You are on page 1of 17

STASE KULIT

DAN KELAMIN
“KONDILOMA
AKUMINATUM”
PEMBIMBING : dr. Vita Noor’aini
Atmadi Hartati, Sp.KK
OLEH : Annisa Tri Handayani
RSUD CIANJUR
Universitas Muhammadiyah Jakarta
2016

dengan permukaan verukosa yang disebabkan oleh human papillomavirus tipe tertentu. .DEFINISI Kondiloma akuminatum adalah lesi berbentuk papilomatosis.

Venereal wart 5. Kutil kelamin 2. Genital warts 3. Veruka akuminata 4. Jengger ayam .Kondiloma Akuminata seringkali disebut juga : 1.

ETIOLOGI Human Papillomavirus 16 dan 18 Kanker serviks 6 dan 11 Kondiloma akuminatum .

Infeksi Sekunder .Introitus vagina .Pangkal penis .Glans penis .Perineum .Meatus uretra .Anus .Infeksi primer .Vulva .Sulcus coronarius .porsio uteri .G EJA LA D A N TA N D A Laki-Laki Perempuan .

KLASIFIKASI Akuminata Datar Papul .

serviks.  Fase virus laten dimulai dengan tidak ada tanda atau gejala dan dapat berakhir hingga bulan dan tahun.PATO FISIO LO G I  Sel dari lapisan basal epidermis diinvasi oleh HPV. kapsid dan partikel dimulai. Infeksi subklinis telah ditegakkan dalam membawa keadaan infeksi dan potensi akan onkogenik.  Sel Host menjadi terinfeksi dan timbul atipikal morfologis koilocytosis dari kondiloma akuminata. larynx.  Area yang paling sering terkena adalah penis.  HPV-6 bahkan telah dilaporkan di area lain yang tidak biasa (ekstremitas). Mengikuti fase laten. produksi DNA virus. vagina. perineum dan perineal.  Lesi mukosa yang tidak biasa adalah di oropharynx. .  Hal ini berpenetrasi melalui kulit dan menyebabkan mikroabrasi mukosa. vulva. Lesi simultan multiple juga sering dan melibatkan keadaan subklinis sebagaimana anatomi yang berdifferensiasi dengan baik. dan trachea telah dilaporkan.

2. 5.FAKTO R-FAKTO R RESIKO 1. 3. Aktivitas Seksual Penggunaan Kontrasepsi Merokok Kehamilan Imunitas . 4.

D IAG N O SA BAN D IN G - Veruka Vulgaris Adalah vegetasi yang tidak bertangkkai. kering dan berwarna abuabu atau sama dengan warna kulit .

.Kondiloma Lata Merupakan salah satu bentuk lesi sifilis stadium II. berupa plakat yang erosif dan basah ditemukan banyak Spirochaeta pallidum .

mudah berdarah dan berbau ..Karsinoma Sel Skuamosa adalah vegetasi berbentuk kembang kol.

muncul pada saat pubertas dan sering dijumpai pada lakilaki yang belum disirkumsisi Karsinoma Verukosa (buschke Lowenstein tumor) Merupakan lesi neoplastik yang bersifat invasif lokal biasanya di hubungkan dengan HPV tipe 16.Benign penile pearly papules : merupakan keadaan yang normal dijumpai pada 20% laki-laki. .

Podofilytocin 3. Terapi Kombinasi . Terapi pembedahan 1. Asam Triklorasetik ( TCA ) 5. Bedah Beku ( N2. Podophylin 2. N2O cair ) 3. Kemoterapi 1. Kuret atau Kauter ( Elektrokauterisasi ) 2. Laser 4. Non Farmakologis Penggunaan: Bubuk WARTS POWDER c. Interferon 4. Topikal 5-Fluorourasil (5 FU ) b.PEN ATALAKSAN AAN a.

3. akantosis. rete ridges yang memanjang dan menebal.PEN EG AKAN D IAG N O SIS Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala klinis. kolposkopi merupakan tindakan yang rutin dilakukan di bagian kebidanan. Dapat dilakukan pemeriksaan penunjang dengan: 1. Perubahan warna pada lesi di daerah perianal perlu waktu lebih lama (sekitar 15 menit). . Tes asam asetat Bubuhkan asam asetat 5% dengan lidi kapas pada lesi yang dicurigai. Pemeriksaan ini terutama berguna untuk melihat lesi kondiloma akuminata subklinis. 2. dan kadang-kadang dilakukan bersama dengan tes asam asetat. parakeratosis dan vakuolisasi pada sitoplasma. Histopatologi Pada kondiloma akuminata yang eksofitik. Dalam beberapa menit lesi akan berubah warna menjadi putih (acetowhite). pemeriksaan dengan mikroskop cahaya akan memperlihatkan gambaran papilomatosis.

Akses kondom dan pengadaannya Membiasakan penggunaan kondom saat berhubungan seksual . Setia hanya pada 1 pasangan 2. 2.PEN CEG AH AN  Pencegahan Primer Perubahan perilaku 1. Tanggap dan segera periksa ke rumah sakit atau puskesmas bila terjadi hal yang abnormal di sekitar genitalia untuk menghindari kondisi yang parah 3. Memperbaiki gaya hidup seksual yang terkesan ‘bebas’ dan ‘cuek’ ke arah yang lebih memperhatikan kesehatan pasangan masing – masing.

 Pencegahan sekunder Layanan IMS Pemerintah daerah atau pusat sebaiknya membuat suatu lembaga yang bisa melayani masyarakat terkait penyakit – penyakit IMS (Infeksi Menular Seksual ). .

TERIMA KASIH .