Penggunaan PC Sebagai Alat Bantu Monitoring Pada Modul Delorenzo DL 2314

Hari Purwadi, ST*1., Susana, A.Md*1
*1

Information Technology Department, Samarinda State Polytechnic al1fzharfan@yahoo.co.id

ABSTRACT Module of De Lorenzo usually only provided with output which later then connected again with other peripheral, so that its consumer have to use other equipments which support equipments to be used for process control simulation Module of De Lorenzo DL 2314 consisting of process control and Tranducer which attributed to other external peripheral able to read its parameter. Pursuant to the problems above hence needed by peripheral able to monitoring the parameter. Keyword : proses control, monitoring, level air, pengendalian,, telemetry system, data communication, teknik interfacing
   

A. PENDAHULUAN Modul – Modul De Lorenzo biasanya hanya dilengkapi dengan output – output yang kemudian dihubungkan lagi dengan perangkat lainnya, sehingga pada penggunaanya pengguna harus menggunakan peralatan lain yang menunjang peralatan yang akan digunakan untuk simulasi pengendalian proses. Pada modul De Lorenzo DL 2314 terdiri dari proses kontrol dan Tranducer yang kemudian dihubungkan dengan perangkat luar lain yang dapat membaca parameternya. Berdasarkan permasalahan tersebut diatas maka diperlukan perangkat yang dapat memonitor parameter – parameter tesebut.

Proportiona (P)l Integral ( I) Deripative ( D) dan Derivative Control Circuit ( PID) Modul ini juga dapat dihubungkan dengan sebuah trainer microprocessor yang berbasis process dari berbagai type industri, perekaman data., Programable logic controller atau Personal komputer dengan interface module dan sofware yang dapat membaca parameternya Spesifikasi teknis dari Modul DL 3124 ini adalah : Pressure Vessel Capacity : 5 littres approx Water tank capacity 20 littres approx Temperature Sensors  Platinum thermoresistance pt 100  bi-metalic direct reading thermometer Level Sensors :  Linier variable – differential transformer ( LVDT)  On-reed ON/OFF sensor Flow sensor  Flowmeter 8.000 pulses /litre  Flowmeter, direct reading Pressure sensors :  Strain gauge  manometer, direct reading Recirculation pump :  6 litres/minute, 12 V, 1.5 A  Motor driver valve  4 Manual valve Water Heating resistance :  48, 200 watt

B. TINJAUAN PUSTAKA B.1. Modul De Lorenzo DL 2314 Modul De Lorenzo DL 2314 merupakan merupakan Modul yang terdiri dari proses kontrol dan Tranducer. Modul ini biasanya digunakan untuk Process Control Trainer . Pada modul ini trainer ini merupakan sarana pembelajaran yang terdiri dari beberapa a pressurized vessel dan beberapa perangkat sensor dan actuators untuk level,pressure,temperature dan flow. Pada Modul ini juga terdapat modul kontrol yang memuat  Antarmuka rangkaian untuk sensor. Actuator dan ON/OFF  ON/OFF

Safety valve thermostat pipa and brush Ada beberapa serial Modul yang terintergrasi pada modul ini, misalnya DL 2314C yaitu Process Controller, DL2314R untuk perekaman ( recorder), DL 2110B1 atau 2110B2 modul PLC. Modul yang dimiliki oleh Pada Lab Otomasi adalah Modul DL 3124 dan proses kontrolnya. Biasanya mahasiswa menggunakan Modul – modul ini untuk praktikum yang berhubungan dengan Proses kontrol misalnya pada Praktikum pengukuran rangkaian elektronika, Sistem Kontrol dengan Komputer ( SKDK) dan Praktikum Otomasi Industri. Selain mata kuliah tersebut Modul ini juga dapat digunakan untuk :  Study of level,flow, pressure and temperatur sensors  Study of characteristic of pump and the motor pump  Study of characteristics of static process process and of time constans  ON OFF, P,PI,PD and PID closed loop control of level  P,PI,PD and PID closed loop control of flow  ON-OFF P,PI,PD and PID closed loop control of the temperature  ON-OFF control of the level with the pressure sensor.

B.2. Analog to Digital Converter Salah satu komponen penting dalam sistem akuisisi data adalah pengubah besaran analog ke digital atau disebut juga ADC (Analog to Digital Converter). Pengubah ini akan mengubah besaran-besaran analog menjadi bilangan-bilangan digital sehingga bisa diproses dengan komputer. Peranan pengubah ini menjadi semakin penting karena sekarang sudah bisa didapatkan komputerkomputer yang "real time". Perubahanperubahan satuan fisis bisa dengan cepat ditanggapi oleh komputer. Terdapat berbagai cara mengubah sinyal analog ke digital, dalam pekerjaan ini dipakai metode pendekatan berturutan atau succesive approximation. Karena ADC dengan jenis ini sudah banyak di pasaran dalam bentuk chip sehingga mempermudah pemakaian. Metode ini didasari pada pendekatan sinyal input dengan kode biner dan kemudian berturut-turut memperbaiki pendekatan ini untuk setiap bit pada kode sampai didapatkan pendekatan yang paling baik. Untuk menyimpan kode biner pada setiap tahapan dalam proses digunakan Succesive Approximation Register (SAR).

Bentuk dari modul utama yang digunakan ntuk penelitian ditunjukkan dalam gambar 1.

Diagram ADC

DAC output

Gambar. 2. Pengubahan 3 bit SA-ADC Gambar 1 Gambar modul DL2314

Ketiga gambar di atas adalah diagram langkah pengubahan untuk 3 bit SA-ADC. Konversi diawali dari most significant bit (MSB) diset tinggi, ini identik dengan memperkirakan nilai input adalah _ FS. Komparator akan membandingkan output DAC dengan tegangan input dan memerintahkan pengendali untuk mematikan MSB jika perkiraan mula-mula ternyata lebih besar dari tegangan input. Pada periode clock selanjutnya pengendali menyalakan MSB berikutnya, kemudian kembali membandingkan output dari DAC dengan sinyal input. Proses ini terus diulang sampai pada LSB. Setelah sampai pada tahap ini nilai konversi yang berada pada SAR adalah pendekatan yang terbaik dari sinyal input. Dalam proses ini diambil asumsi bahwa sinyal input konstan selama konversi.

B.3.1 Komponen Delphi B.3.1.1 Project Project adalah sekumpulan form, unit dan beberapa hal lain dalam program aplikasi. Singkatnya project adalah program aplikasi itu sendiri. File utama proyek disimpan dalam file berakhiran .dpr (delphi project). Pada saat dijalankan file proyek ini selalu dikompilasi menjadi file yang dapat dilaksanakan berakhiran .exe atau .dll , Selain itu saat membuat proyek otomatis juga akan dibuatkan sejumlah file yang dibutuhkan oleh project tersebut yaitu file berakhiran .dsk yang dipakai untuk mencatat dan menjaga tampilan layar, seperti jendela mana yang terbuka dan pada posisi mana, sehingga tampilan dapat berpindah dan dapat kembali ke posisi sebelumnya dengan konsisten. File berakhiran .cfg untuk menyimpan setting konfigurasi project. File berakhiran .dci yang dipakai untuk menyimpan perubahan code insight dalam Integrated Development Environment (IDE). File berakhiran .dct yang dipakai untuk menyimpan perubahan komponen template dalam IDE. File berakhiran .dof yang dipakai untuk meyimpan pilihan-pilihan proyek misalnya pilihan compiler, linker, dan lain-lain. File yang berakhiran .dro yang dipakai untuk menyimpan informasi penambahan pada repository. File yang berakhiran .res yang dipakai untuk menyimpan versi info resource dan icon utama aplikasi. File berakhiran .tds yang dipakai untuk menyimpan tabel simbol eksternal debug. Selain file yang otomatis dibuatkan delphi dalam satu proyek bisa terdapat lebih dari satu form dan masing – masing form akan disimpan dalam file berakhiran .dfm atau .xfm, yang antara lain berisi ciri-ciri dari keterangan lengkap suatu form, termasuk semua ciri dan keterangan objek dalam form. Dalam satu proyek juga bisa terdapat file-file beberapa file unit yang akan disimpan dalam file berakhiran .pas yang dipakai untuk menyimpan kode program. Biasanya unit ini berhubungan langsung dengan form (unit form), tetapi kadang unit hanya beberapa prosedur atau fungsi yang tidak berhubungan dengan form.

B.3. Borland Delphi Borland Delphi adalah paket bahasa pemrograman yang bekerja dalam sistem operasi Windows. Delphi merupakan bahasa pemrograman yang mempunyai cakupan kemampuan yang luas dan sangat canggih. Berbagai jenis aplikasi dapat kita buat dengan Delphi, termasuk aplikasi untuk mengolah teks, grafik, angka, database, aplikasi web, maupun aplikasi input dan output. Secara umum kemampuan Delphi adalah menyediakan komponen-komponen dan bahasa pemrograman yang vital, hingga memungkinkan kita untuk membuat program aplikasi sesuai dengan keinginan, dengan tampilan dan kemampuan yang canggih. Untuk mempermudah pemrograman dalam membuat program aplikasi, Delphi menyediakan fasilitas pemrograman yang sangat lengkap. Fasilitas pemrograman tersebut dibagi dalam dua kelompok yaitu , objek dan bahasa pemrograman. Secara ringkas objek adalah suatu komponen yang mempunyai bentuk fisik dan biasanya dapat dilihat (visual). Objek biasanya dipakai untuk melakukan tugas tertentu dan mempunyai batasan – batasan tertentu. Sedangkan bahasa pemrograman secara singkat dapat disebut sebagai sekumpulan teks yang mempunyai arti tertentu dan disusun dengan aturan tertentu. Delphi memiliki struktur bahasa pemrograman objek pascal. Gabungan dari objek dan bahasa pemrograman ini sering disebut bahasa pemrograman berorientasi objek atau Object Oriented Programming ( OOP ).

B.3.1.2 Form Form adalah suatu objek yang dipakai sebagai tempat bekerja program aplikasi. Form berbentuk jendela dan dapat dibayangkan sebagai kertas atau meja yang dapat diletakkan objek-objek lain di atasnya. Pada saat membuat program aplikasi baru, maka akan otomatis tersedia satu form dan diberi nama Form1. Nantinya dalam satu proyek, bisa digunakan lebih dari satu form. Setiap form mengandung unit. Unit dalam form digunakan untuk mengatur dan mengendalikan form serta untuk berinteraksi dengan komponen lain. B.3.1.3 Unit Unit adalah modul kode program. Satu project mungkin memiliki satu unit atau lebih. Dalam delphi ada satu unit yang tak terpisahkan dari form yang disebut unit form. Setiap kali dibuat satu form, otomatis pula dibuat satu unit. Unit yang berhubungan dengan form ini, biasanya dipakai untuk mengatur dan mengendalikan segala sesuatu yang berhubungan dengan form dan berinteraksi dengan komponen lain. Selain unit jenis ini, ada pula unit yang dibuat terpisah dari form. Unit dapat berisi kumpulan function dan procedure yang dipakai dalam proyek. Function dan procedure adalah satu atau lebih baris program yang dipakai untuk melakukan tugas tertentu. Function dan procedure ada juga ada yang sudah disediakan delphi, ada juga yang sengaja dibuat oleh pemrogram. Manfaat penggunaan unit dalam program aplikasi antara lain : a. Membagi program aplikasi yang besar dalam beberapa unit, sehingga kita dapat mengedit unit-unit tertentu saja. Hal ini sangat memudahkan dalam perancangan, pengubahan , penyelesaian program aplikasi. b. Membuat library (daftar pustaka) berupa function dan procedure , sehingga memudahkan sharing antar program. Unit dapat dikompilasi terpisah dari program aplikasi sehingga program aplikasi lain yang memerlukan unit serupa dapat menggunakannya tanpa harus menulis kembali kode programnya B.5. Window API,VCL, dan CLX Window API ( Application Programming Interface ), merupakan sekumpulan fungsi-fungsi yang membangun sistem operasi windows. Kebanyakan fungsi windows API terkumpul dalam file-file DLL yang berlokasi pada di direktori sistem

windows. Dengan memanfatkan fungsi-fungsi tersebut, sebuah apliksai dapat mengeksplotasi kemampuan sistem operasi windows. Sebagian besar fungsi-fungsi windows API dibuat dengan bahasa C. Untuk mempermudah pemrograman windows, Borland kemudian merilis OWL (Object Windows Library) pada Borland Pascal (Juga pada Borland C++). Adanya OWL ini lebih mempermudah pemrograman windows tetapi bagi para pemula masih berlaku sulit. Sama seperti OWL , VCL merupakan pembungkus fungsi-fungsi Windows API. Tujuan pembungkusan ini adalah agar pengguna tidak perlu tahu Windows API yang di kenal sangat Sulit. Seiring dengan makin berkembangnya system operasi Linux, Borland merilis Kylix, yang tak lain adalah Delphi untuk Linux. Borland juga merilis CLX yang merupakan VCL versi cross-palform, yaitu pustaka yang membungkus windows API sekaligus Linux API. JIka membuat aplikasi CLX, maka Component Palette berkurang karena tidak semua komponen VCL dapat digunakan pada aplikasi CLX. Hanya komponen yang bias di jalankan pada windows dan linux yang di tampilakn pada Component Palette. B.5..1 VCL Sesuai dengan kepanjangannya , Visual Component Library merupakan pustaka berisi komponen visual yang bias digunakan untuk membangun aplikasi. Sebenarnya VCL tidak hanya berisi komponen visual, ada beberapa komponen bersifat non-visual. B.5.2 Komponen-komponnen VCL Komponen-komponen VCL yang di letakkan pada Component palette dibagi menjadi beberapa tab. Semua komponen VCL ini berjumlah ratusan dan berikut ini adalah beberapa tab yang digunakan dan di bahas adalah : a. standard, berisi kontrol-kontrol stkitar milik windows seperti tombol perintah( Tbutton). Kotak edit (Tedit), kotak cek (TCheckBox), tombol radio (TradioButton), kotak daftar (TlistBox), kotak combo (TcomboBox), palang penggulung (TscrollBAr), dsb b. Additional, berisi kontrol-kontrol tambahan dari Borland untuk melengkapi kontrol-kontrol standar milik Windows

c.

Win32, berisi kontrol-kontrol standar yang hanya dimiliki oleh windows versi 32 bit. Komponen ini adalah kebalikan dari tab Win 3.1 yang berisi kontrol khusus untuk windows 3.1 System, berisi komponen sistem, seperti pewaktu (Ttimer), media player (TmediaPlayer), kontainer OLE (ToleContainer), dsb Data Acces, berisi komponen-komponen untuk menambahkan akses basis data pada aplikasi. Data controls, berisi kotrol-kontrol untuk menampilkan tabel basis data BDE, berisi komponen-komponen untuk mengakses data melalui BDE, seperti Ttable dan TQuery. ADO, berisi komponen-komponen untuk mengakses data melalui ADO, separti TADOTable dan TADOQuery. Internet, berisi komponen-komponen untuk pemrograman internet mulai dari pemrograman Sokeet (TclientSocket) dan (TserverSocket)sampai dengan pemrograman TCP (TcpClient dan TtcpSocket) dan UDP (TudpSocket) FastNet, berisi komponen–komponen untuk mengakses berbagai protokol Internet, seperti HTTP (TNMHTTP), SMTP (TNMSMTP), POP3 (TNMPOP3) Qreport, berisi komponen-komponen untuk membuat laporan basis data, yang kemudian dapat dicetak di atas kertas Dialogs. Berisi komponen-komponen untuk menampilkan kotak dialog umum ( common dialog box ) seperti kotal dialog open (TopenDialog), kotak dialog Font (TfontDialog)

d.

e.

f.

Local SQL merupakan bagian dari spesifikasi SQL-92 yang digunakan untuk mengakses tabel dBase,paradox dan foxpro. Pernyataan SQL terdiri atas dua kategori : Data Manipulation language ( DML) dan Data Definition Language ( DDL). DML berisi pernyataan SQL yang yang digunakan untuk mencari/ menampilkan , menyisipkan / memasukkan , memperbaharui dan mengahpus data tabel. SELECT adalah suatu pernyataan DML. DDL berisi pernyataan SL yang digunakan untuk membuat , mengubah dan menghapus tabel dan juga untuk mebuat dan menghapus indeks. CREATE TABLE dan DROP INDEX merupakan pernyataan DDL Ketentuan dan Aturan yang berlaku 1. Nama Tabel Local SQL membatasi nama setiap tabel dengan suatu kata yang terdiri atas karakter alpanumerik dan lambang garis bawah( _ ) , Nama tabel harus berada dalam tanda kutip (tunggal / ganda ) Nama tabel dapat dideklarasikan secara lengkap bersama file path_nya, Contoh : SELECT * FROM ' parts.dbf' Nama Alias BDE juga dapat disertakan dalam deklarasi nama tabel. Caranya , deklarasikan nama alias yang berada diantara titik dua sebelum nama tabel. Kemudian tutup dengan tanda kutip. SELECT * FROM ':DBDEMOS:Custumer.db” 2. Nama Kolom dengan penulisan table 3. Aturannya sama

g.

h.

i.

j.

k.

l.

Masing-masing komponen di atas mempunyai tiga atribut yaitu properti, kejadian dan Metode, oleh karena itu , model pemrograman pada Delphi sering disebut juga Model pemrograman PME (Properties Method Event).

B.5. Local SQL

Format Data bertype date Format data tanggal yang diterima adalah format tanggal US dan Eropa. Jika tanda pemisah data adalah garis miring (/) dan mode shortdate-nya menempatkan bulan sebelum hari maka format tanggal yang digunakan adalah format US yaitu MM/DD/YYYY. Format eropa menggunakan tanda pemisah titik (.) dan mode shortdatenya menempatkan hari sebelum bulan, yaitu DD.MM.YY atau DD.MM.YYYY. Kombinasi dengan mode sortdate, penempatan bulan sebelum hari dan tanda pemisah titik tidak diterima oleh Local SQL. Contoh Format US : SELECT * FROM Orders Where (SaleDate <= “1/23/1998”)

Contoh Eropa SELECT * FROM Orders Where (SaleDate <= “23.1.1998”)

4. Format data bertipe Time Pada local SQL literal time berformat hh.mm.ss AM/PM dimana hh adalah jam, mm adalah menit dan ss adalah detik. Penanda AM / PM adalah suatu opsi dan bersifat case – insensitive ( AM sama dengan am ) . Literal Time harus berada dalam tanda kutip INSERT INTO WorkOrder (ID, StartTime) VALUES ( “ B))120”,”10:30:00 PM”) AM Atau PM mengindikasikan separuh hari. Jika tidak dinyatakan maka waktu dibandingkan dengan jam 12 . Jika kurang dari jam 12 maka saat ini adalah AM. Sedankan jika lebih besar dari jam 12 maka saat ini adalah petang (PM). Sebagai contoh , pernyataan berikut hanya akan menampilkan data dimana kolom Even_time berisi nilai “1:00:00 PM”. Dan mengabaikan nilai : 1:0:00 AM” SELECT * FROM “ Events.db” Where ( Event_Time = “13:00:00”) 5. Nilai Boolean Literal Boolean bernilai True dan False dapat dinyatakan dalam pernyataan Local SQL dengan atau tanpa kutip dan bersifat case insensitive ( huruf besar / kecil bernilai sama ) SELECT * FROM Transfers WHERE ( Paid = TRUE ) AND NOT ( Incomplete = “ False ” ) Nilai tipe Boolean dapat dikompresi menjadi type lain dengan fungsi CAST. Hasil konversi nilai True ke Type data integer adalah 1 ( satu ). False menjadi 0 ( Nol ) dan kosong ( Null) menjadi kosong ( NULL). Dalam type char, nilai true adalah T, dan False menjadi F, dan kosong(NULL) menjadi Kosong (NULL). Nilai Boolean juga dapat di ekspresikan secara langsung sebagai T untuk nilai True dan F nilai false. Pendeklarasian harus menyertakan tanda kutip. SELECT * FROM Transfers WHERE ( Paid = “T” ) AND NOT ( Incomplete = “F”)

6. Nama Korelasi Tabel Nama Korelasi tabel dapat digunakan untuk menghubungkan suatu kolom dengan tabel dimana kolom tersebut berasal . Hal ini berguna ketika berbagai kolom dengan nama yang sama dinyatakan dalam query yang sama. Khususnya query multilabel. Suatu nama korelasi tabel didefiniskan dalam klausa FROM pada pernyataan SELECT dengan identitas yang khas, Identitas ini yaitu nama korelasi tabel, dapat digunakan untuk mengawali nama kolom.Jika nama tabel buka string dalam tanda kutip, secara eksplisit nama korelasi tabel adalah nama tabel tersebut dan dapat digunakan untuk mengawali nama kolom. SELECT * FROM Customer LEFT OUTER JOIN Orders ON ( Customer.CstNo = Orders.Cust.No) Jika Nama Tabel berada dalam tanda kutip, awali nama kolom dengan string yang berada dalam tanda kutip tersebut. SELECT * FROM “Customer.db” LEFT OUTER JOIN “Orders.db” ON ( Customer.CustNo = Orders.Cust.No) Atau gunakan nama lengkap tabel sebagai nama korelasi tabel yang didefinisikan dalam klausa FROM ( dan awali semua kolom dengan nama korelasi tabel tersebut ). SELECT * FROM “Customer.db” COSTUMER LEFT OUTER JOIN “Orders.db” o ON ( C.CustNo = Orders.Cust.No) Atau gunakan suatu tanda pembeda sebagai nama korelasi tabel yang didefinisikan dalama klausa FROM ( dan Awali semua kolom dangan nama korelasi tabel tersebut ) 7. Nama Korelasi Kolom Gunakan kata kunci AS untuk menetapkan nama korelasi auatu kolom , nilai aggregate, atau nilai literal. Nama korelasi kolom tidak diperbolehkan berada dalam tanda kutip dan juga tidak boleh mengandung spasi. Pernyataan berikut menetapkan Sub dan Word sebagai nama korelasi Kolom.

SELECT SUBSTRING (Company FROM 1 FOR 1 ) AS Sub “Text” AS Word FROM Custumer

C. DESAIN PENELITIAN Pada perancangan alat yang akan dibuat, secara umum akan dibagi menjadi dua bagian yaitu perancangan perangkat keras (hardware) dan perancangan perangkat lunak (software). Perancangan hardware meliputi perancangan hardware untuk pengubah analog ke digital ( ADC) dan perancangan hardware untuk interface dengan menggunakan Parallel port. Perancangan software meliputi perancangan software untuk memonitor hasil dari analog ke digital melalui parallel port, perancangan software untuk memonitor kinerja proses kontrol serta perancangan software untuk mengatur pengolahan data yang diterima oleh komputer dari interface.

Scale) adalah nilai maksimum dari tegangan referensi. Karena semua tegangan dalam jangkauan ini diwakili oleh bilangan biner yang sama, maka akan terdapat ketidakpastian konversi sebesar ± LSB untuk setiap pengubahan. Masalah ini dapat dikurangi dengan menambah jumlah bit pada output pengubah. Output maksimum suatu ADC tidak berada pada nilai FS akan tetapi pada 7/8 FS. Misalkan sebuah ADC 3 bit ideal, akan mempunyai LSB sebesar 1/8 FS. Jangkauan input

Level
10 9 8 7 6

Flow Temperature Pressure 12

SW1 11 6 7 R1 19 C1 1 2 10 K 4 9

ADC0804 VI+ VICLKR CLK VREF DB0 DB1 DB2 DB3 DB4 DB5 DB6 DB7 18 17 16 15 14 13 12 11 JP1 1 2 3 4 5 6 7 8 HEADER_08 JP3 1 2 3 HEADER_03

1 2 3 4 5

1 CS 2 RD 3 WR 5 INTR AGND 8

U1

Gambar 4. Rangkaian interface antara DL 2314 dengan PC

C.2 Perancangan software Perancangan dan pembahasan program aplikasi meliputi perancangan Borland Delphi sebagai alat bantu dalam melihat hasil data, konversi data dari modul DL 3124 De Lorenzo. Dengan menggunakan beberapa komponen pada Borland Delphi terutama pada Tchart yang menampilkan grafik dari hasil pengamatan modul, selain itu juga diperlukan komponen Table sebagai alat untuk memasukkan data dan menyimpana Untuk pemrosesan data hasil pemantauan di PC, akan menggunakan Borland Delphi 7. Seperti yang dijelaskan diatas ada beberapa komponen yang diperlukan untuk membuat Di dalam perancangannya Borland Delphi . Komponen – komponen utama yang digunakan pada program borland Delphi tersebut adalah : 1. Timer kegunaannya adalah untuk melakukan suatu tindakan periode misalnya untuk menampilkan jam atau real time pada data

Gambar 3. Perancangan sistem monitoring modul proses control dengan PC. C.1 Desaian ADC Salah satu komponen penting dalam sistem akuisisi data adalah pengubah besaran analog ke digital atau disebut juga ADC (Analog to Digital Converter). Pengubah ini akan mengubah besaran-besaran analog menjadi bilangan-bilangan digital sehingga bisa diproses dengan komputer. Kuantitas penting dalam ADC adalah rentang tegangan terkecil yang tidak dapat mengubah hasil konversi. Rentang tegangan ini sering disebut dengan Minimal Representable Voltage (MRV) atau LSB. MRV = LSB = FS / 2 n.(1) dimana LSB menunjukkan nilai analog dari suatu Least Significant Bit (LSB), dan FS (Full

2.

3.

4.

TChart kegunaannya untuk menampilkan grafik hasil pengambilan data dari Tabel data. Tabel ,Data source, dan DBGrid yang berguna untuk menampilkan data melalui tabel pada aplikasi borland Delphi Komponen – komponen umum lain yang dugunakan untuk membuat Tampilan Aplikasi lebih aplikatif

Gambar 5. Lay Out Pengamatan Suhu

D. HASIL PENGUJIAN DAN ANALISA D.1. Modul DL2314 DE LORENZO DAN ADC. Modul De Lorenzo DL 2314 merupakan modul yang terdiri dari beberapa proses kontrol dan sensor – sensor. Tidak ada referensi yang jelas pada buku panduan mandiri spesifikasi alat ini, selain dari buku panduan (manual book) dari Delorenzo. Sehingga dalam pembahasan modul ini hanya berdasarkan dari hasil – hasil penelitian dan pengujian yang penulis sudah lakukan pada modul tersebut. Pada Bab Perancangan Alat, telah banyak dijelaskan mengenai gambaran umum dan cara kerja Modul secara keseluruhan sehingga pada bab pembahasan ini akan menambahkan pengujian yang telah dilakukan Pada Modul. Modul DL 2314 adalah terdiri dari Proses control dan Sensor – sensor yaitu :  Rangkaian Antar muka untuk sensor, actuator dan ON/OFF  ON/OFF  Proporsional ( P)  Integral (I)  Derivative  Derivative control Circuit (PID)

Sedangkan pada sensornya terdiri dari;  Sensor level ( level sensor )  Sensor Flow ( Flow meter)  Sensor suhu ( temperature sensor)  Sensor Pressure ( pressure sensor) Modul modul diatas merupakan modul dengan keluaran data Analog yaitu berupa tegangan DC yang berkisar 0 hingga 10 Volt sehingga, diperlukan alat bantu lain untuk bisa memonitor data yang keluar pada outputnya. Alat yang digunakan untuk memonitor data pada modul ini berupa Analog to Digital Converter atau ADC. ADC adalah suatu komponen yang berfungsi sebagai akuisisi data yaitu mengambil isyarat analog untuk diubah menjadi isyarat digital. Pada ADC 0804 8 bit ini menggunakan pendekatan berturutan atau Successive Approximation Register ( SAR ). ADC 0804 mempunyai dua masukan analog, Vin (+) dan Vin (-), sehingga dapat menerima masukan diferensial. Masukan analog sebenarnya (Vin) sama dengan selisih antara tegangan-tegangan yang dihubungkan dengan ke dua pin masukan yaitu Vin= Vin (+) – Vin (-). Kalau masukan analog berupa tegangan tunggal, tegangan ini harus dihubungkan dengan Vin (+), sedangkan Vin (-) digroundkan. Untuk operasi normal, ADC 0804 menggunakan Vcc = +5 Volt sebagai tegangan referensi. Dalam hal ini jangkauan masukan analog mulai dari 0 Volt sampai 5 Volt (skala penuh), Waktu konversi ADC 0804 sekitar 100 microdetik untuk clock 640 Khz, tegangan input 0 – 5 Volt ( 1 channel) dan tegangan acuan 2,5 Volt dengan ketelitian ± 1 LSB, Sistem pewaktuan untuk ADC ini diatur oleh komponen – komponen R dan C. Data pada sensor – sensor modul DL 2314 hanya dimasukan satu masukan saja dengan menggunakan saklar ( switch ). Kemudian dari data tersebut dimasukan ke PC dengan menggunakan parallel port seperti yang dijelaskan pada Bab sebelumnya keluarannya adalah berupa tegangan DC. Pada level sensor dijelaskan adalah 6 cm ketinggian air = 1 V sehingga kenaikan setiap centimeter berikutnya adalah 1 volt misalnya 7 cm = 2 Vdc begitu seterusnya. Konversi besaran pada sensor – sensor adalah seperti pada tabel dibawah ini :

Tabel 1. Data output sensor
Sensor Modul DL 2314 Level Sensor Flow Sensor Temperature Sensor Pressure Sensor 6 cm 10 l/h 10 °C 0,2 bar 1 Vdc 1 Vdc 1 Vdc 1 Vdc Data Sensor Tegangan

Pada bagian ini pengujian dilakukan untuk mengetahui apakah tiap perangkat yang diimplementasikan dapat bekerja dengan baik sesuai dengan yang direncanakan. Maka perlu dilakukan pengujian terhadap perangkat yang ada. Pengujian yang dilakukan ditunjukkan berikut ini. a. Pengujian Modul DL 2314 DE LORENZO b. Pengujian rangkaian ADC c. Pengujian parallel port d. Pengujian Data dari parallel port dengan program aplikasi e. Pengujian Data dengan Software Aplikasi f. D.1 Pengujian Modul DL 3124 secara manual

Lembar kerja 25 ( Worksheet N° 1 ) Pressure Sensor Perangkat – perangkat pendukung dari pengujian dari sensor tesebut diatas adalah sebagai berikut  SET POINT yang berfungsi sebagai sumber tegangan antara 0 – 10 VDC  LINIER DRIVER berfungsi sebagai penggerak pompa  PWM ( Pulsa width Modulator ) berfungsi sebagai pembangkit pulsa bagi element ( heater ) bagi sensor suhu.  Multimeter Digital  Modul Digital multimeter DE LORENZO Setelah memeriksa kelengkapan, hal yang kemudian dilakukan adalah pengujian sensor – sensor , adapun pengujian sensor yang pertama kali dilakukan adalah pada Level Sensor
Data Level Sensor 18 16 14 12 10 8 6 4 2 0 0 1.2 2.1 3.2 4.2 5.2 6.2 7.3 8.8 10 10 0, 6 1.2, 7 2.1, 8 3.2, 9 4.2, 10 5.2, 11 6.2, 12 7.3, 13 8.8, 14 10, 16 10, 15

Gambar 6. pengamatan level sensor

Grafik Data Flow Sensor 120

Pengujian sensor – sensor modul DL 3124 dilakukan sesuai dengan lembar kerja yang terdapat pada manual book “ PROCESS CONTROL AND TRANDUCERS DL 2314” . Didalam buku panduan tersebut terdiri dari beberapa lembar kerja yang sesuai dengan modul tersebut diatas yang berkaitan dengan mata kuliah pada program studi Teknologi Informasi khususnya pada pada matak kuliah system control dengan computer ( SKDK) dan Pengukuran Rangkaian listrik. Lembar kerja yang diambil pada tugas akhir ini ada pada lembar kerja  Lembar kerja 1 ( Worksheet N° 1 ) Level Sensor  Lembar kerja 13 ( Worksheet N° 13 ) Flow Sensor  Lembar kerja 18 ( Worksheet N° 1 ) Temperature Sensor

100 80 3.2, 70 60 2.1, 50 40 0.8, 30 20 0 0.1 0.8 1.8 2.1 2.6 3.2 3.2 0.1, 20 1.8, 40 2.6, 60 3.2, 80

4.6, 100 4.7, 90

4.7

4.6

Gambar 7. Pengamatan flow sensor
Grafik Data Temperature Sensor 70 60
Temperatur

6, 60 5.5, 55 5, 50 4, 40 3.5, 35 2.2, 22 2.5, 25 3, 30 4.5, 45

50 40 30 20 10 0 2 2.2 2.5 3 3.5 4 4.5 5 2, 20

5.5

6

Tegangan

Gambar 8. Pengamatan tenperatur sensor

Grafik Data Pressure Sensor 1.2 1 0.8 0.6 0.4 0.2 0 5 4.6 4.2 3.8 3.2 2.8 2 1.5 1 0 5, 1 4.6, 0.9 4.2, 0.8 3.8, 0.7 3.2, 0.6 2.8, 0.5 2, 0.4 1.5, 0.3 1, 0.2 0, 0.1

E. KESIMPULAN Secara rancang bangun alat montoring ini,talah memiliki tampilan yang berbeda dengan memanfaatkan komputer sebagai pengolah dan penampil data. Hal ini banyak mempunyai keunutngan dibandingkan ndilakukan secara manual untuk mengamati besaran-besaran yang diambil oleh sensor, diantarannya data dapat disimpan dan di distribusikan untuk riset selanjutnya. Terdapat banyak kendala untuk membangun sebuah sistem monitoring yang sifatnya real time, diantaranya kecepatan sampling data sangat berpengaruh pada tanpilan yang munculnya spike (loncatan pada saat transisi data). Disamping itu perlu digunakan prosesor yang mampu menangangi untuk sistem yang bejalan bersama-sama (paralel processing).

Gambar 9. Pengamatan presure sensor

D.2 Pengujian Software Pembahasan program aplikasi meliputi Pembahasan Program Borland Delphi sebagai alat bantu dalam melihat hasil data dan konversi data dari modul DL 3124 De Lorenzo. Dengan menggunakan beberapa komponen pada Borland Delphi terutama pada Tchart yang menampilkan grafik dari hasil pengamatan modul, selain itu juga diperlukan komponen TTable sebagai alat untuk memasukkan data dan menyimpanan. Grafik yang akan dibangun mempunyai dua masukan yaitu dari data paralel port yang merupakan data asli dari ADC dan data yang satu lagi berasal dari hasil akan dimasukan tabel yang dibangun dari DataBase Microsofr Acces. Pada Program aplikasi ini hanya menangani satu input saja. Karena setelah diamati modul DL 2314 hanya bekerja satu – satu atau pengukuran hanya dapat dilakukan satu objek saja. Misalnya kita tidak dapat mengukur level air pada saat kita sedang menguji flow sensor begitu sebaliknya. Namun ada beberapa lembar kerja pada modul DL 3124 yang dapat dilakukan pengujian secara bersamaan. Contoh Lay out dari program aplikasi pada Borland delphi seperti pada gambar dibawah ini.

F. PENUTUP Mengingat penelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian-penelitian sebelumnya dan merupakan bagian kecil namun sangat menunjang master plan penelitian tentang sitem monitoring suhu, level, tekanan dan aliran yang sedang dilakukan oleh research group di laboratorium otomasi TI Politeknik negeri samarinda, maka sangatlah diharapkan implementasi bantuan terhadap penelitian ini. Akhirnya semoga pengembangan terusmenerus pada bidang penelitian ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin.

G. DAFTAR PUSTAKA 1. Dwi Sutadi , “I/ O Bus & Motherboard “, Penerbit Andi , Yogyakarta , 2003 Abdul Kadir, “ Dasar Pemprograman Delphi 5 “, Penerbit Andi, Yogyakarta, 2000 Antony Pranata,”Pemprograman Borlan Delphi Edisi Ke 3”, Penerbit Andi, Yogyakarta,2001 Sugiri,A.Md,Spd dan Moh.Supriyadi, “ Pemrograman Sistem pengendalian dengan Delphi ”, Penerbit Andi, Yokyakarta, 2006 Rumono B Sunarto “Membangun Sistem Akuisisi data berbasis database dengan Delphi”, Elex Media Komputindo

2.

3.

4.

5. Gambar 10. Tampilan monitoring suhu pada modul DL 2314 dengan PC

6.

7.

Wahana Komputer “Membuat Program Kreatif dan Propesional dengan Delphi” , Elex Media Komputindo http://eprints.undip.ac.id/3227/1/RAN CANG_BANGUN_SISTEM_ MONITORING_TEMPERAT UR_MULTICHANNEL_MUL TIPOINT__MENGGUNAKA N_PROTOKOL_RS-485.pdf

8. http://www.scribd.com/doc/782 0821/Telemetry 9. http://www.scribd.com/doc/864 5828/Phasa-CurrentTelemery

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful