You are on page 1of 13

PENGUKURAN VOLUME LOG

( Laporan Praktikum Biometrika Hutan )

Oleh
Sesilia Maharani Putri
1314151049

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2014

I.

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang
Penentuan volume pohon atau tegakan secara langsung dengan menggunakan
rumus dalam kegiatan IHMB (inventarisasi hutan berkala) dirasa kurang praktis
dan dapat menyebabkan kesalahan dalam menaksir volume, hal ini selain
dikarenakan perbedaan bentuk fisik batang mempengaruhi angka bentuk yang
dipakai, pengukuran tinggi yang dilakukan di lapangan pada prakteknya
memerlukan waktu yang lebih lama dan pengukuran tinggi pohon memberikan
kemungkinan

kesalahan

pengukuran

yang

lebih

tinggi

sehingga

akan

menyebabkan kesalahan dalam menaksir volume (over/under). Oleh karena itu
diperlukan ketersediaan alat bantu dalam inventarisasi untuk mempercepat
kegiatan dan memperkecil kesalahan yang terjadi pada pengukuran di lapangan
yang dikenal dengan tabel volume pohon. Pembuatan tabel volume merupakan
salah satu dari bentuk penyederhanaan dalam kegiatan inventarisasi hutan dengan
tetap mempertahankan ketelitian yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan pendugaan volume menggunakan tabel volume, perhitungan yang
dilakukan per-seksi membuat volume yang dihasilkan memiliki ketelitian yang
tinggi, dengan bias rendah yang merupakan hal pokok dan prasyarat untuk
penaksiran volume tegakan.

I.2 Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dari praktikum ini sebagai berikut :
1. Mahasiswa dapat mengetahui volume log dari pohon yang diukur.
2. Mahasiswa dapat menentukan diameter pohon
3. Mahasiswa dapat mengetahui LBD pohon sebagai penentuan
volume log dengan menggunakan rumus smalian, huber, dan
newton

II.

TINJAUAN PUSTAKA

Volume merupakan besaran tiga dimensi dari suatu benda yang dinyatakan dalam
satuan kubik. Besaran ini diturunkan dari setiap besaran panjang. Dengan
demikian bila panjang-panjang tersebut, yaitu tinggi, lebar, dan ketebalan
diketahui maka volume dapat ditentukan (Sabri 1995).

Karena perbedaan diameter pada pangkal dan ujung suatu batang atau log seperti
yang diterangkan.ada beberapa cara untuk menetukan diameter mana yang akan
dimasukan ke dalam rumus penaksiran volume itu. Dalam hal ini muncul tiga
macam alternatif, sehingga ada tiga macam rumus untuk menaksir volume log.
Ketiga rumus tersebut dikenal secara luas yaitu:
2

2

(d 1 + d 2 )
×L
2

a.

Rumus Huber : V = ¼ π

b.

Rumus Smalian : V = ¼ π (

c.

Rumus newton : V = 1/24 π (d1² + d0,5² + d2²) × L

d 1+d 2
¿²×L
2

Keunggulan masing-masingrumus diatas bergantung pada penerapannya untuk
bagian mana yang akan di taksir volumenya yaitu bagian pangkal, bagian tengah
atau puncak (Wiant, 1988).

Dalam pengukuran dimensi pohon, volume pohon sangat penting dan diperlukan
dalam kegiatan inventarisasi hutan. Volume pohon juga dapat menduga tegakan
dengan menggunakan tabel tegakan maupun ditentukan denga beberapa pendugapenduga volume dengan inventore hutan, keuntungannya jelas memungkinkan
dari pengukuran terperinci pada sejumlah terbatas dari pohon yang secara
bijaksana dipilih dalam areal hutan, penaksiran volume pohon yang objektif
terdiri dari jumlah pohon yang lebih banyak. Penaksiran volume pohon yang
masih berdiri dapat dipisahkan menjadi 4 cara yaitu :
1. Penaksiran secara okuler
2. Penaksiran volume dengan persamaan dan tabel volume
3. Penaksiran volume dengan mengukur diameter batang pada berbagai ketinggian
4. Penaksiran volume dengan model pohon
Dalam penaksiran volume pohon yang masih berdiri ,seluruhnya hanya dapat
dilakukan dengan pengukuran-pengukuran secara tidak langsung (Loetsch dan
Haller, 1964).

Tabel-tabel volume dapat dikelompokkan sebagai tabel lokal, standar, dan tabel
kelas bentuk. Suatu tabel volume lokal menyajikan volume menurut dimensi
pohon diameter setinggi dada. Tabel ini tidak memerlukan pengukuran tinggi
pohon meskipun pada penyusunan aslinya tetap dihitung, tetapi dihilangkan
didalam bentuk akhirnya. Istilah “lokal” digunakan karena tabel-tabel tipe ini

hendaknya hanya dipergunakan untuk wilayah terbatas yang merupakan asal
hubungan tinggi diameter yang dimanfaatkan ke dalam tabelnya (Husch 1987).

III.

METODE PRAKTIKUM

III.1 Alat dan Bahan
Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah alat pengukur diameter pohon,
tally sheet, kalkulator, dan alat tulis. Bahan yang digunakan pada praktikum ini
adalah contoh pohon yang ada di tegakan mahoni di dekat lapangan bola
Universitas Lampung.
3.2 Cara Kerja
Hal-hal yang dilakukan pada praktikum ini sebagi berikut.
1. Menentukan lokasi pengambilan data pengukuran dengan jenis-jenis pohon
masing-masing minimal 5 pohon.
2. Mengukur diameter pohon setinggi 0,25;0,75;1,25;1,75;2,25;2,75m.
3. Menghitung volume smalian, Huber, dan newton dengan memasukkan data
kedalam rumus.
4. Memasukkan data dalam tally sheet.
5. Membuat laporan sementara dan laporan hasil praktikum.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
IV.1 Hasil Pengamatan
hasil yanag diperoleh dari praktikum ini sebagai berikut.
Nama

Nama ilmiah
D1

D2

Diameter (m)
D3
D4

D5

D6

pohon
1

Sengon

Enterolobium

0,25
41,40

0,75
38,21

1,25
35,35

1,75
33,43

2,25
32,80

2,75
31,84

2

buto
Sengon

cyclocarpum
Enterolobium

cm
25,15

cm
25,15

cm
23,24

cm
23,24

cm
23,24

cm
22,61

3

buto
Salam

cyclocarpum
Eugenia

cm
26,68

cm
25,47

cm
24,20

cm
24,84

cm
24,84

cm
24,20

Salam

polyantha
Eugenia

cm
28,82

cm
26,43

cm
24,52

cm
23,83

cm
23,88

cm
23,88

Salam

polyantha
Eugenia

cm
24,84

cm
22,5

cm
21,33

cm
20.38

cm
20,00

cm
18,78

cm

cm

cm

cm

cm

4
5

polyantha
cm
Tabel 1. Data pengukuran diameter
Nama Pohon/
Nama Ilmiah
Sengon buto
(Enterolobium

2.

cyclocarpum)
Sengon buto
(Enterolobium

3.

cyclocarpum)
Salam (Eugenia

Vol
V1
V2
V3
V4
V5
V1
V2
V3
V4
V5
V1

Rumus Volume m³
Smalian
Huber
622,89
531,76
464,56
430,46
410,09
248,27
230,13
211,99
211,99
206,32
260,79

621,89
530,96
462,20
430,42
409,99
248,27
229,77
211,99
211,99
260,28
260,76

Newton
309,30
264,02
244,42
213,85
202,55
123,34
114,27
105,32
105,32
102,49
123,34

poliantha)

V2
V3
V4
V5
4. Salam (Eugenia
V1
V2
poliantha)
V3
V4
V5
5. Salam (Eugenia
V1
V2
poliantha)
V3
V4
V5
Tabel 2. Hasil perhitungan volume log

242,24
236,02
242,18
236,02
291,17
255,08
229,90
229,90
223,82
202,72
189,61
170,80
160,01
147,72

242,09
235,98
242,18
235,99
290,92
254,72
229,86
229,86
235,98
202,69
189,45
159,99
159,99
147,57

120,32
117,25
120,32
117,25
144,61
126,67
111,19
111,19
111,19
100,70
94,18
84,84
79,49
73,36

IV.2 Pembahasan
Volume pohon adalah ukuran tiga dimensi, yang tergantung dari lbds (atau
diameter pangkal), tinggi atau panjang batang, dan faktor bentuk batang. Cara
penentuan volume batang dibedakan antara cara langsung dan cara tidak langsung.
Penentuan volume cara langsung hanya bisa dilakukan untuk kayu dalam bentuk
sortimen (log), dengan menggunakan alat xylometer, yaitu berupa bak persegi
yang diisi air. Sortimen yang akan diukur volumenya dimasukkan ke dalam bak
berisi air, volume kayu adalah pertambahan tinggi air dalam bak dikalikan luas
penampang bak.

Tetapi pengukuran volume log ii membuthkn tempat yang lua dan tdak praktis jka
dilakukan untuk al praktikum sehingga diguakan tabel volme untuk menentukan
volume log pohon.

Pembuatan tabel volume ini menggunakan ukuran diameter pohon dengan jarak
tertentu, pada praktikum ini digunakan jarak tinggi 0,5 meter perpengukuran
diameter, tiap pohon dilakukan enam pengukuran diameter.
Diameter-diameter yang telh diketaui tersebut dimasukkan kedalam rumus
sehingga didapatkan estimasi volue log. Terdapat tiga ruus pengkuran volue log
yaitu smalian, huber, dan newton.

Dalam pengambilan data dapat dilihat bahwa tidak semua pohon memiliki ukuran
silindris sempurna rata-rata pohon memiliki jarak tertentu hingga mencapai
diameter tetapnya. Diameter pohon akan semakin keatas akan semakin kecil dan
bisa tidak sama diameternya.

Dari hasil perhitungan didapat bahwa selisih hasil perhitungan volume log dengan
menggunakan rumus smallian dan rumus huber adalah kecil, sedangkan dengan
perhitungan volume log rumus newton menghasilkan selisih yang sangat jauh
berbeda.

Kendala dalam praktikum ini adalah peggunaan pita meteryang memiliki panjang
hany 100cm sehingga pengukuran pohon akan sulit jika mengukur pohon dengan
ekelilig 100cm, selain itu tidak ada alat bantu untuk mengukur diameter pohon
diatas 2m.

V.

KESIMPULAN

Kesimpulan yang didapatkan pada praktikum ini adalah
1. Terdapat tiga cara dalam pengukuran volue log yaitu smalian, huber, dan
newton. Volume log dapat dihitung ddengan mengetahui besarnya diameter
pohon.
2. Diameter pohon dapat ditentukan dengan mengukur keliling log dan membagi
dengan π ( D = Keliling/π )
3. LBD pohon dapat ditentukan dengan rumus ¼ π d² serta menambahkan niai L
yang digunakan yaitu 0,5m.

DAFTAR PUSTAKA

Husch BTW, Beers, Kershaw,JA. 2003. Forest Mensuration, Fourth Edition. John
Wiley & Sons, Inc.
Loetsch F, Zohrer F, Haller KE. 1973. Forest Inventory, Volume II. BLV
Verlagsgesellschaft, Munchen.
Sabri HL. 1995. Angka Bentuk Dan Model Penduga Volume Batang Meranti
Merah Lempung (Shorea parvifolia Dyer.) Berdasarkan Integrasi Persamaan
Taper Di HPH PT. ITCI Kalimantan Timur. Skripsi pada Jurusan Manajemen
Hutan, Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor. Tidak diterbitkan.
Wiant, Jr. 1988. Where is the Optimum Height for Measuring Tree Diameter ?.
North J. Appl. For. 5 : 184-185

LAMPIRAN