You are on page 1of 11

Kajian Pola Ruang dan Fasilitas Terminal Bus

Studi kasus: Terminal Bus Tipe A Kota Bekasi
Yudit Sudiana
Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas
Gunadarma (yuditsudiana1526@gmail.com)

ABSTRAK
Terminal bus kota Bekasi berlokasi di Jl. Cut Mutia, Kota Bekasi. Terminal tersebut
merupakan salah satu terminal bus tipe A yang melayani rute jarak dekat maupun jarak
jauh. . Terminal penumpang ini memiliki luas 1,55 hektar dan dapat menampung sekitar
200 kendaraan per harinya. Pada ruang tunggu terminal dapat menampung sekitar 350
hingga 400 penumpang, hal ini menggambarkan bahwa terminal Kota Bekasi memiliki
peran yang sangat vital bagi warga Kota Bekasi. Pola ruang dan fasilitas yang tersedia
baik fasilitas utama maupun penunjang merupakan hal yang penting selanjutnya bagi
penumpang/pengguna terminal bus. Selain demi kenyamanan penumpang dan yang
bergerak di dalamnya, perencanaan tersebut juga berpengaruh terhadap tingkat efisiensi
waktu tunggu, pergerakan kendaraan dan penumpang, dan juga perawatan/maintenance
yang perlu dilakukan terhadap terminal.
Kata kunci: terminal bus, pola ruang, fasilitas, Bekasi

ABSTRACT
Bekasi city bus terminal is located at Jl. Cut Meutia, Bekasi. The terminal is one of the
Type A bus terminal serving the route a short distance and long distance. , The
passenger terminal has an area of 1.55 hectares and can accommodate approximately
200 vehicles per day. In the waiting room terminal can accommodate about 350 to 400
passengers, it illustrates that the terminal Bekasi City has a very vital role for the
citizens of the city of Bekasi. Patterns of space and facilities are available both main
and supporting facilities is important subsequently for passengers / bus terminal users.
In addition for the convenience of passengers and engaged in it, the plan also affect the
level of efficiency of the wait time, the movement of vehicles and passengers, and also
care / maintenance needs to be done to the terminal.
Keywords: bus terminal, patterns of space, facility, Bekasi

1

Penulisan Laporan Penelitian ini terdiri dari lima bab yaitu terdiri dari Pendahuluan. Terminal penumpang berdasarkan fungsi pelayanannya dibagi menjadi 3 tipe. perpindahan intra dan/atau antar moda transportasi serta mengatur kedatangan dan pemberangkatan kendaraan umum. Juknis LLAJ. Tinjauan Lokasi dan Metode Penelitian. pembahasan. Tipe B.PENDAHULUAN Latar Belakang Saat ini sebagian terminal besar bus khususnya tipe A di Indonesia masih belum memenuhi standar perancangan yang ditetapkan oleh pemerintah. dan Tipe C. Permasalahan a. Setiap bab terdiri dari sub-bab yang disesuaikan dengan pembahasan yang diperlukan. 2 . diperlukan perencanaan pola ruang dan tata letak ruang serta fasilitas utama maupun penunjang untuk mengubah citra negatif tersebut di masyarakat dan menjadikan terminal bus sebagai prasarana transportasi yang baik. Bagaimana akibat yang ditimbulkan dari pola ruang yang tidak terencana dengan matang khususnya pada terminal bus Kota Bekasi? b. Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan No 31/1995. Pergerakan manusia di dalam terminal masih bersinggungan atau bersilangan dengan arus/jalur kendaraan. Berdasarkan. Seperti apakah perencanaan pola ruang yang baik yang dapat menimbulkan kenyamanan pada pengunjung/penumpang terminal bus kota bekasi? KAJIAN TEORI Terminal bus adalah sebuah prasarana transportasi jalan untuk keperluan menurunkan dan menaikkan penumpang. yaitu Terminal Penumpang dan terminal Barang. Oleh karena itu. dan terakhir bab Kesimpulan dan Saran. menjadi dua jenis. yaitu Tipe A. hal ini menyebabkan kenyamaanan pada terminal tersebut menjadi berkurang dan menjadi poin permasalahan yang harus di selesaikan. Terminal dibedakan berdasarkan jenis angkutan. 1995. Kajian Teori. Bagaimana standar kelayakan fasilitas utama dan penunjang pada terminal bus kota bekasi? c.

antara lain adalah: 1. Menggambarkan fakta tentang permasalahan yang diselidiki sebagaimana adanya. yang menciptaan suatu hubungan keseimbnagan dan keselarasan. Pekerjaan peneliti tidak hanya memberikan gambaran terhadap fenomenafenomena. Terdapat ciri-ciri yang pokok pada metode deskriptif.Pengertian ruang atau space berasal dari bahasa Latin. yaitu tempat (topos) atau lokasi (choros) yang memiliki ekspresi kualitas tiga dimensional. Ruang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia baik secara psikologis emosional (persepsi). 3. tetapi juga menerangkan hubungan. 3 . maupun dimensional. Memusatkan perhatian pada permasalahan yang ada pada saat penelitian dilakukan atau permasalahan yang bersifat aktual 2. baik itu bangunan maupun lingkungan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode deskriptif untuk menyelesaikan kasus yang diteliti. Ruang mempunyai arti penting bagi kehidupan manusia. menguji hipotesis. Definisi secara umum dari pola ruang adalah. distribusi peruntukan ruang dalam suatu wilayah yang meliputi peruntukan ruang untuk fungsi lindung dan peruntukan ruang untuk fungsi budi daya. yakni spatium yang berarti ruangan atau luas (extent) dan bahasa Yunani. Pola merupakan suatu yang mengungkapkan skema organisasi struktural mendasar yang mencangkup suatu penataletakan masa. diiringi dengan interpretasi rasional yang seimbang. serta mendapatkan makna dan implikasi dari suatu masalah. membuat prediksi. Dapat dikatakan bahwa penelitian deskriptif merupakan penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala. peristiwa yang terjadi pada saat sekarang atau masalah aktual.

Variabel penelitian adalah suatu atribut. 4 . Tabel 1. yaitu data primer dan data sekunder. Tata letak bangunan/massa Untuk mendapatkan data yang dibutuhkan untuk melakukan penelitian. Data primer merupakan sumber data yang diperoleh secara langsung dari sumber asli atau pihak pertama. dan nyaman. Tabel perolehan data DATA PRIMER DATA SEKUNDER Wawancara Literatur/artikel Observasi lapangan Informasi media massa Dokumentasi (foto) PEMBAHASAN Pola Ruang dan Tata Letak Pola ruang yang dimaksud disini tidak harus sebuah ruangan yang berada di dalam bangunan. Penataan pola ruang ini bersinggungan langsung dengan perencanaan tata letak massa bangunan di dalam terminal. tentunya harus diberikan pelayanan yang semaksimal mungkin salah satunya dengan tersedianya ruang tunggu terminal yang nyaman sehingga penumpang tidak cepat merasa lelah. a. nilai/sifat dari objek. penulis mengumpulkan dua jenis data. Melainkan merencanakan keseluruhan pola ruang-ruang yang termasuk di dalam area Terminal Kota Bekasi. pengelola. individu atau kegiatan yang mempunyai banyak variasi tertentu antara satu dan lainnya. Sirkulasi b. aman. Yang mana secara umum dibedakan menjadi tiga area yaitu area penumpang. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: a. Area penumpang Area penumpang adalah sebuah area atau kawasan khusus yang disediakan bagi para penumpang agar menimbulkan suasana tertib. Sebagai penumpang. dan area pelayanan. Kenyamanan c. Sedangkan data sekunder merupakan sumber data yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara.

1 4 5 3 2 Keterangan: 1. posisi gedung utama dan bangunan pendukung lainnya mengelilingi area terminal dan menjadikan area parkir bus sebagai orientasi nya. Gedung pengelola terminal 2. Area Pengelola Pengelola adalah yang mengelola keseluruhan operasional sebuah terminal dan yang bertanggung jawab adalah Kepala UPTD Terminal Kota Bekasi dibawah naungan Dinas Perhubungan Kota Bekasi beserta staff nya. pola yang digunakan pada Terminal Bekasi menggunakan pola Menyebar Memusat. c. Area Pelayanan Area pelayanan di tempati oleh penyedia jasa angkutan kendaraan umum yang sebagian besar dimiliki oleh perusahaan swasta atau biasa disebut Perusahaan Otobus (PO). Area parkir bus Gambar 1. Area servis 5. Dengan demikian.b. 5 . Area ticketing+pedagang 3. Area fasilitas pendukung 4.1 Ilustrasi eksisting Terminal Bekasi Dari ilustrasi gambar diatas.

Jalur keberangkatan bus kota 2.Gambar 1. Jalur keberangkatan luar kota (AKAP) Gambar 1.2 Pola Ruang Menyebar Memusat Sirkulasi 1 2 1.3 Sirkulasi Terminal 6 .

5 Jalur sirkulasi kendaraan yang bersinggungan dengan jalur manusia (sumber: dokumentasi pribadi) Terlepas dari masalah yang ditimbulkan akibat jalur manusia dan kendaraan yang menyatu (gambar 1.4 Pintu Masuk Terminal (sumber: google street view) Berdasarkan analisis gambar diatas. Tentunya dengan sistem seperti ini sangat membahayakan terutama untuk penumpang pejalan kaki.Gambar 1. karena jalurnya yang bersinggungan dengan kendaraan-kendaraan besar. Gambar 1. terminal ini secara teori menerapkan system sirkulasi Grid. 7 . sistem sirkulasi kendaraan dan manusia yang terdapat di terminal Bekasi digabung menjadi satu.5).

Selain itu. sirkulasi juga menjadi masalah selanjutnya baik itu sirkulasi kendaraan maupun sirkulasi barang. tidak adanya pembagian ruang yang jelas untuk sirkulasi manusia dan kendaraan bermotor. Gambar 1. hal ini berbanding lurus dengan observasi yang dilakukan oleh penulis dan teori-teori yang dipaparkan pada bab kajian teori. Karena kenyamanan dapat berkurang karena sirkulasi yang kurang baik. atau tidak ada pembagian sirkulasi antara ruang satu dengan lainnya adalah beberapa contoh yang menyebabkan berkurangnya tingkat kenyamanan 8 . didapatkan bahwa fasilitas terminal dan kenyamanan penumpang merupakan masalah yang paling banyak ditemukan dan dikeluhkan oleh pengguna terminal Bus Kota Bekasi.6 Pola sirkulasi terminal membentuk pola Grid Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan terhadap 6 orang narasumber.Konfigurasi grid terdiri dari dua pasang jalan sejajar yang saling berpotongan pada jarak yang sama dan menciptakan bujur sangkar atau kawasan ruang segi empat.

dan ruang tunggu penumpang yang kondisinya memprihatinkan.7 Fungsi halte yang tidak digunakan sebagaimana fungsinya (sumber: dokumentasi pribadi) PENUTUP Kesimpulan Penataan ruang atau pola ruang pada kondisi eksisting terminal bus Kota Bekasi saat ini dapat dikatakan belum memenuhi aspek-aspek kenyamanan. Fasilitas yang merupakan faktor penunjang namun sangat penting keberadaannya masih belum layak dan belum memenuhi standar. pengguna terminal khususnya penumpang masih merasa tidak nyaman berada di terminal.Gambar 1. Sistem pola ruang yang dapat menimbulkan kenyamanan khususnya pada penumpang dan pengguna terminal memiliki ciri-ciri diantaranya sebagai berikut:    Punya orientasi yang jelas Akses masuk dan keluar jelas dan mudah dicapai Pergerakan dalam terminal (manusia dan kendaraan) tidak boleh saling bersilangan   dan bersinggungan Fasilitas utama dan penunjang terpelihara dengan baik Pola ruang disesuaikan dengan luas lahan terminal dan daya tampung maksimal terminal 9 . toilet. Akibatnya. Masih banyak ditemukan fasilitas seperti halte.

Penelitian tentunya tidak selalu berdaya guna bagi masyarakat dalam satu kali penelitian. Oleh karena itu perlu adanya penambahan jumlah data serta pengembangan lebih lanjut untuk penelitian Terminal Bus Tipe A selanjutnya yang lebih mendalam. 10 . tapi merupakan rangkaian penelitian yang berkelanjutan.Saran Adapun saran yang dapat diberikan antara lain masih adanya kekurangan dalam penelitian ini khususnya jumlah data penungajng dan literatur yang di dapatkan serta keterbatasan waktu yang tersedia.

Joyce et all. 31/95 tentang Terminal Transportasi Jalan Marcella. Aksesibilitas Bagi Pengguna Terminal Bis Purabaya Surabaya. New York: McGraw-Hill Company. Pengantar Manajemen Infrastruktur. PP No. Francis. Chink. 1991. 1988. Surabaya. 1973. http://dedekbaskom. Metode Penelitian. Osaka: Overseas Book Co. 2010. Robert.Asian Eds. 2011. Diakses pada 12 Oktober 2015. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Haris. Kodatie.Whitney. Logi. 11 . Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer. Dedek. 43/93 tentang prasarana & lalulintas Sugiyono. Jakarta: Erlangga. 1975. Architect's Data. 2005. Juknis LLAJ 1995 tentang Terminal Penumpang dan Sistem Jaringan Angkutan Umum Kepmen no. Terminal Imbanagara Kabupaten Ciamis. Jakarta. Dialihbahasakan oleh Sjamsu Amril.DAFTAR PUSTAKA D.L. Ruang dan Susunannya.The Elements of Resert. Ghalia Indonesia.1960. Second. Neufert.K. Universitas Komputer Indonesia. Tofani.com/2010/06/ruang. Pengertian Ruang. Dictionary of Architecture and Construction. Arsitektur Bentuk. Ernest.blogspot. Bandung: Alfabeta. F. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Erlangga.html J. 2012. Hutagalung. Cryill M. Nazir. 2005.