You are on page 1of 13

GERAKAN 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN (1000 HPK

)
disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Program Gizi
Doesen pengampu

: Nuryanto, S.Gz, M.Gizi

disusun oleh:
Evi Kartini

22030113120008

Nur Rochmah

22030113120068

Annisa Nur Fathin

22030113120024

Destio Dwiyan F

22030113130078

Nurlina Puspadani

22030113120036

Monika Sari

22030113140100

Rosita Rimahardika

22030113120056

Afifah Fitri Nuryanti 22030113140112

Clara Rashinta D

22030113120058

Wanty

Sudirman

22030111140088

22030113130128

PROGRAM STUDI ILMU GIZI FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2016

kabupaten dan kota. meningkatkan partisipasi seluruh pemangku kepentingan. 270 hari selama kehamilan dan 730 hari kehidupan pertama sejak bayi dilahirkan. organisasi profesi dan lembaga kemasyarakatan. institusi maupun pembiayaan baru melainkan meningkatkan efektivitas dari inisiatif yang telah ada yaitu meningkatkan koordinasi termasuk dukungan teknis. dan kemitraan inovatif. SUN (Scaling Up Nutrition) Movement merupakan upaya global dari berbagai negara dalam rangka memperkuat komitmen dan rencana aksi percepatan perbaikan gizi. dan partisipasi untuk meningkatkan keadaan gizi dan kesehatan masyarakat. Beberapa program dan kegiatan pembangunan nasional telah dilakukan untuk mendukung sasaran tersebut. Gerakan perbaikan gizi fokus terhadap kelompok 1000 hari pertama kehidupan yang pada tataran global disebut Scalling Up Nutrition (SUN) dan di Indonesia disebut dengan Gerakan Nasional Sadar Gizi dalam Rangka Percepatan Perbaikan Gizi Pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan dan disingkat Gerakan 1000 HPK).000 hari dari masa kehamilan hingga anak usia 2 tahun. Hal ini perlu didukung dengan kepemimpinan nasional dan daerah yang cukup kuat. bukan hanya dari pemerintah tetapi juga dunia usaha. termasuk stunting. Seribu hari pertama kehidupan adalah periode seribu hari mulai sejak terjadinya konsepsi hingga anak berumur 2 tahun. advokasi tingkat tinggi. Seribu hari terdiri dari. yang jika tidak dimanfaatkan dengan baik akan terjadi kerusakan yang bersifat permanen. B. GERAKAN 1000 HARI KEHIDUPAN Sasaran pembangunan pangan dan gizi adalah menurunkan prevalensi kekurangan gizi pada balita. dan pembangunan. provinsi. Gerakan ini merupakan respon negara-negara di dunia terhadap kondisi status gizi di sebagian besar negara berkembang dan akibat kemajuan yang tidak merata dalam mencapai tujuan pembangunan.A. Dengan adanya Gerakan Nasional Sadar Gizi Dalam Rangka Percepatan Perbaikan Gizi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan) diharapkan semua pemangku kepentingan mempunyai persepsi. Periode ini disebut periode emas (golden periode) atau disebut juga sebagai waktu yang kritis. komitmen dan langkah nyata yang terkoordinasi dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran untuk gerakan 1000 HPK ini di berbagai tingkat administrasi baik di pusat. khususnya penanganan gizi sejak 1. Gerakan 1000 HPK bukanlah inisiatif. PENTINGNYA GERAKAN 1000 HPK Pada kenyataannya. masalah kegagalan tumbuh kembang anak bukan disebabkan terutama oleh faktor genetik melainkan karena faktor lingkungan yang dapat diperbaiki .

dengan fokus pada masa 1000 HPK. Pada era tahun 50-an gerakan perbaikan gizi ditandai oleh slogan “Empat Sehat. Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi dalam rangka Seribu Hari Pertama Kehidupan yang sesungguhnya bukan hal baru. Gerakan ini dilakukan sebagai bentuk upaya kolaboratif pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkan penguatan kesadaran dan komitmen yang menjamin akses masyarakat terhadap makanan yang bergizi. Permasalahan gizi telah lama menjadi perhatian dunia. Gerakan ini dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan. seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan masalah gizi di Indonesia. perbaikan gizi ditandai dengan kampanye gizi seimbang dan keluarga sadar gizi. ormas/LSM. Mengacu pada pentingnya 1000 HPK. dan prduktif. Pada tujuan pertama MDG. sejalan dengan kemajuan IPTEK gizi. Lima Sempurna”. advokasi dan sosialisasi lintas sektor hingga pelatihan dan kegiatan intervensi. Pemerintah telah berkomitmen melalui Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi dalam Rangka 1000 Hari Pertama Kehidupan (Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan dan disingkat Gerakan 1000 HPK) sejak tahun 2012 yang diinisiasi oleh Kemenko PMK (d/h Kemenkokesra). profesi. Kemudian tahun 90-an. dan untuk menyempurnakan perbaikan gizi sebelumnya. cerdas. perbaikan gizi menjadi salah satu indikator dari tujuan pertama yaitu mengatasi masalah kemiskinan dan kelaparan. hingga dunia usaha. maka diperlukan gerakan yang bersifat nasional yang kemudian diberi nama Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi dalam rangka Seribu Hari Pertama Kehidupan. Gerakan ini kemudian diperkuat melalui terbitnya Peraturan Presiden Nomor 42 tahun 2013 tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi. yaitu . termasuk kampanye nasional dan daerah. terdapat 3 (tiga) indikator keberhasilan. Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi dalam Rangka Seribu Hari Pertama Kehidupan sangat penting dalam upaya kita menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang sehat. Di dalam tujuan pembangunan millennium (MDGs). Perpres nomor 42 tahun 2013 ini mengamanatkan adanya upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat melalui penggalangan partisipasi dan kepedulian pemangku kepentingan secara terencana dan terkoordinasi untuk percepatan perbaikan gizi masyarakat dengan prioritas pada 1000 HPK. PBB telah meluncurkan gerakan Scaling Up Nutrition (SUN Movement) pada tahun 2010 dan hingga kini telah diikuti oleh 54 Negara termasuk Indonesia. Penggalangan gerakan ini pun diamanatkan untuk melibatkan seluruh pemangku kepentingan termasuk Pemerintah Daerah. media massa. akademisi. masalah gizi yang ada. Pada era tahun 2012 ini. Sebagai tindak lanjut di level nasional.

Rumusan perbaikan gizi yang digagas oleh Badan Dunia (PBB) ini telah menimbulkan perubahan pandangan yang signifikan. Ketiga indikator ini memiliki keterkaitan yang sangat kuat. perubahan perilaku dan peningkatan pengetahuan. peningkatan konsumsi energi. DAMPAK GANGGUAN GIZI GERAKAN 1000 HPK Sasaran utama dalam perbaikan gizi 1000 HPK adalah dari periode janin dalam kandungan sampai periode baduta (bawah dua tahun). C. dan peningkatan status gizi. tetapi juga mencakup semua kerentanan lingkungan. Dalam istilah medis disebut konsep “Developmental Plasticity” artinya adalah janin memiliki sifat plastisitas atau fleksibilitas pada periode perkembangan dalam kandungan. Selain itu Developmental Plasticity akan menyebabkan system bersifat plastis dan sensitif terhadap lingkungan dan jika zat gizi yang dibutuhkan janin tidak terpenuhi makan plastisitas dan kapasitas fungsional yang menetap pada janin akan hilang. Masalah gizi tidak saja dipandang sebagai masalah kesehatan. penyediaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan. Gangguan gizi yang terjadi pada masa 1000 HPK yang tidak dapat ditangani dengan baik akan mendatangkan dampak negatif yang luas bagi anak. Oleh karena itu.peningkatan pendapatan. jika gangguan gizi ini berlangsung selama masa dibawah dua tahun. Gangguan gizi yang terjadi pada janin diakibatkan oleh kurangnya asupan zat gizi dari ibu. perbaikan pendapatan akan memperbaiki asupan gizi. akan menyebabkan gangguan gizi kronis berupa bayi stunting (pendek). pada masa setelah kelahiran. perbaikan lingkungan dan penyediaan sarana air bersih. tetapi telah menjadi tanggung jawab bersama. sampai nanti mencapai kehidupan dewasa. Efek jangka pendek yang akan terjadi adalah pada anak . Plastisitas tidak hanya untuk keadaan kekurangan gizi. Setelah janin dalam kandungan yang kekurangan zat gizi. Termasuk lingkungan dengan keadaan gizi berlebih yang berhubungan dengan obesitas maternal dan diabetes gestasional. Jika asupan zat ibu kurang maka janin pun akan mengurangi sel-sel perkembangan tubuhnya. Selain itu gizi yang baik akan menjadi dasar yang sangat kuat untuk mencapai MDGs lainnya. Janin akan menyesuaikan diri dengan apa yang terjadi pada ibunya dan apa yang diasup oleh ibunya selama masa kehamilan. serta berbagai faktor determinan lainnya. Dampak yang terjadi dapat berupa gangguan jangka pendek dan jangka panjang. Keberhasilan perbaikan gizi merupakan lanjutan dari keberhasilan bidang penyediaan makanan. Di awali dari masa janin dalam kandungan. bayi pun akan tetap menyesuaikan mekanisme tubuhnya menerima zat gizi sesuai apa yang terjadi selama masa kehamilan. dan selanjutnya akan memperbaiki status gizi.

Hal tersebut dapat mempengaruhi aktifitas metabolisme dalam tubuh. Peranan penting perempuan dalam 1000 HPK. Apabila kekurangan zat gizi ini berlangsung lama maka akan menyebabkan adanya KEK (Kekurangan Energi Kronis) dan KEP (Kekurangan Energi Protein). Selain itu juga akan terjadi gangguan pertumbuhan. Karena keadaan tersebut juga mengakibatkan turunnya kekebalan tubuh sehingga bayi dengan wasting akan sering mengalami penyakit infeksi.akan terjadi gangguan perkembangan otak. Gangguan kelebihan gizi (kegemukan) pada bayi juga akan mengakibatkan terjadinya gangguan metabolism dalam tubuh bayi. PEMBERIAN PERHATIAN KHUSUS PEREMPUAN Perempuan perlu diberikan perhatian khusus karena perempuan sangat memegang peranan penting pada program 1000 Hari Pertama Kehamilan (HPK). remaja dan dewasa. Selain gangguan gizi kronis. hipertensi. . kanker dan disability pada saat lansia. D. diantaranya terjadi akibat meningkatnya resitensi insulin. Bayi dengan keadaan kegemukan akan cenderung menjadi gemuk juga pada masa anak-anak. kelebihan gizi mengakibatkan terjadinya kegemukan akibat penumpukan lemak dijaringan adiposa. Bayi akan menjadi bayi yang menderita marasmus dan khwashirkor. Apabila tidak diperhatikan pola makan dan asupan zat gizinya akan meningkatkan resiko terjadinya penyakit degeneratif seperti diabetes mellitus. efek jangka panjang yang akan dihadapi adalah rendahnya kemampuan kognitif anak dan prestasi pendidikan diakibatkan karena adanya perkembangan otak yang terganggu. Stroke. Seperti diketahui. yaitu berupa kelebihan gizi (kegemukan) dan kekurangan gizi (kurus). Kemudian gangguan pertumbuhan akan menyebabkan rendahnya daya tahan tubuh anak dan kemampuan kerja atau produktifitas yang tidak optimal. Bayi yang kekurangan zat gizi secara akut akan menyebabkan bayi menjadi kurus atau wasting. Agar dapat menciptakan generasi yang berkualitas. maka pengoptimalan 1000 HPK sangat penting. Perempuan dewasa yang kurang gizi (berat badan kurang dan postur pendek) berisiko melahirkan bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Jika hal tersebut tidak tertangani dengan baik. Jika gangguan gizi ini tidak ditangani dengan baik akan berakibat pada kematian bayi karena mekanisme tubuhnya sudah tidak sanggup untuk mengpertahankan diri dalam keadaan kelaparan yang berlangsung lama. Mengingat banyaknya gangguan-gangguan yang akan terjadi. gangguan gizi 1000 HPK juga akan menyebabkan gangguan gizi akut. 20% kematian bayi gizi buruk diakibatkan oleh penyakit infeksi terutama infeksi paru-paru atau pneumonia. Karena masa baduta adalah masa periode emas perkembangan otak anak. penyakit jantung koroner.

Esensi dari Developmental plasticity adalah suatu periode kritis saat suatu sistem bersifat plastis dan sensitif terhadap lingkungannya. menyebabkan bayi membutuhkan lingkungan yang sama dengan saat dalam kandungan. keterpaparan terhadap faktor risiko lingkungan dan juga kondisi gizi. Pada proses pertumbuhan dan perkembangan nya. remaja dan pada saat dewasa berisiko melahirkan generasi kurang gizi selanjutnya. seperti diindikasikan oleh hubungan antara ukuran TB nenek dan berat badan lahir bayi yg dilahirkan oleh wanita dalam studi kohort.(2) Kesehatan dan Penyakit merupakan hasil interaksi antara gen.Bayi BBLR berisiko gagal tumbuh selama usia anak. metabolik dan hormonalnya pada priode kritis pada awal kehidupannya. maka akan menyebabkan situasi “Mismatch” antara apa yg sudah dipersiapkan oleh janin dalam kandungan (kekurangan) untuk menghadapi situasi pasca-salin (berlebih). dan berlebih setelah lahir). cenderung menjadi dewasa yang pendek. respons janin terhadap perubahan gizi ibu (melalui mekanisme developmental plasticity). Apabila lingkungan pasca-salin berbeda (kurang saat dalam kandungan. maka akan terjadi masalah anak pendek intergenerasi. sebagai respons terhadap kondisi lingkungan yang berbeda selama masa perkembangan. Sebagian besar organ dan sistem. Penelitian yang dilakukan di India. Pada salah satu penelitian menunjukan bahwa adanya manifestasi interaksi genetik dan lingkungan dini. Kehamilan dini dari remaja yang kurang gizi akan menambah risiko lahirnya bayi dengan BBLR dan remaja tersebut akan tumbuh menjadi perempuan dewasa dengan berat badan rendah dan postur pendek. masa kritisnya terjadi saat periode di dalam kandungan. yang berisiko mempunyai prestasi pendidikan yg rendah yang pada akhirnya mempunyai status ekonomi yang rendah. Efek gizi kurang di dalam kandungan dapat memanjang ke 3 generasi. selanjutnya cenderung melahirkan bayi yang memiliki berat badan lahir rendah. mengemukakan bahwa anak yang gizi nya kurang. Apabila masalah ini tidak diperbaiki. Pada kondisi fetal yang undernutrisi akan terjadi suatu fenomena yang disebut sebagai Developmental Plasticity. Stunting pada usia dini juga dapat memprediksikan kinerja kognitif dan risiko terjadinya Penyakit Jantung Koroner pada masa dewasa. diikuti dengan hilangnya plastisitas dan kapasitas fungsional yang menetap.(3) Memperbaiki gizi pada masa dini (0-36 bulan) dapat . yaitu suatu fenomena dimana satu genotipe dapat meningkatkan status fisiologis dan morfologis dalam rentang yang berbeda. sehingga meningkatkan risiko terjadinya penyakit tidak menular (PTM).

terhadap kompetensi 510. Bukti menunjukkan bahwa risiko tersebut juga meluas pada bayi yg mempunyai BBL > 2500 gram.Programme for International Student Assessment). INTERVENSI GIZI PADA 1000 HPK Sesuai dengan Pedoman Perencanaan Program Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan Tahun 2013. Thailand. dan Malaysia berturut-turut adalah pada urutan ke 2. dan science menunjukkan hasil yang rendah. Fakta mengenai efek obesitas maternal dan diabetes gestasional sebagai faktor risiko terhadap penyakit metabolik dan penyakit pembuluh darah jantung di kemudian hari pada bayi yg dilahirkannya semakin meyakinkan. dan Malaysia. dan 52. Posisi Singapura. Vietnam. Hubungan tersebut diasumsikan merupakan konsekuensi dari “developmental plasticity”. dalam bidang membaca. Kompetensi pelajar Indonesia dalam ketiga bidang tersebut ternyata berada jauh di bawah rata-rata negara-negara OECD yang keanggotaannya diikuti juga oleh beberapa negara Asia Tenggara yaitu Singapura. negara Indonesia merupakan salah satu negara dari 17 negara yang memiliki beban ganda yang mempunyai 3 masalah gizi yang tinggi pada balita yaitu stunting (pendek). hipertensi dan diabetes tipe 2 semakin meyakinkan. yang direpresentasikan oleh BBL nya.000 pelajar usia 15 tahun di 65 negara. Vietnam. dengan risiko yg lebih tinggi untuk terjadinya coronary heart disease (CHD). F. termasuk Indonesia. Asesmen terkini yang dilakukan pada tahun 2012 oleh OECD PISA (the Organisation for Economic Co-operation and Development . E. yang mengindikasikan adanya kelanjutan antargenerasi dari penyakit tersebut. Analysis dari penelitian kohort di 5 negara memberikan bukti kuat bahwa gizi yg cukup di dalam kandungan dan di usia 2 tahun pertama kehidupan sangat kritis untuk pembangunan SDM. Hubungan antara hambatan pertumbuhan janin. matematika. Sedangkan Indonesia berada di urutan ke 64 dari 65 negara yang mengikuti ajang bergengsi tersebut. suatu organisasi global bergengsi.meningkatkan penghasilan secara bermakna dan fungsi kognitif terbaik jika intervensi dilakukan pada usia pra-sekolah. stroke. terdapat dua pola intervensi untuk memutus rantai kekurangan gizi pada 100 . Wanita yang Overweight dapat melahirkan bayi makrosomik (sangat besar) yg seringkali tidak bisa memproduksi insulin dengan baik. 50. wasting (kurus) dan overweight (gemuk). Hubungan tidak terbatas pada berat badan lahir < 2500 gram. 17. Thailand. GAMBARAN MASALAH GIZI DI INDONESIA Bukti Epidemiologis. Anak-anak dari ibu obese atau diabetes mempunyai risiko lebih tinggi menderita diabetes dan komplikasi cardiometabolic lainnya. sehingga berisiko mengalami obesitas dan diabetes type 2.

Kedua pola intervensi memiliki kesamaan yaitu sama – sama memiliki upaya perbaikan gizi dimaksudkan untuk mencapai pertumbuhan anak yang optimal. 2) Berbagai kegiatan pembangunan. Intervensi gizi spesifik memiliki ciri – ciri sebagai berikut: 1) Upaya yang dilakukan adalah mencegah gangguang gizi secara langsung. dengan melibatkan berbagai sektor (multisektoral).HPK. Meski begitu. terdapat ciri – ciri sebagai berikut: 1) Upaya mencegah gangguan gizi secara tidak langsung. yang pada umumnya kegiatan ini dilakukan oleh sektor kesehatan. langsung dilakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) 3) Promosi menyusui ASI Eksklusif 6 bulan (konseling individu dan kelompok) 4) Pemberian 5 imunisasi dasar 5) Memantau tumbuh dan kembang bayi secara rutin 6) Mencegah dan menangani bayi yang sakit secara tepat . artinya hasil kegiatan dapat dicatat dalam waktu yang relatif pendek. ibu menyusui. kedua intervensi ini juga memiliki pola intervensi yang berbeda. kegiatan – kegiatan intervensi yang dilakukan meliputi: 1) Suplementasi besi minimal 90 tablet dan folat 2) Pemberian makanan tambahan pada ibu hamil KEK (Kekurangan Energi Kronis) 3) Penanggulangan kecacingan pada ibu hamil 4) Pemberian kelambu berinsektisida dan pengobatan bagi ibu hamil yang positif malaria 5) Makan 1 porsi lebih banyak per hari 6) Periksa kehamilan minimal 4 kali 7) Imunisasi TT (Tetanus Toksoid) b) Kelompok Usia 0 – 6 Bulan 1) Persalinan ditolong bidan atau dokter 2) Begitu bayi lahir. Berikut jenis – jenis intervensi gizi spesifik yang cost efektif menurut Pedoman Perencanaan Program Gerakan Nasional 1000 HPK Tahun 2013 dan Booklet Aksi Gizi: a) Ibu Hamil Pada kelompok ibu hamil. 2) Umumnya dilakukan oleh sektor kesehatan. intervensi spesifik merupakan tindakan atau kegiatan yang dalam perencanaannya ditujukan khusus untuk kelompok 1000 HPk. yaitu intervensi spesifik dan intervensi sensitif. 1. 3) Sasaran dalam intervensi spesifik meliputi ibu hamil. 3) Memiliki sasaran masyarakat umum selain kelompok 1000 HPK. Sedangkan pada intervensi gizi sensitif. dan anak usia 0 – 23 bulan (kelompok 1000 HPK). yang pada umumnya bukan dilakukan oleh sektor kesehatan. Intervensi Spesifik Seperti yang sudah disebutkan. Intervensi spesifik bersifat jangka pendek.

c) Kelompok Usia 7 – 23 Bulan 1) Promosi menyusui. Informasi. tidak khusus untuk 1000 HPK. meneruskan pemberian ASI sampai usia 2 tahun 2) Konseling Informasi Edukasi (KIE) perubahan perilaku untuk perbaikan MP – ASI. dan Edukasi (KIE) . intervensi sensitif merupakah kegiatan pembengunan yang dilakukan di luar sektor kesehatan. apabila dilakukan perencanaan secara khusus dan terpadu dengan kegiatan spesifik. Sasaran dari kegiatan ini adalah masyarakat umum. 3) Suplementasi Zink 4) Zink untuk manajemen diare 5) Pemberian kapsul vitamin A dua kali setahun pada bulan Februari dan Agustus dan pemberian tabur gizi 6) Pemberian obat cacing 7) Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) 8) Fortifikasi besi 9) Pemberian kelambu berinsektisida dan malaria 10) Memantau tumbuh dan kembang bayi secara rutin 11) Mencegah dan menangani bayi yang sakit secara tepat 2. memulai pemberian MP – ASI pada usia 7 bulan. yaitu sebagai berikut: 1) 2) 3) 4) Pendataan Pengadaan Pelatihan Komunikasi. Dampak kombinasi dari kegiatan spesifik dan sensitif bersifat sustainable dan jangka panjang. dampaknya akan sensitif terhadap keselamatan proses pertumbuhan dan perkembangan 1000 HPK. pasar) Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan rencana kegiatan – kegiatan. Namun. Intervensi Sensitif Sama seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Intervensi sensitif ini meliputi: 1) Penyediaan air bersih dan sanitasi (penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)) 2) Ketahanan pangan dan gizi 3) Keluarga Berencana 4) Jaminan Kesehatan Masyarakat 5) Jaminan Persalinan Dasar 6) Fortifikasi Pangan 7) Pendidikan gizi masyarakat 8) Intervensi untuk remaja perempuan 9) Pengentasan Kemiskinan/ penyedian lapangan kerja 10) Kesetaraan gender 11) Stimulasi psikososial bagi bayi dan anak 12) Perbaikan infrastruktur (perbaikan akses masyarakat: jalan.

c. Berikut contoh rencana kegiatan mitra pembangunan: 1) Memperkuat dan memperluas jaringan antarmitra pembangunan.5) Pemantauan 6) Bimbingan teknis (supervisi) 7) Regulasi 3. Lembaga Sosial Kemasyarakatan Kegiatan utama Lembaga Sosial Kemasyarakatan yang meliputi kegiatan dari proses inisiasi dasar – dasar Gerakan 1000 HPK seperti dasar hukum. dokumen . dokumen pendukung hingga pelaksanaan dan evaluasi Gerakan 1000 HPK. Berikut contoh rencana kegiatan pemerintah: 1) Menetapkan Perpres Gerakan 1000 HPK (jangka pendek) 2) Sosialisasi Gerakan HPK tingkat nasional dan daerah (jangka pendek) 3) Mobilisasi sumber dana dalam APBN dan APBD (jangka panjang) 4) Melakukan monitoring – evaluasi pencapaian tujuan dan sasaran pelaksanaan kegiatan (jangka panjang) 5) dls. Mitra Pembangunan Kegiatan utama mitra pembangunan yang meliputi kegiatan dari proses inisiasi dasar – dasar Gerakan 1000 HPK seperti dasar hukum. Pemerintah Kegiatan utama pemerintah yang memiliki peran sebagai inisiator. dan motivator meliputi kegiatan dari proses inisiasi dasar – dasar Gerakan 1000 HPK seperti dasar hukum. untuk mendukung Gerakan 1000 HPK (jangka pendek) 2) Mendukung gizi sebagai isu prioritas nasional dan daerah (jangka pendek) 3) Bekerjasama dengan pemerintah untuk mengembangkan rencana pembiayaan Gerakan 1000 HPK (jangka pendek) 4) Meningkatkan skala dan kualitas bantuan kepada pemerintah (jangka panjang) 5) dls. harus disusun rencana kegiatan utama dari tiap pemangku kepentingan. fasilitator. Kegiatan utama untuk setiap pemangku kepentingan akan dijelaskan seperti berikut: a. dokumen pendukung hingga pelaksanaan dan evaluasi Gerakan 1000 HPK. dalam rangka meningkatkan kemitraan dan pencapaian target tujuan Gerakan 1000 HPK. Kegiatan Utama Tiap Pemangku Kepentingan Selain kegiatan yang terkandung dalam intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif. b.

dan pendidikan (jangka panjang) 4) Advokasi kepada pemerintah untuk mobilisasi sumberdana yang lebih besar untuk menangani kekurangan gizi (jangka panjang) 5) dls. FAO dan WHO) (jangka pendek) 2) Bekerjasama dengan pemerintah dan mitra pembangunan untuk mendukung rencana pembiayaan Gerakan 1000 HPK (jangka pendek) . e.pendukung hingga pelaksanaan dan evaluasi Gerakan 1000 HPK. Berikut contoh rencana kegiatan Mitra Pembangunan (Organisasi PBB): 1) Membangun jaringan dan memperluas kerjasama UN System diluar 4 organisasi utama (UNICEF. WFP. pertanian. dokumen pendukung hingga pelaksanaan dan evaluasi Gerakan 1000 HPK. Berikut contoh rencana kegiatan Lembaga Sosial Kemasyarakatan: 1) Memperkuat keterkaitan antara LSK dengan pemerintah dengan menggunakan mekanisme yang berlaku (jangka pendek) 2) Melakukan mobilisasi dalam rangka meningkatkan demand masyarakat (jangka pendek) 3) Melakukan evaluasi dan penelitian yang mengaitkan antara gizi dengan gender. kemiskinan. Mitra Pembangunan (Organisasi PBB) Kegiatan utama Mitra Pembangunan (Organisasi PBB) yang meliputi kegiatan dari proses inisiasi dasar – dasar Gerakan 1000 HPK seperti dasar hukum. Berikut contoh rencana kegiatan Dunia Usaha: 1) Memfasilitasi keterlibatan dunia usaha dalam Gerakan 1000 HPK (jangka pendek) 2) Bekerja secara nyata untuk mendukung strategi Gerakan 1000 HPK (jangka pendek) 3) Bekerja secara nyata untuk mendukung Gerakan 1000 HPK Nasional (jangka panjang) 4) dls. ketenagakerjaan. jaminan sosial. Dunia Usaha Kegiatan utama Dunia Usaha yang meliputi kegiatan dari proses inisiasi dasar – dasar Gerakan 1000 HPK seperti dasar hukum. pangan. kesehatan. dokumen pendukung hingga pelaksanaan dan evaluasi Gerakan 1000 HPK. d.

In: Barker. 2007. Jakarta. DJOP. Menjadi L. Penentu Ribuan Hari Berikutnya. RL Bergmann. Burdge. Epigenetic Mechanism and the Mismatch Concept of the Developmental Origins of Health and Disease. PL Ogra. Indonesia D. . Riset Kesehatan Dasar. In: WHO 2009. Tim Penyusun. Goldfrey.2013. 2012. 4. PELATIHAN GERAKAN DUTA 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN. Lillycrop. 5. Vol 61. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 3. 7. 2008. 2008. 2015. Nestle Nutrition Workshop Series Pediatric Program. KM. PEDOMAN PERENCANAAN PROGRAM. Menjadi L. KA. The Windows of Opportunity: Pre-pregnancy to 24 Months of Age. et al. Pengantar K. 6. Early Life Meeting Forum. Indian Pediatr. 2013. 1992. The Lancet Series and Indian Perspective. GH. 2011. 9. 2.306. L C. Harapan S. 1st ed. Pedoman perencanaan program gerakan nasional percepatan perbaikan gizi dalam rangka seribu hari pertama kehidupan (Gerakan 1000 HPK). Eriksson JG. 11. 8. Penentu Ribuan Hari Berikutnya.61(5). DAFTAR PUSTAKA 1. 10. Second Report on the World Nutrition Situation. Geneva: UN Standing Committe on Nutrition.3) Melakukan sinergitas agenda kegiatan nasional dan global dalam rangka menyelaraskan dan menghindari duplikasi kegiatan (jangka panjang) 4) Bantuan teknis dan experties untuk memperkuat Gerakan 1000 HPK (jangka panjang) 5) dls. Harapan S. Hanson MA. Pediatr Res.45. 2013.