You are on page 1of 23

PSIKOTERAPI SUPORTIF

DAN
PENDIDIKAN KESEHATAN JIWA
Dosen Pembimbing : Sri Endriyani, S.kep, Ns, M.kep

DISUSUN OLEH
ARIF HIDAYAT
PO7120414006

KEMENTRIAN KESEHATAN RI
POLITEKNIK KESEHATAN PALEMBANG
PRODI D-IV KEPERAWATAN
2015

BAB I
PENDAHULUAN
I.

Latar Belakang

Menurut data dari World Health Organization (WHO) 2011, masalah
gangguan kesehatan jiwa di seluruh dunia memang sudah menjadi masalah
yang sangat serius, bahkan berdasarkan data dari Study world Bank di beberapa
negara menunjukkan 8,1% dari kesehatan global masyarakat (Global Burden
Disease) disebabkan oleh masalah gangguan jiwa yang menunjukkan dampak
lebih besar dari TBC (7,2%), kanker (5,8%), jantung (4,4%) dan malaria (2,6%).
(Azwar, 2005).

Psikoterapi merupakan metode pengobatan terhadap gangguan emosional dengan cara
merubah pola berpikir dan pola perasaan agar terjadi keseimbangan di dalam diri individu
tersebut dengan model ilmu kedokteran. Psikoterapi dapat juga didefenisikan dengan metode
pengobatan terhadap gangguan kesulitan yang bersifat emosional dengan cara psikologi. Dalam
psikoterapi sangat diperlukan hubungan yang baik antara pasien dan dokter.
Psikoterapi dapat diklasifikasikan menurut prosesnya yaitu psikoterapi suportif,
reedukatif, dan rekonstruktif. Bila berdasarkan lamanya ada psikoterapi jangka pendek dan
jangka panjang. Bila dilihat dari jumlah pasiennya, maka ada psikoterapi individual dan
psikoterapi kelompok.
II.

Tujuan
1. Untuk mengetahaui apa itu pengertian, cara, terapi suportif, syarat, indikasi,
kontra indikasi, komponen dan jenis psikoterpi suportif, ?
2. Untuk mengetahui promosi (pendidikan) kesehatan jiwa

BAB II

Cara Psikoterapi Suportif (atau supresif. kekacauan atau dekompensasi sementara. Psikoterapi suportif (juga disebut psikoterapi berorientasi hubungan) menawarkan dukungan kepada pasien oleh seorang tokoh yang berkuasa selama periode penyakit. atau non-spesifik) Psikoterapi suportif adalah suatu bentuk terapi alternatif yang mempunyai tujuan untuk menolong pasien beradaptasi dengan baik terhadap suatu masalah yang dihadapi dan untuk mendapatkan suatu kenyamanan hidup terhadap gangguan psikisnya. yang terutama dilakukan adalah menekan ataupun mengontrol gejala-gejala yang terjadi dan untuk menstabilkan pasien ke dalam suasana yang aman dan terlindungi untuk melawan ataupun menghadapi tekanan yang mungkin saja berat naik yang datang dari luar maupun dari dalam dirinya.Pembahasan I. Cara . dengan maksud hendak menghilangkan. Cara ini memberikan suatu periode penerimaan dan ketergantungan bagi pasien yang membutuhkan bantuan untuk menghadapi rasa bersalah. baik sendiri-sendiri atau konbinasi. Psikoterapi dilakukan oleh seorang yang terlatih dalam hubungan profesional secara sukarela. mengoreksi perilaku yang terganggu dan mengembangkan pertunbuhan kepribadian secara positif. II. dan ramah  pemuasan kebutuhan tergantungan  mendukung perkembangan kemandirian yang sah pada akhirnya  membantu mengembangkan contohnya. mengubah. III. malu dan kecemasan dan dalam menghadapi frustasi atau tekanan eksternal yang mungkin terlalu kuat untuk dihadapi. Pendekatan ini juga memiliki tujuan untuk memulihkan dan memperkuat pertahanan pasien dan mengintegrasikan kapasitas yang telah terganggu. termasuk :  kepemimpinan yang kuat. Pengertian Psikoterapi adalah cara-cara atau pendekatan yang menggunakan teknik-teknik psikologik untuk menghadapi gangguan mental. hobi) sublimasi yang menyenangkan (sebagai . atau menghambat gejala-gejala yang ada. Untuk mengembalikan keadaan jiwa yang rapuh ataupun mengalami gangguan ke arah keseimbangan. hangat. Terapi Suportif Terapi suportif menggunakan sejumlah metoda.

Mengembangkan mekanisme daya tahan mental yang baru c. dan yang lebih baik untuk mempertahankan fungsi pengontrolan diri. f. IV. terlindungi. Cara ini rnenggunakan teknik yang membantu pasien merasa aman. keterbatasan pasien. adalah jalan yang paling menjanjikan untuk perbaikan. Mencegah terjadinya relaps. Memperkuat daya tahan mental yang ada. Psikoterapi suportif cocok untuk berbagai penyakit psikogenik. Meningkatkan fungsi psikologi dan sosial. ataupun membuat seseorang tahu dan mengerti tentang dirinya. f. g. Bertujuan agar penyesuaian baik. e. Mengembalikan keseimbangan adaptif (dapat menyesuaikan diri). Menyokong harga diri dan keyakinan diri. d. Tujuan Tujuan psikoterapi suportif ialah: a. Secara garis besar terapi ini diindikasikan terhadap : . b.jika mungkin  perawatan di rumah sakit jika diindikasikan  medikasi untuk menghilangkan gejala  bimbingan dan nasehat dalam menghadapi masalah sekarang. Terapi ini dapat dipilih jika penilaian diagnostik menyatakan bahwa proses kematangan yang bertahap didasarkan pada perluasan sasaran baru untuk identifikasi. terdorong dan tidak merasa cemas. Indikasi Indikasi psikoterapi suportif : Secara umum psikoterapi suportif diindikasikan pada pada pasien yang mempunyai pertahanan ego yang kurang. Menyadari realitas. agar dapat diterima.istirahat dan penghiburan yang adekuat   menghilangkan ketegangan eksternal yang berlebihan. h. V. Mencegah ketergantungan pada dokter. diterima.

d. h. c. Pasien yang memiliki keterbatasan yang berat untuk mengadakan hubungan terapeutik dengan terapis. j. Pasien dengan taraf pendidikan yang tidak begitu tinggi.a. Pasien dengan toleransi kecemasan yang rendah dan kesulitan mengendalikan frustasi. g. Mereka yang mengalami kelemahan dalam mengontrol impuls dan akhirnya mereka melakukan tindakan yang buruk. i. pasien psikosomatik). Mereka yang kesulitan membedakan kenyataan luar dengan dari dalam dirinya. Gangguan bersifat sedang. ataupun kecelakaan). b. perceraian. yang menghasilkan kecemasan berat dan kebingungan (pasien yang mengalami kesedihan yang berat. bencana alam. Pasien dengan intelegensia yang kurang dan kapasitas yang lemah terhadap pengamatan dirinya sendiri. Syarat Syarat pemberian psikoterapi suportif : a. Pasien dengan penyakit yang berat dan kronik disertai dengan kerapuhan ataupun kelemahan fungsi ego (pasien psikosis yang laten. b. . gangguan impuls. Seseorang yang dalam keadaan kritis dan kacau serta tidak mempunyai kemampuan untuk menyelesaikan suatu masalah. Pasien dengan defisit kognitif dan gejala-gejala fisik yang membuat mereka menjadi lemah dan tidak cocok dilakukan pendekatan insightoriented (contoh. gangguan kepribadian berat). e. kesakitan. f. atau kehilangan pekerjaan ataupun mereka yang pernah menjadi korban kejahatan. VI. penganiayaan. Pasien dengan kelemahan psikologi yang sesuai dengan fungsi kognitifnya. Pasien yang mengalami gangguan berat dalam hubungan interpersonal.

Berusaha menyakinkan pasien dengan alasan yang masuk akal bahwa gejalanya akan hilang. perasaan. Pasien pelan-pelan menjadi yakin bahwa gejala-gejalanya akan hilang. Dokter sendiri harus mempunyai sikap yang meyakinkan serta menunjukkan empati. serta pasien dibebaskan dari impuls-impuls yang sangat menganggu. Kepribadian premorbid pasien yang kuat disertai dengan adanya pemulihan diri. Sugesti dengan aliran listrik (faradisasi) atau dengan masasi kadangkadang juga menolong. Yang dibicarakan ialah kekhawatiran. Dokter bersikap penuh pengertian (empati). Persuasi atau bujukan (“persuasion”) Psikoterapi suportif yang dilakukan dengan menerangkan secara masuk akal tentang gejala-gejala penyakitnya yang timbul akibat cara berpikir. maka sugesti akan efektif. Jadi sugesti harus diikuti dengan reeduksi. Dokter berusaha membangun. Bila tidak terdapat gangguan kepribadian yang mendalam. Komponen Komponen psikoterapi suportif antara lain ialah sebagai berikut: a. perasaan salah atau berdosa. Jangan menganggu rasa harga diri pasien. karena pasien menganggap pengobatan itu datang dari luar dirinya. Dilakukan dengan membiarkan pasien mengeluarkan isi hati sesukanya. Jangan memaksa-maksa pasien dan jangan memberikan kesan bahwa dokter menganggap ia membesar-besarkan gejalanya. umpamanya pada reaksi konversi yang baru dan dengan konflik yang dangkal atau pada neurosa cemas sesudah kecelakaan.c. diubah atau diperkuat dan impuls-impuls yang lain dihilangkan atau dikurangi. Tidak terlalu banyak memotong bicaranya (menginterupsi). tetapi perbaikan itu cenderung untuk tidak menjadi tetap. dan menguatkan impuls tertentu serta membebaskannya dari impuls yang mengganggu secara masuk akal dan sesuai hati nurani. Ventilasi atau psiko katarsis b. Topik pembicaraan yaitu permasalahan yang menjadi stress utama. impuls-impuls. masalah keluarga. dan sikapnya terhadap masalah yang dihadapinya. kecemasan. VII. . c. Anak-anak dan orang dengan inteligensi yang sedikit kurang serta pasien yang berkepribadian tak matang atau histerik lebih mudah disugesti. mengubah. Pasien percaya pada dokter sehingga kritiknya berkurang dan emosinya terpengaruh serta perhatiannya menjadi sempit. Sugesti Sugesti ialah secara halus dan tidak langsung menanamkan pikiran pada pasien atau membangkitkan kepercayaan padanya bahwa gejala-gejala akan hilang. Sesudahnya pasien akan merasa lega dan kecemasannya (tentang penyakitnya) berkurang sehingga pasien dapat melihat masalahnya dalam proporsi yang sebenarnya. Impuls-impuls yang tertentu dibangkitkan. Dokter menjadi pendengar yang baik dan penuh pengertian.

d. hal itu terjadi karena ia sendiri mengenal maksud gejala-gejala itu dan bahwa timbulnya gejala itu tidak logis. Penjaminan kembali (“reassurance”) e. bekerja dan belajar. Topik pembicaraan. bahwa pasien mampu berfungsi secara adekuat (cukup. masalah pendidikan. Topik pembicaraan. umpamanya tentang cara mengadakan hubungan antar manusia. pekerjaan. pekerjaan. Sikap terapis. menyampaikan secara halus dan penuh kearifan. Dapat juga diberi secara tegas berdasarkan kenyataan atau dengan menekankan pada apa yang telah dicapai oleh pasien. Penjaminan kembali atau reassurance dilakukan melalui komentar yang halus atau sambil lalu dan pertanyaan yang hati-hati. dan cara belajar yang baik. dan sebagainya. Topik pembicaraan. Sikap terapis. cara hubungan antar manusia. Topik pembicaraan. meyakinkan secara tegas dengan menunjukkan hasil-hasil yang telah dicapai pasien. Ingatan tersebut dapat digunakan dalam terapi untuk memperkuat hipotesis psikoanalitik terlepas . Bimbingan ialah memberi nasehat-nasehat yang praktis dan khusus (spesifik) yang berhubungan dengan masalah kesehatan (jiwa) pasien agar ia lebih sanggup mengatasinya. cara berkomunikasi. dan pribadi. meyakinkan dengan tegas bahwa gejala pasien akan hilang. Hipno-terapi Pasien yang dalam trance hipnotik dapat mengingat ingatan yang tidak ada dalam kesadaran dalam keadaan nonhipnotik. cara bekerja yang baik. pernikahan dan pribadi. menyampaikan nesehat dengan penuh wibawa dan pengertian. pengalaman pasien yang berhasil nyata. pernikahan. gejala-gejala bukan karena kerusakan organik/fisik dan timbulnya gejala-gejala tersebut adalah tidak logis. Bimbingan f. cara berkomunikasi. Terapi kerja yaitu berupa sekedar memberi kesibukan kepada pasien ataupun berupa latihan kerja tertentu agar ia terampil dalam hal itu dan berguna baginya untuk mencari nafkah kelak. Sikap terapis. Konseling biasanya dilakukan sekitar masalah pendidikan. Sikap terapis. Ia harus diyakinkan bahwa bila gejala-gejala itu hilang. Penyuluhan g. memadai). Terapi kerja h. Penyuluhan atau konseling (counseling) ialah suatu bentuk wawancara untuk membantu pasien mengerti dirinya sendiri lebih baik. Pasien harus percaya bahwa gejala-gejalanya akan hilang dan bahwa tidak terdapat kerusakan organik sebagai penyebab gejala-gejala itu. agar ia dapat mengatasi suatu masalah lingkungan atau dapat menyesuaikan diri..

dan pembedahan besar telah dilakukan tanpa anestetik kecuali hipnosis. pruritus. untuk mengendalikan obesitas dan gangguan berhubungan zat. Hipnosis juga telah digunakan untuk menangani gangguan nyeri kronis. lalu disintesa. Psikoterapi kelompok . atau yang memiliki masalah pengendalian. kutil. seperti pasien paranoid. VIII. Hipnosis juga telah digunakan untuk menginduksi relaksasi dalam desensitisasi sistematik. Kontraindikasi Pasien yang dihipnosis berada dalam ketergantungan atipikal dengan ahli terapi. material yang diungkapakan dapat digunakan untuk terapi lebih lanjut.dari dinamika pasien menggunakan ingatan tersebut sebagai katalis untuk asosiasi baru. dimana pasien (khususnya mereka yang berada dalam trance dalam) adalah sangat mudah disugesti dan ditundukkan. afonia. konflik dianalisa. selama mana mereka mengalami kembali peristiwa yang terjadi pada kehidupan yang lebih awal. asma. Pasien dalam keadaan trance mungkin menggambarkan suatu peristiwa dengan intensitas yang mirip dengan peristiwa yang terjadi (abreaksi) dan merasakan peringanan sebagai hasilnya. ditandai oleh perlekatan positif yang harus dihormati dan diinterpretasikan. adalah bukan calon yang baik untuk hipnosis. Terdapat pertentangan tentang apakah pasien akan melakukan tindakan selama keadaan trance yang mereka rasakan menjijikan pada keadaan lain atau yang bertentangan dengan kode moral mereka. Beberapa pasien dapat menginduksi regresi usia. Narkoterapi secara intravena disuntikkan suatu hipnotikum dengan efek yang pendek (umpamanya penthothal atau amital natrium). sehingga pasien dapat mengatasi fobia dengan mengendalikan kecemasan mereka. dan gangguan konversi. seperti pasien obsesif-kompulsif. dan sehingga suatu transferensi yang kuat dapat berkembang. Narkoterapi j. Pasien yang memiliki kesulitan dengan kepercayaan dasar. Apakah pasien mengalami peristiwa seakan-akan terjadi adalah kontroversial. Bahan yang timbul sewaktu narkoterapi dapat juga dipakai dalam sintesa sesudah pasien sadar kembali. walaupun klinis harus menyadari bahwa mungkin berbahaya untuk membawa ingatan yang direpresi ke dalam kesadaran secara cepat. karena pasien dapat terlanda oleh kecemasan. Cara ini telah digunakan untuk menginduksi anestesia. Dalam keadaan setengah tidur pasien diwawancarai. tetapi. i. dengan berbagai tingkat keberhasilan. Sistem nilai etik yang kuat adalah penting untuk semua terapi dan khususnya untuk hipnoterapi. Dalam keadaan lain dapat terjadi transferensi negatif pada pasien yang rapuh atau yang memiliki kesulitan dalam tes realitas. Keadaan trance memainkan peranan dalam terapi gangguan amnestik dan fuga disosiatif. seperti penyalahgunaan alkohol dan ketergantungan nikotin. Indikasi dan Pemakaian Hipnosis telah digunakan. Relaksasi dapat dicapai dengan mudah dengan hipnosis.

Psikoterapi suportif Yang memiliki tujuan untuk mendukung fungsi-fungsi ego. Dua kekuatan utama terapi kelompok. adalah (1) kesempatan untuk mendapatkan umpan balik segera dan teman sebaya pasien dan (2) kesempatan bagi pasien dan ahli terapi untuk mengobservasi respon psikologis. terstruktur. Sesudahnya biasanya ia merasa lega dan kecemasan berkurang. interpersonal.k. kognitif perilaku. adalah : - ventilasi atau katarsis membiarkan pasien mengeluarkan isi hati sesukanya. atau memperkuat mekanisme defensi yang ada. Terapi perilaku Terapi perilaku. - persuasi penerangan yang masuk akal tentang timbulnya gejala-gejala serta baik-baiknya atau fungsinya gejala-gejala itu. memperluas mekanisme pengendalian yang dimiliki dengan yang baru dan lebih baik. Kritik diri sendiri oleh pasien penting untuk dilakukan - terapi kerja berupa memberi kesibukan pada pasien atau latihan kerja tertentu agar ia terampil dalam hal itu dan berguna baginya untuk mencari nafkah kelak . dan perilaku pasien terhadap berbagai orang. Adapun beberapa jenis psikoterapi suportif. Jenis-jenis psikoterapi Berdasarkan tujuan yang ingin dicapai. dan kelompok berorientasi analitik. karena ia lalu dapat melihat masalahnya dalam proporsi yang sebenarnya. jika dibandingkan dengan terapi individual. berusaha untuk menghilangkan masalah perilaku khusus secepat-cepatnya dengan mengawasi perilaku belajar pasien. dan perbaikan ke suatu keadaan keseimbangan yang lebih adaptif. keluarga. Psikoterapi kelompok meliputi spektruin terapi teoritik dalam psikiatri suportif. maka psikoterapi dibagi atas: 1. Psikoterapi kelompok adalah terapi di mana orang yang memiliki penyakit emosional yang telah dipilih secara cermat ditempatkan ke dalam kelompok yang dibimbing oleh ahli terapi yang terlatih untuk membantu satu sama lainnya dalarn menjalani perubahan kepribadian. emosional. IX. Dengan menggunakan berbagai manuver teknik dan gagasan teoritis. terbatas waktu (sebagai contohnya. kelornpok dengan orang psikotik yang kronis). mendapatkan berbagai transferensi. pembimbing menggunakan interaksi anggota kelompok untuk membuat perubahan tersebut.

- bimbingan memberi nasehat yang praktis dan khusus yang berhubungan dengan masalah kesehatan (jiwa) pasien agar dia lebih sanggup mengatasinya. - kerja kasus sosial (social casework) proses bantuan oleh seorang yang terlatih (pekerja sosial) pada seorang pasien yang memerlukan satu atau lebih pelayanan sosial khusus. Dalam hipnosa dapat dilakukan analisa konflik-konflik dan sintesa. lalu disintesa. Dalam keadaan setengah tidur pasien diwawancara.- hipnosa hanya dapat mempercepat pengaruh psikoterapi. atau sintesa dilanjutkan sesudah pasien sadar kembali - sugesti secara halus dan tidak langsung menanamkan pikiran taau membangkitkan kepercayaan pada pasien bahwa gejala-gejala akan hilang. agar ia dapat mengatasi masalah lingkungan atau dapat menyesuaikan diri. umpamanya cara mengadakan hubungan antar manusia. Sugesti akan efektif bila tidak terdapat gangguan kepribadian yang mendalam - penjaminan kembali atau reassurance dilakukan melalui komentar yang halus atau sambil lalu dan pertanyaan yang hati0hati. - narkoterapi secara intravena disuntikan suatu hipnotik dengan efek yang pendek (penthothal atau amital natrium). - penyuluhan atau konseling suatu bentuk wawancara untuk membantu pasien mengerti dirinya sendiri lebih baik. bahwa pasien mampu berfungsi secara adekuat. konflik dianalisa. Dapat juga diberi secara tegas berdasarkan kenyataan atau menekankan pada apa yang telah dicapai pasien. Psikoterapi reedukatif . Dokter sendiri harus mempunyai sikap yang meyakinkan dan otoritas professional serta menunjukan empati. 2.

adalah : - terapi hubungan antar manusia terapi sikap terapi wawancara analisa dan sintesa yang distributive (terapi psikobiologik Adolf Meyer) konseling terapeutik terapi case work reconditioning terapi kelompok yang reedukatif terapi somatik 3. Mimpi juga merupakan bentuk.Tujuannya adalah mengubah pola perilaku dengan meniadakan kebiasaan tertentu dan membentuk kebiasaan yang lebih menguntungkan. Cara atau pendekatan yang dapat dilakukan. ia merupakan keinginan tahu ketakutan bawah sadar dalam bentuk yang disangkal. baik yang mengandung symptoms maupun tidak. dan kegiatan paling primitive dari jiwa seseorang. psikoterapi rekonstruktif memiliki tujuan untuk dicapainya tilikan (insight) akan konflik-konflik nirsadar. isi. kemudian psikiater memberkan ingatan baru berupa sugesti-sugesti yang dapat memulihkan kesehatan pasien - terapi kelompok analitik . Dengan mengungkapkan isi manifest dari suatu mimpi dan kemudian mengasosiasi bebaskan isi mipi. Cara-cara psikoterapi rekonstruktif adalah: - psikoanalisis freud psikoanalisa non Freudian psikoterapi yang berorientasi kepada psikoanalisa asosiasi bebas membiarkan pasien menceritakan keseluruhan pengalamannya. ataupun penuh makna. dengan usaha untuk mencapai perubahan luas struktur kepribadian seseorang. - analisa mimpi mimpi adalah jalan menuju alam bawah sadar. beraturan. logis. ahli analisis dank lien berupaya untuk mengungkapkan makna bawah sadarnya. Cerita yang dikemukakan tidak harus runtut. - Hipnoanalisis Dengan cara menghilangkan ingatan-ingatan pasien yang mengandung symptomsymptom.

Dimana terdiri dari para anggota satu keluarga. Pada umumnya ditandai adanya penyimpangan yang fundamental. mampu menghadapi tantangan hidup. terapi main terapi seni Pendidikan Kesehatan Jiwa Menurut Notoatmodjo (2003). dan gangguan itu tidak hanya terletak di dalam hubungan antara orang itu tetapi juga dengan masyarakat (Maslim. biologik. dapat menerima orang lain. X. Pada umumnya makin tinggi pendidikan seseorang makin mudah menerima informasi. Gangguan jiwa merupakan deskripsi sindrom dengan variasi penyebab. hal ini sesuai dengan teori WHO dalam Notoatmodjo bahwa salah satu strategi untuk meningkatkan dukungan keluarga adalah dengan pemberian informasi yang dapat dilakukan dengan pendidikan kesehatan. UU Republik Indonesia No 14 Tahun 2014 Bab 1 Pasal 1 Kesehatan jiwa adalah kondisi dimana seorang individu dapat berkembang secara fisik. Definisi kesehatan jiwa merupakan hal yang sangat penting untuk diketahui. dan sosial sehingga individu tersebut menyadari kemampuan sendiri. sebab merupakan suatu definisi acuan yang merupakan sasaran utama dari pelbagai upaya dalam kehidupan manusia sesuai dengan tujuan dasar humaniora (Utama H. bahwa pendidikan dapat mempengaruhi seseorang juga perilaku seseorang akan pola hidup terutama dalam memotivasi untuk sikap berperan serta dalam pembangunan. Menurut WHO Pengertian kesehatan jiwa adalah orang yang sehat jiwanya. 2002. A. 2002). yaitu fungsi psikologik. mempunyai sikap postif terhadap diri sendiri dan orang lain . dapat . 2013).Pengertian Gangguan Jiwa Gangguan jiwa menurut PPDGJ III adalah sindrom pola perilaku seseorang yang secara khas berkaitan dengan suatu gejala penderitaan (distress) atau hendaya (impairment) di dalam satu atau lebih fungsi yang penting dari manusia. spiritual. 2010). mental. karakteristik dari pikiran dan persepsi. merasa sehat dan bahagia. sehingga hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap penerimaan materi pendidikan kesehatan yang diberikan. serta adanya afek yang tidak wajar atau tumpul (Maslim. perilaku. Maramis.berfungi untuk memelihara kestabilan keluarga karena sifat seorang pasien yang cenderung menyimpang tidak terlepas dari peran keluarganya. Banyak yang belum diketahui dengan pasti dan perjalanan penyakit tidak selalu bersifat kronis.

Merasa bagian dari suatu kelompok 3 Mampu memenuhi tuntutan hidup a. tidak melebihkan dan tidak pula merendahkan 2 Merasa nyaman berhubungan dengan orang lain a. Menilai secara realisstis. Mampu mengambil keputusan c. intelektual dan emosional. Mampu mengatasi situasi b. Mampu menerima tanggung jawab d. mampu menghadapi tantangan hidup. Dapat menerima ide dan pengalaman baru Untuk mencapai jiwa yang sehat diperlukan waktu dan usaha untuk mengembangkan dan membinanya. Salah satu cara untuk mencapai jiwa yang sehat adalah penilaian diri yaitu . Jiwa yang sehat dikembangkan sejak masa bayi hingga dewasa dalam berbagai tahapan perkembangan. dan mampu memberikan kontribusi untuk komunitasnya . Pengaruh lingkungan terutama keluarga sangat penting dalam membina jiwa yang sehat. Dapat menghargai pendapat orang lain yang berbeda c. 2009) B. Kriteria Sehat Jiwa Orang yang sehat jiwanya adalah orang yang merasa sehat dan bahagia. Federasi Kesehatan Mental Dunia (World Federation for Mental Health) Merumuskan pengertian kesehatan mental sebagai berikut: (1) kesehatan mental sebagai kondisi yang memungkinkan adanya perkembangan yang optimal baik secara fisik.mengatasi tekanan. Mampu mencintai orang lain b. dapat menerima orang lain sebagaimana adanya (yaitu dapat berempati dan tidak secara apriori bersikap negatif terhadap diri sendiri dan orang lain (Utama H. (2) sebuah masyarakat yang baik adalah masyarakat yang membolehkan perkembangan ini pada anggota masyarakatnya selain pada saat yang sama menjamin dirinya berkembang dan toleran terhadap masyarakat yang lain. Puas dengan kehidupannya sehari-hari d. Mempunyai harga diri yang wajar e. Dalam konteks Federasi Kesehatan Mental Dunia ini jelas bahwa kesehatan mental itu tidak cukup dalam pandangan individual belaka tetapi sekaligus mendapatkan dukungan dari masyarakatnya untuk berkembang secara optimal (Yusuf. Mampu merancang masa depan e. Mampu mengatasi kekecewaan dalam hidup c. 2013). Menetapkan tujuan hidup yang realistis b. sepanjang hal itu sesuai dengan keadaan orang lain. Seseorang yang sehat jiwa mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : 1 Senang terhadap dirinya sendiri a. dapat bekerja secara produktif.

mendengar alunan lagu dan musik. Emosi Emosi adalah reaksi kompleks yang mengandung tingkatan aktivitas yang tinggi. berupa sosok manusia yang berpenampilan kulit bersih. tidur nyenyak. tidak gemuk. sehat secara emosional adalah kemampuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya seperti marah. gesit dan seluruh fungsi fisiologi tubuh berjalan normal. 4 Fisik Sehat jasmani merupakan komponen penting dalam arti sehat seutuhnya. takut. rambut tersisir rapi. suku. status sosial sehingga dapat hidup bersama dengan damai. Setiap individu perlu mendapat pendidikan formal maupun informal. sedih. 5 Spiritual Spiritual merupakan komponen tambahan pada definisi sehat oleh WHO dan memiliki arti penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. mata bersinar. dan diikuti perubahan dalam kejasmanian serta berkaitan dengan perasaan yang kuat. . 2 Intelektual Berhubungan dengan kecerdasan dalam berfikir.bagaimana seseorang melihat dirinya yang berkaitan erat dengan bagaimana cara berpikir. dimana kita mampu untuk berfikir dalam mengolah informasi dengan baik dan memecahkan masalah yang dihadapi. berpakaian rapi. 3 Sosial Sehat secara sosial adalah sehat dalam bersosialisasi dengan masyarakat dan lingkungan sekitar tanpa membedakan bedakan ras. agama. bersikap. Aspek. nafas tidak bau. senang. kesempatan untuk berlibur. bosan. benci. siraman rohani seperti ceramah agama dan lainnya agar terjadi keseimbangan jiwa yang dinamis dan tidak monoton. berotot. selera makan baik. Penilaian diri positif Penilaian diri negatif • Menemukan kepuasan dalam hidup • Membina hubungan yang erat dan sehat • Menetapkan tujuan dan mencapainya • Menghadapi maju mundurnya kehidupan • Mempunyai keyakinan untuk menyelesaikan masalah • Merasa hidup ini sulit dikendalikan • Merasa stress • Menghindari tantangan hidup • Memikirkan kegagalan C.Aspek Kesehatan 1.

meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan yang berkualitas. Terfokus pada kator-faktor perlindungan untuk meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik. 5. 2007). 2010). Oleh karena itu beberapa narasumber dalam seminar ini bukan paraahli dari universitas atau ahli kesehatan jiwa (Keswa) tapi mereka adalah para praktisi kesehatan dan masyarakat yang telah berhasil menyelenggarakan pelayanan Keswa di Puskesmas. kependudukan.D. H. Didasari pada partispasi umum. Prinsip-prinsip kerangka kerja promosi kesehatan mental: 1. 2010). 2. Aminullah dalam laporannya menyatakan. Promosi (pendidikan) Kesehatan Jiwa Promosi kesehatan jiwa merupakan konsep sebagai memberi kuasa. Beberapa Puskesmas di Indonesia telah berhasil menyelenggarakan pelayanan kesehatan jiwa dan menjadikannya sebagai program prioritas. 4. akhirnya melahirkanTP-KJM (Tim Pembina. Mengadopsi pendekatan penglengkapan dan strategi terintegritas. Beberapa provinsi di Indonesia telah dibangun rumah sakit jiwa. Direktur Bina Kesehatan Jiwa dr. kata dr. E. dan lingkungan sosial ekonomi yang menentukan kesehatan mental dari sebuah populasi dan individu. Pengalamatan sosial. monitoring dan informasi kesehatan serta meningkatkan pemberdayaan masyarakat (Depkes. Melibatkan aksi perpanjangan dari berbagai bidang ke bidang kesehatan. meningkatkan surveyor. memberikan partisipasi dan berkerja sama dengan orang-orang lain untuk meningkatkan pengendalian penuh terhadap kesehatan jiwa mereka (Barry MM. Aminullah (Depkes. 3. 2014) . Tim Pelaksana Kesehatan JiwaMasyarakat) (Depkes. namun kecenderungan penderita dengan gangguan jiwa ternyata terus meningkat. pelayanan kesehatan jiwa di pelayanan primer dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan pelayanan kesehatan jiwa sehingga dapat segera tertangani. dan pendidikan yang ikut mempengaruhi. fisik. 2010). dibandingkan memfokuskan kepada seseorang yang lebih beresiko terkena gangguan kesehatan mental. mengikutsertakan dan pemberi kuasaan F. penyelenggaraan dari individu ke tingkat lingkungan sosial. Tujuan Upaya Promosi Kesehatan Jiwa (UU RI No 18.M. Indonesia khususnya sejak diterapkannya ilmu kedokteran jiwa modern dan sejak diberlakukannya Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan. Melibatkan populasi sebagai sebuah kelompok besar di dalam konteks kehidupan seharihari. Kebijakan Kesehatan Jiwa di Indonesia Renstra Kemenkes 2010-2014 menjelaskan bahwa visi pembangunan kesehatan Indonesia antara lain menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat. Ini menunjukkan bahwa tuntasnya penanganan kesehatan jiwa tidak hanya ditandai dengan banyaknya rumah sakit tetapi masih ada faktor lainnya seperti ekonomi. Tim Pengarah.

pelanggaran hak asasi orang dengan gangguan jiwa sebagai bagian dari masyarakat 2. Upaya promotif di lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan yang dilaksanakan dalam bentuk komunikasi. Penyebarluasan informasi bagi masyarakat mengenai kesehatan jiwa. 5. Pemahaman yang positif mengenai gangguan jiwa dan ODGJ dengan tidak membuat program pemberitaan. meliputi : 1. serta menciptakan tempat kerja yang kondusif untuk perkembangan jiwa yang sehat agar tercapai kinerja yang optimal. program. artikel. dan penanganan gangguan jiwa di masyarakat dan fasilitas pelayanan di bidang kesehatan jiwa b. penyiaran. Upaya promotif di lingkungan lembaga keagamaan dan tempat ibadah yang dilaksanakan dalam bentuk komunikasi. artikel. Upaya promotif di lingkungan lembaga pendidikan yang dilaksanakan dalam bentuk: a. d. dan edukasi mengenai kesehatan jiwa. penyiaran. Keterampilan hidup terkait Kesehatan Jiwa bagi peserta didik sesuai dengan tahap perkembangannya. informasi. 2. Upaya promotif di lingkungan masyarakat dilaksanakan dalam bentuk komunikasi. Meningkatkan penerimaan dan peran serta masyarakat terhadap Kesehatan Jiwa. Upaya promotif di lingkungan lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan yang dilaksanakan dalam bentuk: a. serta menciptakan lingkungan masyarakat yang kondusif untuk pertumbuhan dan perkembangan jiwa yang sehat. informasi. dan edukasi mengenai kesehatan jiwa yang diintegrasikan dalam kegiatan keagamaan. Pemberitaan. informasi. Peningkatan pengetahuan dan pemahaman warga binaan pemasyarakatan tentang kesehatan jiwa . 3. dan edukasi mengenai kesehatan jiwa dengan sasaran kelompok pasien. Mempertahankan dan meningkatkan derajat kesehatan jiwa masyarakat secara optimal menghilangkan stigma. Upaya promotif di media massa yang dilaksanakan dalam bentuk: a. Menciptakan suasana belajar-mengajar yang kondusif bagi pertumbuhan dan perkembangan jiwa b.1. kelompok keluarga. dan/atau materi yang kondusif bagi pertumbuhan dan perkembangan kesehatan jiwa. 8. dan edukasi mengenai kesehatan jiwa. pencegahan. Meningkatkan pemahaman dan peran serta masyarakat terhadap Kesehatan Jiwa 3. dan/atau materi yang mengarah pada stigmatisasi dan diskriminasi terhadap ODGJ c. 4. 6. diskriminasi. Upaya promotif di lingkungan tempat kerja yang dilaksanakan dalam bentuk komunikasi. informasi. Upaya promosi kesehatan dapat dilaksanakan. Upaya promotif di lingkungan keluarga yang dilaksanakan dalam bentuk pola asuh dan pola komunikasi dalam keluarga yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan jiwa yang sehat. atau masyarakat di sekitar fasilitas pelayanan kesehatan.

Di bawah ini akan diuraikan beberapa metode promosi atau pendidikan individual. Wawancara antara petugas kesehatan dengan klien untuk menggali informasi mengapa ia tidak atau belum menerima perubahan. Pengetahuan tersebut pada akhirnya diharapkan dapat berpengaruh terhadap perilaku. Agar dicapai suatu hasil yang optimal. kelompok atau individu dapat memperoleh pengetahuan tentang kesehatan yang lebih baik. Setiap masalah yang dihadapi oleh klien dapat dikorek dan dibantu penyelesaiannya. dan alatalat bantu atau media yang digunakan untuk menyampaikan pesan. dan penuh pengertian akan menerima perilaku tersebut (mengubah perilaku). Dengan harapan bahwa dengan adanya pesan tersebut. Wawancara (interview) Cara ini sebenarnya merupakan bagian dari bimbingan penyuluhan. Akhirnya klien akan dengan sukarela. Di dalam suatu proses pendidikan kesehatan yang menuju tercapainya tujuan promosi. ia tertarik atau belum menerima perubahan. G. pendidik atau petugas yang melakukannya. faktor materi atau pesannya. Promosi/pendidikan kesehatan juga sebagai suatu proses dimana proses tersebut mempunyai masukan (input) dan keluaran (output). untuk mempengaruhi apakah perilaku . kelompok dan massa (publik). Hal ini berarti bahwa untuk masukan (sasaran pendidikan) tertentu harus menggunakan cara tertentu pula. Metode Promosi Individual (Perorangan) Dalam promosi kesehatan. yakni perubahan perilaku. Dasar digunakannya pendekatan individual ini karena setiap orang mempunyai masalah atau alasan yang berbeda-beda sehubungan dengan penerimaan atau perilaku baru tersebut. kelompok atau individu. atau membina seseorang yang telah mulai tertarik kepada suatu perubahan perilaku atau inovasi. maka metodenya harus berbeda dengan sasaran massa dan sasaran individual dan sebagainya. Menciptakan suasana kehidupan yang kondusif untuk Kesehatan Jiwa warga binaan pemasyarakatan. et al) Promosi atau pendidikan kesehatan pada hakikatnya adalah suatu kegiatan atau usaha menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat. dipengaruhi oleh banyak faktor. antara lain: a. maka faktor-faktor tersebut harus bekerjasama secara harmonis. Materi juga harus disesuaikan dengan sasaran. Bimbingan dan penyuluhan (guidance and counceling) Dengan cara ini. Bentuk pendekatan ini. Agar petugas kesehatan mengetahui dengan tepat serta membantunya maka perlu menggunakan metode (cara) ini. Metode Promosi Kesehatan (Prince M. Untuk sasaran kelompok. 1. maka masyarakat. berdasarkan kesadaran. b.b. Faktor yang mempengaruhi suatu proses pendidikan di samping faktor masukannya sendiri juga faktor metode. Pelatihan kemampuan adaptasi dalam masyarakat c. metode yang bersifat individual ini digunakan untuk membina perilaku baru. Demikian juga alat bantu pendidikan disesuaikan. Dengan kata lain dengan adanya promosi kesehatan tersebut diharapkan dapat membawa akibat terhadap perubahan perilaku kesehatan dari sasaran. kontak antara klien dan petugas lebih intensif.

Efektivitasnya suatu metode akan tergantung pula besarnya sasaran pendidikan. • Ceramah Metode ini baik untuk sasaran yang berpendidikan tinggi maupun rendah. b. . seyogyanya tidak duduk. Seminar adalah suatu penyajian (presentasi) dari seorang ahli atau beberapa orang ahli tentang suatu topik yang dianggap penting dan dianggap hangat di masyarakat. Lebih baik lagi kalau disusun dengan diagram atau skema. misalnya makalah singkat. harus mengingat besarnya kelompok sasaran serta tingkat pendidikan formal daro sasaran. . Untuk kelompok yang besar. 2. Metode yang baik untuk kelompok besar ini. penceramah dapat melakukan hal-hal sebagai berikut: .Suara hendaknya cukup keras dan jelas. .Menggunakan alat-alat bantu lihat (AVA) semaksimal mungkin. Apabila belum maka perlu penyuluhan yang lebih mendalam lagi. . slide. Metode Promosi Kelompok Dalam memilih metode promosi kelompok.Mempelajari materi dengan sistematika yang baik. .Pandangan harus tertuju ke seluruh peserta ceramah. antara lain ceramah dan seminar. Metodemetode yang cocok untuk kelompok kecil ini antara lain: • Diskusi Kelompok . transparan. Kelompok Kecil Apabila peserta kegiatan itu kurang dari 15 orang biasanya kita sebut kelompok kecil. . Pelaksanaan: Kunci dari keberhasilan pelaksanaan ceramah adalah apabila penceramah dapat menguasai sasaran ceramah. sound sistem. Kelompok Besar Yang dimaksud kelompok besar di sini adalah apabila peserta penyuluhan itu lebih dari 15 orang. • Seminar Metode ini hanya cocok untuk sasaran kelompok besar dengan pendidikan menengah ke atas. metodenya akan lain dengan kelompok kecil.Berdiri di depan (di pertengahan).Sikap dan penampilan yang meyakinkan.Mempersiapkan alat-alat bantu pengajaran. Untuk itu penceramah harus mempersiapkan diri. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan metode ceramah antara lain: Persiapan: .yang sudah atau yang akan diadopsi itu mempunyai dasar pengertian dan kesadaran yang kuat.Ceramah yang berhasil apabila penceramah itu sendiri menguasaai materi apa yang akan diceramahkan. a. Untuk dapat menguasai sasaran (dalam arti psikologis). tidak boleh bersikap ragu-ragu dan gelisah. dan sebagainya.

Tanggapan atau jawaban-jawaban tersebut ditampung dan ditulis dalam flipchart atau papan tulis. Agar terjadi diskusi yang hidup maka pemimpin kelompok harus mengarahkan dan mengatur sedemikian rupa sehingga semua orang dapat kesempatan berbicara. Bedanya. Biasanya dengan menggunakan atau melalui media massa. dan belum begitu diharapkan untuk sampai pada perubahan perilaku. sebagai perawat atau bidan. jenis kelamin. Untuk memulai diskusi. Baru setelah semua anggota mengeluarkan pendapatnya. maka pesan-pesan kesehatan yang akan disampaikan harus dirancang sedemikian rupa sehingga dapat ditangkap oleh massa tersebut. status sosial ekonomi. • Memainkan Peranan (Role Play) Dalam metode ini beberapa anggota kelompok ditunjuk sebagai pemegang peran tertentu untuk memainkan peranan. Dengan kata lain mereka harus merasa dalam taraf yang sama sehingga tiap anggota kelompok mempunyai kebebasan/keterbukaan untuk mengeluarkan pendapat. misalnya sebagai dokter Puskesmas. 3. Sebelum semua peserta mencurahkan pendapatnya. Mereka memperagakan. bila kemudian dapat berpengaruh terhadap perubahan perilaku juga merupakan hal yang wajar. misalnya pada Hari Kesehatan Nasional. dan akhirnya terjadi diskusi. Beberapa contoh metode promosi kesehatan secara massa ini. dalam arti tidak membedakan golongan umur. Safari KB juga merupakan salah satu bentuk pendekatan massa. misalnya dalam bentuk lingkaran atau segi empat. Pimpinan diskusi juga duduk diantara peserta sehingga tidak menimbulkan kesan ada yang lebih tinggi. Dengan demikian cara yang paling tepat ialah pendekatan massa. pada permulaan pemimpin kelompok memancing dengan satu masalah dan kemudian tiap peserta memberikan jawaban atau tanggapan (curah pendapat). Pada umumnya bentuk pendekatan massa ini tidak langsung. pemimpin diskusi harus memberikan pancingan-pancingan yang dapat berupa pertanyaan-pertanyaan atau kasus sehubungan dengan topik yang dibahas. Ceramah umum (public speaking) Pada acara-acara tertentu. • Curah Pendapat (Brain Storming) Metode ini merupakan modifikasi dari metode diskusi kelompok.Dalam suatu kelompok agar semua anggota kelompok dapat bebas berpartisipasi dalam diskusi. misalnya bagaimana interaksi atau berkomunikasi sehari-hari dalam melaksanakan tugas. Menteri Kesehatan atau pejabat kesehatan lainnya berpidato di hadapan massa rakyat untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan. tidak boleh dikomentari siapapun. antara lain: 1. tingkat pendidikan. Prinsipnya sama dengan metode diskusi kelompk. dan sebagainya. maka formasi duduk para peserta diatur sedemikian rupa sehingga mereka dapat berhadaphadapan atau saling memandang satu sama lain. Metode Promosi Massa Metode pendidikan atau promosi kesehatan secara massa dipakai untuk mengkomunikasikan pesan-pesan kesehatan yang ditujukan kepada masyarakat yang sifatnya massa atau publik. pekerjaan. Pendekatan ini biasanya digunakan untuk menggugah awareness atau kesadaran masyarakat terhadap suatu inovasi. Namun demikian. dan sebagainya. . sehingga tidak menimbulkan dominasi dari salah seorang peserta. tiap anggota dapat mengomentari. sedangkan anggota yang lain sebagai pasien atau anggota masyarakat. Oleh karena sasaran promosi ini bersifat umum.

flipchart. Tulisan-tulisan di majalah atau koran. 2. Media dapat menghindari kesalahan persepsi dan dapat memperjelas informasi. dibedakan menjadi: • Bahan bacaan: modul. leaflet. media promosi kesehatan dikelompokkan menjadi: . elektronika. dan sebagainya juga merupakan bentuk promosi kesehatan massa. yang dipasang di pinggir jalan. Memperlancar komunikasi. dan seterusnya.2. f. 2. spanduk.8 Media Promosi Kesehatan Jiwa Media Promosi Kesehatan adalah semua sarana atau upaya untuk menampilkan pesan atau informasi yang ingin disampaikan oleh komunikator. slide. transparan. 5. Berdasarkan bentuk umum penggunaannya: Berdasarkan penggunaan media promosi dalam rangka promosi kesehatan. Bill Board. 4. • Bahan peragaan: poster tunggal. Simulasi. Media promosi kesehatan yang baik adalah media yang mampu memberikan informasi atau pesan-pesan kesehatan yang sesuai dengan tingkat penerimaan sasaran. 1. Mengurangi komunikasi verbalistik. poster seri. baik itu melalui media cetak. antara lain: a. baik TV maupun radio. dan lain-lain. pada hakikatnya merupakan bentuk promosi kesehatan massa. b. Berdasarkan cara produksi: Berdasarkan cara produksinya. 3. Dapat menampilkan objek yang tidak bisa ditangkap dengan mata. Penggolongan Media Promosi Kesehatan Penggolongan media promosi kesehatan ini dapat ditinjau dari berbagai aspek. dan sebagainya. sehingga sasaran dapat meningkat pengetahuannya yang akhirnya diharapkan dapat berubah perilakunya ke arah positif terhadap kesehatan. d. folder. film. buletin. majalah. e. Media dapat mempermudah penyampaian informasi. buku rujukan/bacaan. Pidato-pidato/diskusi tentang kesehatan melalui media elektronik. dialog antara pasien dengan dokter atau petugas kesehatan lainnya tentang suatu penyakit atau masalah kesehatan adalah juga merupakan pendekatan pendidikan kesehatan massa. poster. b. Contoh: billboard Ayo ke Posyandu. dan media luar ruang. Tujuan Media Promosi Kesehatan Adapun beberapa tujuan atau alasan mengapa media sangat diperlukan di dalam pelaksanaan promosi kesehatan antara lain adalah: a. baik dalam bentuk artikel maupun tanya jawab atau konsultasi tentang kesehatan dan penyakit adalah merupakan bentuk pendekatan promosi kesehatan massa. c. sehingga sasaran mau dan mampu untuk mengubah perilaku sesuai dengan pesan yang disampaikan. Media dapat mempermudah pengertian.

• Perlu keterampilan penyimpanan dan dalam pengoperasian.Leaflet . Adapun macam-macamnya adalah: .Radio . • Bertatap muka. yaitu media yang menyampaikan pesannya di luar ruang secara umum melalui media cetak dan elektronika secara statis. • Jangkauan relatif lebih besar.Brosur .Pamflet . • Biaya lebih tinggi dan sedikit rumit. • Lebih menarik karena ada suara dan gambar bergerak. Media cetak pada umumnya terdiri dari gambaran sejumlah kata. • Perlu alat canggih untuk produksinya. yaitu suatu media bergerak dan dinamis. . • Perlu persiapan matang.Poster .TV .Spanduk yaitu suatu pesan dalam bentuk tulisan dan disertai gambar yang dibuat di atas secarik kain dengan ukuran tergantung kebutuhan dan dipasang di suatu tempat strategis agar dapat dilihat oleh semua orang.Papan reklame yaitu poster dalam ukuran besar yang dapat dilihat secara umum di perjalanan. • Media luar ruang. • Lebih mudah dipahami. • Mengikut sertakan semua pancaindera.Film .• Media cetak. Adapun macam-macam media tersebut adalah: . . . • Sebagai alat diskusi dan dapat diulang-ulang. dapat dilihat dan didengar dalam menyampaikan pesannya melalui alat bantu elektronika. gambar atau foto dalam tata warna.Majalah . misalnya: .CD dan sebagainya Kelebihan dan kekurangan media elektronik : Kelebihan Kekurangan • Sudah dikenal masyarakat.Surat kabar dan lainnya • Media elektronika. yaitu suatu media statis dan mengutamakan pesan-pesan visual..Pameran.

• Jelas dan dapat diukur. Menetapkan tujuan: Tujuannya adalah suatu pernyataan tentang suatu keadaan di masa datang yang akan dicapai melalui pelaksanaan kegiatan tertentu. . Dapat juga untuk menentukan ketersediaan. Menetapkan segmentasi sasaran: Segmentasi sasaran adalah suatu kegiatan memilih kelompok sasaran yang tepat dan dianggap sangat menentukan keberhasilan promosi kesehatan. • Siapa sasaran yang akan diukur. • Bertatap muka.. Tujuannya adalah memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya dan memberikan kepuasan pada masing-masing segmen. • Perlu keterampilan dalam pengoperasian 3. • Perlu keterampilan penyimpanan. Kelebihan dan kelemahan media luar ruang: Kelebihan Kekurangan • Sebagai informasi umum dan hiburan. • Penyajian dapat dikendalikan. Selain itu juga dapat menghitung jenis media dan menempatkan media yang mudah diakses oleh khalayak sasaran. . • Lebih menarik karena ada suara dan gambar bergerak. Merancang media promosi kesehatan jiwa yang digunakan a. • Peralatan selalu berkembang dan berubah. • Ada yang memerlukan listrik. • Seberapa banyak perubahan yang akan diukur. dan jangkauan produk. • Jangkauan relatif lebih besar.TV layar lebar. • Ada yang memerlukan alat canggih untuk produksinya.Banner. Secara umum dapat dikatakan bahwa tujuan harus: • Realistis. artinya bisa dicapai bukan hanya angan-angan. • Perlu persiapan matang. • Mengikutsertakan semua pancaindera. Jika tujuan yang ditetapkan tidak jelas dan tidak operasional maka program menjadi tidak fokus dan tidak efektif. jumlah. • Berapa lama dan di mana pengukuran dilakukan. • Lebih mudah dipahami. • Apa yang akan diukur. b. Penetapan tujuan adalah sebagai dasar untuk merancang media promosi kesehatan dan dalam merancang evaluasi. • Biaya lebih tinggi dan sedikit rumit.

Sasaran Promosi Kesehatan Jiwa (Notosoedirjo.net/t63-promosi-kesehatan-jiwa diakses pada tanggal 9 maret 2014 Buku Ajar Keperawatan Kesehatan Jiwa/Ah.forumid. Kelompok masyarakat yang mengalami gangguan 4. Positioning membentuk citra.scribd. Kelompok masyarakat yang mengalami kecacatan atau hendaya DAFTAR PUSTAKA http://psikiatri. Di sini berhubungan dengan bagaimana calon konsumen menempatkan produk anda di dalam otaknya. Masyarakat dalam kelompok risiko sakit 3. 2005) 1. d. • Media yang dipilih harus memberikan dampak yang luas. Sesuatu citra bisa kaya makna atau sederhana saja. Citra bisa diterima secara homogen dan sama. Masyarakat umum 2. H. Mengembangkan positioning pesan Positioning adalah suatu proses atau upaya untuk menempatkan suatu produk perusahaan. Rizky Fitryasari PK. • Penggunaan beberapa media secara serempak dan terpadu akan meningkatkan cakupan.scribd. 2015 https://www. Jakarta: Salemba Medika.com/doc/228435353/Kesehatan-Jiwa diakses pada tanggal 9 maret 2014 .c. Hal ini bukan strategi produk tetapi strategi komunikasi. Yusuf. dan efektivitas pesan. Memilih media promosi kesehatan Pemilihan media adalah jabaran saluran yang akan digunakan untuk menyampaikan pesan pada khalayak sasaran. • Setiap media akan mempunyai peranan yang berbeda. tetapi sesuatu yang anda lakukan terhadap otak khayalak sasaran. Hanik Endang Nihayati. Positioning bukan sesuatu yang anda lakukan terhadap produk. Sebaiknya citra bisa berubah-ubah dan dinamis. Yang perlu diperhatikan di sini adalah: • Pemilihan media didasarkan pada selera khalayak sasaran. individu atau apa saja dalam alam pikiran mereka yang dianggap sebagai sasaran atau konsumennya.com/doc/239540900/Psikoterapi-suportif diakses pada tanggal 9 maret 2014 https://www. frekuensi. bukan pada selera pengelola program.