You are on page 1of 6

PEMBERIAN AIR SUSU IBU (ASI

)
DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT ILMU
(Tugas MKDU Filsafat Ilmu Kedokteran)
Oleh :
dr. Shinta Nareswari
PPDS – Ilmu Kesehatan Anak
LATAR BELAKANG
Filsafat adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara
kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar. Filsafat tidak didalami dengan melakukan
eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan masalah
secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk
solusi tertentu. Akhir dari proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuar proses dialektika.
Untuk mempelajari filsafat ilmu, mutlak diperlukan logika berpikir dan logika bahasa.1
Secara harifah atau etimologi, filsafat berarti cinta kebijaksanaan dan kebenaran. Istilah ini
berasal dari bahasa Yunani, yaitu philosophia yang merupakan kata majemuk dari Philia dan
Sophia. Philia berarti cinta atau keinginan dan karenanya berusaha untuk mencapai yang
diinginkan itu. Sedangkan sophia berarti kebijakan (hikmah) atau kepandaian. Jadi filsafat
adalah keinginan yang mendalam untuk mendapatkan kepandaian atau cinta pada kebijakan.1
Secara terminologi pengertian filsafat memang sangat beragam, baik dalam ungkapan
maupun titik tekannya. Menurut Poedjawijatna, filsafat adalah sejenis pengetahuan yang
berusaha mencari sebab yang sedalam-dalamnya tentang segala sesuatu berdasarkan pikiran
belaka. Sementara Hasbullah Bakry mengatakan bahwa filsafat adalah sejenis pengetahuan
yang menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenai ketuhanan, alam semesta dan
manusia. Plato mendefinisikan filsafat adalah pengetahuan yang beminat mencapai kebenaran
asli (hakiki). Sedangkan menurut Aristoteles, filsafat adalah pengetahuan yang meliputi
kebenaran yang tergabung di dalamnya metafisika, logika, retorika, ekonomi, politik, dan
estetika. Selanjutnya, menurut Immanuel Kant filsafat adalah pengetahuan yang menjadi
pokok pangkal segala pengetahuan yang tercakup di dalamnya empat persoalan, yaitu : (a)

menghentikan pemberian ASI karena bayi atau ibu sakit. Istilah epistemiologi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua kata. yaitu episteme = pengetahuan atau kebenaran dan logos = kata. yang berguna sebagai makanan bagi bayinya. (c) sampai di mana harapan kita. sifat hakikat pengetahuan dan kebenaran pengetahuan.2 Para filsuf membagi ilmu filsafat ke dalam beberapa cabang. 6 Karya tulis ini disusun untuk mengetahui dasar-dasar pemberian ASI pada bayi ditinjau dari segi keilmuan. memberikan tambahan susu formula karena ASI tidak keluar. (b) apa yang seharusnya diketahui. yaitu berupa jalan atau metode penyelidikan ke arah tercapainya pengetahuan yang benar. Dari persoalan-persoalan yang dikemukakan oleh epistemiologi itu terkandung nilai. jawabannya adalah metafisika.3 Air Susu Ibu (ASI) adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein. teori atau ilmu. Di Indonesia. Dengan demikian epistemiologi berarti teori atau filsafat tentang pengetahuan. laktosa dan garamgaram anorganik yang disekresikan oleh kelenjar mammae ibu. Epistemiologi adalah bidang ilmu filsafat yang mempersoalkan hal-ihwal pengetahuan yang meliputi antara lain bagaimana memperoleh pengetahuan.4 ASI merupakan makanan alamiah yang pertama dan utama bagi bayi. .5 Alasan yang menjadi penyebab kegagalan praktek ASI eksklusif bermacam-macam seperti misalnya budaya memberikan makanan pralaktal. jawabannya adalah agama dan (d) apa itu manusia. serta ibu ingin mencoba susu formula. jawabannya adalah etika. ibu harus bekerja.apa yang dapat diketahui. TUJUAN Tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu untuk menjelaskan tentang pentingnya pemberian Air Susu Ibu (ASI) pada bayi melalui sudut pandang filsafat ilmu dengan pendekatan secara Epistemiologi. Epistemiologi merupakan cabang filsafat yang bersangkut paut dengan teori pengetahuan. pikiran. Departemen Kesehatan Republik Indonesia melalui program perbaikan gizi masyarakat telah menargetkan cakupan ASI eksklusif 6 bulan sebesar 80%. Istilah ini dalam bahasa Inggris dikenal dengan sebutan “theory of knowledge” (teori pengetahuan). Namun demikian angka ini sangat sulit untuk dicapai bahkan prevalensi pemberian ASI eksklusif dari tahun ke tahun terus menurun. jawabannya adalah antropologi. salah satunya yaitu epistemiologi.

timbunan lemak yang terjadi selama masa kehamilan yang dicemaskan akan sulit menghilang itu justru lebih mudah lenyap karena digunakan dalam proses menyusui.7 2. Padahal. dan sebagainya. Padahal. Kalau bayi bisa mengisap dengan benar. Timbunan lemak itu memang disiapkan agar ibu bisa menyusui. besar kecilnya payudara tidak berkaitan dengan kemampuan memberikan ASI. makin banyak produksi yang dihasilkan. air madu. Karena itu menyusui harus sering sesuai dengan kemauan bayi. bubur susu. Pada pemberian ASI eksklusif bayi juga tidak diberikan makanan tambahan seperti pisang. bubur nasi. biskuit. Di atas usia enam bulan.HIPOTESIS Hipotesis sementara dari rumusan masalah ini yaitu pemberian Air Susu Ibu secara eksklusif sangat dibutuhkan bayi dibandingkan pemberian susu formula. c) Ukuran payudara yang kecil Ukuran payudara yang “kecil” sering dicemaskan sebagai penyebab kegagalan pemberian ASI. Selama itu bayi tidak diharapkan mendapatkan tambahan cairan lain seperti susu formula. air teh. tanpa makanan pendamping. Mitos Seputar Menyusui Terdapat beberapa mitos yang menjadi alasan ibu untuk tidak menyusui secara eksklusif. tim. air putih. Pemberian ASI secara benar akan dapat mencukupi kebutuhan bayi sampai usia enam bulan. Makin sering bayi menyusu. air jeruk. bayi memerlukan makanan tambahan berupa makanan pendamping ASI (MP-ASI) tetapi pemberian ASI dapat dilanjutkan sampai ia berumur dua tahun. antara lain :8 a) Menyusui menyebabkan kenaikan berat badan Menyusui dikhawatirkan akan membuat tubuh ibu sukar kembali ke bentuk aslinya yang langsing. Air susu ibu dibentuk oleh jaringan kelenjar alveoli . b) ASI tak cukup ASI diproduksi sesuai permintaan. ASI eksklusif diharapkan dapat diberikan sampai usia enam bulan. yang dimungkinkan oleh posisi menyusui yang benar. ASI Eksklusif ASI Eksklusif adalah pemberian ASI saja sejak bayi dilahirkan sampai sekitar usia 6 bulan. produksi ASI bisa dihasilkan sebanyak kebutuhan bayi. PEMBAHASAN 1. Justru kalau tidak menyusui timbunan lemak ini akan menetap.

Takarannya juga pas. . Ibu juga tidak perlu menjinjing apa-apa untuk membawa berbagai perlengkapan untuk membuat susu formula. Sekitar 50% kalori ASI berasal dari lemak. Kapan saja anak membutuhkan. yang kadarnya paling tinggi dibanding susu mamalia lain. tetapi mudah diserap oleh bayi karena trigliserida dalam ASI lebih dulu dipecah menjadi asam lemak dan gliserol oleh enzim lipase yang terdapat dalam ASI.(pembentuk ASI). Walaupun kadar lemak dalam ASI tinggi. payudara pun menjadi lebih besar dari ukuran biasanya karena sedang disiapkan untuk menyusui. Kolostrum sangat sesuai dengan kondisi bayi di hari-hari pertama sejak kelahirannya karena ia belum pantas menerima beban yang akan memberatkan ginjal. Cairan ini mengandung zat putih telur atau protein yang kadarnya tinggi dan zat anti infeksi atau kekebalan. Kadar protein ASI sebesar 0. “Bagus” atau tidaknya payudara lebih berkaitan dengan faktor keturunan dan usia. ibu tinggal membuka payudara dan menyodorkan puting ke mulutnya. Protein dalam susu adalah kasein dan whey. 60% diantaranya adalah whey. f) Menyusui itu repot ASI justru sangat praktis. Manfaat Pemberian ASI Eksklusif ASI bermanfaat bukan hanya untuk bayi saja. Ketika hamil. tubuh ibu mengeluarkan hormon yang nantinya akan membentuk air susu. Suhunya pasti pas. Selama kehamilan. Karbohidrat utama dalam ASI adalah laktosa. e) ASI dan payudara ibu Ibu dan suaminya perlu tahu bahwa yang mengubah “penampilan” payudara bukanlah menyusui tetapi kehamilan. tetapi juga untuk ibu.9%. Laktosa mudah diurai menjadi glukosa dan galaktosa dengan bantuan enzim lactase yang sudah ada dalam mukosa saluran pencernaan sejak lahir. 3. Manfaat pemberian ASI antara lain :9 a) Manfaat ASI untuk Bayi 1. Nutrien (zat gizi) yang sesuai untuk bayi Sumber kalori utama dalam ASI adalah lemak. yang lebih mudah dicerna dibanding kasein (protein utama susu sapi). Payudara besar mengandung lebih banyak jaringan lemak. Besar kecilnya payudara tidak menjadi ukuran keberhasilan menyusui. Kolostrum mengandung laktosa dan lemak dalam kadar rendah sehingga mudah dicerna. d) Susu pertama tidak boleh diberikan ASI yang keluar pada hari pertama sampai hari kelima atau ketujuh memang jernih dan merupakan cairan yang berwarna kekuningan.

Mengurangi kejadian maloklusi Telah dibuktikan bahwa salah satu penyebab maloklusi rahang adalah kebiasaan lidah yang mendorong ke depan akibat menyusui dengan botol dan dot. Perasaan aman ini penting untuk menimbulkan dasar kepercayaan pada bayi (basic sense of trust). karena adanya zat protektif dalam ASI. dan mengurangi kemungkinan obesitas. 3. Mengandung zat protektif Bayi yang mendapat ASI lebih jarang menderita penyakit. tetapi bayi prematur atau yang kurang mendapat sinar matahari. pertumbuhan setelah periode perinatal baik. Walaupun seorang ibu dapat memberikan kasih sayang yang besar dengan memberikan susu formula. 5. Aspek kesehatan ibu Isapan bayi pada payudara akan merangsang terbentuknya oksitosin oleh kelenjar hipofisis. . Dalam ASI juga banyak vitamin E. karena kebiasaan menyusui dengan botol dan dot tertutama pada waktu akan tidur menyebabkan gigi lebih lama kontak dengan sisa susu formula dan menyebabkan asam yang terbentuk akan merusak gigi. Mengurangi kejadian karies dentis Insiden karies dentis pada bayi yang mendapat susu formula jauh lebih tinggi dibanding yang mendapat ASI. 2. Interaksi yang timbul waktu menyusui antara ibu dan bayi akan menimbulkan rasa aman pada bayi. 4. Oksitosin membantu involusi uterus dan mencegah terjadinya perdarahan pasca persalinan. 2. Hormon yang mempertahankan laktasi bekerja menekan hormon untuk ovulasi. Kontak kulit yang dini ini akan sangat besar pengaruhnya pada bayi kelak. Menyebabkan pertumbuhan yang baik Bayi yang mendapatkan ASI mempunyai kenaikan berat badan yang baik setelah lahir. tetapi menyusui sendiri akan memberikan efek psikologis yang besar.ASI cukup mengandung vitamin yang diperlukan bayi. Mempunyai efek psikologis yag menguntungkan Waktu menyusui kulit bayi akan menempel pada kulit ibu. terutama di kolostrum. 6. b) Manfaat ASI untuk Ibu 1. dianjurkan pemberian suplementasi vitamin D. sehingga dapat menunda kembalinya kesuburan. Vitamin K yang berfungsi sebagai katalisator pada proses pembekuan darah terdapat dalam ASI dengan jumlah yang cukup dan mudah diserap. Aspek keluarga berencana Menyusui secara murni (eksklusif) dapat menjarangkan kehamilan. Dalam ASI juga banyak terdapat vitamin D.

5. Suradi R. DAFTAR PUSTAKA 1. Ilmu Gizi. Penyebab-penyebab keberhasilan dan kegagalannya. Praktik Pemberian ASI Eksklusif. Departemen Kesehatan.3. Bahan Kuliah Gizi Dalam Daur Kehidupan. Yogyakarta : Penerbit Kansius Suparlan. Aspek psikologis Ibu akan merasa bangga dan diperlukan. Bandung : PT. Bali : Perinasia 9. 2004. 2004. Syafiq A. Pengantar Filsafat. 6. 4(3):120-131. Tobing HKP. Filsafat Umum. Makalah dalam Seminar Telaah Mutakhir tentang ASI. Remaja Rosdakarya Jan Hendrik R. ASI dalam jumlah cukup merupakan makanan terbaik pada bayi dan dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi selama 6 bulan pertama. . 2. Fikawati S. Jakarta : Badan Pusat Statistik. Jakarta : Perinasia 8. Mitos menyusui. Aceh : Akzi Badan Pusat Statistik. rasa yang dibutuhkan oleh semua manusia. BKKBN. 2001. Yogyakarta : Ar-Ruzz Puspita T. Roesli U. 2009. Suhartono. Jakarta : Bharatara. 2007. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia Tahun 2006-2007. 2. Manajemen Laktasi. Ahmad T. 3. 1995. Jurnal Kesmas Nasional. Dasar-dasar Filsafat. 2009. KESIMPULAN 1. 1992. 7. 4. 2001. Moehji S. Pemberian ASI secara eksklusif memiliki manfaat yang sangat banyak baik bagi bayi maupun ibu.