Nur Rohim Yunus, LLM

 Ilmu

pengetahuan hukum adalah ilmu
yang memuat pengertian-pengertian
pokok dalam hukum, karena ilmu hukum
seperti halnya ilmu-ilmu yang lain banyak
istilah-istilah yang perlu dijelaskan arti
dan maksud dalam istilah tersebut,
sehingga kita, terutama pemula yang
ingin mengenal dan mempelajari hukum
dapat mengerti arti dan maksud istilahistilah hukum tersebut dengan jelas.

 Pengetahuan

hukum merupakan
suatu kategori dari pengertian
tertentu dalam konteks berpikir
secara hukum, dan oleh karenanya
hanya boleh diartikan dalam konteks
itu pula.

dan lain sebagainya yang dianggap relevan. Hubungan Hukum. Objek Hukum. Seperti: Subyek Hukum. Peristiwa Hukum. Akibat Hukum. Perbuatan dan Peranan hukum. . Perbuatan Melawan Hukum. Hak dan Kewajiban. Masyarakat Hukum.

 Adalah segala sesuatu yang menurut hukum dapat menjadi pendukung (dapat memiliki) hak dan kewajiban.  Yang dapat dikategorikan sebagai Subjek Hukum adalah Manusia (Natuurlijk persoon) dan Badan Hukum (Rechts persoon) .

Namun ada pengecualian menurut Pasal 2 KUHPerdata. apabila dilahirkan dalam keadaan meninggal dunia. Namun. sehingga ia bukan termasuk subjek Hukum.Adalah setiap orang yang mempunyai kedudukan yang sama selaku pendukung hak dan kewajiban.  .  Pada prinsipnya orang sebagai subjek hukum dimulai sejak lahir hingga meninggal dunia. maka menurut hukum ia dianggap tidak pernah ada. seperti dalam hal kewarisan. bahwa bayi yang masih ada di dalam kandungan ibunya dianggap telah lahir dan menjadi subjek hukum jika kepentingannya menghendaki.

pemboros. Ada juga golongan manusia yang tidak dapat menjadi subjek hukum. Anak yang masih dibawah umur. dan Isteri. belum dewasa dan belum menikah. Orang yang berada dalam pengampuan (curatele) yaitu orang yang sakit ingatan. 2. karena tidak cakap dalam melakukan perbuatan hukum (Personae miserabile) yaitu : 1. . pemabuk.

 Adalah suatu perkumpulan atau lembaga yang dibuat oleh hukum dan mempunyai tujuan tertentu. . Memiliki kekayaan yg terpisah dari kekayaan anggotanya. badan hukum mempunyai syarat-syarat yang telah ditentukan oleh hukum yaitu : (Teori Kekayaan bertujuan) 1. Sebagai subjek hukum. Hak dan Kewajiban badan hukum terpisah dari hak dan kewajiban para anggotanya. 2.

dan instansi pemerintah. Teori Organ . Yayasan dsb. Koperasi. seperti PT. Badan Hukum Privat. Yaitu : 1. Badan Hukum Publik. Teori Pemilikan 4. b. seperti Negara.  Ada empat teori yg digunakan sebagai syarat badan hukum untuk menjadi subyek hukum. Badan Hukum terbagi atas dua macam : a. Teori Kekayaan Bertujuan 3. Teori Fictie 2.

 Objek Hukum berupa benda atau barang ataupun hak yang dapat dimiliki dan bernilai ekonomis.Adalah segala sesuatu yang bermanfaat bagi subjek hukum dan dapat menjadi objek dalam suatu hubungan hukum.  Dapat dibedakan antara lain : .Benda bergerak dan tidak bergerak  .Benda berwujud dan tidak berwujud .

. Dalam Hukum Perdata obyek hukum lazim disebut BENDA (zaak). Menurut Hukum Perdata . benda ialah segala barang-barang dan hak-hak yang dapat dimiliki orang (vide pasal 499 Kitab Undang-undang Hukum Sipil (KUHS).

mobil. benda itu dapat dibagi dalam: Benda yang berwujud (material). tanah. dan lain-lain. seperti: rumah. buku.Menurut pasal 503 KUHS (Kitab UndangUndang Hukum Sipil. Benda yang tak berwujud (benda immaterial) yaitu segala macam hak seperti: hak merek perdagangan dan lain-lain. . yaitu segala sesuatu yang dapat diraba oleh pancaindra.

dll. hewan. . yaitu benda yang tak dapat dipindahkan. komputer dan lain-lain. mesin-mesin dalam pabrik.Menurut 504 KUHS benda dapat juga dibagi atas:  Benda yang tak bergerak (Onroerend). dan segala yang ditanam atau yang dibangunkan diatasnya. seperti: tanah. gedung. misalnya: pohonpohon. seperti: meja.  Benda yang bergerak (benda tak tetap) yaitu benda-benda yang dapat dipindahkan.

Jadi hak pada pihak yang satu berakibat timbulnya kewajiban pada pihak yang lain. diperlukan suatu “peristiwa” yang oleh hukum dihubungkan sebagai suatu akibat.  Untuk terjadinya “hak dan kewajiban”.  . yaitu menghormati dan tidak boleh mengganggu hak tersebut. Artinya. hak seseorang terhadap sesuatu benda mengakibatkan timbulnya kewajiban pada orang lain. tetapi konsekwensinya bahwa orang lain pun memiliki hak yang sama dengannya.Tidak seorangpun manusia yang tidak mempunyai hak.

yaitu . Teori Kepentingan (Belangen Theorie). Karena hukum sering melindungi kepentingan dengan tidak memberikan hak kepada yang bersangkutan”. Teori ini dibantah oleh Utrecht. Ada dua teori dalam ilmu hukum untuk menjelaskan keberadaan Hak. yang berpendapat “hak itu sesuatu yang penting bagi seseorang yg dilindungi oleh hukum. . tetapi orang tidak boleh mengacaukan antara hak dan kepentingan. atau suatu kepentingan yg terlindungi”. 1. dianut Rudolf von Jhering. menurutnya “hukum itu memang mempunyai tugas melindungi kepentingan dari yang berhak.

2. Teori ini dibantah oleh Utrecht. Berdasarkan kehendak sesorang dapat memiliki rumah. dsb. Teori Kehendak (Wilsmacht Theorie). Namun. karena belum menyatakan kehendaknya. Dianut oleh Bernhard Winscheid. tanah. rumah. hak adalah kehendak yang diperlengkapi dengan kekuatan dan diberi oleh tata tertib hukum kepada seseorang. . mobil. dll. yg menjalankan adalah wali atau kuratornya. menurutnya walaupun dibawah pengampuan mereka tetap dapat memiliki mobil. Sedangkan anak dibawah umur atau orang gila tidak dapat diberi hak.

 Terjadi perjanjian yg disepakati oleh para pihak yg melakukan perjanjian.  Terjadi kerugian yg diderita oleh seseorang akibat kesalahan atau kelalaian orang lain.  Karena seseorang telah melakukan kewajiban yg merupakan syarat memperoleh hak.Adanya subjek hukum baru.  Terjadinya daluarsa (verjaring)  . baik orang maupun badan hukum.

3. Telah diterimanya suatu benda yang menjadi objek hak.1. 4. Masa berlakunya hak telah habis dan tidak dapat diperpanjang lagi. Karena daluarsa (verjaring) . Apabila pemegang hak meninggal dunia dan tidak ada pengganti atau ahli waris yang ditunjuk. baik oleh pemegang hak maupun ditunjuk oleh hukum. 2.

yaitu: 1. yg diberikan oleh hukum kepada subjek hukum.Kewajiban Positif dan Kewajiban Negatif .Kewajiban Publik dan Kewajiban Perdata 3. Kewajiban dalam ilmu hukum menurut Curzon dibedakan beberapa golongan.Kewajiban sesungguhnya merupakan beban.Kewajiban Mutlak dan Kewajiban Nisbi 2.

 Karena daluarsa (verjaring) contoh denda .  Karena telah menikmati hak tertentu yg harus diimbangi dengan kewajiban tertentu. sehingga ia wajib membayar ganti rugi. Karena diperoleh suatu hak yang membebani syarat untuk memenuhi kewajiban.  Berdasarkan suatu perjanjian yang telah disepakati.  Adanya kesalahan atau kelalaian seseorang yg menimbulkan kerugian bagi orang lain.

Karena meninggalnya orang yg mempunyai kewajiban.  Masa berlakunya telah habis dan tidak diperpanjang.  Ketentuan undang-undang.  Kewajiban telah dipenuhi oleh yang bersangkutan. tanpa ada penggantinya.  Terjadi suatu sebab di luar kemampuan manusia.  Kewajiban telah beralih atau dialihkan kepada orang lain. sehingga tidak dapat dipenuhi kewajiban itu.  .  Hak yg melahirkan kewajiban telah dihapus  Daluarsa (verjaring) extinctief. baik ahli waris maupun orang lain atau badan hukum yang ditunjuk oleh hukum.

Peristiwa hukum karena perbuatan subjek hukum. 2. kematian.Adalah “semua kejadian atau fakta yang terjadi dalam kehidupan masyarakat yang mempunyai akibat hukum. hibah. yaitu peristiwa hukum yang terjadi dalam masyarakat yg bukan merupakan akibat dari perbuatan subjek hukum. kelahiran. yaitu suatu peristiwa hukum yang terjadi akibat perbuatan hukum. contohnya pembuatan wasiat.  . Misalnya. dsb. Perkawinan.  Peristiwa hukum dibedakan menjadi : 1. Contoh . Peristiwa hukum yang bukan perbuatan subjek hukum atau peristiwa hukum lainnya. Jual beli.

Perbuatan hukum bersegi dua. dan akibat hukum itu memang dikehendaki oleh subyek hukum. hibah. Misalnya Sewa menyewa. Perbuatan hukum bersegi satu. yaitu : 1.  .  Perbuatan Hukum terdiri atas dua jenis. jual-beli. yaitu perbuatan hukum yg dilakukan oleh dua pihak atau lebih. nikah. yaitu perbuatan hukum yg dilakukan oleh satu pihak saja. dsb. pengakuan anak. misalnya perjanjian. misalnya pemberian wasiat. 2. dsb.Perbuatan hukum adalah setiap perbuatan atau tindakan subjek hukum yg mempunyai akibat hukum.

Misalnya : sejak Kreditur dan debitur melakukan akad kredit. Misalnya: Usia 21 tahun melahirkan suatu keadaan hukum baru dari tidak cakap bertindak mjd cakap bertindak. . berubahnya. lenyapnya suatu keadaan hukum tertentu.Akibat hukum berupa lahirnya. maka melahirkan hubungan hukum baru. yaitu utang-piutang. Akibat hukum berupa lahirnya. atau orang dewasa yg dibawah pengampuan. Ada beberapa jenis akibat hukum. Atau Sejak pembeli melunasi harga suatu barang. melenyapkan kecakapan dlm tindakan hukum. yaitu : 1. dan penjual menyerahkan barang tersebut. atau lenyapnya suatu hubungan hukum tertentu.Akibat yg diberikan oleh hukum atas suatu peristiwa hukum atau perbuatan dari subjek hukum. 2. maka berubahlah atau lenyaplah hubungan hukum jual beli diantara mereka. berubahnya.

Sanksi dari suatu akibat hukum berdasarkan pada lapangan hukum. Melakukan Perbuatan Melawan Hukum (onrechtmatigedaad). yg berupa Hukuman Pokok dan Hukuman Tambahan 2. adalah suatu perbuatan seseorang yg mengakibatkan kerugian terhadap yg sebelumnya tidak diperjanjikan. dibedakan menjadi : 1. atau tidak dilakukan secara layak sesuai perjanjian.Sanksi Hukum di bidang hukum publik. . yaitu akibat kelalaian seseorang tidak melaksanakan kewajibannya tepat pada waktunya. Melakukan Wanprestasi.Akibat hukum berupa sanksi. sehingga ia dapat dituntut memenuhi kewajibannya bersama keuntungan yg dpt diperoleh atas lewatnya batas waktu. b. Diatur dalam pasal 1366 KUHPer. diatur dalam pasal 10 KUHP. Diatur dalam pasal 1365 KUHPer. terdiri atas : a. yang tidak dikehendaki oleh subjek hukum. sehingga ia diwajibkan mengganti kerugian.Sanksi Hukum di bidang hukum privat.

. misalnya siksaan materiil atau riil yaitu hukuman mati. Dan siksaan moril atau idiil yaitu pengumuman putusan hakim. misalnya Ganti kerugian 2. Pemenuhan Keadaan 3. dan kurungan. Penjatuhan Hukuman Hukuman dalam arti luas dibedakan : 1. Hukuman Administratif. Hukuman Perdata.   Sanksi dari aspek sosiologis merupakan persetujuan atau penolakan terhadap perilaku tertentu yg terdiri dari Sanksi Positif dan Sanksi Negatif. penjara. Sanksi Negatif yaitu penjatuhan hukuman penjara kepada seseorang karena perbuatan pidana atau melawan Hukum. Sanksi Negatif dalam arti luas terdiri : 1. Sanksi Positif misalnya pemberian tanda jasa karena prestasi. misalnya Pencabutan Izin Usaha 3. Pemulihan Keadaan 2. dan pencabutan hak-hak tertentu. Hukuman Pidana.

2. adalah sebagai berikut :  Sebelum 1919. atau melanggar ketentuan hukum tertulis saja. bertentangan dengan kewajiban hukum si pelaku.Rumusan Pengertian dan Pelaksanaan Perbuatan Melawan Hukum sebelum 1919 dan sesudah 1919 (Arrest Hogeraad) 19 Desember 1919. melanggar hak orang lain yg diakui UU. misalnya tidak memberi pertolongan terhadap seseorang korban kecelakaan. padahal mengetahui kejadian kecelakaan. apabila perbuatan itu bertentangan dengan hukum tertulis (UU) hanya dalam hal : 1.  . perbuatan melawan hukum terjadi.

Melanggar baik terhadap kesusilaan maupun terhadap kesaksamaaan yg layak dalam pergaulan masyarakat terhadap orang lain. 2. Sesudah tahun 1919. yaitu setelah keluarnya Arrest (putusan) Hogeraad (MA) Belanda. pada tanggal 31 Desember 1919. atau bertentangan dengan kewajiban hukum si pelaku. atau benda milik orang lain. . memutuskan bahwa suatu perbuatan digolongkan melawan hukum apabila : 1. Setiap perbuatan atau kealpaan yg menimbulkan pelanggaran terhadap orang lain.

 Hubungan hukum (rechtsbetrekkingen) adalah hubungan antara dua subyek hukum atau lebih mengenai hak dan kewajiban di satu pihak berhadapan dengan hak dan kewajiban dipihak yang lain. .

antara orang dengan masyarakat. . antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain. Hukum mengatur hubungan antara orang yang satu dengan orang yang lain.  Jadi hubungan hukum terdiri atas ikatan-ikatan antara individu dengan individu dan antara individu dengan masyarakat dan seterusnya.

Misalnya: A menjual satu unit mobil kepada B. yaitu peraturan hukum yang mengatur hubungan itu.Hubungan hukum memerlukan syaratsyarat antara lain:  Ada dasar hukumnya.  Ada Peristiwa hukum. yaitu terjadi peristiwa hukumnya. .

 Masyarakat hukum (rechtsgemeen schappen) adalah sekelompok orang yang hidup dalam suatu wilayah tertentu dimana di dalam kelompok tersebut berlaku suatu rangkaian peraturan yang menjadi tingkah laku bagi setiap kelompok dalam pergaulan hidup mereka. .

yang dikenal dengan sebutan masyarakat adat. . karena mereka yakin bahwa yang dilakukannya tersebut memang seharusnya demikian. adakalanya disebabkan oleh kebiasaan yang dilakukan secara berulangulang dan masyarakat lainnya mengikutinya. Suatu aturan tersebut kadang-kadang diciptakan dan dikehendaki oleh para anggota masyarakat. Peraturan-peraturan itu dibuat oleh kelompok itu sendiri dan berlaku bagi mereka sendiri.

Sesuai disini bahwa hukum itu mencerminkan nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat. . Hal ini sesuai dengan pandangan Roscoue Pound yang menyatakan bahwa hukum yang baik adalah hukum yang sesuai dengan hukum yang hidup dalam masyarakat.

Terima kasih ANY QUESTION? .