You are on page 1of 6

MAKALAH TEORI KOMUNIKASI

MODEL KOMUNIKASI GUDYKUNST DAN KIM

Disusun Oleh :

Ilham Purnama//10400033

UNIVERSITAS TAMA JAGAKARSA


Jl. LetjenT.B.Simatupang No. 152 Tanjung Barat, Jakarta
Selatan 12530
TAHUN PELAJARAN 2016

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Komunikasi atau communication berasal dari bahasa latin communis yang berarti sama.
Communico, communicatio atau communicare yang berarti membuat sama (make tocommon).
Secara sederhana komunikasi dapat terjadi apabila ada kesamaan antara penyampaian pesan dan
orang yang menerima pesan. Oleh sebab itu, komunikasi bergantung pada kemampuan kita untuk
dapat memahami satu dengan yang lainnya (communication depends on our ability to understand
one another).
Model komunikasi adalah representasi suatu fenomena, baik nyata ataupun abstrak,
dengan menonjolkan unsur-unsur terpenting fenomena tersebut. Model merupakan sebagai alat
untuk menjelaskan fenomena komunikasi, model berfungsi untuk mempermudah penjelasan
tersebut. Model juga sekaligus mereduksi fenomena komunikasi, artinya ada nuansa komunikasi
lainnya yang terabaikan dan tidak terjelaskan oleh model komunikasi tersebut. Akibatnya apabila
kurang hati-hati menggunakan model, maka model dapat menyesatkan kita. Inilah sisi negatif
dari suatu model komunikasi apabila kita salah dalam penerapannya.
Terdapat beberapa model komunikasi. Diantaranya adalah model Gundykunst dan Kim.
Model komunikasi inilah yang akan kita bahas dalam makalah ini. Komunikasi model ini
mengansumsikan dua orang yang sejajar dalam komunikasi, masing-masing dari mereka sebagai
pengirim sekaligus penerima, atau keduanya sebagai penyandi (encoding) dan penyandi balik
(decoding).
Model komunikasi menurut William B. Gunykunst dan Young Yun Kim atau lebih
dikenal dengan Model Gudykunst dan Kim ini sebenarnya adalah model komunikasi antar
budaya, yakni komunikasi antara orang-orang yang berasal dari budaya yang berlainan, atau
komunikasi dengan orang asing. Model ini pada dasarnya sesuai untuk komunikasi langsung,
khususnya untuk dua orang. Meskipun disebut komunikasi antar budaya atau model komunikasi
dengan orang asing, model komunikasi tersebut dapat merepresentasikan komunikasi antara
siapa saja. Karena pada dasarnya tidak ada dua orang di dunia ini yang memiliki budaya sosial
dan budaya psikologi yang sama persis.

BAB II
ISI
B. PEMBAHASAN
Menurut Gudykunst dan Kim, penyandian pesan dan penyandian balik pesan merupakan
suatu proses interaktif yang dipengaruhi oleh filter-filter konseptual yang dikategorikan menjadi
faktor-faktor budaya, sosial budaya, psikobudaya, dan faktor lingkungan.

Model ini mengansumsikan dua orang yang sejajar dalam komunikasi, masing-masing
dari mereka sebagai pengirim sekaligus penerima, atau keduanya sebagai penyandi (encoding)
dan penyandi balik (decoding). Karena hal itulah, kita dapat melihat bahwa pesan dari seseorang
merupakan umpan balik untuk yang lainnya. Pesan/umpan balik diantara mereka diwakilkan oleh
sebuah garis dari sandi seseorang kepada sandi balik dari yang lainnya. Dua garis itu
menunjukkan bahwa setiap orang dari kita itu berkomunikasi. Kita menyandi dan menyandi
balik pesan dalam satu waktu. Dengan kata lain, komunikasi bukanlah hal yang statis, kita tidak
akan menyandi sebuah pesan dan melakukan apapun sampai kita mendapatkan umpan balik.

Gudykunst dan kim penyajian pesan dan penyandian balik pesan adalah proses interaktif
yang dipengaruhi oleh filter-filter konseptual yang dikatagorikan menjadi :
o
o
o
o

budaya (cultural)
sosiobudaya (socio cultural)
psiko budaya (psyco cultural)
lingkungan

Pengaruh budaya dalam model gudykunst dan kim meliputi faktor-faktor yang
menjelaskan kemiripan dan perbedaan budaya misalnya pandangan dunia (agama) , bahasa &
sikap kita terhadap manusia, misalnya apakah kita terhadap harus peduli terhadap individu atau
terhadap kelompok .
Pengaruh sosial budaya adalah pengaruh yang menyangkut proses penataan sosial ( social
ordering process) . Penataan sosial berkembang berdasarkan kepada interaksi dengan orang lain
ketika pola-pola prilaku menjadi konsisten dengan berjalannya waktu sosial budaya ini terdiri
dari 4 faktor utama yaitu keanggotaan kita dalam kelompok sosial, konsep diri kita, ekspektasi
peran kita, dan definisi kita mengenai hubungan antar pribadi .
Dimensi psyco budaya mencakup proses penataan pribadi (personal ordering process)
proses penataan pribadi ini adalah proses yang memberi stabilitas pada proses psikologis .
Faktor-faktor psiko budaya ini meliputi stereotip dan sikap (misalnya etnosentrisme dan
prasangka) terhadap kelompok lain.
Salah satu unsur yang melengkapi model gudykunst & kim adalah faktor lingkungan.
Lingkungan mempengaruhi kita menyandi dan menyandi balik pesan. Lokasi geografis , iklim ,
situasi arsitektural (lingkungn fisik) dan presepsi kita atas lingkungan tersebut , mempengaruhi
cara kita untuk menafsirkan rangsangan yang datang dan prediksi yang kita buat mengenai
prilaku orang lain. Oleh karena orang lain mungkin presepsi dan orientasi yang berbeda terhadap
lingkungan , dan mereka mungkin menafsirkan prilaku dengan cara yang berbeda walau dalam
keadaan situasi yang sama .
C. KELEBIHAN MODEL KOMUNIKASI
o
o
o
o

Model komunikasi antar budaya.


Sesuai untuk komunikasi tatap muka.
Dapat merepresentasikan komunikasi antar siapa saja.
Dapat menimbulkan kemungkinan kesalahpahaman karena memiliki unsur persepsi
dan orientasi.

KEKURANGAN MODEL KOMUNIKASI


o Jika terjadi pengaruh budaya yang tidak relevan dengan lingkungan maka akan
menciptakan budaya komunikasi yang tidak seimbang

D. CONTOH KASUS I
Ada seorang pria kebangsaan amerika sebut saja Mr. Caplin yang memiliki perusahaan di
bidang teknologi yang cukup maju . Maka ia ingin berkeinginan untuk mengembangkan
usahanya keluar negeri, maka dia memilih pasar jepang. Setelah melalui proses loby
danpendekatan, mr. Caplin berhasil mendekati pengusaha jepang yangbernama mr. suneo,
akhirnya mereka membuat janji untukbertemu, mr. caplin segera memulai presentasinya dengan
bersemangat, dia menjelaskan bisnis yang telah dijalankan olehnya dan menawarkan kepada
mr.suneo untuk berkerja sama.
Mr. suneo hanya terlihat tersenyum mendengarkan presentasi tersebut, sesekali juga
mengangguk-angukan kepalanya, setelah selesai mereka pun berjabat tangan. Sambil berpisah
mr.suneo hanya menganggukan kepala sambil tersenyum dan akan memberikan kabar
secepatnya, melihat respon kliennya yang tersenyum dan menganggukan kepela , mr.caplin yakin
bahwa ia telah berhasil telah meyakinkan mr.suneo untuk berkerja sama, namun setelah beberapa
waktu lamanya, kabar gembira yang dinanti-nantipun tak kunjung datang dan akhirnya mr.caplin
menerima surat pemolakansurat dari mr.suneo . Hal ini membuat mr.caplin bertanya-tanya,
mengapa kerja sama itu sampai batal terlaksana.
Akhirnya terjawablah teka-teki itu, anggukan kepala orang jepang bukanlah menandakan
persetujun yang sebagaimana difikirkan mr.caplin yang melainkan hanya menunjukan bahwa ia
mendengarkan tentang apa yang sedang disampaikan kepadanya. Dan senyuman yang diberikan
mr.suneo selama pertemuan itu hanyalah sebuah keramahan.
CONTOH KASUS II
Beliau memiliki seorang teman yang berasal dari indonesia namun telah lama menetap di
australia, sehingga anak mereka sudah terbiasa mengunakan bahas inggris untuk kehidupan
sehari-hari. Mereka menetap di indonesia, dan sang anak bilang terhadap ibunya tidak ingin
mengunakan bahasa indonesia. Sehingga ibunya memperkenalkan anak itu kepada Suzanna.
What is that? tanya anak itu. this is musquitos cooil jawab beliau. obat nyamuk?
jawab anak itu heran. Kenapa nyamuk harus diberi obat? apa nyamuk-nyamuk itu sedang
sakit? tanya anak itu. Bukan ini sejenis racun untuk mengusir nyamuk kata ibu Suzzana.
Namun anak itu tetap tidak mengerti kenapa itu disebut obat nyamuk. Karena di Australia atau
dinegara lain yang namanya obat pasti dipakai untuk menyebuhkan. Sehingga setiap kali ibunya
menyalakan obat nyamuk, anak itu merapatkan kedua tangannya dan berkata Get Well Son.

BAB III
PENUTUP
E. KESIMPULAN
Komunikasi secara umum adalah suatu proses pembentukan, penyampaian, penerimaan
dan pengolahan pesan yang terjadi di dalam diri seseorang dan atau diantara dua atau lebih
dengan tujuan tertentu sehingga dapat menimbulkan tanggapan atau reaksi dari sang penerima
pesan. Komunikasi dapat berupa interaktif, komunikasi transaktif, komunikasi bertujuan, atau
komunikasi tak bertujuan.
Komunikasi juga dapat disimpulkan sebagai pesan yang disampaikan kepada
penerimapesan (komunikan) dari sumber pesan (komunikator) melalui saluran-saluran tertentu
baik secaralangsung/tidak langsung dengan maksud memberikan dampak/efek kepada
komunikan sesuai dengan yang diinginkan komunikator.