You are on page 1of 40

KONSEP GIZI SEIMBANG

BY:
RINA KUSUMANINGRUM, SKM, M.KES

Latar Belakang
Keterkaitan antara ketidakseimbangan

konsumsi zat gizi dgn berbagai penyakit


degeneratif sep: penyakit jantung, stroke,
DM, kanker, dll.
Kelebihan/kekurangan zat gizi ttt akan

menyebabkan fungsi organ tubuh menjadi


tdk maksimal & atau menyebabkan
perubahan sifat2 dari sel tubuh.

LANJUTAN ............
Peranan gizi seimbang penting utk

mencegah timbulnya masalah gizi kurang &


gizi lebih & berbagai penyakit degeneratif.
Shg para ahli pd pertemuan di Roma
(Desember 1992) & di Cyprus (Maret 1995)
menghimbau agar setiap negara
menyusun Nutritinal Guidelines / PUGS.
Di Indonesia, PUGS disusun pd awal thn

1995. dijadikan acuan utama kegiatan


penyuluhan gizi.

Konsep Dasar
Pemberian makanan sebaiknya hrs

memperhatikan kemampuan tubuh utk


mencerna makanan, umur, aktivitas, jenis
kelamin, kondisi lain sep: hamil, menyusui,
sakit, dll.
Utk hidup & meningkatkan kualitas hidup,
setiap org memerlukan 5 klmpk zat gizi dlm
jml yg cukup. Serta + air & serat utk
memperlancar proses faal tubuh.

LANJUTAN ............
Secara alam, komposisi zat gizi setiap jenis zat

makanan memiliki keunggulan & kelemahan. Jg


terdapat saling ketergantungan zat gizi dlm
proses penyerapan & metabolisme dlm tubuh.
Utk itu perlu mengkonsumsi makanan yg
beraneka ragam utk mencapai keseimbangan
zat gizi.
Zat gizi dlm tubuh mempunyai 3 peranan

utama TRI GUNA MAKANAN

PEDOMAN UMUM GIZI SEIMBANG


Gizi Seimbang:
Keadaan keseimbangan nutrient (zat

gizi) dlm tubuh sesuai dgn fungsi &


kebutuhan utk mempertahankan derajat
kes.yg optimal
Makanan yg mengandung zat gizi
lengkap & memadai kualitas & kuantitas
sesuai kecukupan / kebutuhan utk
mempertahnkan derajat kes. optimal

Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS)


penjabaran lebih lanjut 4 Sehat 5
Sempurna.
13 Pesan Dasar Gizi Seimbang:
1.Makanlah beraneka ragam makanan
2.Makanlah makanan utk memenuhi kebutuhan
energi
3. Makanlah makanan sumber KH, dari
kebutuhan energi
4. Batasi konsumsi lemak & minyak sampai
dari kecukupan energi
5. Gunakan garam beryodium

LANJUTAN ............

6. Makanlah makanan sumber zat besi


7. Berikan ASI saja kepada bayi sampai berumur

6 bln
8. Biasakan makan pagi
9. Minumlah air bersih, aman & cukup jumlahnya
10.Melakukan kegiatan fisik & olah raga secara
teratur
11.Hindari minuman beralkohol
12.Makanlah makanan yg aman bagi kesehatan
13.Bacalah label pd makanan kemasan

FAKTOR2 YG MEMPENGARUHI MENU


GIZI SEIMBANG
Menu: hidangan
Menu: susunan makanan yg dimakan oleh seseorang

utk sekali makanan / sehari


Ex: MENU makan pagi : roti isi mentega, sari jeruk, kopi

susu.
Menu harus seimbang
Menu seimbang:

menu yg terdiri dari beraneka ragam makanan dlm


jumlah jml & proporsi yg sesuai, shg memenuhi
kebutuhan gizi seseorang guna pemeliharaan &
perbaikan sel2 tubuh & proses kehidupan, pertumbuhan
& perkembangan.

HIPOCRATES:
Setiap makanan yg dikonsumsi oleh

manusia berperan utk tubuh yg dapat


dimanfaatkan utk kehidupan
Namun makanan ini dapat membuat
manusia sehat, sakit / menyembuhkan
kembali.

Makanan Seimbang
Makanan yg mengandung semua zat gizi

yg diperlukan tubuh dlm jml seimbang


Tidak ada satu jenis bahan makanan yg
mengandung semua zat gizi yg diperlukan
tubuh manusia
Aneka ragam makanan akan saling
melengkapi & menutupi kekurangan

Cara Memilih Makanan Sehat


Konsumsi beraneka ragam makanan sesuai
4 Sehat 5 Sempurna
Makanan pokok memberi rasa kenyang
Lauk pauk (hewani + nabati) memberi
rasa nikmat
Sayur menambah rasa segar &
melancarkan proses menelan
Buah pencuci mulut
Susu & hasil olahannya

TUJUAN PENYUSUNAN MENU


1. Memudahkan penyiapan makanan sesuai dgn

kebutuhan anggota klrg.


2. Memudahkan penyiapan hidangan yang lebih
bervariasi,seperti variasi bahan,resep,teknik
pengolahan dan lain-lain
3. Menghemat penyediaan waktu dan tenaga dalam
persiapan
4. Menghemat biaya dengan mengurangi pembelian
bahan yang tidak diperlukan
5. Memenuhi keinginan dan selera keluarga
6. Menjadi kualitas dan kuantitas menu
7. Menghindari terjadinya kebosanan terhadap
terhadap menu yang dipersiapkan/disajikan

SYARAT MENYUSUN MENU


1. Cukup mengandung zat gizi (sesuaikan dengan
kebutuhan anggota keluarga)
2. Hidangan hendaknya dibuat sedemikian rupa
sehingga dapat menimbulkan selera makan.
3. Hidangan harus dikombinasikan dengan baik
Harus ada perbedaan dalam rasa

(pedas,segar,asam,manis)
Ada perbedaan dalam warna,misalnya ada warna
kecoklat2an (semur,bistik,bumbu kecap), ada warna
kekuning2an (acar)
Jangan semua hidangan berkuah. Ada hidangan yang
tidak berkuah (kering/sedikit berkuah)

Lanjutan........
Jangan semua hidangan mengandung lemak.

Hidangkan pula hidangan-hidangan yang ringan dan


segar,misalnya tumis,acar mentah,pecel.

4. Tidak membosankan dengan cara diadakan


pergantian/perubahan menu setiap hari.
Perubahan ini dapat dilakukan pada :

Bahan pokok: beras diganti roti,jagung


lauk : daging sapi diganti,ayam,ikan
pauk : tempe diganti tahu, kacang-kacangan
sayur : bayam, diganti kangkung,kacang panjang

Lanjutan.......
Bahan yang digunakan tetap tapi cara pengolahan

diubah,misalnya ayam dibuat opor,sate,bb


rujak,bayam dibuat sayur bening,bobor atau cah
Cara menghidangkan : panas,hangat,dingin,hidangkan
beberapa menit sebelum jam makan

5. Harus menyesuaikan keadaan keuangan yang


tersedia faktor ini tidak selalu muncul dalam suatu
keluarga, sebab banyak pula keluarga yang
keuangannya cukup bahkan lebih.
6. Menggunakan bahan yang mudah diperoleh dipasar
dan disesuaikan dengan musim.

Prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan:


Jumlah yang cukup
Artinya jumlah pangan yang dikonsumsi memenuhi
kecukupan gizi yang dianjurkan. Hal ini
dimaksudkan agar makanan yang akan dikonsumsi
sesuai dengan kecukupan gizi agar tubuh sehat.
Terdiri dari beragam makanan
Keragaman pangan yang dipilih sebaiknya sesuai
dengan konsep empat sehat. Konsep tersebut
sudah umum dikenal dan susunan hidangan seperti
makanan pokok,lauk pauk serta buah-buahan dan
sayur banyak dijumpai diseluruh indonesia.

Lanjutan........
Mempertimbangan gizi,selera dan ekonomi
Jenis makanan yang dipilih berdasarkan
pertimbangan gizi,selera dan ekonomi.
Ketiga pertimbangan ini dimaksudkan untuk
menghindari Makanan yang voluminous
(artinya: dalam jumlah pangan yang besar
kandungan gizinya rendah), agar pangan yang
dipilih dapat memenuhi kecukupan gizi sesuai
dengan selera dan sesuai dengan daya beli
konsumen,sehingga jumlah dan jenis pangan yang
telah direncanakan dapat disediakan dan
dikonsumsi.

Lanjutan........
Memenuhi syarat teknik pengolahan yang

benar
Cara pengolahan yang bagaimana yang akan dipilih

sebaiknya dilakukan berdasarkan pertimbangan


gizi,selera dan kesesuaian bagi konsumen.
Hal ini dimaksudkan agar dalam mengolah
makanan disesuaikan dengan keadaan fisiologis
tubuh,misalkan makanan untuk anak-anak dan
orang tua,ibu hamil,dan sebagainya.
Diupayakan agar cara pengolahan pangan yang
dipilh dapat meminimalkan kehilangan zat gizi pada
waktu pengolahan.

Lanjutan.........
Disesuaikan dengan ketersediaan pangan

setempat.
Artinya menu yang digunakan menggunakan bahan
makanan yang mudah diperoleh,sesuai dengan
musimnya pada saat itu dan tersedia didaerah setempat
Tidak bertentangan dengan sosial budaya.

Setiap daerah memiliki sosial budaya yang brbeda


beda sehingga menu yang di rencanakan juga harus
disesuaikan dengan sosial budaya, kebiasaan
masyarakat yang atau keluarga yang
bersangkutan.Daerah biasanya memiliki suatu
pantangan terhadap makan yang harus di patuhi.

Lanjutan........
Penyajian
Termasuk hal yang perlu di perhatikan dalam

faktor penyajian ini adalah komposisi dan


penyajian serta waktu penyajian atau waktu
makan ( pagi , siang , malam dan selingan )
dan pendistribusiannya.
Komposisi dan porsi yang di sajikan setiap
waktu makan hendaknya di sesuaikan dengan
kebiasaan masyarakat.
Yang banyak di jumpai adalah tiga kali sehari,
yang kadang kadang diselingi dengan
makanan jajanan. Komposisi,bentuk dan warna
beragam.makanan yang di sajikan secara
menarik akan mampu meningkatkan selera

LANGKAH2 MENYUSUN MENU SEIMBANG


1.Pengumpulan Data
Meliputi: - Jml calon konsumen, umur, jenis kelamin,
status kes, keadaan ttt (hamil, menyusui, sakit)
- Daya beli, tingkat sosial, pantangan/tabu
- Ketersediaan bahan pangan

2.Analisa Data
. Bertujuan utk mengungkap informasi mengenai
kecukupan gizi konsumen terhadap 6 zat gizi.
. Kecukupan gizi dihitung berdasarkn kebutuhan
perindividu menggunakan Daftar Kecukupan Gizi.
. Setelah dihitung diterjemahkan dlm bentuk
makanan sehari.

3.Rancangan Kebutuhan Pangan & Penyusunan


Menu

Setelah dihitung kebutuhan, lalu dirancang jml

pangan yg diperlukan & disusun dlm menu sehari:


Rancang kebutuhan makanan pokok yg dimasak,
menggunakan standar keb.makanan pokok orang
dewasa perhari yaitu 300-350 gr beras.
Hitung kebutuhan lauk-pauk & protein hewani
Hitung kebutuhan sayur & buah (yang berwarna)
Pergunakan standar porsi kebutuhan pangan
perindividu
Porsi & jenis masing2 pangan hrs sesuai dg jml
kebutuhan zat gizi.

4.Pelaksanaan Penyusunan Menu


Kebutuhan/macam hidangan yg dibuat dlm bentuk bahan
makanan hendaknya menyesuaikan dg perkiraan biaya yg
tersedia. Jika jml uang yg tersedia kurang, perlu peninjauan
ulang terhadap menu & jenis bahan yg digunakan.
Protein hewani sebaiknya memenuhi 20-40% protein
hidangan.
5.Penilaian Hasil Konsumsi
Dapat dilakukan setiap kali makan utk menilai kepuasan
konsumen thdp menu yg tersaji dg cara melihat status gizi.
Penilaian berikutnya adalah dg melihat status gizi & kes. Pd
anak yg sehat akan menunjukan pertumbuhan &
perkembangan yg normal. Pd orang dewasa yg sehat tdk
kurus , jarang sakit & mempunyai gairan kerja baik.
Jika dilakukan penilaian di atas menunjukkan hasil yg buruk,
perlu segera dilakukan perubahan susunan hidangan baik
komposisi, kuantitas & kualitasnya.

CARA MENENTUKAN
KEBUTUHAN GIZI dalam
KEADAAN SEHAT
Dilakukan berdasarkan:
UMUR, GENDER, AKTIVITAS FISIK, serta Kondisi
khusus yi: IBU HAMIL dan MENYUSUI

ENERGI
KOMPONEN UTAMA yang menentukan

Keb.ENERGI Adalah :
1. Angka Metabolisme Basal (AMB)
(Basal metabolisme Rate)BMR
2. Aktivitas Fisik, Lainnya
3. Pengaruh Termis makanan Specific Dynamic
Action of Food (SDA) Karena JML relatif
kecil, Komp.SDA diabaikan

CARA MENENTUKAN AMB


AMB dipengaruhi oleh ; UMUR, GENDER,

BERAT BADAN dan TINGGI BADAN.

Ada BEBERAPA CARA MENENTUKAN


AMB :
1. Menggunakan Rumus Harris Benedict (1919)
. Laki-laki
= 66 + (13,7 x BB) + (5 x TB) (6,8

x U)
. Perempuan = 655 + (9,6 x BB) + (1,8 x TB)
(4,7 x U)
Ket : BB = berat badan dalam kg
TB = tinggi badan dalam cm
U = umur dalam tahun

2. Cara cepat (2 cara) :

(a) Laki-laki
= 1 kkal x kg BB x 24 Jam
Perempuan = 0,95 kkal x kg BB x 24 jam
(b) Laki-laki = 30 kkal x kg BB
perempuan = 25 kkal x kg BB

3. Cara FAO/WHO/UNU (1985)


Cara ini memperhatikan umur, gender, dan berat badan

Kelompok Umur
03
3 10
10 18
18 30
30 60
60
*) Berat Badan

AMB (kkal/hari)
Laki-laki

Perempuan

60,9 B*) 54
22,7 B + 495
17,5 B + 651
15,3 B + 679
11,6 B + 879
13,5 B + 487

61,0 B 51
22,5 B + 499
12,2 B + 746
14,7 B + 496
8,7 B + 829
10,5 B + 596

Cara menentukan keb. Energi Untuk


Aktivitas Fisik
Aktv. Fisik dapat dibagi dalam empat gol, yi

Sangat ringan, ringan, sedang dan berat.


Keb. Energi untuk berbgi aktv. Fisik

dinyatakan dalam kelipatan AMB

Cara menaksir Kebutuhan Energi


menurut aktivitas dengan
menggunakan kelipatan AMB
Aktivitas
Sangat ringan
Ringan
Sedang
Berat

Gender
Laki-laki
1,30
1,65
1,76
2,10

Perempuan
1,30
1,55
1,70
2,00

Cara Menentukan
kebutuhan Gizi dalam
Keadaan Sakit

Kebutuhan Gizi dalam keadaan sakit, selain


tergantung pada faktor-faktor yang
mempengaruhi dalam keadaan sehat juga
dipengaruhi oleh jenis dan berat ringannya
penyakit.

Energi
Kebutuhan energi berubah dalam keadaan

sakit sesuai dengan jenis dan beratnya


penyakit.

1. Menghitung kebutuhan energi menurut kg


berat badan (kkal/kg/hari)

Tabel. Kebutuhan Energi rata-rata/kg BB orang


dewasa.
Dalam keadaan
sakit
tanpa Energi
stress Energi/kg
Kategori
Berat
Tinggi
dan umur
(tahun)

badan
(kg)

badan
(cm)

total
(kkal)

BB (kkal)

Laki-laki
20-45
46-59
60

62
62
62

165
165
165

2800
2500
2200

45
40
35

Perempuan
20-45
46-59
60

54
54
54

156
156
154

2200
2100
1850

40
39
34

Contoh Kasus :
Seorang pasien perempuan berobat jalan,

berumur 30 tahun, mempunyai tinggi badan


158 cm dan berat badan 50 kg dengan
penyakit gastroenteritis. Berat badannya
sudah ideal. Kebutuhan energinya adalah 50
X 40 kkal/kg BB = 2000 kkal/hari.

2. Menurut persen kenaikan kebutuhan di


atas Angka Metabolisme Basal (AMB) yaitu dengan
mengalikan AMB dengan faktor aktivitas dan faktor
trauma/stress

Rumus yang digunakan adalah :


Keb. energi = AMB x faktor aktivitas x faktor
trauma/stress

Faktor aktivitas dan faktor Trauma


atau stres untuk menetapan
kebutuhan energi orang sakit
No.

Aktivitas

Faktor

No.

1.
2.

1.

Istirahat di tempat tidur

1,2

2.

Tidak terikat di tempat tidur

1,3
3.
4.
5.
6.

Jenis trauma/stress

Tidak ada stress, pasien dalam keadaan gizi baik


Stres ringan; peradangan saluran cerna, kanker,
bedah elektif, trauma kerangka moderat.
Stress sedang: sepsis, bedah tulang, luka bakar,
trauma kerangka mayor.
Stres berat; trauma multipel, sepsis, dan bedah
multisistem.
Stres sangat berat ; luka kepala berat, sindroma
penyakit pernapasan akut, luka bakar, dan sepsis
Luka bakar sangat berat

Faktor

1,3
1,4
1,5
1,6
1,7
2,1

Contoh Kasus
Laki-laki berumur 40 tahun dengan tinggi badan 165 cm dan

berat badan 50 kg dirawat dengan demam karena hepatitis


(ringan). Ia harus istrahat ditempat tidur. Perhitungan
kebutuhan energinya adalah: Berat badan ideal adalah 53 kg.
Faktor aktivitas = 1,2. Faktor stress = 1,4 (stress ringan).
Kebutuhan AMB = 1 kkal x 53 kg x 24 jam = 1272. Kebutuhan
energi total adalah 1,2 x 1,4 x 1272 = 2136 kkal