You are on page 1of 45

Kasus dan hambatan

perkembangan ibu hamil dan


anak
Friandry W T

BAHAYA FISIK MASA


PRENATAL
Kekurangan Gizi
akibatnya : Defisiensi Mental, Abnormalitas Fisik
Kondisi Kesehatan ibu
Pengaruh Penyakit infeksi, Penyakit Kelamin & Penyakit Kronis
(Diabetes, TBC)
Usia Ibu ( Usia awal 40 th terganggu keseimbangan
kelenjar/gg.endokrin, anak dpt CRETINISM, MICROCHEPALY,
MONGOLOID)
Rokok dan Alkohol
Penelitian pada ibu perokok akan mpgrh jantung & sistem
sirkulasi j anin, pd usia 7 th anak menjadi lebih pendek & kurang
dlm penyesuaian sosial

Microcephaly & Cretinism

Anak yang tidak diinginkan


Tidak menginginkan anak pada saat itu (mungkin
karena
alasan ekonomi, pekerjaan atau pendidikan)
Tidak menginginkan anak dengan jenis kelamin
tertentu
Menginginkan ABORSI
Jika gagal ada perasaan bersalah, sikapnya bisa
menjadi Overprotective pada anak.

BAHAYA PSIKOLOGIS
MASA
PRENATAL

Bahaya fisik

KEMATIAN
Bisa karena penyakit, kecelakaan dan kurang gizi .
SIDS (Sudden Infant Death Sysdrome )
atau sindrome kematian mendadak pada bayi, adalah suatu kematian
yang mendadak dan tidak terduga pada bayi yang tampaknya sehat.
SIDS merupakan penyebab kematian yang paling sering ditemukan pada
bayi yang berusia 2 minggu-1 tahun.
Beberapa pemicu terjadinya SIDS menurut Centers For Disease Control
and Prevention, Atlanta, U.S.A. yaitu : Tengkurap atau tidur miring,
tertutup selimut , kasur terlalu lembut, Suhu terlampau panas , Asap
Rokok , Berat bayi lahir kurang.
Terjadi biasanya setelah tidur panjang, krn ketidaknormalan pernapasan.
Usia 6 bulan pertama kehidupan

Bahaya Psikis
Kurang kasih sayang ortu
Tekanan, diabaikan oleh ortu
ataupun lingkungan
Terlampau banyaknya kasih
sayang

PENULARAN & KELAINAN BAWAAN AKIBAT


TORCH
INFEKSI

PENULARAN

TOXOPLASM
A

Daging mentah/krg
matang, buah & sayur
cuci tdk bersih, Janin
terinfeksi dari ibu

Hidro/Microsefalus,
ikterus, Retardasi
Psikomotorik,

RUBELLA

Saluran Pernapasan
Janin terinfeksi dari
ibu

Katarak, Tuli,
Kelainan Jantung,
Retardasi
Psikomotorik

CMV
(cytomegal
o virus)

Tranfusi darah/organ,
hubungan sexual,
Janin terinfeksi dari
ibu

Microsefali, Tuli,
Retardasi Mental

HSV ( Virus Janin terinfeksi ibu,


Bayi terinfeksi saat
herpes
lahir, hubungan
simplex)
sexual

KELAINAN

Microsefali, hepatitis
intapartum, Retardasi
Psikomotorik

Post partum blues


Depresi setelah melahirkan harusnya ibu
senang
Baby blues, post natal illness, post natal
depression (depresi masa nifas)
Pengaruh perubahan hormonal, sakit fisik
lainnya, proses involusi, kurang tidur, kelelahan,
masalah ekonomi/konflik dalam keluarga, MBA,
trauma
Gejala: kesedihan yang mendalam, sering
menangis, insomnia, mudah tersinggung,
kehilangan minat pada bayi, ketakutan, hilang
nafsu makan, lesu atau tidur berlebih, menangis
tanpa sebab yang jelas
3-8 bulan

Solusi
Banyak beristirahat
Makan teratur dengan menu seimbang
(ikan tuna, salmon, sardin, herring
omega 3)
Lakukan beberapa latihan sederhana
Konseling
Punya buku harian
Keluarga dan suami mendukung, tidak
menakut-nakuti
Bentuk lingkungan yang menyenangkan:
musik, bacaan, tontonan yang menghibur

ENURESIS
pengeluaran urin tanpa disadari ketika tidur.
Suatu bentuk kelainan dimana anak tidak bisa
mengontrol Buang Air Kecil
dapat terjadi pada banyak anak-anak maupun
remaja, dan kadang-kadang bahkan pada orang
dewasa.
tidak perlu diteliti kalau ini terjadi pada anak
dibawah 5 th
enuresis kadang-kadang ada kaitannya dengan
kondisi medis
10

Gejala-gejala
Kontrol kandung kemih yang buruk.
Terlalu lelah.
Perasaan marah/jengkel.
Usaha latihan toilet yang terlalu
semangat dan terlalu dini.
Infeksi saluran kemih.
11

PENYEBAB
Disfungsi kelenjar-kelenjar yang mengelkuarkan
urine
Ciri-cirinya :
Terjadi pengeluaran urine siang/malam,
dimana saja
Usia diatas 4 tahun
Organ sex yang mengatur pengeluaran urine tidak
beres (perlu dilakukan operasi)
Gagal melakukan latihan
Penyakit (mis : diabetes)
12

Yang dapat dilakukan


orangtua

Jangan terlalu dicemaskan atau dilebih-lebihkan.

Tindakan terbaik adalah memberi dukungan; bukan


mempermalukan, memarahi ataupun menghukum.

Batasi minum 2 jam sebelum waktu tidur.

Ingatkan anak supaya pipis dulu sebelum tidur.

Bangunkan anak supaya pipis dulu sebelum tidur.

Konsultasikan pada dokter jika ini terjadi pada anak


yang lebih besar, remaja atau orang dewasa.
13

JENIS-JENIS ENURESIS
DIURNAL ENURESIS

terjadi siang hari


karena perasaan kurang aman

NOCTURNAL ENURESIS (bed-wetting)


terjadi malam hari
secara tidak sengaja dan terjadi secara berulang ketika

sedang tidur
pada seorang anak yang sudah cukup besar, dan
semestinya sudah tidak mengompol lagi di tempat tidur.
sekitar 30% anak berumur 4 tahun, 10% anak berumur 6
tahun, 3% anak berumur 12 tahun dan 1% anak berumur
18 tahun masih mengompol.

14

TREATMENT ENURESIS

Farmakotherapy

Conditioning
Usahakan tidur pada tempat tidur
yang kering dan tubuh kering
Anak diajak kencing sebelum tidur
Alarm ngompol

15

terapi perilaku
untuk anak
menandai pada penanggalan/kalender malam-malam
dimana dia mengompol maupun
tidak menahan diri untuk tidak minum 2-3 jam
sebelum tidur
melakukan buang air kecil sebelum tidur
mengganti pakaian dan seprenya sendiri jika
mengompol

16

alarm ngompol
merupakan metode pengobatan yang paling efektif
mampu menyembuhkan 70% anak yang mengompol
hanya 10-15% yang mengompol kembali setelah metode ini

dihentikan.
metode ini tidak mahal dan mudah diterapkan meskipun cara
kerjanya lambat.
alarm akan berbunyi jika telah keluar beberapa tetes air
kemih.
pada beberapa minggu pertama, anak akan terbangun setelah
ngompol.
beberapa minggu berikutnya anak terbangun setelah sedikit
mengeluarkan air kemihnya dan tempat tidurnya belum
terlalu basah.
lama-lama anak akan terbangun karena ingin buang air kecil
dan tempat tidurnya masih kering.
alarm ini boleh dilepas setelah 3 minggu anak tidak
mengompol.

17

Bedwetting alarm

18

terapi obat
pemberian obat pada saat ini lebih jarang dilakukan karena alarm
ngompol lebih efektif dan obat-obatan mungkin akan menimbulkan
efek samping.
jika pengobatan lainnya gagal dan orang tua sangat menginginkan
pemberian obat, biasanya diberikan imipramin.
imipramin adalah obat anti-depresi yang mengendurkan kandung
kemih dan memperkuat sfingter yang menghambat aliran air kemih.
keuntungan dari pemberian obat adalah cara kerjanya yang cepat.
setelah selama 1 bulan anak tidak mengompol, dosisnya
diturunkan dan diberikan selama 2-4 minggu, kemudian pemberian
obat dihentikan.
sekitar 75% anak akan ngompol kembali setelah obat dihentikan.
jika hal ini terjadi, bisa dicoba diberikan obat selama 3 bulan.
contoh darah diperiksa setiap 2-4 minggu untuk memastikan bahwa
jumlah sel darah putih tidak berkurang (karena salah satu efek samping
dari obat ini adalah penurunan jumlah sel darah putih).
pilihan lainnya dalah obat semprot hidung desmopressin, yang
mengurangi pengeluaran air kemih. efek sampingnya sedikit tetapi
harganya mahal.
19

ENCOPRESIS
Ketidakmampuan anak dalam mengontrol Buang Air Besar
tetapi bukan disebabkan oleh penyakit maupuan kelainan fisik.
sekitar 17% anak berumur 3 tahun dan 1% anak berumur 4 tahun
mengalami enkopresis.

kebanyakan hal ini terjadi karena anak tidak mau


menjalani toilet training.

tetapi kadang enkopresis disebabkan oleh sembelit, yang menyebabkan

teregangnya Dinding usus dan berkurangnya kesiagaan /kesadaran anak


akan ususnya yang telah penuh serta terganggunya pengendalian otot.

jika penyebabnya adalah sembelit, maka diberikan obat pencahar dan


tindakan lainnya agar jadwal buang air besar anak menjadi teratur.

jika penyebabnya adalah karena tidak mau menjalani toilet training,


mungkin perlu dilakukan konsultasi dengan psikolog.

20

PENYEBAB ENCOPRESIS
Kelenjar yg berfungsi untuk mengatur BAB tidak

berfungsi
Penyakit yang oleh individu.
Mis : penyakit Hirschsprung (kelumpuhan sebagian
besar usus besar, tidak ada serabut syaraf di
bag.tertentu shg tidak dapat berkontraksi

Fx.Sosial, tidak ada yang memberikan perhatian


Fx.Psikis, takut atau cemas yang berlebihan
Fissura Anus (robekan pada lapisan anus menjadi nyeri)

21

JENIS ENCOPRESIS
PRIMARY ENCOPRESIS
Anak belum dilatih (toilet training)

SECONDARY ENCOPRESIS
Sudah dilatih, anak mencari
perhatian.

22

TOILET TRAINING
Pelatihan BAB dimulai saat anak umur 2-3 tahun.
Pelatihan BAK dilakukan pada usia 3-4 tahun.
Usia 5 tahun diharapkan sudah mampu BAB sendiri
Dimulai dari melepas celana dalam sendiri,
membersihkan & mengeringkan alat kelmain
maupun anusnya, serta kembali memakai
pakaian dalam sendiri

23

METODE TIMING
Saat anak sudah mulai siap diperkenalkan kepada
Potty Chair dan secara bertahap diminta u/ duduk
diatasnya. Sebentar saja dalam pakaian lengkap.
Kemudian diminta u/ melepaskan pakaian dalamnya
sendiri, lalu duduk diatas Potty Chair selama tidak
lebih dari 5-10 menit
Ibu sambil menjelaskan bahwa sudah saatnya anak
untuk melakukan BAK/BAB di tempatnya (pada potty
chair atau closet), BUKAN DI CELANA DALAM
ATAUPUN POPOK.
Jika anak sudah bisa, berikan pujian atau hadiah
jika anak belum bisa, jangan dimarahi dimarahi atau
hukum

24

MODEL BONEKA SBG ALAT BANTU


Boneka sebagai model
Ibu memberi pujian karena pakaian dalam tetap
kering dan mampu melewati proses toilet training
Anak diminta menirukan dgn boneka secara
berulang-ulang
Anak juga diminta menirukan apa yang dilakukan
oleh bonekanya & ibu memberikan pujian.

25

Latar belakang Psikologis munculnya


enuresis pada anak & remaja
ekspresi tidak langsung dari kondisi cemas
upaya untuk memperlihatkan kebutuhan akan perhatian
& pertolongan orang tua
Ekspresi kemarahan pada ortu yg tidak disadari anak
Kecenderungan neurotik
Ketidakmampuan biologis dan/atau psikologis

26

RETARDASI
MENTAL

Hambatan
Perkembangan

Definisi Retardasi Mental menurut


American Asociation on Mental
Deficiency (AAMD)

meliputi fungsi intelektual


yang
umum di bawah rata-rata (subaverage), yaitu IQ 84 ke bawah
berdasarkan tes;

muncul sebelum usia 16


yang
tahun;
menunjukkan hambatan
yang
dalam perilaku adaptif.
28

Penyebab Retardasi
Mental

Kondisi genetik : Beberapa disebabkan gen abnormal


yang diturunkan dari orang tua, kesalahan ketika
perpaduan gen, atau alasan lain.Contohnya syndrome
down, syndrome x fragile dan phenylketonuria.

Masalah selama kehamilan, wanita alkoholik atau


mendapat infeksi seperti rubella selama kehamilan dapat
mempunyai bayi Retardasi Mental.

Masalah waktu melahirkan, seperti tidak mendapatkan


cukup oksigen

Masalah kesehatan, penyakit seperti batuk pertusis,


cacar atau Meningitis dapat menyebabkan Retardasi
Mental. juga dapat disebabkan oleh malnutrisi yang
ekstrim, tidak mendapatkan perawatan medis atau
karena racun seperti logam mercuri.

Tanda dan Klasifikasi


Sangat berat (IQ < 20) membutuhkan perawatan
seumur hidup di rumah sakit.
Berat (IQ 20-35) memiliki tingkat mental anak,
ketika dewasa membutuhkan lingkungan yang
terkendali.
Sedang (IQ 36-51) dapat mengembangkan
keterampilan akademik sampai tingkat 2, ketika
dewasa membuthkan lingkungan yang terlindungi.

Ringan dapat mengembangkan keterampilan


akademik sampai tingkat 6.

adalah suatu kondisi keterbelakangan


perkembangan fisik dan mental anak yang
diakibatkan adanya abnormalitas
perkembangan kromosom
(da Cuncha, 1992)
Nama Down Syndrome sendiri berasal dari nama
seorang dokter berkebangsaan inggris yang
pertama kali melaporkan kasus hambatan tumbuh
kembang psikomotorik dan berakibat gangguan
mental pada 1866.
Dokter tersebut adalah Dr. John Langdon Down.

Sebelumnya kelainan genetika ini disebut


sebagai monglismus & mongolian
idiocy, sebab memang penderitanya
memiliki ciri fisik menyerupai ras
Blumenbach mongoloid.
Karena berbau rasialis maka nama ini
diganti menjadi DS. Terlebih setelah tahun
1959 diketahui bahwa kelainan genetika ini
dapat terjadi pada ras mana saja tanpa
membedakan jenis kelamin.

Ada tiga jenis Down Syndrome


dilihat dari kelebihan kromosom 21

Down Syndrome prime atau Trisomy murni, adalah kelebihan

Down Syndrome sekunder atau Translocation terjadi jika salah


satu kromosom 21 yang berlebih itu menempel pada kromosom
lain (misal, kromosom 12, 13, 14, atau 22). Penempelan ini
menyebabkan bayi menjadi carrier atau pembawa kelainan,
sehingga keturunannya kelak bisa menderita Down Syndrome.

Down Syndrome tertier atau mosaik, adalah kelebihan kromosom


21 yang tak terjadi di seluruh sel tubuh. Ada sel-sel yang normal,
sehingga tetap berfungsi normal dan sehat. Bila kebetulan sel
otak normal, taraf kecerdasan anak pun niscaya tak terganggu.

kromosom 21 pada seluruh sel tubuh anak. Kebanyakan peristiwa


ini ditemukan pada sel telur wanita yang hamil di atas usia 30
tahun.

Terbentuknya kromosom
21 (trisomy 21) pada
Down Syndrome.
Kromosom ini terbentuk
akibat kegagalan
sepasang kromosom
untuk saling
memisahkan diri saat
terjadi pembelahan.

MASALAH-MASALAH YANG SERING DIALAMI


PENDERITA DOWN SYNDROME

a. MASALAH JANTUNG
Masalah jantung yang paling kerap terjadi ialah jantung
berlubang seperti Ventricular Septal Defect (VSD) yaitu jantung
berlubang diantara bilik jantung kiri dan kanan atau Atrial Septal
Defect (ASD) yaitu jantung berlubang diantara atrium kiri dan
kanan.
b. MASALAH USUS
Masalah usus biasanya terdeteksi ketika awal kelahiran seperti:
Saluran esofagus yang tidak terbuka (atresia) atau tak ada
saluran sama sekali di bagian tertentu dari esofagus. Biasanya ini
dapat diamati sejak usia 1 - 2 hari dimana bayi mengalami
kesulitan ketika menelan air liurnya.Saluran usus kecil duodenum
yang tidak terbuka atau mengalami penyempitan yang
dinamakan "Hirshprung Disease".

Program Bina Diri

Bina diri adalah kemampuan atau bagaimana seseorang


merawat atau membina dirinya.

Bina diri merupakan pelajaran yang khusus diberikan


kepada Anak tunagrahita (ATG). Kekhususan ini sangat
penting dalam mengantarkan ATG agar dapat mandiri
beradaptasi dengan lingkungan dan diterima masyarakat
pada umumnya.

Tujuan pembelajaran adalah agar ana memiliki ketrampilan


mengurus dirinya sendiri tanpa bantuan orang lain,
mempunyai rasa percaya diri, tidak merasa canggung dan
rendah diri dalam beradaptasi dengan lingkungannya.

METODE PEMBELAJARAN
UNTUK ANAK DENGAN
RETARDASI MENTAL BERAT

Sasaran pembelajaran
disesuaikan dengan
keterampilan-keterampilan
1.Berbahasa
2.Gerak khusus yang menggunakan motorik halus
(fine-motor) dan gerak menyeluruh dengan
menggunakan otot-otot besar (gross motor)
3.Kegiatan hidup sehari-hari (activity daily living
skills)
4.Keterampilan dasar kegiatan akademik
5. Keterampilan untuk dapat hidup bermasyarakat

PERAN ORANG TUA :


1.Membimbing menolong diri sendiri
a. Ajaklah anak makan bersama, dengan demikian
ia merasa dihargai sebagai bagian dari keluarga.
b. Membantu anak untuk menciba melakukan
pekerjaan sehari-hari, misalkan mengajarkan
untuk mencoba mengancingkan pakaiannya.
c.Bila anak mengalami kesulitan karena kelainan
anggota badan , usahakan perlengkapan yang
ada memungkinkan anak menggunakan.

2. Membimbing hubungan sosial

a.Tidak bijaksana bila anak selalu dilarang untuk


bergaul dengan lingkungannya.
b.Pada waktu tertentu ajaklah anak untuk ikut
bepergian.
c.Jika berpindah tempat tinggaI informasikan
keberadaan anak tersebut kepada para
tetangga, sehingga mereka dapat memahami.
d.Apabila anak-anak yang lain dibiasakan
menyambut tamu di rumah, maka berilah
kesempatan yang sarna kepada anak
tersebut.

3. Memberikan teguran dan pujian

a. Dalam banyak hal, pujian bagi anak


tunagrahita diutamakan karena untuk
mendorong anak terus berbuat baik.
b. Kalau sampai harus memperingatkan dan
menegur, jelaskan apa yang salah dan apa
yang seharusnya dilakukan.
c. Sedapat mungkin hindarkan hukuman fisik,
lebih baik dipahamkan sebentar atau ditegur
secara lisan.
d. Jangan menggunakan kata-kata yang melukai
perasaannya, misalnya anak bodoh dll.
e. Jangan rnernbanding-bandingkan dengan
kakak, adik atau orang lain.

4. Membimbing kesehatan
a. Membiasakan hidup sehat :
seperti pentingnya kebersihan diri,
makanan bersih, istirahat teratur,
pakaian bersih dll.
b. Bagi anak penderita epilepsi
hindari kelelahan, kurang tidur,
dekat dengan air dll

Program Bina Diri

Aspek-aspek yang harus disiapkan diantaranya


materi.
Materi berupa ketrampilan yang perlu dikuasai
setiap ATG untuk dapat hidup mandiri.
Materi juga terdapat pada diri anak dan
lingkungan sekitarnya. Merupakan perencanaan
kebutuhan sehari-hari yang tidak dapat
ditinggalkan atau dihilangkan.
Dipelajari tahap demi tahap, berkesinambungan,
berulang-ulang dari yang termudah hingga yang
tersulit sampai dapat dikuasai anak.