 1995).
Percolator dibuat dari gelas, baja tahan karat atau bahan lain yang tidak
saling mempengaruhi dengan obat atau cairan penyari.Percolator dilengkapi dengan
tutup

dari

karet

atau

bahan

lain,

yang berfungsi untuk mencegah penguapan. Tutup karet dilengkapi dengan lubang bert
utup yang dapat dibuka atau ditutup dengan menggesernya. Pada beberapa percolator
sering dilengkapi dengan botol yang berisi cairan penyari yang

dihubungkan

percolator

dengan

melalui

pipa

yang

dilengkapi

ke
keran.

Aliran percolator diatur oleh keran. Pada bagian bawah, pada leher percolator tepat diat
as keran diberi kapas yang di atur di atas sarangan yang dibuat dari porselin ataudi
atas gabus bertoreh yang telah dibalut kertas tapis . Kapas yang digunakan adalah
yang tidak terlalu banyak mengandung lemak. Untuk menampung perkkolat digunakan

daun tunggal lanset warna daun muda merah pucat setelah tua berwarna hijau. 1995 Klasifikasi ). Berdasarkan penggolongan dan tata nama tumbuhan. 2011 Jenis-jenis perkolator ada 3 yaitu:Perkolator bentuk corong. Kulit ini di Indonesia diberi nama kayu manis dan termasuk dalam jenis rempah-rempah. Tanaman kayu manis termasuk ke dalam klasifikasi sebagai berikut Kingdom Plantae. Resiko cemaran mikroba untuk penyari air karena dilakukan secara terbuka. sebab perkolat akan segera menjadi pekat dan berhenti mengalir. Kelebihan dari metode perkolasi adalah: 1. akar tunggang (Rismunandar. perbungaan bentuk malai tumbuh diketiak daun buah muda berwarna hijau dan setelah tua berwarna hitam. jumlah cairan penyari yang diperlukan untuk melarutkan zat aktif. Pohon tinggi bisa mencapai 15 meter.botol perkolat. Tidak terjadi kejenuhan 2. Kelas Dicotyledonae. batang berkayu dan bercabang-cabang. serbuk kina yang mengandung sejumlah besar zat aktif yang larut. tidak baik bila diperkolasi dengan alat perkolasi yang sempit. yang bermulut tidak terlalu lebar tetapi mudah dibersihkan.pada keadaan tersebut. (Sulaiman. pembuatan sediaan digunakan perkolator lebar untuk mempercepat proses perkolasi (Dirjen Pom. Subdivisi Spermatophyta. 2011) Jurnal Tanaman Cinnamomum burmanni merupakan jenis tanaman berumur panjang yang menghasilkan kulit. Misalnya. (Sulaiman.Perkolator bentuk tanungPerkolator bentuk paruh. Pada pembuatan tingtur dan ekstrak cair. Divisi Gymnospermae.Cairan penyari lebih banyak 2. Sub kelas . 1986). Dasar pemilihan perkolator tergantung pada jenis serbuk simplisia yang akan disari. Jumlah bahan yang disari tidak boleh lebih dari 2/3 tinggi perkolator. Pengaliran meningkatkan difusi (dengan dialiri cairan penyari sehingga zatseperti terdorong untuk keluar dari sel) Kekurangan dari metode perkolasi adalah: 1.

zat penyamak. penjemuran sebaiknya dilakukan di bawah sinar matahari penuh (Rimunandar dan Paimin. produk ini berupa potongan kulit yang dikeringkan. Sebelum dijemur. peluruh keringat (diaforetik). 2001) Kandungan Kayu manis mengandung minyak atsiri. sedikit manis. Sifat kimiawinya pedas. meningkatkan nafsu makan (stomakik).Dialypetalae. Agar dapat menghasilkan mutu kulit yang baik. damar. khasiat Kayu manis memiliki efek farmakologis sebagai berikut peluruh kentut (karminatif). kulit dinyatakan kering kalau bobotnya sudah susut sekitar 50%. cinnamaldehyde. Genus Cinnamomum. menghilangkan sakit (analgetik). kulit dikikis atau dibersihkan dari kulit luar. Famili Lauraceae. safrole. Ordo Policarpicae. Selanjutnya kulit yang sudah bersih ini dijemur dibawah terik matahari selama 2–3 hari. eugenol. Menghasilkan produk kayu manis sangat sederhana. hangat dan wangi. kaqlsium oksalat. yaitu cukup dengan penjemuran. antirematik. 1985) Morfologi Kulit kayu manis merupakan hasil utama dari kayu manis. tannin. kadar air tinggi diakibatkan oleh kurangnya waktu penjemuran selain kadar air masih tinggi. mutu kulit dipengaruhi oleh kebersihan tempat penjemuran. . Spesies Cinnamomum burmannii (Albert. Kulit bermutu rendah karena kadar airnya masih tinggi. kemudian dibelah– belah menjadi berukuran lebar 3–4 cm.

B. (2001). USA: John wiley & Sons. H. Pustaka Kartini. Materi Medika Indonesia. 566. Paimin. biarkan menetes 1 ml/menit sampai tetesan bening. diterjemahkan oleh Soendari Noerono. dengan sesekali di padatkan dengan bambu kecil sehingga tidak ada rongga udara Diberi pelarut selapis (2 cm) diatas simplisia Didiamkan selama 24 jam Kran dibuka. Anonim. 1986. Cairan penyari akan melarutkan zat aktif dalam sel-sel yang dilalui sampai keadaan jenuh Dipekatkan Dapus Wijayakusuma.. Gajah Mada University Press. Dirjen pom. Cairan penyari dialirkan dari atas kebawah melalui serbuk tersebut. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi. Jilid II. 1995. Sediaan Galenik. Penerbit penebar swadaya. F. Yogyakarta. Jakarta Albert leung.567. Jakarta Rismunandar. Jakarta : Depkes RI.Y. Sepha Diadara.. 1995. Encyclopedia of common natural ingredents (N. Penerbit penebar swadaya. 2011. R. Jakarta : Departemen RI. Jakarta. . 122 hlm.Proses perkolasi (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Menimbang simplisia Simplisia dibasahi dengan pelarut Didiamkan 3 sampai 4 jam Bagian bawah bejana diberi sekat berpori (kapas) untuk menahan serbuk Simplisia dimasukkan. Kayu manis budidaya dan pengolahan Edisi Revisi. Kayu Manis. Tanaman Berkhasiat Obat di Indonesia Jilid 1.1985. 1994. Rismunandar. Sulaiman. (1995).. Maserasi . Voight. Jilid VI.

(Online). http://sephadiadaralife.blogs pot.com. Diakses tanggal 11 April 2014 pukul 11.10 WITA ..