BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sistem reproduksi adalah sistem yang berfungsi untuk berkembang biak.
Terdiri dari testis, ovarium dan bagian alat kelamin lainnya. Reproduksi atau
perkembangbiakan merupakan bagian dari ilmu faal (fisiologi). Reproduksi secara
fisiologis tidak vital bagi kehidupan individual dan meskipun siklus reproduksi
suatu manusia berhenti, manusia tersebut masih dapat bertahan hidup, sebagai
contoh manusia yang dilakukan vasektomi pada organ reproduksi nya (testes atau
ovarium) atau mencapai menopause dan andropouse tidak akan mati.
Pada umumnya reproduksi baru dapat berlangsung setelah manusia
tersebut mencapai masa pubertas atau dewasa kelamin, dan hal ini diatur oleh
kelenjar-kelenjar

endokrin

dan

hormon

yang

dihasilkan

dalam

tubuh

manusia.Reproduksi juga merupakan bagian dari proses tubuh yang bertanggung
jawab terhadap kelangsungan suatu generasi.
Untuk kehidupan makhluk hidup reproduksi tidak bersifat vital artinya tanpa
adanya proses reproduksi makhluk hidup tidak mati. Akan tetapi bila makhluk
hidup tidak dapat bereproduksi maka kelangsungan generasi makhluk hidup
tersebut terancam dan punah, karena tidak dapat dihasilkan keturunan (anak) yang
merupakan sarana untuk melanjutkan generasi.

.
1.2 Tujuan
Untuk mengatahui anatomi, fisiologi, embryology, inervasi dan vaskularisasi alat
reproduksi genitalia interna pada wanita

LBM 1

1

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Skenario
Kemaluan sakit
Seorang anak perempuan berusia 15 tahun diantar ibunya ke Puskesmas
Mataram mengeluh kemaluannya sakit sudah beberapa hari yang lalu dan
dikatakan oleh ibunya, anaknya belum pernah menstruasi. Oleh dokter
Puskesmas segera diperiksa ternyata ternyata pada vestibulum vaginanya
tampak selaput kebiruan yang menonjol keluar dari introitus vagina.

2.2 Terminologi
1. Menstruasi
2. Vestibulum vagina
3. Introitus vagina

2.3 PERMASALAHAN
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Anatomi dan fisiologi system reproduksi wanita
embriologi system reproduksi wanita
Vaskularisasi organ reproduksi wanita
inervasi organ reproduksi wanita
siklus haid
Kelainan- kelainan yang dapat terjadi pada organ reproduksi wanita sehingga
menimbulkan nyeri.

2.4 PEMBAHASAN
2.4.1 Pembahasan Terminologi
1. Menstruasi

LBM 1

2

Panjang uterus 7. memiliki rongga dan berada di antara vesika urinaria disebelah anterior dan rektum disebelah posterior. Vestibulum vagina Vestibulum vagina adalah ruang antara kedua labium minus pudendi depan selaput darah.2004).Menstruasi adalah suatu perdarahan periodik dari uterus yang dimulai sekitar 14 hari setelah ovulasi secara berkala akibat terlepasnya lapisan endometrium uterus (Bobak. 2. Anatomi dan Fisiologi System Reproduksi Wanita a. Introitus vagina Introitus vagina adalah 2. isikonsepsi LBM 1 3 .2 Pembahasan Permasalahan 1. dilapisi peritoneum (serosa). System reproduksi wanita terbagi menjadi : Organ Genitalia Interna  Uterus Organ muskuler yang tebal. Selama kehamilan berfungsi sebagai tempat implatansi. retensi dan nutrisi konseptus.Suatu organ muskular berbentuk seperti buah pir.5 cm dan lebar 4 – 5 cm dengan berat sekitar 60 gram. 3. Pada saat persalinan dengan adanya kontraksi dinding uterus dan pembukaan serviks uterus.4. Anatomi Anatomi system reproduksi wanita terdiri dari berbagai macam bagian yang saling menunjang satu sama lain dan sangat terkoordinasi.

Fundus berbentuk kubah dan insersi tuba serta ligamentum rotundum dibagian atas corpus uteri. Ketebalan mukosa dan viskositas lendir serviksdipengaruhi siklus haid. dibagian lateral menempel pada berbagai struktur yang berada didalam ligamentum latum ( tuba falopii – ligamentum rotundum – ligamentum ovarii proprium – vasa LBM 1 4 . Dalam keadaan normal posisi uterus adalah antefleksi – anteversi. Terdiri dari 3 komponen utama: otot polos. fundus. isthmus dan serviks uteri.dikeluarkan. Terdiri dari corpus. Kelenjar mukosa serviks menghasilkan lendir getah serviks yang mengandung glikoprotein kaya karbohidrat (musin) dan larutan berbagai garam. Servik uteri dibagi menjadi 2 bagian: pars vaginalis dan pars supravaginalis . cornu. Uterus pada kehamilan lanjut. Sebelum melahirkan (nullipara / primigravida) lubang ostium externum bulat kecil. setelah pernah/riwayat melahirkan (primipara/ multigravida) berbentuk garis melintang.  Serviks uteri Bagian terbawah uterus. dan ostium uteri internum (dalam.  Corpus uteri Merupakan bagian terbesar uterus. arah cavum).Bagian uterus diatas isthmus disebut corpus uteri dan bagian dibawah isthmus disebut servik. Bagian luar di dalam rongga vagina yaitu portiocervicis uteri (dinding) dengan lubang ostium uteri externum (luar. arah vagina) dilapisi epitel skuamokolumnar mukosa serviks. peptida dan air. terdiri dari pars vaginalis (berbatasan / menembus dinding dalam vagina) dan pars supravaginalis. dibagian anterior menempel pada vesika urinaria dan dibagian posterior menempel pada intestinum . jalinan (kolagen dan glikosamin) dan elastin. Posisi serviks mengarah ke kaudal-posterior. setinggi spina ischiadica. Terlihat pasokan vaskular yang hipertrofis. dibagian dalam servik terdapat kanalis servikalis.

uterina dan ureter ). Dinding uterus terdiri dari 3 lapisan:  Serosa (peritoneum visceralis) yang melekat pada ligamentum latum uteri di intraabdomen  Miometrium berupa otot polos tiga lapis (dari luar ke dalam arah serabut ototlongitudinal. bentuk kelenjar dan stroma bervariasi sesuai dengan siklus haid. Saluran ini menghubungan cavum uteri dengan cavum peritoneale. Arteria uterina menyilang ureter sebelum berjalan di dinding lateral uterus. ligamentum rectouterina. anyaman dan sirkular)  Endometrium adalah lapisan berongga yang lunak yang mengandung sejumlah kelenjar dan dilapisi dengan “ciliated collumnar epithelium”. ligamentum vesicouterina. Cavum uteri berbentuk segitiga dengan kubah yang berada pada bidang setinggi kedua ostium tuba falopii dan apex bagian bawah setinggi ostium uteri internum.5 cm dari fornix lateralis. ligamentum ligamentum infundibulo ovarii. Titik persilangan tersebut kira-kira 1. ketebalan pasca menstruasi dini ± 1 – 2 mm dan menjelang menstruasi ± 4 – 7 mm.  Ligamenta penyangga uterus terdiri dari ligamentum latum uteri. ligamentum rotundum uteri. Tuba dapat dibagi menjadi 4 bagian :  Pars uterina / interstitsialis  Pars Isthmica ( penamang melintang paling sempit )  Pars Ampullaris  Pars Infundibularis [fimbriae] LBM 1 5 . sacrouterina ligamentum propium. cardinale. ligamentum pelvicum.  Tuba Falopii Dua buah saluran muskuler yang terbentang dari sudut superior uterus kearah lateral dengan panjang masing-masing sekitar 8 – 14 cm.

ovulasi (pengeluaran ovum). Ovarium terbungkus oleh tunica albuginea yang mirip dengan yang dijumpai pada testis.0 cm. Masing-masing memiliki permukaan medial dan lateral.Dinding Tuba Falopii terdiri dari 3 lapisan :  Lapisanserosa  Lapisan muskularis  Lapisan mucosa Mukosa tuba dilapisi selapis sel kolumnar yang sebagian memiliki bulu-getar (silia) dan sebagian lain memiliki kelenjar. Masing-masing ovarium memiliki tepi anterior (mesovarium) dan tepi posterior yang bebas. Bagian luar ovarium disebut cortex yang memiliki gameet dan dibagian dalam disebut medula yang mengandung banyak pembuluh darah besar serta syaraf. progesteron oleh korpus luteum pascaovulasi). Ligamentum penyangga ovarium adalah :  ligamentum suspensorium ovarii ( ligamentum infundibulo-pelvicum ) dan  ligamentum Ovarii Proprium. postero-caudal tuba falopii. Pembuluh darah ovarium terutama berasal dari arteri ovarica yang merupakan cabang aorta abdominalis dan selanjutnya dialirkan keluar ovarium melalui vena ovarica.5 – 5. Masing-masing folikel mengandung ovum immature (oosit) yang terbungkus dengan satu atau beberapa lapisan sel. sintesis dan sekresi hormon-hormon steroid (estrogen oleh teka interna folikel.5 – 3. Bila oosit hanya dilapisi oleh LBM 1 6 .Ovarium berfungsi dalam pembentukan dan pematangan folikel menjadi ovum (dari sel epitelgerminal primordial di lapisan terluar epital ovarium di korteks).0 cm dengan lebar kira-kira 1.  Ovarium Ovarium (indung telur) adalah sepasang organ berbentuk seperti buah almond yang berada disamping uterus didekat dinding lateral pelvis dan berada pada lapisan posterior ligamentum latum. Panjang kirakira 2. Cortex ovarium relatif avaskular dan dijumpai sejumlah folikel ovarium kecil.

Folikel d’graf atau folilkel vesikuler yang matur memiliki antrum yang sangat dominan dan folikel biasanya menonjol keluar permukaan ovarium. pada wanita dewasa. Organ Genitalia Eksterna  Vulva Tampak dari luar (mulai dari mons pubis sampai tepi perineum).Setiap bulan. Folikel primer memiliki dua atau lebih lapisan sel granulosa kubis yang mengitari oosit. hymen. peristiwa ini disebut Ovulasi. sel tersebut dinamakan sel folikel. Ruangan tersebut sering mengalami penyatuan (coalesence) membuat cavum sentral yang disebut sebagai antrum. orificium urethrae externum. bila dilapisi oleh beberapa lapisan sel-sel tersebut dinamakan sel granulosa. oosit dilapisi oleh satu lapisan sel pipih (sguamoues epithelium). satudari folikel yang masak mengeluarkan oosit dari ovarium. labiamayora.satu lapisan sel. LBM 1 7 . vestibulum. clitoris. Dibagian cortex terdapat sejumlah folikel dengan berbagai derajat maturasi. kelenjar-kelenjar pada dinding vagina. terdiri dari mons pubis. Folikel sekunder mengandung ruang-ruang berisi cairan diantara sel granulosa. labia minora. Pada folikel primordial.

dan corpus clitoridis yang tertanam di dalam dinding anterior vagina. Terdapat 6 lubang/orificium. sangat sensitif. Terdapat juga reseptor androgen pada clitoris. Mons pubis / mons veneris Lapisan lemak di bagian anterior symphisis os pubis. Hymen normal LBM 1 8 . tidak mempunyai folikel rambut. batas lateral labia minora.  Labia mayora Lapisan lemak lanjutan mons pubis ke arah bawah dan belakang. Pada masa pubertas daerah ini mulai ditumbuhi rambut pubis. Pada gadis (virgo) tertutup lapisan tipis bermukosa yaitu selaput dara / hymen. banyak mengandungpleksus vena. Homolog embriologik dengan skrotum pada pria. Banyak pembuluh darah dan ujung serabut saraf. Berasal dari sinus urogenital. Homolog embriologik dengan penis pada pria. Antara fourchet dan vagina terdapat fossa navicularis. otot polos dan ujung serabut saraf.  Labia minora Lipatan jaringan tipis di balik labia mayora. introitus vaginae. Ligamentum rotundum uteri berakhir pada batas atas labia mayora. Di bagian bawah perineum. labia mayora menyatu (pada commisura posterior). ductus glandulae Bartholinii kanan-kiri dan duktus Skene kanan-kiri.  Introitus / orificium vagina Terletak di bagian bawah vestibulum. utuh tanpa robekan. yaitu orificium urethrae externum. Banyak terdapat pembuluh darah.  Clitoris Terdiri dari caput/glans clitoridis yang terletak di bagian superior vulva. batas bawah fourchet.  Vestibulum Daerah dengan batas atas clitoris.

coccygeus) dan diafragma urogenitalis (m. bawah dari sinus urogenitalis. posterior dan lateralis di sekitar cervix uteri. kadang perlu dipotong (episiotomi) untuk memperbesar jalan lahir dan mencegah ruptur. septum atau fimbriae.Fungsi vagina : untuk mengeluarkan ekskresi uterus pada haid. fornix posterior. Daerah di sekitar cervix disebut fornix. antara anus dan vagina. Perineum meregang pada persalinan.Bagian atas vagina terbentuk dari duktus Mulleri. dapat berbentuk bulan sabit. LBM 1 9 . Corrunculae myrtiformis adalah sisa-sisa selaput dara yang robek yang tampak pada wanita pernah melahirkan / para. cribiformis. Bentuk himen postpartum disebut parous. bulat. Vagina memiliki dinding ventral dan dinding dorsal yang elastis. Dilapisi epitel skuamosa berlapis. oval. Hymen yang abnormal. Akibat coitus atau trauma lain. hymen dapat robek dan bentuk lubang menjadi tidak beraturan dengan robekan (misalnya berbentuk fimbriae). dan fornix lateral kanan dan kiri.m. sangat sensitif terhadap stimulasi orgasmus vaginal. Titik Grayenbergh (G-spot).  Perineum Daerah antara tepi bawah vulva dengan tepi depan anus. merupakan titik daerah sensorik di sekitar 1/3 anterior dindingvagina.terdapat lubang kecil untuk aliran darah menstruasi. dapat menyebabkan darah menstruasi terkumpul di rongga genitalia interna. Perineal body adalah raphe median m. misalnya primer tidak berlubang (hymen imperforata) menutup total lubang vagina.levator ani.  Vagina Rongga muskulo membranosa berbentuk tabung mulai dari tepi cervix uteri di bagian kranial dorsal sampai ke vulva di bagian kaudal ventral.levator ani.perinealis transversus profunda. m. Batas otot-otot diafragma pelvis (m. dibagi dalam 4 kuadran : fornix anterior. berubah mengikuti siklus haid. untuk jalan lahir dan untuk kopulasi (persetubuhan). Batas dalam secara klinis yaitu fornices anterior.constrictor urethra).

Estrogen : o Mempertahankan fungsi otak o Mencegah gejala menopause (seperti hot flushes) dan gangguan mood o Meningkatkan pertumbuhan dan elastisitas serta sebagai pelumassel jaringan (kulit. Kedua hormon itu masing – masing merangsang hipofisis anterior untuk menyekresi follicle-stimulating hormone (FSH) dan leutenizing hormone (LH). pada gilirannya juga memengaruhi produksi GnRH spesifik. pusat pengendalian hormon dari sistem reproduksi adalah hipotalamus. Ekstrogen : o Pertumbuhan alat kelamin o Pematangan sel – sel kelamin o Pemeliharaan sel – sel reproduksi o Menimbulkan tanda – tanda seks skunder pada wanita b. Progesteron : o Mempengaruhi konraksi otot rahi o Pada endometrium uterus berfungsi mempersiapkan untuk nidasi bloktostocyst dan mempercepat pertumbuhan kelenjar pada endometrium eterus Peran hormon : a. Langkah – langkah ini telah di pelajari dengan saksama melalui pengukururan kadar FSH dan LH dalam darah dan kemih setiap hari. bergantung kepada serangkaian langkah – langkah siklik yang terkoordinasi dengan baik.Fungsi Hormonal Perubahan hormonal siklik mengawali dan mengatur fungsi ovarium dan perubahan endometrium. Efek hormon: a. sebagai mekanisme umpan balik yang mengatur kadar hormon gonadotropik. Siklus menstruasi yang berlangsung secara teratur tiap bulan. yang melibatkan sekresi hormon pada berbagai tingkat dalam siste terintegrasi . Estrogen dan progesteron. Dua hormon hipotalamus gonadotropic–releasing hormone (GnRH). Rangkaian peristiwa akan di awali oleh sekresi FSH dan LH yang menyebabkan produksi estrogen dan progesteron dari ovarium dengan akibat perubahan fisiologik pada uterus. dan pembuluh darah) o Pola distribusi lemah di bawah kulit sehingga membentuk tubuh wanita yang feminin LBM 1 10 . yaitu follicle-stimulating horone-releasing hormone (FSHRH) dan luteinizing hormone-releasing hormone (LHRH). saluran kemih. vagina.

4 sampai 1.o Produksi sel pigmen kulit b. organ seksual dan sel darah merah Banyak darah yang keluar saat menstruasi. kulit. Progesteron o Mengatur siklus haid o Mengembangkan jaringan payudara o Menyiapkan rahim pada waktu kehamilan o Melindungi wanita pasca menopause terhadap kanker endometrium c. tuba uterina serta ovarium. dimana lipatan uretra ini akan menjadi klitoris dan labia minora sedangkan tonjolan genitalia akan menjadi labia mayor. (conningkan. Embriologi system reproduksi wanita Embriologi genitalia eksterna dan interna dimulai dari PRONEFROS DAN MESONEFROS. Androgen o Merangsang dorongan seksual o Merangsang pembentukan otot. tulang.4 mg per g. yaitu 25-60 ml. 1995) 2. Konsentrasi Hb normal 14 gr per dl dan kandungan besi Hb 3. Volume darag ini mengandung 12-29 Mg besi dan menggambarkan kehilangan darah yang sam dengan 0.0 Mg sesi untuk setiap hari siklus tersebut atau 150 sampai 400 mgpertahun. uterus. pada wanita normal selama satu periode menstruasi telat ditentukan oleh beberapa kelompok peneliti. Yang akan membentuk genitalia interna terdiri dari duktus mesonefrikus serta duktus premesonefrikus yang akan berkembang menjadi lubang vagina. LBM 1 11 . Dimana yang akan membentuk genitalia eksterna adalah lipatan uretra dan tonjolan genitalia.

tampak tiga komponen utama pembentuk genitalia eksterna dan interna yaitu peonefros mesonefros dan metanefros LBM 1 12 .

Proses pembentukan ovarium serta tuba uterina yg berasal dari duktus premesonefrikus 3.Vaskularisasi system reproduksi wanita vaskular LBM 1 13 .

hipofisis dan ovarium serta perubahan morfologis yang dihasilkan pada ovarium dan endometrium uterus.Inervasi system reproduksi wanita 5. Siklus ini menandakan fluktuasi irama hormone hipotalamus. Rentang siklus menstruasi berkisar sekitar LBM 1 14 .4.siklus menstruasi Siklus menstruasi adalah siklus fisiologis yang secara periodik dialami oleh setiap wanita usia reproduksi.

1) Siklus ovarium a) Fase folikular (preovulatori) i) Di awal siklus (hari 1 fase folikular). (disertai reseptor FSH pada sel-sel granulose dan reseptor LH pada sel-sel taka) mulai mensekresi estrogen. ii) Kelompok folikel primer. 20 sampai 25. iii) Folikel tersebut kemusdian tumbuh dan membentuk antrum.28 hari dengan rentang 18-40 hari masih dianggap normal. Folikel primer kemudian berubah menjadi folikel sekunder LBM 1 15 . FSH dan LH disekresi dari hipofisis anterior sesuai dengan sinyal dari sekresi pulsatil GnRH hipotalamus. Siklus menstruasi berhubungan dengan siklus ovarium dan siklus endometrium.

Penurunan FSH cenderung menghambat perkembangan LBM 1 16 .iv) Awalnya. peningkatan kadar estrogen plasma menghambat FSH dan LH melalui umpan balik negative.

Meiosis akan berlanjut jika oosit dibuahi. Sintesis enzim dan prostaglandin yang penting untuk rupture folikel. Puncak ini menyebabkan LH juga mencapai puncak tertinggi atau puncak LH. hal ini akan mengakibatkan efek simulatori umpan balik positif pada hipofisis dan meningkatkan produksi LH. Puncak LH akan berakibat sebagai berikut  Oosit menyelesaikan pembelahan meiosis pertama dan selanjutnya menjadi oosit   sekunder dan badan polar pertama. LBM 1 17 . v) Jika konsentrasi estrogen darah terus meningkat selama fase midfolikular. Ovulasi atau pelepasan oosit dan sel-sel yang berkaitan dengannya ke dalam rongga tubuh agar dapat ditarik tuba uterin (berlangsung 24 sampai 38 jam setelah puncak LH). b) Fase ovulasi Puncak estrogen adalah kadar estrogen darah yang tinggi yang dipertahankan selama ±50 jam. Hal ini terjadi 13 sampai 15 hari sebelum awal siklus menstruasi selanjutnya. Produksi estrogen terus meningkat.folikel selanjutnya kecuali pada folikel utama yang terpilih untuk ovulasi.

c) Fase luteal i) Korpus luteum kemudian memproduksi progesterone dan sedikit estrogen.berubah menjadi korpus luteum. Sel folikel rupture setelah menjalani proses luteinsasi. ii) Peningkatan kadar progesterone dan estrogen dalam darah menyebabkan umpan balik negative yang kuat pada FSH dan LH. LBM 1 18 .

LBM 1 19 . FSH dan LH kembali meningkat untuk memulai siklus baru. 2) Siklus endometrium terjadi dalam rangka mempersiapkan endometrium uterus untuk memberi nutrisi dan mempertahakan ovum jika sudah dibuahi. Peristiwa dalam siklus endometrium sangat berkorelasi dengan peristiwa hormonal dan morfologis dalam siklus ovarium a) Fase menstruasi Merupakan periode perdarahan selama 4 sampai 5 hari akibat peluruhan endometrium uterus dan dikeluarkan melalui vagina. iv) Penurunan kadar estrogen dan progesterone darah kemudian menyebabkan umpan balik negative terhadap hipofisis anterior berkurang. endometrium diperbaiki melalui pembelahan sel dalam lapisan basal saat menstruasi masih berlangsung. korpus luteum mengalami kemunduran dan kadar estrogen dan progesterone menurun tajam. Dibawah pengaruh estrogen dari folikel yang berkembang dalam ovarium.iii) Tanpa LH untuk mempertahankannya.

LBM 1 20 .

i) Endometrium yang berproliferasi dari lapisan basal kembali menjadi tebal dan tervaskularisasi dengan baik. ii) Arteriol spiral terkonvulsi (berlipat-lipat).  Arteriol spiral. hipotalamus mensekresi Gonadotropin releasing hormon (GnRH). Kelainan pada banyak dan lamanya perdarahan a.kadang disertai dengan bekuan darah sewaktu menstruasi. Hipermenore (Menorraghia) Definisi Perdarahan haid lebih banyak dari normal atau lebih lama dari normal (lebih dari 8 hari).  Korpus luteum berdegenerasi. Endometrium siap berimplantasi. ii) Kelenjar tubular tumbuh dalam lapisan superficial. mucus dan sedikit  darah akan terlepas ke dalam rongga uterus. iii) Jika pembuaha tidak terjadi.kelainan-kelainan yang dapat terjadi pada saat menstruasi 1. iii) Arteriol spiral menonjol diantara kelenjar untuk menyuplai sel-sel endometrial dan glandular. Fragmen jaringan endometrium.Hal ini pada gilirannya menyebabkan folikel di LBM 1 21 . c) Fase sekretori (progestasi) Progeteron merangsang kelanjutan pertumbuhan lapisan superficial. sekarang tidak didukung hormone. Perdarahan (menstruasi) berlangsung selama 4 sampai 5 hari dan siklus akan dimulai kembali. Saat arteriol berdilatasi. sekresi kelenjar glandular. Sel-sel kelenjar berproliferasi dengan cepat. tetapi tidak mengakumulasi banyak sekresi. kadar progerteron dan estrogen berkurang. Konstriksi ini mengurangi aliran darah dan menyebabkan   iskemia serta kematian (nekrosis) jaringan dan kelenjar disekitarnya. darah keluar dari area yang telah terdisintegrasi. berkonstriksi dan berdilatasi secara intermitten. 6. Patofisiologi Pada siklus ovulasi normal. endometrium beregresi. yang menstimulasi pituitary agar melepaskan Foliclestimulating hormone (FSH). Estrogen juga menyebabkan pertumbuhan reseptor progesterone pada sel-sel endometrial. i) Kelenjar membesar dan mensekresi nutrient (glikogen dan lemak) untuk mempertahankan perkembangan embrio jika sudah terjadi pembuahan.b) Fase proliferasi Fase prliferasi brlangsung sampai terjadinya ovulasi.

kekurangan lemak tubuh untuk membuat hormon steroid. Patofisiologi Dapat diakibatkan oleh Asherman’s syndrome. Endometrium berplroliferasi dengan cepat. Kelainan pada siklus haid LBM 1 22 . dan korpus luteum akan mensekresi progesteron. dan faktor psikogenik 2. Perkembangan folikel menghasilkan esterogen yang berfungsi menstimulasi endometrium agar berproliferasi.Pada siklus anovulasi. Siklus anovulasi juga terjadi pada beberapa kondisi patologis. Lama perdarahan : Secara normal haid sudah terhenti dalam 7 hari. maka ovulasi tidak terjadi. b. Kalau haid lebih lama dari 7 hari maka daya regenerasi selaput lendir kurang.Siklus anovulasi pada umumnya terjadi 2 tahun pertama setelah menstruasi awal yang disebabkan oleh HPO axis yang belum matang. Setelah ovum dilepaskan kadar FSH dan LH rendah.ovarium tumbuh dan matur pada pertengahan siklus. ketika folikel tidak terbentuk produksi esterogen menurun dan mengakibatkan perdarahan. Folikel yang telah kehilangan ovum akan berkembang menjadi korpus luteum. tetapi dengan berkurangnya LH. Progesteron menyebabkan poliferasi endometrium untuk berdeferemnsiasi dan stabilisasi. Menstruasi berasal dari dari peluruhan endometrium sebagai akibat dari penurunan kadar esterogen dan progesteron akibat involusi korpus luteum. mioma. Misal pada endometritis. Kebanyakan siklus anovulasi berlangsung dengan pendarahan yang normal. namun ketidak stabilan poliferasi endometrium yang berlangsung tidak mengakibatkan pendarahan hebat. Hypomenorhea (kriptomenorrhea) Definisi Suatu keadaan dimana perdarahan haid lebih pendek atau lebih kurang dari biasanya. 14 hari setelah ovulasi terjadilah menstruasi. perkembangan folikel terjadi dengan adanya stimulasi dariFSH. pelepasan leteinzing hormon (LH) dan FSH menghasilkan ovulasi. Akibatnya tidak ada korpus luteum yang terbentuk dan tidak ada progesteron yang disekresi.

Oligomenorrhea Definisi Suatu keadaan dimana haid jarang terjadi dan siklusnya panjang lebih dari 35 hari c. Amenorea Definisi Adalah keadaan tidak datang haid selama 3 bulan berturut-turut. Hypogonadotropic amenorrhoea menunjukkan keadaan dimana terdapat sedikit sekali kadar FSH dan SH dalam serum. b. ketidak adekuatan hormon ini menyebabkan kegagalan stimulus terhadap ovarium untuk melepaskan estrogen dan progesteron.a. Hal iniadalah tipe keterlambatan pubertas karena disfungsi hipotalamus atau hipofosis anterior. Disgenesis gonad atau prematur menopause adalah penyebab yang mungkin. Hypergonadotropic amenorrhoea merupakan salah satu penyebab amenore primer. Hypergonadotropic amenorrhoea adalah kondisi dimnana terdapat kadar FSH dan LH yangcukup untuk menstimulasi ovarium tetapi ovarium tidak mampu menghasilkan estrogen dan progesteron. Kegagalan pembentukan estrogen dan progesteron akan menyebabkan tidak menebalnya endometrium karena tidak ada yang merasang. Polimenorea (Epimenoragia) Definisi Adalah siklus haid yang lebih memendek dari biasa yaitu kurang 21 hari. Hal ini menandakan bahwa ovarium atau gonad tidak berespon terhadap rangsangan FSH dan LH dari hipofisis anterior. Terjadilah amenore. Patofisiologi Amenore primer dapat diakibatkan oleh tidak adanya uterus dan kelainan pada aksis hipotalamus-hipofisis-ovarium. Akibatnya. sedangkan jumlah perdarahan relatif sama atau lebih banyak dari biasa. Pada tes kromosom seorang individu yang masih muda dapat menunjukkan adanya hypergonadotropic LBM 1 23 .seperti adenoma pitiutari.

Disgenesis gonad menyebabkan seorang wanita tidak pernah mengalami menstrausi dan tidak memiliki tanda seks sekunder. 4. Pra Menstruasi Syndrom Definisi Ketegangan sebelum haid terjadi beberapa hari sebelum haid bahkan sampai menstruasi berlangsung.Hal ini dikarenakan gonad ( oavarium ) tidak berkembang dan hanya berbentuk kumpulan jaringan pengikat. 3. Perdarahan di luar haid Metroragia Definisi Adalah perdarahan yang tidak teratur dan tidak ada hubungannya dengan haid.Amenore sekunder disebabkan oleh faktor lain di luar fungsi hipotalamus-hipofosis-ovarium. atau bisa juga karena adanya abnormalitas regulasiovarium sperti kelebihan androgen yang menyebabkan polycystic ovary syndrome. Amenore yang terjadi mungkin saja disebabkan oleh adanya obstruksi terhadapaliran darah yang akan keluar uterus. Disebabkan oleh :      Sekresi estrogen yang abnormal Kelebihan atau defisiensi progesteron Kelebihan atau defisiensi kortisol. atau prolaktin Kelebihan hormon anti diuresis Kelebihan atau defisiensi prostaglandin LBM 1 24 . Hal ini berarti bahwa aksis hipotalamushipofosis-ovarium dapat bekerja secarafungsional. Pre menstrual tension terjadi pada umur 30-40 tahun. Gangguan lain yang berhubungan dengan haid a. androgen. Terjadi karena ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesterom menjelang menstruasi.amenorrhoea. PMS merupakan sejumlah perubahan mental maupun fisik yang terjadi antara hari ke-2 sampai hari ke-4 sebelum menstruasi dan segera mereda setelah menstruasi dimulai.

sehingga mudah pecah dan melepaskan enzim fosfolipase A2.yang akan menyebabkan gejala depresi.Prolaktin dihasilkan sebagai oleh kelenjar hipofisis dan dapat mempengaruhi jumlah esterogen dan progesteron yang dihasilkan pada setiap siklus. Kadar esterogen akan mengganggu proses kimia tubuh ternasuk vitamin B6 (piridoksin) yang dikenal sebagai vitamin anti depresi. Dismenore Definisi Adalah nyeri sewaktu haid.Hal ini akan mengakibatkan penurunan kadar progesterondan mengakibatkan labilisasi membran lisosom. sistem saraf. Patofisiologi Korpus luteumakan mengalami regresi apabila tidak terjadi kehamilan. dan sebagai anti peradangan.Hormon lain yang dikatakan sebagai penyebab gejala premenstruasi adalah prolaktin.Gangguan metabolisme prostaglandin akibat kurangnya gamma linolenic acid (GLA). yang merangsang kontraksi dan vasokonstriksi miometrium. Wanita yang mengalami sindroma pre-menstruasi tersebut kadar prolaktin dapat tinggi atau normal. Akibatnya terjadi LBM 1 25 . Fosfolipase A2 akan menghidrolisis senyawa fosfolipid yang ada di membran selendometriumdan menghasilkanasam arakhidonat.Patofisiologi Meningkatnya kadar esterogen dan menurunnya kadar progesteron di dalam darah. progesterone). b. Jumlah prolaktin yang terlalubanyak dapat mengganggu keseimbangan mekanisme tubuh yang mengontrol produksi kedua hormon tersebut. Etiologi dan patogenesis dari dismenore sampai sekarang belum jelas.Fungsi prostaglandin adalah untuk mengatur sistem reproduksi (mengatur efek hormon esterogen.Wanita dengan dismenore primer didapatkan adanya peningkatan kadar PGF2 alfa di dalam darahnya. Dismenorea terjadi pada 30-75 % wanita dan memerlukan pengobatan. Asam arakhidonat bersama dengan kerusakan endometrium akan merangsang kaskade asam arakhidonat dan menghasilkan prostaglandin PGE2 dan PGF2 alfa.

Hal ini terjadi karena pecahnya folikel Graff. selanjutnya meningkatkann ambang rasa sakit pada ujung-ujung saraf aferen nervus pelvicus terhadap rangsang fisik dan kimia. Lamanya bisa beberapa jam bahkan sampai 2-3 hari.peningkatan kontraksi dan disritmi uterus. Mastodinia atau Mastalgia Definisi Adalah rasa tegang pada payudara menjelang haid. c. d. fase proliferasi.1 KESIMPULAN System reproduksi wanita merupakan organ yang sangat sensitive yang terdiri dari genitalia interna dan eksterna yang saling terhubung satu sama lainnya dan akan saling memberikan umpan balik yang dibutuhkan untuk dapat memenuhi fungsinya sebagai tempat menunjang kehidupan. Terkadang Mittelschmerz diikuti oleh perdarahan yang berasal dari proses ovulasi dengan gejala klinis seperti kehamilan ektopik yang pecah. sehingga terjadi retensi air dan garam yang disertaihiperemia didaerah payudara. Dengan LBM 1 26 . serta fase iskemia.Sebab- sebabDisebabkan oleh dominasi hormon estrogen.sehingga terjadi penurunan aliran darah ke uterus dan mengakibatkan iskemia dan menimbulkan abdominal cramp. berlangsung beberapa jam sampai beberapa hari di pertengahan siklus menstruasi. BAB III PENUTUP 3. Mittelschmerz (Rasa Nyeri pada Ovulasi) Definisi Adalah rasa sakit yang timbul pada wanita saat ovulasi. Prostaglandin sendiri dan leukotrine juga menyebabkan sensitisasi. fase sekresi. Fase haid terdiri dari 4 fase yaitu fase menstruasi.

Leeson. A Anthony. Buku ajar histologi. Langman Embriologi Kedokteran. LBM 1 27 . C Thomas.terjadinya haid dapat menimbulkan rasa nyeri pada organ kemaluan yang dimana rasa nyeri itu terbagi menjadi nyeri primer dan nyeri sekunder. Paparo. Jakarta: EGC. T. DAFTAR PUSTAKA  Sadler. 5 th ed. C Roland. 2010. Jakarta: Penerbit Buku  Kedokteran EGC Leeson. 2005.W.

 USA: McGraw hill companies. Lauralee. Jakarta: EGC.1990. 2 nd ed. Junqueira’s basic histology: textbook and atlas. Sherwood. Mescher. 3 rd ed.2001. Fisiologi manusia: dari sel ke sistem.2010. L Anthony. Guyton. Jakarta:  EGC. 12 th ed. C Arthur: Fisiologi manusia dan mekanisme penaykit. LBM 1 28 .