BAB III

METODE PENELITIAN

A. Desain Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian non eksperimnetal dengan
desain cross sectional dan pengukuran variabel juga dilakukan pada saat
yang sama (Sastroasmoro & Ismael, 2006) untuk mengetahui hubungan
faktor aktivitas fisik dengan kejadian osteoartritis.
B. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Polulasi dari penelitian ini adalah pasien osteoartritis yang
datang berobat dan melakukan foto X-Ray genu ke RSUD Tidar Kota
Magelang.
2. Sampel
Penderita osteoartritis usia 30 – 70 tahun yang datang berobat
dan melakukan foto X-Ray genu di RSUD Tidar Kota Magelang pada
bulan Mei 2016 – Oktober 2016 , dengan kriteria sebagai berikut:
a. Kriteria inklusi
1) Pasien osteoartritis unilateral dan bilateral pada lutut
2) Jenis kelamin pria dan wanita
3) Usia antara 30 – 70 tahun
4) Bersedia mengisi kuesioner dari peneliti
b. Kriteria eksklusi
1) Pasien osteoartritis di tangan, kaki, tulang punggung
dan leher.
2) Pasien osteoartritis karena trauma
Penelitian ini memerlukan sampel sebanyak 60 orang. Sampel yang
digunakan dalam penelitian ini adalah semua populasi yang termasuk
dalam kriteria inklusi tapi tidak masuk dalam kriteria eksklusi.

18

Variabel Bebas Variabel bebas dalam penelitian ini adalah aktifitas fisik. membersihkan jendela dan lain-lain). seperti berjalan lambat. memanjat. membangun rumah (memasang atap. sedang dan berat. Variabel a. yaitu ringan. sering mencangkul dan menggali tanah yang dalam. melakukan pekerjaan rumah ringan seperti memasak dan mencuci piring. bersepeda cepat. seperti berlari. Variabel dan Definisi Operasional 1. Aktifitas fisik adalah gerakan tubuh yang membuat otot bekerja dan memerlukan energi yang lebih dibandingkan dengan saat istirahat. 3) Aktifitas berat: Aktifitas yang dilakukan dengan intensitas lebih dari 6 METs. Aktfitas fisik dibedakan menjadi tiga kategori. seperti berjalan cepat. b. melakukan senam aerobic. dan memancing. mengecat rumah dan lainlain).C. Variabel Tergantung 19 . melakukan olahraga (sepak bola. 1) Aktifitas ringan: Aktifitas yang dilakukan dengan intensitas kurang dari 3 METs. berkebun. basket dan lain-lain). 2) Aktifitas sedang: Aktifitas yang dilakukan dengan intensitas antara 3 – 6 METs. sering membawa atau memindahkan barang-barang dengan berat >20kg. pekerjaan rumah (menyapu. D. Lokasi dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan di RSUD Tidar Kota Magelang pada bulan Mei-Oktober 2016. duduk dengan menggunakan computer. sering memindahkan barang-barang dengan berat <20kg.

Derajad ini digunakan untuk melihat keparahan OA pada genu dengan menggunakan foto polos. QPAQ ini mencakup 4 kategori. terdapat kista subkondral 4) Grade 3 : Osteofit moderat. Sedang 20 . yakni aktivitas saat kerja. kemudian akan dinilai berdasarkan kriteria aktivitas fisik: a. olahraga.Variabel tergantung dalam penelitian ini adalah gambaran X-Ray pada genu. Instrumen Penelitian 1. dan transportasi. terdapat penyempitan celah sendi 5) Grade 5 : Terdapat banyak osteofit. Terdapat 16 butir pertanyaan yang harus diisi oleh pasien. Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) Untuk menyediakan data valid tentang aktivitas fisik dapat digunakan GPAQ versi 2 tahun 2012 sebagai standard penilaian derajad aktifitas fisik. yaitu :  Melakukan aktivitas yang berat minimal 3 hari dengan intensitas minimal 1500 MET-menit/minggu. Foto X-Ray 2. tidak ada celah sendi. Klasifikasinya seperti berikut: 1) Grade 0 : Normal (tidak ada gambaran OA) 2) Grade 1 : Sendi normal. atau melakukan kombinasi aktivitas fisik yang berat. Gambaran X-Ray dalam penelitian ini diambil menurut klasifikasi derajad Kellgren Lawrence. terdapat deformitas pada garis tulang. celah sendi normal. aktivitas saat diluar kerja (rekreasi). dan berjalan dalam 7 hari dengan intensitas minimal 3000 MET-menit/minggu b. sedang. terdapat sedikit osteofit 3) Grade 2 : Osteofit pada dua tempat dengan sklerosis subkondral. terdapat kista subkondral dan sklerosis E. Tinggi Seseorang yang diklasifikasikan dalam kategori tinggi.

Jenis aktivitas fisik dinilai dengan merujuk pada keterangan WHO 2010 yaitu: 1) Kategori aktivitas kerja. atau melakukan kombinasi aktivitas fisik yang berat.Seseorang yang tidak memenuhi kriteria untuk tingkat tinggi dan memiliki salah satu kriteria yang diklasifikasikan sebagai berikut:  Intensitas aktivitas kuat minimal 20 menit/hari selama 3 hari atau lebih. atau melakukan aktivitas sedang selama 5 hari atau lebih atau berjalan paling sedikit 30 menit/hari. 21 . aktivitas sedang bernilai 4 METs dan untuk aktivitas berat bernilai 8 METs 2) Kategori aktivitas transport seperti bersepeda dan berjalan bernilai 4 METs 3) Kategori aktivitas rekreasi. dan berjalan dalam 5 hari atau lebih dengan intensitas minimal 600 MET-menit/minggu c. sedang. aktivitas sedang bernilai 4 METs dan untuk aktivitas berat bernilai 8 METs. Rendah Orang yang tidak memenuhi salah satu dari semua kriteria yang telah disebutkan dalam kategori kuat maupun kategori sedang.

Uji ini menampilkan suatu data yang dapat dipercaya kebenarannya. Uji ini menunjukkan apakah kuesioner tersebut akan tetap konsisten jika digunakan di lain tempat. termasuk di negara berkembang (Purwanti. Uji Validitas dan Reabilitas Penilaian kuesioner GPAQ adalah ketepatan antara data Menurut Sugiyono (2011) uji validitas  yang terkumpul dengan data yang sesunggunya terjadi pada obyek yang diteliti. 2006) dan penelitian sebelumnya sudah menguji validitasnya (Bull. Penelitian ini menggunakan GPAQ sebagai instrument penelitian. Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Bull. Analisis Data 22 .F. Maslin dan Armstrong tahun 2009 di berbagai negara termasuk Indonesia di kota Yogyakarta mengungkapkan bahwa H. dkk.. kaki. Cara Pengumpulan Data Penderita OA di RSUD Tidar Kota Magelang Kriteria inklusi: Pasien osteoartritis Kriteria eksklusi unilateral dan  Pasien osteoartritis bilateral pada lutut di tangan.  Jenis kelamin pria tulang punggung dan wanita dan leher. Sedangkan uji reabilitas adalah ukuran konsistensi skor yang dicapai oleh orang yang sama pada kesempatan yang berbeda (Azwar. 2009). 2012).  Usia antara 30 – 70 Melakukan X-Ray  Pasien osteoartritis tahun genu karena trauma Informed consent  Bersedia mengisi kuesioner dari peneliti Mengisi kuesioner GPAQ G. dimana GPAQ sudah distandardisasi secara internasional. Banyak penelitian-penelitian sebelumnya menggunakan kuesioner ini.

yaitu: 1. Manfaat (beneficence) Keharusan secara etik untuk mengusahakan manfaat sebesar-besarnya dan memperkecil kerugian atau risiko bagi subyek dan memperkecil kesalahan penelitian. Etika Penelitian Penelitian yang dilakukan melibatkan manusia sebagai subyek. perlu perlindungan 2. Terdapat keseimbangan anatara manfaat dan risiko yang terjadi.Data yang diperoleh pada penelitian ini dianalisis dengan analisa statistic menggunakan uji Chi Square untuk menguji dua buah variabel. 4. serta subyek terjaga keselamatan dan kesehatannya. Keadilan (justice) Semua subyek harus diperlakukan dengan baik. Subyek sifatnya sukarela yang harus dihormati. Risiko yang 23 . I. Terhadap subyek penelitian yang rentan terhadap bahaya penelitian. Menghormati (respect for person) Terdapat dua hal yang perlu diperhatikan dalam menghormati atau menghargai orang. 3. Peneliti harus mempertimbangkan secara mendalam terhadap kemungkinan bahaya dan penyalahgunaan penelitian b. peneliti yang berkompeten. Hal ini memerlukan desain penelitian yang tepat dan akurat. Tidak membahayakan subyek penelitian (non-maleficence) Pentingnya dalam menjaga keselamatan dan kesehatan subyek peneliti dengan mengurangi bahaya penelitian terhadap subyek serta bersifat melindungi subyek.00 for windows. maka harus berdasarkan prinsip dasar Etika Penelitian yang terdiri dari 4 prinsip. Pengolahan data statistik diolah dengan menggunakan Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 16. yaitu: a.

dihadapi sesuai dengan pengertian sehat. risiko yang mungkin dialami oleh subyek meliputi risiko fisik (biomedis). yang mencakup fisik.. 2008). risiko psikologis (mental) dan risiko sosial. dkk. Oleh karena itu. mental dan sosial. Hal ini terjadi karena akibat yang dihasilkan dari penelitian (Jasaputra. 24 .