ANALISIS PENCEMAR LINGKUNGAN

TUJUAN
Mata Kuliah ini memberikan informasi dari beberapa
sumber ilmu dan pedoman yang telah dipakai sebagai
standart prosedur analisis di laboratorium lingkungan.
MANFAAT MATA KULIAH
Mahasiswa dapat mengerjakan berbagai metode analisis
pemeriksaan laboratorium dasar dan menganalisis data hasil
sample terhadap parameter-parameter pencemar Lingkungan.
DESKRIPSI PERKULIAHAN (2 SKS)
merupakan dasar untuk melakukan analisis laboratorium
disamping itu mata Kuliah ini memberikan informasi dari
beberapa sumber ilmu/PUSTAKA dan pedoman yang telah
dipakai sebagai standart prosedur ANALISIS KUALITAS
AIR di dalam laboratorium lingkungan.
PRAKTIKUM (1 SKS)
Membahas tentang metode/prosedur untuk analisis
parameter-parameter pencemar di badan air, yang meliputi :
analisis pH, kekeruhan, warna, koagulasi-flokulasi, zat padat,
daya hantar listrik, klorida (CL-), Sisa klor, DO,BOD,Zat
Organik (angka Permanganant), Fe, COD, DPC dan sampah.

HANDOUT APL 2010

4/12/2016 - 1:55 AM 1

STRATEGI PERKULIAHAN
Waktu :
2 X 40 menit tiap kali tatap muka selama 14 kali
dalam satu semester.
Materi :
merupakan penjelasan ringkas dari literatur-literatur,
oleh sebab itu mahasisiwa secara mandiri harus
melakukan belajar mandiri sesuai waktu yang
ditetapkan oleh beban SKS.
Peralatan :
Kuliah disajikan dalam bentuk paparan materi diselingi
dengan tanya-jawab, latihan soal, menggunakan alat
bantu, LCD, papan tulis, kapur/spidol berwarna.
Evaluasi dan Penilaian :
Ujian Evaluasi Dilaksanakan 2 (Dua) Kali Yaitu Ujian
Tengah Semester Dan Ujian Akhir Semester. Waktu
Pelaksanaan Dapat Dilihat Pada Kalender Akademik
dengan Bobot Evaluasi Ditetapkan : UTS : 30 %,
Tugas: 40 % Dan UAS : 30 %

HANDOUT APL 2010

4/12/2016 - 1:55 AM 2

Pada tahap ini akan terjadi pergeseran pandangan masyarakat terhadap lingkungan hidup. Peraturan dan perundang-undangan ini akan merupakan suatu mekanisme kontrol terhadap upaya-upaya pemanfaatan sumber daya alam yang efisien dan peningkatan mutu lingkungan hidup secara bersamaan. Peraturan dan perundangan yang berlaku dapat dijumpai pada tingkat nasional.1:55 AM 3 . Salah satu upaya yang harus dan perlu dilakukan untuk melakukan pengelolaan lingkungan hidup ini adalah dikeluarkannya peraturan dan perundang-undangan. cair. maupun regional/daerah. maupun gas.Tanah & Udara. Hal ini dapat dilakukan melalui upaya pengelolaan lingkungan hidup.ANALISIS PENCEMAR LINGKUNGAN Merupakan penilaian kualitas LINGKUNGAN sebagai salah satu komponen lingkungan hidup yang merupakan gabungan antara proses identifikasi kualitatif dan kuantitatif secara analisis kimiawi dan mikrobiologi adanya polutan atau kontaminan didalam badan Air. PERATURAN DAN PERUNDANG UNDANGAN PENGELOLAAN LIMBAH Peningkatan laju pertumbuhan industri di Indonesia yang demikian pesatnya akan mengakibatkan efek negatif yang dapat dirasakan secara langsung oleh lingkungan hidup. sektoral. HANDOUT APL 2010 4/12/2016 . Pada periode PJPT II ini. pembangunan industri di Indonesia akan memasuki industri modern yang akan meningkatkan peranan teknologi dalam pemberdayaan sumber daya alam dalam upaya pemenuhan kebutuhan manusia modern. Upaya pemenuhan barang-barang dan energi yang dikonsumsi oleh masyarakat modern pada dasarnya akan selalu menghasilkan suatu sisa kegiatan atau yang disebut juga sebagai limbah yang dapat berupa limbah padat. Terjadi pergeseran dari masyarakat yang kurang peduli akan kualitas dan masalah lingkungan ke suatu masyarakat yang perduli dan menghendaki lingkungan yang bersih.

pengawasan.1:55 AM 4 . 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. pemerintah Indonesia telah mengeluarkan beberapa peraturan yang bertujuan untuk melindungi air dari pencemaran. pengembangan. KRITERIA DAN STANDAR KUALITAS Kriteria adalah persyaratan kualitas air untuk suatu jenis pemanfaatan sumber air yang didasarkan pada hasil penelitian ilmiah dengan melihat efek dan pengaruh konstituen yang terkandung dalam air terhadap manusia dan makhluk hiudp lainnya serta materi. Standar atau baku mutu air adalah kadar unsur-unsur dari suatu badan air yang dianalisis berdasarkan sifat fisis. kimiawi. maupun bakteriologis sehingga menujukkan mutu air tersebut. Hal ini diperlukan dengan pertimbangan utama :  Air merupakan sumber daya alam yang memenuhi hajat hidup orang banyak sehingga perlu dipelihara kualitasnya agar tetap bermanfaat bagi hidup dan kehidupan manusia serta makhluk hidup lainnya. 23/1997). pemulihan. Baku mutu air merupakan suatu persyaratan kualitas air yang bertujuan untuk perlindungan serta HANDOUT APL 2010 4/12/2016 . Dalam mengendalikan pencemaran air.  Agar air dapat bermanfaat secara berkelanjutan dengan tingkat mutu yang diinginkan.SISTEM PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DI INDONESIA Undang-undang yang mengatur sistem pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia adalah UULH no. pemanfaatan. pemeliharaan. Sistem pengelolaan limbah cair merupakan bagian dari sistem pengelolaan lingkungan hidup yaitu suatu upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi kebijaksanaan penataan. dan pengembangan lingkungan hidup (pasal 1 butir 2 UULH no. 4 tahun 1982 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup yang lebih lanjut disempurnakan dengan UULH no.

Baku mutu efluen (effluent standard) Menurut PP no.  Golongan B : air yang dapat digunakan sebagai air baku air minum. Tujuan baku mutu ini adalah menjaga dan melestarikan perairan untuk pemanfaatannya secara maksimal. maka dalam suatu sistem pengelolaan kualitas air terdapat dua metoda baku mutu.  Golongan D : air pertanian. 20 tahun 1990 didefinisikan sebagai batas atau kadar makhluk hidup. Berdasarkan klasifikasi ini maka jumlah dan kualitas dari air buangan yang akan dibuang ke perairan dapat diatur sehingga kualitas dan peruntukkan perairan tersebut tetap terjaga.1:55 AM 5 . dan pembangkit listrik tenaga air. yang dan dapat digunakan dapat dimanfaatkan untuk usaha perkotaan. industri. zat. atau komponen lainnya yang ada atau harus ada dan atau unsur pencemar yang ditenggang adanya dalam air pada sumber air tertentu sesuai peruntukannya.pemanfaatan air tersebut. energi. Baku mutu yang berlaku di Indonesia ada yang sifatnya naisonal maupun regional. Berdasarkan hal tersebut diatas. 20 tahun 1990. Penggolongan badan air menurut peruntukannya ditetapkan sebagai berikut :  Golongan A : air yang dapat digunakan sebagai air minum secara langsung tanpa pengolahan terlebih dahulu. yaitu baku mutu perairan (stream standard) dan baku mutu efluen (effluent standard). BAKU MUTU PERAIRAN (STREAM STANDARD) Baku mutu perairan berdasarkan PP no. baku mutu imbah cair adalah batas kadar dan jumlah unsur pencemar yang ditenggang adanya dalam HANDOUT APL 2010 4/12/2016 .  Golongan C : air yang dapat digunakan untuk keperluan untuk keperluan perikanan dan peternakan.

Surat Keputusan Bupati Kepala Daerah Tk II. Undang-undang ini kemudian dijabarkan lebih jelas dalam bentuk Peraturan Pemerintah ditingkat nasional. Tabel berikut memperlihatkan secara sistematik perbandingan antara kedua macam standar ditinjau dari sisi manfaat dan kerugiannya. dan lain sebagainya.limbah cair untuk dibuang dari suatu jenis kegiatan tertentu. Secara skematis hirarki dari peraturan & perundangan lingkungan yg berlaku di Indonesia adalah sebagai berikut: HANDOUT APL 2010 4/12/2016 . tetap Pada tingkat regional berbagai standar kualitas dapat diatur melalui Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I. 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. yang berdasarkan PP no. 4 tahun 1982 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup yang kemudian disempurnakan kembali dalam bentuk UU no. karena tidak diperlukan suatu analisis mendetail dan pengklasifikasian badan air penerima buangan. 20/1990 keduanya diberlakukan di Indonesia.1:55 AM 6 . Sistem baku mutu efluen lebih mudah diaplikasikan dibandingkan dengan sistem baku mutu perairan. STANDAR KUALITAS DI INDONESIA Seperti telah diuraikan pada bagian sebelumnya bahwa dasar dari peraturan perundangan yang berkaitan dengan pengelolaan limbah cair di Indonesia adalah UU no. Standar lingkungan dapat diatur pula di tingkat sektoral melalui peraturan Menteri sesuai bidangnnya masing-masing yang mengacu kepada UU dan PP yang berlaku.

1.1:55 AM 7 .  Persyaratan beban pencemar berdasarkan pada daya pengenceran dan asimilasi sumber air. 23/97 Nasional PP 20/90 PP 18/99 PP lainnya Surat Keputusan Menteri Surat Keputusan Bersama Menteri Sektoral SK Gubernur SK Bupati Regional Tabel 2. Perizinan dari lokasi suatu kegiatan industri akan didasarkan pada pengendalian pencemaran Dimungkinkannya suatu badan air memiliki kalsifikasi yg berbeda dari hulu ke hilir shingga akan menyulitkan dalam pengaturan pembuangan air limbah Dapat menimbulkan keresahan sosial baik di masyarakat maupun HANDOUT APL 2010  Persyaratan kadar zat pencemar atau beban zat pencemar maksimum dalam air limbah yang dibuang ke dalam sumber air.  Persyaratan beban pencemar didasarkan pada tingkat pengolahan atau teknologi yang diperlukan untuk mengolah air limbah.  Dalam pelaksanaan pengawasan lebih mudah karena tidak diperlukannya analisis sumber air secara mendalam untuk menentukan tingkat pengolahan air limbah  Diterapkan untuk suatu daerah padat industri atau kawasan industri  Perlindungan terhadap sumber air yg tercemar berat tidak dapat dilaksanakan secara efektif krn standar lebih melihat pada aspek ekonomi  Konservasi dan perbaikan kualitas dari sumber air kurang diutamakan 4/12/2016 .UU no. Perbandingan Baku Mutu Perairan dan Baku Mutu Effluen Tinjauan Dasar Pengertian  Manfaat  Klasifikasi & persyaratan berdasarkan tata manfaat sumber air. 4/82 UU no.   Kerugian Baku Mutu Efluen Baku Mutu Perairan   Perhatian tidak ditujukan pada suatu jenis pencemar tertentu karena standar yang berlaku tidak dipengaruhi oleh tipe dan jenis industri Beban pencemar yang tergantung pada daya asimilasi sumber air dapat membatasi secara ketat penempatan industri di sepanjang sumber air yang kritis.

Metode Analisis .1:55 AM 8 .industriawan  Dibutuhkan suatu survey yg kompleks dalam penentuan klasifikasi suatu sumber air sehingga perlindungan mutlak terhadap sumber air dikesampingkan.Tanah & Udara. ANALISIS PENCEMAR LINGKUNGAN Merupakan penilaian kualitas LINGKUNGAN sebagai salah satu komponen lingkungan hidup yang merupakan gabungan antara proses identifikasi kualitatif dan kuantitatif secara analisis kimiawi dan mikrobiologi adanya polutan atau kontaminan didalam badan Air.spektofotometri (perbedaan intensitas cahaya) HANDOUT APL 2010 4/12/2016 .Volumetri (titrasi) .Grafimetri (penimbangan) .

1:55 AM 9 . mol/jam HANDOUT APL 2010 4/12/2016 .. mmol/l atau g/m3 .DOmeter) Manfaat Analisis Kualitas Air & voltametri)  Hasil analisis dimanfaatkan untuk menentukan dua parameter yang memberikan penilaian terhadap keadaan badan air yang akan diteliti (Konsentrasi dan beban pencemar) Konsentrasi Konsentrasi suatu unsur di dalam air dinyatakan dengan besaran : mg/l.HPLC.Elektrokimia (Potensiometri (DHL.Kromatografi (GCMS.pH. Beban pencemar Merupakan suatu informasi utama di dalam perencanaan satuan operasi. Beban pencemar adalah konsentrasi dikalikan debit limbah dalam badan air dan dinyatakan dalam kg/detik.AAS) .

pengaruh terhadap kualitas tanah dan air tanah c.1:55 AM 10 . pengaruh terhadap pembudidayaan ikan. Penggolongan air menurut peruntukannya ditetapkan sebagai berikut : •Golongan A : Air yang dapat digunakan sebagai air minum secara langsung tanpa pengolahan terlebih dahulu •Golongan B : Air yang dapat digunakan sebagai air baku air minum •Golongan C : Air yang dapat digunakan untuk keperluan perikanan dan peternakan HANDOUT APL 2010 4/12/2016 . dan tanaman b. Penentuan jenis/alat pengolahan limbah PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 20 TAHUN 1990 TENTANG PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR Pasal 7.Hasil kajian Mengenai analisis kualitas air akan menunjukkan informasi mengenai besarnya dampak yang terjadi terhadap : a. hewan. pengaruh terhadap kesehatan masyarakat. d.

Kelas satu. PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 82 TAHUN 2001 TENTANG PENGELOLAAN KUALITAS AIR DAN PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR Pasal 8 (1) Klasifikasi mutu air ditetapkan menjadi 4 (empat) kelas: a. dan dapat dimanfaatkan untuk usaha perkotaan.air untuk mengairi HANDOUT APL 2010 4/12/2016 . peternakan . pembangkit listrik tenaga air. pembudidayaan ikan air tawar. dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut b. air yang peruntukannya dapat digunakan untuk prasarana/sarana rekreasi air. air yang peruntukannya dapat digunakan untuk air minum.industri. Kelas dua.1:55 AM 11 .•Golongan D : Air yang dapat digunakan untuk keperluan pertanian.

pertanaman dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut.c. LAMPIRAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 82 TAHUN 2001 TANGGAL 14 DESEMBER 2001 TENTANG PENGELOLAAN KUALITAS AIR DAN PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR Kriteria mutu air berdasarkan kelas HANDOUT APL 2010 4/12/2016 . dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan air yang sama dengan kegunaan tersebut Kelas empat. air yang peruntukannya dapat digunakan untuk mengairi. dan atau peruntukkan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut Kelas tiga. d. air untuk mengairi pertanaman. pertanaman. air yang peruntukannya dapat digunakan untuk pembudidayaan ikan air tawar.1:55 AM 12 . peternakan.

HANDOUT APL 2010 4/12/2016 ..Ada lanjutannya ……………….1:55 AM 13 .

lumpur aktip) Pengaruh terhadap kesehatan masyarakat. dan tanaman (fauna dan flora di dalam air) Pengaruh terhadap kualitas tanah dan air tanah (bakteri. b. Informasi Konsentrasi ini menunjukkan besarnya dampak yang akan terjadi terhadap : a. c. hewan. mmol/l atau g/m3 .Manfaat Analisis Laboratorium Hasil analisis dilaboratorium dimanfaatkan untuk menentukan dua parameter yang memberikan penilaian terhadap keadaan badan air yang akan diteliti(konsentrasi & beban) : - Konsentrasi Konsentrasi suatu unsur di dalam air dinyatakan dengan besaran : mg/l. Pengaruh terhadap pembudidayaan ikan. HANDOUT APL 2010 4/12/2016 .1:55 AM 14 .

harus Cukup tinggi. HANDOUT APL 2010 4/12/2016 . Kondisi diatas dapat mengganggu keseimbangan biologis karena bakteri/mikroorganisme/ganggang yang tumbuh terlalu cepat.1:55 AM 15 . maka pertumbuhan bakteri/mikroorganisme/ ganggang cukup cepat karena merupakan unsur gizi bagi bakteri tersebut. Apabila kadar PO43.dimanfaatkan bakteri/mikroorganisme/ ganggang sebagai nutrien pertumbuhan tumbuh di Sungai.--> merupakan hasil dari limbah domestik (cucian detergen) unsur PO43.Kasus Informasi Konsentrasi Manfaat dan Kerugian dari suatu parameter. akan menghabiskan kadar oksigen dalam sungai terutama pada di malam hari ( DO rendah  mencapai nilai 0 ) fauna dan flora di dalam air yang hidup tergantung dengan O2 mati. Salah satu contoh bahwa suatu unsur parameter kimia/pencemar dapat bermanfaat dapat bermanfaat dan dapat juga bersifat racun atau bersifat racun (merugikan) terhadap badan air MisaInya : kadar PO43.

. mol/jam SAMPLE Sample merupakan sejumlah kecil volume suatu badan cair yang akan diteliti.- Beban pencemar merupakan suatu informasi utama di dalam perencanaan satuan operasi.1:55 AM 16 . Beban pencemar adalah konsentrasi x debit dan dinyatakan dalam kg/detik. Jelas bahwa hasil analisis kimia di laboratorium hanya berlaku kalau Langkah-langkah lain telah dilaksanakan secara mantap! a.Pengiriman dan serta pengawetan sampel.Analisis kimia sampel. Langkah-langkah penelitian badan air meliputi : -. Pengambilan Sampel HANDOUT APL 2010 4/12/2016 . Pengambilan sample . dengan jumlah sekecil mungkin tetapi diharapkan masih mewakili sifat-sifat yang sama dari badan air tersebut.

1:55 AM 17 . telah dibilas dengan air suling dahulu. pompa dan lain-lain. harus bersih dan tidak boleh mengandung sisa-sisa dari bekas sampel terdahulu.Persiapan (tempat & sifat bahan penyimpanan. kemudian dengan cairan yang akan mengisi botol tersebut. dan dikering (kalau mungkin). Terutama tumbuhnya lumut dan jamur harus dicegah. - Perlakuan ini berlaku juga untuk alat pengambilan sampel yang lain misal : pipa. - Perhatikan bahan alat pengambilan sampel. Tempat penyimpanan yang harus diperhatikan HANDOUT APL 2010 4/12/2016 . yang dapat larut dalam sampel. kebersihan) - Botol yang akan digunakan untuk mengambil sampel harus bersih. harus dicegah.

.Sample pengambilan harus diisi hingga penuh dan ditutup dengan baik untuk menghindari kontak dengan udara.Besi.Plastik dan karet dapat larut dalam air buangan yang mengandung pelarut organik (minyak &bensin). yang dilengkapi es biasa atau es kering (cool box suhu 4oC) GANGGUAN2 YANG DPT TIMBUL SELAMA PENYIMPANAN & PENGANGKUTAN Gangguan ini dapat menyebabkan sampel dapat berubah dari sifat asli sampel (sampel menjadi tidak representatip) HANDOUT APL 2010 4/12/2016 .1:55 AM 18 . perunggu dapat larut dalam sample air yang bersifat asam atau basa. .. kuningan. .Tempatkan sample tersebut dalam kotak suasana dingin.

Populasi mikroorganisme.zat tersuspensi dan koloidal dapat membentuk flok-flok sendiri dan mengendap.1:55 AM 19 . . sehingga gangguan pada analisis mikrobiologi. mengakibatkan CARA PENGAWETAN SAMPLE Pengawetan sample tergantung dari analisis parameter yang akan dilakukan. seperti halnya Mn2+ terlarut dioksidasi menjadi MnO2 dan mengendap .gas seperti 02 dan C02 dapat diserap air sampel atau dapat lenyap dari air sampel ke udara .Beberapa zat tertentu dapat dioksidasi oleh oksigen terlarut.. minyak dan seterusnya) dapat mengapung pada permukaan sampel . misal : Ca2+ akan bereaksi dengan CO2 dengan membentuk endapan CaCO3. No Analisa Parameter Volume minimum Cara Pengawetan Batas waktu max 1 Alkaliniti 200 didinginkan 14 hari 2 BOD 1000 Didinginkan 6 jam 3 CO2 10 Dianalisa segera 0 4 COD 100 di+H2SO4 sampai pH < 2 7 hari 5 DHL 500 Didinginkan 28 hari 6 Fosfat PO4- 100 Penyaringan: segera dibekukan 2 hari HANDOUT APL 2010 4/12/2016 .zat dan cairan yang ringan lumpur seperti halnya : lemak.Bereaksinya zat terlarut. hal tersebut terjadi karena adanya berubahan pH yang disebabkan karena CO2 dihasilkan dari respirasi tanaman/ganggang .

atau di+ H2SO4 sampai pH<2 dan didinginkan 7/28 hari 11 Nitrat NO3- 100 di+ H2SO4 sampai pH<2 dan didinginkan 2 hari 12 Nitrat+Nitrit 200 Dianalisa segera atau dibekukan 0/28 hari 13 Nitrit2. . atau ditbh H2SO4 sampai pH<2 8 jam 16 PH 100 Dianalisa segera 2 jam 17 Suhu - Dianalisa segera - 18 Warna 500 didinginkan 2 hari 19 Zat tersuspensi 200 didinginkan 7 hari PEMILIHAN TITIK PENGAMBILAN SAMPLE Permasalahan .di dalam danau atau kolam sifat-sifat airpun tidak homogen. atau di+ H2SO4 sampai pH<2 7/28 hari 15 Oksigen O2 300 Cara eletroda 1 jam Dianalisa segera Cara Winkler .7 Kekeruhan 100 Disimpan di tempat gelap 1 8 Kesadahan Ca2+.Mg2+. letak badan air dengan laut. 100 di+HNO3 sampai pH < 2 6 bulan 9 Klor CL2 500 Dianalisa segera 0.1:55 AM 20 .dianalisa segera.5 jam 10 Nitrogen-Amonia-NH3 500 Dianalisa segera.Kecepatan aliran sungai.Musim. saluran dsb senantiasa tidak merata. . temperatur.NO2- 100 Dianalisa segera atau dibekukan 0/2 hari 14 Nitrogen Kjeldahl 500 Didinginkan. HANDOUT APL 2010 4/12/2016 .

b.Apabila diperlukan data-data keseluruhan mengenai badan air. dan alirannya cukup turbulen bagi air tersebut untuk menjadi hornogen. sungai dan sebagainya yang kedalamannya tidak lebih dari 5 meter.lumut Pompa penghisap Letak kedalaman pengambilan sample : 1/2 s/d 2/3 dari ketinggian permukaan basah End zat tersuspensi. maka titik pengambilan sampel harus dapat dianggap mewakili seluruh badan air. Pengambilan sampel dari saluran. Di lapisan permukaan air. Pada dasar sungai air inengandung terlalu hanyak zat tersuspensi yang mengendap atau yang dapat tergerus oleh aliran air.lumut HANDOUT APL 2010 4/12/2016 .1:55 AM 21 . Keterangan : a. dan sebagainya. Beberapa usulan dan anjuran yang diharapkan berdasarkan pengalaman/permikiran mengenai pengambilan sampel. ada resiko bahwa lapisin mengandung banyak zat yang ringan seperti lurnut. agak sulit untuk memberi Petunjuk yang umum. Minyak. Karena setiap keadaan dan situasi berbeda. 1. sampel sebaiknya diambil pada kira-kira 1/2 sampai 2/3 tinggi penampang basah dari bawah permukaan air. minyak dan lernak.lemak.

Pengambilan sampel dari saluran atau sungai pada musim kering. namun untul< saluran yang diplester dengan baik sampel dapat diambil ± 100 cm dari tepi saluran. maka sampel harus diambil ditengah aliran utama. 3.Sampel tidak boleh diambil terlalu dekat dengan tepi penampang sungai atau tepi saluran yang tidlak diplester dengan baik karena air didaerah tersebuit kurang mewakili seluruh badan air. maka sampel harus diambil dari bagian aliran yang paling besar dan dapat dianggap bersifat sama dengan keadaan asli air sungai tersebut. Pengambilan sampel dari saluran atau anak sungai yang bermuara di dalam sungai maupun laut. Pengambilan sampel bisa dilakukan dari jem6atan. 2. yaitu di mana tinggi penampang basah terbesar dan alirannya tidlak terganggu. harus diingat bahwa HANDOUT APL 2010 4/12/2016 . ponton dan sebagainya. Bila penampang sungai tidak teratur. perahu.1:55 AM 22 .

HANDOUT APL 2010 4/12/2016 . Hal yang sama berlaku untuk penentuan debit aliran pada anak sungai. Bila antara tempat pengambilan sampel yang "aman" dan muara. yaitu tempat yang terganggu aliranhya.1:55 AM 23 . juga mcrupakan tempat pembuangan air tercemar yang harus diselidiki pula. Untuk menghindari hat tersebut. di mana aliran anak sungai atau saluran tidak terganggu. Pada saat itu. cara pengambilan sampel yang khusus harus dipikirkan atau sampel dapat diambil dari daerah yang terganggu tersebut. air sungai atau air laut masuk ke dalam anak-anak sungai sehingga sifat-sifat air dalam anak sungai dipengaruhi oleh induk sungai atau air laut. namun jurnlah sampel harus diperbanyak dan pengukuran debit harus cukup teliti agar supaya interpretasi keadaan dapat didukung oleh data-data yang cukup lengkap dan tepat. titik pcngambilan sampel harus dipilih cukup jauh dari muara. laut tersebut dapat berubah pada waktu hujan atau air pasang. Sifat air di anaksungai pada saat itu sebenarnya merupakan campuran dari air anak sungai clan air sungai atau laut.tinggi permukaan sungai atau.

.Pengambilan sumber pencemaran setempat (point source) dan sumber pencemaran yang tersebar (disperse source) Data-data yang harus dipersiapkan apabila sumber pencemaran yang tersebar (disperse source). agar pengambilan sampel benar-benar dapat mewakili badan air tersebut .1:55 AM 24 . Pengambilan sample di daerah perkotaan. Daerah tersebut. . 4 Contoh 1. terdiri dari sumber pencemaran setempat (point source) dan sumber pencemaran yang tersebar (disperse source).debit diukur secara cukup teliti.Peta daerah drainase yang menyebabkan pencemaran dapat diketahui secara lengkap. Letak pengambilan sample HANDOUT APL 2010 4/12/2016 .Identifikasi letak surnber pencemaran setemnpat misal : pabrik. rumah sakit dan sebuah kampung yang seluruh air buangannya ditarnpung oleh satu saluran drainase atau anak sungaibeda.

benghel dan seholah merupahan sumber pencemaran setempat dengan saat pemnbuangan tertentu. seperti rumah sakit. Tilik A adalah tepat karena karena semua air buangan dari sumber-sumber pencemaran pada gambar akan mengalir dan melewali titih tersebut.Pemilihan titik pengambilan sampel di daerah perkotaan. Pengambilan sample di suatu sungai. HANDOUT APL 2010 4/12/2016 .1:55 AM 25 . kampung-hampung yang tidah dilenghapi dengan sistem pembuangan air kakus yang baik Contoh 2.

misalnya bila kecepatan aliran sungai agak rendah selama musim kering. Pada keadaan yang tertentu. Sumber pencemaran setempat seperti pabrik gula dan pabrik konstruksi besi mempunyai saluran air limbah tersendiri yang dapat diselidiki secara terpisah Titik B. Tilik pengambilan sampel air anak sungai yang mengandung semua atau hampir semua air buangan dari sumber-sum ber pencemaran yang tersebar seperti air tanah yang dipengaruhi air rem besan dari tempat sampah. pertanian dan sebagainya.organis dapat mengendap dan dicerna pada dasar sungai. zat tersuspensi. Titik A. hal tersebut dapat merupakan pencemaran baru HANDOUT APL 2010 4/12/2016 .Pemilihan titik pengambilan sampet sualu sungai yang menerima air limbah dari industri.1:55 AM 26 . Titik C merupakan titik yang tepat untuk mengambil sampel yang melwakili sifat air dengan. keseluruhan pencemaran pada sungai tersebut Titik D kurang tepat harena air limbah dari pabrik gula belum dirata-ratakan oleh turbulensi air pada semua penampang sungai. air behas irigasi dan air buangan penduduk.