You are on page 1of 20

REFLEKSI KASUS

Tinea Korporis et Kruris
Desire Palada
0910015009
Pembimbing :
dr. H. M. Darwis Toena, Sp. KK. FINSDV, FAADV

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MULAWARMAN
2016

PENDAHULUAN
Tinea korporis et kruris  penyakit dermatofitosis

yang disebabkan oleh jamur dermatofita

Di daerah lipat paha, genitalia, sekitar anus yang dapat
meluas ke bokong, perut bagian bawah

Bagian kulit yang tidak berambut (glabrous skin)

Nama Lain : ringworm, kurap, teigne, dan herpes

sirsinata

PENDAHULUAN
 Prevalensi : pria = wanita, menyerang semua tingkat usia
 Golongan jamur :

Genus : microsporum, trichophyton, dan epidermophyton

Tinea korporis et kruris biasa disebabkan oleh Trichopython
rubrum
 Gambaran klinis :

central clearing yaitu makula hiperpigmentasi yang berbatas tegas,
biasanya disertai erosi dan skuama akibat garukan, dengan tepi yang
aktif berupa vesikel dan papul yang meluas, daerah tengah lesi
biasanya lebih tenang

 Pemeriksaan mikologik  KOH 20% :
 hifa (dikotomi)
 antospora.
 Penatalaksanaan :
 Menghindari faktor predisposisi
 Sistemik


griseofulvin microsize 500-1000 mg/ hari selama 2 – 6 minggu
tablet ketokonazole 200 mg/hari selama 3 - 4 minggu pagi setelah
makan
tablet itrakonazole 2 x 200 mg/ hari selama 7 hari

Topikal

Krim ketokonazole 2 % 2 x sehari

KASUS
Identitas pasien
Nama
Usia
: 37 tahun
Alamat
: Samarinda
Pekerjaan
: IRT

: Ny. B

Anamnesa
 Keluhan utama : bercak kemerahan yang gatal pada ketiak

dan lipat paha
 Riwayat penyakit sekarang :

Keluhan dialami sejak 2 minggu yang lalu.
Gatal yang dialami tidak menentu yakni bila pasien berkeringat
dan pakaian terasa lembab.
Karena gatal, maka pasien sering menggaruk sehingga
menyebabkan timbul bintil - bintil dan kulitnya terkelupas.
Untuk mengurangi rasa gatal yang dialami, pasien membeli salep
yang dijual di warung setempat, tetapi tidak kunjung sembuh.

Anamnesa
RPD:

Riwayat Alergi, DM disangkal
RPK:

Riwayat penyakit serupa dalam keluarga disangkal

Pemeriksaan fisik

Keadaan umum

: tampak sehat
Kesadaran
: Komposmentis
Tanda-tanda vital : dalam batas normal

Status Dermatologis
Efloresensi :

plak eritema berukuran numular dilapisi skuama
kasar dengan erosi pada regio aksila dekstra et
sinistra
plak eritema yang berbatas tegas, skuama kasar
dengan eksoriasi pada regio femoralis dekstra 1/3
medial
tampak
central
clearing
berupa
makula
hiperpigmentasi, polisiklik, yang ditutupi dengan
skuama dan pada bagian tengah tampak tenang pada
regio inguinalis dekstra et sinistra

Diagnosa banding :
 Tinea korporis et kruris dekstra et sinistra
 Kandidiasis aksila et inguinalis dextra et sinistra
 Psoriasis

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan KOH 20% (tidak dilakukan)

Diagnosis Kerja

Tinea Korporis et Kruris dekstra et sinistra

Penatalaksanaan


Tablet ketokonazole 1 x 200 mg
Tablet loratadin 1 x 10 mg
Krim ketokonazole 2 % 2 kali sehari

Edukasi

Prognosa :
 ad vitam
: ad bonam
 ad sanationam : ad bonam
 ad cosmeticam: ad bonam

PEMBAHASAN
Berdasarkan kasus yang telah disebutkan di atas, diagnosispada pasien ini adalah
Tinea Korporis et Kruris yang didasarkan pada :

keluhan gatal yang muncul sejak 2 minggu yang lalu dan dipengaruhi oleh
keringat atau pakaian yang terasa lembab.

pada status dermatologis :
• Pada regio aksila dekstra et sinistra tampak plak eritema berukuran
numular dilapisi skuama kasar dengan erosi

Pada regio femoralis dekstra 1/3 medial tampak plak eritema yang berbatas
tegas, skuama kasar dengan eksoriasi

pada regio inguinalis dekstra et sinistra tampak central clearing berupa
makula hiperpigmentasi, polisiklik yang ditutupi dengan skuama dengan
peradangan tepi lebih aktif dibandingkan tengahnya.

Diagnosis Banding
Tinea Korporis et
Kruris
• predileksi : glabrous
skin, sela paha, perineum,
perut bagian bawah
• gatal dicetus saat
berkeringat dan pakaian
terasa lembab
• tampak central clearing
berupa makula
hiperpigmentasi berbatas
tegas, yang ditutupi
dengan skuama dan pada
bagian tengah tampak
tenang
• Tes KOH  hifa dan
antospora

Kandidiasis

Psoriasis

• predileksi daerah

pelipatan badan,
umbilikus, pannikulus,
generalisata

• Predileksi scalp, ekstermitas

ekstensor dan lumbosacral
•gatal pada bercak putih yang

• gatal yang disertai nyeri

jika terdapat infeksi
sekunder

meninggi dengan skuama
diatasnya
• Pada stadium penyembuhan

• terdapat lesi - lesi satelit

berupa vesikel / pustul,
bula yang pecah
meninggalkan daerah
yang erosif, dengan
pinggir yang kasar dan
berkembang menjadi lesi
primer
• Tes KOH  Pseudohifa

dan blastospora

tampak eritem ditengahnya
menghilang dan hanya
terdapat di pinggir
• Skuama berlapis berwarna

mika transparan
• Fenomena Karsvlek 

adanya goresan seperti lilin

Diagnosis Kerja
 Jadi dapat disimpulkan → diagnosis pada pasien ini yaitu
Tinea Korporis et Kruris

Penatalaksanaan
• Edukasi
• Terapi topikal
• Krim ketokonazole 2 % 2 kali sehari
• Terapi sistemik
• Tablet ketokonazole 1 x 200 mg
• Tablet Loratadin 1 x 10 mg (bila gatal)

Prognosis

 Prognosis pada pasien ini bonam baik vitam,
sanasionam dan kosmetikam→ jika
mendapatkan terapi yang sesuai dan
menghindari faktor pencetus

Terima kasih