BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Beberapa tahun terakhir ini energi merupakan persoalan yang krusial didunia.
Peningkatan permintaan energi yang disebabkan oleh pertumbuhan populasi
penduduk dan menipisnya sumber cadangan minyak dunia serta permasalahan emisi
dari bahan bakar fosil memberikan tekanan kepada setiap negara untuk segera
memproduksi dan menggunakan energi terbaharukan. Selain itu, peningkatan harga
minyak dunia hingga mencapai 100 U$ per barel juga menjadi alasan yang serius
yang menimpa banyak negara di dunia terutama Indonesia.
Lonjakan harga minyak dunia akan memberikan dampak yang besar bagi
pembangunan bangsa Indonesia. Konsumsi BBM yang mencapai 1,3 juta/barel tidak
seimbang dengan produksinya yang nilainya sekitar 1 juta/barel sehingga terdapat
defisit yang harus dipenuhi melalui impor. Menurut data ESDM (2006) cadangan
minyak Indonesia hanya tersisa sekitar 9 milliar barel. Apabila terus dikonsumsi tanpa
ditemukannya cadangan minyak baru, diperkirakan cadangan minyak ini akan habis
dalam dua dekade mendatang.
Selain problem krisis energy, di masa sekarang kita juga dihadapi dengan masalah
lingkungan lainnya,salah satunya adalah pemansan global. Pemanasan Global (Global
Warming) adalah masalah serius dan mendesak untuk diperhatikan, akan semakin
menjadi parah dimasa yang akan datang jika tidak segera diatasi mulai dari
sekarang.Problem gas rumah kaca diatas dan krisis energy misalnya,masalah
lingkungan tersebut sebenarnya memiliki solusi yang berasal dari lingkungan juga.
Masalah tersebut bisa dijawab dengan biomassa yang asal mulanya dari alam .

Pemanfaatan Kotoran Sapi Menjadi Biogas Dengan Teknik Penyesuaian Suhu

Gas rumah kaca yang disebabkan oleh bahan bakar fosil, seperti karbon dioksida
ketika dilepaskan di atmosfir, keberadaannya akan menghalangi panas yang akan
meninggalkan bumi sehingga akan meningkatkan temperature bumi. Bila hal ini
terjadi maka maka akan terjadi perubahan iklim yang akan mempengaruhi kualitas
kehidupan di lingkungan kita. Selain disebabkan oleh CO2, gas berikut juga memiliki
kontribusi dalam pemanasan global, methane (CH4) dan nitrous oksida (N2O).
Pembakaran biomassa sebenarnya menghasilkan CO2 tetapi karbon dioksida yang di
hasilkan akan distabilisasi dengan serap kembali oleh tumbuhan, sehingga tidak ada
penimbuan karbon dioksida dalam atmosfer dan keberadaannya terus seimbang.
Salah satu sumber energi alternatif adalah biogas . Ketika seseorang berbicara
mengenai biogas, biasanya yang dimaksud adalah gas yang dihasilkan oleh proses
biologis yang anaerob (tanpa bersentuhan dengan oksigen bebas) yang terdiri dari
kombinasi methane (CH4), karbon dioksida (CO2), Air dalam bentuk uap (H20), dan
beberapa gas lain seperti hidrogen sulfida (H2S), gas nitrogen (N2), gas hidrogen
(H2) dan jenis gas lainnya dalam jumlah kecil. Secara lebih singkat, biogas dapat
diartikan sebagai “gas yang diproduksi oleh makhluk hidup”, Akan tetapi disini
penulis menceritakan biogas berasal dari berbagai macam limbah organik seperti
sampah biomassa, kotoran manusia, kotoran hewan yang dapat dimanfaatkan menjadi
energi melalui proses anaerobik digestion. Proses ini merupakan peluang besar untuk
menghasilkan energi alternatif sehingga akan mengurangi dampak penggunaan bahan
bakar fosil.

1.2 Rumusan Masalah
Biogas merupakan sebuah proses produksi biogas dari material organik dengan
bantuan bakteri. Proses degradasi material organik ini tanpa melibatkan oksigen yang
disebut anaerobik digestion. Karena proses anaerobik menggunakan bantuan bakteri ,
diperlukan perlakuan khusus pada bakteri agar menghasilkan biogas yang optimal .
Hal ini disebabkan karena aktivitas metabolisme mikroorganisme dapat dipengaruhi
oleh proses kimia maupun fisika .
Pemanfaatan Kotoran Sapi Menjadi Biogas Dengan Teknik Penyesuaian Suhu

Apabila pada digester diberi perlakuan seperti di dalam lambung ruminansia. Berdasarkan permasalahan tersebut di atas maka perlu dirancang suatu reaktor yang mampu memproduksi biogas yang lebih optimal yaitu dengan memberikan perlakuan pada digester seperti pada lambung ruminansia melalui pengaturan temperatur dan pH yang optimal untuk perkembangbiakan bakteri metanogenik di dalam digester. 1.3 Tujuan Penelitian Tujuan saya mengambil topik ini adalah merancang prototipe reaktor biogas dengan menyesuaikan temperatur pada digester dan pengaturan pH sludge agar menghasilkan output biogas yang optimal dengan volume digester yang tidak terlalu besar sehingga dapat diaplikasikan di tingkat rumah tangga dan industri kecil. sehingga dapat diaplikasikan dalam skala rumah tangga dengan kebutuhan bahan baku yang tidak terlalu besar. Selain itu diharapkan dapat membantu mengatasi krisis energi dan membantu masyarakat melalui aplikasi di tingkat rumah tangga dan industri kecil. Pemanfaatan Kotoran Sapi Menjadi Biogas Dengan Teknik Penyesuaian Suhu . ada kemungkinan akan meningkatkan produksi biogas. Selain itu juga diharapkan mampu menekan biaya investasi alat.4 Manfaat Penelitian Dengan dirancangnya prototipe reaktor biogas yang menggunakan teknik penyesuaian suhu ini diupayakan dapat mengahasilkan biogas yang optimal dengan meminimalkan bahan utama . 1.

Produk akhir biokonversi anaerob adalah biogas. Bakteri psyhrophilic 0 – 7 0C.5.2 Faktor yang berpengaruh pada proses fermentasi anerobik Fermentasi anaerob dipengaruhi oleh substrat dan faktor-faktor lingkungan .5.5 Lingkup Kajian 1. Proses anaerobik dapat berlangsung di bawah kondisi lingkungan yang luas meskipun proses yang optimal hanya terjadi pada kondisi yang terbatas . pH .5. Pemanfaatan Kotoran Sapi Menjadi Biogas Dengan Teknik Penyesuaian Suhu . pengadukan ( agatasi ) . Pada faktor abiotik dapat terdiri dari suhu . Pada faktor substrat dapat berupa bioreactor dan biodigester .3 Kelayakan suhu pada proses fermentasi dengan hasil biogas yang optimal Gas metana dapat diproduksi pada tiga range temperatur sesuai dengan bakteri yang hadir. meningkat seiring dengan meningkatnya temperatur.1 Proses fermentasi anaerobik sehingga menghasilkan biogas Proses fermentasi anaerobik merupakan proses pemecahan bahan organik oleh aktivitas metanogen dan bakteri asidogenik pada kondisi tanpa oksigen dengan memanfaatkan bahan organik tersebut sebagai sumber karbon atau energi. Seperti halnya proses secara biologi tingkat produksi metana berlipat untuk tiap peningkatan temperature sebesar 10 0C – 15 0C. 1.1.). bakteri mesophilic pada temperatur 13 – 40 0C sedangkan thermophilic pada temperatur 55 – 60 0C (Fry. yaitu campuran metana dan karbon dioksida yang dapat dimanfaatkan sebagai energi terbarukan. Jumlah total dari gas yang diproduksi pada jumlah bahan yang tetap. sedangkan pada faktor-faktor lingkungan dapat berupa faktor biotik dan abiotik . 1. Pada faktor biotik berupa mikroorganisme itu sendiri dan jasad renik . serta adanya bahan toksik yang terkandung .

diharapkan diperoleh melalui studi kepustakaan. ketersediaan unsur hara . kami mencari informasi tambahan melalui jaringan internet.7 Hipotesis Variasi dari hasil kajian dapat dipengaruhi oleh suhu. 1. agar kesahihan hasil studi dapat dipertanggungjawabkan. mulai dari perencanaan. Data yang digunakan diperoleh dari beberapa litelatur .8 Sistematika Penyajian Laporan ini terdiri dari 5 bab dengan sistematika penulisan dari Laporan ini adalah sebagai berikut: Pemanfaatan Kotoran Sapi Menjadi Biogas Dengan Teknik Penyesuaian Suhu .1. 1. Laporan Tugas Akhir Endang Yulistiawati yang berjudul Pengruh Suhu dan C/N Rasio Terhadap Produksi Biogas Berbahan Baku Sampah Organik Sayuran . digunakan metode studi pustaka untuk memperoleh informasi dari beberapa litelatur yang ada . pengumpulan data. diantaranya Laporan Tugas Akhir Indriani yang berjudul Pemanfaatan Limbah Rumah Makan dan Industri Gula (molase) Untuk Produksi Biogas.6 Metode Penelitian Untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penulisan laporan .Suhu termofilik merupakan suhu yang dapat menghasilkan biogas yang lebih optimal dibandingkan suhu ruang . Untuk melengkapi data dari buku-buku literatur dan jurnal-jurnal yang telah ada. dan analisis data. Selain itu . lama proses yang mengakibatkan pada produksi biogas selama proses perombakan anaerob dalam biodigester anaerob pada suhu ruang. Rujukan konseptual dan teoritis bagi keseluruhan proses studi.

1.4 BAB IV ANALISIS Bab ini berisi hasil analisa dari data yang diperoleh di lapangan dengan teori-teori yang mendukung. faktor yang mempengaruhi proses anaerobic .5 BAB V PENUTUP Bab ini merupakan bab penutup berisikan simpulan dari hasil analisa penelitian dan saran yang dapat diberikan agar permasalahan yang dihadapi dapat terselesaikan dengan baik. BAB II Pemanfaatan Kotoran Sapi Menjadi Biogas Dengan Teknik Penyesuaian Suhu . yang meliputi: Konsep Dasar biogas. analisa keluaran.8.1 BAB I PENDAHULUAN Bab ini menjelaskan tentang: Latar Belakang. Metode Penelitian. serta Sistematika Penulisan. Konsep reactor biogas. konfigurasi sistem dan UML.8. Konsep rentang komposisi biogas. penjelasan tentang wewenang dan tanggungjawab.2 BAB II LANDASAN TEORI Bab ini berisi teori-teori pendukung penganalisaan. 1. Tujuan dan Manfaat Penelitian. 1.8.8.8.3 BAB III PENGOLAHAN DATA Pada bab ini berisikan gambaran tentang sejarah Perguruan Tinggi Raharja. 1. analisa masukan. struktur organisasi. serta teori-teori lainnya yang digunakan untuk mendukung penganalisaan dan pengembangan sistem yang diusulkan. analisa proses.1. Perumusan Masalah. Lingkup kajian. proses anaerobik. Pada bab ini lebih ditekankan perbandingan antara keduanya sehingga dapat diperoleh sebuah simpulan .

sehingga bila dilepaskan lagi ke atmosfer tidak akan menambah jumlah karbon diatmosfer bila dibandingkan dengan pembakaran bahan bakar fosil. Metana dalam biogas. Energi ini diperoleh dengan cara memanfaatkan limbah dari kotoran manusia dan hewan.Sebagai contoh terdegradasinya kotoran ternak akibat dari kerja mikroba. sampah biodegradable atau setiap limbah organik yang biodegradable dalam kondisi anaerobik. dan menghasilkan energi yang lebih besar dengan emisi karbon dioksida yang lebih sedikit. fermentasi ini akan mengahsilkan gas yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar atau energi dalam rumah tangga. Karbon dalam biogas merupakan karbon yang diambil dari atmosfer oleh fotosintesis tanaman. Pemanfaatan biogas memegang peranan penting dalam manajemen limbah karena metana merupakan gas rumah kaca yang lebih berbahaya dalam pemanasan global bila dibandingkan dengan karbon dioksida.Biogas dapat digunakan sebagai bahan bakar kendaraan maupun untuk menghasilkan listrik. bila terbakar akan relatif lebih bersih daripada batu bara.TINJAUAN PUSTAKA 2. Pemanfaatan Kotoran Sapi Menjadi Biogas Dengan Teknik Penyesuaian Suhu . limbah domestik (rumah tangga).1 BIOGAS Biogas adalah salah satu energi alternaitf. dengan menggunakan prinsip fermentasi. Kandungan utama dalam biogas adalah metana dan karbon dioksida. Biogas yang dihasilkan oleh aktivitas anaerobik sangat populer digunakan untuk mengolah limbah biodegradable karena bahan bakar dapat dihasilkan sambil menghancurkan bakteri patogen dan sekaligus mengurangi volume limbah buangan.

ampas tebu dari industri gula dan tapioka. penggilingan padi. jagung.Gambar 2. dedak.  Hasil samping industri : tembakau. limbah sagu. walaupun proses awal pembuatannya juga dari makhluk hidup.1 Siklus biogas Berbeda dari bahan bakar minyak bumi dan batu bara. Biogas adalah gas mudah terbakar(flammable) yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan-bahan organik oleh bakteri-bakteri anaerob (bakteri yang hidup dalam kondisi kedap udara). limbah pengolahan buah-buahan dan sayuran. Sesuai dengan namanya. gandum. Pemanfaatan Kotoran Sapi Menjadi Biogas Dengan Teknik Penyesuaian Suhu . namun tidak dapat diperbaharui karena pembentukan kedua bahan bakar tersebut membutuhkan waktu jutaan tahun.  Limbah dan hasil produksi : minyak. Biogas merupakan sebuah proses produksi gas bio dari material organik dengan bantuan bakteri. limbah cair industri tahu. dan lain-lain. Selain dari kotoran makhluk hidup. Proses degradasi material organik ini tanpa melibatkan oksigenyang disebut anaerobik digestion Gas yang dihasilkan sebagian besar (lebih 50 % ) berupa metana . biogas dapat berasal dari hasil fermentasi bahan-bahan organik diantaranya:  Limbah tanaman : tebu. bagas. Biofuel sendiri merupakan salah satu contoh biomassa. rumput-rumputan. kain dari tekstil.

gas tersebut menekan lumpur sisa fermentasi (slurry) ke bak slurry. dibuat di dalam tanah sehingga terlindung dari berbagai cuaca atau  gangguan lain dan tidak membutuhkan ruangan (diatas tanah) Kelemahan : rawan terjadi kertakan di bagian penampung gas.2 REAKTOR BIOGAS Digester biogas memiliki tiga (3) macam tipe dengan keunggulan dan kelemahannya masingmasing.2. Limbah perairan : alga laut. Jika pasokan kotoran ternak terus menerus.Ketiga tipe biogas tersebut adalah : 2. awet (berumur panjang). Ketika gas mulai timbul.1 Tipe fixed domed plant Terdiri dari digester yang memliki penampung gas dibagian atas digester. Gambar 2.  Keunggulan : tidak ada bagian yang bergerak. gas yang timbul akan terus menekan slurry hingga meluap keluar dari bak slurry. tumbuh-tumbuhan air. Gas yang timbul digunakan/dikeluarkan lewat pipa gas yang diberi katup/kran.2 fixed domed plant Pemanfaatan Kotoran Sapi Menjadi Biogas Dengan Teknik Penyesuaian Suhu . 2. tekanan gas tidak stabil karena tidak ada katup gas.

2.3 Tipe baloon plant Pemanfaatan Kotoran Sapi Menjadi Biogas Dengan Teknik Penyesuaian Suhu . Gambar2. Jumlah gas bisa dengan mudah diketahui dengan melihat  naik turunya drum.2. Penampung gas ini akan bergerak keatas ketika gas bertambah dan turun lagi ketika gas berkurang.2. Kelemahan : digester rawan korosi sehingga waktu pakai menjadi pendek.3 floating drum plant 2. Tekanan gas konstan karena penampung gas yang bergerak mengikuti jumlah gas.2 Tipe floating drum plant Terdiri dari satu digester dan penampung gas yang bisa bergerak. seiring dengan penggunaan dan produksi gasnya  Kelebihan : konstruksi alat sederhana dan mudah dioperasikan.

3 RENTANG KOMPOSISI BIOGAS Komposisi biogas bervariasi tergantung dengan asal proses anaerobik yang terjadi.Konstruksi sederhana. mudah  dipindahkan Kelemahan : waktu pakai relatif singkat dan mudah mengalami kerusakan Gambar 2. Gas landfill memiliki konsentrasi metana sekitar 50%. Sedangkan pada bagian atas dipasang pipa keluar gas . Komposisi biogas Pemanfaatan Kotoran Sapi Menjadi Biogas Dengan Teknik Penyesuaian Suhu . terbuat dari plastik yang pada ujung-ujungnya dipasang pipa masuk untuk kotoran ternak dan pipa keluar peluapan slurry.  Kelebihan : biaya pembuatan murah. sedangkan sistem pengolahan limbah maju dapat menghasilkan biogas dengan 55-75%CH4 .4 baloon plant 2. mudah dibersihkan. Tabel 1.

Semakin tinggi kandungan metana maka semakin besar kandungan energi (nilai kalor) pada biogas. Kandungan air dalam biogas akan menurunkan titik penyalaan biogas serta dapat menimbukan korosif Pemanfaatan Kotoran Sapi Menjadi Biogas Dengan Teknik Penyesuaian Suhu . nitrogen yang kandungannya sangat kecil. Pada saat yang sama akan membentuk Sulphur acid (H2SO3) suatu senyawa yang lebih korosif.1-0.3 Hidrogen (H2) 1-5 Hidrogen sulfida (H2S) 0-3 Oksigen (O2) 0. bila biogas mengandung senyawa ini maka akan menyebabkan gas yang berbahaya sehingga konsentrasi yang di ijinkan maksimal 5 ppm. kandungan air dan karbon dioksida (CO2). Bila gas dibakar maka hidrogen sulphur akan lebih berbahaya karena akan membentuk senyawa baru bersama-sama oksigen. Parameter yang kedua adalah menghilangkan kandungan karbon dioksida yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas. Kualitas biogas dapat ditingkatkan dengan memperlakukan beberapa parameter yaitu : Menghilangkan hidrogen sulphur. yaitu sulphur dioksida /sulphur trioksida (SO2 / SO3). dan sebaliknya semakin kecil kandungan metana semakin kecil nilai kalor. Hidrogen sulfur mengandung racun dan zat yang menyebabkan korosi. dan beberapa kandungan yang jumlahnya kecil diantaranya hydrogen sulfida (H2S) dan ammonia (NH3) serta hydrogen dan (H2). senyawa ini lebih beracun. Energi yang terkandung dalam biogas tergantung dari konsentrasi metana (CH4). sehingga gas dapat digunakan untuk bahan bakar kendaraan.5 Sumber : wikipedia Biogas sebagian besar mengandung gs metana (CH4) dan karbon dioksida (CO2).Komponen % Metana (CH4) 55-75 Karbon dioksida (CO2) 25-45 Nitrogen (N2) 0-0.

2 Proses fermentasi anaerob Secara garis besar proses pembentukan gas bio dapat dibagi dalam tiga tahap yaitu: hidrolisis. Proses anaerobik dapat berlangsung di bawah kondisi lingkungan yang luas meskipun proses yang optimal hanya terjadi pada kondisi yang terbatas (de Mez et al.3. asidifikasi (pengasaman) dan pembentukan gas metana. dilakukan oleh kelompok bakteri hidrolitik. dan lemak atau minyak menjadi asam-asam lemak rantai panjang ataupun alkohol. protease dan lipase).1 Prinsip proses fermentasi anaerob Senyawa kompleks organik tidak dapat digunakan secara langsung oleh bakteri di dalam proses metabolismenya karena membran sel bakteri hanya dapat dilewati oleh senyawa organik sederhana seperti glukosa.2. protein menjadi asam-asam amino.3. 2. 1979 ) 3.2. karbohirat danlemak diuraikan menjadi asam propionat. 2006). yaitu campuran metana dan karbon dioksida yang dapat dimanfaatkan sebagai energi terbarukan. asam asetat dan asam butirat. ( Bell.Aplikasi Biokonversi Limbah Organik.3. Proses fermentasi anaerob bahan organik yang terdiri dari protein. Produk akhir biokonversi anaerob adalah biogas. asam amino dan asam lemak volatil. Bahan organik didegradasi/dicerna secara eksternal oleh enzim ekstraselular mikroorganisme (selulase. yang selanjutnyaproses tersebut menghasilkan gas methan dan karbon dioksida.4 FERMENTASI ANAEROB Proses fermentasi anaerobik merupakan proses pemecahan bahan organic oleh aktivitas metanogen dan bakteri asidogenik pada kondisi tanpa oksigen dengan memanfaatkan bahan organik tersebut sebagai sumber karbon atau energi. 2003 dan Haryati.1 Tahap hidrolisis Tahap hidrolisis adalah proses penguraian senyawa kompleks organic menjadi senyawa sederhana agar dapat diserap membran sel mikroba.. amilase. Hidrolisis mencakup hidrolisis karbohidrat menjadi monomermonomernya. Hidrolisis akan mempengaruhi kinetika proses keseluruhan karena Pemanfaatan Kotoran Sapi Menjadi Biogas Dengan Teknik Penyesuaian Suhu . 2.

2. CO2 dan asam asetat untuk membentuk metana dan CO2. asam amino. Bakteri penghasil asam membentuk keadaan atmosfir yang ideal untuk bakteri penghasil metana. 3. asam organik. akan menciptakan kondisi toksik bagi mikroorganisme penghasil asam. Sedangkan bakteri pembentuk gas metana menggunakan asam yang dihasilkan bakteri penghasil asam. Bakteri penghasil asam dan gas metana bekerjasama secara simbiosis. Bakteri tersebut juga mengubah senyawa yang bermolekul rendah menjadi alkohol.amilase. protein dan lipida menjadi senyawa rantai pendek. Bakteri tersebut merupakan bakteri anaerobic yang dapat tumbuh dan berkembang pada keadaan asam. 2001). Sebagai contoh polisakarida diubah menjadi monosakarida sedangkan protein diubahmenjadi peptida dan asam amino. 1989 dan Khasristya. Pembentukan asam pada kondisi anaerob penting untuk pembentukan gas metana oleh mikroorganisme pada proses selanjutnya. bakteri tersebut memerlukan oksigen dan karbon yang diperoleh dari oksigen yang terlarut dalam larutan.. Untuk menghasilkan asam asetat. Tanpa adanya proses simbiotik tersebut. Bakteri memutuskan rantai panjang karbohidrat komplek. Sebagai contoh bakteri ini menggunakan hidrogen. hydrogen (H2) dan karbondioksida. 3. Pemanfaatan Kotoran Sapi Menjadi Biogas Dengan Teknik Penyesuaian Suhu . 2004). Pada tahap hidrolisis. H2S. (Werner et al. karbondioksida.3. protease dan lipase) mikroorganisme.tahap yang berlangsung paling lambat dapat mempengaruhi laju keseluruhan (Adrianto et al. dan sedikit gas metana (tahap asetogenesis). mengubah senyawa rantai pendek hasil proses pada tahap hidrolisis menjadi asam asetat.3 Tahap Pembentukan Gas Metana Pada tahap ini bakteri metanogenik mendekomposisikan senyawa dengan berat molekul rendah menjadi senyawa dengan berat molekul tinggi.3.2.. bahanorganik dienzimatik secara eksternaloleh enzim ekstraselular (selulose.2 Tahap Asidifikasi (Pengasaman) Pada tahap ini bakteri menghasilkan asam.

Kelompok metanogen : Methanobacterium.5 Proses Pembentukan Biogas 2. antara lain : 1. Metcalf & Eddy. Bactero ides. Kelompok bakteri asetogenik : Desulvofibrio 3. dan beberapa jenis Enterobacteriaceae 2. dan Methanococcus Gambar 2. Methanosarcina.Menurut Suyati (2006). biodigester dibedakan menjadi dua. Kelompok bakteri fermentatif : Streptococci. 3 kelompok bakteri yang berperan dalam proses pembentukan biogas. Berdasarkan cara pengisian bahan bakunya.5 FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH PADA FERMENTASI ANAEROB Proses pembentukan biogas digunakan alat untuk memfermentasikan substrat. 2003). Methanobacillus. Pemanfaatan Kotoran Sapi Menjadi Biogas Dengan Teknik Penyesuaian Suhu . yang disebut sebagai bioreaktor atau biodigester. yaitu sistem pengisian curah (batch) dan kontinyu (Loebis & Tobing. 1992.

Selain pengaruh substrat. kadar air substrat. fermentasi anaerob juga dipengaruhi oleh faktorfaktor lingkungan (de Mez et al. 1981 dan Bitton. Proses fermentasi anaerob sangat peka terhadap perubahan suhu. Faktor biotik berupa mikroorganisme dan jasad aktif. Potensi biogas yang dihasilkan dari biodigester bergantung pada: jenis substrat. sedangkan faktor abiotik terdiri dari suhu. Tipe batch digunakan untuk mengetahui kemampuan bahan yang diproses sebelum unit yang besar dibangun (Meynell. kondisi sedang. 1976).Sistem pengisian curah (SPC) adalah cara penggantian bahan yang dilakukan dengan mengeluarkan sisa bahan yang sudah dicerna dari biodigester setelah produksi biogas terhenti. substrat. dan total padatan (Werner et al. 1999). 2003). kuantitas substrat. Hal ini disebabkan oleh toksisitas ammonia yang semakin meningkat dengan meningkatnya suhu.4.. Pada kondisi rendah. persentase kandungan bahan organik. tetapi pengenceran Pemanfaatan Kotoran Sapi Menjadi Biogas Dengan Teknik Penyesuaian Suhu . namun dampak negatif dapat terjadi pada suhu lebih tinggi dari 60oC.. Proses fermentasi anaerob dipengaruhi oleh dua faktor yaitu biotik dan abiotik. serta kondisi tinggi untuk bakteri termofil dengan perombakan optimal pada 55oC (NAS. dan suhu rendah dibawah 22oC (banyak dipengaruhi udara musim sedang) (Metcalf & Eddy. suhu sedang antara 27-40oC (suhu kamar ruang/lingkungan). Suhu optimal proses fermentasi anaerob dibedakan menjadi tiga yaitu suhu tinggi antara 45-60oC untuk penghancuran cepat dan produksi tinggi (m3gas/m3 bahan per hari) serta waktu retensi pendek dan bebas dari desinfektan. perombakan berlangsung cukup baik dan terjadi percepatan proses perombakan dengan kenaikan suhu. pH. yaitu tangki pencerna dan tangki pengumpul gas.1 Suhu Suhu merupakan faktor penting yang mempengaruhi aktifitas mikroorganisme. rasio C/N dan P dalam substrat dan adanya bahan toksik (Wellinger. umumnya suhu optimal termofil pada kisaran 52-58 oC. 2003). dan selanjutnya dilakukan pengisian bahan baku yang baru. 1999) . 1989). 2. Sistem ini terdiri dari dua komponen. proses perombakan berjalan lambat. Isi dari digester biasanya dihangatkan dan dipertahankan temperaturnya. pengadukan (agitasi).

khususnya bila perubahan berjalan perlahan. selain itu bakteri termofilik mudah mati karena perubahan temperatur. pada temperatur yang rendah 15ºC laju aktivitas bakteri sekitar setengahnya dari laju aktivitas pada temperatur 35ºC. jika temperatur turun menjadi 10ºC.substrat pada suhu tinggi memudahkan difusi bahan terlarut (Wellinger & Lindeberg. Produksi gas yang memuaskan berada pada daerah mesofilik yaitu antara 25-35ºC. 1976). Jumlah total dari gas yang diproduksi pada jumlah bahan yang tetap. produksi gas akan terhenti.Seperti halnya proses secara biologi tingkat produksi metana berlipat untuk tiap peningkatan temperatur sebesar 10ºC-15ºC. Menurut Haryati (2006). Sedangkan bakeri mesofilik adalah bakteri yang tetap aktif pada perubahan temperatur yang kecil. Beberapa keuntungan yang diperoleh dari proses termofil dibandingkan dengan proses mesofil adalah: Pemanfaatan Kotoran Sapi Menjadi Biogas Dengan Teknik Penyesuaian Suhu . Temperatur yang tinggi jarang digunakan karena sebagian besar bahan sudah dicerna dengan baik pada range temperatur sedang. Berdasarkan hasil penelitian yang dilaporkan oleh Khasristya (2004) dan Haryati (2006) bahwa temperatur yang optimal untuk biodigester adalah 30-35ºC. 1991). Sedangkan menurut Fry (1974). Apabila bakteri bekerja pada temperatur 40ºC produksi gas akan berjalan dengan cepat hanya beberapa jam dan untuk selanjutnya hanya akan diproduksi gas yang sedikit. Massa bahan yang sama akan dicerna dua kali lebih cepat pada suhu 35ºC dibanding pada suhu 15ºC dan menghasilkan hampir 15 kali lebih banyak gas pada waktu proses yang sama. Biogas yang dihasilkan pada kondisi diluar temperature tersebut mempunyai kandungan karbondioksida yang lebih tinggi. Perbandingan tingkat produksi gas pada 15ºC dan 35ºC (Fry. meningkat seiring dengan meningkatnya temperatur (Meynell. 1973) Pada kondisi operasi yang sama. 1999). Temperatur ini mengkombinasikan kondisi terbaik untuk pertumbuhan bakteri dan produksi metana di dalam biodigester dengan lama proses yang pendek. perombakan termofil lebih efisien dari pada perombak mesofil (Lusk.

maka yang terjadi adalah perubahan substrat menjadi biogas terhambat sehingga mengakibatkan penurunan kuantitas biogas. Nilai pH di luar interval ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan dalam proses fermentasi anaerob. Karena itu.6. sulfida dan asam-asam organik.7-7. Beberapa senyawa seperti asam organik dan karbon dioksida menyebabkan penurunan nilai pH. 2.5 (NAS.4. jika pH dalam reaktor turun menunjukkan konsentrasi tinggi asetat dalam proses perombakan dan proses menjadi terhambat (Reith et al.. Jika nilai pH menurun maka akumulasi asetat yang terbentuk selama proses perombakan tidak dapat diketahui. sedangkan bakteri non metanogen mampu hidup pada pH 5-8. 2008).• Waktu tinggal organik dalam biodigester lebih singkat karena laju pertumbuhan ba kteri termofil lebih tinggi dibandingkan dengan laju • pertumbuhan bakteri mesofil.7 (Kresnawaty dkk. tetapi nilai ini cenderung stabil pada tahap selanjunya. Pembentukan asetat berlangsung selama degradasi substrat dalam proses fermentasi anaerob.2 pH Nilai pH pada awal proses menunjukkan penurunan karena terjadi hidrolisis yang umumnya terjadi dalam suasana asam.7-7.. sebaliknya senyawa seperti ammonia akan meningkatkan nilai pH. 2002). 1981).4. bakteri metanogen tidak dapat toleran pada pH di luar 6. Ketika nilai pH turun. Pemanfaatan Kotoran Sapi Menjadi Biogas Dengan Teknik Penyesuaian Suhu . yang merupakan senyawa penting untuk proses fermentasi anaerob. Penghilangan organisme patogen lebih baik • Degradasi asam lemak rantai panjang lebih baik • Meningkatkan kelarutan substrat. pH pada proses fermentasi anaerob biasa berlangsung antara 6. yaitu range 6. Kerugian-kerugian penting proses termofil antara lain: • Derajat ketidakstabilan tinggi • Jumlah konsumsi energi lebih besar • Risiko hambatan ammonia tinggi (Wellinger & Lindeberg.7-7. Parameter pH berpengaruh pada pertumbuhan bakteri dan mempengaruhi disosiasi ammonia. 1999).

kobalt. Umumnya penambahan Ca(OH)2 digunakan untuk meningkatkan pH limbah cair menjadi netral. baik secara tunggal maupun kombinasi dengan logam lain dapat meningkatkan produksi biogas karena kondisi tersebut dapat meningkatkan populasi bakteri metanogen dalam biodigester (Kresnawaty et al.magnesium (Mg). Nutrien tersebut antara lain : a) Hydrogen H. kalsium (Ca). oxygen O.. fermentasi anaerob juga dipengaruhi oleh kehidupan mikroorganisme yang ada dalam biodigester. 1981). mikroba metanogen juga membutuhkan garam-garam anorganik dalam jumlah mikro.Sedangkan jika nilai pH terlalu tinggi maka dapat menyebabkan produk akhir yang dihasilkan adalah CO2 sebagai produk utama (Hermawan et al.. c) vitamin dan yang berkaitan dengan faktor pertumbuhan. 1980). Nilai pH pada reaktor termofil lebih tinggi daripada reaktor mesofil (Bitton. 1999).2008). nikel. nitrogen N. dan carbon C sebagai bahan utama b) Sulfur: kebutuhan untuk sintesis asam amino c) Phosphor: komponen penting dalam asam nukleat d) Kalium (K). dan besi (Fe) yang dibutuhkan untuk aktifitas enzim dan komponen-komponen logam kompleks. Level nutrisi harus sekurangnya lebih dari konsentrasi optimum yang dibutuhkan oleh bakteri metanogenik. besi. molibdenum. biasanya diperoleh dari substansi yang mengandung karbon. 2007). dan d) mineral (Sherrington.3 Ketersediaan Unsur Hara Selain suhu dan pH. karena apabila terjadi kekurangan Pemanfaatan Kotoran Sapi Menjadi Biogas Dengan Teknik Penyesuaian Suhu .4. Garam-garam anorganik tersebut digunakan untuk mengendalikan tekanan osmosis internal dan sebagai kofaktor enzim (Adam. Penambahan seperti kalsium. Semua mikroorganisme memerlukan nutrien yang akan menyediakan : a) energi. magnesium. 3. Seperti yang telah dijelaskan di atas. b) nitrogen untuk sintesis protein.

3.186 KJ. bahan akan bergerak dari inlet menuju outlet selama waktu tertentu akibat terdorong bahan segar yang dimasukkan. Pada digester tipe aliran kontinyu.2389 kcal atau 1 kcal = 4.nutrisi akan menjadi penghambat bagi pertumbuhan bakteri. Pemanfaatan Kotoran Sapi Menjadi Biogas Dengan Teknik Penyesuaian Suhu . dimana 1 kcal sama dengan jumlah panas yang diperlukan untuk menaikkan temperature 1 kg air sebesar 1oC.4 Lama Proses Lama proses atau jumlah hari bahan terproses didalam biodigester. Maka satuan panas jenis menjadi kcal /(kgoC). 1986). Udara yang mengandung uap air disebut udara lembab (tidak kering). Penambahan nutrisi dengan bahan yang sederhana seperti glukosa.4. dan sisa sisa tanaman terkadang diberikan dengan tujuan menambah pertumbuhan di dalam digester. setelah itu bahan akan keluar dengan sendirinya. buangan industri. 3. sebagai satuan panas dipakai kJ (Kilo Joule) dimana 1 kJ = 0.4. Adapun jumlah panas yang diperlukan untuk menaikkan suatu benda atau zat secara menyeluruh sebesar 1oC disebut kapasitas thermal benda atau zat tersebut.4.6 Kelembaban Udara a) Udara jenuh Jika sejumlah air mengisi sebuah bejana tertutup. penguapan ini tidak dapat berlangsung terus – menerus pada suatu saat akan berhenti karena ruangan diatas permukaan air sudah jenuh. Udara tak jenuh dan udara lembab Udara dimana uap air yang dikandungnya belum mencapai keadaan jenuh disebut udara tak jenuh. Satuan jumlah panas yang dipakai adalah kilo kalori (kcal). (Gunerson and Stuckey. Dalam system SI satuan. Uap ini akan bercampur dengan udara di atas permukaan air tersebut. 3. maka dari permukaan bebasnya akan terjadi penguapan.5 Panas Jenis Udara Jumlah panas yang diperlukan untuk menaikkan temperatur 1 Kg suatu zat sebesar 1oC disebut panas jenis.

c) Tekanan Mutlak Untuk menyatakan besarnya tekanan gas (atau zat cair) dalam suatu ruangan atau pipa biasanya dipakai satuan kgf/cm2 ata Pa (Pascal).b) Kelembaban Sejumlah uap air selalu terdapat di dalam atmosfir. Untuk kondisi standar. Karena gerakan ini.4. dimana 1 atm = 760 mmHg. Menurut teori ilmu fisika. Gaya ini persatuan luas dinding disebut tekanan.4. b) Tekanan Atmosfir Tekanan atmosfir yang bekerja dipermukaan bumi dapat dipandang sebagai berat kolom udara mulai daripermukaan bumi sampai batas atmosfir yang paling atas.033 kgf. 3. Tumbukan inilah yang dirasakan sebagai tekanan pada dinding.7 Tekanan Udara a) Tekanan Gas Jika suatu gas atau udara menempati suatu bejanan tertutup maka pada dinding bejana tersebut akan bekerja suatu gaya. Dengan perkataan lain dapat dinyatakan bahwa tekanan : 1 atm = 1. Derajat kekeringan atau kebasahan udara dalam atmosfir disebut kelembaban. gas terdiri dari molekul – molekul yang bergerak terus – menerus secara sembarang. gaya berat kolom udara ini pada setiap 1 cm2 luas permukaan bumi adalah 1.1013 MPa Tekanan atmosfir juga biasa dinyatakan dalam tinggi kolom air raksa (mm Hg).8 Agitasi (pengadukan) Pemanfaatan Kotoran Sapi Menjadi Biogas Dengan Teknik Penyesuaian Suhu . 3. Dasar yang dipakai sebagai harga nol dalam mengukur atau menyatakan tekanan ada dua macam.033 kgf/cm2 = 0. dinding bejana yang akan ditempati akan mendapat tumbukan terus – menerus pula dari banyak molekul. Kelembaban biasannya dinyatakan menurut dua cara yaitu kelembaban mutlak dan kelembaban relative.

Hal ini sesuai dengan persetujuan dalam Protokol Kyoto.. bahan yang telah terfermentasi dapat digunakan sebagai pupuk organik karena selama fermentasi. yang secara keseluruhan dapat dijelaskan sebagai berikut: a) Memberikan sumber energi bersih yaitu biogas. Pengadukan dilakukan untuk mendapatkan campuran substrat yang homogen dengan ukuran partikel yang kecil. 2. dan meninggalkan senyawa tereduksi seperti ammonium. Pengadukan memberikan temperatur yang seragam dalam biodigester (Suyati. Tabel 2. 2006). senyawa N organik. energi yang bermanfaat. merupakan bahan bakar yang tidak mengeluarkan asap sehingga memberikan emisi yang rendah (terutama kandungan CO2). Selain itu. b) Mengurangi jumlah padatan. senyawa-senyawa biodegradable efektif dihilangkan. yaitu dapat mengurangi volume maupun beban limbah organik yang digunakan sebagai substrat dalam fermentasi anaerob. keuntungan lingkungan dan keuntungan ekonomi.. untuk mencegah terjadinya partikel-partikel terapung pada permukaan cairan dan berfungsi mencampur metanogen dengan substrat.1989).Faktor lain yang juga berpengaruh terhadap fermentasi anaerob adalah proses pengadukan (agitasi). d) Biaya pembangunan relatif terjangkau (Reith et al. senyawa P orga nik yang dapat dimanfaatkan sebagai campuran pupuk. Selain itu. sulfida. 2002 & Werner et al.6 KEUNTUNGAN FERMENTASI ANAEROB Pengolahan limbah secara anaerob memberi banyak keuntungan antara lain. c) Mengurangi bau dan tidak merusak nilai estetika lingkungan. Kondisi Optimum Produksi Biogas Parameter Kondisi Optimum Pemanfaatan Kotoran Sapi Menjadi Biogas Dengan Teknik Penyesuaian Suhu .

Suhu 35oC Derajat Keasaman 7 – 7.2 Nutrien Utama Karbon dan Nitrogen Nisbah Karbon dan Nitrogen 20/1 sampai 30/1 Sulfida < 200 mg/L Logam-logam Berat Terlarut < 1 mg/L Sodium < 5000 mg/L Kalsium < 2000 mg/L Magnesium < 1200 mg/L Amonia < 1700 mg/L Sumber: Wikipedia BAB III PENGOLAHAN DATA Pemanfaatan Kotoran Sapi Menjadi Biogas Dengan Teknik Penyesuaian Suhu .

1.3 Suhu rendah ( >20oC ) 3.1.1.1 Suhu tinggi ( 45-60oC ) 3.3.1 Hasil Penelitian 3.2 Tingkat Kelayakan BAB IIII ANALISIS Pemanfaatan Kotoran Sapi Menjadi Biogas Dengan Teknik Penyesuaian Suhu .2 Suhu sedang ( 27-40oC ) 3.

Untuk menghasilkan biogas yang optimal .2 Saran Pemanfaatan Kotoran Sapi Menjadi Biogas Dengan Teknik Penyesuaian Suhu .BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5. rasio C/N dan P dalam substrat dan adanya bahan toksik . mikroorganisme yang melakukan proses fermentasi dapat menyesuaikan diri . 5. substrat. Faktor biotik berupa mikroorganisme dan jasad aktif. meningkat seiring dengan meningkatnya temperatur. hal yang paling utama diperhatikan adalah penyesuaian suhu . Fermentasi anaerob bergantung pada keseimbangan antara senyawa-senyawa dan unsur-unsur berbeda dalam biodigester. Jumlah total dari gas yang diproduksi pada jumlah bahan yang tetap. Proses fermentasi anaerob dipengaruhi oleh dua faktor yaitu biotik dan abiotik. kadar air substrat. Seperti halnya proses secara biologi tingkat produksi metana berlipat untuk tiap peningkatan temperatur sebesar 10ºC-15ºC.1 Simpulan Proses fermentasi anaerob dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan serta substrat. Dengan menaikkan suhu secara perlahan hingga menemui titik suhu termofilik . pengadukan (agitasi). pH. sedangkan faktor abiotik terdiri dari suhu.

Perancangan awal instalasi biogas pada kandang terpencar Kelompok Ternak Tani Mukti Andhini Dukuh Butuh Prambanan Untuk Skala Rumah Tangga. T. A. A. 2008. . 2001.. Selain itu . Memanfatkan Kotoran Ternak. Skripsi. Haryati. Jurusan Teknik Fisika:Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Suranto.I. Tuti.dan apabila pH asam maka perlu ditambahkan buffer seperti NaOH atau kapur sehingga dapat menetralkan pH substrat tersebut .. 2008. 2006.Bandung Widodo. Perlu ada metode yang lebih spesifik dalam mengamati pertumbuhan bakteri sehingga tidak hanya diketahui jumlah konsorsia bakteri saja tetapi juga dapat diidentifikasi jenis bakteri yang ada . PUSTAKA Setiawan. R. S. A. Vol 16 no 3 Th 2006. Informasi Teknologi Tepat guna Untuk Pedesaan Biogas. 2006. dan Elita.biodigester harus dipastikan dalam kondisi anaerob (tidak ada oksigen bebas) sehingga tidak mengganggu proses perombakan. Jakarta: Penebar Swaday Sufyandi. Biogas : Limbah peternakan yang menjadi sumber energy alternatif. Petunjuk Praktikum Mikrobiologi. Jakarta: AgroMedia Pustaka. Pemanfaatan Limbah Industri Pertanian Untuk Energi Biogas. Pemanfaatan Kotoran Sapi Menjadi Biogas Dengan Teknik Penyesuaian Suhu . Jurusan Biologi.. Asari. Yogyakarta. Dengan demikian diharapkan dapat diketahui kondisi lingkungan yang tepat untuk pertumbuhan bakteri.Hal yang harus diperhatikan juga adalah masih perlu dilakukannya penelitian lebih lanjut mengenai pemanfaatan kotoran sapi sebagai sarana perbaikan untuk mencapai optimasi produksi biogas. 2006.pH substrat sebaiknya dijaga agar tetap netral. Ari Susilowati dan Tjahjadi Purwoko. Cet 14. Balai Penelitian Ternak : Bogor Simamora. Fakultas MIPA : Universitas Sebelas Maret. Ana.W. Ratna Setyaningsih. Balai Besar Suyati. N. et al. F. 2001. Jurnal Wartazoa. Membuat Biogas Pengganti Bahan Bakar Minyak Dan Gas Dari Kotoran Ternak.