LAMPIRAN DOKUMEN PENGADAAN

PEKERJAAN PEMBANGUNAN PASAR TAYU
DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN PATI
TAHUN ANGGARAN 2016

BAB XII. SPESIFIKASI TEKNIS DAN GAMBAR
A. U M U M
PASAL. 1
URAIAN UMUM
1.1. Pekerjaan yang akan dilaksanakan dan akan dilelangkan sesuai dengan :
a. Gambar bestek, konstruksi dan detail terlampir yang telah disetujui
b. Uraian dan syarat-syarat teknis pelaksanaan pekerjaan (RKS)
c. Berita acara penjelasan pekerjaan (Aanwijzing)
d. Item pekerjaan dalam BQ
e. Petunjuk dari Tim Teknis/Pengawas Lapangan.
f. Berita Acara Penunjukan.
g. Surat Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran (PPK) tentang penunjukan Penyedia jasa.
h. Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).
i. Surat Penawaran dan lampiran-lampirannya.
j. Jadual Pelaksanaan (Tentative Time Schedule) yang telah disetujui Tim Teknis.
1.2. Pekerjaan yang akan dilaksanakan, meliputi :
Pekerjaan Pembangunan Pasar Tayu Baru Kabupaten Pati Tahun Anggaran 2016, antara
lain :
 Pekerjaan Persiapan
 Mobilisasi dan demobilisasi (alat, tenaga), papan nama kegiatan, mengukur dan
memasang bowplank, membuat pagar keliling seng bekas, sewa direksikeet, dan
penyediaan air kerja,;
 Pekerjaan Bongkaran bangunan lama dan Langsiran

Pekerjaan Kios, Los, Bangunan Penunjang dan Mekanikal Elektrikal
a. Pekerjaan tanah
 Galian tanah
: galian untuk footplat kolom kios utama dan pinggir
dimensi sesuai di gambar kerja;
 Urugan kembali
: urugan dilakukan 1/3 galian tanah;
 Urugan padas & pemadatan
: tinggi urugan 65 cm (teras kios) dan 70 s/d 80 cm
(kios) (dimensi sesuai gambar kerja)
: tinggi urugan lahan 85 cm dengan sistem
pemadatan tanah per 20 cm dipadatkan
menggunakan alat pemadat
(stamper/ tandem roller)

 Urugan pasir
 Pondasi tiang pancang
b. Pekerjaan dinding
 Pas. dinding batu bata
c. Pekerjaan plesteran
 Pas. plesteran
 Acian
 Sponengan
 Roster
d. Pekerjaan beton
 Pekerjaan beton struktur

 Pas. lantai kerja
 Pekerjaan bekisting
 Pekerjaan pembesian

e. Pekerjaan atap
 Penutup atap

: tinggi urugan (lantai los) 10 s/d 20 cm dan 100 120cm untuk lahan dimensi sesuai gambar kerja
: tinggi urugan lahan 120 cm dengan sistem
pemadatan tanah per 20 cm dipadatkan
menggunakan alat pemadat
(stamper/ tandem roller)
: untuk bawah footplat dan bawah lantai kios dan
Lantai los tebal 5 cm;
: untuk footplat F3 menggunakan minipile segitiga
Ukuran 28.28.28cm Mutu Beton K 500;
: pasang dinding 1/2 bata adukan 1Pc : 6Ps;
: pasang plesteran adukan 1Pc : 4Ps;
: dimensi sesuai di gambar kerja bahan pasta
Semen 1 Pc
: dimensi sesuai di gambar kerja adukan 1pc : 1ps
: dimensi sesuai di gambar kerja
: menggunakan beton ready mix untuk footplat,
Sloof, kolom, balok, dan plat dak dengan mutu
beton f'c=21,7 MPa (K-225) dimensi sesuai
di gambar kerja
: beton praktis menggunakan adukan beton
1Pc : 2Ps : 3Kr dimensi sesuai di gambar kerja
: menggunakan beton site mix mutu beton
f'c=7,4 MPa (K-100) dimensi sesuai gambar kerja
dengan tebal 5 cm;
: footplat, sloof, kolom, balok, plat lantai, plat
tangga bahan papan/ balok kayu klas III,
triplek 9 mm dimensi sesuai di gambar kerja;
: footplat, sloof, kolom, balok, plat beton
menggunakan besi beton mutu U – 24
dan U – 32 dimensi sesuai di gambar kerja;
: atap menggunakan penutup atap dari material
Zincalume termasuk nok atap dengan :
- Total Bahan Dasar : 0,40 mm
- Tebal Total : 0,45 mm
- Berat : 4,53 kg/m2
- Berat per satuan panjang : 3,17 kg / m
- Pewarnaan dengan sistem lapisan Primer yang
bermutu tinggi
: untuk atap kantor menggunakan penutup atap
dari material Genteng glassur kebumen termasuk
Nok/ genteng bubung glassur

 Waterproofing

: untuk atap los darurat menggunakan penutup
atap dari material seng gelombang berikut
Nok seng gelombang
: Lapisan material anti bocor dengan syarat
Memakai produk dari sika yakni sikalastic atau,
Produk dari penten T100,PentenT340 protec 200

f. Pekerjaan besi dan alluminum
 Pek. Besi Konstruksi Atap
:
 Besi IWF 300x150x6,5x9mm mutu BJ-37: ultimate 3700 kg/cm2
Kolom dan kuda – kuda dimensi sesuai gambar kerja
 Besi C .125 X 50 X 2,3 mm
Gording dimensi sesuai gambar kerja
 Regel Besi IWF 200x100x5,5x8 mm
 Plat plendes tebal 8 mm
 Plat buhul tebal 8 mm
 Plat Pengaku Tebal 8 mm
 Trak Stank Kuda Kuda Besi Beton 12 mm
 Jarum Gording Besi Beton Diameter 12 mm
 Besi Siku 60x60x6 mm untuk :
Dudukan gording dimensi sesuai gambar kerja
 Jarum Gording Besi Beton Diameter 12 mm
 Angkur dan Baut
: menggunakan angkur dan baut baja bermutu baik
 Rangka Atap Baja Ringan
: menggunakan pabrikan sekualitas GALVA
 Pipa Steinlees Steel di 3 “
: fariasi untuk konstruksi penahan ringbalk.
 Fariasi Kolom Depan
: fariasi dari rangkaian pipa besi dia 1”
 Alluminium Compisite Panel
: lapisan dinding menggunakan material ex seven.
 Pas. Pintu dan tralis
: menggunakan material besi dan hollow
 Atap kios
: menggunakan material rangka hollow
 Pintu plat besi
: menggunakan material plat besi tebal 3 mm
 Foldinggate
: menggunakan material dengan tebal 2.5 mm
 Kusen pintu/ Jendela
: menggunakan material rangka alluminium
Ukuran 4” setara alexindo;
 Pas. daun pintu/jendela Kaca : daun pintu dan jendela menggunakan rangka
Alluminium dan pas. Kaca tebal 5 mm
g. Pekerjaan langit-langit
 Pas. plafond
 List gypsum
 Beton ekspose/ kompon

: menggunakan gypsum board tebal 9 mm dan list
gypsum dengan rangka besi hollow 4x4 t=1,6 mm
: List gypsum bahan sama dengan gypsum board;
: Untuk pelapisan plat finishing cat

h. Pekerjaan penutup lantai dinding
 Pas. penutup lantai
: lantai kios menggunakan keramik motif uk.
40x40 cm warna sesuai petunjuk direksi;
: jalan antar los menggunakan keramik motif uk.
40x40 cm kasar warna sesuai petunjuk direksi;
: KM/ WC keramik dinding 20x25 cm (2 motif
terang dan gelap) warna sesuai petunjuk direksi
: KM/ WC keramik lantai 30/30 cm kasar

 Batu tempel

warna sesuai petunjuk direksi;
: Meja los ikan keramik 20/20 cm
warna sesuai petunjuk direksi;
: jalan menggunakan paving K-200 standart SNI
untuk jalan, motif sesuai petunjuk direksi;
: Untuk variasi dinding/ kolom menggunakan batu
tempel hitam atau terakota sesuai petunjuk
direksi;

i. Pekerjaan kunci dan kaca
 Kaca
 Engsel pintu, jendela
 Kait angin
 Kunci pintu dan handle pintu

:
:
:
:

j. Pekerjaan Pengecatan

: sesuai gambar kerja

Menggunakan kaca bening tebal 5 mm;
Bahan berjenis steinless;
Bahan berjenis steinless;
Bahan berjenis steinless

k. Pekerjaan sanitasi dan urinoir
 Closet jongkok
 Fanced/ kran
 Floordrain
 Pasangan pipa



: bahan merk setara AMERICAN STANDART;
: bahan bermutu baik kran Ø ¾" atau Ø ½";
: bahan dari stainlessteel bermutu baik;
: menggunakan bahan pipa PVC AW Ø ¾’,
Ø 1 ½’, Ø 3,’ Ø 4’’ AW;
Septictank dan peresapan
: dimensi sesuai di gambar kerja.
Talang gantung
: Menggunakan bahan standard SNI;
Sumur & Instalasi serta Pompa : standart SNI sumur
Penyambungan pipa
: standart penyambungan;

l. Pekerjaan Mekanikal Elektrikal
 Mekanikal elektrikal

: sesuai standart SNI;

1.3. Apabila ternyata ada perbedaan antara kontrak dan bestek, bestek dan gambar detail,
Pemborong harus segera lapor kepada Tim Teknis dan Pengawas Lapangan
1.4. Kontraktor/ pemborong harus menghitung sendiri volume setiap pekerjaan yang ada sesuai
dengan gambar rencana dan RKS ini.
1.5. Bila diperlukan Penyedia Jasa harus mengurus IMB dengan biaya yang telah diperhitungkan.
1.6. Pekerjaan harus segera diselesaikan dengan baik, dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut :
a. Halaman harus bersih dari sisa-sisa kotoran atau puing-puing pada waktu diserahkan.
b. Pekerjaan harus segera diserah terimakan dengan kondisi memuaskan dengan disaksikan
oleh Tim Teknis dan Pengawas Lapangan
1.7. Dalam melaksanakan Pekerjaan, kecuali bila ada ketentuan lain dalam Rencana Kerja dan
Syarat-syarat (RKS) ini, berlaku dan mengikat ketentuan-ketentuan dibawah ini termasuk segala
perubahan dan tambahannya:
a. Keputusan-keputusan dari Majelis Indonesia untuk Arbitrasi Teknik dari Dewan Teknik
Pembangunan Indonesia (DTPI).
b. Peraturan Beton bertulang Indonesia 1989 dan atau Pedoman Beton Indonesia 1989 (PBI
1989).
c. Peraturan Umum dari Dinas Keselamatan Kerja Departemen Tenaga Kerja.
d. Paku dan kawat paku; SNI 03 – 0323 – 1989
e. Batu alam untuk bahan bangunan; SNI 03 - 0394 – 1989

f.
g.
h.
i.
j.
k.
l.
m.
n.
o.
p.
q.
r.
s.

Agregat beton: SNI 03 – 1750 – 1990
Pasir untuk adukan dan beton: SNI 03 – 0394 – 1989
Pedoman mendirikan bangunan: SNI 03 – 1728 – 1989
Peraturan semen Portland Indonesia NI. No: 08
Peraturan umum tentang pelaksanaan Instalasi Air Minum serta Instalasi Pembuangan dan
Perusahaan Air Minum.
Peraturan Umum tentang pelaksanan Instalasi Listrik (PUIL) 1989 dan PLN setempat.
Spesifikasi bahan bangunan bagian A: SK SNI S – 04 – 1989 – F
Genteng keramik: SNI 03 – 2095 – 1991
Kayu untuk bahan bangunan: SNI 03 – 2445 – 1991
Mutu kayu bangunan: SNI 03 – 3527 – 1994
Tata cara pengecatan bangunan: SNI 03 – 2407 - 1991
Tata cara pengecatan tembok dengan cat emulsion: SNI 03 – 2410 - 1991
Peraturan Batu Merah sebagai bahan bangunan.
Peraturan muatan Indonesia.
PASAL. 2
SARANA DAN PRASARANA PEKERJAAN

2.1. Untuk kelancaran pekerjaan pelaksanaan di lapangan, Penyedia Jasa harus menyediakan
personil dan tenaga teknis sesuai dengan ketentuan dalam Lembar Data Pengadaan (LDP)
2.2. Penyediaan harus menyediakan peralatan dan alat-alat bantu yang dipersyaratkan sesuai
dengan ketentuan dalam Lembar Data Pengadaan (LDP).
Peralatan-peralatan yang digunakan harus selalu tersedia dilapangan sesuai kebutuhan.
2.3. Bahan-bahan bangunan harus tersedia di lapangan dengan jumlah yang cukup dengan kualitas
sesuai dengan spesifikasi teknis.
PASAL. 3
BAHAN-BAHAN
3.1. Semua bahan yang akan dipergunakan terlebih dahulu contohnya harus ditunjukkan kepada Tim
Teknis dan Pengawas Lapangan untuk mendapat persetujuannya dan pemborong harus
memakai/menggunakan bahan sesuai contoh yang telah disetujui Tim Teknis dan Pengawas
Lapangan.
3.2. Pemborong memberi jaminan kepada Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Konsultan
Pengawas bahwa semua bahan dan peralatan serta perlengkapan yang disediakan menurut
Kontrak ini seluruhnya adalah asli (original/genuine) dalam keadaan baru, baik dan harus
berkualitas baik, sesuai dengan Kontrak dan bebas dari cacat serta Kekurangan- Kekurangan.
3.3. Semua pekerjaan yang tidak sesuai dengan standar ini dianggap tidak memenuhi syarat. Oleh
karena itu Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) atau Konsultan Pengawas berhak
menginstruksikan kepada Pemborong untuk memberikan bukti yang cukup mengenai jenis
kualitas bahan dan material yang digunakan.
3.4. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) melalui Konsultan Pengawas bila dianggap perlu dapat
mengeluarkan instruksi tertulis kepada Pemborong untuk memeriksa kembali bagian pekerjaan
yang telah ditutup terlebih pada pekerjaan-pekerjaan yang belum mendapat ijin tertulis dari
Konsultan Pengawas untuk ditutup, atau mengadakan pengujian bahan-bahan (baik yang sudah
maupun yang belum terpasang) atau jenis Pekerjaan yang sudah dilaksanakan. Biaya untuk
membuka memeriksa dan menguji termasuk biaya perbaikannya menjadi beban Pemborong,

semak dan akar-akar pohon. 4.3. Pemborong dalam menjaga kondisi dan situasi bangunan agar tetap aman dan tertib utamanya keluar masuknya kendaraan proyek harus menempatkan tenaga keamanan/satpam. instalasi di tempat Pekerjaan. PASAL. hilang.8. perlengkapan dan fasilitasnya dari segala gangguan dan kerusakan yang disebabkan oleh pekerjaannya dengan menggunakan pagar pengaman 4.1. hasil pemeriksaaan menunjukkan adanya cacat penyimpangan. Bila terdapat perbedaan pendapat mengenai mutu bahan. Segala macam sampah-sampah dan barang-barang bongkaran harus dikeluarkan dari tapak proyek dan tidak dibenarkan untuk ditimbun diluar pagar proyek meskipun untuk sementara. 3.7. maka ia harus mendapat ijin dari Pemberi Tugas.2.6. Bagian dari pekerjaan ini yang sudah terpasang harus dilindungi terhadap kerusakan. 3. 4.5. Pemborong berkewajiban untuk segera memperbaiki segala kerusakan yang terjadi dan perbaikan atas kerusakan tersebut pemborong tidak dapat menuntut biaya tambahan. Jika ada sesuatu hal yang mengharuskan Pemborong untuk melakukan penebangan. dan sebagainya sampai Kontrak selesai dan diterima oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Pemborong telah dianggap mengetahui keadaan lokasi kegiatan/proyek lengkap dengan kondisi tanahnya. Apabila bahan yang diafkir oleh Tim Teknis dan Pengawas Lapangan tetap dipakai. ketidaksempurnaan atau Pekerjaan yang tidak sesuai dengan ketentuan Kontrak. kotor. 5 PEMBERSIHAN DAN PENEBANGAN POHON-POHON 5. PASAL. 4 SITUASI 4. maka Pemborong berkewajiban memeriksakan bahan tersebut kelaboratorium Balai Penelitian Bahan Bangunan dengan semua biaya menjadi tanggungan Pemborong.4. Bahan yang diafkir oleh Tim Teknis dan Pengawas Lapangan harus dikeluarkan dari lokasi pekerjaan selambat-lambatnya 2x24 jam sejak diputuskan. Lapangan terlebih dahulu harus dibersihkan dari rumput. 5.3.2. maka Tim Teknis dan Pengawas Lapangan berhak memerintahkan Pemborong untuk membongkar tanpa alasan kerugian materi maupun pelaksanaan.3. jika. 4. Pemborong bertanggung jawab atas keamanan seluruh Pekerjaan termasuk bahan-bahan bangunan dan perlengkapan. Lokasi untuk bangunan ini akan diserahkan oleh Pemberi Tugas kepada Pemborong dalam keadaan bebas dari gugatan Pihak Ketiga.5.6. Pemborong bertanggung jawab untuk melindungi seluruh bangunan yang sudah ada beserta peralatan. . 4. begitu pula waktu yang tersita dapat untuk alasan perpanjangan waktu pelaksanaan. 5. Pemborong tidak boleh membasmi. Ukuran/dimensi yang dimaksud dalam gambar untuk bahan adalah bersih (ukuran jadi). kecuali bila telah ditentukan lain atau sebelumnya diberi tanda pada gambar-gambar yang menandakan bahwa pohon-pohon dan pagar harus disingkirkan. 3.1. menebang atau merusak pohon-pohon atau pagar.

serta bertanggung jawab atas ketinggian.PASAL. . letak pohon. d.3. f. Segala pekerjaan pengukuran dan persiapan termasung tanggungan kontraktor. b. c. serta kelurusan seluruh bagian pekerjaan serta pengadaan peralatan. Pengecekan pengukuran atau lainnya oleh Konsultan Pengawas atau wakilnya tidak menyebabkan tanggung jawab Pemborong menjadi berkurang. Pemborong harus melapor pada Pengawas / Perencana. Penentuan titik ketinggian dan sudut-sudut hanya dilakukan dengan alat-alat waterpass / theodolite yang ketepatannya dapat dipertanggung jawabkan. plafond dan sebagainya dengan hasil yang baik dan siku. 6. b. Pengukuran sudut siku dengan prisma atau barang secara azas Segitiga Phytagoras hanya diperkenankan untuk bagian-bagian kecil yang disetujui oleh Perencana. Pengukuran dan Titik Peil (0. kecuali bila kesalahan tersebut disebabkan referensi tertulis dari Tim Teknis. Hal tersebut dilaksanakan untuk mendapatkan lantai. letak batas-batas tanah dengan alat-alat yang sudah ditera kebenarannya. bouplank tidak boleh dilepas/dibongkar dan harus tetap berdiri tegak pada tempatnya sehingga dapat dimanfaatkan hingga pekerjaan mencapai tahapan trasram tembok bawah. posisi. e. sedangkan papan bouplank ukuran 2/20 diketam halus dan lurus bagian atasnya dan dipasang datar (waterpass). 6 PENGUKURAN DAN PEMASANGAN BOUPLANK 6. 6. Kontraktor harus menyediakan Theodolith/waterpass beserta petugas yang melayaninya untuk kepentingan pemeriksaan Perencana selama pelaksanaan proyek. Pemasangan Bouwplank a. Pemborong bertanggung jawab atas ketepatan serta kebenaran persiapan bouplank/pengukuran pekerjaan sesuai dengan referensi ketinggian yang diberikan Konsultan Pengawas secara tertulis. Bilamana suatu waktu dalam proses pembangunan ternyata ada kesalahan dalam hal tersebut diatas. Pengukuran Tapak Kembali a. d. maka hal tersebut merupakan tanggung jawab Pemborong serta wajib memperbaiki kesalahan tersebut dan akibat-akibatnya.1. siku bangunan maupun datar (waterpass) dan tegak lurus bangunan harus ditentukan dengan memakai alat waterpass instrument/theodolith. c. Untuk mendapatkan titik peil harap disesuaikan dengan notasi-notasi yang tercantum pada gambar rencana (Lay Out). Dan bila terjadi penyimpangan atau tidak sesuainya antara kondisi lapangan dan gambar Lay out. tenaga kerja yag diperlukan. Bahan dan pelaksanaan Tiang bouplank menggunakan kayu ukuran 5/7 dipasang setiap jarak 2 m. Ketidak cocokan yang mungkin terjadi antara gambar dan keadaan yang sebenarnya harus segera dilaporkan kepada Perencana untuk dimintakan keputusannya.2. dimensi. Pemasangan bouplank harus sekeliling bangunan dengan jarak 2 m dari As tepi bangunan dengan patok-patok yang kuat. Kontraktor diwajibkan mengadakan pengukuran dan penggambaran kembali lokasi pembangunan dengan dilengkapi keterangan-keterangan mengenai peil ketinggian tanah.00) Bangunan Pemborong harus mengadakan pengukuran yang tepat berkenaan dengan letak/kedudukan bangunan terhadap titik patok/pedoman yang telah ditentukan.

kabel listrik. c. b.2. atau kepada Penguasa/intansi yang berwenang . Lingkup Pekerjaan a. Pembuangan sisa galian yang disetujui Tim Teknis / Konsultan Pengawas atas biaya Penyedia Jasa Konstruksi. Syarat-syarat Pelaksanaan a. Pemborong harus mengusahakan agar bahan-bahan yang tersimpan dalam gudang dan dalam halaman kerja terjaga dari gangguan iklim dan pencuri. 7. Air harus bersih. d. terutama untuk galian yang membahayakan bangunan eksisting dan pekerja. hujan dan angin.1. 9. 9 PEKERJAAN GALIAN TANAH 9. Pemborong harus menyediakan ruangan yang dapat dikunci untuk menyimpan alat-alat dan bahan-bahan bagi pekerjanya. Barak kerja dan gudang harus didirikan atas petunjuk Tim Teknis. cut and fill dan pekerjaan lain seperti yang disebutkan / ditunjukkan dalam gambar atau sesuai dengan petunjuk Tim Teknis / Konsultan Pengawas. sehingga terhindar dari panas matahari. b. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. Air untuk bekerja harus disediakan Kontraktor dengan membuat sambungan dari PDAM atau disuplai dari luar. c. lumpur. Atau dapat menggunakan diesel untuk pengbangkit tenaga listrik atas persetujuan Tim Teknis. 7. Juga termasuk pengamanan galian dan cara-cara pelaksanaannya (jika ada). Daya listrik juga disediakan untuk suplai Kantor Tim Teknis/Tim Teknis Keet Segala biaya atas pemakaian daya dan air diatas adalah beban kontraktor.1.1. Kedalaman galian pondasi dan galian-galian lainnya harus sesuai dengan peil-peil yang tercantum dalam gambar. Gudang dan Barak Kerja a. Bila dipandang perlu oleh Tim Teknis. bebas dari debu. Penyediaan air harus sesuai dengan petunjuk dan persetujuan Tim Teknis/Pengawas. Pemborong harus membangun barak kerja untuk pekerjanya.PASAL. Apabila ternyata terdapat pipa-pipa pembuangan. e.2. telepon dan lain-lain yang masih digunakan. bahan-bahan/peralatan-peralatan dan alatalat bantu yang diperlukan untuk terlaksananya pekerjaan ini dengan baik. b. PASAL. Pekerjaan ini meliputi seluruh pekerjaan galian pondasi untuk pekerjaan sub struktur. Semua batu. minyak dan bahan-bahan kimia lainnya yang merusak.3. jaringan jalan/aspal. Listrik untuk bekerja harus disediakan Kontraktor dan diperoleh dari sambungan sementara PLN setempat selama masa pembangunan. maka Penyedia Jasa Konstruksi harus secepatnya memberitahukan kepada Tim Teknis / Konsultan Pengawas. 8 GUDANG DAN BARAK KERJA 8. PASAL. Pemborong harus mengganti kayu-kayu perancah yang lapuk dengan kayu-kayu yang baru. d. 7 PENYEDIAAN AIR DAN DAYA LISTRIK UNTUK BEKERJA 7. akar dan pohon-pohon yang terdapat dibagian galian yang akan dilaksanakan harus dibongkar dan dibuang.

Lokasi yang akan diurug harus bebas dari lumpur atau kotoran. Pekerjaan Pengisian/Pengurugan kembali ini hanya boleh dilakukan setelah diadakan pemeriksaaan dan mendapatkan persetujuan tertulis dari Tim Teknis/ Konsultan Pengawas. sampah dan sebagainya. Jika terdapat kedalaman yang berbeda dari galian yang berdekatan.1. Tanah urug yang didatangkan harus disetujui oleh Tim Teknis / Konsultan Pengawas. bahan-bahan. Jika tidak ada persetujuan tertulis sebelumnya dari Tim Teknis / Konsultan Pengawas maka pemadatan pada material urug tidak boleh dengan dibasahi air. Bahan yang digunakan menggunakan material bekas galian atau tanah urug yang didatangkan. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan untuk terlaksananya pekerjaan ini dengan baik. Pemilihan jenis dan kapasitas Compactor harus mendapat persetujuan tertulis dari Tim Teknis / Konsultan Pengawas.2. untuk menghindari tergenangnya air lumpur pada dasar galian. Penyedia Jasa Konstruksi bertanggung jawab atas segala kerusakan-kerusakan sebagai akibat dari pekerjaan galian tersebut. b. Semua tanah kelebihan yang berasal dari pekerjaan galian. b. c. maka galian harus dilakukan terlebih dahulu pada bagian yang lebih dalam dan seterusnya. dengan cara pemadatan dan pengujian sesuai dengan spesifikasi pemadatan. maka harus digali keluar sedang lubang-lubang diisi kembali dengan pasir. disiram dan dipadatkan sehingga mendapatkan kembali dasar yang waterpas. Pemadatan dilakukan secara berlapis-lapis dengan tebal setiap lapisan 20 cm lepas. d. e. Pemadatan urugan dilakukan dengan memakai alat pemadat/Compactor. Dasar dari semua galian harus waterpas. dan pekerjaan lain yang ditunjukkan dalam gambar atau petunjuk Tim Teknis / Konsultan Pengawas 10. f. dan mencapai peil permukaan tanah yang direncanakan. 10 PEKERJAAN URUGAN DAN PEMADATAN 10. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. setelah mencapai jumlah tertentu harus segera disingkirkan dari halaman pekerjaan pada setiap saat yang dianggap perlu dan atas petunjuk Tim Teknis/ Konsultan Pengawas. dan ditumbuk sampai padat sesuai dengan yang disyaratkan pada pasal mengenai “Pekerjaan Urugan & Pemadatan“.c. . PASAL. Pelaksanaan pengurugan harus dilakukan lapis demi lapis dengan tebal max tiap-tiap lapisan 20 cm tanah lepas dan dipadatkan sampai mencapai Kepadatan Maksimum pada Kadar Air Optimum. Pekerjaan ini meliputi semua pekerjaan urugan dan pemadatan kembali untuk pekerjaan substruktur. Syarat-syarat Pelaksanaan a. baik pada waktu penggalian maupun pada waktu pekerjaan struktur harus disediakan pompa air dengan kapasitas yang memadai atau pompa lumpur yang diperlukan dapat bekerja terus menerus. e. bilamana pada dasar setiap galian masih terdapat akar-akar tanaman atau bagian-bagian gembur. Penyedia Jasa harus bertanggung jawab untuk mengambil setiap langkah apapun untuk menjamin bahwa setiap pekerjaan yang berlangsung tersebut tidak terganggu. d. Lingkup Pekerjaan a. Apabila terdapat air didasar galian. Pengurugan/Pengisian kembali bekas galian harus dilakukan selapis demi selapis. untuk mendapatkan petunjuk-petunjuk seperlunya. g.

e. Tebal lapisan pasir urug minimum 5 cm padat atau sesuai yang ditunjukkan dalam gambar. Lapisan pekerjaan diatasnya. 2. setelah mendapat persetujan tertulis dari Tim Teknis / Konsultan Pengawas. Pemadatan harus dilakukan pada kondisi galian yang kering agar dapat diperoleh hasil kepadatan yang baik. i. dapat dikerjakan bilamana sudah mendapat persetujuan tertulis dari Tim Teknis / Konsultan Pengawas. atas biaya Penyedia Jasa Konstruksi. b. . tanah lempung. 3.f. c. Semua hasil-hasil pekerjaan harus diperiksa kembali terhadap patok-patok referensi untuk mengetahui sampai dimana kedudukan permukaan tanah tersebut. Untuk air siraman digunakan air tawar yang bersih dan tidak mengandung minyak. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan di atas dan harus dengan persetujuan tertulis dari Tim Teknis / Konsultan Pengawas. Untuk pemadatan. 10. sloof. Lapisan pasir urug padat dilakukan lapis demi lapis maksimum tiap lapis 5 cm.3. Toleransi pelaksanaan yang dapat diterima untuk penggalian dan pengurugan adalah ± 10 mm terhadap kerataan yang ditentukan. serta memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam NI-3 pasal 10. Lingkup Pekerjaan a. asam alkali dan bahan-bahan organik lainnya. tajam dan keras. Apabila dipandang perlu. h. Setiap lapisan pasir urug harus diratakan. dibawah lapisan lantai kerja dan digunakan untuk semua struktur yang berhubungan dengan tanah seperti pondasi. Ukuran tebal yang dicantumkan dalam gambar adalah ukuran tebal padat. disiram air dan atau dipadatkan dengan alat pemadat yang disetujui Tim Teknis / Konsultan Pengawas. dll. g. Kondisi yang kering tersebut harus dipertahankan sampai pekerjaan pemadatan yang bersangkutan selesai dilakukan. Pekerjaan Urugan Pasir Urug 1. g. Pasir urug yang digunakan harus tediri dari butir-butir yang bersih. Setelah pemadatan selesai. setiap tanah tebal 20 cm harus dipadatkan. b. Penggunaan pasir urug sesuai yang ditunjukkan di dalam gambar. Tim Teknis / Konsultan Pengawas dapat minta kepada Penyedia Jasa Konstruksi. b. bahan-bahan. peralatan dan alat-alat bantu yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan ini untuk memperoleh hasil pekerjaan yang baik. c. supaya air yang dipakai untuk keperluan ini diperiksa di laboraturium pemeriksaan bahan yang resmi dan sah.. (Jika perlu dibuatkan sump pit untuk menangkap air f. Pekerjaan pemadatan dianggap cukup. Syarat-syarat Pelaksanaan a. dan lain sebagainya. j. Pekerjaan urugan pasir urug /sirtu dilakukan diatas dasar galian tanah. hingga mencapai tebal padat yang diisyaratkan dalam gambar. Pemadatan harus diulang kembali jika keadaan tersebut diatas tidak dipenuhi. d. c. Pemadatan harus dan disetujui oleh Tim Teknis / Konsultan Pengawas. Persyaratan Bahan a. bebas dari lumpur. sisa urugan tanah harus dipindahkan ketempat tertentu yang disetujui secara tertulis oleh Tim Teknis / Konsultan Pengawas atas biaya Penyedia Jasa Konstruksi.

Lapisan pekerjaan diatasnya. e. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan ini sehingga diperoleh hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. 11 PEKERJAAN LANTAI KERJA 11. Penggunaan tanah urug sesuai yang ditunjukkan di dalam gambar. Lingkup Pekerjaan a. Setiap lapisan tanah urug harus diratakan. PASAL. . (Jika perlu dibuatkan sump pit untuk menangkap air f. Tebal lapisan tanah urug minimum 20 cm padat atau sesuai yang ditunjukkan dalam gambar. Persyaratan Bahan Semen. bahan-bahan. 3. Ukuran tebal yang dicantumkan dalam gambar adalah ukuran tebal padat.1. Pekerjaan sub lantai ini dilakukan dibawah lapisan finishing lantai / atau pekerjaan struktur pada seluruh detail yang ditunjukkan dalam detail gambar. bahan-bahan. serta memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam NI-3 pasal 10. d. c. g. Pekerjaan urugan tanah dilakukan diatas tanah striping untuk peningggian peil lantai bangunan c. b. Kondisi yang kering tersebut harus dipertahankan sampai pekerjaan pemadatan yang bersangkutan selesai dilakukan. Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan di atas dan harus dengan persetujuan tertulis dari Tim Teknis / Konsultan Pengawas. split dan air lihat di pekerjaan beton. Syarat-syarat Pelaksanaan a. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenega kerja. c. pasir. Apabila dipandang perlu. peralatan dan alat-alat bantu yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan ini untuk memperoleh hasil pekerjaan yang baik. Pemadatan harus dilakukan pada kondisi galian yang kering agar dapat diperoleh hasil kepadatan yang baik. Lingkup Pekerjaan a. b. atas biaya Penyedia Jasa Konstruksi. Pemadatan harus diulang kembali jika keadaan tersebut diatas tidak dipenuhi. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. Pekerjaan Urugan Tanah Padas 1. Tanah urug yang digunakan dari tanah padas. dapat dikerjakan bilamana sudah mendapat persetujuan tertulis dari Tim Teknis / Konsultan Pengawas. asam alkali dan bahan-bahan organik lainnya. Untuk air siraman digunakan air tawar yang bersih dan tidak mengandung minyak. hingga mencapai tebal padat yang diisyaratkan dalam gambar. Persyaratan Bahan a. Lapisan tanah urug padat dilakukan lapis demi lapis maksimum tiap lapis 20 cm.2. supaya air yang dipakai untuk keperluan ini diperiksa di laboraturium pemeriksaan bahan yang resmi dan sah.4. Tim Teknis / Konsultan Pengawas dapat minta kepada Penyedia Jasa Konstruksi. 2.10. b. b. 11. disiram air dan atau dipadatkan dengan alat pemadat yang disetujui Tim Teknis / Konsultan Pengawas.

Semua ukuran-ukuran penampang Struktur Beton yang tercantum dalam gambar struktur adalah ukuran bersih penampang beton. Penyedia Jasa Konstruksi harus memberikan gambar dan perhitungan acuan serta sample bahan yang akan dipakai. Harus pula memperhatikan Peraturan Pembangunan Pemerintah Daerah setempat. Sebelum memulai pekerjaannya. Syarat-syarat Pelaksanaan a. supaya diperhatikan mengenai kemiringan sesuai yang ditunjukkan dalam gambar dan sesuai petunjuk Tim Teknis / Konsultan Pengawas. harus baru. c. Syarat-syarat Pelaksanaan a.1.3. Pekerjaan lantai kerja merupakan campuran antara PC. d. pasir beton dan krikil atau split dengan perbandingan sesuai dengan pabrikan ready mix beton.3. peralatan. e. bahan. harus mendapat persetujuan dari Tim Teknis / Konsultan Pengawas. untuk mendapatkan persetujuan tertulis dari Tim Teknis / Konsultan Pengawas. c. e. Pada prinsipnya semua penunjang bekisting (perancah) adalah berupa kayu klass III dan bambu dan disarankan menggunakan steger besi (scafolding). maka lapisan batu pecah dibawahnya harus sudah dikerjakan dengan sempurna (telah dipadatkan sesuai persyaratan).2. b. 12 PEKERJAAN ACUAN / BEKISTING 12. dengan memperhatikan ketentuan tambahan dari arsitek dalam uraian dan syaratsyarat pelaksanaannya. Untuk papan Acuan harus menggunakan papan bekisting (kayu randu) ukuran tebal 1. Untuk lantai kerja yang langsung diatas tanah. Bahan acuan yang dipergunakan dapat dalam bentuk : Beton. Acuan yang direncanakan sedemikian rupa sehingga tidak ada perubahan bentuk dan cukup kuat menampung beban-beban sementara maupun tetap sesuai dengan jalannya pengecoran beton.8 – 2. sebelum bekisting dibuat pada bagian itu. PASAL. pasangan bata yang diplester atau kayu. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. d. tekanan lateral dan tekanan yang diizinkan dan peninjauan terhadap beban angin dan lain-lain. rata permukaannya dan telah mempunyai daya dukung maksimal. tetapi dibutuhkan untuk penyelesaian penggantian dalam pekerjaan ini. 12. c. b.11. baja. pengangkutan dan pelaksanaan untuk menyelesaikan semua pekerjaan beton sesuai dengan gambar-gambar konstruksi. b. Bahan-bahan yang dipakai sebelum digunakan terlebih dahulu harus diserahkan dengan contoh-contohnya. 12.0 cm dan disarankan menggunakan triplek dengan tebal minimum 6 mm. . kualitas terbaik dari jenisnya dan harus disetujui secara tertulis oleh Tim Teknis / Konsultan Pengawas. untuk disetujui secara tertulis oleh Tim Teknis / Konsultan Pengawas. tidak termasuk plesteran/finishing. Material lain yang tidak ditentukan dalam persyaratan diatas. Permukaan lapisan lantai kerja harus dibuat rata / waterpas. Persyaratan Bahan a. Perencanaan acuan dan konstruksinya harus direncanakan untuk dapat menahan bebanbeban. Pada dasarnya tiap-tiap bagian dari bekisting. Kecuali pada lantai ruanganruangan yang diisyaratkan pada kemiringan tertentu.

Perbaikan yang rusak akibat kelalaian Penyedia Jasa Konstruksi menjadi tanggungan Penyedia Jasa Konstruksi. Penyusunan acuan harus sedemikian rupa hingga pada waktu pembongkarannya tidak menimbulkan kerusakan pada bagian beton yang bersangkutan. m. elevasi dan posisinya sesuai dengan gambar-gambar konstruksi. untuk meminta persetujuan tertulis mengenai cara perbaikan pengisian atau pembongkarannya. berlubang. Setelah pekerjaan diatas selesai.Sisi-sisi plat. tetap lurus (tidak berubah bentuk )dan tidak bergoyang. paku. yang akan mempengaruhi konstruksi tersebut. b. Acuan harus dapat menghasilkan bagian konstruksi yang ukuran. Cetakan beton harus dibersihkan dari segala kotoran-kotoran yang melekat seperti potongan-potongan kayu. g. j. Setiap rencana pekerjaan pembongkaran cetakan harus diajukan terlebih dahulu secara tertulis untuk disetujui oleh Tim Teknis / Konsultan Pengawas. k. 12. g. maka semua besi tulangan harus berada dalam permukaan beton. atau retak-retak dan tidak menunjukkan gejala keropos/tidak sempurna. tidak bergelombang.Sisi-sisi balok dan kolom yang tidak terbebani 7 hari . tanah dan sebagainya. l. Penyedia Jasa Konstruksi harus meminta persetujuan dari Tim Teknis / Konsultan Pengawas dan minimum 3 (tiga) hari sebelum pengecoran Penyedia Jasa Konstruksi harus mengajukan permohonan tertulis untuk izin pengecoran kepada Tim Teknis / Konsultan Pengawas. Sebelumnya dengan mendapat persetujuan tertulis dari Tim Teknis / Konsultan Pengawas baut-baut dan tie rod yang diperlukan untuk ikatan-ikatan dalam beton harus diatur sedemikian. Pada bagian terendah (dari setiap phase pengecoran) dari bekisting kolom atau dinding harus ada bagian yang mudah dibuka untuk inspeksi dan pembersihan. i. Pembongkaran a. Apabila setelah cetakan dibongkar ternyata terdapat bagian-bagian beton yang keropos atau cacat lainnya. Harus diadakan tindakan untuk menghindarkan terkumpulnya air pembasahan tersebut pada sisi bawah. f.4. maka Penyedia Jasa Konstruksi harus segera memberitahukan kepada Tim Teknis / Konsultan Pengawas. tidak dengan cara yang dapat menimbulkan kerusakan pada beton dan material-material lain disekitarnya. kerataan/kelurusan.f. Acuan harus dibongkar secara cermat dan hati-hati. Papan acuan harus bersih dan dibasahi terlebih dulu sebelum pengecoran. sehingga bila bekisting dibongkar kembali. h. dan pemindahan acuan harus dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan kerusakan akibat benturan pada saat pemindahan. potongan-potongan kawat. d. tahi gergaji. . Cetakan–cetakan bagian konstruksi dibawah ini boleh dilepas setelah dalam waktu sebagai berikut : . Permukaan beton harus terlihat baik pada saat acuan dibuka. Pembongakaran dilakukan sesuai dengan Peraturan Beton Indonesia. Cetakan beton harus dipasang sedemikian rupa sehingga tidak akan terjadi kebocoran atau hilangnya air semen selama pengecoran. e. n. Susunan acuan dengan penunjang-penunjang yang diatur sedemikian rupa sehingga memungkinkan dilakukannya inspeksi dengan mudah oleh Tim Teknis / Konsultan Pengawas. balok dan kolom yang terbebani 21 hari c. dimana bagian konstruksi yang dibongkar cetakannya harus dapat memikul berat sendiri dan bebanbeban pelaksanaannya.

Semua resiko yang terjadi sebagai akibat pekerjaan tersebutdan biaya-biaya perbaikan. maka sebagai dasar pelaksanaan digunakan peraturan sebagai berikut : Tata cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung (SNI 03-2847-2002).h. Dengan catatan bahwa alternatif acuan tersebut tidak merupakan kerja tambah dan tidak menyebabkan keterlambatan dalam pekerjaan.Sangat diharapkan agar Penyedia Jasa Konstruksi dapat mengajukan usulan acuan yang dapat mempersingkat waktu pelaksanaan tanpa mengurangi / membahayakan mutu beton dan sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku. dengan melampirkan brosur/gambar acuan tersebut beserta perhitungannya untuk mendapat persetujuan tertulis dari Tim Teknis / Konsultan Pengawas. Penyedia Jasa Konstruksi tidak diperbolehkan menutup/mengisi bagian beton yang keropos tanpa persetujuan tertulis Tim Teknis / Konsultan Pengawas. Peraturan Portland Cement Indonesia 1972 (NI-8). Mutu dan Cara Uji Semen Portland (SII 0013-81). . manjadi tanggung jawab Penyedia Jasa Konstruksi. Konsruksi beton yang berisikan kayu atau benda lainnya yang memperlemah kekuatan konstruksi.2.Konstruksi beton yang tidak tegak lurus atau rata seperti yang telah direncanakan. i. . Tim Teknis / Konsultan Pengawas mempunyai wewenang untuk menolak konstruksi beton yang cacat sebagai berikut : .Konstruksi beton yang keropos yang dapat mengurangi kekuatan konstruksi. . Peraturan Perencanaan Tahan Gempa Indonesia untuk Gedung (SNI-03-1726-2002) Pedoman Perencanaan untuk Struktur Beton Bertulang Biasa dan Struktur Tembok Bertulang untuk Gedung 1983. Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia 1987. Mutu dan Cara Uji Agregat Beton (SII 0052-80). peralatan dan alat-alat bantu lainnya serta pengangkutan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua pekerjaan beton berikut pembersihannya sesuai yang tercantum dalam gambar. PASAL. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. Meskipun hasil pengujian kubus-kubus beton memuaskan. Peraturan-peraturan Kecuali ditentukan lain dalam persyaratan selanjutnya. k. 13 PEKERJAAN BETON BERTULANG 13. Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI-1982)-NI-3. pembongkaran. bahan-bahan.Konstruksi beton yang tidak sesuai dengan bentuk/ukuran yang direncanakan atau posisi-posisinya tidak seperti yang ditunjuk oleh gambar. atau pengisian atau penutupan bagian tersebut. .Dan lain-lain cacat yang menurut pendapat Perencana/Tim Teknis/ Konsultan Pengawas dapat mengurangi kekuatan konstruksi. 13. Alternatif Acuan/Bekisting : Penyedia Jasa Konstruksi dapat mengusulkan alternatif jenis acuan yang akan dipakai. j.1. baik untuk pekerjaan Struktur Bawah/Pondasi maupun Struktur Atas. Seluruh bahan-bahan bekas acuan yang tidak terpakai harus dibersihkan dari lokasi proyek dan dibuang pada tempat-tempat yang ditentukan oleh Tim Teknis / Konsultan Pengawas sehingga tidak mengganggu lahan kerja.

dianggap sudah rusak. Persyaratan Bahan a. dan mempunyai sertifikat uji (test sertificate) dari lab yang disetujui secara tertulis dari Tim Teknis / Konsultan Pengawas. 13. Penyedia Jasa Konstruksi harus bertanggung jawab terhadap seluruh pekerjaan beton sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang disyaratkan. Petunjuk Perencanaan Struktur Bangunan untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Rumah dan Gedung (SKBI-2. d. harus memenuhi syarat-syarat peraturan-peraturan relevan yang tercantum pada pasal ini butir 2. dikirim dalam kantongkantong semen yang masih disegel dan tidak pecah. Peraturan Bangunan Nasional 1978. Semua pemakaian batu pecah (agregat kasar) dan pasir beton.3. Sak-sak semen tersebut tidak boleh ditumpuk sampai tingginya melampaui 2 m atau maximum 10 zak.- Baja Tulangan Beton (SII 0136-84). Semua pekerjaan yang dihasilkan harus mempunyai mutu yang sesuai dengan gambar dan spesifikasi struktur. Bahan yang telah ditolak harus segera dikeluarkan dari lapangan paling lambat dalam waktu 2x24 jam atas biaya Penyedia Jasa Konstruksi. e. toleransi dan penyelesaian.04). Semen. Aggregat (Aggregates). Semua semen yang akan dipakai harus dari satu merk yang sama (tidak diperkenankan menggunakan bermacam-macam jenis/merk semen untuk suatu konstruksi/struktur yang sama). dan bebas dari tanah/tanah liat (tidak bercampur dengan tanah/tanah liat atau kotorankotoran lainnya). 3.4. Untuk semen yang diragukan mutunya dan terdapat kerusakan akibat salah penyimpanan. sudah mulai membantu.81:624. Keahlian dan Pertukangan a. harus dibuatkan lantai kerja dari beton tak bertulang dengan campuran 1 PC : 3 pasir : 5 split setebal minimum 5 cm atau seperti tercantum pada gambar pelaksana. dapat ditolak penggunaannya tanpa melalui test lagi. Khusus untuk pekerjaan beton bertulang yang terletak langsung diatas tanah. Semen harus diterima dalam zak (kantong) asli dari pabriknya dalam keadaan tertutup rapat. dengan maksud agar pemakaian semen dilakukan menurut urutan pengirimannya. Semua pekerjaan harus dilaksanakan oleh ahli-ahli atau tukang-tukang yang berpengalaman dan mengerti benar akan pekerjaannya.1987 UDC:699. 1. c. 4. 13. 2. dan harus disimpan digudang yang cukup ventilasinya dan diletakkan pada tempat yang ditinggikan paling sedikit 30 cm dari lantai. Saat pengangkutan semen harus terlindung dari hujan. 1. . Apabila Tim Teknis/ Konsultan Pengawas memandang perlu. untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang sulit dan atau khusus Penyedia Jasa Konstruksi harus meminta nasihat dari tenaga ahli yang ditunjuk Tim Teknis / Konsultan Pengawas atas beban Penyedia Jasa Konstruksi. Peraturan Pembangunan Pemerintah Daerah Setempat. b. Setiap pengiriman baru harus ditandai dan dipisahkan.3. termasuk kekuatan. Semua semen yang digunakan adalah semen portland yang memenuhi syarat-syarat peraturan-peraturan relevan yang tercantum pada pasal ini butir 2. b. dalam keadaan baru dan asli.53.

Baru. maka Penyedia Jasa Konstruksi diwajibkan untuk memberitahukan secara tertulis kepada Tim Teknis / Konsultan Pengawas. Pemakaian besi beton dari jenis yang berlainan dari ketentuan-ketentuan diatas.Dari jenis baja dengan mutu sesuai yang tercantum dalam gambar dan bahan tersebut dalam segala hal harus memenuhi ketentuan-ketentuan Peraturan Beton Indonesia.c. Kerikil dan batu pecah (agregat kasar) yang mempunyai ukuran lebih besar dari 25 mm. mengelupas. Gradasi dari agregat-agregat tersebut secara keseluruhan harus dapat menghasilkan mutu beton yang diisyaratkan. 1. berjumlah min.3 (tiga) batang untuk tiap-tiap jenis percobaan. Percobaan mutu besi beton juga akan dilakukan setiap saat bilamana dipandang perlu oleh Tim Teknis / Konsultan Pengawas. dalam proporsi campuran yang akan dipakai. Agregat harus disimpan ditempat yang bersih. Tim Teknis / Konsultan Pengawas harus meminta kepada Penyedia Jasa Konstruksi untuk mengadakan test kualitas dari agregat-agregat tersebut dari tempat penimbunan yang ditunjuk oleh Tim Teknis / Konsultan Pengawas. . 4. d. Apabila ada perubahan sumber dari mana agregat tersebut disupply. tidak berwarna. setiap saat di laboratorium yang disetujui Tim Teknis / Konsultan Pengawas atas biaya Penyedia Jasa Konstruksi. tidak mengandung bahan-bahan kimia (asam alkali). untuk penggunaanya harus mendapat persetujuan tertulis Tim Teknis / Konsultan Pengawas. Semua besi beton yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat : . 6. 2. sesuai dengan petunjuk-petunjk dari Tim Teknis / Konsultan Pengawas. luka dan sebagainya). Sebelum mengadakan pemesanan Penyedia Jasa Konstruksi harus mengadakan pengujian mutu besi beton yang akan dipakai. Kecuali bila ditentukan lain di dalam gambar maka mutu besi beton yang digunakan adalah : ≤ ø12mm : BJTP U-24 ( Tulangan Polos ) > ø12mm : BJTD U-39 ( Tulangan Ulir ) 3. yang diameternya sama dan panjangnya ± 100 cm. yang keras permukaannya dan dicegah supaya tidak terjadi percampuran dengan tanah dan terkotori. harus mendapat persetujuan tertulis Perencana Struktur. padat dan mempunyai daya kerja yang baik dengan semen dan air. lapisan minyak/karat dan tidak cacat (retakretak. 3.Peraturan-peraturan relevan yang tercantum pada pasal ini butir 2. . 7. Air yang digunakan untuk semua pekerjaan-pekerjaan dilapangan adalah air bersih. 4. 2. Semua biaya-biaya percobaan tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa Konstruksi. Air 1. Besi beton harus disupply dari satu sumber (manufacture) dan tidak dibenarkan untuk mencampur adukan bermacammacam sumber besi beton tersebut untuk pekerjaan konstruksi. bebas dari kotoran-kotoran. 5. minyak atau lemak dan memenuhi syarat-syarat Peraturan Beton Indonesia serta uji terlebih dahulu oleh Laboraturium yang disetujui secara tertulis oleh Tim Teknis / Konsultan Pengawas. Besi Beton ( Steel Bar ). Contoh besi beton yang diambil untuk pengujian tanpa kesaksian Tim Teknis / Konsultan Pengawas tidak diperkenankan sama sekali dan hasil test yang bersangkutan tidak sah. .Mempunyai penampang yang sama rata. Barang percobaan diambil dibawah kesaksian Tim Teknis / Konsultan Pengawas. 5. Air yang mengandung garam (air laut) sama sekali tidak diperkenankan untuk dipakai. . tulangan. 2.

e. 4. Beton mutu K-225 untuk beton footplat dan sloof. Penyedia Jasa Konstruksi harus memberikan jaminan atas kemampuannya membuat kualitas beton ini dengan memperhatikan data-data pengalaman pelaksanaan dilain tempat dan dengan mengadakan trial-mix dilaboraturium. 10. harus dilakukan pengujian slump (slump test). Setelah atasnya diratakan. struktur kolom. Besi beton harus dilengkapi dengan label yang memuat nomor pengecoran dan tanggal pembuatan. Evaluasi penentuan karakteristik ini digunakan ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam Peraturan Beton Indonesia. 6. 7. Penggunaan besi beton yang sudah jadi seperti steel wiremesh atau yang semacam itu. Besi beton yang tidak memenuhi syarat-syarat karena kualitasnya tidak sesuai dengan spesifikasin struktur harus segera dikeluarkan dengan site setelah menerima instruksi tertulis dari Tim Teknis / Konsultan Pengawas. 11. Pengisian dilakukan dengan cara serupa untuk dua lapisan berikutnya. harus mendapat persertujuan tertulis Perencana Struktur. Penyedia Jasa Konstruksi harus membuat laporan tertulis atas data-data kualitas beton yang dibuat dengan disahkan oleh Tim Teknis / Konsultan Pengawas dan laporan tersebut harus dilengkapi dengan perhitungan tekanan beton karakteristiknya. dalam waktu 2x24 jam atas biaya Penyedia Jasa Konstruksi. dengan syarat minimum 8 cm dan maksimum 12 cm. Setiap akan diadakan pengecoran atau setiap 5 m3. Setiap lapisan ditusuk-tusuk 25 kali dan setiap tusukan harus masuk dalam satu lapisan yang dibawahnya. 5. Slump Test dilakukan dibawah pengawasan Tim Teknis / Konsultan Pengawas dan dicatat secara tertulis. pat dak b. Pengambilan benda uji harus dengan periode antara yang disesuaikan dengan kecepatan pembetonan. Selama pelaksanaan harus dibuat benda-benda uji berupa silinder beton atau kubus beton. 8. menurut ketentuan – ketentuan yang disebut dalam Peraturan Beton Indonesia (PBI 1971). Kualitas Beton 1. 2. 3. Pada masa-masa pembetonan pendahuluan harus dibuat minimum 1 benda uji per 5 m3 beton hingga dengan cepat dapat diperoleh 20 benda uji yang pertama. Cetakan slump dibasahkan dan ditempatkan diatas kayu yang rata atau plat beton. balok. Kecuali bila ditentukan lain dalam gambar. 8. kualitas beton adalah : a. . segera cetakan diangkat perlahan-lahan dan diukur penurunannya. Cara pengujian sebagai berikut : Contoh beton diambil tepat sebelum dituangkan kedalam cetakan beton (bekisting). Untuk menjamin mutu besi beton. Kemudian adukan tersebut ditusuktusuk 25 kali dengan besi diameter 16 mm panjang 30 cm dengan ujung yang bulat (seperti peluru). Cetakan diisi sampai kurang lebih sepertiganya. dilampiri juga dengan sertifikat pabrik yang sesuai untuk besi tersebut. 9. Tim Teknis / Konsultan Pengawas mempunyai wewenang untuk juga meminta Penyedia Jasa Konstruksi melakukan pengujian tambahan untuk setiap pengiriman 5 ton dengan jumlah 3 (tiga) buah contoh untuk masing-masing diameter atas biaya Penyedia Jasa Konstruksi atau setiap saat apabila Tim Teknis / Konsultan Pengawas mempunyai keraguan terhadap mutu besi beton yang dikirim. Laporan tertulis tersebut harus disertai sertifikat dari laboraturium. 9.

. 3. 7. Penambahan air dan material lainnya kedalam Beton Ready Mix yang sudah berbentuk adukan sama sekali tidak diperkenankan. Beton Ready Mix yang sudah melebihi waktu 3 (tiga) jam. Adukan beton dibuat dengan menggunakan alat pengaduk mesin (concrete batching plant). Semen diukur menurut berat. karena akan merusak komposisi yang ada dan bisa menurunkan mutu beton yang direncanakan. stabilitas mutu dan kontinuitas pengadaan dan jumlah / volume beton yang digunakan. air ataupun Admixture. Aggregat. Slump dan sebagainya. 4. c. Untuk mencegah terjadi pengerasan/ penggumpalan beton sebelum dicorkan. 2. Syarat-syarat Pelaksanaan a. Pada dasarnya pelaksanaan Pekerjaan Beton Bertulang harus dilakukan dengan peraturan-peraturan yang disebutkan pada butir 2 pasal ini. maka Penyedia Jasa Konstruksi harus merencanakan secermat mungkin mengenai kapan Beton Ready Mix harus tiba di Lapangan dan berapa jumlah volume yang dibutuhkan. Penyedia Jasa Konstruksi harus meminta jaminan tertulis kepada Supplier Beton Ready Mix jaminan tentang mutu beton. walaupun disupply oleh Perusahaan Beton Ready Mix. kontinuitas penyediaannya dan mempunyai/mengambil material-material dari tempat tertentu yang tetap dan bermutu baik. tetap merupakan tanggung jawab sepenuhnya dari Penyedia Jasa Konstruksi. Walaupun demikian. Agregat diukur menurut berat. Jumlah adukan beton tidak boleh melebihi kapasitas mesin pengaduk. 10. 4. yaitu terhitung sejak dituangkannya air kecampuran beton kedalam truk ready mix di plant/pabrik sampai selesainya beton ready mix tersebut dituangkan dicor. termasuk didalamnya dengan memperhitungkan kemungkinan macetnya transportasi dari/ke Lapangan. Adukan BetonYang Dibuat di tempat (Site Mixing) Adukan beton harus memenuhi syarat-syarat : 1. Syarat Khusus untuk Beton Ready Mix. untuk mengecek mutu beton yang dipakai maka baik Penyedia Jasa Konstruksi maupun Supplier Beton Ready Mix masing-masing harus membuat silinder atau kubus beton percobaan untuk di Test di Laboratorium yang ditunjuk/disetujui secara tertulis oleh Tim Teknis / Konsultan Pengawas dan jumlah silinder atau kubus beton dibuat sesuai dengan Peraturan Beton Indonesia. Selain mutu beton maka harus diperhatikan betul-betul tentang kontinuitas pengadaan agar tidak terjadi hambatan dalam waktu pelaksanaan. baik mengenai persyaratan Material Semen. 3. Pasir diukur menurut berat. Segala akibat biaya yang ditimbulkannya menjadi beban dan resiko Penyedia Jasa Konstruksi. Testing Beton. Beton Ready Mix yang tidak memenuhi mutu yang diisyaratkan. 9. Disyaratkan agar pemesanan Beton Ready Mix dilakukan pada supplier Beton Ready Mix yang sudah terkenal mengenai stabilitas mutunya. tidak dapat digunakan atau dengan perkataan lain akan ditolak. Tim Teknis / Konsultan Pengawas akan menolak setiap Beton Ready Mix yang sudah mengeras dan menggumpal untuk tidak digunakan dalam pengecoran. Usaha-usaha yang menghaluskan / menghancurkan Beton Ready Mix yang sudah mengeras atau menggumpal sama sekali tidak diperbolehkan. 8. 6. 5. 5. 2. Pada prinsipnya semua persyaratan-persyaratan untuk yang dibuat dilapangan berlaku juga untuk Beton Ready Mix. b.5. 1.13.

bagian struktur yag bersangkutan dan lain-lain data yang perlu dicatat. Semua benda uji kubus harus di Test diLaboraturium bahan bangunan dan tempat pengetesan tersebut harus disetujui oleh Tim Teknis / Konsultan Pengawas. 11. Untuk benda uji berbentuk silinder. 4. Apabila dalam pelaksanaan nanti ternyata bahwa mutu beton yang dibuat seperti yang ditunjukkan oleh benda uji kubusnya gagal memenuhi syarat spesifikasi. Percobaanpercobaan ini harus memenuhi syarat-syarat dalam Peraturan Beton Indonesia. 13. Untuk benda uji berbentuk kubus. Semua biaya untuk pembuatan dan percobaan benda uji kubus menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa Konstruksi. cetakan harus berbentuk bujur sangkar dalam segala arah dengan ukuran 15x15x15 cm dan memenuhi syarat dalam Peraturan Beton Indonesia. Mesin pengaduk yang tidak dipakai lebih dari 30 menit harus dibersihkan lebih dulu. Jika beton tidak memenuhi syarat-syarat pengujian slump. Benda uji kubus harus ditandai dengan suatu kode yang menunjukkan tanggal pengecoran. 6. 5. Laporan asli (bukan photo copy) hasil Percobaan harus diserahkan kepada Tim Teknis / Konsultan Pengawas segera sesudah selesai percobaan.d. . Pengambilan adukan beton. Pengecoran Beton. Prosedurnya harus memenuhi syaratsyarat dalam Peraturan Beton Indonesia. dengan jumlah sesuai dengan peraturan beton bertulang yang berlaku. percetakan benda uji kubus dan curingnya harus dibawah pengawasan Tim Teknis / Konsultan Pengawas. maka Tim Teknis / Konsultan Pengawas berhak meminta Penyedia Jasa Konstruksi supaya mengadakan percobaan-percobaan non destruktif atau bila perlu untuk mengadakan percobaan loading (Loading Test) atas biaya Penyedia Jasa Konstruksi.6. 7. sebelum adukan beton yang baru dimulai. Jika pengujian tekanan gagal maka perbaikan-perbaikan atau langkah-langkah yang diambil harus dilakukan dengan mengikuti prosedure-prosedure Peraturan Beton Indonesia atas biaya Penyedia Jasa Konstruksi. 1. Semua biaya-biaya untuk percobaan dan akibat-akibat gagalnya pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa Konstruksi. Pengujian. 14 dan juga untuk umur beton 28 hari. Percobaan/test kubus beton dilakukan untuk umur-umur beton 3. 8. 3. campuran adukan dan berat benda uji kubus tersebut. 2. Apabila gagal. dan Penyedia Jasa Konstruksi harus menyingkirkannya dari tempat pekerjaan. maka bagian pekerjaan tersebut harus dibongkar dan dibangun baru sesuai dengan petunjuk Tim Teknis / Konsultan Pengawas. 6. Pada umunya pengujian dilakukan sesuai dengan Peraturan Beton Indonesia. maka kelompok adukan yang tidak memenuhi syarat itu tidak boleh dipakai. Penyedia Jasa Konstruksi harus mengajukan permohonan izin pengecoran tertulis kepada Tim Teknis / Konsultan Pengawas minimum 3 (tiga) hari sebelum tanggal/hari pengecoran. Tim Teknis / Konsultan Pengawas berhak meminta setiap saat kepada Penyedia Jasa Konstruksi untuk membuat benda uji silinder atau kubus dari adukan beton yang dibuat. cetakan harus berbentuk silinder dengan ukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm dan memenuhi syarat dalam Peraturan Beton Indonesia. 7. Sebelum melaksanakan pekerjaan pengecoran beton pada bagian-bagian struktural dari pekerjaan beton. deviasi standard. Test Kubus Beton (Pengujian Mutu Beton). dengan mencantumkan besarnya kekuatan karakteristik. 10. termasuk juga pengujian-pengujian susut (slump) dan pengujian tekan (Crushing test). 9. 1.

2. Jika tidak ada persetujuan tertulis dari Tim Teknis / Konsultan Pengawas. atas biaya Penyedia Jasa Konstruksi sendiri. 4. 13. Permohonan izin pengecoran tertulis tersebut hanya boleh diajukan apabila bagian pekerjaan yang akan dicor tersebut sudah “siap” artinya Pemborong sudah mempersiapkan bagian pekerjaan tersebut sebaik mungkin sehingga sesuai dengan gambar dan spesifikasi. tidak diperkenankan untuk dipakai lagi. . sebelum alat-alat tersebut didatangkan ketempat pekerjaan. Penggunaan alat-alat pengangkut mesin harus mendapat persetujuan tertulis dari Tim Teknis / Konsultan Pengawas. Pengecoran harus dilakukan secara terus menerus (continue/tanpa berhenti). Penyedia Jasa Konstruksi harus menyiapkan vibrator-vibrator dalam jumlah yang cukup untuk masing-masing ukuran yang diperlukan untuk menjamin pemadatan yang baik. sehingga tidak memungkinkan adanya pengendapan agregat dan tercampurnya kotoran-kotoran atau bahan lain dari luar. pembersihan bekesting atau hal-hal lain yang tidak sesuai gambar-gambar & spesifikasi. 3. Pengecoran dilakukan selapis demi selapis dan tidak dibenarkan menuangkan adukan dengan menjatuhkan dari suatu ketinggian lebih dari 1. maka Penyedia Jasa Konstruksi akan diperintahkan untuk menyingkirkan /membongkar beton yang sudah dicor tanpa persetujuan tertulis dari Tim Teknis / Konsultan Pengawas. c. dan juga adukan yang tumpah selama pengangkutan.Izin pengecoran tertulis telah melewati 7 (tujuh) hari dari tanggal rencana pengecoran yang disebutkan dalam izin tersebut. Penyedia Jasa . yaitu memperlihatkan permukaan yang halus bila cetakan dibuka. Adukan beton harus secepatnya dibawa ketempat pengecoran dengan menggunakan cara (metode) yang sepraktis mungkin. 4. Semua alat-alat pengangkut yang digunakan pada setiap waktu harus dibersihkan dari sisa-sisa adukan yang mengeras.batu. Pengecoran beton tidak dibenarkan untuk dimulai sebelum pemasangan besi beton selesai diperiksa dan mendapat persetujuan tertulis dari Tim Teknis / Konsultan Pengawas. 6.Kondisi bagian pekerjaan yang akan dicor sudah tidak memenuhi syarat lagi misalnya tulangan. 5. 3. Pekerjaan beton yang telah selesai harus bebas kropos (honey comb).7. tanah dan lain-lain) dan dibasahi dengan air semen. Sebelum pengecoran dimulai. d. maka tempat-tempat yang akan dicor terlebih dahulu harus dibersihkan dari segala kotoran-kotoran (potongan kayu. Atas pertimbangan khusus Tim Teknis / Konsultan Pengawas dan pada keadaankeadaan khusus misalnya untuk volume pekerjaan yang akan dicor relatif sedikit/kecil dan sederhana maka izin pengecoran dapat dikeluarkan lebih awal dari 3 (tiga)hari tersebut. Adukan yang tidak dicor (ditinggalkan) dalam waktu lebih dari 15 menit setelah keluar dari mesin adukan beton. 2. cara mencampur dan mengaduk yang baik dan cara pengecoran yang cermat tidak diperlukan penggunaan sesuatu admixture. Beton yang dipadatkan dengan menggunakan vibrator dengan ukuran yang sesuai selama pengecoran berlangsung dan dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak merusak acuan maupun posisi/rangkaian tulangan. 1. b. Pada umumnya dengan pemilihan bahan-bahan yang seksama. Jika penggunaan admixture masih dianggap perlu.5 m yang akan menyebabkan pengendapan/pemisahan agregat.a. Pemadatan Beton. Izin pengecoran tertulis yang sudah dikeluarkan dapat menjadi batal apabila terjadi salah satu keadaan sebagai berikut : .

Beton yang keropos/bocor harus diperbaiki. 4.2) tersebut di atas tidak berlaku balok ring yang tidak menerus. Sambungan besi beton diperkenankan apabila panjang besi tidak cukup dalam rentang elemen struktur yang akan dipasang besi beton dan harus sesuai dengan SNI 03-28472002 dan persetujuan Tim Teknis/Pengawas. urutan pekerjaan harus diusulkan oleh Penyedia Jasa Konstruksi untuk mendapat persetujuan tertulis dari Tim Teknis / Konsultan Pengawas. dan besi beton harus dipasang menerus dari mulai ujung kantilever (lihat gambar kerja) tersebut sampai dengan minimal pada sepanjang bentang balok disebelahnya. Konstruksi beton secara natural harus diusahakan sekedap mungkin. Khusus untuk kolom. Posisi dan pengaturan siar pelaksanaan harus sesuai dengan peraturan beton yang berlaku dan mendapat persetujuan tertulis dari Tim Teknis / Konsultan Pengawas.5. 2. curing dan perlindungan atas beton harus lebih diperhatikan. permukaan dari beton lama supaya dibersihkan dengan seksama dan dikasarkan. Kotoran-kotoran disingkirkan dengan air dan menyikat sampai agregat kasar tampak. Beton harus dilindungi sejauh mungkin terhadap matahari selama berlangsungnya proses pengerasan. pengecoran harus dilakukan dalam pentahapan dengan pola papan catur. Konstruksi diminta terlebih dahulu mendapatkan persetujuan tertulis dari Perencana Struktur dan Tim Teknis / Konsultan Pengawas mengenai hal tersebut. Untuk itu Penyedia Jasa Konstruksi diharuskan memberitahukan nama perdagangan admixture tersebut dengan keterangan mengenai tujuan. 1. 13. dilapiskan merata seluruh permukaan. 1. nama pabrik produksi jenis bahan mentah utamanya. Sebelum pengecoran beton baru. Ketentuan I. Umumnya posisi siar pelaksanaan terletak pada 1/3 bentang tengah dari suatu konstruksi.8. Penyedia Jasa Konstruksi bertanggung jawab atas retaknya beton karena susut akibat kelalaian ini. 2. data-data bahan. “Calbond” harus 4. 3. Curing Dan Perlindungan Atas Beton.9. 5. Prosedure perbaikan beton yang keropos harus mendapat persetujuan Tim Teknis / Konsultan Pengawas. 2. Semua permukaan beton harus dijaga tetap basah terus menerus selama 14 hari. 13. Terutama pada pengecoran beton pada waktu cuaca panas. 3. 3. 1. mnyemprotkan air atau menggenangi dengan air pada permukaan beton tersebut. hujan atau aliran air dan perusakan secara mekanis atau pengeringan sebelum waktunya. Khusus pada daerah kantilever. maka sambungan tidak diperkenankan. . Setelah permukaan siar tersebut bersih.10. Sambungan. dan Penyedia Jasa Konstruksi tidak dikenakan biaya tambahan untuk perbaikan tersebut. Untuk pengecoran dengan luasan dan atau volume besar maka untuk menghindarkan/meminimalkan retak-retak akibat susut. cara-cara pemakaiannya resiko/efek sampingan dan keterangan-keterangan lain yang dianggap perlu. 13. Bentuk siar pelaksanaan harus vertikal dan untuk siar pelaksanaan yang menahan gaya geser yang besar harus diberikan besi tambahan/dowel yang sesuai untuk menahan gaya geser tersebut. Pembengkokan dan Penyetelan Besi Beton. pengeringan oleh angin. Siar Pelaksanaan dan Urutan / Pola Pelaksanaan. maka curing beton dapat dilakukan dengan cara menutupi dengan karung basah sedangkan untuk lantai selama 7 hari pertama dengan cara menutupi dengan karung basah.

6. Dalam hal ini dimana berdasarkan pengalaman Penyedia Jasa Konstruksi atau pendapatnya terdapat kekeliruan atau kekurangan atau perlu peyempurnaan pembesian yang ada maka Penyedia Jasa Konstruksi dapat menambah ekstra besi dengan tidak mengurangi pembesian yang tertera dalam gambar. Penyetelan besi beton harus dilakukan dengan teliti. Pembengkokan tersebut harus dilakukan oleh tenaga ahli. Pembengkokan besi harus dilakukan dengan hati-hati dan teliti/tepat pada posisi pembengkokan sesuai gambar dan tidak menyimpang dari maupun Peraturan Beton Indonesia. Pembesian harus ditunjang dengan beton atau penunjang besi. retak-retak. Penggantian Besi a. lemak. terpasang pada kedudukan yang teguh untuk menghindari pemindahan tempat. Untuk hal itu sebelumnya Penyedia Jasa Konstruksi harus membuat gambar pemengkokan baja tulangan (bending schedule). 13. diajukan kepada Tim Teknis / Konsultan Pengawas untuk mendapatkan persetujuan tertulis. dengan menggunakan alat-alat (Bar Bender) sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan cacat patah. Penyedia Jasa Konstruksi diwajibkan membuat gambar kerja (Shop Drawing) berupa penjabaran gambar rencana Pembesian Struktur. Ikatan dari kawat harus dimasukkan dalam penampang beton. Pemasangan rangkaian tulangan yaitu kait-kait. letak sambungan dan lain-lain harus sesuai dengan gambar standar penulangan. Jika Penyedia Jasa Konstruksi tidak berhasil mendapatkan diameter besi yang sesuai dengan yang ditetapkan dalam gambar.4. tidak boleh dengan api. 15. dan sebagainya. 10. 5. Beton decking harus digunakan untuk menahan jarak yang tepat pada tulangan. Apabila ada Keraguan tentang rangkaian tulangan maka Penyedia Jasa Konstruksi harus memberitahukan kepada Tim Teknis / Konsultan Pengawas / Perencana Struktur untuk klarifikasi. 9. . Sebelum pengecoran semua penulangan harus betul-betul bersih dari semua kotorankotoran. 11. Sebelum besi beton dipasang. Semua pembengkokan tulangan harus dilakukan dalam keadaan dingin. maka dapat dilakukan penukaran diameter besi dengan diameter yang terdekat dengan catatan : . 16. panjang penjangkaran. Pemasangan dan penyetelan berdasarkan peil-peil. 8. Penyedia Jasa Konstruksi harus mengusahakan supaya besi yang dipasang adalah sesuai dengan apa yang tertera pada gambar. sehingga tidak menonjol kepermukaan beton. c. kotoran serta bahan-bahan lain yang dapat mengurangi daya lekat. besi beton harus bebas dari kulit besi karat.Harus ada persetujuan tertulis dari Tim Teknis / Konsultan Pengawas. dan minimum mempunyai kekuatan beton yang sama dengan beton yang akan dicor. spacers atau besi penggantung lainnya sedemikian rupa sehingga rangkaian tulangan terpasang kokoh. b. overlap. 14. sesuai dengan gambar dan harus sudah diperhitungkan mengenai toleransi penurunannya. Usulan pengganti tersebut harus disetujui oleh Tim Teknis / Konsultan Pengawas. dan pemotongan harus dengan “Bar Cutter”. 12. Sebelum penyetelan dan pemasangan besi beton dimulai. 7. rencana kerja pemotongan dan pembengkokan besi beton (bending schedule) yang diserahkan kepada Tim Teknis / Konsultan Pengawas untuk mendapatkan persetujuan tertulis. Sengkang-sengkang harus diikat pada tulangan utama dan jaraknya harus sesuai dengan gambar dan panjang kait sesuai dengan SNI 03-2847-2002. Pemasangan selimut beton (beton decking) harus sesuai dengan gambar detail standard penulangan.kuat dan tidak bergerak saat dilakukan pengecoran beton.

1. Kolom Praktis dan Ring Balok untuk Dinding 1. a. b. 13. dinding-dinding luar bangunan dan bagian-bagian lain seperti ditunjukkan dalam gambar pelaksanaan. Penyedia Jasa Konstruksi tidak dibenarkan untuk membobok. Adukan biasa dengan campuran 1Pc : 4 Pasir. dengan ukuran minimal 13 cm x 13 cm. Untuk listplank bata dan dinding-dinding lainnya yang tingginya > 3 m harus diberi kolom praktis setiap jarak 3m dan bagian atasnya diberikan ring balok. 3. 2. 4. . jumlah luas penampang besi pada tumpuan juga tidak boleh lebih besar jauh dari pembesian aslinya. 13. dinding dengan luas yang lebih besar dari 9 m² dan dinding dengan tinggi lebih besar atau sama dengan 3 m harus diberi kolom-kolom praktis dan ring-ring balok. Digunakan untuk pasangan bata merah mulai dari ujung atas balok pondasi beton (slooft) sampai 30 cm diatas lantai dasar. Pasangan bata merah untuk sebagian besar dinding yang ada dalam bangunan ini seperti yang ada dalam gambar pelaksanaan. PASAL 14 PEKERJAAN PASANGAN DAN PLESTERAN 14. Tiap pertemuan dinding. Jenis Pasangan dan Penggunaannya.12. Digunakan untuk seluruh pasangan bata merah. 14. 2. Ukuran dan pembuatan lubang. panjang jangkar minimum 60 cm di bagian dimana bagian yang tertanam dalam bata dan kolom masing-masing 30 cm dan berdiameter 10 mm. Adukan khusus dengan campuran 1Pc : 3 Pasir. membuat lubang atau memotong konstruksi beton yang sudah jadi tanpa sepengetahuan dan ijin tertulis dari Tim Teknis / Konsultan Pengawas. pemasangan sparing dan sebagainya.2.11. pemasangan alat-alat didalam beton. Tidak ada Pekerjaan Tambah dan tambahan waktu pelaksanaan.- Jumlah luas besi di tempat tersebut tidak boleh kurang dari yang tertera dalam gambar. Penggantian tersebut tidak boleh mengakibatkan keruwetan pembesian ditempat tersebut atau didaerah overlapping yang dapat menyulitkan pembetonan atau pencapaian penggetar/vibrator. Ukuran dan tulangan kolom praktis dan ring balok seperti pada butir 2. Pasangan bata merah trasram untuk dinding-dinding ruang toilet. harus sesuai gambar atau menurut petunjuk-petunjuk Tim Teknis / Konsultan Pengawas. Khusus untuk balok induk. Setiap dinding yang bertemu dengan kolom harus diberikan penjangkaran dengan jarak antara 60 cm.1. Jenis Adukan yang digunakan a. Tulangan kolom praktis/ring balok adalah 4 Ø 12 mm dengan sengkang diameter 8 mm jarak 20 cm. serta digunakan dalam pemasangan keramik. Pemasangan Alat-Alat Didalam Beton. b.

14. pada waktu hujan lebat harus diberi perlindungan dengan penutup bagian atasnya dengan sesuatu yang memadai. Angkur-angkur dan pengikat. b.6.4. Jenis Plesteran yang digunakan a. Seluruh permukaan datar / rata tidak melengkung. Batu bata yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : 1. 5.Tidak diperbolehkan memakai potongan bata merah untuk bagian-bagian dinding kecuali untuk bagian dinding yang terpaksa harus menggunakan potongan. 3. sudut-sudutnya tidak tumpul.Pemasangan dinding tidak boleh diteruskan disatu bagian setinggi lebih dari 1 meter. semen dan pasir) yang digunakan untuk adukan harus memenuhi ketentuan seperti untuk bahan campuran beton dalam buku RKS ini ataupun dalam SKSNI T-14-1991-03. Pemasangan 1. . potongan yang diperbolehkan untuk maksud tersebut tidak boleh lebih kecil dari 1/2 bata merah. . Pasangan Bata merah.Masing-masing bata merah dipasang dengan nat/jarak : 1 cm. tanpa cacat/berlubang ataupun mengandung kotoran. Perlindungan Bagian dinding atau pasangan batu kali yang sudah terpasang dan terkena udara terbuka. b.3. Kualitas Bahan yang digunakan a. 6. . 14. Bahan yang digunakan untuk pekerjaan ini harus mendapat persetujuan dari Pengawas Lapangan. 2. diberi dasar adukan pengikat dengan baik. Mempunyai sifat kondisi rendah.5. . Bahan untuk adukan. Bata merah. c. split dll). Digunakan untuk permukaan-permukaan finishing sponingan dan profilan 14. plesteran dan acian. . Ukuran seragam dengan standard nominal. Bata Merah. c.Dinding harus dipasang/didirikan dengan ketebalan dan ketinggian sesuai gambar rencana. 4. Batu bata harus baru. Bahan campuran (air. 14. dan terbuat dari campuran tanah liat + pasir yang dibakar dan mencapai kematangan sesuai standard dan disetujui pengawas. Digunakan untuk permukaan-permukaan dinding pasangan bata merah. sifat isolasi suara dan penetrasi air yang rendah. kerikil. d. Bilamana terdapat bahan yang tidak dapat sesuai Standard tersebut diatas maka Direksi dapat menentukan jenis-jenis lain yang ada dipasaran lokal dengan persyaratan-persyaratan yang ditentukan. pemborong terlebih dahulu harus menyerahkan contoh-contoh bahan yang akan digunakan (Batu kali. Mutu setaraf produksi/lokal dengan persetujuan Direksi. Perawatan Dinding pasangan batu bata dan pasangan batu kali harus dibasahi terus menerus selama paling sedikit 7 hari setelah didirikan. Plesteran biasa dengan campuran 1Pc : 4 Psr. Syarat Pemasangan a. Contoh-contoh Bahan Sebelum memulai pekerjaan pasangan. Plesteran khusus dengan campuran 1Pc : 1 Psr.

M. 15. ukuran dan diameter sesuai dengan kebutuhan.5x9mm  Kap besi IWF 300x150x6. 15 PEKERJAAN ATAP 15.T. A53 type E atau S. Kolom Beton/Tulangan Praktis. Setiap hubungan antara dinding bata merah dengan permukaan beton. perlengkapan dan penutup atap dan alat-alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan hingga tercapainya hasil pekerjaan yang baik dan sempurna. bentuk profil. Untuk dinding dengan luasan minimal 9 m2 diharuskan pelaksanaan dengan perkuatan kolom beton praktis dan balok latei dengan tulangan sesui gambar pelaksanaan.5x9mm  Regel Besi IWF 300x150x6.e. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. (1) Kecuali kalau diatur secara tersendiri. penyediaan tenaga kerja beserta alat / bahan lain yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan.3. (2) Kecuali kalau diatur secara tersendiri pipa-pipa untuk konstruksi dengan las harus dari baja karbon yang memenuhi A. Permukaan dinding yang dihasilkan oleh plesteran dan acian harus benar-benar verikal. b. (3) Kecuali kalau diatur secara tersendiri bahan-bahan harus memenuhi spesifikasi "American Institute of Steel Construction (AISC)" dan PPBBI Mei 1984.S. A36 atau yang setara dan harus mendapat persetujuan.M. dan pemasangan seluruh rangka kuda-kuda sampai siap dipasangi bahan penutup atap. 2. sesuai dengan Surat Kontrak Kerja. Rangka atap/kuda-kuda dibuat oleh tukang yang ahli sehingga mendapatkan hasil yang rapi dan kokoh 3. Persyaratan bahan  Pek. bahan-bahan. Besi Konstruksi Atap :  Kolom besi IWF 300x150x6. BAHAN/PRODUK BESI KONSTRUKSI a. pembuatan (fabrikasi). f. Bahan struktur/konstruksi.3 mm  Angkur dan Baut  Talang datar 15. harus diberi angkur yang dibuat dari besi beton dengan bentuk. rata. PASAL.5x9mm  Plat plendes tebal 8 mm  Plat buhul tebal 8 mm  Plat Pengaku Tebal 8 mm  Trak Stank dan Sagrot Kuda Kuda Besi Beton 12 mm  Jarum Gording Besi Beton Diameter 12 mm  Gording Baja Channelips 125x50x20x2. Permukaan beton yang berhubungan dengan dinding bata harus dikasarkan dengan alat yang sesuai agar adukan dinding dapat melekat. Pengikat-pengikat : baut-baut. datar. pelat dan kisi-kisi untuk tujuan semua konstruksi dinuat atau di las harus baja karbon yang memenuhi persyaratan A.T. Pekerjaan meliputi pegukuran (sebelum fabrikasi) bentang balok-balok tumpuan di lapangan. mur-mur/sekerup-sekerup dan ring-ring harus sebagai berikut : .S.1.2. Lingkup Pekerjaan 1. pengangkutan kuda-kuda dan bahan lain terkait sampai ke lokasi proyek. tidak melengkung atau begelombang.

lemak dan kotoran-kotoran lainnya. Penyambungan bagian-bagian konstruksi baja harus dilakukan dengan las listrik serta tukang lasnya sudah melalui ujian (test) dan harus memiliki ijazah yang menetapkan kualifikasi serta jenis pengelasan yang diperkenankan kepadanya. PELAKSANAAN BAJA KONSTRUKSI  Pengelasan a. c. Bagian konstruksi yang segera akan di las harus dibersihkan dari bekas-bekas cat. c. Pada pekerjaan las.4. spesifikasi ini menentukan. g. (4) Ring-ring bulat untuk baut biasa harus memenuhi A. d. (2) Lapisan seng : baja terlapis seng harus memenuhi ASTM A123. type A. Bahan-bahan las : bahan-bahan las harus memenuhi persyaratan dari "American Welding Society" (AWS D1. rusak atau retak harus dibuang sama sekali. Pekerjaan pengelasan harus dibawah pengawasan personil yang memiliki persiapan teknis untuk pekerjaan tersebut. hanya boleh dilakukan setelah dipersiksa bahwa hubungan-hubungan yang akan dilas sudah sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku untuk konstruksi itu. Dalam hal ini ada pertentangan. 15. yaitu bahan yang belum pernah dipergunakan untuk konstruksi lain sebelumnya dan harus disertai surat dukungan/ sertifikat dari produsen/ distributor atau pabrik.N. maupun bidang2 benda kerja harus dibersihkan dari kerak (slag) dan kotoran lainnya.(1) Untuk sambungan bukan baja ke baja : Pengikat-pengikat harus dari baja karbon yang memenuhi persyaratan ASTM A370 dan harus digalvani. (3) Untuk sambungan logam yang berlainan (tidak sama) pengikat-pengikat harus baja tahan korosi memenuhi persyaratan ASTM A276 type 321 atau type lainnya dari baja tahan korosi. B27. (2) Untuk sambungan baja ke baja : Pengikat-pengikat harus baja karbon yang memenuhi persyaratan ASTM A325 dan atau : ASTM A490 dan harus terlapis Cadmium. maka lapisan yang terdahulu harus dibersihkan dari kerak (slag) dan percikan-percikan logam sebelum memulai dengan lapisan las yang baru.0-69 : Code for Welding in Building Construction). f. b. karat. (1) Baut angkur dan sekrup-sekrup/mur-mur harus memenuhi persyaratan ASTM A36 atau A325. Lapisan las yang berpori-pori. maka sebelum mengadakan las ulangan. Semua bahan baja yang dipergunakan harus merupakan bahan baru.S. Kedudukan konstruksi baja yang segera akan di las harus menjamin situasi yang paling aman bagi pengelas dan kualitas hasil pengelasan yang dilakukan. Pengelasan konstruksi baja. harus terlindung dari hujan dan angin kencang. h.I. baik bekas lapisan pertama. . e. Tempat pengelasan dan juga bidang konstruksi yang di las. Pada pekerjaan. Lapisan seng untuk produksi uliran sekrup harus memenuhi ASTM A153. Peraturan-peraturan dan standar atau publikasi yang dipakai Peraturan-peraturan dan standar dibawah ini atau publikasi yang dapat dipakai harus dipertimbangkan serta merupakan bagian dari spesifikasi ini. Pengelasan konstruksi baja harus sesuai dengan gambar konstruksi. dimana akan terjadi banyak lapisan las. (3) Baut dan mur yang tidak terlapis (unfinished) harus memenuhi ASTM A307 dan harus biasanya type segi enam (hexagon-bolt type). dan harus mengikuti prosedur yang berlaku seperti AWS atau AISC Spesification. (1) Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia (PPBBI) Mei 1983. e. d.

16.2. dengan tebal minimum 2. pengangkutan material dilokasi sampai dengan terpasang dengan baik. c. Cat dasar adalah cat zink chromate buatan Danapaints atau setara. Standard : Memenuhi Standard Nasional Indonesia BJTTAS – 40 6. 55% Aluminium dan 1. Cat akhir adalah enamel paint buatan Danapaint atau setara dan pengecatan dilakukan 2 kali di lapangan.5 cm. 2. kecuali bila dinyatakan lain dalam gambar atau spesifikasi arsitektur. Bahan dasar Atap Aluminium dari perpaduan 43. Lubang baut untuk baut harus dilaksanakan dengan bor. Dibagian bawah dari base plate dan/atau seperti yang tertera pada gambar harus di grout dengan bahan setara "Master Flow 713 Grout".53 kg/m2 d.40 mm b.   Lubang-lubang baut a. Lubang baut harus lebih besar 2. Cara pemakaian harus sesuai spesifikasi pabrik.1.0 mm dari pada diameter luar baut. Sambungan Untuk sambungan komponen konstruksi baja yang tidak dapat dihindarkan berlaku ketentuan sebagai berikut : a. Semua bahan konstruksi baja harus di cat.17 kg / m e. 3. Pewarnaan dengan sistem lapisan Primer yang bermutu tinggi.45 mm c. Semua bahan yang dipergunakan harus baru. Pemasangan percobaan/Trial erection Pengecatan a. b. Lingkup Pekerjaan  Meliputi penyediaan bahan material atap.5% zinc. Bahan yang digunakan adalah Zincalume yang sudah SNI. Berat per satuan panjang : 3. Tebal Total : 0. Seng gelombang 5. . BAHAN/PRODUK 1. PASAL 16 PEKERJAAN PENUTUP ATAP 16. Berat : 4. dan pengecatan dilakukan satu kali di pabrik dan satu kali di lapangan. Pembuatan lubang baut harus dilaksanakan di pabrik dan harus dikerjakan dengan alat bor. b. Untuk lubang baut kekuatan tinggi/high strenghbolt permukaan baja tidak boleh di cat. yang belum pernah dipergunakan sebelumnya dan harus disertai sertifikat/ surat dukungan dari produsen/ distributor atau pabrik. d.5 silikon sebagai pelapis pelindung yang tahan terhadap korosi. Semua penyambung profil baja harus dilaksanakan dengan las tumpul/full penetration butt weld. Hanya diperkenankan satu sambungan. a. Genteng glassur kebumen 4. Total Bahan Dasar : 0. lengkap dengan peralatan dan alat bantunya. Baja yang akan ditanam di dalam beton tidak boleh di cat. U M U M 1.

2. dan memasangnya sesuai dengan spesifikasi yang dikeluarkan oleh pabrik. tidak terbuat dari bahan bekas. bahan-bahan. dengan kemiringan minimal 5  Setiap lembaran atap aluminium dibutuhkan 4 buah sekrup untuk setiap gording. .  Pihak Kontraktor agar menyerahkan contoh bahan yang akan digunakan. Persyaratan Bahan 1.  Pihak Kontraktor agar menyerahkan contoh bahan yang akan digunakan. Seng gelombang :  Pemasangan atap aluminium ini agar dilaksanakan tanpa sambungan. dari produk sekualitas ALEXINDO atau produk lain yang disetujui Tim Teknis. Persyaratan bahan yang digunakan harus memenuhi uraian syarat-syarat dan spesifikasi dari pihak pabrik pembuatnya. Menyediakan tenaga kerja.  untuk pemasangan dilakukan sesuai dengan anjuran pabrikan PASAL.16. Galvalume :  Pemasangan atap aluminium ini agar dilaksanakan tanpa sambungan. peralatan termasuk alat-alat bantu dan alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan sehingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang baik dan sempurna. Aluminium : ukuran 4” tebal lapisan cat allumunium 18 micron 3. Pekerjaan pembuatan kusen aluminium meliputi seluruh detail yang dinyatakan / ditunjukkan dalam gambar serta shop drawing dari Kontraktor. Kusen dari bahan aluminium sesuai SNI.1 Lingkup Pekerjaan 1.  Letak genteng saling berkaitan. dengan kemiringan minimal 5  Setiap lembaran atap aluminium dibutuhkan 4 buah sekrup untuk setiap gording. 2.  Pihak Kontraktor agar menyerahkan contoh bahan yang akan digunakan.3. Genteng :  Pemasangan atap aluminium ini agar dilaksanakan dengan rapi. dan memasangnya sesuai dengan spesifikasi yang dikeluarkan oleh pabrik. 2. 17 PEKERJAAN KUSEN ALLUMINIUM 17.  untuk pemasangan dilakukan sesuai dengan anjuran pabrikan  b. 17.  Letak sekrup pada gording pada puncak gelombang. Warna profil : warna coklat (dark brown) 5.  Letak sekrup pada gording pada puncak gelombang. Pekerjaan ini meliputi : a. Nilai deformasi : diijinkan maksimal 2 mm 4. Pembuatan kusen pintu dan jendela Alumunium warna coklat kualitas baik sesuai petunjuk gambar perencanaan. dengan kemiringan minimal 30  Jangan sampai ada sambungan genteng yang berongga. dan memasangnya sesuai dengan spesifikasi yang dikeluarkan oleh pabrik. b. PELAKSANAAN a.  untuk pemasangan dilakukan sesuai dengan anjuran pabrikan c.

Kemudian pada waktu fabrikasi unit-unit jendela.3. 18 PEKERJAAN ALAT PENGGANTUNG DAN PENGUNCI 18. 2 hak angin. pengikat alat penggantung yang dihubungkan dengan aluminium harus ditutup caulking dan sealant. profil harus diseleksi lagi warnanya sehingga dalam setiap unit didapatkan warna yang sama. 17. PASAL. 3) Pintu double dilengkapi grendel tanam atas 30 cm dan bawah 15 cm dan semua pintu. 2) Setiap daun jendela dipasang 2 engsel.1. 1 spring kneep. 7. 3. Bahan Finishing Treatment untuk permukaan kusen jendela dan pintu diberi lapisan finishing dengan cat khusus untuk alluminium sebanyak 2 kali. . Semua anak kunci harus dilengkapi dengan tanda pengenal. Pemasangan alat-alat gantung untuk Daun pintu/jedela dari bahan kayu seperti engsel pintu nylon arch 5". 8. Accessories Sekrup dari galvanized seel mutu Hotdeep kepala tertanam. Persyaratan Bahan 1. Seluruh bagian aluminium berwarna harus datang di tapak dilengkapi dengan pelindung dan baru diperkenankan dibuka sesudah mendapat persetujuan dari Tim Teknis. dengan lapisan zinc tidak kurang dari 13 mikron sehingga tidak dapat bergeser. Bila terjadi perubahan atau penggantian „hardware‟ akibat dari pemilihan merk. kunci tanam sekualitas Kend atau SES (asli) 2 x putar. kunci kamar mandi sekualitas Solid. Untuk keseragaman warna. Semua „hardware‟ yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam buku spesifikai teknis. Perlengkapan kunci dan pegangan kunci a.3. weather strip dari vinyl. 2.2. drill sedemikian rupa sehingga diperoleh hasil yang telah dirangkai untuk jendela bukaan dan pintu mempunyai toleransi ukuran tinggi dan lebar 1 mm dan untuk diagonal 2mm. 2. Khusus untuk pintu utama dipakai handle pintu yang agak besar pada masing-masing daun pintu. Perlengkapan Pintu dan Jendela 1. Untuk semua pintu dilengkapi dengan kunci 2x putaran dengan kualitas baik dan handel pintu. diisyaratkan sebelum proses fabrikasi warna profil harus diseleksi secermat mungkin. mesin punch. kontraktor wajib melaporkan hal tersebut kepada Tim Teknis dan Pengawas Lapangan untuk mendapatkan persetujuan. Lingkup Pekerjaan 1. 9. dan handel jendela : 1) Setiap pintu dipasang 3 (tiga) buah engsel. 18. bahan-bahan.6. engsel pintu jendela 3". Semua Asesories yang digunakan untuk pekerjaan aluminium harus sesuai standar kusen almunium 18. Pemasangan alat penggantung dan pengunci dilakukan meliputi seluruh pemasangan pada daun pintu dan jendela seperti yang ditunjukkan/disyaratkan dalam detail gambar. Pemotongan profil aluminium menggunakan mesin potong. 4. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. Konstruksi kusen alluminium mengikuti spesifikasi teknis yang dikeluarkan oleh pabrik pembuatnya termasuk accessories yang akan dipergunakan. pintu dan lain-lain. perlengkapan daun pintu/jendela dan alat-alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan hingga tercapainya hasil pekerjaan yang baik dan sempurna. Ankur untuk rangka/kusen aluminium terbuat dari steel plate tebal minimal 2 mm.

19. Bidang-bidang tersebut akan dijadikan contoh pilihan warna. 19 PEKERJAAN PENGECATAN 19. barulah kontraktor melanjutkan dengan pembuatan mock up. c. Kontraktor harus menyiapkan contoh pengecatan tiap warna dan jenis cat pada bidang transparan ukuran 30x30 cm². Hak angin/kait angin yang dipergunakan adalah hak angin/kait angin biasa merk dalam negeri.2.2. Jika contoh-contoh tersebut telah disetujui secara tertulis oleh Tim Teknis dan Pengawas Lapangan. dengan warna dan bahan yang sesuai dengan petunjuk Perencana. Standar Pengerjaan (Mock Up) 1. bidang-bidang ini akan dipakai sebagai standar minimal keseluruhan pekerjaan pengecatan. Bidang-bidang yang akan dipakai sebagai mockup ini akan ditentukan oleh Tim Teknis dan Pengawas Lapangan. Pekerjaan Hak Angin/Kait Angin 1). atau sesuai petunjuk Tim Teknis dan Pengawas Pekerjaan engsel a. 2. material dan cara pengerjaan. Persiapan permukaan yang akan dicat. 3. Setiap daun jendela jungkit diberi 2 buah hak angin/kait angin.3. Pekerjaan untuk patch fitting 1) Khusus untuk pintu-pintu tertentu yang diharuskan selalu tertutup. Untuk jendela menggunakan engsel type kupu-kupu dengan ring nylon ukuran 3” dipasang sekurang-kurangnya 2 (dua) buah untuk setiap daun jendela. Untuk daun jendela kaca dipakai handle pengunci c. pemborong harus melakukan pengecatan pada satu bidang untuk tiap warna dan jenis cat yang diperlukan. Dan pada bidang-bidang tersebut harus dicantumkan dengan jelas warna. Pengecatan permukaan dengan bahan-bahan yang telah ditentukan. b. Untuk seluruh daun pintu menggunakan engsel pintu type kupu-kupu dengan ring nylon ukuran 4” dipasang sekurang-kurangnya 3 (tiga) buah untuk setiap daun pintu dengan menggunakan sekrup kembang dengan warna yang sama dengan warna engsel. Dipasang setinggi 90 cm dari lantai. d.1. formula cat. b. Jika masing-masing bidang tersebut telah disetujui oleh Tim Teknis dan Pengawas Lapangan dan perencana. Sebelum pengecatan dimulai. texture. 2). Lingkup Pekerjaan 1. Semua bidang contoh tersebut harus diperlihatkan kepada Tim Teknis/ Pengawas Lapangan. untuk pengecatan permukaan discrat/digosok lalu dibersihkan dari sisa-sisa kotoran. dipasang pada bagian kanan dan kiri atau sesuai petunjuk Tim Teknis dan Pengawas Lapangan. 19. Contoh dan Bahan 1. Jumlah engsel yang dipasang harus diperhitungkan beban berat daun pintu. Pengecatan semua permukaan dan area yang ada dalam gambar yang tidak disebutkan secara khusus. 2) Teknik dan cara pemasangan mengikuti spesifikasi teknis yang dikeluarkan oleh pabrik pembuatnya. jumlah lapisan dan jenis lapisan (dari cat dasar s/d lapisan akhir). Semua kunci-kunci terpasang dengan kuat pada rangka daun pintu. PASAL. tiap engsel memikul maksimal 20 Kg. 3) Penempatan dan pemasangan patch fitting ini sesuai dengan gambar atau atas petunjuk dari TimTeknis/Konsultan Pengawas. 2. 2. .

2. 4. Pekerjaan plamur dilaksanakan dengan menggunakan pisau plamur dari plat baja tipis dan lapisan plamur dibuat setipis mungkin sampai membentuk bidang yang rata. 6. warna. tidak ada retak-retak dan pemborong meminta persetujuan kepada Tim Teknis dan Pengawas Lapangan. 9. licin. 19. untuk kemudian diserahkan kepada Pemberi Tugas. Ukuran : 40 x 40 cm (untuk lantai kios dan jalan antar los) Spesifikasi : Tekstur. Setelah pengerjaan cat selesai.3. Lingkup Pekerjaan.2. plesteran sudah harus betul-betul kering. Selanjutnya semua metode/prosedur sama dengan pengecatan dinding dalam pasal ini. minimal 5 galon tiap warna dan jenis cat yang dipakai. Cat ini akan dipakai sebagai cadangan untuk perawatan oleh Pemberi Tugas. warna ditentukan kemudian. bidang dinding merupakan bidang yang utuh. Pekerjaan Cat Langit-langit (Plafond) 1.1. Kontraktor harus menyerahkan kepada Tim Teknis dan Pengawas Lapangan. khususunya untuk diseleksi kwalitas. Pekerjaan lantai KM/ WC Ukuran : 30 x 30 cm kasar . 5. tidak ada bagian yang belang dan bidang dinding dijaga terhadap pengotoran-pengotoran. Untuk semua dinding luar bangunan digunakan cat jenis Weathercoat / Weathershield setara/sekualitas Mowilex. Yang termasuk pekerjaan cat langit-langit adalah langit-langit gypsum atau bagian lain yang ditentukan gambar. setara/ sekualitas Platinum/ KIA/ Roman. 7. kemudian dibersihkan sampai betul-betul bersih. b. a. 20 PEKERJAAN LANTAI DAN DINDING 20. kontraktor diharuskan menggunakan kaleng-kaleng dengan nomor pencampuran (batch number) yang sama. c. Untuk semua dinding dalam bangunan digunakan cat jenis setara/sekualitas Catylac. Yang termasuk pekerjaan cat dinding adalah pengecatan seluruh permukaan plesteran bangunan dan/atau bagian-bagian yang lain ditentukan gambar.5. Toleransi ukuran <1% & penyerapan air tidak lebih dari 1% Warna : ditentukan kemudian c. Sesudah 7 (tujuh) hari plamur terpasang. Kaleng-kaleng cat tersebut harus tertutup rapat dan mencantumkan dengan jelas identitas cat yang ada didalamnya. Sebelum dinding diplamur. 19. tesktur. Pekerjaan ini meliputi pengadaan bahan peralatan dan semua pekerja yang berhubungan dengan pekerjaan penyelesaian lantai sesuai dengan gambar kerja dan RKS. 2. Pemborong diharuskan memberikan contoh-contoh bahan lantai yang akan dipasang. Untuk warna-warna yang sejenis. Lapisan pengecatan dinding dilakukan sebanyak 3x (tiga kali) dengan kekentalan cat sebagai berikut : Lapisan I encer (tambahan 20 % air) Lapisan II kental Lapisan III encer 8. 3.4. Pekerjaan lantai dan dinding yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut : c. 3. rata. Selanjutnya dinding dicat dengan menggunakan roller. Pekerjaan Cat Dinding 1.1. warna ditentukan Tim Teknis dan Pengawas Lapangan setelah melakukan percobaan pengecatan. bahan lantai untuk mendapat persetujuan dari Direksi Lapangan. Cat yang digunakan cat tembok setara/sekualitas Catylac. PASAL.

hingga betul-betul bersih.2.Spesifikasi : setara/sekualitas Platinum / KIA / Asia tile. terlebih dahulu dilapisi waterprofing cair. 21 PEKERJAAN LANGIT-LANGIT (PLAFOND) 21. i. Bahan yang akan dipasang adalah yang telah diseleksi dengan baik. a. retak dan hasil bergelombang. warna ditentukan kemudian c. retak maupun cacat. Keramik/granit yang sudah terpasang harus dibersihkan dari segala macam noda pada permukaan keramik. tidak membentuk garis lurus. j. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. Toleransi ukuran <1% & penyerapan air tidak lebih dari 1% Warna : 2 motif terang dan gelap. . 2. Sebelum pemasangan keramik untuk Toilet (lantai dasar). Keramik/granit yang sudah terpasang harus dihindarkan dari sentuhan/beban selama 3 x 24 jam dan dilindungi dari kemungkinan cacat akibat dari pekerjaan lain. Pemotongan keramik/granit harus dilakukan dengan menggunakan mesin potong bekas potongan harus digerindas dan diampelas sampai halus dan rata. perlengkapan dan penutup atap dan alat-alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan hingga tercapainya hasil pekerjaan yang baik dan sempurna. PASAL. setara/sekualitas Platinum / KIA / Asia tile.3. h. Pemasangan. pemborong harus mengganti / mengulangi pekerjaan dengan biaya ditanggung sendiri oleh pemborong. Toleransi ukuran <1% & penyerapan air tidak lebih dari 1% Warna : ditentukan kemudian c.4 Pekerjaan meja los basah Ukuran : 20 x 20 cm Spesifikasi : setara/sekualitas Platinum / KIA / Asia tile.5 Pekerjaan batu tempel Ukuran : menyesuaikan lapangan Spesifikasi : dari batu tempel hitam maupun bata terakota maupun batu palimanan Warna : ditentukan kemudian 20. Bahan keramik/ granit sebelum dipasang harus direndam dalam air bersih (Tidak mengandung asam alkali) sampai jenuh. Lingkup Pekerjaan 1. Pekerjaan keramik dinding KM/ WC Ukuran : 20 x 25 cm Spesifikasi : Motif. c. b. g. Bahan pengisi adalah grout semen berwarna yang sesuai dengan warna keramik yang digunakan. Adukan pasangan/pengikat dengan adukan campuran 1Pc:3Ps. Pekerjaan pemasangan lantai / dinding bisa dimulai dan dilaksanakan apabila pemborong telah membawa contoh-contoh dan telah disetujui. Perlu dihindari pemotongan keramik yang < 1/2 x lebar/panjang ukuran standard. tidak ada bagian yang gompal. bentuk dan ukuran masing-masing unit sama. d.1.. e. f. bahan-bahan. Toleransi ukuran <1% & penyerapan air tidak lebih dari 1% Warna : ditentukan kemudian c. Pekerjaan langit-langit ini meliputi seluruh pemasangan langit-langit (plafond) seperti yang ditunjukkan/dinyatakan dalam detail gambar. Apabila hasil pemasangan keramik/granit tile tidak rapih.

seluruh permukaan harus rata. Kawat penggantung dilengkapi 2. Rangka Langit-langit a. b.60 mm. Penutup Plafond menggunakan bahan papan gypsum sekualitas Jayaboard atau Elephant dengan ketebalan 9 mm. Rangka plafond memakai bahan yang terdiri dari besi hollow ukuran (20/40 & 40/40)mm tebal 1. Tidak ada bagian yang bergelombang dan batang-batang rangka harus saling tegak lurus. Setelah terpasang gypsum-board maupun kalsiboard harus lurus. c. b. Pemasangan dengan cara yang diperbolehkan oleh pabrik pembuatnya dan sambungan antar unit-unit harus merupakan garis-garis lurus yang beraturan dan membentuk bidang permukaan yang rata. lurus dan rata. Rangka plafond a. Persyaratan Bahan 1. bentuk dan ukuran tiap unit harus sama dan tidak cacat-cacat dan telah mendapat persetujuan dari Tim Teknis/ Pengawas Lapangan. Penutup plafond menggunakan bahan Kalsiboard tebal minimal 3 mm sekualitas KalsiGresik. untuk plafond KM/WC dan plafond luar bangunan.21. Syarat Pelaksanaan 1. d. dikaitkan pada rangka aluminium sedemikian rupa sehingga betul-betul kuat. Penutup plafond Kecuali ditentukan lain dalam gambar rencana. 21. waterpass atau tidak bergelombang. 2. rangka langit-langit terbuat dari bahan besi hollow ukuran (20/40 & 40/40)mm tebal 1. Semua batang profil untuk rangka langit-langit telah diseleksi dengan baik. b. Kecuali pada gambar rencana tertulis lain. Bahan gypsum board dan kalsiboard yang dipasang adalah yang telah dipilih dengan baik. Bahan penutup langit-langit terbuat dari gypsum-board tebal 9 mm dan kalsiboard tebal minimal 3 mm adalah produksi dalam negeri yang ada di pasaran dengan ukuran sesuai dengan detail gambar. Setelah seluruh rangka langit-langit terpasang.3. Pemasangan Penutup Langit-Langit a.2. Rangka langit-langit yang digantung pada rangka kuda-kuda baja ringan. e. d. Pada bagian tepi (antara plafond dan dinding) diberi list tepi profil 10 cm dari bahan gypsum untuk plafond gypsum difinish cat. . Sambungan antar papan gypsum (naat) diberi bahan gypsum (cornice) yang kemudian diratakan sampai halus sehingga berbentuk permukaan yang halus dan rata. penutup langit-langit (plafond) terbuat dari : a. c. Seluruh rangka langit-langit digantung pada plat beton (kecuali rangka kuda-kuda baja ringan) dikaitkan pada plat besi yang dipaku ramset ke plat beton/balok beton.60 mm. c. d. b. lurus dan waterpass.

PEMBUATAN SEPTICTANK DAN RESAPAN 1. Pemasangan dan penempatan septictank dan resapan ini dapat dilihat pada gambar rencana. siku. 3. waterpass. 22. dipasang lengkap dengan peralatan-peralatan yang diperlukan sehingga sistem secara keseluruhan dapat difungsikan sebagaimana mestinya. kecuali kran dinding dalam dengan chromed finish menggunakan setara/sekualitas INA (mengajukan contoh). tidak ada bagian yang gompal. 2) Kloset beserta kelengkapannya yang dipasang yang telah diseleksi dengan baik. . Krankran tembok dipakai yang berleher panjang dan mempunyai ring dudukan yang harus dipasang menempel pada dinding.3. 22. PERALATAN SANITARY 1. 2. Pekerjaan floor drain dan clean out 1) Floor drain dan clean out yang digunakan adalah yang bermutu baik. dipasang lengkap dengan peralatan-peralatan yang diperlukan sehingga sistem secara keseluruhan dapat difungsikan sebagaimana mestinya. sambungan-sambungan pipa tidak boleh ada kebocoran-kebocoran. Pekerjaan kloset 1) Kloset jongkok berikut segala kelengkapannya yang dipakai adalah kloset jongkok warna putih setara/sekualitas INA atau AMERICAN STANDART. 2) Bak resapan untuk limbah berbahaya dari konstruksi pasangan batu bata. 3. retak atau cacat lainnya dan telah disetujui oleh Tim Teknis dan PengawasLapangan. Kecuali dinyatakan lain maka ukuran-ukuran maupun penempatan disesuaikan dengan gambar rencana. Semua noda-noda harus dibersihkan. 2. Pekerjaan pembuatan/pengadaan septictank dan resapan ini pada garis besarnya meliputi : 1) Pembuatan Septictank dan resapannya dari konstruksi pasangan batu bata. Ketentuan Umum Pekerjaan Septictank dan resapannya ini terkait dengan sistem pembuangan / saluran air kotor. 2) Floor drain dan clean out dipasang pada tempat-tempat yang ditunjukkan dalam gambar. letak dan ketinggian sesuai gambar. Ukuran disesuaikan keperluan masing-masing sesuai gambar plumbing dan brosur alat-alat sanitair. Penempatan dan ukuran-ukuran (perencanaan) 4. penempatannya harus sesuai dengan gambar-gambar untuk itu. Pekerjaan kran air 1) Semua kran yang dipakai. lobang 2” dilengkapi dengan siphon dan penutup berengsel untuk floor drain dan dopverchroom dengan drad untuk clean out. 3) Kloset harus terpasang dengan kokoh. Persyaratan bahan dan pelaksanaan mengikuti persyaratan-persyaratan masing-masing bahan dan pekerjaan pada pasal-pasal sebelumnya. 2) Kran-kran harus dipasang pada pipa air bersih dengan kuat. Pemasangan dan penempatan bak air ini dapat dilihat pada gambar rencana.PASAL 22 PEKERJAAN SANITARY 22.2.1. PEMBUATAN/PENGADAAN BAK AIR BERSIH DAN PERLENGKAPAN Pekerjaan pengadaan dan pemasangan bak air bersih ini terkait dengan sistem pendistribusian air bersih.

tanpa cacat dan disetujui Tim Teknis dan Pengawas Lapangan. dipergunakan block dengan ukuran tidak kurang dari 25 % dari ukuran utuh. Pekerjaan paving K200 dan kanstin cetak ditempat 23. dipergunakan aggregate halus dengan ukuran 10 mm dan mortar kering untuk celah yang lebih kecil. 6) Setelah floor drain dan clean out terpasang harus rapi. 23. pemasangan block harus dilakukan dari bagian terendah kebagian yang lebih tinggi. alkali organik. 5) Hubungan pipa metal dengan beton/lantai menggunakan perekat beton kedap air. kering dan terlindung dari minyak dan noda.  Pola pemasangan dan warna agar dibuat sesuai gambar. 5.3) Floor drain dan clean out yang dipasang telah diseleksi dengan baik.1. menggunakan alat kecil dengan bentuk dan ukuran sesuai ukuran floor drain tersebut. Bahan Pekerjaan Paving  Paving block harus diletakkan berhimpitan satu dengan lainnya dengan pola sesuai gambar lansekap di atas urugan pasr yang belum dipadatkan tapi sudah selesai diratakan. 4) Pada tempat-tempat yang akan dipasang floor drain. Portland Cement : jenis semen dari merk Tiga Roda. untuk itu diperlukan pemasangan snar pada 2 arah yang saling tegak lurus untuk mengontrol letak dan ikatan antar block. Kontraktor wajib membuat gambar kerja untuk pola didaerah-daerah khusus. Lebar celah antar block tidak boleh lebih dari 4 mm. . Lingkup Pekerjaan 1.  Cara meletakkan block dan pengisian celah antara : Dalam memasang block harus diusahakan agar untuk pengisian celah antara block dengan elemen-elemen lain seperti penggiran saluran.2. waterpass. 23 PEKERJAAN JALAN 23. penutup lantai harus dilobangi dengan rapi. Untuk celah lebih besar dari 25 mm tetapi kurang dari 50 mm.3. celah ini harus merupakan garis lurus dan saling tegak lurus. bak kontrol dan lainlain.  Untuk bagian-bagian jalan yang menanjak/menurun. bersih. Pasir urug bahan tidak mengandung lumpur 10% 3. bingkai jalan. Gersik dan Holcim. Air bersih. bebas dari minyak. dibersihkan dari noda-noda semen dan tidak ada kebocoran PASAL. Batu bata untuk dinding saluran harus baik tidak pecah pecah 6.  Ruang antara yang masih tersisa harus diisi setelah pemadatan awal dari paving block. 4. Paving yang digunakan bermutu K200 standart 2. Bahan 1. Pasir standard type pasangan.

Sebelum pemasangan. Lingkup Pekerjaan : Bagian luar dinding bangunan/exterior bangunan bagian depan dan sebagian samping. . 24 PEKERJAAN LAPISAN ALUMUNIUM COMPOSITE PANEL Pekerjaan pemasangan dan bahan material yang digunakan ketentuan sebagai berikut :  Spesifikasi : Merk : 7SEVEN atau setara Coal Coating : PVDF ( ECCA) Alumunium thickness : 0.Pemasangan alumunium composite panel digunakan untuk bagian exterior bangunan yang telah ditentukan dalam gambar rencana. . bersih dari debu dan bebas dari kotoran apapun. Harus mempunyai izin-izin kerja yang masih berlaku. PASAL 25 PEKERJAAN MEKANIKAL/ELEKTRIKAL 01. TDR SIKA/SPI dari PLN * Instalasi Fire Protection Fire Hydrant dan Sprinkler TDR . . .Metode pelaksanaan pemasangan harus mengikuti petunjuk dari Produsen Alumuium composite yang digunakan.2%) : > 90 Linear expansion : 2.000 (N/mm2) Tensile Strength : > 130 Rm Proof stress (0.PASAL.4 mm/m at 100°C temperature difference Ukuran Lebar : 1250 mm.50 mm Panel thickness : 4 mm Alloy : EN AW – 5005 A (ALMG1) Mechanical Properties : H22/H42. type dan warna aluminium composite oleh Direksi Lapangan.Pemborong harus memperlihatkan contoh bahan untuk diseleksi kwalitas. Ketentuan Pemborong Pemborong atau Sub Pemborong untuk Pekerjaan Instalasi Mekanikal dan Elektrikal harus memenuhi syarat-syarat dan ketentuan sebagai berikut : a. panjang 1000-6000 mm   Pengadaan dan Pemasangan : . KETENTUAN UMUM Ketentuan-ketentuan ini dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. dinding luar bangunan yang akan dipasang alumunium harus sudah selesai diplester dengan permukaan rata/flat. antara lain : * Instalasi listrik dan penangkal petir.Biaya yang akan timbul untuk pengiriman dan mobilisasi alat/ tenaga menjadi tanggung jawab calon penyedia jasa . Acording to EN 573-3 Modul Elasticty : 70.Pemesanan bahan dan material dilakukan minimal 1 bulan sebelum pekerjaan tersebut dimulai.

. JIS. Dasar Peraturan dan Persyaratan Untuk Pemasangan Instalasi 2. Cipta Karya. VDE/DIN. Untuk Instalasi Plambing dan Deep Well Pedoman Plambing Indonesia 1979 (PPI 1979) Peraturan Pokok Teknik Penyehatan mengenai air minum dan air buangan : rancangan 1968 (Direktorat Jenderal Cipta Karya. Direktorat Teknik Penyehatan). Standar penerangan buatan di dalam gedung-gedung 1978. Penerangan alami siang hari dari bangunan 1981. Pedoman Instalasi Alarm Kebakaran Otomatis. 023-PRT-1978).843).Peraturan Instalasi Listrik (Menteri PU dan T No.1987/UDC 699. Ketentuan dari PAM setempat. AVE. 59/PD/1980.81. BS. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. Direktorat Penyelidikan Masalah Bangunan. . 2.01).53. 2.1987/UDC 699 81 : 72.53.4.1. Petunjuk perencanaan bangunan dan lingkungan untuk pencegahan Bahaya Kebakaran pada bangunan rumah dan gedung (SKBI-2. c. Untuk Instalasi Listrik . 01/DP/1980.Peraturan yang dikeluarkan oleh Departemen atau Lembaga Pemerintah yang berwenang dan telah diakui penggunaannya. 1981.3. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.Peraturan Umum Instalasi Listrik Indonesia 2000 (PUIL 2000).* b. Direktorat Penyelidikan Masalah Bangunan. di antaranya dari Departemen Pekerjaan Umum. (SKBI 3.Syarat-syarat penyambungan listrik (Menteri PU & T No. Cipta Karya. WEMA. Dit. 2. b. Jen. Dit. Departemen tenaga Kerja dan Transmigrasi No. . Standar NFC. 02/KPTS/1985 tentang Ketentuan Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran pada bangunan gedung. Peraturan dan Syarat-Syarat Umum. Panduan Perencanaan System Hydrant untuk pencegahan Bahaya Kebakaran pada bangunan rumah dan gedung. VDE. yaitu : a. . 024-PRT/1978).3. Ijin dari Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi atau dari Dinas Pemadam kebakaran Instalasi Air/Plumbing/Deep Well TDR Ijin Kerja dari PDAM Ijin kerja pembuatan sumur bor Pemborong atau sub Pemborong harus melaksanakan pekerjaan Instalasi Mekanikal dan Elektrikal berdasarkan dan sesuai dengan : Ketentuan Umum ini Uraian dan Ketentuan teknis Gambar-gambar bestek Ketentuan administrasi Perintah Konsultan Pengawas di Lapangan baik tertulis maupun lisan. Jen.Pedoman Pengawasan Instalasi Listrik.2. . Untuk Instalasi Pemadam Kebakaran dan Fire Detection Pedoman penanggulangan bahaya kebakaran dengan menggunakan air sistem sprinkler otomatis.614.

.PAM.53. 2.4. Pelaksanaan Pekerjaan dan Bahan Ketentuan tentang pelaksanaan pekerjaan dan bahan : 3.844). dimana sudah diakui penggunaannya di Indonesia.5.614.Apabila peralatan tersebut menurut pendapat Konsultan Pengawas tidak memenuhi syarat. (SKBI 3. 3.Pengurusan izin-izin sampai memperoleh izin/sertifikat yang diperlukan kepada Badan / Jawatan yang berwenang untuk instalasi mekanikal dan elektrikal PLN.1987/UDC 699.53.614.Untuk menentukan prosentase dari pekerjaan yang telah dilaksanakan. .Bahan/material yang akan dipasang terlebih dahulu harus memenuhi syarat dan diserahkan contoh untuk mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas.614. 3. penyambungan dan pemasangan (jasa pengurusan). 3. .81.887. .Penyambungan PLN.4. Panduan Pemasangan sistem deteksi dan alarm kebakaran untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan rumah dan gedung.81. Pedoman Perencanaan Penangkal Petir SKB-1.Melatih petugas-petugas yang ditunjuk oleh Pemberi Tugas hingga mengenal betul seluruh instalasi.1987/UDC 699. Untuk Instalasi Penangkal Petir PUIL 2000 Pedoman Instalasi Penyalur Petir Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.53.845). . Pemborong diwajibkan membuat laporan tertulis harian dan mingguan dari apa yang telah dipasang dan dimintakan pengesahan kepada Konsultan Pengawas. .1987/UDC 699. Jawatan Keselamatan Kerja. .Melakukan pemeriksaan/testing atas instalasi dan peralatan yang terpasang. Standard NFPA. dimana sudah diakui penggunanaannya di Indonesia.84) dari Departemen Pekerjaan Umum.4.4.Pemasangan peralatan dan instalasi mekanikal dan elektrikal. Syarat Mengenai Bahan . telepon.53.Semua bahan disediakan oleh pihak Pemborong.1. .2.Jika di dalam melaksanakan ternyata salah satu bagian instalasi yang sukar/tidak dapat dilaksanakan. maka hal tersebut harus segera dibicarakan dengan Konsultan Pengawas.Semua ketentuan mengenai pemasangan instalasi yang berlaku umum dimana tidak ditentukan lain adalah tetap mengikat Pemborong dianggap mengetahui ketentuanketentuan ini.2. Panduan Pemasangan Pemadam Api Ringan untuk gedung pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan rumah dan gedung (SKBI 3.1987/UDC 699. . . Standard FUC. Penjelasan Umum Pekerjaan .- Panduan Pemasangan Sprinkler untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada bangunan rumah dan gedung (SKBI 3. maka Pihak Pemborong harus segera menyingkirkan bahan-bahan tersebut dan menggantikannya dengan yang baik. Pedoman Plambing Indonesia 1979 (PPI 1979). PAM. 28/DP/1978.3. Lingkup Pekerjaan .81.

pentanahan untuk pengaman harus terpisah dengan pentanahan netral trafo.5. Keperluan pengurusan izin-izin. Elektrode Konduktor Pentanahan Pipa Galvanized 2" dengan bar copper electroda ukuran 50 mm2 dan dimasukkan dalam pipa Galvanized dan dibaut pada elektroda seperti pada gambar.Pada waktu serah terima pekerjaan Pemborong harus menghadiri dan memberikan penjelasan-penjelasan sehingga memungkinkan penerimaan oleh pihak Pemberi Tugas. 3. exit lightning dan emergency lightning).Pemborong diwajibkan untuk membuat gambar-gambar revisi instalasi yang dipasang/as built drawing untuk : a. Kedalaman elektroda tidak kurang dari 6 m dan tahanan pentanahan maksimal 1 ohm. Pengadaan dan pemasangan yang terdiri dari : Transformator Panel pembagi utama (LVMDP) Panel Automatic Genset Sub panel Panel-panel cabang sesuai single line diagram. Testing dan Commissioning. PERSYARATAN TEKNIS INSTALASI LISTRIK 1. Kabel.2. Pengawatan dan peralatan dari sub panel ke pemakaian.6. Serah Terima Pekerjaan . Pentanahan. Lingkup Pekerjaan 1. Syarat Keselamatan Kerja . sebanyak yang diperlukan.Pekerjaan dapat dianggap selesai dan diterima apabila dalam penyerahan tersebut telah dilakukan test dan telah dinyatakan baik oleh Konsultan Pengawas. Kabel utama dari papan pembagi utama ke jaringan PLN. Kontrol box dengan ukuran 50 x 50 cm dengan tutup beton. bahan-bahan utama. 3. Kabel pembagi dari MDP ke panel. Arsip Pemberi Tugas (3 set) b. di samping syarat-syarat indikator yang dapat mengukur / menunjukkan adanya tegangan / arus listrik.3.Dalam pelaksanaan harus diperhatikan adanya alat-alat keselamatan kerja yang memenuhi syarat-syarat / peraturan perburuhan. Lampu-lampu (lightning fixtures. . . 1.1. Pekrjaan Instalasi Listrik adalah pengadaan dan pemasangan termasuk testing dan commissioning peralatan dan bahan. 2. bahan-bahan pembantu dan lain-lainnya. generator maupun penangkal petir. Persyaratan Teknis Sistem Distribusi Listrik Tegangan Rendah Panel distribusi utama tegangan rendah ini terdiri atas panel distribusi utama tegangan rendah (LVMDP) dan panel-panel cabang sesuai gambar Single line diagram. sehingga diperoleh instalasi listrik yang lengkap dan baik serta diuji dengan seksama siap untuk dipergunakan dan baik instalasi tenaga maupun instalasi penerangan. Gambar Revisi . 3. 02.4.

Kabel Jenis kabel yang dipergunakan adalah sebagai berikut : Sistem Jenis kabel * MDP NYFGBY. atau setara. 5. NYY * MDP-Sub Panel NYY * Kabel untuk kotak-kontak khusus NYY * Kabel penerangan dan kotak-kontak biasa NYM * Kabel lampu luar bangunan NYY Kabel produksi dalam negeri (Supreme. ABB. penempatan peralatan dan kabel harus rapi kuat terpasang.Panel dibuat dari besi plat dengan tebal minimal 1. Lampu holder (fitting lampu) buatan Philips atau setara. aman dan mudah diperbaiki. Kabel * Kabel Utama . . . minimum selama dua hari..Semua penarikan kabel harus menggunakan sistem roll untuk memudahkan pekerjaan dan kabel tidak rusak karena tekukan dan puntiran. Fuji atau sederajat. Ballast biasa dan Elektronik merk Philips.Tiap-tiap panel harus ditanahkan dengan tahanan pentanahan maksimal 5 Ohm diukur setelah tidak hujan. Pilot Lamp & Circuit Breaker.Panel-panel buatan pabrik pembuat panel Indonesia. c.Panel harus dicat dengan 2 kali cat dasar dan 3 kali cat akhir dengan jenis cat duco. di atas kabel Tray. MCB Zekering NH Fuse Disconnecting switch. Persyaratan Bahan a. Kabelindo.Pemasangan kabel memenuhi persyaratan dari pabrik kabel dan persyaratan umum yang berlaku. dan 2 mm untuk papan pembagi utama. b.4. Lampu-lampu (Lighting Fixtures). warna putih merk Artolite.7 mm dan dicat dengan cat bakar. . Tranka Kabel) yang sudah mendapat sertifikat dari LMK/SPLN. Legrand.l atau MK.Panel harus mempunyai pintu dan dilengkapi dengan kunci tanam jenis master key. Penarikan kabel NYM dalam pipa PVC ex Egatype AW. Kabel Metal. harus buatan Schneider. Merk dan jenis yang dipergunakan adalah sebagai berikut : * Lampu TL Lampu tabung merk Philips tipe cool day light atau sederajat. . . Panel .Konstruksi. b. . Panel Listrik . Saklar dan Kotak-kontak Merk yang dipergunakan adalah Schneider Electric. . warna cat akhir akan ditentukan setempat. Osram atau sederajat Body lampu/ Armature dibuat dari flat baja dengan ketebalan minimal 0.6 mm untuk sub panel. Persyaratan Pemasangan a. * Lampu Pijar philips atau sederajat.Komponen-komponen panel seperti MCCB. d. * Lampu LED buatan Phillips atau setara.

Harus dipasang dengan lurus sejajar dengan bagian bangunan pada arah vertikal maupun horizontal. 6.Semua instalasi di dalam ruangan harus merupakan pemasangan tanah (inbow).Lampu-lampu harus terpasang kuat pada bangunan tetapi harus mudah dibuka. Supreme. dan 10 amp. maka jaringan instalasi harus di-test terhadap grup-grup yang telah dipasang apakah telah sesuai dengan gambar. balancing commission dan perbaikan.Setelah jaringan dibebani beban terhadap masing-masing fase. c. . Dokumentasi Instalasi Sebelum dilakukan serah terima pekerjaan oleh Pemborong kepada Pemberi Tugas. .  Kapisitas kotak kontak 10 amp.. Pemborong diwajibkan untuk menyerahkan dokumentasi-dokumentasi sebagai berikut : 3 (tiga) set : Gambar-gambar instalasi terpasang (as built drawing) yang telah diperiksa oleh Direksi Pekerjaan.Tiap group penerangan diperkenankan maksimum 12 titik nyala.Setelah semua instalasi selesai dipasang aliran listrik telah dimasukkan. .Semua penyambungan kabel ke terminal busbar di panel harus menggunakan kabel schoen dengan sistem press dan dipatri. lurus dan kuat terpasang pada bagian bangunan.Sakelar harus model tanam. dan untuk kotak kontak khusus 16 amp.Pemasangan kabel harus rapi. 2 (dua) set : Keterangan hasil baik pemeriksaan instalasi listrik dari PLN. dipasang 130 cm di atas lantai. . . . kapasitas 6 amp.5 x diameter kabel. . Semua bahan-bahan peralatan dan tenaga yang diperlukan selama testing. . .Kabel-kabel yang turun ke kotak kontak dan saklar harus menggunakan konduit PVC Ega/setara.Kabel-kabel distribusi sebelum disambung ke peralatan harus diukur tahanan isolasinya. khusus untuk pada lantai dasar tinggi stop kontak 60 cm dari lantai. .Sebelum penarikan kabel dimulai. . Rak kabel buatan Asia Tray setara. Commissioning dan Testing . ukuran sesuai gambar atau dua kali jumlah lebar kabel. . Lampu-lampu .Jalur kabel di atas langit-langit yang lebih dari dua jalur harus berada di atas rak kabel. . . Kabel Metal.Konduit kabel mempunyai diameter minimum 2. * Kabel yang dipergunakan adalah Kabelindo. 7. * Kabel dalam bangunan . . Pemborong harus menunjukkan kepada direksi pekerjaan alat roll tersebut serta alat-alat lainnya. atas kerusakan yang timbul sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemborong. Tranka Kabel atau sederajat.Setiap kabel distribusi yang berada dalam bangunan tidak boleh ada sambungan.Tiap-tiap penyambungan kabel harus berada dalam terminal box metal ex LICO dan lilitan penyambungan kabel tersebut ditutup dengan las dop/ Three M. 2 (dua) set : Buku instruksi pemakaian dan pemeliharaan untuk peralatan-peralatan.Harus dipasang dengan ketinggian yang sama.Kotak kontak harus dipasang 30 cm dari lantai.

b. .Transient Absorption Technonology (TAT) mencegah adanya primary lightning over voltage.5 kg/m. INSTALASI PENANGKAL PETIR 1.Pemasangan tiang dipasang kuat pada rangka/atap beton.Mencegah adanya lompatan arus listrik/ kilat samping. Ketentuan / Syarat Teknis a. .Tekukan pemasangan 0.Insulation special flame retardant composition. Earthing Conductor : . . 3.Pemasangan pada rangka/tiang pipa galvanis 0 2" dan 1 1/4". .1987/UDC: 699-887. Scope Pekerjaan a. . c. Pengukuran tahanan sistem.Penyambungan ke Rod Electrode dengan mempergunakan kopling kabel atau penyambungan pada rel tembaga ukuran 40 x 4.Mencegah adanya induksi.Electrode dipasang pada ketinggian sebagai tercantum pada gambar. . 2. b. Pembuatan dan pemasangannya sesuai gambar rencana. . berat 1. d. Pemasangan : a. Pengurusan.2 (dua) set : Berita Acara hasil Testing. .Pada belokan-belokan Earthing Conductor harus dibuat lengkungan dengan radius 15 x diameter luar kabel.5. Pemasangan instalasi penangkal petir harus memenuhi syarat-syarat yang berlaku : PUIL 2000 AVE VDE b. . dalam keadaan sambungan terpasang (dua kali pengukuran). . total diameter 31 mm.Dipakai Coaxial Cable 2 x 35 mm2 standar merk EF International SA Switzerland. Pengukuran tahanan sistem : Pengukuran tahanan sistem dilakukan pada sambungan dalam bak kontrol dengan megger tanah. .Mampu menerima tegangan sambaran hingga 250 KV. . Tahanan maksimum 1 (satu) Ohm R System 1 (satu) Ohm.Memiliki 2 penghantar inner dan outer 2 x 35 mm2.53. . Ketentuan Sistem Penangkal Petir yang dipakai adalah jenis/Sistem Electrostatic (EF). Pedoman Penangkal Petir SKB : 1. 4.6 m.Tempat penyambungan diatas Rod Electrode dan dibuatkan Bak Kontrol ukuran 40 x 40cm dalamnya 30 cm. 03. Lighting Electrode : .2 c. Pembuatan dan pemasangan Penangkal Petir System Electrostatic ( EF ) serta peralatannya pentanahannya.

Air diisap langsung dari reservoir dan ditekan ke pipa pemadam kebakaran seluruh kompleks pasar. 3 phase. Pekerjaan sipil yang berhubungan dengan pekerjaan ini.2. 3.4.5" harus tersedia pula landing valve dengan ukuran 2. 1. Untuk Pillar Hydrant.5. Penyediaan dan pemasangan 3 Unit pompa pemadam kebakaran. Penjelasan mengenai sistem Pemadam kebakaran dengan menggunakan Hydrant Box. model Centrifugal End Suction Type : DNF 80 . 1. PEKERJAAN INSTALASI PEMADAM KEBAKARAN 1.1.2. serta pengamanan dan pengontrolan pompa. fire hose ditempatkan pada Fire Departement atau pada hose box yang ditempatkan di samping Pillar Hydrant. 50 Hz Pipa Isap dan Tekan : diameter 4" Banyaknya : 1 set Lengkap dengan alat pengaman dan pengontrol : Automatic Star dan Delta Starter atau Soft Starter YD Switch : 1 buah Thermal Magnetic Switch : 1 buah Selector Switch (on off Switch) : 1 buah Relay : 1 buah Electrode (lower level) : 1 buah 3.1. Pemborong telah menyerahkan dokumen-dokumen sesuai dengan yang dicantumkan pada Ketentuan Umum 04. Didalam Hydrant Box dilengkapi dengan landing valve dan kopling van de heade 2 1/2". Pompa dengan penggerak Mesin Diesel : Merk : Cummins setara Daya Diesel : 70 HP . Untuk pertolongan mula dapat pula dipakai air dari roof tank melalui cabang khusus dari Header dengan pipa diameter 3" dengan stop valve dan non return valve Untuk hydrant yang di dalam bangunan dipergunakan Hydrant Box lengkap dengan globe valve dan fire hose. 1. Pompa dengan penggerak motor listrik : Merk : Grundfos setara. Penyediaan dan pemasangan pressure tank 500 liter dan pressure switch dengan perlengkapan lainnya. Penyediaan dan pemasangan perlengkapan listrik untuk menjalankan pompa. Pompa Pemadam Kebakaran 3. 1.900 RPM Voltage : 380/660 Volt. Instalasi pipa dari hydrant di luar bangunan dilengkapi dengan Siameese Connection.5" untuk keperluan petugas pemadam kebakaran.5.25 Daya Motor : 45 KW Kapasitas : 500 US GPM Head : 80 m Speed : 2. Tekanan air dalam sistem pipa pemadam kebakaran diperoleh dari pompa pemadam kebakaran. 2.3. Lingkup Pekerjaan 1. Penyediaan dan pemasangan perlengkapan instalasi pemadam kebakaran di luar bangunan dan di dalam bangunan. Setiap hydrant box dalam gedung harus terpasang landing valve 1.

Pressure Tank Capacity : 500 liter Working Pressure : 10 kg/cm2 Test Pressure : 15 kg/cm2 Lengkap dengan satu buah pressure gauge dan 2 buah pressure switch. Jockey Pump Merk : Grunfos atau setaraf Type Pompa : NP 32 – 200/205 Daya Motor : 5. check valve.4. Perlengkapan untuk tiap Pipa Isap : Strainer : 1 buah Foot Valve : 1 buah Stop Valve : 1 buah c. b. gate valve. 3 phase. Pipa Pemadam Kebakaran Pipa : Black Steel SCH 40 sekualitas ex BAKRIE & BROTHERS. PPI. 7.5 kw/380V/3PH/50 Hz Putaran : 1. SPINDO. Kraan (Valve) Stop valve. 50 Hz Banyaknya : 1 set Lengkap dengan alat pengaman dan pengontrol : Automatic Star Delta Switch : 1 set Relay : 1 set Electrode/lower level control : 2 set 3. Pillar Hydrant . check valve gate valve. globe valve sekualitas ex JEPANG Merk TOYO.3. 4. Pipa Isap dan Pipa Tekan dan Valve a.- Head Capacity Starter Banyaknya : : : : 60 m 80 m3/jam --> 500 US GPM Push button battery dan emergency manual starter 1 set 3. untuk Jockey Pump dengan diameter 2". Stop valve. Antara kedua pipa isap dihubungkan dengan diperlengkapi stop valve diameter 4". globe valve sekualitas Merk KITAZAWA. SPINDO. 6. PPI. 5. P i p a : Black Steel SCH 40 sekualitas ex BAKRIE dan BROTHERS.450 rpm Capacity : 10 m3/h Head : 45 m Pipa Isap dan Tekan : 2" Tegangan : 220/380 Volt. Perlengkapan untuk tiap Pipa Tekan : Stop Valve : 1 buah Non return valve/check valve : 1 buah Pressure Tank dan Pressure Switch : 1 buah d. Hydrant Untuk di luar bangunan dipakai Pillar Hydrant dilengkapi dengan fire hose dalam fire hose box a.

Untuk di dalam bangunan dipakai : Merk : APPRON Hose Reel : dia.Merk Type 8. Pipa yang ditanam dalam tanah diberi lapisan asphalt dan kain goni. Dilengkapi dengan : Leading valve & kopling van de heade diameter 2 1/2" & 1. Pemasangan seperti pada gambar. b. Pipa utama (jenis pipa Black Steel SCH 40). pressure tank dan pressure switch.5" : Telephone unit dari Jack Indicating Lamp Manual Push Button Station Pemasangan. 8. c.5". ditanam. panjang 30 m Hose Nozzle : Tipe Jet Spray (variable) Lengkap dengan globe valve. Pipa Pemadam Kebakaran a. Sambungan-sambungan pipa dengan sambungan flens. : APPRON : Two Way Pillar Hydrant : 2 stap stop valve Pipe : diameter 3" Fitting / coupling: diameter 3" (light alloy) b. Fire Hose Box : Bahan : Box terbuat dari besi plat. 8. 1".1. Di antara kedua pipa isap disambungkan dengan stop valve. Dipasang pipa penguji (drain) dengan ukuran minimal 2" diambil dari pipa header. Pipa Isap Dilengkapi dengan strainer dan foot valve. tebal 2 mm dengan kaki Pintu Dilengkapi kaca dan kunci (Master Key) Ukuran Box : 60x40x20 cm3. a. Untuk pipa dengan diameter di bawah 3" dengan draad. b.5" Hose Nozzlezle : 2. .3. Pipa Tekan Pipa Tekan dari pompa dilengkapi dengan stop valve dan pompa return valve. variable spray/jet noz c. Tinggi kaki Box 30 cm (dasar box 30 cm dari permukaan tanah) d. pemasangan pada dinding. Pemasangan pada dinding reservoir dengan support. Pompa-pompa dipasang dalam ruang pompa di atas pondasi beton dengan berat beton dua kali berat pompa.2. dilas untuk pipa dengan diameter lebih besar dari 3". sebelum masuk ke pompa dipasang stop valve. Fire Hose Merk : APPRON Type : All Tetoron Polyster Hose / Jet Fire Hose Panjang : 30 meter Diameter : 2. Pemasangan pipa sesuai dengan gambar. Pompa-pompa. Pipa ke cabang header roof tank untuk Pemadam Kebakaran disambung ke non return valve yang sudah disediakan pada cabang header tersebut. d. 8. Pipa Isap dan Pipa Tekan dicat dasar dan cat finis warna merah. e. dapat diisi dengan fire hose dan kunci pembuka katup dari Pillar Hydrant. c.

c.3. 8. Material. peralatan maupun cara-cara instalasi harus sesuai dengan standar dan peraturanperaturan instalasi yang ada dan telah ditentukan oleh : PUIL Edisi 2000. 10.1. Control system d. 9. Control Cable Pelaksanaan sesuai dengan power cable. Kran pembuka tanki gravitasi perlu dipasang solenoide valve sehingga dapat dikendalikan jarak jauh. Seluruh instalasi pipa harus dilaksanakan testing dengan test pressure 10 atm bagian pembagian. peralatan maupun cara-cara instalasi yang dilakukan menurut standard yang lain dan memberi hasil yang sama atau lebih baik.4. Setiap kali dilakukan penyambungan pipa pemadam kebakaran dilakukan testing ini (sehubungan dengan pekerjaan pemasangan).2. Pemasangan panel-panel b. b. dimana neutral dihubung . 9.2. 9. l phase. Lingkup Pekerjaan Yang termasuk pekerjaan ini adalah : a.4. Power Cable Pengabelan harus dilaksanakan dengan Tire Resistant Cable/FRC Penyambungan ke motor-motor harus menggunakan pipa flexible dari merk yang sama dengan pipa. 10.Sistem pengabelan a. Peraturan-peraturan yang telah ditentukan Pemerintah.tanahkan (ground neutral). Peralatan testing disediakan oleh Pemborong dan atas beban/biaya Pemborong. Pengabelan ke peralatan c. Dipasang isyarat bila supply daya listrik ke panel pompa terputus. termasuk dari Dinas Kebakaran. Sistem Instalasi Listrik Sistem tegangan listrik ke jaringan distribusi adalah 380 Volt 3 phase. . Gambar kerja sebelum dilaksanakan harus mendapat pengesahan dari Depnaker.3. Pekerjaan testing 10. Standar dan peraturan-peraturan instalasi Material. bisa juga dipakai asal mendapat persetujuan. masing-masing selama 24 jam tanpa ada kebocoran/penurunan pada test pressure. 10. 220 Volt. Seluruh sistem dilakukan percobaan sampai berfungsi dengan baik. Sistem pengabelan dan Panel Listrik dari Pemadam Kebakaran Gedung 10.f. Peraturan-peraturan yang telah ditentukan PLN. Testing 9.1. Peraturan-peraturan yang telah dalam spesifikasi ini maupun yang terdapat didalam gambar-gambar. Cara pelaksanaan sesuai dengan rekomendasi dari Pabrik Pembuat pipa.

push button. . T e s t i n g . Pemadam kimia CO2 dengan ukuran minimal 2 kg atau alat pemadam lainnya yang sederajat pada setiap luas lantai 200 m2 dengan ketentuan minimal 2 buah untuk setiap lantai. pemeliharaannya dan perbaikannya. automatic star delta starter dan pengaman (overload protection) dan semuanya yang dipasang pada panel listrik. termasuk dalam pekerjaan ini.9. . 2. Sistem Fire Extinguisher Yang dimaksud dengan Sistem Fire Extinguisher adalah sistem pemadam kebakaran dengan menggunakan tipe portable atau beroda. Untuk kabel-kabel yang terjauh letaknya dari Panel Utama harus dicek tegangannya.Semua motor-motor harus dicek bahwa arus yang mengalir sesuai dengan ratingnya. Tipe dari peralatan harus sesuai dengan short circuit maupun ampere-rating yang diinginkan dalam gambar.7. 05. 10. automatic starting system dan sebagainya termasuk dalam pekerjaan ini. 10. General Area . Pengabelan harus serapi mungkin dengan menggunakan pipa dan flexible connection. harus dihubung tanahkan. dimana bahan pemadam kebakaran terdiri dari BCF.6. Kabel-kabel harus dipasang sesuai dengan warna yang ditentukan oleh PLN. level control relay. Sistem starting seperti manual/automatic switch.5. Persyaratan Pada umumnya berlantai lima yang luas lantainya lebih dari 200 m2 harus ditempatkan alat pemadam. apakah masih memenuhi syarat yang ditentukan. Dokumentasi Instalasi Sebelum dilakukan serah terima pekerjaan oleh Pemborong kepada Pemberi Tugas. Jenis peralatan yang dipakai (merk Chubbs atau setara) 3. Tebal minimum panel listrik adalah 1. Pengabelan di dalam panel harus diatur secara baik dan penyambungannya menggunakan terminal. Instalasi hubungan pengetanahan Panel listrik yang ada didalam Ruang Pompa. PEKERJAAN INSTALASI SISTEM FIRE EXTINGUISHER 1. Panel Listrik Panel Listrik harus dipilih dari bahan yang tidak mudah terbakar dan tahan terhadap kerusakan mekanis. contractor. 10. Pemborong diwajibkan untuk menyerahkan dokumentasi-dokumentasi sesuai dengan yang dicantumkan mengenai Ketentuan Umum.5 mm untuk wall mounted dan 2 mm untuk free standing. Semua peralatan didalam panel harus dipasang sedemikian rupa sehingga memudahkan operasinya. Control System Pengabelan ke alat-alat pressure switch. 3.10. Alat pemadam portable harus ditempatkan pada tempat yang mudah terlihat dan berjarak maksimum 20 meter dari setiap tempat. CO2 atau sejenisnya.Semua kabel-kabel harus dicek isolasinya dengan 500 Volt "Megger" Test Set.8.1. Peralatan diberi tanda yang terang untuk memudahkan pengaturannya. Semua peralatan yang memerlukan hubungan pengetanahan harus dihubungkan ke sistem tersebut.Semua kontrol sistem harus dicek sesuai dengan fungsinya. 10. push button (tombol).

6.2. kraan 2. Pipa Air Hujan : a. urinoir. Pompa Penyalur (Transfer Pump) Merk : Grunfos atau setaraf. Floor Clean Out (tipe lantai) 1. Floor Drain c.5.- Type - Agent Shell Material Capacity Charged weight Test Pressure : General Purpose Dry Chemical Portable Fire Extinguisher.1. 1. Pemipaan dari bak penampung bawah tanah melalui pompa penyalur (transfer pump) sampai Tangki Air.0 kg : 250 kg / cm2 06. : approx 8.450 rpm Pipa : diameter 2" Tenaga listrik : 380 volt/660 volt/50 Hz Banyaknya : 1 (satu) set Pada pipa isap dilengkapi : . Floordrain c.3. yaitu terdiri dari : 1. Pemipaan air kotor/air bekas dari semua closet.2KW Head : 30 meter Kapasitas : 8 m3/h Kecepatan : 1. bahan-bahan pembantu dan lain-lain sehingga diperoleh instalasi plumbing yang lengkap dan baik serta diuji dengan seksama dan siap untuk dipergunakan. zink.4. Alat-alat Sanitair : a. Sistem Air Kotor dan Air Bekas a. 1. Sistem pembuangan pipa penguras dan over flow dari Menara Air ke selokan terdekat. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan Plumbing adalah pengadaan dan pemasangan peralatan-peralatan. Sistem Air Bersih : a. b.2. (bak cuci piring) dan floor drain sampai ke septicktank dan peresapan. Tipe : NP 50 – 32 – 200/185 Daya Motor : 3. bahan-bahan utama. Sistem Air Bersih : a. 1. 1. 2. Selokan air hujan. Pipa ventilasi dari semua titik ventilasi ke udara luar. Closet Jongkok b. Pemipaan dari Tangki Air sampai alat-alat Sanitair. Pemipaan dari atap gedung sampai selokan air hujan. los basah dan kran halaman.1. PEKERJAAN TEKNIS INSTALASI PLUMBING 1. 1. Persyaratan Bahan Dan Peralatan 2. Alat-alat Sanitair : a. Pekerjaan Instalasi pipa PAM dari ground reservoir sampai ke meter air. Closet b. : Multi Purpose Dry Chemical : Iron Steel : 6 kg. b.

Jenis lem yang dipergunakan harus sesuai dengan spesifikasi pabrik. Sistem air kotor dan air bekas Pemipaan air kotor/air bekas dan vent di sini dipergunakan bahan-bahan sebagai berikut : Untuk pipa digunakan pipa PVC sekualitas merk Rucika Klas AW. 2 untuk tangki atas dan 2 tangki bawah 2 buah upper level. Untuk valve sampai dengan diameter 2 1/2" dipergunakan bronze 150 spi. a. Pipa PVC dalam tanah harus bebas dari benda-benda keras/di atas pasir sehingga kemiringan dapat rata. c. untuk tangki atas. Era. Pemborong harus menyediakan pipa sleve untuk pipa-pipa yang menembus bangunan. c. 3. sekualitas ex SD. Untuk fitting pipa dipergunakan PVC injection moulding sesuai dengan merk pipa. Fitting Untuk fitting pipa menggunakan standar pipa PPRN.5 . sehingga pipa tidak melentur. flanged and ex KITAZAWA. untuk valve 3 keatas dipergunakan sekualitas cast iron 150 spi.1 % ke arah septictank. PPRN-PN 20 untuk air panas. dengan sambungan lem. b. Vesbo. Pompa dilengkapi dengan water level kontrol : 4 buah lower level. Kemiringan pipa air kotor/air bekas adalah 0. Pipa besi yang ditanam dalam tanah harus dilapis asphalt dan kain goni. d.2. Semua pemasangan harus rapi dan baik. g. Pompa Booster : 1 paket Pompa bekerja secara bergantian ( alternate system) b. Untuk semua pipa yang menembus konstruksi bangunan.Strainer : 1 buah Foot Valve : 1 buah Stop Valve : 1 buah Pada pipa tekan dilengkapi : Stop Valve : 1 buah Check Valve : 1 buah Diameter kedua pipa isap dihubungkan melalui satu buah stop valve. d. screw end. Talang air hujan Pipa talang disini digunakan bahan sebagai berikut : untuk pipa dipergunakan pipa PVC untuk fitting digunakan PVC. e. Valve. h. Semua junction harus menggunakan 45 TY dan 45 bend kecuali untuk vent. . Semua pipa harus dipasang lurus dan sejajar dengan dinding/bagian dari bangunan pada arah horizontal maupun vertikal. Belokan pada saluran utama harus menggunakan long radius bend. f. Pemipaan air bersih Pipa Pipa air bersih dipergunakan PPRN-PN 10 untuk air dingin. Persyaratan pemasangan a. Semua pipa harus digantung/ditumpu dengan menggunakan penggantung dan penumpu yang kuat dari metal sesuai dengan ukuran pipanya. Pemborong harus minta persetujuan Konsultan Pengawas.

Disinpeksi Pemborong harus melaksanakan pembilasan dan disinpeksi dari seluruh instalasi air bersih sebelum diserahkan kepada Pemilik. Instalasi pipa sanitasi 2 kg/ cm2 2 jam 5 % air Setelah pengujian terhadap kebocoran selesai. Pengujian Setelah semua pemipaan selesai dipasang maka perlu diadakan pengujian kebocoran pipa atas seluruh instalasi sehingga sistem dapat berfungsi dengan baik. Dosis chlorine ialah 50 ppm. Semua pipa yang tampak exposed dan tidak dilapis chlorium harus dicat dengan warna berlainan agar mudah dikenali satu dengan yang lainnya.2ppm.i. Pemborong diwajibkan untuk menyerahkan dokumentasi . maka diadakan pengujian terhadap sistem dengan cara menjalankan sistem sekaligus selama 4 x 8 jam terus menerus tanpa mengalami kerusakan. 7. 6. Semua pengujian harus dilaporkan tertulis dan ditanda-tangani Konsultan Pengawas. memenuhi persyaratan sebagai berikut : - Tekanan uji Waktu Penurunan bahan te. max.dokumentasi berikut : 4 (empat) set : Gambar-gambar instalasi terpasang (As Built Drawing) yang telah diperiksa oleh Konsultan Pengawas. 1. Disinpeksi dilakukan dengan memasukkan larutan chlorine kepada sistem pipa dengan metode yang disetujui pemilik. Semua kerusakan yang timbul akibat proses pengetesan dibebankan kepada Pemborong Plumbing. 5. 2 ( dua ) set : Buku Instruksi pemakaian dan pemeli-haraan untuk peralatanperalatan. Pipa air bersih dan pipa air kotor tidak boleh diletakkan pada lubang galian yang sama. Setelah 16 jam sistem tersebut harus dibilas dengan air bersih sehingga kadar chlorine menjadi tidak lebih 0. sehingga dapat beroperasi /berjalan sesuai dengan rencana dan berhasil dengan baik dan memuaskan. uji a.SET Lingkup Pekerjaan a Penyediaan 1 (satu) buah unit Generator set lengkap dengan semua equipment dan accesoriesnya. 4. Untuk ini Pemborong harus berkonsultasi dengan Pemilik. 2 ( dua ) set : Brosur-brosur (1 asli + 1 foto copy). Bagian yang dilapis chlorine plated harus digosok sehingga bersih dan mengkilap. Pembersihan Semua bagian yang tampak kelihatan dari luar harus dibersihkan dari kotoran-kotoran. Dokumentasi Sebelum dilakukan serah terima pekerjaan oleh Pemborong kepada Pemberi Tugas. . Instalasi air bersih 8 kg/ cm2 24 jam 5 % air b. 2 ( dua ) set : Berita Acara hasil testing pipa-pipa air. 07. PEKERJAAN PENGADAAN DAN PEMASANGAN GEN .

Mesin Diesel No. pemasangan. Generator set yang dipergunakan dengan kapasitas sesuai gambar. pendidikan crew/maintenance dan lain-lain.500 rpm Penyemprotan langsung Turbocharged 6 silinder dlm kedudukan bentuk V Masing-masing berdiri sendiri (individual) dan pada tiap-tiap kepala silinder terdapat 1 buah klep masuk dan 1 buah klep buang. Fase 8. 4. Daya mesin diesel 2.500 rpm 220/380 Volt 50 Hz 0. tekanan olie terlalu rendah. Spesifikasi Teknik a. instalasi genset dan lain-lain sebelum penyerahan pertama harus sudah siap di-test dan dijamin mendapat sertifikat keur dari PLN. 150 KVA 1.2. pemasangan gen-set dan lain-lain akan bekerja dengan sempurna dan memuaskan. Voltage regulation TYPE sesuai gbr 1.2. Power faktor 6. Sistem kepala silinder 7. Voltage 4. Meliputi pengadaan. 3. Sistem Pernapasan 5. ataupun putaran mesin terlalu tinggi maka mesin mati dg sendirinya. Forced Feed Mekanikal dan secara otomatis dapat menyesuaikan dengan besarnya beban. bahwa seluruh instalasi Gen set. Petunjuk Khusus a. Kontraktor akan menanggung semua biaya atas kerusakan penggantian yang perlu selama jangka waktu garansi masih berlaku. Generator : 1. . 8. Kontraktor harus menyerahkan gambar-gambar kerja. c. Merk Gen . self excited.8 Brushless. pemeliharaan. Putaran 3. U R A I A N 1. Sistem Pembakaran 4. b. radio suppression 3 Max. Semua peralatan genset. Frequency 5. gambar-gambar brosur dan gambar-gambar sistem kerja dari genset kepada Pemberi Tugas. Jumlah silinder 6. Sistem Pengaman b. Model 7. Sistem Starting 10. Sillent type merk sekualitas Perkins.Set a. Elektrikal Air dlm radiator yang ditutup kipas dan sirkulasi dengan pompa dilengkapi dengan stoping device yang bekerja secara otomatis bila temperatur terlalu tinggi. Materi pekerjaan a. Daya Generator 2.5 % dalam segala kondisi beban. Sistem pendinginan 11. Sistem pelumasan Engine Goverhor 9. Putaran per menit 3. 5. Kontraktor harus memberikan garansi tertulis minimal selama 1 tahun kepada Pemberi Tugas.

Filter dan pengatur bahan bakar terpasang di mesin. Sistem pelumasan dan pendinginannya . f. seperti teratas dalam gambar.8 Hz) dari keadaan tanpa beban sampai beban penuh. Sistem suplai udara dan pembuangan : Sistem suplai udara intergrated dalam mesin dan dilengkapi dengan filter. Selain mematikan mesin. Pendinginan : Sistem pendinginan air dilengkapi dengan jacket water cooling system. Sistem pengaturan putaran mesin : Pengaturan putaran mesin harus bisa dijaga tidak lebih dari 3 % (1. fan dan radiator . i. Sistem pendinginan mesin termasuk pompa. h.Bila tekanan minyak pelumas hilang. Dilengkapi dengan pompa pengisi harian. 9. Generator panel harus dilengkapi dengan : Circuit breaker : pemutus beban otomatis lengkap. Sistem supply/pengisapan bahan bakar (fuel) . d. Sistem dilengkapi dengan drain. katup. Noise level tidak boleh lebih dari 80 db pada jarak 3 m. Sistem penyaringan suplai udara . 10. pompa sirkulasi. menggeser turunnya beban dapat diatur dari 0 s/d 30 %. pendingin air.6. Secara intergrated mesin dilengkapi dengan : . Sistem Pembuangan (exhaust) dan peredam suara (silinder) Sistem Bahan Bakar : Sistem bahan bakar adalah intergrated dalam mesin kecuali tangki harian. Tangki harian dilengkapi dengan level indicator katup-katup pemipaan yang menghubungkan ke mesin lengkap dengan pompa manual untuk pengisian. intergrated dalam mesin yang dilengkapi dengan pemipaan fitting-fitting. e. pemipaan. b. filter. katub pompa pelu mas dengan strainer. 4 langkah vertikal V type in live.Bila putaran mesin 10 % melebihi putaran sinkronnya. Protection : Mesin harus dilengkapi dengan proteksi yang diperlukan atau sudah terpasang secara intergrated. Silinder harus mempunyai karakteristik sebagai noise level tetap rendah (tipe residential/critikal). c. Pelumasan mesin : Sistem pelumasan adalah intergrated di dalam mesin dengan sistem full pressure lubricatin. alat-alat tersebut harus berfungsi sebagai berikut : . . a. maka alat-alat tersebut juga harus men-trip circuit breaker pengaman. Generating Kontrol Panel : Panel kontrol ini diperlukan untuk proteksi dan kontrol terhadap mesin dan out putnya. . Starting : Starting secara electrik dengan menggunakan battery men-drive built-in electric motor starter.Bila Temperatur mesin melebihi seharusnya. Insulation class F lain-lain Dpt bekerja secara pararel & Generator standard VDE / BS Mesin : Mesin adalah full compression ignitian. g. Sistem exhaust yang sudah intergrated harus dihubungkan ke silinder dengan pemipaan dan expantion joint. proteksi dengan over . fan radiator dan kontrol.

Modul pengaturan adalah solid state. Pembersihan Tapak Konstruksi dan pada semua pekerjaan yang termasuk dalam Lingkup Pekerjaan seperti tercantum di Gambar Kerja dan terurai dalam Buku ini dari semua barang atau bahan bangunan lainnya yang dinyatakan tidak digunakan lagi setelah pekerjaan yang menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa Konstruksi bersangkutan selesai. l. Apabila diperlukan pemeriksaan bahan. Lead acit battery. Daerah pengaturan adalah + tegangan nominal. 5. Apabila ada hal yang tidak tercantum dalam gambar maupun RKS tetapi itu mutlak dibutuhkan. 4. PASAL. Penyedia Jasa Konstruksi harus membuat pengaman pengaman. gambar petunjuk dan gambar detail maka segera dilaporkan untuk diputuskan dengan tetap mengindahkan kepentingan bangunan itu sendiri. Jika ada perbedaan antara gambar dan RKS.j. 7. Sistem pengaturan tegangan : Pengaturan tegangan harus + 2 % dari keadaan tanpa beban penuh. hour counter. Battery rock + battery + battery changer lengkap dengan meter pengaman. lampu indikator frequensi meter cos diameter meter. 25 PEKERJAAN PEMBERSIHAN. Battery tipe 135 AH 28 Volt. k. Semua bahan dan alat-alat perlengkapan yang akan diperoleh atau dipasang pada bangunan ini sebelum dipergunakan harus diperiksa dan diluluskan oleh Direksi. barang maupun bangunan yang dilaksanakannya sampai tahap serah terima. Kontrol Unit : Mesin harus dilengkapi dengan unit kontrol yang terdiri dari metric tachometer. Peralatan : 1. expantion tank 2. water temperatur meter. dimana alat-alat kontrol ini harus sudah terhubung dengan bagian-bagian mesin sesuai dengan keperluannya dan terpasang di generator panel. 2. 3. Pekerjaan Lain-lain Pekerjaan ini tidak termasuk pondasi dan rumah genset (pekerjaan ini dikerjakan oleh Pemborong sipil) 08. Radiator. Hal-hal yang belum tercantum dalam uraian-uraian dalam Pasal-Pasal RKS ini akan dijelaskan dalam Aanwijzing. maka hal tersebut harus dikerjakan / dilaksanakan. proteksi. current dan thermal over current dengan ther main dan magnetis tripping. Selama pembangunan berlangsung. oil pression meter. . maka biaya pemeriksaan ditanggung oleh Pemborong. PEMBONGKARAN DAN PENGAMANAN SETELAH PEMBANGUNAN. KETENTUAN LAIN-LAIN 1. Minimum rating arus : 250 A Minimum breaking cap : 50 KA Tegangan : 380 Volt Meter-meter ampere 3 buah lengkap dengan trafo arusnya volt meter dengan selector swicth dan pengaman. Penyedia Jasa Konstruksi harus menjaga keamanan bahan/material. barikade yang harus dipasang pada tempat-tempat yang berbahaya (tepi plat.

core lift dll) dimana orang dapat jatuh kedalamnya pada saat pelaksanaan pekerjaan maupun setelah selesai. 26 PEKERJAAN ARSITEKTUR Meja counter dan kayu gebyok di Gambar Kerja dan terurai dalam Buku ini dari semua barang atau bahan bangunan lainnya yang dinyatakan tidak digunakan lagi setelah pekerjaan yang menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa Konstruksi bersangkutan selesai. normalisasi dan ketentuan-ketentuan/ peraturan yang berlaku dan akan diatur dalam suatu Amandemen atau diatur dalam Berita Acara Penjelasan atau Surat Perjanjian/Kontrak yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Rencana Kerja dan Syarat-syarat ini. Selama pembangunan berlangsung. void. proteksi. . Penyedia Jasa Konstruksi harus membuat pengaman pengaman. barikade yang harus dipasang pada tempat-tempat yang berbahaya (tepi plat. core lift dll) dimana orang dapat jatuh kedalamnya pada saat pelaksanaan pekerjaan maupun setelah selesai. PASAL. 27 PENUTUP Gambar Rencana dalam lampiran tersendiri dan menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari dokumen pengadaan ini Hal-hal yang belum tercantum dalam dokumen pengadaan akan dilaksanakan menurut kelaziman. Penyedia Jasa Konstruksi harus menjaga keamanan bahan/material. barang maupun bangunan yang dilaksanakannya sampai tahap serah terima. PASAL.void.