LAPORAN KASUS BEDAH ORTOPEDI

SEORANG WANITA 12 TAHUN DENGAN
SKOLIOSIS THORAKOLUMBALIS
Diajukan guna melengkapi tugas Kepaniteraan Senior Bagian Ilmu Bedah Fakultas
Kedokteran Universitas Diponegoro

Disusun Oleh,
Adhella Menur Naysilla

22010112210079

Anggun Desi Wulandari

22010112210095

Niswa Tuasikal

220101122100

Irwan Nuryadin

220101122100

BAGIAN ILMU BEDAH
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2013
I.

IDENTITAS PENDERITA
Nama

: Nn. AS

riwayat penyakit selama kehamilan (-). Riwayat Prenatal : Periksa di bidan > 4 kali. Kariadi No. berat badan lahir 2900 gram. Kemudian pasien dirujuk ke RSDK. Pasien berobat ke BP4. partus spontan. dilakukan foto rontgen dan dikatakan skoliosis. 527A RT007/RW006 Semarang No. pasien mengeluh sering nyeri punggung (+) terutama jika berdiri dan duduk lama dan mudah lelah setelah beraktivitas.00 di Poliklinik Bedah Orthopedi RSDK) Keluhan utama: punggung miring ke kanan Riwayat Penyakit Sekarang: + 2 bulan yang lalu Ibu pasien menyadari bahwa punggung pasien miring ke arah kanan. Dr. Umur : 12 tahun Jenis Kelamin : Wanita Pekerjaan : Pelajar SMP Alamat : Jl. Riwayat Penyakit Dahulu 2 . lahir langsung menangis. No 1. Riwayat Postnatal : Pertumbuhan dan perkembangan sesuai anak seusianya. III. cacat bawaan (-). CM : C443714 DAFTAR MASALAH Masalah Aktif Skoliosis thorakolumbalis Tanggal No 10-10-2013 Masalah Pasif Tanggal DATA DASAR a. Anamnesis (Autoanamnesis dan Alloanamnesis dengan pasien dan Ibu pasien tgl 10 Oktober 2013 pukul 10.II. konsumsi obat-obatan dan jamu-jamuan (-) Riwayat Natal : Lahir di bidan. Saat ini pasien belum menstruasi. hamil aterm.

napas cuping hidung (-/-) Mulut : Bibir kering (-). Ibu pasien bekerja sebagai pengasuh bayi. Ayah pasien bekerja serabutan. Biaya pengobatan dengan JAMKESMAS. 3 kali saat usia 4 tahun.41 (kesan  underweight) Kepala : jejas (-).Riwayat trauma (+) jatuh dari kasur tingkat.ST (-/-) 3 . Pemeriksaan Fisik : Keadaan Umum : Baik Kesadaran : GCS 15 (E4M6V5) Tanda Vital : T : 120/70 mmHg RR: 20x/menit N : 84x/menit i/t cukup t Status Gizi : 36. mesosefal Mata : Konjungtiva palpebra pucat (-/-). Kesan sosial ekonomi : Kurang b.5 m. ketinggian ±1. pupil bulat isokor Ø3mm Telinga : Discharge (-/-) Hidung : Epistaksis (-/-). Riwayat Penyakit Keluarga Tidak ada keluarga dengan kelainan bentuk tulang Riwayat Sosial Ekonomi Pasien seorang pelajar SMP. Bibir sianosis (-) Tenggorok : T1-1.5°C : BB = 32 kg TB = 149 cm BMI = 14. Faring hiperemis (-) Leher : Trakhea deviasi (-) Dada Pulmo : Inspeksi : statis  hemithorax dex = sin dinamis  hemithorax dex = sin Palpasi : Stem Fremitus kanan = kiri Perkusi : Sonor seluruh lapangan paru Auskultasi : SD vesikuler (+/+) . discharge (-/-).

body arm distance 2cm.Refill ≤2”/ ≤2” superior Motorik 5-5-5 / 5-5-5 ≤2”/ ≤2” inferior 5-5-5 /5-5-5 Sensorik: Raba +/+ +/+ Nyeri +/+ +/+ Status Lokalis : Regio Trunkus Berdiri : Depan  Bahu kiri > kanan. nyeri tekan (-) Perkusi :Timpani (+).Hepar/Lien tak teraba. Pekak alih (-) Auskultasi : Bising Usus (+) Normal Ekstremitas :Superior Inferior Akral dingin -/- -/- Sianosis -/- -/- Edema -/- -/- Capp. pelvic tilt 1cm.Cor Abdomen : Inspeksi : Ictus cordis tak tampak Palpasi : IC teraba di SIC V 2cm LMCS Perkusi : konfigurasi jantung d. pelvic obliquity kiri > kanan. Rentang tangan : 154 cm. Mammae kiri > kanan. n.Bising (-) : Inspeksi Palpasi : Datar. Auskultasi : Suara jantung I-II murni. venektasi (-) : Supel. b. Shoulder tilt 2cm. Tinggi badan total : 149 cm 4 . Pekak sisi (+) normal.

Konsul Rehab Medik . Lateral bending  Hump masih tampak. pelvic obliquity kiri > kanan. Mammae kiri > kanan. Belakang  Bahu kiri > kanan. tampak hump dengan konveksitas ke kiri pada vertebra lumbalis dengan tinggi ±1cm. Forward bending Tampak hump pada vertebra thoracal dengan konveksitas ke kanan dengan tinggi ±3cm dan hump pada vertebra lumbal dengan konveksitas ke kiri dengan tinggi ±1cm. body arm distance 3cm. Plumline bergeser 1 cm ke kiri dari lipat gluteal. INITIAL PLAN IPDx : S : O : X-Foto Thorakolumbal AP Lateral Bending IPRx : . Dextra Sinistra Panjang anatomis 82 cm 82 cm Panjang klinis 86 cm 86 cm Diagnosis Kerja: Skoliosis thorakolumbal IV.Pro brace milwaukee IP Mx : Keluhan 5 . Tampak hump dengan konveksitas ke kanan pada vertebrae thoracal dengan tinggi ±2cm. Pemeriksaan Ekstremitas.Tinggi badan duduk : 74 cm Samping  Kifosis (-) Lordosis (-).

. sudut Risser-Ferguson 250   skoliosis primer Skoliosis lumbalis dengan konveksitas kiri.Menjelaskan kepada pasien dan keluarganya bahwa pasien memerlukan pemeriksaan foto rontgen untuk mengetahui kelainan tulang belakang lebih jelas dan apakah terdapat indikasi untuk dilakukan operasi.Menjelaskan kepada pasien dan keluarganya bahwa pasien mengalami kelainan pada tulang belakang berupa tulang belakang membentuk huruf ‘S’ dan dapat merupakan penyebab nyeri punggung yang dikeluhkan pasien. X-Foto Thorakolumbal AP Lateral Bending (7 Oktober 2013) Kesan :  Skoliosis thorakalis dengan konveksitas kanan. sudut Risser-Ferguson 200   skoliosis sekunder Rotasi vertebrae thorakalis ke kiri dan migrasi pedikel grade 2 (MOE pedicle method for determining vertebral rotation) 6 . .IP Ex : .Memberi motivasi pasien untuk melakukan rehabilitasi medik dan rutin kontrol.

7 .