You are on page 1of 12

KELOMPOK 1

:

Ahmad Yuniar Rahmat

(2014121970)

Amalia Puspitasari

(2014120996)

Anggita Siti Hutami

(2014122324)

Annisa Zahra Fajar Ramadhani

(2014121524)

KESEIMBANGAN EKONOMI DUA & TIGA SEKTOR

Perekonomian Dua Sektor
Perekonomian dua sektor merupakan penyederhanaan dalam mempelajari sistem
perekonomian secara keseluruhan. Keseimbangan dalam perekonomian dua sektor
merupakan keseimbangan dari sisi pendapatan dan sisi pengeluaran yang dilakukan oleh
sektor rumah tangga dan sektor swasta, dengan mengabaikan sektor pemerintah dan sektor
luar negeri.
Perilaku pengeluaran yang dilakukan oleh sektor rumah tangga bisa dilakukan dengan
membuat fungsi konsumsi dan fungsi tabungan, untuk melihat bagaimana perubahan
pendapatan terhadap tingkat pengeluaran konsumsi dan tabungan. Kecenderungan bagi sektor
rumah tangga untuk melakukan konsumsi disebut dengan Marginal Propensity to Consume
(MPC). Sedangkan kecenderungan bagi sektor rumah tangga untuk melakukan tabungan
disebut dengan Marginal Propensity to Save (MPS).

HUBUNGAN KONSUMSI DAN PENDAPATAN
Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat pengeluaran RT.
Hubungan antara pendapatan disposibel, pengeluaran RT dan tabungan sangat erat.
Ciri-ciri dari hubungan tersebut :
1. Pada pendapatan yang rendah RT akan menutupnya dari tabungan mengambil dari
tabungan.
2. Kenaikan pendapatan menaikkan pengeluaran konsumsi.
3. Pada pendapatan yang tinggi RT menabung.

Alat untuk melakukan konsumsi adalah dengan menggunakan pendapatan. Tabungan akan digunakan untuk investasi. pendapatan. tingkat bunga. Masyarakat yang mempunyai penghasilan lebih besar dari kebutuhan konsumsi akan mempunyai kesempatan untuk menabung Dalam perekonomian sederhana Pendapatan Nasional akan digunakan untuk : Konsumsi dan Tabungan Maka jika dirumuskan : Y=C+S Y = Yield (pendapatan) C = Consumption( konsumsi) S = Saving (tabunga) Faktor yang mempengaruhi tabungan . dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan. komposisi keluarga.TABUNGAN. Jika dirumuskan Y = C. maka kossumsi juga sering dartikan bagian pendapatan masyarakat yang digunakan untuk membeli barang atau jasa dalam rangka memenuhi kebutuhan. pendapatan. Bila dirumuskan : Y=C+S Y=C+I Sehingga I = S Y(yield) : pendapatan C(consumption): konsumsi . maka akan digunakan untuk kegiatan menghasilkan kembali barang dan jasa (produksi). B. Konsumsi Konsumsi (Consumption) adalah Kegiatan mengurangi nilai guna barang dan jasa.FUNGSI KONSUMSI. Investasi mempunyai dampak sangat besar terhadap bertambahnya pendapatan nasional. Investasi Investasi (investment) adalah bagian dari tabungan yang digunakan untuk kegiatan ekonomi menghasilkan barang dan jasa (produksi) yang bertujuan mendapatkan keuntungan Jika tabungan besar. Y = Yield (pendapatan) C = Consumption( konsumsi) Faktor yang mempengaruhi konsumsi . sikap. motivasi. motif berjaga-jaga. Tabungan Tabungan (saving) adalah bagian pendapatan masyarakat yang tidak digunakan untuk konsumsi.budaya dan perkiraan masa depan. DAN INFESTASI A. kepribadian. lingkungan. Bagi masyarakat yang berpenghasilan kecil seluruh pendapatannya akan habis dipergunakan untuk keperluan konsumsi. C.

Menurut pendapat JM Keyness dikenal dengan psychological Consumption membahas tingkah laku masyarakat dalam konsumsi jika dihubungkan dengan pendapatan. merupakan perbandingan antara perubahan pengeluaran konsumsi dan perubahan pendapatan. disebut hasrat konsumsi marginal. Untuk menghitung besar a dirumuskan a = (APC – MPC) Y Dimana : APC : average propencity to consume. pendapatan dan tabungan hubungannya sangat erat. rata-rata hasrat mengkonsumsi dengan membandingkan antara besarnya konsumsi dengan pendapatan itu sendiri. Proporsi ini disebut “Marginal Propensity to Consume” (MPC) Berdasarkan asumsi persamaan linier pengeluaran konsumsi dirumuskan C = a + bY Yang menunjukkan bahwa : Y = Pendapatan (income) C = konsumsi a = konstanta. maka konsumsi meningkat dengan jumlah yang lebih kecil dibanding kenaikan pendapatan. . Fungsi konsumsi Fungsi Konsumsi menjelaskan hubungan antara konsumsi dan pendapatan nasional kedalam bentuk persamaan digunakan beberapa asumsi sebagai berikut : Jika Y = 0 masyarakat tetap akan melakukan pengeluaran konsumsi minimum (otonom) Pengeluaran konsumsi tergantung dari besar kecilnya pendapatan Jika terjadi kenaikan pendapatan. besarnya konsumsi saat tidak ada pendapatan ( sama dengan nol) disebut konsumsi otonom.S(saving : tabungan Faktor-faktor yang mempengaruhi pengusaha untuk melakukan investasi : a) Tingkat bunga kredit b) Jumlah permintaan barang/jasa c) Perkembangan teknologi d) Pajak Perseroan (perusahaan) e) Biaya produksi f) Kebijakan investasi & stabilitas politik Konsumsi. tetapi tidak sebanyak kenaikan pendapatan b) Setiap kenaikan pendapatan akan digunakan untuk konsumsi dan tabungan c) Setiap kenaikan pendapatan jarang menurunkan konsumsi dan tabungan. Proporsi kenaikan pendapatan yang akan dikonsumsi adalah tetap. maka konsumsi akan naik. Fungsi Konsumsi dan Fungsi Tabungan a. 2. b = tambahan melakukan konsumsi bila ada tambahan pendapatan. Pendapat JM Keyness sebagai berikut : a) Jika pendapatan naik.

(a+by) C = Y – a – by C = -a + y – by C = -a + y – by C = -a + (1-b)y Jadi fungsi tabungan = S = -a + (1-b)y atau S =+(1-b) – a Keterangan : S = tabungan nasional (1-b)=MPS (marginal Propensity Save) hasrat marginal menabung ). Fungsi Tabungan Fungsi tabungan menjelaskan antara tabungan dengan pendapatan diperoleh dari persamaan antara pendapatan nasional dengan pengeluaran konsumsi masyarakat ditambah dengan tabungan masyarakat.C Padahal C = a +by maka.MPC.b. Hubungan antara MPC dengan MPS dinyatakan berikut : MPC +MPS = 1 atau MPC= 1-MPS atau MPS = 1 . (1-b) hasrat untuk menabung marjinal ( (MPS= marginal propensity to save Secara matematis MPS = MPS= ∆S/∆Y a = pengeluaran konsumsi otonom /pengeluaran apabila pendapatan sama dengan nol. Besarnya titik keseimbangan BEP atau break Even income (BEI) Tingkat BEP adalah tingkat dimana besarnya pendapatan sama dengan besarnya pengeluaran untuk konsumsi. S = + (1-b)Y-a S=Y–C S = Y – Ca + b atau MPS = 1 . C = Y . sebab MPC + MPS = 1 Karena (b) + (1-b) = 1 maka MPC + MPS = 1 c.MPC . Jadi . Y = C atau Y-C = 0 Dirumuskan d. yaitu besarnya tambahan tabungan yang disebabkan oleh bertambahnya pendapatan. Y=C+S S = Y.

Ia merupakan sumber pendapatan pemerintah yang terutama. Campur tangan pemerintah menimbulkan dua perubahan penting dalam proses penentuan keseimbangan pendapatan nasional diantaranya pungutan pajak akan mengurangi pengeluaran agregat melalui pengeluaran keatas konsumsi rumah tangga dan pajak memungkinkan pemerintah melakukan perbelanjaan dan hal tersebut akan menaikkan perbelanjaan agregat. Aliran ini menggambarkan nilai pengeluaran pemerintah keatas barang-barang dan jasa yang diproduksikan oleh sektor perusahaan.KESEIMBANGAN EKONOMI TIGA SEKTOR Pengertian Sistem Perekonomian Tiga Sektor Sistem perekonomian tiga sektor terdiri dari sektor – sektor rumah tangga perusahaan dan pemerintah. yaitu : 1) Pembayaran kepada sektor rumah tangga sebagai pendapatan kepada faktor-faktor produksi 2) Pembayaran pajak pendapatan perusahaan kepada pemerintah. Pembayaran pajak tersebut menimbulkan pendapatan kepada pihak pemerintah. Aliran Pendapatan Dan Syarat Keseimbangan 1. 3) Aliran pendapatan dari sektor pemerintah sektor rumah tangga. Pembayaran oleh sektor perusahaan sekarang dapat dibedakan menjadi dua jenis. 2) Pengeluaran dari sektor pemerintah ke sektor perusahaan. sewa. . Tiga jenis aliran yang baru tersebut adalah : 1) Pembayaran pajak oleh rumah tangga dan perusahaan kepada pemerintah. Perekonomian tiga sektor dapat dijelaskan sebagai berikut : A. Aliran pendapatan dan pengeluaran Campur tangan pemerintah dalam perekonomian akan menimbulkan tiga jenis aliran baru dalam sirkulasi aliran pendapatan. bunga dan utang oleh perusahaan 2) Dari pembayaran gaji dan upah oleh pemerintah. Pendapatan yang diterima rumah tangga sekarang berasal dari dua sumber yaitu : 1) Dari pembayaran gaji dan upah. Aliran itu timbul sebagai akibat dari pembayaran keatas konsumsi faktor-faktor produksi yang dimiliki sektor rumah tangga oleh pemerintah.

100 I = 120 G = 60 Hitung Y keseimbangan! (Ingat persamaan C diatas untuk pajak tetap T = 40) Jawab : Y=C+I+G Y = 60 + 0.25 Y = 240 Y = 960 I+G=S+T 120 + 60 = 0.75 Y = 240 0.25 Y .25 Y – 100 + 40 180 = 0.25 Y – 60 Y = 960 . sedangkan S dan T adalah kebocoran.2. Sebagai kesimpulan dapatlah dirumuskan bahwa dalam perekonomian tiga sektor yang mencapai keseimbangan akan berlaku keadaan : I + G = S + T Contoh : Jika diket: C = 60 + 0.75 Y + 120 + 60 Y = 0.75 Y dan S = 0. Syarat keseimbangan Keseimbangan: Y = AE.75 Y + 240 Y – 0. maka dalam perekonomian tiga sektor I dan G adalah suntikan kedalam sirkulasi aliran pendapatan. atau Y = C + I + G Keterangan: Y : penawaran agregat AE : pengeluaran agregat C : konsumsi rumah tangga I : investasi perusahaan G : pengeluaran pemerintah membeli barang dan jasa Jika C dikurangi dari setiap ruas.

Pelaksanaan pemungutannya dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak. Jenis Pajak Pajak adalah iuran wajib yang dibayar oleh wajib pajak berdasarkan norma-norma hukum untuk membiayai pengeluaran kolektif guna meningkatkan kesejahteraan umum yang balas jasanya tidak diterima secara langsung. Pajak Langsung Pajak langsung adalah pajak yang pembayarannya harus di tanggung sendiri oleh wajib pajak dan tidak dapat dialihkan kepada pihak lain. Pajak pusat merupakan salah satu sumber penerimaan negara yang akan digunakan untuk pembiayaan pembangunan. Secara menyeluruh pengelompokan pajak dilakukan berdasarkan tiga faktor yaitu sebagai berikut: 1. Pajak Penjalan (PPn). pajak dibedakan menjadi pajak negara dan pajak daerah. a. Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Pajak daerah merupakan salah satu sumber penerimaan pemerintah daerah.B. Bea Materai. Pajak pusat diatur dalam suatu peraturan yang disebut undang-undang tentang perpajakan nasional. Contoh pajak tidak langsung adalah Pajak Penjualan(PPn). Pajak tidak langsung merupakan pajak yang dikenakan terhadap setiap perbuatan atau peristiwa ekonomi dan dipungut tanpa surat ketetapan pajak. Berdasarkan Pihak Yang Menanggung Berdasarkan pihak yang menaggung. pajak dibedakan menjadi pajakk langsung dan pajak tidak langsung a. Berdasarkan Pihak Yang Memungut Berdasarkan pihak yang memungut. Contohnya Pajak Penghasilan (PPH) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Pajak Negara Pajak negara atau pajak pusat adalah pajak yang dipungut pemerintah pusat. Pajak Penghasilan (PPh). 2. dan Cukai. Pajak langsung merupakan pajak yang dikenakan terhadap wajib pajak pribadi atau perorangan dan badan yang harus dibayar secara periodik berdasarkan surat ketetapan pajak. Setiap daerah mempunyai objek pajak . b. Contoh pajak negara adalah Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Pajak Daerah Pajak daerah pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah. Pajak Tidak Langsung Pajak tidak langsung adalah pajak yang pembayarannya dapat dialihkan kepada pihak lain. Pajak Pertambahan Nilai ( PPN). dan Bea Materai b.

Unsur-Unsur Pajak Terdapat unsur penting yang terdapat dalam pajak yaitu subjek pajak. biasanya selama 12 bulan. Selanjutnya. Contoh pajak daerah adalah iuran kebersihan. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Menurut ketentuan setiap wajib pajak harus memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) yang diperoleh dengan cara mendaftarkan diri kepada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) diwilayah dimana wajib pajak berkedudukan atau bertempat tinggal. Objek Pajak . Subjek Pajak Subjek pajak yang disebut juga wajib pajak adalah orang atau badanyang menurut ketentuan wajib membayar pajak kepada negara. Berdasarkan sifatnya Berdasarkan sifatnya.tersendiri. dan retribusi galian pasir. pajak reklame retribusi parkir. 2. Jenis pajak yang termasuk dalam pajak objektif adalah Pajak Pertambahan Nilai (PPN). 1.Pelaksanaa pemungutannya dilakukan oleh Dinas Pendapatan Daerah. retribusi masuk terminal. Hal ini sesuai dengan peraturan daerah masing-masing. Jenis pajak yang termasuk pajak subjektif ialah Pajak Penghasilan (PPh). dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPn-BM). dan tarif pajak. pajak tontonan. pajak dibedakan menjadi pajak subjektif dan pajak objektif a. 3. Pajak subjektif Pajak Subjektif adalah pajak ysng memperhatikan kondisi/keadaan wajib pajak. Dalam hal ini penentuan besarnya pajak harus ada alasan objektif yang berhubungan erat dengan kemammpuan membayar wajib pajak. Pajak daerah diatur dalam suatu peraturan yang disebut peraturan daerah (PERDA). b. SPT merupakan perhitungan pajak terutang dalam satu tahun pajak. objek pajak. setiap wajib pajak harus mengisi formulir Surat Pemberitahuan T ahunan (SPT) dan menyampaikannya kepada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di wilayah dimana wajib pajak berkedudukan atau bertempat tinggal. Pajak Objektif Pajak objektif adalah pajak yang berdasarkan pada objeknya tanpa memperhatikan keadaan wajib pajak.

maka semakin besar presentase paja yang harus dibayar. Contohnya. Semakin tinggi penghasilan wajib pajak justru semakin rendah presentase pajak yang harus dibayarnya. progresif. Efek Pajak Terhadap Konsumsi Dan Tabungan Dalam perekonomian yang telah mengenakan pajak. bonus. Semaki besar pendapatan yang diterima wajib pajak. Tarif Progresif Tarif Progresif adalah tariff pajak yang presentasenya semakin besar jika objek pajak bertambah. Secara umum. dan degresif. perhubungan diantara pendapatan disposibel dan pendapatan nasional dapat dinyatakan secara berikut: Pendapatan disposibel (Yd) = Pendapatan nasional (Y) – Pajak (T) Penurunan pendapatan disposebel akan mengurangi konsumsi dan tabungan rumah tangga. besar kecilnya pajak yang dibayar ditetapkan atau dihitung dengan sistem tarif proporsional. b. Tarif Pajak Tarif pajak adalah dasar pengenaan besarnya pajak yang harus dibayar oleh subjek pajak terhadap objek yang menjadi tanggungannya. c. Semakin besar pendapatan yang diterima wajib pajak. a. Tarif Degresif Tarif Degresif adalah presentase tarif pajak yang semakin rendah jika objek pajak semakin bertambah. Sebaliknya. maka pajak yang dibayar pun kecil. C. gaji. baik dari kegiatan usaha maupun dari luar kegiatan usaha. jika penghasilan kecil. dan bunga. laba usaha setelah dikurangi dengan biaya-biaya. Hal ini disebabkan karena pajak yang dibayarkannya mengurangi kemampuannya untuk . Tarif pajak biasanya berupa persentase (%). komisi. Tarif Proporsional Tarif proporsional adalah tarif pajak yang presentasenya tetap/sama untuk setiap jenis objek pajak. 3. hasil sewa. maka semakin besar pula pajak yang harus dibayar.Objek pajak adalah semua penghasilan yang benar-benar diterima atau diperoleh. honorarium.

sebagian dari pengeluaran pemerintah adalah untuk membiayai administrasi pemerintahan dan untuk membiayai kegiatan-kegiatan pembangunan. b. Makin banyak jumlah pajak yang akan dapat di kumpulkan. Kekacauan politik. makin banyak pula perbelanjaan pemerintah yang akan di lakukan. Pertimbangan politik dan keamanan: Pertimbangan-pertimbangan politik dan kestabilan negara selalu menjadi salah satu tujuan penting dalam menyusun anggaran belanja pemerintah. c. Tujuan-tujuan ekonomi yang ingin dicapai: Mengatasi masalah pengangguran. membiayai sistem pendidikan dan kesehatan rakyat. Keadaan seperti itu akan menyebabkan kenaikan perbelanjaan pemerintah yang sangat besar. Multiplier Dalam Perekonomian Tiga Sektor Perekonomian tiga sektor di lambangkan . Pajak adalah sumber utama dari pembelanjaan pemerintah. membayar gaji pegawai-pegawai pemerintah. 2. Proyeksi jumlah pajak yang di terima: Dalam menyusun anggaran belanja pemerintah harus terlebih dahulu membuat proyeksi mengenai jumlah pajak yang akan diterimanya. Pengeluaran Pemerintah Pajak yang diterima pemerintah akan digunakan untuk membiayai berbagai kegiatan pemerintah. Walaupun bentuk sistem pajak yaitu pajak tetap pemungutan pajak akan mengakibatkan konsumsi dan tabungan rumah tangga berkurang sebanyak yang ditentukan oleh persamaan berikut: ΔC=MPCxT ΔS = MPS x T 1. Pajak yang dipungut akan mengurangi pendapatan disposibel sebanyak pajak yang dipungut. Penentu-Penentu Pengeluaran Pemerintah a. Dinegara-negara yang sudah sangat maju. membiayai pembelanjaan untuk angkatan bersenjata dan membiayai berbagai jenis infrastruktur yang penting artinya dalam pembangunan adalah beberapa bidang penting yang akan dibiayai pemerintah. menghidari inflasi dan mempercepat pembangunan ekonomi. keamanan.melakukan pengeluaran konsumsi dan menabung. Penurunan pendapatan disposibel menyebabkan pengeluaran konsumsi dan tabungan rumah tangga akan berkurang pada berbagai tingkat pendapatan. D. Untuk mempercepat kegiatan tersebut seringkali membelanjakan uang yang lebih besar dari pendapatan yang di peroleh oleh pajak.

. Kebijakan Moneter Kebijakan moneter merupakan kebijakan yang ditempuh pemerintah/bank sentral dalam penawaran uang dan kebijakan suku bunga untuk memengaruhi pengeluaran agregat.ØY=C+I+G Y = C0 + bYd + I + G Y = C0 + b(Y – T) + I + G Y = C0 + bY – bT + I + G Y = 1/(1-b) (C0 – bT + I + G) Ø I+G=S+T I + G = .C0 + (1 – b)Yd + T I + G = . yaitu konsumsi yang tidak tergantung pada Y · I adalah investasi · G adalah pengeluaran pemerintah · S adalah saving E. 2. Kebijakan Fiskal Kebijakan fiskal merupakan kebijakan yang ditempuh pemerintah dalam perpajakan dan pengeluaran pemerintah/anggaran untuk memengaruhi pengeluaran agregat.C0 + (1 – b)(Y – T) + T I + G = .C0 + (1 – b)Y + bT Y = 1/(1-b) (C0 – bT + I + G) Makna variabel · Y adalah pendapatan nasional · T adalah Pajak · Yd adalah pendapatan disposibel · C adalah konsumsi · C0 adalah konsumsi dasar. Contohnya pengenaan pajak penghasilan dan pengenaan cukai rokok. Masalah Makroekonomi Dan Kebijakan Fiskal Berikut adalah beberapa kebijakan yang dapat dilakukan oleh pemerintah guna mengatasi berbagai permasalahan ekonomi di bidang makro: 1.

5. Contohnya pemerintah memberikan bantuan subsidi kepada pengusaha kecil menengah. Contohnya penetapan tarif dasar listrik oleh pemerintah. Kebijakan Neraca Pembayaran Merupakan kebijakan yang digunakan untuk memantau keadaan neraca pembayaran guna memengaruhi nilai tukar. sehingga barang dan jasa yang ditawarkan lebih banyak dan lebih murah. Kebijakan Penetapan Harga Kebijakan penetapan harga adalah kebijakan dalam menentukan harga-harga pada tingkat tertentu pada komoditas yang menguasai hajat hidup orang banyak. Kebijakan segi penawaran Kebijakan segi penawaran adalah kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi perusahaan. 3. 6. . Contohnya larangan impor atau kuota produk tertentu dilakukan guna melindungi para pengusaha lokal dari serbuan produk asing. 4.Contohnya pemerintah menerapkan jumlah uang yang beredar di masyarakat dan peningkatan suku bunga bank. Misalnya kebijakan konfersi minyak tanah ke gas LPG guna penghematan penggunaan bahan bakar minyak oleh masyarakat. Kebijakan Energi Kebijakan energi adalah kebijakan dalam menggunakan energi seefisien dan seoptimal mungkin yang didalamnya terdapat usaha penghematan energi.