You are on page 1of 19

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Salah satu misi Kerasulan Muhammad SAW adalah untuk menyempurnakan
akhlak Al-qur’an merupakan kitab Allah yang di dalamnya terkandung muatan-muatan
ajaran Islam, baik aqidah, syari’ah maupun muamalah. Ketiga muatan tersebut banyak
tercermin dalam ayat-ayat yang termaktub dalam al-qur’an. Ayat-ayat al-qur’an itu, di satu
sisi memang ada yang perlu dipahami secara tekstual-lahiriyah, tetapi di sisi lain juga ada
hal yang perlu dipahami secara kontekstual-rohaniyah. Sebab, jika ayat-ayat al-qur’an
dipahami secara lahiriyah saja, akan terasa kaku, kurang dinamis, dan tidak mustahil akan
ditemukan persoalan yang tidak dapat diterima secara psikis.
Secara umum, ajaran Islam mengatur kehidupan yang bersifat lahiriyah dan
batiniyah. Pemahaman terhadap unsur kehidupan yang bersifat batiniyah pada gilirannya
melahirkan tasawuf. Unsur kehidupan tasawuf ini mendapat perhatian yang cukup besar
dari sumber ajaran Islam, al-qur’an dan sunnah, serta praktek kehidupan nabi dan para
sahabatnya.
Dalam sejarah perkembangannya, para ahli membagi tasawuf menjadi dua
arah perkembangan. Ada tasawuf yang mengarah pada teori-teori prilaku, ada pula
tasawuf yang mengarah pada teori-teori yang begitu rumit dan memerlukan pemahaman
yang lebih mendalam. Pada perkembangannya, tasawuf yang berorientasi ke arah pertama
sering disebut sebagai tasawuf salafi, tasawuf akhlaqi, atau tasawuf sunni. Adapun
tasawuf yang berorientasikan ke arah kedua disebut sebagai tasawuf falsafi. Tasawuf jenis
kedua banyak dikembangkan para sufi yang berlatar belakang sebagai filosof , disamping
sebagai sufi.
Pembagian dua jenis tasawuf di atas di dasarkan atas kecenderungan ajaran
yang dikembangkan, yakni kecenderungan pada prilaku atau moral keagamaan dan
kecenderungan pada pemikiran. Dua kecenderungan ini terus berkembang hingga masingmasing mempunyai jalan sendiri-sendiri.
1.1.

Rumusan Masalah
Adapun Rumusan makalah ini adalah :
1. Bagaiman Pengertian, Sejarah Perkembangan tasawuf sunni,karaktristik/ciri tasawuf
sunni, dan tokoh-tokoh tasawuf falsafi
2. Bagaimana Pengertian, Sejarah perkembangan tasawuf falsafi, karakteristik /ciri
tasawuf falsafi, dan tokoh-tokoh tasawuf falsafi.

1.3. Tujuan
1

dan tokoh-tokoh tasawuf falsafi BAB II PEMBAHASAN 2 . Sejarah perkembangan tasawuf falsafi. karakteristik /ciri tasawuf falsafi. dan tokoh-tokoh tasawuf sunni 2.Adapun tujuan dari makalah ini adalah : 1. Sejarah perkembangan tasawuf sunni. Untuk mengetahui Pengertian. Untuk mengetahui Pengertian. karakteristik /ciri tasawuf sunni.

TASAWUF SUNNI 2. yaitu tidak memntingkan makanan.cit. Mereka lebih banyak beramal untuk hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan akherat. Sejak zaman sahabat dan tabi’in. 2009/1430. Solihin. Aliran ini berkembang pada abad ke lima hijriyah. Rosihon Anwar. op. M. 62 1.Ag. Akar tasawuf di Indonesia. Mereka menjalankan konsepsi asketis dalam kehidupan. pakaian maupun tempat tinggal. Rosihon Anwar. Dr.Ag dan Dr. hlm. Tanggapan perenungan mereka lebih lebih berorientasi pada aspek dalam. kecenderungan orang terhadap ajaran Islam secara lebih analitis mulai muncul. hlm 111 (2) DR. PH.1 2. terdapat individu-individu (1): Ibid. hlm. Antara tasawuf Sunni dan Falsafi . yaitu aspaek lahiriyah dan aspek batiniyah atau aspek “luar” dan aspek “dalam”. yang menyebabkan mereka lebih 3 . Alwi Shihab. tentunya tanpa mengabaikan aspek luarnya yang dimotifasikan untuk membersihkan jiwa.cit. Depok : Pustaka Iman.1.1.2. yaitu cara hidup yang lebih mengutamakan rasa. Fase ini tumbuh pada abad ke-1 dan ke-2 Hijriah. M.D. M. Aliran tasawuf ini mendapat sambutan seiring denngan berkembangnya aliran teologi Ahlussunnah wal jama’ah yang di lancarkan oleh abu al-hasan al-asy’ari atas aliran-aliran lainnya dan kritikan atas keekstriman tasawuf abu yazid al bushthamiy al Halley. Pada fase ini. 51 (3) Prof. Tasawuf sunni adalah bentuk tasawuf yang para penganutnya memagari atau mendasari tasawuf mereka dengan al-qur’an dan al-sunnah.Ag dan Dr.1. op.2. serta mengaitkan keadaan (ahwal) dan tingkatan (maqoomah) rohaniah mereka kepada kedua sumber tersebut. Dr. dari kalangan kaum muslimin yang lebih memusatkan perhatian dan memprioritaskan dirinya pada ibadah. 140.2 Sejarah dan perkembangan tasawuf sunni mengalami beberapa tahap : Tahap pertama disebut pula dengan tahap atau fase asketisme (zuhud)3 Sikap asketisme (zuhud) ini banyak di pandang sebagai pengantar kemunculan tasawuf. Ajaran Islam mereka dapat pandang dari dua aspek. Pendalaman dan pengalaman aspek dalamnya mulai terlihat sebagai hal yang paling utama. M. lebih mementingkan keagungan Tuhan dan bebas dari egoism. Sejarah perkembangan tasawuf sunni Pada mulanya tasawuf merupakan perkembangan dari pemahaman makna institusiinstitusi Islam. M. Pengertian tasawuf sunni Abu wafa Al-ghanimi al-taftazani dalam bukunya “Madkhal ila al-tasawuf islam menjelaskan aliran taswuf sunni adalah aliran sunni yang pendapat moderat dan ajaran tasawufnya selalu merujuk kepada al-Qur’an dan as-sunnah atau dengan kata lain tasawuf aliran ini akan selalu berpatokan syari’at. Prof.1. Solihin. Dalam redaksi lain disebutkan bahwa tasawuf sunni adalah tasawuf yang berwawasan moral praktis dan bersandarkan kepada al-qur’an dan al-sunnah.Ag. M. hlm.

kaum Mu’tazillah dan bathiniyah. Perhatian mereka lebih tertuju pada realitas pengalaman Islam dalam peraktik yang lebih menekankan keterpujian prilaku manusia. Di sisi lain ia melancarkan kritikan tajam kepada para filosof. Pembahasan mereka tentang moral akhirnya mendorong untuk semakin mengkaji hal-hal yang berkaitan dengan akhlaq. yaitu pada abad ke-4 Hijriyah. Tahap kedua. Tokoh yang sangat popular dari kalangan mereka adalah Hasan al-Basri dan Rabi’ah al-Adawiyah. pelurusan jiwa dan pembinaan moral. hlm. Tahap keempat yaitu pada abad ke-5 Hijriyah. Bahkan. (4) : Harun Nasution. 2. yaitu sejak abad ke-3 Hijriyah. 71 (5) : Ibid. Jakarta : UI-Press.memusatkan diri pada jalur kehidupan dan tingkah laku yang asketis. 62-63. Kesederhanaannya dapat dilihat dari kemudahan landasan-landasan atau alur berfikirnya. ditinjau dari berbagai aspeknya. misalnya kitab Qutubul Qultib Fi Mu’amalatil Mahbub. Tasawuf pada alur yang sederhana ini tampaknya banyak ditampilkan oleh kaum salaf. penulisan kitabkitab tasawuf di sana mulai bermunculan. yang dikarang oleh Abu Thalib al-Makky (wafat 386 H). Tahap ketiga. hlm. 63 4. 2008. Islam. 4 Kajian yang berkenaan dengan akhlaq ini menjadikan tasawuf terlihat sebagai amalan yang sangat sederhana dan mudah diperaktekan semua orang. pada fase ini ilmu tasawuf mengalami perkembangan yang lebih maju dibandingkan pada abad ke-3 Hijriyah. Akibatnya kota Baghdad yang menjadi pusat kegiatan tasawuf yang paling besar pada masa itu tersaingi oleh kota-kota besar lainnya. Mereka melaksanakan amalan-amalan tasawuf dengan menampilkan akhlaq-akhlaq atau moral yang terpuji. Perkembangan doktrin-doktrin dan tingkah laku sufi ditandai dengan upaya menegakkan moral ditengah terjadinya dekadensi moral yang berkembang saat itu. kedua tokoh ini dijuluki sebagai zahid. (6):: Ibid. pada abad ini muncullah imam alGhazali yang sepenuhnya hanya menerima tasawuf yang berdasarkan al-qur’an dan alSunnah serta bertujuan asketisme.5 3. dengan maksud memahami kandungan bathiniyah ajaran Islam yang mereka nilai banyak mengandung muatan anjuran untuk berakhlaq terpuji. 6 Namun perkembangan tasawuf di berbagai negeri dan kota tidak mengurangi perkembangan tasawuf di kota Baghdad. kehidupan sederhana. karena usaha maksimal para ulama tasawuf untuk mengembangkan ajaran tasawufnya masing-masing. II. Kondisi ini mulai berkembang ditengah kehidupan lahiriyah yang sangat formal dan cenderung kurang diterima oleh mereka yang mendambakan konsistensi pengalaman ajaran Islam sampai aspek terdalam. Al-Ghazali lah yang berhasil memancangkan perinsip-perinsip tasawuf 4 . sehingga ditangan mereka tasawuf pun berkembang menjadi ilmu moral keagamaan atau ilmu akhlaq keagamaan. Pengetahuan tentang tasawuf dikajinya dengan begitu mendalam. para sufi mulai menaruh perhatian terhadap hal-hal yang berkaitan dan jiwa dan tingkah laku. hlm.

7 Tasawuf pada abad ke-5 H cenderung mengalami pembaharuan. seperti sayyid Ahmad al-Rifa’i ( wafat 570 H). 31-32) (8): Prof. M. sehinggga tidak sering bergelut dengan term-term syathahat. dan bertentangan dengan tasawuf al-Hallaj dan Abu Yazid al-Bustami. hlm. M. 50-51 (10): Juga hal itu dianggap sebagai karamah atau keajaiban yang mereka temui. 3.3. Kalaupun ada term yang mirip syathaha itu dianggapnya merupakan pengalaman pribadi dan meeka tidak menyebarkanya kepada orang lain. hlm 65-66. M. dan sayyid Abdul Qadir Jaelani (wafat 651 H) yang sangat terpengaruh oleh garis tasawuf alGhazali. yaitu abad ke-6 Hijriyah. Tahap kelima.10 Terminologi –terminologi yang dikembangkan tasawuf sunni lebih transparan. Keadaan ini memberi peluang munculnya para tokoh sufi yang mengembangkan tarekat-tarekat dalam rangka mendidik para muridnya. Solihin. 8 Al- Ghazali dipandang sebagi pembela terbesar tasawuf sunni. Harun Nasution. hubungannya tetap dalam kerangka yang berbeda antara 5 .9 2.cit. Rosihon Anwar. hlm.Ag dan Dr. Ia sering diklaim sebagai seorang shufi terbesar dan terkuat pengaruhnya dalam khazanah ketasawufan di dunia Islam. Falsaah dan mistisisme dalam Islam. Dr. op. yang seiring dengan aliran ahlussunnah wal jamaah. para shufi abad ke-3 dan ke-4 Hijriyah. Melandaskan diri pada al-qur’an dan al-sunnah. 2010. Pandangan tasawufnya seiring dengan para shufi aliran pertama. (9): Alwi Shihab. 2.yang moderat. Lebih bersifat mengajarkan dualisme dalam hubungan antara tuhan dan manusia. Dualisme yang dimaksud di sini adalah ajaran yang mengakui bahwa meskipun manusia dapat berhubungan dengan tuhan. . Karakteristik /ciri tasawuf sunni Adapun karakter atau ciri dari tasawuf sunni adalah : 1.1. Hal ini akibat dari pengaruh kepribadian al-Ghazali yang begitu besar bagi dunia tasawuf. Tasawuf jenis ini dalam pengejawantahan ajaran-ajarannya cenderung memakai landasan qur’an dan sunnah sebagai kerangka pendekatannya. Pada abad ini tasawuf sunni semakin meluas dan menyebar ke seluruh pelosok duna Islam. (7):. Tidak menggunakan terminologi –terminologi filsafat sebagaimana terdapat pada ungkapan-ungkapan syathahat. Pilihan yang sama dilakukan generasi berikut. qur’an dan al-sunnah. yakni dengan mengembalikannya ke landasan al5. antara lain yang paling menonjol adalah syeikh Abu Hasan al-Syadzili ( wafat 650 H) dan muridnya Abu Abbas al-Mursi (wafat 686 H) serta Ibn Attha Illah al-Sakandari (wafat 709 H). Jakarta : Bulan bintang. Ibid.Ag.

ia akan berbahagia dan memperoleh faedah darinya. Perasan takut yang menyebabkan hatimu tentram lebih baik daripada rasa tentram yang menimbulkan rasa takut (11) : (12) : Harun Nasution.barang siapa bertemu dunia dengan perasan benci dan zuhud. pendidikan akhlaq. Karena berbeda denagn tuhan. Sedekat apapun manusia dengan tuhannya. 83 Ibid. Namun barang siapa bertemu dengannya dengan perasan rindu dan hatinya tertambat dengan dunia. Dalam pengertian lebih khusus keterkaitan antara tasawuf (sebagai aspek batiniyah) dengan fiqih (aspek lahiriyah). 4. manusia dalm berkomunikasi dengan tuhan tetap berada pada posisi sebagai objek penerima informasi dari tuhan.keduanya. 12 Diantara ajaran – ajaran tasawuf Hasan al-Basri adalah a. 6 . Islam. Hal ini merupakan konsekwensi dari paham di atas. Dunia adalah negeri tempat beramal. Puncak keilmuannya ia peroleh di sana. Nama lengkapnya adalah Abu Sai’d al-Hasan bin Yasar. ia akan sengsara dan akan berhadapan dengan penderitaan yang tidak dapat ditanggungnya. dan pengobatan jiwa dengan cara riyadhah (latihan mental) dan langkah takhalli. dan tajali 2. Lebih terkonsentrasi pada soal pembinaan moral.4. Kesinambungan antara hakekat dengan syari’at. Diantara karya tulisnya berisi kecaman terhadap aliran kalam Qadariyah dan tafsir-tafsir al-qur’an. Ia dikabarkan bertemu dengan 70 orang sahabat yang turut menyaksikan peperangan Badr dan 300 sahabat lainnya. Tak heran bila ia menjadi imam di Basrah secara khusus dan daerah-daerah lainna secara umum. tempat yang membuatnya masyhur dengan nama Hasan al-Basri. ia dilahirkan dua malam sebelum khalifah Umar ibn Khattab wafat. hlm. 115-119 b. tidak lantas membuat manusia dapat menyatu dengan tuhan. dala hal esensina. ia berguru hampir kepada semua ulama di sana.11 Karir pendidikan Hasan al-Basri di mulai dari Hijaz. Tak heran pula bila ceramah-ceramahnya dihadiri seluruh kelompok masyarakat. adalah seorang zahid yang amat masyhur dikalangan tabi’in. Hasan al-Basri. ia pun dikenal sebagai seorang yang wara’ dan berani dalam memperjuangkan kebenaran. hlm. ia dilahirkan di Madinah pada tahun 21 H (632 M) dan wafat pada hari kamis bulan Rajab tanggal 10 tahun 110 H (728 M). Disamping dikenal sebagai zahid. tahalli.1. Tokoh-tokoh tasawuf sunni Diantara tokoh-tokoh tasawuf sunni adalah : 1. Hasan al-Basri terkenal dengan keilmuannya yang sangat dalam. Bersama ayahnya ia kemudian pindah ke Basrah. 5.

cinta. 12 Ajaran tasawuf al-Muhasibi diantaranya : a. al-Muhasibi menulis lebih kurang 200 buku.c. ingat Allah. Orang yang beriman senantiasa berduka cita pada pagi dan sore hari karena berada diantara dua perasan takut : takut mengenang dosa yang telah lampau dan takut memikirkan ajal yang masih tinggal serta ahaya yang akan mengancam. d. al-Aql. taubat.cit.cit. rasa heran. Orang yang paling banyak menimba ilmu darinya dan dipandang sebagai murud yang paling dekat dengannya adalah al-Junaid al-Baghdadi (wafat 298 H). hlm. M. Solihin. Ia merupakan guru bagi kebanyakan ulama Baghdad.cit. seorang tasawuf dari Mesir. Op. taqwa. dan tningkah laku maupun etika serta fase-fasenya. ridha.Ag dan Dr.15 Al-Muhasibi menulis sejmlah buku. M. Dunia ini adalah seorang janda tua yang telah bungkuk dan beberapa kali ditinggalkan mati suaminya. Banyak duka cita di dunia memperteguh semangat amal shaleh..13 2. Ia juga sering kali mengintropeksi diri menurut amal yang dilakukannya (karena itu ia digelari al-Muhasibi). jiwa dan penyakit-penyakitnya.14 Al-Muhasibi adalah shufi yang pertama yang menaruh perhatian terhadap pembahasan moral maupun hal-hal yang berkaitan dengannya secara mendalam. seperti latihan jiwa. al-Washaaya. e. Solihin. op.Ag. Tafakur membawa kita kepada kebaikan dan berusaha mengerjakannnya. Dr. M. tawakal. Ma’rifah Al-Muhasibi menjelaskan tahapan-tahapan ma’rifah. Dr.. kesaban.beliau adalah shufi dan ulama besar yang menguasai beberapa bidang ilmu seperti tasawuf. M. Ia figur shufi yang dikenal selalu menjaga dan mawas diri terhadap perbuatan dosa. Al-Muhasibi Nama lengkapnya adalah Abu Abdillah al-Haris ibn Asad al-Basri al-Muhasibi. Rosihon Anwar. 16 (13) : Prof. Taat 7 . al-Makasib dan al-Masaail fi amal al-qulub wa alJawarih. f. Menurut Abd Mun’im al-Hifni.Ag dan Dr. (16): Prof. Ia juga shufi yang mengkompromikan ilmu syare’at dengan ilmu hakekat. Hendaklah setiap orang sadar akan kematian yang senantiasa mengancamnya. hlm 101. g. akan kiamat yang akan menagih janjinya. M.menyesal atas perbuatan jahat menyebabkan kita untuk tidak mengulanginya lagi. Rosihon Anwar. hlm 122 (14) : Ibid hal 123 (15) : Taftazani. M. hadits. yaitu : 1. dan fiqih. op.Ag. rasa takut. Lahir di Basrah pada tahun 165 H (781 M) dan wafat di Basrah pada tahun 243 H (857 M). Diantaranya adalah Al-Ri’ayah li Huquuqilllah.

Tatkal telah melakukan amal shaleh seseorang berhak mengharap pahala dari Allah. Mengekspresikan kecintaan kepada Allah hanya dengan ungkapan-ungkapan. (17): Ibid. Sang guru ini menyarankannya untuk pertama-tama mempelajari syare’at.Awal dari kecintaan adalah taat. al- Qusyairi selalu menghadiri majlis gurunya. Ia akan menyaksikan berbagai rahasia yang selama ini disimpan oleh Allah 4. Khauf dan raja’. kawasan Naishapur. Tahap keempat adalah apa yang dikatakan oleh sementara shufi dengan fana’ yang menyebabkan baqa’. cit. 19 Disinilah ia bertemu dengan gurunya. Kecintaan kepada Allah hanya dapat dibuktikan dengan jalan ketaatan bukan sekedar pengungkapan ungkapan-ungkapan kecintaan semata sebagaimana dilakukan sementara orang. Asmaran As. hlm. 2. di Istiwa.A. (19) : Drs. khauf dan raja’ hanya bisa dilakukan dengan sampurna hanya dengan berpegang kepada al-qur’an dan al-sunnah. 8 . Abu Bakr Muhammad ibn Abu Bakr alThusi (wafat 405 H) dan mempelajari ilmu kalam serta ushul fiqih kepada Abu Bakr ibn Faurak (wafat 406 H). Diantara implementasi kecintaan kepada Allah adalah memenuhi hati dengan sinar. M. seorang shufi terkenal. dan dari gurunya itulah ia menempuh jalan tasawuf. hlm.doktrin aliran Mu’tazilah. 127 (18) : Ibid. Aktivitas anggota tubuh yang disinari oleh cahaya yang memenuhi hati merupakan tahap ma’rifah selanjutnya. 3. Dalam pandangan al-Muhasibi. Lahir di pada tahun 376 H. 20 Dari situlah. Karena itu al-Qusyairi mempelajari fiqih pada seorang faqih. Taat merupakan wujud kongkrit ketaatan hamba kepada Allah. Abu Ali al-Daqqaq. salah satu pusat ilmu pengetahuan pada masanya. tanpa pengamalan merupakan kepalsuan semata. 128-130. 17 5. Sinar ini kemudian melimpah pada lidah dan anggaota tubuh yang lain. hlm. al-Qusyairi berhasil menguasai doktrin ahlussunnah wal jamaah yang dikembangkan oleh al-Asy’aridan muridnya. Op. Al-Qusyairi adalah pembela paling tangguh aliran tersebut dalam menentang doktrin. 318 selain itu dia pun menjadi murid Abu Ishak al-Isfarayini (wafat 418 H) dan banyak menelaah karya-karya al-Baqillani.18 3. Raja’ dalam pandangan al-Muhasibi seharusnya melahirkan amal shaleh. khauf dan raja’ menempati posisi penting dalam perjalanan seseorang membersihkan jiwa.. Al-Qusyairi Nama lengkapnya adalah Abd al-Karim ibn Hawazin al-Qusyairi. Pada tahap ketiga ini Allah menyingkapkan khazanah-khazanah keilmuan dan keghaiban kepada setiap orang yang telah menempuh kedua tahap di atas.

M. Ia berkata : “Duhai. Ayahnya. di daerah Tus yang terletak di wilayah khurasan. Di sana dia belajar pada seorang teolog aliran asy’ariyah yang terkenal.Ag.133 (22): Prof. (20): Taftazani.22 4. Lalu ia pergi ke Jurjan dan belajar pada imam Abu Nasr alIsmaili. Abu Ma’al al-Juwaini. Sebab. di bawah bimbingan gurunya itulah dia “sungguh- 9 . Menurut Ibn Khulaikan. yang bermula tahun 445 H. diuraikannya dalam karyanya. Op. sementara tindakan mereka bertentangan dengan mode pakaian mereka. Rosihon Anwar. dan Syi’ah. hlm. hlm.. Dr.dan ia adalah seorang muslim yang saleh yang taat menjalankan agama. Syikayah ahl as-Sunnah.21 b. op. Solihin. Mengembalikan tasawuf ke landasan ahlussunnah. op. Al-Qusyairi wafat tahun 465 H.A. Rosihon Anwar. Ayahnya itu seorang pencinta lmu yang bercita-cita tinggi. hlm. Adapun ajaran tasawuf al-Qusyairi diantaranya : a.24. M. Solihin. Karena itu ia berkata bahwa kesehatan bathin yang berpegang kepada al-qur’an dan al-sunnah itu lebih penting ketimbang pakaian lahiriyah.Ag dan Dr.cit. M. 23 Ia dilahirkan pada tahun 450 H /1058 M di suatu kampong yang ernama Gazalah. Setelah itu dia kembali ke Thus dan terus pergi ke Nishapur. Menurut Ibn Khulaikan al-Qusyairi adalah seorang yang mampu mengkompromikan syare’at dengan hakekat. op.cit. Kesehatan bathin. M. Asmaran As. Dr. saudarku ! janganlah engkau terpesona oleh pakaian lahiriyah maupun sebutan yang Kau lihat (pada para shufi sezamannya). Hal ini ia katakan sebagai protes /kecaman terhadap para shufi pada masanya yang gemar berpakaian orang-orang miskin. Maksud dari kesehatan bathin menurut al-Qusyairi adalah dengan berpegang teguh kepada al-qur’an dan al-sunnah. Ia lebih dikenal dengan nama al-Ghazali. niscaya tampak keburukan para shufi yang mengada-ada dalam berpakaian……setiap tasawuf yang tidak dibarengi dengan kebersihan mauoun penjauhan diri dari maksiat adalh tasawuf palsu serta memberatkan diri. yaitu Ahmad al-Radzkani. Mujassamah.cit. ketika realitas-realitas itu tersingkapkan. yang bergelar imam alHaramain. dan setiap yang bathin itu bertentangan dengan yang lahir adalah keliru serta bukannya yang bathin…. 322 (24) : Ibid hal 222 Thus.Ag. Al-Ghazali Nama lengkapnya Abu Hamid Muhammad ibn Muhammad ibn Muhammad ibn Ahmad al-Thusi al-Syafi’i. hlm.Ag dan Dr. ia mendapat serangan keras dan dipenjara selama sebulan lebih atas perintah Tughrul Bek karena hasutan seorang menterinya yang menganut aliran Mu’tazilah Rafidhah. cit.135 (23): Drs. M. Muhammad adalah seorang penenun dan mempunayi toko tenun dikampungnya. M. M. Karena tindakannya itu. pada masa kecilnya al-Ghazali belajar pada salah seorang faqih di kota kelahirannya. Ia selalu berdoa semoga tuhan memberinya purta-putra yang berpengetahuan luas dan mempunyai ilmu yang banyak.Karamiyah. Bencana yang menimpa dirinya itu. 143 (21) :Prof.

Bidayah al-Hidayah. Mi’yar al-Ilm (bidang filsafat). al-wajiz.27 Setelah mengabdiakn diri untuk ilmu pengetahuan. Mi’raj al-salikin.sungguh belajar dan berijtihad sampai benar-benar menguasai masalah mazhab-mazhab. maka Zwemer dan banyak kaum muslimin kata Nicholson mengatakan : “seandainya setelah nabi Muhammad ada seorang nabi. al-Risalah al-qudsiyah (bidang ilu kalam). 43 dalam pangkuan saudaranya Ahmad al-Ghazali. 26 Diantara karya-karya al-Ghazali adalah : Maqasid al-Falasifah. maka pada usia 55 tahun al-Ghazali meninggal dunia di kota kelahirannya. imam al-Asy’ari sebagai teolog terbesar dan penantang rasionalisme. serta menguasai berbagai pendapat tentang semua cabang ilmu tersebut. al-basit (bidang ushul fiqih).28 Ajaran-ajaran tasawuf al-Ghazali diantaranya : a. adalah mengetahui rahasia Allah dan mengetahui peraturan-peraturan tuhan tentang segala yang ada. pada tanggal 14 Jumadil Akhir 505 H /19 Desember 1111M. al-munqiz min al-dholal. dan membaca filsafat maupun hal-hal lain yang berkaitan dengannya. perbedaan pendapatnya.hal ini dapat dilihat seperti pada karya-karyanya seperti : (25) : (26): (27): (28) Ihya ulul al-din. dan ayuhal walad. menurutnya. Dari faham tasawufnya itu. 25 Samuel M. Minhaj al-abidin. yaitu nabi Muhammad sendiri. menulis dan mengajar.Zwemer mengatakan ada empat orang yang paling besar jasanya terhadap Islam. teologinya. Qalb dapat mengetahui hakekat segala yang ada. qalb dapat mengetahui rahasia-rahasia tuhan dengan sirr. Tus. Ihya ulul al-din. Jika dilimpahi cahaya tuhan. Nama yang disebut paling akhir ini telah meninggalkan pengaruh yang begitu luas terhadap sejarah Islam dibandingkan dengan siapapun setelah Muhammad. sekte Ismailiyyah. Al-Musytasfa. ia menjauhkan semua kecenderungan gnotis yang mempengaruhi para filosof Islam. Boleh jadi karena karena jasa dan pengaruhnya yang begitu besar itulah. imam Bukhari sebagai pengumpul hadits yang paling masyhur. Minhaj al-abidin (bidang tasawuf) dan lain-lain. Tahafut alFalasifah. qalb dan 10 . dan imam al-Ghazali sebagai seorang “reformer” dan shufi. dan lain-lainnya. Corak tasawufnya adalah Psiko-moral yang menutamakan pendididkan moral. Mizan al-amal. maka al-Ghazalilah nabinya. ushul fiqihnya. dan ruh. Alat memperoleh ma’rifah bersandar pada sirr. al-wasit. Ma’rifah Al-Ghazali memilih tasawuf sunni yang berdasarkan al-qur’an dan sunnah ditambah dengan doktrin ahlussunnah wal jamaah. perbantahannya. qalb. Al-Iqtishod fi al-I’tiqod. aliran Syi’ah. 29 Mengenai ma’rifah.

32 2.2. Kenikmatan hati –sebagai alat memperoleh ma’rifahterletak ketika melihat Allah. Berbeda dengan tasawuf akhlaqi /sunni. Ma’rifah seperti ini dapat dicapai oleh para khawwas auliya tanpa melalui perantara.31 b. Melihat Allah merupakam kenikmatan yang paling agung yang tiada taranya karena ma’rifah itu sendiri agung dan mulia. Allah menurunkan cahaya –Nya kepada sang sufi sehinnga yang dilihat sang shufi hanyalah Allah.demikian jga seluruh anggota tubuh. Nikmatnya mata terletak ketika melihat gambaryang bagus dan indah. As-Sa’adah. sedangkan watak sesuatu itu sesuai dengan ciptaannya. ma’rifah menurut al-Ghazali tidak seperti ma’rifah menurut orang awam maupun ma’rifah ulama mutakallimin. Pada waktui tu pulalah.30 Ma’rifah seorang shufi tidak dihalangi hijab.2. Sejak itu tasawuf jenis ini terus hidup dan berkembang terutama dikalangan para shufi yang juga filosof. masing-masing kenikmatan tersndiri. tetapi ma’rifah shufi yang dibangun atas dasar dzauq ruhani dan kasyf ilahi. Pengertian tasawuf falsafi Tasawuf falsafi adalah tasawuf yang ajaran-ajarannya memadukan antara visi mistis dan visi rasional pengasasnya. ia menjelaskan bahwa as-sa’adah (kebahagian) itu sesuai dengan watak /tabiat. TASAWUF FALSAFI 2. Di sini. Saat itulah ketiganya akan menerima iluminasi (kasyf) dari Allah. Sejarah perkembangan tasawuf falsafi Tasawuf falsafi mulai muncul dengan jelas dalam khazanah Islam sejak abad ke enam hijriyyah. tidak berisi apapun.2. sebagaimana ia melihat si Fulan ada di rumah dengan mata kepalanya sendiri. sampailah ia ketingkat marifah. tasawuf falsafi menggunakan terminologi filosofis dalam pengungkapannya.1. nikmatnya telinga terletak ketika mendengar suara yang merdu. meskipun para tokohnya baru dikenal seabad kemudian. Menurut al-Ghazali kelezatan dan kebahagian yang paling tinggi adalah melihat Allah. langsung dari Allah.33 11 . (29) (30) (31) (32): Terminologi falsafi tersebut berasal dari bermacam-macam ajaran filsafat yang telah mempengaruhi para tokohnya. 33 2. Ringkasnya.2. Di dalam kitab kimiya as-sa’adah.ruh yang telah suci dan kosong.

penyusun kitab al-Hikmah al-Isyraq. Mereka banyak menimba berbagai sumber dan pendapat asing .36 12 . moral. kalam. Diantara mereka tercatat al-Syuhrawardi al-Maqtul ( wafat 549 H). seperti al-Farabi. Bahkan mereka pun cukup akrab dengan filsafat yang sering kali disebut Hermetisisme. karena para tokohnya – meskipun mempunyai latar belakang kebudayaan dan pengetahuan yang berbeda sejalan ekspansi Islam yang telah meluas pada waktu itu—tetap berusaha menjaga kemandirian ajran-ajarannya.Adanya pemaduan antara tasawuf dan filsafat dalam ajaran tasawuf falsafi /filosofis ini. tasawuf falsafi mengalami kemunduran. orisinalitasnya sebagai tasawuf tetap tidak hilang. Persia. Ibn Sina. namun pada abad ke enam hijriyah muncul sekelompok tokoh shufi yang memadukan tasawuf 35 (33) : (34) (35) dengan filsafat. wujud. seperti filsafat Yunani dan khususnya Neo-Platonisme. seperti fiqih. dan aliran Stoa. pengetahuan. serta tokoh –tokoh lain yang yang sealiran dengannya. dan lain-lain. Abd al-Haqq ibn Sab’in al-Mursi (wafat 669 H). Plato. Mereka ini Banyak mempunyai teori mendalam mengenai soal jiwa. Disamping itu mereka memilii pemahaman yang luas dibidang ilmu-ilmu agama. tetapi yang maknanya telah disesuaikan dengan ajaran tasawuf yang mereka ikuti. 35 Selama abad kelima hijriyah. syeikh akbar Muhyidin ibn Arabi’ ( wafat 638 H). terutama bila dikaitkan dengan kedudukan mereka sebagai umat Islam. dan risalah.33 yang karyakaryanya banyak diterjemahkan ke bahasa Arab. Artinya. Namun. serta menelaah filsafat-filsafat para filosof Islam. Mereka juga dipengaruhi aliran bathiniyah sekte Ismailiyah dari aliran Syi’ah. hadits serta tafsir. dengan sendirinya telah membuat ajaran-ajaran tasawuf jenis ini bercampur dengan ajaran filsafat di luar Islam. baik dari Persia maupun India. dan filsafat-filsafat timur kuno. seperti Socrates. Jelasnya mereka bersifat ensiklopedis dan berlatar belakang budaya yang bermacammacam. dengan teori-teori mereka yang bersifat setengah-setengah. India dan agama Nasrani. 34 Para shufi yang juga filosof pendiri aliran tasawuf ini mengenal dengan baik filsafat Yunani serta berbagai alirannya. yang berdampak besar bagi para shufi sesudahnya. serta aliran Neo-Platonisme dengan filsafatnya tentang emanasi. begitu gigih mengkompromikan ajaran-ajaran filsafat yang berasal dari luar Islam tersebut ke dalam tasawuf mereka.risalah ikhwan al-Shafa. disebut tasawuf murni bukan. yang tentunya ajaran tasawuf mereka banyak terpengaruh oleh teori-teori filsafat. dan murni filsafat pun tidak. Aristoteles. serta menggunakan terminology-terminologi filsafat. Sikap ini dapat menjawab pertanyaan mengapa para tokoh tasawuf jenis ini. seperti Yunani.

serta nintropeksi diri yang timbul darinya. Persia. orang mulai membedakannya dengan tasawuf yang mula-mula berkembang. Tokoh-tokoh tasawuf falsafi Tokoh-tokoh tasawuf Falsafi adalah 1. India. Dengan demikian jelas sekali adanya klasifikasi aliran tasawuf menjadi dua. 3. Para tokohnya mempunyai latar belakang kebudayaan dan pengetahuan yang berbeda dan beraneka ragam. b. dan agama Nasrani. Ciri-Ciri tasawuf falsafi Ciri-ciri tasawuf falsafi adalah 1. 2.Dengan munculnya para shufi yang juga filosof ini. Al. tasawuf akhlaqi kemudian identik dengan tasawuf sunni. Latihan rohaniah dengan rasa. d. 13 . (36) : (37) : (38) : c.Hallaj Al-hallaj merupakan faham hullul. dan tasawuf falsafi yakni aliran yang menonjolkan pemikiran-pemikiran filosofis dengan ungkapan-ungkapan ganjilnya dalam ajaran-ajaran yang dikembangkannya. 2. Penciptan ungkapan-ungkapan yang pengertiannya samar-samar.Terkadang menimbulkan ungkapan-ungkapan yang samar (syathahat) akibat dari banyaknya peristilahan khusus yang hanya dimengerti oleh kalangan tertentu. Hulul adalah doktrin yang sangat menyimpang. Peristiwa-peristiwa dalam alam maupun kosmos yang berpengaruh terhadap berbagai bentuk keluarbiasaan.37 2.2. intuisi. titik tekan penyebutan tasawuf sunni dilihat pada upaya yang dilakukan oleh shufi-shufi dalam memagari tasawufnya dengan al-qur’an dan sunnah.4. Adanya terminologi-terminologi filsafat dalam pengungkapan ajaran-ajarannya yang maknanya disesuaikan dengan ajaran tasawuf yang mereka anut dan berkecenderungan mendalam pada pantaisme. seperti Yunani.38 5. 4. Obyek utama yang menjadi perhatian para shufi filosofi adalah : a. yakni tasawuf akhlaqi.3. Kata hulul berimplikasi dengan bersemayamnya sifat-sifat ketuhanan ke dalam diri manusia atau masuk ke dalam suatu zat ke dalam zat lainnya.2. sejalan dengan ekspansi Islam yang berjalan saat itu. Ajaran-ajaran tasawufnya merupakan perpaduan antara ajaran tasawuf denmgan sejumlah ajaran filsafat di luar Islam. Iluminasi ataupun hakekat yang tersingkap dari alam ghaib. Hanya saja. yakni tasawuf sunni yang lebih berorientasi menampilkan pengokohan akhlaq. Pada penyebutan selanjutnya. Hullul merupakan salah satu konsep dalam tasawuf falasafi yang meyakini adanya kesatuan antara sang makhluk dan kholiq.

menurutnya. Wahdah al-Wujud (kesatuan wujud) Menurut Ibn Arabi. tahapan-tahapan kejadian proses penciptaanalam dan hubungannya 14 .bahkan antara yang menyembah dan yang disembah adalah satu. ketaqwaan dan kepintaran seorang gadis cantik dari keluarga seorang shufi dari Persia. Tahun 620 H. alisra’ ila maqam al-atsna. seorang qodhi dari sevilla yang wafat tahun 543 H. Haqiqah Muhammadiyyah Dalam teori Ibn Arabi. 2. pada tanggal 17 Ramadhan tahun 560 H / 28 Juli 1163 M. kitab al-akhlaq. Andalusia tenggara. hadits serta fiqih pada sejumlah murid seorang faqih Andalusia terkenal. Karya lainnya adalah Turjuman alAsywaq yang ditulisnya untuk mengenang kecantikan. b. Karya lainnya : Masyahid al-Asrar. Adapun kalau ada yang mengira bahwa antara wujud khaliq dan makhluq ada perbedaan. ia tinggal di Hijaz dan meninggal di sana pada tanggal 28 Rabi’ul akhir 638 H / 16 November 1240 M. Ibn Arabi Nama lengkapnya Muhammad ibn Ali ibn Ahmad ibn Abdullah ath-Thai’ alHaitami. Tidak ada hubungan satu dengan yang lainnya sehingga yang terjadi adalah allah yang maha mengetahui.Ibn Arabi mengatakan bahwa nur Muhamad adalah sesuatu yang pertama sekali wujud (menitis) dari nur ilahi. 39 Diantara karya monumentalnya adalah Al-Futuh alMakiyah yang ditulis pada tahun 1201 tatkala ia sedang menunaikan ibadah haji. hal itu dilihat dari sudut pandangan panca indera lahir dan akal yang terbatas kemampuannya dalam menangkap hakekat apa yang ada pada dzat-Nya dari kesatuan zatiyah yang segala sesuatuberhimpun pada-Nya.Hulul ini telah di salahkaartikan oleh manusia yang telah mengaku bersatu dengan tuhan. allah yang maha melihat dan allah maha adil. Namanya biasa disebut tanpa “al” (bukan Ibn al-Arabi) untuk membedakan dengan Abu Bakar Ibn al-Arabi. Tidak ada perbedaan antara abid (yang menyembah) dan ma’bud (yang disembah). hilyat al-abdal. Tidak ada perbedaan antra keduanya (39) (40) (khaliq dan makhluq) dari segi hakekat. dan ilmuan. mathali’ al-anwar al-ilahiyyah. Ia lahir di Murcia. Sedangkan ala mini menurut Ibn Arabi pada hakekatnya adalah wujud Allah dan Allah adalah hakekat alam. Sehingga dikatakan bahwa seorang budak tetaplah seorang budak dan seorang raja ttaplah seorang raja. terjadinya alam ini tidak bisa dipisahkan dengan ajarannya tentang Haqiqah Muhammadiyyah / nur Muhamad .tidak ada perbedaan wujud yang qadim yang disebut khaliq dengan wujud yang baru yang disebut makhluq.40 Ajaran –ajaran tasawuf Ibn Arabi adalah : a. dari keluarga berpangkat. dan lain-lain. yakni Ibn Hazm az-Zahiri. hartawan. al-ma’rifah al-ilahiyah. wujud semua yang ada ini hanya satu dan wujud makhluq pada hakekatnya adalah wujud khaliq pula. muhadharat al-abrar. di Sevilla spanyol ia mempelajari al-qur’an. Spanyol.

AlJilli berpendapat bahwa nama-nama dan sifat-sifat ilahiyah itu pada dasarnya merupakan milik insan kamil sebagai suatu kemestian yang inheren dengan esensinay.tahun 1393-1403). melainkan pada insan kamil. yang memuat 63 bab : 41 bab untuk juz pertama dan 22 bab untuk juz kedua). pandai. Sebab. kemudian belajar tasawuf di bawah bimbingan Abdul Qadir al-Jaelani. Ibn Arabi memandang bahwa sumber agama adalah satu. khususnya tentang konsep al-insan al-kamil (mansia sampurna) berjudul Al-insan alkamil fi ma’rifah al-awakhir wa alawali (dua juz untuk satu buku. Seorang yang benar-benar arif adalah orang yang menyembah Allah dalam setiap bidang kehidupannya. Ia lahir pada tahun 767 H/1365 M. yaitu hakekat Muhammadiyyah. Manusia (Adam) pun memiliki sifat-sifat seperti itu. Nama al-Jilli diambil dari tempat kelahirannya di Gilan. Abdul Karim al-Jilli Nama lengkapnya Abdul Karim ibn Ibrahim al-Jilli. Juga hadits lain : “Allah menciptakan Adam dalam bentuk diriNya”. (riwayat lain tahun 1403 M). Konsekwensinya. c. 43 15 . mampu berkehendak dan sebagainya.dengan kedua ajaran itu dapat dijelaskan sebagai berikut : pertama. Riwayat hidupnya tidak banyak diketahui oleh para ahli sejarah. seorang pendiri dan pemimpin tarekat Qadiriyah yang sangat terkenal di samping itu berguru pula kepada Syeikh Syarifuddin Ismail ibn Ibrahim al-Jabarti di Jabid (Yaman. Kedua. nama-nama dan sifat-sifat tersebut tidak memilii tempat berwujud. semua agama adalah tunggal dan semua itu adalah kepunyaan Allah. Insan Kamil (Manusia Sempurna) Menurutnya insan kamil (mansia sampurna) adalah nuskhah atau copi tuhan. 41 3. Kitab ini menurutnya. di JIlan (Gilan). seperti disebutkan dalam hadits : “Allah menciptakan Adam dalam bentuk yangmaharahman”.42 (41) (42) Kitab al-Jilli yang terkenal yang menggambarkan ajaran tasawufnya. yaitu zat yang mandiri dan tidak berhajat kepada sesuatu apapun. Wahdah al-Adyan (kesatuan agama) mengenai wahdah al-Adyan. tetapi sebuah sumber mengatakan bahwa ia pernah melaukan perjalanan ke India tahun 1387 M. sebuah propinsi di sebelah selatan Kaspia dan wafat pada tahun 805 H/1417 M. Ia adalah seorang shufi terkenal dari Baghdad. ditulis berdasarkan intruksi Allah yang diterimanya melalui ilham. 42 Adapun ajaran tasawuf al-Jilli adalah : a. wujud tuhan sebagai wujud mutlaq. Sebagaiman diketahui Alah memiliki sifat-sifat seperti hidup. wujud Haqiqah Muhammadiyyah sebagai emanasi (pelimpahan) pertama dari wujud tuhan dan dari sini muncul segala yang wujud dengan proses tahapan-tahapannya.

shiddiqiyyah dan qurban.ia mempelajari bahasa Arab dan sastra pada sekelompok gurunya. Menurut salah seorang murid Ibn Sabi’in yang mensyarah kitab al-Ahd. Iman. seorang shufi juga filosof dari Andalusia. Ia mengatakan bahwa diantara guru-gurunya itu adalah Ibn Dhihaq.b. Karena Ibn Sabi’in lahir 614 H. Paham ini dikenal dengan sebutan paham kesatuan mutlak.611 H). tellah disunting oleh Syarifudin Yaltaqiya. sementara Ibn Dhihaq lmeninggal 611 H. Syahadah. yaitu wujud adalah satu alias wujud Alllah semata. Ibn Sabi’in Nama lengkapnya Abdul Haqq Ibn Ibrahim Muhammad ibn Nasr. Shaleh. dan dilaahirkan tahun 614 H /1217/1218 M) di kawasan Murcia. Budd al-Arif. yang dikenal dengan Ibn Mir’ah (w. karya al-Juwaini. Ia dipanggil Ibn Sabi’in dan digelari quthbuddin. pensyarah kitab al-Irsyad. jelas bahwa Ibn Sabi’in menjadi murid Ibn Dhihaq hanya lewat kajiannya terhadap karya. dan karyanya yang lainnya . dengan ncara yang ringkas maupun panjang lebar.karya tokoh tersebut. Kebanyakan karya-karyanya telah hilang. Adapun karyanya yang terpenting. Sebagian risalahnya telah disunting Abdurrrahman al-Badawi dengan judul Rasaa’il Ibn Sabi’in. wujud-wujud lain itu hakekatnya sama sekali tidak lebih dari wujud yang Satu semata. Penolakan terhadap logika Aristolian 16 .45 Ajaran tasawuf Ibn Sabi’in adalah : a. Wujudwujud lainnya hanyalah wujud Yang satu itu sendiri. hubungan antara Ibn Sabi’in dan para gurunya tersebut lebih banyak terjalin lewat kitab ketimbang secara langsung. Kesatuan Mutlaq Gagasan paham ini sederhana saja. 44 Ibn Sabi’in meninggalkan karya sebanyak 41 buah yang menerangkan tasawufnya secara teoritis maupun peraktis. wujud dalm kenyataannya hanya satu persoalan yang tetap. ilmu –ilmu logika. (43) (44) Begitu juga dalam hal hubungannya dengan dua guru yang linnya. Yaitu : Islam.46 b. jawab shahib shiqiliyyah. Maqoomat (martabat) Sebagai seorang shufi al-Jilli –dengan membawa filsafat insan kamilmerumuskan beberapa maqom yang harus dilalui seorang shufi yang menurut istilahnya disebut al-Martabat (jenjang atau tingkat). dan filsafat. Ihsan. ia juga mempelajari ilmu-ilmu agama dari mazhab Maliki. belum lagi diterbitkan. terkadang ia dikenal pula dengan Abu Muhammad dan mempunyai usal usul Arab. yaitu al-Yuni (wafat 622 H) dan al-Hurani (wafat 538 H ) yang kedua ahli tentang huruf maupun nama. Dengan demikian.44 4. Jelasnya.

3. Dengan demikian logika tersebut bercorak iluminatif. Lebih terkonsentrasi pada soal pembinaan. Kesinambungan antara hakikat dengan syari’at 5. tetapi termasuk hembusan ilahi yang membuat manusia bisa melihat yang belum pernah dilihatnya maupun mendengar yang belum pernah didengar. tahalli dan tajalli. Tidak menggunakan terminologi-terminologi filsafat sebagaimana terdapat pada ungkapanungkapan syathahat 3. Budd al-Arif. dalam karyanya. (45) (46) (47 2. kemudian di ikuti dengan akal universal. Ibn Sabi’in berpendapat bahwa logikanya tersebut yang dia sebut juga denagn logika pencapaian kesatuan mutlak. Ibnu Massarah Ia menganut faham emanasiyaitu tingkatan . 17 . Lebih bersifat mengerjakan dialisme dalam hubungan antara Tuhan dan manusia 4.47 5. pendidikan akhlak dan pengobatan jiwa dengan cara riyadah (latihan mental) dan langkah takhalli. Melandaskan diri pada Al-Qur’an dan Al-Sunah 2. sebagai pengganti logika yang berdasarkan pada konsepsi jamak. diikuti jiwa yang bersifat murokkab.tingkatan wujud yang memancar dari tuhan. Oleh karena itu. Dalam fahamnya adalah materi tntang ruhaniyah. Titik temu antara tasawuf Sunni dan tasawuf Falsafi Tasawuf sunni dan tasawuf falsafi serta karakteristiknya : 48 1. tidak termasuk kategori logika yang bisa dicapai dengan penalaran.Paham Ibn Sabi’in tentang kesatuan mutlak yelah membuatnya menolak logika Aristolian. ia berusaha menyusun suatu logika baru yang bersifat iluminatif.

4. 18 . Sejarah perkembangan tasawuf sunni mengalami beberapa tahap perkembangan.namun puncaknya berada ditangan al-Ghazali. al-Jilli dan Ibn Sabi’in. 5. al-Muhasibi. 8. tasawuf falsafi menggunakan terminologi filosofis dalam pengungkapannya.(48) BAB III PENUTUP 3. Terminologi falsafi tersebut berasal dari bermacam-macam ajaran filsafat yang telah mempengaruhi para tokohnya 3. Demikian pula sejarah perkembangan tasawuf falsafi mengalami tahap-tahap perkembangan. Masing-masing dari tokoh-tokoh tasawuf ( baik sunni maupun falsafi) mempunyai ajaran tasawuf masing-masing. serta mengaitkan keadaan (ahwaal) dan tingkatan (maqoomaah) rohaniah mereka kepada kedua sumber tersebut 2. al-Qusyairi dan imam al-Ghazali. Tasawuf sunni dan tasawuf falsafi mempunyai karakteristik /cirri masing-masing. Oleh karena itu harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.Tasawuf sunni adalah bentuk tasawuf yang para penganutnya memagari atau mendasari tasawuf mereka dengan al-qur’an dan al-sunnah. Diantara tokoh-tokoh tasawuf falsafi adalah Ibn Arabi.1 Kesimpulan Demikian pembahasan tasawuf sunni dan falsafi. Diantara tokoh-tokoh tasawuf sunni adalah Hasan al-Basri. walaupun pada abad ke lima sempat mengalami kemunduran. Berbeda dengan tasawuf akhlaqi /sunni. 6. 7. Tasawuf falsafi adalah tasawuf yang ajaran-ajarannya memadukan antara visi mistis dan visi rasional pengasasnya.2 Saran Makalah ini kami mengakui masih banyak banyak kekurangan karena pengalaman yang kami miliki sangat kurang. 3. Dari pembahasan di atas dapat ditarik beberapa kesimpulan diantaranya : 1.

Dr. dunia ilmu opset. M. III. Harun.Ag. Dr. Surabaya. Islam. ditinjau dari berbagai aspeknya. Antara tasawuf Sunni dan Falsafi . Abu al-Wafa’ al-Ghanimi. Jakarta : Bulan Bintang . 1418 H / 1997 M) Shihab. Pengantar studi tasawuf. M. 1997 Ghazali. M. 1996 Syata. Dr. Depok : Pustaka Iman. Jakarta : Persada. 2008 Falsafah dan mitisisme dalam Islam. al-Sayyid Abu Bakar ibn Muhammad . Asmaran As.Ag dan Rosihon Anwar. jilid II. 2010 Drs.A. Kairo : Mustafa al-Halb. DR. trans : Menapak jejak kaum shufi.DAFTAR PUSTAKA M.D. Akar tasawuf di Indonesia. Ahmad Rofi’ Utsmani dari Madkhal ila al-Tashawwuf al-Islam (Bandung : Pustaka. Bandung : Pustaka setia Taftazani. Al. sufi dari zaman ke zaman. 1334 H 19 . Prof. Alwi. UI-Press : Jakarta. Ilmu Tasawuf. terj. PH. Ihya ulum al-din. Rosihon. Solihin. Kifayat al-Atqiya wa mihaj asy-fiya. 2009/1430 Nasution.