PEDOMAN PENGOBATAN DASAR DI PUSKESMAS

BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pengobatan merupakan suatu proses ilmiah yang dilakukan oleh dokter berdasarkan temuan-temuan
yang diperoleh selama anamnesis dan pemeriksaan. Dalam proses pengobatan terkandung keputusan
ilmiah yang dilandasi oleh pengetahuan dan keterampilan untuk melakukan intervensi pengobatan
yang memberi manfaat maksimal dan risiko sekecil mungkin bagi pasien. Hal tersebut dapat dicapai
dengan melakukan pengobatan yang rasional.
Salah satu perangkat untuk tercapainya penggunaan obat rasional adalah tersedia suatu pedoman atau
standar pengobatan yang dipergunakan secara seragam pada pelayanan kesehatan dasar atau
puskesmas, yaitu Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas.
Penerapan Pedoman ini diharapkan dapat meningkatkan kerasionalan penggunaan obat, dan dengan
demikian akan menunjang upaya pencapaian Millenium Development Goals (MDGs) 2015 dalam hal
penurunan Angka Kematian Bayi (AKB), penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) serta
Pemberantasan HIV/AIDS dan Penyakit Menular.
Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas sebagaimana ditetapkan dengan Keputusan Menteri
Kesehatan RI Nomor 296/Menkes/SK/III/2008 perlu direvisi dan disempurnakan secara berkala,
tidak hanya menyesuaikan dengan kemajuan yang pesat dalam ilmu pengetahuan dan teknologi
kedokteran maupun farmasi, tetapi juga didasarkan pada pola penyakit yang ada di puskesmas. Pada
revisi kali ini terdapat perubahan dan penambahan sejumlah diagnosis yang dianggap penting serta
ditiap diagnosis dilengkapi dengan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) yang bermanfaat baik
untuk pasien maupun keluarganya.
Beberapa kriteria dalam pemilihan diagnosis penyakit yang perlu disusun dalam kaitan mengukur
mutu, yaitu:
a. Penyakit tersebut mempunyai dampak fungsional yang besar.
b. Merupakan penyakit yang jelas batas-batasnya dan relatif mudah mendiagnosisnya.
c. Prevalensinya relatif cukup tinggi.
d. Perjalanan penyakitnya dapat secara nyata dipengaruhi oleh tindakan medis yang ada.
e. Pengelolaannya dapat ditetapkan secara jelas.
f. Faktor non-medis yang mempengaruhinya sudah diketahui.
g. Penyusunan diagnosis disesuaikan dengan kompetensi dokter dan sistem pelaporan yang ada.
Tujuan dan Manfaat Pedoman Pengobatan
Tujuan Pedoman Pengobatan.
Tujuan Pedoman Pengobatan dikelompokkan dalam beberapa hal:
Mutu Pelayanan Pengobatan.
Oleh karena Pedoman Pengobatan hanya memuat obat yang terpilih untuk masing-masing
penyakit / diagnosis.
Standar Profesi.
Senantiasa menjadi standar profesi setinggi-tingginya karena disusun dan diputuskan atas
kesepakatan para ahli.

Perlindungan Hukum.
Merupakan landasan hukum dalam menjalankan profesi karena disusun dan disepakati para
ahli dan organisasi profesi kesehatan dan diterbitkan oleh pemerintah.
Kebijakan dan Manajemen Obat.
Perencanaan obat yang digunakan akan lebih tepat, secara langsung dapat mengoptimalkan
pembiayaan pengobatan.
Manfaat Pedoman Pengobatan.
Beberapa manfaat dengan adanya pedoman pengobatan:
a. Untuk pasien.
Pasien hanya memperoleh obat yang benar dibutuhkan.
b. Untuk Pelaksana Pengobatan.
Tingkat profesionalisme tinggi karena sesuai dengan standar.
c. Untuk Pemegang Kebijakan Kesehatan dan Pengelolaan Obat.
Pengendalian biaya obat dan suplai obat dapat dilaksanakan dengan baik.
C.

Ruang Lingkup
Pedoman pengobatan dasar di Puskesmas meliputi pedoman penatalaksanaan terhadap jenis-jenis
penyakit yang ada di Puskesmas. Dalam penatalaksanaan tersebut mengacu pada Standar
Kompetensi Dokter.
Standar Kompetensi Dokter telah diterbitkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia tahun 2006 dalam
rangka memenuhi amanah Undang-Undang No.29 tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran.
Dengan dijadikannya Standar Kompetensi Dokter ini sebagai acuan dalam menyusun pedoman
pengobatan dasar di Puskesmas, diharapkan seorang profesi dokter akan mampu :
a. Mengerjakan tugas / pekerjaan profesinya.
b. Mengorganisasikan tugasnya secara baik.
c. Tanggap dan tahu yang dilakukan bila terjadi sesuatu yang berbeda.
d.Menggunakan kemampuan yang dimiliki untuk memecahkan masalah di bidang profesinya.
e. Melaksanakan tugas dengan kondisi berbeda.
Dalam Standar Kompetensi Dokter ada beberapa komponen kompetensi, akan tetapi hanya
kompetensi inti pada area pengelolaan masalah kesehatan terutama pada daftar penyakit yang
dipilih menurut perkiraan data kesakitan dan kematian yang terbanyak di Indonesia pada tingkat
pelayanan kesehatan dasar.
Pengertian dan Tingkat Kemampuan pengelolaan penyakit:

Tingkat Kemampuan 1
Dapat mengenali dan menempatkan gambaran-gambaran klinik sesuai penyakit ini ketika
membaca literatur. Dalam korespondensi, ia dapat mengenal gambaran klinik ini, dan tahu
bagaimana mendapatkan informasi lebih lanjut. Level ini mengindikasikan overview level.
Bila menghadapi pasien dengan gambaran klinik ini dan menduga penyakitnya, Dokter segera
merujuk.

Tingkat Kemampuan 2
Mampu membuat diagnosis klinik berdasarkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaanpemeriksaan tambahan yang diminta oleh dokter (misalnya: pemeriksaan laboratorium
sederhana atau X-ray). Dokter mampu merujuk pasien secepatnya ke spesialis yang relevan dan
mampu menindaklanjuti sesudahnya.

Tingkat Kemampuan 3
3a. Mampu membuat diagnosis klinik berdasarkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaanpemeriksaan tambahan yang diminta oleh dokter (misalnya: pemeriksaan laboratorium
sederhana atau X-ray). Dokter dapat memutuskan dan memberi terapi pendahuluan, serta
merujuk ke spesialis yang relevan (bukan kasus gawat darurat).
3b. Mampu membuat diagnosis klinik berdasarkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaanpemeriksaan tambahan yang diminta oleh dokter (misalnya: pemeriksaan laboratorium
sederhana atau X-ray). Dokter dapat memutuskan dan memberi terapi pendahuluan, serta
merujuk ke spesialis yang relevan (kasus gawat darurat).

Tingkat Kemampuan 4
Mampu membuat diagnosis klinik berdasarkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaanpemeriksaan tambahan yang diminta oleh dokter (misalnya : pemeriksaan laboratorium
sederhana atau X-ray). Dokter dapat memutuskan dan mampu menangani problem itu secara
mandiri hingga tuntas.

Pada tiap diagnosis penyakit dalam pedoman ini dilengkapi dengan tingkat kemampuan kompetensi
dokter dan kode penyakit (ICD X) serta nomor kode penyakit pada sistem pelaporan.
Untuk tingkat kemampuan pengelolaan penyakit (Kompetensi) 1, 2, 3a dan 3b, setelah pasien dirujuk ke
dokter spesialis yang relevan di Rumah Sakit, maka dokter spesialis tersebut harus membuat rujukan balik
ke Puskesmas tempat asal pasien berobat disertai dengan informasi tentang tindakan maupun pengobatan
yang telah dilakukan terhadap pasien tersebut.
Rujukan balik bisa berupa pasien melanjutkan pengobatan di Puskesmas, atau masih diperlukan rujukan
lebih lanjut bagi pasien yang memerlukan pemeriksaan spesialistik.
Dalam penatalaksanaan pengobatan pasien oleh tenaga medis, harus berpedoman pada 6 langkah
pengobatan rasional sebagai berikut (WHO, 1994):
1. Definisikan masalah penyakit pasien
2. Tentukan tujuan pengobatan
3. Tentukan pilihan pengobatan (non farmakologi dan farmakologi)
4. Penulisan resep yang baik dan benar
5. Memberikan informasi dan edukasi yang memadai
6. Monitoring dan evaluasi pengobatan

BAB II
PENATALAKSANAAN PENGOBATAN
1. KEJANG DEMAM
Kompetensi
: 4 dan 3A
Laporan Penyakit
:

ICD X : R56.0

a. Definisi
Kejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal >38 oC)
yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranium.
Kejang demam terjadi pada 2-4% anak berumur 6 bulan – 5 tahun.
Anak yang pernah pengalami kejang tanpa demam, kemudian kejang demam kembali tidak termasuk
dalam kejang demam.
Kejang disertai demam pada bayi berumur kurang dari 1 bulan tidak termasuk dalam kejang demam.

b. Penyebab
Faktor risiko berulangnya kejang demam:
1) Riwayat kejang demam dalam keluarga
2) Usia <12 bulan
3) Temperatur yang rendah saat kejang
4) Cepatnya kejang setelah demam
Bila seluruh faktor diatas ada, kemungkinan berulangnya kejang demam adalah 80%, sedangkan bila
terdapat faktor tersebut kemungkinan berulangnya kejang demam hanya 10%-15%. Kemungkinan
berulangnya kejang demam paling besar pada tahun pertama.
c. Gambaran Klinis
Klasifikasi:
1) Kejang demam sederhana (Simple febrile seizure)
Kejang demam yang berlangsung singkat, kurang dari 10 menit, dan umumnya akan berhenti
sendiri. Kejang berbentuk umum tonik dan atau klonik, tanpa gerakan fokal. Kejang tidak
berulang dalam waktu 24 jam. Kejang demam sederhana merupakan 80% diantara seluruh kejang
demam.
2) Kejang demam kompleks (Complex febrile seizure)
Kejang demam dengan salah satu ciri berikut ini:
a) Kejang lama, adalah kejang yang berlangsung >15 menit atau kejang berulang lebih dari 2
kali dan diantara bangkitan kejang, anak tidak sadar. Kejang lama terjadi pada 8% kejang
demam.
b) Kejang fokal, adalah kejang parsial satu sisi, atau kejang umum didahului kejang parsial.
c)
Kejang berulang, adalah kejang 2 kali atau lebih dalam 24 jam, diantara 2 bangkitan
kejang anak sadar. Kejang berulang terjadi pada 16% diantara anak yang mengalami kejang
demam.
d. Diagnosis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik.
Pada kasus kejang untuk anak <18 bulan dianjurkan untuk dilakukan pungsi lumbal, dan anak <12
bulan harus dilakukan pungsi lumbal.
e. Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan laboratorium dapat dikerjakan untuk mengevaluasi sumber infeksi penyebab demam,
atau keadaan lain misalnya gastroenteritis dehidrasi disertai demam. Pemeriksaan laboratorium yang
dapat dikerjakan misalnya darah perifer, elektrolit dan gula darah.
f.

Diagnosis banding
Bila anak berumur kurang dari 18 bulan atau lebih dari 5 tahun mengalami kejang didahului demam,
pikirkan kemungkinan lain misalnya infeksi SSP, atau epilepsi yang kebetulan terjadi bersama
demam, perlu dirujuk untuk pemeriksaan lebih lanjut.

g. Penatalaksanaan
1) Biasanya kejang demam berlangsung singkat dan pada waktu pasien datang kejang sudah
berhenti. Apabila datang dalam keadaan kejang obat yang paling cepat untuk menghentikan
kejang adalah diazepam i.v. dengan dosis 0,3-0,5 mg/kg perlahan-lahan dengan kecepatan 1-2
mg/menit atau dalam waktu 3-5 menit, dengan dosis maksimal 20 mg.

misalnya hemiparesis. tidak lebih dari 5x. posisikan anak terlentang dengan kepala miring.5oC.5-0. Obat pilihan: asam valproat dosis 15-40 mg/kg/hari tiap 8-12 jam. pasien harus dirujuk ke RS.3 mg/kg tiap 8 jam pada saat demam menurunkan risiko berulangnya kejang pada 30%-60% kasus. atau fenobarbital 3-4 mg/kg/hari dalam tiap 12-24 jam.2) Obat yang praktis dan dapat diberikan di rumah adalah diazepam per rektal dosis 0. ibuprofen) Dosis parasetamol yang digunakan adalah 10-15 mg/kg/kali. . Dosis ibuprofen 5-10 mg/kg/kali. c) Bila tidak sadar. 3) Beberapa hal yang harus dikerjakan bila kembali kejang: a) Tetap tenang dan tidak panik. dapat diberikan 4x sehari.5 mg/kg tiap 8 jam pada suhu >38. KIE 1) Tujuan pengobatan: mengurangi/mencegah serangan. e) Tetap bersama pasien selama kejang. hidrosefalus (3) Kejang fokal b) Pengobatan rumat dipertimbangkan bila: (1) Kejang berulang >2x dalam 24 jam (1) Kejang demam terjadi pada bayi < 12 bulan (2) Kejang demam > 4x per tahun c) Pengobatan rumat hanya diberikan terhadap kasus selektif dan dalam jangka pendek. retardasi mental. pemberian obat selanjutnya tergantung dari jenis kejang demam apakah kejang demam sederhana atau kompleks dan faktor risikonya. b) Kendorkan pakaian yang ketat terutama di sekitar leher. Bersihkan muntahan atau lender di mulut atau hidung. 4) Pemberian obat saat demam: a) Antipiretik (parasetamol. 5) Pemberian obat rumat: a) Pemberian obat rumat hanya diberikan bila kejang demam menunjukkan ciri sebagai berikut (salah satu): (1) Kejang lama > 15 menit (2) Adanya kelainan neurologis yang nyata sebelum atau sesudah kejang. Bila setelah 2x pemberian diazepam per rektal masih tetap kejang. begitu pula dengan diazepam rektal dosis 0. paresis Todd. jangan memasukkan sesuatu ke dalam mulut. atau diazepam per rektal 5 mg (untuk anak berat <10 kg atau umur < 3 tahun) dan 10 mg (untuk anak berat >10 kg atau umur >3 tahun). Pengobatan diberikan selama 1 tahun bebas kejang. 2) Edukasi pada orang tua untuk mengurangi kecemasan: a) Meyakinkan bahwa kejang demam umumnya mempunyai prognosis baik b) Memberitahukan cara penanganan kejang c) Memberikan informasi mengenai kemungkinan kejang kembali d) Pemberian obat untuk mencegah rekurensi memang efektif tapi perlu diingat adanya efek samping obat. d) Ukur suhu. cerebral palsy. iritabel dan sedasi yang cukup berat pada 25-39% kasus. observasi dan catat lama dan bentuk kejang. diazepam per rektal dosis yang sama dapat diulang dengan interval waktu 5 menit.75 mg/kg. 3) Bila kejang telah berhenti. tiap 6-8 jam. Walaupun kemungkinan lidah tergigit. Dosis tersebut cukup tinggi dan menyebabkan ataksia. b) Antikonvulsan Diazepam oral dosis 0. Fenobarbital dan karbamazepin pada saat demam tidak berguna untuk mencegah kejang demam. kemudian dihentikan secara bertahap selama 1-2 bulan. h. Bila kejang belum berhenti.

sakit kepala. Definisi Penyakit sistem saraf yang disebabkan oleh Clostridium tetani. Penyebab Bakteri anaerob Clostridium tetani. c. leher dan punggung bisa menyebabkan kepala dan tumit pasien tertarik ke belakang sedangkan badannya melengkung ke depan yang disebut epistotonus. berlangsung akut dengan karakteristik spasme tonik persisten dan eksaserbasi singkat. Diagnosis Diduga suatu tetanus jika terjadi kekakuan otot atau kejang pada seseorang yang memiliki luka. demam. bisa terjadi infeksi baik pada luka yang dalam maupun luka yang dangkal. Spora dari Clostridium tetani dapat hidup selama bertahun-tahun di dalam tanah dan kotoran hewan. Gejala-gejala infeksi ditimbulkan oleh racun yang dihasilkan oleh bakteri. Biasanya tidak terjadi demam. bisa terjadi infeksi pada rahim ibu dan pusar bayi yang baru lahir (tetanus neonatorum). b. menggigil. tetapi bisa juga timbul dalam waktu 2 hari atau 50 hari setelah terinfeksi. bukan bakterinya. . 4) Gejala lain berupa gelisah. 5) Kekakuan atau kejang otot-otot perut. 6) Alasan rujuk: lihat penatalaksanaan. Tetanus juga bisa terbatas pada sekelompok otot di sekitar luka. TETANUS Kompetensi Laporan Penyakit : 3B : 0305 ICD X : A-35 a. d. Dianjurkan untuk memberi diazepam oral atau rektal bila anak demam. Efek samping obat: diazepam dosis tinggi dapat menyebabkan ataksia. aliran angin atau goncangan. 2) Gejala-gejala biasanya muncul dalam waktu 5–10 hari setelah terinfeksi. 7) Gangguan-gangguan ringan seperti suara berisik. Kejang di sekitar luka ini bisa menetap selama beberapa minggu. Kejang setelah demam karena vaksinasi sangat jarang. 4) Bawa ke Puskesmas atau rumah sakit bila kejang berlangsung 5 menit atau lebih. bisa memicu kejang otot disertai nyeri dan keringat berlebih. 8) Selama kejang pasien tidak dapat berbicara karena otot dadanya kaku atau terjadi kejang tenggorokan sehingga terjadi kekurangan oksigen yang menyebabkan gangguan pernapasan. nyeri tenggorokan. Jangan berikan bila kejang telah berhenti. lengan serta tungkai. kejang otot dan kaku kuduk. Untuk memperkuat diagnosis bisa dilakukan pembiakan bakteri dari apusan luka. Beberapa dokter anak merekomendasikan parasetamol pada saat vaksinasi hingga 3 hari kemudian. 3) Gejala yang paling sering ditemukan adalah kekakuan rahang dan sulit dibuka (trismus) karena yang pertama terserang adalah otot rahang. terutama setelah vaksinasi DPT atau MMR. gangguan menelan. iritabel dan sedasi yang cukup berat pada 25-39% kasus. Laju pernapasan dan denyut jantung serta refleks-refleks biasanya meningkat. Jika bakteri tetanus masuk ke dalam tubuh manusia. 6) Kejang pada otot sfingter perut bagian bawah bisa menyebabkan retensi urin dan konstipasi.f) Berikan diazepam per rektal. Gambaran Klinis 1) Gejala khas: kejang pada otot-otot wajah menyebabkan ekspresi pasien seperti menyeringai (risus sardonikus) dengan kedua alis yang terangkat. 2. 5) Vaksinasi: sejauh ini tidak ada kontraindikasi untuk melakukan vaksinasi terhadap anak yang mengalami kejang demam. Setelah proses persalinan.

4) Mempertahankan/membebaskan jalan napas: pengisapan lendir oro/nasofaring secara berkala. termasuk rangsangan suara dan cahaya yang intensitasnya bersifat intermitten. perlahan 2–3 menit.v. tetapi ditularkan dari satu orang ke orang lainnya. Dosis 500-3. atau b) Human Tetanus Immunoglobulin (HTIG). 5) Posisi/letak pasien diubah-ubah secara periodik. dan “Syndrome” adalah kumpulan tanda dan gejala penyakit) merupakan sekumpulan gejala penyakit yang muncul akibat rusaknya sistem kekebalan tubuh sehingga manusia menjadi rentan dan mudah tertular penyakit. AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome. Port d’entre lain seperti OMSK atau gangren gigi juga harus dibersihkan dahulu. Dapat diulangi bila diperlukan. Gambaran Klinis Stadium klinis HIV-AIDS menurut WHO dapat dilihat pada Tabel 19. mencegah kematian. 6) Cegah penyebaran racun lebih lanjut dengan eksplorasi luka dan membersihkannya dengan H 202 3%. selama 3 – 5 hari.000 UI/hari i.m.000 UI/kgBB/hari selama 10 hari pada anak untuk eradikasi kuman. KIE 1) Tujuan pengobatan: menghilangkan kejang. 2) Diberikan nutrisi dan makanan yang cukup. 5) Berikan penisilin prokain 2 juta UI i. Bila tidak ada atau alergi terhadap Penilisin dapat diberikan: a) Eritromisin per oral 500 mg tiap 6 jam. 3) Berikan IVFD dekstrose 5% : RL = 1 : 1 tiap 6 jam 4) Bila tersedia.m. meningkatkan kualitas hidup. f. “Acquired” artinya tidak diturunkan.m pada orang dewasa atau 50. 6) Pemasangan kateter bila terjadi retensi urin. b. Tabel 19. Tes kulit sebelumnya. berikan Antitoksin tetanus: a) Serum antitetanus (ATS) diberikan dengan dosis 20. atau b) Tetrasiklin per oral 500 mg tiap 6 jam. 3. HIV-AIDS Kompetensi Laporan Penyakit : 2 : 04 ICD X : B20-B24 a. “Immune” adalah sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit. 3) Menghindari tindakan/perbuatan yang bersifat merangsang. diberikan melalui pipa nasogastrik. Definisi HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah sejenis virus yang merupakan golongan retrovirus yang merusak sistem kekebalan tubuh manusia sehingga menyebabkan penyakit AIDS. Penatalaksanaan Pasien tetanus harus segera dirujuk ke rumah sakit karena ia harus selalu mendapat pengawasan dan perawatan.e. Bila perlu. Diberikan dosis tunggal.000 UI i. Sebelum dirujuk lakukan hal-hal di bawah ini: 1) Lakukan langkah-langkah ABC 2) Segera diberikan diazepam dosis 10 mg i. tergantung beratnya penyakit. Stadium Klinis HIV-AIDS menurut WHO Stadium Stadium (Asimtomatik. mencegah komplikasi. “Deficiency” artinya tidak cukup atau kurang. Berat Badan Gejala (BB) I Tidak ada Tidak ada gejala atau hanya Limfadenopati penurunan Generalisata Persisten .

persalinan dan menyusui. tenggorokan atau vagina. Kandidiasis dapat meluas sampai esofagus pada pasien AIDS. Namun setelah ada terapi antiretroviral (ART). 2) Virus Sitomegalia (cytomegalovirus/CMV) adalah infeksi virus yang menyebabkan penyakit mata yang dapat menimbulkan kebutaan. sperma dan air susu ibu. IO menyebabkan banyak kesakitan dan kematian. aktivitas normal BB Stadium III (sakit sedang) Skala aktivitas : selama 1 bulan terakhir tinggal ditempat tidur < 50% Penurunan BB > 10% Stadium IV (sakit berat) /AIDS Skala aktivitas : selama 1 bulan terakhir berbaring ditempat tidur > 50% HIV wasting syndrome Penurunan BB 5-10% - Luka sekitar bibir (cheilitis angularis) Lesi kulit yang gatal (seborrhea atau prurigo) Herpes zoster dalam 5 tahun terakhir ISPA berulang. pisau cukur. e. Penularan virus HIV dapat terjadi melalui: 1) Hubungan seksual yang tidak aman yaitu berganti-ganti pasangan tanpa pelindung (kondom) atau hubungan seksual dengan pasangan yang terinfeksi HIV-AIDS tanpa menggunakan kondom. IO yang paling umum terjadi adalah: 1) Kandidiasis (thrush) adalah infeksi jamur pada mulut. cairan vagina. alat tindik. 3) Virus Herpes Simpleks dapat menyebabkan herpes pada mulut atau alat kelamin.Periode Jendela/ Window Period) Skala aktivitas : normal Stadium II (sakit ringan) Skala aktivitas : simtomatis. Penularan Virus HIV terdapat didalam cairan tubuh terutama darah. tonsillitis. Infeksi Oportunistik (IO) – Penyakit terkait HIV Adalah infeksi yang mengambil manfaat dari melemahnya sistem kekebalan tubuh. kandidiasis vaginal. d. . panas yang tidak diketahui penyebabnya > 1 bulan Infeksi bakterial yang berat (misalnya pneumonia) TB paru dalam 1 tahun terakhir kandidiasis esofagus herpes simpleks > 1 bulan limfoma toksoplasmosis otak diare kriptospridiosis > 1 bulan cytomegalovirus sarkoma kaposi ca cerviks infasif PCP TB ekstrapulmonal meningitis criptococcus ensefalopati HIV c. jarum tatto. Diagnosis Diagnosis dapat ditegakkan dengan pemeriksaan Laboratorium dan Klinis (berdasarkan stadium klinis) serta penggalian faktor risiko. misal sinusitis. Pada tahun-tahun pertama epidemi HIV-AIDS. Selain itu penularan virus HIV melalui darah juga dapat terjadi melalui tranfusi darah dan transplantasi organ tubuh yang tercemar HIV. 2) Jarum suntik dan peralatan lain (alat kedokteran. dan lainlain) yang tidak steril dan digunakan bersama-sama. lebih sedikit orang yang meninggal akibat IO. 3) Penularan dari ibu yang menderita HIV-AIDS ke anak selama kehamilan. otitis dan faringitis Sariawan berulang Bercak putih dimulut (oral hairy leukoplakia) Diare.

1) Persyaratan pemberian ART: a) HIV positif dengan dokumentasi tertulis b) Memenuhi persyaratan medis Jika tes CD4 tersedia: (1) CD4 < 350 sel/mm3 pada tanpa memandang stadium klinisnya (2) Stadium klinik 3 dan stadium 4 tanpa memandang jumlah CD4 (3) Pemeriksaan jumlah CD4 diperlukan untuk mengidentifikasi pasien dengan stadium klinik 1 dan 2 yang perlu memulai terapi ARV (4) Terapi ARV dianjurkan pada semua pasien dengan TB aktif tanpa memandang jumlah CD4 Jika tes CD4 tidak tersedia (1) Stadium klinik 3 WHO (2) Stadium klinik 4 WHO c) IO sudah diobati atau stabil d) Pasien siap untuk pengobatan ARV e) Tersedia tim klinik yang mendukung perawatan kronik f) Ketersediaan obat yang dapat dipercaya 2) Jenis-jenis obat ART: a) Golongan NRTI (Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor) Berfungsi menghambat replikasi DNA virus. Cara kerja NRTI dengan mencegah perubahan genetik virus dari RNA menjadi DNA. Penatalaksanaan rujuk RSU ART (Anti Retroviral Therapy) yaitu terapi yang diberikan kepada ODHA dengan menggunakan obat anti HIV (ARV=Anti Retro Viral). 6) Pneumocystis carinii pneumonia (PCP) adalah infeksi jamur yang dapat menyebabkan pneumonia (radang paru) yang berbahaya. Penyakit ini menjadi lebih sering terjadi dan lebih parah pada orang yang terinfeksi HIV. dan kehilangan berat badan yang parah. Nyeri kepala biasanya disebabkan toksoplasmosis. 7) Toksoplasmosis adalah infeksi protozoa otak. dan mengurangi atau memulihkan kerusakan pada sistem kekebalan tubuh akibat infeksi HIV. Cara kerja NNRTI dengan mencegah masuknya HIV kedalam inti sel yang terinfeksi. 8) Tuberkulosis (TB) adalah infeksi bakteri yang menyerang paru. Tujuan utama ART adalah untuk menjaga agar jumlah virus HIV didalam tubuh pada tingkat yang rendah. sehingga dapat mengurangi angka kesakitan dan kematian akibat HIV serta meningkatkan mutu hidup pengidap ODHA. f. 5) Mycobacterium Avium Complex (MAC/MAI) adalah infeksi bakteri yang dapat menyebabkan demam kambuhan. Jenis obat yang termasuk dalam golongan ini adalah: (1) EFP (Efavirenz) (2) NVP(Nevirapin) (3) DLV (Delavirdin) c) Golongan PI (Protease Inhibitor) . sehingga HIV tidak dapat membuat turunan-turunan virus. dan dapat menyebabkan meningitis (radang selaput otak).4) Malaria adalah umum di beberapa daerah di Indonesia. masalah pencernaan. Jenis obat yang termasuk golongan ini diantaranya : (1) AZT (Aksidiotimidin) atau ZDV (Zidovudin) (2) 3TC (Lamivudin) (3) D4T (Stavudin) (4) Tenofir b) Golongan NNRTI (Non Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor) Berfungsi sama dengan NRTI tapi dengan cara yang berbeda. rasa sakit yang umum.

2) Menyediakan layanan kesehatan bagi ODHA (Orang Dengan HIV-AIDS) dengan perawatan dasar berbasis masyarakat atau berbasis rumah serta memberikan dukungan kepatuhan berobat ARV. (5) Patuh dengan masa terapi yang tepat. (3) Angka kesakitan dan kematian menurun. serta menyediakan layanan konseling dan testing HIV bagi pasien TB. d) Paduan (kombinasi) obat ARV. e) Identifikasi efek samping obat ARV. (2) Peningkatan biaya pengobatan. b) Kepatuhan pengobatan (adherence) penting karena menentukan kesuksesan terapi. berupa: a) Penentuan stadium klinis b) Memulai ARV. a) Adapun kegiatan pada Prong I adalah konseling perubahan perilaku untuk mencegah penularan HIV-AIDS pada remaja dan mengurangi stigma/diskriminasi terhadap ODHA. 7) Menyediakan layanan ART dibawah pengawasan RS rujukan ART. . Jenis obat yang termasuk dalam golongan ini adalah : (1) NTV (Nevinavir) (2) IDV (Indinavir) (3) RTV (Ritonavir) (4) APV (Amphenavir) (5) TAZ (Tazanavir) (6) LPV (Lopinavir) 3) Kepatuhan ART a) Kepatuhan dalam ART berhubungan erat dengan disiplin pribadi yang tinggi untuk menghindari resistensi obat. c) Kepatuhan pengobatan. 8) Mengintensifkan penemuan kasus TB dan menjamin pengendalian infeksi TB. (2) CD4 meningkat. 4) Menyediakan layanan laboratorium rapid test dan hematologi lengkap. 9) Menyediakan layanan perawatan paliatif bekerjasama dengan keluarga ODHA dan RS rujukan. b) Sedangkan kegiatan pada Prong II adalah promosi dan distribusi kondom pada kelompok risiko tinggi. IO dan OAT. c) Dampak dari adherence yang buruk adalah: (1) Resistensi terhadap obat. Dalam ART terdapat 5 kepatuhan yaitu: (1) Patuh dalam jenis obat yang tepat (2) Patuh dengan cara minum yang tepat (3) Patuh dengan waktu minum yang tepat (4) Patuh dengan dosis obat yang tepat.Berfungsi memotong virus baru dengan potongan khusus sehingga tidak dapat dirakit menjadi virus yang siap bekerja. konseling pasangan suami istri yang salah satunya terinfeksi HIV. 3) Menyediakan layanan VCT atau konseling dan test HIV secara sukarela untuk memberikan dukungan psikologis dan informasi untuk merubah perilaku berisiko serta membuka akses untuk mendapatkan pelayanan perawatan dan pengobatan HIV-AIDS di tingkat layanan kesehatan rujukan. Penatalaksanaan HIV-AIDS di tingkat Puskesmas 1) Menyediakan layanan konseling pencegahan HIV-AIDS. 5) Pelayanan pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak (Prevention Mother to Child Transmission=PMTCT) di tingkat Puskesmas menyediakan layanan Prong 1 dan 2. 6) Pelayanan IO dan penatalaksanaan TB-HIV dibawah pengawasan dokter RS rujukan ODHA. yaitu: (1) Viral load atau jumlah virus HIV menurun. g.

5) Pencegahan Pola “E” (Education). h. atau berlangsung lebih dari 30 hari walaupun telah diobati. yaitu Puasa Seks. perkembangan terlambat. Pencegahan penularan HIV-AIDS yang terbaik adalah : 1) Pencegahan Pola “A” (Abstinance). (3) Parotitis kronik: pembengkakan parotitis unilateral atau bilateral selama ≥ 14 hari dengan atau tanpa diikuti rasa nyeri atau demam. (7) Disfungsi neurologis: kerusakan neurologis yang progresif. Promosi Kondom pada kelompok perilaku seksual berisiko juga sangat penting untuk mencegah penularan HIV-AIDS. serta monitoring dan evaluasi sesuai pedoman. atau kambuh. meningitis. mikrosefal. artinya hubungan seksual dilakukan hanya dengan satu pasangan tetap (suami/istri). selulitis) pada 12 bulan terakhir. 4) Pencegahan Pola “D” (Don’t inject). ditemukannya thrush tanpa pengobatan antibiotik. pasca masa neonatal. 2) Pencegahan Pola “B” (Be faithful). yaitu saling setia dengan satu pasangan. ruam kulit yang khas meliputi infeksi jamur yang ekstensif pada kulit. (2) Thrush: eritema pseudomembran putih di langit-langit mulut.10) Menyediakan layanan konseling dan tatalaksana gizi pada ODHA. 12) Melakukan pencatatan dan pelaporan. (1) Infeksi berulang: tiga atau lebih episode infeksi bakteri yang lebih berat (seperti pneumonia. (8) Dermatitis HIV: ruam yang eritematus dan popular. Penyalahgunaan narkoba juga menjadi salah satu jalan yang potensial untuk menularkan HIV karena ada kebiasaan buruk diantara pengguna narkoba yaitu menggunakan jarum suntik secara bersama-sama. (9) Penyakit paru supuratif yang kronik (chronic suppurative lung disease). atau meluas melebihi bagian lidah – kemungkinan besar merupakan infeksi HIV. HIV PADA ANAK 1) Diagnosis Klinis: a) Gejala yang menunjukkan kemungkinan infeksi HIV. i. Juga khas apabila meluas sampai di bagian belakang kerongkongan yang menunjukkan kandidiasis esophagus. Kondom merupakan salah satu alat pencegah penularan HIV melalui hubungan seksual. Peningkatan pengetahuan komprehensif tentang HIV-AIDS pada penduduk usia 15-24 tahun sangat penting sebagai bekal untuk mencegah terjadinya HIV-AIDS. kuku dan kulit kepala dan molluscom contagiosum yang ekstensif. (5) Hepatomegali tanpa penyebab yang jelas: tanpa adanya infeksi virus yang bersamaan seperti Sitomegalovirus. KIE Bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap yang dapat mendorong perubahan perilaku dalam mengurangi risiko terinfeksi HIV serta menyediakan dan memberikan informasi yang benar dan tepat guna. (6) Demam yang menetap dan/atau berulang: demam (>38°C) berlangsung ≥ 7 hari atau terjadi lebih dari sekali dalam waktu 7 hari. yaitu pendidikan mengenai HIV-AIDS untuk menanggulangi penyebaran HIV-AIDS. hipertonia atau bingung (confusion). gusi dan mukosa pipi. (4) Limpadenopati generalisata: terdapat pembesaran kelanjar getah bening pada dua atau lebih daerah ekstra inguinal tanpa penyebab jelas yang mendasarinya. sepsis. 11) Merujuk kasus HIV-AIDS dengan komplikasi berat ke RS rujukan ODHA. yaitu tidak menyalahgunakan narkoba suntik. 3) Pencegahan Pola “C” (Condom). . artinya seseorang tidak melakukan hubungan seksual sebelum atau diluar nikah.

b) Gejala yang umum ditemukan pada anak dengan infeksi HIV. sebagaimana tercantum dalam KMS. Sangat penting untuk mempertimbangkan: a) Ketersediaan formula yang cocok yang dapat diminum dalam dosis yang tepat. b) Daftar dosis yang sederhana c) Rasa yang enak sehingga menjamin kepatuhan pada anak kecil d) Rejimen ART yang akan atau sedang diminum orang tuanya. (4) Imunisasi dan HIV (5) Ketaatan dan dukungan pengobatan antiretroviral. atau membutuhkan penyelidikan lebih lanjut. c) Anak dengan infeksi HIV dengan respon yang baik terhadap pengobatan dan akan dipulangkan (atau dirujuk ke program perawatan di masyarakat untuk ke dukungan psikologis). terutama pada bayi usia < 6 bulan yang disusui dan gagal tumbuh. . sehingga tiap nasihat yang diberikan akan konsisten dengan apa yang nantinya akan diterima ibu dari konselor profesional. Diskusikan hal berikut ini pada saat sesi konseling: (1) Alasan dirujuk ke program perawatan di masyarakat (2) Pelayanan tindak lanjut (3) Faktor risiko untuk sakit di kemudian hari. Diskusikan hal berikut ini pada saat sesi konseling: (1) Pemahaman orang tua tentang infeksi HIV (2) Tatalaksana masalah yang ada saat ini (3) Peran pengobatan antiretroviral (4) Perlunya merujuk ke tingkat yang lebih tinggi. tetapi juga lazim ditemukan pada anak sakit yang bukan infeksi HIV (1) Otitis media kronik: keluar cairan/nanah dan berlangsung ≥ 14 hari. (3) Jika akan dirujuk. Minta saran pada konselor lokal yang berpengalaman. Keadaan ini sangat spesifik untuk anak dengan infeksi HIV. 2) Konseling Indikasi untuk konseling HIV Konseling HIV perlu dilakukan pada situasi berikut: a) Anak yang status HIV-nya tidak diketahui yang menunjukkan tanda klinis infeksi HIV dan/atau faktor risiko (misalnya ibu atau saudaranya menderita HIV/AIDS) (1) Tentukan apakah akan dilakukan konseling atau merujuknya (2) Jika anda yang melakukan konseling sediakan waktu untuk sesi konseling ini. 3) Pengobatan Antiretroviral (Antiretroviral theraphy = ART) Prinsip yang mendasari ART dan pemilihan lini pertama ARV pada anak pada umumnya sama dengan pada dewasa. kandidiasis esophagus. jika ada. lymphoid interstitial pneumonia (LIP) atau Sarkoma Kaposi. b) Anak dengan infeksi HIV tetapi respon terhadap pengobatan kurang baik. jika perlu (5) Dukungan dari kelompok di masyarakat. jelaskan pada orang tuanya alasan mereka dirujuk ke tempat lain untuk konseling. c) Gejala atau kondisi yang sangat spesifik untuk anak dengan infeksi HIV positif Diduga kuat infeksi HIV jika ditemukan hal berikut ini : pneumocystis carinii pneumonia (PCP). (2) Diare persisten: berlangsung ≥ 14 hari (3) Gizi kurang atau gizi buruk: berkurangnya berat badan atau menurunnya pertambahan berat badan secara perlahan tetapi pasti dibandingkan dengan pertumbuhan yang seharusnya.

n y e r i k e p a l a p s i k o m i o g e n i k . k o n t r a k s i o t o t . Manifestasi Klinis . . nitrit oksida dimasukkan dalam kejadian nyeri kepala tipe tegang. Epidemiologi .Dapat bersifat episodic (bila serangan selama <15 hari per bulan). Sedangkan pada sumber lain dikatakan bahwa kebanyakan pasien dengan nyeri kepala tipe-tegang saat ini ditemukan bahwa otot-otot craniocervicalnya cukup relaks dan tidak menunjukkan adanya kontraksi persisten saat diukur dengan elektromiografi.Rasa kencang di daerah bitemporal. . d. nyeri kepala idiopatik.2 a. Namun. bioksipital. mekanisme ini juga belum begitu jelas. n ye r i k e p al a .Nyeri kepala ini biasanya dimulai pada usia 20-40 tahun . Namun. . leher. n y e r i s t r e s . dan biasanya tidak menghentikan pasien dalam aktivitas hariannya. dikatakan bahwa salah satu respon tubuh terhadap keadaan stress dan kecemasan yang menyebabkan nyeri kepala tipe tegang adalah adanya reflex pelebaran pembuluh darah ekstrakranial serta kontraksi otot-otot rangka. termasuk system limbik.4. atau seperti diikat di sekeliling kepala. berperan dalam menerima input dari struktur lain dalam otak. Etiologi – Patofisiologi Dari beberapa sumber. Nyeri kepala tidak berdenyut. Sakai et al melaporkan bahwa pada pasien nyeri kepala tipe tegang ditemukan kontraksi pada otot pericranial dan otot trapezius. n y e r i k e p a l a esensial. fotofobia. c. Kompleks ini. Tension type headache merupakan suatu keadaan yang melibatkan sensasi n y e r i a t a u r a s a t i d a k n y a m a n d i d a e r a h k e p a l a .Tingkat keparahannya ringan – sedang dan tidak memberat dengan aktivitas fisik.Definisi Ten si o n t yp e h e a d ac h e di s e b u t j u g a n y er i k e p a l a t eg a n g . .Kejadiannya dominan pada wanita dan dapat pula terjadi pada segala usia. k u l i t k e p a l a a t a u l e h e r yang biasanya berhubungan dengan ketegangan otot di daerah ini. dan wajah. rasa berat. TENSION TYPE HEADACHE Kompetensi : 4A Laporan Penyakit : ICD X : G44. . atau kronik (bila serangan >15 hari per bulan). kepala. dan tertekan. atau fonofobia.Durasi serangan dapat berlangsung selama 30 menit hingga beberapa hari. secara spesifik membuat sentrilisasi sentral pada stimulasi sensoris dari struktur cranial.Tidak berhubungan dengan adanya nausea. Akhir-akhir ini. b. nyeri kepala psikogenik. . Hipotesis lain yang baru juga mengatakan bahwa adanya keabnormalan sensitivitas terhadap nyeri pada trigeminal nuclear complex. e.Nyeri kepala dapat menjalar sampai leher atau bahu. Evaluasi Diagnostik Anamnesis dengan riwayat penyakit sangat penting karena tidak ditemukan adanya abnormalitas pada pemeriksaan neurologis dan ancillary test.

NSAID (Naproxen 660-750 mg/hari. . KIE Terapi Non-Farmakologis D i s a m p i n g m e n g k o n s u m s i o b a t . ibuprofen 800 mg/hari. Terapi abortif tersebut antara lain : aspirin 1000 mg/hari. paroksetin. Terapi ini digunakan untuk menghentikan atau mengurangi intensitas serangan. 2 ) T e r a p i p r e v e n t i f . Selain itu juga. acetam inophen 1000 mg/hari. t e r a p i n o n f a r m a k o l o g i s y a n g d a p a t dilakukan untuk meringankan nyeri tension type headache antara lain : 1) Kompres hangat atau dingin pada dahi. rasa lapar. sertralin. kelelahan.5 0 m g sebelum tidur) dan nortriptilin (dosis 25-75 mg sebelum tidur) yangmerupakan antidepresan golongan trisiklik yang paling sering dipakai. tolfenamic 200-400 mg/hari. Pencegahan Cara untuk mencegah terjadinya tension type headache adalah d e n g a n menghindari faktor pencetus seperti menghindari kafein dan nikotin. g. rasa marah. selective serotonin uptake inhibitor (SSRI) juga sering digunakan seperti fluoksetin. dan posisi tubuh yang tidak baik. diclofenac 50-100 mg/hari).f. atau merubah situasi kerja. Perubahan gaya hidup yang diperlukan untuk m e n g h i n d a r i t e n s i o n t y p e h e a d a c h e k r o n i s d a p a t d i l a k u k a n d e n g a n beristirahat dan berolahraga secara teratur. ketoprofen 25-50 mg/hari. 2) Mandi air hangat 3) Tidur dan istirahat. situasi yang menyebabkan stres. terapi preventif tersebut antara lain : Amitriptilin ( d o s i s 1 0 . Terapi Farmakologis Terapi farmakologis dibagi menjadi 2 yaitu : 1 ) T e r a p i a b o r t i f . kecemasan. berekreasi.

c) Tiap gejala berlangsung  5 menit dan ≤ 60 menit. ketegangan emosi dan kelelahan fisik. fotofobia atau fenofobia. b. migren dengan intensitas dan frekuensi tinggi. Gambaran Klinis 1) Nyeri kepala khas berdenyut. beragam beratnya. Migren klasik diawali selama + 60 menit. unilateral dan bertambah berat setelah aktivitas fisik. b) Paling tidak timbul satu macam aura secara gradual  5 menit dan/atau jenis aura yang lainnya  5 menit. dosis disesuaikan kondisi penyakit.5. 3) Alasan rujukan: pada kasus migren dengan aura. lamanya dan kekerapannya mungkin merupakan serangan migren. Penatalaksanaan 1) Hindari faktor pencetus 2) Terapi serangan akut (abortif) 3) Serangan diatasi dengan: a) Obat spesifik: ergotamin tablet 1 mg kombinasi kafein. 2) Frekuensi lebih dari 5 kali serangan per hari dengan durasi masing-masing 4-72 jam. Definisi Serangan nyeri kepala sesisi yang berulang. 3) Pasien mengeluh mual sampai muntah dan terdapat anoreksia. MSG). . d. MIGREN Kompetensi Laporan Penyakit : 3A : 21 ICD X : N13 a. c. 4) Efek samping pengobatan: palpitasi. Diagnosis 1) Migren tanpa aura 2) Migren dengan aura 3) Status migrenosus e. 4) Migren dengan aura mempunyai gejala tambahan: a) Gejala visual homonim dan/atau gejala sensoris unilateral. Hal-hal itu harus diidentifikasi. migren komplikata yang memerlukan terapi profilaksis. KIE 1) Tujuan penatalaksanaan: menghilangkan serangan. 2) Pencegahan: hindari faktor pencetus seperti makanan tertentu (coklat. Penyebab Vasodilatasi pembuluh darah di otak. f. b) Obat nonspesifik: parasetamol 500 mg atau ibuprofen 400 mg c) Obat penunjang: metoklopramid tablet d) Obat profilaksis (keadaan tertentu): propanolol 10 mg tiap 8-12 jam atau asam valproat 500 mg tiap 12 jam.

. Orang-orang tua dulu menyebutnya sebagai penyakit akibat kena angin malam atau karena habis bertabrakan dengan makhluk halus. c. BELL’S PALSY Kompetensi : 4A Laporan Penyakit : ICD X : G51. Misalnya . Epstein-Barr. Keduanya terjadi pada saat proses kelahiran anak. Tetapi bisa juga menyebar lewat penggunaan handuk atau peralatan secara bersama dengang orang lain yang terlebih dahulu diserang.6. dalam hal ini. Wanita dan laki-laki memiliki kemungkinan yang sama untuk terserang Bell’s palsy. yaitu suatu keadaan dimana system imun menyerang tubuh kita sendiri. Kebanyakan penderita Bell’s palsy memiliki kesamaan riwayat. Beberapa virus lain juga diduga sebagai penyebabnya seperti cytomegalovirus. Shingo Murakami and others). Hal ini bisa disebabkan oleh karena sindroma moebius atau karena trauma lahir (seperti perdarahan intracranial/perdarahan didalam kepala atau fraktur tengkorak/patah tulang tengkorak). Epidemologi Bell’s palsy menempati urutan ketiga penyebab terbanyak dari paralysis fasial akut (kelumpuhan otot wajah yang proses munculnya gejala berlangsung cepat). rubella and mumps. Bell’s palsy juga biasa nya terjadi karena bawaan lahir. Bell’s palsy dapay menyerang umur berapapun tapi lebih sering terjadi pada umur 15-50 tahun. b. system imun menyerang nervus fasialis (saraf diwajah) sehingga menyebabkan kelumpuhan. . seorang dokter berkebangsaan Skotlandia pada abad ke 19. tetapi pada beberapa penderita didapatkan adanya riwayat terpapar udara dingin atau angin berlebihan. Bell’s palsy berbeda dengan stroke walau gejala kelumpuhannya mirip. yaitu pernah terpapar udara dingin secara terus menerus. . insiden Bell’s palsy secara pasti sulit ditentukan. Penyebab pasti autoimun tersebut masih belum diketahui (idiopatik). Akantetapi. 60-70% kasus Bell’s palsy juga diikuti dengan hadirnya virus herpes simplex (studied by Dr. Etiology Bell’s palsy adalah penyakit autoimun. Gejala paling nyata wajah terlihat miring.0 a.55 % dari seluruh kasus neuropati (kelumpuhan saraf) dan terbanyak pada usia 21 – 30 tahun. Diduga virus ini sudah menyerang sejak anak-anak. 63% menyerang wajah sebelah kanan. ada beberapa hal yang diduga sebagai factor pencetus timbulnya Bell’s palsy. Ketika senyum setengah wajah penderita Bell’s palsy tetap diam (tidak bisa tersenyum lebar). Lebih sering terjadi pada wanita daripada pria. Akan tetapi wanita muda yang berumur (10-19 tahun) lebih rentan terserang daripada laki-laki pada kelompok umur yang sama. Data yang dikumpulkan dari 4 buah Rumah sakit di Indonesia didapatkan frekuensi Bell’s palsy sebesar 19. Tidak didapati perbedaan insiden antara iklim panas maupun dingin. Sedangkan di Indonesia.Riwayat terpapar udara dingin secara terus menerus. Bell’s palsy ditemukan oleh Sir Charles Bell. Definisi Secara ilmiah Bell’s palsy atau prosoplegia adalah kelumpuhan fasialis (saraf diwajah) akibat paralisis nervus fasial perifer (kelumpuhan saraf di wajah) yang terjadi secara akut (cepat) dan penyebabnya tidak diketahui (idiopatik) di luar sistem saraf pusat (diluar otak dan saraf ditulang belakang) tanpa disertai adanya penyakit neurologis (saraf) lainnya.Virus Herpes simplex.Kongenital.

Gejala yang muncul adalah mulut tertarik ke arah sisi mulut yang sehat. Anamnesa (hasil wawancara dengan pasien) . Lidah terasa seperti ada yang menyelimuti. Lesi di daerah meatus akustikus interna. Pemeriksaan Fisik Gerakan volunter yang diperiksa. gejala bell’s palsy tergantung dari lokasi lesi (tempat kerusakan sarafnya). dianjurkan minimal : 1. pegal. Diagnosis A. otitis. Gejala Klinik Awalnya biasanya terjadi kehilangan sensasi rasa pada lidah.Riwayat pekerjaan dan adakah aktivitas yang dilakukan pada malam hari di ruangan terbuka atau di luar ruangan. e. Selanjutanya. lipat nasolabialis mendatar pada sisi yang lumpuh dan mencong ke sisi yang sehat. Mengencangkan kedua bibir .Riwayat penyakit yang pernah dialami oleh penderita seperti infeksi saluran pernafasan. Lesi di kanalis fasialis (melibatkan korda timpani). Mengembangkan cuping hidung 4. disertai bola mata berputar ke atas bila memejamkan mata. B. a.Gerakan bola mata pada sisi yang lumpuh lambat. Lesi di tempat yang lebih tinggi lagi (melibatkan ganglion genikulatum). (d). Biasanya penderita merasa nyeri dan tidak tahan mendengar suara yang keras. dan lain-lain. d. Bersiul 6. (b). c. lipatan kulit dahi menghilang.karena terpapar udara dingin karena setiap malam naik motor atau terkena angin AC secara langsung secara terus menerus. ditambah dengan adanya hiperakusis (sangat sensitif terhadap suara). Mengerutkan dahi 2.Kelopak mata tidak dapat menutupi bola mata pada sisi yang lumpuh (lagophthalmos). (b).Rasa nyeri . Lesi di luar foramen stilomastoideus.Sudut mulut tidak dapat diangkat. (c) disertai dengan nyeri di belakang dan di dalam liang telinga. Tersenyum 5. Gejala dan tanda klinik seperti pada (a). Perasaan nyeri. .makanan berkumpul di antar pipi dan gusi. d. fenomena ini disebut Bell’s sign . Gejala dan tanda klinik seperti (a). herpes. dan sensasi dalam (deep sensation) di wajah menghilang. Lesi di kanalis fasialis lebih tinggi lagi (melibatkan muskulus stapedius). Pada anak 73% didahului infeksi saluran napas bagian atas yang erat hubungannya dengan cuaca dingin. Memejamkan mata 3. ditambah dengan tuli sebagi akibat dari terlibatnya nervus akustikus. linu dan rasa tidak enak pada telinga atau sekitarnya sering merupakan gejala awal yang segera diikuti oleh gejala kelumpuhan otot wajah berupa . . b. Gejala dan tanda klinik seperti (a). e. ditambah dengan hilangnya ketajaman pengecapan lidah (2/3 bagian depan) dan salivasi (produksi air liur) di sisi yang terkena berkurang.Gangguan atau kehilangan pengecapan. . (b). Gejala dan tanda klinik seperti pada (a). Apabila mata yang terkena tidak tertutup atau tidak dilindungi maka air mata akan keluar terus menerus. (c).

Penggunaan obat. Tindakan operatif dilakukan apabila tidak terdapat penyembuhan spontan atau tidak terdapat perbaikan dengan pengobatan prednison. sementara virus bersifat self limiting disease (penyakit yang dapat sembuh sendiri jika kita memiliki system pertahanan tubuh yang baik). seperti x-ray.obat antivirus . . g. .Perbaiki system pertahanan tubuh (system imunitas). KIE . Walaupun belum ada penilitian ilmiah terkait ini. f.Hindari kebiasaan langsung mandi atau mencuci muka sehabis berolahraga . . Acyclovir (400 mg selama 10 hari) dapat digunakan dalam penatalaksanaan Bell’s palsy yang dikombinasikan dengan prednison atau dapat juga diberikan sebagai dosis tunggal untuk penderita yang tidak dapat mengkonsumsi prednison. Pengobatan . MRI) Pemeriksaan radiologi bukan indikasi pada Bell’s palsy.Pemberian kortikosteroid (perdnison dengan dosis 40 -60 mg/hari per oral atau 1 mg/kgBB/hari selama 3 hari.Untuk perawatan mata dapat menggunakan air mata buatan atau menggunakan pelindung mata. gunanya untuk meningkatkan peluang kesembuhan pasien. . (foto.Penggunaan Acyclovir akan berguna jika diberikan pada 3 hari pertama dari onset penyakit untuk mencegah replikasi virus (penggandaan virus). Pemeriksaan MRI pada pasien Bell’s palsy akan menunjukkan adanya penyangatan (Enhancement) pada nervus fasialis.Hindari mandi di malam hari. diturunkan perlahan-lahan selama 7 hari kemudian). dapat dianjurkan pada stadium akut. atau pada telinga. (pengambilan darah) Tidak ada pemeriksaan laboratorium yang spesifik untuk menegakkan diagnosis Bell’s palsy.Istirahat yang cukup. Pemeriksaan Laboratorium.Hindari terpaan angin langsung ke wajah.C. . Seperti dikemukakan sebelumnya. . stroke. D. Tujuan fisioterapi untuk mempertahankan tonus otot (kekuatan) yang lumpuh. ct-scan. . seperti kacamata. Pemeriksaan CT-Scan dilakukan jika dicurigai adanya fraktur atau metastasis neoplasma ke tulang.Penulis menyarankan agar pasien melakukan kompres air hangat disertai pemijatan pada bagian yang lumpuh pagi dan malam.Tindakan operatif umumnya tidak dianjurkan pada anak-anak karena dapat menimbulkan komplikasi lokal maupun intracranial. utamanya angin dingin. . sklerosis multipel dan AIDS pada CNS. Pemijatan juga berfungsi melatih gerakan-gerakan pada otot wajah. mengangkat alis ataupun menarik pipi ataupun alis. Cara yang sering digunakan yaitu : mengurut/massage otot wajah selama 5 menit pagi-sore atau dengan faradisasi. . Penulis juga menyarakan agar setiap saat pasien melakukan menggerak-gerakkan wajahnya. seperti berlatih tersenyum. Kortikostiroid juga bersifat immunosupresan sehingga bisa menekan kinerja system imun.Fisioterapi sering dikerjakan bersama-sama pemberian prednison. tetapi pemberian paparan air hangat merupakan negasi (kebalikan) dari paparan udara dingin yang sering memapari penderita. 60-70% pencetus adalah virus. ganglion genikulatum. . Pemeriksaan Radiologi. dimana pemberiannya dimulai pada hari kelima setelah onset penyakit. Dasar dari pengobatan ini adalah untuk menurunkan kemungkinan terjadinya kelumpuhan yang sifatnya permanen yang disebabkan oleh pembengkakan nervus fasialis (saraf wajah) di dalam kanal fasialis (jalurnya) yang sempit. Mekanisme ini sesuai dengan penyebab utama bell’s palsy yaitu autoimun.

Gangguan pada otak kecil yang mengakibatkan vertigo jarang sekali ditemukan. dan kehilangan pendengaran). Gangguan vestibular perifer meliputi Benign Paroksimal Positional Vertigo (BPPV. dapat disertai gejala lain. bisa mengakibatkan vertigo. Vertigo (sering juga disebut pusing berputar. atau pusing tujuh keliling) adalah kondisi di mana seseorang merasa pusing disertai berputar atau lingkungan terasa berputar walaupun badan orang tersebut sedang tidak bergerak. diketahui dapat menimbulkan radang kronis telinga dalam. di mana vertigo terjadi secara mendadak dan berlangsung kurang dari 1 menit. Vertigo adalah keadaan pusing yang dirasakan luar biasa. Pusing juga bisa muncul sebagai akibat dari gangguan sistem vestibular sentral (misalnya saraf vestibular. Penyakit ini tampaknya disebabkan oleh adanya endapan kalsium di dalam salah satu kanalis semisirkularis di dalam telinga bagian dalam. Beberapa jenis obat. b. penyakit Ménière (adanya fluktuasi tekanan cairan di dalam telinga/ endolimf sehingga dapat mengakibatkan vertigo. Bagi masyarakat awam vertigo disebut juga sebagai tujuh keliling. dan otal kecil). Tidak disertai hilangnya pendengaran maupun telinga berdenging. streptomisin. Pada beberapa kasus. sindrom Cogan (terjadi karena ada peradangan pada jaringan ikat di kornea.7. Vertigo biasanya timbul akibat gangguan telinga tengah dan dalam atau gangguan penglihatan. ototoksisitas (keracuanan . pasokan oksigen ke otak yang kurang dapat pula menjadi penyebab. telinga berdenging. batang otak. Seorang yang menderita vertigo perasaannya seolah-olah dunia sekeliling berputar (vertigo objektif) atau penderita sendiri merasa berputar dalam ruangan (vertigo subjektif). telinga berdenging dan kehilangan pendengaran). bangun. seperti kina. Namun. terutama dari jaringan otonomik akibat gangguan alat keseimbangan tubuh. VERTIGO (Benign paroxysmal positional vertigo) Kompetensi : 4A Laporan Penyakit : ICD X : a. berguling di atas tempat tidur atau menoleh ke belakang) biasanya memicu terjadinya vertigo ini. vertigo karena gangguan vestibular perifer yang paling banyak ditemui). Benign Paroxysmal Positional Vertigo merupakan penyakit yang sering ditemukan. Perubahan posisi kepala (biasanya terjadi ketika penderita berbaring. dan salisilat. penyebab vertigo tidak diketahui. Penyebab Penyebab vertigo bermacam-macam. Definisi Pengertian vertigo adalah : sensasi gerakan atau rasa gerak dari tubuh atau lingkungan sekitarnya. Keadaan ini juga dapat menimbulkan vertigo. Patofisiologi Pada dasarnya keseimbangan tubuh dikendalikan oleh otak kecil yang mendapat informasi mengenai posisi tubuh dari organ keseimbangan di telinga tengah dan mata. Vertigo jenis ini mengerikan. c. tetapi tidak berbahaya dan biasanya menghilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu atau bulan. Vertigo bisa disebabkan karena adanya gangguan pada sistem vestibular perifer (ganguan pada telinga bagian dalam).

kelainan pada telinga sering menyebabkan vertigo. dapat disebabkan karena infeksi virus). Kerusakan dapat bersifat temporer maupun permanen. Beberapa obat dan zat kimia (seperti timbal. neuritis vestibular (peradangan pada sel saraf vestibular. Tes pendengaran seringkali bisa menentukan adanya kelainan telinga yang mempengaruhi keseimbangan dan pendengaran. Kelainan ini terjadi karena gangguan keseimbangan baik sentral atau perifer. Nistagmus bisa dirangsang dengan menggerakkan kepala penderita secara tiba-tiba atau dengan meneteskan air dingin ke dalam teling. f. antihistamin. yang terdapat dalam bentuk plester kulit dengan lama kerja selama beberapa hari. diuretika. Bila gangguan ini berat. Nistagmus adalah gerakan mata yang cepat dari kiri ke kanan atau dari atas ke bawah. Untuk menguji keseimbangan. Perasaan pusing ini selain disertai rasa berputar kadang-kadang disertai mual dan muntah. awalnya dengan mata terbuka. Gejala Penderita merasa seolah-olah dirinya bergerak atau berputar. Arah dari gerakan tersebut bisa membantu dalam menegakkan diagnosa. gentamisin. . yang mengakibatkan kerusakan pada telinga bagian dalam atau saraf kranial VIII dan menyebabkan vertigo. penderita diminta berdiri dan kemudian berjalan dalam satu garis lurus. timah) dapat menyebabkan ototoksitas. motion sickness (mabuk darat. Vertigo bisa berlangsung hanya beberapa saat atau bisa berlanjut sampai beberapa jam bahkan hari. mabuk laut) obat-obatan. meskipun dalam jumlah kecil. Biasanya pemberian vitamin B12. Penanganan Pengobatan tergantung kepada penyebabnya. d. atau penderita merasakan seolah-olah benda di sekitarnya bergerak atau berputar. terutama pada usia lanjut. merkuri. penderita bahkan tak mampu berdiri atau bahkan terjatuh. Hal ini biasanya disebabkan oleh gangguan keseimbangan. Semua obat di atas bisa menyebabkan kantuk. Betahistin mesilat terutama berfungsi untuk mencegah motion sickness. Gerakan mata yang abnormal menunjukkan adanya kelainan fungsi di telinga bagian dalam atau saraf yang menghubungkannya dengan otak. Diagnosis Sebelum memulai pengobatan. Obat untuk mengurangi vertigo yang ringan adalah meklizin. Skopolamin dalam bentuk plester menimbulkan efek kantuk yang paling sedikit. alkohol. Penggunaan preparat antibiotik (golongan aminoglikosida. yaitu streptomisin dan gentamisin) jangka panjang maupun penggunaan antineoplastik (misalnya cisplatin maupun carboplatin) dapat menyebabkan ototoksisitas permanen. perfenazin dan betahistin mesilat. Penderita kadang merasa lebih baik jika berbaring diam. tetapi vertigo bisa terus berlanjut meskipun penderita tidak bergerak sama sekali. kelainan sirkulasi Transient ischemic attack (gangguan fungsi otak sementara karena berkurangnya aliran darah ke salah satu bagian otak) pada arteri vertebral dan arteri basiler. Konsumsi alkohol. dan pembatasan konsumsi garam dapat mengurangi keluhan. dokter THT-KL biasanya akan melakukan pemeriksaan ENG (elektronistagmografi). kemudian dengan mata tertutup. Untuk menentukan kelainan yang menyebabkan vertigo. B1. e. harus ditentukan sifat dan penyebab dari vertigo. dimenhidrinat. dapat menyebabkan vertigo temporer pada beberapa orang Keadaan lingkungan.pada telinga).

maka pedoman diagnosis sesuai jenisnya sebagai berikut : 1) Gangguan Ansietas Fobik a) Kecemasan dicetuskan oleh adanya situasi atau objek yang jelas. seperti perasaan jadi peka/mudah ngilu. buang air kecil atau sukar menelan/rasa tersumbat. mudah terkejut/kaget. mencret. objek atau situasi tersebut dihindari atau dihadapi dengan rasa terancam c) Secara subyektif. fobia sosial. muka panas/badan menggigil. pheocromamocytosis. seperti napas pendek/terasa berat. Penyebab Psikologis dan keprbadian individu. b. otot tegang/kaku/pegal. Jenis-jenis Gangguan Neurotik Gangguan neurotik yang sering dijumpai adalah sebagi berikut 1) Gangguan ansietas fobik seperti agorafobia. fisiologik dan tampilan perilaku tidak jauh berbeda dengan jenis ansietas lainnya 2) Gangguan Ansietas Panik a) Ditemukan adanya beberapa kali serangan cemas berat dalam masa kira-kira 1 bulan b) Keadaan dimana sebenarnya secara objektif tidak ada bahaya . penyakit organik seperti hipertiroid. yang sebenarnya pada saat kejadian tidak membahayakan. c) Kewaspadaan berlebihan dan daya tangkap berkurang. b) Sebagai akibatnya. sulit berkosentrasi/berpikir fokus. untuk memudahkan sebagai target terapi maka secara klinik perlu mengenali sindrom ansietas sebagai berikut: 1) Adanya perasaan cemas atau kuatir yang tidak realistik terhadap dua atau lebih hal yang dipersepsikan sebagai ancaman. seperti kedutan otot atau rasa gemetar.8. fobia spesifik 2) Gangguan Panik 3) Gangguan Ansietas Menyeluruh. e. telapak tangan basah dan dingin. Perasaan ini menyebabkan individu tidak mampu istirahat dengan tenang (inability to relax) 2) Terdapat gejala-gejala berikut: a) Ketegangan motorik. stresor psikososial. 4) Gangguan Obsesif Kompulsif 5) Gangguan Stres Pasca Trauma 6) Gangguan Penyesuaian 7) Gangguan Somatisasi d. mual. jantung berdebar-debar. Diagnosis Berdasarkan PPDGJ–III. kepala pusing/rasa melayang. bermanifestasi dalam gejala seperti penurunan kemampuan kerja. mulut kering. hubungan sosial dan melakukan kegiatan rutin. Gambaran Klinik Sesuai dengan gejala dari masing-masing jenis neurotik. c. perut tak enak. sukar tidur atau mudah tersinggung 3) Hendaya dalam fungsi kehidupan sehari-hari. tidak bisa diam. atau mudah menjadi lelah b) Hiperaktivitas otonomik. Definisi Suatu atau kumpulan gejala fisik yang dirasakan berlebihan disertai dengan sindrom ansietas tanpa bukti adanya penyakit fisik. GANGGUAN SOMATOFORM Kompetensi : 3A Laporan Penyakit : 0802 ICD X : F40-F48 a.

yang dapat menyebabkan ketegangan bagi tiap orang (misalnya bencana alam atau bencana yang dibuat oleh manusia seperti perang atau konflik masyarakat. depresif. nyeri ulu hati dll) e) Pada anak-anak terlihat adanya kebutuhan berlebihan untuk ditenangkan serta keluhan somatik yang berulang-ulang. f. gemetaran) d) Overaktivitas motorik (berkeringat dingin. Penatalaksanaan 1) Untuk semua jenis gangguan neurotik dapat diberikan: . pusing. gejala obsesional atau tindakan kompulsif. campuran cemas dan depresif.c) Tidak terbatas pada situasi yang sudah diketahui atau yang dapat diduga sebelumnya 3) Gangguan Ansietas Menyeluruh a) Gambaran utama adalah adanya kecemasan yang menyeluruh dan menetap b) Kecemasan tentang masa depan (khawatir akan nasib buruk. gangguan tingkah laku yang disertai dengan adanya ketidakmampuan dalam kegiatan rutin sehari-hari 7) Gangguan Somatisasi a) Adanya banyak keluhan-keluhan fisik yang bermacam-macam yang tidak dapat dijelaskan atas dasar adanya kelainan fisik. sulit konsentrasi dll) c) Ketegangan motorik (gelisah. mulut kering. harus ada hamper tiap hari selama sedikitnya dua minggu berturut-turut b) Harus disadari sebagai pikiran atau impuls dari diri sendiri c) Sedikitnya ada satu tindakan atau pikiran yang masih tidak bias dilawan d) Pikiran untuk melaksanakan tindakan tersebut bukan merupakan hal yang memberikan kepuasan atau kesenangan e) Pikiran. seseorang jika melihat langit mendung dan hujan deras akan timbul rasa takut seakan peristiwa itu akan terjadi lagi) e) Ganggaun otonomik. kecelakaan. korban penyiksaan/perkosaan dll) b) Diagnosis ditegakkan jika gangguan ini timbul dalam kurun waktu 2 minggu sampai 6 bulan setelah kejadian traumatik. terorisme. gangguan afek dan kelainan tingkah laku semuanya dapat mewarnai diagnosis tapi tidak khas 6) Gangguan Penyesuaian a) Adanya faktor kejadian atau situasi yang stressful atau krisis kehidupan ( seperti menderita penyakit yang mengancam jiwa. sakit kepala. tidak dapat santai. 4) Gangguan Obsesif Kompulsif a) Ciri utama adalah adanya pikiran obsesif atau tindakan yang berulang. dapat lebih dari 6 bulan asal saja gejala-gejala khasnya nampak c) Selain adanya kejadian trauma. suasana pekerjaan yang baru dan tidak menyenangkan) b) Onset biasanya terjadi dalam 1 bulan setelah terjadinya kejadian yang stressful dan gejala biasanya tidak bertahan melebihi 6 bulan c) Gangguan bervariasi mencakup afek cemas. berdebar-debar. atau kedua-duanya. yang sudah berlangsung setidaknya 2 tahun b) Tidak mau menerima nasehat atau penjelasan dari beberapa dokter bahwa tidak ada kelainan fisik yang dapat menjelaskan keluhan-keluhannya. bayangan atau impuls tersebut harus merupakan pengulangan yang tidak menyenangkan 5) Gangguan Stres Pasca Trauma a) Keadaan ini timbul sebagai respons yang berkepanjangan dan/atau tertunda terhadap kejadian atau situasi yang menimbulkan stress (baik singkat maupun berkepanjangan) yang bersifat katastrofik atau menakutkan. harus didapatkan bayang-bayang atau mimpi-mimpi dari kejadian traumatik itu kembali secara berulang-ulang (flashback) d) Berusaha menghindari suasana atau kejadian yang menimbulkan trauma atau sesuatu yang dapat diasosiasikan dengan kejadian traumatik sebelumnya (misalnya pada bencana tsunami atau banjir bandang.

memberi dukungan kepada pasien untuk mampu mengatasi sendiri masalahnya. KIE 1) Selain pemberian obat sebaiknya memberi konseling kepada pasien.5 mg tiap 12-24 jam Antipsikotik : Haloperidol 0. sehingga tidak menjalankan kendaraan waktu meminum obat. atau sebaiknya minum obat saat mau tidur 4) Memberi penjelasan untuk tidak meminum obat tanpa resep dokter atau dosis yang sesuai dengan anjuran dokter karena beberapa obat antiansietas seperti diazepam dan alprazolam dapat menimbulkan ketergantungan 5) Menganjurkan pasien untuk berkonsultasi dengan psikiater untuk mendapatkan pelayanan pengobatan yang lebih baik dan penanganan psikoterapi. Penambahan dengan Amitriptilin 12. g. dengan cara: bersikap empati. Obat utama adalah Diazepam yang diberikan secara tunggal.5 mg tiap 12-24 jam Untuk Gangguan Panik sebaiknya diberikan Alprazolam 0. lebih banyak mendengarkan keluhan pasien dan membiarkan untuk mengeluarkan unek-uneknya (ventilasi). Segera rujuk ke psikiater jika gangguan neurotik dalam 1 minggu pengobatan tidak memberi efek yang baik.5 mg tiap 8-12 jam sehari jika obatnya tersedia.5 mg jika diserta gejala-gejala afek yang depresif dan atau haloperidol 0. bantu pasien mengenali stressor psikososialnya. . tidak terlalu cepat untuk menilai keadaan pasien dan jangan menyalahkan atau menghakimi atas sikap dan perilakunya.5 mg jika gejala-gejalanya cukup berat yang disertai dengan banyaknya keluhan somatik dan atau pikiran-pikiran yang kurang rasional.2) 3) 4) 5) Antiansietas : Diazepam 2–5 mg tiap 8-12 jam Antidepresan : Amitriptilin 12. jangan terlalu banyak memberikan nasehat. 2) Memberi penjelasan tentang penyakit yang dideritanya termasuk dalam gangguan jiwa ringan yang bisa diobati 3) Memberi penjelasan tentang efek samping sedasi dari obat-obat tersebut.

9. dan pada semua stadium lebih banyak terjaga. Penggunaan alkohol yang berlebihan. b.0 a. Etiologi Insomnia bukan suatu penyakit.kelainan fisik dan pemakaian obat-obatan. merupakan pertanda dari depresi. Perubahan ini. INSOMNIA Kompetensi Laporan Penyakit : 4A : ICD X : G47. Definisi Insomnia adalah gejala kelainan dalam tidur berupa kesulitan berulang untuk tidur atau mempertahankan tidur walaupun ada kesempatan untuk itu. seperti kelainan emosional. Kerusakan pada otak (karena ensefalitis. Orang yang pola tidurnya terganggu dapat mengalami irama tidur yang terbalik. depresi atau ketakutan. tetapi merupakan suatu gejala yang memiliki berbagai penyebab. Kadang mereka tidur dalam keadaan gelisah dan merasa belum puas tidur. baik pada usia muda maupun usia lanjut. Sering berubah-ubah jam kerja. pada usia berapapun. Awal proses tidur pada pasien insomnia mengacu pada latensi yang berkepanjangan dari waktu akan tidur sampai tertidur. Dengan bertambahnya usia. Beberapa orang tertidur secara normal tetapi terbangun beberapa jam kemudian dan sulit untuk tertidur kembali. Hal ini sering terjadi sebagai akibat dari:      Jet lag (terutama jika bepergian dari timur ke barat). sering membuat orang tua berfikir bahwa mereka tidak cukup tidur. mereka tertidur bukan pada waktunya tidur dan bangun pada saatnya tidur. Stadium tidur juga berubah. Gejala Penderita mengalami kesulitan untuk tidur atau sering terjaga di malam hari dan sepanjang hari merasakan kelelahan. dimana stadium 4 menjadi lebih pendek dan pada akhirnya menghilang. walaupun normal. Efek samping obat (kadang-kadang). pasien . Pola terbangun pada dini hari lebih sering ditemukan pada usia lanjut. Sulit tidur sering terjadi. Terbangun pada dini hari. dan seringkali timbul bersamaan dengan gangguan emosional. kegelisahan. penyakit Alzheimer). c. stroke. seperti kecemasan. Kadang seseorang sulit tidur hanya karena badan dan otaknya tidak lelah. Gejala tersebut biasanya diikuti gangguan fungsional saat bangun. Bekerja pada malam hari. Dalam Insomnia psiko-fisiologis. waktu tidur cenderung berkurang.

biasanya tidak memerlukan pengobatan. Tempat tidur akhirnya dapat dipandang sebagai medan perang. . Hal ini dapat dikaitkan dengan timbulnya insomnia. e. cahaya yang redup dan tidak berisik. Penatalaksanaan Pengobatan insomnia tergantung kepada penyebab dan beratnya insomnia. KIE Penderita insomnia hendaknya tetap tenang dan santai beberapa jam sebelum waktu tidur tiba dan menciptakan suasana yang nyaman di kamar tidur. Jika gangguan tidur berhubungan dengan aktivitas normal penderita dan penderita merasa sehat. karena perubahan tersebut adalah normal. dan pasien dapat mengalami insomnia. tidur menjadi lebih sulit diperoleh. alkohol. seperti kematian atau penyakit yang menyerang orang yang dicintai. atau mengingat secara terus-menerus masalah-masalah di masa lalu atau di masa depan karena mereka berbaring di tempat tidur terlalu lama tanpa tertidur. Jika penyebabnya adalah stres emosional. diberikan obat untuk mengurangi stres. atau obat terlarang. berulang terus-menerus.5 mg tiap 12-24 jam Orang tua yang mengalami perubahan tidur karena bertambahnya usia. Semakin besar usaha yang dikeluarkan dalam mencoba untuk tidur. Aktivitas fisik. Pada insomnia akut. Pola ini dapat menjadi tetap dari waktu ke waktu. Jika penyebabnya adalah depresi.mungkin mengeluh perasaan cemas. Diagnosa Untuk mendiagnosis insomnia. dan tidur lebih mudah dicapai dalam lingkungan yang asing. tegang. Riwayat medis. Tingkatan stres psikis. f. dilakukan penilaian terhadap:      Pola tidur penderita sakit jiwa Pemakaian obat-obatan. diberikan obat anti-depresan seperti Amitriptilin 12. Diagnosis berdasarkan kepada kebutuhan tidur secara individual. dimungkinkan ada suatu peristiwa yang memicu. khawatir. bisa diberikan obat tidur untuk sementara waktu. d. Alternatif lain untuk mengatasi insomnia tanpa obat-obatan adalah dengan terapi hipnosis atau hipnoterapi. Menonton jam saat setiap menit dan jam berlalu hanya meningkatkan perasaan terdesak dan usaha untuk tertidur.

tutup mata. Pada keadaan awal sekret berbentuk serosa (watery) menyerupai konjungtivitis virus.Aletrol 2) Antibiotik oral (amoksisilin) dapat diberikan bila radang meluas (terutama pada pasien anak). 3) Cara pemakaian tetes mata: setelah diteteskan. 2) Pembersihan sekret dengan kassa steril yang dibasahi dengan NaCl atau air matang. 1) 2) 3) 4) d. . Kloramfenikol tetes mata 1-2 tetes tiap 4-6 jam. Contoh:Cendoxitrol. pada saat bangun tidur kelopak mata lengket dan sulit dibuka. b. biasanya dapat sembuh sendiri. Diberikan sebelum tidur agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Penatalaksanaan 1) Pemberian antibiotik dapat diberikan dalam bentuk tetes mata dan salep mata. tekan daerah punctum lakrimal (kantus medial) di daerah nasal. 5) Injeksi konjungtiva dapat terlihat dengan jelas. kadang disertai dengan air mata berwarna merah (darah). Kelopak mata bengkak dan berkrusta. influenza. Diagnosis Sekret mukopurulen.10. Rasa mengganjal dan panas pada mata. Penyebaran infeksi melalui kontak langsung dengan sekret air mata yang terinfeksi. Definisi Konjungtivitis bakterial sering dijumpai pada anak-anak. epidermidis. 6) Pada pemeriksaan dengan membuka kelopak mata bawah dan membalik kelopak mata atas. KIE 1) Tujuan pengobatan: menyembuhkan infeksi dan mencegah komplikasi. c. KONJUNGTIVITIS BAKTERIAL Kompetensi : 4 Laporan Penyakit : 1005 ICD X : H10 a. Salep mata kloramfenikol dapat diberikan untuk mendapatkan konsentrasi yang tinggi. namun dalam beberapa hari sekret menjadi mukopurulen. pneumoniae dan H. Strep. tampak selaput (membran) yang dapat dilepaskan dengan menggunakan cottonbuds (sebelumnya diberikan tetes mata anestesi topikal). aureus. Staph. Gambaran Klinis Mata terlihat merah. Penyebab Infeksi ini umumnya disebabkan oleh bakteri Staph. e. Sekret yang banyak. karena pemberian salep mata dapat mengganggu penglihatan. f.

11. e. Diagnosis Edema palpebra. Dapat terjadi edema kelopak mata Dapat disertai dengan demam. f. Penatalaksanaan 1) Pada umumnya penyakit ini dapat sembuh sendiri. Pasien harus istirahat. biasanya mengenai dua mata Pada konjungtiva terlihat folikel dan sekret serosa (warna bening) Pada kasus berat dapat terjadi subkonjungtiva. Jika dalam 5-7 hari tidak ada perbaikan. sapu tangan yang digunakan bersama. akan terlihat lesi putih di kornea berbentuk pungtata di epitel atau sub-epitel. melalui jalan napas atau sekresi air mata. Pencegahan: hindari kontak dengan penderita. kemosis dan pseudomembran Bila terjadi keratitis. batuk pilek Dapat terjadi pembesaran kelenjar getah bening preaurikuler d. Penyakit ini sangat tinggi tingkat penyebarannya. b. seperti sekret menjadi purulen. Penyebab Infeksi ini disebabkan Adenovirus. rujuk ke dokter spesialis mata. konjungtiva merah. . 2) Dapat ditambahkan antibiotik topikal seperti kloramfenikol tetes mata bila terdapat tanda infeksi sekunder. c. dalam keadaan berat dapat terjadi di stroma kornea. 1) 2) 3) 4) 5) KIE Tujuan pengobatan: penyembuhan dan mencegah komplikasi. Pemberian kortikosteriod topikal merupakan kontraindikasi. baik secara langsung maupun melalui bahan pengantar seperti handuk. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Gambaran Klinis Timbul secara akut Mata merah dan berair. tidak terjadi penurunan visus. KONJUNGTIVITIS VIRAL Kompetensi : 4 Laporan Penyakit : 1005 ICD X : B30 a. sekret serosa. kurangi aktivitas membaca atau menonton tv. Definisi Konjungitivitis Viral adalah peradangan pada konjungtiva yang biasanya disebabkan oleh Adenovirus.

fotopobia. 4) Alasan rujukan: bila masih terjadi eksaserbasi akut. Gambaran Klinis 1) Gejala utama yang paling sering dikeluhkan adalah rasa gatal yang diikuti dengan lakrimasi.KONJUNGTIVITIS VERNAL Kompetensi : 4 Laporan Penyakit : 1004 a. perubahan iklim 3) Jangan pernah memberikan kortikosteroid topikal untuk jangka panjang. 3) Pada pemeriksaan dapat terlihat papil di konjungtiva tarsal superior. kornea telah terkena atau lebih dari 2 minggu tidak ada perbaikan. 2) Pemberian antihistamin oral dan steroid oral. c. gambaran klinis yang terlihat adalah nodul berwarna putih (trantas dot) dan bila kornea terkena dapat terjadi Shield Ulceration (adanya ulkus di tengah kornea yang noninfeksius. 4) Dalam keadaan berat dapat dijumpai Giant Papillae atau Cobblestone (bila kelopak mata atas dibalik. Penyebab Riwayat Alergi/Atopi. Pada umumnya didapatkan riwayat atopi pada pasien atau keluarga. a. Keratokonjungtivitis vernal biasanya bersifat rekuren. 2) Pada anak dijumpai frekuensi berkedip yang meningkat. Penatalaksanaan 1) Mast cell stabilizers seperti Natrium kromoglikat tetes mata 2% 1-2 tetes tiap 6-8 jam dapat diberikan untuk mencegah eksaserbasi akut. terlihat benjolan yang multipel). KIE 1) Tujuan pengobatan: menghilangkan gejala dan mengurangi rekurensi. 2) Hindari faktor pencetus seperti debu. Onset terjadi pada usia > 5 tahun dan berkurang setelah masa pubertas. bilateral dan terjadi pada masa anak-anak yang tinggal di daerah kering dan hangat. 5) Di daerah limbus. segera rujuk ke dokter spesialis mata. serbuk bunga. ICD X : H10 Definisi Konjungtivitis vernal adalah peradangan pada konjungtiva yang disebabkan oleh reaksi hipersensitivitas (atopi). d. mengganjal dan rasa terbakar. karena gesekan dari cobblestone). b. .

dan virus (misal influenza.sehingga jika ada kenaikan tekanan mudah ruptur sehingga menyebabkan perdarahan subkonjungtiva. berair. c. Etiologi Perdarahan subkonjungtiva dapat terjadi pada semua ras. measles. Trauma. Perdarahan dapat berasal dari pembuluh darah konjungtiva atau episclera yang bermuara ke ruang subkonjungtiva. kontrasepsi. cholera. 8. akibat trauma. typhoid fever. 5. Latar Belakang Konjungtiva merupakan lapisan terluar yang melapisi sclera (konjungtia bulbi) dan palpebra bagian dalam (konjungtiva palpebra) yang bersifat basah dan tipis. awalnya merah cerah . 9. muntah. smallpox. bentuknya semakin membesar.12. Beberapa penyebab yang daat menyebabkan perdarahan subkonjungtiva antara lain : 1. Pembuluh darah konjungtiva merupakan pembuluh darah yang rapuh. bersin. Batuk. Menggosok mata. 7. NSAID. 6. berusaha. dan kekurangan vitamin C. rickettsia. malaria. Di konjungtiva banyak terdapat saraf dan pembuluh darah kecil yang rapuh. Infeksi sistemik yang menyebabkan demam seperti meningococcal septicemia. Tanda dan Gejala Pasien datang dengan keluhan matanya yang bagian putih merah. Patofisiologi Perdarahan subkonjungtiva dapat terjadi secara spontan. Spontan/idiopatik biasanya yang ruptur adalah pembuluh darah konjungtiva. 3. yellow fever. sandfly fever). vitamin D. kemudian mengecil. scarlet fever. dalam waktu 24 jam sejak munculnya warna merah. 4. b. umur. 2. pusing. PERDARAHAN SUBKONJUNCTIVA Kompetensi : 4A Laporan Penyakit : ICD X : H11. ataupun infeksi. Gejala sisa dari operasi mata. Penggunaan antibiotik.3 a. d. Pembuluh darah yang rapuh ini bisa pecah dan mengakibatkan perdarahan subkonjungtiva (daerah dibawah konjungtiva) yang tampak sebagai patch merah terang (paling banyak) atau merah gelap. SLE. diabetes. Hipertensi. gangguan faktor pembekuan. steroid. Gangguan perdarahan yang diakibatkanoleh penyakit hati. dan jenis kelamin dengan proporsi yang sama.

kalaupun adanya biasnya peradangan yang ringan. Tampak adanya perdarahan di sklera dengan warna merah terang (tipis) atau merah tua (tebal). Airmata buatan (Cendo Lyteers) untuk iritasi ringan dan mengobati faktor risikonya untuk mencegah risiko perdarahan berulang. . hipertensi. Pada konjungtiva bulbi tampak adanya patch kemerahan. Tetapi untuk mencegah perdarahan yang semakin meluas beberapa dokter memberikan vasacon atau asam traneksamat (vasokonstriktor) dan multivitamin. Penlight. Tekanan darah untuk mengetahui risiko hipertensi. Penatalaksanaan Perdarahan subkonjungtiva sebenarnya tidak memerlukan pengobatan karena darah akan terabsorbsi dengan baik selama 3 -4 minggu. mengangkat benda berat. Hal yang harus ditanyakan adalah adanya riwayat trauma. Cek darah lengkap untuk memastikan adanya gangguan pembekuan darah. batuk kronis. 3. Pemeriksaan Pemeriksaan yang perlu dilakukan adalah 1. 2. Tidak ada tanda peradangan. f. e.lama-lama berwarna agak gelap . 2. 3. Tanda yang tampak pada pemeriksaan antara lain 1. Lingkungan sekitar peradangan tampak normal.

13. MATA KERING
Kompetensi
: 4A
Laporan Penyakit
:

ICD X : H04

a. Definisi
terjadi pada orang dengan produksi lapisan air mata tidak seimbang baik kualitas maupun
kuantitasnya. Fungsi lapisan air mata memberikan pelumasan di permukaan bola mata sehingga
menjadi jernih dan licin, maka orang dapat melihat dengan nyaman.
b. Patofisiologi
Lapisan air mata terdiri dari :
1. Lapisan Lemak/Minyak, merupakan lapisan terluar yang berhubungan dengan udara luar,
dihasilkan oleh kelenjar kecil-kecil di pinggir kelopak mata yang disebut kelenjar meibom dan
berfungsi untuk melicinkan permukaan mata dan mengurangi penguapan air mata.
2. Lapisan Air, terletak di bagian tengah dan dikenal sebai air mata, dihasilkan oleh kelenbjar
kecil-kecil tersebar di konjungtiva (selaput halus tipis menyelubungi bola mata dan kelopak
mata), selain itu juga dihasilkan oleh kelenjar air mata (kelenjar lakrimal) yang berfungsi untuk
membersihkan mata serta mengeluarkan benda asing atau irritan.
3. Lapisan Lendir, merupakan lapisan paling dalam yang kontak langsung dengan mata yakni
komjungtiva dan kornea, dihasilkan oleh konjungtiva dan menyebabkan air mata menempel pada
mata.
c. Penyebab
1. Produksi Air Mata Berkurang
a) Usia bertambah tua : sering dijumpai pada wanita yang sudah menopause, tetapi dapat juga
terjadi pada usia berapapun baik laki-laki dan wanita.
b) Akibat pemakain obat-obatan jangka panjang seperti antihistamin, antidepresan, kontrasepsi
oral, obat tukak lambung, betabloker, obat-glaukoma dan obat anesthesi.
c) Kelainan Kongenital
2. Penguapan Air Mata Berlebihan
a) Lapisan lemak air mata terlalu tipis
b) Kelopak mata tidak dapat menutup dengan sempurna/normal, berkedip tidak normal
(biasanya pada orang-orang hipertitoid atau pasca trauma)
c) Lingkungan udara kering : AC, Hairdryer, iklim kering, polusi udara rokok, debu, angin dan
gurun pasir
d) Parut kornea, penderita alergi
e) Penyakit kelenjar meibom
d. Gejala & Tanda
- mata terasa kering, gatal, panas, merah, pedih dan mata berair
- lengket dan mengeluarkan kotoran berlendir, ada sensasi seperti "kelilipan" atau kemasukan
benda asing
- mata menjadi lebih sensitive terhadap asap rokok, panas matahari, angin, tempat ber-AC atau
udara kering
- mata mudah lelah jika untuk membaca, melihat TV atau di depan komputer.

- mata sering terasa kabur terutama di pagi dan sore hari dan akan ,enjadi lebih jelas setelah
berkedip.
e. Pemeriksaan
1. Dilakukan tes uji Schimer yang berguna untuk mengukur produksi air mata
Kertas filter schimer ditempelkan pada kantung kelopak bawah selama 5 menit (Normal jika
kertas filter basah pada angka 10-30 mm)
2. Dilakukan Tear Break Up Time (BUT) untuk mengukur kualitas kstabilan air mata
Dikatakan normal jika mata diminta berkedip kemudian kedip ditahan apabila lapisan air mata
tidak mengalami perubahan antara 20-30 detik.
f. Penatalaksanaan
Terapi antara pasien satu dengan yang lain berbeda tergantung dari seberapa berat kondisi mata
keringnya dan apa penyebabnya. Dokter mata pada umumnya akan memberikan tetes mata
buatan (artificial tears) seperti Cendo Lyteers yang membantu mengurangi gejala diatas
(sebaiknya dipilih yang tanpa pengawet). Pengguna lensa kontak sebaiknya melepaskan kontak
lensanya sebelum memberikan tetes mata air buatan.
g. KIE
- Memakai kacamata pelindung untuk mencegah tiupan angin dan panas matahari
- Hindari tiupan AC-Hydryer langsung pada mata
- Usahan kelrembaban rumah antara 30-50 %
- Memakai obat tetes mata pelembab, lubrikan sediaan gel sebelum gejala memberat
- Mata kadang dikompres dengan air hangat atau digosok dengan baby oil agar mendapatkan
lipid lebih tebal
- Jangan menahan berkedip, tutup mata selama 10 detik setiap 10 menit setelah mata terbuka
sehingga akan memberikan rasa nyaman pada mata

14. BLEFARITIS
Kompetensi
Laporan Penyakit

: 4A
: 1004

ICD X :
H01.0

a. Definisi
Blefaritis adalah suatu peradangan pada kelopak mata.
Blefaritis ditandai dengan pembentukan minyak berlebihan di dalam kelenjar di dekat kelopak mata yang
merupakan lingkungan yang disukai oleh bakteri yang dalam keadaan normal ditemukan di kulit.
b. Penyebab
Terdapat 2 jenis blefaritis:
 Blefaritis anterior : mengenai kelopak mata bagian luar depan (tempat melekatnya bulu mata).
Penyebabnya adalah bakteri stafilokokus dan ketombe pada kulit kepala.
 Blefaritis posterior ; mengenai kelopak mata bagian dalam (bagian kelopak mata yang lembab,
yang bersentuhan dengan mata).
Penyebabnya adalah kelainan pada kelenjar minyak.
2 penyakit kulit yang bisa menyebabkan blefaritis posterior adalah rosasea dan ketombe pada
kulit kepala (dermatitis seboreik).
Alergi atau infestasi kutu pada bulu mata juga bisa menyebabkan blefaritis.
c. Gejala



Blefaritis menyebabkan kemerahan dan penebalan, bisa juga terbentuk sisik dan keropeng atau luka
terbuka yang dangkal pada kelopak mata.
Blefaritis bisa menyebabkan penderita merasa ada sesuatu di matanya.
Mata dan kelopak mata terasa gatal, panas dan menjadi merah.
Bisa terjadi pembengkakan kelopak mata dan beberapa helai bulu mata rontok.
Mata menjadi merah, berair dan peka terhadap cahaya terang.
Bisa terbentuk keropeng yang melekat erat pada tepi kelopak mata; jika keropeng dilepaskan, bisa
terjadi perdarahan.
Selama tidur, sekresi mata mengering sehingga ketika bangun kelopak mata sukar dibuka.

d. Diagnosa
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan kelopak mata.
e. Penatalaksanaan
Untuk membantu membasmi bakteri kadang diberikan salep antibiotik (misalnya eritromisin atau
sulfacetamide) atau antibiotik per-oral (misalnya: amoksilin)
Jika terdapat dermatitis seboroik, harus diobati.
Jika terdapat kutu, bisa dihilangkan dengan mengoleskan jeli petroleum pada dasar bulu mata.
f. KIE
Membersihkan pinggiran kelopak mata untuk mengangkat minyak yang merupakan makanan bagi
bakteri. Bisa digunakan sampo bayi atau pembersih khusus.

15. HORDEOLUM
Kompetensi
Laporan Penyakit

: 3A
: 1005

ICD X : H00-H01

a. Definisi
Hordeolum adalah suatu infeksi pada satu atau beberapa kelenjar di tepi atau di bawah kelopak mata.
Bisa terbentuk lebih dari 1 hordeolum pada saat yang bersamaan. Hordeolum biasanya muncul dalam
beberapa hari dan bisa kambuh secara spontan.
Hordeolum internum adalah abses akut pada kelopak mata yang disebabkan oleh infeksi Stafilokokus
pada kelenjar Meibomian, dengan penonjolan mengarah ke konjungtiva.
Hordeolum eksternum disebabkan oleh infeksi stafilokokus yang memberikan gambaran abses akut
yang terlihat pada folikel bulu mata dan kelenjar Zeis atau Moll. Hordeolum eksternum sering
ditemukan pada anak-anak.
b. Penyebab
Hordeolum adalah infeksi akut pada kelenjar minyak di bawah kelopak mata yang disebabkan oleh
bakteri dari kulit (biasanya di sebabkan oleh bakteri stafilokokus). Hordeolum sama dengan jerawat
kulit. Kadang timbul bersamaan dengan atau sesudah blefaritis, bisa juga secara berulang.
c. Gambaran Klinis
1) Biasa berawal dengan kemerahan, nyeri bila ditekan dan nyeri pada tepi kelopak mata.
2) Mata mungkin berair, peka terhadap cahaya terang dan pasien merasa ada sesuatu di dalam
matanya. Biasanya hanya sebagian kecil di daerah kelopak yang membengkak, meskipun ada
seluruh kelopak membengkak.
3) Di tengah daerah yang membengkak sering kali terlihat bintik kecil yang berwarna kekuningan.
4) Bisa terbentuk abses yang cenderung pecah dan melepaskan sejumlah nanah.
5) Hordeolum Internum:
a) Benjolan pada kelopak mata yang dirasakan sakit.
b) Benjolan dapat membesar ke posterior (konjungtiva tarsal) atau anterior (kulit).
6) Hordeolum Eksternum:
a) Benjolan yang dirasakan sakit pada kelopak di daerah margo palpebra.
b) Penonjolan mengarah ke tepi kulit margo palpebra.
c) Kemungkinan terjadi lesi multiple.
d. Diagnosis
Ditegakkan berdasarkan gejala dan pemeriksaan fisik.
e. Penatalaksanaan
1) Hordeolum bisa diobati dengan kompres hangat selama 10 menit sebanyak 4x sehari. Jangan
mencoba memecahkan hordeolum.
2) Pemberian oksitetrasiklin salep mata chloramphenicol salep mata.
3) Kondisi akut: antibiotik sistemik oral, misalnya tetrasiklin, eritromisin.
f.

KIE
1) Tujuan: mengatasi infeksi.
2) Pencegahan: selalu mencuci tangan terlebih dahulu sebelum menyentuh di sekitar mata, bersihkan
minyak yang berlebihan di tepi kelopak mata secara perlahan.

Definisi Trikiasis merupakan kondisi dimana silia bulu mata melengkung ke arah bola mata. Penyebab Trikiasis biasanya merupakan akibat adanya inflamasi atau sikatrik pada palpebra setelah operasi palpebra. 17. namun lebih sering terjadi pada orang dewasa. . Gambaran klinis . trauma. TRIKIASIS a. . Penatalaksanaan .jika ada keterkaitan trikiasis dengan entropion maka sebaiknya dilakukan koreksi terhadap palpebra. . 16.posisi palpebra dapat normal namun dapat pula berkaitan dengan adanya entropion (melipatnya margo palpebra kearah dalam sehingga bulu mata menggesek bola mata).gambaran yang sering ditemukan adalah injeksi konjungtiva. . keluarnya cairan mukus.terjadi iritasi konjungtiva yang terjadi secara kronis karena gesekan bulu mata dengan permukaan konjungtiva. Trikiasis dapat terjadi pada semua usia.bulu mata tumbuh melengkung kedalam. c.pasien akan mengeluhkan adanya sensasi benda asing (rasa mengganjal). Sklera terdiri dari serat-serat jaringan ikat yang membentuk dinding putih mata yang kuat. Episkleritis Episkleritis adalah suatu peradangan pada episklera.penanganan permanen dapat dilakukan dengan merusak folikel bulu mata yaitu dengan eksisi langsung. b. . Observasi selama 1 minggu. kalazion atau blefaritis berat. refleks epifora (nrocos).3) Alasan rujukan: apabila keadaan nodul residual tetap ada (lebih dari 2 minggu) setelah infeksi akut perlu dilakukan rujukan untuk tindakan insisi dan kuretase. bila parah dapat terjadi abrasi kornea. .jika hanya sedikit bulu mata yang tumbuh melengkung kedalam bola mata maka dapat ditangani dengan epilasi mekanik (pencabutan bulu mata). . elektrolisis atau radiosurgery. Untuk mendapatkan penanganan permanen pasien perlu dirujuk k Rumah Sakit. Bulu mata akan tumbuh kembali sekitar 3-4 minggu sehingga harus dicabut kembali. d.

. Untuk mempercepat penyembuhan bisa diberikan tetes mata corticosteroid. PENGOBATAN Biasanya dalam waktu 1-2 minggu penyakit ini akan menghilang dengan sendirinya.nyeri mata . episklera terbungkus oleh konjungtiva.mata berair.peka terahadap cahaya (fotofobia) . Di bagian depan mata. DIAGNOSA Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata. Gejala lainnya adalah: . tetapi beberapa penyakit berikut telah dihubungkan dengan terjadinya episkleritis: # Artritis rematoid # Sindroma Sjorgren # Sifilis # Herpes zoster # Tuberkulosis.Sklera dibungkus oleh episklera yang merupakan jaringan tipis yang banyak mengandung pembuluh darah untuk memberi makan sklera. GEJALA Biasanya peradangan hanya mengenai sebagian kecil bola mata dan tampak sebagai daerah yang agak menonjol.nyeri mata bila ditekan . berwarna kuning. PENYEBAB Penyebabnya tidak diketahui.

Tapi diduga ada beberapa penyakit yang berhubungan dengan resiko terjadinya penyakit ini. Sedangkan pengertian dari sclera adalah bagian pada mata yang terdiri dari serat-serat jaringan ikat yang membentuk dinding putih mata. Penyebab Episkleritis Hingga sekarang belum diketahui secara pasti mengenai penyebab penyakit ini. Episklera juga terbungkus lagi oleh konjungtiva. dan tuberkulosis. Episkleritis Pengertian Episkleritis Ini adalah penyakit dimana penderitanya mengalami kondisi berupa peradangan yang terjadi pada bagian episklera. penyakit sifilis. herpes zoster. sindroma sj?gren. Episklera dapat diartikan sebagai pembungkus sclera yang terdiri dari jaringan tipis dan mengandung pembuluh darah penyuplai makanan pada sclera. .17. diantaranya adalah penyakit artritis rematoid.

Titik dekat penderita rabun dekat akan bertambah. Penderita rabun dekat hanya dapat melihat benda pada jarak yang jauh. dan mata penderita selalu berair. HIPERMETROPI A. Jika penyakit ini memang masih termasuk dalam stadium ringan. arau ablasio retina(lapisan retina lepas lari ke depan sehingga titik fokus cahaya tidak tepat dibiaskan). ETIOLOGI Penyebab dari hipermetropi adalah sebagai berikut : 1. PENGERTIAN Rabun dekat adalah cacat mata yang mengakibatkan seseorang tidak dapat melihat benda pada jarak dekat. Rabun dekat dapat tolong menggunakan kaca mata lensa cembung. penderita diberikan obat berupa tetes mata yang mengandung corticosteroid kepada para penderita episkleritis. secara khusus pemeriksaan ini dilakukan pada daerah mata. penyakit ini didiagnosis untuk mengetahui penyebab dan gejalanya. Sumbu utama bola mata yang terlalu pendek Biasanya terjadi karena Mikropthalmia. Dan untuk melakukan pengobatan ini. terlalu peka terahadap cahaya atau dalam ilmu kesehatan dikenal dengan nama fotofobia. 18. sehingga terbentuk bayangan yang tepat jatuh di retina. Diagnosa Episkleritis Sama halnya dengan penyakit lain. Pengobatan Episkleritis Tujuan dari pengobatan yang dilakukan terhadap penderita adalah untuk mempercepat penyembuhan.Gejala Episkleritis Penderita penyakit ini akan merasakan gejala nyeri pada mata. penderita merasakan nyeri pada matanya bila ditekan. . B. maka kemungkinan besar akan cepat untuk disembuhkan. tidak lagi sebesar 25 cm tapi mencapai jarak tertentu yang lebih jauh. yang berfungsi untuk mengumpulkan sinar sebelum masuk mata. oleh sebab itu bayangan yang dibentuk lensa mata jatuh di belakang retina. Mata hipermetropi disebabkan oleh keadaan fisik lensa mata yang terlalu pipih atau tidak dapat mencembung dengan optimal. renitis sentralis.

Kelengkungan kornea dan lensa tidak adekuat Kelengkungan kornea ataupun lensa berkkurang sehingga bayangan difokuskn di belakang retina. ciliaris diikuti penglihatan buram intermiten D. Misal pada penderita Diabetes Melitus terjadi hipermetopi jika kadar gula darah di bawah normal. C. 2. Sensitive terhadap cahaya 8. Akomodasi akan lebih cepat lelah terpaku pada suatu level tertentu dari ketegangan. PATOFISIOLOGI . akan lebih terasa lagi pada keadaan kelelahan. atau penerangan yang kurang. Perubahan posisi lensa Dalam hal ini. Bila 3 dioptri atau lebih. pasien mengeluh penglihatan jauh kabur. Sakit kepala biasanya pada daerah frontal dan dipacu oleh kegiatan melihat dekat jangka panjang. Penglihatan dekat lebih cepat buram. 3. TANDA GEJALA Tanda dan gejala orang yang terkena penyakit rabun dekat secara obyektif klien susah melihat jarak dekat atau penglihatan klien akan rabun dan tidak jelas. lensa dan vitreus humor. 4. 6. yaitu terjadinya cramp m. posisi lensa menjadi lebih posterior. cenderung terjadi setelah siang hari dan bisa membaik spontan kegiatan melihat dekat dihentikan.2. Eyestrain 7. atau pada usia tua. Gangguan yang dapat menyebabkan hipermetropi adalah perubahan pada komposisi kornea dan lensa sehingga kekuatan refraksi menurun dan perubahan pada komposisi aqueus humor dan viterus humor. Semakin memburuk pada waktu mulai timbul gejala hipermetropi dan sepanjang penggunaan mata dekat. Spasme akomodasi. aqueus humor. Jarang terjadi pada pagi hari. Daya pembiasan bola mata yang terlalu lemah Terjadi gangguan-gangguan refraksi pada kornea. Penglihatan tidak nyaman (asthenopia) Terjadi ketika harus fokus pada suatu jarak tertentu untuk waktu yang lama. 5. 4. 3. 1. Sakit kepala frontal.

DIAGNOSA Kelainan refraksi hipermetropi dapat di periksa dengan melakukan pemeriksaan Okuler a. dan perubahan indeks refraktif menyebabkan sinar sejajar yang dating dari objek terletak jauh tak terhingga di biaskan di belakang retina.Diameter anterior posterior bola mata yang lebih pendek. b. kurvatura kornea dan lensa yang lebih lemah. Retinoskopi merupakan prosedur yang digunakan secara luas untuk menilai hipermetropia secara objektif. Prosedur yang dilakukan meliputi static retinoscopy. subjective refraction dan autorefraction. Seperti Jaeger Notation. . Snellen metric distance dan Lebehnson. E. Refraksi. Mempergunakan beberapa alat untuk mengetahui kemampuan membaca pasien hipermetropi dalam jarak dekat. Visual Acuity.

Hipermetropia manifes didapatkan tanpa siklopegik dan hipermetropia yang dapat dilihat dengan koreksi kacamata yang maksimal. F. maka prognosisnya lebih baik. KLASIFIKASI 1. uji penglihatan warna. Glaukoma sekunder terjadi akibat hipertrofi otot siliar pada badan siliar yang akan mempersempit sudut bilik mata. Pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mendiagnosa hipermetropia dapat berupa respon pupil.c. Pandangan Binokuler dan Akomodasi. e. G. H. pengukuran tekanan intraokuler dan pemeriksaan posterior bola mata dan adnexa. sebaiknya pemeriksaan dilakukan dengan pemberian siklopegik atau melumpuhkan otot akomodasi. waktu pemberian peengobatan. KOMPLIKASI Komplikasi yang dapat terjadi adalah esotropia dan glaucoma. DIAGNOSA BANDING Diagnosis Banding hipermetropi adalah Presbiopi. Pemeriksaan ini diperlukan karena gangguan pada fungsi visual diatas dapat menyebabkan terganggunya visus dan performa visual yang menurun. Pergerakan Okuler. Esotropia atau juling ke dalam terjadi akibat pasien selamanya melakukan akomodasi. I. J. . uji konfrontasi lapangan pandang. Kesehatan segmen anterior Pada pasien dengan daya akomodasi yang masih sangat kuat atau pada anak-anak. d. Hipermetropia manifest Adalah hipermetropia yang dapat dikoreksi dengan kacamata positif maksimal yang memberikan tajam penglihatan normal. PEMERIKSAAN PENUNJANG Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis hipermetropi adalah ophtalmoscope. Hipermetropia ini terdiri atas hipermetropia absolut ditambah dengan hipermetropia fakultatif. Assesmen kesehatan okuler dan Skreening Kesehatan sistemik. pengobatan yang diberikan dan penyakit penyerta. jika koreksi diberikan sebelum saraf optiknya matang (biasanya pada umur 8-10 tahun). Pada anak-anak. PROGNOSIS Prognosis tergantung onset kelainan.

Biasanya hipermetropia laten yang ada berakhir dengan hipermetropia absolut ini. Patological Hipermetropia. Klasifikasi berdasar berat ringan gangguan 1. Selain klasifikasi diatas ada juga yang membagi hipermetropia secara klinis menjadi tiga kategori. diakibatkan anatomi okuler yang berbeda yang disebabkan 3. 3. Hipermetropia ringan: gangguan refraksi dibawah +2D 2. Hipermetropia berat: gangguan refraksinya diatas 5D . teritama bila pasien masih muda dan daya akomodasinya masih kuat. 2. 5. Hipermetropia Absolut Dimana kelainan refraksi tidak diimbangi dengan akomodasi dan memerlukan kacamata positif untuk melihat jauh. Hipermetropia sedang: gangguan refraksinya +2. Hipermetropia manifes yang tidak memakai tenaga akomodasi sama sekali disebut sebagai hipermetropia absolut. Pasien yang hanya mempunyai hipermetropia fakultatif akan melihat normal tanpa kaca mata yang bila diberikan kaca mata positif yang memberikan penglihatan normal maka otot akomodasinya akan mendapatkan istrahat. Hipermetropia laten sehari-hari diatasi pasien dengan akomodasi terus menerus.2. Simple Hipermetropia. Makin muda makin besar komponen hipermetropi laten seseorang. Hipermetropia Total Hipermetropia yang ukurannya didapatkan sesudah diberikan siklopegia. 4. Hipermetropia Laten Dimana kelainan hipermetropia tanpa siklopegi ( atau dengan obat yang melemahkan akomodasi) diimbangi seluruhnya dengan akomodasi. Hipermetropia Fakultatif Dimana kelainan hipermatropia dapat diimbangi dengan akomodasi ataupun dengan kaca mata positif.25. Makin tua seseorang akan terjadi kelemahan akomodasi sehingga hipermetropia laten menjadi hipermetropia fakultatif dan kemudian akan menjadi hipermetropia absolut. Fungsional Hipermetropia. Hipermetropia manifes yang masih memakai tenaga akomodasi disebut sebagai hipermetropia fakultatif.+5 D 3. diakibatkan variasi biologis normal seperti etiologi axial atau refraksi. merupakan akibat dari paralisis akomodasi. Hipermetropia laten hanya dapat diukur bila siklopegia. yaitu: 1. sehingga jumlah hipermatropia fakultatif dengan hipermetropia absolut adalah hipermetropia manifes.

tidak perlu diberi kacamata. sehingga membutuhkan terapi penglihatan untuk mengurangi gangguan akomodasi tersebut. hyperopianya harus dikoreksi dengan 1-2D. diharuskan memakai kacamata berlensa positif. Automated Lamellar . menjaga kualitas kebersihan mata dan apabila pasien adalah pengguna komputer sebaiknya menggunakan komputer dengan kondisi ergonomis. koreksi penuh harus diberikan. PENATALAKSANAAN 1. Hanya orang-orang yang derajat hipermetropianya berat dengan atau tanpa disertai mata juling dianjurkan menggunakan kacamata. Terapi ini efektif pada pengobatan gangguan akomodasi dan disfungsi binokuler akibat dari hipermetropia. koreksi diberikan apabila pasien memiliki gejala-gejala. Pada anak-anak dengan mata juling ke dalam (crossed eye) yang disertai hipermetropia. Merubah Kebiasaan Pasien. Karena kacamata berlensa plus ini amat bermanfaat untuk menurunkan rangsangan pada otot-otot yang menarik bolamata juling ke dalam. Terapi pembedahan refraksi saat ini sedang dalam perkembangan Terapi pembedahan yang mungkin dilakukan adalah HOLIUM:YAG laser thermal keratoplasty. Respon akomodasi habitual pasien dengan hipermetropia tidak akan memberi respon terhadap koreksi dengan lensa. misalnya 1 D atau kurang. Bedah Refraksi. Pada anak kecil dengan kelainan berderajat rendah yang tidak menunjukan gejala sakit kepala dan keluhan lainnya. Jika ada akomodatif esotrophia (convergence). Hipermetropia dikoreksi dengan kacamata berlensa plus (konveks) atau dengan lensakontak. Terapi Medis. 5. Biasanya sangat memuaskan apabila power yang lebih tipis (1 D) daripada total fakultatif dan absolute hyperopia yang diberikan kepada pasien dengan tidak ada ketidak seimbangan otot ekstraokular. Koreksi Optikal Untuk mendapatkan koreksi optikal penderita dirujuk ke Rumah Sakit. Terapi Penglihatan. 3. Modifikasi yang dapat dilakukan adalah pengunaan cahaya yang cukup dalam aktivitas.K. Agen Antikolinesterase seperti diisophropylfluorophospate(DFP) dan echothiopate iodide (Phospholine Iodide. Jika keseluruhan refraksi manifest kecil.PI) telah digunakan pada pasien dengan akomodasi eksotropia dan hipermetropia untuk mengurangi rasio konvergensi akomodasi dan akomodasi(AC/A). Pada exophoria. 3. 2.

L. PENCEGAHAN 1.6 mm. Miopia aksial Bertambah panjangnya diameter anteroposterior bola mata dari normal. misalnya pada keratokonus dan kelainan kongenital. 2. 3. duduk dengan posisi tegak ketika menulis. Spiral Hexagonal Keratotomy. MIOPIA RINGAN ( RABUN JAUH ) Definisi Miopia merupakan kelainan refraksi dimana berkas sinar sejajar yang memasuki mata tanpa akomodasi. Gunakan penerangan yang cukup 5.25. Dalam keadaan ini objek yang jauh tidak dapat dilihat secara teliti karena sinar yang datang saling bersilangan pada badan kaca. ketika sinar tersebut sampai di retina sinar-sinar ini menjadi divergen. Aturlah jarak baca yang tepat (> 30 cm). Pada orang dewasa panjang axial bola mata 22. Excimer Laser dan ekstraksi lensa diganti dengan Intra Oculer Lens. Miopia kurfatura Kurfatura dari kornea bertambah kelengkungannya. Perubahan kelengkungan kornea sebesar 1 mm akan menimbulkan perubahan refraksi sebesar 6 dioptri. Perubahan diameter anteroposterior bola mata 1 mm akan menimbulkan perubahan refraksi sebesar 3 dioptri. Bila pasien dikoreksi dengan -3.0 memberikan tajam penglihatan 6/6.8 2. Kenaikan kelengkungan lensa bisa juga menyebabkan miopia kurvatura.9 1. Akan tetapi pembedahan masih jarang digunakan sebagai terapi terhadap hipermetropia.7 Pengobatan pasien dengan miopia adalah dengan memberikan kaca mata sferis negatif terkecil yang memberikan ketajaman penglihatan maksimal.membentuk lingkaran yang difus dengan akibat bayangan yang kabur. jatuh pada fokus yang berada di depan retina. Istirahatkan mata setiap 30-60 menit setelahmenonton TV.Keratoplasty. 4. 2.2 Tipe Miopia 7. misalnya pada stadium intumesen dari katarak. komputer atau setelah membaca. . maka sebaiknya diberikan lensa koreksi -3. Jangan membaca dengan posisi tidur. 19. Miopia tinggi adalah miopia dengan ukuran 6 dioptri atau lebih.1. dan demikian juga bila diberi -3.6.1.0 agar untuk memberikan istirahat mata dengan baik sesudah dikoreksi.

Perkiraan insiden sebesar 7% dari populasi umum. degenerasi makula. dimana miopia >10 dioptri Pemanjangan bola mata yang biasa terjadi pada penderita miopia terbatas pada kutub posterior. Perubahan posisi lensa Perubahan posisi lensa kearah anterior setelah tindakan bedah terutama glaukoma berhubungan dengan terjadinya miopia.10. Tekanan intraokuli mempunyai peranan penting pada pertumbuhan dan perkembangan bola mata.Tekanan bola mata rata-rata pada penderita miopia secara nyata mempunyai tendensi lebih tinggi dari mata emetrop dan hipermetrop. degenerasi retina bagian perifer (degenerasi latis). miopia dibagi dalam:6 1. dimana miopia sampai dengan 1 dioptri 2. Prevalensi miopia diantara penderita glaukoma bervariasi. oval atau linear. dimana miopia antara1-3 dioptri 3. sedang setengah bagian depan bola mata relatif normal. Miopia indeks refraksi Peningkatan indeks bias media refraksi sering terjadi pada penderita diabetes melitus yang kadar gula darahnya tidak terkontrol. Miopia sangat ringan. Miopia sangat tinggi. Gorin G menyatakan 38%.7.4% diantara 1500 penderita glaukoma. tetapi Davenport melaporkan 7. dimana miopia 6-10 dioptri 5. disertai pigmentasi. segmen posterior sklera menipis dan pada keadaan ekstrim dapat menjadi seperempat dari ketebalan normal. dimana miopia antara 3-6 dioptri 4. Miopia tinggi.7 Hubungan antara miopia dan kenaikan tekanan bola mata telah banyak menjadi bahan publikasi. Degenerasi latis lebih sering dijumpai pada mata miopia dan sering disertai ablasio retina. Miopia sedang.8 Degenerasi latis adalah degenerasi vitreoretina herediter yang paling sering dijumpai. yang terjadi hampir 1/3 pasien dengan ablasio retina. 4. Mata mempunyai respon terhadap peningkatan tekanan intraokuli dengan cara bertambahnya ukuran bola mata terutama diameter aksial dengan akibat berkembangnya suatu miopia. Tanda utama penyakit adalah retina yang tipis yang ditandai oleh batas tegas dengan perlekatan erat vitreoretina di tepinya.11 . Bola mata membesar secara nyata dan menonjol kebagian posterior.7 Pada mata dengan miopia tinggi akan terdapat kelainan pada fundus okuli seperti miopik kresen yaitu bercak atrofi koroid yang berbentuk bulan sabit pada bagian temporal yang berwarna putih keabu-abuan kadang-kadang bercak atrofi ini mengelilingi papil yang disebut annular patch. Dijumpai degenerasi dari retina berupa kelompok pigmen yang tidak merata menyerupai kulit harimau yang disebut fundus tigroid. Miopia ringan.3. Huet Jf 25%. Miopia tinggi dapat menjadi predisposisi terhadap glaukoma sudut terbuka. Berdasarkan tingginya dioptri. berupa penipisan retina berbentuk bundar. garis putih bercabang-cabang dan bintik-bintik kuning keputihan (Gambar 1).

dan mungkin diindikasikan terapi profilaksis dengan bedah beku atau fotokoagulasi laser. Ehler’s-Danlos sindrom dan albinisme. Pada anak-anak diagnosis sudah dapat dibuat jika terdapat peningkatan beratnya miopia dalam waktu yang relatif pendek. Perubahan yang terjadi tidak begitu berbeda dengan miopia simpleks. atau dalam bentuk multipel. Ekstasia sklera yang progresif terbentuk pada kutub posterior (diskus nervus optikus dan makula).31.8 Etiologi dari miopia maligna sampai saat ini belum jelas. yang disebut staphyloma posterior. Hal ini berhubungan dengan peningkatan resiko terjadinya neovaskularisasi pada khoroid. Miopia maligna dapat ditemukan pada semua umur dan terjadi sejak lahir. pada penemuan selanjutnya. Sebelumnya pernah diidentifikasi adanya lokus autosomal dominan miopia maligna pada gen 18p11.6. Stadium degenerasi .8 Atrofi retina berjalan kemudian setelah terjadinya atrofi sklera dan kadang kadang terjadi ruptur membran Bruch yang dapat menimbulkan rangsangan untuk terjadinya neovaskularisasi subretina. ablasio retina di mata yang lain. miopia tinggi dan afakia adalah faktor-faktor risiko terjadinya ablasio retina pada mata dengan degenerasi latis. Riwayat ablasio retina pada keluarga. bagian inferior. dan lebih lanjut akan terjadi degenerasi papil saaraf optik. Kerusakan pada membran Bruch disertai dengan atropi khoroid membentuk lesi yang disebut Lackuer cracks. 12 Adanya degenerasi latis semata-mata tidak cukup memberi alasan untuk memberikan terapi profilaksis. Pemanjangan dari aksis bola mata. 2. nasal. Umumnya perubahan fundus disebabkan oleh kontraksi tetapi perubahan ini lebih dipengaruhi oleh kelainan perkembangan genetik yang mempengaruhi seluruh segmen posterior mata. timbul akibat penipisan sklera. atrofi lapis sensoris retina luar. meskipun beberapa teori telah dikemukakan. Tidak adanya pertumbuhan regional membran limitan interna retina ditambah dengan adanya tarikan abnormal dari vitreoretinal merupakan teori yang banyak digunakan saat ini. Miopia maligna berhubungan dengan penyakit sistemik seperti Marfan’s syndrome. Biasanya faktor utama untuk menentukan tipe miopia adalah kelemahan dan ketidakmampuan sklera untuk mempertahankan tekanan intraokular tanpa kontraksi dan relaksasi.11 Patogenesis dari miopia maligna masih belum jelas. Stadium developmen Kerusakan pada stadium ini disebabkan pemanjangan dari aksis diikuti dengan kerusakan vaskular. 10 Miopia maligna adalah miopia yang berjalan progresif yang dapat mengakibatkan ablasio retina dan kebutaan. ditemukan adanya gen heterogen miopia maligna yang terkait dengan lokus kedua dari gen 12q2123.8 Miopia maligna terdiri dari dua stadium:6 1. Dapat juga ditemukan bercak Fuch erupa hiperplasi pigmen epitel dan perdarahan.Patogenesis degenerasi latis tidak sepenuhnya dimengerti. prematur retinopati. Miopia maligna biasanya bila mopia lebih dari 6 dioptri disertai kelainan pada fundus okuli dan pada panjangnya bola mata sampai terbentuk stafiloma postikum yang terletak pada bagian temporal papil disertai dengan atrofi korioretina.

13 2. Membaca atau melihat benda kecil harus dari jarak dekat c. Kadang-kadang ditemukan bola mata yang agak menonjol b) Pada segmen posterior biasanya terdapat gambaran yang normal atau dapat disertai kresen miopia (myopic cresent) yang ringan di sekitar papil saraf optik. Kesalahan pada saat pemeriksaan refraksi biasa mendominasi gejala klinik yang terjadi pada miop tinggi. 2.1.Stadium ini merupakan tahap akhir dari stadium developmen. kresen miopia.13 Pengaruh faktor herediter telah diteliti secara luas. Astenovergens Gejala objektif miopia antara lain: 8 1. Seluruh lapisan fundus yang tersebar luas berupa penipisan koroid dan retina. Hilangnya penglihatan secara tiba-tiba mungkin disebabkan karena perdarahan .11 a) Gambaran pada segmen anterior serupa dengan miopia simpleks b) Gambaran yang ditemukan pada segmen posterior berupa kelainan-kelainan pada 1. Akibat penipisan ini maka bayangan koroid tampak lebih jelas dan disebut sebagai fundus tigroid. perinatal dan postnatal telah didapatkan untuk operasi penyebab miopia. Macam-macam faktor lingkungan prenatal. Teori miopia menurut sudut pandang biologi menyatakan bahwa miopia ditentukan secara genetik. atau benda-benda yang mengapung dalam badan kaca. 4. kelainan pertumbuhan okuler. kadang-kadang ditemukan perdarahan subretina pada daerah makula. Kadang-kadang ditemukan ablasi badan kaca yang dianggap belum jelas hubungannya dengan keadaan miopia 2. 2. Makula : berupa pigmentasi di daerah retina. Kabur bila melihat jauh b. akomodasi yang berlebihan. lapisan okuler kongestif.4 Gejala Klinis Gejala subjektif miopia antara lain: 8 a. avitaminosis dan disfungsi endokrin. Lekas lelah bila membaca ( karena konvergensi yang tidak sesuai dengan akomodasi ) d. Badan kaca : dapat ditemukan kekeruhan berupa pendarahan atau degenerasi yang terlihat sebagai floaters. papil terlihat lebih pucat yang meluas terutama ke bagian temporal.1. Miopia patologik : 8.3 Etiologi dan Patogenesis Etiologi dan patogenesis pada miopia tidak diketahui secara pasti dan banyak faktor memegang peranan penting dari waktu kewaktu misalnya konvergen yang berlebihan. Kresen miopia dapat ke seluruh lingkaran papil sehingga seluruh papil dikelilingi oleh daerah koroid yang atrofi dan pigmentasi yang tidak teratur 3. Papil saraf optik : terlihat pigmentasi peripapil. Retina bagian perifer : berupa degenersi kista retina bagian perifer 5. Miopia simpleks : a) Pada segmen anterior ditemukan bilik mata yang dalam dan pupil yang relatif lebar.

14 Dikatakan miop tinggi apabila melebihi -8. lensa kontak memberikan lapang pandangan yang terkoreksi lebih luas dibandingkan kacamata. sehingga semakin baik bahan tersebut. Lensa kontak hanya sedikit menimbulkan distorsi pada bagian perifer. serta mampu mengoreksi astigmatisme kurang dari 2 dioptri. HEMA (hydroksimethylmetacrylate) dan vinyl copolymer sedangkan lensa kontak keras disusun dari PMMA (polymethylmetacrylate).15 b. tetapi komplikasi ini dikurangi dengan pemilihan bahan yang mampu dilewati gas O2.15 Lensa kontak ada dua macam yaitu lensa kontak lunak (soft lens) serta lensa kontak keras (hard lens).16 Pemakaian lensa kontak harus sangat hati-hati karena memberikan komplikasi pada kornea. semakin tinggi Dk-nya semakin besar bisa mengalirkan oksigen. risiko terjadinya komplikasi.16 Kontak lensa keras mempunyai keuntungan yaitu memberikan koreksi visus yang baik.00 dioptri.1. Kerugiannya adalah memerlukan fitting yang lama. Lensa kontak lunak disusun oleh hydrogels. Bingkainya juga harus memiliki ukuran lensa yang kecil untuk mengakomodasi resep kacamata yang tinggi. singkat masa adaptasi pemakaiannya. Kerugian lensa kontak lunak adalah memberikan ketajaman penglihatan yang tidak maksimal. Koreksi Miopia Tinggi dengan Menggunakan Lensa Kontak Cara yang disukai untuk mengoreksi kelainan miopia tinggi adalah lensa kontak. Kehilangan penglihatan secara bertahap dan metamorpopsia terjadi oleh karena rusaknya membrana Bruch. Meskipun banyak pasien miopia tinggi menggunakan lensa kontak.5 Koreksi Miopia Tinggi a.16 2. Pembuatan kacamata untuk miopia tinggi membutuhkan keahlian khusus. sehingga membuat mata memiliki pandangan yang sangat dekat. dapat dipakai untuk sementara waktu. Banyak jenis lensa kontak yang tersedia meliputi lensa kontak sekali pakai yang sekarang telah tersedia lebih dari -16. serta memberikan rasa yang kurang nyaman. 16 Lensa Kontak Ditinjau dari Segi Klinis 1. Tingginya dioptri pada miopia ini berhubungan dengan panjangnya aksial mIopia. Bingkai kacamata haruslah cocok dengan ukuran mata. Pelapis antisilau pada lensa akan meningkatkan pengiriman cahaya melalui material lensa dengan indeks yang tinggi ini sehingga membuat resolusi yang lebih tinggi.16 Keuntungan lensa kontak lunak adalah nyaman. Semakin tinggi indeks lensa.15 2. Koreksi Miopia Tinggi dengan Penggunaan Kacamata Penggunaan kacamata untuk pasien miopia tinggi masih sangat penting. semakin tipis lensa. Pengelompokan ini didasarkan pada bahan penyusunnya. kacamata masih dibutuhkan. dislokasi lensa yang minimal. bisa dipakai dalam jangka waktu yang lama (awet). Ukuran Bayangan di Retina . tidak mampu mengoreksi astigmatisme. Lapang Pandangan Karena letak lensa kontak yang dekat sekali dengan pupil serta tidak memerlukan bingkai dalam pemakaiannya.00 dioptri.makular pada bagian fovea dimana membrana Bruch mengalami dekompensasi. kurang awet serta perawatannya sulit. suatu kondisi dimana belakang mata lebih panjang daripada normal. mudah memakainya. Hal ini disebut Dk (gas Diffusion Coefficient). pengguanaan indeks material lensa yang tinggi akan mengurangi ketebalan lensa.00 dioptri dan dapat labih tinggi lagi hingga mencapai -35.

Setelah dilakukan tindakan LASIK. dengan koreksi lensa kontak. yaitu:17 a. Usia minimal 18 tahun d.17 Untuk dapat menjalani prosedur LASIK perlu diperhatikan beberapa hal. Tidak mempunyai riwayat penyakit autoimun .16 Pemilihan Lensa Kontak Tabel 2.16 3. Koreksi Miopia Tinggi dengan LASIK LASIK adalah suatu tindakan koreksi kelainan refraksi mata yang menggunakan teknologi laser dingin (cold/non thermal laser) dengan cara merubah atau mengkoreksi kelengkungan kornea. Ingin terbebas dari kacamata dan lensa kontak b.00 dioptri. lensa kontak meningkatkan kebutuhan akomodasi pada penderita miopia dan menurunkan kebutuhan akomodasi pada penderita hipermetropia sesuai dengan derajat anomali refraksinya.00 sampai dengan . penderita kelainan refraksi dapat terbebas dari kacamata atau lensa kontak.13.00 sampai dengan + 4. Hipermetropia + 1. penderita miopia memiliki bayangan yang lebih besar di retina. sedangkan pada penderita hipermetropia bayangan menjadi lebih kecil. sehingga secara permanen menyembuhkan rabun jauh (miopia). Kelainan refraksi: Miopia sampai -1. Akomodasi Dibandingkan dengan kacamata.00 dioptri c. Tidak sedang hamil atau menyusui e. Astigmatisme 1. serta mata silinder (astigmatisme).00 dioptri. rabun dekat (hipermetropia).1 Perbandingan Indikasi Pemakaian Lensa Kontak Lunak dan Keras (Dikutip dari: kepustakaan 16) Lensa Kontak Lunak Lensa Kontak Keras Pemakaian lensa kontak pertama kali Gagal dengan lensa kontak lunak Pemakaian sementara Iregularitas kornea Bayi dan anak-anak Alergi dengan bahan lensa kontak lunak Dry eye Orang tua Terapi terhadap kelainan kornea (sebagai bandage) Astigmatisme Keratokonus Pasien dengan overwearing problem c. Jika dibandingkan dengan pemakaian kacamata.00 sampai dengan 5.Ukuran bayangan di retina sangat tergantung dari vertex distance (jarak verteks) lensa koreksi.

Pemeriksaan refraksi.17 Persiapan calon pasien LASIK:17 a. Mata kering g. Kelainan kornea atau kornea terlalu tipis. yaitu infeksi. Diketahui setelah pasca tindakan LASIK akibat dari kurang atau berlebihan tindakan koreksi. glaukoma dan ambliopia h. slit lamp. Flap ini akan melekat cukup kuat kira-kira seminggu setelah tindakan. katarak. b. hal ini dapat diperbaiki dengan melakukan LASIK ulang / Re-LASIK (enhancement) setelah kondisi mata stabil dalam kurun waktu lebih kurang 3 bulan setelah tindakan. Kelebihan / Kekurangan Koreksi (Over / under correction). button hole. akan tetapi sebagaimana seperti pada semua prosedur atau tindakan medis lainnya. Penyakit : autoimun. Tidak ada kelainan mata. decentration flap). Akibat dari menekan bola mata yang terlalu kuat sehingga flap kornea bisa bergeser (Free flap. Analisa aberometer Zy Wave. kolagen h. ataupun kemungkinan komplikasi yang dapat terjadi. f. Telah melepas lensa kontak (Soft contact lens) selama 14 hari atau 2 (dua) minggu dan 30 (tiga puluh) hari untuk lensa kontak (hard contact lens) Adapun kontraindikasi dari tindakan LASIK antara lain:17 a. Menilai kelayakan tindakan untuk menghindari komplikasi Sebagian besar pasien yang telah melakukan prosedur atau tindakan LASIK menunjukan hasil yang sangat memuaskan. e. Pemeriksan topografi kornea / keratometri / pakhimetri Orbscan c. kemungkinan adanya resiko akibat dari prosedur atau tindakan LASIK dapat terjadi oleh sebagian kecil dari beberapa pasien antara lain:12 a. ada baiknya pasien melakukan konsultasi atau pemeriksaan dengan dokter spesialis mata untuk dapat mengetahui dengan pasti mengenai prosedur / tindakan LASIK baik dari manfaat.f. . mengukur aberasi kornea sehingga bisa dilakukan Custumize LASIK d. Usia < 18 tahun / usia dibawah 18 tahun dikarenakan refraksi belum stabil. d. kelainan retina saraf mata. b. Penderita diabetes mellitus. Kelainan retina atau katarak Sebelum menjalani prosedur LASIK. kemudian mata anda akan diperiksa secara seksama dan teliti dengan menggunakan peralatan yang berteknologi tinggi (computerized) dan mutakhir sehingga dapat diketahui apakah seseorang layak untuk menjalankan tindakan LASIK. tekanan bola mata dan finduskopi b. Sedang hamil atau menyusui c. Riwayat penyakit glaukoma. Setelah melakukan konsultasi / pemeriksaan oleh dokter spesialis mata. Mempunyai ukuran kacamata/ lensa kontak yang stabil selama paling tidak 6 (enam) bulan g. Pasien Monokular i.

Anestesi topikal (tetes mata) b. Komplikasi Komplikasi lain dari miopia sering terdapat pada miopia tinggi berupa ablasio retina. Prosedur dapat diulang (Enhancement) Untuk mendapatkan koreksi optikal. perdarahan vitreous. d. Bila terdapat juling ke luar mungkin fungsi satu mata telah berkurang atau terdapat ambliopia. Pemulihan yang cepat (Magic Surgery) c.7. Silau saat melihat pada malam hari. Gangguan ini akan berkurang seiring dengan berjalannya waktu. Komplikasi yang rendah g. Kelebihan Bedah Refraksi LASIK antara lain:17 a.8 . Pada sebagian kasus mungkin diperlukan semacam lubrikan tetes mata. Tanpa jahitan (Sutureless & Bloodless) e. Hal ini umum bagi pasien dengan pupil mata yang besar dan pasien dengan miopia yang tinggi. Tanpa rasa nyeri (Painless) d. Biasanya akan terjadi gejala mata kering. Tingkat ketepatan yang tinggi (Accuracy) f. dan keluhan sering membaik setelah 13 bulan. katarak. perdarahan koroid dan juling esotropia atau juling ke dalam biasanya mengakibatkan mata berkonvergensi terus-menerus.c. penderita Miopi dirujuk ke Rumah Sakit. Hal ini akan terjadi selama seminggu setelah tindakan dan akan hilang dengan sendirinya. Komplikasi sangat jarang terjadi.

Untuk mendapatkan koreksi optikal. Astigmatisma Definisi Ketajaman normal mata manusia untuk dapat melihat gambar atau tulisan pada jarak 6 meter. Penyebabnya kelengkungan kornea. 21. PRESBIOPIA ( MATA TUA ) Definisi : Presbiopia terjadi secara alami dimana penglihatan jarak dekat menjadi buram. Jika seseorang tidak bisa melihat dengan standar tersebut maka kemungkinan matanya mengalami kelainan. pasca infeksi. Selain itu. salah satunya adalah mata asigmatisma. pada kenyataannya hal ini merupakah hal biasa pada usia ini. Hal ini bukan merupakan penyakit. dan pasca bedah kornea.20. Salah satu kelainan pada mata itu. Penyebab Kelainan mata ini disebabkan penderita tidak dapat melihat sama jelas pada gambar disatu bidang datar. Gejala Tidak dapat melihat gambaran/bayangan garis vertikal dengan horizotal secara bersamaan. dan sulit untuk fokus pada saat membaca. menggunakan handphone atau bekerja pada komputer. mata juga bisa melihat dengan jelas pada sudut pandang visualis 5 derajat. .penderita astigmatisma dirujuk ke Rumah Sakit. Pengobatan Kelainan ini dapat disembuhkan dengan lensa silinder.

lensa mata masih lembut dan fleksible. termasuk lensa kontak. penderita dirujuk ke Rumah Sakit Penanganan umum untuk Presbyopia termasuk :   Pembesaran Kaca mata bifokal atau vanifokal  Kaca mata baca  Lensa kontak . Penanganan Ada beberapa pilihan untuk yang memiliki Presbyopia. Pada saat kehilangan elastisitasnya. bisa berubah bentuk pada saat melihat objek dari jarak yang berbeda. mata Anda akan mejadi berkurang untuk bisa fokus pada objek yang dekat. Gejala Presbiopia Orang banyak salah paham dari gejala presbiopia untuk rabun dekat. Untuk mendapatkan koreksi optikal. Teknologi terkini membuat orang yang memiliki presbyopia bisa memakai lensa kontak di bandingkan dengan bifocals atau kaca mata baca. Pada usia tua. Kondisi nya memiliki perbedaan yaitu rabun dekat merupakan hasil dari bentuk kornea yang berubah. lensa crystaline dalam mata Anda menjadi keras dan kehilangan elastisitasnya.Penyebab Presbiopia Pada usia muda. dimana presbiopia ini merupakan hilangnya fleksibilitas di dalam lensa mata.

Rabun senja merupakan penyakit dengan keluhan tidak dapat melihat dengan baik dalam keadaan gelap (waktu senja). bayi yang lahir dengan berat badan rendah (BBLR) kurang dari 2. obatobatan. mungkin didasari fenomena dimana ayam tidak dapat melihat jelas di senja atau malam hari. mata terlihat normal hanya saja penglihatan menjadi menurun saat senja tiba atau tidak dapat melihat di dalam lingkungan yang kurang cahaya.5 kg. Retinol penting untuk elaborasi rodopsin (penglihatan remang-remang) oleh batang. retinitis pigmentosa. anak-anak yang kurang / jarang . tetapi yang paling sering akibat dari kekurangan vitamin A. Penyebab lain adalah mata minus. Banyak juga menyebutnya sebagai rabun ayam.22. Etiologi Rabun Senja Rabun senja terjadi karena kerusakan sel retina yang semestinya bekerja saat melihat benda pada lingkungan kurang cahaya. biasanya dokter mata melakukan serangkaian pemeriksaan. anak-anak yang kekurangan gizi. reseptor sensori retina yang bertanggung jawab untuk penglihatan dalam cahaya tingkat rendah. diare. Banyak hal yang dapat menyebabkan kerusakan sel tersebut. anakanak yang menderita infeksi (TBC. dan bawaan sejak lahir. Rabun senja paling banyak dialami oleh anak-anak. mengganggu fungsi batang sehingga menimbulkan rabun senja. katarak. Rabun senja ini merupakan manifestasi defisiensi vitamin A yang paling awal. pneumonia). Kelompok yang rentan terkena xerophthalmia adalah bayi yang tidak mendapatkan ASI ekslusif / tidak mendapatkan pengganti ASI yang baik dan cukup baik dari segi jumlah maupun kualitasnya). BUTA SENJA / RABUN SENJA Definisi Rabun Senja Rabun senja (nyctalopia) adalah gangguan penglihatan kala senja atau malam hari. baik fisik maupun laboratorium. campak. (Sommer 1978). Pada rabun senja. atau pada keadaan cahaya remang-remang. pada anak berusia 1 sampai 3 tahun hal ini bisa terjadi karena tidak lama setelah disapih anak tersebut diberikan makanan yang tidak mengandung vitamin A. Oleh karena itu. Untuk mengetahui penyebabnya. defisiensi vitamin A dapat mengganggu produksi rodopsin.

cadangan retinol dalam hati akan dikeluarkan untuk memelihara serum retinol pada tingkat normal (di atas 200 µg)). mengganggu fungsi batang sehingga menimbulkan rabun senja. Rabun senja dapat dideteksi jika anak sudah bisa berjalan. dan bagian putih menjadi suram.makan makanan yang mengandung vitamin A. Tanda dan Gejala Rabun Senja Rabun senja terjadi akibat gangguan pada sel batang retina. Ketika asupan vitamin A terus menerus berkurang untuk jangka waktu yang lama. Ketika asupan vitamin A melebihi 300-1200 µg/hari. cadangan dalam hati akan menipis. tingkat serum retinol akan turun. Dalam keadaan ini biasanya anak diam memojok bila didudukkan ditempat kurang cahaya karena tidak dapat melihat benda atau makanan di depannya (Sommer 1978). fungsi epitel terganggu. Durasi ketidakcukupan asupan terjadi tergantung dari jumlah vitamin A yang dicerna. terutama pada senja hari atau saat ruangan keadaan ringan. Tanda dan gejala pada penderita rabun senja adalah pada daya pandang menurun. dan tingkat penggunaan vitamin A yang digunakan oleh tubuh. Ketika asupan vitamin A kurang dari jumlah yang dibutuhkan. ibu hamil dan menyusui juga rentan terkena xerophthalmia. anak tersebut akan sering membentur atau menabrak benda yang berada di depannya karena tidak dapat melihat maka dapat dicurigai bahwa anak tersebut menderita rabun senja. Terjadi kekeringan mata. Selain bayi dan anak-anak. Patofisiologi Rabun Senja Bentuk penyimpanan dalam hati dalam bentuk retinol sebagai asupan dari vitamin A dan beta carotene. Jika anak belum dapat berjalan. . agak susah mendeteksinya. yaitu penderita tidak dapat melihat di lingkungan yang kurang cahaya. dan tanda-tanda xerophthalmia terlihat. sel batang retina sulit beradaptasi di ruang remang-remang atau kurang setelah lama berada di cahaya terang. (Wijayakusuma 2008). kelebihan akan disimpan dan cadangan di hati meningkat. Defisiensi vitamin A dapat mengganggu produksi rodopsin. dan sering pusing. sehingga disebut juga buta senja. tingkat penyimpanan hati. yaitu reseptor sensori retina yang bertanggung jawab untuk penglihatan dalam cahaya tingkat rendah. Retinol penting untuk elaborasi rodopsin (penglihatan remang-remang) oleh batang. Penglihatan menurun pada senja hari.

asupan vitamin A yang sangat sedikit akan memiliki cadangan yang terbatas. Jika secara parenteral tidak tersedia. Rabun senja dapat terjadi karena kongenital (bawaan). hati tidak dapat menyimpan lagi vitamin A atau mensisntesis RBP secara normal (Sommer 1978). penyakit mata (retinitis pigmentosa. maka katarak sebaiknya dioperasi. Jika karena kekurangan vitamin A. Jika karena katarak. Serum Retinol akan menurun walaupun cadangan di hati normal. glaukoma. Pengobatan rabun senja tergantung pada penyebabnya.000 IU) dapat diberikan melalui mulut pada hari berikutnya untuk memastikan pengobatan yang cukup. melalui mulut. Sebagai tambahan. Akhirnya.000 IU). Antibiotik yang digunakan sebaiknya dipilih yang sesuai dengan jenis organism. Menginjeksikan vitamin A secara intramuscular sebanyak 55 mg retinol palmitat (100. rabun dekat (hipermetropia) yang tidak dikoreksi. baik berupa suplemen maupun dari makanan sehari-hari. Ketika asupan vitamin A tidak ada dari diet atau terjadi gangguan penyerapan dan terjadi peningkatan kebutuhan. Pengobatan yang dilakukan akan tergantung dari penyebab dasar dari rabun senja.Anak-anak dengan status gizi buruk. katarak). Sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter spesialis mata untuk dilakukan pemeriksaan mata secara lengkap dan diberikan pengobatan sesuai penyebab. Ketersediaan vitamin A juga tergantung pada status gizi anak secara keseluruhan. Reaksi pengobatan terlihat dalam 1-2 hari setelah diberikan kapsul vitamin A (Sommer 1978). metabolisme dapat secara cepat menghabiskan cadangan retinol dalam hati dan merusak kornea. Sebaiknya pengobatan dilakukan selama 2-6 bulan. Jika asupan protein kurang maka sintesis RBP pun akan menurun. dapat diberikan sebanyak 110 mg retinol palmitat (200. maka harus diberikan vitamin A dalam jumlah yang cukup. Salep antibiotik kadang digunakan setiap 8 jam untuk mengurangi resiko infeksi bakteri. dan defisiensi (kekurangan) vitamin A. . Semua anak yang beresiko pada kerusakan kornea yang dikaitkan dengan defisiensi vitamin A harus diidentifikasi secara jelas. walaupun mata pada saat itu masih terlihat normal.000 IU) dalam air atau minyak. Pengobatan Rabun senja atau nyctalopia merupakan kondisi dimana sulit atau tidak dapat melihat di kala malam atau di cahaya yang redup. seperti Staphylococcus dan Pseudomonas. 110 mg retinol palmitat (200. Dosis sebaiknya berkurang setengah dari jumlah yang seharusnya pada anak berusia kurang dari satu tahun. diantaranya semua yang telah terbukti mengalami xerophthalmia (rabun senja hingga keratomalacia).

bayam. telur.000 IU (2X 200. Xerophthalmia yang tidak segera diobati dapat menyebabkan kebutaan. hati. 23. OTITIS EKSTERNA Pendahuluan Otitis eksterna adalah radang liang telinga akut maupun kronis disebabkan oleh bakteri dapat terlogalisir atau difus. seperti susu bubuk. Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan rendahnya respons imun. Bayi 12 hingga 59 bulan adalah sebanyak 200. daun pepaya. kesuburan.000 IU (kapsul biru). susu. tapi juga kekebalan tubuh. penyumbatan liang telinga. dll). Faktor ini penyebab timbulnya otitis eksterna ini. serta rendahnya perkembangan mental. Vitamin A tidak hanya bertanggung jawab pada kesehatan mata. 3. ganggguan pada pertumbuhan.000 IU. Ibu setelah masa nifas (ada juga kemungkinan sebagian hamil) adalah sebesar 10. Bayi 0 hingga 6 bulan adalah sebanyak 3 x 50. buah-buahan yang berwarna orange (wortel. Salah satu upaya untuk mencegah kekurangan vitamin A adalah dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin A.Anjuran Gizi pada Rabun Senja Vitamin A merupakan salah satu vitamin yang vital untuk menjaga kesehatan. 5. trauma local dan alergi. anjuran pemberian vitamin A adalah sebagai berikut : 1. kapsul vitamin A. pepaya). telinga rasa sakit.000 IU (kapsul merah) 4. Menurut hasil temuan para ahli di bawah koordinasi WHO (tahun 2000) dan pertemuanpertemuan yang dikoorinasi oleh IVACG (International Vitamin A Consultative Group). 2. Faktor ini menyebabkan . kelembaban. Vitamin A juga dapat ditemukan di suplemen.000 IU/ hari atau 25. Selain itu kelainan pada mata (xerophthalmia) dan buta senja merupakan sebagian contoh kekurangan vitamin A. hewani (retinol). Ibu masa nifas adalah sebesar 400.000 IU pada hari yang berbeda). daging. Bayi 6 hingga 11 bulan adalah sebanyak 100. seperti nabati (karoten). Sayuran berdaun hijau (kangkung.000 IU/ minggu (Hutahuruk 2009).

periaurikular. Pengobatan amat sederhana tetapi membutuhkan kepatuhan penderita terutama dalam menjaga kebersihan liang telinga. Bila peradangan ini tidak diobati secara adekuat. inflasi dan menimbulkan eksudat. Howke dkk (1984) mengemukakan pemaparan terhadap air dan penggunaan lidi kapas dapat menyebabkan terjadi otitis eksterna baik yang akut maupun kronik. deskuamasi.berkurangnya lapisan protektif yang menyebabkan edema dari epitel skuamosa.2 Batasan Otitis eksterna adalah radang merata kulit liang telinga yang disebabkan oleh kuman maupun jamur (otomikosis) dengan tanda-tanda khas yaitu rasa tidak enak di liang telinga. gatal dan mungkin sekret yang berbau akan menetap.8 .3 Otitis eksterna ini merupakan suatu infeksi liang telinga bagian luar yang dapat menyebar ke pina. Patogenesis dari otitis eksterna sangat komplek dan sejak tahun 1844 banyak peneliti mengemukakan faktor pencetus dari penyakit ini seperti Branca (1953) mengatakan bahwa berenang merupakan penyebab dan menimbulkan kekambuhan.1 Istilah otitis eksterna akut meliputi adanya kondisi inflasi kulit dari liang telinga bagian luar. Biasanya seluruh liang telinga terlibat. 2. terutama bila daun telinga disentuh dan waktu mengunyah. maka keluhan-keluhan seperti rasa sakit. Keadaan ini menimbulkan trauma local yang mengakibatkan bakteri masuk melalui kulit.4 Penyakit ini sering diumpai pada daerah-daerah yang panas dan lembab dan jarang pada iklim-iklim sejuk dan kering. Bakteri patogen pada otitis eksterna akut adalah pseudomonas (41 %). lembab dan trauma terhadap epitel dari liang telinga luar merupakan faktor penting untuk terjadinya otitis eksterna. sekret di liang telinga dan kecenderungan untuk kambuhan. atau jamur. Senturia dkk (1984) menganggap bahwa keadaan panas. strepokokus (22%). stafilokokus dan proteus. atau ke tulang temporal. tetapi pada furunkel liang telinga luar dapat dianggap pembentukan lokal otitis eksterna. Otitis eksterna difusa merupakan tipe infeksi bakteri patogen yang paling umum disebabkan oleh pseudomonas. Umumnya penderita datang ke Rumah Sakit dengan keluhan rasa sakit pada telinga. stafilokokus aureus (15%) dan bakteroides (11%).

Kulit yang basah dan lembut pada saluran telinga lebih mudah terinfeksi oleh bakteri atau jamur. Holmes dkk. iritasi atau infeksi pada telinga bagian luar. trauma mekanik dan goresan atau benda asing dalam liang telinga. contohnya: neomycin. konka daun telinga penyebabnya idiopatik. Berenang dalam air yang tercemar merupakan salah satu cara terjadinya otitis eksterna (swimmer’s ear).  Otitis eksterna membranosa. dermatitis infantil. anti bakteri (clioquinol. hiperseruminosis. Alergen yang paling sering adalah antibiotik. Sensitifitas poten lainnya adalah metal dan khususnya nikel yang sering muncul pada kertas dan klip rambut yang mungkin digunakan untuk mengorek telinga.  Meningitis kronik idiopatik . polimixin. Infeksi merupakan penyakit yang paling umum dari liang telinga luar seperti otitis eksterna difusa akut pada lingkungan yang lembab. alergi dan lingkungan.1. kebanyakan pada usia remaja dan dewasa muda.3 Bentuk yang paling umum adalah bentuk boil (Furunkulosis) salah satu dari satu kelenjar sebasea 1/3 liang telinga luar. iritan. Kebanyakan disebabkan alergi pemakaian topikal obat tetes telinga. didapati 4 dari 1000 orang. trauma. bakteri atau fungal.Terdiri dari inflamasi. Pada otitis eksterna difusa disini proses patologis membatasi kulit sebagian kartilago dari otitis liang telinga luar. 1982) dan anti histamin. gentamicin. framycetyn.2 Patofisiologi Saluran telinga bisa membersihkan dirinya sendiri dengan cara membuang sel-sel kulit yang mati dari gendang telinga melalui saluran telinga. Dijumpai riwayat pemaparan terhadap air.Etiologi Swimmer’s ear (otitis eksterna) sering dijumpai. Penimbunan sel-sel kulit yang mati dan serumen akan menyebabkan penimbunan air yang masuk ke dalam saluran ketika mandi atau berenang. 7 Klasifikasi Otitis Eksterna 4. asteotosis  Eksema infantil : intertigo. Membersihkan saluran telinga dengan cotton bud (kapas pembersih) bisa mengganggu mekanisme pembersihan ini dan bisa mendorong sel-sel kulit yang mati ke arah gendang telinga sehingga kotoran menumpuk disana. Penyebab tidak diketahui :  Malfungsi kulit : dermatitis seboroita.

erupsi karena obat.4.  Bakteri tahan asam : mikrobakterium TBC. 4. Penatalaksanaan otitis eksterna sirkumskripta : 8  Lokal : pada stadium infiltrat diberikan tampon yang dibasahi dengan 10% ichthamol dalam glycerine. herpes simplek.2 Otitis Eksterna Sirkumskripta (Furunkel/ bisul) Otitis eksterna sirkumskripta adalah infeksi bermula dari folikel rambut di liang telinga yang disebabkan oleh bakteri stafilokokus dan menimbulkan furunkel di liang telinga di 1/3 luar. ektima. insisi bedah. impetigo. 4. Gejala klinis otitis eksterna sirkumskripta berupa rasa sakit (biasanya dari ringan sampai berat.8. moluskum kontangiosum. neurodermatitis lokalisata/desiminata. Keluhan kurang pendengaran. neurogenik. variola dan varicella. Deskrasia vitamin 4. 4.  Jamur dan ragi (otomikosis) : saprofit atau patogen. otitis eksterna granulosa. Terdapat tanda infiltrat atau abses pada 1/3 luar liang telinga. Pada stadium abses dilakukan insisi pada abses dan tampon larutan rivanol 0. sellulitis. perikondritis.  Meningitis bullosa. frosbite.  Bakteri gram (-) : Otitis eksterna diffusa. herpes zoster.2. Rasa sakit bila daun telinga ketarik atau ditekan. bila furunkel menutup liang telinga. .3.6. hemorhagi (hematom vesikel dan bulla). Diskrasia endokrin. dermatitis kontakta (venenat). Penyebab infeksi  Bakteri gram (+) : furunkulosis. Perubahan senilitas.5. radiasi dan kimiawi). Lupus erimatosus. ekskoriasi. rasa nyeri makin hebat bila mengunyah makanan). Erupsi neurogenik : proritus simpek. dermatitis eksamatoid infeksiosa. alergi fisik. trauma (terbakar. diganti setiap hari. dapat sangat mengganggu.  Protozoa  Parasit 4. erisipelas. Dermatitis alergika. dermatis atopik. 4. Sering timbul pada seseorang yang menderita diabetes. otitis eksterna bullosa. pioderma.1%. Lesi traumatika : kontusio dan laserasi. psoriasis 4.7.

Umumnya bakteri penyebab yaitu Pseudomonas. 5 Pengobatan otitis eksterna difus ialah dengan memasukkan tampon yang mengandung antibiotik ke liang telinga supaya terdapat kontak yang baik antara obat dengan kulit yang meradang. Kadangkadang diperlukan juga obat anti-jamur (sebagai salep) yang diberikan secara topical. Pada kasus-kasus berulang tidak lupa untuk mencari faktor sistemik yaitu adanya penyakit diabetes melitus. Gejalanya biasanya berupa rasa gatal dan rasa penuh di liang telinga. fenol gliserol tetes telinga. Escheria coli. Tidak terdapat furunkel (bisul).  Analgetik : Parasetamol 500 mg qid (dewasa). Pengobatannya ialah dengan membersihkan liang telinga. Diberikan pada orang dewasa ampisillin 250 mg qid. eritromisin 250 qid. Kadang-kadang diperlukan obat antibiotika sistemik. Bakteri penyebab lainnya yaitu Staphylococcus albus. 6 Gejala Klinis . tetapi sering pula tanpa keluhan. Sistemik : Antibiotika diberikan dengan pertimbangan infeksi yang cukup berat. Larutan asam asetat 25% dalam alkohol yang diteteskan ke liang telinga biasanya dapat menyembuhkan. Antalgin 500 mg qid (dewasa).8 Otitis Eksterna Difus Otitis eksterna difus adalah infeksi pada 2/3 dalam liang telinga akibat infeksi bakteri. Kadang-kadang ditemukan juga kandida albikans atau jamur lain. 6 Otomikosis Infeksi jamur di liang telinga dipermudah oleh kelembaban yang tinggi di daerah tersebut. dan sebagainya. Yang tersering ialah jamur aspergilus. Kulit liang telinga terlihat hiperemis dan udem yang batasnya tidak jelas. Kandang-kadang kita temukan sekret yang berbau namun tidak bercampur lendir (musin). Gejalanya sama dengan gejala otitis eksterna sirkumskripta (furunkel = bisul). Anak-anak diberikan dosis 40-50 mg per kg BB. Lendir (musin) merupakan sekret yang berasal dari kavum timpani dan kita temukan pada kasus otitis media.

2. sering menyumbat lumen kanalis dan menyebabkan timbulnya tuli konduktif. sehingga edema dermis menekan serabut saraf yang mengakibatkan rasa sakit yang hebat.Rasa sakit di dalam telinga bisa bervariasi dari yang hanya berupa rasa tidak enak sedikit. serumen. . debris. perasaan penuh didalam telinga. Edema kulit liang telinga. Pada otitis eksterna kronik merupakan keluhan utama. eritema positif. Meskipun rasa sakit sering merupakan gejala yang dominan. Kurang pendengaran mungkin terjadi pada akut dan kronik dari otitis eksterna akut. Ini diterangkan dengan kenyataan bahwa kulit dari liang telinga luar langsung berhubungan dengan periosteum dan perikondrium. keriput. penebalan kulit yang progresif pada otitis eksterna yang lama. Otitis Eksterna Sedang : liang telinga sempit. serta berdenyut. Otitis Eksterna Kronik : kulit liang telinga/pina menebal. bengkak. Carr secara klinik otitis eksterna terbagi : 4 1. kulit dan tulang rawan 1/3 luar liang telinga bersambung dengan kulit dan tulang rawan daun telinga sehingga gerakan yang sedikit saja dari daun telinga akan dihantarkan kekulit dan tulang rawan dari liang telinga luar dan mengkibatkan rasa sakit yang hebat dirasakan oleh penderita otitis eksterna. Pada kebanyakan penderita rasa gatal disertai rasa penuh dan rasa tidak enak merupakan tanda permulaan peradangan suatu otitis eksterna akuta. sekret yang sorous atau purulen. perasaan seperti terbakar hingga rasa sakit yang hebat. keluhan ini juga sering merupakan gejala sering mengelirukan. kulit hiperemis dan eksudat positif 3. Otitis Eksterna Ringan : kulit liang telinga hiperemis dan eksudat. dan obat-obatan yang digunakan kedalam telinga bisa menutup lumen yang mengakibatkan peredaman hantaran suara. Keratin yang deskuamasi. Gatal merupakan gejala klinik yang sangat sering dan merupakan pendahulu rasa sakit yang berkaitan dengan otitis eksterna akut.2 Tanda-Tanda Klinis Menurut MM. Otitis Eksterna Komplikas : Pina/Periaurikuler eritema dan bengkak 4. Kehebatan rasa sakit bisa agaknya tidak sebanding dengan derajat peradangan yang ada. liang telinga menyempit. Lagi pula. rambut. Rasa penuh pada telinga merupakan keluhan yang umum pada tahap awal dari otitis eksterna difusa dan sering mendahului terjadinya rasa sakit dan nyeri tekan daun telinga.

.Otitis eksterna nekrotik . Kausatif : . 3.Furunkulosis dan karbunkulosis .Telinga jangan kemasukan air.Perikondritis yang berulang .Minum obat secara teratur. Peradangan akut (ringan/ sedang/ berat) 3.Kondritis . Radang kronik Diagnosis Banding Diagnosis banding dari keadaan yang serupa dengan otitis eksterna antara lain meliputi : . seperti psoriasis dan dermatitis seboroika. antibiotic harus dihabiskan. walaupun tumor primer seperti seruminoma. metastase karsinoma mamma. “Pre Inflammatory“ 2. sering diobati kurang sempurna. Simptomatis : .Menurut Senturia HB (1980) : Eritema kulit. 2.Antibiotik sistemik Amoksisilin 3x500 mg .Antibiotik local Ottopain 2-4 x sehari 4-5 tetes. karsinoma prostat.5 mg. . small (oat) cell“ dan karsinoma sel renal. .2 VI. sekret yang kehijau-hijauan dan edema kulit liang telinga merupakan tanda-tanda klasik dari otitis diffusa akuta.dermatitis.Mengurangi kebiasaan mengotek telinga dengan cotton bud.Otitis eksterna granulosa . Bau busuk dari sekret tidak terjadi. Edukatif : . TERAPI 1. Otitis eksterna diffusa dapat dibagi atas 3 stadium yaitu : 2 1. Karsinoma liang telinga luar yang mungkin tampak seperti infeksi stadium dini diragukan dengan proses infeksi. Adanya rasa sakit pada daerah mastoid terutama dari tumor ganas dan dapat disingkirkan dengan melakukan pemeriksaan biopsi.Antiinflamasi Dexamethasone 3 x 0.Kontrol jika obat habis . Tumor ganas yang paling sering adalah squamous sel karsinoma. kista adenoid.Analgetik Asam mefenamat 3x500 mg .Otitis eksterna bullosa .

H72 a. Gambaran Klinik 1) Keluhan dan gejala yang timbul tergantung dari stadium OMA yaitu: a) Stadium oklusi tuba b) Stadium hiperemis c) Stadium supurasi d) Stadium perforasi e) Stadium resolusi 2) Gejala OMA adalah: a) Anak gelisah atau ketika sedang tidur tiba-tiba terbangun. Pemeriksaan otoskopik tampak membran timpani menonjol keluar (bulging) dan ada bagian yang berwarna pucat kekuningan. c) Kadang-kadang disertai dengan muntah dan diare. Penatalaksanaan Penatalaksanaan OMA disesuaikan dengan hasil pemeriksaan dan stadiumnya. 4) OMA Stadium perforasi Anak yang sebelumnya gelisah menjadi lebih tenang. demam berkurang. 2) OMA Stadium hiperemis Pemeriksaan otoskopik tampak membran timpani hiperemis dan edem serta refleks cahaya menghilang. refleks cahaya memendek dan menghilang. Pada pemeriksaan otoskopik tampak cairan di liang telinga yang berasal dari telinga tengah. PROGNOSIS Dubia at Bonam 24. Membran timpani perforasi. c. 3) OMA Stadium supurasi Keluhan dan gejala klinik bertambah hebat. OTITIS MEDIA AKUT (OMA) Kompetensi Laporan Penyakit : 3A : 1101 ICD X : H65-H66.VII. Definisi Otitis Media Akut (OMA) adalah radang akut telinga tengah yang terjadi terutama pada bayi atau anak yang biasanya didahului oleh infeksi saluran napas bagian atas. . e. tidak ada sekret/kering dan membran timpani berangsur menutup. Pneumococcus atau Haemophylus influenza. b) Demam dengan suhu tubuh yang tinggi dan kadang-kadang sampai kejang. Diagnosis Tanda OMA adalah: 1) OMA Stadium oklusi tuba Pemeriksaan otoskopik tampak membran timpani suram. menjerit sambil memegang telinganya. d. b. Penyebab Kuman penyebab OMA adalah bakteri pirogenik seperti: Streptococcus hemolitikus. 5) Stadium resolusi Pemeriksaan otoskopik.

tiap 6 jam. a) Segera rawat apabila ada fasilitas perawatan. tiap 8 jam atau Eritromisin: Dewasa 500 mg. 25. Anak 10 mg/KgBB. b) Obat tetes hidung nasal dekongestan maksimal 5 hari. sehingga menyumbat antara lain ialah: 1. tiap 6 jam. hindari berenang atau masuknya air ke dalam hidung dan telinga. b) Bila tidak ada fasilitas perawatan segera rujuk ke dokter spesialis THT untuk dilakukan miringotomi. 3) Stadium supurasi. b) Cairan telinga dibersihkan dengan Solutio H2O2 3% 2–3 kali. atau kebiasaan mengorek telinga. Faktor yang menyebabkan serumen terkumpul dan mengeras di liang telinga. Bila ada perbaikan dilanjutkan dengan pemberian antibiotik peroral selama 14 hari. yang berguna untuk melicinan dinding liang telinga. Produksi serumen banyak dan kental 4. analgetik dan pengobatan simtomatis lainnya. 2) Stadium hiperemis a) Berikan antibiotik selama 10–14 hari: Amoksisilin: Dewasa 500 mg. Berikan antibiotik ampisilin atau amoksisilin dosis tinggi parenteral selama 3 hari. ada komplikasi. tiap 8 jam atau Eritromisin: Dewasa 500 mg. Anak 10 mg/KgBB. KIE 1) Tujuan pengobatan: eradikasi dan mencegah timbulnya komplikasi 2) Pencegahan: Pada stadium supurasi dan perforasi.1) Stadium oklusi tuba a) Berikan antibiotik selama 7 hari: Amoksisilin: Dewasa 500 mg. Anak 10 mg/KgBB. . Liang telinga sempit 3. d) Antipiretik. b) Obat tetes hidung nasal dekongestan. c) Antihistamin bila ada tanda-tanda alergi. dan mencegah masuknya serangga kecil ke liang telinga. Dermatitis kronis liang telinga luar 2. 3) Alasan rujuk: bila tidak ada perbaikan. Gejala yang timbul akibat sumbatan serumen dapat berupa rasa telinga tersumbat. Adanya eksostosis (pertumbuhan jinak dari permukaan tulang) liang telinga 6. Serumen terdorong oleh jari tangan atau ujung handuk setelah mandi. d) Antipiretik. SERUMEN PROP Definisi : Serumen adalah hasil produksi kelenjar seromusinosa yang terdapat di liang telinga luar. atau diperlukan miringotomi rujuk ke dokter spesialis THT. 4) Stadium perforasi a) Berikan antibiotik selama 14 hari. Anak 10 mg/KgBB. Adanya benda asing di liang telinga 5. c) Antihistamin bila ada tanda-tanda alergi. f.

d. Serumen yang telah keras membatu. dan minta kepada pasien agar bersikap kooperatif. Jelaskan kepada pasien mengenai tindakan yang akan dilakukan (inform consent). Handuk sebagai alas pelindung . 3 kali 3 tetes sehari. Serumen yang sudah agak mengeras dikait dan dibersihkan dengan alat pengait. Cairan H2O2 3 % dalam tempatnya. 4. Otoscope 7. Penatalaksanaan a. B. oleh karena rangsangan nervus vagus melalui cabang aurikuler. 6. dapat dibersihkan dengan kapas yang dililitkan oleh aplikator (pelilit). antara lain : • Pasien tidak mempunyai riwayat sakit telinga yang menyebabkan rupture gendang telinga. Tindakan . 2. Posisikan pasien dengan terlentang dan kepala miring ke sisi berlawanan dengan telinga yang akan dibersihkan. harus dilembekkan terlebih dahulu dengan karbol gliserin 10 %. maupun riwayat trauma gendang telinga. Serumen yang lembek dan letaknya terlalu dalam. sehingga mendekati mebran timpani. 5. Bak Bengkok untuk menampung kotoran telinga. Rasa nyeri dapat timbul apabila serumen keras membatu. terkadang dapat disertai batuk.sehingga pendengaran berkurang. • Pasien tidak sedang mengalami sakit telinga luar (otitis eksterna). 2. Prosedur Tindakan Spooling (Irigasi) telinga adalah : A. 8. selama 2-5 hari (tergantung keperluan). c. Kom berisi air hangat kuku secukupnya. Serumen yang masih lunak. dan menekan dinding liang telinga. seperti riwayat congekan (OMSK). setelah itu dibersihkan dengan alat pengait atau diirigasi (spooling). dapat dikeluarkan dengan mengirigasi liang telinga (spooling). 3. Persiapan Alat : 1. Alat Spooling atau Spuit 20 cc. Cairan NaCl hangat atau air hangat. Cotton bud secukupnya. b. Teknik Irigasi Liang Telinga Dalam melakukan tindakan irigasi liang telinga (spooling) ada beberapa hal yang harus diketahui dan diperhatikan oleh tenaga medis sebelum melakukan tindakan tersebut. Telinga berdengung (tinitus) dan pusing dapat timbulapabila serumen telah menekan membran timpani. 3. 9. Persiapan pasien : 1. Sarung tangan disposable.

Lubrikasi/ pelicin Serumen mencegah terjadinya desikasi/ kekeringan. Metode Pembersihan Serumen . Semprot telinga pasien dengan Cairan NaCl hangat secara perlahan sampai telinga bersih. membrane tympani (gendang telinga) setiap hari menghasilkan epitel mati. lengket. tunggu sampai kotoran hancur atau larut kira-kira 10 – 15 menit. dan beri alas handuk untuk mencegah tetesan air mengenai pasien. e. Serumen diproduksi tubuh dengan tujuan: Pembersihan Dinding dalam telinga. mengandung enzim lysozyme*. Tetesi telinga pasien dengan H2O2 3 % (jika masih ada yang keras). serumen dapat menumpuk dan menyumbat liang telinga. dan menyebabkan penurunan pendengaran. 12-20% asam lemak*. Bila produksi serumen berlebihan. dan panas dalam liang telinga. rasa gatal. Substansi tersebut adalah hasil produksi dari kelenjar minyak dan modifikasi kelenjar keringat dinding telinga.a. sifatnya keras. Serumen adalah substansi lengket berwarna kekuningan sampai coklat. Komposisi ini menentukan wujud serumen itu sendiri. biasanya erat menempel pada dinding liang telinga bahkan menutup liang sehingga menimbulkan gangguan pendengaran. squalene*. Produksi serumen dipengaruhi oleh stres fisik dan stres psikis. Serumen tipe basah lebih dominan dibandingkan tipe kering. sifatnya seperti jeli. yang ada di liang telinga. dan adanya asam lemak. Diperkirakan 60-80% keluhan penurunan pendengaran disebabkan oleh sumbatan serumen (cerumen prop). dan 6-9% kolesterol. c. Serumen ini secara umum dibagi menjadi: Tipe basah: o Serumen putih (White/Flaky Cerumen). o Serumen coklat (light-brown). b. Eksplorasi dengan otoscope. Antibakterial dan antijamur Kemampuan antibacterial dan antijamur serumen karena serumen bersifat asam. Serumen tersebut terdiri dari 60% keratin*. sifatnya mudah larut bila diirigasi. Serumen membantu pengeluaran epitel-epitel tersebut sehingga tidak menumpuk dengan bantuan gerakan rahang mulut. Perintahkan pasien agar bangun dan duduk tegak d. Tipe kering: o Serumen gelap/ hitam. Tempatkan bak bengkok dibawah telinga yang dibersihkan. alkohol.

kapas cotton bud dibasahi dengan baby oil. turpentine dan dichlorobenzene) Cerumenex (Triethanolamine. Peroksida karbamid(6. atau air bersih. Biasanya agen ini akan membuat serumen mencair.C. baby oil. Gangguan ini dapat disebabkan rangsangan yang terus menerus oleh gerakan-gerakan atau getaran-getaran yang terjadi selama perjalanan sehingga keseimbangan . tetapi merupakan gangguan sesaat yang dipicu oleh adanya gangguan koordinasi di otak akibat adanya rangsangan dari luar yang diterima oleh panca indra secara bersamaan dan diteruskan ke dalam otak. atau dibuat lembab. Mabuk perjalanan terjadi jika sistem vestibular (pusat keseimbangan di telinga bagian dalam) terganggu. Penggunaan cotton bud pun harus dilakukan secara hati-hati. mual sampai muntah dan keluar keringat dingin yang terjadi saat dalam kendaraan yang berjalan. dengan alat khusus pengangkat serumen. orang dewasa pun juga berisiko mengalami mabuk perjalanan. supaya kapas cotton bud tidak mudah lengket dengan serumen yang bisa mengakibatkan kapas terlepas dari batangnya. hydrogen peroxide dan glycerine) Docusate sodium Hidrogen Peroksida 3% Agen-agen ini dipakai 2-3 kali sehari selama 3-5 hari. Seruminolisis adalah proses untuk melisiskan (meluruhkan) serumen.P. minyak almond. Tak hanya pada anak-anak. atau bila terlalu keras maka akan lebih melunakkan serumen sehingga lebih mudah diangkat dengan metode pembersihan yang sesuai. MABUK PERJALANAN Definisi : Mabuk perjalanan atau istilah kerennya motion sickness merupakan sekumpulan gejala yang terdiri dari kepala pusing.   Kuretase*. justru merangsang produksi serumen lebih banyak. atau dengan cotton bud Irigasi. Mabuk perjalanan bukan merupakan suatu penyakit. atau sodium bicarbonate B. polypeptides dan oleate-condensate) Exterol (urea. Pemberian agen-agen ini justru lebih baik daripada manipulasi telinga secara pribadi karena malah mungkin mengakibatkan perlukaan dinding liang telinga. 26. (sodium bicarbonate dan glycerine) Cerumol (arachis oil. Sebaiknya sebelum digunakan untuk membersihkan serumen. gliserol. Agen seruminolitik yang tersedia adalah        Minyak zaitun. menggunakan air hangat dan alat khusus Vakum* Pembersihan serumen yang terlalu sering.5%) Larutan sodium bicarbonate. biasanya menggunakan agen seruminolitik yang diteteskan ke liang telinga. minyak mineral.

Sistem suspensi mobil yang tidak nyaman sehingga menimbulkan goncangan pada penumpangnya. 3. Produksi asam yang berlebihan akan mengiritasi lambung. 5. Keluar dan lakukan senam ringan. Kondisi tubuh yang sedang tidak sehat atau daya tahan tubuh yang tengah menurun. pilihlah tempat duduk di depan. biasanya banyak orang bepergian keluar kota baik menggunakan jalur darat. Misalnya ketika berada dalam perjalanan. 6. Pilihlah tempat duduk yang mengalami goncangan terkecil dan tempat yang cukup nyaman selama perjalanan. 2. Perut kosong berarti lambungnya kosong. atau berjalan di sekitar mobil untuk menetralkan efek akumulasi getaran pengganggu. 1. Jangan menghadap membelakangi arah perjalanan. Jika tidak ada buah. cobalah untuk mengepalkan tangan dan lemaskan jemari tangan dan kaki berulang-ulang untuk menggiatkan peredaran darah. Artinya. Jika Anda mulai merasakan gejala mual. Faktor yang Mempengruhi : Ada beberapa faktor yang mempengaruhi sehingga Anda mengalami mabuk selama di perjalanan. Dalam kapal laut. daerah terbawah dan ditengah mengalami guncangan lebih kecil dari pada di lantai atas dan di bagian luar. Jika di dalam mobil. 1. terutama bagi anak-anak. dan ini akan merangsang reflek mual. aroma dan rasa jeruk cukup menolong dan kembali menyegarkan tubuhnya. Kondisi jalanan yang tidak rata. Hindari makanan yang berlemak. Jika rasa mual makin hebat. 4. berikan pijatan pada jemari dan telapak tangan untuk membantu menghilangkan pusing ringan 5. 1. Cara ini amat efektif untuk mencegah mual dan muntah. Hindari makanan yang berbau menyengat. 7. Faktor keturunan. dan makanan yang lama dicerna seperti mie. Atau sedang membaca di dalam kendaraan yang sedang melaju. menepi dan berhentilah sejenak. 2. Terganggunya pusat keseimbangan di telinga bagian dalam ini akan merangsang produksi zat histamin yang akan merangsang otak sehingga menimbulkan reaksi mual dan muntah. 3. Bawalah selalu buah. Selain itu. 2. Perhatikan makanan anda. alkohol. posisi duduk tidak pernah seimbang.tubuh terganggu. Tempat duduk di tengah sekitar sayap pesawat adalah daerah yang paling sedikit guncangannya. Perut dalam kondsi yang kosong saat melakukan perjalanan. Berikut ini tips untuk mencegah terjadinya mabuk kendaraan. Buka kaca mobil untuk mensirkulasikan udara segar ke dalam kabin mobil. sehingga produksi asam berlebihan. sehingga si kecil rentan sekali dengan perubahan-perubahan yang menimpa tubuhnya. maka anaknya juga berisiko mengalami hal yang sama. terutama jeruk. 4. 8. kalau orangtuanya selalu mabuk perjalanan. Pada perjalanan dengan perahu tataplah jauh ke langit dan cakrawala untuk mengurangi rasa . laut dan udara. Jangan membaca saat di perjalanan. sebelum perjalanan jauh.

iatrogenic atau keadaan imunosupresi termasuk AIDS dan diabetes mellitus. Radang nanah yang dekat sekali dengan kulit disebut pustule. yaitu : 1. aksila. kebersihan yang kurang. Menjauhlah dari orang yang mungkin juga akan mabuk kendaraan. alcohol. Karbunkel adalah satu kelompok beberapa folikel rambut yang terinfeksi oleh Staphylococcus aureus. Kadang-kadang nanah yang berada dalam bisul diserap sendiri oleh tubuh tetapi lebih sering mengalir sendiri melalui lubang pada kulit. kemudian menyebar kejaringan sekitarnya. Infeksi dimulai dengan adanya peradangan pada folikel rambut dikulit (folikulitis).2. malnutrisi. Penularannya dapat melalui kontak atau auto inokulasi dari lesi penderita. dimenhidrinat diminum setengah jam sebelum naik kendaraaan. Infeksi oleh Staphylococcus aureus 2. Jadi. sehingga kerusakan dari kulit tersebut dipakai sebagai jalan masuknya Staphylococcus aureus maupun bakteri penyebab lainnya. Etiologi Furunkel Permukaan kulit normal atau sehat dapat dirusak oleh karena iritasi. dan beberapa faktor yang lain. 4. gesekan. Faktor Resiko Furunkel 1. Mengkonsumsi obat anti mabuk. dermatitis. hiperhidrosis. dermatofitosis. 2. Sedangkan bisulnya sendiri berada pada daerah kulit yang lebih dalam. Daya tahan tubuh yang rendah 4. dan badan. sehingga nanah di dalamnya dapat dengna mudah mengalir keluar. tekanan. Furunkulosis dapat menjadi kelainan sistemik karena faktor predisposisi antara lain. Anda bisa membuka jendela mobil untuk mendapatkan udara segar jika memungkinkan. Patofisiologi Furunkel Infeksi dimulai dari peradangan pada folikel rambut pada kulit (folikulitis) yang menyebar pada jaringan sekitarnya. Jika lebih dari satu tempat disebut furunkulosis. bisa jadi anda juga ikut muntah. furunkel dapat disebabkan oleh beberapa faktor. diskrasia darah. 5. Furunkulosis dapat disebabkan oleh berbagai faktor antara lain akibat iritasi. Kebersihan kulit yang kurang terjaga 3. 2. apabila mereka muntah.3. Kurang terjaga kebersihan .4. dan daya tahan tubuh yang kurang. yang disertai oleh peradangan daerah sekitarnya dan juga jaringan dibawahnya termasuk lemak bawah kulit. Kulit diatasnya sangat tipis. Furunkel dapat terbentuk pada lebih dari satu tempat. 3.pusing. 27 FURUNKEL PADA HIDUNG Definisi Furunkel Furunkel adalah peradangan pada folikel rambut dan jaringan subkutan sekitarnya yang sering terjadi pada daerah bokong. Iritasi pada kulit 2.

2. jari-jari tangan. Keringat pun bisa menjadi salah satu pemicu munculnya bisul.8. Furunkel dapat timbul di banyak tempat dan dapat sering kambuh. lengan. infeksi akan mudah terjadi. dimana faktor kebersihannya terabaikan akan lebih mudah bisulan. Pustule dapat melunak dan mengalami nekrosis 4. berarti daya tahan tubuh menurun. Pada dasarnya bisul muncul karena adanya kuman. Supurasi terjadi setelah kira-kira 5-7 hari dan pus dikeluarkan melalui saluran keluar tunggal (single follicular orifices). dan mual. walaupun tinggal di tempat yang bersih tapi kalau jarang dimandikan dan dijaga kebersihkanya. kemudian menjadi pustule dan mengalami nekrosis dan menyembuh setelah pus keluar. dengan sendirinya kuman pun akan bersarang. Tak heran kalau mereka yang tinggal di daerah pemukiman padat. kekebalan tubuhnya kurang dibandingkan orang dewasa. Nyeri pada daerah ruam 2.5. gejala bisul mudah dijumpai. Ukuran nodul tersebut meningkat dalam beberapa hari.6. Namun. Anamnesa Penderita datang dengan keluhan terdapat nodul yang nyeri. Ruam pada derah kulit yang berbentuk kerucut dan memiliki pustule 3. apalagi bila terkena benda kotor misalnya tanah. besar. Gejala yang sering ditemui pada furunkel adalah : 1. Bayi dan anak-anak identik dengan dunia eksplorasi dalam bermain. 3. hangat dan berisi pus. Bila gizi kurang. Orang tua yang tidak menjaga kebersihan tubuh bayi dan lingkungannya dengan baik. Penatalaksanaan Furunkel Tergantung dari keadaan penyakit yang dialaminya. Terutama bisul yang terjadi pada kelenjar keringat. 2. malaise. 1. Tempat terjadinya furunkel biasanya yaitu pada muka. Beberapa pasien mengeluh demam dan malaise. Belum lagi setelah main. Terlebih pada bayi. leher. Setelah seminggu kebanyakan akan pecah sendiri dan sebagian dapat menghilang dengan sendirinya 2.Faktor kebersihan memegang peranan penting. Daerah tropis Secara geografis. Karena itu. Bila lingkungan kurang bersih. otomatis lebih berpeluang terpapar kuman penyebab bisul. Bisa timbul gejala seperti badan demam. 2. pergelangan tangan. Faktor gizi Gizi yang kurang dapat memengaruhi timbulnya infeksi. di daerah pengungsian. Tanda dan Gejala Furunkel Mula-mula nodul kecil yang mengalami peradangan pada folikel rambut. sehingga akan mempermudah timbulnya infeksi. Pemeriksaan Fisik Terdapat nodul berwarna merah. Diagnosa Furunkel 1. anak tidak dicuci tangannya sehingga akan mempermudah terjadinya bisul. Indonesia termasuk daerah tropis. Furunkel yang pecah dan kering kemudian membentuk lubang yang kuning keabuan ireguler pada bagian tengah dan sembuh perlahan. 2. dimana udaranya panas sehingga dengan mudah bayi akan berkeringat. Namun harus diingat. Nyeri terjadi terutama pada furunkel yang akut. dan lokasinya dihidung dan lubang telinga luar. pada bayi. gejala yang timbul dari adanya furunkel bervariasi tergantung dari beratnya penyakit. dan pantat. Pemeliharaan kebersihan daerah yang mengalami furunkel serta daerah sekitarnya . Kebanyakan furunkel tidak membutuhkan pengobatan dan akan sembuh dengan sendirinya 2.

2003. di mana penderita merasakan gejala umum seperti menggigil dengan rasa panas dingin berselingan (meriang). 4. Soepardi. Seikh. 2007). 2007). Steptococcus. 2009). 2007. RHINITIS AKUT DEFINISI : Rinitis akut adalah radang akut mukosa nasi yang ditandai dengan gejala gejala rhinorea.1%. Myxovirus. Bila lesi masih basah/kotor dikompres dengan Solusio Sodium Chloride 0.9% atau Solusio Rivanol 0. jernih kemudian berubah menjadi kental dan lekat (mukoid) berwarna kuning mengandung nanah dan bakteri (makopurulent). lakukan kompres . 2007. rasa kering pada hidung dan tenggorokan. Sobol. Secret mula mulamula encer. GEJALA KLINIS : Gejala terdiri dari 1. 2007. 2003. Mukosa hidung biasanya pucat dan kering. . Pemberian analgetik. dan sebagainya (Adams. iritasi hidung. Rinitis disebabkan oleh infeksi virus (Rhinovirus. Dhingran. Pada stadium permulaan terjadi vasokonstrinsik yang akan diikuti vasodilatasi. kadang suhu subfebril atau tidak terlalu panas.antibiotic oral maupun local ( salep ) Tutuplah luka dengan kain kasa kering 28. virus Coxsakie dan virus ECHO) atau infeksi bakteri terutama Haemophylus Influensa. 2009) Perubahan pada mukosa nasi meliputi stadium permulaan yang diikuti stadium resolusi. kemudian terjadi infiltrasi leukosit dan desguamasi epitel. 2007. 5. Nizar. Stadium Prodromal Kering (stadium awal). faktor predisposisi memegang peranan penting yaitu faktor eksternal atau lingkungan yang terpenting adalah faktor dingin atau perubahan temperatur dari panas ke dingin yang mendadak. dan faktor internal meliputi daya tahan tubuh yang menurun dan daya tahan lokal cavum nasi (Moore. tapi sering juga terjadi suhu yang tinggi apalagi pada anak-anak yang disertai rasa gatal. Jangan memijat furunkel Insisi bila telah supurasi Bila lesi telah bersih. Pengobatan topical. Di samping virulensi. pucat. menimbulkan gejala-gejala umum. diberikan Neocitrin ointment (Basitrasina dan Polimiksina B) atau Framisitin Sulfat kasa steri. panas. Rolla.3. udem dan meningkatnya aktifitas kelenjar seromucious dan goblet sel. bersin-bersin dan disertai gejala umum malaise dan suhu tubuh naik (Adams et al. Toksin yang berbentuk terbentuk terserap dalam darah dan lymphe. Pada stadium resolusi terjadi proliferasi sel epithel yang telah rusak dan mukosa menjadi normal kembali (Adams. nyeri kepela. obstruksi nasi. Pneumococcus. kurang nafsu makan. 6 7.

perbaikan seharusnya dicapai dalam satu minggu. Stadium Kataralis (stadium lanjutan). Pasien diberikan k-diclofenac 50 mg 3 x sehari sebagai analgetik dan antiinflamasi (NSAID) untuk proses peradangannya. Immunisasi melawan virus coryza belum dapat dilakukan tapi ada vaksin untuk melawan influenza. serta gangguan pada ginjal dan otot.2. myxovirus. meningitis. coronovirus. Pada pasein ini terdapat infeksi sekunder bakteri (terefleksi dari sekret mukopurulen) sehingga diberikan antibitiotik cefadroxyl 500 mg 3 x sehari. Efek vasokonsriksi dari olahraga didapatkan karena terjadi releas hormon adrenalin saat olahraga Cara mencegah rhinitis akut atau influensa Sementara tidak ada bukti kuat bahwa profilaksis/ pencegahan dapat diberikan. rinitis akut pada masa prodromal mempunyai gejala yang mirip dengan sindroma alergi yaitu: bersin-bersin. Gejalanya seperti yang terjadi di atas tapi lebih berkomplikasi dengan manifestasi lainnya seperti menginfeksi seluruh saluran nafas. olahraga. dan virus saluran nafas lainnya.2012). Sekret atau ingus kemudian berwarna kuning kehijauan dan penyakit akan lebih lama membaik. Hal ini termasuk meningkatkan daya tahan tubuh seperti dengan mandi sauna. rhinorea dan obstruksi nasi. Mukosa hidung memerah. penciuman membaik dan gejala lokal berkurang. bengkak. Fase mukus ini gejalanya bermula dengan sekret yang mengental. dan untuk dekongestan diberikan pseudoefedrin 60 mg 3 x sehari karena terjadi hipertrofi konka dan keluhan hidung tersumbat. 2012). dan keadaan bisa berangsur-angsur menjadi lebih buruk. hidroterapi. (Settipane. adenovirus. PENATALAKSNAAN : Tidak ada terapi yang spesifik untuk rinitis akut selain istirahat dapat diberikan obat-obat simptomatis seperti analgetik. dan berolahraga teratur. kemungkinan peningkatan imunitas secara umum dapat membantu. . perikarditis. Pada kondisi ideal dengan daya tahan tubuh yang baik. enterovirus. saluran pencernaan sehingga menyebabkan diare. Anjuran pada pasien yaitu istirahat yang cukup untuk menjaga daya tahan tubuh karena faktor reskio dari rinitis akut adalah penurunan daya tahan tubuh. Secara invasif Adenoidektomi mungkin perlu dilakukan pada anak. minum vitamin C. kehilangan penciuman sementara. pada saat ini biasanya dimulai beberapa jam setelah sekret mencair. obat dekongestan. Awal stadium kataralis dapat terjadi pada influensa dan infeksi bersama jenis virus lain seperti parainfluenza. Setelah beberapa hari. higiene yang baik terutama bila kontak dengan anak kecil. Vitamin C diberikan sebagai terapi ajuvan untuk menjaga daya tahan tubuh. Olahraga selain untuk menjaga daya tahan tubuh juga dapat meringankan gejala karena mempunyai efek vasokonstriksi ringan sehingga hipertorpi atau gejala hidung tersumbat dapat dikurangi. Infeksi bakteri sekunder mungkin saja dapat terjadi. obstruksi atau penyumbatan hidung. spa. Antibiotik hanya diberikan jika terdapat infeksi sekunder oleh bakteri (Settipane. rheovirus. dan terdapat sekret atau ingus yang banyak. lakrimalisasi atau airmata terus-menerus meleleh. pseudoefedrin. terjadi fase yang di sebut fase mukus.

30.RHINITIS VASOMOTOR Kompetensi :4 Laporan Penyakit : 1302 ICD X : J. asap rokok. dan obat vasokonstriktor lokal.  Gejala memburuk pada pagi hari saat bangun tidur karena perubahan suhu yang ekstrim. diduga akibat gangguan keseimbangan vasomotor.  Terdapat rinorea yang mukus atau serosa. seperti ergotamin. Pemakaian dekongestan pada penderita tekanan darah tinggi harus diawasi secara ketat. Penyebab Belum diketahui.  Faktor psikis. bergantian kiri dan kanan tergantung posisi pasien. Berdasarkan gejala yang menonjol dibedakan menjadi golongan obstruksi dan rinorea. dengan dekongestan oral (misalnya pseudoefedrin atau fenilpropanolamin) untuk melegakan hidung tersumbat. Pada pemeriksaan rinoskopi anterior menunjukkan gambaran klasik berupa edema mukosa hidung.0 Definisi Gangguan vasomotor hidung adalah terdapatnya gangguan fisiologi lapisan mukosa hidung yang disebabkan peningkatan aktivitas saraf parasimpatis. kadang agak banyak. dan bau yang merangsang. obat antihipertensi. Terapi bervariasi. Keseimbangan vasomotor ini dipengaruhi oleh berbagai hal:  Obat – obatan yang menekan dan menghambat kerja saraf simpatis.hari . seperti: kehamilan. udara dingin.  Jarang disertai bersin.  Faktor endokrin. Penatalaksanaan Dicari faktor yang mempengaruhi keseimbangan vasomotor dan disingkirkan kemungkinan rhinitis alergi.. udara lembab. Gambaran Klinis  Hidung tersumbat. dapat pula pucat. Secara umum terbagi atas:  Menghindari penyebab  Pengobatan simptomatis. biasanya sedikit.  Faktor fisik.selama ……. klorpromazin. tergantung faktor penyebab dan gejala yang menonjol. Permukaan dapat licin atau berbenjol. seperti: rasa cemas dan tegang. pubertas dan hipotiroidisme. Pada rongga hidung terdapat sekret mukoid. sekret yang ditemukan biasanya serosa dan dalam jumlah banyak. Diagnosis Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala. dan sebagainya. bukan suatu reaksi alergi atau inflamasi. kelembaban udara yang tinggi. seperti: iritasi asap rokok. konka berwarna merah gelap atau merah tua. Namun pada golongan rinorea. dan tidak disertai gatal di mata.

rumput. Penatalaksanaan Pengobatan awal untuk rinitis alergika musiman adalah antihistamin. Gambaran Klinis Hidung. bersin-bersin. tergantung kepada daerah dan individu.RHINITIS ALERGIKA Kompetensi Laporan Penyakit ICD X :4 : 1302 : J. Lapisan hidung membengkak dan berwarna merah kebiruan. Terjadi peradangan pada kelopak mata bagian dalam dan pada bagian putih mata (konjungtivitis). Cuaca panas. menyebabkan hidung meler dan hidung tersumbat. Serbuk sari di dalam udara yang menyebabkan rinitis alergika bervariasi. tenggorokan bagian belakang dan mata terasa gatal. rinorhea dan hidung tersumbat yang bersifat reversibel secara spontan maupun dengan pengobatan. Pemberian amoksisilin 3x500mg atau eritromisin 4x500mg selama 3 – 5 hari jika ada infeksi sekunder. Rinitis alergi persisten. bila > 4 hari/minggu atau >4 minggu. Tanaman yang sering menyebabkan rinitis alergika adalah pohon-pohonan. batuk dan mengi (bengek). kering dan berangin lebih banyak mengandung serbuk. yaitu: 1. Pemakaian dekongestan pada pasien tekanan darah tinggi harus diawasi secara ketat. Penyebab Berdasarkan terdapatnya gejala dibagi menjadi dua. bila gejala <4 hari/minggu atau bila <4 minggu 2. bersinbersin dan hidung meler. . faktor lain yang berpengaruh terhadap terjadinya rinitis alergika adalah jumlah serbuk yang terkandung di dalam udara. Biasanya akan diikuti dengan mata berair. bunga dan rumput liar. Diagnosis Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik berupa gambaran klinis diatas. Rinitis alergi intermiten. kehilangan nafsu makan dan mengalami gangguan tidur. lembab dan hujan menyebabkan serbuk terbuang ke tanah. Beberapa pasien mengeluh sakit kepala.30 Definisi Rinitis alergika adalah suatu kelainan hidung yang disebabkan oleh proses inflamasi mukosa hidung yang dimediasi oleh hipersensitivitas atau alergi tipe 1 dengan gejala karakteristik berupa hidung gatal. langit-langit mulut. baik secara tiba-tiba maupun secara berangsur-angsur. Pemberian antihistamin kadang disertai dengan dekongestan (misalnya pseudoefedrin atau fenilpropanolamin) untuk melegakan hidung tersumbat. Selain kepekaan individu dan daerah tempat tumbuhnya tanaman. cuaca dingin.

dapat berupa binatang serangga atau benda lainnya. benda asing akan tampak dalam cavum nasi. Tidak dianjurkan mendorong ke arah nasofaring dengan tujuan agar masuk ke mulut karena dapat masuk ke laring dan saluran napas bawah. demam.. epistaksis dan bersin. tempat adanya benda asing. Benda asing yang lunak dapat dikeluarkan dengan pinset hidung.Selama . Kadang disertai rasa nyeri. hri.. Bila tidak ada alat yang sesuai. sehingga timbul sesak nafas dan kegawatan. .. Kemudian pengait diturunkan sedikit sampai ke belakang obyek.. Bila benda asing bulat dan licin. Penyebab Sumbatan benda asing pada lubang hidung. Sering terjadi pada anak – anak usia 2 – 4 tahun atau pasien dengan keterbelakangan mental. Tampak benda asing dalam cavum nasi. digunakan pengait yang ujungnya tumpul. BENDA ASING (CORPUS ALIENUM) DI HIDUNG Kompetensi Laporan Penyakit ICD X :4 : : T. Diagnosis Pada pemeriksaan tampak edema dengan inflamasi mukosa hidung unilateral dan dapat terjadi ulserasi.17 Definisi Benda asing di hidung adalah terdapatnya sumbatan pada hidung yang diakibatkan oleh benda asing yang masuk ke lubang hidung.Jika keadaan kronis rujuk ke dokter spesialis THT. Bagian pengait yang bengkok dimasukkan ke dalam hidung bagian atas. menyusuri atap cavum nasi sampai menyentuh nasofaring. Gambaran Klinis Hidung tersumbat oleh sekret mukopurulen yang banyak dan berbau busuk di satu sisi rongga hidung. Pemberian antibiotik per oral (Amoksisilin 3x500 mg atau Kotrimoksazole 2x960mg) selama 5 – 7 hari hanya bila ada infeksi hidung dan sinus. kemudian ditarik keluar. Setelah sekret dibersihkan. sebaiknya dirujuk ke spesialis THT.. Penatalaksanaan Benda asing dengan permukaan kasar dapat dikeluarkan menggunakan forsep hidung. misalnya manik – manik..

maka akan menimbulkan rasa nyeri. Bila benda asing tersebut adalah serangga dan melukai dinding liang telinga. kepala harus dipegang hingga tidak dapat bergerak. atau dengan menggunakan pinset telinga. Penyebab Benda asing yang masuk ke liang telinga Gambaran Klinis Rasa tidak enak di telinga. . Penatalaksanaan Benda asing dikeluarkan dengan cara dijepit dengan pinset dan ditarik keluar.BENDA ASING (CORPUS ALIENUM) DI TELINGA Kompetensi Laporan Penyakit ICD X :4 : : T. alkohol atau rivanol selama 10 menit ke dalam liang telinga sebelum dikeluarkan.16 Definisi Benda asing di telinga adalah terdapatnya sumbatan pada telinga yang diakibatkan oleh benda asing yang masuk ke liang telinga. Binatang di liang telinga dimatikan dulu dengan meneteskan phenol glyserol. tersumbat dan pendengaran terganggu. Kemudian diirigasi dengan NaCl atau air bersih untuk mengeluarkannya. Diagnosis Pada inspeksi telinga dengan atau tanpa corong telinga akan tampak benda asing tersebut. Pada pasien anak.

trauma pembedahan atau iritasi gas yang merangsang. dapat menyebabkan epistaksis ringan disertai ingus berbau busuk. f. terjatuh. sinus paranasal dan nasofaring. Kelainan kongenital. .EPISTAKSIS Kompetensi Laporan Penyakit ICD X :4 : : Definisi Epistaksis adalah perdarahan dari hidung yang dapat terjadi akibat sebab lokal atau sebab umum (kelainan sistemik). benda asing di hidung. Infeksi hidung dan sinus paranasal. Penyebab Sistemik a. e. Benda asing dan rhinolit. hemofilia dan leukemia. menarche dan menopause. misalnya mengorek hidung. Gangguan endokrin. yaitu: 1. melainkan gejala suatu kelainan. Epistaksis bukan suatu penyakit. merupakan epistaksis ringan yang berulang pada anak dan remaja. d. baik jinak maupun ganas pada hidung. seperti pada kehamilan. sinusitis. terpukul. c. c. Idiopatik. Kelainan darah. seperti rhinitis. serta granuloma spesifik seperti lepra dan sifilis. 2. seperti trombositopenia. Penyebab Penyebab epistaksis dibagi menjadi dua. Pengaruh lingkungan. seperti pada penyakit Osler. Penyakit kardiovaskular. d. Tumor. b. Gambaran Klinis Terdapat dua sumber perdarahan yaitu bagian anterior dan posterior. b. Penyebab Lokal a. Trauma. misalnya perubahan tekanan mendadak atau udara yang sangat dingin. seperti hipertensi dan kelainan pembuluh darah.

k 3x1).            Perhatikan keadaan umum pasien. di bagian anterior atau posterior. pasang tampon anterior. . Beri antibiotika oral dan obat simptomatis lain yang diperlukan ( asam tranexamat. Sampai dengan 90% kasus epistaksis dapat berhenti spontan. Bersihkan lubang hidung dari darah atau bekuan darah Lakukan tindakan vasokonstriksi dan analgesi lokal dengan memasukkan kassa yang telah di basahi dengan lidokain 2% dan adrenalin ke dalam lubang hidung selama 5 – 10 menit.vit. kemungkinan sumber perdarahan di bagian posterior. Jika sumber perdarahan tidak diketahui dan perdarahan tidak berhenti. atau dari arteri ethmoidalis anterior.1. Perdarahan biasanya hebat dan jarang berhenti spontan. perdarahan dapat dihentikan dengan menekan kedua cuping hidung selama beberapa menit. bila pasien duduk. perdarahan berasal dari plexus Kiesselbach (paling sering ditemukan pada anak – anak). arteriosklerosis atau penyakit kardiovaskular. Penatalaksanaan Prinsip utama penanggulangan epistaksis adalah menghentikan perdarahan. segera pasang infus dan pemberian obat – obatan yng diperlukan untuk memperbaiki keadaan umum. pastikan pasien tidak dalam keadaan syok. darah akan keluar dari lubang hidung. Tentukan sumber perdarahan. Biasanya perdarahan tidak hebat.5 cm yang telah dibubuhi salep antibiotika dan diletakkan berlapis – lapis mulai dari dasar hidung sampai puncak hidung. yaitu kassa yang menyerupai pita dengan lebar 0. Tampon diangkat setelah 2 – 3 hari. Jika pasien dalam keadaan syok. 2. Tampon yang dipasang harus menekan sumber perdarahan. Epistaksis anterior. perdarahan berasal dari arteri sphenopalatina dan arteri ethmoidalis posterior. Diagnosis Diagnosis ditegakkan dengan anamnesis yang cermat dan dengan memperhatikan gambaran klinis penyakit. Sering terjadi pada usia lanjut yang menderita hipertensi. Segera rujuk pasien ke spesialis THT setelah dilakukan penstabilan keadaan umum pasien. Epistaksis posterior. Pada anak yang sering mengalami epistaksis ringan. mencegah komplikasi dan rekurensi serta mencari etiologi. Jika perdarahan tidak berhenti dan sumber perdarahan terletak di bagian anterior. Sering berhenti spontan dan mudah diatasi.

Coronavirus. Biasanya penyakit ini sembuh sendiri dalam 3 – 5 hari. .INFLUENZA (COMMON COLD) Kompetensi Laporan Penyakit ICD X :4 : 1302 : J. bersin.00 Definisi Influenza tergolong infeksi saluran napas akut (ISPA) yang biasanya terjadi dalam bentuk epidemi. Parainfluenza. Disebut common cold atau selesma bila gejala di hidung lebih menonjol. disertai gejala lokal berupa rasa menggelitik sampai nyeri tenggorokan. nyeri sendi. sementara “influenza” dimaksudkan untuk kelainan yang disertai faringitis dengan tanda demam dan lesu yang lebih nyata. antara lain Rhinovirus. sakit kepala. hidung tersumbat. Adenovirus. dan ingus encer. virus Influenza A dan B. Gambaran Klinis  Gejala sistemik khas berupa gejala infeksi virus akut yaitu demam. nyeri otot. Penyebab Banyak macam virus penyebabnya. kadang batuk kering. dan nafsu makan hilang.

   Tenggorokan tampak hiperemia. Penatalaksanaan  Anjuran istirahat dan banyak minum sangat penting pada influenza ini. dosis parasetamol adalah : 10 mg/kgBB/kali.37 Definisi Pertusis (Batuk Rejan) adalah penyakit akut pada saluran pernapasan. 3 – 4 kali sehari  Antibiotik Amoxicillin 3x500 mg atau Erithromycin 4x500mg selama 3 – 5 hari hanya diberikan bila terjadi infeksi sekunder. Didapatkan pada anakanak yang berumur kurang dari 5 tahun. Penyebab Pertusis disebabkan oleh kuman gram negatif Bordetella pertusis.  Untuk anak. Diagnosis Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. dosis Erithromycin adalah 30 -50 mg/kgBB/hari.  Parasetamol 500 mg 3 x sehari atau asetosal 300 – 500 mg 3 x sehari baik untuk menghilangkan nyeri dan demam. terutama pada anak umur 2 – 3 tahun. Gambaran Klinis . Dalam rongga hidung tampak konka yang sembab dan hipermia.  Pengobatan simtomatis diperlukan untuk menghilangkan gejala yang terasa berat atau mengganggu. seromukus atau mukopurulen bila ada infeksi sekunder.  Untuk anak dosis Amoxicillin adalah 25 – 50 mg/kgBB/ hari. PERTUSIS Kompetensi Laporan Penyakit ICD X : 4 dan 3 B : 0304 : A. Sekret dapat bersifat serus.

 Untuk batuk dapat diberikan kodein 0. Gejalanya. Serangan batuknya panjang biasanya diakhiri dengan bunyi melengking yang khas (whooping caugh) dan disertai muntah. yaitu 1) Stadium Kataralis Ditandai timbulnya batuk ringan. Stadium ini berlangsung 1 – 2 minggu.  Pertusis dapat dicegah dengan imunisasi DPT. Kuku dan bibir penderita menjadi kebiruan karena darah kekurangan oksigen. Itulah sebabnya penyakit tersebut dinamakan batuk seratus hari.Gejala penyakit ini timbul 1 – 2 minggu setelah berhubungan dengan penderitanya dan didahului masa inkubasi selama 7 – 14 hari. disertai demam dan pilek ringan. Faringitis akut biasanya merupakan bagian dari infeksi akut orofaring yaitu tonsilo faringitis akut. lima bulan. seperti eritromisin 30 – 50 mg/kgBB 4 x sehari. atau bagian dari influenza (rinofaringitis). penderita tampak sehat. 3) Stadium Konvalesensi Terjadi selama dua minggu. terutama pada malam hari. Sering terjadi perdarahan subkonjungtiva dan / atau epistaksis. pertusis meliputi beberapa stadium.empat. Imunisasi ini diberikan tiga kali berturut-turut pada bayi usia tiga. yaitu Difteri-Pertusis-Tetanus. Diagnosis  Meningkatnya serum Ig A spesifik Bordatella pertusis  Terdeteksi Bordatella pertusis dari spesimen nasofaring  Kultur swab nasofaring ditemukan Bordatella pertusis Penatalaksanaan  Pengobatan pertusis ditujukan pada kuman penyebabnya dengan pemberian antibiotika yang sesuai. penderita mereda batuknya dan berangsur-angsur mulai bertambah nafsu makannya. Dalam perjalanannya.5 mg/umur ( tahun )/kali. Di luar serangan. Biasanya. dan pembuluh darah di muka-leher melebar.02 Definisi Faringitis adalah inflamasi atau infeksi dari membran mukosa faring. Pada stadium kataral tak dapat dibedakan dengan ISPA yang disebabkan oleh virus. Gejalanya. batuk lebih sering. 2) Stadium Spasmodik Berlangsung 2 – 4 minggu. FARINGITIS Kompetensi Laporan Penyakit ICD X :4 : 1302 : J. . penderita berkeringat. penyakit ini berlangsung selama 6 minggu atau lebih.

jarang kecuali pada penderita imunokompromis (yaitu mereka dengan HIV dan AIDS). tetapi biasanya faringitis sembuh sendiri dalam 3 – 5 hari. Neisseria gonorrhoea.  Iritasi makanan yang merangsang sering merupakan faktor pencetus atau yang memperberat.  Untuk anak tidak ada anjuran obat khusus. . Epstein – Barr virus. Gambaran Klinis Perjalanan penyakit bergantung pada adanya infeksi sekunder dan virulensi kumannya serta daya tahan tubuh penderita. Chlamydia. Faringitis yang disebabkan bakteri :  Demam atau menggigil  Nyeri menelan  Faring posterior merah dan bengkak  Terdapat folikel bereksudat dan purulen di dinding faring  Mungkin batuk  Pembesaran kelenjar getah bening leher bagian anterior  Tidak mau makan / menelan  Onset mendadak dari nyeri tenggorokan  Malaise  Anoreksia 2. Corynebacterium diphtheriae. parainfluenza. 1. coxsackievirus.  Jamur (yaitu Candida). herpes virus)  Bakteria (yaitu. Faringitis yang disebabkan virus :  Onset radang tenggorokannya lambat.  Virus (yaitu rhinovirus. adenovirus. progresif  Demam  Nyeri menelan  Faring posterior merah dan bengkak  Malaise ringan  Batuk  Kongesti nasal Diagnosis Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Hemophilus influenzae. grup A ß-hemolytic Streptococcus [paling sering]). Penatalaksanaan  Perawatan dan pengobatan tidak berbeda dengan influenza.Penyebab Faringitis bisa disebabkan oleh virus maupun bakteri.

Pengertian Gastroenteritis adalah buang air besar (defekasi) dengan tinja berbentuk cairan atau setengah cairan. dengan demikian kandungan air pada tinja lebih banyak dari keadaan normal yakni 100-200 ml sekali defekasi (Hendarwanto.6 tahun : 120 .300 mg/kali (1/2 tablet)  Antibiotik hanya diberikan pada pasien dengan minimal 3 dari 4 gejala (kriteria McIssac/kriteria Centor): 1) demam menggigil >38.3 tahun : 60 . 3) pembesaran kelenjar getah bening anterior 4) pengobatan simtomatik tidak sembuh dalam 3 hari 1. 2. 1 – 2 tablet per oral 4 x sehari jika diperlukan. Dewasa  Amoksisilin 500 mg 3 x sehari selama 5 hari  Eritromisin 500 mg 3 x sehari selama 5 hari 2. .120 mg/kali (1/4 tablet)  3 . 2) eksudat dan purulen di dinding faring.12 tahun : 170 . atau Ibuprofen.170 mg/kali (1/3 tablet)  6 .50mg/kgBB perhari selama 5 hari  Eritromisin 20 – 40 mg/kgBB perhari selama 5 hari GASTROENTERITIS GASTROENTERITIS A. Anak  Amoksisilin 30 . Anak Parasetamol diberikan 3 kali sehari jika demam  di bawah 1 tahun : 60 mg/kali (1/8 tablet)  1 . Untuk demam dan nyeri: 1. 2003). 200 mg 1 – 2 tablet 4 x sehari jika diperlukan.5oC. Dewasa Parasetamol 250 atau 500 mg.

dapat berwarna hijau atau dapat bercampur lendir dan darah (Ngastiyah. hominis) dan jamur (C. Campylobacter. infeksi parasit (E. Faktor Malabsorbsi Malabsorbsi karbohidrat: disakarida (intoleransi laktosa. Salmonella. beracun dan alergi terhadap jenis makanan tertentu.Menurut WHO (1980) gastroenteritis adalah buang air besar encer atau cair lebih dari tiga kali sehari. Gastroenteritis ialah keadaan frekuensi buang air besar lebih dari 4 kali pada bayi dan lebih dari 3 kali pada anak dengan konsistensi feses encer. Gastroentritis ( GE ) adalah peradangan yang terjadi pada lambung dan usus yang memberikan gejala diare dengan atau tanpa disertai muntah (Sowden. maltosa dan sukrosa). 1997). Astrovirus. Faktor Makanan: Gastroenteritis dapat terjadi karena mengkonsumsi makanan basi. 2. Intoleransi laktosa merupakan penyebab gastroenteritis yang terpenting pada bayi dan anak. Etiologi 1. monosakarida (intoleransi glukosa. albicans) b) Infeksi parenteral. Aeromonas. ensefalitis dan sebagainya. coli. merupakan infeksi di luar sistem pencernaan yang dapat menimbulkan gastroenteritis seperti: otitis media akut. Yersinia.et all. infeksi saluran pencernaan yang merupakan penyebab utama gastroenteritis. .1996) B. dsb). meliputi infeksi bakteri (Vibrio. dll). bronkopneumonia. E. a) Faktor infeksi Infeksi enteral. Di samping itu dapat pula terjadi malabsorbsi lemak dan protein. Adenovirus. Rotavirus. 3. fruktosa dan galaktosa). tonsilitis. Shigella. T. infeksi virus (Enterovirus. hystolytica.lamblia. G.

atau melekat pada dinding usus pada Gastroenteritis akut. Patofisiologi Mekanisme dasar yang menyebabkan timbulnya gastroenteritis ialah: Penyebab gastroenteritis akut adalah masuknya virus (Rotravirus. parasit (Biardia Lambia. Escherihia Coli. Gangguan multilitas usus yang mengakibatkan hiperperistaltik dan hipoperistaltik. Faktor Psikologis Gastroenteritis dapat terjadi karena faktor psikologis (rasa takut dan cemas) C. Akibat dari diare itu sendiri adalah kehilangan air dan elektrolit (Dehidrasi) yang mengakibatkan gangguan asam basa (Asidosis Metabolik dan Hipokalemia). Selain itu menimbulkan gangguan sekresi akibat toksin di dinding usus. Beberapa kasus ditemui penyebaran patogen dikarenakan makanan dan minuman yang terkontaminasi. Adenovirus enteris. sehingga sekresi air dan elektrolit meningkat kemudian terjadi diare. Cryptosporidium). gangguan gizi (intake kurang. Penularan Gastroenteritis bias melalui fekal-oral dari satu penderita ke yang lainnya. Beberapa mikroorganisme patogen ini menyebabkan infeksi pada sel-sel. memproduksi enterotoksin atau Cytotoksin dimana merusak sel-sel.4. hipoglikemia dan gangguan sirkulasi darah . output berlebih). Yersinia dan lainnya).isi rongga usus berlebihan sehingga timbul diare ). Bakteri atau toksin (Compylobacter. Salmonella. Virus Norwalk). Mekanisme dasar penyebab timbulnya diare adalah gangguan osmotic (makanan yang tidak dapat diserap akan menyebabkan tekanan osmotic dalam rongga usus meningkat sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit kedalam rongga usus.

Berak kadang bercampur dengan darah. Komplikasi  Dehidrasi  Renjatan hipovolemik  Kejang  Bakterimia . Tinja dengan konsistensi encer bercampur dengan lemak Penderita merasakan sekit perut. Konsistensi tinja tampak berlendir. Tinja yang berbuih. Manifestasi klinis Manifestasi klinis klien dengan gangguang gastroenteritis :  Diare yang berlangsung lama (berhari-hari atau berminggu-minggu) baik secara menetap atau        berulang à panderita akan mengalami penurunan berat badan.patofisiologi D. E. Rasa kembung. Kadang-kadang demam.

fosfatase alkali dan masa protrombin pada klien dengan malabsorbsi. vitamin. Mal nutrisi  Hipoglikemia  Intoleransi sekunder akibat kerusakan mukosa usus. Di jumpai pula hipokalsemia dan avitaminosis D.  Diatetik : pemberian makanan dan minuman khusus pada penderita dengan tujuan penyembuhan dan menjaga kesehatan adapun hal yang perlu diperhatikan : a) Memberikan asi. Laboratoris (pemeriksaan darah) Peningkatan LED (pada penyakit Chron dan kolitis). Radiologis . Anemia terjadi pada penyakit malabsorbsi. spasme pada sindroma kolon iritable. . b) Memberikan bahan makanan yang mengandung kalori. peningkatan serum albumin. 2.Barrium Foloow through à penyakit chron. 3. . protein. G. Kolonoskopi Pemeriksaan ini di anjurkan pada pasien yang menderita peradangan kolon.Barrium enema skip lession. F. c) Obat-obatan. mineral dan makanan yang bersih. Penatalaksanaan Medis  Pemberian cairan. Pemeriksaan diagnostic Pemeriksaan diagnostic pada klien dengan gastroenteritis : 1. Penuruna jumlah serum albumin pada klien penyakit chron.

pada klien Diare dengan memperhatikan derajat dehidrasinya dan keadaan umum. tidak mempunyai efek buruk terhadap sistem saraf - pusat. tidak menyebabkan konstipasi. Hal tersebut diatas adalah untuk pengobatan dirumah sebelum dibawa kerumah sakit untuk mencegah dehidrasi lebih lanjut.  Cairan parenteral .cairan diberikan peroral berupa cairan yang berisikan NaCl dan Na.yang diperhitungkan kehilangan cairan sesuai dengan umur dan berat badannya. bakteri. Shigella dysenteriae. mempunyai indeks terapeutik yang tinggi. Streptococcus.Hco. Mengenai seberapa banyak cairan yang harus diberikan tergantung dari berat badan atau ringannya dehidrasi. tidak menyebabkan ketergantungan. Nifuroxazide - bekerja lokal pada saluran pencernaan. serta rotavirus. Nifuroxazide adalah senyawa nitrofuran memiliki efek bakterisidal terhadap Escherichia coli. dan yang tak kalah penting.atau sedang kadar natrium 50-60 Meq/I dapat dibuat sendiri (mengandung larutan garam dan gula ) atau air tajin yang diberi gula dengan garam. Keterangan: Pemberian cairan. secara in vitro telah terbukti dapat melindungi barrier mukosa usus dan menyerap toksin.  cairan per oral. Pada klien dengan dehidrasi ringan dan sedang. Loperamide merupakan golongan opioid yang bekerja dengan cara emeperlambat motilitas - saluran cerna dengan mempengaruhi otot sirkuler dan longitudinal usus. suatu aluminosilikat nonsistemik berstruktur filitik.- Racecordil adalah Anti diare yang ideal harus bekerja cepat. Dioctahedral smectite (DS).Kal dan Glukosa. GERD ( Gastroesofagus Refluk Disease ) .untuk Diare akut diatas umur 6 bulan dengan dehidrasi ringan. Staphylococcus dan Pseudomonas aeruginosa.

faring. dengan berbagai gejala yang timbul akibat keterlibatan esophagus. maka asam lambung pun dapat mengalir balik ke atas. Patofisiologi Apabila katup gastoesofageal tak berfungsi dengan baik. Hal ini yang menjadi penyebab terjadi GERD. Pemisah Anti Refluks Factor-faktor yang dapat menurunkan tonus LES yaitu : . yaitu pintu ini tak tertutup rapat atau longgar.Definisi Penyakit refluks gastoesofageal (gastroesofageal reflux desease/ GERD) adalah suatu keadaan patologis sebagai akibat refluks kandungan lambung kedalam esophagus. yaitu :    Refluks spontan yang terjadi pada saat relaksasi LES yang tidak adekuat Aliran retrogard yang mendahului kembalinya tonus LES setelah menelan Meningkatnya tekanan abdomen Dengan demikian dapat diterangkan bahwa pathogenesis terjadinya GERD menyangkut keseimbangan antara factor defensif dari esophagus dan factor ekstensif dari bahan reflukstat. menuju kerongkongan. Pada orang normal. Esophagus dan gaster dipisahkan oleh suatu zona tekanan tinggi (high pressure zone) yang dihasilkan oleh kontraksi LES. pemisah ini akan dipertahankan kecuali pada saat terjadinya aliran antergrad yang terjadi pada saat proses menelan atau aliran retrograde pada saat terjadinya sendawa atau muntah. Aliran balik dari gasterke esophagus melalui LES hanya terjadi jika tonus LES tidak ada atau sangat rendah (<3mmhg) Refluks esophagus pada GERD dapat terjadi melalui 3 mekanisme. laring dan saluran nafas. Yang termasuk factor defensif esophagus adalah : 1.

    Adanya hiatus hernia.peristaltic. 3. Hormone juga menyebabkan kerja otot yang mendorong makanan keesofagus lebih . garam empedu. Gejala Gejala klinik yang khas dari GERD adalah timbulnya rasa nyeri / rasa tidak enak diulu hati atau epigastrium . GERD dapat juga menimbulkan manisfestasi gejala diluar esophagus yang atipik serta bervariasi mulai dari nyeri dada non cardiac (Non cardiac Chest pain /NCCP). yaitu relaksasi LES spontan dan berlangsung kurang lebih 5 detik tanpa didahului oleh proses menelan. Panjang LES (makin pendek LES maka tonusnya makin rendah). beberapa penyakit paru dapat menjadi factor predisposisi terjadi GERD yaitu yang dapat menimbulkan perubahan anatomis didaerah gastroesofageal high pressures zone akibat penggunaan obat-obat yang menurunkan tonus LES (teofilin) Gejala GERD Pada Wanita Hamil Gejala GERD berupa nyeri ulu hati bias juga terjadi pada wanita hamil Nyeri ulu hati yang terjadi akibat meningkatnya hormone yang mengakibatkan system pencernaan bekerja lebih lambat. oksigen. beta adrenergic. suara serak. enzim pancreas. Obat-obatan seperti antikolinergik. ketahanan epiteleal esophagus terdiri dari :     Membrane sel Batas intra selular yang membatasi difusi H+ kejaringan esophagus Aliran darah esophagus yang mensuplai nutrient . Factor hormonal (peningkatan progesterone menurunkan tonus LES) Namun banyak pasien GERD yang mempunyai tonus LES tonus normal. pada kasus ini refluks terjadi akibat adanya transient LES relaxation (TLESR). teofilin. 2. Bersihan asam dari lumen esophagus Faktor-faktor yang berperan pada bersihan asam dari esophagus adalah gravitasi. Ketahanan Epitelial Esofagus Mekanisme ketahanan berbeda dengan lambung dan usus karena esophagus tidak memiliki lapisan mucus untuk melindungi mukosa esophagus. batuk karena aspirasi sampai terjadinya brokiektasis atau asma Sementara itu. eksresi air liur dan bikarbonat. Derajat kerusakan yang ditimbulkan oleh refluksatat akan meningkat apabila pH meningkat. opioid . Factor ofensif dari bahan reflukstat adalah potensi daya rusak yang disebabkan bahan-bahan yanr terkandung dalam reflukstat seperti asam klorida. dan bikabonat serta mengeluarkan ion H+ dan CO2 Sel-sel esophagus mempunyai kemampuan untuk mentranspor ion H+ dan Clintraselular dengan Na+ dan bikarbonat ekstraselular. pepsin. laryngitis.

Sebagai tambahan. perlu juga dilakukan pemeriksaan penunjang untuk menegakan diagnose pasti dari terjadinya GERD. Pengobatan nyeri uluhati pada wanita hamil juga hampir sama dengan penderita GERD pada umumnya. seperti omeprazole (for example. Karena pada wanita hamil obat ini dapat mengakibatkan retensi cairan.Proton pump inhibitors.lambat. Penutupan saluran nafas sementara ini mengakibatkan nafas yang pendek-pendek Diagnosa nya… Selain anamnesis dan pemeriksaan fisik yang dilakukan. Begitupun penyakit asma dan beberapa obat nya juga dapat memperburuk gejala yang dialami. Penggunaan Acid reducers. jalan nafas atau bahkan paru-paru. Ada beberapa kemungkinan GERD dapat menjadi penyebab serangan asma :   Asam lambung yang mengalir balik ke esophagus juga mengiritasi kerongkongan. Tetapi gejala akan membaik setelah partus. penggunaan antacid yang mengandung kalsium karbonat lebih dianjurkan. lebih baik dikonsultasikan dulu dengan dokter. Yang banyak dijumpai pada pasien GERD dengan riwayat asma adalah bahwa GERD dapat memperburuk serangan asma. pertumbuhan uterus menyebabkan lambung terdorong keatas dan memaksa asam lambung naik kearah esophagus. jangan menggunkan antacid yang mengandung sodium bikarbonat. GERD dan Asma Banyak penelitian yang membahas hubungan antara GERD dan asma tetapi sampai saat ini masih belum ada kesimpulan yang jelas apakah GERD yang dapat menjadi penyebab terjadinya asma ataukah asma yang menjadi penyebab GERD. for example). Cara yang dapat dilakukan diantaranya ialah:     Jangan berbaring setelah makan Hindari makanan yang memicu sekresi asam Bila ingin menggunakan antacid untuk mengobati nyeri. seperti cimetidine (contohnya: Tagamet) atau ranitidine (contohnya Zantac). Prilosec) atau lansoprazole (Prevacid. Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan antara lain :      Endoskopi saluran cerna bagian atas Esofagografi dengan Barium Pemantauan PH 24 jam Tes Bernstein Tes Penghambat Pompa Proton (PPI Test) Acid Suppresion Test . Modifikasi gaya hidup dan pencegahan penggunaan obat yang dapat menjadi pemicu merupakan hal yang sangat dianjurkan. Sehingga menyebabkan sulit untuk inhalasi (bernafas) dan juga menyebabkan batuk yang terus-menerus. Asam lambung yang sampai ke esophagus menyebabkan saraf reflex disekitarnya terangsang menyebabkan tertutupnya jalan nafas untuk mencegah asam lambung masuk kedalaam saluran nafas tersebut.

opiate. ranitidine.dll) 2.cokelat. serta kopi) Hindari juga obat-obat yang dapat menurunkan tonus LES (kolinergik. terapi bedah hingga terapi endoskopi yang akhir-akhir ini mulai dilakukan. famotidin. hal yang dapat dilakukan seperti :        Meninggikan posisi kepala pada saat tidur Menghindari makan sebelum tidur dengan maksud untuk meningkatkan bersihan asam dan mencegah refluks asam keeesofagus selama tidur Berhenti merokok dan minum alcohol karena keduanya dapat menurunkan tonus LES Mengurangi konsumsi lemak dan mengurangi konsumsi makanan karena keduanya menyebabkan terjadinya distensi lambung Menurunkan berat badan pasien yang obes dan hindari pakaian yang ketat agar mengurangi tekanan intraabdomen Hindari makanan yang dapat merangsang pengeluaran asam lambung berlebih (peppermint. Dasarnya adalah untuk mengurangi frekuensi refluks serta mencegah kekambuhan. Terapi medika mentosa Sampai pada saat ini dasar yang digunakan untuk terapi ini adalah supresi pengeluaran asam lambung.Penatalaksanaan Penatalaksaan yang dapat dilakukan untuk pasien GERD meliputi : perbaikan gaya hidup. Perbaikan gaya hidup. Bila terjadi rangsangan asam lambung yang kronik dapat terjadi perubahan mukosa esophagus dari squamous menjadi kolumnar yang metaplastik sebagai esophagus barret’s (premaligna) dan dapat menjadi karsinoma barret’s esophagus .domperidon. minuman bersoda. Terapi terhadap Komplikasi Komplikasi yang sering terjadi adalah perdarahan dan striktur. 1.teofilin. terapi medika mentosa. Ada dua pendekatan yang biasa dilakukan pada terapi medika mentosa  Step up Awal pengobatan pasien diberikan obat-obat yang kurang kuat menekan sekresi asam seperti antacid.cisaprid) bila gagal berikan obat-obat supresi asam yang lebih kuat dengan masa terapi lebih lama (PPI)  Step down Pada terapi ini pasien langsung diberikan PPI dan setelah berhasil lanjutkan dengan supresi asam yang lebih lemah untuk pemeliharaan 3. nizatidin) atau golongan prokinetik (metoklorpamid. antagonis reseptor H2 ( simetidin.diazepam.

Typhoid adalah suatu penyakit pada usus yang menimbulkan gejala-gejala sistemik yang disebabkan oleh salmonella typhosa. dan melalui Feses.1994) Typhoid adalah penyakit infeksi akut usus halus yang disebabkan oleh kuman salmonella thypi dan salmonella para thypi A.plikasi gastric luminal atau dengan implantasi endoskopi) walapun cara ini masih dalam penelitian. yang dikenal dengan 5 F yaitu Food (makanan). Striktur esophagus Bila pasien mengeluh disfagia dan diameter strikturnya kurang dari 13 mm maka dapat dilakukan dilatasi busi. 1996). penularan terjadi secara pecal. 1999).M. oral melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi (Mansoer Orief. B dan C. Carier adalah orang yang sembuh dari demam typhoid dan masih terus mengekresi salmonella typhi dalam tinja dan air kemih selama lebih dari 1 tahun.C. Organisme ini masuk melalui makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi oleh faeses dan urine dari orang yang terinfeksi kuman salmonella. Selain terapi bedah dapat juga dilakukan terapi endoskopi (baik menggunakan energy radiofrekuensi. PATOFISIOLOGI Penularan salmonella thypi dapat ditularkan melalui berbagai cara. Fly (lalat).B. Salmonella para typhi A. (Syaifullah Noer.C. Kuman tersebut dapat ditularkan melalui perantara lalat. ada dua sumber penularan salmonella typhi yaitu pasien dengan demam typhoid dan pasien dengan carier. (Bruner and Sudart. dimana lalat akan hinggap . Fomitus (muntah). sinonim dari penyakit ini adalah Typhoid dan paratyphoid abdominalis. Demam Tifoid PENGERTIAN Typhoid adalah penyakit infeksi sistemik akut yang disebabkan infeksi salmonella Thypi. salmonella type A. bila gagal juga lakukanlah operasi  Barret’s esophagus Bila pasien telah mengalami hal ini maka terapi yang dilakukan adalah terapi bedah (fundoskopi). Feses dan muntah pada penderita typhoid dapat menularkan kuman salmonella thypi kepada orang lain. Fingers (jari tangan / kuku). ETIOLOGI Etiologi typhoid adalah salmonella typhi.B.

sebagian kuman akan dimusnahkan oleh asam lambung dan sebagian lagi masuk ke usus halus bagian distal dan mencapai jaringan limpoid.dimakanan yang akan dimakan oleh orang yang sehat. kuman selanjutnya masuk limpa. 2. Kemudian kuman masuk ke dalam lambung. Di dalam jaringan limpoid ini kuman berkembang biak. epitaksis. Apabila orang tersebut kurang memperhatikan kebersihan dirinya seperti mencuci tangan dan makanan yang tercemar kuman salmonella thypi masuk ke tubuh orang yang sehat melalui mulut. lidah yang khas (putih. yang dibuat karena rangsangan antigen O (berasal dari tubuh kuman). obstipasi / diare. anorexia dan mual. hepatomegali. yang dibuat karena rangsangan antigen H (berasal dari flagel kuman). yang dibuat karena rangsangan antigen Vi (berasal dari simpai kuman). makin tinggi titernya makin besar klien menderita typhoid. Akibat infeksi oleh salmonella thypi. nyeri otot. terutama sore hari dan malam hari. meteorismus. o Aglutinin H. lalu masuk ke aliran darah dan mencapai sel-sel retikuloendotelial. perasaan tidak enak di perut. Antigen yang digunakan pada uji widal adalah suspensi salmonella yang sudah dimatikan dan diolah di laboratorium. o Aglutinin Vi. Pemeriksaan SGOT DAN SGPT SGOT dan SGPT pada demam typhoid seringkali meningkat tetapi dapat kembali normal setelah sembuhnya . PEMERIKSAAN PENUNJANG Pemeriksaan Laboratorium : 1. TANDA DAN GEJALA Masa tunas typhoid 10 – 14 hari 1. batuk. usus halus dan kandung empedu. o Dari ketiga aglutinin tersebut hanya aglutinin O dan H yang ditentukan titernya untuk diagnosa. pinggirnya hiperemi). klien membuat antibodi atau aglutinin yaitu : o Aglutinin O. penurunan kesadaran. nyeri kepala. kotor. bradikardi. Tujuan dari uji widal ini adalah untuk menentukan adanya aglutinin dalam serum klien yang disangka menderita typhoid. Dengan keluhan dan gejala demam. Aglutinin yang spesifik terhadap salmonella thypi terdapat dalam serum klien dengan typhoid juga terdapat pada orang yang pernah divaksinasikan. Minggu II Pada minggu II gejala sudah jelas dapat berupa demam. Sel-sel retikuloendotelial ini kemudian melepaskan kuman ke dalam sirkulasi darah dan menimbulkan bakterimia. Minggu I Pada umumnya demam berangsur naik. 2. Uji Widal Uji widal adalah suatu reaksi aglutinasi antara antigen dan antibodi (aglutinin).

3. o Mobilisasi bertahap bila tidak ada panas. Cacing betina memiliki tubulus dan duktus sepanjang kurang lebih 12 cm dan kapasitas sampai 27 juta telur. Askariasis adalah penyakit kedua terbesar yang disebabkan oleh makhluk parasit. 2. pada sepertiga depan terdapat bagian yang disebut cincin atau gelang kopulasi. Pada cacing betina. Pada cacing jantan ditemukan spikula atau bagian seperti untaian rambut di ujung ekornya (posterior). Perawatan o Pasien diistirahatkan 7 hari sampai demam turun atau 14 hari untuk mencegah komplikasi perdarahan usus. . o Pada penderita yang akut dapat diberi bubur saring. Hospes dan distribusi Hospes atau inang dari Askariasis adalah manusia. Penyakit ini sifatnya kosmopolit. sedangkan betina memiliki panjang 20-35 cm dan berdiameter 3-6 mm. Diet o Diet yang sesuai. cukup kalori dan tinggi protein. Prevalensi askariasis sekitar 70-80%. Morfologi Cacing jantan memiliki panjang sekitar 10-31 cm dan berdiameter 2-4 mm. sesuai dengan pulihnya tranfusi bila ada komplikasi perdarahan. Di manusia. larva Ascaris akan berkembang menjadi dewasa dan mengadakan kopulasi serta akhirnya bertelur. Pengobatan     Klorampenikol Tiampenikol Kotrimoxazol Amoxilin dan ampicillin Askariasis Askariasis adalah penyakit parasit yang disebabkan oleh Nemathelminthes Ascaris lumbricoides.typhoid. PENATALAKSANAAN 1. o Dilanjutkan dengan nasi biasa setelah penderita bebas dari demam selama 7 hari. terdapat hampir di seluruh dunia. o Setelah bebas demam diberi bubur kasar selama 2 hari lalu nasi tim.

Ia akan beredar mengikuti sistem peredaran darah. Pada paru-paru akan terjadi siklus paru dimana cacing akan merusak alveolus. vena portal. trakea. Larva akan menembus usus dan masuk ke pembuluh darah.000 telur per harinya. Telur yang telah dibuahi inilah yang dapat menginfeksi manusia. Telur cacing A. yang kemudian mencemari tanah.[2] Telur bentuk infektif ini akan menginfeksi manusia jika tanpa sengaja tertelan manusia. kemudian di laring dan memicu batuk. Telur ini akan menjadi bentuk infektif dengan lingkungan yang mendukung. masuk ke bronkiolus.[1] Siklus hidup Siklus hidup Ascaris Siklus hidup A. lumbricoides dimulai dari keluarnya telur bersama dengan feses. Sedangkan telur yang tak dibuahi. dimulai dari pembuluh darah vena. Telur yang telah dibuahi berukuran 50-70 x 40-50 mikron. Dengan terjadinya batuk . Seekor cacing betina dapat bertelur hingga sekitar 200. Telur akan masuk ke saluran pencernaan dan telur akan menjadi larva pada usus. vena cava inferior dan akan masuk ke jantung dan ke pembuluh darah di paru-paru.Cacing dewasa hidup pada usus halus manusia. bentuknya lebih besar sekitar 90 x 40 mikron. seperti kelembaban yang tinggi dan suhu yang hangat. lumbricoides dilapisi lapisan albumin dan tampak berbenjol-benjol. bronkus.

sesak napas. ICD-9 127. Cacing akan menetap di usus dan kemudian berkopulasi dan bertelur. Sindrom Loeffler merupakan kumpulan tanda seperti demam. Setibanya di usus. Ascaris dapat menyebabkan gejala ringan di hati dan di paru-paru akan menyebabkan sindrom Loeffler. di usus cacing akan menyebabkan gejala khas saluran cerna seperti tidak nafsu makan. hidung. Pada stadium larva. dan pada foto Roentgen thoraks terlihat infiltrat yang akan hilang selama 3 minggu. larva akan menjadi cacing dewasa. Bila cacing masuk ke saluran empedu makan dapat menyebabkan kolik atau ikterus. diare.[3] Patologi klinik Askariasis Klasifikasi dan bahan-bahan eksternal ICD-10 B77. Telur ini pada akhirnya akan keluar kembali bersama tinja. . Siklus pun akan terulang kembali bila penderita baru ini membuang tinjanya tidak pada tempatnya. atau mulut. konstipasi. muntah-muntah.0 DiseasesDB 934 Gejala klinis akan ditunjukkan pada stadium larva maupun dewasa. Bila cacing dewasa kemudian masuk menembus peritoneum badan atau abdomen maka dapat menyebabkan akut abdomen. Pada stadium dewasa. dan mual. Cara diagnosis Telur Ascaris yang berisi embrio Diagnosis askariasis dilakukan dengan menemukan telur pada tinja pasien atau ditemukan cacing dewasa pada anus.larva akan tertelan kembali masuk ke saluran cerna. eosinofilia.

atau muncul gejala-gejala abdomenyang disebabkan oleh cacing betina dewasa yang menempel pada mukosa usus. Epidemiologi Di Indonesia. ronki. umumnya sakit pada ulu hati seperti gejala . Bisa juga digunakan levamisole (2.5 mg/kgBB) ataupun pirantel pamoat (10 mg/kgBB). Gejalainfeksi kronis tergantung kepada intensitas dari infeksi. umumnya tanpa gejala yang menyerang duodenum dan bagian atas jejunum. terutama pada anak-anak. Gejala klinis yang muncul antara lain timbulnya dermatitis ringan pada saat larva cacing masuk ke dalam kulit pada awal infeksi. yaitu terapi obat dan tindakan operasi. selain itu bisa diberikan nitazoxanide (500 mg per hari selama tiga hari) Tindakan operasi yang dapat dilakukan adalah laparotomi. STRONGYLOIDIASIS 1.Tata Laksana Tata laksana dari askariasis ini bisa dibagi menjadi dua. bisa ringan dan bisa juga berat.[4] Prognosis Pada umumnya. Kesembuhan askariasis mencapai 70% hingga 99%. Gejala yang paling khas adalah sakit perut. prevalensi askariasis tinggi. Tindakan operasi diberikan pada keadaan dimana pasien tidak merespon pengobatan. Identifikasi Adalah infeksi cacing. kadangkadangpneumonitis jika larva masuk ke paru-paru. Pemakaian jamban keluarga dapat memutus rantai siklus hidup Ascaris lumbricoides ini. Penyakit ini dapat dicegah di indonesia dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan yang baik. askariasis memiliki prognosis yang baik. Gejala lain yaitu batuk. Terapi obat yang dapat digunakan antara lain adalah albendazole (400 mg) dan mebendazole (500 mg) dosis tunggal.

fulleborni 3. autoinfeksi dengan beban jumlah cacing yang meningkat terutama pada penderita dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah dapat menyebabkan terjadinya strongyloidiasis diseminata. umumnya di daerah panas dan lembab. Prevalensi penyakit di daerah endemis tidak diketahui secara pasti. Pada keadaan seperti ini sering terjadi sepsis yang disebabkan oleh bakteri gram negatif. kadang-kadang timbul nausea. larva stadium rhabditiform (non infeksius). Distribusi Penyakit Tersebar di daerah beriklim tropis atau subtropis. berat badan turun. sedangkan pada strongyloidiasis disseminata jumlah sel eosinofil mungkin normal atau menurun. Tinja yang disimpan dalam suhu kamar 24 jam atau lebih. biasanya memberikan hasil positif sekitar 80%-85%. Walaupun jarang terjadi. ditemukan parasit yang berkembang dalam berbagai stadium. terjadi penurunan berat badan yang drastic. larva filaform (infektif). Penularan dari orang ke orang juga bisa terjadi. Reservoir Manusia adalah reservoir utama cacing Strongyloides stercoralis dan hanya kadangkadang saja strain anjing dan kucing ditularkan kepada manusia. dengan menggunakan antigen berbagai stadium. pada aspirat duodenum atau kadang-kadang larva ditemukan pada sputum. 2. Prevalensi tinggi ditemukan pada masyarakat dengan kondisi kebersihan perorangan yang jelek. 4. . dapat juga timbul peninggian kulit yang stationer yang hilangdalam 1-2 hari atau ruam yang menjalar dengan kecepatan beberapa sentimeter per jam pada tubuh. Diagnosa dapat juga ditegakkan dengan pemeriksaan serologis seperti EIA. timbul kelainan pada paru-paru dan berakhir dengan kematian. S. fulleborni dilaporkan hanya terdapat di Afrika dan Papua New Guinea. diare dan urticaria. Pemeriksaan ulang perlu dilakukan untuk menyingkirkan diagnosa lin. Eosinofilia ringan juga dijumpai pada penderita yang mendapatkan kemterapi kanker. lemah dan konstipasi. Diagnosa dibuat dengan menemukan larva cacing pada spesimen tinja segar atau dengan metode pelat agar. Timbulnya dermatitis yang sangat gatal karena gerakan larvamenyebar dari arah dubur. Pada stadiumkronis dan pada penderita infeksi berulang serta pada penderita infeksi human T-cell lymphotrophic virus (HTLV-1) ditemukan eosinofilin ringan (10%-25%). Penyebab Penyakit: – Strongyloides stercoralis dan S.ulcus ventriculi. Larva filaform ini harus dibedakan dengan larva cacing tambang dan dengan cacing dewasa.

8. disini cacing betina menjadi dewasa. Penderita AIDS dan penderita tumor ganas atau mereka yang mendapatkan pengobatan yang menekan sistem kekebalan tubuh dapat rentan terhadap infeksi cacing ini. Sedangkan waktu dari masuknya larva infeksi sampai timbul gejala tidak pasti. Selanjutnya larva turun masuk kedalam saluran pencernaan mencapai bagian atas dari intestinum.5. Atau larva rhabditiform ini dapat berkembang menjadi cacing dewasa jantan dan betina setelah mencapai tanah. 9. 6. Larva rhabditiform ini bergerak masuk kedalam lumen usus. larva rhabditiform dapat langsung berubah menjadi larva filariform sebelum meninggalkan tubuh orang itu dan menembus dinding usus atau menembus kulit di daerah perianal yang menyebabkan auotinfeksi dan dapat berlangsung bertahuntahun. Cacing dewasa betina bebas yang telah dibuahi dapat mengeluarkan telur yang segera mentas dan melepaskan larva non infektif rhabditiform yang kemudian dalam 24-36 jam berubah menjadi larva infektif filariform. Cara-cara Pemberantasan A. Kerentanan dan kekebalan Setiap orang rentan terhadap penularan cacing ini. imunitas hanya terbentuk pada percobaan laboratorium. 2) Lakukan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat untuk benar-benar . 7.Kadangkala pada orang-orang tertentu. Masa penularan: Selama cacing dewasa ada dalam usus dan dapat berlangsung hingga 35 tahun jika terjadi autoinfeksi. keluar dari hospes melalui tinja dan berkembang menjadi larva infektif filariform yang dapat menginfeksi hospes yang sama atau orang lain. Tindakan pencegahan 1) Buanglah tinja di jamban yang saniter. menembus kulit masuk ke dalam darah vena di bawah paruparu. Imunitas setelah infeksi cacing tidak terbentuk dalam tubuh manusia. Di paru-paru larva menembus dinding kapiler masuk kedalam alveoli. bergerak naik menuju ke trachea kemudian mencapai epiglottis. di tempat ini cacing dewasa meletakkan telornya. Masa Inkubasi Waktu yang diperlukan mulai saat larva infektif filariform menembus kulit sampai ditemukan larva non infektif rhabiditform dalam tinja penderita adalah 2-4 minggu. Cara-cara Penularan Larva infektif (filaform) yang berkembang dalam tinja atau tanah lembab yang terkontaminasi oleh tinja. Cacing dewasa yaitu cacing betina yang berkembang biak dengan cara partogenesis hidup menempel pada sel-sel epitelum mukosa intestinum terutama pada duodenum. bervariasi dari orang ke orang. Telor kemudian menetas melepaskan larva non infektif rhabditiform.

semua penderita tanpa melihat jumlah cacing yang dikandungnya harus dilakukan pengobatan dengan ivermectin (Mectizan®). .memperhatikan kebersihan perorangan dan kebersihan lingkungan. 4) Karantina: Tidak ada. Perlu diberikan pengobatan ulang. kera yang kontak dekat dengan manusia. 7) Pengobatan spesifik: Karena adanya potensi untuk autoinfeksi dan penularan kepada orang lain. Thiabendazole (Mintezol®) atau albendazole (Zentel®). C. Penanggulangan wabah: Tidak diterapkan karena merupakan penyakit yang sporadis. 5) Imunisasi terhadap kontak: Tidak ada. 3) Sebelum memberikan terapi imunosupresif kepada seseorang. Pastikan bahwa orang tersebut tidak menderita strongyloidiasis. B. 3) Tindakan disinfeksi: Membuang feces secara saniter. Pengawasan penderita. Gunakan alas kaki di daerah endemis. 4) Periksa semua najing. 2) Isolasi: Tidak ada. kontak dan lingkungan sekitar 1) Laporan ke Dinas Kesehatan setempat: Penyakit ini tidak wajib dilaporkan. obati binatang yang terinfeksi cacing ini. 6) Investigasi terhadap kontak dan sumber infeksi: Terhadap anggota keluarga penderita dan penghuni asrama dimana ada penderita dilakukan pemeriksaan Kalau-kalau ada yang terinfeksi. kucing. Kelas 5 (lihat tentang laporan penyakit menular).

ANKILOSTOMIASIS (Infeksi Cacing Tambang) Definisi Infeksi cacing tambang adalah penyakit yang disebabkan cacing Ancylostoma duodenale dan / atau Necator americanus. Penyebab Ancylostoma duodenale dan/atau Necator americanus. Pada saat larva menembus kulit. Diagnosis Diagnosis ditegakkan dengan menemukan telur dalam tinja segar atau biakan tinja dengan cara Harada-Mori. Akibat utama yang disebabkan cacing ini ialah anemia yang kadang demikian berat sampai menyebabkan gagal jantung. . gangguan pertumbuhan terutama pada anak dan dapat menyebabkan retardasi mental. Gambaran klinis     Masa inkubasi antara beberapa minggu sampai beberapa bulan tergantung dari beratnya infeksi dan keadaan gizi penderita. Cacing tambang mengisap darah sehingga menimbulkan keluhan yang berhubungan dengan anemia. Ketika larva lewat di paru dapat terjadi batuk-batuk. penderita dapat mengalami dermatitis.

seperti intoleransi makanan (terjadi akibat kekurangan enzim yang diperlukan untuk mencerna makanan tertentu).Penatalaksanaan     Pirantel pamoat 10 mg/kg BB per hari selama 3 hari. Sulfas ferosus 3 x 1 tablet untuk orang dewasa atau 10 mg/kg BB/kali (untuk anak) untuk mengatasi anemia. Sistem kekebalan melepaskan antibodi dan zat-zat (termasuk histamin) sebagai respon terhadap masuknya makanan tertentu. tetapi tidak boleh digunakan selama hamil. Alergi makanan seringkali menyerupai keadaan lainnya. Gejala biasanya akan timbul dengan segera. . Pencegahan Pencegahan penyakit ini meliputi sanitasi lingkungan dan perbaikan higiene perorangan terutama penggunaan alas kaki Alergi dan Intoleransi Makanan DEFINISI Alergi Makanan adalah gejala-gejala yang terjadi akibat respon kekebalan setelah memakan makanan tertentu. PENYEBAB Dalam keadaan normal. Penyebab dari alergi makanan tidak sepenuhnya dimengerti karena alergi makanan bisa menimbulkan sejumlah gejala yang bervariasi. histamin dan zat-zat lainnya. Kadang suatu respon kekebalan dipicu oleh suatu zat (alergen) yang biasanya tidak berbahaya dan terjadi alergi. Reaksi terhadap makanan bisa bersifat ringan atau fatal. irritable bowel syndrome. tetapi merupakan setiap efek yang tidak diinginkan akibat memakan makanan tertentu. setelah makanan dicerna dan diserap. Mebendazol 500 mg dosis tunggal (sekali saja) atau 100 mg 2 x sehari selama tiga hari berturut-turut Albendazol 400 mg dosis tunggal (sekali saja). pencemaran makanan oleh racun (keracunan makanan) dan penyakit lainnya. jarang sampai lebih dari 2 jam setelah makan makanan tertentu. Intoleransi makanan bukan merupakan suatu alergi makanan. Alergi makanan sering terjadi. virus dan racun. Gejalanya bisa terlokalisir di lambung dan usus atau bisa menimbulkan gejala di berbagai bagian tubuh. respon terhadap stres emosi atau stres fisik. Alergi makanan berbeda dengan penyakit-penyakit tersebut karena pada alergi makanan dilepaskan antibodi. tergantung kepada jenis dan beratnya reaksi. sistem kekebalan mempertahankan tubuh melawan zat-zat yang berbahaya seperti bakteri.

bengek (mengi) .kaligata (urtikaria . mata. Makanan yang sering menyebabkan intoleransi: . GEJALA Gejala-gejala yang mungkin terjadi setelah memakan makanan penyebab alergi: .buah-buahan (melon.rasa gatal di mulut. Pada pemeriksaan paru-paru dengan stetoskop bisa terdengar bunyi pernafasan mengi. bibir) . penyedap makanan. nanas dan buah tropis lainnya) .hidung tersumbat .protein susu sapi .sesak nafas .terigu dan gandum lainnya yang mengandung gluten .anafilaksis .diare . udang) .tenggorokan terasa gatal .perut keroncongan .hidung meler . bisa dilakukan pemeriksaan berikut: * Penyisihan makanan (makanan yang dicurigai disingkirkan sampai gejalanya menghilang.muntah .kacang-kacangan .kerang-kerangan (kepitin. DIAGNOSA Diagnosis ditegakkan berdasarkan timbulnya gejala-gejala setelah penderita memakan makanan tertentu.mual .nyeri perut . . lobster.perut kermbung .kram perut . Peningkatan antibodi atau immunoglobulin (terutaman IgE) semakin memperkuat diagnosis alergi.kacang tanah . Untuk menentukan penyebab terjadinya alergi.tomat .Makanan yang seringkali menyebabkan alergi: .angioedema (kaligata di kelopak mata. tenggorokan.hasil olahan jagung.kesulitan menelan.sakit kepala .pewarna. strawberi. kulit atau bagian tubuh lainnya .

Untuk gejala yang berat. kelumpuhan otot skeletal dan yang paling berbahaya adalah kelumpuhan otot pernapasan. Tujuan pengobatan adalah mengurangi gejala dan menghindari reaksi alergi di masa yang akan datang. Gejala yang ringan atau terlokalisir mungkin tidak memerlukan pengobatan khusus. daging kalengan. ikan kalengan. Gejala akan menghilang beberapa saat kemudian. fungsi sensorik dalam batas normal. kepala sukar ditegakkan dan refleks muntah hilang.  Gejala akut dapat muncul 2 jam . diproduksi oleh bakteri Clostridium botulinum. Antihistamin bisa meringankan berbagai gejala. buah dan sayur kalengan. Pupil dapat lebar. Gejala pada bayi meliputi hipotoni. Bakteri anaerob ini sering tumbuh pada makanan atau bahan makanan yang diawetkan dan proses pengawetan tidak baik seperti: sosis. toksin. jamur.8 hari setelah menelan makanan yang terkontaminasi. konstipasi. PENGOBATAN Pengobatannya bervariasi. . Kontaminasi bisa oleh bakteri. virus.setelah itu makanan tersebut kembali diberikan kepada penderita untuk melihat apakah terjadi reaksi alergi) * Diet provokasi makanan * Tes kulit untuk alergi. Semakin pendek waktu antara menelan makanan yang terkontaminasi dengan timbulnya gejala makin berat derajat keracunannya. mulut kering dan tidak enak pada epigastrium. diplopia. sukar minum atau makan. parasit. Botulisme Botulinum merupakan racun terhadap saraf. ptosis. PENCEGAHAN Cara terbaik untuk mencegah terjadinya reaksi alergi di masa yang akan datang adalah dengan menghindari makanan penyebab alergi. Keracunan makanan Keracunan makanan adalah penyakit yang disebabkan oleh karena mengkonsumsi makanan yang mengandung bahan berbahaya/toksik atau yang terkontaminasi. tidak reaktif atau dapat juga normal. disartria. Dapat pula timbul muntah. Gejala awal dapat berupa suara parau. Kesadaran tidak terganggu. madu. bisa diberikan kortikosteroid (misalnya prednison) dan epinefrin (adrenalin). tergantung kepada jenis dan beratnya gejala. bakso.

mual. Tempe bongkrek yang beracun mengandung racun asam bongkrek yang dihasilkan oleh Pseudomonas cocovenenan yang tumbuh pada tempe ampas kelapa yang tidak jadi. Terapi nonspesifik ditujukan untuk menyelamatkan nyawa. kejang dan kematian. Atasi gangguan sirkulasi dan respirasi. dispnea. hematuria. . hipotensi atau syok dengan tindakan yang sesuai.5– 2 gram 4 kali perhari secara oral. Berikan natrium-tiosulfat 25% IV dengan kecepatan 2. kejang. Tiosulfat relatif aman dan dapat diberikan meskipun diagnosisnya masih meragukan. Penatalaksanaannya ditujukan untuk mencegah terbentuknya kristal dengan memberikan natrium bikarbonat 0. beri arang aktif. Antidotum spesifik keracunan bongkrek belum ada. muntah. Dapat juga segera diikuti pingsan. Jengkol (asam jengkol) Jengkol adalah suatu jenis buah yang biasanya dimakan sebagai lalapan. Penatalaksanaan keadaan gawat darurat lakukan pembebasan jalan napas. Sianida (HCN) Sianida merupakan zat kimia yang sangat toksik dan banyak digunakan dalam berbagai industri. berikan oksigen 100%. Penatalaksanaan meliputi dekontaminasi dengan memuntahkan isi lambung jika korban masih sadar. Gejala keracunan: kolik. gagal ginjal akut. mencegah absorbsi racun lebih lanjut dan mempercepat ekskresi.5-5 ml/menit sampai klinis membaik. Bila terjadi gagal ginjal akut maka penatalaksanaan sesuai dengan gagal ginjal akut. Arang aktif dapat diberikan (jika tersedia). Jangan lakukan emesis karena korban dapat dengan cepat berubah menjadi tidak sadar.   Gejala dapat timbul 5-12 jam setelah makan jengkol. koma dan kolaps kardiovaskular yang berkembang sangat cepat. Bongkrek (tempe bongkrek. sianosis. Jika tersedia dapat diberikan antitoksin botulinum pada keracunan simtomatik (perlu dilakukan uji alergi sebelumnya). Juga terdapat pada beberapa jenis umbi atau singkong. Pada tempe yang jadi. mual dan nyeri perut sampai berat berupa: gagal sirkulasi dan respirasi. oliguria atau anuria.   Gejala keracunan bervariasi mulai dari yang sangat ringan hanya: pusing. Gejala tersebut timbul sebagai akibat sumbatan saluran kemih oleh kristal asam jengkol. pseudomonas ini tidak tumbuh. delirium dan bingung.    Gejala dapat berupa nyeri kepala. asam bongkrek) Tempe bongkrek dibuat dari ampas kelapa. dapat juga dilakukan bilas lambung. kejang. Tidak ada antidotum spesifik. Tatalaksana koma.

terutama aspirin dan obat anti peradangan non-steroid lainnya . Tidak ada bakteri lainnya yang dalam keadaan normal tumbuh di dalam lambung yang bersifat asam.infeksi virus dan bakteri. merupakan jenis gastritis yang paling berat. 6. . Gastritis erosif kronis bisa merupakan akibat dari: . seperti yang terjadi pada luka bakar yang luas atau cedera yang menyebabkan perdarahan hebat. Gastritis ini juga cenderung terjadi pada orang-orang yang sebagian lambungnya telah diangkat (menjalani pembedahan gastrektomi parsial).penyakit Crohn . luka terbuka).Gastritis DEFINISI Gastritis adalah peradangan pada lapisan lambung. Tetapi lapisan lambung dapat mengalami iritasi dan peradangan karena beberapa penyebab: 1. sehingga lapisan lambung menjadi sangat tipis dan kehilangan sebagian atau seluruh selnya yang menghasilkan asam dan enzim. yang disebabkan oleh penyakit berat atau trauma (cedera) yang terjadi secara tiba-tiba. Keadaan ini biasanya terjadi pada usia lanjut. Cederanya sendiri mungkin tidak mengenai lambung. Gastritis ini terjadi secara perlahan pada orang-orang yang sehat. 2. 4. Bakteri ini bisa menyebabkan gastritis menetap atau gastritis sementara. berbagai bakteri bisa tumbuh di lambung. Gastritis eosinofilik bisa terjadi sebagai akibat dari reaksi alergi terhadap infestasi cacing gelang. Gastritis karena virus atau jamur bisa terjadi pada penderita penyakit menahun atau penderita yang mengalami gangguan sistem kekebalan. Paling sering terjadi pada alkoholik. 5. 3. bisa disertai dengan perdarahan atau pembentukan ulkus (borok. Eosinofil (sel darah putih) terkumpul di dinding lambung. PENYEBAB Lapisan lambung menahan iritasi dan biasanya tahan terhadap asam yang kuat.bahan iritan seperti obat-obatan. Gastritis atrofik terjadi jika antibodi menyerang lapisan lambung. Gastritis karena stres akut. Gastritis bakterialis biasanya merupakan akibat dari infeksi oleh Helicobacter pylori (bakteri yang tumbuh di dalam sel penghasil lendir di lapisan lambung). tetapi jika lambung tidak menghasilkan asam.

biasanya dalam waktu 2-5 hari setelah terjadinya cedera.Gastritis atrofik bisa menyebabkan anemia pernisiosa karena mempengaruhi penyerapan vitamin B12 dari makanan.tinja berwarna kehitaman seperti aspal (melena) . Perdarahan menyebabkan tinja berwarna kehitaman seperti aspal. GEJALA Gejalanya bermacam-macam. Sel plasma (salah satu jenis sel darah putih) terkumpul di dalam dinding lambung dan organ lainnya. Penyakit M�niere merupakan jenis gastritis yang penyebabnya tidak diketahui. tekanan darah bisa turun. Penderita lainnya merasakan gejala yang mirip ulkus. 7. Biasanya penderita gastritis mengalami gangguan pencernaan (indigesti) dan rasa tidak nyaman di perut sebelah ataas. timbul memar kecil di dalam lapisan lambung. Sekitar 10% penderita penyakit ini menderita kanker lambung.muntah darah (hematemesis) atau makanan yang sebagian sudah dicerna. Perdarahan bisa meluas dan berakibat fatal Gejala dari gastritis erosif kronis berupa mual ringan dan nyeri di perut sebelah atas. 8. Jika gastritis menyebabkan perdarahan dari ulkus lambung. Bila penderita tetap sakit. Segera setelah cedera. tergantung kepada jenis gastritisnya. Gastritis juga bisa terjadi jika seseorang menelan bahan korosif atau menerima terapi penyinaran kadar tinggi. ulkus bisa membesar dan mulai mengalami perdarahan. cairan lambung menjadi kemerahan dan jika sangat berat. Ulkus dan gastritis bisa menghilang bila penderita sembuh dengan cepat dari cederanya. tetapi perut sebelah atas terasa tidak enak. Tetapi banyak penderita (misalnya pemakai aspirin jangka panjang) tidak merasakan nyeri. Gastritis sel plasma merupakan gastritis yang penyebabnya tidak diketahui. memar ini bisa berubah menjadi ulkus. yaitu nyeri ketika perut kosong. Pada gastritis karena stres akut. kelenjarnya membesar dan memiliki kista yang terisi cairan. Dalam beberapa jam. lipatannya melebar. luka bakar atau cedera) biasanya menutupi gejala-gejala lambung. gejalanya bisa berupa: . yang . penyebabnya (misalnya penyakit berat. Dinding lambung menjadi tebal.

mual. nyeri perut dan muntah bisa terjadi bersamaan dengan timbulnya ruam di kulit dan diare. Jika gastritis berlanjut atau kambuh kembali. Pada penyakit M�ni�re. nyeri perut dan muntah bisa disebabkan oleh penyempitan atau penyumbatan ujung saluran lambung yang menuju ke usus dua belas jari. Tidak pernah terjadi perdarahan lambung. Gastritis akibat terapi penyinaran menyebabkan nyeri. muntah dan penurunan berat badan. yang bisa ditemukan dalam pemeriksaan darah.menyerupai endapan kopi. dokter akan menduganya sebagai gastritis. Penderita gastritis karena bakteri banyak yang membentuk antibodi terhadap bakteri penyebabnya. Perut tampak kaku dan keadaan ini memerlukan tindakan pembedahan darurat. Penimbunan cairan dan pembengkakan jaringan (edema) bisa disebabkan karena hilangnya protein dari lapisan lambung yang meradang. Jika diagnosisnya belum meyakinkan. menyebabkan peritonitis (peradangan lapisan perut) dan nyeri yang luar biasa. Kadang setelah terapi penyinaran. PENGOBATAN . obat-obatan atau kebiasaan minum penderita. gejala yang paling sering ditemukan adalah nyeri lambung. lebih jarang terjadi. Hilangnya nafsu makan. DIAGNOSA Jika seseorang merasakan nyeri perut sebelah atas disertai mual atau heartburn. jarang diperlukan pemeriksaan dan pengobatan dimulai berdasarkan penyebab yang mungkin. Pada gastritis sel plasma. Gastritis karena bakteri bisa diketahui dari hasil pemeriksaan biopsi. yang terjadi karena adanya peradangan dan kadang karena adanya tukak di lambung. mual dan heartburn (rasa hangat atau rasa terbakar di belakang tulang dada). Penyinaran bisa merusak lapisan pelindung lambung. Tukak bisa menembus dinding lambung. sehingga isi lambung tumpah ke dalam rongga perut. sehingga bakteri bisa masuk ke dalam dinding lambung dan menyebabkan nyeri hebat yang muncul secara tiba-tiba. sehingga terjadi nyeri perut dan muntah. seperti infeksi. Jika gejalanya menetap. makanan. maka dicari penyebabnya. terbentuk jaringan parut yang menyebabkan menyempitnya saluran lambung yang menuju ke usus dua belas jari. Pada gastritis eosinofilik. mungkin perlu dilakukan pemeriksaan lambung dengan endoskopi dan biopsi (pengambilan contoh lapisan lambung untuk diperiksa dibawah mikroskop). Protein yang hilang ini bercampur dengan isi lambung dan dibuang dari tubuh.

Jika perdarahan berlanjut.Jika penyebabnya adalah infeksi oleh Helicobacter pylori. Sebagian besar penderita harus mendapatkan suntikan tambahan vitamin B12. Penderita gastritis karena stres akut banyak yang mengalami penyembuhan setelah penyebabnya (penyakit berat. antibiotik (misalnya amoxicillin dan claritromycinn) dan obat anti-tukak (omeprazole). . Untuk meringankan penyumbatan di saluran keluar lambung pada gastritis eosinofilik. bisa diberikan kortikosteroid atau dilakukan pembedahan. Parotitis Epidemika (Gondongan) Definisi Parotitis epidemika adalah penyakit akut. Misoprostol mungkin bisa mengurangi resiko terbentuknya ulkus karena obat anti peradangan non-steroid. Penyakit M�niere bisa disembuhkan dengan mengangkat sebagian atau seluruh lambung. mungkin seluruh lambung harus diangkat. Gastritis sel plasma bisa diobati dengan obat anti ulkus yang menghalangi pelepasan asam lambung. Tetapi sekitar 2% penderita gastritis karena stres akut mengalami perdarahan yang sering berakibat fatal. cedera atau perdarahan) berhasil diatasi. Karena itu dilakukan pencegahan dengan memberikan antasid (untuk menetralkan asam lambung) dan obat anti-ulkus yang kuat (untuk mengurangi atau menghentikan pembentukan asam lambung). Gastritis atrofik tidak dapat disembuhkan. Penderita sebaiknya menghindari obat tertentu (misalnya aspirin atau obat anti peradangan non-steroid lainnya) dan makanan yang menyebabkan iritasi lambung. Perdarahan hebat karena gastritis akibat stres akut bisa diatasi dengan menutup sumber perdarahan pada tindakan endoskopi. menular dengan gejala khas pembesaran kelenjar ludah terutama kelenjar parotis. Gastritis erosif kronis bisa diobati dengan antasid. maka diberikan bismuth.

dan nyeri otot. mastitis. menular dengan gejala khas pembesaran kelenjar ludah terutama kelenjar parotis. disertai rasa nyeri spontan ataupun pada perabaan terlebih-lebih saat pasien makan atau minum sesuatu yang asam. Patofisiologi Diagnosa Banding Komplikasi Meningoensefalitis. Simtomatik diberikan kompres demam atau dingin serta dapat diberikan analgetik dan antipiretik ( Paracetamol). Gejala dan Tanda Masa tunas 14-24 hari. Pengobatan Istirahat di tempat tidur selama masih demam dan pembengkakan kelenjar parotis masih ada. tiroiditis. Kortikosteroid diberikan selama 2-4 hari dan globulin gama dipikirkan apabila terdapat orkitis. Kemudian timbul pembengkakan kelenjar parotis yang mula-mula unilateral dan kemudian menjadi bilateral. pankreatitis. dan miokarditis. Kadang-kadang kelenjar submandibularis dan sublingualis dapat terkena.Prevalensi Penyebab Virus golong an paramyxovirus Patofisiologi Definisi Parotitis epidemika adalah penyakit akut. nefritis. Dapat terjadi trismus dan disfagia. epididimoorkitis. Diet makanan cair atau lunak tergantung dari kemampuan menelan. muntah. dakrioadenitis. artritis. Gejala prodromal 1-2 hari berupa demam. oovoritis. sakit kepala. . anoreksia.

Vulvovaginitis d. kandidiasis dibagi sebagai berikut: 1. Balanitis atau balanopostitis e. KANDIDIASIS A. Pmeriksaan penunjang tidak dilakukan dalam praktek sehari-hari. Kandidiasis kutis granulomatosa. dan pengukuran kadar amilase dalam serum. uji inradermal. kuku.2 B.1.Pencegahan Pemeriksaan laboratorium dapat menunjukkan jumlah leukosit normal atau leukopenia dengan limfositosis relatif. atau meningitis . isolasi virus. 2). bronki. .5 C. neutralization test. Lokalisata : 1). Kandidosis kutis : a. DEFINISI Kandidiasis adalah penyakit jamur yang bersifat akut atau subakut disebabkan oleh spesies Candida. Paronikia dan onikomikosis d. kulit. daerah perianal b. Pemeriksaan lain adalah complement fixing antibody. vagina.4.3. Kandidosis bronkopulmonar dan paru 2. endokarditis. Perleche c. biasanya oleh Candida albicans dan dapat mengenai mulut. KLASIFIKASI Berdasarkan tempat yang terkena. Generalisata c. Kandidosis mukokutan kronik f. daerah intertriginosa. atau paru. Kandidosis selaput lendir : a. kadang-kadang dapat menyebabkan septikemia. Kandidosis oral (thrush) b. SINONIM : Kandidiasis adalah sebuah penyakit dimana sering juga disebut sebagai:  Candidosis  Moniliasis  Oidiomycosis  Trush 1.

Penyakit ini lebih banyak terjadi pada daerah tropis dengan kelembaban udara yang tinggi dan pada musim hujan sehubungan dengan daerah-daerah yang tergenang air. dapat menyerang semua umur. Endokarditis b. sedang germtube melekat lebih kuat daripada sel ragi. guilliermondii C.12 Faktor penentu patogenitas kandida adalah : Spesies : Genus kandida mempunyai 200 spesies. walaupun mayoritas dari spesies tersebut tidak menginfeksi manusia. 2. 1 D. Reaksi id (kandidid).5 F. tropicalis C. C. albicans adalah kandida yang paling tinggi patogenitasnya. Bagian terpenting untuk melekat adalah suatu glikoprotein permukaan atau mannoprotein. 15 spesies dilaporkan dapat menyebabkan proses pathogen pada manusia. C. sehingga merupakan penyebab tersering dari candidiasis superfisial dan sistemik. Daya lekat juga dipengaruhi oleh suhu lingkungan. PATOGENESIS 1. krusei. Pielonefritis d. Daya lekat : Bentuk hifa dapat melekat lebih kuat daripada germtube. Sebagian besar dari spesies candida tersebut patogen oportunistik pada manusia. C. albicans merupakan jamur dimorfik yang mampu tumbuh dalam kultur sebagai blastospora dan sebagai pseudohifa. lusitaneae.3. 1.11. Bentuk blastospora diperlukan untuk memulai suatu lesi pada jaringan dengan mengeluarkan enzim hidrolitik yang merusak jaringan.1. Setelah terjadi lesi baru terbentuk hifa yang melakukan invasi. C. Dimorfisme : C. C. . Septikemia 4. Kandidosis sistemik : a. ETIOLOGI Yang tersering sebagai penyebab adalah Candida albicans. EPIDEMIOLOGI Penyakit ini ditemukan di seluruh dunia. Meningitis c. albicans adalah jamur dimorfik yang memungkinkan untuk terjadinya 70-80% dari semua infeksi candida. baik laki-laki maupun perempuan. Kelainan yang disebabkan oleh spesies kandida ditentukan oleh interaksi yang komplek antara patogenitas fungi dan mekanisme pertahanan pejamu. Spesies patogenik yang lainnya adalah C.6 E. parapsilosis. 3. Dimorfisme terlibat dalam patogenitas kandida. pseudotropicalis.5 Genus Candida adalah grup heterogen yang terdiri dari 200 spesies jamur. Hubungan ras dengan penyakit ini tidak jelas tetapi insiden diduga lebih tinggi di negara berkembang.

3.14 Menempelnya mikroorganisme dalam jaringan sel pejamu menjadi syarat mutlak untuk berkembangnya infeksi. adhesin dan reseptor. Kemudian kandida mengeluarkan zat keratinolitik (fosfolipase). Mekanisme pertahanan pejamu : Sawar mekanik : Kulit normal sebagai sawar mekanik terhadap invasi kandida. Imunoglobulin ini akan membentuk kompleks antigenantibobi di permukaan sel kandida. albicans dirusak secara mekanik. yang dapat melindungi kandida dari fungsi imunitas tuan rumah. Perubahan fisiologik . bahkan terdapat fakta yang memperlihatkan titer antibodi antikandida yang tinggi dapat menghambat fagositosis. antara lain : 1.14. Faktor endogen : a. Kerusakan mekanik pertahanan kulit normal merupakan faktor predisposisi terjadinya kandidiasis. Granulosit dapat juga membunuh elemen miselium kandida. pengobatan imunosupresif dan penderita dengan infeksi HIV. Manan dan manoprotein merupakan molekul-molekul Candida albicans yang mempunyai aktifitas adhesif. 5. Sel ragi merupakan bentuk kandida yang siap difagosit oleh granulosit.7 Faktor predisposisi terjadinya infeksi ini meliputi faktor endogen maupun eksogen. komponen kecil yang terdapat pada dinding sel Candida albicans juga berperan dalam aktifitas adhesif. Lapisan luar kandida mengandung mannoprotein yang bersifat antigenik sehingga akan mengaktifasi komplemen dan merangsang terbentuknya imunoglobulin. Mekanisme non imun : interaksi antara kandida dengan flora normal kulit lainnya akan mengakibatkan persaingan dalam mendapatkan nutrisi seperti glukosa. Terbukti dengan ditemukannya defek spesifik imunitas seluler pada penderita kandidiasi mukokutan kronik. Pada umumnya Candida albicans berada dalam tubuh manusia sebagai saproba dan infeksi baru terjadi bila terdapat faktor predisposisi pada tubuh pejamu.4. 4. Enzim yang dihasilkan oleh C. albicans ada 2 jenis yaitu proteinase dan fosfolipid. susah difagosit. Sistem imunitas humoral kurang berperan. Kanditoksin sebagai protein intraseluler diproduksi bila C. Respon imun spesifik : imunitas seluler memegang peranan dalam pertahanan melawan infeksi kandida. Enzim : Enzim diperlukan untuk melakukan invasi. Makrofag berperan dalam melawan kandida melalui pembunuhan intraseluler melalui system mieloperoksidase (MPO).12. Khitin. Secara umum diketahui bahwa interaksi antara mikroorganisme dan sel pejamu diperantarai oleh komponen spesifik dari dinding sel mikroorganisme. Sedangkan pseudohifa karena ukurannya.   Toksin : Toksin glikoprotein mengandung mannan sebagai komponen toksik.13 Mekanisme imun seluler dan humoral : tahap pertama timbulnya kandidiasis kulit adalah menempelnya kandida pada sel epitel disebabkan adanya interaksi antara glikoprotein permukaan kandida dengan sel epitel. Dalam jaringan kandida mengeluarkan faktor kemotaktik neutrofil yang akan menimbulkan reaksi radang akut. Fagositosis dan intracellular killing : Peran sel PMN dan makrofag jaringan untuk memakan dan membunuh spesies kandida merupakan mekanisme yang sangat penting untuk menghilangkan atau memusnahkan sel jamur. Bentuk pseudohifa kandida juga mempermudah invasi jamur ke jaringan. 2. yang menghidrolisis fosfolipid membran sel epitel. 1. Substansi antimikrobial non spesifik : Hampir semua hasil sekresi dan cairan dalam mamalia mengandung substansi yang bekerja secara non spesifik menghambat atau membunuh mikroba. Glikoprotein khususnya mannoprotein berperan sebagai adhesion dalam kolonisasi jamur. Selain itu kandida juga akan mengeluarkan zat toksik terhadap netrofil dan fagosit lain.

Iklim. Kebersihan kulit c. lupus eritematosus dengan keadaan umum yang buruk. Mata dan otak sangat jarang terinfeksi. misalnya pada thrush. Sesudah terjadi lesi.1) Kehamilan. Dengan proses tersebut terjadilah reaksi radang. Hal ini dapat dipergunakan untuk menilai hasil pemeriksaan bahan klinik. pada stadium lanjut tampak hifa. gangguan gula darah kulit 6) Penyakit kronik : tuberkulosis. Kontak dengan penderita. yang dapat hanya mengenai korteks atau korteks dan medula dengan terbentuknya abses kecil-kecil berwarna keputihan. urin untuk menunjukkan stadium penyakit. balanopostitis. maka dibentuk hifa. paru-paru. Rippon (1974) mengemukakan bahwa bentuk blastospora diperlukan untuk memulai suatu lesi pada jaringan. Virulensi ditentukan oleh kemampuan jamur tersebut merusak jaringan serta invasi ke dalam jaringan. feses. b. Kebiasaan berendam kaki dalam air yang terlalu lama menimbulkan maserasi dan memudahkan masuknya jamur. Umur : orang tua dan bayi lebih sering terkena infeksi karena status imunologiknya tidak sempurna. sedang pada yang menahun didapatkan miselium. dibentuk hifa yang melakukan invasi. Pada kandidosis sistemik. Candida albicans dapat membentuk blastospora dan hifa. Terjadinya kedua bentuk tersebut dipengaruhi oleh tersedianya nutrisi. Kandidosis di permukaan alat dalam biasanya hanya mengandung blastospora yang berjumlah besar. karena perubahan pH dalam vagina 2) Kegemukan. yaitu sebagai saproba tanpa menyebabkan kelainan atau sebagai parasit patogen yang menyebabkan kelainan dalam jaringan. panas. d. tetapi yang masih memungkinkan jamur tumbuh. karena banyak keringat 3) Debilitas 4) Iatrogenik 5) Endokrinopati. Bentuk jamur di dalam tubuh dianggap dapat dihubungkan dengan sifat jamur. baik dalam biakan maupun dalam tubuh. Candida albicans sering ditemukan di dalam mulut. sehingga invasi ke dalam jaringan dapat terjadi. Kelainan jaringan yang disebabkan oleh Candida albicans dapat berupa peradangan. kulit dan di bawah kuku orang sehat. Penyelidikan lebih lanjut membuktikan bahwa sifat patogenitas tidak berhubungan dengan ditemukannya Candida albicans dalam bentuk blastospora atau hifa di dalam jaringan. Alat dalam lainnya yang juga dapat terkena adalah hati. Imunologik : penyakit genetik. 2. 7 Pada manusia. abses kecil atau granuloma. Pada kandidosis akut biasanya hanya terdapat blastospora. yang dapat ditunjukkan pada suatu percobaan di luar tubuh. Kandidosis jantung berupa proliferasi pada katup-katup atau granuloma pada dinding pembuluh darah koroner atau miokardium. limpa dan kelenjar gondok. Pada saluran pencernaan tampak nekrosis atau ulkus . dan kelembaban menyebabkan perspirasi meningkat b. 1 Faktor predisposisi berperan dalam meningkatkan pertumbuhan Candida albicans serta memudahkan invasi jamur ke dalam jaringan tubuh manusia karena adanya perubahan dalam sistem pertahanan tubuh. Enzim-enzim yang berperan sebagai faktor virulensi adalah enzim-enzim hidrolitik seperti proteinase. alat dalam yang terbanyak terkena adalah ginjal. Pada keadaan yang menghambat pembentukan tunas dengan bebas. lipase dan fosfolipase. misalnya dahak. Blastospora berkembang menjadi hifa semu dan tekanan dari hifa semu tersebut merusak jaringan. Faktor eksogen : a. c.

biasanya juga pada lipat payudara.8 Thrush merupakan infeksi jamur di dalam mulut. 4. Lesi berupa ekzematoid. Kelainan ini banyak menyerang anak-anak. intergluteal. 3. Lesi di daerah lipatan kulit ketiak. badan. intergluteal dan umbilikus. sering menimbulkan nyeri. lesi berupa papul kemerahan tertutup krusta tebal berwarna kuning kecoklatan dan melekat erat pada dasarnya. dapat dilihat sebagai berikut : 1. Perléche merupakan suatu infeksi Candida di sudut mulut yang menyebabkan retakan dan sayatan kecil.1 Kandidiasis kutis generalisata : Lesi terdapat pada glabrous skin. Penyakit ini menimbulkan pruritus ani.8 Diaper rush : sering terdapat pada bayi yang popoknya selalu basah dan jarang diganti yang dapat menimbulkan dermatitis iritan. 1 Kandidisiasis kutis granulomatosa : Kelainan ini merupakan bentuk yang jarang dijumpai. 1 Paronikia dan onikomikosis : infeksi jamur pada kuku dan jaringan sekitarnya ini menyebabkan rasa nyeri dan peradangan sekitar kuku. lipat paha. Bercak ini bisa dilepas dengan mudah oleh jari tangan atau sendok. 2. bersisik.7 G. Kadang-kadang kuku rusak dan menebal.yang kadang-kadang sangat kecil sehingga sering tidak terlihat pada pemeriksaan. 7. 1. Manifestasi kulit berupa pembentukan granuloma yang terjadi akibat penumpukan krusta serta hipertrofi setempat. berupa bercak yang berbatas tegas. GAMBARAN KLINIS Gambaran klinis yang terlihat bervariasi tergantung dari bagian tubuh mana yang terkena. dengan vesikel-vesikel dan pustul-pustul. kepala. Bisa berasal dari gigi palsu yang letaknya bergeser dan menyebabkan kelembaban di sudut mulut sehingga tumbuh jamur.1. dan faring. Manifestasi klinik infeksi Candida albicans bervariasi tergantung dari organ yang diinfeksinya. kuku.8 Kandidiasis perianal : Lesi berupa maserasi seperti infeksi dermatofit tipe basah. menyerang lipatan-lipatan kulit yang besar. Bercak berwarna putih menempel pada lidah dan pinggiran mulut. kemungkinan akibat diabetes atau AIDS. Thrush pada dewasa bisa merupakan pertanda adanya gangguan kekebalan. Krusta ini dapat menimbulkan tanduk sepanjang 2 cm. tungkai. Penyakit ini sering terdapat pada bayi. antara jari tangan atau kaki. glans penis dan umbilikalis. Pemakaian antibiotik yang membunuh bakteri saingan jamur akan meningkatkan kemungkinan terjadinya thrush 8. basah dan eritematosa. lokasinya sering terdapat di muka. Sering disertai glositis. 6.7 . Hal ini sering diderita oleh orang-orang yang pekerjaannya berhubungan dengan air. juga sering diderita neonatus sebagai gejala sisa dermatitis oral dan perianal.1. 1. Kandidiasis intertriginosa : Kelainan ini sering terjadi pada orang-orang gemuk. stomatitis dan paronikia. Lesi tersebut dikelilingi oleh satelit berupa vesikel-vesikel dan pustul-pustul kecil atau bula yang bila pecah meninggalkan daerah yang erosif dengan pinggir yang kasar dan berkembang seperti lesi primer. lipat payudara. mungkin karena ibunya menderita kandidiasis vagina atau mungkin karena gangguan imunologik. 5.

1. Menghindari atau menghilangkan faktor predisposisi. 1. gatal dan kemerahan di sepanjang dinding dan daerah luar vagina. 1-2% untuk kulit. b.10 3.9. Grup azol antara lain: 1) Mikonazol 2% berupa krim atau bedak 2) Klotrimazol 1% berupa bedak. . Sistemik a. 2. Untuk kandidosis vaginalis dapat diberikan kotrimazol 500 mg per vaginam dosis tunggal. dioleskan sehari 2 kali selama 3 hari. c. obat ini tidak diserap oleh usus. Tablet nistatin untuk menghilangkan infeksi fokal dalam saluran cerna. Nistatin: berupa krim.Gejalanya berupa keluarnya cairan putih atau kuning dari vagina disertai rasa panas. Biasanya infeksi menyebabkan ruam merah bersisik (kadang menimbulkan nyeri) pada bagian bawah penis. Larutan ungu gentian ½-1% untuk selaput lendir. emulsi. Amfoterisin B.7 10. b. Topikal Obat topical untuk kandidiasis meliputi: a. salap. larutan dan krim 3) Tiokonazol. d. isokonazol 4) Siklopiroksolamin 1% larutan. Amfoterisin B diberikan intravena untuk kandidosis sistemik c. Infeksi vagina (vulvovaginitis) sering ditemukan pada wanita hamil. Itrakonazol bila dipakai untuk kandidosis vulvovaginalis dosis untuk orang dewasa 2 x 100 mg sehari selama 3 hari. bufonazol. krim 5) Antimikotik yang lain yang berspektrum luas. PENATALAKSANAAN Penatalaksanaan untuk kandidiasis antara lain : 1 1. Infeksi penis sering terjadi pada penderita diabetes atau pria yang mitra seksualnya menderita infeksi vagina. sistemik dapat diberikan ketokonazol 2 x 200 mg selama 5 hari atau dengan itrakonazol 2 x 200 mg dosis tunggal atau dengan flukonazol 150 mg dosis tunggal. penderita diabetes atau pemakai antibiotik. d.

Terbinafine adalah alinamine yang merupakan fungisida jangkauan yang luas pada kulit pathogen. mikonazol. Nistatin dan amfoterisin adalah polyene yang aktif melawan beberapa fungi tapi hanya bekerja sedikit pada sel mamalia dan tidak bekerja pada bakteri. Obat ini mengikat membrane sel dan menghalangi fungsi permeabilitas dan transport.4. Pasien dengan infeksi yang luas ditambahkan dengan flukonazol oral 100 mg selama 1-2 minggu atau itrokonazol oral 100 mg 1-2 minggu. klotrimazol atau mikonazol 2 kali sehari. kondisi-kondisi medis dan obat-obatan. Paronikia : pengobatan dengan obat topikal biasanya tidak efektif tetapi dapat dicoba untuk paronikia kandida yang kronis. Solusio kering atau solusio antifungi dapat digunakan. banyak penyebab yang terkait dengan: trauma fisik dan kimia. Khusus: 1. Terapi topikal yang efektif yaitu dengan nistatin. Kandidiasis intertriginosa : pengobatan ditujukan untuk menjaga kulit tetap kering dengan penambahan bedak nistatin topikal. Obat ini menghambat epoxidase yang terlibat dalam sintesis ergosterol dari bagian dinding sel jamur. flukonazol. Mekanisme kerja dari grup azole adalah menghambat sintesis dari ergosterol mengubah cairan membran sel dan mengubah kerja enzim membran.15 Grup azole adalah obat antimikosis sintetik yang berspektrum luas.Terapi oral yang dianjurkan dengan itrakonazol atau terbinafin. Diaper disease : Mengurangi waktu area diaper terpapar kondisi panas dan lembab. mikonazol atau klotrimazol. PROGNOSIS Prognosis penyakit ini umumnya baik tergantung pada faktor predisposisi. Termasuk ketokonazol. amfoterisin B. 3. Pengeringan udara. dan proses-proses . kanker. sering mengganti diaper dan selalu menggunakan bedak bayi atau pasta zinc oxide merupakan tindakan pencegahan yang adekuat. ulkus mulut Definisi Ulkus mulut / sariawan adalah istilah untuk munculnya luka terbuka di dalam mulut disebabkan oleh bukaan/pecahan di selaput lendir atau epitel pada bibir atau sekitar mulut. Hasilnya dalam penghambatan replikasi dan penghambatan transformasi bentuk ragi ke bentuk hifa yang merupakan bentuk invasive dan patogenik dari parasit. infeksi dari mikroorganisme. Jenis ulkus oral/mulut beragam jumlahnya.15 K. itrakonazol dan ekonazol. 2.

Ini hanya merupakan efek dari berhenti merokok. . Cedera kimia. dan kawat gigi atau trauma dari sikat gigi yang dapat melukai lapisan mukosa dari mulut dan mengakibatkan tukak lambung. salah satu bahan utama di sebagian besar pasta gigi. Infeksi. kadang terlibat dalam peningkatan insiden ulkus mulut. spirochetes. menggigit secara tidak sengaja (hal ini sangat umum dengan gigi taring yang tajam). Penghentian merokok. gigi palsu yang kurang pas bentuknya. Tepi gigi yang tajam. seseorang dapat mengalami radang mulut. Dua tipe yang biasanya mengikuti gejala ulkus mulut yaitu aphthous ulcers (yang ditunjukkan dengan munculnya suatu luka terbuka yang menyakitkan di dalam mulut atau tenggorokan bagian atas) dan cold sores (selaput terlihat melepuh). dan spesies Bacteroides dapat memperpanjang proses ulseratif. Varicella Zoster (cacar air. Neisseria. Infeksi dapat terjadi karena bakteri dari tangan berpindah ke luka terbuka yang disebabkan oleh bibir pecah-pecah tadi. Virus. efek ini lamakelamaan akan hilang dengan sendirinya.non-spesifik lainnya. virus Coxsackie dan subtype virus lainnya yang terkait adalah jenis-jenis virus yang dapat menyebabkan ulserasi mulut. Hal serupa juga dapat terjadi setelah perawatan gigi. gigi yang kasar. gigi yang runcing. Sodium lauryl sulfat (SLS). Herpes simplex virus (HSV) adalah umum menjadi penyebab berulangnya herpetiform ulcerations (ulcer herpes). Ulkus ini biasanya dapat disembuhkan dengan mudah jika sumber cedera dihilangkan (misalnya: jika kurang pas. trauma ke mulut adalah penyebab umum ulkus mulut. herpes zoster). Durasinya bervariasi antar individu. Penyebab       Cedera fisik. virus. Actinomyces. gigi palsu diperbaiki atau diganti). Cold sores di bibir disebabkan oleh virus herpes simpleks. bahan kimia seperti aspirin atau alkohol yang kontak dengan mukosa mulut dapat menyebabkan jaringan menjadi nekrotik (kematian prematur sel atau jaringan hidup) dan menciptakan suatu permukaan yang luka. setelah satu minggu berhenti merokok. HIV menciptakan immunodeficiencies yang memungkinkan infeksi oportunistik atau neoplasma untuk berkembang biak. biasanya. Kegiatan oportunistik oleh kombinasi dari flora bakteri normal lain. seperti aerobik streptokokus. bisa saja terjadi lecet secara tidak sengaja pada jaringan lunak mulut. Bakteri. Setelah terbentuk. ulkus dapat bertahan melalui peradangan dan / atau infeksi sekunder. atau makanan asin berlebihan. Salah satu kebiasaan yang bisa menimbulkan ulkus mulut adalah dengan menyentuh bibir pecahpecah tanpa mencuci tangan terlebih dahulu. Biasanya ini menimbulkan rasa nyeri dan didahului dengan pecahnya bisul yang ada pada mulut. jamur dan bakteri dapat menyebabkan proses luka mulut. Seorang dokter gigi dapat menerapkan lapisan pelindung petroleum jelly sebelum melakukan perawatan gigi untuk meminimalkan terjadinya cedera pada jaringan mukosa yang lembut. proses bakteri yang menyebabkan ulserasi oral (luka mulut) dapat disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis (TBC) dan Treponema pallidum (sifilis). dan dapat berkisar dari bulan ke tahun.

kekurangan vitamin C dapat mengakibatkan penyakit kudis yang mengganggu penyembuhan luka. Autoimmunity. Immunodeficiency (kekurangan imun/kekebalan tubuh). . suatu parasit protozoa ini kadang-kadang diketahui menyebabkan borok mulut melalui pembentukan kista. Entamoeba histolytica. sesudah infeksi bakteri oral yang kebetulan cedera (menggigit dll) dapat mencegah cedera menjadi terinfeksi dengan cara langsung memandikan luka dengan obat kumur anti bakteri selama satu menit setiap 12 jam selama 2 hari [rujukan diperlukan]. reaksi autoimmune membran basal epitel.        Jamur. telah dilaporkan sebagai penyebab ulkus oral juga. Selaput lendir pemphigoid. Kemoterapi. bir. dan menyebabkan desquamation / ulserasi mukosa oral. kanker mulut dapat menyebabkan ulserasi karenapusat lesi kehilangan suplai darah dan necroses (kematian sel atau jaringan hidup). kontak dengan alergen seperti amalgam dapat menyebabkan ulcerations dari mukosa. atau barley dapat mengakibatkan borok kronis mulut. menandakan rendahnya tingkat imunoglobulin pada selaput lendir di dalam mulut. Cryptococcus neoformans (kriptokokosis). pencegahan jenis ini biasanya tidak praktis. rye. Jika sensitif terhadap gluten menjadi penyebabnya maka pencegahan berarti mengikuti diet bebas gluten dengan menghindari roti. Alergi. Sistem kekebalan. Ini juga merupakan penyebab ulserasi oral. HIV. Ulcer mulut berulang dapat merupakan indikasi dari suatu immunodeficiency. Blastomyces dermatitidis ( “Blastomycosis Amerika Utara”) adalah sebagian dari proses jamur menyebabkan ulserasi oral. Makanan. Pencegahan Untuk kasus-kasus terkait trauma ulcer mulut dapat dicegah dengan menghindari penyebab. Borok Aphthous diperkirakan terbentuk ketika tubuh berada dalam kondisi waspada (sistem kekebalan mulai bekerja). dan lain sebagainya. Individuindividu yang memiliki insiden oportunistik tinggi. yang dapat berkontribusi pada pembentukan ulkus. masing-masing diperantarai oleh sistem kekebalan tubuh. Demikian juga kekurangan vitamin B12 telah dikaitkan dengan ulserasi oral. adalah kegagalan dari suatu organisme untuk mengenali bagian-bagian penyusunnya sendiri sebagai diri sedniri. Protozoa. tapi karena trauma seperti biasanya kebetulan. Gula buatan (Aspartame / Nutrisweet / etc) seperti yang ditemukan dalam diet cola dan permen karet tanpa gula. Masih banyak kondisi-kondisi lain yang secara medis dapat digolongkan sebagai penyebab ulcer mulut. Coccidioides immitis (demam lembah). banyak peneliti melihat penyebab borok aphthous sebagai produk akhir yang umum dari berbagai proses penyakit. yang memungkinkan respon imun terhadap sel dan jaringan sendiri. Penyebab umum lainnya adalah penyakit Coeliac (adalah gangguan autoimun usus kecil yang terjadi karena kecenderungan genetik seseorang dari segala usia). dalam hal ini konsumsi gandum. Dalam hal ini menggantinya dengan varietas bebas gluten jika tersedia. pasta. Kanker. dan mononukleosis adalah penyebab-penyebab umum terjadinya immunodeficiency yang bisa menimbulkan ulcer mulut.

2) Pasien memperlihatkan gejala umum berupa demam. Larva ini akan masuk ke dalam tubuh manusia melalui pori-pori kulit yang kontak dengan air yang mengandung sekaria. Uji serologi memastikan diagnosis. Diagnosis Diagnosis dapat ditegakkan bila ditemukan telur dalam feses. f. Di daerah endemis. Membilas mulut dengan air garam (air asin hangat) dapat membantu. e. b. . maka perlakuan terhadap kondisi yang ada dapat dilakukan. contohnya analgesik seperti parasetamol dan ibuprofen atau obat bius lokal. Definisi Sistomiasis merupakan penyakit parasit (cacing) menahun yang hidup di dalam pembuluh darah vena. sistem peredaran darah hati. Kadang dijumpai sindroma disentri. antacids. Jika penyebab mereka dapat diketahui. 4) Pada tingkat lanjut telur yang terjebak dalam organ-organ menyebabkan mikroabses yang meninggalkan fibrosis dalam penyembuhannya. 57. mual. bilasan mulut seperti benzocaine. SISTOSOMIASIS Kompetensi : 3A Laporan Penyakit : ICD X : B65 a. mesenterika superior. Dalam siklus hidupnya cacing ini memerlukan hospes perantara sejenis keong Oncomelania hupensis lindoensis yang bersifat amfibi. dan Besoa di Propinsi Sulawesi Tengah. Penerapan sejumlah kecil cuka ke ulkus dapat mengurangi rasa sakit untuk waktu singkat. Penatalaksanaan Obat terpilih untuk sistosomiasis adalah prazikuantel. muntah. Penyakit ini telah lama diketahui terdapat di Indonesia. Penyebab Cacing trematoda. Menghindari makanan pedas atau panas dapat mengurangi rasa sakit. Daerah endemis sistosomiasis di Indonesia sampai saat ini terbatas pada daerah Lindu. dosis tunggal. Kesehatan gigi yang memadai juga dapat membantu dalam meredakan gejala. c. Maka dapat terjadi sirosis hepatitis. dan hipertensi portal yang dapat fatal. dan sakit perut. jenis-jenis antihistamin. 3) Dermatitis sistosoma terjadi karena serkaria menembus ke dalam kulit. urtikaria. atau biopsi rektum atau hati. Gambaran Klinis 1) Masa tunas 4 – 6 minggu. Adapun cacing penyebabnya adalah Scistosoma japonicum. air mandi didiamkan dulu minimal 2 hari dalam penampungan air. KIE 1) Pencegahan: air minum harus dimasak dahulu. yaitu pada sistem vena porta. hepatosplenomegali. pertama kali dilaporkan pada tahun 1937 oleh Brug dan Tesch.Penatalaksanaan Pengobatan simtomatik adalah pendekatan utama saat berurusan dengan ulcer mulut. Napu. Penyakit ini ditularkan melalui bentuk infektif larvanya yang disebut sekaria yang sewaktu-waktu keluar dari keong tersebut di atas. d. kortikosteroid atau aplikasi-aplikasi yang sejenis dimaksudkan untuk menenangkan luka yang menyakitkan.

solium disebut sistiserkosis dengan gejala benjolan (nodul) di bawah kulit (subcutaneous cysticercosis). Sistiserkosis merupakan penyakit yang berbahaya dan merupakan masalah kesehatan masyarakat di daerah endemis. sapi yang mengandung larva cacing pita (cysticercus). Larva juga dapat bersarang di subkutan. pasien dianjurkan untuk makan makanan yang lunak tanpa minyak dan serat. otot.asiatica yang terdapat pada hati babi.2) Alasan rujuk: bila terjadi komplikasi. sakit kepala. larva T. Infeksi larva T. pusing.solium (cysticercus cellulose) yang terdapat pada daging babi atau larva T.asiatica tidak menimbulkan sistiserkosis pada manusia. saginata dan T. Taenia solium dan Taenia asiatica). 2) Sebagian kasus taeniasis tidak menunjukkan gejala (asimtomatik). jantung dan lain-lain. Adanya riwayat mengeluarkan proglotid (segmen) cacing pita baik pada waktu buang air besar maupun secara spontan. Penatalaksanaan Pasien taeniasis diobati dengan prazikuantel dengan dosis 10 mg/kg BB dosis tunggal. c. Taenia solium dan Taenia asiatica). solium. f. d. konstipasi. 3) Gejala klinis dapat timbul sebagai akibat iritasi mukosa usus atau toksin yang dihasilkan cacing. berat badan menurun. e. TAENIASIS / SISTISERKOSIS Kompetensi : 4 dan 3A Laporan Penyakit : ICD X : B68 a. mata. Diagnosis Diagnosis taeniasis dapat ditegakkan dengan anamnesis dan pemeriksaan feses secara mikroskopis. Hingga saat ini kasus taeniasis/sistiserkosis telah banyak dilaporkan dan tersebar di beberapa propinsi di Indonesia. Gambaran Klinis 1) Masa inkubasi berkisar antara 8–14 minggu. Sumber penularan sistiserkosis adalah pasien taeniasis solium sendiri yang fesesnya mengandung telur atau proglotid cacing pita dan mencemari lingkungan. Seseorang dapat terinfeksi cacing pita (taeniasis) bila makan daging yang mengandung larva yang tidak dimasak dengan sempurna. mual. 4) Pada sistiserkosis. 3) Keesokan harinya dalam keadaan perut kosong pasien diberi prazikuantel. Definisi Taeniasis ialah penyakit zoonosis parasitik yang disebabkan cacing dewasa Taenia (Taenia saginata. 58. Penularan Sumber penularan taeniasis adalah hewan terutama babi. Gejala tersebut antara lain rasa tidak nyaman di lambung. Bali dan Sumatera Utara. Telur T. terutama di propinsi Papua. Sistiserkosis terjadi apabila telur T. diare dan pruritus ani. Larva Taenia solium dapat menyebabkan sistiserkosis otak dan sistiserkosis subkutan.solium tertelan oleh manusia. . b. biasanya larva cacing pita bersarang di jaringan otak sehingga dapat mengakibatkan serangan epilepsi. napsu makan menurun. Cara pemberian prazikuantel adalah sebagai berikut : 1) Satu hari sebelum pemberian prazikuantel. badan lemah.saginata yang terdapat pada daging sapi (cysticercus bovis) maupun larva T. Pada pemeriksaan feses ditemukan telur cacing Taenia. Penyebab Cacing dewasa Taenia (Taenia saginata. 2) Malam harinya setelah makan malam pasien menjalani puasa. baik larva T.

Gambaran Klinis 1) Gejala biasanya muncul secara tiba-tiba. g. . b) Mencuci tangan sebelum makan dan sesudah buang air besar. 2) Kadang terjadi nyeri sendi dan timbul biduran (gatal-gatal kulit). C.5 g untuk anak anak. 5) Pasien tidak boleh makan sampai buang air besar yang pertama. d. peradangan muncul secara tiba-tiba dan berlangsung hanya selama beberapa minggu. d) Buang air besar di jamban. Setelah buang air besar pasien diberi makan bubur. kemudian menghilang pada minggu ke 2–4. Definisi Hepatitis Virus Akut adalah peradangan hati karena infeksi oleh salah satu dari kelima virus hepatitis (virus A. meskipun jaundice semakin memburuk. C Kompetensi : 2 Laporan Penyakit : 0403 ICD X : - a. 4) Bisa timbul gejala dari kolestasis (terhentinya atau berkurangnya aliran empedu) yang berupa feses yang berwarna pucat dan gatal di seluruh tubuh. atau C). sesuai dengan umur yang dilarutkan dalam sirop (pemberian sekaligus). terutama jika penyebabnya adalah infeksi oleh virus hepatitis B. B. KIE 1) Pencegahan a) Menjaga kebersihan lingkungan dan pribadi.4) Dua sampai 2 1/2 jam kemudian diberikan garam Inggris (MgSO 4). 6) Feses harus dikumpulkan dalam 24 jam kemudian dikirim ke laboratorium untuk identifikasi adanya skoleks. Pada saat ini gejala lainnya menghilang dan pasien merasa lebih baik. B. 2) Alasan rujuk: Pasien neurosistiserkosis atau komplikasi sebaiknya dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. Keberhasilan pengobatan didasarkan atas ditemukannya skoleks. hati teraba lunak dan kadang agak membesar. c. b. 30 gram untuk dewasa dan 15 g atau 7. HEPATITIS VIRUS A. urin warnanya berubah menjadi lebih gelap dan timbul kuning (jaundice). Penyebab Virus Hepatitis A. B. 59. 2) Pada pemeriksaan fisik. berupa: a) penurunan nafsu makan b) merasa tidak enak badan c) mual d) muntah e) demam. Jaundice biasanya mencapai puncaknya pada minggu ke 1–2. e) Memelihara ternak di kandang. Diagnosis 1) Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan darah terhadap fungsi hati. c) Tidak makan daging mentah atau setengah matang. 3) Beberapa hari kemudian.

pasien tidak perlu diasingkan. 2) Kemungkinan terjadinya penularan infeksi melalui transfusi darah bisa dikurangi dengan menggunakan darah yang telah melalui penyaringan untuk hepatitis B dan C. Amuba tersebut hidup di kolon. Escherichia coli enteroinvassive (EIEC). Penatalaksanaan 1) Jika terjadi hepatitis akut yang sangat berat. nafsu makan kembali muncul dan pasien tidak perlu menjalani tirah baring. 5) Untuk hepatitis C belum ditemukan vaksin. pengasingan pasien hanya sedikt membantu penyebaran hepatitis A. ditandai dengan diare berdarah. 6) Bagi yang belum mendapatkan vaksinasi tetapi telah terpapar oleh hepatitis. 7) Ibu hamil yang telah teridentifikasi virus hepatitis B. KIE Pencegahan: 1) Kebersihan yang baik bisa membantu mencegah penyebaran virus hepatitis A. Salmonella. Definisi Disentri merupakan gangguan peradangan usus terutama usus besar yang menyebabkan diare berat yang mengandung lendir atau darah pada feses. Penyebab 1. Disentri Basiler merupakan infeksi yang disebabkan oleh bakteri Shigella (Shigellosis). DISENTRI BASILER Kompetensi : 04 Laporan Penyakit : 0103 ICD X : A06 a. DISENTRI AMUBA. meskipun hasil pemeriksaan fungsi hati belum sepenuhnya normal. 3) Vaksinasi hepatitis B merangsang pembentukan kekebalan tubuh dan memberikan perlindungan yang efektif. 60. f. maka pasien dirawat di rumah sakit. b. Di sisi lain. Disentri amuba disebabkan oleh : Entamoeba histolytica. disertai lendir dan nyeri pada dubur pada saat buang air besar (tenesmus). menyebabkan radang akut dan kronik yang disebut amubiasis intestinal. tetapi sama sekali tidak mencegah penyebaran hepatitis B maupun C. Campylobacter jejuni (terutama pada bayi). . 4) Vaksinasi hepatitis A diberikan kepada orang-orang yang memiliki risiko tinggi. bisa mendapatkan sediaan antibodi untuk perlindungan. dianjurkan untuk melahirkan di rumah sakit.Pada umumnya menyerang anak-anak dibawah 5 tahun. misalnya para pelancong yang mengunjungi daerah dimana penyakit ini banyak ditemukan. 2.3) Diagnosis pasti diperoleh jika pada pemeriksaan darah ditemukan protein virus atau antibodi terhadap virus hepatitis. tetapi biasanya hepatitis A tidak memerlukan pengobatan khusus. e. 3) Sebagian besar pasien bisa kembali bekerja setelah jaundice menghilang. Feses pasien sangat infeksius. Mengakibatkan diare yang cukup parah. selanjutnya disebut amubiasis. 2) Setelah beberapa hari. Makanan dan kegiatan pasien tidak perlu dibatasi dan tidak diperlukan tambahan vitamin. Infeksi ini menyebabkan terjadinya diare cair atau disentri dan biasanya disertai rasa nyeri saat mengeluarkan feses. Pemberian antibodi bertujuan untuk memberikan perlindungan segera terhadap hepatitis virus. Bila tidak diobati amubiasis intestinal akan menjalar ke luar usus dan menyebabkan amubiasis ekstra-intestinal. yaitu globulin serum.

5. Pada masa laten. 3. Masa inkubasi pendek (1-3 hari) 2. selama 7–10 hari. Penatalaksanaan Prinsip penatalaksanaan diare adalah : 1). 5) Pasien amubiasis hati biasanya demam.histolytica bentuk histolitika dalam feses cair. Pada Amubiasis kolon akut: menemukan E.c. hati membesar disertai nyeri tekan abdomen terutama di daerah kanan atas. Anoreksia. 3). b). tidak nafsu makan. demam. Amubiasis ekstraintestinalis memerlukan pengobatan yang lebih lama. Disentri Basiler: 1. Leukosit di tinja menunjukkan 70% penyebab diare adalah bakteri dan 90% adalah diare disentri karena leukosit di tinja memiliki sensitivitas dan positive predictive value cukup tinggi untuk diare disentri. 2) Amubiasis kolon akut atau disentri amuba memberikan gejala sindroma disentri yang merupakan kumpulan gejala yang terdiri atas feses berlendir dan berdarah. Secara klasik. dengan pemberian oralit 2). yang menyebabkan nyeri berut bagian bawah. b) Dosis anak 1 tahun: 7. kemudian feses berdarah setelah 3-5 hari kemudian. a) Dosis dewasa: 500–750 mg tiap 8 jam selama 7 – 10 hari. shigelosis timbul dengangejala adanya nyeri abdomen.5 mg/kgBB tiap 8 jam. atau beberapa hari kemudian. Gambaran Klinis Disentri Amuba: 1) Masa inkubasi rata-rata 2-4 minggu. berkeringat. nyeri abdomen dan diare cair tanpa darah. Pemberian antibiotik: Disentri Amuba: Metronidazol merupakan obat pilihan untuk amubiasis usus maupun amubiasis ekstraintestinalis. Siprofloksasin 2x500mg sehari selama 5-7 hari. 3) Pada amubiasis kronik pasien mengeluh nyeri perut dan diare yang diselingi konstipasi. tinja kurang encer tapi sering mengandung lender dan darah. Kotrimoksasol (trimetoprim 160mg dan sulfametoksasol 800mg) 2x 1tab/hari. d. 6) Amubiasis kutis dan perinealis menyebabkan ulkus yang tepinya bergaung. jumlah tinja meningkat. 7. nyeri perut dan kadang-kadang disertai demam. Disentri Basiler: a). tenesmus anus. 4) Pada amubiasis ekstraintestinalis kadang ditemukan riwayat amubiasis usus. sedangkan amubiasis vaginalis menimbulkan leukore dengan bercak darah dan lendir. berat badan turun dan ikterus. e. Muntah-muntah. Gejala awal terdiri dari demam. Oleh karena itu perlu dirujuk. Pemberian Zink selama 10 hari untuk anak <6 bln 10mg dan > 6 bulan 20 mg. . Tiap gerakan usus disertai dengan “mengedan” dan tenesmus(spasme rectum). Mengatasi Dehidrasi. Diagnosis Ditemukannya darah dan lendir pada tinja. 6. BAB berdarah dan berlendir. 4.

desinfeksi sayur dan buah-buahan yang diduga kurang bersih.f. yang pada akhirnya akan menimbulkan kematian jaringan yang dapat terasa nyeri . yaitu daerah ujung dari anal kanal (anus). Perdarahan dapat timbul jika mengalami iritasi. maka penggumpalan darah akan terjadi sehingga akan menimbulkan keluhan nyeri yang lebih hebat. Biasanya wasir jenis ini tidak nyeri. Biasanya akan menimbulkan keluhan nyeri. 5) Pengidap kista tidak boleh bekerja di bidang penyiapan makanan dan minuman. obesitas (kegemukan). 2) Efek samping terapi: metronidazol dapat menyebabkan mual. atau juga dapat disebabkan karena terlalu sering dan kuat mengedan (kesulitan buang air besar atau diare). 50% populasi usia 50an menderita wasir. Di Amerika. atau karena memang lemahnya pembuluh darah vena di rektum atau anus. Jika wasir jenis ini tidak ditangani. Jika terjadi iritasi.  Strangulated hemorrhoid merupakan suatu keadaan terjepitnya prolapsed hemorrhoid karena otot disekitar anus berkontraksi. Alkohol dapat menyebabkan penyakit hati yang pada akhirnya akan menimbulkan penyumbatan aliran pembuluh darah pada rektum atau anus. Hipertensi (darah tinggi). Penyebab Penyebab terjadinya wasir bermacam-macam. Kekurangan vitamin E merupakan faktor yang lainnya. maka akan menjadi prolapsed and strangulated hemorrhoids. Hal ini menyebabkan terperangkapnya wasir dan terhentinya pasokan darah. Perdarahan yang terjadi bersifat menetes. Hemorrhoid Grade 1/2 Definisi Hemorrhoid merupakan pembengkakan dan peradangan pada pembuluh darah balik (vena) pada daerah rektum atau anus. 61.  Prolapsed hemorrhoid adalah wasir yang “nongol” keluar dari rektum. Jika pembuluh darah vena pecah yang mengalami kelainan pecah. *) Hemorrhoid interna Merupakan wasir yang muncul didalam rektum. gejala yang ditimbulkan adalah berupa gatal. sedangkan mengkonsumsi terlalu banyak kopi dapat menyebabkan hipertensi. Tipe dan Gejala Hemorrhoid dibagi menjadi 2 tipe : *) Hemorrhoid eksterna Merupakan wasir yang timbul pada daerah yang dinamakan anal verge. Jadi kebanyakan orang tidak menyadari jika mempunyai wasir ini. Wasir dapat diturunkan secara genetik. Dan diperkirakan sekitar 5085% populasi dunia akan mengalami gejala wasir pada periode tertentu dalam hidupnya. Wasir jenis ini dapat terlihat dari luar tanpa menggunakan alat apa-apa. KIE 1) Tujuan terapi: membunuh parasit. Dapat terjadi pembengkakan dan iritasi. Wasir jenis ini rentan terhadap trombosis (penggumpalan darah). Keadaan dehidrasi (kekurangan cairan) dapat juga menjadi faktor penyebab. 3) Pencegahan: 4) Pencegahan meliputi perbaikan kesehatan lingkungan dan higiene perorangan. Jika timbul gejala tersebut maka pasien dapat menghubungi dokter Puskesmas untuk mendapatkan obat antimual. Duduk yang terlalu lama juga dapat menyebabkan terjadinya wasir. Dehidrasi dapat menyebabkan tinja yang keras dan kesulitan buang air besar. Konsumsi alkohol dan kopi dalam jumlah banyak dan sering juga merupakan salah satu faktor pencetus. dan gaya hidup yang malas (tidak aktif) juga merupakan salah satu pencetus terjadinya wasir.

namun tidak dapat masuk kembali secara spontan.atau obat yang memperlunak feses(bulk forming cathartic). Obat antiinflammasi seperti steroid topikal jangka pendek dapat diberikan untuk mengurangi udem jaringan karena inflammasi. maka setelah itu akan dilakukan pemeriksaan colok dubur guna meraba wasir yang letaknya didalam.bila perlu diberikan supplemen serat.vasokonstriktor.tetapi akan mengurangi inflammasi.2. seluruh usus dapat terlihat.emollient dan zat pembersih perianal. Hemorrhoid interna dapat dikelompokkan menjadi :  Grade I : wasir tidak keluar dari rektum  Grade II : wasir prolaps (keluar dari rektum) pada saat mengedan.Obatobat ini tidak akan berpengaruh terhadap hemorroidnya sendiri.Antiinflammasi ini biasanya digabungkan dengan anestesi lokal. Sitz bath ( bagian anus direndam di waskom/ember dengan air hangat + permanganas kalikus) sangat bermanfaat karena ada efek memberiesihkan perianal. Manipulasi diit dan mengatur kebiasaan. dapat diberikan obat penghilang nyeri yang dimasukkan melalui anus. yaitu dengan memasukkan suatu alat yang dinamakan anuskop (suatu tabung panjang yang diujungnya terpasang lampu) melalui anus sehingga memungkinkan dokter melihat secara langsung wasir yang letaknya didalam (hemorrhoid interna). sekitar 60 cm dari usus besar dapat terlihat.4.Demikian pula obat yang mengandung anestesi lokal perlu diberikan secara hatihati karena sering menimbulkan reaksi buruk terhadap kulit/mukosa. Konfirmasi secara visual dari wasir dapat dilakukan dengan tehnik anuskopi.sekali. Selain itu juga dapat digunakan krim penghilang rasa sakit. . Sedangkan dengan kolonoskopi.rasa nyeri/tidak enak dan rasa gatal. atau tumor). harus secara manual (didorong kembali dengan tangan)  Grade IV : wasir mengalami prolaps namun tidak dapat dimasukkan kembali Pemeriksaan Tambahan Setelah dokter melakukan pemeriksaan secara fisik (dengan melihat apakah ada wasir yang prolaps). Untuk pemeriksaan lebih lanjut (menyingkirkan kemungkinan penyakit lain seperti polip. Namun wasir kita menimbulkan rasa nyeri. Penatalaksanaan 1.Walaupun demikian pemakaian jangka panjang malah menjadi tidak baik karena menimbulkan atrofi kulit perianal yang merupakan predisposisi terjadinya infeksi. sigmoidoskopi atau kolonoskopi dapat dilakukan.Menghindarkan mengedan berlama-lama pada saat defekasi. Terapi pengobatan Tidak ada obat yang dapat mengobati wasir.antipruritus dan vasokonstriktor. namun harus hati-hati terhadap krim yang mengandung steroid karena justru dapat memicu timbulnya serangan nyeri.Penggunaan steroid ini bermanfaat pada saat ekaserbasi akut dari hemorroid karena bekerja sebagai antiinflammasi. Pada sigmoidoskopi. Diit tinggi serat. infeksi usus.3. Terapi medik diberikan pada penderita hemorroid derajat 1 atau 2 (1. Yang paling penting adalah untuk melakukan pencegahan (dijelaskan dibawah) terhadap timbulnya wasir.5). namun dapat masuk kembali secara spontan  Grade III : wasir prolaps saat mengedan.lubricant.Menghindarkan diare karena akan menimbulkan iritasi mukosa yang mungkin menimbulkan ekaserbasi penyakit.

Definisi Sistitis adalah infeksi pada kandung kemih.Penelitian lain pada hemorroid non akut dengan dosis 2 x 500 mg selama 2 bulan hasilnya kelompok yang diobati lebih baik dari plasebo(7). juga Klebsiella. Gambaran Klinis 1) Infeksi kandung kemih biasanya menyebabkan desakan untuk buang air kecil dan rasa terbakar atau nyeri selama buang air kecil. grup B Streptococcus dan Proteus mirabilis. dll) sekitar 20-25 gram sehari  Olahraga  Mengurangi mengedan  Menghindari penggunaan laksatif (perangsang buang air besar)  Membatasi mengedan sewaktu buang air besar. 4) Urin tampak berawan dan mengandung darah. Infeksi kandung kemih umumnya terjadi pada wanita.Obat flebotonik seperti Daflon atau preparat rutacea dapat meningkatkan tonus vena sehingga mengurangi kongesti. 2. Beberapa wanita menderita infeksi kandung kemih secara berulang. 3) Gejala lainnya adalah nokturia (sering buang air kecil di malam hari).Dosis pada saat akut yaitu 3 x 1000 mg selama 4 hari dilanjutkan 2 x 1000 mg selama 3 hari(6). SISTITIS AKUT Kompetensi : 4 Laporan Penyakit : 16 ICD X : N20-23. Terapi operatif (hemorroid gr 3 & 4) Jika wasir yang kita alami tidak sembuh-sembuh dengan perubahan pola hidup.  Penggunaan jamban jongkok juga sebaiknya dihindari. sereal. b. N30 a.) .coli (organisme paling sering. c. maka sebaiknya dilakukan tindakan operatif dirujuk ke Rumah Sakit. sayuran. Obat ini dikatakan aman bahkan pada wanita hamil sekalipun(8). suplemen serat.Te rnyata pengobatan dengan cara tersebut lebih baik dari plasebo. Penyebab E. pada 80–90% kasus). Pseudomonas.Daflon merupakan obat yang dapat meningkatkan dan memperlama efek noradrenalin pada pembuluh darah. 2) Nyeri biasanya dirasakan diatas tulang kemaluan dan sering juga dirasakan di punggung sebelah bawah. terutama pada masa reproduktif. 62. 5) Kadang infeksi kandung kemih tidak menimbulkan gejala dan diketahui pada saat pemeriksaan urin (urinalisis untuk alasan lain. makan makanan yang mengandung banyak serat (buah.  Penggunaan celana dalam yang ketat dapat mencetuskan terjadinya wasir dan dapat mengiritasi wasir yang sudah ada. Pencegahan  Pencegahan untuk wasir meliputi  Minum banyak air.Penelitian double blind placebocontrolled dari Daflon ternyata memberikan manfaat untuk terapi hemorroid baik pada keadaan non akut maupun pada saat ekaserbasi akut.

maka biasanya 1 jenis bakteri ditemukan dalam jumlah yang banyak. leukosituria dan nitrit urin positif 3) Untuk sistitis ringan. Untuk laki-laki yang mengalami infeksi saluran kencing. gejala-gejalanya biasanya muncul dalam waktu 2–10 hari setelah terinfeksi. anak. Diagnosis 1) Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejalanya yang khas: disuria. contoh urin ini kadang dicemari oleh bakteri dari vagina. dubur atau mulut dengan seseorang yang sedang mengalami infeksi tersebut tanpa memakai kondom. wanita hamil. Gambaran Klinis . 2) Alasan rujuk: pada kasus komplikasi. sehingga perlu diambil contoh urin langsung dari kandung kemih dengan menggunakan kateter. 63.6) Sistitis tanpa gejala terutama sering terjadi pada usia lanjut. 2) Diambil contoh urin aliran tengah (midstream). 6) Gejalanya seringkali bisa dikurangi dengan membuat suasana urin menjadi basa. langkah pertama yang bisa dilakukan adalah minum banyak cairan. KIE 1) Tujuan pengobatan: untuk eradikasi kuman penyebab. agar urin tidak tercemar oleh bakteri dari vagina atau ujung penis. Penyebab Disebabkan oleh kuman Neisseria gonorrhoeae (gonococcus). biasanya antibiotik diberikan selama 7–10 hari. Gonore dapat menular kalau seseorang melakukan hubungan seks vaginal. 5) Jika infeksinya kebal. b. dan indikasi pembedahan. bakteri yang tersisa akan dilenyapkan oleh pertahanan alami tubuh. Urin kemudian diperiksa dibawah mikroskop untuk melihat adanya sel darah merah atau sel darah putih atau zat lainnya. yang bisa menderita inkontinensia uri sebagai akibatnya. selama belum timbul komplikasi. Pada wanita. 3) Dilakukan penghitungan bakteri dan dibuat biakan untuk menentukan jenis bakterinya. urin aliran tengah biasanya cukup untuk menegakkan diagnosis. 4) Pada pria. infeksi tanpa gejala biasanya tidak memerlukan pengobatan. 2) Antibiotik diberikan jika pasien memenuhi kriteria disuria. Aksi pembilasan ini akan membuang banyak bakteri dari tubuh. yaitu dengan meminum baking soda yang dilarutkan dalam air. d. dubur atau tenggorokan. Jika terjadi infeksi. Definisi Gonore adalah infeksi bakteri tertentu di alat kelamin. e. c. f. Penatalaksanaan 1) Pada usia lanjut. GONORE Kompetensi Laporan Penyakit : 4 : 25 ICD X : A54 a. leukosituria dan nitrit urin positif. suatu diplococcus gram negatif. 4) Pemberian antibiotik peroral seperti kotrimoksazol 480 mg tiap 12 jam atau siprofloksasin selama 5 hari biasanya efektif.

1) Setelah melakukan kontak seksual kelainan di awal dengan keluhan rasa tidak nyaman/panas di saluran kemih dan beberapa waktu kemudian dengan keluarnya cairan putih kekuningan (darah) dari lubang kencing. ibu menyusui.4 juta UI. 2) Biasanya penyakit ini menunjukan gejala 2-10 hari. jari-jari. Diagnosis Gonore dan klamidia dapat diketahui dengan sampel yang diseka dari saluran kemih. e. Gejala penyakit ini meliputi demam dan nyeri perut bagian bawah. akibat penyebarannya kuman gonore melalui darah. Namun semua gejala itu pun tidak khas bagi gonore. sehingga sifat cairan ini tidak memastikan penyakit ini.8 juta UI. Radang sendi melibatkan beberapa sendi. 4) Pada wanita infeksi gonore bisa berlanjut menjadi peradangan alat dalam panggul yang menjalar dari bibir rahim. Bisa terjadi radang sendi dan kulit yang di tandai demam. 7 hari 4) Penisilin prokain 2. Manifestasi lazim lainnya meliputi radang selaput pembukus jantung (perikarditis). PIELONEFRITIS Kompetensi : 3A Laporan Penyakit : 16 ICD X : N20-N23. 7 hari 3) Doksisiklin 2x100 mg/hari. yang kental ataupun yang encer bisa disebabkan oleh kuman lain. ataupun yang kuning. nyeri sendi dan bengkak sendi. dubur atau tenggorokan. sering melibatkan sendi pergelangan tangan. atau anak di bawah 12 tahun 64. menggigil serta kelainan kulit berbentuk nanah dan gelembung. N30 . d. ke dalam rahim. 3) Alasan rujukan: tidak sembuh dengan pengobatan tersebut diatas 4) Efek samping pengobatan: alergi obat. Kadang-kadang terjadi radang lapisan dalam jantung dan selaput otak. Mungkin juga terdapat pengeluaran cairan kekuningan dari dalam bibir rahim dan nyeri tekan pada rahim pada waktu pemeriksaan dalam atas alat-alat panggul. per oral. biasanya terjadi selama haid. ke saluran telur dan ke seluruh alat dalam panggul. Umumnya penyakit ini ditandai dengan radang saluran urin dengan gejala nyeri sewaktu berkemih dan mengeluarkan cairan putih dari saluran kemihnya. Penting agar pasien tidak buang air kecil selama paling tidaknya tiga jam sebelum menjalani tesnya. dan radang hati (hepatitis). 5) Siprofloksasin 500 mg tiap 12 jam selama 5-7 hari per oral. Namum pengeluaran cairan putih. Radang alat-alat panggul ini bisa menyebabkan strerilitas..m. kehamilan di luar kandungan dan nyeri panggul yang menahun. sedang dosis untuk wanita 4. 5) Doksisiklin tidak boleh diberikan kepada ibu hamil. dan kira-kira 2/3 pasiennya wanita. 2) Pencegahan: hindari perilaku berisiko atau perilaku seksual yang tidak aman. bisa juga terjadi komplikasi di tempat lain. diberikan i. per oral. KIE 1) Tujuan penatalaksanaan: mengobati dan menghindari penularan. hindari kontak langsung dengan pasien. 3) Pada wanita biasanya tidak ada keluhan keputihan dan kadang-kadang pendarahan yang tidak normal dari rahim serta rasa tak nyaman pada liang dubur. Penatalaksanaan 1) Sefixime 400 mg dosis tunggal 2) Eritromisin 4x500 mg/hari. f. sendi lutut dan sendi pergelangan kaki. ia bisa juga disebabkan oleh penyakit lain sehingga perlu diperiksa dengan teliti. 5) Selain komplikasi setempat pada laki-laki dan wanita.

Gambaran Klinis 1) Gejala biasanya timbul secara tiba-tiba berupa demam. f. mual dan muntah. yaitu sering berkemih dan nyeri ketika berkemih. Kadang otot perut berkontraksi kuat.a. b. menggigil. 2) Beberapa pasien menunjukkan gejala infeksi saluran kemih bagian bawah. 3) Pada penyumbatan. Antibiotik dapat diperpanjang sampai 21 hari. selain itu disebabkan juga antara lain Enterobacter. kelainan struktural atau batu. e. 3) Alasan rujuk: pasien anak dan dewasa yang didiagnosa pielonefritis. 65. diberikan antibiotik. 2) Pemeriksaan yang dilakukan untuk memperkuat diagnosis pielonefritis adalah: a) pemeriksaan urin dengan mikroskop. Klebsiella. Definisi Pielonefritis adalah infeksi bakteri pada salah satu atau kedua ginjal. 6) Pada anak-anak. dilakukan pemeriksaan urin ulang untuk memastikan bahwa infeksi telah berhasil diatasi. 5) Kejang bisa terjadi karena adanya iritasi akibat infeksi atau karena lewatnya batu ginjal. nyerinya bersifat samar dan demam hilang-timbul atau tidak ditemukan demam sama sekali. batu ginjal yang besar atau arus balik air kemih dari kandung kemih ke dalam ureter (pada anak kecil). 3) Bisa terjadi pembesaran salah satu atau kedua ginjal. nyeri di punggung bagian bawah. atau siprofloksasin 500 mg tiap 12 jam selama 5 hari. b) pembiakan bakteri dalam contoh urin untuk menentukan adanya bakteri. 2) Pencegahan: kenali gejala penyakit untuk pengobatan sedini mungkin. c. Penyebab Disebabkan oleh Escherichia coli (paling sering). 2) Pada 4–6 minggu setelah pemberian antibiotik. kelainan struktural atau penyebab penyumbatan air kemih lainnya. Terapi kausal dimulai dengan kotrimoksazol 2 tablet tiap 12 jam selama 5 hari. Diagnosis 1) Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejalanya yang khas. d. 9) Pielonefritis kronik pada akhirnya bisa merusak ginjal sehingga ginjal tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya (gagal ginjal). Penatalaksanaan 1) Segera setelah diagnosis ditegakkan. 3) USG dan rontgen bisa membantu menemukan adanya batu ginjal. gejala infeksi ginjal seringkali sangat ringan dan lebih sulit untuk dikenali. 7) Pada infeksi menahun (pielonefritis kronik). Pseudomonas dan Proteus. 8) Pielonefritis kronik hanya terjadi pada pasien yang memiliki kelainan utama. pielonefritis dengan komplikasi atau pada wanita hamil harus dirujuk. FIMOSIS . 4) Bisa terjadi kolik renalis. atau amoksisilin 500 mg tiap 8 jam selama 5 hari. KIE 1) Tujuan pengobatan: eradikasi dan mencegah timbulnya komplikasi. seperti penyumbatan saluran kemih. mungkin perlu dilakukan pembedahan dengan merujuk ke rumah sakit. dimana pasien merasakan nyeri hebat yang disebabkan oleh kejang ureter.

2. balanitis. dan menimbulkan retensi urin. 66. Fimosis dengan keluhan miksi. Gangguan aliran urine berupa sulit kencing. Fimosis disertai balanitis xerotica obliterans dapat diberikan salep dexamethasone 0. PARAPHYMOSIS DEFINISI Parafimosis adalah prepusium penis yang diretraksi sampai di sulkus koronarius tidak dapat dikembalikan pada kedaan semula dan timbul jeratan pada penis di belakang sulkus koronarius. [40] 3. Smegma terjadi dari sel-sel mukosa prepusium dan glans penis yang mengalami deskuamasi oleh bakteri yang ada didalamnya.BATASAN Fimosis adalah prepusium penis yang tidak dapat diretraksi (ditarik) ke proksimal sampai ke korona glandis. menggelembungnya ujung prepusium pada saat miksi atau infeksi postitis merupakan indikasi untuk dilakukan sirkumsisi. dimana pada fimosis disertai balanitis / postitis harus diberikan antibiotika terlebih dahulu. dan diharapkan setelah 6 minggu pemberian prepusium dapat diretraksi spontan. Tidak dianjurkan melakukan retraksi yang dipaksakan. Higiene lokal yang kurang bersih menyebabkan terjadinya infeksi yaitu postitis. PENATALAKSANAAN 1. menggelembungnya ujung prepusium penis saat miksi. PATOFISIOLOGI Fimosis dialami oleh sebagian besar bayi baru lahir karena terdapat adesi alamiah antara prepusium dengan glans penis. PATOFISIOLOGI Menarik (retraksi) prepusium ke proksimal biasanya dilakukan pada saat . Pada sebagian anak. karena dapat menimbulkan luka dan terbentuk sikatriks pada ujung prepusium sehingga akan terbentuk fimosis sekunder. Ereksi penis yang terjadi secara berkala membuat prepusium terdilatasi perlahan-lahan sehingga prepusium menjadi retraktil dan dapat ditarik ke proksimal. Hingga usia 3-4 tahun penis tumbuh dan berkembang dan debris yang dihasilkan oleh epitel prepusium (smegma) mengumpul didalam prepusium dan perlahan-lahan memisahkan prepusium dari glans penis. Menjaga personal hygiene terutama penis dan tidak mencuci penis dengan banyak sabun.1% yang dioleskan 3/4 kali. pancaran urine mengecil. balanopstitis. 2. GEJALA KLINIS Tanda dan gejala fimosis diantaranya : 1. prepusium tetap lengket pada glans penis. 4. Dapat terjadi corpus smegma yaitu timbunan smegma di dalam sakus prepusium penis. 3. sehingga ujung preputium mengalami penyempitan dan akhirnya dapat mengganggu fungsi miksi/berkemih.

8 a. Definisi Keluarnya cairan yang berlebihan dari dalam vagina disertai dengan gatal/rasa terbakar pada vulva. Dapat disebabkan oleh infeksi vagina (kolpitis) yang lebih bersifat encer dan radang serviks (servisitis) yang bersifat muko-purulen. Diharapkan edema berkurang dan secara perlahan-lahan prepusium dikembalikan pada tempatnya. Diagnosis 1) Gejala duh tubuh (discharge) yang abnormal merupakan petunjuk kuat infeksi vagina namun merupakan pertanda lemah untuk infeksi serviks. Penyebab Kolpitis sering disebabkan oleh trikomoniasis. 2) Wanita dengan faktor risiko (mempunyai lebih dari 1 mitra seksual atau mitra seksual sedang mengidap IMS dan sanggama tidak menggunakan kondom) cenderung memiliki risiko tinggi untuk terjadi infeksi serviks bila dibandingkan dengan mereka yang tidak berisiko. c. KEPUTIHAN / FLUOR ALBUS (DUH TUBUH VAGINA) Kompetensi : 4 Laporan Penyakit : 26 ICD X : N89. Jika dibiarkan bagian penis di sebelah distal jeratan makin membengkak yang akhirnya bisa mengalami nekrosis glans penis. . Setelah edema dan proses inflamasi menghilang pasien dianjurkan untuk menjalani sirkumsisi 67. Jadi semua wanita yang menunjukkan tandatanda duh tubuh vagina (vaginal discharge) agar diobati juga untuk trikomoniasis dan bakterial vaginosis sekaligus. kandidiasis dan vaginosis bakterial. Jika prepusium tidak dikembalian ke tempat semula.bersenggama/masturbasi atau setelah pemasangan kateter. 3) Pemeriksaan secara mikroskopik sangat membantu diagnosis untuk infeksi serviks. sedangkan servisitis sering disebabkan oleh infeksi Neiserria gonorrhoeae dan Chlamydia trachomatis. Gambaran Klinis 1) Deteksi infeksi serviks berdasarkan gejala klinis sulit dilakukan. menyebabkan gangguan aliran balik vena superfisial sedangkan aliran arteri tetap berjalan normal. b. Hal ini menyebabkan edema glans penis dan dirasakan nyeri. 2. DIAGNOSIS Diagnosis parafimosis dibuat berdasarkan pemeriksaan fisis. Jika tidak berhasil. d. 2) Wanita dengan cairan tubuh yang berlebihan disertai dengan faktor risiko perlu dipertimbangkan untuk diobati sebagai servisitis yang disebabkan gonore dan klamidiasis. Prepusium diusahakan untuk dikembalikan secara normal dengan teknik memijat glans selama 3-5 menit. maka dilakukan dorsum insisi pada jeratan sehingga prepisiun dapat dikembalikan pada tempatnya. yaitu didapatkan prepisium yang tidak dapat diretraksi kembali TERAPI 1. karena sebagian besar wanita dengan gonore atau klamidiasis yang menyebabkan infeksi serviks umumnya asimtomatik.

2 x sehari. ibu menyusui. dosis tunggal Pilihan pengobatan lain Tetrasiklin**) 500 mg per oral tiap 6 jam. Nistatin tab vagina100. 2 g per oral. Tabel 20. . dosis tunggal Pilihan pengobatan lain Metronidazol 400 atau 500 mg. ISK bawah melibatkan infeksi bagian bawah dari sluran kemih. Pengobatan Sindroma Duh Tubuh Vagina karena Vaginitis (pengobatan program) Trikomoniasis Bakterial Vaginosis ( bukan IMS ) Kandidosis Vagina (bukan IMS) Pilih salah satu dari beberapa cara pengobatan yang dianjurkan dibawah ini Metronidazol. selama 7 hari Metronidazol 400 atau 500 mg per oral.e. Pengobatan Gonore Tanpa Komplikasi dan Klamidiasis Pengobatan Gonore Tanpa Komplikasi Pengobatan Klamidiasis Pilihlah salah satu dari beberapa cara pengobatan yang dianjurkan dibawah ini Siprofloksasin*) 500 mg Doksisiklin**100 mg per oral tiap 6 jam selama 7 hari per oral. 2 x sehari. 2 g per oral.000 UI. Penatalaksanaan Pengobatan sindroma duh tubuh vagina karena servisitis sesuai dengan pedoman penatalaksanaan IMS yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal P2PL Kemenkes (Tabel 20 dan Tabel 21). selama 7 hari. selama 7 hari Metronidazol. Definisi Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah istilah umum yang menunjukkan keberadaan mikroorganisme didalam urin. tiap hari. atau Eritromisin 500 mg tiap 6 jam selama 7 hari (bila ada kontra-indikasi tetrasiklin) *) Tidak boleh diberikan kepada ibu hamil. 2) Efek samping metronidazol: mual dan lemas. 68. dosis tunggal f. INFEKSI SALURAN KEMIH BAWAH a. Tetrasiklin dan doksisiklin tidak boleh diberikan pada ibu hamil. ibu menyusui dan anak usia < 12 tahun Tabel 21. 3) Pencegahan: hindari kontak langsung. 4) Alasan rujuk: jika ditemukan keganasan. selama 14 hari KIE 1) Tujuan pengobatan: pengobatan penyakit dan pemutusan rantai penularan. anak usia <12 tahun dan remaja **)Tidak boleh diberikan kepada ibu hamil.

b. sampai terjaga malam untuk BAK (nocturia). ISK yang tidak diobati sering menjadi pyelonefritis. Diagnosis Untuk pemeriksaan ISK digunakan urin segar (urin pagi yang pertama-tama diambil pagi hari setelah bangun tidur). sampai dengan gagal ginjal. Mikroorganisme lain yang sering ditemukan adalah Klebsiella sp. - - Presentasi klinis ISK bawah tergantung dari gender: 1. Sindrom Uretra Akut ( SUA) : adalah presentasi klinis sistitis tanpa ditemukan mikroorganisme (steril). - e. Laki-laki Presentasi klinis ISK pada laki-laki mungkin sistitis. Hematuria (jika ditemukan eritrosit 5-10 perlapangan pandang sedimen urin) . 2. Proteus sp dan Stafilokokus koagulase negatif. Lebih sering terjadi pada wanita dari pada pria. epidimidis dan uretritis. . karena saluran urethra wanita lebih pendek. Sistitis akut : 5-7 hari.termasuk kandung kemih dan uretra.Pemeriksaan urinalisis meliputi Leukosuria ( dinyatakan positif jika terdapat 5 atau lebihleukosit (sel darah putih) per lapangan pandang dalam sedimen urin. f. Perempuan Sistitis : adalah presentasi klinik infeksi kandung kemih disertai bakteriuria bermakna.Pemeriksaan bakteriologis (mikroskopis) : positif bila ditemukan 1 bakteri per lapangan pandang. prostatitis. Penatalaksanaan Amoksisillin 3x 500mg Sefadroksil 2x 500mg Kotrimoksasol 2x 960mg Ciprofloxacin 2x 500mg Lama terapi untuk Bakteriuria asimptomatik : 3 hari. c. tidak enak badan (malaise) d. KIE  Meningkatkan higienitas daerah dalam underwear . tapi jumlahnya sedikit  Tidak dapat menahan kencing  BAK tidak lampias  Urin yang keruh dan lebih bau dari normalnya  Nyeri pada perut bagian bawah  Demam ringan. Penyebab Escherichia coli merupakan mikroorganisme yang paling sering diisolasi dari pasien ISK. Gejala  Nyeri saat buang air kecil (dysuria)  BAK menjadi lebih sering.

terutama pada penderita diabetes. harus menyekanya dari depan ke belakang Perbanyak minum Jangan suka menahan-nahan BAK BAK sampai tuntas dan benar-benar selesai BAK sebelum dan sesudah hubungan seksual untuk mengosongkan kantung kencing (terutama bagi wanita) Berhenti dan hindari asap rokok Menangani penyakit lain yang didertia sebaik mungkin untuk terhindar dari komplikasi ISK 69. Terapi penyinaran 5. Gejala:  Vulva terasa agak gatal dan mengalami iritasi. Penyebabnya bisa berupa: 1.       Cebok menggunakan air. Tumor ataupun jaringan abnormal lainnya 4.Spermisida. Zat atau benda yang bersifat iritatif . diafragma. dan bila menggunakan tisu khusus untuk wanita. 2. Infeksi -Bakteri (misalnya klamidia. kondom.   Kulit tampak merah dan terasa kasar. .Jamur (misalnya kandida). wanita hamil dan pemakai antibiotik -Protozoa (misalnya Trichomonas vaginalis) .Deodoran .Sabun cuci dan pelembut pakaian . Dari vagina keluar cairan kental seperti keju.Pakaian dalam yang terlalu ketat.Zat di dalam air mandi . penutup serviks dan spons . tidak berpori-pori dan tidak menyerap keringat .Vulvitis  Vulvitis adalah suatu peradangan pada vulva (organ kelamin luar wanita).Virus (misalnya virus papiloma manusia dan virus herpes). gonokokus) . Rasa gatal atau rasa tidak enak pada vulva bisa disebabkan oleh infeksi virus papiloma manusia maupun karsinoma in situ (kanker stadium awal yang belum menyebar ke daerah lain). Infeksi jamur menyebabkan gatal-gatal sedang sampai hebat dan rasa terbakar pada vulva dan  vagina. Obat-obatan Perubahan hormonal. pelumas.Tinja 3.Pembilas vagina .

dilakukan pemeriksaan Pap smear. tablet vagina atau supositoria) Jamur Bakteri Fluconazole atau ketoconazole< (tablet) Biasanya metronidazole atau clindamycin (tablet vagina) atau metronidazole . kadang pembilasan dengan air bisa membantu mengurangi jumlah cairan. hasil pemeriksaan fisik dan karakteristik cairan yang keluar dari vagina. Selain antibiotik. plester kulit maupun krim yang dioleskan langsung ke vulva dan vagina. Penipisan lapisan vagina pasca menopause diatasi dengan terapi sulih estrogen. bisa dioleskan krim estrogen selama 7-10 hari. kedua pasangan seksual diobati pada saat yang sama. anti-jamur atau anti-virus. Estrogen bisa diberikan dalam bentuk tablet.  Contoh cairan juga diperiksa dengan mikroskop dan dibiakkan untuk mengetahui organisme penyebabnya.  Pada vulvitis menahun yang tidak memberikan respon terhadap pengobatan biasanya dilakukan pemeriksaan biopsi jaringan. diberikan antibiotik. DIAGNOSA  Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala. Untuk mengendalikan gejalanya bisa dilakukan pembilasan vagina dengan campuran cuka dan air. Untuk mengetahui adanya keganasan.  Luka terbuka yang menimbulkan nyeri di vulva bisa disebabkan oleh infeksi herpes atau abses. untuk mencegah berulangnya infeksi. Jika penyebabnya adalah infeksi. Pada infeksi menular seksual. Jika akibat infeksi labia (lipatan kulit di sekitar vagina dan uretra) menjadi menempel satu sama lain. Cairan vagina akibat vaginitis perlu diobati secara khusus sesuai dengan penyebabnya. clotrimazole. butoconazole atau terconazole (krim. Luka terbuka tanpa rasa nyeri bisa disebabkan ole kanker atau sifilis. Tetapi pembilasan ini tidak boleh dilakukan terlalu lama dan terlalu sering karena bisa meningkatkan resiko terjadinya peradangan panggul. untuk infeksi bakteri juga diberikan jeli asam propionat agar cairan vagina lebih asam sehingga mengurangi pertumbuhan bakteri. PENGOBATAN Jika cairan yang keluar dari vagina normal. tergantung kepada organisme penyebabnya. Pengobatan Umum Untuk Vaginitis & Vulvitis Jenis infeksi Pengobatan Miconazole.  Kutu kemaluan (pedikulosis pubis) bisa menyebabkan gatal-gatal di daerah vulva.

penderita juga sebaiknya memakai pakaian dalam yang tidak terlalu ketat dan menyerap keringat sehingga sirkulasi udara tetap terjaga (misalnya terbuat dari katun) serta menjaga kebersihan vulva (sebaiknya gunakan sabun gliserin).(tablet). Krim atau tablet acyclovir diberikan untuk mengurangi gejala dan memperpendek lamanya infeksi herpes. Gunakan kondom lateks laki-laki. dan keringkan area itu dengan baik untuk mencegah iritasi. Ragi tumbuh subur di lingkungan lembab. Usap dari depan ke belakang setelah menggunakan toilet. Jangan gunakan sabun wangi atau kasar. Berulang menggunakan douche mengganggu organisme normal yang berada di vagina dan dapat benar-benar meningkatkan risiko infeksi vagina. Jika penyebabnya gonokokus biasanya diberikan suntikan ceftriaxon & tablet doxicyclin Klamidia Doxicyclin atau azithromycin (tablet) Trikomonas Metronidazole (tablet) Virus papiloma manusia Asam triklorasetat (dioleskan ke kutil). c. Ini termasuk tampon dan bantalan berparfum. Jika Anda merasa nyaman tanpa itu. e. Hindari bathtub dan pusaran air panas spa. PENCEGAHAN Kebersihan yang baik dapat mencegah beberapa jenis vaginitis dari berulang dan dapat meredakan beberapa gejala: a. Ini membantu mencegah infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual. Hindari penyebaran bakteri dari tinja ke vagina. . seperti yang dengan deodoran atau antibakteri. Untuk mengurangi gatal-gatal yang bukan disebabkan oleh infeksi bisa dioleskan krim atau salep corticosteroid dan antihistamin per-oral(tablet). Pakailah pakaian katun dan stoking dengan pembalut di selangkangannya. f. Jangan gunakan douche. Untuk mengurangi nyeri dan gatal-gatal bisa dibantu dengan kompres dingin pada vulva atau berendam dalam air dingin. Untuk mengurangi nyeri bisa diberikan obat pereda nyeri. langsung mengenakan pakaian tidur. Bilas sabun dari luar daerah genital Anda setelah mandi. Hindari iritasi. Vagina anda tidak memerlukan pembersihan lain dari mandi biasa. d. b. untuk infeksi yg berat digunakan (kutil genitalis) larutan nitrogen atau fluorouracil (dioleskan ke kutil) Virus herpes Acyclovir (tablet atau salep) Selain obat-obatan. Douche tidak menghilangkan sebuah infeksi vagina.

Pakaian dalam yang terlalu ketat.  Cairan yang abnormal sering tampak lebih kental dibandingkan cairan yang normal dan warnanya bermacam-macam.Pembilas vagina . Dari vagina keluar cairan kental seperti keju. diafragma.Jamur (misalnya kandida). bau cairannya semakin menyengat karena terjadi penurunan keasaman vagina sehingga bakteri semakin banyak yang tumbuh.  Dikatakan abnormal jika jumlahnya sangat banyak.Tinja 3. abu-abu atau keruh kekuningan dan berbau amis. baunya menyengat atau disertai gatal-gatal dan nyeri. wanita hamil dan pemakai antibiotik -Protozoa (misalnya Trichomonas vaginalis) .70.    Setelah melakukan hubungan seksual atau mencuci vagina dengan sabun. VAGINITIS Vaginitis adalah suatu peradangan pada lapisan vagina 1. Infeksi -Bakteri (misalnya klamidia. Tumor ataupun jaringan abnormal lainnya 4.Deodoran . 2. atau kuning kehijauan atau kemerahan. penutup serviks dan spons .Spermisida. Obat-obatan Perubahan hormonal Gejala  Gejala yang paling sering ditemukan adalah keluarnya cairan abnormal dari vagina. terutama pada penderita diabetes. tidak berpori-pori dan tidak menyerap keringat . Infeksi vagina karena bakteri cenderung mengeluarkan cairan berwarna putih.Virus (misalnya virus papiloma manusia dan virus herpes).Sabun cuci dan pelembut pakaian . Terapi penyinaran 5. Misalnya bisa seperti keju. gonokokus) . pelumas. . Zat atau benda yang bersifat iritatif . kondom.Zat di dalam air mandi .


Infeksi ini cenderung berulang pada wanita penderita diabetes dan wanita
yang mengkonsumsi antibiotik.
Infeksi karena Trichomonas vaginalis menghasilkan cairan berbusa yang
berwarna putih, hijau keabuan atau kekuningan dengan bau yang tidak
sedap.
PENGOBATAN

Jika cairan yang keluar dari vagina normal, kadang pembilasan dengan air bisa membantu
mengurangi jumlah cairan.

Cairan vagina akibat vaginitis perlu diobati secara khusus sesuai dengan penyebabnya.
Jika penyebabnya adalah infeksi, diberikan antibiotik, anti-jamur atau anti-virus, tergantung
kepada organisme penyebabnya.



Untuk mengendalikan gejalanya bisa dilakukan pembilasan vagina dengan campuran cuka dan
air. Tetapi pembilasan ini tidak boleh dilakukan terlalu lama dan terlalu sering karena bisa meningkatkan
resiko terjadinya peradangan panggul.
Jika akibat infeksi labia (lipatan kulit di sekitar vagina dan uretra) menjadi menempel satu sama
lain, bisa dioleskan krim estrogen selama 7-10 hari.
Selain antibiotik, untuk infeksi bakteri juga diberikan jeli asam propionat agar cairan vagina lebih
asam sehingga mengurangi pertumbuhan bakteri.
Pada infeksi menular seksual, untuk mencegah berulangnya infeksi, kedua pasangan seksual
diobati pada saat yang sama.
Penipisan lapisan vagina pasca menopause diatasi dengan terapi sulih estrogen. Estrogen bisa
diberikan dalam bentuk tablet, plester kulit maupun krim yang dioleskan langsung ke vulva dan vagina.
Pengobatan Umum Untuk Vaginitis & Vulvitis
Jenis infeksi
Pengobatan
Miconazole, clotrimazole, butoconazole atau terconazole (krim, tablet
vagina atau supositoria)
Fluconazole atau ketoconazole< (tablet)
Biasanya metronidazole atau clindamycin (tablet vagina) atau metronidazole
(tablet).
Jika penyebabnya gonokokus biasanya diberikan suntikan ceftriaxon & tablet
Bakteri
doxicyclin
Klamidia
Doxicyclin atau azithromycin (tablet)
Trikomonas
Metronidazole (tablet)
Virus papiloma manusia
Asam triklorasetat (dioleskan ke kutil), untuk infeksi yg berat digunakan
(kutil genitalis)
larutan nitrogen atau fluorouracil (dioleskan ke kutil)
Virus herpes
Acyclovir (tablet atau salep)
Selain obat-obatan, penderita juga sebaiknya memakai pakaian dalam yang tidak terlalu ketat dan
menyerap keringat sehingga sirkulasi udara tetap terjaga (misalnya terbuat dari katun) serta menjaga
kebersihan vulva (sebaiknya gunakan sabun gliserin).
Jamur

Untuk mengurangi nyeri dan gatal-gatal bisa dibantu dengan kompres dingin pada vulva atau
berendam dalam air dingin.

PENCEGAHAN
Kebersihan yang baik dapat mencegah beberapa jenis vaginitis dari berulang
dan dapat meredakan beberapa gejala:
a. Hindari bathtub dan pusaran air panas spa. Bilas sabun dari luar
daerah genital Anda setelah mandi, dan keringkan area itu dengan
baik untuk mencegah iritasi. Jangan gunakan sabun wangi atau kasar,
seperti yang dengan deodoran atau antibakteri.
b. Hindari iritasi. Ini termasuk tampon dan bantalan berparfum.
c. Usap dari depan ke belakang setelah menggunakan toilet. Hindari
penyebaran bakteri dari tinja ke vagina.
d. Jangan gunakan douche. Vagina anda tidak memerlukan pembersihan
lain dari mandi biasa. Berulang menggunakan douche mengganggu
organisme normal yang berada di vagina dan dapat benar-benar
meningkatkan risiko infeksi vagina. Douche tidak menghilangkan
sebuah infeksi vagina.
e. Gunakan kondom lateks laki-laki. Ini membantu mencegah infeksi yang
ditularkan melalui hubungan seksual.
f. Pakailah pakaian katun dan stoking dengan pembalut di
selangkangannya. Jika Anda merasa nyaman tanpa itu, langsung
mengenakan pakaian tidur. Ragi tumbuh subur di lingkungan lembab.

71. Vaginosis Bakterial
Vaginosis Bakterial – VB seringkali disebut sebagai vaginal bacteriosis adalah penyakit pada vagina yang
disebabkan oleh bakteri. Oleh CDC-centre of disease control tidak dimasukkan kedalam golongan IMSInfeksi Menular Seksual . VB disebabkan oleh gangguan kesimbangan flora bakteri vagina dan seringkali
dikacaukan dengan infeksi jamur (kandidiasis) atau infeksi trikomonas
Gejala & Tanda
Gejala utama VB adalah keputihan homogen yang abnormal (terutama pasca sanggama) dengan bau tidak
sedap.
Cairan keputihan berada di dinding vagina dan tidak disertai iritasi, nyeri atau eritema.
Tak seperti halnya dengan keputihan vagina normal, keputihan pada VB jumlahnya bervariasi dan
umumnya menghilang sekitar 2 minggu sebelum haid.
Etiologi
Pada vagina normal, terdapat sejumlah mikroorganisme ; diantaranya adalah Lactobacillus crispatus dan
Lactobacillus jensenii.

Laktobasilus adalah spesies penghasil hidrogen peroksidase yang mampu mencegah pertumbuhan
mikroorganisme vagina lain. Mikroorganisme yang terkait dengan VB sangat beragam dan diantaranya
adalah Gardnerella vaginalis, Mobiluncus, Bacteroides, dan Mycoplasma
Perubahan dalam flora vagina normal antara lain adalah berkurangnya laktobasilus akibat penggunaan
antibiotika atau gangguan keseimbangan pH sehingga terjadi pertumbuhan berlebihan dari bakteri lain.
Meskipun VB berhubungan dengan aktivitas seksual, tidak ada bukti jelas mengenai adanya penularan
seksual. Pada pasien yang tidak memiliki aktivitas seksual aktif dapat pula terjadi VB. VB merupakan
gangguan keseimbangan biologi dan kimiawi dari flora normal vagina. Penelitian akhir meneliti
hubungan antara pengobatan pasangan seksual dan eradikasi VB berulang. Ibu hamil dan wanita dengan
IMS memiliki resiko tinggi menderita VB. Kadang-kadang VB terjadi pada pasien pasca menopause.
Anemia defisiensi zat besi merupakan prediktor kuat adanya VB pada ibu hamil.
Diagnosis
Untuk menegakkan diagnosis VB harus dilakukan hapusan vagina yang selanjutnya diperiksa mengenai :
Bau khas “fishy odor” pada preparat basah yang disebut sebagai “whiff test” yang dilakukan dengan
meneteskan potassium hydroxide-KOH pada microscopic slide yang sudah ditetesi dengan cairan
keputihan.
Hilangnya keasaman vagina. Seperti diketahui, bahwa untuk mengendalikan pertumbuhan bakteri, pH
vagina berkisar antara 3.8 – 4.2. Pemeriksaan dengan kertas lakmus yang memperlihatkan adanya pH > 5
memperlihatkan terjadinya VB.
Adanya clue cells . Cara pemeriksaan adalah dengan meneteskan larutan NaCl pada microscop slide yang
telah dibubuhi dengan cairan keputihan. Clue cell adfalah sel epitel yang dikelilingi oleh bakteria
Diagnosa Banding :
Keputihan normal.
Kandidiasis (infeksi jamur).
Trikomoniasis, yang disebabkan oleh Trichomonas vaginalis.

GAMBARAN KLINIK
Diagnosa VB atas dasar Kriteria Amsel:9
1.
Cairan vagina berwarna putih
kekuningan, encer dan homogen
2.
Clue cells pada pemeriksaan mikroskopik
3.
pH vagina >4.5
4. Whiff Test positif (bau amis timbul setelah pada cairan vagina diteteskan larutan KOH - potassium
hydroxide
Konfirmasi diagnosis ditegakkan bila ditemukan 3 dari 4 kriteria diatas 2 Pengecatan Gram
Alternatif diagnosis adalah dengan melakukan pengecatan gram pada hapusan vagina dengan kriteria
Hay/Ison atau Kriteria Nugent
Kriteria Hay/Ison : (Hay et al., 1994)
Grade 1 (normal) : predominasi dari morfotipe laktobasilus
Grade 2 (intermediate) : Flora campuran dengan sejumlah kecil laktobasilus dan Gardnerella dan
Mobiluncus

Grade 3 (vaginosis bakterial) : predominasi dari Gardnerella dan atau morfotipe Mobiluncus. Latobasilus
minimal atau tak ditemukan
Standard untuk penelitian adalah menggunakan Kriteria Nugent.
Kriteria ini menggunakan skoring 0 – 10
Skore 0 – 3 , diagnosis VB negatif
Skore 4 – 6 , intermediate
Skore > 7 , diagnosis VB positif
Penelitian terbaru membandingkan antara pengecatan gram dengan kriteria Nugent dan Hibridisasi DNA
Affirm VPIII dalam penegakkan diagnosa VB.
Test Affirm VPIII dapatb mendeteksi 93% sediaan vagina yang positif VB melalui pemeriksaan
pengecatan Gram.
Sensitivitas Affirm VPIII test adalah 87.7% dan spesifisitas nya 96% dan dapat digunakan untuk
penegakkan diagnosa VB secara cepat pada penderita VB.
Terapi
Antibiotika
Metronidazole atau clindamycin peroral atau lokal adalah trerapi yang efektif13 Namun angka
kekambuhan juga cukup tinggi 6
Regimen medikamentosa umum adalah Metronidazol 500 mg 2 dd 1 (setiap 12 jam) selama 7 hari14
Dosis tunggal tidak dianjurkan oleh efektivitasnya erendah.
Tidak diperlukan terapi pada pasangan seksual.
Komplikasi
Meningkatnya kepekaan terhadap IMS termasuk infeksi HIV dan komplikasi pada ibu hamil.
Epidemiologi
Diperkirakan 1 dari 3 wanita terserang dengan VB dalam satu episode kehidupan mereka 18

72. SALPINGITIS
Kompetensi
: 3A
Laporan Penyakit
: -

ICD X : N70

a. Definisi
Infeksi saluran tuba uterina
b. Penyebab
Salpingitis akut kebanyakan disebabkan oleh infeksi gonore. Salpingitis kronik dapat berbentuk
sebagai piosalping, hidrosalping atau salpingitis ismika nodosa.
Pada salpingitis akut perlu dipikirkan kemungkinan kehamilan ektopik atau apendisitis sebagai
diagnosis banding.
c. Gambaran Klinis

3) Pilihan lain: doksisiklin 100 mg tiap 12 jam selama 10 hari. 3) Pada yang akut terdapat demam yang kadang disertai keluhan menggigil. e. . 4) Jika pasien menggunakan AKDR. Nyeri ini bertambah pada gerakan. unilateral atau bilateral.1) Pasien mengeluh nyeri perut bagian bawah. 5) Jika tata laksana ini tidak menolong. pasien sebaiknya dirujuk. kemudian 1 g tiap 6 jam.v dosis tunggal/hari dan metronidazol 500 mg i. 4) Terdapat nyeri tekan di abdomen bagian bawah disertai nyeri pada pergerakan serviks.v. maka AKDR tersebut harus dicabut. Parametrium nyeri unilateral atau bilateral. Penatalaksanaan 1) Pasien dianjurkan untuk tirah baring pada posisi Fowler. b) ditambah gentamisin 5 mg/kgBB i. c) Lanjutkan antibiotik ini sampai pasien tidak demam selama 24 jam. 2) Kadang terdapat perdarahan di luar siklus dan sekret vagina berlebihan.v tiap 8 jam. Diagnosis Nyeri tekan dan kaku daerah tuba pada pemeriksaan dalam ginekologi. 2) Berikan antibiotik spektrum luas dalam dosis yang tinggi: a) Ampisilin 2 g i. d.

73. Kehamilan Normal Proses Kehamilan Kehamilan adalah suatu keadaan dimana janin dikandung di dalam tubuh wanita. Lapisan dalam (amnion) mulai dibuat pada hari ke 10-12 dan membentuk kantung amnion. Kantung amnion berisi cairan jernih (cairan amnion) dan akan mengembang untuk membungkus embrio yang sedang tumbuh. Pembuahan Pembuahan (Konsepsi) adalah merupakan awal dari kehamilan. dimana satu sel telur dibuahi oleh satu sperma. . Dinding blastosis memiliki ketebalan 1 lapis sel. Jika pada ovulasi dilepaskan lebih dari 1 sel telur dan kemudian diikuti dengan pembuahan. maka akan terjadi kehamilan ganda. Implantasi mulai terjadi pada hari ke 5-8 setelah pembuahan dan selesai pada hari ke 9-10. Sel-sel di bagian dalam pada dinding blastosis yang tebal akan berkembang menjadi embrio. Tonjolan kecil (vili) dari plasenta yang sedang tumbuh. Kasus seperti ini merupakan kembar fraternal. maka sel telur yang telah dibuahi oleh sperma ini akan mengalami serangkaian pembelahan dan tumbuh menjadi embrio (bakal janin). Sel yang melapisi tuba falopii mempermudah terjadinya pembuahan dan pembentukan zigot (sel telur yang telah dibuahi). sedangkan sel-sel di bagian luar tertanam pada dinding rahim dan membentuk plasenta (ari-ari). kembar identik berasal dari 1 sel telur. lapisan lendir di dalam serviks (leher rahim) menjadi lebih cair. Sel telur yang dilepaskan bergerak ke ujung tuba falopii (saluran telur) yang berbentuk corong . Pada saat ovulasi. Kembar identik terjadi jika pada awal pembelahan. yang merupakan tempat terjadinya pembuahan. Dinding blastosis merupakan lapisan luar dari selaput yang membungkus embrio (korion). yaitu pada tempatnya tertanam. Ovulasi (pelepasan sel telur) adalah merupakan bagian dari siklus menstruasi normal. kecuali pada daerah tertentu terdiri dari 3-4 sel. Plasenta menghasilkan hormon untuk membantu memelihara kehamilan dan memungkin perputaran oksigen. yang sebelumnya diawali dengan proses pembuahan dan kemudian akan diakhiri dengan proses persalinan. Implantasi dan Perkembangan Plasenta Implantasi adalah penempelan blastosis ke dinding rahim. Jika tidak terjadi pembuahan. Jika terjadi pembuahan. memanjang ke dalam dinding rahim dan membentuk percabangan seperti susunan pohon. sehingga sperma mudah menembus ke dalam rahim. pada bagian depan maupun dinding belakang. sel telur akan mengalami kemunduran (degenerasi) dan dibuang melalui vagina bersamaan dengan darah menstruasi. biasanya kembar 2. yang mengapung di dalamnya. sel telur yang telah dibuahi membelah menjadi 2 sel yang terpisah atau dengan kata lain. zat gizi serta limbah antara ibu dan janin. yang terjadi sekitar 14 hari sebelum menstruasi. Blastosis biasanya tertanam di dekat puncak rahim. Sperma bergerak dari vagina sampai ke ujung tuba falopii yang berbentuk corong dalam waktu 5 menit.

Relaxin Hormon ini melembutkan rahim dan mengendorkan otot panggul untuk persiapan kelahiran. janin (istilah yang digunakan setelah usia kehamilan mencapai 8 minggu) telah mengalami pertumbuhan yang pesat sehingga lapisan pada kedua sisi rahim bertemu (karena janin telah memenuhi seluruh rahim) . kecuali otak dan medulla spinalis. Organ-organ terbentuk sempurna pada usia kehamilan 12 minggu (10 minggu setelah permbuahan). sedangkan jantung dan pembuluh darah mulai dibentuk pada hari ke 16-17. Pembentukan plasenta yang sempurna biasanya selesai pada minggu ke 18-20. Estrogen dan Progesteron Hormon ini merupakan salah satu hormon penting dalam kehamilan yang mengatur kehamilan. Berfungsi untuk mencegah haid dan meningkatkan kadar progesteron. yang terus mengalami pematangan selama kehamilan. Selanjutnya.Susunan ini menyebabkan penambahan luas daerah kontak antara ibu dan plasenta. tetapi pada minggu ke 12. hormon progesteron juga berguna untuk merangsang perkembangan kelenjar air susu. Pada saat hamil produksi hormon tersebut menjadi lebih banyak dan masing-masing hormon berguna untuk mengatur pertumbuhan janin selama kehamilan. 3. Hormon pada Kehamilan Hormon adalah zat kimia yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin. Perkembangan Embrio Embrio pertama kali dapat dikenali di dalam blastosis sekitar 10 hari setelah pembuahan. Bersama dengan estrogen. Kelainan pembentukan organ (malformasi) paling banyak terjadi pada trimester pertama (12 minggu pertama) kehamilan. sehingga zat gizi dari ibu lebih banyak yang sampai ke janin dan limbah lebih banyak dibuang dari janin ke ibu. Kadar HCG yang tinggi pada tiga bulan pertama diperkirakan penyebab morning sickness 2. 4. Pemberian obat-obatan yang diketahui dapat menyebabkan malformasi harus dihindari. Karena itu seorang wanita hamil sebaiknya tidak menjalani immunisasi atau mengkonsumsi obat-obatan pada trimester pertama kecuali sangat penting untuk melindungi kesehatannya. Jantung mulai memompa cairan melalui pembuluh darah pada hari ke 20 dan hari berikutnya muncul sel darah merah yang pertama. yang merupakan masa-masa pembentukan organ dimana embrio sangat rentan terhadap efek obat-obatan atau virus. perkembangan embrio terjadi dibawah lapisan rahim pada salah satu sisi rongga rahim. Beberapa jenis hormon dan fungsinya yang telah dikenal adalah : 1. pembuluh darah terus berkembang di seluruh embrio dan plasenta. Kemudian mulai terjadi pembentukan daerah yang akan menjadi otak dan medulla spinalis. Oksitosin . Progesteron mempersiapkan lapisan rahim untuk menerima telur yang sudah dibuahi. HCG (human chorionic gonadotrophin) Hormon ini dihasilkan oleh embrio. tetapi plasenta akan terus tumbuh selama kehamilan dan pada saat persalinan beratnya mencapai 500 gram. dan membuat areola melebar dan lebih gelap. Pada awalnya. merangsang perkembangan jaringan tubuh serta menimbulkan rasa tenang. memperbesar buah dada.

5. tanda yang pasti dari kehamilan adalah terlambatnya periode menstruasi. namun mual dan muntah dapat terjadi kapan saja selama kehamilan. Perubahan mood karena pengaruh hormon. sensitif dengan sentuhan. 3. ada yang beberapa minggu kemudian. Wanita memproduksi hormon ini ketika janin siap lahir. lemas. 6. Bercak perdarahan. dan tidak berlangsung lama. 4. Meskipun disebut morning sickness. Nyeri atau payudara yang terasa membesar. Dalam waktu 2 minggu setelah konsepsi. atau bahkan tidak memiliki gejala kehamilan dini. Hormon endorfin meningkat selama kehamilan dan memuncak saat persalinan/kelahiran Tanda dan Gejala Awal Kehamilan Tanda dan gejala pada masing-masing wanita hamil berbeda-beda. payudara seorang wanita hamil akan mengalami perubahan untuk persiapan produksi ASI yang dipengaruhi oleh hormon estrogen dan progesteron. Ada yang mengalami gejala-gejala kehamilan sejak awal. Gejala ini dialami oleh 75% wanita hamil. Penyebab mual dan muntah ini adalah perubahan hormonal yang dapat memicu bagian dari otak yang mengontrol mual dan muntah. bercak bulat. Minggu 5 . Mual pagi hari (morning sickness) umum terjadi pada triwulan pertama. Konstipasi (sulit BAB) terjadi karena peningkatan hormon progesteron yang menyebabkan kontraksi usus menjadi lebih pelan dan makanan lebih lambat melalui saluran pencernaan. Selain itu didapatkan tanda-tanda lain yaitu : 1. 2. Pembentukan otak dan tulang belakang serta jantung dan aorta. Terjadi ketika telur yang sudah dibuahi berimplantasi (melekat) ke dinding rahim sekitar 10-14 hari setelah fertilisasi (pembuahan). Oksitosin juga berguna untuk membantu rahim mengkerut ke ukuran normal setelah melahirkan dan merangsang produksi air susu selama proses menyusui. Mudah lelah. Endorfin Hormon endorfin menimbulkan rasa tenang dan menghilangkan rasa sakit.Hormon ini berfungsi untuk merangsang kontraksi rahim untuk mendorong bayi keluar. Sakit kepala pada umumnya muncul pada minggu ke-6 kehamilan yang disebabkan oleh peningkatan hormon. Tanda ini muncul dalam waktu 1-2 minggu setelah konsepsi (pembuahan). keras. Tipe perdarahan umumnya sedikit. 5. berwarna lebih cerah dari darah haid. pusing. 7. Cairan semen yang dikeluarkan pria ketika ejakulasi juga mengandung hormon Prostaglandin 6. Prostaglandin Bertugas untuk merangsang kehamilan. Namun. Perkembangan Janin Selama Kehamilan Minggu 4 Bayi membentuk embrio yang memproduksi hormon kehamilan. dan pingsan adalah gejala kehamilan yang disebabkan oleh pelebaran pembuluh darah dalam kehamilan atau kadar gula darah yang rendah.

Jantung berdetak kuat. baik dalam bobot maupun panjangnya yang sekarang telah mencapai 25 cm. Mungkin ibu memperhatikan ada saat-saat di mana bayi tampaknya tidur. Minggu 24 Sekarang panjang bayi sekitar 32 cm dan bobotnya 500 gram. hati.Terbentuk 3 lapisan. Ia menggerak-gerakkan seluruh tungkai dan lengannya. Minggu 30 Kepala bayi sekarang sudah proporsional dengan tubuhnya. Dengan ultrasound kita dapat melihat jantung janin berdenyut. Minggu 36 Bayi sudah hampir sepenuhnya berkembang. ibu tidak perlu khawatir jika belum dapat merasakan gerakan ini. Minggu 16 Panjang janin sekarang sekitar 16 cm dan bobotnya sekitar 35 gram. Jari-jari tangan dan kaki terbentuk dan kuku mulai tumbuh. Inilah tahap paling awal di mana ibu dapat merasakan gerakan bayi. Kulit bayi sudah halus sekarang dan tubuhnya montok. Ia tumbuh dengan pesat. pankreas. Minggu 12 Panjang janin sekarang sekitar 6. dan saat-saat lain di mana ia melakukan banyak gerak. tulang dan organ reproduksi). Apabila ia bangun. Minggu 20 Bayi masih berenang-renang dalam lautan air ketuban. Sewaktu-waktu ia dapat turun ke rongga pinggul ibu. menendang dan menyepak. Minggu 8 Seluruh organ tubuh utama bayi telah terbentuk meskipun belum berkembang sempurna. Ibu dapat merasakan bagian-bagian tubuh bayi yang berbeda yang menyentuh dinding perutnya. Sekarang panjang bayi sekitar 50 cm dan bobotnya berkisar antara 2500 hingga 4500 gram. Jika si bayi adalah anak pertama. Bayi mulai menggerak-gerakkan tungkai dan lengannya. Tetapi. Dengan bantuan scan.5 cm dan bobotnya sekitar 18 gram. yaitu ectoderm (lapisan paling atas yang akan membentuk sistem syaraf pada janin lalu membentuk otak. Bayi membuat gerakan-gerakan aktif yang dapat dirasakan ibu. tetapi ibu belum dapat merasakan gerakan-gerakan ini. kulit dan rambut). biasanya ibu agak lebih lambat dalam merasakan gerakannya. matanya terbuka dan ia dapat membedakan antara terang dan gelap. Kepala bayi menjadi lebih bulat dan wajah telah terbentuk sepenuhnya. Otot rahim ibu meregang dan terkadang ibu merasakan sakit di bagian perutnya. kita juga dapat melihatnya bergerak-gerak. Mata dan telinga mulai terbentuk. dan kandung kemih). yaitu separuh dari panjangnya ketika ia dilahirkan nanti dan bobotnya sudah sekitar 340 gram. mesoderm (lapisan tengah yang akan membentuk organ jantung. Rasanya seperti ada seekor kupu-kupu dalam perutmu. buah pinggang. kita dapat melihat kepala dan tubuh bayi. tulang belakang. dan endoderm (lapisan paling dalam yang akan membentuk usus. . Ibu mungkin mengalami tekanan di bagian diafrakma dan perut. Sekarang bobot bayi sekitar 1700 gram dan panjangnya sekitar 40 cm.

Standar 6: Pengelolaan Anemia pada Kehamilan . Ibu tidak perlu khawatir jika bayinya tidak lahir tepat pada waktu yang telah diperkirakan. nasehat dan penyuluhan kesehatan serta tugas terkait lainnya yang diberikan oleh Puskesmas. Bidan juga harus mengenal kehamilan risti/kelainan. Sementara itu. Standar 4: Pemeriksaan dan Pemantauan Antenatal Bidan memberikan sedikitnya 4x pelayanan antenatal. memberikan pelayanan imunisasi. Pemeriksaan meliputi anamnesis dan pemantauan ibu dan janin dengan seksama untuk menilai apakah perkembangan berlangsung normal. Mereka harus mencatat data yang tepat pada setiap kunjungan.Minggu 37-42 Bayi siap lahir. PMS (Penyakit Menular Seksual) / infeksi HIV (Human Immuno Deficiency Virus) . evaluasi dan dokumentasi. ibu hamil sebaiknya dianjurkan mengunjungi bidan atau dokter sedini mungkin semenjak ia merasa dirinya hamil untuk mendapatkan pelayanan dan asuhan antenatal (Prawirohardjo. Standar 3: Identifikasi Ibu Hamil Bidan melakukan kunjungan rurnah dan berinteraksi dengan masyarakat secara berkala untuk memberikan penyuluhan dan memotivasi ibu. penentuan diagnosa perencanaan. Antenatal Care Ante Natal Care adalah merupakan cara penting untuk memonitoring dan mendukung kesehatan ibu hamil normal dan mendeteksi ibu dengan kehamilan normal. Standar 2 : Pengkajian Pengumpulan data tentang status kesehatan klien dilakukan secara sistematis berkesinambungan. serta bila umur kehamilan bertambah. Waktu yang telah lama dinanti hampir tiba dan si bayi akan segera melihat dunia. S. 2006 :52). khususnya anemia. Standar 5: Palpasi Abdominal Bidan melakukan pemeriksaan abdominal secara seksama dan melakukan palpasi untuk memperkirakan usia kehamilan. kurang gizi. sebagian lainnya agak sedikit terlambat. bagian terendah janin dan masuknya kepala janin ke dalam rongga panggul. Standart Pelayanan Ante Natal Care (ANC) Standar 1 : Metode Asuhan Asuhan kebidanan dilaksanakan dengan metode manajemen kebidanan dengan langkah : Pengumpulan data dan analisa data. memeriksa posisi. mereka harus mampu mengambil tindakan yang diperlukan dan rnerujuknya untuk tindakan selanjutnya. Data yang diperoleh dicatat dan dianalisis. Persentasenya hanya 5% bayi lahir tepat pada tanggal yang diperkirakan. rambut lanugo (= rambut badan) bayi telah lenyap meskipun mungkin masih ada yang tersisa di punggung dan dahinya. Bila ditemukan kelainan. untuk mencari kelainan serta melakukan rujukan tepat waktu. suami dan anggota keluarganya agar mendorong ibu untuk memeriksakan kehamilannya sejak dini dan secara teratur. hipertensi. Sebagian bayi lahir agak terlalu cepat.

Standar 8 : Persiapan Persalinan Bidan memberikan saran yang tepat kepada ibu hamil. serta bila umur kehamilan bertambah. pemeriksaan laboratorium atas indikasi serta intervensi dasar dan khusus sesuai dengan resiko yang ada. Standar 7 : Pengelolaan Dini Hipertensi pada Kehamilan Bidan menemukan secara dini setiap kenaikan tekanan darah pada kehamilan dan mengenali tanda serta gejala preeklamsi lainnya. bagian terendah janin dan masuknya kepala janin ke dalam rongga panggul. Kunjungan Ante Natal Care (ANC) Kunjungan ibu hamil adalah kontak ibu hamil dengan tenaga profesional untuk mendapatkan pelayanan Ante Natal Care (ANC) sesuai standar yang ditetapkan. untuk memastikan bahwa persiapan persalinan yang bersih dan aman serta suasana yang menyenangkan akan direncanakan dengan baik. disamping persiapan transportasi dan biaya untuk merujuk. 2001:31) . Penatalaksanaan Ante Natal Care (ANC) Pelayanan Ante Natal Care (ANC) adalah pelayanan kesehatan yang diberikan kepada ibu selama kehamilannya sesuai dengan standar pelayanan Ante Natal Care (ANC). bila tiba-tiba terjadi kadaan gawat darurat. Berat badan kurang dari 45 kg pada trimester III dinyatakan ibu kurus kemungkinan melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah. untuk mencari kelainan serta melakukan rujukan tepat waktu. Ukur (tekanan) darah Untuk mengetahui setiap kenaikan tekanan darah pada kehamilan dan mengenali tanda-tanda serta gejala preeklamsia lainnya. Namun dalam penerapan operasionalnya dikenal standar minimal ”7T” untuk pelayanan Ante Natal Care (ANC) yang terdiri atas: (Timbang) berat badan Ukuran berat badan dalam kg tanpa sepatu dan memakai pakaian yang seringan-ringannya. Ukur (tinggi) fundus uteri Pemeriksaan abdominal secara seksama dan melakukan palpasi untuk memperkirakan usia kehamilan. pemeriksaan fisik baik umum dan kebidanan. penanganan dan/atau rujukan semua kasus anemia pada kehamilan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. penemuan. selengkapnya mencakup banyak hal yang meliputi anamnesis. serta mengambil tindakan yang tepat dan merujuknya. tetapi adalah setiap kontak tenaga kesehatan baik diposyandu. Bidan hendaknya kunjungan rumah untuk hal ini. kunjungan rumah dengan ibu hamil tidak memberikan pelayanan Ante Natal Care (ANC) sesuai dengan standar dapat dianggap sebagai kunjungan ibu hamil (Depkes RI. serta mengambil tindakan yang tepat dan merujuknya.Bidan melakukan tindakan pencegahan. Istilah kunjungan disini tidak hanya mengandung arti bahwa ibu hamil yang berkunjung ke fasilitas pelayanan. memeriksa posisi. pondok bersalin desa. suami serta keluarganya pada trimester ketiga.

Zat besi adalah komponen utama dari hemoglobin yang bekerja mengangkut oksigen di dalam darah. Suplemen besi yang dibutuhkan adalah 30 – 50 mg/hari dan disarankan pada wanita hamil dengan hemoglobin < 10 atau 10. suplai darah meningkat untuk memberikan nutrisi ke janin. Kalsium sebaiknya dikonsumsi ketika sedang makan. dan buah-buahan kering. Zat besi. Asam folat yang dikonsumsi sebelum hamil dan selama kehamilan melindungi dari gangguan saraf pada janin (anensefali. gandum.Kunjungan ibu hamil Kl Kunjungan baru ibu hamil adalah kunjungan ibu hamil yang pertama kali pada masa kehamilan. . Kunjungan ulang Kunjungan ulang adalah kontak ibu hamil dengan tenaga kesehatan yang kedua dan seterusnya. 4) Pemeriksaan khusus bila terdapat keluhan-keluhan tertentu Suplemen yang dianjurkan selama kehamilan 1. sayuran hijau. Asam folat. Selama kehamilan.5 g/dl pada akhir kehamilan.200 mg untuk memenuhi kebutuhan ibu dan janin. K4 K4 adalah kontak ibu hamil dengan tenaga kesehatan yang ke empat atau lebih untuk mendapatkan pelayanan Ante Natal Care (ANC) sesuai standar yang ditetapkan dengan syarat: 1) Satu kali dalam trimester pertama (sebelum 14 minggu). telur. 2) Satu kali dalam trimester kedua (antara minggu 14-28) 3) Dua kali dalam trimester ketiga (antara minggu 28-36 dan setelah minggu ke 36). zat besi juga terkandung pada daging. 2. Suplemen besi sebaiknya dikonsumsi diantara waktu makan dengan perut yang kosong atau diikuti jus jeruk untuk meningkatkan penyerapan. Wanita hamil disarankan mengkonsumsi asam folat 400 μg/hari selama 12 minggu kehamilan karena kebutuhan asam folat tidak dapat dipenuhi hanya dari makanan. Kalsium penting di dalam mengatur kekuatan tulang wanita hamil dan pertumbuhan tulang bagi janin. diikuti dengan jus buah yang kaya vitamin C untuk meningkatkan penyerapan. Selain suplemen. 3. untuk mendapatkan pelayanan antenatal sesuai dengan standar selama satu periode kehamilan berlangsung. kacang. Kalsium. spina bifida). Kalsium yang disarankan sebanyak 1.

Penanganan Jika dicurigai suatu abortus tidak aman terjadi. Abortus tidak aman adalah suatu prosedur yang dilakukan oleh orang yang tidak berpengalaman atau dalam lingkungan yang tidak memenuhi standar medis minimal atau keduanya. 2. Aborsi Spontan Komplit Macam-macam Abortus adalah: 1. obatobat lokal atau bahan lainnya. vagina dan usus. segera lakukan : . Perdarahan berlanjut. Lakukan konfirmasi kemungkinan adanya penyebab lain. Sepsis merupakan komplikasi yang sering terjadi pada abortus tidak aman dengan menggunakan peralatan. Abortus spontan 2. Tahapan abortus spontan meliputi : 1. lakukan evaluasi uterus dengan aspirasi vakum manual. Abortus septik adalah abortus yang mengalami komplikasi berupa infeksi-sepsis dapat berasal dari infeksi jika organisme penyebab naik dari saluran kemih bawah setelah abortus spontan atau abortus tidak aman. Penanganan abortus imminens : 1. Tidak perlu terapi hormonal (estrogen atau progestin) atau tokolitik (misalnya salbutamol atau indometasin) karena obat-obat ini tidak dapat mencegah abortus. Jika usia kehamilan kurang 16 minggu. Abortus imminens (kehamilan dapat berlanjut). 2.Berhenti : lakukan asuhan antenatal seperti biasa. Abortus tidak aman 4. Sepsis cenderung akan terjadi jika terdapat sisa hasil konsepsi atau terjadi penundaan dalam pengeluaran hasil konsepsi. 3. 4. Penanganan abortus insipiens : 1. Abortus septik Abortus spontan adalah penghentian kehamilan sebelum janin mencapai viabilitas (usia kehamilan 22 minggu).74.Terus berlangsung : nilai kondisi janin (uji kehamilan atau USG). Jangan melakukan aktifitas fisik berlebihan atau hubungan seksual. Jika perdarahan : . periksalah adanya tanda-tanda infeksi atau adanya perlukaan uterus. mungkin menunjukkan kehamilan ganda atau mola. Abortus insipiens (kehamilan tidak akan berlanjut dan akan berkembang menjadi abortus inkomplit atau abortus komplit). Abortus komplit (seluruh hasil konsepsi telah dikeluarkan). 3. lakukan irigasi vagina untuk mengeluarkan tumbuh-tumbuhan. Jika evaluasi tidak dapat. . lakukan penilaian jika perdarahan terjadi lagi. Abortus inkomplit (sebagian hasil konsepsi telah dikeluarkan). 4. Abortus yang disengaja 3. khususnya jika ditemukan uterus yang lebih besar dari yang diharapkan. Tidak perlu pengobatan khusus atau tirah baring total. Abortus yang disengaja adalah suatu proses dihentikannya kehamilan sebelum janin mencapai viabilitas.

berikan tablet sulfas ferrosus 600 mg per hari selama 2 minggu. 4. 3. Tidak perlu evaluasi lagi. evaluasi dapat dilakukan secara digital atau dengan cunam ovum untuk mengeluarkan hasil konsepsi yang keluar melalui serviks. Penanganan abortus inkomplit : 1. 2. lakukan infus 20 unit oksitosin dalam 500 ml cairan intravena (garam fisiologik atau larutan ringer laktat) dengan kecepatan 40 tetes per menit untuk membantu ekspulsi hasil konsepsi. Jika anemia berat berikan transfusi darah. Apabila terdapat anemia sedang. Jika kehamilan lebih 16 minggu : . . Ibu menerima konseling dan bantuan secukupnya dalam memilih metode kontrasepsi yang paling sesuai.Aspirasi vakum manual merupakan metode evaluasi yang terpilih.Berikan ergometrin 0. Pemantauan Pasca Abortus Insidens abortus spontan kurang lebih 15% (1 dari 7 kehamilan) dari seluruh kehamilan. Jika usia kehamilan lebih 16 minggu : . . . . Jika perdarahan berhenti. beri ergometrin 0.Jika evakuasi belum dapat dilakukan segera. . 5. 3.Evaluasi sisa hasil konsepsi yang tertinggal dalam uterus.2 mg intramuskuler (diulang setelah 15 menit bila perlu) atau misoprostol 400 mcg per oral (dapat diulang setelah 4 jam bila perlu). 3.2 mg intramuskuler atau misoprostol 400 mcg per oral.. Pastikan untuk tetap memantau kondisi ibu setelah penanganan. beri ergometrin 0. Jika perdarahan banyak atau terus berlangsung dan usia kehamilan kurang 16 minggu. Pastikan untuk tetap memantau kondisi ibu setelah penanganan. Pastikan untuk tetap memantau kondisi ibu setelah penanganan. Evakuasi dengan kuret tajam sebaiknya hanya dilakukan jika aspirasi vakum manual tidak tersedia. 2. Jika perdarahan tidak seberapa banyak dan kehamilan kurang 16 minggu.Tunggu ekspulsi spontan hasil konsepsi lalu evaluasi sisa-sisa hasil konsepsi. Tidak terdapat komplikasi berat yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. 4.Segera lakukan persiapan untuk pengeluaran hasil konsepsi dari uterus. . Penanganan abortus komplit : 1. Observasi untuk melihat adanya perdarahan banyak.Jika perlu berikan misoprostol 200 mcg per vaginam setiap 4 jam sampai terjadi ekspulsi hasil konsepsi (maksimal 800 mcg). 2. Syarat-syarat memulai metode kontrasepsi dalam waktu 7 hari pada kehamilan yang tidak diinginkan : 1. evaluasi sisa hasil konsepsi dengan : .Berikan infus oksitosin 20 unit dalam 500 ml cairan intravena (garam fisiologik atau ringer laktat) dengan kecepatan 40 tetes per menit sampai terjadi ekspulsi hasil konsepsi. 2. Konseling asuhan pasca keguguran dan pemantauan lanjut.Jika perlu.2 mg intramuskuler (dapat diulang setelah 15 menit bila perlu) atau misoprostol 400 mcg per oral (dapat diulang sesudah 4 jam bila perlu).

yaitu : 1. sedangkan di amerika hanya 6%. Kurangnya zat besi dalam makanan 4. Pada kehamilan anemia kekurangan besi akan timbul jika keperluan besi (kira-kira 1000mg pada kehamilan tunggal) tidak dapat dipenuhi dari cadangan besi dan dari besi yang dapat diabsorpsi dari traktus gastrointestinal. 4. Kekurangan gizi dan perhatian yang kurang terhadap ibu hamil merupakan predisposisi anemia defesiensi pada ibu hamil di Indonesia. dan laktasi yang jumlah keseluruhannya mencapai 900mg atau setara 2 liter darah. ETIOLOGI ANEMIA PADA KEHAMILAN Etiologi anemia defisiensi besi pada kehamilan. Akan tetapi. Pertambahan darah tidak sebanding dengan pertambahan plasma 3. dan konsentrasi hemoglobin atau nilai hematokrit yang menurun. kehilangan zat darah saat persalinan. Epidemiologi 1. 2. tetapi keperluan akan besi tetap banyak karena penambahan HB ibu terus berlangsung dan lebih banyak besi yang diangkut melalui plasenta ke neonatus. Anemia Defisiensi Besi pada Ibu Hamil Anemia adalah kehamilan dengan kondisi ibu dengan kadar hemoglobin dibawah 11% pada trimester 1 dan 3 atau kadar <10. Nilai batas tersebut perbedaannya dengan kondisi wanita tidak hamil terjadi karena hemodilusi. Risikonya meningkat pada kehamilan dan PATOFISIOLOGI ANEMIA PADA KEHAMILAN Darah akan bertambah banyak dalam kehamilan yang lazim disebut Hidremia atau Hipervolemia. yang ditandai oleh penurnan cadangan besi. konsentrasi besi serum.Defeisiensi besi merupakan defisiensi nutrisi yang paling sering ditemukan baik di negara maju maupun negara berkembang.Kebanyakan anemia dalam kehamilan disebabkan oleh anemia defesiensi besi dan perdarahan akut bahkan tidak jarang keduanya saling berinteraksi. 40% kematian ibu di Negara berkembang berkaitan dengan anemia dalam kehamilan. Volume darah bertambah cepat pada kehamilan trimester 2 sehingga kekurangan besi seringkali terlihat pada turunnya kadar hemoglobin. Hipervolemia. bertambahnya sel darah kurang dibandingkan dengan bertambahnya plasma sehingga terjadi pengenceran darah. terutama pada trimester ke 2.Frekuensi ibu hamil dengan anemia cukup tinggi di Indonesia yaitu 63.75. Kebutuhan zat besi meningkat 5. kehilangan zat besi akibat pengalihan besi maternal ke janin untuk eritropoeisis. Anemia defisiensi besi merupakan tahap defisiensi besi yang paling parah.5%.Menurut WHO. maka kebutuhan tambahan ini berakibat pada anemia defisiensi besi. Meskipun bertambahnya volume darah tidak begitu banyak pada trimester 3. menyebabkan terjadinya pengenceran darah 2. Oleh karena sebagian besar perempuan mengawali kehamilan dengan cadangan besi yang rendah. Gangguan pencernaan dan absorbs .5% pada trimester 2. dan saturasi transferin yang rendah. Pada kehamilan. 3.

perdarahan atoni). daya tahan terhadap infeksi dan stress kurang. Konsumsi tablet tambah darah < 90 butir 6. gangguan sistem neurumuskular DAMPAK ANEMIA DEFISIENSI BESI PADA IBU HAMIL Pada wanita hamil. Wanita yang berumur kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun. palpitasi. gangguan pada masa nifas (subinvolusi rahim. 1995). dismaturitas. Karena akan membahayakan kesehatan dan keselamatan ibu hamil maupun janinnya. Pendarahan akut 3. partus lama. partus imatur/prematur). dan gangguan pada janin (abortus. yaitu semakin rendah usia ibu hamil maka semakin rendah kadar hemoglobinnya. Soeprono menyebutkan bahwa dampak anemia pada kehamilan bervariasi dari keluhan yang sangat ringan hingga terjadinya gangguan kelangsungan kehamilan (abortus. Wintrobe (1987) menyatakan bahwa usia ibu dapat mempengaruhi timbulnya anemia. anemia meningkatkan frekuensi komplikasi pada kehamilan dan persalinan. mata berkunang-kunang. sering pusing. mempunyai risiko yang tinggi untuk hamil. kematian perinatal. konsentrasi hilang. BBLR. dosis yang dianjurkan dalam satu hari adalah dua tablet (satu tablet mengandung 60 mg Fe dan 200 mg asam folat) yang dimakan selama paruh kedua kehamilan karena pada saat tersebut kebutuhan akan zat besi sangat tinggi (Daemeyer.Pencegahan dan penanganan anemia PENANGANAN & PENCEGAHAN ANEMIA 1) Pemberian tablet besi Wanita hamil merupakan salah satu kelompok yang diprioritaskan dalam program suplementasi.FAKTOR RISIKO Pada ibu hamil. produksi ASI rendah). gangguan proses persalinan (inertia. Umur ibu < 20 tahun dan > 35 tahun. nafsu makan turun (anoreksia). berisiko mengalami pendarahan dan dapat menyebabkan ibu mengalami anemia. atonia. antara lain : 1. lidah luka. Muhilal et al (1991) dalam penelitiannya menyatakan bahwa terdapat kecendrungan semakin tua umur ibu hamil maka presentasi anemia semakin besar 2. Pekerja berat 5. 2) Pendididkan . mikrosomi. nafas pendek (pada anemia parah) dan keluhan mual muntah lebih hebat pada hamil muda. Pendidikan rendah 4. malaise. perubahan jaringan epitel kuku. beberapa faktor risiko yang berperan dalam meningkatkan prevalensi anemia defisiensi zat besi. dan lainlain). Makan < 3 kali dan kurang mengandung zat besi GEJALA ANEMIA PADA KEHAMILAN Gejala anemia pada kehamilan yaitu ibu mengeluh cepat lelah.

perbaikan sanitasi dan kebersihan perorangan ( Arisman. 2004). Kelompok masyarakat yang dijadikan target harus (dilatih) dibiasakan mengkonsumsi makanan fortifikasi ini serta harus memiliki kemampuan untuk mendapatkannya (Arisman. 3) Modifikasi makanan Asupan zat besi dari makanan dapat ditingkatkan melalui dua cara. 2004) . Penolakan tersebut sebenarnya berpangkal dari ketidaktahuan mereka bahwa selama kehamilan mereka memerlukan tambahan zat besi.Konsumsi tablet zat besi dapat menimbulkan efek samping yang mengganggu sehingga orang cenderung menolak tablet yang diberikan. Kedua meningkatkan ketersediaan zat besi yang dimakan yaitu dengan jalan mempromosikan makanan yang dapat memacu dan menghindarkan pangan yang bisa mereduksi penyerapan zat besi. makanan yang terbuat dari jagung serta jagung giling dan hasil olahan susu meliputi formula bayi dan makanan sapihan (tepung bayi) (Daemeyer. 1995) . 2004). 5) Fortifikasi makanan Merupakan salah satu cara terampuh dalam pencegahan defisiensi zat besi. Pengawasan penyakit infeksi ini memerlukan upaya kesehatan masyarakat. 2004) 4) Pengawasan penyakit infeksi Pengobatan yang efektif dan tepat waktu dapat mengurangi dampak gizi yang tidak diinginkan. hasil olahan makanan fortifikasi yang paling lazim adalah tepung gandum roti. Agar mengerti para wanita hamil harus diberikan pendidikan yang tepat misalnya tentang bahaya yang mungkin terjadi akibat anemi dan harus pula diyakini bahwa salah satu penyebab anemia adalah defisiensi zat besi (Arisman. pertama pemastian konsumsi makanan yang cukup makanan yang cukup kalori sebesar yang dikonsunsi. pencegahan seperti penyediaan air bersih. (Arisman. Tindakan yang penting sekali dilakukan selama penyakit berlangsung adalah mendidik keluarga penderita tentang cara makan yang sehat selama dan sesudah sakit.

Ruptur Perineum Derajat Dua Pada robekan tingkat dua dinding belakang vagina dan jaringan ikat yang menghubungkan otot-otot diafragma urogenitalis pada garis tengah terluka. tetapi tidak mengenai otot sfingerani. Pada rata-rata kasus.Patologi dan Fisiologi. tujuannya adalah merapatkan kembali jaringan yang terpotong dan menghasilkan hemostass. Sumber perdarahan dapat berasal dari perineum vagina. Robekan derajat pertama : Robekan derajat pertama meliputi mukosa vagina. servik dan robekan uterus. proses penyembuhan itu sendiri bukanlah hasil dari penjahitan tersebut tetapi hasil dari pertumbuhan jaringan. pemegang jarum. Tingkat I : Robekan terjadi pada selaput lendir vagina dengan atau tanpa kulit perineum b.1998. dapat digunakan jahitan angka 8. Hanya perlukan yang lebih dalam dimana jaringannya tidak bisa didekatkan dengan baik atau perlukan yang aktif mengeluarkan darah memerlukan suatu penjahitan. biasanya tidak perlu dijahit. paling baik bagi kulit karena jahitan ini kurang menimbulkan tegangan dan lebih mnyenangkan bagi pasiennya. jatuhkan dalam wadah DTT Rasionalisasi : Menghindari adanya kontaminasi dari tangan penolong . Untuk mendekatkan jaringan-jaringan agar proses penyembuhan bisa terjadi. Perbaikan robekan ini kecil dan diperbaiki sesederhana mungkin. b. pincet Rasionalisasi : Ditempatkan dalam satu wadah agar memudahkan pekerjaan. Tingkat IV : Robekan mengenai perineum sampai dengan otot sfingter ani dan mukosa rectum. Tingkat II : Robekan mengenai selaput lendir vagina dan otot pernei aranseralis. Siapkan peralatan untuk melakukan penjahitan 1) Wadah berisi : sarung tangan. jarum jahit. kasa steril. beberapa jahitan terputus lewat mukosa vagina. Jika pendarahannya banyak. Jika perlukan hanya mengenai bagian luar (superficial) saja atau jika perlukan tersebut tidak mengeluarkan darah. Perdarahan yang berasal dari jalan lahir selalu harus dievaluasi.Ilmu Kebidanan. Perdarahan karena robekan jalan lahir banyak dijumpai pada pertolongan persalinan. setelah diberi anesthesia lokal otot-otot diafragma urogenitalis dihubungkan di garis tengah dengan jahitan dan kemudian luka pada vagina dan kulit perineum ditutup dengan mengikut sertakan jaringan-jaringan dibawahnya. Perdarahan dapat dalam bentuk hematoma dan robekan jalan lahir dengan perdarahan yang bersifat arteril atau pecahnya pembuluh darah vena. jahitan terputus yang di simpul secara longgar. fourchette dan kulit perineum tepat dibawahnya. 2) Kapas DTT Rasionalisasi : Untuk membersihkan perineum dari lendir dan darah 3) Buka spuit sekali pakai 10 ml dari kemasan steril. Untuk menghentikan perdarahan Robekan perineum dibagi menjadi 4 tingkat : a. a. Proses penyembuhan bisa terjadi. Untuk dapat menetapkan sumber perdarahan dapat dilakukan dengan pemeriksaan dalam atau speculum.Yayasan Esesentia Medika)Robekan jalan lahir selalu memberikan perdarahan dalam jumlah yang bervariasi banyaknya. RUPTUR PERINEUM TINGKAT 1-2 Pengertian dan Penanganan Ruptur Perineum Pengertian Ruputur Perineum (Menurut Harry Oxorn. c. yaitu sumber dan jumlah perdarahan sehingga dapat diatasi. Pada robekan perineum tingkat dua. fourchette dan kulit perineum sudah memadai. Tingkat III : Robekan mengenai perineum sampai dengan otot sfingter ani d. benang jahit. Tujuan dari penjahitan perineum adalah : a.76.

Banyak wanita mengalami robekan perineum pada saat melahirkan anak pertama. pada sekitar separuh dari kasus-kasus tersebut. misalnya presentasi muka dan occipitoposterior Kelahiran bokong Ekstrasksi forceps yang sukar Dystocia bahu . isi tabung suntik dengan lidokain dan letakkan kembali kedalam wadah DTT Rasionalisasi : Untuk memudahkan pekerjaan dan menjaga agar spuit tidak tersentuh oleh alat-alat onsteril h. Bersihkan vulva dan perineum dengan kapas DTT dengan gerakan satu arah dari vulva ke perineum Rasionalisasi : Untuk mencegah kontaminasi kotoran tinja j. Pasang kain bersih dibawah bokong ibu Rasionalisasi : Menghindari terjadinya infeksi karena kain untuk persalinan sudah kotor oleh lendir dan darah. Etiologi Robekan jalan lahir merupakan penyebab kedua tersering dari perdarahan pasca persalinan. Atur posisi bokong ibu pada posisi litotomi ditepi tempat tidur Rasionalisasi : Agar luka terlihat dan penjahitan lebih mudah dilakukan c. Perdarahan pasca persalinan dengan uterus yang berkontraksi baik biasanya disebabkan oleh robekan serviks atau vagina. Lindokain untuk anestesi luka jalan lahir b. Robekan dapat terjadi bersama dengan atonia uteri. Periksa vagina. Ambil spuit dengan tangan yang bersarung tangan. Pakaian satu sarung tangan DTT pada tangan kanan Rasionalisasi : Untuk mengambil spuit yang ada pada wadah DTT g. jangan mencoba untuk menjahit siapkan rujukan segera. dan perineum secara lengkap. d. robekan ini akan amat luas. pastikan bahwa laserasi hanya merupakan derajat satu atau dua Rasionalisasi : Karena jika laserasi derajat II dan IV. Laserasi harus diperbaiki dengan cermat Penyebab Maternal Partus presipitatus yang tidak dikendalikan dan tidak ditolong Pasien tidak mampu berhenti mengejan Partus diselesaikan secara tergesa-gesa dengan dorongan fundus yang berlebihan. Peluasan episiotomi Faktor-faktor janin : Bayi yang besar Posisi kepala yang abnormal. cuci tangan dengan sabun dan air mengalir Rasionalisasi : Mencuci tangan termasuk dalam upaya pencegahan infeksi dan di air mengalir karena mikroorganisme akan tumbuh dan berkembang di air yang tidak mengalir f. Lengkapi pemakaian sarung tangan pada tangan kiri Rasionalisasi : Pemakaian sarung tangan termasuk dalam pencegahan infeksi i. Pastikan lengan / tangan tidak memakai perhiasan. Edema dan kerapuhan pada perineum Varikositas vulva yang melemahkan jaringan perineum Arcus pubis sempit dengan pintu bawah panggul yang sempit pula sehingga menekan kepala bayi ke arah posterior. servik. Atur lampu sorot atau senter kearah vulva / perineum ibu Rasionalisasi : Untuk dapat melihat dengan jelas luka perineum e.4) Patahkan ampul lidokain Rasionalisasi .

Ulangi prosedur pada kedua sisi robekan perineum. d. Amoksisilin oral 3x1 Analgetik kuat 3x1 . seperti hydrocephalus. Pilihan obat (biasanya lidokain) 2. Isi spuit dengan lidokain c. Terapi 1. Pemeriksaan obat (nama. Biasanya robekan meluas ke atas disepanjang mukosa vagina dan jaringan submukosa. Teknik infiltrasi (tepat dibawah kulit) a. kekuatan. maka dapat menyebabkan denyut jantung irregular). menerus ataupun jahitan simpul digunakan untuk merapatkan tepi mukosa vagina dan submukosanya Otot-otot yang dalam corpus perineum dijahit menjadi satu dengan jahitan terputus Jahitan subcutis bersambung atau jahitan terputus. Perbaikan Perbaikan pada laserasi derajat dua dilakukan lapis demi lapis Jahitan terputus. Acapkali musculus peirneus transverses turut terobek dan robekan dapat turun tapi tidak mencapai sphincter recti. 2. luka ini terutama mengenai garis tengah dan melebar sampai corpus perineum. Injeksikan bersamaan saat anda menarik spuit. Pasang jarum 1 ½ inci ukuran 22 pada spuit 20 cc b. Laserasi derjat kedua merupakan luka robekan yang lebih dalam. salah satu apex pada vagina dan apex lainnya di dekat rectum. Keadaan ini menimbulkan laserasi yang berbentuk segitiga ganda dengan dasar pada fourcheffe. dan dosis sebelum diberikan) 4. Dosis obat (20-30 ml) 3. Tarik batang penghisap spuit dan lihat jika ada darah (jika anestesi lokal diinjeksikan langsung ke dalam pembuluh darah. yang disimpul secara longgar.Anomali congenital. Suntikkan keseluruhan panjang jarum ke dalam robekan vagina tepat dibawah kulit. menyatukan kedua tepi kulit Pemberian Anestesi Lokal 1. Lakukan hal tersebut pada kedua sisi robekan vagina e.

Organisme atau barang asing membunuh sel sekitarnya. Kulit di sekitarnya tampak kemerahan atau meradang. Bisul bisa pecah spontan atau dipecahkan dan mengeluarkan nanahnya. Struktur terakhir bisul adalah dinding bisul yang terbentuk oleh sel sehat untuk mencegah barang asing tersebut masuk ke dalam tubuh dan mencegah terkena nya sel lain. Bisa disertai nyeri yang sifatnya ringan sampai sedang. Paling sering ditemukan di daerah leher. sementara sebagai flora normal juga bisa menyebabkan infeksi meskipun jarang. mengakibatkan keluarnya toksin. lelah dan tidak enak badan. Sreptococcus atau keduanya. wajah dan bokong. Lalu benjolan ini akan berfluktuasi dan tengahnya menjadi putih atau kuning (membentuk pustula). aureus dan Streptococcus Beta Haemolitycus. tetapi bisa juga disebabkan oleh bakteri lainnya atau jamur. Bisul harus dibedakan dengan empyema. Proteus mirabilis. Proteus vulgaris. Namun. Penyebab Merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh Staphylococcus. kadang mengandung sedikit darah. Empyema mengacu pada akumulasi nanah di dalam kavitas yang telah ada sebelumnya secara normal. namun sebenarnya juga dapat disebabkan oleh kuman gram negative seperti Pseudomonas aeruginosa. Staphylococcus dan Streptococcus merupakan penyebab infeksi tersering. Furunkel berawal sebagai benjolan keras berwarna merah yang mengandung nanah. E coli dan Kleibsella Bisul (furunkel) Bisul (furunkel) adalah infeksi kulit yang meliputi seluruh folikel rambut dan jaringan subkutaneus di sekitarnya.77. Jika furunkel sering kambuhan maka keadaannya disebut furunkulosis. Abses Folikel Rambut Adalah sekumpulan nanah (neutrofil mati) yang telah terakumulasi di rongga di jaringan setelah terinfeksi sesuatu (umumnya karena bakteri atau parasit) atau barang asing (seperti luka tembakan/tikaman). sel darah putih mengalir menuju tempat tersebut dan kemudian meningkatkan aliran darah di tempat tersebut. Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya. Kadang disertai demam. Toksin tersebut menyebabkan radang. Akan terasa sangat nyeri jika timbul di sekitar hidung atau telinga atau pada jari-jari tangan. payudara. species bakteri yang tersering adalah S. sedangkan bisul mengacu pada akumulasi nanah di dalam kavitas yang baru terbentuk melalui proses terjadinya bisul tersebut. Bisul adalah reaksi ketahanan dari jaringan untuk menghindari menyebar nya barang asing di tubuh. Jika bisul timbul di sekitar hidung biasanya akan diberikan antibiotik per-oral (melalui mulut) karena infeksi bisa dengan segera menyebar ke otak . Pembiakan contoh jaringan kulit bisa dilakukan untuk memastikan bahwa penyebabnya adalah stafilokokus. Penyebabnya adalah bakteri stafilokokus. enkapsulasi ini berfungsi untuk mencegah sel imun untuk menyerang bakteri atau barang asing di bisul.

Karbunkel Karbunkel adalah sekumpulan bisul yang menyebabkan pengelupasan kulit yang luas serta pembentukan jaringan parut. Pada kulit yang terkena ditemukan beberapa bisul yang bersatu disertai nyeri yang sifatnya ringan atau sedang. Beberapa bisul bersatu membentuk massa yang lebih besar. Belum lagi habis main si anak langsung pegang ini-itu tanpa cuci tangan lebih dulu. namun yang paling sering diserang adalah bayi dan anak-anak. anak-anak biasanya sering menggaruk karena rasa gatal yang ditimbulkan akibat banyak keringat dan biang keringat. Pencegahan Menjaga kebersihan kulit dengan sabun cair yang mengandung zat anti-bakteri merupakan cara terbaik untuk mencegah terjadinya infeksi atau mencegah penularan. Faktor risiko terjadinya karbunkel adalah: tingkat kebersihan yang buruk keadaan fisik yang menurun gesekan dengan pakaian pencukuran. Bila lingkungan kurang bersih. Infeksi ini menular. garukan tersebut dapat merusak kulit sehingga memudahkan masuknya kuman dan timbullah . infeksi pun akan mudah terjadi.Selain itu. Jika nanahnya sudah mengering. Penyebabnya adalah bakteri stafilokokus. Untuk menentukan penyebabnya. . Sementara yang namanya anak. Jangan pernah memencet atau mencoba memecahkan karbunkel di rumah. luka yang tertinggal harus sering dibersihkan dan sesudah menangani karbunkel. Tidak jarang beberapa orang dalam sebuah rumah menderita karbunkel pada saat yang sama. ya. antibiotik topikal (salep atau krim) dan antibiotik per-oral. Padahal. Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya. Lebih sering terjadi pada pria dan paling banyak ditemukan di leher bagian belakang. gangguan sistem kekebalan dan dermatitis. "Nah. Itu akan mempermudah terjadinya bisul. karena bisa memperburuk dan menyebarkan infeksi. Kulit tampak merah dan membengkak. tangan harus dicuci bersih-bersih. bisa dilakukan biopsi atau pembiakan contoh jaringan yang terinfeksi. yang memiliki beberapa titik pengaliran nanah. bisa disebarkan ke bagian tubuh lainnya dan bisa ditularkan ke orang lain. Pembentukan dan penyembuhan karbunkel terjadi lebih lambat dibandingkan bisul tunggal dan bisa menyebabkan demam serta lelah karena merupakan infeksi yang lebih serius. Karbunkel juga cenderung mudah diderita oleh penderita diabetes. kalau kebersihan anak dan bayi tak dijaga dan diperhatikan oleh orang tua. termasuk main yang kotor-kotor semisal main tanah. Kompres hangat bisa membantu mempercepat penyembuhan. Jadi salah kalau bisul itu disebabkan kebanyakan makan telur. susah. Untuk mengendalikan infeksi diberikan sabun anti-bakteri. Massa ini letaknya bisa lebih dalam di bawah kulit dibandingkan dengan bisul biasa. identik dengan dunia bermain. Karbunkel yang pecah akan mengeluarkan nanah lalu mengering dan membentuk keropeng. Bisul bisa menyerang siapa saja dan dari golongan usia berapa saja.

Walaupun pada anak kulitnya masih berkembang. yakni: kemerahan (rubor). Biasanya dokter akan menginsisi/mengiris dengan pisau tajam sehingga penyembuhannya akan lebih sempurna. supaya efektif. "Bekas pada jaringan kulitnya akan meninggalkan parut. pembengkakan (tumor). . sehingga memindahkan kumannya dari satu tempat ke tempat lain. Bila sudah terjadi abses. penyembuhannya akan menimbulkan bekas yang tak sedap dipandang. dan tonsil. anak perlu diberi obat antibiotik yang diminumkan juga. Pemakaian obat dalam bentuk salep atau krim yang dioleskan di kulit lebih efektif ketimbang pengobatan jenis lain. tak segera diobati. Bila pecah sendiri akan menimbulkan kerusakan kulit dan akan berbekas. "Itulah mengapa anak yang sering berkeringat. Tunggu sampai istilahnya "matang". "Menularnya bisa karena garukan tangan. kondisi tersebut butuh ditangani dengan intervensi bedah. sehingga tindakan medis secepatnya diindikasikan ketika terdapat kecurigaan akan adanya abses. debridemen. Kulit bisa berongga. bakteri staphylococcus aureus penyebab bisul bisa mengakibatkan resisten terhadap penisilin. Tapi. panas (calor). karena kuman tersebut mengeluarkan enzim sehingga penisilinnya tak berfungsi lagi. pada paru-paru. ginjal. rasa nyeri (dolor). penisilin juga merupakan salah satu obat yang relatif sering menimbulkan reaksi alergi.infeksi. Penisilin juga merupakan salah satu obat pilihan. Komplikasi mayor abses adalah penyebaran abses ke jaringan sekitar atau jaringan yang jauh dan kematian jaringan setempat yang ekstensif (gangren)." Yang pasti. "Itu menunjukkan daya tahan tubuh anak kurang sekali. Selain itu. Namun demikian. Begitu pula bila dipaksa dikeluarkan. bisa lekukan atau yang lebih tinggi lagi. jika sudah membesar. karena penyebabnya infeksi maka bisul termasuk penyakit menular." Manifestasi Karena abses merupakan salah satu manifestasi peradangan. misalnya abses leher dalam yang dapat menekan trakhea. Akibatnya banyak yang menjadi resisten. "Karena bisa terjadi kerusakan jaringan yang lebih parah dan banyak lagi. otak. abses jarang dapat sembuh dengan sendirinya. agak dalam dan banyak. sebaiknya nanahnya dikeluarkan. namun tetap saja tak akan normal kembali karena jaringannya yang rusak akan membekas. apalagi keringat buntet. Tak mungkin akan normal kembali. Obat-obatan semacam salep ini sangat dianjurkan untuk kulit karena dibuat dengan daya serap yang cukup efektif terhadap kulit. anjur itu lebih baik berikan obat antibiotik yang tahan terhadap enzim yang dikeluarkan kuman tadi. Pada sebagian besar bagian tubuh. Tatalaksana Abses luka biasanya tidak membutuhkan penanganan menggunakan antibiotik. Jika bisul hanya satu atau beberapa dan masih kecil di permukaan biasanya bisa disembuhkan dengan salep antibiotik. mudah timbul bisulan. misalnya dengan dipencet. dan kuretase." Jangan dipencet Seringkali bisul dibiarkan saja. maka manifestasi lain yang mengikuti abses dapat merupakan tanda dan gejala dari proses inflamasi. Abses dapat terjadi pada setiap jaringan solid. Suatu abses dapat menimbulkan konsekuensi yang fatal (meskipun jarang) apabila abses tersebut mendesak struktur yang vital. tetapi paling sering terjadi pada permukaan kulit. Cuma. dan hilangnya fungsi. Karena itu. Padahal." Tak heran awam sering menyebut bisulnya jadi beranak. gigi. justru sebetulnya kalau bisa bisul jangan sampai bernanah.

dan doxycycline. 4x500 mg 5.Suatu abses harus diamati dengan teliti untuk mengidentifikasi penyebabnya. Memberikan kompres hangat dan meninggikan posisi anggota gerak dapat dilakukan untuk membantu penanganan abses kulit. Dengan adanya kemunculan Staphylococcus aureus resisten Methicillin (MRSA) yang didapat melalui komunitas. Drainase abses dengan menggunakan pembedahan biasanya diindikasikan apabila abses telah berkembang dari peradangan serosa yang keras menjadi tahap nanah yang lebih lunak. selain bahwa antibiotik tersebut seringkali tidak dapat bekerja dalam pH yang rendah. trimethoprim-sulfamethoxazole. Linkomisin 3x500. selama 5-7 hari 4. Karena sering kali abses disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. misalnya pada area-area yang kritis. karena benda asing tersebut harus diambil. antibiotik antistafilokokus seperti flucloxacillin atau dicloxacillin sering digunakan. Sefadroksil 2x 500 mg . antibiotik biasa tersebut menjadi tidak efektif. Hal ini dinyatakan dalam sebuah aforisme Latin: Ubi pus. Eritromisin. Drainase abses paru dapat dilakukan dengan memposisikan penderita sedemikian hingga memungkinkan isi abses keluar melalui saluran pernapasan. Ampicillin atau Amoksisillin 4x 500 mg 2. Apabila menimbulkan risiko tinggi. digunakan antibiotik lain: clindamycin. tindakan pembedahan dapat ditunda atau dikerjakan sebagai tindakan terakhir yang perlu dilakukan. Hal tersebut terjadi karena antibiotik sering tidak mampu masuk ke dalam abses. bersamaan dengan pemberian obat analgesik dan mungkin juga antibiotik. biasanya hanya perlu dipotong dan diambil absesnya. Golongan obat penicillin resisten-penisilinase (oksasilin. Terapi 1. Klindamisin 4x250 pada infeksi berat 4x300-400mg. kloksasilindikloksasilin) 3x250 3. Untuk menangani MRSA yang didapat melalui komunitas. utamanya apabila disebabkan oleh benda asing. Adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan bahwa penanganan hanya dengan menggunakan antibiotik tanpa drainase pembedahan jarang merupakan tindakan yang efektif. ibi evacua. Apabila tidak disebabkan oleh benda asing.

karena saluran tersumbat atau karena payudara bengkak. Biasanya mulai terjadi pada malam hari saat ibu tidak memberikan bayinya minum sepanjang malam atau pada ibu yang menyusui dengan tergesa-gesa. Pertama. sehingga permeabilitas jaringan ikat meningkat. Stasis ASI. dan terasa sangat nyeri. Diperkirakan sekitar 3-20% ibu menyusui dapat mengalami mastitis. dan mastitis terinfeksi. Kadangkadang ditemukan pula mastitis tuberkulosis yang menyebabkan bayi dapat menderita tuberkulosa tonsil. adanya respons inflamasi. akan terjadi peradangan jaringan payudara yang disebut mastitis tanpa infeksi. Mastitis Mastitis merupakan masalah yang sering dijumpai pada ibu menyusui. maka ini disebut stasis ASI. Terdapat dua hal penting yang mendasari kita memperhatikan kasus ini. Terdapat beberapa cara masuknya kuman yaitu melalui duktus laktiferus ke lobus sekresi. karena mastitis berpotensi meningkatkan transmisi vertikal pada beberapa penyakit (terutama AIDS). Bila ASI tidak segera dikeluarkan maka terjadi tegangan alveoli yang berlebihan dan mengakibatkan sel epitel yang memproduksi ASI menjadi datar dan tertekan. Escherecia coli dan Streptococcus. Peningkatan kadar natrium dalam ASI yang membuat bayi menolak menyusu karena ASI terasa asin Timbul garis-garis merah ke arah ketiak. tegang. Faktor risiko Faktor risiko terjadinya mastitis antara lain: Terdapat riwayat mastitis pada anak sebelumnya. Bila ASI tidak juga dikeluarkan. Pada daerah endemis tuberkulosa kejadian mastitis tuberkulosis mencapai 1%. Puting lecet. meskipun mastitis dapat terjadi sepanjang masa menyusui bahkan pada wanita yang sementara tidak menyusui. Organisme yang paling sering adalah Staphylococcus aureus. bengkak. .78. Kedua. Frekuensi menyusui yang jarang atau waktu menyusui yang pendek. Apabila ASI menetap di bagian tertentu payudara. Patofisiologi Terjadinya mastitis diawali dengan peningkatan tekanan di dalam duktus (saluran ASI) akibat stasis ASI. melalui puting yang retak ke kelenjar limfe sekitar duktus (periduktal) atau melalui penyebaran hematogen (pembuluh darah). dan bila telah terinfeksi bakteri disebut mastitis terinfeksi. Puting lecet menyebabkan timbulnya rasa nyeri yang membuat kebanyakan ibu menghindari pengosongan payudara secara sempurna. Definisi dan Diagnosis Mastitis merupakan suatu proses peradangan pada satu atau lebih segmen payudara yang mungkin disertai infeksi atau tanpa infeksi. .5oC Menggigil Nyeri atau ngilu seluruh tubuh Payudara menjadi kemerahan. Sebagian besar mastitis terjadi dalam 6 minggu pertama setelah bayi lahir (paling sering pada minggu ke2 dan ke-3). karena mastitis biasanya menurunkan produksi ASI dan menjadi alasan ibu untuk berhenti menyusui. Beberapa komponen (terutama protein kekebalan tubuh dan natrium) dari plasma masuk ke dalam ASI dan selanjutnya ke jaringan sekitar sel sehingga memicu respons imun. Dalam proses ini dikenal pula istilah stasis ASI. panas. mastitis tanpa infeksi. dan kerusakan jaringan memudahkan terjadinya infeksi. Diagnosis mastitis ditegakkan berdasarkan kumpulan gejala sebagai berikut: Demam dengan suhu lebih dari 38.

meningkatkan frekuensi menyusui terutama pada sisi payudara yang bermasalah serta melakukan pijatan dan kompres hangat di daerah benjolan.Pengosongan payudara yang tidak sempurna Pelekatan bayi pada payudara yang kurang baik. Kelelahan sering menjadi pencetus terjadinya mastitis. dan ibu-ibu yang merasa ASInya kurang. bayi biasanya menjadi sulit melekat dengan baik. Penekanan payudara misalnya oleh bra yang terlalu ketat atau sabuk pengaman pada mobil. Sebelum memerah ASI pijatan di leher dan punggung dapat merangsang pengeluaran hormon oksitosin yang menyebabkan ASI mengalir dan rasa nyeri berkurang. Produksi ASI yang terlalu banyak. Pengosongan yang tidak sempurna atau tertekannya duktus akibat pakaian yang ketat dapat menyebabkan ASI terbendung. dan lain-lain. Ibu atau bayi sakit. Pada kasus puting lecet. Sumbatan pada saluran atau muara saluran oleh gumpalan ASI. Ibu malnutrisi. Frenulum pendek. Hal ini berhubungan dengan daya tahan tubuh yang rendah.serpihan kulit. Alat pompa ASI juga biasanya menjadi sumber kontaminasi sehingga perlu dicuci dengan sabun dan air panas setelah digunakan. Ibu dibantu untuk mengeluarkan sebagian ASI setiap 3 – 4 jam dengan cara memerah dengan tangan atau pompa ASI yang direkomendasikan. Teknik memerah dengan tangan yang benar perlu diperlihatkan dan diajarkan kepada ibu agar perahan tersebut efektif. Berhenti menyusu secara cepat/ mendadak. ASI hasil perahan dapat diminumkan ke bayi dengan menggunakan cangkir atau sendok. Pencegahan Pencegahan terhadap kejadian mastitis dapat dilakukan dengan memperhatikan faktor risiko di atas. Pembengkakan payudara ini perlu segera ditangani untuk mencegah terjadinya feedback inhibitor of lactin (FIL) yang menghambat penyaluran ASI. Ibu dianjurkan untuk segera memeriksa payudaranya bila teraba benjolan. yang segera meresap ke jaringan sebelum bayi menyusu. Penggunaan krim pada puting. perlu dibantu untuk mengatasi masalahnya. ibu yang baru pertama kali menyusui dan keluarganya untuk mengetahui teknik mencuci tangan yang baik. Ibu harus senantiasa memperhatikan kebersihan tangannya karena Staphylococcus aureus adalah kuman komensal yang paling banyak terdapat di rumah sakit maupun masyarakat. karena permukaan payudara menjadi sangat tegang. Bila payudara penuh dan bengkak (engorgement). jamur. Tidak ada bukti dari literatur yang mendukung penggunaan bahan topikal lainnya. Ibu stres atau kelelahan. Penting sekali untuk tenaga kesehatan rumah sakit. Selain itu ibu juga perlu beristirahat. Seorang tenaga kesehatan harus selalu menganjurkan ibu menyusui cukup beristirahat dan juga mengingatkan anggota keluarga lainnya bahwa seorang ibu menyusui membutuhkan lebih banyak bantuan. Pada tahap awal pengobatan dapat dilakukan dengan mengoleskan ASI akhir (hind milk) setelah menyusui pada puting dan areola dan dibiarkan mengering. bayi yang tidak tenang saat menetek. Bayi yang hanya mengisap puting (tidak termasuk areola) menyebabkan puting terhimpit diantara gusi atau bibir sehingga aliran ASI tidak sempurna. . terasa nyeri dan kemerahan. Pada peradangan puting dapat diterapi dengan suatu bahan penyembuh luka seperti atau lanolin. misalnya saat bepergian.

bila sebagian ASI telah menetes (let down) dan nyeri sudah berkurang. demikian pula pada saat terjadi mastitis sehingga proses menyusui dapat terus dilanjutkan dan ibu tidak perlu khawatir terjadi transmisi bakteri ke bayinya. Pada payudara yang sangat bengkak kompres panas kadang membuat rasa nyeri bertambah. Bahan kultur diambil dari ASI pancar tengah hasil dari perahan tangan yang langsung ditampung menggunakan penampung urin steril. Ibu dan bayi biasanya mempunyai jenis pola kuman yang sama. World Health Organization (WHO) menganjurkan pemeriksaan kultur dan uji sensitivitas pada beberapa keadaan yaitu bila: pengobatan dengan antibiotik tidak — memperlihatkan respons yang baik dalam 2 hari terjadi mastitis berulang mastitis terjadi di rumah sakit penderita alergi terhadap antibiotik atau pada kasus yang berat. kemudian sesegera mungkin dipindahkan ke payudara bermasalah. Setelah menyusui atau memerah ASI. Pijatan payudara yang dilakukan dengan jari-jari yang dilumuri minyak atau krim selama proses menyusui dari daerah sumbatan ke arah puting juga dapat membantu melancarkan aliran ASI. Tata laksana Tata laksana suportif Tata laksana mastitis dimulai dengan memperbaiki teknik menyusui ibu. Posisikan bayi pada payudara sedemikian rupa sehingga dagu atau ujung hidung berada pada tempat yang mengalami sumbatan. Keputusan untuk memilih kompres panas atau dingin lebih tergantung pada kenyamanan ibu. Aliran ASI yang baik merupakan hal penting dalam tata laksana mastitis karena stasis ASI merupakan masalah yang biasanya mengawali terjadinya mastitis. Perawatan di rumah sakit dipertimbangkan bila ibu sakit berat atau tidak ada yang dapat membantunya di rumah. mengkonsumsi cairan yang adekuat dan nutrisi berimbang. Puting harus dibersihkan terlebih dulu dan bibir penampung diusahakan tidak menyentuh puting untuk mengurangi kontaminasi dari kuman yang terdapat di kulit yang dapat memberikan hasil positif palsu dari kultur. Kompres hangat terutama saat menyusu akan sangat membantu mengalirkan ASI. kompres dingin dapat dipakai untuk mengurangi nyeri dan bengkak. Selama di rumah sakit dianjurkan rawat gabung ibu dan bayi agar proses menyusui terus berlangsung. . Ibu dianjurkan agar lebih sering menyusui dimulai dari payudara yang bermasalah. Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah ibu harus beristirahat. Ibu yang tidak mampu melanjutkan menyusui harus memerah ASI dari payudara dengan tangan atau pompa.Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan lain untuk menunjang diagnosis tidak selalu diperlukan. Tetapi bila ibu merasa sangat nyeri. Penghentian menyusui dengan segera memicu risiko yang lebih besar terhadap terjadinya abses dibandingkan yang melanjutkan menyusui. Beberapa penelitian memperlihatkan beratnya gejala yang muncul berhubungan erat dengan tingginya jumlah bakteri atau patogenitas bakteri. Tidak ada bukti terjadi gangguan kesehatan pada bayi yang terus menyusu dari payudara yang mengalami mastitis. ibu dapat mulai menyusui dari sisi payudara yang sehat. Hal ini akan membantu mengalirkan ASI dari daerah tersebut. Anggota keluarga yang lain perlu membantu ibu di rumah agar ibu dapat beristirahat. Pada kondisi ini kompres dingin justru membuat ibu lebih nyaman.

Pemeriksaan lebih lanjut mungkin diperlukan untuk mengidentifikasi kuman-kuman yang resisten. Jika tidak terlihat perbaikan gejala dalam 12 – 24 jam atau jika ibu tampak sakit berat. Dikloksasilin mempunyai waktu paruh yang lebih singkat dalam darah dan lebih banyak efek sampingnya ke hati dibandingkan flukloksasilin. Analgesik Rasa nyeri merupakan faktor penghambat produksi hormon oksitosin yang berguna dalam proses pengeluaran ASI. Antibiotik Jika gejala mastitis masih ringan dan berlangsung kurang dari 24 jam. Pada penelitian yang dilakukan Jahanfar diperlihatkan bahwa pemberian antibiotik disertai dengan pengosongan payudara pada mastitis mempercepat penyembuhan bila dibandingkan dengan pengosongan payudara saja. harus dipertimbangkan diagnosis banding. Jika gejalanya tidak berkurang dalam beberapa hari dengan terapi yang adekuat termasuk antibiotik. Analgesik diberikan untuk mengurangi rasa nyeri pada mastitis. Pemberian per oral lebih dianjurkan karena pemberian secara intravena sering menyebabkan peradangan pembuluh darah. Ibuprofen lebih efektif dalam menurunkan gejala yang berhubungan dengan peradangan dibandingkan parasetamol atau asetaminofen. Analgesik yang dianjurkan adalah obat anti inflamasi seperti ibuprofen. Sedangkan penelitian Jimenez dkk. maka perawatan konservatif (mengalirkan ASI dan perawatan suportif) sudah cukup membantu. Jenis antibiotik yang biasa digunakan adalah dikloksasilin atau flukloksasilin 500 mg setiap 6 jam secara oral. Antibiotik diberikan paling sedikit selama 10 – 14 hari. kista atau galaktokel.6 gram per hari tidak terdeteksi pada ASI sehingga direkomendasikan untuk ibu menyusui yang mengalami mastitis. antibiotik harus segera diberikan. ibu dengan mastitis dianjurkan untuk mengkonsumsi beberapa obat sesuai indikasi.Penggunaan obat-obatan Meskipun ibu menyusui sering enggan untuk mengkonsumsi obat. Berulangnya kejadian mastitis lebih dari dua kali pada tempat yang sama juga menjadi alasan dilakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG) untuk menyingkirkan kemungkinan adanya massa tumor. adanya abses atau massa padat yang mendasari terjadinya mastitis seperti karsinoma duktal atau limfoma non Hodgkin. Biasanya ibu menghentikan antibiotik sebelum waktunya karena merasa telah membaik. Tetapi perlu pula diingat bahwa pemberian antibiotik yang cukup lama dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi jamur pada payudara dan vagina. Ibuprofen sampai dosis 1. memperlihatkan bahwa pemberian Lactobacillus salivarius dan Lactobacillus gasseri mempercepat perbaikan kondisi klinik pada kasus mastitis yang sementara mendapat antibiotik. . Sefaleksin biasanya aman untuk ibu hamil yang alergi terhadap penisillin tetapi untuk kasus hipersensitif penisillin yang berat lebih dianjurkan klindamisin. Hal ini meningkatkan risiko terjadinya mastitis berulang. Pemantauan Respon klinik terhadap penatalaksanaan di atas dibagi atas respon klinik cepat dan respon klinik dramatis.

. ASI dari sekitar tempat abses juga perlu dikultur agar antibiotik yang diberikan sesuai dengan jenis kumannya. Selain itu ibu perlu beristirahat. mengkonsumsi nutrisi berimbang dan bila perlu mendapat analgesik dan antibiotik. makanan dengan gizi berimbang. informasi yang jelas dan dukungan tenaga kesehatan dan keluarga sangat diperlukan saat ini. nyeri seluruh tubuh serta payudara menjadi kemerahan. banyak minum. Puting mungkin tidak nampak kelainan. Pemeriksaan USG payudara diperlukan untuk mengidentifikasi adanya cairan yang terkumpul. Oleh karena itu penatalaksanaan yang efektif. Mastitis berulang/kronis Mastitis berulang biasanya disebabkan karena pengobatan terlambat atau tidak adekuat. maka kita harus pikirkan kemungkinan terjadinya abses. Melancarkan aliran ASI merupakan hal penting dalam tata laksana mastitis. Pada abses yang sangat besar terkadang diperlukan tindakan bedah. Beberapa faktor risiko utama timbulnya mastitis adalah puting lecet. merah dan tegang walaupun ibu telah diterapi. bahkan mungkin diperlukan aspirasi jarum secara serial. Infeksi jamur biasanya didiagnosis berdasarkan nyeri berupa rasa terbakar yang menjalar di sepanjang saluran ASI. Penghentian menyusui secara mendadak dapat meningkatkan risiko terjadinya abses. frekuensi menyusui yang jarang dan pelekatan bayi yang kurang baik. Keadaan ini sering ditemukan setelah ibu mendapat terapi antibiotik. Abses Abses merupakan komplikasi mastitis yang biasanya terjadi karena pengobatan terlambat atau tidak adekuat. tegang. panas dan bengkak. banyak minum. Diagnosis mastitis ditegakkan bila ditemukan gejala demam. Kesimpulan Mastitis merupakan proses peradangan payudara yang mungkin disertai infeksi atau tanpa infeksi. Pada kasus mastitis berulang karena infeksi bakteri diberikan antibiotik dosis rendah (eritromisin 500 mg sekali sehari) selama masa menyusui Infeksi jamur Komplikasi sekunder pada mastitis berulang adalah infeksi oleh jamur seperti candida albicans. Sebagian besar mastitis terjadi dalam 6 minggu pertama setelah bayi lahir. Selain itu ibu juga khawatir kalau obat yang mereka konsumsi tidak aman untuk bayi mereka. menggigil. Ibu dan bayi perlu diobati. Cairan ini dapat dikeluarkan dengan aspirasi jarum halus yang berfungsi sebagai diagnostik sekaligus terapi. Bila terdapat daerah payudara teraba keras . Selama tindakan ini dilakukan ibu harus mendapat antibiotik. Ibu harus benarbenar beristirahat. Pengobatan terbaik adalah mengoles nistatin krem yang juga mengandung kortison ke puting dan areola setiap selesai bayi menyusu dan bayi juga harus diberi nistatin oral pada saat yang sama. Kurang lebih 3% dari kejadian mastitis berlanjut menjadi abses. serta mengatasi stress. Di antara waktu menyusu permukaan payudara terasa gatal.Komplikasi Penghentian menyusui dini Mastitis dapat menimbulkan berbagai gejala akut yang membuat seorang ibu memutuskan untuk berhenti menyusui.

Bayi disusukan lebih dulu pada putting susu yang normal atau lecetnya sedikit. Cracked Nipple (Putting Susu Lecet) Puting susu lecet dapat disebabkan trauma pada puting susu saat menyusui. Pergunakan BH yang menyangga. diberi pengobatan dengan tablet Nystatin. krim. 2. Retakan pada puting susu bisa sembuh sendiri dalam waktu 48 jam. 6. 4. Penatalaksanaan 1. 3. Keluarkan sedikit ASI dan oleskan ke puting yang lecet dan biarkan kering. Jika ditemui infeksi sekunder Amoksisilin 4x 500mg atau Klindamicin 2x 150mg . 10. 5. alkohol ataupun zat iritan lain saat membersihkan payudara. Cara menghentikan menyusui yang kurang tepat. Teknik menyusui yang tidak benar. Bila terasa sangat sakit boleh minum obat pengurang rasa sakit Ibuprofen 2x400mg 9. Moniliasis pada mulut bayi yang menular pada puting susu ibu. 3. selain itu dapat pula terjadi retak dan pembentukan celah-celah. alkohol ataupun zat iritan lain saat ibu membersihkan putting susu. Tidak menggunakan sabun. 2. Penyebab 1. bayi menyusu sampai ke kalang payudara dan susukan secara bergantian diantara kedua payudara.79. 7. 4. Bayi dengan tali lidah pendek (frenulum lingue). Puting susu terpapar oleh sabun. Cari penyebab puting susu lecet. Menyusui lebih sering (8-12 kali dalam 24 jam). Posisi menyusui harus benar. 8. 5. krim. Jika penyebabnya monilia.

80. Penyebab yang jarang terjadi .Faktor menyusui: 1. atau merokok 5. Inverted Nipple Definisi Puting susu terbenam adalah puting susu yang tidak dapat menonjol dan cenderung masuk kedalam. Hal ini dikarenakan kulit payudara di sekitar puting menjadi longgar sehingga membuat puting terlihat masuk ke dalam. Pemberian botol atau empeng. Tersisanya jaringan plasenta dalam rahim 6. Tidak menyusui pada malam hari. 6. Penyebab yang sering terjadi . yang diantaranya adalah: Grade 1 : Puting susu tertarik ke dalam. Ibu terlalu lelah 4. 2. . Permasalahan Puting Wanita ini juga bisa terjadi setelah menyusui. Penyusuan yang jarang atau dilakukan dalam waktu singkat. Ibu mengalami baby blues b. . yang terjadi sejak lahir. Kekurangan gizi yang cukup berat 4. Namun tekanan lembut di sekitar areola atau cubit lembut pada kulit dapat menyebabkan puting tertarik ke dalam kembali.Kondisi fisik ibu: 1. puting akan masuk ke dalam kembali. Ketiga kondisi tersebut. 4. Perlekatan yang tidak baik. Setelah tarikan dilepas.Faktor psikologis ibu: 1. 3. Bayi memiliki kelainan. Grade 2: Adalah ketika kondisi Puting yang tertarik ke dalam dan masih bisa ditarik keluar. Kurang percaya diri 2. Penyusuan yang tertunda. Ibu tidak suka menyusui 5.Kondisi bayi: 1. Pemberian minuman lain selain ASI. Bayi sakit. . Etiologi a. Penggunaan pil kontrasepsi. sehingga ASI tidak dapat keluar dengan lancar. namun masih mudah untuk ditarik dan dapat bertahan cukup lama tanpa perlu tarikan. seperti bibir sumbing sehingga bayi menjadi sulit menghisap Adapun Inverted Nipple terbagi menjadi tiga kondisi. Ibu khawatir / terlalu stres 3. namun tidak semudah grade 1. 2. obat diuretik 2. 5. Payudara yang kurang berkembangan. Ibu minum minuman yang mengandung alkohol. Grade 3: Kondisi Puting jenis ini adalah ketika posisinya sangat tertarik ke dalam dan sulit untuk ditarik keluar apalagi untuk mempertahankan tetap terlihat. paling sering diakibatkan karena pendeknya saluran ASI (duktus laktiferus ). Kehamilan berikutnya semasa menyusui 3.

Pasca melahirkan dan sesaat sebelum menyusui lakukan tekanan atau hisapan manual untuk menonjolkan putting agar mudah dihisap bayi. kemudian sentuh dengan kain basah dingin segera setelah menyusui . 2. pijat dengan lembut kearah puting sampai putting keluar. caranya pegang putting dan pijat putting antara jempol dan jari telunjuk selama 30 detik. Calon ibu bisa menarik putting keluar pada saat hamil trimester akhir (lebih dari 7 bulan) dengan cara memegang payudara tepatdiujung areola dengan jempol dan telunjuk.Teknik tatalaksana 1.

4 Laporan Penyakit : 55-59 ICD X : E10-E14 a. 2) Keluhan lainnya. berupa: kesemutan. dan setelah melahirkan kadar gula darah kembali normal. biasanya terjadi pada usia 24 minggu masa kehamilan. Definisi Diabetes Melitus (DM) adalah suatu penyakit gangguan metabolik menahun yang ditandai oleh kadar gula darah yang melebihi nilai normal (hiperglikemia) karena kelainan sekresi insulin. Insufisiensi fungsi insulin yang disebabkan oleh gangguan atau defisiensi produksi insulin oleh sel-sel beta langerhans kelenjar pankreas. keputihan. d. 3) Diabetes Melitus tipe 2 adalah penyakit gangguan metabolik yang ditandai oleh kenaikan kadar gula darah akibat penurunan sekresi insulin oleh sel beta pankreas dan atau fungsi insulin (resistensi insulin). 4) Diabetes Melitus tipe lain adalah penyakit gangguan metabolik yang ditandai oleh kenaikan kadar gula darah akibat defek genetik fungsi sel beta. cepat lapar. kerja insulin atau keduanya. penyakit eksokrin pankreas. polidipsia). 1) Bila kadar glukosa darah sewaktu >200 mg/dL 2) Glukosa darah puasa >126 mg/dL 3) Pada Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO) didapatkan hasil pemeriksaan kadar gula darah 2 jam >200 mg/dL sesudah pemberian glukosa 75 g. infeksi sulit sembuh. Penatalaksanaan Pilar penatalaksanaan Diabetes Melitus: 1) Edukasi a) Pengertian Diabetes Melitus . gatal di daerah alat kelamin. c. Klasifikasi Diabetes Melitus berdasarkan klasifikasi etiologis DM yaitu: 2) Diabetes Melitus tipe 1 adalah penyakit gangguan metabolik yang ditandai oleh kenaikan kadar gula darah akibat destruksi (kerusakan) sel beta pankreas karena suatu sebab tertentu yang menyebabkan produksi insulin tidak ada sama sekali sehingga pasien sangat memerlukan tambahan insulin dari luar. atau disebabkan oleh kurang responsifnya sel-sel tubuh terhadap insulin. infeksi. sindrom genetik lain yang berkaitan dengan DM. Diagnosis dapat dipastikan dengan reduksi urin dan penentuan kadar gula darah. bisul yang hilang timbul. poliuria. karena obat atau zat kimia. Gambaran Klinis 1) Keluhan Klasik. penglihatan kabur. sebab imunologi yang jarang. endokrinopati. defek genetik kerja insulin. Diagnosis Berdasarkan gejala diabetes dengan 3P (polifagia. e. yang berfungsi memanfaatkan glukosa sebagai sumber energi dan mensintesa lemak. Penyebab Kekurangan hormon insulin. sering haus dan berat badan menurun cepat tanpa penyebab yang jelas. b. berupa: sering kencing. cepat lelah dan mudah mengantuk.81 – 82 DIABETES MELITUS Kompetensi : 3A. 5) Diabetes Melitus tipe Gestasional adalah penyakit gangguan metabolik yang ditandai oleh kenaikan kadar gula darah yang terjadi pada wanita hamil.

jogging dan berenang. jangan lakukan latihan berat (misalnya: latihan beban. a) Makanan dianjurkan seimbang dengan komposisi energi dari karbohidrat 45-65%. koroner. bulu tangkis. c) Gangguan pada kaki: (1) Kenakan sepatu yang sesuai (2) Kaki diusahakan agar selalu bersih dan kering (3) Periksa kedua kaki tiap sebelum dan sesudah latihan d) Cedera muskuloskeletal: (1) Pilih olah raga yang sesuai dan tepat (2) Tingkatkan intensitas latihan sedikit demi sedikit dan bertahap (3) Lakukan pemanasan dan pendinginan (4) Hindari olah raga berat dan berlebihan. kelainan kaki). dan olah raga permainan yang lain). hipertensi. berkebun. e) Berlatihlah bersama keluarga. dan lain-lain. (4) Berlatih pada suhu terlalu panas/dingin. Hal-hal yang perlu diperhatikan: b) Hal yang dapat memperburuk gangguan metabolik orang dengan diabetes: (2) Beratnya penyakit dan komplikasinya (penyakit jantung. secara tunggal atau kombinasi. . jumlah dan jenis makanan. 4) Pengobatan Apabila kadar gula darah belum mencapai sasaran. gangguan fungsi ginjal dan hati. diberikan obat hipoglikemik oral (OHO). (3) Kadar gula darah 250 mg%. b) Prinsip: (1) Anjuran makan seimbang seperti makan sehat pada umumnya (2) Tidak ada makanan yang dilarang. protein 10-15% dan lemak 20-25%. Latihan jasmani seperti: bersepeda santai. berjalan kaki.b) c) d) e) f) g) h) Perencanaan makanan Bentuk aktivitas fisik yang dianjurkan Pemeliharaan kaki DM di bulan Ramadhan Obat untuk mengendalikan kadar gula darah Pemantauan gula darah Komplikasi DM 2) Terapi gizi medis Perencanaan Makanan: sebaiknya melakukan rujukan untuk mendapatkan perencanaan makan yang sesuai dengan kebutuhan pasien. Dilakukan 3-4 kali seminggu selama kurang lebih 30-60 menit. hanya dibatasi sesuai kebutuhan kalori (tidak berlebih) (3) Menu sama dengan menu keluarga (4) Teratur dalam jadwal. menggunakan tangga. olah raga kontak tinju dan lain-lain. 3) Aktivitas fisik/latihan jasmani Aktivitas fisik seperti berjalan kaki ke pasar. teman atau tetangga dalam suatu kelompok untuk menjaga agar dorongan untuk berolah raga selalu tinggi. Dapat dilihat dalam Pedoman Program Pengendalian Diabetes Mellitus dan Penyakit Metabolik. gangguan penglihatan. sepak bola.

diberikan secara bertahap. (3) Lini 3: Kombinasi metformin dan glibenklamid. (4) Lini 4: insulin c) Diabetes Melitus tipe 1: Selalu dengan insulin. Pengendalian DM Baik Sedang Buruk Glukosa darah puasa (mg/dL) Glukosa darah 2 jam (mg/dL) A1C (%) Kolesterol Total (mg/dL) Kolesterol LDL (mg/dL) Kolesterol HDL (mg/dL) Trigliserida (mg/dL) IMT (kg/m2) Tekanan darah (mmHg) 80<100 80-144 <6. berat badan dan profil lipid.5 mg tiap 12-24 jam sebelum makan. Pengendalian DM Keberhasilan terapi DM dapat menggunakan kriteria kendali DM yang telah dikeluarkan oleh PERKENI (Tabel 4). 2) Memberikan informasi perilaku sehat bagi penyandang diabetes yaitu: a) Mengikuti pola makan sehat b) Meningkatkan kegiatan jasmani . dimulai dengan dosis 2.Pemberian OHO untuk pengobatan jangka pendek dan jangka panjang dapat dilakukan di Puskesmas.5-<2.5-8 200-239 100-129 >126 >180 >8 >240 >130 150-199 23-25 >130-140/ >80-90 >200 >25 >140/90 Keterangan: Angka diatas adalah hasil pemeriksaan plasma vena.5 <200 <100 Pria: >40 Wanita: >50 <150 18. (1) Insulin kerja cepat (rapid) (2) Insullin kerja pendek (short acting) (3) Insulin kerja menengah (intermediate) (4) Insulin kerja panjang (long acting) (1) f.3 <140/80 100-125 145-179 6. Tujuan akhir pengelolaan adalah turunnya morbiditas dan mortalitas DM c) Selain itu perlu juga mengendalikan tekanan darah. lalu dinaikkan secara bertahap. g. tidak dianjurkan diberikan OHO. Perlu konversi nilai kadar glukosa darah dari darah kapiler darah utuh ke plasma vena. 500 mg tiap 8-24 jam bersama atau sesudah makan (2) Lini 2: Sulfonilurea yaitu glibenklamid. b) Diabetes Melitus tipe 2: Lini 1: Biguanid yaitu metformin. KIE Lihat pilar penatalaksanaan 1) Tujuan pengobatan: a) Jangka pendek: menghilangkan keluhan dan tanda DM dan tercapainya target pengendalian gula darah. Tabel 4. makroangiopati dan neuropati. b) Jangka panjang: mencegah dan menghambat progresivitas penyulit mikroangiopati. maksimal 10 mg/hari.

EKG. funduskopi tiap 1 (satu) tahun. Jika digunakan dekstrosa 20% maka diberikan dengan dosis 1-2. kolesterol (total. tekanan darah diatas 140/90 mmHg i) riwayat dislipidemia. LDL. 6) Deteksi dini pada kelompok masyarakat berisiko: a) usia 45 tahun b) ada riwayat keluarga DM c) riwayat pernah menderita diabetes gestasional d) riwayat berat badan lahir dengan berat badan rendah. foto sinar-X dada. c) Insulin: berat badan naik. HDL dan trigliserida).5 mL/kgBB. keringat dingin. hipoglikemia. 4) Penanganan hipoglikemia: a) Jika ada tanda–tanda hipoglikemia berupa kaki dan tangan terasa dingin. sakit kepala. kemudian gula darah diperiksa tiap 1 jam sampai 2x berturut-turut sampai kadar gula darah di atas 100 mg/dL. b) Metformin: mual. hati-hati pada pasien usia lanjut. diare. Atau setelah pasien sadar langsung dirujuk. e) kegemukan (IMT 23 kg/m2) dan lingkar pinggang laki-laki ≥90 cm. . kadar lipid (Kolesterol HDL ≤35 mg/dL dan atau Trigliserida 250 mg/dL) j) memiliki riwayat penyakit kardiovaskular. Jika nilai <0. berat badan naik. kreatinin. Atau setelah pasien sadar langsung dirujuk. dengan tinggi gula dan rendah serat h) hipertensi. 5) Pencegahan: a) Pencegahan Primer: mencegah timbulnya penyakit DM pada populasi berisiko dengan mengendalikan faktor risiko diabetes dengan melakukan gaya hidup sehat. c) Hipoglikemi pada anak : diberikan dekstrosa 10% sebanyak 2-5 mL/kgBB. gemetaran. 25–50 mL.v. b) Pencegahan Sekunder: mencegah dan menghambat progresivitas komplikasi dengan melakukan rujukan untuk melakukan : (1) Pemeriksaan A1C tiap 3-6 bulan (2) Pemeriksaan mikroalbuminuria. albumin/globulin dan ALT. segera diajarkan minum air gula atau makan kemudian laporkan pada dokter. dengan menekankan kepatuhan. Pada hipoglikemia berat dimana kesadaran menurun sampai koma: b) Hipoglikemi pada dewasa: segera berikan dekstrosa (glukosa) 40% i. kurang dari 2500 g. (3) Pemeriksaan ankle brachial index.9 menunjukkan kecenderungan penyakit arteri perifer. terus menerus sampai pasien sadar. perempuan ≥80cm f) kurangnya aktivitas fisik g) diet tidak sehat.c) d) e) f) Menggunakan obat diabetes secara teratur Melakukan perawatan kaki secara berkala Memiliki kemampuan untuk mengenal dan menghadapi kedaan sakit akut dengan tepat Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang ada 3) Efek samping obat: a) Glibenklamid: hipoglikemia. muntah (dyspepsia). Diikuti dengan infus glukosa 10% 500 mL dalam 6 jam. yaitu membandingkan tekanan darah sistolik pada arteri dorsalis atau arteri tibialis posterior terhadap tekanan darah sistolik pada arteri brachialis. kemudian gula darah diperiksa tiap 1 jam sampai 2 X berturut-turut sampai kadar gula darah di atas 100 mg/dL.

Penurunan glukosan (stressor) merangsang saraf simpatis sehingga sekresi adrenalin mengakibatkan tremor. Diberikan 150-200 ml the manis atau jus buah atau 6-10 butir permen atau 2-3 sendok teh sirup atau madu 2. gelisah 3. ice cream) . mual. lupa. Pada Diabetes Overdose insulin Asupan makanan berkurang (tertunda. HIPOGLIKEMIA RINGAN Definisi Suatu keadaan abnormal dimana kadar glukosa dalam darah < 50/60 mg/dl Penyebab - 3. takikardia.83. sulfonamide) Manifestasi klinik 1. Biloa gejala tidak berkurang dalam 15 menit ulangi pemberiannya 3. palpitasi. Penurunan glukosa (stressor) merangsang saraf parasimpatis sehingga muncul rasa lapar. terlalu sedikit). kue. Non Diabetes Peningkatan produksi insulin Paska aktifitas berat Konsumsi makan yang sedikit kalori Konsumsi alcohol Paska melahirkan Post gastrectomy Penggunanan obat dalam dosis tinggi ( salisilat. donat. diet yang berlebihan Aktifitas berlebihan Gagal ginjal Hipotiroid 4. diare). Dapat diatasi sendiri dan tidak mengganggu aktifitas sehari-hari 2. output yang berlebihan (muntah. Tidak dianjurkan untuk mengkomsumsi makanan tinggi kalori (coklat. tekanan darah menurun Tatalaksana 1.

Klasifikasi KEP KEP berdasarkan kriteria KMS dibedakan menjadi tiga yaitu: · KEP ringan. rewel. 2. Malnutrisi Energi Protein Definisi Kekurangan energi protein adalah keadan kurang gizi yang disebabkan rendahnya konsumsi energi dan protein dalam makanan sehari sehingga tidak memenuhi angaka kecukupan gizi. bila berat badan menurut umut (BB/U) 70%-80% baku median WHO-NCHS dan atau berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) 70%-80% baku median WHO-NCHS. yaitu : 1. mudah dicabut tanpa rasa sakit. · KEP berat. gizi tidak baik. kemerahan seperti warna rambut jagung.84. marasmus. KEP ringan atau sedang disertai edema yang bukan karena penyakit lain disebut KEP berat tipe kwashiorkor. Etiologi Menurut Ngastiyah. rontok Perubahan status mental: cengeng. kadang apatis Pembesaran hati Otot mengecil (hipotrofi). b) Gangguan psikologis. Kurang energi protein (KEP) yaitu seseorang yang kurang gizi yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi protein dalam makan sehari-hari dan atau gangguan penyakit tertentu sehingga tidak memenuhi angka kecukupan gizi (AKG). Primer a) Susunan makanan yang salah b) Penyedia makanan yang kurang baik c) Kemiskinan d) Ketidaktahuan tentang nutrisi e) Kebiasan makan yang salah. lebih nyata bila diperiksa pada posisi berdiri atau duduk Kelainan kulit berupa bercak merah muda yang meluas dan berubah warna menjadi coklat kehitaman dan terkupas (crazy pavement dermatosis) . 1997 faktor-faktor penyebab kurang energi protein dibagi menjadi dua. bila berat badan menurut umur (BB/U) < 60% baku median WHO-NCHS dan atau berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) < 60% baku standar WHO-NCHS Manifestasi Klinis KEP berat secara klinis terdapat 3 tipe yaitu kwashiorkor. KEP berat tipe kwashiorkor Edema. Sekunder a) Gangguan pencernaan (seperti malabsorbsi. dan marasmik-kwashiorkor. bila berat badan menurut umur (BB/U) 60%-70% baku median WHO-NCHS dan atau berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) 60%-70% baku median WHO-NCHS. Anak disebut KEP apabila berat badannya kurang dari 80% indeks BB untuk baku standar WHO-NCHS. umumnya seluruh tubuh dan terutama pada kaki (dorsum pedis) Wajah membulat dan sembab Pandangan mata sayu Rambut tipis. · KEP sedang. a. kelainan struktur saluran). Kurang Energi Protein (KEP) merupakan masalah gizi kurang akibat konsumsi pangan tidak cukup mengandung energi dan protein serta karena gangguan kesehatan.

KEP berat tipe marasmus Tampak sangat kurus. KEP berat tipe marasmik-kwashiorkor Gambaran klinik merupakan campuran dari beberapa gejala klinik kwashiorkor dan marasmus. khususnya diare. diare kronik. gizi c) Program imunisasi Pencegahan penyakit erat kaitannya dengan lingkungan seperti TBC. stomatitis (vitamin B.5°C: Segera beri makanan cair/formula khusus (mulai dengan rehidrasi bila perlu) . dengan BB/U < 60% baku median WHO-NCHS disertai edema yang tidak mencolok.Pada setiap penderita KEP berat. dll. Pencegahan hendaknya meliputi faktor secara konsisten.Sering disertai: infeksi.Atasi/cegah hipotermia Bila suhu rektal < 35. lingkungan. suhu rektal 35. diharapkan melahirkan bayi dengan status gizi yang baik pula. b) Setelah lahir segera diberi ASI ekslusif sampai 4 bulan c) Pemberian makanan tambahan (pendamping) ASI mulai usia 4 bulan secara bertahap d) Memperpanjang masa menyusui selama mungkin selama bayi menghendaki (maksimal 2 tahun). 3. c. ibu hamil dengan gizi yang baik. jaringan lemak subkutis sangat sedikit sampai tidak ada Perut cekung Sering disertai: penyakit kronik. Deteksi dini dan menejemen awal / ringan a) Memonitor tumbang dan status gizi balita secara kontinu b) Perhatikan khusus faktor resiko tinggi yang akan berpengaruh terhadap kelangsungan status gizi (kemiskinan.5°C). personal. Memelihara status gizi a) Dimulai sejak dalam kandungan. Cara Deteksi KEP KEP dapat dideteksi dengan cara antropometri yaitu mengukur BB dan umur yang dibandingkan dengan indeks BB untuk standar WHO-NCHS sebagaimana tercantum dalam KMS Penatalaksanaan KEP KEP disebabkan oleh multifaktor yang saling terkait sinergis secara klinis maupun lingkungannya. anemia. vitamin B12.Atasi/cegah hipoglikemia Periksa kadar gula darah bila ada hipotermia (suhu aksila < 35°C. parasit (cacing). DHF. hingga tulang terbungkus kulit Wajah seperti orang tua Cengeng. b. anemia (defisiensi Fe. Pasien KEP berat dirawat inap dengan pengobatan rutin sebagai berikut: a. diare. Pemberian makanan yang lebih sering penting untuk mencegah kedua kondisi tersebut. Malaria. rewel Kulit keriput. terutama makanan dan peralatan. selalu periksa adanya gejala defisiensi nutrien mikro yang sering menyertai seperti xerophthalmia (defisiensi vitamin A). ketidaktahuan penyakit infeksi) 4. Tindakan yang diperlukan untuk mengatasi KEP : 1. Cu. C). melalui : a) Perbaikan : sanitasi. Mengendalikan penyakit-penyakit infeksi. Memperkecil dampak penyakit infeksi terutama diare diwilayah yang sanitasi lingkungannya belum baik. kesehatan. b. 2. asam folat). b) Pendidikan : dasar.

Penambahan 20 ml larutan pada 1 liter formula.2 mg/kgBB/hari Bila BB mulai naik: Fe 3 mg/gBB/hari atau sulfas ferosus 10 mg/kgBB/hari Vitamin A oral pada hari 1. walaupun kadar Na plasma rendah. sering. Prinsip pemberian nutrisi pada fase inisial/stabilisasi. c. e. Gunakan larutan garam khusus yaitu Resomal (Rehydration Solution for Malnutrition atau penggantinya). selimuti Berikan antibiotik Suhu diperiksa sampai mencapai >36. antara lain: Pemberian makanan tidak adekuat Defisiensi nutrien tertentu: vitamin. Tambahan K dan Mg dapat disiapkan dalam bentuk cairan dan ditambahkan langsung pada makanan. letakkan dekat lampu atau pemanas (jangan gunakan botol air panas) atau peluk anak di dada ibu. Pemberian nutrisi harus dimulai segera setelah anak dirawat dan harus dirancang sedemikian rupa sehingga cukup energi dan protein untuk memenuhi metabolisme basal. Atasi/cegah dehidrasi Jangan menggunakan jalur intravena untuk rehidrasi kecuali keadaan syok/renjatan.5°C. sepsis terlambat atau tidak diatasi. rendah serat dan rendah laktosa Oral atau nasogastrik (jangan mulai dengan nutrisi parenteral) Energi: 100 kkal/kgBB/hari Protein: 1-1. mineral Infeksi yang tidak terdeteksi.Koreksi gangguan keseimbangan elektrolit Pada semua KEP berat terjadi kelebihan natrium tubuh. sehingga tidak diobati HIV/AIDS Masalah psikologik . dan 14: f. atau proses rehidrasi kurang tepat Dalam 72 jam: cek apakah volume formula terlalu banyak atau pemilihan formula tidak tepat Malam hari: kemungkinan hipotermia karena selimut kurang memadai. hipotermia. Kenaikan berat badan tidak adekuat pada fase rehabilitasi Penilaian kenaikan BB: Baik : > 10 g/kgBB/hari Sedang : 5-10 g/kgBB/hari Kurang : < 5 g/kgBB/hari Kemungkinan kenaikan BB. 2. d. Defisiensi kalium (K) dan magnesium (Mg) sering terjadi dan paling sedikit perlu 2 minggu untuk pemulihan.5 g/kgBB/hari Cairan: 130 ml/kg/BB/hari (100 ml/kgBB bila ada edema berat) Kegagalan pengobatan tercermin pada: 1.Hangatkan dengan pakaian atau selimut sampai menutup kepala. tetesan pelan-pelan untuk menghindari beban sirkulasi dan jantung. adalah: Porsi kecil.Koreksi defisiensi nutrien mikro Berikan setiap hari: Tambahan multivitamin Asam folat 1 mg/hari (5 mg hari pertama) Seng (Zn) 2 mg/kgBB/hari Tembaga (Cu) 0.Tingginya angka kematian Bila mortalitas > 5%. Mulai pemberian makan Pada awal fase stabilisasi perlu pendekatan yang sangat berhati-hati karena keadaan sangat lemah dan kapasitas homeostatik berkurang. perhatikan apakah kematian terjadi pada: Dalam 24 jam: kemungkinan hipoglikemia. tidak diberi makan 2. Lakukan pemberian cairan infus dengan hati-hati.

Penentuan status gizi maka perlu direncanakan tindakan sebagai berikut : · KEP ringan.Lamanya penurunan nafsu makan (bila nafsu makan menurun.Penurunan berat badan (berat badan sebelum sakit) . riwayat penyakit umum dan riwayat gizi Riwayat Gizi : -Riwayat asupan sehari-hari sebelum sakit -Kebiasaan makan -Pantangan -Keadaan penyakit dan faktor yang mempengaruhi status gizi.5 Berat badan normal 18. keringat berlebihan. ada tidaknya perubahan bentuk feses.9 Obes I 25 – 29. dengan kebutuhan energi 20-50% diatas kebutuhan yang dianjurkan (angka kecukupan gizi/AKG) dan diet sesuai dengan penyakitnya. (a) Penderita rawat jalan : diberikan nasehat pemberian makanan dan vitamin serta teruskan ASI dan pantau terus berat badannya. obstipasi dan sakit perut .0 – 18. terutama di saluran gastrointestinal (misal mual.muntah.Analisa Gizi dan Penilaian status gizi Subyektif : Anamnesa : identitas pasien. tremor. tinggi badan dan lila untuk menentukan status gizinya. penurunan nafsu makan. diare) atau kelainan sistemik lainnya (misal timbul reaksi alergi) Obyektif: Pemeriksaan fisik Antropometrik : Tinggi badan dan berat badan serta indeks massa tubuh (IMT) dengan rumus IMT adalah berat badan (kg)/ kuadrat tinggi badan (m2) Tabel Klasifikasi IMT Menurut WHO :Klasifikasi IMT (kg/ m2) Malnutrisi berat < 16. selain melihat tandatanda klinis dan laboratorium. dianjurkan untuk memberi makanan di rumah (bayi umur < 4 bulan) dan terus diberi ASI sampai 3 tahun.9 Berat badan kurang ≥ 23 Dengan resiko 23 – 24. perlu ditanyakan lama penurunan terjadi) .0 Malnutrisi sedang 16.5 – 22. B. · KEP berat : harus dirawat inap dan dilaksanakan sesuai pemenuhan kebutuhan nutrisinya.9 Obes II ≥ 30 . tanda-tanda hipermetabolisme (contoh flushing.Penanggulangan KEP a. ada tidaknya diare.kembung.7 Berat badan kurang/ malnutrisi ringan 17. · Balita KEP sedang. frekuensi buang air besar meningkat dan gelisah) dan hipometabolisme (tanda yg berlawanan dari hiper-) .Bowel habit : kebiasaan buang air besar (BAB). memberikan penyuluhan gizi dan nasehat pemberian makanan di rumah (bilamana pasien rawat jalan.Toleransi makanan : untuk mengetahui reaksi tubuh terhadap makanan. Pelayanan gizi Pelayanan gizi balita KEP pada dasarnya setiap balita yang berobat atau dirujuk ke rumah sakit dilakukan pengukuran berat badan. palpitasi.0 – 16. apakah terjadi gangguan pada saat atau sesudah mengkonsumsi makanan. (b) Penderita rawat inap : diberikan makanan tinggi energi dan protein. kramp.

KIE 1) Tujuan pengobatan: eradikasi. . b. 2) Efek samping eritromisin: diare. secara umum dibedakan menjadi marasmus dan kwashiorkor. umur. Jumlah kalori yang diberikan per hari diperhitungkan dari BBI dikali kebutuhan kalori basal (30 kkal/kgBB untuk laki-laki dan 25 kkal/kgBB untuk wanita) ditambah kebutuhan kalori untuk aktivitas (10-30%) dan koreksi status gizi (ditambah kalau berat badan kurang dan dikurangi kalau berat badan berlebih) serta koreksi kalau ada stres akut. f.Kurang Energi Protein. c. Biasanya digunakan rumus Broca. d. edematus dan berkilat dengan batas yang tegas serta nyeri tekan. kecuali dalam pengaturan jadual makan dan jumlah kalori. makan malam (25%) serta 2-3 porsi ringan (10-15%) di antara makan besar. akibat dari defisiensi kalori yang kronis . 2) Kasus yang berat sebaiknya dirujuk ke rumah sakit.kg) = [Tb (cm) -100] – 10% Pengecualian untuk laki-laki < 160 cm dan wanita < 150 cm. 3) Pada kulit yang edematus itu sering tumbuh vesikel dan bula. Makanan tersebut dibagi dalam 3 porsi besar untuk makan pagi (20%). Gambaran Klinis 1) Pasien biasanya demam sampai menggigil. ada tidaknya stres akut dan kegiatan jasmani. Penatalaksanaan 1) Eritromisin 250-500 mg tiap 6 jam. Usahakan untuk mengubah pola makan ini secara bertahap sesuai dengan kondisi dan kebiasaan penderita 1. 4) Alasan rujukan: kasus yang berat. Pengaturan makan ini tidak berbeda dengan orang normal. 3) Pencegahan: menjaga sanitasi lingkungan dan higiene perorangan.Marasmus : hilangnya massa lemak dan massa otot yang berat. pada anak 20-50 mg/kgBB selama 5–7 hari.Kwashiorkor :pada umumnya disebabkan keadaan akut dan stres berat Perhitungan jumlah kalori ditentukan oleh status gizi. Definisi Erisipelas adalah infeksi kulit. e. Rumus Broca : Berat badan idaman (BBI. 4) Kelenjar getah bening regional sering membesar dengan nyeri tekan. ERISIPELAS a. Penyebab Streptococcus beta-haemolyticus. disertai malaise. makan siang (30%). maka perhitungan BBI tidak dikurangi 10%. 2) Bagian kulit yang terinfeksi tampak merah. mual dan muntah. Diagnosis Tanda-tanda peradangan kulit. .

e. Penatalaksanaan Pengobatan: . 2) Dua agen penyebab. Virus H. Diagnosis Berdasarkan gambaran klinis. d. HSV tipe 1 dan 2. (2) Herpes genitalis terjadi terutama pada orang dewasa dan ditransmisikan secara seksual. b) HSV tipe 2: (1) Virus ini adalah penyebab herpes genitalis. Kelainan dapat terjadi secara primer maupun sekunder. (3) Ini bisa berlangsung selama seminggu atau lebih. yang berkrusta dan sembuh dalam beberapa hari. Infeksi virus H. dan dihubungkan dengan adanya lesi vesikuler dalam mulut. Gambaran Klinis 1) Infeksi virus ini mempunyai ciri adanya lesi primer lokal. biasanya di wajah dan bibir. Penyebab Penularan melalui kontak langsung. a) HSV tipe 1: (1) Infeksi primer mungkin ringan dan umumnya terjadi pada masa anak-anak dini sebelum usia 5 tahun. dengan atau tanpa gejala. tergantung pada tempat masuknya.2. demam atau adanya penyakit lain yang sedang diderita. c. infeksi mata atau erupsi kulit generalisata yang memperberat eksema kronik. Definisi Herpes simpleks berkenaan dengan sekelompok virus yang menulari manusia. Herpes simpleks menyebabkan luka-luka yang sangat sakit pada kulit. latensi dan adanya kecenderungan rekurensi lokal. umumnya menimbulkan sindrom klinis yang jelas. (5) Reaktivasi ini mungkin ditimbulkan oleh trauma. simplex ditandai dengan vesikel berkelompok di daerah mukokutan dengan kulit yang memerah. (4) Reaktivasi infeksi laten mengakibatkan adanya cold sore yang muncul sebagai vesikel bening pada dasar yang eritematus. simplex tipe 1 (HSV-1) adalah penyebab umum untuk luka-luka demam (cold sore) di sekeliling mulut. HSV-2 biasanya menyebabkan herpes kelamin. b. Namun HSV-1 dapat menyebabkan infeksi pada kelamin dan HSV-2 dapat menginfeksikan daerah mulut melalui hubungan seks. HERPES SIMPLEKS a. (2) Sekitar 10% infeksi primer menyebabkan bentuk penyakit yang lebih berat yang bermanifestasi demam dan malaise. (3) Infeksi primer dan rekuren dapat terjadi. walau ini juga dapat disebabkan oleh virus tipe 1.

Definisi Penyakit yang menyerang saraf perifer atau saraf tepi dan bermanifestasi di kulit. 5) Bila mengenai area mata. atau berisiko ensefalitis. 4) Bila pasien menderita demam dan ruam di satu dermatom di satu sisi tubuh. b) Asiklovir untuk herpes genitalis awal dan rekuren. ada pula 2 atau 3 minggu) dan sembuh. 5 x 200 mg sehari. f. 3) Setelah kering (ada yang seminggu. mengelupas dan tetap nyeri. terjadi paling sering pada badan atau wajah. c. HERPES ZOSTER a. 2) Makin lama. 2) Pencegahan: hindari kontak dengan kelainan kulit yang terbuka. yang nantinya timbul bercak. muncul bercak kemerahan di bagian tubuh yang nyeri tadi makin hari menyebar dan membesar sampai sebesar biji jagung. Gambaran Klinis 1) Mula-mula pasien mengalami demam atau panas. jarang pada ekstremitas. 3. Diagnosis Vesikel yang berisi cairan jernih di salah satu sisi tubuh. b. Keadaan ini disebut nyeri post herpetic. Pemakaian anti virus yang oleh beberapa ahli dikatakan bisa menghilangkan nyeri post herpetic ternyata masih memerlukan penelitian tapi tetap menjadi obat pilihan: Asiklovir 800 mg 5 kali sehari selama 7 hari . selama 5-10 hari. 3) Alasan rujuk: jika mengenai daerah kelamin. kadang masih menyisakan nyeri. berair dan mengeluarkan sekret bening (serous) sampai purulen bila sudah terinfeksi bakteri. Sisa-sisa nyeri adakalanya masih muncul bertahun-tahun kemudian. 2) Hingga kini belum ada obat spesifik. e. penyebabnya mungkin infeksi herpes simpleks. 2) Perawatan setempat untuk herpes simpleks sebaiknya termasuk membersihkan lukanya dengan air garam dan menjaganya tetap kering. disertai nyeri yang terbatas pada satu sisi tubuh. Beberapa hari kemudian (tiap orang tidak sama). gejala berupa mata merah.1) Terapi mencakup: a) Salep dan larutan povidon-iodin. Penyebab Herpes zoster disebabkan oleh virus varicella-zoster yang tinggal di ganglia paraspinal sesudah infeksi varicella. kelopak mata bengkak. mata. misalnya pemberian antinyeri atau penurun panas atau obat untuk mengurangi rasa gatal pada periode masa penyembuhan. Penatalaksanaan 1) Pengobatan lebih diarahkan untuk mengurangi gejala. d. KIE 1) Tujuan pengobatan: mengobati kelainan kulit dan mencegah penularan.

Adakalanya kaki dan tangan berubah bentuknya. dapat disertai dengan penurunan visus. ditandai dengan mata merah. Bentuk ini menular karena kelainan kulitnya mengandung banyak kuman. Jari kaki sering hilang akibat serangan penyakit ini. tulang dan buah zakar. Kadang-kadang terdapat radang saraf yang nyeri. 4) Gejala pada saraf. 2) Penebalan saraf tepi. Namun ada dugaan bahwa penyakit ini juga dapat ditularkan melalui udara pernapasan dari pasien yang selaput hidungnya terkena. Di antara bentuk leproma dan tuberkuloid ada bentuk peralihan yang bersifat stabil dan mudah berubah-ubah. pasien kusta adalah pada kulit terjadi benjol-benjol kecil berwarna merah muda atau ungu. misalnya kulit jadi bernanah atau terkelupas. Bentuk leproma mempunyai kelainan kulit yang tersebar secara simetris pada tubuh. 2) Pencegahan: hindari kontak dengan kelainan kulit yang terbuka. 4) Pada mata. otot. Definisi Kusta atau lepra adalah suatu penyakit kulit menular menahun yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium leprae. berupa bercak yang berwarna putih (hipopigmentasi) yang tak berasa atau kemerahan (eritematosus) yang mati rasa (makula anestesia). mata. selaput lendir hidung. kehilangan alis. Pasien merasa demam akibat reaksi penyakit tersebut. Gambaran Klinis Tanda utama (Cardinal sign): 1) Kelainan pada kulit. Tidak semua orang yang . Serangan kuman yang berbentuk batang ini biasanya pada kulit. c. Benjolan kecil ini menyebar berkelompok dan biasanya terdapat pada mata dan mungkin juga timbul di hidung hingga menyebabkan perdarahan. 5) Gejala pada mata. b. KIE 1) Tujuan penatalaksanaan: mengobati kelainan kulit dan mencegah penularan. 3) Gejala pada kulit. Bentuk ini tidak menular karena kelainan kulitnya mengandung sedikit kuman. f. adanya sekret. Penyebab Kuman Mycobacterium leprae. berikan tetes mata kloramfenikol sebagai preventif dan pengobatan infeksi bakteri. 6) Penyakit kusta terdapat dalam bermacam-macam bentuk. 8) Penyakit ini ditularkan melalui kontak erat dari kulit ke kulit dalam waktu yang cukup lama. 7) Ada juga bentuk tuberkuloid yang mempunyai kelainan pada jaringan saraf yang mengakibatkan cacat pada tubuh. berkurangnya perasaan pada anggota badan atau bagian tubuh yang terkena. 3) Jangan berikan kortikosteroid topikal pada kasus infeksi mata 4. KUSTA a.3) Antibiotik diberikan bila ada infeksi sekunder. saraf tepi.

Anak 10 – 14 tahun : 50 mg/hari (1–2 mg/kgBB/hari) . Diagnosis Dari gejala klinik dan tes sensitivitas. b) Dapson . sementara yang lain mempunyai kekebalan alami.Anak 10–14 tahun : 450 mg/bulan . Penatalaksanaan Klasifikasi Kusta menurut WHO untuk memudahkan pengobatan di lapangan: 1) PB ( Pauci Bacillery).Dewasa : 100 mg/hari . disupervisi . e.Berat badan < 35 kg : 450 mg/bulan .Anak 10 – 14 tahun : 50 mg/hari .Anak 5 – 9 tahun : 300 mg/bulan Dapson : .Anak 10–14 tahun : 450 bulan (12 – 15 mg/kgBB/bulan) Rifampisin: diminum di depan petugas (Hari pertama) .Dewasa : 600 mg/bulan.Lama pengobatan: diberikan sebanyak 6 regimen dengan jangka waktu maksimal 9 bulan. 9) Masa inkubasi penyakit ini dapat sampai belasan tahun. lesi >5.berkontak dengan kuman penyebab akan menderita penyakit kusta. ditemukan basil Prinsip Multi Drug Treatment (pengobatan kombinasi Regimen MDT-Standar WHO) 1) Regimen MDT-Pausibasiler a) Rifampisin .Anak 10 – 14 tahun : 450 mg/bulan .Anak 5–9 tahun : 300 mg/bulan Klofazimin : . tidak ditemukan basil 2) MB ( Multi Bacillary).Dewasa : 600 mg/bulan .Anak 10 – 14 tahun : 450 mg/bulan (12–15 mg/kgBB/hari) Rifampisin: diminum di depan petugas (Hari pertama) .Berat badan < 35 kg : 50 mg/hari . d.Dewasa : 100 mg/hari . disupervisi Dilanjutkan dengan 50 mg/hari . 2) Regimen MDT-Multibasiler a) Rifampisin .Dewasa : 600 mg/bulan.Anak 5 – 9 tahun : 25 mg/hari Diberikan dalam jangka waktu 6 – 9 bulan. Gejala awal penyakit ini biasanya berupa kelainan kulit seperti panau yang disertai hilangnya rasa raba pada kelainan kulit tersebut. Hanya sedikit saja yang kemudian tertulari.Dewasa : 600 mg/bulan . lesi <5.

5) Berikan motivasi bahwa penyakit kusta dapat sembuh total. rujuk ke spesialis mata.Lama pengobatan : diberikan sebanyak 24 regimen dengan jangka waktu maksimal 36 bulan sedapat mungkin sampai apusan kulit menjadi negatif. disupervisi Dilanjutkan dengan 50 mg/hari . MORBILI (Campak) a.Dewasa : 100 mg/hari..Anak 10-14 tahun : 50 mg/hari(1–2 mg/hari/kgBB/hari) .Berat badan < 35 kg: 50 mg/hari .Anak 10–14 tahun : 200 mg/bulan. Definisi Morbili ialah penyakit infeksi virus akut yang bermanifestasi dalam 3 stadium yaitu stadium kataral.Anak 10–14 tahun : 150 mg/bulan . .Anak 5–9 tahun : 100 mg/bulan Dapson : . 5. Penyebab .Dewasa : 300 mg/bulan.Dewasa : 300 mg/bulan . KIE 1) Tujuan pengobatan: untuk pengobatan dan memutuskan rantai penularan.Anak 5–9 tahun : 25 mg/hari Diberikan sebanyak 12 blister dengan jangka waktu 12–18 bulan. Bila sudah mengenai mata. disupervisi. 7) Alasan rujukan: bila terjadi penurunan visus. erupsi dan konvalens. f.Dewasa : 100 mg/hari . rujuk ke spesialis mata. Bila terjadi penurunan visus. 4) Bila ditemukan kasus reaksi kusta segera dirujuk. Dilanjutkan dengan 50 mg selang sehari c) Dapson . 3) Pencegahan: melaporkan kasus kusta yang ditemukan. 6) Perlu diberikan pemeriksaan pada seluruh anggota keluarga pasien kusta. dapat dilakukan pembersihan sekret disertai pemberian kloramfenikol tetes mata 1-2 tetes tiap 6 jam.Anak 10–14 tahun : 50 mg/hari . 2) Efek samping klofazimin: kulit berwarna coklat kemerahan dan akan pulih pasca pengobatan. b) Klofazimin . b.

mata akan silau (fotofobia). tangan dan kaki. KIE 1) Tujuan pengobatan: mengurangi gejala dan mencegah komplikasi. d. flu atau lainnya. 4) Pengobatan secara simtomatik sesuai dengan gejala yang ada. 100. 5) Pemberian fortivikasi vitamin A 50. pilek dan demam. f. 2) Pencegahan: pemberian Imunisasi morbili (campak). Pada awalnya. Terkadang anak juga mengalami diare. dada. untuk mempercepat proses penyembuhan.000 UI untuk anak 6-11 bulan. Makanannya harus mudah dicerna karena anak campak rentan terjangkit infeksi lain seperti radang tenggorokan. Namun bercak tak langsung muncul di seluruh tubuh melainkan bertahap dan merambat. 2) Pada fase kedua (fase prodormal) barulah timbul gejala yang mirip penyakit flu seperti batuk. gejala campak agak sulit dideteksi. Untuk pasien dengan gizi buruk diberikan vitamin A 3x. berkisar 38–40. muka. 1–2 hari kemudian timbul demam tinggi yang turun naik. 3) Beri pasien asupan makanan bergizi seimbang dan cukup untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya. Pada fase ini anak sudah mulai terkena infeksi tapi pada dirinya belum tampak gejala apapun. lalu rontok atau sembuh dengan sendirinya. Masa rentan ini masih berlangsung 1 bulan setelah sembuh karena daya tahan tubuh pasien yang masih lemah. Bermula dari belakang telinga. Mata tampak kemerah-merahan dan berair. Di sebelah dalam mulut muncul bintik-bintik putih yang akan bertahan 3–4 hari. tergantung pada daya tahan tubuh masing-masing anak. anak cukup dirawat di rumah. Warnanya pun khas. Bila melihat sesuatu. . merah dengan ukuran yang tidak terlalu besar tapi juga tidak terlalu kecil. Diagnosis Bercak kemerahan terutama pada bagian atas badan. Biasanya bercak memenuhi seluruh tubuh dalam waktu sekitar 1 minggu. 2) Anak campak perlu dirawat di tempat tersendiri agar tidak menularkan penyakitnya kepada yang lain. c.Penyebab penyakit campak adalah virus campak atau morbili. Bercak merah pun makin lama menjadi kehitaman dan bersisik (hiperpigmentasi). Bercak-bercak merah ini dalam bahasa kedokterannya disebut makulopapuler. Gambaran Klinis Secara garis besar penyakit campak dibagi menjadi 3 fase: 1) Fase pertama disebut masa inkubasi yang berlangsung sekitar 10–12 hari. Bercakbercak merah yang merupakan ciri khas campak belum keluar.000 UI untuk anak 12 bulan – 5 tahun. Kalau campaknya berat atau sampai terjadi komplikasi maka harus dirawat di rumah sakit. e. 200. Periode ini merupakan masa penyembuhan yang butuh waktu sampai 2 minggu.5oC. Apalagi bila ada bayi di rumah yang belum mendapat imunisasi campak. demam akan turun dengan sendirinya.000 UI untuk anak <6 bulan. Penatalaksanaan Penanganan yang benar 1) Bila campaknya ringan. 3) Fase ketiga ditandai dengan keluarnya bercak merah seiring dengan demam tinggi yang terjadi. leher. Umumnya jika bercak merahnya sudah keluar.

Infeksi bisa menetap selama bertahun-tahun dan jarang menyebabkan kerusakan jantung. lelah. Di daerah perbatasan kulit dan selaput lendir serta di daerah kulit yang lembab. Luka biasanya membaik dalam waktu 3–12 minggu dan sesudahnya pasien tampak sehat secara keseluruhan. 3) Fase Laten. leher rahim. bisa terbentuk daerah yang menonjol (kondiloma lata). tenggorokan. Meskipun tidak diobati. Pada fase sekunder sering ditemukan luka di mulut. . rektum. rata-rata 3–4 minggu. Penyebab Bakteri ini masuk ke dalam tubuh manusia melalui selaput lendir (misalnya vagina. c. Tetapi beberapa minggu atau bulan kemudian akan muncul ruam yang baru. juga tanpa disertai nyeri. yang muncul dalam waktu 6–12 minggu setelah terinfeksi. vulva atau vagina. jari-jari tangan atau bagian tubuh lainnya. tetapi jika digaruk akan mengeluarkan cairan jernih yang sangat menular. mulut atau melalui kulit). SIFILIS a. demam dan anemia. Cangker juga bisa ditemukan di anus.3) Alasan rujuk: campak dengan komplikasi. kerusakan otak maupun kematian. Ruam ini bisa berlangsung hanya sebentar atau selama beberapa bulan. bibir. lidah. Terbentuk luka atau ulkus yang tidak nyeri (cangker) pada tempat yang terinfeksi. Infeksi oleh Treponema pallidum berkembang melalui 4 tahapan: 1) Fase Primer. Luka tersebut tidak mengeluarkan darah. 2) Fase Sekunder. Kelenjar getah bening terdekat biasanya akan membesar. Spirochaeta penyebab sifilis dapat ditularkan dari satu orang ke orang yang lain melalui hubungan genito-genital (kelamin-kelamin) maupun oro-genital (seks oral). Bakteri yang berasal dari famili spirochaetaceae ini memiliki ukuran yang sangat kecil dan dapat hidup hampir di seluruh bagian tubuh. Definisi Sifilis atau yang disebut dengan 'raja singa' disebabkan oleh sejenis bakteri yang bernama Treponema pallidum. kehilangan nafsu makan. Fase sekunder biasanya dimulai dengan suatu ruam kulit. Gejala lainnya adalah merasa tidak enak badan (malaise). peradangan di organ-organ tubuh. Infeksi ini juga dapat ditularkan oleh seorang ibu kepada bayinya selama masa kehamilan. Gambaran Klinis Gejala biasanya mulai timbul dalam waktu 1–13 minggu setelah terinfeksi. 6. Luka tersebut hanya menyebabkan sedikit gejala sehingga seringkali tidak dihiraukan. b. ruam ini akan menghilang. yang tersering adalah pada penis. mual. kelenjar getah bening di seluruh tubuhnya.

VARISELA . VI dan XII dan tiap 6 bulan pada tahun kedua. II. 4) Sedapat mungkin penanganan pasangan seksualnya. Diagnosis Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya. cara penularan. Siapkan perangkat penanganan reaksi syok anafilaktik. 5) Merujuk spesimen darah untuk pemeriksaan laboratorium VDRL dan TPHA untuk penegakan diagnosis pasti. 2. 5) Evaluasi serologis (VDRL): 1 bulan setelah pengobatan selesai. 4) Fase Tersier.4 juta UI/ kali dengan interval 1 minggu 3) Obat alternatif: a) Doksisiklin 100 mg tiap 12 jam. cara pencegahan dan pengobatan. Penatalaksanaan 1) Obat pilihan: benzatin penisilin G dengan dosis tergantung stadium: a) Stadium I dan II : 4. 6) Alasan rujuk: jika terjadi komplikasi atau kondisi parah 7.m. Pada awal fase laten kadang luka yang infeksius kembali muncul. f. 3) Edukasi tentang penyakit. Diagnosis pasti ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan fisik. 14 hari untuk fase awal. e. atau b) Eritromisin 500 mg tiap 6 jam 4) Lama pengobatan 30 hari (stadium I dan II) atau waktu yang lebih lama untuk stadium laten. Gejala bervariasi mulai ringan sampai sangat parah. KIE 1) Tujuan penatalaksanaan: untuk penyembuhan dan pemutusan rantai penularan. ulangi tes serologis sifilis (TSS): a) Titer turun: tidak diberikan pengobatan lagi b) Titer naik : pengobatan ulang c) Titer tetap: observasi 1 bulan 1 bulan setelah observasi: a) Titer turun : tidak diberi pengobatan b) Titer naik atau tetap : pengobatan ulang 6) Pemantauan TSS: Pada bulan I.8 juta UI b) Stadium laten : 7.2 juta UI 2) Cara : injeksi i. 2) Efek samping: perlu hati-hati kemungkinan reaksi anafilaktik terhadap benzatin penisilin G. Fase ini bisa berlangsung bertahun-tahun atau berpuluhpuluh tahun atau bahkan sepanjang hidup pasien. 28 hari untuk fase lanjut. misalnya sifilis mengenai medulla spinalis (tabes dorsalis). Pada fase tersier pasien tidak lagi menularkan penyakitnya. d.Setelah pasien sembuh dari fase sekunder. penyakit akan memasuki fase laten dimana tidak nampak gejala sama sekali.

4) Bila ada infeksi sekunder berikan amoksisilin per oral 25–50 mg/kgBB/hari atau eritromisin 20-50 mg/kgBB. 2) Pasien dianjurkan tetap mandi. Diagnosis Berdasarkan gambaran klinis dengan bentuk rash yang karakteristik (fluorosensi yang sifatnya papulo vesikuler yang multiforme dan proses penjalarannya sentrifugal). Usahakan agar vesikel tidak pecah dan mengalami infeksi sekunder. a) Kelainan kulit muncul mula-mula seperti pada morbili. d. karena dapat menimbulkan sindroma Reye. c) Pada bentuk yang berat kelainan kulit timbul di seluruh tubuh. pasien yang tertular orang serumah. tetapi menonjol pada anak usia diatas 10 tahun. Penyebab Virus Varicella zoster. e. dewasa. Yang khas pada varisela ini adalah berbagai macam ruam dapat ditemukan dalam satu saat. bayi dan anak: 4 x 20-40 mg/kgBB (maksimal 800 mg/hari) f. 2) Gejala awal berupa pusing. c. 6) Antivirus dapat diberikan pada usia pubertas. . 3) Pada orang dewasa keluhan ini dapat berat sekali. dan demam yang tidak begitu tinggi. menjaga personal higiene. Jangan memberikan asetosal pada anak. b) Ruam biasanya lebih banyak di badan dibandingkan dengan di anggota gerak. neonatus dari ibu yang menderita varisela 2 hari sebelum – 4 hari sesudah melahirkan. berupa makula dan papula yang kemudian menjadi vesikel berisi cairan jernih. Definisi Varisela atau cacar air yang ditandai dengan vesikel di kulit dan selaput lendir ini sangat mudah menular melalui percikan ludah dan kontak. 3) Kemudian beri bedak salisil 2%.a. Gambaran Klinis 1) Masa inkubasi 13 – 17 hari. 5) Obat antivirus bermanfaat bila diberikan <24 jam setelah timbulnya kelainan kulit. Penatalaksanaan 1) Pengobatan yang diberikan hanya bersifat simtomatis: parasetamol bila demam sangat tinggi. KIE 1) Tujuan pengobatan: simtomatik (mengurangi gejala). Penularan sudah dapat terjadi sejak 24 jam sebelum timbul kelainan kulit sampai 6 – 7 hari kemudian. Perubahan ini berlangsung dalam waktu 24 – 48 jam. Gejala ini tidak begitu jelas pada anak balita. b. Kalium permanganat dan antiseptik lain tidak dianjurkan. 2) Pencegahan: hindari kontak dengan pasien. sakit kepala. 7) Dosis asiklovir: dewasa: 5 x 800 mg sehari selama 7 hari.

dan berikan salep antibiotik. kulit kepala.8. Manifestasi klinis Tempat predileksi adalah ekstremitas terutama dibawah tungkai bawah. FURUNKEL. Cari dan hilangkan faktor predisposisi. berbatas tegas yang berakhir dengan supurasi ditengah. tergores. muka terutama sekitar mulut. Karbunkel adalah furunkel yang berkonfluensi dengan “ mata “ yang terpisah. diberikan terutama pada kasus rekurens atau sulit diobati. KARBUNKEL Furunkel atau bisul adalah penyakit infeksi akut pada folikel rambut dan perifolikuler. atau akibat garukan dan trauma kulit lainnya. Kloksasilin / eritromycin peroral. bulat. Kelainan berupa papul atau pustul yang eritematosa dan ditengahnya terdapat rambut. Infeksi mungkin terjadi setelah gigitan serangga. Etiologi Biasanya staphylococcus aureus Faktor predisposisi . biasanya multipel dan sembuh setelah beberapa hari. nyeri. Jika lebih dari satu disebut dengan furunkulosis. 9. misalnya mupirosin 5%. FOLIKULITIS SUPERFISIALIS Folikulitis superfisialis adalah radang folikel rambut dengan pustul berdinding tipis pada orifisium folikel yang terbatas didalam epidermis. Penatalaksanaan Bersihkan daerah yang terkena dengan sabun antiseptik dan air 2 kali perhari.

yaitu tempat yang relatif banyak mendapat trauma. disebabkan oleh streptococcus beta hemolyticus. Bila mengalami supurasi maka furunkel diinsisi. bokong. dan tengkuk / leher.Alkoholisme. malnutrisi. Cari dan hilangkan faktor predisposisi ( kalau berulang-ulang mendapat furunkulosis atau karbunkel ) misalnya Diabetes Melitus 10. eritromicyn atau sefalosporin per oral dengan dosis 1-2 gr/hr bergantung pada beratnya penyakit. Jika krusta diangkat ternyata lekat dan tampak ulkus dangkal . Jika banyak diberikan antibiotik topikal dan sistemik. Kemudian melunak menjadi abses berisi pus dan jaringan nekrotik. gangguan fungsi neutrofil. Penatalaksanaan - - Jika hanya beberapa buah cukup dengan antibiotik topikal. Histopatologi Adanya abses yang dalam dengan limfosit dan neutrofil dan pada kasus yang sudah lama terdapat sel plasma dan sel datia benda asing ( giant cell ). ditengahnya terdapat pustul. hampir selalu terjadi ditungkai bawah bagian anterior atau kaki bagian dorsal. lalu memecah. Etiologi Stretococcuc beta hemolyticus Gejala Klinis Penyakit dimulai dengan vesikel atau vesiko-pustul yang membesar dan dalam beberapa hari menjadi krusta tebal berwarna kuning. EKTIMA Ektima adalah ulkus superfisial dengan krusta diatasnya. biasanya berlokasi ditungkai bawah. misal golongan beta laktam. Manifestasi Klinis Keluhannya nyeri dengan nodus eritematosa berbentuk kerucut. misal aksila. faktor menurunnya daya tahan tubuh termasuk AIDS dan Diabetes Melitus. Tempat predileksi adalah yang banyak mengalami friksi. Untuk furunkel dini dapat diberikan kompres air hangat dan antibiotik.

dilakukan terapi pada pasangan seksual. . atau eritromicyn secara oral atau parenteral. jarum suntik.kloksasilin. Jika dipijat. MOLUSKUM KONTAGIOSUM Moluskum kontagiosum adalah penyakit yang disebabkan virus poks dengan gambaran klinis berupa papul. berisi massa yang mengandung badan moluskum. Manifestasi Klinis Masa inkubasi satu sampai beberapa minggu. kadang lentikular dan berwarna putih seperti lilin. pada permukaannya terdapat lekukan. kuret. Penatalaksanaan Jika jumlahnya sedikit. berlokasi dimuka. berbentuk kubah yang ditengahnya terdapat lekukan ( delle ). keluar massa putih seperti nasi. badan.dengan dasar kasar dan tepi meninggi. Tempat predileksi di muka. 11. krusta diangkat lalu dibersihkan dengan sabun dan air serta diolesi salep antibiotik. Diagnosa banding Impetigo krustosa yang hanya terdapat pada anak. Kadang timbul infeksi sekunder sehingga timbul supurasi. Diagnosis Secara histopatologi dijumpai badan moluskum yang mengandung partikel virus. juga diobati dengan antibiotik sistemik seperti penisilin. misalnya mupirosin 2 kali /hari. bedah beku. Penatalaksanaan Mengeluarkan massa yang mengandung badan moluskum dengan ekstraktor komedo. Jika banyak. dan dasarnya adalah erosi. Pada orang dewasa didaerah pubis dan genitalia eksterna. dan ekstremitas. Lesi akan sembuh setelah beberapa minggu dengan sikatriks. Cari dan hilangkan faktor predisposisi. Pada orang dewasa. Kelainan kulit berupa papul miliar. elektrokauter.

Anti jamur spectrum luas yaitu : klotrimazole.12. melepuh. kecuali bila terjadi ekzematisasi oleh karena penderita berkeringat banyak atau terjadi maserasi pada kulit. Etiologi Bakteri corynebacterium minitissismum Gejala Klinis Gejala biasanya asimptomatis.scalling. Lesi diruang interdigital dari kaki ditandai dengan plak2 eritematosa. dan berbatas tegas. miconazole atau econazole. Anti septik topikal gel : isopropil. berbentuk tidak teratur. eritrasma tidak menimbulkan keluhan obyektif. dan lipatan submammae ditandai oleh plak merah menyala pada awalnya dan akhirnya berngsur2 menjadi coklat. lesi terlihat berfluorosensi merah membara ( coral red ). selama 7 hari. tinea cruris Penatalaksanaan - - - Pencegahan atau profilaksis : mencuci dengan benzoil peroksida. vesikel. maserasi.5 % ) gel setiap hari. Dapat juga diberikan eritromycin atau clindamicyun topikal 2 kali sehari selama 7 hari. Manifestasi Klinis Eritrasma umumnya menyerang inguinal. Penyakit ini biasanya menyerang orang dewasa dan dianggap tidak begitu menular. Diagnosa banding Pityriasis versicolor. setelah mandi. Hasil yang baik juga telah dilaporkan dengan dosis tunggal 1 gr claritromicyn. ketiak. 1 gr perhari ( 4x250mg ) untuk 2-3 minggu. . Terapi oral : eritromicyn merupakan obat pilihan. Lesi biasanya tanpa gejala meskipun beberapa pasien melapokan adanya pruritus ringan. Pada pemeriksaan dengan lampu wood. Alternatif antibiotik juga dapat diberikan tetrasiklin selama 7 hari. etanol. dan bau busuk. Terapi topikal : lebih baik diberikan benzoil peroksida ( 2. ERITRASMA Definisi Eritrasma adalah penyakit bkteri kronik pada stratum korneum yang disebabkan oleh corynebacterium minitissismum ditandai dengan lesi berupa eritema dan skuama halus terutama didaerah ketiak dan lipat paha. Obat bubuk ( tidak menggunakan bubuk jagung pati ).

Mula-mula hanya beberapa kgb yang diserang.menandakan bahwa isinya cair ). disekitarnya berwarna kebiru2an ( vivid ). tanpa tanda2 radang akut. Selain limfadenitis. yang mempunyai sifat khas. sehingga tidak perlu diadakan diagnosa banding Pemeriksaan penunjang . yang kedua ujungnya melekat pada sikatriks tersebut. bila tidak disayat dan dikeluarkan nanahnya ( abses dingin ). tersebut dengan jaringan disekitarnya. jika menjadi kering kusta berwarna kuning. berupa pembesaran kelenjar getah bening. selain tumor. melainkan berfluktuasi ( bergerak bila ditekan. Abses dingin akan memecah dan membentuk fistel. jaringan granulasinya tertutup oleh pus serospurulen. Diagnosis banding Pada skrofuloderma dileher biasanya gambaran klinisnya khas. Kemudian kelenjar2 tersebut mengalami perlunakan tidak serentak mengakibatkan onsistensinya menjadi bermacam2 yaitu didapati kelenjar getah bening melunak dan membentuk abses yang akan menembus kulit dan pecah. hingga menjadi ulkus. yakni bentuknya memanjang dan tidak teratur.13. . Kemudian muara fistel meluas.7% yang positif . Etiologi Penyebabnya adalah mycobacterium tuberculosis Gambaran Klinis Skrofuloderma biasanya mulai sebagai limfadenitis tuberculosis. hingga sonde dapat dimasukkan. tapi memerlukan waktu yang lama ( 8 minggu untuk kultur dan binatang percobaan ) selain itu pada pembiakan hanya 21. Ulkus2 tersebut dapat sembuh spontan menjadi sikatrik2 yang juga memanjang dan tidak teratur.Pemeriksaan histopatologik : lebih penting daripada pemeriksaan bakteriologik untuk menegakkan diagnosis karena hasilnya cepat yaitu dalam 1 minggu. juga terdapat periadenitis yang menyebabkan perlekatan kgb. baik multibasiler atau pausibasiler.Pemeriksaan bakteriologik : penting untuk menentukan etiologinya. Kadang2 diatas sikatriks tersebut terdapat jembatan kulit ( skin bridge ). Abses dingin artinya abses tersebut tidak panas maupun nyeri tekan. Skrofuloderma adalah tuberkulosis yang menyebabkan terbentuknya abses dingin ( cold abses ) dan kerusakan sekunder pada kulit. SKROFULODERMA Definisi Skrofuloderma merupakan bentuk dari tuberkulosis kutis yang disebabkan oleh mycobacterium tuberkulosis dan mikrobakteria atipikal. lalu makin banyak dan sebagian berkonfluensi. bentuknya seperti tali. dinding bergaung.

Ada 3 bentuk impetigo : . seluruh kelenjar getah bening mengecil ( kurang daripada 1 cm dan berkonsistensi keras ). Awalnya terbentuk beruntus merah kecil yang kemudian menjadi beruntus bernanah yang cepat pecah dan berubah menjadi keropeng berwarna kuning atau awalnya berupa vesikel/pustula kecil dan dalam waktu singkat berubah menjadi plak berkrusta berwarna keemasan seperti madu.hendaknya diperhatikan sebagai berikut.Impetigo nonbulosa/krustosa/kontagiosa Ditandai dengan : lesi berupa krusta kuning kotor dengan daerah eritem disekitarnya. IMPETIGO Definisi Impetigo adalah penyakit kulit yang menular yang disebabkan bakteri dan biasanya menyerang anak2 atau pioderma superfisialis yang hanya terbatas pada epidermis. . Prinsip pengobatan tuberkulosis kutis sama dengan tuberkulosis paru. Hasil tes mantoux menunjukkan tanda positif pada keseluruhan 17 pasien ( 100 % ) dengan pnyakit tuberculosis verrucosa cutis. dan 6 pasien ( 60% ) pada penyakit skrofuloderma. Penatalaksanaan Perbaiki keadaan umum. Reaksi berantai polimerase : spesimen berupa jaringan biopsi. dan sikatriks yang semula eritematosa menjadi tidak eritematosa lagi. Untuk mencapai hasil yang baik. Lesi selalu berawal dari kulit wajah atau ekstremitas yang telah mengalami trauma. Jika terjadi penyembuhan LED akan menurun dan menjadi normal. menebal dan mudah lepas. Peninggian LED berarti terjadi kerusakan jaringan. tetapi peninggian LED ini lebih penting untuk pengamatan hasil pengobatan daripada untuk membantu penegakan diagnosis. LED : pada tuberkulosis kutis LED meninggi.- - Tes Tuberculin ( Mantoux Test ) : mempunyai arti pada usia 5 tahun kebawah dan jika positif hanya berarti pernah atau sedang menderita penyakit tuberculosis. 18 pasien ( 81. keuntungannya hasil cepat diperoleh dan spesimen yang diambil hanya sedikit. LED dapat dipakai sebagai pegangan untuk menilai penyembuhan pada penyakit tuberkulosis.Impetigo bulosa . Etiologi Disebabkan oleh bakteri staphylococcus aureus dan streptococcus B hemolitycus. misalnya gizi dan anemia. Kriteria penyembuhan pada skrofuloderma ialah : semua ulkus dan fistel telah menutup.8 % ) pada penyakit lupus vulgaris. 14.

Disertai gejala konstitusi yaitu demam. klindamicin atau kombinasi amoksisilin dan asam klavulanat. punggung dan daerah yang tidak tertutup pakaian. Predileksi pada daerah yang sering terkena gesekan. sedangkan untuk pengobatan antibiotik topikal dapat diberikan bedak salisil 2%. Penyebab : Golongan dermatofita. T. atau sefalosporin dengan dosis yang sama dengan diatas selama 7-10 hr. eritromicyn atau golongan sefalosporin dan injeksi benzatin penisillin. ketiak. kloksasilin. Impetigo nonbulosa : jika jumlah lesi sedikit bersihkan lalu beri salep antibiotik. Kompres dengan solutio acid salisilic 0.- Pengobatan - - - Ditandai dengan : adanya vesikel berisi cairan jernih yang berkembang cepat menjadi bula berdinding tipis yang kemudian berisi pus. dilanjutkan dengan antibiotika topikal seperti salep mupirocin 2%. Jenis kelamin : anak pria lebih banyak dari anak wanita. Impetigo bulosa : memberikan salep antibiotik atau cairan antiseptik setelah vesikel / bula dipecahkan. Jika lesi lebih banyak atau lebih luas berikan antibiotik sistemik seperti golongan eritromicyn. Yang terpenting memperbaiki higiene. Mentagrophytes dan M.sefalosporin. Umur : umumnya anak-anak sekolah dasar. Bila lesi banyak dan luas berikan antibiotik sistemik seerti golongan penisilin. Gejala konstitusi biasanya menyertai kelainan ini berupa demam dan malaise. Impetigo neonatorum : sama seperti impetigo bulosa jika lesi luas dan banyak maka berikan antibiotik sistemik. Impetigo neonatorum Dapat terjadi pada daerah yang memakai popok. Kompres 1-2x sehari untuk membersihkan krusta lalu diberi salep kombinasi basitrasin polimiksin B. terutama T. pantat. sedangkan untuk infeksi campuran staphylococcus diberikan eritromicyn. TINEA KAPITIS Definisi : infeksi jamur superfisialis yang menyerang kulit kepala dan rambut. dada. kekuningan sampai putih atau pus yang berwarna kuning.1%. Ciri-ciri berupa kemerahan dikulit dan terdapat gelembung-gelembungseperti kulit yang tersundut rokok. Bula berdinding tipis biasanya lembek kadang-kadang tegang mudah pecah dan berisi cairan berwarna jernih. . Untuk infeksi streptococcus pada anak2 dapat diberikan penisillin 4x250mg selama 5-7 hr. penisillinresistant penisillin ( kloksasilin ). gypseum. Paling sering terjadi pada wajah. Serupa dengan impetigo bulosa tetapi lokasinya generalisata. rubrum.

Berbau busuk. Diagnosis banding : 1. Pemeriksaan kulit Lokalisasi : daerah kulit kepala dan rambut.Ketokonazole 5-10 mg/kg BB. meninggalkan alopesia yang berwarna coklat.  Topikal : Mencuci kepala menggunakan shampoo desinfektan antimikotik seperti larutan asam salisilat. rambut mudah putus. dewasa 200 mg/hari selama 7-14 hari. dan sulfur presipitatum. asam benzoat. 3.Faktor-faktor yang mempengaruhi timbulnya penyakit : kebersihan yang buruk dan kontak dengan binatang peliharaan seperti anjinng atau kucing berperan dalam penularan. dewasa 500 mg/hari. biasanya kulit tampak licin dan berwarna coklat. Black dot ring worm : infeksi jamur dalam rambut atau di luar rambut. Gray pacth ring worm : papel-papel miliar sekitar muara rambut. Gejala singkat penyakit : perjalanan penyakit termasuk keluhan utama dan keluhan tambahan : Jamur masuk ke dalam kulit kepala atau rambut. . Efloresensi : tergantung dari jenisnya : 1. 2. TINEA BARBAE . rambut tampak berminyak. dan warna rambut sekitarnya suram. Alopesia areata (dengan bentuk black dot). Tinea favosa : bintik-bintik berwarna merah kuning ditutupi oleh krusta yang berbentuk cawan (skutula). dan selanjutnya berkembang membentuk kelainan di kepala tergantung dari bentuknya. rambut di atasnya putus-putus dan mudah dicabut. 2. Penatalaksanaan :  Sistemik : . rambut putus dan mudah dicabut. Dermatitis seboroika (dengan bentuk tinea favosa). kulit kepala ditutupi skuama yang berminyak. Psoriasis (dengan bentuk tinea favosa). meninggalkan makula coklat berbintik hitam.Griseofulvin 10-25 mg/kg BB. berwarna putih mengkilat dan bersifat kronik residif. sisik (skuama) tebal. Biasanya memberi keluhan gatal atau nyeri. Kerion : pada kulit kepala tampak bisul-bisul kecil dengan skuamasi akibat radang lokal. rambut putus tepat pada permukaan kulit. 4. 3.

Jenis kelamin : Biasanya pada pria dewasa.Definisi : bentuk infeksi jamur dermatofita pada daerah dagu/jenggot yang menyerang kulit dan folikel rambut. tapi dapat menyebar ke wajah dan leher Efloresensi : Rambut daerah yang terkena menjadi rapuh dan tidak mengkilat. Diagnosis banding : 1. Dermatitis seboroika Penatalaksanaan: Umum : - Rambut daerah jenggot dicukur bersih - Jaga kebersihan umum Khusus : - Sistemik : dapat diberikan griseofulvin 500 mg – 1 gram/hari selama 2-4 minggu. - Topikal :  kompres sol kalium permanganas 1:4. Faktor-faktor yang mempengaruhi timbulnya penyakit : higiene yang kurang baik. Umur : Selalu pada orang dewasa. Dermatitis kontak alergika 2. yang kotor dan biasanya didaerah yang tropis dan kelembaban tinggi. Pemeriksaan kulit Lokalisasi : Biasanya pada daerah dagu/jenggot. kadang-kadang ada pustula. edema. Penyebab : Biasanya oleh golongan Trichophyton dan Microsporum.025% 2-3 kali sehari. tidak pernah pada anak-anak.000 atau sol asam asetat 0. Akne kistika 3.  antifungi sol tinactin  epilasi rambut yang terinfeksi  antibiotik bila ada infeksi skunder TINEA KORPORIS . tampak reaksi radang pada folikel berupa kemerahan. Gejala singkat penyakit : perjalanan penyakit termasuk keluhan utama dan keluhan tambahan : penderita biasanya mengeluh gatal dan pedih pada daerah yang terkena disertai bintik-bintik kemerahan yang kadang bernanah.

tetapi lebih sering menyerang orang dewasa. Penatalaksanaan : Umum : meningkatkan kebersihan badan. anular atau geografis. yang tersering adalah Epidermophyton floccosum atau T. 3. griseofulvin untuk anak-anak : 15-20 mg/kg BB/hari. TINEA MANUS . Morbus Hansen : makula eritematosa dengan tepi sedikit aktif. Diagnosis banding : 1. angota gerak atas dan bawah. Gambaran lesi dapat polisiklis. imidazol. Pitiriasis rosea : gambaran macula eritematosa dengan tepi sedikit meninggi. skuama. ada papula. Lingkungan yang kotor/kebersihan lingkungan mempengaruhi perorangan dalam perkembangan penyakit pada kulit manusia Perjalanan penyakit termasuk keluhan utama dan keluhan tambahan : Gejala subyektif : keluhan gatal.Sistemik : antihistamin. lesi akan meluas. Diameter panjang lesi menuruti garis kulit.Topikal : salep whietfiled. Oleh karena gatal dan digaruk. terutama pada derah tropis. pria dan wanita. Pada tepi lesi ditemukan papel-papel eritematosa atau vesikel. terutama pada daerah kulit yang lembab. Neurodermatitis sirkumskripta : macula eritematosa berbatas tegas terutama pada daerah tengkuk. 2. Lokalisasi : Wajah. terutama bila berkeringat. Eflorosensi : Lesi berbetuk makula/plak yang merah/ hiperpigmentasi dengan tepi aktif dan penyembuhan sentral. Khusus : . Gejala Obyektif : Makula hiperpigmentasi dengan tepi yang lebih aktif. menghindari pakaian yang tak menyerap keringat. ketokonazol. lipat paha dan lipat siku. menyerang daerah kulit tak berambut pada wajah. lengan dan tungkai. terutama MH tipe tuberkuloid. dewasa : 500-1000mg/hari. insiden meningkat pada kelembaban udara yang tinggi. dada. rubrum. Penyakit ini tersebar diseluruh dunia. badan. punggung. Umur : semua umur. Penyebab : golongan jamur dermatofita. . Pada perjalanan penyakit yang kronik dapat dijumpai likenifikasi.Definisi : penyakit kulit yang disebabkan jamur superfasialis golongan dermatofita.

yang dapat disebabkan oleh dermatofita. Mentagrophytes dan T. tidak ditemukan elemen-elemen jamur. pada orang yang banyak bekerja dengan air kotor. bersamaan dengan tinea pedis et manus. 2. lapuk dan rapuh dapat dimulai dari arah distal (perimarginal) atau proksimal. Perjalanan penyakit termasuk keluhan utama dan keluhan tambahan : keluhan utama berupa kerusakan kuku. Penyebab : T. Mentagrophytes dan T. lingkungan yang lembab atau basah yang sering kontak dengan air kotor. Lokalisasi : mulai pergelangan tangan sampai ke ujung kaki. Dermatitis kontak alergika : ada riwayat kontak dengan sensitizer tertentu. daerah tropis mempertinggi infeksi. dan jamur kapang lain. kandida. panas dan lembab mempermudah jamur masuk ke kulit. Rubrum Dapat menyerang semua umur. Kuku menjadi suram. Terdapat vesikel atau skuama di atasnya. TINEA UNGUINUM Definisi : infeksi jamur pada lempeng kuku. : T. Dyshidrotic dermatitis : pada pemeriksaan dengan KOH. Perjalanan penyakit termasuk keluhan utama dan keluhan tambahan : Ada 2 tipe : vesikuler meradang dan skuamosa tak meradang. Penatalaksanaan : dapat diberikan preparat haloprogin. pria dan wanita. Eflorosensi : makula eritematosa dengan tepi aktif. gambaran penyakit dapat berupa vesikel-vesikel atau skuama dengan eritema yang berbatas tegas disertai rasa gatal. semua bangsa. asam salisilat dan derivate imidazol. Bagian yang bebas tampak menebal. Rubrum Lebih sering menyerang pada orang dewasa.Definisi Penyebab : infeksi dermatofita pada tangan. pria dan wanita. . Lokalisasi : semua kuku jari tangan dan kaki. Dermatitis Numularis. Kebersihan yang kurang. 3. dan keadaan basah merupakan predisposisi infeksi. Dapat ditularkan langsung atau tak langsung. berbatas tegas. Diagnosis banding : 1.

berbatas tegas dengan tepi lebih aktif terdiri dari papula atau pustule. Psoriasis pada kuku : tampak tebal dan pada permukaan dapat terlihat pits. TINEA KRURIS (ekzema marginatum) Definisi : infeksi jamur dermatofita pada daerah kruris dan sekitarnya. musim panas. Dapat pula meluas ke suprapubis dan abdomen bagian bawah. Bila kronik macula menjadi hiperpigmentasi dengan skuama di atasnya. Diagnosis banding : 1. permukaan kuku menebal. asam benzoate 10% dan resorsinol 5% dalam spiritus. kebersihan yang kurang diperhatikan. Pada infeksi ringan hanya dijumpai bercak-bercak putih dan kasar di permukaan (leukonikia). Diagnosis banding : . Meluas ke perineum.000 mg/hari selama 2-4 minggu. Penyebab : seringkali oleh E. eritematosa dan bersisik. floccosum. Onikodistrofi Candida Albicans : biasanya dimulai dari proksimal. Penatalaksanaan : Umum : meningkatkan kebersihan/higiene penderita. paling banyak didaerah tropis. lipat perineum. Onikodistrofi akibat trauma : jelas dimulai dengan trauma. 2.Eflorosensi : kuku menjadi rusak dan rapuh serta suram warnanya. di bawah kuku tampak dendritus yang mengandung elemen-elemen jamur. disusul kerusakan kuku. rubrum dan T mentagrophytes yang ditularkan secara langsung atau tak langsung. simetris. bokong dan dapat sampai ke genitalia. Eflorosensi : macula eritematosa nummular sampai geografis. imidazole dan siklopiroksolamin dalam bentuk cairan. lingkungan yang kotor dan lembab. intergluteal sampai ke gluteus. 3. dosis dewasa 500- - 1. banyak keringat. sekitar anus. Kebanyakan menyerang pada orang dewasa dan pria lebih sering daripada wanita. semakin hebat bila berkeringat. Topikal : salep whitfield I. ruam kelit berbatas tegas. II. Perjalanan penyakit termasuk keluhan utama dan keluhan tambahan : rasa gatal hebat pada daerah kruris (lipat paha). Lokalisasi : region ingunalis bilateral. namun dapat pula oleh T. Kompres asam salisilat 5%. Khusus : - Sistemik : Griseofulvin dosis anak 15-20 mg/kg/ BB/hari.

telapak dan sela-sela jari. Dapat sampai ke punggung kaki dan tumit dengan eksudat yang jernih.1. 3. griseofulvin 500-1. semua umur . Kandidiasis : lesi relative lebih basah. Dapat menyerang pria dan wanita. Biasanya simetris. Tipe suakut : Lesi intertriginosa berupa vesikel atau pustule. 2. fluoresensi merah bata yang khas dengan sinar wood. udara panas dan lembab serta sepatu sempit sering mempermudah infeksi. yang ditularkan secara kontak langsung atau tak langsung. Penatalaksanaan - : Seperti pengobatan jamurnya. limfangitis. misalnya asam salisilat. Albicans. Lokasi ini snagat peka nyeri. Gejala singkat penyakit :  Bentuk klinik 1. sulfur dsb. berbatas jelas disertai lesi-lesi satelit. jadi konsentrasi obat harus lebih rendah dibandingkan lokasi lain. Sistemik : diberikan bila lesi luas dan kronik. - asam benzoate.000 mg selama 2-3 minggu atau ketokonazol. TINEA PEDIS (athlete’s foot) Definisi : infeksi jamur superficial pada pergelangan kaki. tersering pada sela jari kaki ke-4 dan h. Eritrasma : batas lesi tidak tegas. 3. Topikal : salep atau antimikotik. jarang disertai infeksi. Proses subakut dapat diikuti selulitis. limfadenitis dan erisepelas. Microsporum dan C. Trichophyton. jarang dikeluhkan dan kadangkadang tak begitu dihiraukan oleh penderita. kecuali bila mengalami infeksi skunder. sering pada tumit dan tepi kaki dan kadangkadang sampai ke punggung kaki. 2. Psoriasis intertriginosa : skuama lebih tebal dan berlapis-lapis. Tipe intertriginosa kronik : Manifestasi klinis berupa fisura pada jari-jari. iklim yang panas memperburuk penyakit. Tipe papulo-skuamosa hiperkeratotik kronik : Jarang didapati vesikel dan pustule. 4. Tipe akut : . Penyebab : Ephidermophyton. basah dan maserasi disertai bau yang tak enak. Eritema dan plak hiperkeratotik di atas daerah lesi yang mengalami likenifikasi.

Gambaran lesi akut, eritema, edema, berbau. Lebih sering menyerang pria. Kondisi
hiperhidrosis dan maserasi pada kaki, statis vascular, dan bentuk sepatu yang kurang
baik terutama merupakan predisposisi untuk mengalami infeksi.
Lokalisasi

: interdigitalis, antara jari-jari ke-3, 4 dan 5 serta telapak kaki.

Eflorosensi

:





Fisura pada sisi kaki, beberapa millimeter sampai 0,5 cm.
Sisik halus putih kecoklatan.
Vesikula miliar dan dalam
Vesikulopustula miliar sampai lentikular pada telapak kaki dan sela-sela jari.
Hiperkeratotik biasanya pada telapak kaki.

Diagnosis banding
1. Kandidiasis

:
: biasanya terdapat skuama yang berwarna putih pada sela jari ke-4, 5 dan

ada lesi-lesi satelit.
2. Akrodermatitis pertans : terlihat radang, vesikel-vesikel yang dalam, steril.
3. Pustular-bacterid : secara klinis susah dibedakan, tapi dengan biakan dapat ditemukan
agen penyebab.
Penatalaksanaan :
 Profilaksis sangat penting, mengeringkan kaki dengan baik setiap habis mandi, kaus kaki
yang selalu bersih dan bentuk sepatu yang baik.
 Griseofulvin 500 mg sehari selama 1-2 bulan.
 Salep whitfield I dan II, toltaftat dan toksilat berkhasiat baik.
TINEA VERSIKOLOR
Definisi

: infeksi jamur superficial yang ditandai oleh adanya macula di kulit, skuama

halus disertai rasa gatal.
Penyebab

: Malassezia furfur/Pityrosporum orbiculare.

Dapat menyerang semua umur, pria dan wanita, kurangnya kebersihan memudahkan penyebaran
tinea versikolor. Keadaan basah atau berkeringat banyak, menyebabkan stratum korneum
melunak sehingga mudah dimasuki Malassezia furfur.
Perjalanan penyakit termasuk keluhan utama dan keluhan tambahan : biasanya timbul macula
dalam berbagai ukuran dan warna, ditutupi sisik halus rasa gatal, atau tanpa keluhan dan hanya
gangguan kosmetik saja.

Lokalisasi

: dapat terjadi dimana saja di permukaan kulit, lipat paha, ketiak, leher, punggung,

dada, lengan, wajah dan tempat-tempat tak tertutup pakaian.
Eflorosesnsi

: berupa macula yang dapat hipopigmentasi, kecoklatan, keabuan atau kehitam-

hitaman dalam berbagi ukuran, dengan skuama halus di atasnya.
Diagnosis banding :
1. Eritrasma. Etiologi : Corynebacterium minutissima.
2. Pitiriasis rosea. Gambaran eflorosensi sejajar dengan garis-garis kulit, ada “medallion”
atau herald patch.
Penatalaksanaan :
 Umum : menjaga higiene perseorangan.
 Khusus : Bentuk macular : salep whitfield atau larutan natrium tiosulfat 20%
dioleskan setiap hari.
Bentuk folikular : dapat dipakai toisulfas natrikus 20-30%. Obat-obat anti jamur
golongan imidazol (mikonazole, klotrimazol dan tolsiklat) dalam krim atau salep 12% juga berkhasiat.
141. VULNUS LASERATUM, PUNCTUM

1. Pengertian.
Vulnus laceratum ( Luka Robek ) adalah terjadinya gangguan
kontinuitas suatu jaringan sehingga terjadi pemisahan jaringan yang
semula normal, luka robek terjadi akibat kekerasan yang hebat sehingga
memutuskan jaringan.
Vulnus Punctum ( Luka Tusuk ) Luka ini disebabkan oleh benda
runcing memanjang. Dari luar luka tampak kecil, tetapi didalam mungkin
rusak berat.Derajat bahaya tergantung atas benda yang menusuk
( besarnya, kotornya ) dan daerah yang tertusuk.
Secara umum luka dapar dibagi menjadi 2 yaitu:
1) Simple, bila hanya melibatkan kulit.
2) Kompukatum, bila melibatkan kulit dan jaringan dibawahnya.
Trauma arteri umumnya dapat disebabkan oleh trauma benda tajam ( 50
% ) misalnya karena tembakan, luka-luka tusuk, trauma kecelakaan kerja
atau kecelakaan lalu lintas, trauma arteri dibedakan berdasarkan
beratnya cidera :
1) Derajat I adalah robekan adviticia dan media, tanpa menembus
dinding.
2) Derajat II adalah robekan varsial sehingga dinding arteri juga terluka
dan biasanya menimbulkan pendarahan yang hebat.

3) Derajat III adalah pembuluh darah putus total, gambaran klinis
menunjukan pendarahan yang tidak besar, arteri akan mengalami
vasokontriksi dan retraksi sehingga masuk ke jaringan karen
elastisitasnya.
2. Etiologi.
Luka dapat disebabkan oleh berbagai hal, yaitu:
1) Trauma mekanis yang disebabkan karena tergesek, terpotong,
terbentur dan terjepit.
2) Trauma elektris dan penyebab cidera karena listrik dan petir.
3) Trauma termis, disebabkan oleh panas dan dingin.
4) Truma kimia, disebabkan oleh zat kimia yang bersifat asam dan basa
serta zat iritif dan berbagai korosif lainnya.
3. Patofisiologi.
Jenis-jenis luka dapat dibedakan dua bagian, yaitu luka tertutup dan luka
terbuka, luka terbuka yaitu dimana terjadi hubungan dengan dunia luar,
misalnya : luka lecet
( vulnus excoratiol ), luka sayat ( vulnus
invissum ), luka robek ( vulnus laceratum ), luka potong ( vulnus caesum ),
luka tusuk ( vulnus iktum ), luka tembak ( vulnus aclepetorum), luka gigit
( vulnus mossum ), luka tembus ( vulnus penetrosum ), sedangkan luka
tertutup yaitu luka tidak terjadi hubungan dengan dunia luar, misalnya
luka memar.
4. Tanda dan Gejala.
Tanda-tanda umum adalah syok dan syndroma remuk ( cris syndroma ),
dan tanda-tanda lokal adalah biasanya terjadi nyeri dan pendarahan. Syok
sering terjadi akibat kegagalan sirkulasi perifer ditandai dengan tekanan
darah menurun hingga tidak teraba, keringat dingin dan lemah, kesadaran
menurun hingga tidak sadar.
Syok dapat terjadi akibat adanya daerah yang hancur misalnya otot-otot
pada daerah yang luka, sehingga hemoglobin turut hancur dan menumpuk
di ginjal yang mengakibatkan kelainan yang disebut “lower Nepron /
Neprosis”, tandanya urine berwarna merah, disuria hingga anuria dan
ureum darah meningkat.
5. Pemeriksaan Diagnostik.
Pemeriksaan diagnostik yang dinilai adalah pemeriksaan Hb, Ht, dan
leukosit, pada pendarahan Hb dan Ht akan menurun disertai leukositosis,
sel darah merah yang banyak dalam sedimen urine menunjukan adanya
trauma pada saluran kencing, jika kadar amilase 100 unit dalam 100 mll,
cairan intra abdomen, memungkinkan trauma pada pankreas besar sekali.
6. Penanganan luka meliputi:
1. Wound Cleansing

Langkah membersihkan luka secara umum adalah:
Lakukan tindakan a dan antiseptic
Anestesi local (kecuali pada luka bakar kemungkinan memrlukan general anestesi)
Mechanical Scrubbing, menggosok luka dengan kassa steril, memakai larutan antiseptik
Dilusi dan irrigasi 500-2000 cc atau 50-100 cc/panjang luka, tergantung dari luas dan
kotornya luka.
o
Larutan yang digunakan adalah NS
o
Dilanjutkan dengan klorheksidin atau betadin
o
Kembali irigasi dan dilusi sampai benar-banar bersih



2. Debridemen
Pembersihan luka dan debridemen diawali pada lapisan superfisial jaringan sampai ke lapisan
terdalam.
Perhatikan tanda-tanda jaringan avital/mati, yaitu warna lebih pucat, lebih rapuh dan tidak
berdarah
Buang jaringan avital dengan pisau atau gunting, perhatikan anatomi daerah tersebut, jangan
mencederai vascular atau nervus
Lakukan debridement sampai jaringan yang normal terlihat, biasanya terlihat adanya
perdarahan dari jaringan yang dipotong.
3. Penutupan Luka
Jika luka bersih dan jaringan kulit dapat menutup, maka lakukan jahitan primer. Jika luka
bersih namun diperkirakan produktif, misalnya kemungkinan seroma atau infeksi, maka
pansanglah drain. Jika luka kotor, maka lakukan perawatan luka terbuka untuk selanjutnya
dilakukan hekting sekunder.
4. Medikamentosa
Antibiotik
Tujuan pemberian atibiotik adalah untuk profilaksis




Topikal /larutan/Salep
Mengurangi pembaentukan krusta yang dapat menghambat epitaelisasi
Mencegah kassa melekat pada luka
Mengurangi tingkat infeksi
Sistemik berupa sediaan oral ataupun parenteral.

5. Pemberian Anti Tetanus
Pemberian tetanus toksoid dilakukan jika belum atau lama tidak mendapatkan booster TT.
Jika telah mendapat booster sebelumnya, cukup diberikan anti tetanus serum yang terlebih
dahulu dilakukan skin test.

Jika disentuh. Kulit yang terbakar menjadi merah. Jika disentuh warnanya berubah menjadi putih dan terasa nyeri. Kehilangan sejumlah besar cairan karena perembesan tersebut bisa menyebabkan terjadinya syok. 2) Luka bakar derajat II Menyebabkan kerusakan yang lebih dalam. Kerusakan sel darah merah pada daerah yang terbakar bisa menyebabkan luka bakar berwarna merah terang.142. 1) Luka bakar derajat III Menyebabkan kerusakan yang paling dalam. hangus dan kasar. Gambaran Klinis Beratnya luka bakar tergantung kepada jumlah jaringan yang terkena dan kedalaman luka: 1) Luka bakar derajat I Merupakan luka bakar yang paling ringan. Definisi Luka Bakar adalah cedera pada jaringan tubuh akibat panas. Jika jaringan mengalami kerusakan akibat luka bakar.T02 a. b. bahan kimia maupun arus listrik. maka cairan akan merembes dari pembuluh darah dan menyebabkan pembengkakan. c. nyeri. belum terbentuk lepuhan. Kulit melepuh. Kadang daerah yang terbakar melepuh dan rambut/bulu di tempat tersebut mudah dicabut dari akarnya. Permukaannya bisa berwarna putih dan lembut atau berwarna hitam. tidak timbul rasa nyeri karena ujung saraf pada kulit telah mengalami kerusakan. sangat sensitif terhadap sentuhan dan lembab atau membengkak. LUKA BAKAR DERAJAT 1 DAN 2 Kompetensi : 4 dan 3A Laporan Penyakit : 1901 ICD X : S02. bahan kimia maupun arus listrik. dasarnya tampak merah atau keputihan dan terisi oleh cairan kental yang jernih. Penyebab Akibat panas. Tekanan darah sangat rendah sehingga darah yang mengalir ke otak dan organ lainnya sangat sedikit. Jika ditekan. . daerah yang terbakar akan memutih.

Dua variasi utama dalam trauma tumpul adalah: 1. luka bakar ringan harus segera dicelupkan ke dalam air dingin. Sekilas nampak sama dalam hasil lukanya namun jika diperhatikan lebih lanjut terdapat perbedaan hasil pada kedua mekanisme itu. Korban yang bergerak pada benda tumpul yang diam. alat kelamin atau kaki. f.d. Mungkin perlu diberikan obat pereda nyeri selama beberapa hari. Untuk membantu menghentikan luka bakar dan mencegah luka lebih lanjut. berat atau membahayakan nyawa pasien 2) Luka bakar mengenai wajah. KEKERASAN TUMPUL Kekerasan dengan menggunakan benda tumpul. Jika daerah yang terluka telah benar-benar bersih. sebaiknya lepaskan semua pakaian pasien. daya tahan tersebut menimbulkan berbagai tipe luka yakni: 1. Lepuhan yang telah pecah biasanya dibuang. 4) Pasien akan mengalami kesulitan dalam merawat lukanya secara baik dan benar di rumah. karena jika lapisan kulit paling atas (epidermis) mengalami kerusakan maka bisa terjadi infeksi yang dengan mudah akan menyebar. Sangat penting untuk menjaga kebersihan di daerah yang terluka. 6) Terjadi luka bakar pada organ dalam. Benda tumpul yang bergerak pada korban yang diam. biasanya dipasang verban. 3) Terkena arus listrik dan sambaran petir. 5) Pasien berumur < 2 tahun atau > 70 tahun. Luka bakar kimia sebaiknya dicuci dengan air sebanyak dan selama mungkin. tangan. daerah yang terluka diberi obat bius dan digosok dengan sikat. KIE Pasien langsung dirujuk jika: 1) Luka bakar yang sedang. Di tempat praktek dokter atau di ruang emergensi. luka bakar dibersihkan secara hati-hati dengan sabun dan air untuk membuang semua kotoran yang melekat. karena pergerakan bisa memperburuk keadaan persendian. Pembidaian harus dilakukan pada persendian yang mengalami luka bakar derajat II atau III. basa dan senyawa organik) dengan mengguyurnya dengan air. Penatalaksanaan Sekitar 85% luka bakar bersifat ringan dan pasiennya tidak perlu dirawat di rumah sakit. lengan atau tungkai yang mengalami luka bakar biasanya diletakkan/digantung dalam posisi yang lebih tinggi dari jantung. Jika kotoran sukar dibersihkan. Abrasi . 143. Organ atau jaringan pada tubuh mempunyai beberapa cara menahan kerusakan yang disebabkan objek atau alat. Pemberian booster tetanus disesuaikan dengan status imunisasi pasien. Untuk melindungi luka dari kotoran dan luka lebih lanjut. e. Diagnosis Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. untuk mencegah infeksi bisa diberikan antibiotik. Luka Bakar Ringan Jika memungkinkan. Jika diperlukan. 2. Kulit segera dibersihkan dari bahan kimia (termasuk asam. Untuk mengurangi pembengkakan. maka dioleskan krim antibiotik (misalnya perak sulfadiazin).

Perdarahan Abrasi Abrasi per definisi adalah pengelupasan kulit. tanda yang kedua adalah hubungan kedalaman pada luka yang menandakan ketidakteraturan benda yang mengenainya.2. terjadi karena tekanan yang besar dalam waktu yang singkat. baru terjadi (beberapa jam sebelum sampai beberapa hari). Kata lazim yang digunakan adalah memar. Tidak ada standart pasti untuk menentukan lamanya luka dari warna yang terlihat secara pemeriksaan fisik. Kontusi/ruptur 4. Laserasi 3. Dapat terjadi superfisial jika hanya epidermis saja yang terkena. Tanda yang pertama adalah arah dimana epidermis bergulung. Efek lanjut dari abrasi sangat jarang terjadi. Perubahan warna pada memar berhubungan dengan waktu lamanya luka. Kontusio Superfisial. Dua tanda yang dapat digunakan. namun waktu tersebut bervariasi tergantung jenis luka dan individu yang terkena. Penekanan ini menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah kecil dan dapat menimbulkan perdarahan pada jaringan bawah kulit atau organ dibawahnya. Infeksi dapat terjadi pada abrasi yang luas. Perkiraan kasar usia luka dapat ditentukan secara mikroskopik. Pola dari abrasi sendiri dapat menentukan bentuk dari benda yang mengenainya. lebih dari benerapa hari. lebih dalam ke lapisan bawah kulit (dermis)atau lebih dalam lagi sampai ke jaringan lunak bawah kulit. Kategori yang digunakan untuk menentukan usia luka adalah saat ini (beberapa jam sebelum). beberapa hari lau. . Kompresi 6. Arah dari pengelupasan dapat ditentukan dengan pemeriksaan luka. Jika abrasi terjadi lebih dalam dari lapisan epidermis pembuluh darah dapat terkena sehingga terjadi perdarahan. Pada orang dengan kulit berwarna memar sulit dilihat sehingga lebih mudah terlihat dari nyeri tekan yang ditimbulkannya. Waktu terjadinya luka sendiri sulit dinilai dengan mata telanjang. Fraktur 5.

memar dapat menjadi tempat media berkembang biak kuman. kuman tersering adalah golongan clostridium yang dapat memproduksi gas gangren. Kontusio dan perangan yang kecil pada otak dapat menyebabkan gangguan fungsi organ lain yang luas dan kematian jika terkena pada bagian vital yang mengontrol pernapasan dan peredaran darah. bahkan kematian. dapat menyebabkan terjadi peradangan dengan akumulasi bertahap produk asam yang dapat menyebabkan reaksi peradangan bertambah hebat. cairan lemak kemudian memasuki peredaran darah pada luka dan bergerak beserta aliran darah dapat menyebabkan emboli lemak pulmoner atau emboli pada organ lain termasuk otak. penurunan kesadaran. Semakin lama waktu antara kematian dan pemeriksaan luka akan semakin membuat luka memar menjadi gelap. Tekanan yang mendadak menyebabkan pecahnya sel – sel lemak. Kematian jaringan dengan kekurangan atau ketiadaaan aliran darah sirkulasi menyebabkan saturasi oksigen menjadi rendah sehingga kuman anaerob dapat hidup. Semua organ dapat terjadi kontusio. koma dan kematian.Pada mayat waktu antara terjadinya luka memar. Kontusio pada organ dan jaringan dalam. Pada mayat dengan kulit yang gelap sehingga memar sulit dinilai sayatan pada kulit untuk mengetahui resapan darah pada jaringan subkutan dapat dilakukan dan dilegalkan. kematian dan pemeriksaan menentukan juga karekteristik memar yang timbul. Yang kedua adalah terjadinya agregasi darah di bawah kulit yang akan mengganggu aliran balik vena pada organ yang terkena sehingga dapat menyebabkan ganggren dan kematian jaringan. Peradangan ini dapat menyebabkan penurunan kesadaran. Namun sulit menentukan secara pasti karena hal tersebut pun bergantung pada keahlian pemeriksa. Pemeriksaan mikroskopik adalah sarana yang dapat digunakan untuk menentukan waktu terjadinya luka sebelum kematian. dengan perdarahan pada otak. Pada organ vital seperti jantung dan otak jika terjadi kontusio dapat menyebabkan kelainan fungsi dan bahkan kematian. Efek samping yang terjadi pada luka memar antara lain terjadinya penurunan darah dalam sirkulasi yang disebabkan memar yang luas dan masif sehingga dapat menyebabkan syok. Kontusio pada tiap organ memiliki karakteristik yang berbeda. . Kontusio pada otak. Efek lanjut lain dapat timbul pada tekanan mendadak dan luas pada jaringan subkutan. Yang ketiga.

yang berada pada dasar laserasi dan penyebarannya ke sekitar kulit atau membran mukosa. Sisi laserasi yang terdapat memar juga menunjukkan arah awal kekerasan. perubahan tersebut tampak pada lecet dan memarnya. Pada beberapa kasus. Kontusio ringan dan sempit pada daeran yang bertanggungjawab pada inisiasi dan hantaran impuls dapat menyebabkan gannguan pada irama jantung atau henti jantung. Beberapa benda dapat menghasilkan pola laserasi yang mirip. Bekuan darah yang bercampur dengan bekuan dari cairan jaringan bergabung membentuk eskar atau krusta. terjadi perubahan terhadap gambaran laserasi tersebut. permukaan benda tersebut cukup lancip untuk menyebabkan sobekan pada kulit yang menyebabkan laserasi. Karena daya kekenyalan jaringan regangan jaringan yang berlebihan terjadi sebelum robeknya jaringan terjadi. Bentuk dari laserasi dapat menggambarkan bahan dari benda penyebab kekerasan tersebut. Sehingga pukulan yang terjadi karena palu tidak harus berbentuk permukaan palu atau laserasi yang berbentuk semisirkuler. .Jantung juga sangat rentan jika terjadi kontusio. Tepi dari laserasi dapat menunjukkan arah terjadinya kekerasan. Jembatan jaringan. disekitarnya terdapat luka lecet yang diakibatkan oleh bagian yang lebih rata dari benda tersebut yang mengalami indentasi. Sering terjadi sobekan dari ujung laserasi yang sudutnya berbeda dengan laserasi itu sendiri yang disebut dengan “swallow tails”. Tepi yang paling rusak dan tepi laserasi yang landai menunjukkan arah awal kekerasan. Laserasi disebabkan oleh benda yang permukaannya runcing tetapi tidak begitu tajam sehingga merobek kulit dan jaringan bawah kulit dan menyebabkan kerusakan jaringan kulit dan bawah kulit. Laserasi Suatu pukulan yang mengenai bagian kecil area kulit dapat menyebabkan kontusio dari jaringan subkutan. Kontusio luas yang mengenai kerja otot jantung dapat menghambat pengosongan jantung dan menyebabkan gagal jantung. tepi luka yang ireguler. Tepi dari laserasi ireguler dan kasar. seperti pinggiran balok kayu. Kontusio pada organ lain dapat menyebabkan ruptur organ yang menyebabkan perdarahan pada rongga tubuh. Seiring waktu. ujung dari pipa. robeknya kulit atau membran mukosa dan jaringan dibawahnya tidak sempurna dan terdapat jembatan jaringan. Perubahan awal yaitu pembekuan dari darah. kasar dan luka lecet membedakan laserasi dengan luka oleh benda tajam seperti pisau.

Laserasi yang multipel yang mengenai jaringan kutis dan sub kutis dapat menyebabkan perdarahan yang hebat sehingga menyebabkan sampai dengan kematian. Benda yang sama dapat menyebabkan memar pada pukulan pertama. Laserasi dapat menyebabkan perdarahan hebat. khususnya pada saat sendi tersebut di gerakkan ke arah laserasi tersebut sehingga dapat menyebabkan disfungsi dari sendi tersebut. Pembagiannya adalah sangat segera segera. Perkiraan kejadian saat kejadian pada luka laserasi sulit ditentukan tidak seperti luka atau memar. Sebuah laserasi kecil tanpa adanya robekan arteri dapat menyebabkan akibat yang fatal bila perdarahan terjadi terus menerus. Hal yang harus diwaspadai dari laserasi organ yaitu robekan yang komplit yang dapat terjadi dalam jangka waktu lama setelah trauma yang dapat menyebabkan perdarahan hebat. dan lebih dari beberapa hari. yang secara bertahap mengisi saluran luka. Benturan yang terjadi pada jaringan bawah kulit yang memiliki jaringan lemak dapat menyebabkan emboli lemak pada paru atau sirkulasi sistemik. Port d entree tersebut tetap ada sampai dengan terjadinya penyembuhan luka yang sempurna. beberapa hari. aorta. Kombinasi dari luka lecet. epitel mulai tumbuh ke bawah di atas jaringan skar dan penyembuhan selesai. hati dan limpa.Jaringan parut pertama kali tumbuh pada dasar laserasi. Laserasi juga dapat terjadi pada organ akibat dari tekanan yang kuat dari suatu pukulan seperi pada organ jantung. Fraktur . Adanya diskontinuitas kulit atau membran mukosa dapat menyebabkan kuman yang berasal dari permukaan luka maupun dari sekitar kulit yang luka masuk ke dalam jaringan. laserasi pada pukulan selanjutnya dan lecet pada pukulan selanjutnya. Kemudian. rambut dan struktur lain. Tetapi ketiga jenis luka tersebut dapat terjadi bersamaan pada satu pukulan. memar dan laserasi. Bila luka terjadi dekat persendian maka akan terasa nyeri. Laserasi yang terjadi setelah mati dapat dibedakan ddengan yang terjadi saat korban hidup yaitu tidak adanya perdarahan. memar dan laserasi dapat terjadi bersamaan. Luka leceet. Skar tersebut tidak mengandung apendises meliputi kelenjar keringat.

Pada kasus dimana tidak terlihat adanya deformitas maka untuk mengetahui ada tidaknya fraktur dapat dilakukan pemeriksaan menggunakan sinar X. sehingga apabila terjadi trauma khususnya pada tulang tengkorak dapat menyebabkan kerusakan otak yang hebat tanpa menyebabkan fraktur tulang tengkorak. Terjadinya fraktur selain disebabkan suatu trauma juga dipengaruhi beberapa faktor seperti komposisi tulang tersebut. Apabila terjadi robekan pembuluh darah kecil dapat menyebabkan darah terbendung disekitar jaringan lunak yang menyebabkan pembengkakan dan aliran darah balik dapat berkurang. Mikroskopis dapat dibedakan daerah yang fraktur dan daerah penyembuhan. Bila perdarahan sub periosteum terjadi dapat menyebabkan nyeri yang hebat dan disfungsi organ tersebut. mulai dari fluoroskopi. sebagian telah sembuh. Fraktur mempunyai makna pada pemeriksaan forensik. foto polos. Wanita usia tua sering kali telah mengalami osteoporosis. Secara radiologis dapat dibedakan berdasarkan akumulasi kalsium pada kalus. sedang dalam penyembuhan. Daerah fraktur yang sudah sembuh tidaklah dapat menjadi seperti tulang aslinya. dan telah sembuh sempurna. Jangka waktu penyembuhan tulang berbeda-beda setiap orang. Gejala pada emboli lemak di sereberal dapat terjadi 2-4 hari setelah terjadinya fraktur dan dapat menyebabkan kematian. Fraktur yang terjadi pada tulang yang sedang mengalami penyembuhan berbeda dengan fraktur biasanya. dimana dapat terjadi fraktur pada trauma yang ringan. fraktur dibagi menjadi fraktur sederhana dan komplit atau terbuka. Xero radiografi merupakan teknik lain dalam mendiagnosa adanya fraktur. Shok yang terjadi pada pasien fraktur tidaklah selalu sebanding dengan fraktur yang dialaminya. Penggabungan dari metode diatas menjadikan akurasi yang cukup tinggi. Pada bedah. Anak-anak tulangnya masih lunak. Bentuk dari fraktur dapat menggambarkan benda penyebabnya (khususnya fraktur tulang tengkorak). Apabila terjadi robekan pada arteri yang besar terjadi kehilangan darah yang banyak dan dapat menyebabkan pasien shok sampai meninggal. Selain itu juga dapat terjadi emboli lemak pada paru dan jaringan lain. Istilah fraktur pada bedah hanya memiliki sedikit makna pada ilmu forensik. Perdarahan merupakan salah satu komplikasi dari fraktur.Fraktur adalah suatu diskontinuitas tulang. Dari penampang makros dapat dibedakan menjadi fraktur yang baru. Gejala pada emboli lemak di paru berupa distres pernafasan dapat . arah kekerasan.

Apabila ujung tulang mengenai otak dapat merusak otak tersebut. serta orang-orang yang mendapat terapi antikoagulan.terjadi 14-16 jam setelah terjadinya fraktur yang juga dapat menyebabkan kematian. yaitu perdarahan yang berasal dari arteri lebih berisiko dibandingkan perdarahan yang berasal dari vena.Apabila luka pada arteri besar berupa sayatan. Fraktur linier yang terjadi pada tulang tengkorak tanpa adanya fraktur depresi tidaklah begitu berat kecuali terdapat robekan pembuluh darah yang dapat membuat hematom ekstra dural. akan terjadi perdarahan banyak yang sulit dikontrol oleh tubuh sendiri. fraktur. Hipertensi dapat menyebabkan perdarahan yang banyak dan cepat apabila terjadi perlukaan pada arteri. laserasi. Pada arteri besar yang terpotong. Kehilangan 1/10 volume darah tidak menyebabkan gangguan yang bermakna. Pecandu alcohol biasanya tidak memiliki mekanisme pembekuan darah yang normal. dan kompresi. Kondisi ini terdapat pada orang-orang dengan penyakit hemofili dan gangguan pembekuan darah. Kehilangan ¼ volume darah dapat menyebabkan pingsan meskipun dalam kondisi berbaring. Hal ini sesuai dengan prinsip yang telah diketahui. Investigasi terhadap kematian yang diakibatkan oleh . Adanya gangguan pembekuan darah juga dapat menyebabkan perdarahan yang lama. Luka pada arteri besar yang disebabkan oleh tembakan akan mengakibatkan luka yang sulit untuk dihentikan oleh mekanisme penghentian darah dari dinding pembuluh darah sendiri. Perdarahan Perdarahan dapat muncul setelah terjadi kontusio. Kehilangan ½ volume darah dan mendadak dapat menyebabkan syok yang berakhir pada kematian. sehingga dapat terjadi penurunan kesadaran. Kecepatan perdarahan yang terjadi tergantung pada ukuran dari pembuluh darah yang terpotong dan jenis perlukaan yang mengakibatkan terjadinya perdarahan. sehingga cenderung memiliki perdarahan yang berisiko. sehingga diperlukan depresi tulang secepatnya. koma hingga kematian. kejang. perdarahan akan berlangsung lambat dan mungkin intermiten. Emboli sumsum tulan atau lemak merupakan tanda antemortem dari sebuah fraktur. Kompresi Kompresi yang terjadi dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan efek lokal maupun sistemik yaitu asfiksia traumatik sehingga dapat terjadi kematiaan akibat tidak terjadi pertukaran udara. seperti luka yang disebabkan oleh pisau.

dapat menyebabkan arteri terkoyak dan terjadi perdarahan yang cepat. Lapisan yang melekat langsung ke otak disebut piamater. Ruang ini penting dalam bidang forensik. stupor dan akhirnya koma. Lapisan ini tebal dan lebih dekat berhubungan dengan tengkorak kepala dibandingakan otak. atau sering dikenal sebagai dura. melekat pada otak dan meluas masuk ke dalam sulkus-sulkus otak. Lapisan ini sangat rapuh. Ruang yang dibentuk antara lapisan dura mater dan arakhnoid ini disebut ruang subdural. Perdarahan kepala dapat terjadi pada ketiga ruang yaitu ruang epidural. umumnya arteri meningea media. Akibat dari lapisan dura yang terdorong ke dalam. Perdarahan Epidural (Hematoma) Perdarahan jenis ini berhubungan erat dengan fraktur pada tulang tengkorak. Lapisan berikutnya yang terletak antara dura mater dan pia mater disebut arakhnoid. subdural atau ruang subarakhnoid. penurunan kesadaran bertahap mulai dari letargi. Cedera Kepala Cedera Kepala pada Penutup Otak Jaringan otak dilindungi oleh 3 lapisan jaringan. Antara tengkorak dan dura terdapat ruang yang disebut ruang epidural atau ekstradural. Waktu antara timbulnya cedera kepala sampai munculnya gejala-gejala yang diakibatkan perdarahan epidural disebut sebagai “lucid interval” Perdarahan Subdural (Hematoma) . cairan otak terdapat pada ruang subarakhnoid. Lapisan ini tidak terlalu penting dalam bidang forensik. bukan di ruang subdural. atau pada otak itu sendiri. Kedalaman ruang ini bervariasi di beberapa tempat.perdarahan memerlukan pemeriksaan lengkap seluruh tubuh untuk mencari penyakit atau kondisi lain yang turut berperan dalam menciptakan atau memperberat situasi perdarahan. Lapisan paling luar disebut duramater. Perlu diingat. Kematian akan terjadi bila tidak dilakukan terapi dekompresi segera. otak mendapatkan kompresi atau tekanan yang akhirnya menimbulkan gejala-gejala seperti nyeri kepala. Apabila fraktur mengenai jalinan pembuluh darah kecil yang dekat dengan bagian dalam tengkorak. Kumpulan darah akhirnya mendorong lapisan dura menjauh dari tengkorak dan ruang epidural menjadi lebih luas.

berkisar dari beberapa jam sampai beberapa hari. Pada kasus-kasus perdarahan subdural akibat trauma. Tidak semua perdarahan epidural atau subdural bersifat letal. meskipun tidak menyebabkan perdarahan yang besar dan berbahaya. Pembentukan skar dimulai dari sisi dura dan secara bertahap meluas ke seluruh permukaan bekuan. Waktu yang diperlukan untuk penyembuhan pada perdarahan subdural ini bervariasi antar individu. Salah satu contohnya adalah perdarahan intraserebral yang keluar dari substansi otak melewati pia mater. Pada waktu yang bersamaan. memerlukan tindakan operatif segera untuk dekompresi otak. sehingga hanya menimbulkan gejala-gejala yang ringan. pembuluh dara besar menetap pada skar. perdarahan tidak berlanjut mencapai ukuran yang dapat menyebabkan kompresi pada otak. Perdarahan ini juga dapat menyebabkan kompresi pada otak yang terletak di bawahnya. darah mengalami degradasi. Karena perdarahan yang timbul berlangsung perlahan. Akan tetapi. meskipun dapat tidak berhubungan dengan trauma. pada orang-orang yang memiliki gangguan pada mekanisme pembekuan darah. dapat timbul persarahan kecil yang tidak berisiko apabila terjadi pada orang normal. Adakalanya juga perdarahan subdural terjadi akibat perluasan dari perdarahan di tempat lain. Sering kali. Perdarahan Subarakhnoid . Jumlah perdarahan pada ruang ini berkisar dibawah 120 cc. Perdarahan ini dapat terjadi pada orang-orang dengan gangguan mekanisme pembekuan darah atau pada pecandu alcohol kronik.Perdarahan ini timbul apabila terjadi “bridging vein” yang pecah dan darah berkumpul di ruang subdural. sehingga tidak menyebabkan perdarahan subdural yang fatal. tergantung pada kemampuan reparasi tubuh setiap individu sendiri. Pada beberapa kasus. sehingga membuat skar tersebut rentan terhadap perlukaan berikutnya yang dapat menimbulkan perdarahan kembali. maka “lucid interval” juga lebih lama dibandingkan perdarahan epidural. kemudian masuk dan menembus lapisan arakhnoid dan mencapai ruang subdural. dapat bersifat fatal. Pada beberapa kasus yang lain. Penyembuhan pada perdarahan subdural dimulai dengan terjadinya pembekuan pada perdarahan. Hasil akhir dari penyembuhan tersebut adalah terbentuknya jaringan skar yang lunak dan tipis yang menempel pada dura. Hampir semua kasus perdarahan subdural berhubungan dengan trauma.

Tekanan dan goncangan ini menyebabkan robeknya pembuluh-pembuluh darah kecil pada lapisan subarakhnoid. trauma yang ringan pun dapat menyebabkan ruptur pada aneurisma yang mengakibatkan banjirnya ruang subarakhnoid dengan darah dan akhirnya menimbulkan disfungsi yang serius atau bahkan kematian. atau seseorang tersebut mengalami ruptur aneurisma terlebih dahulu yang menyebabkan perdarahan subarakhnoid dan akhirnya kehilangan kesadaran dan terjatuh. Nontraumatik: a. apakah trauma yang menyebabkan ruptur pada aneurisma yang sudah ada. Apabila tidak ditemukan faktor pemberat lain seperti kemampuan pembekuan darah yang buruk. Trauma langsung pada daerah fokal otak yang akhirnya menyebabkan perdarahan subarakhnoid b. yaitu yang disebabkan trauma dan yang tidak berhubungan dengan trauma. Yang menjadi teka-teki pada bagian forensik adalah. Traumatik: a. sangat rapuh dindingnya dibandingkan arteri yang normal. Perdarahan subarakhnoid ringan yang terlokalisir dihasilkan dari tekanan terhadap kepala yang disertai goncangan pada otak dan penutupnya yang ada di dalam tengkorak. Penyebabnya antara lain: 1. dan umumnya bukan merupakan perdarahan yang berat. Robeknya salah satu arteri berdinding tipis pada dasar otak yang diakibatkan gerakan hiperekstensi yang tiba-tiba dari kepala. dan terbagi menjadi 2 kelompok besar. Ruptur aneurisma pada arteri yang memperdarahi otak b. Akibatnya.Penyebab perdarahan subarakhnoid yang tersering ada 5. apakah seseorang yang jatuh dari ketinggian tertentu menyebabkan ruptur aneurisma. atau seseorang mengalami nyeri kepala lebih dahulu akibat mulai pecahnya aneurisma yang menyebabkan gangguan tingkah laku berupa perilaku mudah berkelahi yang berujung pada trauma. Perdarahan intraserebral akibat stroke yang memasuki subarakhnoid 2. Pada beberapa kasus. Contoh yang lain. . Arteri yang lemah dan membengkak seperti pada aneurisma. Trauma pada wajah atau leher dengan fraktur pada tulang servikal yang menyebabkan robeknya arteri vertebralis c. investigasi yang teliti disertai dengan otopsi yang cermat dapat memecahkan teka-teki tersebut.

dan kematian total. serta tidak terdapat aneurisma. Aliran darah ke atas meningkat dan perdarahan meluas sampai ke dasar otak dan sisi lateral hemisfer serebri. meskipun tidak selalu ada. koma. hanya mengenai daerah abu-abu. Rupturnya pembuluh darah dengan terhambatnya aliran darah menuju otak menyebabkan adanya pembengkakan dan seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Poin kedua terpenting dalam hal medikolegal adalah penyembuhan kontusio tersebut yang dapat menyebabkan jaringan parut yang akan menyebabkan adanya fokus epilepsi. yang nantinya dapat menyebabkan kolaps dan bahkan kematian. pada pemeriksaan yang cermat dan teliti. yang bisa mendukung dugaan apakah kejadian ini murni dimulai oleh trauma terlebih dahulu. Pada beberapa kasus. Tipe perdarahan subarakhnoid traumatic yang akan dibicarakan kali ini merupakan tipe perdarahan yang massif. Bukti pertama yaitu adanya riwayat gerakan hiperekstensi tiba-tiba pada daerah kepala dan leher. mengenai daerah putih otak. Kontusio otak Hampir seluruh kontusio otak superfisial. kondisi ini sulit dibedakan dengan perdarahan nontraumatikyang mungkin disebabkan oleh ruptur aneurisma. Kontusio pada bagian superfisial atau daerah abu-abu sangat penting dalam ilmu forensik. sedangkan arteri vertebralis tetap intak. tidak ditemukan adanya aneurisma.Akan tetapi. edema otak dapat menghambat sirkulasi darah yang menyebabkan kematian otak. Perdarahan ini melibatkan dasar otak dan meluas hingga ke sisi lateral otak sehingga serupa dengan perdarahan yang berhubungan dengan aneurisma pada arteri besar yang terdapat di dasar otak. Karena arteri vertebralis melewati bagian atas prosesus lateralis dari vertebra di daerah leher. maka fraktur pada daerah tersebut dapat menyebabkan robeknya arteri yang menimbulkan perdarahan masif yang biasanya menembus sampai lapisan subarakhnoid pada bagian atas tulang belakang dan akhirnya terjadi penggenangan pada ruang subarakhnoid oleh darah. lingkaran kekerasan dapat terbentuk apabila kontusio yang terbentuk cukup besar. Penyebab terjadinya perdarahan diduga akibat pecahnya pembuluh darah berdinding tipis pada bagian bawah otak. Terdapat 2 bukti. . tamparan pada pada sisi samping kepala dan leher dapat mengakibatkan fraktur pada prosesus lateralis salah satu tulang cervical superior. Beberapa dapat lebih dalam. Jarang sekali.perdarahan ini dapat menceritakan atau mengungkapkan tekanan trauma yang terjadi pada kepala.

diliputi oleh lapisan normal otak. Pada keadaan ini kerusakan pada kulit kepala dan pada kranium dapat serupa dengan apa yang ditemukan pada benda yang bergerak-kepala yang diam. kurang lebihnya. membingungkan. yang tidak memerlukan penjelasan mendetail. dapat saja kepala yang diam dan terkena benda yang bergerak pada akhirnya akan jatuh atau mengenai benda keras lainnya. dan otak. Pemeriksaan kepala penting untuk mengetahui pola trauma. serta adanya penyakit penyerta dapat membedakan trauma dengan kasus lain yang menyebabkan perdarahan. Perdarahan kecil dinamakan ‘ball hemorrhages’ sesuai dengan bentuknya yang bulat. yaitu abrasi. ada atau tiadanya tanda trauma kepala. Kita juga harus mempertimbangkan situasi lainnya dimana kepala yang bergerak mengenai benda yang padat dan diam. bukan pada tempat trauma melainkan pada sisi yang berlawanan. dengan perdarahan kecil atau besar.Yang harus dipertimbangan adalah lokasi kontusio tipe superfisial yang berhubungan dengan arah kekerasan yang terjadi. Ketika bagian kepala terkena benda yang keras dan berat seperti palu atau botol bir. dan laserasi dari kulit kepala. Kranium dapat patah atau tidak. Karena foto dari semua komponen trauma kepala dari berbagai tipe kadang tidak tepat sesuai dengan demontrasi yang ada. Hal tersebut dapat serupa dengan perdarahan fokal yang disebabkan hipertensi. biasanya mengenai daerah putih atau abu-abu. Anamnesis yang cukup mengenai keadaan saat kematian. Namun. hal ini disebut coup. kranium. Hal ini bermakna jika pola luka ditemukan dalam pemeriksaan kepala dan komponen yang terkena pada trauma sepeti pada kulit kepala. PENANGANAN . Hal ini terjadi saat kepala relatif tidak bergerak. sehingga gambaran yang ada akan tercampur. kontusio. diagram dapat menjelaskan hubungan trauma yang terjadi. hasilnya dapat berupa. Hal ini disebut kontusio contra-coup. Perdarahan yang lebih besar dan dalam biasanya berbentuk ireguler dan hampir serupa dengan perdarahan apopletik atau stroke. kontusio yang terjadi. Tipe lain kontusio adalah penetrasi yang lebih dalam.. Jika jaringan dibawahnya terkena. Kadang-kadang dapat terjadi hal yang membingungkan.

maka kedua sudutnya tajam. semacam :Vulnus contusum ( luka memar ). kekuatannya. Vulnus laceratum ( luka robek ) maka bias dilakukan pengompresan. Bila akibat yang ditimbulkannya berat lebih baik dirujuk. Harus dipahami bahwa jaringan elastis terbentuk dari garis lengkung pada seluruh area tubuh. Karena gerakan dari benda tajam tersebut. maka salah satu sudut akan tajam. dan bayonet menyebabkan luka yang dapa dikenali oleh pemeriksa. Benda tajam seperti pisau. dan keadaan jaringan yang terkena. salep untuk memar dan bila robek bias dilakukan jahit luka dan pemberian antibiotika. Jika tusukan terjadi tegak lurus garis tersebut. hal tersebut dapat menyebabkan lukanya . salah satunya adalah reaksi korban saat ditusuk atau saat pisau keluar. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi bentuk luka tusuk. bukan dalam. luka biasanya panjang. Karakteristik luka ini yang membedakan dengan laserasi adalah tepinya yang rata. Tipe lukanya akan dibahas di bawah ini : Luka insisi Luka insisi disebabkan gerakan menyayat dengan benda tajam seperti pisau atau silet. maka lukanya akan lebar dan pendek. pemecah es. sedangkan sisi lainnya tumpul atau hancur. 144. Panjang dan kedalaman luka dipengaruhi oleh gerakan benda tajam. bagian kulit yang lebih dalam. Bila pisau yang digunakan bermata satu. Luka tusuk Luka tusuk disebabkan oleh benda tajam dengan posisi menusuk atau korban yang terjatuh di atas benda tajam.Bila ringan. Abrasi ( lecet ). luka yang terjadi sempit dan panjang.Tergantung dari akibat yang ditimbulkannya. pemotong. kapak. Jaringan elastis dermis. Penampakan luar luka tusuk tidak sepenuhnya tergantung dari bentuk senjata. mempunyai efek yang sesuai dengan bentuk senjata. KEKERASAN TAJAM Kekerasan yang disebabkan oleh benda tajam. ketajaman. Sedangkan bila tusukan terjadi paralel dengan garis tersebut. Jika pisau bermata dua.

sehingga saluran luka sempit pada titik terdalam dan terlebar pada bagian superfisial. berputar. Manipulasi tubuh untuk memperlihatkan posisi saat ditusuk sulit atau bahkan tidak mungkin mengingat berat dan adanya kaku mayat. Pemeriksa yang sudah berpengalaman biasanya ragu-ragu untuk menentukan jenis senjata yang digunakan. 2. Tusukan masuk. dan mengangkat tangan dapat disebabkan oleh senjata yang lebih pendek dibandingkan apa yang didapatkan pada saat autopsi. Tusukan masuk yang kemudian dikeluarkan dengan mengggunakan titik terdalam sebagai landasan. Sehingga luka luar lebih besar dibandingkan lebar senjata yang digunakan. dapat ditemukan kontusio minimal pada luka tusuk tersebut. Jika senjata digunakan dengan kekuatan tambahan. tulang iga. Poin lain yang perlu dipertimbangkan adalah adanya kompresi dari beberapa anggota tubuh pada saat penusukan. Hal ini dapat diindikasikan adanya pukulan Panjang saluran luka dapat mengindikasikan panjang minimun dari senjata yang digunakan. Karakteristik senjata paling baik dilihat melalui trauma pada tulang. dan bahkan sternum. Beberapa pola luka yang dapat ditemukan : 1. 3. 5. Pada keadaan tersebut luka tidak sesuai dengan gambaran biasanya dan lebih dari satu saluran dapat ditemui pada jaringan yang lebih dalam maupun pada organ. maupun keduanya. keluar. Sudut luka berbentuk ireguler dan besar. Tusukan masuk kemudian dikeluarkan dengan mengarahkan ke salah satu sudut. Pisau yang ditusukkan pada dinding dada dengan kekuatan tertentu akan mengenai tulang rawan dada. Luka luar yang terlihat juga lebih luas dibandingkan dengan lebar senjata yang digunakan. Atau manipulasi yang dilakukan pada saat penusukan juga akan mempengaruhi. Tusukan diputar saat masuk. dan kemudian ditusukkan kembali melalui saluran yang berbeda. Biasanya senjata yang tidak begitu kuat dapat rusak atau patah pada . Harus diingat bahwa posisi tubuh korban saat ditusuk berbeda dengan pada saat autopsi. 4. sehingga luka yang terbentuk lebih lebar dan memberikan luka pada permukaan kulit seperti ekor. Posisi membungkuk. Tusukan masuk kemuadian saat masih di dalam ditusukkan ke arah lain.menjadi tidak begitu khas. sehingga saluran luka menjadi lebih luas. yang kemudian dikeluarkan sebagian.

Abrasi lanjutan dapat ditemukan pada jenis luka tersebut pada sisi diseberang tempat penipisan. dan hatpins diakui dapat menyebabkan luka jenis tersebut. Kerusakan tulang yang hebat tidak pernah disebabkan oleh pisau biasa. Disfungsi karena kerusakan saraf di ekstremitas juga dapat dicatat. Luka alami yang disebabkan oleh senjata jenis tersebut bervariasi tergantung pada ketajaman dan berat senjata. luka lecet. dan luka bacok adalah perdarahan. Luka tusuk yang dalam dapat mengenai organ-organ dalam. Bentuk alami terpotongnya arteri besar dan jantung oleh karena luka tusuk menyebabkan perdarahan lebih lambat dibandingkan kerusakan yang sama yang disebabkan luka tembak. Juga perlu dicatat kemungkinan diakukannya pemelintiran setelah terjadi bacokan dan dalam upaya melepaskan senjata. sementara sisi yang lain dapat tajam atau menipis. yang disebabkan oleh hapusan bilah yang pipih. Pemecah es. intrumen teramat kecil yang menyebabkan luka tipe tusuk dapat menyebabkan luka kecil yang dengan keelastisan dari jaringan normal dapat kembali tertutup setelah intrumen dicabut. ujung pisau yang tertancap pada tulang dengan pasangannya. sudut besatan bilah terkadang dapat dinilai dari bentuk patahan tulang tengkorak. Sebagaimana luka lecet yang dibuat oleh instrument tajam yang lebih kecil. Sisi pipih bilah bisa meninggalkan cekungan pada salah satu sisi patahan. Pada instrumen pembacok yang diarahkan pada kepala. Ketebalan tulang tengkorak dapat dikalahkan dengan menggunakan instrumen yang lebih berat. penipisan terjadi pada tempat dimana bacokan dibuat. dan tidak ada darah yang keluar setelahnya. atau parang. PENANGANAN .ujungnya yang akan tertancap pada tulang. Sehingga dapat dicocokkan. kapak kecil. Makin tajam instrument makin tajam pula tepi luka. Berat senjata penting untuk menilai kemampuannya memotong hingga tulang di bawah luka yang dibuatnya. Terkadang bayonet dan pisau besar juga digunakan untuk tujuan ini. Efek utama dari luka tusuk. jika dilakukan dengan tekanan. awls. dapat mengakibatkan pergeseran tulang. Gerakan tersebut. umumnya didekat kaki-kaki luka bacok. Luka Bacok Luka bacok dihasilkan dari gerakkan merobek atau membacok dengan menggunakan instrument yang sedikit tajam dan relatif berat seperti kapak. Pernah dilaporkan bahwa parang dapat membuat seluruh gigi lepas.

Abses gigi yang dimaksud adalah abses pada pulpa dan periapikal. maka dirujuk ke untuk penanganan selanjutnya sesuai indikasi. .Pasien dianjurkan berkumur dengan air garam hangat atau obat kumur iodium povidon setiap 8 jam selama 3 hari. JENIS PELAYANAN DAN FORMULARIUM PELAYANAN GIGI PUSKESMAS KABUPATEN WONOSOBO TAHUN 2014 I.Simtomatik : parasetamol atau ibuprofen atau asam mefenamat atau non steroid antiinflamasi yang lain Dewasa : 500 mg setiap 6-8 jam atau sesuai obat yang diberikan Anak : 10-15 mg/kgBB. setiap 6-8 jam selama 5 hari . . PULPITIS AKUT Definisi : Pulpitis adalah peradangan pada pulpa gigi yang menimbulkan rasa nyeri.Bila tidak ada tenaga kesehatan gigi. PENGOBATAN A. Bila berat dan berbahaya maka dirujuk.Bila tidak ada . atau analgesik lainnya seperti ibuprofen atau asam mefenamat atau non steroid antiinflamasi yang lain Anak : parasetamol 10 – 15 mg/kgBB 3 – 4 x sehari . biasanya berasal dari suatu infeksi. Penatalaksanaan : .Tergantung akibat yang ditimbulkannya.Berikan analgetik bila diperlukan : Dewasa : parasetamol 500 mg 3 – 4 x sehari. setiap 6-8 jam . maka dapat dilakukan tindakan lebih lanjut sesuai kompetensi .Bila tidak begitu luas.Bila ada dengan fasilitas memadai. merupakan reaksi terhadap toksin bakteri pada karies gigi. . B. Penatalaksanaan : . lalu dikeringkan dengan kapas dan dimasukkan pellet kapas yang ditetesi eugenol. ABSES GIGI Definisi : Abses gigi adalah pengumpulan nanah yang telah menyebar dari sebuah gigi ke jaringan di sekitarnya.Jika abses meluas dapat diberikan : Dewasa : amoksisilin 500 mg dan metronidazol 500 mg setiap 8 jam selama 5 hari Anak : amoksisilin 10-15 mg/kgBB. lubang gigi dibersihkan ekskavator dan semprot air. tidak dalam dan lokasi kekerasan tajam tidak pada organ berbahaya bias dilakuakan perawatan luka kemudian dijahit dan pengobatan dengan antibiotika.

1 menit dengan larutan povidon 1 %.Di rujuk ke untuk penanganan selanjutnya yaitu membersihkan karang gigi. impaksi makanan dan penyebab lokal lainnya harus dibersihkan/diperbaiki. . C. . rujuk ke Rumah Sakit untuk perawatan selanjutnya perlu dipikirkan kemungkinan sebab sistemik. . .pasien dianjurkan untuk memperbaiki kebersihan mulut dan berkumur dengan 1 gelas air hangat ditambah 1 sendok teh garam. terjadi pada molar ketiga yang sedang erupsi. PERIODONTITIS Definisi : Periodontitis adalah peradangan jaringan periodontium yang lebih dalam merupakan lanjutan dari peradangan gingiva.Analgesik jika diperlukan. Penatalaksanaan : .Di rujuk ke untuk penanganan selanjutnya yaitu membersihkan karang gigi. saku gigi. Dirujuk ke untuk penanganan selanjutnya sesuai dengan indikasi.Pemberian parasetamol 500 mg 3 – 4 x sehari atau analgesik lain seperti ibuprofen atau asam mefenamat atau non steroid antiinflamasi yang lain. jika di Puskesmas belum bisa melakukan pembersihan karang gigi.Pemberian antibiotik amoksisilin 500 mg dan metronidazol 250 mg setiap 8 jam selama 5 hari. . atau bila ada dengan obat kumur iodium povidon setiap 8 jam selama 3 hari. Penatalaksanaan : . .Pasien dianjurkan berkumur ½ . gigi harus sudah dicabut. . PERIKORONITIS AKUT Definisi : Perikoronitis akaut adalah peradangan jaringan lunak sekitar mahkota gigi yang sedang erupsi. setiap 8 jam selama 3 hari.Karang gigi.- Bila sudah ada peradangan jaringan periapikal. E.Pemberian antibiotik amoksisilin 500 mg dan metronidazole 250 mg setiap 8 jam selama 5 hari.Bila kebersihan mulut sudah diperbaiki dan tidak sembuh.1 menit dengan larutan povidon iodin 1 %.Bila sudah sangat goyah. . . GINGIVITIS Definisi : Gingivitis adalah inflamasi gingiva marginal atau radang gusi. jika di Puskesmas belum bisa melakukan pembersihan karang gigi. lihat Abses gigi. setiap 8 jam selama 3 hari.Pasien dianjurkan berkumur selama ½ . Penatalaksanaan : . D. .

kebersihan mulut yang jelek atau hormonal/stres Menghilangkan penyebab terjadinya ulkus Olesi luka (ulkus) dengan cotton pellet yang telah diberi cairan antiseptik yaitu povidon iodin Beri resep obat-obatan  analgetik : : parasetamol 500 mg 3 – 4 x sehari atau ibuprofen atau asam mefenamat atau golongan non steroid antiinflamasi yang lain  antibiotik: amoksisilin 500 mg. STOMATITIS Definisi: Stomatitis adalah penyakit yang terjadi di rongga mulut berupa ulserasi pada mukosa. Bila ada dengan fasilitas memadai.Pembersihan dan irigasi yang perlahan dengan saline akan membantu mengurangi jumlah jaringan yang mati dan resiko adanya keadaan anaerobik.Simptomatik : pemberian parasetamol 500 mg 3 – 4 x sehari. G. Jaringan lunak harus dirawat dengan baik. Penatalaksanaan : . .  obat kumur povidon iodin atau klorhexidin  obat topical : triamsinolon (kenalog) . atau analgetik lainnya ibuprofen atau asam mefenamat atau non steroid antiinflamasi yang lain. maka dirujuk ke untuk penanganan selanjutnya sesuai dengan indikasi. maka dirujuk ke untuk penanganan selanjutnya sesuai dengan indikasi. maka dapat dilakukan tindakan lebih lanjut sesuai kompetensi . TRAUMA GIGI DAN JARINGAN PENYANGGA Definisi : Trauma gigi adalah hilangnya kontinuitas jaringan karies gigi dan atau periodontal karena sebab mekanis. F. maka dapat dilakukan tindakan lebih lanjut sesuai kompetensi . . bisa tunggal atau multiple yang disertai rasa sakit Penatalaksanaan : Menentukan diagnosis ulkus yang terjadi : stomatitis akibat traumatik.- Bila tidak ada . . . Apabila luka telah dibersihkan dengan benar maka pemberian antibiotik harus dipertimbangkan kembali.Pertolongan pertama dilakukan untuk semua luka pada wajah dan mulut. . Antiseptik permukaan juga digunakan untuk mengurangi jumlah bakteri.Bila tidak ada .Bila ada dengan fasilitas memadai. setiap 8 jam selama 5 hari.Pemberian antibiotik diperlukan hanya sebagai profilaksis bila terdapat luka pada jaringan lunak sekitar.

dimana pada gigi tersebut sudah tidak dapat dilakukan perawatan lagi. Pencabutan gigi susu dengan topikal anestesi Definisi : Pencabutan gigi susu dengan topikal anestesi adalah tindakan melepaskan gigi susu dari socketnya di rongga mulut dengan topikal anestesi. . .memberikan instruksi setelah pencabutan. .mengambil gulungan kapas yang telah diberi anestetikum topikal berupa semprotan chlor ethyl atau pasta topikal . PENCABUTAN GIGI SUSU Definisi: Pencabutan gigi adalah suatu proses pengeluaran gigi dari alveolus.melakukan desinfeksi sekitar gigi yang akan dicabut dan area yang akan dianestesi dengan Povidon Iodida 2%.-  vitamin C.melakukan penekanan alveolus dilakukan dengan menggunakan kapas di atas alveolus dan digigit oleh pasien. Penatalaksanaan : . . .  Gigi susu yang kesundulan dengan goyang derajat 2 atau 3  Akar gigi yang tidak didukung oleh alveolus atau goyah derajat 3 atau resorbsi 2/3 panjang akar.menegakkan diagnosa :  Gigi luksasi  Gigi persistensi dengan luksasi . Topikal anestesi adalah tindakan anestesi yang diaplikasikan secara topikal pada permukaan jaringan. atau semprotan. yaitu :  Menggigit kapas selama 30 menit atau sampai darah berhenti keluar. Anestetikum dapat berbentuk pasta.melakukan gerakan luksasi sambil ditarik ke arah bukal/labial dan lingual/palatinal sampai gigi keluar dari soketnya. A.melakukan aplikasi tang. . cairan.melakukan pemeriksaan klinis menggunakan instrument dasar :  Gigi susu goyang derajat 2 atau 3. yaitu menempatkan paruh tang dengan baik. Anestesi adalah tindakan untuk menghilangkan seluruh sensasi rasa pada tempat yang dituju. . Bila stomatitis setelah selesai pengobatan belum ada perubahan rujuk ke Rumah sakit II.menempelkan gulungan kapas pada gusi di lokasi gigi yang akan dicabut dan mengambil tang sesuai dengan gigi yang akan dicabut.melakukan adaptasi tang yang dilanjutkan dengan tekanan cengkeram. . Gigi susu adalah gigi sementara pada manusia yang nanti akan tanggal dan diganti oleh gigi tetap (di sebut gigi susu karena warnanya putih seperti susu).

.menegakkan diagnosa :  Gigi persistensi. . B.melakukan aspirasi . .menginstruksikan pada pasien untuk menunggu reaksi anestetikum. segera kembali ke Puskesmas memberikan analgetik (parasetamol 10 – 15 mg/kgBB) sesuai dengan indikasi dan diminum jika sakit.mendeponirkan zat anestetikum. .memisahkan gigi dari gusi dengan bein. Penatalaksanaan : .melakukan sondasi di sekeliling servik.melakukan desinfeksi sekitar gigi yang akan dicabut dan area yang akan dianestesi dengan Povidon Iodida 2%. . . Jangan memegang atau mengkorek bekas luka. Jangan makan di sisi yang baru dicabut. Menghindari makanan dan minuman hangat atau panas.menanyakan pada pasien apakah pipi/bibir/lidah sudah terasa baal (teranestesi) atau belum. . Jangan sering meludah dan berkumur.melakukan pemeriksaan klinis menggunakan instrument dasar :  Gigi susu yang kesundulan.mengambil tang sesuai dengan gigi yang akan dicabut. Anestesi adalah tindakan untuk menghilangkan seluruh sensasi rasa pada tempat yang dituju. biasanya belum goyang . . kalau perlu diulang beberapa kali (lamanya cukup 10 menit). Anestesi infiltrasi adalah cara anestesi dengan menginsersikan jarum/spuit berisi larutan anestetikum tertentu ke dalam jaringan yang dituju.mengambil spuit dan mengisinya dengan zat anestetikum. Jangan melakukan gerakan menghisap atau menyedot (termasuk merokok). Minum obat yang diberikan sesuai aturan. Bila perdarahan atau rasa sakit berlanjut. . .        - Mengompres dingin pada pipi. hindari juga makanan dan minuman yang mengandung alkohol. Pencabutan gigi susu dengan anestesi infiltrasi Definisi : Pencabutan gigi susu dengan anestesi infiltrasi adalah tindakan melepaskan gigi susu dari socketnya di rongga mulut dengan anestesi injeksi.menginsersikan jarum pada bagian bukal/labial dan lingual/palatal dari gigi yang akan dicabut.

Penatalaksanaan : . yaitu :  Menggigit kapas selama 30 menit atau sampai darah berhenti keluar. III. penekanan alveolus menggunakan kapas dengan Povidon Iodida 2% di atas alveolus dan digigit oleh pasien.  Jangan memegang atau mengkorek bekas luka.  Mengompres dingin pada pipi. memberi obat atau bahan untuk menghentikan perdarahan (spon gelatin hemostatik) atau melakukan jahitan. fraktur. PENCABUTAN GIGI TETAP Definisi: Pencabutan gigi adalah suatu proses pengeluaran gigi dari alveolus. Bila diperlukan. cairan. A. melakukan adaptasi tang yang dilanjutkan dengan tekanan cengkeram. hindari juga makanan dan minuman yang mengandung alkohol.melakukan pemeriksaan klinis menggunakan instrument dasar : .  Minum obat yang diberikan sesuai aturan.  Jangan melakukan gerakan menghisap atau menyedot (termasuk merokok).  Menghindari makanan dan minuman hangat atau panas.  Jangan sering meludah dan berkumur. Anestetikum dapat berbentuk pasta.  Jangan makan di sisi yang baru dicabut. memberikan instruksi setelah pencabutan. melakukan gerakan luksasi sambil ditarik ke arah bukal/labial dan lingual/palatinal sampai gigi keluar dari soketnya.  Bila perdarahan atau rasa sakit berlanjut. Topikal anestesi adalah tindakan anestesi yang diaplikasikan secara topikal pada permukaan jaringan. kalau perlu diulang beberapa kali (lamanya cukup 10 menit). melakukan kompresi alveolus dengan tekanan jari. atau debris. Pencabutan gigi tetap dengan topikal anestesi Definisi : Pencabutan gigi tetap dengan topikal anestesi adalah tindakan melepaskan gigi tetap dari socketnya di rongga mulut dengan topikal anestesi. Anestesi adalah tindakan untuk menghilangkan seluruh sensasi rasa pada tempat yang dituju. yaitu menempatkan paruh tang dengan baik. atau semprotan.- - - - melakukan aplikasi tang. segera kembali ke Puskesmas memberikan amoksisilin 10-15 mg/kgBB setiap 6-8 jam selama 5 hari dan parasetamol 10 – 15 mg/kgBB. dimana pada gigi tersebut sudah tidak dapat dilakukan perawatan lagi. memeriksa alveolus untuk mengetahui ada tidaknya jaringan patologis. Gigi tetap adalah gigi yang tumbuh tetap mulai usia 6 tahun.

Anestesi adalah tindakan untuk menghilangkan seluruh sensasi rasa pada tempat yang dituju. melakukan gerakan luksasi sambil ditarik ke arah bukal/labial dan lingual/palatinal sampai gigi keluar dari soketnya. yaitu :  Menggigit kapas selama 30 menit atau sampai darah berhenti keluar. menegakkan diagnosa :  Gigi luksasi melakukan desinfeksi sekitar gigi yang akan dicabut dan area yang akan dianestesi dengan Povidon Iodida 2%.  Jangan memegang atau mengkorek bekas luka. Akar gigi yang tidak didukung oleh alveolus atau goyah derajat 3 atau resorbsi 2/3 panjang akar. mengambil gulungan kapas yang telah diberi anestetikum topikal berupa semprotan chlor ethyl atau pasta topikal menempelkan gulungan kapas pada gusi di lokasi gigi yang akan dicabut. kalau perlu diulang beberapa kali (lamanya cukup 10 menit).  Bila perdarahan atau rasa sakit berlanjut. melakukan adaptasi tang yang dilanjutkan dengan tekanan cengkeram.  - - Gigi tetap goyang derajat 2 atau 3.  Jangan makan di sisi yang baru dicabut. B.  Jangan melakukan gerakan menghisap atau menyedot (termasuk merokok). melakukan penekanan alveolus dilakukan dengan menggunakan kapas di atas alveolus dan digigit oleh pasien. Anestesi infiltrasi adalah cara anestesi dengan menginsersikan jarum/spuit berisi larutan anestetikum tertentu ke dalam jaringan yang dituju . memberikan instruksi setelah pencabutan.  Jangan sering meludah dan berkumur. mengambil tang sesuai dengan gigi yang akan dicabut. Pencabutan gigi tetap dengan anestesi infiltrasi Definisi : Pencabutan gigi tetap dengan anestesi infiltrasi adalah tindakan melepaskan gigi susu dari socketnya di rongga mulut dengan anestesi injeksi.  Minum obat yang diberikan sesuai aturan. segera kembali ke Puskesmas memberikan analgetik (parasetamol 500 mg) sesuai dengan indikasi dan diminum jika sakit. yaitu menempatkan paruh tang dengan baik.  Menghindari makanan dan minuman hangat atau panas. hindari juga makanan dan minuman yang mengandung alkohol. melakukan aplikasi tang.  Mengompres dingin pada pipi.

Menentukan rencana perawatan yaitu pencabutan gigi dengan anestesi infiltrasi . .mengambil tang sesuai dengan gigi yang akan dicabut.memberikan instruksi setelah pencabutan.melakukan aplikasi tang.  Radices .memeriksa alveolus untuk mengetahui ada tidaknya jaringan patologis. .  Jangan sering meludah dan berkumur. . . yaitu menempatkan paruh tang dengan baik. .menanyakan pada pasien apakah pipi/bibir/lidah sudah terasa baal (teranestesi) atau belum. fraktur.melakukan gerakan luksasi sambil ditarik ke arah bukal/labial dan lingual/palatinal sampai gigi keluar dari soketnya. .melakukan aspirasi . .mendeponirkan zat anestetikum.melakukan desinfeksi sekitar gigi yang akan dicabut dan area yang akan dianestesi dengan Povidon Iodida 2%. Bila diperlukan.  Jangan makan di sisi yang baru dicabut. atau debris. .Penatalaksanaan : . penekanan alveolus menggunakan kapas dengan Povidon Iodida 2% di atas alveolus dan digigit oleh pasien.  Mengompres dingin pada pipi.melakukan kompresi alveolus dengan tekanan jari. yaitu :  Menggigit kapas selama 30 menit atau sampai darah berhenti keluar.menegakkan diagnosa :  Nekrosis pulpa . . . .melakukan adaptasi tang yang dilanjutkan dengan tekanan cengkeram.menginsersikan jarum pada bagian bukal/labial dan lingual/palatal dari gigi yang akan dicabut.mengambil spuit dan mengisinya dengan zat anestetikum. memberi obat atau bahan untuk menghentikan perdarahan (spon gelatin hemostatik) atau melakukan jahitan. kalau perlu diulang beberapa kali (lamanya cukup 10 menit). hindari juga makanan dan minuman yang mengandung alkohol. . . .menginstruksikan pada pasien untuk menunggu reaksi anestetikum.memisahkan gigi dari gusi dengan bein.  Menghindari makanan dan minuman hangat atau panas. .melakukan sondasi di sekeliling servik.melakukan pemeriksaan klinis menggunakan instrument dasar :  Gigi mati dengan perkusi (-) palpasi (-) CE (-)  Sisa akar dengan perkusi (-) palpasi (-) CE (-)  Keadaan umum baik .

. palpasi (-) dan CE (-)  Sisa akar dengan perkusi (-) palpasi (-)  Keadaan umum baik . Penatalaksanaan : .5 cc. kemudian kuku menyandar pada linea oblique interna . Bila perdarahan atau rasa sakit berlanjut. antara gigi C dan P1. Anestesi adalah tindakan untuk menghilangkan seluruh sensasi rasa pada tempat yang dituju.melakukan pemeriksaan klinis menggunakan instrument dasar :  Gigi mati dengan perkusi (-).menusukkan jarum dekat ujung jari .Menentukan rencana perawatan yaitu pencabutan gigi dengan anestesi blok mandibula . Anestesi blok mandibula adalah tindakan menghilangkan rasa sakit pada suatu daerah tertentu karena pemberian anestesi pada pusat syaraf mandibula.menegakkan diagnosa :  Nekrosis pulpa  Radices . . . segera kembali ke .Meletakkan telunjuk pada permukaan oklusal gigi molar supaya menyentuh sudut oklusal .Bila sudah menyentuh tulang.mengambil spuit dan mengisinya dengan zat anestetikum.Melakukan desinfeksi sekitar gigi yang akan dicabut dan area yang akan dianestesi dengan Povidon Iodida 2%. mensejajarkan tabung dengan bidang oklusal sisi yang dianastesi. Pencabutan gigi tetap dengan anestesi blok mandibula Definisi : Pencabutan gigi tetap dengan anestesi blok mandibula adalah tindakan melepaskan gigi susu dari socketnya di rongga mulut dengan anestesi injeksi. memberikan amoksisilin 500 mg setiap 6-8 jam selama 5 hari dan parasetamol 500 mg atau analgesik lainnya C. . tabung suntik terletak antar P1 dan P2 pada sisi yang berlawanan.mengembalikan tabung suntik ke posisi semula.Melakukan palpasi untuk menemukan trigonum retromolar dengan kuku menghadap lidah. .mengaspirasi dan mengeluarkan anestetikum 0. Jangan melakukan gerakan menghisap atau menyedot (termasuk merokok). . dokter gigi menarik jarum sedikit. .    - Jangan memegang atau mengkorek bekas luka.mengarahkan ke bidang oklusal mencapai foramen mandibula sampai menyentuh tulang. Minum obat yang diberikan sesuai aturan.

hindari juga makanan dan minuman yang mengandung alkohol.- mengaspirasi lalu mengeluarkan anestetikum 1 cc. Penatalaksanaan : . .  Jangan melakukan gerakan menghisap atau menyedot (termasuk merokok). . fraktur.melakukan sondasi di sekeliling servik. .melakukan aplikasi tang. petugas melakukan anestesi infiltrasi sebanyak 0.  Jangan memegang atau mengkorek bekas luka.mengambil tang sesuai dengan gigi yang akan dicabut. segera kembali ke Puskesmas .  Bila perdarahan atau rasa sakit berlanjut.  Mengompres dingin pada pipi.memberikan amoksisilin 500 mg setiap 6-8 jam selama 5 hari dan parasetamol 500 mg IV. . . .  Minum obat yang diberikan sesuai aturan.melakukan gerakan luksasi sambil ditarik ke arah bukal/labial dan lingual/palatinal sampai gigi keluar dari soketnya. memberi obat atau bahan untuk menghentikan perdarahan (spon gelatin hemostatik) atau melakukan jahitan.  Jangan makan di sisi yang baru dicabut.memeriksa alveolus untuk mengetahui ada tidaknya jaringan patologis. menginstruksikan pada pasien untuk menunggu 5 – 15 menit untuk melihat reaksi anestetikum.melakukan adaptasi tang yang dilanjutkan dengan tekanan cengkeram. Perawatan Kaping pulpa Definisi : Perawatan kaping pulpa adalah tahap-tahap cara melakukan perawatan kaping pulpa. kalau perlu diulang beberapa kali (lamanya cukup 10 menit). Kaping pulpa adalah perlindungan terhadap pulpa sehat yang sedikit terbuka dengan cara memberikan bahan atau obat antiseptik dan sedatif. atau debris. Bila diperlukan. . .memberikan instruksi setelah pencabutan. yaitu :  Menggigit kapas selama 30 menit atau sampai darah berhenti keluar.  Jangan sering meludah dan berkumur. Untuk bagian bukal. penekanan alveolus menggunakan kapas dengan Povidon Iodida 2% di atas alveolus dan digigit oleh pasien.memisahkan gigi dari gusi dengan bein.5 cc mengeluarkan jarum. .melakukan kompresi alveolus dengan tekanan jari.menanyakan pada pasien apakah pipi/bibir/lidah sudah terasa baal (teranestesi) atau belum. . yaitu menempatkan paruh tang dengan baik.  Menghindari makanan dan minuman hangat atau panas.

palpasi (-).menegakkan diagnosis yaitu pulpitis irreversibel . terfiksasi dan tetap steril Penatalaksanaan : A. CE (+) menegakkan diagnosis yaitu pulpitis reversibel menentukan rencana perawatan yaitu kaping pulpa membuka kavitas dengan bur bulat sambil diperdalam melebarkan kavitas dengan bur fisur sambil menghilangkan jaringan karies membersihkan kavitas dari sisa-sisa preparasi dan jaringan karies yang lunak dengan ekscavator membersihkan kavitas dengan kapas yang telah dibasahi klorhexidin 2% atau akuades steril mengeringkan kavitas dengan kapas steril mengisolasi gigi dengan cotton roll (daerah kerja dalam mulut harus tetap kering) mengaplikasikan bahan kaping pulpa yaitu kalsium hiroksida atau kalsium hidroksida + pasta iodoform (metapex).membersihkan kavitas dengan kapas yang telah dibasahi klorhexidin 2% atau akuades steril . dan tetap mempertahankan jaringan pulpa pada saluran akar dalam keadaan mati. pada permukaan kavitas setebal 0.melakukan pemeriksaan klinis menggunakan instrumen dasar.mengeringkan kavitas dengan kapas steril .membersihkan kavitas dari sisa-sisa preparasi dan jaringan karies yang lunak dengan ekscavator . Jika pada kunjungan kedua tidak ada keluhan maka tambalan sementara dibongkar dan ditumpat dengan tambalan permanen (SIK ART) Jika perawatan kaping pulpa gagal (ada keluhan setelah 2 minggu) maka dilakukan perawatan mumifikasi (pulpotomi) meresepkan obat pereda nyeri (analgetik) parasetamol 500 mg (dewasa) dan diminum jika terasa sakit V. Perawatan Mummifikasi pulpa (Pulpotomi) Definisi : Perawatan mumifikasi pulpa (pulpotomi) adalah tahap – tahap cara melakukan mumifikasi pulpa (pulpotomi) Mumifikasi pulpa (pulpotomi) adalah pengambilan jaringan pulpa pada bagian mahkota gigi sampai kamar pulpa.2 – 0. perkusi (-).menentukan rencana perawatan yaitu mumifikasi pulpa (pulpotomi) .melebarkan kavitas dengan bur fisur sambil menghilangkan jaringan karies . kavitas dengan kedalaman pulpa dengan sondasi (+).membuka kavitas dengan bur bulat sambil diperdalam .3 mm menggunakan plastis instrument menutup kavitas dengan bahan tambalan sementara (caviton) meminta pasien untuk kembali lagi 2 minggu kemudian. perkusi (-). palpasi (-) dan CE (+) . sondasi (+/-). kavitas dengan kedalaman dentin.- - - melakukan pemeriksaan klinis menggunakan instrumen dasar. Kunjungan pertama .

memasukkan bahan mumifikasi (metapex atau N2) ke dasar kamar pulpa .menutup kavitas dengan tambalan sementara (caviton) .membuka tambalan sementara dan membuang obat devitalisasi (jika gigi masih vital yaitu CE (+) maka ulangi devitalisasi) .mengaplikasikan bahan tambalan permanen (SIK Fuji ART) VI.menginstruksikan pasien untuk kembali lagi 3 hari kemudian D.melakukan irigasi kamar pulpa menggunakan larutan natrium hipoklorit 2% dan H202 atau klorhexidin 2%.- mengisolasi gigi dengan cotton roll (daerah kerja dalam mulut harus tetap kering) mengaplikasikan obat devitalisasi pulpa (septodont) secukupnya yang dibungkus kapas dan ditetesi sedikit eugenol . kalau keras bisa menggunakan bur bulat . . .menutup kavitas dengan tambalan sementara .mengambil jaringan pulpa pada kamar pulpa dengan ekscavator sampai orifis terlihat semua .mempreparasi atap pulpa dengan memotong atap pulpa menggunakan ekscavator. kemudian kavitas dikeringkan menggunakan kapas steril .membuka tambalan sementara dan membuang bahan dressing .menginstruksikan pasien untuk kembali lagi 3 hari kemudian C. Kunjungan keempat .membersihkan kavitas dari sisa-sisa preparasi dan jaringan karies yang lunak dengan ekscavator . biasanya karena proses penumpatan yang yang tertunda maupun proses perawatan pulpa gigi Penatalaksanaan : . Tumpatan sementara Definisi : Tumpatan sementara adalah tumpatan yang dilakukan dalam jangka waktu yang tidak lama.melakukan irigasi kamar pulpa menggunakan larutan natrium hipoklorit 2% dan H202 3% atau klorhexidin 2% atau . Kunjungan ketiga .memasukkan bahan dressing TKF ke kamar pulpa (bahan dressing diteteskan pada butiran kapas kecil kemudian diperas dengan butiran kapas besar.meresepkan obat pereda nyeri (analgetik) parasetamol 500 mg (dewasa) dan diminum jika terasa sakit B. Kunjungan kedua . kemudian kavitas dikeringkan menggunakan kapas steril .menutup kavitas dengan tambalan sementara .memasukkan bahan dressing CHKM ke kamar pulpa (bahan dressing diteteskan pada butiran kapas kecil kemudian diperas dengan butiran kapas besar.membuka kavitas dengan bur bulat sambil diperdalam .melebarkan kavitas dengan bur fisur sambil menghilangkan jaringan karies .membuka tambalan sementara dan mengeluarkan bahan dressing .menginstruksikan pasien untuk kembali lagi 3 atau 4 hari kemudian .

mengaplikasikan SIK yang telah dicampur ke seluruh pit dan fissure menggunakan ujung membulat instrument applier/carver .membasahi pit dan fissure gigi dengan menggunakan cotton pellet basah .mengeringkan pit dan fissure dengan cotton pellet.Tumpatan SIK ART A.menegakkan diagnosis yaitu karies superfisial atau karies email .mengisolasi gigi menggunakan cotton roll (daerah kerja harus bebas dari saliva) .melakukan pemeriksaan klinis menggunakan instrumen dasar. basahi 2-3 kali .membuang kelebihan SIK menggunakan ekscavator ukuran besar .menentukan rencana perawatan yaitu fissure sealant dengan SIK ART .mengecek gigitan dengan kertas artikulasi sampai pasien merasa nyaman dengan gigitannya . sondasi (-).membersihkan petroleum jelly dari permukaan pit dan fissure menggunakan ekscavator besar pada saat SIK mengeras sebagian . perkusi (-).menghilangkan plak dan sisa makanan dengan menggunakan sonde dari bagian terdalam pit dan fissure gigi .menekan SIK di permukaan pit dan fissure (prees finger technique) dan setelah 10-15 detik angkat jari ke arah samping .mengaplikasi petroleum jelly tipis-tipis . kavitas dengan kedalaman email. Fissure sealant dengan SIK ART (pencegahan) Definisi : Fissure sealant adalah tindakan pencegahan karies gigi secara dini dengan cara penutupan pada pit dan fissure yang dalam Semen Ionomer Kaca (SIK) adalah bahan tambal gigi yang bersifat adhesif (melekat secar kimia pada permukaan gigi) Teknik Atraumatic Restorative Treatment (ART) adalah metode penanganan karies dengan intervensi minimal tanpa menggunakan bur Penatalaksanaan : .membasahi pit dan fissure dengan cotton pellet basah untuk membersihkan kondisioner.mengaplikasi kondisioner email pada pit dan fissure sesuai dengan petunjuk pabrik dalam waktu tertentu .mengoleskan petroleum jelly pada jari telunjuk . jangan menggunakan semprotan angin dan permukaan email tidak boleh kering .menginstruksikan pasien untuk tidak makan selama1 jam . palpasi (-) dan CE (+) atau lesi dini (bercak putih atau coklat) .- membersihkan kavitas dengan kapas yang telah dibasahi klorhexidin 2% atau akuades steril mengeringkan kavitas dengan kapas steril mengisolasi gigi dengan cotton roll (daerah kerja dalam mulut harus tetap kering) memasukkan tumpatan sementara VII.

ulangi beberapa kali .memastika isolasi masih baik.membersihkan kavitas dengan cotton pellet basah selama 5 detik.B. Pertahankan kondisi ini jangan terkontaminasi saliva dan darah .menegakkan diagnosis yaitu karies superfisial dan karies dentin (media) . Sedikit jaringan dentin berkaries dapat ditinggalkan jika sulit dijangkau atau pasien sudah tidak sabar . Kavitas akan terlihat mengkilat.mempersiapkan adonan SIK sesuai petunjuk pabrik . Pastikan pellet mengenai seluruh permukaan kavitas. kavitas dengan kedalaman email.memperbesar jalan masuk kavitas dengan menggunakan enamel acces cauter jika kavitas terlalu kecil .mengisolasi gigi menggunakan cotton roll (daerah kerja harus bebas dari saliva) . dimulai dari dentino-enamel junction sampai ke dasar kavitas.menghilangkan plak dan sisa makanan dengan menggunakan sonde dari bagian terdalam pit dan fissure gigi .melakukan konditioning menggunakan larutan SIK pada tetes pertama dengan cara cotton pellet lembab dicelupkan pada liquid kemudian dioleskan pada kavitas dan fissure di dekatnya. sondasi (-)/(+).menbersihkan kavitas dengan cotton pellet basah (dibasahi chlorheksidin gluconate) dan keringkan dengan cotton pellet kering . jika perlu cotton roll diganti dengan yang baru . perkusi (-).menentukan rencana perawatan yaitu penumpatan gigi dengan SIK ART . Penumpatan gigi dengan SIK ART Definisi : Penumpatan gigi adalah tindakan konservasi gigi dimana pulpa masih vital dan tidak terbuka Semen Ionomer Kaca (SIK) adalah bahan tambal gigi yang bersifat adhesif (melekat secar kimia pada permukaan gigi) Teknik Atraumatic Restorative Treatment (ART) adalah metode penanganan karies dengan intervensi minimal tanpa menggunakan bur Penatalaksanaan : .menggunakan ekscavator untuk membuang karies (dimulai dengan menggunakan ekscavator kecil) dengan gerakan menyerok. Gunakan cotton pellet sesuai ukuran kavitas atau bisa juga menggunakan microbrush sekali pakai .mematahkan email menggunakan hatchet jika email terlalu tipis dan kemungkinan akan fraktur jika dimasukkan tumpatan .memastikan fissure bebas dari debrish dan kavitas bebas dari demineralisasi .mengekplorasi dengan sonde untuk memastika kedalaman karies . palpasi (-) dan CE (+) atau lesi dini (bercak putih atau coklat) .melakukan pemeriksaan klinis menggunakan instrumen dasar.mengeringkan kavitas dengan cotton pellet (jangan menggunakan semprotan air).membasahi pit dan fissure gigi dengan menggunakan cotton pellet basah . Hal ini dilakukan untuk membersihkan kavitas dan memperkuat ikatan antara bahan tambal dengan email dan dentin.

-

-

memasukkan sebagian adonan SIK ke dalam kavitas menggunakan applie atau
instrumen carver. Dorong SIK ke sudut kavitas jika ada overhang email dengan
menggunakan ujung ekscavator ukuran besar yang membulat. Isi pit dan fissure yang
berdekatan tetapi jangan berlebihan karena kelebihan SIK harus dibuang
menekan permukaan tumpatan dengan jari telunjuk yang dioles petroleum jelly
selama 20 detik
membuang tumpatan yang berlebihan dengan carver
mengecek ketinggian tumpatan dengan kertas artikulasi
membuang petroleu jelly yang menempel di permukaan tumpatan dengan ekscavator.
Pastikan hubunga antara SIK dan email halus
mengoleskan varish atau petroleum jelly tipis-tipis ke permukaan gigi agar
melindungi SIK dari saliva sehingga waktu pengerasan sesuai dengan aturan
menginstruksikan kepada pasien untuk tidak makan selama 1 jam

VIII. Incisi abses gingiva ringan
Definisi:
Insici abses gingiva ringan adalah tindakan bedah yg dilakukan untuk membuang pus dari
abses didaerah gingiva yg mengalami infeksi.
Bahan dan alat:
a. Sarung tangan
b. Masker wajah dengan pelindung
c. Povidone iodine atau chlorhexidine
d. Kasa steril
e. Lidocain 1% atau Lidocain + epinefrin atau Bupivacaine
f. Spuit 5-10 ml
g. Jarum
h. Pisau scalpel (nomor 11 atau 15) dengan gagangnya
i. Klem bengkok
j. Normal saline dengan bengkok steril
k. Spuit besar tanpa jarum
Penatalaksanaan :
- Membersihkan daerah abses dengan chlorhexidine atau povidon iodine, dengan
gerakan melingkar, mulai pada puncak abses
- Menyuntikkan obat anestesi: Lidocain 1% atau Lidocain + epinefrin atau
Bupivacaine
ke dalam jaringan
atau dengan menyemprotkan chlor ethyl jika sudah terjadi kepundan
- Insici dg scalpel secara langsung diatas pusat abses sepanjang aksis panjang dari
kumpulan cairan atau menggunakan sonde jika sudah terjadi kepundan
- Bersihkan luka dengan normal saline, gunakan spuit tanpa jarum
- Teruskan irigasi sampai cairan yang keluar dari abses jernih


Beri resep:- anti biotik: amoksisilin 500 mg dan metronidazol 250 mg
setiap 8 jam selama 5 hari.dan
analgetik : parasetamol 500 mg 3 – 4 x sehari atau ibuprofen atau asam
mefenamat

Perawatan lanjutan:
a. Jadwalkan kontrol 2 atau 3 hari sesudah prosedur dan kembali sebelum jadwal
bila ada tanda-tanda perburukan,
i. meliputi kemerahan,
ii. pembengkakan, atau
iii. adanya gejala sistemik seperti demam
b. Beri antibiotik dan analgetik /antipiretik
IX. Scalling (Pembersihan karang gigi karena gingivitis/periodontitis)
Definisi :
Scalling adalah tindakan pengambilan plak dan kalkulus dari permukaan gigi baik dengan
menggunakan instrumen tangan maupun secara mekanik.
Scaling yang dilakukan secara periodik dapat mencegah terjadinya penyakit jaringan
penyangga gigi.
Scalling dilakukan untuk kasus-kasus yang berhubungan dengan penyakit gusi dan
periodontal.
Penatalaksanaan :
- melakukan pemeriksaan klinis menggunakan instrumen dasar untuk mengetahui
adanya gingivitis maupun periodontitis yang disebabkan karang gigi
- menegakkan diagnosis yaitu gingivitis atau periodontitis yang disebabkan karang
gigi
- menentukan rencana perawatan yaitu scalling (pembersihan karang gigi)
- melakukan pembersihan karang gigi pada gigi atau regio yang terjadi gingivitis atau
periodontitis, posisi operator menyesuaikan
- menginstruksikan pasien untuk kumur-kumur menggunakan obat kumur
- memastikan karang gigi sudah bersih
- mengolesi gusi yang terluka dengan povidon iodin atau iod gliserin
- meresepkan obat seperti pada kasus gingivitis dan periodontitis

DAFTAR BAHAN, OBAT DAN ALAT KESEHATAN UNTUK PERAWATAN GIGI DI
PUSKESMAS
NO NAMA PERAWATAN
1

PENGOBATAN

DAFTAR BAHAN DAN
OBAT
Bahan dan Obat :
- Amoksisilin 500 mg
- Amoksisilin 10-15
mg/kgbb
- Metronidazole 500
mg
- Metronidazole 250
mg
- Eritromisin 500 mg
- Klindamisin 300 mg
- Sefadroksil 500 mg
- Parasetamol 500 mg
- Parasetamol 10-15
mg/kgbb
- Ibuprofen 200 mg
- Ibuprofen 400 mg
- Asam mefenamat 500
mg
- Kalium diklofenak 50
mg
- Obat kumur povidon
iodin
- Obat kumur
klorhexidin gluconat
dan H202
- Eugenol
- Triamsinolon
(kenalog/)
- Vitamin C
Alat yang diperlukan
yaitu instrumen dasar
atau diagnosis set :
- Pinset
- Sonde
- Ekscavator
- Kaca mulut

KETERANGAN
Antibiotik diberikan tiap 8 jam
selama 5 hari

Analgesik diberikan tiap 8 jam
selama 3 hari

Kumur selam 0,5-1 menit Tiap 8
jam selam 3 hari

2

PENCABUTAN GIGI
SUSU DAN GIGI
TETAP

Bahan :
- Chlor etyl
- Iod gliserin
- Lidocain + adrenalin
injeksi
- Lidokain tanpa
adrenalin
- Spuit (jarum suntik)
3 ml dan 1 ml
- Anestesi topikal
- Sarung tangan
- Masker
- Kapas
- Kassa steril
- Povidon iodida 2 %
- Sponge gelatin
hemostatin
Alat yang diperlukan :
- Diagnostik
set/instrumen dasar
- Tang pencabutan gigi
susu
- Tang pencabutan gigi
tetap
- Bein
- Cryer
- Jarum jahit
- Benang suturing

3

PENUMPATAN SIK
ART

Bahan :
- Aquades steril
- Klorhexidin
- Kapas
- Paper pad
- Dentin konditioner
- SIK / Glass ionomer
cement ART
- Vernish atau
petroleum jelly
- Kertas artikulasi
- Microbrush
Alat ART yang harus
disediakan DINKES :

-

Kalsium hidroksida atau kalsium hidroksida plus iodoform pasta (metapex) .Klorhexidin .Kalsium hidroksida plus iodoform pasta (metapex) atau N2 .H202 atau klorhexidin 2% .Tumpatan sementara (caviton) .TKF .Tumpatan SIK 5 PERAWATAN MUMIFIKASI Bahan : .Tumpatan sementara (caviton) . sedang dan besar 4 PERAWATAN KAPING PULPA Bahan : .Eugenol .Tumpatan SIK / Glas Ionomer cement (fuji 2 dan fuji 9 atau Fuji ART) 6 SCALLING (PEMBERSIHAN Bahan : .Chkm .Natrium hipoklorit 2 % .Aquades steril .Povidon iodin atau .Aquades steril .Bahan devitalisasi pulpa (septodont) .Klorhexidin .- Enamel acces cauter atau carver Hatchet Sonde Ekscavator kecil.

Lidocain 1% atau Lidocain + epinefrin atau Bupivacaine .Povidone iodine atau chlorhexidine .Klem bengkok .Kasa steril .Jarum .Normal saline dengan bengkok steril .Sarung tangan .Spuit 5-10 ml .Spuit besar tanpa jarum .Obat kumur Bahan dan alat: .Masker wajah dengan pelindung .KARANG GIGI) 7 INCISI ABSES GINGIVA NORMAL iod gliserin .Pisau scalpel (nomor 11 atau 15) dengan gagangnya .