You are on page 1of 14

TUGAS TANGGAP DARURAT BENCANA KELOMPOK 3

KABUT ASAP RIAU AKIBAT KEBAKARAN HUTAN

Disusun Oleh:
Anggi Utami Dewi
Anisa Ayu Yolanda

25010114120010
25010114120072

Celica Maharany

25010114120006

Debby Ulina

25010114120018

Dinda Amalia Putri

25010114120005

Nabila Yasminuljannah R

25010114120052

Pegi Fatma

25010114120038

Susi Yunita H

25010114120035

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG

Kabupaten Indragiri Hulu 4. Hutan : 9. Puskesmas Muara Fajar e.67 km2 Batas Wilayah : Sebelah utara berbatasan dengan Selat Malaka dan Provinsi Sumatera Utara Sebelah selatan berbatasan dengan Provinsi Jambi dan Sumatera Barat Sebelah barat berbatasan dengan Provinsi Sumatera Barat Sebelah timur berbatasan dengan Kepulauan Riau dan Selat Malaka Jumlah dan nama-nama wilayah 1. Sungai Pak Ning Tata Guna Lahan 1. Kabupaten Kampar 5. Puskesmas : 22 a. Puskesmas Rejosari l. Puskesmas Umban Sari d. Puskesmas Pekanbaru Kota i. Kabupaten Siak 10. Kabupaten Rekan Hulu 9. Kota Pekanbaru Sarana Jalan dan Jembatan 1. Rumah Sakit : 12 2. Puskesmas Senapelan f.036. Kebun kelapa sawit : 1. Industri : 11. Puskesmas Karya Wanita b. Dsb .00 Ha 2. Kabupaten Indragiri Hilir 3.PROFIL DAERAH RIAU       Luas wilayah : 88672.451 Ha 4. Jembatan Siak 4. Puskesmas Sail j. Flyover 3. Kabupaten Kuantan Singingi 6. Kabupaten Bengkalis 2. Puskesmas Langsat h. Puskesmas Lima Puluh k. Kabupaten Pelalawan 7. Pertanian : 747.835. Jalan raya 2. Puskesmas Tenayan Raya m. Meranti 11. Puskesmas Melur g. Puskesmas Rumbai c.34 juta Ha 3. Kabupaten Kep. Kabupaten Rokan Hilir 8.504 Ha Sarana Kesehatan 1. Kota Dumai 12.

Penduduk laki-laki 2.168 jiwa : 2.199 jiwa : 106 : 106 : 99-119 : 103 . Sex ratio kelompok umur 5-9 5.685. Sex ratio kelompok umur 65-69 : 2. 3. Penduduk perempuan 3. Gedung pemerintahan provinsi Jumlah Masyarakat 1.853. Sex ratio kelompok umur lima tahunan 10-64 6. Sex ratio kelompok umur 0-4 4. Lokasi Evakuasi a.

luas wilayah yang Perkiraan Waktu Timbulny Dampak a Ancaman Bencana 1. Dapat 3. penyakit Kebakara n n Hutan 2. terkena Frekuensi: Setiap 1. Di batas terkena beberapa kabupaten. Dapat dalam yang terkena kategori terkena: sakit mata berbahaya dapat melintasi 3.Indeks Katastropik pada pneumoni hutan secara standar (5) pertengaha a ilegal oleh pencemara n tahun. Musim 1. Angka tanda kematian bahaya meningkat asap . meningkat sejumlah n udara Luas oknum terdeteksi wilayah 2. Asap kemarau yang Timbulnya Likely (4) musim Prevalensi Akibat berkepanjanga Titik api kemarau . Jenis Penyebab ancaman Tanda keparahan Awal . Pembakaran Keparahan: biasanya ISPA dan 2. penyakit tempat provinsi kulit terdapat dan negara bendera 4.TABEL PENILAIAN ANCAMAN Perkiraaa n Frekuensi.

Peta Wilayah Yang Terkena Kabut Asap .

KEJADIAN SEBELUMNYA Pada tahun 2013. kualitas udara di Riau masuk level berbahaya.084 psi.000 ha dan penderita ISPA lebih dari 60. Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat. Sejumlah alat pengukur pencemaran udara di Riau ketika itu mencatat polusi di sana berada di level sangat tidak sehat (200-299 psi) hingga berbahaya. ISPU di Riau berada di atas level berbahaya seperti yang terjadi tahun ini. Saat itu ISPU di Riau berkisar 300500 psi. Luas areal yang terbakar lebih dari 60. . Sehingga menyebabkan banyaknya Penderita ISPA yakni sebesar 15. dengan Pneumonia: 943 Jiwa dan Asma: 974 Jiwa. Pada Tahun 2014. Sisa lahan akibat kejadian kebakaran pada tahun 2013 ini mencapai 2.346 Jiwa. tepatnya 1.512.005. ISPU di beberapa wilayah di Riau saat itu tembus angka seribu.96 hektare.000 orang.

1 2 Tau Cara V pencegahan Tindakan Sudah Penataan Belu m Prioritas 1 V pembangunan Penyuluhan V 2 3 V V tentang bencana Pencegaha n 3 Perbaikan V V pembangunan 4 Regulasi V V V V V V tentang kebakaran Persiapan 1 Merencanakan lokasi pengungsian 2 Peralatan penyelamatan diri Keterangan V diwilayah ini 4. tentang Sudah No. Ket.FORMULIR PRIORITAS TINDAKAN YANG DIPERLUKAN UNTUK BENCANA ASAP Bagian Pengetahuan Penjelasan 1 Penyebab V 2. Kemungkinan V No. . Bagian Belum tau Lokasi rawan 3.

3 Sistem peringatan dini 4 Peta ancaman 1 Kerjasama dengan Lain-lain V V V V V V pemerintah 2 Kerjasama V dengan media massa BENTUK KEGIATAN KESIAPSIAGAAN BENCANA Beberapa kegiatan yang bisa dilakukan dalam rangka kesiapsiagaan adalah: Sistem peringatan dini .

. Dikarenakan tidak semua tempat terdapat ISPU. Melihat Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) 2.1. beberapa instansi di Riau memberikan tanda bahaya berupa bendera ( merah kuning hijau ) untuk menandakan tingkat pencemaran udara.

PETA ANCAMAN .

RENCANA SIAP SIAGA BENCANA Persiapan Sebelum Bencana .

kabupaten. Ventilasi dimodifikasi untuk mengurangi masuknya asap apabila sewaktuwaktu datang c. rumah sakit. Perhatikan jarak rumah dari daerah yang rawan terkena asap b. dan mencari stasiun radio untuk mencari informasi darurat Persiapan saat bencana 1. Memperhatikan arahan pihak berwenang terkait dengan perkembangan bencana asap. 4. segera lakukan hal tersebut 3. Matikan semua jaringan listrik apabila ada instruksi dari pihak berwenang. Perhatikan informasi terkini terkait respon darurat . Obat-obatan khusus sesuai pemakai e. Lampu senter dan baterai cadangan c. PMI. atau pun dinas pemadam kebakaran. Memperhatikan arahan pihak berwenang terkait dengan perkembangan bencana asap.a. TNI. Mengetahui jalur evakuasi dan shelter yang telah disiapkan oleh pihak berwenang. . Polisi. Persiapkan dukungan logistik a. kota. Dengarkan radio atau televisi yang bisa diakses. seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi. Persiapkan masker dan kacamata pelindung untuk mengantisipasi asap f. Uang tunai secukupnya d. Bekali pengetahuan diri sendiri dan anggota keluarga -Memiliki daftar kontak yang dibutuhkan. Gunakan masker dan kacamata pelindung 2. d. Apabila pihak berwenang menginstruksikan untuk evakuasi.Bekali anak-anak bagaimana dan kapan harus menghubungi pihak-pihak di atas. Makanan siap saji dan minuman b. g.

Menentukan lokasi dengan sirkulasi udara yang baik 2. Memastikan jumlah pengungsi dengan lokasi evakuasi memenuhi 3. Tindakan evakuasi . Diutamakan balita. 4.Rencana pengungsian 1. anak-anak dan ibu hamil.

id/planologi-kehutanan-2/. diakses pada tanggal 13 Maret 2016 www.riau. diakses tanggal 13 Maret 2016 http://dinaskehutanan. Indonesia Darurat Kabut Asap. 2015.bnpb.com.DAFTAR PUSTAKA Kompasiana.com/achmadsiddikthoha/indonesia-darurat-kabutasap_55e8012ef59273db07449b4a.kompasiana.go. diakses tanggal 6 April 2016 . [Online] http://www.