You are on page 1of 7

Keluarga sebagai pilar

dalam pembentukan akhlak

disusu oleh :
- Arif Aprianto Wibowo (2014720049)
- Haryanti Fadel
(2014720057)
M. Bayu Sucipto
(2014720063)
Rhendani Sita
(2014720076)
Sansabilla Arja
(2014720081)
Vivi Maratul Qibtiyah (2014720085)

KELUARGA DAN PILAR DALAM


KELUARGA
Keluarga adalah unit terkecil dari
masyarakat yang terdiri atas kepala
keluarga
dan
beberapa
orang
yang
terkumpul dan tinggal di suatu tempat di
bawah suatu atap dalam keadaan saling
ketergantungan.
Pilar adalah tiang, penguat, pondasi. Pilar
dalam keluarga adalah contoh perilaku ayah
dan ibu sebagai membentuk akhlak anak.

Pembentukan akhlak
Pendidikan
agama
dalam
keluarga
merupakan awal pembentukan kepribadian
anak, baik dan buruknya kepribadian anak
tergantung pada pendidikan serta lingkungan
yang mengusuhnya. Peran orang tua sebagai
guru bagi anak untuk menentukan kualitas
anak terutama membina akhlak anak. Peran
orang tua bagi anak yaitu :
1. Penanaman
pendidikan agama islam
dalam keluarga
2. Problem pembinaan anak dalam keluarga

Seorang anak dalam keluarga berprilaku


dengan mencontoh prilaku dari kedua orang
tuanya. Keluarga atau orang tua yang
berhasil
menanamkan
pendidikan
agamanya dalam membina anaknya dengan
cara
orang
tua
memperhatikan
perkembangan akhlak secara maksimal
sehingga anak dapat menjalankan ibadah
shalat 5 waktu, puasa dengan baik dan juga
menjalankan apa yang telah ditanamkan
oleh orang tua tentang pendidikan agama
islam.

DIKAITKAN DENGAN KASUS INI :


Jika dikaitkan dengan kasus ini erik kurang perhatian
dari ibunya, erik mempunyai rasa dendam dan
diluapkan dengan perilaku membunuh ibu kandungnya
sendiri. Peran keluarga dalam pembentukan akhlak
seharusnya
orang
tua
dapat
merangkul
dan
mendampingi
anak
dengan
tidak
membedakan
kekurangan erik dengan saudara-saudara lainnya. dan
barang siapa yang membunuh seorang mukmin dengan
sengaja maka balasannya ialah jahanam, kekal ia di
dalamnya
dan
Allah
murka
kepadanya,
dan
mengutukinya serta menyediakan azab yang besar
baginya. Qs. An- Nisa:93)

solusi
Peran keluarga dalam mengihadapi anak
gangguan jiwa pada kasus ini yaitu dengan
cara membawa erik konsultasi lebih lanjut
ke rumah sakit jiwa agar erik dapat sembuh
dan tidak menyakiti orang- orang sekitar.