You are on page 1of 17

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Metabolisme adalah suatu reaksi kimia yang berlangsung dalam tubuh makhluk
hidup (reaksi biokimia). Pengertian ini mencakup dua hal yaitu katabolisme dan
anabolisme. Untuk berlangsungnya dua reaksi tersebut diperlukan suatu aktivator
yaitu enzim.
Enzim adalah biomolekul berupa protein
yang

mempercepat

proses

reaksi

tanpa

berfungsi
ikut

sebagai katalis (senyawa

bereaksi)

dalam

suatu reaksi

kimia organik. Molekul awal yaitu substrat akan dipercepat perubahannya menjadi
molekul lain yang disebut produk. Jenis produk yang akan dihasilkan bergantung pada
suatu kondisi atau zat, yang disebut promoter. Semua proses biologis sel memerlukan
enzim agar dapat berlangsung dengan cukup cepat dalam suatu arah lintasan
metabolisme yang ditentukan oleh hormon sebagai promoter.
Enzim bekerja dengan cara bereaksi dengan molekul substrat untuk
menghasilkan

senyawa intermediat melalui

suatu

reaksi

kimia

organik

yang

membutuhkan energi aktivasi lebih rendah, sehingga percepatan reaksi kimia terjadi
karena reaksi kimia dengan energi aktivasi lebih tinggi dan membutuhkan waktu lebih
lama. Meskipun senyawa katalis dapat berubah pada reaksi awal, pada reaksi akhir
molekul katalis akan kembali ke bentuk semula. Enzim tersusun atas gugus protein dan
gugus nonprotein (Aisyah, 1993).
1.2 Rumusan Masalah
Bagaimana menentukan aktivitas enzim amilase ?
1.3 Tujuan Percobaan
Mahasiswa mampu menentukan aktivitas enzim amilase.
1.4 Manfaat Percobaan

Untuk memberikan informasi dan gambaran tentang aktivitas enzim pada saat mengkatalisis rekasi tertentu. .

Secara kimia. Sebagai contoh. misalnya besi. Berdasarkan hal itu maka enzim juga dapat dinamakan sebagai biokatalisator. Dalam dunia pendidikan tinggi. terdiri atas kofaktor atau koenzim. dan cabangcabang ilmu pertanian. Enzim bekerja dengan cara menempel pada permukaan molekul zat-zat yang bereaksi dan dengan demikian mempercepat proses reaksi. 1993). Bagian yang bukan protein disebut gugus prostetik (aktif). Sebagian besar enzim bekerja secara khas. bersifat labil (mudah berubah). tembaga. Bagian protein disebut apoenzim. koenzim A. enzim α-amilase hanya dapat digunakan pada proses perombakan pati menjadi glukosa. Hal-hal yang berkaitan dengan enzim dipelajari dalam enzimologi. . Kofaktor berasal dari molekul anorganik. misalnya NADH. yang artinya setiap jenis enzim hanya dapat bekerja pada satu macam senyawa atau reaksi kimia. enzim yang lengkap (holoenzim) tersusun atas dua bagian. ilmu pangan. Percepatan terjadi karena enzim menurunkan energi pengaktifan yang dengan sendirinya akan mempermudah terjadinya reaksi. Sedangkan koenzim merupakan gugus prostetik terdiri atas senyawa organik kompleks. FADH. misalnya terpengaruh oleh suhu dan keasaman. Enzimologi terutama dipelajari dalam kedokteran.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Enzim merupakan suatu protein yang disintesis oleh sel hidup yang berfungsi mengkatalis jenis reaksi kimia tertentu yang terjadi di dalam dan di luar sel yang menghasilkannya. teknologi pengolahan pangan. enzimologi tidak dipelajari tersendiri sebagai satu jurusan tersendiri tetapi sejumlah program studi memberikan mata kuliah ini. dan seng. dan vitamin B (Lehninger. Hal ini disebabkan perbedaan struktur kimia tiap enzim yang bersifat tetap. yaitu logam. yaitu bagian protein dan bagian yang bukan protein.

terutama adalah substrat. enzim tidak dapat bekerja secara optimal atau strukturnya akan mengalami kerusakan. suhu. Kerja enzim juga dipengaruhi oleh molekul lain. maka kemampuan mengkatalisis suatu reaksi sangat erat hubungannya dengan struktur tersier dan kwartener dari molekul potein tersebut. enzim bersifat sangat spesifik. Enzim merupakan senyawa makromolekul yang spesifik yang mempercepat reaksi biologis. Hal ini akan menyebabkan enzim kehilangan fungsinya sama sekali. 1994). kofaktor dan inhibitor. Inhibitor adalah molekul yang menurunkan aktivitas enzim.Kerja enzim dipengaruhi oleh beberapa faktor. enzim dapat mengalami denaturasi oleh berbagai faktor. Seperti protein pada umumnya. Protein enzim disebut dengan Apoenzim. Kunci dari faktor lingkungan adalah terletak pada pH dan suhu. Tiap enzim memerlukan suhu dan pH (tingkat keasaman) optimum yang berbeda-beda karena enzim adalah protein. Enzim adalah suatu katalisator protein yang mempercepat reaksi kimia dalam makhluk hidup atau dalam sistem biologis. keasaman. sedangkan aktivator adalah yang meningkatkan aktivitas enzim. tidak akan terjadi kekeliruan. pelarut organik. seperti perubahan pH yang mencolok. Oleh karena itu faktor lingkungan sangat mempengaruhi aktivitas enzim. Diperkirakan ada 3000 macam enzim dalam sel. mempunyai struktur 3 dimensi dan bagian yang bukan protein disebut Koenzim. Pada dasarnya adalah untuk menurunkan keperluan energi aktivasi yang digunakan untuk reaksi kimia. . urea dan dapat dihambat oleh racun enzim (Poedjiadi. Di luar suhu atau pH yang sesuai. Oleh karena enzim adalah suatu protein. sehingga meskipun jumlah enzim ribuan di dalam sel dan substrat pun sangat banyak. Dalam mengkatalisis protein. yang dapat mengalami perubahan bentuk jika suhu dan keasaman berubah. temperatur.

Tidak seluruh permukaan enzim aktif. dan enzim tersebut disimpan dalam lemari es. Pelepasan produk menyebabkan sisi aktif enzim bebas untuk berikatan dengan substrat lainnya. Suhu rendah tidak merusak enzim tetapi hanya menonaktifkannya saja. dan bagian yang aktif relatif kecil. Sisi aktif suatu enzim dapat digunakan berulang kali oleh banyak substrat. Bagian aktif enzim adalah bagian enzim yang dapat mengikat substrat dan gugus prostetik bila ada. Demikian juga apabila kita memesan enzim-enzim dari perjalanan. Reaksi kimia akan meningkat dua kali lipat dengan kenaikan suhu sebesar 10oC. Enzim adalah suatu protein yang dapat rusak oleh panas disebut denaturasi. . Semakin besar konsentrasi enzim semakin cepat pula reaksi yang berlangsung. tetapi kemudian reaksi akan meningkat pesat dengan kehadiran enzim. Enzim mempunyai kemampuan untuk membantu terjadinya reaksi yang umumnya berlangsung lambat pada temperatur normal organisme. Enzim hampir sebagian besar larut dalam air dan dapat dihidrolisis menjadi asam-asam amino. Hal ini disebabkan enzimnya rusak sehingga enzim tersebut tidak dapat bekerja. Dengan kata lain. Enzim akan mudah terdenaturasi dengan adanya perubahan temperatur yang ekstrim. oleh karena itu enzim memiliki sifat-sifat umum protein. Enzim tediri dari molekulmolekul protein. tetapi justru menurunkan atau menghentikan reaksi tersebut. Oleh karenanya dibutuhkan sejumlah kecil enzim untuk mengkatalis sejumlah besar substrat. Kebanyakan enzim rusak pada suhu di atas 50°C. Konsentrasi enzim juga mempengaruhi kecepatan reaksi. konsentrasi enzim berbanding lurus dengan kecepatan reaksi. Substrat yang berikatan dengan sisi aktif enzim akan membentuk produk. Kenaikan suhu di atas suhu 50°C tidak dapat meningkatkan reaksi yang dikatalisir oleh enzim.

Tiap-tiap urutan asam amino menghasilkan struktur pelipatan dan sifat- . pada saat sisi aktif semua enzim bekerja. yang sering kali merupakan produk langsung ataupun tak langsung dari reaksi yang dikatalisasi. Dengan demikian ia berfungsi sebagai regulasi umpan balik. yaitu bahan yang menghambat kerja enzim. kecepatan reaksi akan meningkat dengan adanya peningkatan konsentrasi substrat. Enzim umumnya merupakan protein globular dan ukurannya berkisar dari hanya 62 asam amino.Bila jumlah enzim dalam keadaan tetap.penambahan substrat tidak dapat meningkatkan kecepatan reaksi enzim lebih lanjut. 1997). Ada 2 jenis inhibitor. Pengikatan ini dapat meningkatkan ataupun menurunkan aktivitas enzim. yaitu inhibitor kompetitif dan inhibitor non kompetitif. Namun. Daerah yang mengandung residu katalitik yang akan mengikat substrat dan kemudian menjalani reaksi ini dikenal sebagai tapak aktif. Sedangkan inhibitor non kompetitif tidak berikatan dengan tempat aktif. tetapi hanya sebagian kecil asam amino enzim (sekitar 3–4 asam amino) yang secara langsung terlibat dalam katalisis.500 residu pada asam lemak sintase. enzim merupakan rantai asam amino yang melipat. sampai dengan lebih dari 2. Sama seperti protein-protein lainnya. Ini pun berakibat substrat tidak bisa berikatan dengan enzim (Winarno. Kerja enzim juga sangat dipengaruhi oleh zat inhibitor. Enzim juga dapat mengandung tapak yang mengikat kofaktor yang diperlukan untuk katalisis. Kondisi ini disebut konsentrasi substrat pada titik jenuh atau disebut dengan kecepatan reaksi telah mencapai maksimum (V max). Beberapa enzim juga memiliki tapak ikat untuk molekul kecil. Akibatnya substrat yang tidak bisa berikatan dengan enzim. Inhibitor kompetitif bekerja dengan cara berikatan pada tempat aktif enzim. tetapi menyebabkan perubahan pada tempat aktif. Kebanyakan enzim berukuran lebih besar daripada substratnya.

HASIL DAN PEMBAHASAN 4. Kebanyakan enzim dapat mengalami denaturasi (yakni terbuka dari lipatannya dan menjadi tidak aktif) oleh pemanasan ataupun denaturan kimiawi. kerja enzim dapat bolak-balik. Enzim ini banyak terdapat pada organel peroksisom dan berfungsi memecah peroksida (H2O2) yang bersifat toksik menjadi H2O dan O2 (Khopkar.1 Data Hasil Pengamatan Perubahan warna pada per menitnya Tabung 1 (suhu ruang) Tabung 2 (Pemanasan ) 2 Biru kehitama n Coklat muda 4 Biru tua 6 Biru muda Coklat tua Coklat tua 8 Biru hampir bening Coklat tua 10 bening Coklat tua nya memuda r . Pada salah satu sisi enzim terdapat tempat aktif yang memiliki bentuk yang dapat berpasangan tepat sama dengan bentuk permukaan substrat. Enzim memiliki sifat sebagai berikut yaitu kerja enzim bersifat spesifik atau khusus. Rantai protein tunggal kadang-kadang dapat berkumpul bersama dan membentuk kompleks protein. 1999). Enzim bekerja berdasarkan prinsip kunci dan anak kunci (lock and key). artinya bahwa satu enzim hanya dapat bekerja pada satu substrat. enzim bekerja pada suhu tertentu. Contoh enzim yang sering digunakan sebagai materi praktikum adalah enzim katalase.sifat kimiawi yang khas. enzim berkerja pada derajat keasaman (pH) tertentu. artinya selain dapat memecah substrat juga dapat membentuk substrat dari penyusunnya. Akibatnya satu enzim hanya dapat digunakan untuk satu jenis substrat.

Larutan lugol berfungsi untuk menunjukkan kandungan bahan makanan jenis amilum (tepung). sehingga dengan adanya enzim. Contohnya perhitungan konsentrasi. Gugus prostetik dibedakan menjadi koenzim dan kofaktor. Analisis kualitatif adalah pekerjaan yang bertujuan untuk mengetahui senyawa-senyawa yang terkandung dalam sampel uji. dan digunakan sebagai sampel perbandingan dengan sampel amilase yang disimpan pada suhu kamar. Biokatalisator adalah senyawa yang mempercepat reaksi metabolisme tanpa mengalami perubahan struktur kimia. Pemanasan amilase dimaksudkan untuk menaikkan suhu enzim. dan Fe2+. Peranannya adalah dengan cara menurunkan energi aktivasi. Energi aktivasi adalah energi terkecil yang dapat menyebabkan berjalannya suatu reaksi. .4. Koenzim berupa gugus organik yang pada umumnya merupakan vitamin. proses pembakaran yang dapat terjadi apabila suhu substrat di atas 100 o C dapat berlangsung di dalam tubuh makhluk hidup hanya dengan suhu lingkungan yang tidak membahayakan.2 Pembahasan Analisis kimia pada dasarnya terbagi menjadi dua pekerjaan utama yang dikenal dengan analisis secara kualitatif dan analisis kuantitatif. Pada percobaan ini kita menggunakan analisa kualitatif yaitu dengan mengamati perubahan warna per menitnya secara kontinu menggunakan panca indera mata. Contohnya pengamatan perubahan warna larutan sampel pada tabung reaksi. Analisis kuantitatif adalah pekerjaan yang bertujuan untuk mengetahui kadar suatu senyawa dalam sampel. Kofaktor berupa gugus anorganik yang biasanya berupa ion-ion logam. seperti Cu2+. seperti vitamin B1dan vitamin B2. Beberapa jenis vitamin seperti kelompok vitamin B merupakan koenzim. Hal yang diamati adalah aktivitas enzim amilase dalam pemecahan larutan pati per manitnya. Mg2+.

Larutan iodium berperan sebagai indikator warna untuk menandai aktivitas enzim amilase pada larutan pati. Dalam reaksi yang terjadi. Dalam percobaan ini digunakan 2 buah tabung yang masing-masing diberikan perlakuan yang berbeda. Tabung I dibiarkan tetap dengan suhu kamar dan tabung II dipanaskan hingga mendidih. akhirnya pada menit ke-10 larutan menjadi bening karena enzim amilase dapat bekerja dengan baik sehingga amilum yang terdapat dalam sari kentang dapat dipecah. enzim amilase berperan aktif sebagai katalis yang akan mempercepat laju reaksi penguraian larutan pati (amilum) menjadi amilosa dan amilopektin. Di samping itu. setelah 2 menit pertama setelah penambahan iodium warna larutan biru tua. Larutan pati yang berperan sebagai substrat yang akan direaksikan oleh enzim amilase. karena enzim adalah suatu protein maka kenaikan suhu dapat menyebabkan denaturasi dan bagian aktif enzim akan terganggu sehingga konsentrasi dan kecepatan enzim berkurang. pada menit ke-6 larutan menjadi berwarna biru bening. mulai dari menit ke-2 sampai menit terakhir. Untuk melihat pengaruh enzim amilase terhadap larutan pati. tidak terjadi perubahan warna sedangkan yang tetap pada suhu kamar mengalami perubahan dari warna biru kehitaman menjadi bening. Sedangkan pada tabung II setelah penambahan larutan iodium. . Dengan demikian kita dapat melihat pengaruh suhu terhadap kerja enzim amilase dalam memecah amilum karena pada tabung yang dipanaskan. dalam percobaan ini digunakan enzim amilase yang terdapat pada saliva. karena enzim amilase yang telah dipanaskan tidak dapat lagi menguraikan amilum. Pada menit ke-8 larutan terus berubah warna menjadi hampir bening. Pada tabung I.Reaksi kimia itu dapat dipengaruhi suhu maka reaksi menggunakan katalis enzim dapat dipengaruhi oleh suhu. setelah 4 menit larutan berubah warna menjadi biru. yaitu menit ke 10 larutan tidak mengalami perubahan warna atau dalam hal ini tetap berwarna coklat tua.

.

dapat disimpulkan beberapa hal.blogspot. 5. Pada sel hidup. Pada suhu kamar. bahkan bisa sampai terdenaturasi. maka pH optimumnya akan berbeda pada suatu substrat (Tranggono & Sutardi. Katalisator adalah substansi yang mempercepat reaksi tetapi pada hasil reaksi. 3. 2. 1994). substansi tersebut tidak berubah. Suasana yang terlalu asam atau alkalis menyebabkan denaturasi protein dan hilangnya secara total aktivitas enzim. Enzim amilase tidak dapat bekerja dengan baik dalam memecah amilum jika suhunya dinaikkan. http://indhpsari. yaitu : 1. Fungsi khusus dari enzim adalah untuk menurunkan energi aktivasi. Membuktikan pengaruh Ph terhadap aktivitas amylase 2. Tiap enzim memiliki karakteristik pH optimal dan aktif dalam range pH yang relatif . Oleh karena itu media harus benar-benar dipelihara dengan menggunakan buffer (larutan penyangga). Jika enzim memiliki lebih dari satu substrat. Tujuan : 1. Enzim adalah substansi yang dihasilkan oleh sel-sel hidup dan berperan sebagai katalisator pada reaksi kimia yang berlangsung dalam organisme. 1994). 1990). mempercepat reaksi pada suhu dan tekanan yang tetap tanpa mengubah besarnya tetapan keseimbangan dan sebagai pengendali reaksinya (Martoharsono.html MENGUKUR AKTIVITAS ENZIM AMILASE I. enzim amilase bekerja dengan sangat baik dalam mengurai amilum. Suhu sangat mempengaruhi kerja enzim amylase. Enzim merupakan protein yang khusus disintesis oleh sel hidup untuk mengkatalisis reaksi yang berlangsung di dalamnya.BAB V KESIMPULAN Berdasarkan praktikum yang kami lakukan. Salah satu lingkungan yang berpengaruh terhadap kerja enzim adalah pH. Kofaktor dan koenzim berfungsi sebagai senyawa pembantu aktivitas enzim. Salah satu enzim yang penting dalam sistem pencernaan manusia adalah enzim amilase. perubahan pH sangat kecil. Enzim mempunyai ciri dimana kerjanya dipengaruhi oleh lingkungan. Dasar Teori: Metabolisme merupakan salah satu ciri kehidupan yang merupakan bentuk transformasi tenaga atau pertukaran zat melalui serangkaian reaksi biokimia. pH optimal enzim adalah sekitar pH 7 (netral) dan jika medium menjadi sangat asam atau sangat alkalis enzim mengalami inaktivasi (Gaman & Sherrington. 4. reaksi metabolisme berlangsung dengan melibatkan suatu senyawa protein yang disebut enzim. Membuktikan pengaruh konsentrasi enzim terhadap aktivitas enzim amylase II. Enzim hanya aktif pada kisaran pH yang sempit. Dalam mahkluk hidup. enzim ini terdapat dalam saliva atau air liur manusia.com/2013/06/penentuan-aktivitas-enzim-amilase.

1992). Enzim memiliki suhu optimum yaitu sekitar 180-230C atau maksimal 400C karena pada suhu 450C enzim akan terdenaturasi karena merupakan salah satu bentuk protein. Peningkatan temperatur dapat meningkatkan kecepatan reaksi karena molekul atom mempunyai energi yang lebih besar dan mempunyai kecenderungan untuk berpindah. dan gaya irisan. pH optimal. 3. daerah temperatur. yaitu teori kunci dan anak kunci (lock and key) dan teori induced fit (Wirahadikusumah. Suhu yang tinggi akan menaikkan aktivitas enzim namun sebaliknya juga akan mendenaturasi enzim (Martoharsono. Jenis hubungan antara kecepatan reaksi dan pH ditunjukkan dengan kurva berbentuk lonceng. Pengaruh pH pH optimal enzim adalah sekitar pH 7 (netral) dan jika medium menjadi sangat asam atau sangat alkalis enzim mengalami inaktivasi. Sebagai contoh. 1994).kecil. kebutuhan kofaktor. pH. 1991). Namun dalam suatu reaksi kimia. 1989). Pada suhu di atas dan di bawah optimalnya. Hal ini dikarenakan adanya rantai protein yang tidak terlipat setelah pemutusan ikatan yang lemah sehingga secara keseluruhan kecepatan reaksi akan menurun (Lee. Pada suhu 100°C semua enzim rusak. dan penentuan berkurangnya substrat atau bertambahnya hasil reaksi. Pada suhu yang sangat rendah. menjadikan laju reaksi yang terjadi merupakan tingkat ke 0 (zero order reaction) terhadap substrat. Sifat-sifat enzim antara lain : 1. Ada beberapa faktor untuk menentukan aktivitas enzim berdasarkan efek katalisnya yaitu persamaan reaksi yang dikatalis. Sebagai contoh. Untuk enzim hewan suhu optimal antara 35°C dan 40°C. 1994). Hanya molekul laktosa saja yang akan sesuai dalam sisi aktif molekul (Gaman & Sherrington. Enzim memiliki konstanta disosiasi pada gugus asam ataupun gugus basa terutama pada residu terminal karboksil dan asam aminonya. hanya dapat berfungsi dalam kondisi asam. pepsin. 2. Setiap enzim mempunyai pH optimum yang berbeda–beda (Lee. enzim yang dikeluarkan ke lambung. Spesifitas Aktivitas enzim sangat spesifik karena pada umumnya enzim tertentu hanya akan mengkatalisis satu reaksi saja. Akan tetapi beberapa enzim hanya beroperasi dalam keadaan asam atau alkalis. Pengamatan reaksinya dengan berbagai cara kimia atau spektrofotometri. Ketika temperatur meningkat. 1992). temperatur. Penentuan ini biasa dilakukan di pH optimal dengan konsentrasi substrat dan kofaktor berlebih. produk. Kecepatan reaksi enzim sangat dipengaruhi oleh pH larutan baik secara in vivo maupun secara in vitro. 1994). bentuk kurva menandakan dari keaktifan enzim berbanding pH yang terkandung di dalamnya (Almet & Trevor. kofaktor. Beberapa faktor penting yang mempengaruhi kerja enzim adalah konsentrasi berbagai komponen (seperti substrat. 1989). Kecepatan reaksi enzim dipengaruhi oleh berbagai kondisi fisik dan kimia. Pengaruh suhu Aktivitas enzim sangat dipengaruhi oleh suhu. laktase menghidrolisis gula laktosa tetapi tidak berpengaruh terhadap disakarida yang lain. enzim. dll). dalam banyak kasus. enzim tidak benar-benar rusak tetapi aktivitasnya sangat banyak berkurang (Gaman & Sherrington. Di atas suhu 50°C enzim secara bertahap menjadi inaktif karena protein terdenaturasi. pengaruh konsentrasi substrat dan kofaktor. pH untuk suatu enzim tidak boleh terlalu asam maupun terlalu basa karena akan menurunkan kecepatan reaksi dengan terjadinya denaturasi. Sebenarnya enzim juga memiliki pH optimum . yaitu suhu tubuh. Ada dua teori tentang mekanisme pengikatan substrat oleh enzim. (Tranggono & Setiadji. dengan pH optimal 2 (Gaman & Sherrington. 1994). aktivitas enzim berkurang. proses denaturasi juga mulai berlangsung dan menghancurkan aktivitas molekul enzim.

α amilase mempunyai beberapa sifat. kadarnya menurun (Anonim. pH. 1991). Kebanyakan enzim membutuhkan medium cair untuk mendukung aktivitas katalisasi air penting untuk menyusun struktur enzim. Di dalam larutan pati. 1991). Pada manusia. dan polisakarida yang lain. 1991). dan pada kisaran pH tersebut enzim mempunyai kestabilan yang tinggi (Williamson & Fieser. kehilangan daya viskositas yang lebih cepat. gondongan. Dalam air. Enzim ini terdapat dalam air liur (ptialin) dan getah pankreas yang membantu pencernaan karbohidrat dalam makanan. Amilase dapat diartikan sebagai segolongan enzim yang merombak pati. . α amilase pada mamalia memiliki pH optimum 6-7. glikogen dan polisakarida yang lain. pati dan glikogen dipecah menjadi maltosa. suhu dan cahaya.5–8. 1990).5 – 4. antara lain : a. 1994). maltotriosa atau oligosakarida. Pada penyakit radang pankreas.tertentu. Amilase dihasilkan oleh daun atau biji yang sedang berkecambah. 1994). pH optimum dari amilase menurut Hopskin Cole dan Green adalah 4. Tumbuhan mengandung α dan β amilase. amilosa bereaksi dengan iodin memberikan warna biru yang khas (Fox. Amilase memotong rantai polisakarida yang panjang. Enzim tersebut dapat menghidrolis amilum menjadi gula. menghasilkan campuran glukosa dan maltosa. Salah satu enzim yang diperlukan untuk pertumbuhan adalah amilase. Hasil dari protein dalam air terdiri dari 3 bagian: Tipe I : molekul air mempunyai penyusun seperti larutan murni dan tidak memiliki interaksi dengan protein. Amilase memotong rantai polisakarida yang panjang. Sebaliknya pada penyakit hati. Dalam proses hidrolisis amilum melalui beberapa tahap yaitu pembentukan amilo Dekstrin dan amilum.7. kencing manis. glikogen. menaikkan aktivitas beberapa enzim dan dikenal sebagai aktivator (Gaman & Sherrington. Ko-enzim dan aktovator Ko-enzim adalah substansi bukan protein yang mengaktifkan enzim. amilosa bereaksi dengan iodine memberikan warna biru yang khas (Fox. pada umumnya sekitar 4. 4. Contohnya. Tipe III : molekul air terikat kuat dengan protein menghasilkan bagian yang berkembang dalam struktur protein (Fox. Nama lain dari a-Milase adalah diaste. hewan memiliki hanya α amilase. bergantung pada ada atau tidaknya ion halogen (Whitackr. Dalam air. Misalnya. di mana dalam perubahan tersebut dapat dihidrolisis oleh disakarida atau trisakarida dalam jumlah kecil. 1992). Amilosa merupakan polisakarida yang terdiri dari 100-1000 molekul glukosa yang saling berikatan membentuk rantai lurus. Tumbuhan mengandung α dan ß amylase. kemudian menjadi eritrodekstrin selanjutnya menjadi akro Dekstrin dan terakhir menjadi maltosa (glukosa). dijumpai dalam cairan pankreas dan juga (pada manusia dan beberapa spesies lain) dalam ludah. menghasilkan campuran glukosa dan maltosa. misalnya ion kalsium dan ion klorida. kadarnya dalam darah meningkat. dijumpai dalam cairan pankreas dan juga (pada manusia dan beberapa spesies lain) dalam ludah. Beberapa ion anorganik. Amilase adalah enzim pemecah karbohidrat dari bentuk mejemuk menjadi bentuk yang lebih sederhana. Darah normal juga mengandung sedikit amilase dari hasil pemecahan sel yang berlangsung secara normal. Amilase dapat diartikan sebagai segolongan enzim yang merombak pati. α amilase pada ludah dan pankreas berguna dalam hidrolisis pati yang terkandung dalam makanan ke dalam bentuk aligosakarida. Amilosa merupakan polisakarida yang terdiri dari 100-1000 molekul glukosa yang saling berikatan membentuk rantai lurus. Tipe II : molekul air tidak sepenuhnya terikat pada protein. Aktivitalisme dipengaruhi oleh garam-garam anorganik. hewan memiliki hanya α amylase.

karena sifat ionik gugus karbosil dan asam amino mudah dipengaruhi pH. Tidak memproduksi glukosa. 1995 ). akan epat terhidrolisis. Dari dasar teori di atas telah djelaskan bahwa pH sangat berpengaruh terhadap aktivitas enzim. e. d. Suhu tinggi konsentrasi α amylase akan mempercepat proses kerja dari viskositas dan perubahan warna iodine (Whitackr. sedangkan pada ekstrak enzim yang berumur 4 hari larutan tersebut menunjukkan warna putih kecokltatan. Aktivitas enzim tertinggi yang dapat dicapai umumnya disebut pH optimum. yang kemudian diambil supernatanya. Enzim α-amilase Liquozyme supra pada umumnya stabil pada pH optimal yaitu 5. Larutan buffer adalah larutan yang tahan terhadap perubahan pH dengan penambahan asam atau basa. kami melakukan pengamatan terhadap aktivitas enzim amylase. artinya pada kondisi ini campuran amilum dan amylase . dari pada yang mempunyai sedikit enzim. karena telah terhidrolisis secara sempurna. Tetapi sebenarnya perbedaan tersebut tidak begitu mencolok. c. pH suspensi diatur sekitar 5. 1991 ). Hal ini terjadi karena penambahan IKI tidak dilakukan secara langsung. Pada tahap liquifikasi perlu diperhatikan dalam pengaturan pH. Proses produksi maltosa lebih lambat. Hal ini menyebabkan konformasi enzim dan fungsi katalik enzim berubah. kami melakukan 2 jenis praktikum. 1994).3. maka larutan akan berwarna lebih gelap. Hal ini menunjukkan bahwa amilum terhidrolisis secara sempurna. Supernatan tersebut dianggap sebagai enzim dengan konnsentrasi 100 %. Warna iodine akan lebih cepat hilang.b. Jadi apabila enzim amylasenya cukup banyak maka tingkatan hidrolisisnya pun juga semakin sulit. Pembahasan Pengaruh Ph terhadap aktivitas amylase Pada praktikum kali ini. Dari kedua praktikum di atas terlihat perbedaan antara kecambah yang berumur 2 hari dan kecambah yang telah berumur 4 hari. Larutan buffer bermanfaat untuk melarutkan kotoran yang masih terikut di dalam endapan enzim tersebut sekaligus bisa mencegah enzim dari denaturasi dan kehilangan fungsi biologisnya ( Fox. yaitu mengenai pengaruh PH terhadap aktivitas amylase dan konsentrasi terhadap aktivitas enzim ini. misalnya pada data yang menggunakan ekstrak enzim kecambah yang berumur 2 hari pada tabung 1 larutan tersebut berwarna putih kekuningan. Pembahasan 1.1-5. Apabila aktivitas enzim ini bekerja dengan baik maka larutan akan semakin bening. Untuk mengetahui aktivitas amylase ini. karena secara umum dari hasil praktikum tersebut menunjukkan tingkatan warna yang sama. Setelah larutan tersebut diletakkan pada 3 bagian dalam plate tetes dan didiamkan berturut-turut 10 menit pertama. melainkan harus menunngu beberapa menit kemudian. kemudian ditambahkan IKI ternyata laritan tersebut tetap berwarna putih keruh.6. Amilase yang digunakan pada praktikum ini yaitu kecambah kacang hijau yang sudah dihaluskan. Larutan seperti itu digunakan dalam berbagai percobaan biokimia dimana dibutuhkan pH yang terkontrol dan tepat ( Fardiaz. sehingga enzim bisa terdenaturasi dan kehilangan aktivitasnya. karena tidak dapat terhidrolisis secara sempurna. Buffer dapat mempertahankan kondisi enzim presipitat agar tidak terjadi perubahan pH dan mencegah agar enzim tidak mengalami inaktivasi (Winarno. sengkan apabila enzim ini kurang bekerja secara maksimal. Pada tabung 1 yaitu pengujian amilum dengan ekstrak amylase menghasilkan larutan berwarna lebih terang dengan sedikit warna gelap di tengahnya. Perbedaan tersebut dikarenakan semakin lama umur tumbuhan tersebut maka semkain besar pula enzim amilasenya. 1992 ). hingga 10 menit ketiga.

Sedangkan maltose sendiri mempunyai sifat dapat mereduksi. Digunakan kecambah kacang hijau karena zat gizi pada biji yang sedang berkecambah berada dalam bentuk aktif. Pembahasan Pengaruh konsentrasi enzim terhadap aktivitas amylase Amilase merupakan enzim yang penting dalam bidang pangan dan bioteknologi. Jadi pada penambahan IKI ini amilum sudah terhidrolisis secara sempurna menjadi sakarida-sakarida penyusunnya. Selanjutnya pada tabung ke IV yaitu 2 ml amilum 0. yang akan menghasilkan warna yang lebih bening. hal tersebut mungkin dikarenakan kurangnya dalam pemanasan. Hal tersebut mungkin dikarenakan enzim telah terhidrolisis terlebih dahulu ketika diberikan IKI. Amilase mengubah karbohidrat yang merupakan polisakarida menjadi maltosa (alfa dan beta) ataupun glukosa (gluko amilase)(Anam. jika dibandingkan dengan tabung 1. sehingga pada penambahan fehling A dan B terbentuk gula reduksi yang ditunjukkan dengan adanya perubahan warna dari biru tua menjadi hijau kekuningan. 2 ml amilum 0. tetapi seharusnya pada waktu ini enzim tidak dapat mengalami hidrolisisi secara optimum.2010). Hal tersebut sangat berbeda dengan teori pada sebuah literature yang kami dapatkan. Sedangkan pada tabung 2 yang telah diberi HCl (asam kuat). sedangkan pada kondisi ini memiliki Ph. tetapi ternyata tidak dengan percobaan kami. karena pada kondisi ini Ph larutan mencapai 9 sedangkan seharusnya enzim akan bekerja secara optimum pada kisaran Ph 4.7.terlalu lama sehingga amylase sudah melakuakn aktivitasnya untuk menghidrolisis amilum. karena enzim sudah terhidrolisis secara sempurna. warna pada larutan tersebut tidak berubah yaitu tetap biru tua. amilum merupakan polisakarida yang apabila dihidrolisis akan menghasilakan maltose. Enzim amylase seharusnya akan terhidrolisis secara sempurna pada Ph 4. maka warna larutan menjadi lebih terang yaitu putih kekunig-kuningan. 2000). Kemudian pada tabung 3 yang diberi NaOH (basa). Amilase merupakan enzim yang mengkatalisis reaksi hidrolisis pati menjadi gula‐gula sederhana.7. Pada percobaan terakhir yaitu pada tabung ke V. pada hasil percobaan yang telah kami lakukan ternyata warna larutan tersebut lebih gelap. larutan ini sudah mulai terhidrolisis sehingga pada saat di uji dengan IKI. kemudian dipanaskan. Dari percobaan yang kami lakukan ternyata tidak seperti teori tersebut. digunakan kecambah kacang hijau yang berumur 2 hari dan 4 hari. Selain itu maltose juga merupakan disakarida yang apabila dihidrolisis akan menghasilakan 2 sakarida. Pada praktikum ini setelah amilum tersebut ditetesi dengan fehling A dan B. sehingga enzim tersebut belum terhidrolisis secara sempurna. maka mempunyai warna yang lebih gelap. jadi ketika ditetesi dengan NaOH sudah tidak dapat bereaksi lagi. Dari hasil praktikum ini ternyata warna amilum yang semula berwarna biru tua.5% yang ditetesi dengan fehling A dan B. warnanya tidak berubah yaitu tetap bferwarna biru tua.5-4. Hal ini berarti ketika amilum di inkubasi dengan cara dibiarkan selama 10 menit pertama hingga 10 menit ketiga. setelah mengalami pemanasan. hal tersebut menunjukkan bahwa pada waktu ini enzim bekerja secara optimal.5 – 4. menurut (Pridjosejono. hal tersebut berarti amilum tersebut sudah terhidrolisis dengan sempurna. 2. larutan sudah tidak dapat terhidrolisis lagi sehingga warna larutannya pun tetap seperti sebelum ditambah dengan IKI yaitu putih gelap.5% yang langsung ditetesi dengan 10 tetes IKI warna larutan berubah dari kuning kecoklatan menjadi hijau kehitaman. yang akan menghasilkan larutan tetap berwarna bening. Pada praktikum untuk membuktikan pengaruh konsentrasi enzim terhadap aktifitas enzim amilase. Seharusnya enzim akan bekerja secara optimum pada konbdisi ini. Karena IKI sesuai dengan literatur amilum merupakan polisakarida yang apabila dihidrolisis akan menjadi sakaridasakarida. Germinasi atau perkecambahan meningkatkan daya cerna karena berkecambah merupakan proses katabolis yang menyediakan zat gizi penting untuk pertumbuhan tanaman .

diambil dengan pipet tetes dan diletakkan pada tiap plat tetes sebanyak 2 tetes. Pereaksi Fehling dapat dianggap sebagai larutan CuO (Juwita. Tangan praktikan yang sebelumnya menggunakan lotion (handbody) diduga merudak kandungan ekstrak.melalui reaksi hidrolisis dari zat gizi cadangan yang terdapat di dalam biji. ion Cu2+ terdapat sebagai ion kompleks. Pereksi Fehling dibuat dengan mencampurkan kedua larutan tersebut. Konsentrasi substrat yang digunakan tetap untuk masing-masing gelas ukur. Peningkatan zatzat gizi pada kecambah kacang hijau mulai tampak kira-kira 24 – 48 jam saat perkecambahan (Anggraeni. sehingga diperoleh suatu larutan yang berwarna biru tua. Sedangkan enzim yang digunakan adalah amylase. Fungsi dari larutan IKI adalah untuk mendeteksi butir amilum. pada konsentrasi amylase 25% terjadi perubahan warna yang mencolok yaitu. Kandungan zat gizi/enzim pada kecambah umur 2 hari berbeda dengan kandungan enzim yang terkandung pada kecambah kacang hijau umur 4 hari. sedangkan Fehling B merupakan campuran larutan NaOH dan kalium natrium tartrat.Maka dalam praktikum ini digunakan kecambah yang berumur 2 hari dan 4 hari. . Pada saat membuat ekstrak.Kemudian diberi 2 tetes larutan IKI atau Fehling A dan B. hanya ingin diketahui tentang pengaruh konsentrasi enzim terhadap enzim amilase yang ada di tiap kecambah. Perbedaan kandungan kadar enzim amylase pada kecambah 2 hari dan 4 hari dapat dilihat perbedaanya dengan jelas. Fungsi dari larutan Fehling A dan B adalah untuk mengidrolisis amilum dengan terbentuknya gula reduksi Didapatkan pada pengambilan data di 2 menit pertama yang menggunakan indicator larutan IKI.2009). Larutan dalam tabung reaksi yang telah diberi konsentrasi enzim yang berbeda akan diambil tiap 2 menit sekali sebanyak 5 kali. Enzim amylase dapat diperoleh dari ekstrak kacang hijau yang telah ditumbuk dan ditambah akuades dengan volume tertentu. pada konsentrasi amylase 25 % terjadi perubahan warna yang mencolok yaitu. substrat yang digunakan adalah 0.50% dan 25%. Konsentrasi 50% dan 25% menunjukkan warna kuning kehitaman. yaitu Fehling A dan Fehling B. kuning keruh dan sedikit kehitaman.2008) Pada praktikum ini. reaksi positif ditandai dengan warna ungu sampai biru kehitaman. Pereaksi Fehling terdiri dari dua bagian. Hal ini dapat diketahui bahwa larutan sudah terhidrolisis oleh amylase. Penumbukan dalam proses ekstraksi berfungsi untuk memecah kacambah sehingga mudah untuk diambil sari-sarinya. Namun konsentrasi amylase yang digunakan berbeda yaitu: 100 %. 75%.5 ml amilum 1 %. Hal ini dimungkinkan amilum yang digunakan untuk praktikum ini sudah terkontaminasi oleh udara luar terlalu lama dan zat-zat lain. Meski masih terbentuk warna kuning.Hal ini menunjukkan bahwa pada konsentrasi sedikit . Pengulangan ini dilakukan untuk mengetahui kecepatan enzim berekasi dengan subtrat. Hal ini menunjukkan bahwa amylase belum berhasil menghidrolisis amilum dan pati yag terkandung dalam ekstrak kecambah. tergantung konsentrasi ekstrak yang diperlukan. Larutan.Terbukti dengan dihasilkannya warna hitam Pada 2 menit kedua pengambilan larutan ke plat tetes dan kemudian diberi IKI didapatkan konsentrasi amylase 75% berwarna kuning agak hitam.pati berhasil didrolisisn oleh amylase. Faktor yang menyebabkan hal ini adalah ekstrak yang sudah terkontaminasi oleh zat-zat lain. bila dilakukan dengan HPLC. fehling A adalah larutan CuSO4. abu-abu kehitaman. Larutan yang digunakan dalam praktikum pengaruh konsentrasi terhadap enzim amylase adalah larutan IKI dan Fehling A dan B. Sedangkan pada pengambilan data di 2 menit pertama yang menggunakan indicator Fehling A dan B. Dalam pereaksi Fehling. Namun pada praktikum kali ini. praktikan tidak menggunakan sarung tangan saat memeras kecambah yang dihaluskan untuk diambil airnya.

Aktifivitas enzim dan konsentrasi enzim memiliki hubungan perbandingan yang lurus dimana semakin besar konsentrasi maka tinggi aktivitas enzim tersebut http://ardianismart. Dari percobaan ini dapat diketahui bahwa larutan dengan konsenrasi amylase 25% menunjukkan positif dengan uji IKI dan Fehling A dan B . Pengaruh konsentrasi terhadap aktivitas enzim yaitu semakin tinggi pH maka aktifitas enzim semakin lambat. pH optimum untuk enzim amilase pada ekstra tauge adalah pH 7. 2.0. 5. Warna konsentrasi larutan 100%. Pengaruh konsentrasi terhadap aktivitas enzim yaitu semakin tinggi konsentrasi maka aktifitas enzim semakin lambat. Namun pada 2 menit kedua warna amylase 25 % berbeda yaitu: abu-abu kehitaman. maka jumlah yang dipakai sebagaikatalis tidak perlu banyak. Satu molekul enzim dapat bekerja berkali-kali. tetapi tidak ikut bereaksi. Kesimpulan Berdasarkan hasil percobaan di simpulkan bahwa : 1.blogspot. warna abu-abu kehitaman sama dengan warna larutan amylase dengan konsentrasi 50%. 50% dan 25 % amylase di plat tetes adalah: kuning kecoklatan. 3. Sifat kerja enzim sangat di pengaruhi oleh pengaruh suhu. abu-abu. Oleh karena enzim berfungsi sebagai mempercepat reaksi. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut: Pati (amilum)+Enzim(amilase) Disakarida (maltosa) glukosa + glukosa VIII. yaitu warnanya menjadi hitam /abu-abu/biru kehitaman. diperlukan dalam jumlah sedikit. selamamolekul tersebut tidak rusak Semakin sedikit enzim yang berperan memecah amilum maka akan semakin banyak amilum yang tidak terhidrolisis dan warna yang dihasilkan juga akan semakin pekat.Pada uji menggunakan Fehling A dan B dari 2 menit pertama hingga 2 menit kelima.konsentrasi. Hal ini senuai dengan teori bahwa: enzim dalam berkerja memecah suatu substrat. 4.html . abu-abu kehitaman dan biru kehitaman.com/2012/09/praktikum-amilase. 75%. dan pH.