HUKUM PERUSAHAAN

ASRIL SITOMPUL
Program Magister Kenotariatan
Universitas Jayabaya
2015

First Meeting

PENDAHULUAN
• Hukum Perusahaan
– Seluruh aturan hukum yang mengatur tentang
bentuk, kegiatan usaha, dan kegiatan dalam
usaha.

• Perusahaan
– Setiap bentuk usaha yang digunakan untuk
menjalankan usaha bersifat tetap, terus menerus,
didirikan dan berkedudukan di dalam wilayah
negara republik Indonesia.
3

PENDAHULUAN
• Bentuk Usaha
– Organisasi usaha atau badan usaha yang menjadi
wadah penggerak semua jenis kegiatan usaha.
Bentuk usaha disebut juga dengan Bentuk Hukum
Perusahaan.
– Bentuk usaha dapat berupa usaha bukan badan
hukum yaitu: perorangan (sole enterprise),
persekutuan (firma ataupun CV) dan badan
hukum (PT ataupun Koperasi).
4

HUKUM PERUSAHAAN
Pelaku Usaha
• UU No. 5/1999 Tentang Persaingan Usaha
– Pelaku usaha adalah setiap orang perorangan atau
badan usaha, baik yang berbentuk badan hukum
atau bukan badan hukum yang didirikan dan
berkedudukan atau melakukan kegiatan dalam
wilayah hukum negara Republik Indonesia, baik
sendiri maupun bersama-sama melalui perjanjian,
menyelenggarakan berbagai kegiatan usaha dalam
bidang ekonomi.
5

HUKUM PERUSAHAAN Pelaku Usaha • UU No. baik sendiri maupun bersamasama melalui perjanjian menyelenggarakan kegiatan usaha dalam berbagai bidang ekonomi.8/1999 Tentang Perlindungan Konsumen – Pelaku usaha adalah setiap orang perseorangan atau badan usaha. baik yang berbentuk badan hukum maupun bukan badan hukum yang didirikan dan berkedudukan atau melakukan kegiatan dalam wilayah hukum negara Republik Indonesia. 6 .

HUKUM PERUSAHAAN Pelaku Usaha • UU KUP/ UU PPN – Pengusaha adalah orang pribadi atau badan dalam bentuk apa pun yang dalam kegiatan usaha atau pekerjaannya menghasilkan barang. 7 . melakukan usaha perdagangan. memanfaatkan barang tidak berwujud dari luar Daerah Pabean. atau memanfaatkan jasa dari luar Daerah Pabean. melakukan usaha jasa termasuk mengekspor jasa. mengekspor barang. mengimpor barang.

2015 8 . (c) Asril Sitompul . 13/2003 Tentang Ketenagakerjaan – Pekerja/buruh adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain.PENDAHULUAN Pekerja • UU No.

9 . perdagangan. dan keuangan/ pembiayaan. jasa. – Unsur-unsur usaha menurut hukum: • Adanya kegiatan di bidang perekonomian • Dilaksanakan oleh pengusaha • Bertujuan memperoleh laba. yang meliputi bidang industri.PENDAHULUAN • Kegiatan Usaha – Semua jenis usaha di bidang ekonomi.

PENDAHULUAN Perdagangan • Perdagangan adalah kegiatan ekonomi yang bergerak dalam penyediaan dan distribusi barang yang dibutuhkan oleh masyarakat dan sektor industri melalui mekanisme pasar atau operasi khusus untuk barang-barang kebutuhan masyarakat.2015 10 . • Perdagangan terdiri dari perdagangan domestik dan perdagangan antar Negara (perdagangan internasional). (c) Asril Sitompul .

– Perjanjian (kontrak) – Putusan Hakim (yurisprudensi) – Kebiasaan 11 . UUPT (UU Nomor 40 Tahun 2007). Kitab UU Hukum Dagang (WvK).PENDAHULUAN • Sumber Hukum – Undang-Undang: Kitab UU Hukum Perdata (BW).

2015 12 .Organisasi Perusahaan Tujuan Pendirian Badan Usaha  Penentuan Tanggungjawab  Tatacara Pengelolaan  Kewajiban Perpajakan  Kewajiban dalam Kepailitan (c) Asril Sitompul .

Bentuk Badan Usaha • • • • • • Commanditaire Vennootschap (CV) Firma Koperasi Yayasan BUMN Perseroan Terbatas 13 .

Commanditaire Vennootschap (CV) Pendirian  Akta Notaris  Anggaran Dasar Organ  Pengurus  Komanditer Kewenangan  Pengurus: Pengelolaan  Komanditer: Terbatas (pasif) 14 .

Commanditaire Vennootschap (CV) Tanggungjawab  Pesero pengurus bertanggungjawab penuh sampai harta pribadi  Pesero commanditaire bertanggungjawab sebatas kepemilikan Pengelolaan  Pengelolaan dilaksanakan oleh pesero pengurus Perpajakan  Perpajakan dikenakan atas laba CV. tetapi tidak ada pajak untuk dividen. 15 .

FIRMA 16 .

tidak ada pajak dividen 17 .FIRMA Organ  Pesero (Partner)  Pengurus Kewenangan  Partner  Pengurus Tanggungjawab  Tanggungjawab Partner sampai harta pribadi Pengelolaan  Partner  Pengurus Perpajakan  Pajak dikenakan atas Laba Firma.

Koperasi Organ (Perangkat)  Rapat Anggota  Pengurus  Pengawas Jenis  Primer  Sekunder Status  Badan Hukum 18 .

mewakili Koperasi di dalam dan di luar pengadilan  Pengawas .pemegang kekuasaan tertinggi  Pengurus .meneliti catatan dan mendapatkan keterangan tentang Koperasi .Koperasi Pendirian  Koperasi Primer didirikan oleh sekurang-kurangnya 20 orang  Koperasi Sekunder didirikan oleh sekurang-kurangnya 3 Koperasi Primer  Akta pendirian disahkan oleh Pemerintah (Depertemen Koperasi)  Diumumkan dalam Berita Negara Kewenangan  Rapat Anggota .

segala kegiatan pengelolaan Koperasi dan usahanya  Pengawas . dan ART Perpajakan:  Sesuai Badan Hukum 20 .pengawasan pelaksanaan kebijakan dan pengelolaan Pengelolaan  UU Koperasi.Koperasi Tanggungjawab  Pengurus . AD.

YAYASAN Pendirian  Didirikan oleh 1 (satu) orang atau lebih  Merupakan kekayaan yang dipisahkan  Dirikan dengan akta notaris  Dapat didirikan dengan surat wasiat  Didaftarkan dan disahkan oleh Menteri Kehakiman .

dan AD Yayasan 22 .melaksanakan kepengurusan Yayasan  Pengawas .semua yang tidak diserahkan kepada Pengurus atau Pengawas  Pengurus .melakukan pengawasan dan memberi nasihat kepada Pengurus Tanggungjawab  Badan Hukum Pengelolaan  Tunduk kepada UU Yayasan.YAYASAN Status Badan Hukum Organ  Pembina  Pengurus  Pengawas Kewenangan  Pembina .

Badan Usaha Milik Negara Bentuk BUMN  Perseroan Terbatas (Persero) Kepemilikan Negara Minimum 51%  Perseroan Terbatas (Persero) Tbk Kepemilikan Publik lewat Pasar Modal  Perusahaan Umum 100% Milik Negara  Perusahaan Jawatan (masa lalu) 23 .

dan masyarakat 24 .Badan Usaha Milik Negara Tujuan Pendirian BUMN  Penerimaan negara. mengejar keuntungan  Memberi sumbangan bagi perkembangan perekonomian nasional  Menyelenggarakan kemanfaatan umum: penyediaan barang dan/atau jasa bermutu tinggi dan memadai bagi pemenuhan hajat hidup orang banyak  Perintis kegiatan usaha yang belum dapat dilaksanakan oleh sektor swasta dan koperasi  Turut aktif memberikan bimbingan dan bantuan kepada pengusaha golongan ekonomi lemah. koperasi.

000.000.00  Minimum 25% dari modal dasar harus ditempatkan dan disetor penuh dibuktikan dengan bukti setor yang sah.Perseroan Terbatas Pendirian  Didirikan oleh 2 (dua) pemegang saham atau lebih (kecuali BUMN)  Didirikan dengan Akta Pendirian yang berbentuk akta notaris  Disahkan oleh Menteri  Modal Dasar Minimum Rp 50. .

Perseroan Terbatas Organ  RUPS  Komisaris  Direksi Kewenangan  RUPS: Semua Kewenangan yg tidak diserahkan kepada Direksi dan Komisaris  Komisaris: Pengawasan dan Nasehat  Direksi: Pengelolaan bisnis sehari-hari 26 .

Perseroan Terbatas Tanggungjawab  Terbatas sebesar saham yang dimiliki  Kecuali terjadi piercing corporate veil Pengelolaan  Sesuai tujuan perseroan  Anggaran dasar  Undang-undang  Regulasi  Perjanjian-perjanjian 27 .

Perseroan Terbatas Modal Perseroan • Modal Dasar (Authorized Capital) • Modal Ditempatkan (Issued Capital) • Modal Disetor (Fully Paid Capital) Saham • Treasury Stock • Agio • Dividen • Capital Gain 28 .

1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas .Perseroan Terbatas Dasar hukum: • UU No. yaitu tanggal 16 Agustus 2007 • Menggantikan UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas • Berlaku sejak diundangkan.

. didirikan berdasarkan perjanjian. melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham.PERSEROAN TERBATAS Definisi: Badan hukum yang merupakan persekutuan modal. dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam undang-undang ini serta peraturan pelaksanaannya.

T. terdiri dari organ-organ yang akan bertindak mewakili P. mempunyai harta kekayaan sendiri. tersebut • Organ-organ tersebut terdiri dari orang perorangan yang cakap untuk bertindak dalam hukum .T. • P.T. tidak dapat bertindak sendiri: • P.T.T. mempunyai tanggung jawab sendiri. • P.PERSEROAN TERBATAS Sebagai Badan Hukum • P.

yang ditentukan dalam Anggaran Dasar • P. mempunyai alamat lengkap sesuai dengan tempat kedudukannya • P.PERSEROAN TERBATAS Pendirian PT • P.T.T.I. didirikan oleh 2 orang atau lebih dengan Akta Notaris yang dibuat dalam Bahasa Indonesia . mempunyai nama dan tempat kedudukan dalam wilayah negara R.T.

I .T.PERSEROAN TERBATAS Pendirian PT • Setiap pendiri P. wajib mengambil bagian saham pada saat P.I • Akta Pendirian yang telah disahkan tersebut didaftarkan dalam Daftar Perseroan yang diselenggarakan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R. didirikan • Akta Pendirian harus disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.T.I • Akta Pendirian yang telah disahkan dan didaftarkan tersebut selanjutnya diumumkan dalam Tambahan Berita Negara R.

didirikan.T • Apabila perbuatan hukum tersebut dinyatakan dalam bentuk akta yang bukan akta otentik.PERSEROAN TERBATAS • Perbuatan hukum yang berkaitan dengan kepemilikan saham dan penyetorannya yang dilakukan oleh calon pendiri sebelum P. maka akta tersebut dilekatkan pada Akta Pendirian P.T.T . harus dicantumkan dalam Akta Pendirian P.

PERSEROAN TERBATAS • Apabila perbuatan hukum tersebut dinyatakan dalam bentuk akta otentik maka nomor. tanggal dan nama serta tempat kedudukan notaris yang membuat akta otentik tersebut disebutkan dalam Akta Pendirian P.T • Dalam hal ketentuan tersebut di atas tidak dipenuhi maka perbuatan hukum tersebut tidak menimbulkan hak dan kewajiban serta tidak mengikat P.T .

setelah P.T.T.T. yang belum didirikan. secara tegas menyatakan menerima atau mengambil alih semua hak dan kewajiban yang timbul dari perbuatan hukum tersebut • RUPS pertama harus diselenggarakan dalam jangka waktu paling lambat 60 hari setelah P. menjadi badan hukum. mengikat P.T. memperoleh status badan hukum • Keputusan RUPS hanya sah jika dihadiri oleh semua pemegang saham dengan hak suara dan keputusan disetujui dengan suara bulat .PERSEROAN TERBATAS • Perbuatan hukum yang dilakukan oleh calon pendiri untuk kepentingan P.T. jika RUPS pertama P.

T. setiap calon pendiri yang melakukan perbuatan hukum tersebut bertanggung jawab secara pribadi atas segala akibat yang timbul • Persetujuan RUPS tersebut tidak diperlukan apabila perbuatan hukum tersebut dilakukan atau disetujui secara tertulis oleh semua calon pendiri sebelum pendirian P.PERSEROAN TERBATAS • Apabila RUPS tidak diselenggarakan dalam jangka waktu paling lambat 60 hari setelah P. memperoleh status badan hukum atau RUPS tidak berhasil mengambil keputusan.T .

yang belum memperoleh status badan hukum. Perbuatan hukum tersebut karena hukum menjadi tanggung jawab P. setelah P. hanya boleh dilakukan oleh semua anggota Direksi bersama-sama semua pendiri serta semua anggota Dewan Komisaris P.T.I • Perbuatan hukum atas nama P. dalam pendirian masih belum merupakan suatu badan hukum. dan mereka semua bertanggung jawab secara tanggung renteng atas perbuatan hukum tersebut.PERSEROAN TERBATAS • Selama pengesahan belum diperoleh.T. para pendiri diwajibkan untuk mengajukan permohonan pengesahan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R. P. menjadi badan hukum .T.T.T.

yang belum memperoleh status badan hukum menjadi tanggung jawab pendiri yang bersangkutan dan tidak mengikat P. setelah perbuatan hukum tersebut disetujui oleh semua pemegang saham dalam RUPS (pertama) yang dihadiri oleh semua pemegang saham P.T.PERSEROAN TERBATAS • Perbuatan hukum yang dilakukan oleh pendiri atas nama P. memperoleh status badan hukum .T. Perbuatan hukum tersebut hanya mengikat dan menjadi tanggung jawab P.T.T. yang diselenggarakan paling lambat 60 hari setelah P.T.

I.I • Status badan hukum P.PERSEROAN TERBATAS Setelah pengesahan • P.T. • Pendiri sebagai pemegang saham hanya bertanggung jawab sebatas modal yang dimasukkan ke dalam P.T. mengenai pengesahan badan hukum P. . telah berbadan hukum setelah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.T.T. diperoleh pada tanggal diterbitkannya keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.

T. .PERSEROAN TERBATAS Setelah pengesahan • RUPS pertama diselenggarakan untuk: • Menerima semua perjanjian yang dibuat oleh pendiri atau orang lain yang ditugaskan pendiri dengan pihak ketiga • Mengambil alih semua hak dan kewajiban yang timbul dari perjanjian yang dibuat pendiri atau orang lain yang ditugaskan pendiri meskipun perjanjian tidak dilakukan atas nama P. • Mengukuhkan secara tertulis semua perbuatan hukum yang dilakukan atas nama P.T.

. mengenai pengesahan badan hukum P. atau sejak diterimanya pemberitahuan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R. .I. dalam Tambahan Berita Negara R.T.I.T.I.I. dalam waktu paling lambat 14 hari terhitung sejak tanggal diterbitkannya Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.Pengumuman tersebut dilakukan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.PERSEROAN TERBATAS .Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.T.I. mengenai pengesahan badan hukum P. beserta Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I. mengumumkan Akta Pendirian P.

tempat dan tanggal lahir.T.Nama lengkap. . tempat tinggal dan kewarganegaraan pendiri perseorangan.T. tempat kedudukan dan alamat lengkap serta nomor dan tanggal Keputusan Menteri mengenai pengesahan badan hukum dari pendiri P. Keterangan lain tersebut memuat sekurang-nya: . harus memuat Anggaran Dasar dan keterangan lain yang berkaitan dengan pendirian P. pekerjaan. atau nama.T.PERSEROAN TERBATAS Akta pendirian P.

pekerjaan. tempat dan tanggal lahir.T. pekerjaan. tempat tinggal dan kewarganegaraan anggota Direksi yang pertama kali diangkat. tempat tinggal dan kewarganegaraan anggota Dewan Komisaris yang pertama kali diangkat. Apabila dalam jangka waktu 120 hari sejak penandatanganan Akta Pendirian tidak diajukan permohonan pengesahan. Nama pemegang saham yang telah mengambil bagian saham. tempat dan tanggal lahir.PERSEROAN TERBATAS - Nama lengkap. P. . Nama lengkap. demi hukum bubar dan pemberesan dilakukan oleh pendiri. rincian jumlah saham dan nilai nominal saham yang telah ditempatkan dan disetor.

Modal dasar. . . modal ditempatkan dan modal disetor P.Kegiatan usaha P. .T.Jangka waktu berdirinya P. .Nama P. hak-hak yang melekat pada tiap-tiap klasifikasi dan jumlah nominal masing-masing. klasifikasi saham.Jumlah saham. . .T.T.T.PERSEROAN TERBATAS Anggaran Dasar memuat sekurangnya: .Maksud dan tujuan P. .T.Tempat kedudukan P.T.

Penetapan tempat dan tata cara penyelenggaraan RUPS. .Nama jabatan dan jumlah anggota Direksi. penggantian dan pemberhentian anggota Dewan Komisaris. .Nama jabatan dan jumlah anggota Dewan Komisaris. .PERSEROAN TERBATAS Anggaran Dasar memuat sekurangnya: . . pengangkatan.Tata cara penggunaan laba dan pembagian dividen. .Tata cara pemilihan. pengangkatan. . penggantian dan pemberhentian anggota Direksi.Tata cara pemilihan.

PERSEROAN TERBATAS Anggaran Dasar P. .Ketentuan mengenai pemberian manfaat pribadi kepada pendiri atau pihak lain. tidak boleh memuat: . .Ketentuan mengenai penerimaan bunga tetap atas saham.T.

Second Meeting 48 .

. .Maksud dan tujuan serta kegiatan usaha P.T. . . Terbuka atau sebaliknya. cukup diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.ANGGARAN DASAR Perubahan Anggaran Dasar P. .I. meliputi: .T. ditetapkan oleh RUPS dan harus dinyatakan dalam Akta Notaris yang dibuat dalam Bahasa Indonesia.T. Perubahan Anggaran Dasar selain sebagaimana tersebut di atas.I.Jangka waktu berdirinya P.T.Nama P.Besarnya modal dasar. Perubahan Anggaran Dasar tertentu yang harus mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.Pengurangan modal ditempatkan dan disetor.Status P.T.T. . dan/atau tempat kedudukan P. Tertutup menjadi P.T.

lain atau sama pada pokoknya dengan nama P. . lembaga pemerintah atau lembaga internasional kecuali mendapat izin dari yang bersangkutan.T. .Sama atau mirip dengan nama lembaga negara.Mempunyai arti sebagai Perseroan.Telah dipakai secara sah oleh P. . badan hukum atau persekutuan perdata. . . huruf atau rangkaian huruf yang tidak membentuk kata. saja tanpa nama diri. .Tidak sesuai dengan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha atau menunjukkan maksud dan tujuan P.Terdiri atas angka atau rangkaian angka. lain.T.T. tidak boleh memakai nama yang: .T.ANGGARAN DASAR P.Bertentangan dengan ketertiban umum dan/atau kesusilaan.

Terbuka.T. Publik adalah P.T. P. Terbuka adalah P. yang memenuhi kriteria jumlah pemegang saham dan modal disetor sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. .T. Publik atau P.T.T. yang melakukan penawaran umum saham sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal.. pada akhir nama P.T.T.ANGGARAN DASAR Nama P.T. dan jika merupakan P. harus didahului dengan frase ”Perseroan Terbatas” atau disingkat P. harus ditambah kata singkatan “Tbk”.T. P.

paling sedikit Rp. 50.Modal ditempatkan dan disetor penuh dibuktikan dengan bukti penyetoran yang sah. .Modal dasar P.T.Setiap saham wajib memiliki nilai nominal.Paling sedikit 25 % dari modal dasar harus ditempatkan dan disetor penuh.000 .Modal dasar P.ANGGARAN DASAR . terdiri atas seluruh nilai nominal saham.000. .T. . .

. . .ANGGARAN DASAR .Setiap saham harus diterbitkan atas nama.Setiap saham mewakili 1 suara dalam RUPS.Penyetoran atas modal saham dapat dilakukan dalam bentuk uang dan/atau dalam bentuk lainnya.Pengeluaran saham lebih lanjut yang dilakukan setiap kali untuk menambah modal yang ditempatkan harus disetor penuh. .

T. .Pemegang saham P. tidak bertanggung jawab secara pribadi atas perikatan yang dibuat atas nama P.Pemegang saham diberi bukti pemilikan saham untuk saham yang dimilikinya.Direksi P.Saham P.ANGGARAN DASAR .Saham tanpa nilai nominal tidak dapat dikeluarkan. .T. .Nilai saham harus dicantumkan dalam mata uang rupiah. wajib mengadakan dan menyimpan daftar pemegang saham. . melebihi saham yang dimiliki.T. .T. dikeluarkan atas nama pemiliknya. dan tidak bertanggung jawab atas kerugian P.T. .

.Pengalihan hak atas saham: * Memerlukan RUPS.Saham memberikan hak kepada pemiliknya untuk: * Menghadiri dan mengeluarkan suara dalam RUPS. * Diperlukan akta yang bertujuan untuk mengalihkan hak atas saham.ANGGARAN DASAR . . * Menerima pembayaran dividen dan sisa kekayaan hasil likuidasi. * Dilaporkan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. * Menjalankan hak lainnya berdasarkan UU No.

. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan/atau Anggaran Dasar.Direksi.ORGAN PERSEROAN Organ PT . yang mempunyai wewenang yang tidak diberikan kepada Direksi atau Dewan Komisaris dalam batas yang ditentukan dalam UU No. . .RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham).T.Dewan Komisaris RUPS adalah organ P.

RUPS lainnya.ORGAN PERSEROAN RUPS terdiri atas: . . RUPS tahunan wajib diadakan dalam jangka waktu paling lambat 6 bulan setelah tahun buku berakhir. .RUPS lainnya dapat diadakan setiap waktu berdasarkan kebutuhan untuk kepentingan P. .RUPS tahunan.T.

.T. untuk kepentingan P. yang berwenang dan bertanggung jawab atas pengurusan P. Untuk selanjutnya anggota Direksi diangkat oleh RUPS. terdiri atas 1 orang anggota Direksi atau lebih.T.T.T.T. Direksi P.T. sesuai dengan maksud dan tujuan P. baik di dalam maupun di luar Pengadilan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar. serta mewakili P. Untuk pertama kali pengangkatan anggota Direksi dilakukan oleh pendiri dalam Akta Pendirian.ORGAN PERSEROAN Direksi adalah organ P..

Direksi menyampaikan laporan tahunan kepada RUPS setelah ditelaah oleh Dewan Komisaris dalam jangka waktu paling lambat 6 bulan setelah tahun buku P.T. ..T.T. dan sesuai dengan maksud dan tujuan P.T. untuk kepentingan P.Direksi menyusun rencana kerja tahunan sebelum dimulainya tahun buku yang akan datang. baik di dalam maupun di luar pengadilan.ORGAN PERSEROAN . . .Direksi menjalankan pengurusan P. berakhir.Direksi mewakili P.T. .

lain untuk selanjutnya dicatat dalam daftar khusus. .ORGAN PERSEROAN .T. .Membuat laporan tahunan dan dokumen keuangan P. daftar khusus. risalah dan dokumen keuangan P. .Melaporkan kepada P. mengenai saham yang dimiliki anggota Direksi yang bersangkutan dan/atau keluarganya dalam P.T.T.T. . risalah RUPS dan risalah rapat Direksi.Membuat daftar pemegang saham.Memelihara seluruh daftar.T. dan P.

Meminta persetujuan RUPS untuk: * Mengalihkan kekayaan P.T. baik yang berkaitan satu sama lain maupun tidak.T. yang terjadi dalam jangka waktu 1 tahun buku atau jangka waktu yang lebih lama sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar P. * Menjadikan jaminan utang kekayaan P.ORGAN PERSEROAN . dalam 1 transaksi atau lebih.: yang merupakan lebih dari 50 % jumlah kekayaan bersih P. Transaksi tersebut adalah transaksi pengalihan kekayaan bersih P.T.T.T. .

baik di dalam maupun di luar pengadilan.Direksi mewakili P. . . . . melakukan perbuatan hukum tertentu.T.T. Anggaran Dasar atau keputusan RUPS. kecuali ditentukan lain dalam UU No. yang berwenang mewakili P.T. adalah tidak terbatas dan tidak bersyarat.T.ORGAN PERSEROAN .. kecuali ditentukan lain dalam Anggaran Dasar. adalah setiap anggota Direksi.T.Direksi dapat memberi kuasa tertulis kepada1 orang karyawan P. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.Kewenangan Direksi untuk mewakili P. atau lebih atau kepada orang lain untuk dan atas nama P.Dalam hal anggota Direksi terdiri lebih dari 1 orang.

T. . jika: * Terjadi perkara di pengadilan antara P. * Dewan Komisaris dalam hal seluruh anggota Direksi mempunyai benturan kepentingan dengan P.ORGAN PERSEROAN . * Pihak lain yang ditunjuk oleh RUPS dalam hal seluruh anggota Direksi atau Dewan Komisaris mempunyai benturan kepentingan dengan P. * Anggota Direksi yang bersangkutan mempunyai benturan kepentingan dengan P. Dalam hal tersebut di atas. yang berhak mewakili P. dengan anggota Direksi yang bersangkutan. adalah: * Anggota Direksi lainnya yang tidak mempunyai benturan kepentingan dengan P.T.Anggota Direksi tidak berwenang mewakili P.T.T.T.T.T.

. .ORGAN PERSEROAN .Anggota Direksi dibebaskan dari tanggung jawab sebagai akibat Laporan Keuangan yang disediakan ternyata tidak benar dan/atau menyesatkan apabila terbukti bahwa keadaan tersebut bukan karena kesalahannya. jika dapat membuktikan: * Kerugian tersebut bukan karena kesalahan atau kelalaiannya.T.Anggota Direksi tidak dapat dipertanggungjawabkan atas kerugian P.

baik langsung maupun tidak langsung atas tindakan pengurusan yang mengakibatkan kerugian.ORGAN PERSEROAN * Telah melakukan pengurusan dengan itikad baik dan kehati-hatian untuk kepentingan dan sesuai dengan maksud dan tujuan P.T. * Tidak mempunyai benturan kepentingan. * Telah mengambil tindakan untuk mencegah timbul atau berlanjut-nya kerugian tersebut. .

T. * Telah mengambil tindakan untuk mencegah terjadinya kepailitan. * Tidak mempunyai benturan kepentingan.T. . baik langsung maupun tidak langsung atas tindakan pengurusan yang dilakukan. apabila dapat membuktikan: * Kepailitan tersebut terjadi bukan karena kesalahan atau kelalaiannya.T.Anggota Direksi tidak bertanggung jawab atas kepailitan P. kehati-hatian dan penuh tanggung jawab untuk kepentingan P.ORGAN PERSEROAN . * Telah melakukan pengurusan dengan itikad baik. dan sesuai dengan maksud dan tujuan P.

Dalam hal Laporan Keuangan yang disediakan ternyata tidak benar dan/atau menyesatkan. apabila yang bersangkutan bersalah atau lalai men. anggota Direksi secara tanggung renteng bertanggung jawab terhadap pihak yang dirugikan.Setiap anggota Direksi bertanggung jawab penuh secara pribadi atas kerugian P.T. . tanggung jawab tersebut berlaku secara tanggung renteng.jalankan tugasnya.ORGAN PERSEROAN .Dalam hal Direksi terdiri atas 2 anggota Direksi atau lebih. . .

T. .T. . bertanggung jawab secara pribadi atas kerugian P.Anggota Direksi yang tidak melaksanakan kewajibannya melaporkan kepada P. lain untuk selanjutnya dicatat dalam daftar khusus dan akibatnya menimbulkan kerugian bagi P.ORGAN PERSEROAN .T.Anggota Direksi dapat diberhentikan untuk sementara oleh Dewan Komisaris dengan menyebutkan alasannya dan dapat diberhentikan sewaktu-waktu berdasarkan keputusan RUPS dengan menyebutkan alasannya.T... tersebut. dan P. saham yang dimiliki anggota Direksi yang bersangkutan dan/atau keluarganya dalam P.T.

T.Dalam hal kepailitan. .T.Tanggung jawab tersebut berlaku juga bagi anggota Direksi yang salah atau lalai yang pernah menjabat sebagai anggota Direksi dalam jangka waktu 5 tahun sebelum putusan pernyataan pailit diucapkan. dalam kepailitan tersebut. .ORGAN PERSEROAN . baik karena permohonan P. terjadi karena kesalahan atau kelalaian Direksi dan harta pailit tidak cukup untuk membayar seluruh kewajiban P. setiap anggota Direksi secara tanggung renteng bertanggung jawab atas seluruh kewajiban yang tidak terlunasi dari harta pailit tersebut. maupun permohonan pihak ketiga.

ORGAN PERSEROAN • Dewan Komisaris adalah organ P. . yang bertugas melakukan pengawasan secara umum dan/atau khusus sesuai dengan Anggaran Dasar serta memberi nasihat kepada Direksi. • Untuk pertama kali pengangkatan anggota Dewan Komisaris dilakukan oleh pendiri dalam Akta Pendirian.T. Untuk selanjutnya anggota Dewan Komisaris diangkat oleh RUPS. • Dewan Komisaris terdiri atas 1 orang anggota atau lebih.

.Komisaris Utusan merupakan anggota Dewan Komisaris yang ditunjuk berdasarkan keputusan rapat Dewan Komisaris.ORGAN PERSEROAN . anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris lainnya. dapat mengatur adanya 1 orang atau lebih Komisaris Independen dan 1 orang Komisaris Utusan. .Tugas dan wewenang Komisaris Utusan ditetapkan dalam Anggaran Dasar P.T. .T. .Anggaran Dasar P.Komisaris Independen diangkat berdasarkan keputusan RUPS dari pihak yang tidak terafiliasi dengan pemegang saham utama. dengan ketentuan tidak bertentangan dengan tugas dan wewenang Dewan Komisaris dan tidak mengurangi tugas pengurusan yang dilakukan Direksi.

• Dewan Komisaris yang terdiri atas lebih dari 1 orang anggota merupakan majelis dan setiap anggota Dewan Komisaris tidak dapat bertindak sendiri-sendiri melainkan berdasarkan keputusan Dewan Komisaris. • P. Dewan Komisaris dapat membentuk komite.T. agar sesuai dengan prinsip syariah. selain mempunyai Dewan Komisaris wajib mempunyai Dewan Pengawas Syariah. .ORGAN PERSEROAN • Dalam menjalankan tugas pengawasan. • Dewan Pengawas Syariah tersebut terdiri atas seorang ahli syariah atau lebih yang diangkat oleh RUPS atas rekomendasi Majelis Ulama Indonesia.T. yang menjalankan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah. yang anggotanya seorang atau lebih adalah anggota Dewan Komisaris yang bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris. • Dewan Pengawas Syariah tersebut bertugas memberikan nasihat dan saran kepada Direksi serta mengawasi kegiatan P.

T. maupun usaha P.T. dan memberi nasihat kepada Direksi.T. kehati-hatian dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas pengawasan dan pemberian nasihat kepada Direksi untuk kepentingan P. dan sesuai dengan maksud dan tujuan P. . . baik mengenai P.T.Dewan Komisaris melakukan pengawasan atas kebijakan pengurusan.Setiap anggota Dewan Komisaris wajib dengan itikad baik.ORGAN PERSEROAN . jalannya pengurusan pada umumnya.

T. tersebut dan P.Dewan Komisaris wajib: * Membuat risalah rapat Dewan Komisaris dan menyimpan salinannya.T. .Apabila dalam Anggaran Dasar ditetapkan pemberian wewenang kepada Dewan Komisaris untuk memberikan persetujuan atau bantuan kepada Direksi dalam melakukan perbuatan hukum tertentu maka Dewan Komisaris berkewajiban untuk memberikan persetujuan atau bantuan kepada Direksi dalam melakukan perbuatan hukum tertentu tersebut.ORGAN PERSEROAN . . * Memberikan laporan tentang tugas pengawasan yang telah dilakukan selama tahun buku yang baru lampau kepada RUPS.T. lain. mengenai kepemilikan sahamnya dan/atau keluarganya kepada P. * Melaporkan kepada P.

anggota Dewan Komisaris secara tanggung renteng bertanggung jawab terhadap pihak yang dirugikan. apabila yang bersangkutan bersalah atau lalai dalam menjalankan tugasnya.Setiap anggota Dewan Komisaris ikut bertanggung jawab secara pribadi atas kerugian P. . . .Dalam hal Laporan Keuangan yang disediakan ternyata tidak benar dan/atau menyesatkan.T.Dewan Komisaris bertanggung jawab atas pengawasan P.ORGAN PERSEROAN .T.

T. .Dalam hal Dewan Komisaris terdiri atas 2 anggota Dewan Komisaris atau lebih. .ORGAN PERSEROAN .Atas nama P.T.. pemegang saham yang mewakili paling sedikit 1/10 bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara dapat menggugat anggota Dewan Komisaris yang karena kesalahan atau kelalaiannya menimbulkan kerugian pada P. ke Pengadilan Negeri. tanggung jawab tersebut di atas berlaku secara tanggung renteng bagi setiap anggota Dewan Komisaris.

akibat kepailitan tersebut maka setiap anggota Dewan Komisaris secara tanggung renteng ikut bertanggung jawab dengan anggota Direksi atas kewajiban yang belum dilunasi. tidak cukup untuk membayar seluruh kewajiban P.Tanggung jawab tersebut berlaku juga bagi anggota Dewan Komisaris yang sudah tidak menjabat 5 tahun sebelum putusan pernyataan pailit diucapkan. .Dalam hal terjadi kepailitan karena kesalahan atau kelalaian Dewan Komisaris dalam melakukan pengawasan terhadap pengurusan yang dilaksanakan oleh Direksi dan kekayaan P.T.ORGAN PERSEROAN . .T.

Anggota Dewan Komisaris dibebaskan dari tanggung jawab sebagai akibat Laporan Keuangan yang disediakan ternyata tidak benar dan/atau menyesatkan apabila terbukti bahwa keadaan tersebut bukan karena kesalahannya. .Anggota Dewan Komisaris tidak dapat dipertanggungjawabkan atas kerugian P. apabila dapat membuktikan: .T.ORGAN PERSEROAN .

baik langsung maupun tidak langsung atas tindakan pengurusan Direksi yang mengakibatkan kerugian. . dan sesuai dengan maksud dan tujuan P. * Telah memberikan nasihat kepada Direksi untuk mencegah timbul atau berlanjutnya kerugian tersebut.T.ORGAN PERSEROAN * Telah melakukan pengawasan dengan itikad baik dan kehati-hatian untuk kepentingan P.T. * Tidak mempunyai kepentingan pribadi.

T. * Telah memberikan nasihat kepada Direksi untuk mencegah terjadinya kepailitan.T. apabila dapat membuktikan: * Kepailitan tersebut bukan karena kesalahan atau kelalaiannya.T. * Tidak mempunyai kepentingan pribadi. * Telah melakukan tugas pengawasan dengan itikad baik dan kehati-hatian untuk kepentingan P.Anggota Dewan Komisaris tidak dapat dimintai pertanggung jawaban atas kepailitan P. baik langsung maupun tidak langsung atas tindakan pengurusan oleh Direksi yang mengakibatkan kepailitan. . dan sesuai dengan maksud dan tujuan P.ORGAN PERSEROAN .

Berdasarkan penetapan pengadilan. .Dengan dicabutnya kepailitan berdasarkan putusan pengadilan niaga yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. . LIKUIDASI DAN BERAKHIRNYA STATUS BADAN HUKUM P.T. . tidak cukup untuk membayar biaya kepailitan. harta pailit P.PEMBUBARAN. Pembubaran P. .Karena jangka waktu berdirinya yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar telah berakhir.T. terjadi: .Berdasarkan keputusan RUPS.T.

PEMBUBARAN.T: * Wajib diikuti dengan likuidasi yang dilakukan oleh likuidator. melakukan likuidasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. . * P.Karena harta pailit P. kecuali diperlukan untuk membereskan semua urusan P. tidak dapat melakukan perbuatan hukum. yang telah dinyatakan pailit berada dalam keadaan insolvensi sebagaimana diatur dalam Undang-undang tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang.T.T.T.T. . .T. sehingga mewajibkan P.Karena dicabutnya izin usaha P.Dalam hal terjadi pembubaran P.T. . dalam rangka likuidasi. LIKUIDASI DAN BERAKHIRNYA STATUS BADAN HUKUM P.

yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar berakhir.T. . yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar berakhir.T. setelah jangka waktu berdirinya P. LIKUIDASI DAN BERAKHIRNYA STATUS BADAN HUKUM P.Dalam jangka waktu paling lambat 30 hari setelah jangka waktu berdirinya P.T.T. . . RUPS menetapkan penunjukan likuidator.Direksi tidak boleh melakukan perbuatan hukum baru atas nama P. terjadi karena hukum apabila jangka waktu berdirinya P.T. . berakhir.T.PEMBUBARAN.Pembubaran P.

melanggar kepentingan umum atau P.Dalam penetapan pengadilan ditetapkan juga penunjukan likuidator.PEMBUBARAN.T. Direksi atau Dewan Komisaris berdasarkan alasan P.T. LIKUIDASI DAN BERAKHIRNYA STATUS BADAN HUKUM P. * Permohonan pemegang saham. * Permohonan pihak yang berkepentingan berdasarkan alasan adanya cacat hukum dalam Akta Pendirian. tidak mungkin untuk dilanjutkan.Pengadilan Negeri dapat membubarkan P. melakukan perbuatan yang melanggar peraturan perundangundangan. .T.T.T. . atas: * Permohonan kejaksaan berdasarkan alasan P. .

. LIKUIDASI DAN BERAKHIRNYA STATUS BADAN HUKUM P. .T. pada setiap surat keluar P.T.T. tidak mengakibatkan P.PEMBUBARAN. dicantumkan kata “dalam likuidasi” di belakang nama P.Sejak saat pembubaran.T.Pembubaran P. kehilangan status badan hukum sampai dengan selesainya likuidasi dan pertanggungjawaban likuidator diterima oleh RUPS atau pengadilan.T. .

dalam likuidasi.PEMBUBARAN.T. kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R. .T.. LIKUIDASI DAN BERAKHIRNYA STATUS BADAN HUKUM P.I. dengan cara mengumumkan pembubaran P. untuk dicatat dalam Daftar Perseroan bahwa P.I.Dalam jangka waktu paling lambat 30 hari terhitung sejak tanggal pembubaran P. likuidator wajib memberitahukan: * Kepada semua kreditor mengenai pembubaran P. . * Pembubaran P.T.T.T.T. dalam surat kabar dan Berita Negara R.

norma dan budaya masyarakat setempat. .CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN . yang serasi. nilai.Dasar hukum: pasal 74 UU No.T. . sendiri.P. Ketentuan ini bertujuan untuk tetap menciptakan hubungan P. untuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat.Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan adalah komitmen P. yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. baik bagi P. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. komunitas setempat maupun masyarakat pada umumnya.T. seimbang dan sesuai dengan lingkungan. .T.T.

Yang dimaksud dengan “P. yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang sumber daya alam” adalah P.Yang dimaksud dengan “P. yang kegiatan usahanya mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam.T.T.T.CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN . yang menjalankan kegiatan usahanya yang berkaitan dengan sumber daya alam” adalah P. . . yang tidak mengelola dan tidak memanfaatkan sumber daya alam tetapi kegiatan usahanya berdampak pada fungsi kemampuan sumber daya alam.T.

Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan merupakan kewajiban P.T. yang pelaksanaannya dilakukan dengan memperhati.kan kepatutan dan kewajaran.T.T. dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. . .CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN . yang tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana tersebut di atas. yang dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya P.P.

Third Meeting 90 .

Tata cara pengajuan tagihan.Jangka waktu pengajuan tagihan adalah 60 hari terhitung sejak tanggal pengumuman .Nama dan alamat likuidator.I.T. .PEMBUBARAN. LIKUIDASI DAN BERAKHIRNYA STATUS BADAN HUKUM P. memuat: .Pembubaran P. . dan dasar hukumnya.Jangka waktu pengajuan tagihan. * Pemberitahuan dalam surat kabar dan Berita Negara R.T. . .

LIKUIDASI DAN BERAKHIRNYA STATUS BADAN HUKUM P.PEMBUBARAN.T.Dalam hal pemberitahuan kepada Kreditor dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I.T.T. tidak berlaku bagi pihak ketiga. likuidator secara tanggung renteng dengan P. pembubaran P. . belum dilakukan.I.Dalam hal likuidator lalai melakukan pemberitahuan kepada Kreditor dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R. .. bertanggung jawab atas kerugian yang diderita oleh pihak ketiga. .

.Pengumuman dalam surat kabar dan Berita Negara R.T.PEMBUBARAN.Pembayaran kepada para kreditor.T.Pembayaran sisa kekayaan hasil likuidasi kepada pemegang saham. . dalam proses likuidasi meliputi pelaksanaan: .Tindakan lain yang perlu dilakukan dalam pelaksanaan pemberesan kekayaan. . mengenai rencana pembagian kekayaan hasil likuidasi.Pencatatan dan pengumpulan kekayaan dan utang P. . LIKUIDASI DAN BERAKHIRNYA STATUS BADAN HUKUM P. .I. Kewajiban likuidator dalam melakukan pemberesan harta kekayaan P.T.

.Likuidator bertanggung jawab kepada RUPS atau pengadilan yang mengangkatnya atas likuidasi P.I. . yang dilakukan.Likuidator wajib memberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R. LIKUIDASI DAN BERAKHIRNYA STATUS BADAN HUKUM P.T.PEMBUBARAN. dan mengumumkan hasil akhir proses likuidasi dalam surat kabar setelah RUPS memberikan pelunasan dan pembebasan kepada likuidator atau setelah pengadilan menerima pertanggungjawaban likuidator yang ditunjuknya.T. .

PEMBUBARAN. LIKUIDASI DAN BERAKHIRNYA STATUS BADAN HUKUM P. Penggabungan adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh satu Perseroan atau lebih untuk menggabungkan diri dengan Perseroan lain yang telah ada yang mengakibatkan aktiva dan pasiva dari Perseroan yang menggabungkan diri beralih karena hukum kepada Perseroan yang menerima penggabungan dan selanjutnya status badan hukum Perseroan yang menggabungkan diri berakhir karena hukum. dan menghapus nama P.I.T. mencatat berakhirnya status badan hukum P. peleburan atau pemisahan.T. . dari Daftar Perseroan. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.T. termasuk karena penggabungan.

Peleburan adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh 2 Perseroan atau lebih untuk meleburkan diri dengan cara mendirikan satu Perseroan baru yang karena hukum memperoleh aktiva dan pasiva dari Perseroan yang meleburkan diri dan status badan hukum Perseroan yang meleburkan diri berakhir karena hukum. Pemisahan adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh Perseroan untuk memisahkan usaha yang mengakibatkan seluruh aktiva dan pasiva Perseroan beralih karena hukum kepada 2 Perseroan atau lebih atau sebagian aktiva dan pasiva Perseroan beralih karena hukum kepada 1 Perseroan atau lebih. LIKUIDASI DAN BERAKHIRNYA STATUS BADAN HUKUM P. .PEMBUBARAN.T.

I.T.T.T. . .Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I.Pemberitahuan dan pengumuman pengakhiran status badan hukum P. LIKUIDASI DAN BERAKHIRNYA STATUS BADAN HUKUM P.PEMBUBARAN. dalam Berita Negara R. . mengumumkan berakhirnya status badan hukum P. tersebut dilakukan dalam jangka waktu paling lambat 30 hari terhitung sejak tanggal pertanggungjawaban likuidator diterima oleh RUPS atau pengadilan.

T. yang saham-sahamnya masih dipegang oleh beberapa orang/ perusahaan saja. . sehingga jual beli sahamnya dilakukan dengan cara-cara yang ditentukan oleh Anggaran Dasar P.T. P. yang modal dan sahamnya telah memenuhi syaratsyarat tertentu.JENIS P.T. dimana saham-sahamnya dipegang oleh banyak orang/ banyak perusahaan.T. yaitu: .T. yang pada umumnya diserahkan kepada kebijaksanaan pemegang saham yang bersangkutan. yang penawaran sahamnya dilakukan kepada publik/ masyarakat sehingga jual beli sahamnya dilakukan melalui pasar modal. Tertutup.P. Terbuka. .. di Indonesia dapat dibedakan ke dalam 2 bentuk.T.P. P.T. P.

. .T. .T. atas dasar kemampuan.T.KELEBIHAN P. dengan pengurus P.T. memiliki tanggung jawab terbatas.Modal dapat diperoleh dengan menjual saham. .T. . menerbitkan obligasi atau memperoleh pinjaman dari lembaga keuangan.Pemilik P.Ada pemisahan antara pemilik P. sehingga RUPS dapat memilih pengurus yang mampu menjalankan P.T.Dengan dilakukannya pemilihan pengurus P.Pemilik P. lebih terjamin.T.T. dapat diganti tanpa membubarkan P. . sehingga dapat dicapai efisiensi.T. maka kontinuitas P.

dengan pengurus P.T. .T. . dan dividen para pemegang saham. selain itu ada perbedaan motif antara pemilik P.Pendirian P. juga sulit untuk mengubah investasi yang telah ditanamkan.Semakin besar suatu P.T. ada kecenderungan hubungan antar personal menjadi terlalu formal.Pajak Penghasilan dikenakan terhadap P. . . . relatif lebih rumit dibandingkan dengan bentuk usaha lainnya.T.T. sulit diubah karena selain sulit untuk mengubah Akta Pendirian.Bidang usaha P.Biaya organisasi besar dan pengorganisasiannya rumit. .T.T..KELEMAHAN P.

Piercing Corporate Veil • Di berbagai negara secara hukum diakui bahwa suatu perseroan adalah badan hukum yang terpisah dari para pemegang sahamnya. bukan sebagai wakil dari pemiliknya. • Demikian pula. • Apabila suatu perseroan melakukan tindakan. pemegang saham tidak bertanggungjawab atas hutang perseroan lebih dari nilai sahamnya dan tidak mempunyai hak istimewa atas harta perseroan. 101 . maka hal itu adalah dengan kewenangannya sendiri.

dimana pengadilan menolak keterpisahan dari perseroan dan menyatakan bahwa pemegang saham bertanggungjawab atas tindakan perseroan seakanakan tindakan tersebut adalah tindakan pemegang saham. 102 .Piercing Corporate Veil • Secara hukum diakui pula bahwa “corporate veil” dari suatu perseroan dapat ditembus untuk menolak perlindungan terhadap pemegang saham bahwa ia mempunyai tanggungjawab yang terbatas. • “Piercing the corporate veil” adalah tindakan hukum yang mengecualikan prinsip keterpisahan badan hukum.

Piercing Corporate Veil • Apabila pengadilan memutuskan adanya piercing the corporate veil. yang didasari oleh prinsip efisiensi ekonomi. maka berarti perlindungan tentang keterbatasan tanggungjawab yang seharusnya diberikan kepada para pemegang saham perseroan akan dihapuskan. 103 . • Terdapat lima alasan. terbatasnya tanggungjawab tersebut dapat mengurangi perlunya pemegang saham untuk terus menerus memantau manajemen perseroan. tentang adanya tanggungjawab terbatas. • Pertama.

pembatasan tanggungjawab memberi insentif bagi para manajer untuk bertindak secara efisien dan untuk kepentingan pemegang saham karena hal tersebut mendukung kebebasan untuk mengalihkan saham. • Ketiga. keterbatasan tanggungjawab membantu efisiensi operasional pasar modal karena hargaharga saham tidak tergantung kepada penilaian harta pemegang saham secara individu. 104 .Piercing Corporate Veil • Kedua.

Piercing Corporate Veil • Keempat. keterbatasan tanggungjawab memberi kemungkinan diversifikasi pemegang saham yang efisien. • Kelima. keterbatasan tanggungjawab mendorong keputusan investasi yang optimal oleh para manajer. yang selanjutnya akan mengurangi risiko individu. 105 . karena hal itu memberi insentif bagi para pemegang saham untuk memegang portofolio investasi.

• Kelima. karena hal itu memberi insentif bagi para pemegang saham untuk memegang portofolio investasi. yang selanjutnya akan mengurangi risiko individu. keterbatasan tanggungjawab memberi kemungkinan diversifikasi pemegang saham yang efisien. keterbatasan tanggungjawab mendorong keputusan investasi yang optimal oleh para manajer. 106 .Piercing Corporate Veil • Keempat.

Piercing Corporate Veil
• Pengadilan dapat melakukan pierce the corporate veil
jika diminta oleh perseroan atau pemegang saham
perseroan dengan tujuan untuk meminta ganti rugi
yang ditolak jika hal itu tidak dilakukan, untuk
mendapatkan hak, atau untuk mengurangi hukuman.
• Sejak kasus Salomon, pengadilan di US, Inggris dan
Australia, telah menetapkan pengecualian atas prinsip
umum yang ada dalam kasus Salomon dan melakukan
piercing corporate veil untuk menetapkan siapa yang
mengendalikan perseroan. (Salomon v Salomon & Co
[1897] AC 22)
107

Kepemilikan Silang
• Kepemilikan silang (Cross-ownership) merupakan
pelanggaran terhadap prinsip tradisional
mengenai pengendalian satu pihak atas
perusahaan.
• Pasal 36 UU No.40/2007
(1) Perseroan dilarang mengeluarkan saham baik
untuk dimiliki sendiri maupun dimiliki oleh
Perseroan lain, yang sahamnya secara
langsung atau tidak langsung telah dimiliki
oleh Perseroan.
108

Pre-emptive right
Pasal 43 UU No. 40/2007
1) Seluruh saham yang dikeluarkan untuk penambahan modal
harus terlebih dahulu ditawarkan kepada setiap pemegang
saham seimbang dengan pemilikan saham untuk klasifikasi
saham yang sama.
2) Dalam hal saham yang akan dikeluarkan untuk penambahan
modal merupakan saham yang klasifikasinya belum pernah
dikeluarkan, yang berhak membeli terlebih dahulu adalah
seluruh pemegang saham sesuai dengan perimbangan
jumlah saham yang dimilikinya.

109

Pre-emptive right
3) Penawaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak berlaku dalam hal
pengeluaran saham:
a) ditujukan kepada karyawan Perseroan;
b) ditujukan kepada pemegang obligasi atau efek lain yang dapat
dikonversikan menjadi
c) saham, yang telah dikeluarkan dengan persetujuan RUPS; atau
d) dilakukan dalam rangka reorganisasi dan/atau restrukturisasi yang
telah disetujui oleh RUPS.
4) Dalam hal pemegang saham sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak
menggunakan hak untuk membeli dan membayar lunas saham yang
dibeli dalam jangka waktu 14 (empat belas) hari terhitung sejak tanggal
penawaran, Perseroan dapat menawarkan sisa saham yang tidak diambil
bagian tersebut kepada pihak ketiga.
110

Pre-emptive right/ right issue
• Rights issue
• Penawaran kepada pemegang saham perseroan yang
memberi mereka kesempatan untuk membeli saham
baru perseroan dengan harga yang lebih murah dari
harga pasar saham tersebut.
• Pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya
akan terdilusi persentase sahamnya dengan penawaran
tersebut.
• Hak tersebut biasanya dapat dialihkan, hal mana
memberi kesempatan bagi pemegang saham untuk
menjualnya di pasar.
111

Derivative Action
Derivative Action
Gugatan hukum yang diajukan oleh pemegang
saham suatu perusahaan untuk mewakili
perusahaan dalam rangka memaksa atau menolak
suatu hak atau tuntutan, atas suatu tindakan yang
gagal dilakukan oleh perusahaan tersebut.
Hak ini didapat dari hak utama perusahaan untuk
mendapatkan ganti rugi atas akibat hukum yang
menimpa perusahaan melalui pengadilan.
112

Direksi. 40/2007 1) Setiap pemegang saham berhak mengajukan gugatan terhadap Perseroan ke pengadilan negeri apabila dirugikan karena tindakan Perseroan yang dianggap tidak adil dan tanpa alasan wajar sebagai akibat keputusan RUPS. 113 . dan/atau Dewan Komisaris.Derivative Action Pasal 61 UU No. 2) Gugatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diajukan ke pengadilan negeri yang daerah hukumnya meliputi tempat kedudukan Perseroan. Gugatan yang diajukan pada dasarnya memuat permohonan agar Perseroan menghentikan tindakan yang merugikan tersebut dan mengambil langkah tertentu baik untuk mengatasi akibat yang sudah timbul maupun untuk mencegah tindakan serupa di kemudian hari.

memiliki keterkaitan yang erat dalam bidang atau jenis usaha. atau secara bersama dapat menguasai pangsa pasar barang danatau jasa tertentu.Jabatan Rangkap • UU No. jika perusahaanperusahaan tersebut mempunyai pangsa pasar yang sama. mengatur Jabatan Rangkap dalam Pasal 26: – Melarang individu perorangan menduduki jabatan sebagai anggota Direksi dan/atau Komisaris pada dua perusahaan atau lebih.5 Tahun 1999. yang dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat. 114 .

Jabatan Rangkap • Salah satu bentuk perilaku yang dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat adalah Jabatan Rangkap Direksi dan/atau Komisaris. 115 . • Suatu Jabatan Rangkap terjadi apabila seseorang yang sama duduk dalam dua atau beberapa dewan direksi perusahaan atau menjadi wakil dua atau lebih perusahaan yang bertemu dalam dewan direksi satu perusahaan.

Jabatan Rangkap
• Hal tersebut meliputi jabatan rangkap direksi
di antara perusahaan induk, satu anggota
perusahaan induk dengan anak perusahaan
anggota lain atau anak perusahaan berbagai
perusahaan induk.
• Situasi tersebut biasanya timbul akibat
keterkaitan keuangan dan kepemilikan
bersama atas saham.
116

Jabatan Rangkap
• Jabatan Rangkap direksi dapat menghambat
persaingan usaha dengan beberapa cara.
Apabila orang tersebut duduk dalam dua
perusahaan yang bersaing (direct interlock)
maka hubungan horizontal ini dapat
melahirkan pembentukan strategi bersama di
antara perusahaan yang berkaitan dengan
harga, alokasi pasar, dan penetapan jumlah
produksi.
117

Jabatan Rangkap
• Jabatan Rangkap Direksi pada tingkat vertikal
mengakibatkan integrasi vertikal kegiatan, misalnya
kegiatan di antara pemasok dan pelanggan, sehingga
menghambat persaingan di antara para pemasok
dengan membuat persetujuan timbal balik di antara
mereka.
• Keterkaitan antara jabatan direksi lembaga keuangan
dengan jabatan direksi perusahaan non sektor
keuangan dapat mengakibatkan diskriminasi syarat
pembiayaan bagi pesaing dan berperan sebagai
katalisator dalam upaya memperoleh penguasaan
vertikal, horisontal, atau kongklomerasi.
118

Jabatan Rangkap
Pengaturan Jabatan Rangkap lainnya diantaranya
adalah:
• Undang-Undang No. 19 Tahun 2003 tentang
Badan Usaha Milik Negara:
– Anggota Komisaris dilarang memangku jabatan
rangkap sebagai:
a) anggota Direksi pada BUMN, badan usaha milik
daerah, badan usaha milik swasta, dan jabatan
lain yang dapat menimbulkan benturan
kepentingan; dan/atau
b) jabatan lainnya sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
119

Jabatan Rangkap
• Peraturan Bank Indonesia Pasal 7 PBI No.
8/14/PBI/2006 tentang Perubahan atas Peraturan
Bank Indonesia No. 8/4/PBI/2006 tentang
Pelaksanaan Good Corporate Governance bagi
Bank Umum (PBI GCG):
– Anggota dewan komisaris hanya dapat merangkap
jabatan sebagai:
• Anggota dewan Komisaris, Direksi atau Pejabat Eksekutif
pada 1 (satu) lembaga perusahaan bukan lembaga
keuangan, atau
• Anggota dewan Komisaris, Direksi atau Pejabat Eksekutif
yang melaksanakan fungsi pengawasan pada 1 (satu)
perusahaan anak bukan Bank yang dikendalikan oleh Bank.
120

Direksi atau Pejabat Eksekutif pada Bank. 8/14/PBI/2006 tentang Perubahan atas Peraturan Bank Indonesia No. 121 . 8/4/PBI/2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance bagi Bank Umum (PBI GCG): Anggota Direksi dilarang merangkap jabatan sebagai anggota dewan Komisaris. perusahaan dan/atau lembaga lain.Jabatan Rangkap • Pasal 22 PBI No.

• Pasal 26 ayat (4) PBI No. 8/26/PBI/2006 tentang Bank Perkreditan Rakyat: Anggota Direksi pada BPR dilarang merangkap jabatan sebagai anggota direksi atau pejabat eksekutif pada lembaga perbankan. 122 . perusahaan atau lembaga lain.Jabatan Rangkap • Pasal 25 ayat (2) PBI No. BPRS dan/atau Bank Umum. 8/26/PBI/2006 tentang Bank Perkreditan Rakyat: Anggota Dewan Komisaris dilarang merangkap jabatan sebagai direksi pada BPR.

1 tentang Perizinan Perusahaan Efek jo. V. diubah dengan Nomor: Kep.45/PM/1997 tanggal 26 Desember 1997.Jabatan Rangkap • Peraturan Badan Pengawasan Pasar Modal No.A. Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No Kep24/PM/1996 tanggal 17 Januari 1996. dan komisaris dilarang merangkap sebagai komisaris pada Perusahaan Efek lain. dimana diatur mengenai ketentuan lain yang wajib dipenuhi oleh direksi dan komisaris adalah sebagai berikut: a) direktur Perusahaan Efek dilarang mempunyai jabatan rangkap pada perusahaan lain. 123 .

• Di beberapa negara akhir-akhir ini.Fiduciary Duty • Fiduciary duty terbagi atas dua kategori. yaitu duty of loyalty dan duty of care. pengadilan menerapkan fiduciary duty terhadap pimpinan Serikat Buruh. dokter dan bahkan pemimpin agama. 124 . • Kewajiban ini beragam sesuai dengan jenis hubungan antara fiduciary dan pihak lainnya ('entrustors').

• Dampak utama dari aturan ini adalah untuk memberi insentif kepada entrustor untuk mengadakan hubungan fiduciary . dan mengurangi risiko dan biaya entrustor untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan entrusted. misalnya pengelolaan keuangan ataupun kepengacaraan . dan menjamin adanya hubungan fiduciary. 125 . dan apabila biaya yang dikeluarkan entrustors untuk memantau fungsi fiduciary akan lebih rendah dari manfaatnya.Fiduciary Duty Tujuan dan dampak fiduciary duty • Fiduciary duty diterapkan apabila kebijakan umum mendorong spesialisasi dalam suatu jasa tertentu.

126 .Fiduciary Duty • Penerapan hukum pada fiduciary duty akan mengalihkan biaya perusahaan ke masyarakat. • Hukum yang diterapkan pada fiduciary duty yang membatasi kebebasan. akan meningkatkan citra perusahaan karena akan menaikkan reputasi dan kejujuran yang didukung oleh reputasi tersebut.

127 .Self Dealing Self-Dealing • Tindakan seorang direksi/ komisaris/ pegawai atau pihak lainnya yang mempunyai fiduciary duty terhadap perusahaan yang mengambil keuntungan dari posisinya di perusahaan tersebut dalam suatu transaksi yang dilakukannya untuk perusahaan.

yaitu bertindak untuk kepentingan pribadinya bukan untuk kepentingan pihak yang diwakilinya .Self Dealing • Salah satu kewajiban seorang fiduciary adalah untuk bertindak demi kepentingan pihak yang diwakilinya. • Self-dealing terjadi apabila seorang trustee menggunakan uang dari suatu trust account untuk memberi pinjaman kepada perusahaan dimana ia menjadi pemegang saham yang cukup besar. maka berarti ia melanggaran kewajiban fiduciary dutynya. • Apabila seorang fiduciarymelakukan self dealing. 128 .

Merger (penggabungan) Penggabungan adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh satu perseroan atau lebih untuk menggabungkan diri dengan perseroan lain yang telah ada dan selanjutnya perseroan yang menggabungkan diri menjadi bubar. 129 .

Akuisisi (Pengambilalihan) Pengambilalihan adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh badan hukum atau orang perseorangan untuk mengambilalih baik seluruh ataupun sebagian besar saham perseroan yang dapat mengakibatkan beralihnya pengendalian terhadap perseroan tersebut. 130 .

131 .Konsolidasi (Peleburan) Peleburan adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh dua perseroan atau lebih untuk meleburkan diri dengan cara membentuk satu perseroan baru dan masing-masing perseroan yang meleburkan diri menjadi bubar.

132 .Pemisahan (Spin-off) Pemisahan adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh Perseroan untuk memisahkan usaha yang mengakibatkan seluruh aktiva dan pasiva Perseroan beralih karena hukum kepada dua Perseroan atau lebih atau sebagian aktiva dan pasiva Perseroan beralih karena hukum kepada satu Perseroan atau lebih.

133 . – aktiva dan pasiva perseroan yang menggabungan diri atau yang meleburkan diri beralih karena hukum kepada perseroan yang menerima penggabungan atau perseroan hasil peleburan.Penggabungan dan peleburan • Penggabungan dan peleburan sebagaimana diatur dalam dilakukan tanpa mengadakan likuidasi terlebih dahulu. • Penggabungan dan peleburan mengakibatkan: – pemegang saham perseroan yang menggabungan diri atau yang meleburkan diri menjadi pemegang saham perseroan yang menerima penggabungan atau perseroan hasil peleburan.

dan karyawan perseroan yang bersangkutan. dan pengambilalihan juga harus memperhatikan kepentingan kreditor.Penggabungan. • Penggabungan. dan pengambilalihan hanya dapat dilakukan dengan memperhatikan : • kepentingan perseroan. peleburan. pemegang saham minoritas. peleburan. dan pengambilalihan Penggabungan. peleburan. • kepentingan masyarakat dan persaingan sehat dalam melakukan usaha. 134 .

peleburan. peleburan. dan pengambilalihan • Pemegang saham yang tidak setuju terhadap keputusan Rapat Umum Pemegang Saham mengenai penggabungan. 135 .Penggabungan. • Pelaksanaan hak sebagaimana dimaksud di atas tidak menghentikan proses pelaksanaan penggabungan. dan pengambilalihan hanya dapat menggunakan haknya agar saham yang dimilikinya dibeli dengan harga yang wajar. dan pengambilalihan. peleburan.

136 . Peleburan.Penggabungan. peleburan. berupa: – perubahan anggaran dasar. – pengalihan atau penjaminan kekayaan Perseroan yang mempunyai nilai lebih dari 50 % (lima puluh persen) kekayaan bersih Perseroan. atau Pemisahan. Pengambilalihan. dan pengambilalihan Setiap pemegang saham berhak meminta kepada Perseroan agar sahamnya dibeli dengan harga yang wajar apabila yang bersangkutan tidak menyetujui tindakan Perseroan yang merugikan pemegang saham atau Perseroan. atau – Penggabungan.

peleburan. maka kreditor dianggap menyetujui penggabungan.Penggabungan. dan pengambilalihan. peleburan. Peleburan. • Kreditor dapat mengajukan keberatan kepada perseroan sebelum pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham mengenai rencana penggabungan. peleburan. dan pengambilalihan tidak dapat dilaksanakan. dan Pengambilalihan kepada seluruh kreditor sebelum pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham. • Jika dalam jangka waktu yang ditentukan kreditor tidak mengajukan keberatan. • Keberatan kreditor disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham untuk mendapatkan penyelesaian. • Selama penyelesaian belum tercapai. 137 . dan pengambilalihan • Direksi perusahaan wajib menyampaikan Rancangan Penggabungan. peleburan dan pengambilalihan tersebut. maka penggabungan.

• Rancangan Penggabungan harus memuat penegasan dari perseroan yang akan menerima penggabungan mengenai penerimaan peralihan segala hak dan kewajiban dari perseroan yang akan menggabungkan diri. • Usulan rencana penggabungan sebagaimana dimaksud di atas wajib mendapat persetujuan komisaris perseroan.Penggabungan • Perseroan yang akan menggabungkan diri dan menerima penggabungan masing-masing menyusun usulan rencana penggabungan. • Usulan rencana penggabungan merupakan bahan bagi Direksi perseroan yang akan melakukan penggabungan untuk bersama menyusun Rancangan Penggabungan. 138 .

139 . kepada Rapat Umum Pemegang Saham masing-masing perseroan. • Konsep Akta Penggabungan yang telah mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham dituangkan dalam Akta Penggabungan yang dibuat dalam Bahasa Indonesia di hadapan Notaris.Penggabungan • Rancangan Penggabungan berikut konsep Akta Penggabungan wajib dimintakan persetujuan.

Pengambilalihan • Pengambilalihan dilakukan dengan cara pengambilalihan saham yang telah dikeluarkan dan/atau akan dikeluarkan oleh Perseroan melalui Direksi Perseroan atau langsung dari pemegang saham. • Pengambilalihan dapat dilakukan oleh badan hukum atau orang perseorangan. • Pengambilalihan sebagaimana dimaksud di atas adalah pengambilalihan saham yang mengakibatkan beralihnya pengendalian terhadap Perseroan tersebut. 140 .

• Pemisahan tidak murni yang mengakibatkan sebagian aktiva dan pasiva Perseroan beralih karena hukum kepada 1 (satu) Perseroan lain atau lebih yang menerima peralihan.Pemisahan Pemisahan dapat dilakukan dengan cara: • Pemisahan murni yang mengakibatkan seluruh aktiva dan pasiva Perseroan beralih karena hukum kepada 2 (dua) Perseroan lain atau lebih yang menerima peralihan dan Perseroan yang melakukan Pemisahan tersebut berakhir karena hukum. 141 . dan Perseroan yang melakukan Pemisahan tersebut tetap ada.

Harga yang ditawarkan biasanya lebih tinggi dari harga pasar saham tersebut. 142 .Tender Offer (Penawaran Tender) • Penawaran untuk membeli sebagian atau seluruh saham di suatu perusahaan. • Tender offer terdiri dari: friendly tender offer ataupun unfriendly tender offer. (at a premium to the market price).

143 . perusahaan target dan ke bursa efek. • Di USA Securities and Exchange Commission (SEC) menetapkan bahwa setiap perusahaan atau individu yang mengambilalih saham suatu perusahaan sebanyak 5% atau lebih harus memberi informasi ke SEC.Tender Offer (Penawaran Tender) • Otoritas Pasar Modal di hampir seluruh negara didunia melakukan pengawasan atas Tender offer.

tetapi dengan membeli langsung dari pemegang saham atau berupaya mengganti manajemen agar upaya pengambilalihan disetujui. • Hostile takeover yang dilakukan melalui tender offer termasuk dalam unfriendly tender offer. 144 .Tender Offer (Penawaran Tender) • Hostile Take Over: Pengambilalihan suatu perusahaan oleh pihak lain yang dilaksanakan bukan dengan cara negosiasi untuk mencapai kesepakatan dengan manajemen perusahaan target.

Fourth Meeting 145 .

crown-jewel defense. golden parachute. pac-man defense.Tender Offer (Penawaran Tender) • Adakalanya manajemen perusahaan akan menolak terhadap adanya hostile take over yang tidak diinginkan yang dilakukan dengan menjalankan strategi yang kontroversial strategi termasuk dengan menjalankan rancangan poison pill. dan lainnya. 146 .

Poison pill • Suatu rancangan yang memberi hak kepada pemegang saham untuk membeli tambahan saham dengan harga lebih rendah jika salah satu pemegang saham membeli saham perusahaan dengan persentase yang telah ditetapkan. 147 . maka setiap pemegang saham (kecuali yang memiliki 20%) mempunyai hak untuk membeli saham baru dengan harga yang lebih rendah (at a discount). • Sebagai contoh rancangan ini dilaksanakan jika satu pemegang saham membeli 20% saham perusahaan.

maka pembelian itu akan membuat terdilusinya jumlah saham dari pembeli (20%) dan akan menaikkan biaya take over.Poison pill • Jika setiap pemegang saham dapat membeli lebih banyak saham denan harga yang lebih murah. • Dengan mengetahui adanya rancangan tersebut kemungkinan pihak yang akan melakukan take over berubah niatnya dan akan menegosiasikannya dengan direksi perusahaan untuk menolak rancangan tersebut. 148 .

149 . • Rancangan ini dapat menjadi rancangan “bunuh diri”.Crown-jewel defense • Rancangan untuk melawan takeover dengan menjual aset perusahaan yang paling berharga ("crown jewels“) – dengan demikian mengurangi minat calon pelaku hostile take over. yang selain menghilangkan minat pihak lain untuk melakukan take over. bisa merusak perusahaan secara keseluruhan.

bonus uang tunai.Golden parachute • Rancangan ini adalah dengan memberi benefit yang besar kepada para executive (atau top executive) perusahaan ketika perusahaan akan diambilalih oleh perusahaan lain dan para executive tersebut diberhantikan sebagai akibat merger atau takeover. dan lain-lain. • Golden parachutes merupakan kontrak yang diberikan kepada key executives dan dapat digunakan sebagai salah satu tindakan anti-takeover untuk mengurangi minat perusahaan lain melakukan take over. • Benefit yang diberikan antara lain: stock option. 150 .

maka hal itu akan mengurangi niat calon pengambilalih. maka perusahaan target sebaliknya melakukan penawaran atas perusahaan yang akan mengambil alih tersebut.Pac-man defense • Dengan rancangan Pac-Man defense. 151 . melakukan tindakan sebaliknya dengan berupaya untuk mengambilalih perusahaan lain yang berniat untuk melakukan hostile takeover. • Jika suatu perusahaan melakukan upaya untuk mengambilalih dengan hostile take over yang tidak dihendaki.

• Menurut UU N0. terutama memberikan kredit dan jasa di lalulintas pembayaran dan peredaran uang. 10 Tahun 1998 Tentang perubahan atas UU No. 152 . 7 Tahun 1992 tentang perbankan Pasal 1 (2) : “Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentukbentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak”.Lembaga Perbankan Pengertian Bank • Menurut Bahasa: Bank adalah usaha di bidang keuangan yang menarik dan mengeluarkan uang di masyarakat.

kegiatan usaha. serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan” • Lembaga Keuangan Lembaga keuangan terdiri dari dua jenis yaitu : – Lembaga keuangan bank – Lembaga keuangan bukan bank 153 . 10/1998 : “perbankan adalah segala sesuatu yang menyangkut tentang bank mencakup kelembagaan.Lembaga Perbankan • Pengertian Perbankan: Pasal 1 (1) UU No.

154 . semuanya dilakukan secara langsung atau tidak langsung melalui penghimpunan dana terutama dengan jalan mengeluarkan kertas berharga. sebagai perantara dalam usaha mendapatkan sumber pembiayaan. memberikan kredit.Lembaga Perbankan • Lembaga keuangan bukan bank – – Adalah suatu badan yang melakukan kegiatan dibidang keuangan berupa usaha menghimpun dana. Usaha ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bidang-bidang tertentu seperti memberikan pinjaman kepada masyarakat berupa pegadaian. dan usaha penyertaan modal. Lembaga bukan bank beroperasi dibidang pasar uang dan modal Segi usaha pokok yang dilakukan yaitu : • • sektor pembiayaan pembangunan berupa pemberian kredit jangka menengah/panjang serta melakukan penyertaan modal.

Penghimpunan dana hanya dapat dilakukan dengan pengeluaran kertas berharga.Lembaga Perbankan • Perbedaannya dengan bank: Lembaga keuangan bukan bank tidak diperkenankan menerima simpanan baik dalam bentuk giro. Asuransi 2. Lembaga pembiayaan 3. deposito maupun tabungan. Penyelenggara dana pensiun 155 . Pegadaian 4. • Jenis Lembaga Keuangan Bukan Bank yaitu : 1.

yaitu : • Bank Umum Bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip Syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran • Bank Perkreditan Rakyat. 156 . Bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.Lembaga Perbankan Jenis – Jenis Bank Dalam ketentuan Pasal 5 ayat (1) UU Perbankan membagi bank dalam dua jenis.

Lembaga Perbankan • Bank umum kepemilikannya mungkin saja dimiliki oleh negara (pemerintah daerah). • Jenis bank dari segi kepemilikannya 1. Bank milik pemerintah daerah 3. Bank milik negara 2. Bank koperasi 157 . dan koperasi sedangkan BPR hanya dimungkinkan dimiliki oleh negara (pemerintah daerah). Bank milik swasta baik dalam negeri maupun luar negeri 4. swasta asing. swasta dan koperasi saja.

Rahasia Bank Pengertian • Rahasia sesuatu yang dipercayakan seseorang untuk tidak diceritakan kepada orang yang tidak berwenang mengetahuinya • Rahasia bank sesuatu yang dipercayakan nasabah kepada bank agar tidak diceritakan kepada orang lain yang tidak berwenang mengetahuinya. 158 .

Rahasia Bank • Teori rahasia bank bersifat mutlak. • Teori rahasia bank bersifat nisbi. biasa atau dalam keadaan luar biasa. bank diperbolehkan membuka rahasia nasabahnya. apabila untuk kepentingan yang mendesak. 159 . misalnya untuk kepentingan negara. bank berkewajiban untuk menyimpan rahasia nasabah yang diketahui bank karena kegiatan usahanya dalam keadaan apapun.

Rahasia Bank UU 23 PRP Tahun 1960 Tentang Rahasia Bank Pasal 2: • Bank tidak boleh memberikan keteranganketerangan tentang keadaan keuangan langganannya yang tercatat padanya dan hal-hal lain yang harus dirahasiakan oleh bank menurut kelaziman. 160 . • Nasabah bank adalah orang-orang yang mempercayakan uangnya pada bank. kecuali perpajakan dan kepentingan peradilan. bunga dari bank dan lain sebagainya. menerima cek.

Rahasia Bank
UU 14 Tahun 1967 Tentang Pokok-pokok
Perbankan
Pasal 36:
Bank tidak boleh memberikan keterangan
tentang keadaan keuangan nasabahnya yang
tercatat padanya dan hal-hal lain yang harus
dirahasiakan oleh bank menurut kelaziman
dalam dunia perbankan, kecuali dalam hal-hal
yang ditentukan dalam UU ini.
161

Rahasia Bank
SE B.I No. 2/337/UPPB/PbB Perihal Penafsiran
Tentang Pengertian Rahasia Bank, Tanggal 11
September 1969:
• Keadaan keuangan yang tercatat padanya adalah
keadaan mengenai keuangan yang terdapat pada
bank yang meliputi segala simpanannya yang
tercantum dalam semua pos pasiva, dan segala
pos aktiva yang merupakan pemberian kredit
dalam berbagai macam bentuk kepada yang
bersangkutan.
162

Rahasia Bank
Surat Edaran Bank Indonesia No. 2/337/UPPB/PbB
Perihal Penafsiran Tentang Pengertian Rahasia Bank
Tanggal 11 September 1969
• Hal-hal lain yang harus dirahasiakan oleh bank
menurut kelaziman dalam dunia perbankan, ialah
segala keterangan orang atau badan yang
diketahui oleh bank karena kegiatan dan
usahanya, yaitu: pemberian pelayanan, dan jasa
dalam lalu lintas uang, baik dalam maupun luar
negeri pendiskontoan, dan jual-beli surat
berharga, dll.
163

Rahasia Bank
Rahasia Bank Dalam UU 7 Tahun 1992 Tentang
Perbankan.
Pasal 1 Angka 16: “Rahasia bank adalah segala sesuatu
yang berhubungan dengan keuangan dan hal-hal lain dari
nasabah bank yang menurut kelaziman dunia perbankan
wajib dirahasiakan”
Pasal 40 Ayat 1:
Bank dilarang memberikan keterangan yang dicatat pada
bank tentang keadaan keuangan dan hal-hal lain dari
nasabahnya, yang wajib dirahasiakan oleh bank menurut
kelaziman dalam dunia perbankan.

164

Rahasia Bank
Pengecualian Rahasia Bank Dalam UU 7 Tahun 1992.
Pasal 41: Kepentingan perpajakan
“Untuk kepentingan perpajakan pimpinan bank indonesia atas
permintaan mentri keuangan berwenang mengeluarkan perintah
tertulis kepada bank agar memberikan keterangan dan
memperlihatkan bukti-bukti tertulis serta surat-surat mengenai
keadaan keuangan nasabah penyimpan tertentu kepada pejabat pajak”
Pasal 42: Kepentingan peradilan dalam perkara pidana
“Untuk kepentingan peradilan dalam perkara pidana, pimpinan bank
indonesia dapat memberikan izin kepada polisi, jaksa atau hakim untuk
memperoleh keterangan dari bank mengenai simpanan tersangka atau
terdakwa pada bank”

165

“Dalam rangka tukar menukar informasi antar bank. direksi bank yang bersangkutan dapat menginformasikan kepada pengadilan tentang keadaan keuangan nasabah yang bersangkutan dan memberikan keterangan lain yang relevan dengan perkara tersebut” Pasal 44: Tukar-menukar informasi antar bank.Rahasia Bank Pasal 43: Dalam perkara perdata antara bank dengan nasabah “Dalam perkara perdata antara bank dengan nasabahnya. direksi bank dapat memberitahukan keadaan keuangan nasabahnya kepada bank lain” 166 .

peradilan dalam perkara pidana) 2.Rahasia Bank Pasal 44 a (2): “Dalam hal nasabah penyimpan telah meninggal dunia. Tanpa ijin (perkara perdata. ahli waris yang sah dari penyimpan yang bersangkutan berhak memperoleh keterangan mengenai simpanan nasabah penyimpan tersebut” Pengecualian Rahasia Bank Dalam UU 10/1998: 1. ahli waris) 167 . Ijin dari pemerintah/BI (pajak. piutang bank yang diserahkan BUPLN/PUPN. tukar informasi antar bank. kuasa nasabah.

3/10/PBI-2001 Tentang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah: • Prinsip Mengenal Nasabah atau KYC (Know Your Customer) adalah prinsip yang diterapkan oleh bank untuk mengenal dan mengetahui identitas nasabah. memantau kegiatan transaksi nasabah termasuk melaporkan setiap transaksi yang mencurigakan.Prinsip KYC Peraturan Bank Indonesia No. 168 .

dan risiko konsentrasi.Prinsip KYC • Prinsip KYC merupakan sarana yang paling efektif bagi perbankan untuk menanggulangi kegiatan pencucian uang yang banyak dilakukan melalui perbankan. risiko operasional. risiko hukum. 169 . • Prinsip KYC yang kurang sempurna dapat mengakibatkan bank-bank harus berhadapan dengan risiko perbankan yang terkait dengan penilaian masyarakat. yaitu risiko reputasi. nasabah atau mitra transaksi bank terhadap bank yang bersangkutan.

Dengan demikian. 170 . Dalam hal ini.Prinsip KYC • Prinsip KYC dapat melindungi bank agar tidak dimanfaatkan oleh nasabah untuk melakukan kegiatankegiatan yang illegal atau bank tidak dijadikan sasaran dari kejahatan. sejak awal terjadinya hubungan antara bank dan nasabahnya. dengan diterapkannya Prinsip KYC. diharapkan bank dapat melakukan identifikasi secara dini terhadap nasabah dan setiap aktifitas/transaksi yang dijalankan oleh nasabah. bank tidak hanya mengetahui hal-hal apa saja yang akan dilakukan oleh nasabahnya tetapi juga dapat mencegah terjadinya transaksi-transaksi melalui perbankan yang bersifat ilegal.

171 .Prinsip KYC Rekomendasi Internasional • The Basel Committee on Banking Supervision Otoritas pengawas perbankan di seluruh dunia semakin menyadari pentingnya upaya-upaya untuk menetapkan landasan / pedoman bagi bank-bank yang ada dibawah pengawas mereka agar memiliki sistem dan prosedur pengawasan yang memadai untuk mencegah agar bank tidak digunakan sebagai sarana kejahatan. Due diligence terhadap calon nasabah maupun nasabah yang telah ada merupakan kunci dari sistem dan prosedur pengawasan .

separuhnya berlaku untuk industri keuangan baik lembaga keuangan bank maupun non bank. dan kerjasama internasional. pengaturan sistem keuangan/perbankan. FATF beranggotakan 29 negara dan terus berupaya agar negaranegara lainnya yang belum bergabung sebagai anggota turut berpartisipasi menjadikan Rekomendasi FATF sebagai pedoman untuk memerangi kejahatan pencucian uang. 172 . • Keempat puluh prinsip tersebut selanjutnya lebih dikenal dengan sebutan “the Forty Recommendations “. • Dari keempat puluh rekomendasi tersebut. • Rekomendasi FATF terdiri atas 40 (empat puluh) prinsip yang meliputi penegakan hukum.Prinsip KYC • Rekomendasi FATF (Financial Action Task Force on Money Laundering ) • Dibentuk pada tahun 1989 oleh negara yang tergabung dalam the Group of Seven ( G7 ) sebagai upaya perlawanan terhadap kegiatan pencucian uang. yaitu rekomendasi 10 sampai dengan rekomendasi 29.

173 .Prinsip KYC Elemen-elemen dalam Prinsip KYC • Sesuai rekomendasi FATF dan the Basel Committee. termasuk diskripsi yang jelas mengenai jenis nasabah tidak dapat atau dilarang membuka rekening pada bank. elemen-elemen pokok yang dimuat dalam Prinsip KYC antara lain adalah sebagai berikut : • Prosedur penerimaan nasabah – Bank harus memiliki kebijakan dan prosedur yang jelas mengenai penerimaan nasabah.

Bank dituntut memiliki sistem prosedur untuk verifikasi identitas nasabah baru dan dianjurkan untuk tidak menjalin hubungan bisnis dengan nasabah yang tidak memiliki identitas yang jelas. Bank dilarang untuk menerima pembukaan rekening atas nama fiktif atau rekening tanpa nama (anonymous accounts or accounts in obviously fictitious names). 174 .Prinsip KYC • Identifikasi Nasabah – Nasabah didefinisikan sebagai pihak yang menggunakan jasa bank.

Prinsip KYC • Monitoring Nasabah – Monitoring nasabah meliputi pemantauan secara terus menerus terhadap setiap rekening dan transaksi yang dijalankan oleh nasabah terutama rekening dan transaksi yang dinilai berisiko tinggi. Pengawasan oleh bank akan berjalan efektif apabila benar-benar memahami setiap aktivitas normal dari rekening nasabahnya. 175 .

perdata ataupun pelanggaran ketentuan rahasia bank. 176 . Perlindungan hukum tersebut adalah berupa perlindungan dari pertanggungjawaban pidana.Prinsip KYC • Pelaporan – Dalam hal pihak bank menduga bahwa dana yang ada dalam rekening nasabah bersumber dari suatu aktivitas kejahatan. Untuk keperluan pelaporan ini. maka bank wajib segera melaporkannya kepada pihak yang berwajib. dalam salah satu rekomendasi FATF disebutkan adanya perlindungan hukum bagi pihak bank dalam hal bank melaporkan adanya transaksi yang mencurigakan. meskipun pihak bank tidak mengetahui secara pasti apakah dugaan kecurigaan tersebut memang benar-benar terjadi atau tidak.

dan compliance function yang bertugas melakukan evaluasi terhadap efektivitas kebijakan dan prosedur KYC yang dilaksanakan oleh bank. 177 . – Membentuk fungsi internal. audit. Untuk ini bank perlu melakukan hal-hal sebagai berikut : – Menunjuk seorang pejabat senior yang bertanggung jawab atas kebijakan dan prosedur KYC yang berlaku di bank sesuai dengan ketentuan perbankan yang berlaku. mengkomunikasikannya kepada segenap karyawan bank. dan kepada para staf diwajibkan untuk melaporkan setiap transaksi yang mencurigakan kepada pejabat diatasnya. – Mengadakan program pelatihan mengenai prinsip KYC bagi karyawan dan pejabat bank.Prinsip KYC • Manajemen Risiko – Pihak bank wajib memiliki komitmen untuk melaksanakan prinsip KYC secara efektif. Bank perlu memiliki prosedur KYC secara tertulis dan jelas.

atau adanya problem eksternal yang mempengaruhi operasional Bank.Risiko Jenis-Jenis Risiko Bank : • Risiko Kredit : Risiko yang timbul sebagai akibat kegagalan counterparty memenuhi kewajibannya. • Risiko Likuiditas : Risiko yang antara lain disebabkan Bank tidak mampu memenuhi kewajiban yang telah jatuh waktu.yang dapat merugikan bank.kesalahan manusia. kegagalan sistem. • Risiko Operasional : Risiko yang antara lain disebabkan adanya ketidakcukupan dan atau tidak berfungsinya proses internal. • Risiko Pasar : Risiko yang timbul karena adanya pergerakan variabel pasar (adverse movement) dari portofolio yang dimiliki oleh bank. Variabel pasar antara lain adalah suku bunga dan nilai tukar. 178 .

ketiadaan peraturan perundang-undangan yang mendukung atau kelemahan perikatan seperti tidak dipenuhinya syarat sahnya kontra. • Risiko Kepatuhan : Risiko yang disebabkan Bank tidak mematuhi atau tidak melaksanakan peraturan perundang-undangan dan ketentuan lain yang berlaku. 179 . • Risiko Reputasi : Risiko yang antara lain disebabkan adanya publikasi negatif yang terkait dengan kegiatan usaha Bank atau persepsi negatif terhadap Bank.Risiko • Risiko Hukum : Risiko yang disebabkan oleh adanya kelemahan aspek yuridis. • Risiko Strategik : Risiko yang antara lain disebabkan adanya penetapan dan pelaksanaan strategi Bank yang tidak tepat pengambilan keputusan bisnis yang tidak tepat atau kurang responsifnya Bank terhadap perubahan eksternal. Kelemahan aspek yuridis antara lain disebabkan adanya tuntutan hukum.

tetapi juga penerapan prinsip kehati-hatian oleh bank dalam menyalurkan kredit terhadap seorang atau group kreditur. sulit bagi bank untuk mengatasi risiko konsentrasi dimaksud. 180 . pengawas bank tidak hanya berkepentingan dengan sistem informasi untuk mengidentifikasi konsentrasi kredit yang dijalankan oleh bank. Sementara itu disisi pasiva.Risiko • Risiko konsentrasi terkait dengan sisi aktiva dan pasiva bank. Sebagaimana diketahui. Tanpa mengenal identitas nasabah secara pasti dan memahami hubungan antara nasabah yang satu dan nasabah-nasabah lainnya. risiko konsentrasi berhubungan dengan risiko dana khususnya dalam hal terjadi penarikan secara tiba-tiba dalam jumlah besar oleh nasabah yang berakibat pada likuiditas bank yang bersangkutan. dalam praktik pengawasan.

Fifth Meeting 181 .

kegiatan jasa keuangan di sektor Perasuransian. b. dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya.Pengawasan dan pembinaan UU Nomor 21/2011 Tentang OJK Pasal 6 • OJK melaksanakan tugas pengaturan dan pengawasan terhadap: a. Dana Pensiun. 182 . kegiatan jasa keuangan di sektor Perbankan. kegiatan jasa keuangan di sektor Pasar Modal. dan c. Lembaga Pembiayaan.

serta pencabutan izin usaha bank. kepemilikan.Pengawasan dan pembinaan Pasal 7 • Untuk melaksanakan tugas pengaturan dan pengawasan di sektor Perbankan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf a. konsolidasi dan akuisisi bank. kepengurusan dan sumber daya manusia. merger. pengaturan dan pengawasan mengenai kelembagaan bank yang meliputi: 1. pembukaan kantor bank. OJK mempunyai wewenang: a. dan aktivitas di bidang jasa. dan 2. anggaran dasar. kegiatan usaha bank. 183 . produk hibridasi. penyediaan dana. rencana kerja. antara lain sumber dana. perizinan untuk pendirian bank.

3. solvabilitas. rasio kecukupan modal minimum. kualitas aset. 4. pengaturan dan pengawasan mengenai kesehatan bank yang meliputi: 1. pengujian kredit (credit testing). sistem informasi debitur. laporan bank yang terkait dengan kesehatan dan kinerja bank. likuiditas.Pengawasan dan pembinaan b. standar akuntansi bank. 2. rasio pinjaman terhadap simpanan. dan pencadangan bank. batas maksimum pemberian kredit. dan 5. 184 . rentabilitas.

pemeriksaan bank. 185 . manajemen risiko. tata kelola bank. 2. 3. meliputi: 1. dan 4. pencegahan pembiayaan terorisme dan kejahatan perbankan. pengaturan dan pengawasan mengenai aspek kehati-hatian bank.Pengawasan dan pembinaan c. dan d. prinsip mengenal nasabah dan anti pencucian uang.

dan/atau penunjang kegiatan jasa keuangan sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan. pelaku. perlindungan Konsumen. f. dan tindakan lain terhadap Lembaga Jasa Keuangan. penyidikan. melakukan pengawasan. mengawasi pelaksanaan tugas pengawasan yang dilaksanakan oleh Kepala Eksekutif. menetapkan penggunaan pengelola statuter. memberikan perintah tertulis kepada Lembaga Jasa Keuangan dan/atau pihak tertentu. c. OJK mempunyai wewenang: a. menetapkan kebijakan operasional pengawasan terhadap kegiatan jasa keuangan. pemeriksaan. 186 . e. melakukan penunjukan pengelola statuter.Pengawasan dan pembinaan Untuk melaksanakan tugas pengawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. b. d.

4. dan 8. penetapan lain. 7. surat tanda terdaftar. persetujuan atau penetapan pembubaran. izin usaha. menetapkan sanksi administratif terhadap pihak yang melakukan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan. 6. 187 . 3. 2. dan h. izin orang perseorangan. efektifnya pernyataan pendaftaran. persetujuan melakukan kegiatan usaha. sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan. memberikan dan/atau mencabut: 1. pengesahan.Pengawasan dan pembinaan g. 5.

yang berarti kepercayaan. berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga”.Kredit Bank Pengertian Kredit • Secara etimologis istilah kredit kredit berasal dari bahasa latin. • Sedangkan menurut UU No. 10 Tahun 1998 Tentang Perbankan. 188 . credere. Pasal 1 butir 11 dirumuskan : “ kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu.

Kredit Bank Teori Kredit • Uang yang diterima dari masyarakat. 189 . atau deposito. pada akhirnya diedarkan kembali oleh bank. pendepositoan. dan terutama dalam bentuk pemberian kredit. giro. Misalnya lewat pasar uang (money market). apakah itu berbentuk simpanan berupa tabungan. Investasi dalam bentuk lain.

Kepercayaan. maka pada saat itu pula akan terjadi suatu prestasi dan kontra prestasi. melainkan dipisahkan oleh tenggang waktu. Waktu berarti bahwa antara pelepasan kredit oleh bank dengan pembayaran kembali oleh debitur tidak dilakukan pada waktu bersamaan. berarti bahwa setiap pelepasan kredit jenis apapun akan terkandung risiko didalamnya yaitu risiko yang terkandung dalam jangka waktu antara pelepasan kredit dengan pembayaran kembali. 190 . b. Degree of risk. Hal ini berarti semakin panjang waktu kredit semakin tinggi resiko kredit. berarti bahwa setiap pelepasan kredit dilandasi dengan adanya keyakinan oleh bank bahwa kredit tersebut dapat dibayar kembali oleh debiturnya sesuai dengan jangka waktu diperjanjikan. d. c. Prestasi disini berarti bahwa setiap kesepakatan antara bank dengan debiturnya mengenai suatu pemberian kredit.Kredit Bank Unsur-unsur kredit: a.

Capital (modal) Kredit bank pada dasarnya hanya merupakan modal tambahan. c. Character (watak) Sasaran penilian terhadap nasabah (debitur) adalah kemapuan mengendalikan usaha. Namun biasanya besar modal awal minimum 20 persen dari total dana yang dibutuhkan. prospek masa depan usaha. produksi dan pemasaran. 191 . prospek masa depan usaha.Kredit Bank Kegiatan perkreditan secara sehat . Nasabah (debitur) harus sudah mempunyai modal awal tergantung dari jenis kegiatan usaha. dikenal dengan prinsip (The five C’s of Credit Analysis): a. b. Capacity (kemampuan) Sasaran penilaian terhadap nasabah (debitur) adalah kemapuan mengendalikan usaha. produksi dan pemasaran.

b. 192 . oleh karena itu besarnya jaminan dalam perjanjian kredit minimal 100 persen dari nilai kredit. Conditio of economy (kondisi perekonomian/prospek usaha debitur) Penilaian diutamakan pada situasi dan kondisi politik. Collateral (agunan/jaminan) Jaminan merupakan salah satu unsur perjanjian kredit. ekonomi. Keadaan perekonomian disini adlah perekonomian negara. jaminan diperlukan untuk memberikan keyakinan pada bank bahwa nasabah (debitur) sanggup mengembalikan pinjaman sesuai dengan perjanjian.Kredit Bank a. maupun keadaan perekonomian bank pemberi kredit. nasabah (debitur). sosial. dan budaya yang mempengaruhi keadaan ekonomi dalam kurun waktu tertentu.

– Memiliki mutasi rekening yang aktif. 30/267/KEP/DIR): • Kredit Lancar: – Pembayaran angsuran pokok atau bunga tepat. – Kadang-kadang terjadi cerukan.Kredit Bank Penggolongan Kredit Bank (SK Direktur Bank Indonesia no. 193 . – Mutasi rekening relatif rendah. atau – Didukung oleh pinjaman baru. atau – Bagian dari kredit yang dijamin dengan agunan tunai • Kredit dalam perhatian khusus: – Terdapat tunggakan pokok dan atau bunga yang belum melampaui 90 hari. – Jarang terjadi pelanggaran terhadap kontrak yang di perjanjikan.

• Kredit diragukan: – Terdapat tunggakan angsuran pokok dan atau bunga yang telah melampaui 180 hari. – Frekuensi mutasi rekening relatif rendah. – Dokumentasi hukum yang lemah baik untuk perjanjian kredit maupun peningkatan jaminan. – Sering terjadi cerukan yang bersifat permanen. – terdapat indikasi masalah keuangan yang dihadapi debitur.Kredit Bank • Kredit kurang lancar: – Terdapat tunggakan angsuran pokok atau bunga yang telah melampaui 90 hari. – Terjadi kapitalisasi bunga. – Terjadi wanprestasi lebih dari 180 hari. 194 . – Sering terjadi cerukan.

jaminan tidak dapat dicairkan pada nilai wajar. 195 .Kredit Bank • Kredit Macet: – Terdapat tunggakan angsuran pokok dan atau bunga yang telah melampaui 270 hari – Kerugian operasional ditutup dengan pinjaman baru – Dari segi hukum maupun kondisi pasar.

or accident that may happen. Ray Hodgin. any loss. (London: Cavendish Publishing Limited. and make good to the insured. unless a fraud appears. according to terms of the contract policy. who pays a consideration. which is called a premium. For the premium the insurer engaged to satisfy. Insurance Law. 2002) 196 . and the insurer. damage.ASURANSI Definisi: Nicholas Magen: An Essay on Insurance (1753) Insurance is the contract between Contracting Parties: the insured. Second Edition. who receives it.

dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung. 197 .2 Tahun 1992 Tentang Usaha Perasuransian Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjiann antara dua pihak atau lebih. atau untuk pembayaran yang didasarkan atas meinggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan. dengan menerima premi asuransi.ASURANSI Definisi: UU No. atau tanggungjawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung. kerusakan. untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian. atau kehilangan keuntungan. yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti.

ASURANSI Doktrin dan Prinsip • Insurable Interest • Uncertainty • Doctrine of Privity of Contract • Duty of Disclosure/ Uberimae Fidei/ Utmost good faith • Moral Hazard • Proximate Causa • Subrogation and Abandonment • Principle of Indemnity 198 .

Motor Union Insurance Co Ltd [1922] 2 KB 249 199 . v. dan seekor kuda mungkin kalah dalam pacuan. Sebagai contoh. Pemilik rumah akan mengalami kerugian jika rumahnya terbakar dan penjudi akan mengalami kerugian jika kuda yang dipertaruhkannya kalah. sedangkan pada taruhan pacuan kuda risiko kerugian baru ada sejak adanya taruhan. Hal ini membedakan asuransi dengan perjudian . Perbedaannya adalah pada asuransi rumah.ASURANSI Insurable Interest Prinsip ini mewajibkan setiap tertanggung harus mempunyai kepentingan (interest) atas objek pertanggungan. suatu rumah mungkin saja mengalami kebakaran. risiko kebakaran telah ada pada pemilik rumah sebelum adanya asuransi. John Edward and Co.

Unsur ketidakpastian juga terdapat pada setiap kontrak. misalnya risiko adanya kerugian apabila salah satu pihak wanprestasi.ASURANSI Uncertainty (Ketidakpastian) Pada asuransi unsur ketidakpastian ini harus ada. kejadian yang mengakibatkan timbulnya risiko yang menimbulkan kerugian haruslah diluar kendali pihak tertanggung. Department of Trade and Industry v. Ketidakpastian ini haruslah benar-benar bertentangan dengan keinginan tertanggung. 200 . namun pada asuransi. St Christopher Motorists Association [1974] 1 WLR 99.

karena bukan pihak dalam kontrak polis tersebut. Didalam polis ditentukan bahwa indemnity itu dapat dialihkan kepada setiap orang yang mengendarai mobil dengan seizin Tertanggung. Namun. Tertanggung menutup asuransi dengan Penanggung suatu asuransi pertanggungan pihak ketiga (indemnity).ASURANSI Doctrine of Privity of Contract Doktrin ini menghalangi seseorang untuk menjalankan suatu perjanjian dimana dia bukan menjadi salah satu pihak. of New York. Hall. pengadilan menyatakan bahwa polis tidak dapat dialihkan ke pihak ketiga . dimana timbul masalah apakah seorang anggota Union dapat meminta agar polis asuransi diberlakukan ketika penanggung menolak klaim. Hal ini terjadi dalam kasus Prudential Staff Union v. Pada kasus Vandepitte v Preferred Accident Insurance Corp. 201 .

Penanggung menolak asuransi karena menuduh Tertanggung tidak mengungkapkan kelemahan Fort Marlborough dan kemungkinan akan diserang oleh Prancis. antara Governor of Sumatra (Carter) dan perusahaan asuransi Boehm. 202 . namun hakim Lord Mansfield menetapkan adanya kewajiban untuk mendisclose fakta material. • Ini terjadi dalam Kasus Carter v. Meskipun Penanggung dalam kasus ini kalah.ASURANSI Duty of Disclosure/ Uberimae Fidei (Utmost good faith) • Tertanggung dan Penanggung wajib untuk mengungkapkan seluruh fakta material yang dapat tanggungmenjadi risiko kepada pihak lain sebelum kontrak asuransi ditandatangani. ketika Fort Marlborough diserang oleh Prancis. Boehm (1766) 3 Burr 1950.

Co-operative Insurance Society. 203 . Penanggung tidak menanyakan tentang apakah suaminya pernah terlibat dalam perkara pidana dan dia tidak mengungkapkan bahwa suaminya pernah terlibat pidana beberapa tahun sebelumnya karena membeli rokok curian.00 untuk kehilangan salah satu permata yang diasuransikan. [1951] 1 Lloyd’s Rep 139. • Penanggung menolak dan menang. namun dia tidak mengungkapkan masalah tersebut sewaktu perpanjangan polis tahun 1972. karena tertanggung terbukti gagal untuk mendisclose adanya moral hazard pada pengajuan dan perpanjangan polis. Pada Desember 1971 suaminya dihukum pidana penjara selama 15 bulan. • Tertanggung menutup asuransi “all risks” untuk dirinya dan untuk perhiasan permata milik suaminya. • April 1972 dia mengajukan klaim £311.ASURANSI Moral Hazard • Masalah Moral Hazard ini timbul dalam kasus Lambert v. Polis diterbitkan dan diperpanjang setiap tahun.

• Jika barang-barang diasunransikan dengan asuransi kebakaran. maka Tertanggung tidak dapat mengajukan klaim apabila barang-barang tersebut dicuri. • Bagaimana jika terjadi kebakaran yang membuat rumahnya mudah dimasuki pencuri yang kemudian mencuri barangbarang yang diasuransikan? • Bagaimana jika ketika kebakaran barang-barang tersebut dikeluarkan ke pinggir jalan dan diambil oleh pencuri? 204 .ASURANSI Proximate Causa • Tertanggung harus dapat membuktikan bahwa klaim yang diajukan adalah disebabkan oleh salah satu kejadian yang ditanggung oleh Penanggung.

• Hal ini berbeda dengan asuransu yang bersifat kontinjensi seperti asuransi jiwa atau asuransi kecelakaan diri.ASURANSI Principle of Indemnity • Prinsip Indemnity berarti bahwa apabila terjadi risiko terhadap objek yang diasuransikan. dikurangi biaya-biaya asuransi yang telah disepakati. maka Tertanggung tidak boleh menerima pertanggungan melebihi nilai barang atau harta miliknya tersebut. • Dengan kata lain asuransi bertujuan mengembalikan Tertanggung ke posisi semula seperti sebelum terjadinya risiko. dimana jumlah pertanggungan telah ditentukan terlebih dahulu. baik barang berupa rumah atau harta milik lainnya. 205 .

(indemnity) • Ia bebas pula untuk mengajukan klaim ke salah satu Penanggung. (contribution) 206 . jika terjadi risiko. (double insurance) • Namun. ia tidak dapat mengklaim lebih dari nilai harta yang diasuransikannya. • Jika salah satu Penanggung telah membayar kepada Tertanggung.ASURANSI Double insurance and contribution • Tertanggung bebas untuk mengasuransikan harta miliknya kebeberapa Penanggung. maka Penanggung dapat meminta kontribusi dari Penanggung yang lain.

207 . ia boleh menjual mobil itu. mengajukan klaim untuk meminta penggantian kepada pihak yang menyebabkan kerugian tersebut. dan mendapatkan keuntungan dari penjualannya. maka Penanggung berhak untuk mengambilalih semua hak atas mobil tersebut. (subrogation) • Penggantian tersebut hanya sebesar nilai uang yang dibayarkan kepada Tertanggung. (idemnity) • Setelah melakukan pembayaran untuk suatu asuransi “total loss” misalnya untuk sebuah mobil yang mengalami tabrakan.ASURANSI Subrogation • Setelah membayar ganti rugi kepada Tertanggung. atas nama Tertanggung. maka Penanggung dapat.

kecuali jika ia menolak abandonment maka kapal tersebut dinyatakan sebagai res nullius. 208 . Jika Tertanggung menyatakan abandonment maka Tertanggung berhak atas semua uang yang telah diterima sebelumnya. jika kapal tenggelam menghalangi jalur perkapalan. namun tidak boleh melebihinya. maka Penanggung wajib membuang kapal tersebut. • Abandonment menjadi masalah bagi Penanggung. misalnya yang terkait dengan barang yang diserahkan ketujuan setelahnya. dan Penanggung berhak atas pembayaran setelah abandonment.ASURANSI Abandonment • Abandonment memberi hak kepada Penanggung “semua keuntungan yang menjadi milik Tertanggung sesuai dengan Polis asuransi. • Asuransi atas sebuah kapal.

ASURANSI Undang-undang dan Peraturan Asuransi Indonesia • Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1992 Tentang Usaha Perasuransian • Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 426/KMK.06/2003 Tentang Perizinan dan Kelembagaan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi. 209 .

210 .Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) • HaKI pada mulanya hanya dikaitkan pada perlindungan atas penemuan di bidang teknologi. • Dalam perkembangan selanjutnya HaKI semakin luas dan meliputi hak-hak di bidang industri dan di bidang perdagangan yang kemudian dikenal dengan nama hak-hak industrial. hasil karya tulis dan karya yang berupa hasil kesenian.

Article 1 (2) yaitu bahwa yang termasuk dalam hak-hak industrial yang dilindungi berdasarkan konvensi itu adalah paten. merek dagang. termasuk produk pertanian dan seluruh produk alamiah dan manufaktur.Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) • Lingkup hak-hak industrial dapat dilihat di dalam Paris Industrial Right Convention 1883. 211 . nama dagang dan lain-lain.

dan juga hak atas perlindungan varietas tanaman. hak atas rahasia dagang. desain tata letak sirkuit terpadu. 212 .Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) • Selanjutnya perkembangan teknologi ikut mendorong perkembangan di dalam ketentuan dan peraturan yang terkait dengan perlindungan atas hak-hak kekayaan intektual • Hal ini tampak dari dikeluarkannya undangundang tentang perlindungan terhadap hak atas desain industri.

tulisan atau bidangbidang kesenian. nama-nama dan label dagang. karya seni dan karya ilmiah. merek dagang. dan semua hak yang berasal dari kegiatan intelektual di bidang industri. 213 . dan siaran.Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) • Konvensi internasional tentang pendirian organisasi dunia yang menyangkut HaKI yaitu WIPO Convention 1979 pada Article 2. desain industri. • Hak atas Kekayaan Intelektual yang harus dilindungi adalah hak-hak yang terkait dengan karya tulis. merek jasa. penemuan dalam segala bidang. perlindungan terhadap persaingan tidak sehat. rekaman suara. pertunjukan kesenian. ilmu pengetahuan. penemuan ilmiah.

diantaranya yang terutama adalah: – – – – – Paris Industrial Right Convention 1883. WIPO Convention 1979. Berne Literary and Artistic Convention 1886. TRIPs Agreement 1995. 214 . Rome Performers Convention 1961.Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) Konvensi International Terkait HaKI • Berbagai konvensi dan perjanjian multilateral telah dikeluarkan terkait dengan pelindungan hak atas kekayaan intelektual.

penerapannya di berbagai negara tetap tergantung kepada undang-undang nasional masing-masing negara. seperti ratifikasi dan lain-lain. dan penerapan di negara-negara anggota konvensi harus melalui berbagai tahapan. • Di dalam konvensi-konvensi tersebut juga tidak dinyatakan dengan tegas mengenai pemberlakuannya di masing-masing negara anggota.Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) • Namun. meskipun banyak konvensi internasional terkait perlindungan HaKI. 215 .

adalah harus sesuai dengan konstitusi negara yang bersangkutan dan negara tersebut hanya berkewajiban untuk memastikan akan melakukan tindakan yang diperlukan untuk pelaksanaan konvensi tersebut.Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) • Sebagai contoh di dalam Paris Industrial Right Convention 1883 di dalam Section 25. dinyatakan bahwa: Implementasi konvensi tersebut di negara anggota. 216 .

• Konvensi-konvensi internasional hanya dapat meminta agar negara-negara anggota dapat menjamin bahwa ketentuan tentang perlindungan HaKI tersebut dimasukkan ke dalam undang-undang nasional negaranegara anggota. 217 . dan pelaksanaannya memenuhi ketentuan konstitusi masing-masing negara. meskipun negara-negara anggota telah meratifikasi konvensi-konvensi tersebut.Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) • Dalam berbagai konvensi tampak bahwa penerapan Konvensi internasional sangat tergantung kepada negara-negara anggota.

yaitu: 218 . telah diundangkan sebanyak 7 (tujuh) perundangundangan terkait perlindungan HaKI. dan untuk menyelaraskan ketentuan perundang-undangan nasional dengan konvensi-konvensi internasional yang terkait dengan perlindungan HaKI.Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) • Dalam rangka perlindungan terhadap HaKI di Indonesia.

219 . Selanjutnya undangundang tersebut diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 tahun 1997 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 tahun 1982 tentang Hak Cipta.Hak Cipta • UU Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta merupakan perubahan dari Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 tahun 1982 tentang Hak Cipta yang kemudian diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1987 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 tahun 1982 tentang Hak Cipta.

• Hak Cipta adalah hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak karya ciptanya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. seni. atau sastra.Hak Cipta • Dalam undang-undang ini yang dimaksud dengan karya cipta adalah hasil setiap karya pencipta yang dapat ditunjukkan sebagai karya cipta yang asli di dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan. 220 .

Hak Paten • Pengaturan tentang Hak Paten di Indonesia terdapat di dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2001 Tentang Paten. 221 . Undang-undang tersebut berasal dari Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1989 Tentang Paten yang telah diubah dengan UndangUndang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 1997 Tentang Perubahan Atas UndangUndang Republik Indonesia Nomor 6 tahun 1989 Tentang Paten.

yang di dalamnya terdapat hak untuk menerapkan sendiri penemuannya tersebut atau memberikan izin kepada orang lain untuk menerapkan penemuannya itu. • Hak paten diberikan untuk jangka waktu tertentu. 222 .Hak Paten • Hak Paten merupakan hak khusus yang diberikan kepada penemu atas hasil penemuannya di bidang teknologi.

15 tahun 2001 tentang Merek.Merek • Ketentuan tentang Merek diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. yang berasal dari Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 1992 tentang Merek yang telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 1997 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 tahun 1992 tentang Merek. 223 .

kata. huruf-huruf. • Merek dagang adalah merek yang digunakan pada barang yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersamasama atau badan hukum untuk membedakan dengan barang-barang sejenis lainnya. susunan warna atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa. 224 . angka-angka.Merek • Merek adalah tanda yang berupa gambar. nama.

• Merek kolektif adalah merek yang digunakan pada barang atau jasa dengan karakteristik yang sama yang diperdagangkan oleh beberapa orang atau badan hukum secara bersama-sama untuk membedakan dengan barang atau jasa sejenis lainnya. 225 .Merek • Merek jasa adalah merek yang digunakan pada jasa yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan jasa-jasa sejenis lainnya.

Sixth Meeting 226 .

30 tahun 2000 tentang Rahasia Dagang • Undang-undang tentang rahasia dagang ini telah disesuaikan dengan ketentuan-ketentuan di dalam Persetujuan Pembentukan Organisasi Perdagangan Dunia yaitu WTO Agreement (Marrakesh Agreement Establishing the World Trade Organization) yang ditandatangani pada bulan Januari 1995). yang juga mencakup persetujuan TRIPs Agreement 1995 (Agreement on Trade Related Aspects of Intellectual Property Rights). 227 .Rahasia Dagang • UU No.

228 . dan dijaga kerahasiaannya oleh pemilik Rahasia Dagang.Rahasia Dagang • Rahasia Dagang adalah informasi yang tidak diketahui oleh umum di bidang teknologi dan/atau bisnis. mempunyai nilai ekonomi karena berguna dalam kegiatan usaha.

• UU ini merupakan harmonisasi penerapan ketentuan-ketentuan yang terdapat di dalam Persetujuan Pembentukan Organisasi Perdagangan Dunia WTO Agreement dan yang terdapat pada persetujuan TRIPs Agreement 1995.Desain Industri • Undang-undang tentang desain industri diatur dalam UU No. 229 . 31 tahun 2000 tentang Desain Industri.

konfigurasi. atau garis dan warna. 230 . yang dihasilkan oleh seorang atau beberapa orang yang dinamakan pendesain. barang. komoditas industri. atau komposisi garis atau warna. atau kerajinan tangan.Desain Industri • Desain Industri adalah suatu kreasi tentang bentuk. atau gabungannya yang berbentuk tiga dimensi atau dua dimensi yang memberikan kesan estetis dan dapat diwujudkan dalam pola tiga dimensi atau dua dimensi serta dapat dipakai untuk menghasilkan suatu produk.

231 . atau memberikan persetujuannya kepada pihak lain untuk melaksanakan hak tersebut.Desain Industri • Hak Desain Industri adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara Republik Indonesia kepada Pendesain atas hasil kreasinya untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri.

Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu • UU No. yang diratifikasi dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1994. 232 . 32 tahun 2000 tentang Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu • Undang-undang ini dikeluarkan dengan pertimbangan bahwa Indonesia telah meratifikasi WTO Agreement yang di dalamnya mencakup TRIPs Agreement 1995.

yang sebagian atau seluruhnya saling berkaitan serta dibentuk secara terpadu di dalam sebuah bahan semikonduktor yang dimaksudkan untuk menghasilkan fungsi elektronik. 233 .Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu • Sirkuit Terpadu adalah suatu produk dalam bentuk jadi atau setengah jadi. yang di dalamnya terdapat berbagai elemen dan sekurang-kurangnya satu dari elemen tersebut adalah elemen aktif.

29 tahun 2000 tentang Perlindungan Varietas Tanaman • Undang-undang ini didasari oleh beberapa ketentuan perundang-undangan nasional yang terkait dan juga ketentuan konvensi internasional. 234 .Perlindungan Varietas Tanaman • UU No.

dengan mengikuti metode baku yang ditujukan untuk menghasilkan varietas baru dan untuk mempertahankan kemurnian benih varietas yang dihasilkan.Perlindungan Varietas Tanaman • Perlindungan Varietas Tanaman adalah perlindungan khusus yang diberikan oleh Pemerintah melalui Kantor Perlindungan Varietas Tanaman. yaitu rangkaian kegiatan penelitian dan pengujian atau kegiatan penemuan dan pengembangan suatu varietas. 235 . terhadap varietas tanaman yang dihasilkan melalui kegiatan pemuliaan tanaman oleh pemulia tanaman yaitu orang yang melaksanakan pemuliaan tanaman.

236 .Perlindungan Varietas Tanaman • Hak Perlindungan Varietas Tanaman adalah hak eksklusif yang diberikan kepada pemulia dan/ atau pemegang hak Perlindungan Varietas Tanaman untuk menggunakan sendiri varietas hasil pemuliaannya atau memberi persetujuan kepada orang atau badan hukum lain untuk menggunakannya selama waktu tertentu.

237 . bunga. dan ekspresi karakteristik genotipe atau kombinasi genotipe yang dapat membedakan tanaman tersebut dari jenis atau spesies tanaman yang sama oleh sekurangkurangnya satu sifat yang menentukan dan apabila diperbanyak tidak mengalami perubahan. pertumbuhan tanaman. biji.Perlindungan Varietas Tanaman • Varietas tanaman yang dilindungi berdasarkan undang-undang ini adalah sekelompok tanaman dari suatu jenis atau spesies yang ditandai oleh bentuk tanaman. daun. buah.

atau pelaku usaha mempunyai posisi tertinggi di antara pesaingnya di pasar bersangkutan dalam kaitan dengan kemampuan keuangan. 238 . • Pangsa pasar adalah persentase nilai jual atau beli barang atau jasa tertentu yang dikuasai oleh pelaku usaha pada pasar bersangkutan dalam tahun kalender tertentu. kemampuan akses pada pasokan atau penjualan. serta kemampuan untuk menyesuaikan pasokan atau permintaan barang atau jasa tertentu.Monopoli • Posisi dominan adalah keadaan di mana pelaku usaha tidak mempunyai pesaing yang berarti di pasar bersangkutan dalam kaitan dengan pangsa pasar yang dikuasai.

• Praktek monopoli adalah pemusatan kekuatan ekonomi oleh satu atau lebih pelaku usaha yang mengakibatkan dikuasainya produksi dan atau pemasaran atas barang dan atau jasa tertentu sehingga menimbulkan persaingan usaha tidak sehat dan dapat merugikan kepentingan umum. 239 . • Monopoli adalah penguasaan atas produksi dan atau pemasaran barang dan atau atas penggunaan jasa tertentu oleh satu pelaku usaha atau satu kelompok pelaku usaha.Monopoli • Pemusatan kekuatan ekonomi adalah penguasaan yang nyata atas suatu pasar bersangkutan oleh satu atau lebih pelaku usaha sehingga dapat menentukan harga barang dan atau jasa.

240 . • Pelaku usaha dilarang melakukan pengambilalihan saham perusahaan lain apabila tindakan tersebut dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat.Monopoli • Pelaku usaha dilarang melakukan penggabungan atau peleburan badan usaha yang dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat.

wajib diberitahukan kepada KPPU.Monopoli • Penggabungan atau peleburan badan usaha. 241 . atau pengambilalihan saham sebagaimana yang berakibat nilai aset dan atau nilai penjualan perusahaan melebihi jumlah tertentu. • Ketentuan tentang penetapan nilai aset dan atau nilai penjualan serta tata cara pemberitahuan diatur dalam peraturan pemerintah.

yang timbul karena perjanjian atau undang-undang dan yang wajib dipenuhi oleh Debitor dan bila tidak dipenuhi memberi hak kepada Kreditor untuk mendapat pemenuhannya dari harta kekayaan Debitor.Kepailitan UU No 37/ 2004 Tentang Kepailitan dan PKPU • Kepailitan adalah sita umum atas semua kekayaan Debitor Pailit yang pengurusan dan pemberesannya dilakukan oleh Kurator di bawah pengawasan Hakim Pengawas. • Utang adalah kewajiban yang dinyatakan atau dapat dinyatakan dalam jumlah uang baik dalam mata uang Indonesia maupun mata uang asing. baik secara langsung maupun yang akan timbul di kemudian hari atau kontinjen. 242 .

permohonan pernyataan pailit hanya dapat diajukan oleh Bank Indonesia. 243 . 3) Dalam hal Debitor adalah bank. baik atas permohonannya sendiri maupun atas permohonan satu atau lebih kreditornya.Kepailitan Pasal 2 1) Debitor yang mempunyai dua atau lebih Kreditor dan tidak membayar lunas sedikitnya satu utang yang telah jatuh waktu dan dapat ditagih. 2) Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat juga diajukan oleh kejaksaan untuk kepentingan umum. dinyatakan pailit dengan putusan Pengadilan.

permohonan pernyataan pailit hanya dapat diajukan oleh Badan Pengawas Pasar Modal. Dana Pensiun. Bursa Efek. 244 . 4) Dalam hal Debitor adalah Perusahaan Asuransi.Kepailitan Pasal 2 3) Dalam hal Debitor adalah Perusahaan Efek. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Perusahaan Reasuransi. permohonan pernyataan pailit hanya dapat diajukan oleh Menteri Keuangan. atau Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang kepentingan publik. Lembaga Kliring dan Penjaminan.

245 .Kepailitan Pasal 8 (4) Permohonan pernyataan pailit harus dikabulkan apabila terdapat fakta atau keadaan yang terbukti secara sederhana bahwa persyaratan untuk dinyatakan pailit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) telah dipenuhi.

(2) Permohonan kasasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diajukan paling lambat 8 (delapan) hari setelah tanggal putusan yang dimohonkan kasasi diucapkan.Kepailitan Pasal 11 (1) Upaya hukum yang dapat diajukan terhadap putusan atas permohonan pernyataan pailit adalah kasasi ke Mahkamah Agung. 246 . dengan mendaftarkan kepada Panitera Pengadilan yang telah memutus permohonan pernyataan pailit.

(3) Kreditor yang memperkirakan bahwa Debitor tidak dapat melanjutkan membayar utangnya yang sudah jatuh waktu dan dapat ditagih. dapat memohon agar kepada Debitor diberi penundaan kewajiban pembayaran utang. 247 . untuk memungkinkan Debitor mengajukan rencana perdamaian yang meliputi tawaran pembayaran sebagian atau seluruh utang kepada Kreditornya.PKPU • • • • • • • • • • • Pasal 222 (1) Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang diajukan oleh Debitor yang mempunyai lebih dari 1 (satu) Kreditor atau oleh Kreditor. dengan maksud untuk mengajukan rencana perdamaian yang meliputi tawaran pembayaran sebagian atau seluruh utang kepada Kreditor. dapat memohon penundaan kewajiban pembayaran utang. (2) Debitor yang tidak dapat atau memperkirakan tidak akan dapat melanjutkan membayar utangutangnya yang sudah jatuh waktu dan dapat ditagih.

248 .PKPU Pasal 222 (1) Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang diajukan oleh Debitor yang mempunyai lebih dari 1 (satu) Kreditor atau oleh Kreditor. dapat memohon penundaan kewajiban pembayaran utang. dengan maksud untuk mengajukan rencana perdamaian yang meliputi tawaran pembayaran sebagian atau seluruh utang kepada Kreditor. (2) Debitor yang tidak dapat atau memperkirakan tidak akan dapat melanjutkan membayar utang-utangnya yang sudah jatuh waktu dan dapat ditagih.

dapat memohon agar kepada Debitor diberi penundaan kewajiban pembayaran utang. untuk memungkinkan Debitor mengajukan rencana perdamaian yang meliputi tawaran pembayaran sebagian atau seluruh utang kepada Kreditornya. 249 .PKPU (3) Kreditor yang memperkirakan bahwa Debitor tidak dapat melanjutkan membayar utangnya yang sudah jatuh waktu dan dapat ditagih.

PKPU Pasal 227 Penundaan kewajiban pembayaran utang sementara berlaku sejak tanggal putusan penundaan kewajiban pembayaran utang tersebut diucapkan dan berlangsung sampai dengan tanggal sidang diselenggarakan. persetujuan lebih dari 1/2 (satu perdua) jumlah kreditor konkuren yang haknya diakui atau sementara diakui yang hadir dan mewakili paling sedikit 2/3 (dua pertiga) bagian dari seluruh tagihan yang diakui atau yang sementara diakui dari kreditor konkuren atau kuasanya yang hadir dalam sidang tersebut. Pasal 229 (1) Pemberian penundaan kewajiban pembayaran utang tetap berikut perpanjangannya ditetapkan oleh Pengadilan berdasarkan: a. dan 250 .

jaminan fidusia. tetapi sampai dengan batas waktu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228 ayat (6) belum tercapai persetujuan terhadap rencana perdamaian. Pasal 230 (1) Apabila jangka waktu penundaan kewajiban pembayaran utang sementara berakhir. persetujuan lebih dari 1/2 (satu perdua) jumlah Kreditor yang piutangnya dijamin dengan gadai. atau hak agunan atas kebendaan lainnya yang hadir dan mewakili paling sedikit 2/3 (dua pertiga) bagian dari seluruh tagihan Kreditor atau kuasanya yang hadir dalam sidang tersebut.PKPU b. pengurus pada hari berakhirnya waktu tersebut wajib memberitahukan hal itu melalui Hakim Pengawas kepada Pengadilan yang harus menyatakan Debitor Pailit paling lambat pada hari berikutnya. karena Kreditor tidak menyetujui pemberian penundaan kewajiban pembayaran utang tetap atau perpanjangannya sudah diberikan. 251 . hipotik. hak tanggungan.

TERIMAKASIH 252 .