DAFTAR ISI

TOPIK I

Dasar Akuntansi Manajemen Dan System Penentuan Harga
Pokok (Fundamental And Cost Accumulation System)

BAB  1

Peran,Sejarah & Tujuan Akuntansi Manajemen

BAB  2

Akumulasi Biaya dan Perhitungan Biaya Produksi

BAB  3

Perilaku Biaya

TOPIK II

Cost Management System

BAB  4

Perhitungan Harga Pokok Berdasarkan Aktivitas (Activity Based
Costing (ABC)

BAB  5

Activity Based Management

TOPIK III

Perencanaan dan Pengendalian

BAB  6

Anggaran

BAB  7

Pengukuran Kinerja

BAB  8

Biaya Kualitas & Produktivitas: Pengukuran, Pelaporan, dan
Pengendalian

BAB  9

Evaluasi Sistem Pengendalian Manajemen

TOPIK IV

Penggunaan Informasi Akuntansi Untuk
Keputusan

BAB  10

Cost Volume Profit Analysis

BAB  11

Biaya Relevan

BAB  12

Target Biaya dan Keputusan Harga Jual

BAB  13

Keputusan Investasi

Pengambilan

1

BAB 1
Peran,Sejarah & Tujuan Akuntansi Manajemen
1.

SISTIM INFORMASI AKUNTANSI MANAJEMEN
Informasi diperlukan untuk:
„

Identifikasi problem
Identifikasi solusi problem
„ Evaluasi keputusan seperti usaha perbaikan
„

Tiga Tujuan informasi akuntansi manajemen:
„

Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perhiutngan harga pokok dan tujuan lain yang
diinginkan oleh manajemen.
„ Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevalusian
dan perbaikan berkelanjutan
„ Menyediakan informasi untuk proses pengambilan keputusan.

Model Operasional Sistem informasi akuntansi Manajemen

Peristiwa ekonomi

Masukan

Pengumpulan
Pengukuran
Penyimpanan
Analisa
Pelaporan
Pengelolaan

Proses

Laporan khusus
Harga Pokok
Biaya pelanggan
Anggaran
Laporan kinerja
Komunikasi

Keluaran

Users

Proses Manajemen :
a.

b.

Perencanaan
¾ Penetapan Tujuan
¾ Identifikasi cara mencapai tujuan
¾ Contoh : anggaran
Pengendalian
¾ Monitoring implementasi rencana
2

¾ Umpan balik informasi yang digunakan untuk evaluasi
¾ Berdasar info umpan balik:
– Lanjutkan implementasi sesuai rencana awal
– Lakukan tindakan koreksi jika diperlukan, atau
– Ubah rencana.
¾ Contoh : laporan kinerja
c.

2.

Pengambilan Keputusan
¾ Pemilihan alterntive yang paling mungkin
¾ contoh:  keputusan harga jual

AKUNTANSI MANAJEMEN DAN AKUNTANSI KEUANGAN
Sistem informasi akuntansi pada suatu organisasi pada umumnya memiliki dua subsistem utama
yaitu sistyem akuntansi manajemen dan system akuntansi keuangan. Keduanya mempunyai tujuan
yang berbeda seperti yang Nampak dibawah ini :

Akuntansi Manajemen

3.

Akuntansi Keuangan

Pengguna:

internal (manajer, direksi )

external (investor, perbankan)

Aturan standar:

Tidak ada

Standar Akuntansi

Jenis informasi:

Keuangan dan non keuangan

keuangan

Orientasi waktu

Masa depan

Masa lalu (historis)

Ukuran laporan:

Lebih rinci

Informasi seluruh kinerja
perusahaan

PERSPEKTIF SEJARAH AKUNTANSI MANAJEMEN
Pada tahun 1990 banyak perubahan dalam praktik akuntansi manajemen terutama dalam
perhitungan harga pokok dalam rangka peningkatan kualitas, produktivitas dan pengurangan biaya.

4.

TEMA BARU DALAM AKUNTASI MANAJEMEN
¾
¾
¾
¾
¾
¾
¾
¾

Activity-based management
orientasi pada pelanggan
Penetapan posisi strategis
Rantai nilai
Perpektif lintas fungsional
TQM
Waktu sebagai unsur kompetitif
Efisiensi
3

Sebuah biaya kesempatan (opportunity cost )adalah manfaat yang diberikan ketika salah satu alternatif dipilih di atas yang lain. Ketertelusuran adalah kemampuan untuk menetapkan biaya untuk sebuah obyek biaya dengan cara yang layak secara ekonomi melalui hubungan sebab-akibat. Contoh kegiatan meliputi setup peralatan. Biaya tidak langsung tidak dapat dengan mudah dan akurat ditelusuri ke objek biaya Biaya Utama (Prime cost) adalah biaya bahan baku dan tenaga kerja Biaya konversi (conversioan cost) adalah biaya tenaga kerja dan overhead. departemen. PEMBEBANAN BIAYA: PENELUSURAN LANGSUNG. biaya kesempatan harus dipertimbangkan ketika mengevaluasi alternatif untuk pengambilan keputusan Beban (Expenses ) adalah biaya kadaluarsa. Terminology Pembebanan Biaya Biaya (cost) adalah kas (atau setara kas) nilai dikorbankan untuk barang atau jasa yang diharapkan akan menghasilkan manfaat saat ini atau masa depan. pelanggan. penanganan bahan. namun. Meningkatkan akurasi pembebanan biaya yang menghasilkan informasi berkualitas tinggi untuk pengambilan keputusan a. Kegiatan obyek biaya. Aktivitas adalah sebuah unit dasar pekerjaan yang dilakukan dalam sebuah organisasi. Biaya langsung dapat dengan mudah dan akurat ditelusuri ke objek biaya. 4 . dan kegiatan untuk yang biaya diukur dan ditetapkan. Beban biaya yang digunakan ketika menghasilkan pendapatan Sebuah objek biaya (A cost object) adalah setiap item seperti produk. dan inspeksi produk. dan pelanggan. Peluang biaya biasanya tidak dicatat dalam sistem akuntansi. PENELUSURAN PENGGERAK DAN ALOKASI Tujuan sistem informasi akuntansi manajemen untuk menentukan biaya produk.BAB 2 Akumulasi Biaya dan Perhitungan Biaya Produksi 1. jasa.

Televisi. Methode Pembebanan Harga Pokok Methode Pembebanan Harga Pokok 2.Dua jenis output dari organisasi yang dirangkum di bawah ini: Output dari Organisasi Barang(produk berwujud Jasa Definisi: barang yang dihasilkan dengan (1) kegiatan yang dilakukan untuk pelanggan mengkonversi bahan baku dengan atau menggunakan tenaga kerja dan modal (pabrik.dan mesin) (2) kegiatan dilakukan oleh pelanggan yang menggunakan produk atau fasilitas organisasi Contoh: Sabun.b. and heterogeneity (heterogenitas). Penelusuran langsung Penelusuran Penggerak Keterangan: mengidentifikasi dan menetapkan biaya ke obyek biaya yang secara spesifik atau fisik berhubungan dengan objek biaya Penggunaan penggerak untuk menentukan pembebanan biaya ke obyek harga pokok Pembebanan langsung ke pokok kenyamanan hubungan Ketepatan Pembebanan Harga Pokok: paling tepat tergantung pada kualitas hubungan sebab-akibat dari penggerak paling akurat Alokasi biaya tidak obyek harga berdasarkan atau asumsi HARGA POKOK PRODUK DAN JASA Empat dimensi yang membedakan jasa dari produk yang nyata: intangibility (tidak berwujud). sepeda Organisasi: Manufaktur organisasi produk yang nyata. perishability (tidak tahan lama). Jasa akuntansi. tanah. inseparability (tidak dapat dipisah). persewaan video menghasilkan Organisasi jasa berwujud menghasilkan produk 5 .

Sistem Akuntansi Harga Pokok • Sistem akuntansi biaya berdasarkan pesanan (Job-Order Costing System) Sistem akuntansi biaya berdasarkan pesanan (Job-order costing system) mengumpulkan biaya produksi berdasarkan setiap pekerjaan. Sistem ini digunakan ketika homogeneous atau kesamaan unit yang diproduksi secara massal. seperti di bawah ini: Kategori harga pokok fungsional Biaya Produksi (b. biaya produksi (bahan baku. seperti produksi furniture. untuk pelaporan keuangan eksternal. distribusi. b. Perbedaan job-order costing dan process costing sebagai berikut: 6 . periodik) Overhead Semua biaya produk selain bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung. Biaya Administrasi Biaya riset.Pembiayaan per unit di dalam sistem yang berdasarkan pesanan dihitung dengan membagi jumlah biaya produksi dalam suatu pekerjaan (pesanan) dengan unit yang diproduksi dalam pekerjaan (pesanan) tersebut.Harga Pokok Produk dan Pelaporan Keuangan Eksternal Untuk laporan eksternal. Biaya per unit dalam pembiayaan berdasarkan proses proses (Process Costing) dihitung dengan membagi biaya departemen pemroses dengan hasil yang dikeluarkan dalam suatu periode tertentu. Biaya mendapatkan pesanan dan memenuhi pesanan. biaya diklasifikasikan berdasarkan fungsi. Biaya Nonproduksi (b. 3. dan jasa produk. mnfktur. b. Sistem ini digunakan ketika terjadi pekerjaan yang terpisah dan tidak bisa diidentifikasi. dan overhead pabrik) yang melekat pada produk dan diinventori pertama kali dan dibebankan pada saat produk terjual. pengembangan. Biaya produk. dan administrasi umum. seperti dalam produksi cat atau balok kayu. SISTEM AKUNTANSI HARGA POKOK (COSTING SYSTEM) 1. tenaga kerja langsung. non mnfktur. Biaya Penjualan Biaya untuk pemasaran. • Sistem akuntansi biaya berdasarkan proses produksi (Process-Costing System) Dalam Sistem akuntansi biaya berdasarkan proses produksi (process-costing system). Biaya periodik adalah biaya nonproduksi (penjualan dan administrasi)dan dibebankan pada saat terjadinya. produk) Bahan baku langsung Definisi: Bahan baku dapat ditelusuri ke barang atau jasa yang dihasilkan Menjadi bagian dari produk Tenaga kerja langsung Tenaga kerja dapar ditelusuri pada barang atau jasa yang dihasilkan. biaya produksi dikumpulkan berdasarkan proses atau departemen yang dilewati pada masa produksi.

Job-Order Costing Process Costing 1. atau multiple activity drivers. kemudian aliran produksi dipisah sampai dengan proses penyelesaiannya. 3. Biaya dikumpulkan berdasarkan pekerjaan (pesanan) 2. Process 1 • Process 2 Process 3 Finished Goods parallel processing ¾ Dua produk yang berbeda digabung pada awalnya. Biaya dikumpulkan berdasarkan proses yang berlangsung atau per department 3. jumlah biaya dalam suatu pekerjaan dihitung berdasarkan: − − − Biaya aktual untuk bahan baku langsung Biaya aktual untuk tenaga kerja langsung Tarif yang telah ditentukan untuk diterapkan ke overhead Overhead bisa juga menggunakan : − − a single. Dasar Perhitungan Harga Pokok Berdasarkan Pesanan Pekerjaan ( Job-Order Costing ) Menggunakan sistem pembiayaan yang normal. Process 2 Process 4 Finished Product X Process 3 Process 5 Finished Product Y Process 1 7 . Biaya per unit dihitung dengan cara membagi jumlah seluruh biaya dari pekerjaan (pesanan)dengan unit yang diproduksi. Dasar Perhitungan Harga Pokok Berdasarkan Proses Produksi ( Process Costing ) Tipe proses produksi: • sequential processing—sebuah metode proses pembuatan dimana setiap unit melewati satu proses ke lainnya dalam pola yang sequential dan masingmasing unit mendapat perlakuan yang sama. Biaya per unit dihitung dengan cara membagi biaya pemrosesan dalam periode waktu tertentu dengan unit yang dihasilkan dalam periode tertentu. Variasi yang bermacam-macam dari produk yang dihasilkan. 1. Produk yang Homogenous 2. unit-level activity driver. 3. 2.

¾ Produk melalui rangkaian yang terpisah. personalia. Langkah dalam Persiapan Laporan Produksi : − − − − − 4. keamanan Walaupun departemen pendukung tidak bekerja secara langsung pada produksi. maka kategori pembagian departemen dibagi dalam departemen produksi dandepartemen pendukung Departmen Produksi Departmen Pendukung Definisi: Bertanggung jawab atas proses produksi Fungsi jasa pendukung departemen produksi Contoh: Department perakitan. namun pada akhir penyelesaian bertemu lagi untuk proses penyelesaian. Analisa aliran unit secara fisik Perhitungan unit-unit ekuivalen Perhitungan biaya per unit Penilaian persediaan (barang ditranfer keluar dan akhir barang dalam proses) Rekonsiliasi biaya ALOKASI DEPARTEMEN PENDUKUNG Dalam suatu fungsi model di perusahaan. Perhitungan nilai akhir persediaan dalam proses menggunakan output unit ekuivalen (unit yang terselesaikan yang dapat diproduksi). dept finishing perbaikan. Hitung tariff overhead yang ditentukan terlebih dahulu untuk departemen produksi 8 . alokasikan biaya departemen pendukung ke departemen produksi 3. Ada dua pendekatan dalam menilai output unit ekuivalen atas persediaan dalam proses yaitu metode rata-rata tertimbang (weighted average costing method) dn First-In First-Out (FIFO). dimana department adalah merupakan obyek biaya. Process 1 Process 3 Process 5 Process 2 Finished Goods Process 4 Pengaruh Persediaan pada Perhitungan Harga Pokok Proses : Perhitungan biaya per unit pada pekerjaan yang dilakukan pada suatu periode adalah bagian penting dari laporan produksi. Biaya per unit dibutuhkan untuk menghitung harga pokok barang yang ditransfer keluar dari departemen dan menghitung nilai akhir persediaan dalam proses. telusuri semua biaya overhead perusahaan didepartemen produksi dan pendukung 2. Langkah dalam pengalokasian biaya: 1. biaya yang terjadi dalam departemen pendukung termasuk biaya produksi.

Biaya non produksi (biaya penjualan dan administrasi) merupakan biaya periodik yang dibebankan setiap periode. Pengeluaran Operasi (biaya non produksi) Biaya Produksi (bahan baku langsung.4. maka biaya produk dilaporkan sebagai persediaan di neraca. Jika produk dianggap persediaan. kombinasi biaya variable dan tetap departemen − Tarif ganda. tarif dihitung terpish untuk tiap jenis sumber daya berdasarkan pada factor penyebab. Alokasi biaya overhead ke tiap unit produk melalui tariff overhead yang ditentukan terlebih dahulu Budgeted overhead Predetermined overhead rate = Budgeted activity Ketika biaya suatu departemen pendukung dialokasikan ke departemen lain tarif pembebanan harus dikembangkan. 5. tenaga kerja langsung. 9 . dan overhead) adalah biaya produk karena biaya ini mempengaruhi produk. ada dua model tarif pembebanan : − Tarif tunggal . Harga Pokok Produksi ( biaya produksi). biaya produk diakui sebagai beban (harga pokok penjualan) pada laporan laba rugi. dan b. yaitu: a. LAPORAN KEUANGAN EKSTERNAL Klasifikasi fungsi dari biaya untuk laporan eksternal adalah sebagai berikut: Dalam biaya absorpsi ada dua fungsi utama kategori dari pengeluaran. Jika produk telah terjual.

Bersifat antara komponen tetap dan variable. akan langsung berubah sesuai dengan proporsi perubahan aktivitas output. DASAR DARI PERILAKU BIAYA. Berlaku konstan per unit aktivitas.000 per bulan ditambah $10 per jam mesin yang digunakan. Pembayaran leasing $1.BAB 3 Perilaku Biaya 1. tetap konstan sampai dalam rentang yang relevan ketika terjadi perubahan aktivitas output. Contoh: Sewa pabrik. Total biaya campuran= biaya tetap + biaya variable. Perilaku biaya menjelaskan bagaimana perubahan biaya berubah seiring dengan perubahan output. Per unit: Berubah sesuai dengan – perubahan level aktivitas. Tiga perilaku biaya dapat dijelaskan sebagai berikut: Biaya Tetap Biaya Variabel Biaya Campuran Penjelasan: Dalam jumlah total. Formula: Total biaya variabel= biaya per unit variable X unit aktivitas. Bahan baku langsung. Dalam jumlah total. Grafik dibawah ini menunjukan hubungan biaya dengan aktivitas Total Biaya tetap Total Biaya Variable Aktivitas Aktivitas 10 .

Biaya bertahap dengan tahapan aktivitas yang lebar dapat menggunakan biaya tetap. (Commited Resouces) Definisi: Sumber daya dipasok dari sumber lain. DAN PERILAKU BIAYA. Biaya bertahap memiliki tingkat biaya konstan untuk rentang output tertentu. tanpa melihat apakah sejumlah sumber daya digunakan secara penuh atau tidak. Sumber daya tersedia ≥ sumber daya digunakan. sedangkan system manajemen berdasarkan aktivitas menyediakan informasi mengenai jumlah aktivitas yang digunakan dan biaya penggunaannya. dan akan naik pada level biaya yang lebih tinggi ketika ada penambahan rentang output. Sumber daya tersedia = sumber daya yang digunakan dan diperlukan. (Flexible resources) Sumber daya terikat. PENGGUNAAN SUMBER DAYA.2. Contoh: Bahan Baku Peralatan Perilaku biaya: Biaya variable. AKTIVITAS. Tidak ada. Biaya tetap diskresi terjadi pada kapasitas jangka waktu yang pendek. Biaya bertahap dengan rentang aktivitas yang sempit biasanya menggunakan biaya variable. Kapasitas menganggur. Sumber daya dipasok melalui kontrak eksplisit atau implicit untuk menambah sejumlah sumber daya. Sistem penghitungan biaya berdasarkan fungsi hanya menyediakan informasi mengenai biaya sumber daya yang dibeli. Sumber daya fleksibel dan terikat dapat dijelaskan sebagai berikut: Sumber daya fleksibel. Ada. Sumber daya tersedia= sumber daya digunakan + kapasitas menganggur 11 . dan organisasi bebas untuk membeli sejumlah yang dibutuhkan. Diberlakukan secara hati-hati sebagai beban tetap.

dan c) Metode kuadrat terkecil. a) Metode tinggi rendah. tingkat aktivitas. Kemiringan atau biaya variabel per unit aktivitas dapat dihitung dengan cara: Rata . Tujuan utama dari analisis perilaku biaya adalah untuk membangun fungsi biaya sehingga biaya dapat diestimasi pada berbagai macam tingkat aktivitas. Slope (kemiringan) adalah estimasi dari biaya variabel per unit aktivitas (V). METODE-METODE UNTUK MEMISAHKAN BIAYA CAMPURAN MENJADI KOMPONEN-KOMPONEN TETAP DAN BIAYA VARIABEL.3. b) Metode Scatterplot. Sangat penting bahwa tingkat aktivitas tertinggi dan terendah digunakan untuk menunjukkan pola aktivitas biaya umum. Catatan akuntansi perusahaan melaporkan biaya campuran total dan penggunaan aktivitas terkait. Setiap metode menggunakan asumsi hubungan biaya linear. Metode tinggi rendah Metode tinggi rendah menggunakan dua titik (tingkat aktivitas tinggi dan tingkat aktivitas rendah) untuk menjelaskan formula biaya. Biaya campuran dapat diestimasi menggunakan persamaan garis lurus= Y F V X Y = F + VX = total biaya aktivitas (variabel dependent) = biaya tetap (parameter pemintas) = biaya variabel peer unit aktivitas (parameter slope) = tingkat aktivitas (variabel independen) Y (biaya total) disebut variabel dependen karena tergantung pada nilai variabel lainnya. Garis intercept (dimana garis bersinggungan vertical atau biaya axis) adalah estimasi dari aktivitas biaya tetap (F).rata variabel = Perubahan biaya antara titik tertinggi dan titik terendah Perubahan output antara titik tertinggi dan titik terendah Total biaya variabel dapat dihitung pada tingkat aktivitas yang berbeda dengan cara: Biaya variabel total= rata-rata variabel X output Komponen biaya tetap dapat dihitung menggunakan biaya total pada tingkat titik tertinggi atau titik terendah. Tiga metode yang digunakan secara luas untuk memisahkan biaya campuran menjadi komponen biaya tetap dan variabel. a. Biaya tetap= biaya total (campuran) pada titik tertinggi – (rata-rata variabel x output tertinggi) Atau Biaya tetap = biaya total (campuran) pada titik terendah – (rata-rata variabel x output terendah) Rumus biaya untuk biaya total adalah: Biaya total = total biaya tetap + (rata-rata variabel x output) Kelemahan dari metode tinggi rendah adalah pengguna hanya perlu dua observasi untuk membuat formula biaya dan dua titik menjadi outliners (titik-titik tidak dapat menunjukkan tipe hubungan aktivitas biaya). Manager ingin mengetahui komponen biaya tetap dan variable dalam biaya campuran. 12 .

Metode Scatterplot Sebuah scattergraph terdiri dari sumbu vertical yang mengindikasikan biaya campuran yang bisa dianalisa (variabel dependen) dan sumbu horizontal yang mengindikasikan tingkatan aktivitas (variabel independen). Metode scatterplot terdiri dari penerapan secara visual sebuah garis pada titik di scattergraph dengan menyeleksi dua titik pada scattergraph untuk melihat hubungan antara biaya dan aktivitas. Koefisien determinasi adalah indikasi penggunaan garis regresi. Also. Kemiringan atau biaya variabel per unit aktivitas dapat dihitung dengan: rata . KEANDALAN RUMUS BIAYA. Rumus yang digunakan untuk memprediksi biaya adalah rumus garis lurus: Y = F + VX Penggunaan sheet elektronik. (jika korelasi koefisien diketahui. „ Koefisien korelasi adalah akar dari koefisien determinasi. 4. Ada dua dasar pengukuran untuk menjelaskan keandalan dari rumus biaya: koefisien determinasi dan koefisien korelasi. misal Microsoft Excel® and Lotus 1-2-3®. Tujuan dari scattergraph adalah untuk melihat hubungan linear. Biaya observasi masa lampau diplotkan di scattergraph. telah memiliki fitur untuk melakukan penghitungan regresi.rata variabel = Perubahan biaya pada titik 1 dan titik 2 Perubahan output antara titik 1 dan titik 2 Total biaya variabel dapat dihitung dari tingkat aktivitas yang berbeda dengan cara: Total biaya variabel= rata-rata variabel x output Komponen biaya tetap dihitung sebagai berikut: Biaya tetap= Biaya Total (campuran) pada titik 1 – biaya total variabel pada titik 1 Atau Biaya tetap= Biaya total (campuran) pada titik 2 – biaya total variabel pada titik 2 Formula biaya untuk biaya total adalah: Biaya total = total biaya tetap + (rata-rata variabel x output) Perbedaan antara metode tinggi-rendah dan metode scatterplot adalah penggunaan dua titik yang diseleksi. Metode kuadrat terkecil.92 mengindikasikan 92% perubahan biaya yang dijelaskan oleh perubahan penggunaan aktivitas. Koefisien determinasi (R2) mengukur presentase perubahan pada variabel dependen (biaya) yang dijelaskan oleh perubahan pada variabel independen (penggunaan aktivitas). Koefisien 13 . maka koefisien determinasi dapat dihitung dengan pemangkatan koefisien korelasi). c. Koefisien determinasi pada 0. Metode kuadrat terkecil adalah metode statistic untuk penghitungan matematika pada garis dengan kesesuaian terbaik pada sebuah set data. Presentase variabilitas yang lebih tinggi menjelaskan garis yang baik. the scattergraph may reveal points (observations) that do not seem to fit the general pattern of behavior (outliers) and perhaps should be eliminated.b.

Koefisien korelasi +1 mengindikasikan korelasi positif sempurna. Penilaian manajemen adalah pendekatan yang mudah untuk mengklasifikasikan biaya sebagai biaya variabel atau tetap. Missal.korelasi dapat menggunakan rentang dari -1 sampai + 1. 6. kesalahan akan sering terjadi. atau metode kuadrat terkecil untuk mengetimasi biaya tetap dan variabel. Jika manajer kurang memahami. Jika biaya berkurang tetapi seiring dengan penambahan aktivitas. PENILAIAN MANAJEMEN. X2 = level aktivitas pada variabel independen kedua. V1 = rata-rata variabel pada variabel independen pertama. REGRESI BERGANDA. metode ini dapat memberikan hasil yang baik. Penilaian manajemen dapat digunakan sendiri atau digabung bersama metode tinggi-rendah. Regresi berganda menggunakan metode pangkat terkecil dan terdiri dari satu variabel dependen (biaya) dan lebih dari variabel independen (aktivitas). yaitu: Y = F + V1 X1 + V2 X2 Dimana X1 = level aktivitas pada variabel independen pertama. Ketika manajer memiliki pemahaman yang lebih dalam terhadap perusahaan dan pola pembiayaannya. „ Korelasi positif diindikasikan dnegan nilai positif pada V. sedangkan koefisien korelasi yang mempunyai jumlah 0 berarti dua variabel bergerak tidak berkaitan. Penghitungan digunakan menggunakan penjelasan dua variable. 5. kemudian V menunjukkan negative (mengindikasikan penurunan kemiringan garis) dan koefisien korelasi akan negative. V2 = rata-rata variabel pada variabel independen kedua. 14 . scatterplot. regresi berganda dapat digunakan ketika ada dua variabel yang berpengaruh terhadap perubahan biaya.

Membuat keputusan untuk menerima atau menolak pesanan khusus. Informasi harga pokok per unit digunakan untuk: • • • • • • Menilai persediaan Menjelaskan harga pokok penjualan. Ketika biaya dibebankan pada objek harga pokok.unit Pemicu level unit dan nonunit. Pengendalian: Fokus pada pengelolaan biaya dengan menitikberatkan pada pengukuran keuangan dari performa.BAB 4 Perhitungan Harga Pokok Berdasarkan Aktivitas Activity Based Costing (ABC) 1. UNIT COSTS Harga pokok berdasar fungsi dan berdasar aktivitas membebankan biaya pada objek biaya. dengan dipengaruhi pendapatan. maka harga pokok per unit dihitung dengan membagi total harga pokok pada unit yang diproduksi berdasarkan jumlah unit yang diproduksi. dan untuk dan 2. Cara Penelusuran biaya produk: Alokasi Penelusuran Tujuan Pembiayaan produk: Mengalokasikan biaya produksi ke persediaan dan beban pokok penjualan untuk pelaporan external. • Membuat keputusan untuk mengenalkan produk baru. Maksimalisasi performa sistem secara keseluruhan. Pelaporan external penggunaan internal perencanaan. control pengambilan keputusan. DASAR AKUNTANSI BIAYA Akuntansi Biaya Berdasar Fungsional Akuntansi Biaya Berdasar Aktivitas Pemicu aktivitas: Pemicu level. menggunakan pengukuran financial dan nonfinansial performa. Berfokus pada pengelolaan aktivitas. 15 . Membuat keputusan untuk menjaga atau membuang produk utama. Bentuk maksimal penelusuran: Maksimalisasi performa tiap unit secara individual. Menentukan harga pokok yang ditawarkan kepada pelanggan membuat keputusan untuk membuat atau membeli sebuah produk.

b.digunakan untuk pembebanan bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung serta untuk memperkirakan rata-rata overhead pada produk. PERHITUNGAN HARGA POKOK a. pembebanan biaya bedasar fungsi menggunakan penggerak aktivitas tingkat unit. Pembebanan Biaya pada produk : − Bahan baku langsung: biaya aktual menggunakan penelusuran langsung.3. dan overhead yang dibebankan dalam produk. − Tenaga kerja langsung: biaya aktual menggunakan penelusuran langsung. Perhitungan Harga pokok aktual. tenaga kerja langsung. Perkiraan ratarata overhead dihitung dengan cara: Perkiraan rata . Perhitungan tariff Overhead ¾ Tariff Keseluruhan Pabrik Plantwide rate = Budgeted plantwide overhead cost Estimated activity of unit level driver - Jumlah overhead yang dibebankan Applied overhead = Plantwide rate × Actual activity used on product 16 . PEMBEBANAN BIAYA BERDASAR FUNGSI Dua system pembebanan biaya adalah: − Pembebanan biaya berdasar fungsi − Pembebeban biaya berdasar aktivitas a. − Biaya Overhead: perkiraan rata-rata overhead yang digunakan untuk membebankan biaya menggunakan penelusuran penggerak dan alokasi. Penggerak aktivitas tingkat unit adalah factor yang menyebabkan perubahan biaya dalam harga pokok seiring dengan perubahan jumlah unit yang diproduksi.rata overhead = budgeted (estimasi) biaya overhead Estimasi aktivitas yang digunakan 4. Perhitungan harga pokok normal. Harga pokok aktual jarang digunakan karena tidak bisa menunjukkan informasi biaya secara akurat berdasar waktu. Contoh penggerak unit : ¾ Unit yang diproduksi ¾ Jam tenaga kerja langsung ¾ Biaya tenaga kerja langsung ¾ Jam mesin ¾ Biaya bahan baku langsung b.terdiri dari bahan baku langsung. Secara spesifik .

Aktivitas ini menggunakan masukan (input) yang bertujuan untuk mengembangkan dan memproduksi produk yang dijual. tekanan untuk perbaikan berkelanjutan. Aktivitas tingkat unit . terutama bagi perusahaan yang dikarakteristikan oleh adanya ketatnya tekanan bersaing . terdiri dari aktivitas yang dilakukan untuk masing-masing outout yang diproduksi b. merupakan aktivitas yang dilakukan untuk mendukung berbagai produk yang diproduksi oleh perusahaan. Pada metode activity-based costing (ABC) aktivitas diklasifikasikan kedalam satu dari empat kategori aktivitas umum yang homogen (A homogeneous cost pool) . yang dihitung dengan cara : Cost assigned to product = Predetermined activity rate × Actual usage of activity Gambar dibawah ini menunjukan model pembebanan harga pokok pada produk : 17 . Aktivitas tingkat fasilitas (facility level activities). merupakan aktivitas yang dilakukan untuk masing-2 batch c. secara garis besar diklasifikasikan menjadi : a. Aktivitas tingkat produk (Product level activities). Tarif overhead ditentukan berdasar aktivitas yang sejenis (A homogeneous cost pool). identifikasi biaya berdasarkan aktivitas individual dan aktivitas diklasifikasikan sebagai aktivitas primer dan sekunder. Akvktitas tingkat Batch (Batch level activities). kepuasan total pelanggan serta tekanan atas kemajuan teknologi 5. pembebanan biaya pada produk dengan menggunakan tariff aktivitas. PEMBEBANAN BIAYA BERDASAR AKTIVITAS (ACTIVITY BASED COSTING) Dalam Activity-based costing . hal ini berbeda dengan fungsional yang menggunakan pemicu unit. Tahap Kedua . Distorsi biaya dapat merugikan perusahaan . terdiri dari aktivitas yang dilakukan untuk mempertahankan proses produksi suatu pabrik secara keseluruhan Pembebanan Harga Pokok pada Produk : Tahap pertama.¾ Tariff Departemen Department al rate = Budgeted department al overhead cost Estimated department al activity Jumlah overhead yang dibebankan Applied overhead = Departmental rate × Actual departmental activity used on product c. pemicu biaya aktivitas ke produk menggunakan aktivitas (unit maupun non unit). Keterbatasan Sistem Akuntansi Biaya berdasarkan Fungsi Dalam beberapa situasi penggunaan tariff tersebut diatas tidak berfungsi dengan baik dan dapat menimbulkan distorsi biaya biaya produksi yang besar. d. TQM.

Sumber Biaya (Cost of Resources Assign Costs Direct Tracing Tahap I Activity Pools Resource Drivers Activity 1 Activity 2 Activity 3 Activity 4 Activity Drivers Assign Costs Assign Costs Assign Costs Assign Costs Tahap II: Costs Assigned Products Products Products Products 18 .

Anggaran adalah alat yang digunakan manajer dalam menjalankan fungsi perencanaan dan pengendalian Perencanaan Pengendalian 8 -5 Rencana Strategis Monitoring atas Ativitas aktual Tujuan Jk panjang Tujuan Jk Pendek Rencana Jk Pendek Perbandingan aktual dengan rencana Anggaran Umpan balik Investigasi Tindakan koreksi Kelebihan Adanya Anggaran − Memaksa para manajer untuk melakukan perencanaan − Menyediakan informasi yang dapat digunakan untuk memperbaiki pembuatan keputusan − Menyediakan standar untuk evaluasi kinerja. PENGERTIAN ANGGARAN( BUDGETING) Anggaran adalah rencana pelaksanaan yang dinyatakan dalam keuangan. dari anggaran tahunan dipecah kedalam anggaran kuartalan atau bulanan. Anggaran Induk Anggaran induk (The master budget) adalah rencanakeuangan secara orgnisasi secara keseluruhan. komprehensive bagi Anggaran Induk Anggaran Operasi Definisi: Anggaran yang berhubungan laporan laba rugi Anggaran Keuangan Anggaran yang berhubungan dengan arus kas dan posisi keuangan 19 . Beberapa organisasi telah mengembangkan anggaran kontinyu atau anggaran untuk 12 bulan kedepan. 2.BAB 5 ANGGARAN 1. maka akan tambahan satu bulan kedepan. a.. PENYIAPAN ANGGARAN Kebanyakan anggaran dibuat untuk satu tahun. − Memperbaiki kominikasi dan koordinasi. saat satu bulan lewat.

anggaran ini dikaitkan dengan jumlah unit yang diproduksi − Anggaran Overhead Anggaran overhead menunjukan biaya yang diharapkan dari semua biaya komponen produksi tidak langsung . sebaliknya terdapat serangkaian aktivitas dan penggerak yang terkait dan dapat dibagi dalam 20 . Dalam komponen biaya overhead tidak terdapat hubungan input-output produksi.Contoh: Anggaran arus kas Anggaran Penjualan Anggaran neraca Angagran produksi Anggaran untuk pembelian aktiva tetap Anggaran pembelian bhn baku Anggaran tenaga kerja langsung Anggaran overhead Anggaran biaya penjualan dan administrasi Anggaran persediaan Anggaran harga pokok penjualan Anggaran laba rugi b. Penyiapan Anggaran Operasional − Anggaran Penjualan Anggaran penjualan adalah proyeksi atas penjualan dalam unit dan rupiah.Anggaran tenaga kerja langsung menunjukan jumlah jam tenaga kerja langsung yang dibutuhkan . Sedang anggaran produksi adalah adalah anggaran yang menunjukan jumlah unit yang diproduksi yang dikaitkan dengan penjualan dan tingkat persediaan yang diperlukan. Hubungan ini bias dihitung dengan cara sebagai berikut : + = – = Anggaran Penjualan dalam unit Jumlah unit persediaan akhir yang diinginkan Jumlah unit yang diinginkan Persediaan awal Unit yang harus diproduksi − Anggaran Pembelian Bahan Baku Langkah dalam penyiapan pembelian bahan baku bias dihitung dengan cara: + = – = Jumlah unit yang diperlukan untuk produksi Persediaan bhn baku yang diperlukan Total kebutuhan bahan baku saldo awal bahan baku Jumlah yang harus dibeli Jumlah rupiah bahan baku diperoleh dengan mengalikan harga pokok perunit bahan bakau dengan jumlah unit − Anggaran Tenaga kerja .

dapat dhitung dengan cara : + + = + = – = − Bahan baku yang digunakan Tenaga kerja langsung Overhead Anggaran biaya produksi saldo awal barang jadi Barang yang tersedia dijual Persediaan akhir barang jadi Anggaran Harga Pokok Penjualan Anggaran Biaya Penjualan dan Administrasi Anggaran ini merupakan anggaran yang direncanakan untuk aktivitas non produksi. perlengkapan serta biaya adminitrasi kantor seperti gaji direksi.komponen tetap dan variable . biaya transportasi. dapat dibagi dalam komponen tetap dan variable.Pengalaman dari masa lalu dapat digunakan sebagai penduan untuk menentukan bagaimana aktivitas overhead berbeda sejalan dengan penggerak aktivitas. meliputi : Saldo awal kas + Penerimaan Kas: Penagihan piutang usaha 21 . Meliputi komisi penjualan. karyawan telpun listrik dll − Anggaran Laba Rugi Anggaran Laba Rugi dapat dihitung sebagai berikut: – = – = – = – = Penjualan HPP laba kotor Biaya penjualan dan adminitrasi laba usaha Biaya /Pendapatan lain-2 Laba sebelum pajak Pajak Penghasilan Laba bersih c. Anggaran Keuangan Terdiri dari : − Anggaran kas Anggaran kas adalah iktisar dari perencanaan penerimaan kas dan pengeluaran kas. − Anggaran Harga Pokok Penjualan Anggaran HPP merupakan anggaran atas harga pokok barang yang terjual.

namun sebaliknya yaitu perilaku 22 . DIMENSI PERILAKU ANGGARAN Anggaran sering digunakan untuk menilai kinera para manajer.Penjualan tunai = Kas yang tersedia – Pengeluaran kas: Pembayaran hutang pembelian bahan baku Upah tenaga kerja langsung Biaya variabel Overhead tetap Biaya penjualan dan administrasi Pajak Dividend Pembelian aktiva tetap Total pengeluaran kas – Minimum saldo kas = lebih (kurang) saldo kas pembiayaan: + Penerimaan pinjaman – Pembayaran cicilan – Pembayaran bunga = saldo kas akhir − Anggaran Neraca Laporan terakhir disipkan adalah anggaran neraca yang menggambarkan posisi keuangan . Anggaran fleksibel adalah alat pengendalian yang sangat bagus karena anggaran ini memungkinkan pihak manajemen untuk menghitung berapa biaya yang seharusnya untuk tingkat output yang actual.ada dua hal yang harus diperhatikan yaitu penetapan jumlah yang dianggarkan dan dampak anggaran atas perilaku manusia bisa positive maupun negative . 3. angaran ini tergantung pada aktivitas tertentu. Anggaran Statis versus anggaran Flexibel − Anggaran statis . anggarn statis tidak terlalu berguna bagi penyiapan laporan kinerja − Anggaran fleksibel. Perilaku positif muncul ketika tujuan manajer sejalan dengan tujuan organisasi . agar dapat digunakan dalam evaluasi kinerja. Anggaran dapat mempengaruhi perilaku yang siginifikan. 4. PENGGUNAAN ANGGARAN UNTUK EVALUASI KINERJA Anggaran adalah alat pengendalian yang penting.kenaikan dan promosi adalah semua hal yang dipengaruhi oleh kemampuan seorang manajer untuk mencapai atau melampaui tujuan yang direncanakan. Bonus. Kunci untuk membetuk anggaran fleksibel adalah pengetahuan atas biaya tetap dan variable. anggaran ini memungkinkan suautu perusahaan untuk menghitung perkiraan biaya biaya dalam suatu tingkat aktivitas.

tetapi jumlah sumber daya yang digunakan tergantung pada output aktivitas − Anggaran Aktivitas flexible Anggaran ini memprediksi berapa biaya aktivitas nantinya jika terdapat perubahan pada output aktivitas 23 . Pendekatan anggaran ini dapat digunakan untuk menekan biaya meniadakan aktivitas yang tidak berguna dan untuk memperbaiki efisiensi aktivitas yang diperlukan . Sistem anggaran yang ideal adalah − − Menciptakan kesesuaian tujuan (goal congruence) secara utuh dan simultan dan Menciptakan suatu penggerak bagi manajer untuk mencapai tujuan organisasi secara etis. Perbedaan prinsip antara anggaran berdasarkan fungsi dengan anggaran berdasarkan aktivitas adalah pada rincian detail atas aktivitas yang menggunakan sumber daya dan kemudian menimbulkan biaya. Kunci sukses penerapan system anggaran yang menciptakan perilaku positif : − − − − − − 5. system anggaran ini mengidentifikasikan aktivitas . Umpan balik berkala atas kinerja Insentif uang dan bukan uang Anggaran partisipatif Standard yang realistik Pengendalian biaya Beberapa (multiple) pengukuran kinerja ANGGARAN BERDASARKAN AKTIVITAS (ACTIVITY-BASED BUDGETING) Activity-based budgeting .disfungsional yang pada dasarnya bertentangan dengan tujuan organisasi. − Anggaran aktivitas statis Aktivitas menimbulkan biaya dengan cara mengkonsumsi sumber daya.

Biaya standar unit dihitung sebagai berikut : Standard harga × standard kuantitas Harga standar adalah harga yang seharusnya dibayar per unit input. − Untuk menyediakan informasi biaya per unit yang dapat digunakan dalam rangka keputusan harga jual 2. Sistem pengendalian anggaran membandingkan biaya actual dengan biaya yang dianggarkan yang pada akhirnya dapat diketahui varians (selisih) harga ataupun variansi efisiensi atau penggunaan. tenaga kerja dan overhead. Standar kuantitas adalah jumlah input yang seharunya digunakan per unit output. Biaya standar terdiri dari : − − − − Material ( standar harga × standar kuantitas) Tenaga kerja ( standar harga × standar kuantitas) Variable overhead ( standar harga × standar kuantitas) Overhead tetap ( standar harga × standar kuantitas) Alasan penerapan biaya standar − Memperbaiki perencanaan dan pengendalian . STANDARD UNIT Biaya standar adalah biaya yang diharapkan atau dianggarkan atas bahan baku. Standar unit adalah syarat fundamental bagi system anggaran fleksibel.BAB 6 Biaya Standar 1. STANDARD HARGA POKOK PRODUK STANDARD COST SHEET Harga Pokok Produk per unit Direct materials (Standard quantity of materials × Standard price for materials) Direct labor (Standard direct labor hours × Standard direct labor rate) Variable manufacturing overhead (Standard direct labor hours × Standard variable overhead rate) Fixed manufacturing overhead (Standard direct labor hours × Standard fixed overhead rate) Total standard cost per unit of product standard cost untuk bahan baku langsung: Standard cost for direct materials = Standard quantity of materials × Standard price for the materials 24 .

Selisih harga atau tarif Selisih penggunaan atau efisiensi Selisih/varians Selisih Bahan baku Selisih Biaya tenaga kerja Selisih biaya overhead variabel Selisih biaya overhead tetap Actual cost AP × AQ Direct materials price variance AR × AH Direct materials efficiency variance SR × AH Direct labor rate variance Actual variable overhead SH × SR Direct labor efficiency variance AH × SVOR Variable overhead spending variance Actual fixed overhead Standard cost SP × SQ SP × AQ Variable overhead efficiency variance Budgeted fixed overhead Fixed overhead spending variance SH × SVOR Applied fixed overhead SH × SFOR Fixed overhead volume variance 25 . ANALISA SELISIH (VARIANCE) Selisih atau varians adalah perbedaan antara biaya actual dengn standard biaya.Standard quantity materialyang diijinkan(SQ) dihitung: SQ = Unit quantity standard × Actual output Standar untuk tenaga kerja: Standard direct labor cost = Standard quantity of direct labor × Standard rate per direct labor hour Standard hours yang diijinkan (SH) dihitung: SH = Unit labor standard × Actual output 3. Ada dua jenis varians dalam biaya produksi: 1. 2.

BAB 7 Akuntansi Pertanggungjawaban Berdasarkan Strategi dan Aktivitas 1. SISTEM AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN Empat elemen inti dalam model system akuntansi pertanggungjawaban a. Pembebanan tanggung jawab Pembuatan ukuran kinerja Evaluasi kinerja Pemberian penghargaan Tiga jenis akuntansi pertanggungjawaban a.pelanggan. b. proses dan infrastrutur (pertumbuhan) „ Kinerja diukur dalam 4 perspektif. „ Ukuran seimbang dipilih antara „ Tertinggal dan memimpin (lag & lead measures) „ Ukuran objective subjektiv „ Ukuran keungagan dan non finansial 26 . Akuntansi pertangungjawaban berbasis strategic (Strategic-Based Responsibility Accounting) Hubungan elemen inti dengan jenis akuntansi pertanggungjawaban: Elemen Tanggung jawab Pembebanan Tanggung jawab Functional-Based Responsibility Accounting „ Tanggung jawab dibebankan pada individu atau unit „ Tanggungjawab didifinisikan dalam hasil keuangan atau efisiensi operasi Ukuran Kinerja yang ditetapkan „ Budget „ Biaya standar yang dapat dicapai Activity-Based Responsibility Accounting „ Tanggung jawab dibebankan pada Tim atau proses „ Fokus pada proses perbaikan. „ Fokus pada perbaikan terus menerus dan nilai tambah Strategic-Based Responsibility Accounting „ Tanggung jawab pada proses lebih lanjut „ Fokus pada keuangan. Akuntansi pertangungjawaban berbasis Fungsi (Functional-Based Responsibility Accounting) b. d. Akuntansi pertangungjawaban berbasis Aktivitas (Activity-Based Responsibility Accounting) c. c. „ Kinerja diukur secara terintegrasi dan dikaitkan dengan misi dan strategi organisasi. inovasi dan pembuatan proses „ Kinerja diukur secara dinamis dan orientasi proses.

seperti tingkat efisiensi. „ UkuranFinansial external & internal „ Ukuran kinerja dihubungkan dengan: „ proses effisiensy „ kepuasan pelanggan „ factor infrastrukture yang memungkinkan organisasi belajar. bonus dan pembagian keuntungan. berubah. seperti laba atas invesatsi. keuntungan yang dihubungkan dengan perbaikan yang spesifik. Jenis Ukuran (measures) - Lag measures adalah ukuran hasil yang diperoleh dari usaha yang telah lewat. - Objective measures adalah ukuran yang dapat dihiutng atau diverifikasi. - External measures adalah ukuran yang berkaitan dengan pihak ketiga dan pemangku kepetingan. - Lead measures atau performance drivers adalah factor-faktor yang menggerakan kinerja masa depan. 27 . efisiensi. waaktu pengiriman siklus waktu dan produktivitas „ Penghargaan diberikan „ Penghargaan diberikan berdasarkan kinerja multidimensional berdasarkan kinerja multidimensional „ Penghargaan diberikan „ Kompesasi Insentive kepada grup „ Meliputi pembagian didistribusikan kedalam 4 perspektif. tren biaya) „ Ukuran Nonfinansial seperti kualitas. - Internal measures adalah ukuran yang berhubungan dengan proses dan kemampuan yang menciptakan nilai bagi para pelanggan dan pemegang saham. contoh keuntungan pelanggan. contoh jumlah pelanggan yang tidak puas. melakukan perbaikan proses „ Konsekuensi ekonomis atau finansial ( co. - Nonfinancial measures adalah ukuran yang tiak menggunakan ukuran moneter. kepuasan pegawai. contoh kemampuan karyawan - Financial measures adalah ukuran yang dinyatakan dalam keuangan.Elemen Tanggung jawab Functional-Based Responsibility Accounting Activity-Based Responsibility Accounting Strategic-Based Responsibility Accounting „ Evaluasi kinerja „ membandingkan actual dengan anggaran atau dengan biaya standar „ Individu dapat dihandalkan hanya pada yang memiliki control Pemberian penghargaan „ penghargaan diberikan pada individu bagi yang mecapai budget atau mencapai target „ Meliputi promosi. contoh pangsa pasar. kenaikan gaji. - Subjective measures adalah ukuran yang sulit untuk dikuantifikasi dan bersifat pertimbangan pribadi. contoh training pegawai.

ada empat macam hasil dari aktivitas − − − − Aktivitas apa yang dilakukan Berapa banyak orang yang melakukan aktivitas waktu dan sumberdaya yang dibutuhkan untuk melakukan aktivitas Perhitungan nilai tambah dari aktivitas Aktivitas yang bernilai tambah perusahaan. Waktu 28 . Penyimpanan (Storing) Analisa Aktivitas yang dapat menurunkan biaya : − − − − Penghapusan aktivitas Pemilihan aktivitas Pengurangan aktivitas Pembagian aktivitas b. ANALISA NILAI PROSES a.Aktivitas tersebut tidak dapat dicapai oleh aktivitas yang sebelumnya Aktivitas tersebut memungkinkan aktivitas lain untuk dilaksanakan Aktivitas yang tidak bernilai tambah.adalah aktivitas yang tidak dapat memenuhi ketiga hal diatas yang disebabkan adanya aktivitas yang tidak bernilai tambah dan kinerja yang tidak efisien Lima kategori aktivitas yang tidak berniai tambah: − − − − − Penjadwalan (Scheduling) Pemindahan ( Moving) Penantian ( Waiting) Pengawasan (Inspecting). 2. meliputi dua dimensi yaitu dimensi biaya dan proses. terdiri dari − − − adalah aktiivtas yang diperlukan untuk mencapai tujuan Aktivitas yang menghasilkan perubahan . Analisa Aktivitas Analisa Aktivitas adalah proses pengidentifikasian.Activity-based management (ABM). penjelasan dan pengevaluasian aktivitas. Ukuran Kinerja Aktivitas − − − Efficiency—focus pada hubungan aktivitas input dan output Kualitas—mengacu pada aktivitas yang dilakukan secara benar. adalah aktivitas manajemen melalui pendekatan yang luas dan terpadu yang menfokuskan perhatian manajeman pada aktivitas dengan tujuan perbaikan nilai pelanggan dan laba yang dicapai.

Perspektif pelanggan (Customer perspective).mendefinisikan segemen pasar dan pelanggan dimana unit bisnis akan bersaing c. Balanced Scorecard menterjemahkan misi dan strategi organisasi kedalam tujuan operasional dan ukuran kinerja dalam empat perspektif yaitu a. Perspektif proses bisnis internal (Internal business process perspective). proses internal dan para pekerja serta sistem untuk menghasilkan kinerja ekonomis jangka panjang yang diinginkan perusahaan. menjelaskan konsekuensi ekonomi atas tindakan yang dimabil dalam tiga perspektif lainnya.and nonvalueadded activity cost reports ) pengurangan biaya tak bernilai tambah adalah salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi aktivitas. dan inovasi.. Pelaporan Biaya bernilai tambah dan tidak bernilai tambah. merupakan pembuatan standar untuk mengidentifikasikan peluang perbaikan aktivitas dan menggunakan praktik terbaik sebagai standar untuk mengevaluasi kinerja aktivitas e. Manajemen Kapasitas aktivitas.3. b. Balanced Scorecard harus menjelaskan strategi perusahaan. dimulai dengan tujuan finansial jangka panjang. dan kemudian mengaitkannya dengan berbagai urutan tindakan yang harus diambil berkenaan dengan proses finansial. menggambarkan kemampuan yang diperlukan organisasi untuk memperoleh pertumbuhan jangka panjang dan perbaikan 29 . Pengaruh Perilaku dan Penggerak (driver). c. UKURAN KINERJA AKTIVITAS a. Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan Learning and growth (infrastructure) perspective. Balanced Scorecard dirancang dan dikembangkan oleh Robert Kaplan dan David Norton pada awal 1990-an sebagai respon terhadap sistem pengukuran kinerja yang lebih berfokus pada laporan hasil keuangan terhadap anggaran Balanced Scorecard tetap mempertahankan berbagai ukuran finansial tradisional yang hanya menjelaskan berbagai peristiwa masa lalu dan tidak memadai untuk menuntun dan mengevaluasi perjalanan yang harus dilalui perusahaan abad informasi dalam menciptakan nilai masa depan melalui investasi yang ditanamkan pada pelanggan. Perhitungan biaya daur hidup (life-cycle costing). pemasok. d. hidupnya (value. b. ukuran output diperlukan untuk menghitung dan menelusuri biaya tak bernilai tambah. Balanced Scorecard melengkapi seperangkat ukuran finansial kinerja masa lalu dengan ukuran pendorong (drivers) kinerja masa depan. ukuran ini adalah membandingkan biaya aktivitas sepanjang waktu.Pengontrolan proses pengurangan biaya dilakukan dengan siklus perbaikan berkelanjuan dan siklus pemeliharaan. THE BALANCED SCORECARD: KONSEP DASAR Balanced Scorecard adalah sistem manajemen strategis yang mendifinisikan system akuntansi pertanggung jawaban berdasarkan strategi. Benchmarking. Pelaporan Trend (trends in activity cost reports). pekerja.. merupakan perhitungan semua biaya yang berhubungan degan produk 4.menjelaskan proses internal yang diperlukan untuk memberikan nilai pada pelanggan dan pemilik d. Perspektif keuangan (Financial perspective). f. proses. penggerak aktivitas mengukur kapasitas aktivitas g. teknologi. Standar Kaizen. pelanggan. perhitungan biaya Kaizen mengacu pada pengurangan biaya produk dan proses yang ada.

Membuat Key Perfomance Indicator (KPI) d. Hindari pengukuran yang berlebihan yang tidak banyak memberi nilai tambah Tujuan dan Ukuran Persepektif : Perspektif Keuangan TUJUAN Pertumbuhan Pendapatan Kenaikan Jumlah produk Membuat aplikasi baru Mengembangkan pelanggan Mengadopsi strategi harga baru % pendapatan dari produk baru % pendapatan dari aplikasi baru % pendapaan dari sumber baru Profitabilitas produk & pelanggan Penurunan Biaya Penurunan biaya produk per unit Penurunan biaya pelanggan per unit Penurunan biaya jalur distribusi Biaya produk per unit Biaya pelanggan per unit Biaya jalur distirbusi Utilisasi Aset Perbaikan pemanfaatan aset Perspektif Pelanggan TUJUAN Utama Peningkatan pangsa Pasar Peningkatan retensi pelanggan Peningkatan permintaan pelanggan Peningkatan kepuasan pelanggan peningkatan profitabilitas pelanggan Nilai kinerja Penurunan harga Penurunan biaya pasca pembelian Perbaikan fungsi produk UKURAN Laba atas investasi Nilai tambah konomi UKURAN Pangsa pasar % pertumbuhan bisnis dari pelangggan yang ada % pelanggan yang kembali Jumlah pelanggan baru Tingkat dari survei pelanggan Profitabilitas pelanggan Harga Biaya pasca pembelian Tingkat dari survei pelanggan 30 . ukuran yang digunakan sesuai dgn keputusan saat ini yang hasilnya untuk masa depan b.Kunci BSC a. Ukuran keberhasilan harus dinyatakan secara eksplisit dan rinci sehingga menjadi jelas apa yang diukur Biaya untuk mengidentifikasi dan memonitor Ukuran Keberhasilan sebaiknya tidak melebihi nilai yang akan diketahui dari pengukuran tersebut. spesifik dan terukur (measurable) e. Lead indicator . Lag indicator. Ukuran keberhasilan harus menunjukkan indikator kinerja yang jelas. hasil masa lalu yang digunakan untuk ukuran yang akan digunakan untuk masa depan c.

Perbaikan kualitas produk Peningkatan keandalan pengiriman Perbaikan kesan dan reputasi produk % pengembalian % Pengiriman tepat waktu Jadwal yang terpenuhi Tingkat dari survei pelanggan Perspektif Proses TUJUAN Inovasi Peningkatan jumlah produk baru Peningkatan produk yang dimiliki Penurunan waktu pengembangan produk baru Operasional peningkatan kualitas proses peningkatan efisiensi proses Penurunan waktu proses Pelayanan pasca penjualan Peningkatan kualitas pelayanan Peningkatan efisiensi pelayanan Penurunan waktu pelayanan Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan TUJUAN Peningkatan kemampuan pegawai UKURAN Jumlah produk baru yang direncanakan %Pendapatan dari produk yang dimiliki Waktu pemasaran Biaya kualitas hasil output % unit cacat Trend biaya biaya unit Output/input waktu siklus dan velositas MCE tingkat keberhasilan Trend biaya output/input Waktu siklus UKURAN Tingkat kepuasan pegawai Persentase pergantian pegawai Produktivitas pegawai Rasio strategis cakupan pekerjaan Peningkatan motivasi saran per pegawai saran per pegawai yang dialksanakan Peningkatan kemampuan sisiten informasi % proses dengan kemampuan merespon balik daam waktu nyata % pegawai menghadapi pelanggan dengan akses online ke informasi pelanggan danproduk 31 .

Biaya kualitas berhubungan dengan kegiatan pengendalian dan kegiatan karena kegagalan Empat kategori biaya kualitas meliputi: − Biaya Pencegahan (Prevention costs) biaya yang timbul dalam pencegahan kualitas yang buruk. pemeriksaan kemasan. pelaporan . biaya yang timbul karena untuk menentukan apakah produk dan jasa telah sesuai dengan persyaratan . Secara operasional produk atau jasa yang berkualitas adalah yang memenuhi atau melebihi harapan pelanggan atau dengan kata laian kualitas adalah kepauasan pelanggan.program pelatihan. Tujuan utama adalah untuk mencegah adanya ketidak cocokan barang sebelum dierahkan kepada pembeli. b. dan Pengendalian 1. PENGUKURAN BIAYA KUALITAS a. yang mempunyai dimensi − − − − − − − − Kinerja (Performance )—mengacu pada konsistensi dan seberapa baik fungsi sebuah produk Estetika (Aesthetics )—berhubungan dengan penampilan wujud produk Mudah (Serviceabilit)y —kemudahan perawatan dan perbaikan Fitur (quality of design) —karakteristik produk Kehandalan (Reliability) —kemungkinan suatu produk menjalankan fungsi dalam jangka waktu tertentu Tahan Lama (Durability )—jangka waktu produk dapat berfungsi Kualitas keseuaian (Quality of conformance )—ukuran mengenaiapakah sebuah produk telah memenuhi spesifikasinya atau tidak Kecocokan (Fitness for use)—Kecocokan dari sebuah produkmenjalankan fungsi sebagaimana yang seharusnya Dari delapan dimensi kualitas diatas. uji lapangan dan review desain. pengesahan dari pihak luar. perencanaan kualitas. Definisi Kualitas Kualitas adalah derajat atau tingkat kesempurnaan. Pelaporan. − Biaya Penilaian (Appraisal costs) .BAB 8 Biaya Kualitas & Produktivitas: Pengukuran. audit kualitas. Produk y ang tidak sesuai (nonconformance) adalah produk cacat (defective). Definisi Biaya Kualitas Biaya kualitas adalah biaya yang timbul karena mungkin atau terdapat kualitas yang buruk. 32 . pengawasan kegiatan supervissi. Kualitas keseuaian (Quality of conformance )adalah dimensi yang mendapat perhatian utama. peralatan pengukuran. pemilihan dan evaluasi supplier . meliputi biaya rekayasa kualitas . yang dalam hal ini merupakan ukuran relative dari kebaikan (goodness) . siklus kualitas. Contoh : biaya pemeriksaan dan pengujian bahan baku.

PELAPORAN INFORMASI BIAYA KUALITAS A. Biaya kualitas yang dapat diamati (Observable quality costs) adalah biaya yangtersedia atau diperoleh dari catatan akuntansi. tanggung jawab hukum. ketidak puasan pelanggan. retur. pemeriksaan ulang. potongan penjualan karena kualitas buruk. pengehntian mesin. pengerjaan berulang. rumus L (y) = k(y-T)2 Dimana : k = konstanta proporsionalitas yang besarnya tergantung pada struktur biaya kegagalan eksternal perusahaan y = nilai actual dari karakteristik kualitas T = nilai target dari karaktersitik kualitas L = kerugian kualitas 2. dan perubahan desain. Biaya ini tidak timbul jika tidak terdapat produk cacat. c. Contoh : sisa bahan. − Biaya kegagalan eksternal (External failure costs).− Biaya kegagalan internal (Internal failure costs) . Fungsi kerugian Taguchi (Taguchi loss function) : setiap penyimpangan dari nilai target suatu karakterisitik kualitas dapat menimbulkan biaya kualitas yang tersembunyi. Tiga metode dalam pengukuran biaya kualitas yang tersembunyi : 1. Metode Penelitian pasar (market research method) 3. kategori biaya ini dapat menjadi yang paling merugikan. 2. biaya yang timbul karena produk dan jasa yang dihasilkan gagal memenuhi persayartan atau tidak memuaskan kebutuhan pelanggan setelah produk diserahkan kepada pelanggan. biaya yang timbul karena produk dan jasa yang dihasilkan tidak sesuai dengan spesifikasi atau kebutuhan pelanggan. Biaya kualitas yang tersembunyi (Hidden quality costs) adalah biaya kesempatan yang terjadi karena kualitas buruk dan biasanya tidak ada dalam catatan akuntansi. Pengukuran Biaya Kualitas Biaya kualitas bisa juga diklasifikasikan sebagai biaya yang dapat diamati atau tersembunyi. LAPORAN BIAYA KUALITAS 33 . perbaikan. Biaya ini tidak timbul jika tidak terdapat produk cacat. Contoh : biaya penarikan produk dari pasar. Metode Pengali (multiplier method) : total biaya kegagalan adalah hasil perkalian dari biaya kegagalan yang terukur dengan efek pengali yang diperoleh dari pengalaman. hilangnya pangsa pasar dan biaya untuk mengatasi keluhan pelanggan. Dari semua biaya kualitas. biaya garansi. pengujian ulang.

6%) Pencegahan (34.000 $333.32 11.000 4.000 25.000 35. 2004 Prevention costs: Quality training Reliability engineering Appraisal costs: Materials inspection Product acceptance Process acceptance Internal failure costs: Scrap Rework External failure costs: Customer complaints Warranty Repair Total quality costs 11 -21 Quality Costs % of Sales $35.000 80. FUNGSI BIAYA KUALITAS • Pandangan kualitas yang dapat diterima (Acceptable quality view).5%) Kegagalan internal(25.000 65.000 85. 34 .000 38.4%) B.000 2.000 15.11% $20. diasumsikan terdapat perbandingan terbalik antara biaya pengendalian dan biaya kegagalan.43 $50. Ketika biaya pengendalian meningkat seharusnya biaya kegagalan turun.Image Products Quality Cost Report For the Year Ended March 31.90% 11 -22 Distribusi Relative Biaya Kualitas kegagalan external (19.04 $25.000 3.000 68.000 2.000 10.000 $115.5%) Penilaian (20.

35 . mengklasifikasikan berbagai aktivitas sebagai nilai tambah dan tidak bernilai tambah serta hanya mempertahankan aktivitas yang memberikan nilai tambah.• • • Pandangan cacat nol (Zero defects view). perubahan biaya kualitas dapat diketahui dengan menggunakan grafik tren atau bagan. Manajemen berbasis aktivitas dan biaya kualitas optimal (Activity-based management and optimal quality costs) . biaya kegagalan timbul hanya jika produk tidak sesuai dengan spesifikasi dan terdapat perbandingan optimal antara biaya kegagalan dan biaya pengendalian. Analisa tren (Trend analysis).

MODUL I AKUNTANSI MANAJEMEN UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “ VETERAN” JAWA TIMUR PROGRAM PASCASARJANA AGUS SUBYANTARA 36 .