You are on page 1of 20

BAB I

PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Teknologi masa kini terus menuju perubahan yang sangat
signifikan seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan. Dalam dunia
kedokteran timur maupun barat, pada umumnya diyakini bahwa setiap
penyakit ada obatnya. Ada penyakit yang dapat diobati dengan hanya
pemberian obat yang sederhana, tetapi ada juga yang memerlukan
pengobatan yang relatif rumit, seperti transplantasi organ dan jaringan, hal
ini

merupakan

suatu

prosedur

tindakan

kesehatan

yang

sangat

membutuhkan ketelitian dan kecermatan mendalam.
Transplantasi organ memiliki nilai sosial dan kemanusiaan tinggi
apabila dilakukan atas dasar kemanusiaan bukan kepentingan komersial
semata. Namun dengan adanya ketimpangan yang cukup besar antara
ketersediaan dengan kebutuhan organ, masalah komersialisasi organ dan
menjadi salah satu perdebatan yang sensitive dalam dunia medis maupun
agama. Dibalik kesuksesan dalam perkembangan transplantasi organ itu
sendiri muncul berbagai masalah baru. Semakin meningkatnya pasien
yang membutuhkan tranplantasi, penolakan organ, komplikasi pasca
transplantasi, dan resiko yang mungkin timbul akibat transplantasi telah
memunculkan berbagai pertanyaan tentang etika, legalitas dan kebijakan
yang menyangkut penggunaan teknologi itu.
2. Rumusan Masalah
a) Apa itu Transplantasi Organ ?
b) Apa saja Jenis Transplantasi Organ ?
c) Apa saja Organ yang dapat Ditransplantasikan ?
d) Apa Tujuan dari Transplantasi Organ ?
e) Bagaimana Prosedur Transplantasi Organ dan Akibat Transplantasi
Organ bagi penerima donor?
f) Apa saja Landasan Hukum Tentang Transplantasi Organ ?
g) Bagaimana Pandangan Agama dan Etika tentang Transplantasi
Organ?
3. Tujuan
a) Mengetahui Transplantasi Organ.
1

b)
c)
d)
e)

Mengetahui Jenis Transplantasi Organ.
Mengetahui Tujuan dari Transplantasi Organ.
Mengetahui Organ yang dapat Ditransplantasikan.
Mengetahui Prosedur Transplantasi Organ

dan

Akibat

Transplantasi Organ bagi penerima donor.
f) Mengetahui Pandangan Agama dan Etika tentang Transplantasi
Organ.
g) Landasan Hukum Tentang Transplantasi Organ
4. Metode
Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah
“Metode Merangkum Buku”.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Defenisi Transplantasi Organ
Transplantasi organ tubuh manusia merupakan masalahbaru yang
belum pernah dikaji oleh para fuqaha klasik tentang hukum hukumnya
Karena masalah ini merupakan salah

2

maka transplantasi dapat dibedakan menjadi:  Transplantasi dengan donor hidup Transplantasi dengan donor hidup adalah pemindahan organ tubuh seseorang yang hidup kepada orang lain atau ke bagian lain dari tubuhnya sendiri tanpa mengancam kesehatan. Dari Segi Pemberi Organ (Pendonor) Jika ditinjau dari sudut penyumbang atau donor atau jaringan tubuh. dimana para dokter modern Bisa mendatangkan hasil yang menakjub kan dalam memindahkan organ tubuh dari orang yang masih hidup/ sudah mati dan mencangkokkannnya kepada orang lain yang kehilangan organ tubuhnya atau rusak karena sakit dans ebagainya yang dapat berfungsi persis seperti anggota badan itu pada tempatnya sebelum di ambil. A. hati. transplantasi adalah pemindahan sebagian atau seluruh jaringan dan organ tertentu dari suatu tempat ke tempat lain pada tubuhnya sendiri atau tubuh orang lain dengan persyaratan dan kondisi tertentu. Jenis Transplantasi Organ Transplantasi melibatkan donasi organ dari satu manusia kepada manusia lain yang menjadikan ribuan orang diseluruh dunia setiap tahunnya terselamatkan jiwanya. yang diambil dari badan untuk ditanam ke daerah lain pada badan yang sama atau ke individu lain. Akan tetapi mungkin bagi donor hidup juga untuk memberikan sepotong/sebagian dari organ tubuhnya misalnya paru. Barikut jenis jenis Transplantasi Organ : 1. Adapun transplantasi berarti : mentransfer organ atau jaringan dari satu bagian ke bagian lain. Dalam Kamus Kedokteran DORLAND dijelaskan bahwa transplantasi berasal dari bahasa inggris “transplantation” berarti : penanaman jaringan yang diambil dari tubuh yang sama atau dari individu lain. 3 . karena memungkinkan seseorang untuk hidup dengan satu ginjal saja.Satu dari kemajuan ilmiah dibidang transplantasi. Jadi dapat disimpulkan. Biasanya yang dilakukan adalah transplantasi ginjal.

B. Transplantasi dengan donor mati atau jenazah Transplantasi dengan donor mati atau jenazah adalah pemindahan organ atau jaringan dari tubuh jenazah orang yang baru saja meninggal kepada tubuh orang lain yang masih hidup. Dari Penerima Organ (Resipien) Sedangkan ditinjau dari sudut penerima organ atau resipien. Pasien mungkin meninggal dalam kamar emergensi ataupun dalam kondisi mati batang otak. Autograft Auto transplantasi adalah pemindahan suatu organ ke tempat lain dalam tubuh orang itu sendiri. 1. ginjal dan pankreas. misalnya kulit. Sebagai contoh tindakan skin graft pada penderita luka bakar. Pengertian donor mati adalah donor dari seseorang yang baru saja meninggal dan biasanya meninggal karena kecelakaan. maka transplantasi dapat dibedakan menjadi: A. Jenis organ yang biasanya didonorkan adalah organ yang tidak memiliki kemampuan untuk regenerasi misalnya jantung. Dalam kasus ini. donasi organ akan dipertimbangkan setelah usaha penyelematan mengalami kegagalan. Biasanya transplantasi ini dilakukan pada jaringan yang berlebih atau pada jaringan yang dapat beregenerasi kembali. kornea.pankreas dan usus. hati. Juga donor hidup dapat memberikan jaringan  atau selnya degeneratif. Operasi pertama ginja yang dilakukan pada tahun 1954 merupakan operasi transplantasi syngraft pertama antara kembar identik. serangan jantung. Transplantasi model seperti ini juga selalu berhasil. dimana kulit donor berasal dari kulit paha yang kemudian dipindahkan pada bagian kulit yang rusak akibat mengalami luka bakar. atau pecahnya pembuluh darah otak. darah dan sumsum tulang. C. kecuali jika ada permasalahan teknis selama operasi. Allograft Allograft adalah pemindahan suatu organ dari tubuh seseorang ke tubuh orang lain. Misalnya pemindahan jantung dari seseorang yang 4 . jantung dan hati. Isograft Isograft merupakan prosedur transplatasi yang dilakukan antara dua orang yang secara genetik identik.

D. Kebanyakan sel dan organ manusia adalah Allografts. Tujuan dari Transplantasi Organ Transplantasi organ merupakan suatu tindakan medis memindahkan sebagian tubuh atau organ yang sehat untuk menggantikan fungsi organ sejenis yang tidak dapat berfungsi lagi. 5 . dan penerima donor ini memberikan jantungnya kepada penerima donor yang lain. Transplantasi organ biasanya dilakukan pada stadium terminal suatu penyakit. pada orang yang berbeda (homotransplantasi) ataupun antar spesies yang berbeda (xeno- transplantasi). Transplantasi Domino (Domino Transplantation) Merupakan multiple transplantasi yang dilakukan sejak tahun 1987. E. Biasanya dilakukan pada penderita "cystic fibrosis" (hereditary disease) dimana kedua parunya perlu diganti dan secara teknis lebih mudah untuk mengganti jantung dan paru sebagai satu kesatuan. dimana organ yang ada tidak dapat menanggung beban karena fungsinya yang sudah hilang oleh suatu penyakit. Transplantasi dapat dilakukan pada diri orang yang sama (auto transplantasi). Donor memberikan organ jantung dan paru-nya kepada penerima donor.telah dinyatakan meninggal pada orang lain yang masih hidup. Contohnya pemindahan organ dari babi ke tubuh manusia untuk mengganti organ manusia yang telah rusak atau tidak berfungsi baik. B. untuk tujuan kemanusiaan dan tidak boleh dilakukan untuk tujuan komersial (Pasal 33 ayat 2 UU 23/ 1992). Xenotransplantation Xenotransplantation adalah pemindahan suatu jaringan atau organ dari species bukan manusia kepada tubuh manusia. Pasal 33 UU No 23/1992 menyatakan bahwa transplantasi merupakan salah penyembuhan Secara legal satu pengobatan penyakit transplantasi dan hanya yang dapat dilakukan pemulihan boleh dilakukan untuk kesehatan.

jaringan maupun sel yang dapat ditransplantasikan : 1. jaringan dan sel manusia dapat ditransplantasikan. apabila tidak dilakukan dengan pencangkokan tidak akan menimbulkan kematian. Organ dalam rongga dada : a. Paru (Donor Hidup dan Mati) c. Pemulihan kembali fungsi suatu organ. Ginjal (Donor Hidup dan Mati) b. ada tingkat dihajatkan dan tingkat darurat : 1. seperti transplantasi ginjal. Jaringan. Organ Yang Dapat Ditransplasikan Hampir semua organ. apabila tidak dilakukan akan menimbulkan kematian. Sel dan Cairan : a. 2. tapi sama sekali tidak terjadi kesakitan biologis contohnya bibir sumbing Ditinjau dari segi tingkatan tujuannya. Tangan (Hanya Donor Mati) b. Jantung (Hanya Donor Mati) b. Islets of Langerhans (merupakan bagian dari pancreas yang mengandung endokrine) (Donor Hidup dan Mati) 6 . Pankreas (Hanya Donor Mati) d. Berikut ini yang organ. hati dan jantung.Transplantasi pada dasarnya bertujuan untuk: 1. jaringan atau sel yang telah rusak atau mengalami kelainan. seperti transplantasi cornea mata dan bibir sumbing. En bloc Jantung/Paru (Donor Mati dan Transplantasi Domino). 2. C. 2. hati dan ginjal. Usus (Deceased-donor and Living-Donor) 3. kerusakan jantung. Kesembuhan dari suatu penyakit. Tingkat darurat merupakan transplantasi sebagai jalan terakhir. Organ dalam rongga perut : a. Kornea (Hanya Donor Mati) c. Hati (Donor Hidup dan Mati) c. Kulit termasuk Face replant (autograft) dan transplantasi wajah (sangat jarang sekali) d. misalnya kebutaan. Tingkat dihajatkan merupakan transplantasi pengobatan dari sakit atau cacat.

Posedur Transplantasi Organ dan Akibat Transplantasi Organ Bagi Penerima Donor Transplantasi bisa memberikan keuntungan yang sangat besar bagi orang. jaringan. Sumsum tulang/sel induk dewasa (Donor Hidup dan Autograft) f. akan tetapi secara umum yang harus dilakukan adalah: A. Transfusi Darah/Transfusi Komponen Darah (Donor hidup dan Autograft) g. Pemeriksaan dengan CT (computed tomography) scan atau MRI (magnetic resonance imaging) D. Periksa paru-paru dengan photo dada (x-ray) dan pulmonary function tests (PFTs). Riwayat dan pemeriksaan fisik yang lengkap. maupun dokter gizi. 7 . Katup Jantung (Donor Mati. C. Test darah lengkap. and HIV H. Pembuluh darah (Autograft dan Donor Mati) h. F. Pre Transplantasi a. E.e. sel tertentu memiliki prosedur sendiri-sendiri yang akan dijelaskan kemudian.orang yang menderita penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Persiapan dan Evaluasi Pasien Persiapan dan evaluasi pasien yang ekstensif sangat penting setiap transplantasi organ. Test jantung dengan electrocardiogram (EKG) atau echocardiogram. B. Halhal yang terkait dengan prosedur dan akibat Transplantasi adalah : 1. CMV. hitung darah. Human Leukocyte Antigen (HLA). G. kimia darah dan skrinning terhadap viruses like hepatitis B. Evaluasi terhadap kekuatan psikologis dan emosi. Dono Hidup dan Xenograft[Porcine/bovine]) i. Konsultasi dengan ahli lain dalam team transplantasi misalnya dengan dokter gigi. Tulang (Donor Hidup dan Mati) D.

Saat operasi transplantasi berlangsung a. Kemungkinan timbulnya resiko akibat pembedahan Setiap operasi apapun selaku memiliki resiko. Peningkatan berat badan akibat penimbunan cairan Demam Nyeri dan pembengkakan di daerah tempat ginjal dicangkokkan. 2. yang ditemukan pada permukaan setiap sel di tubuh manusia. sistem kekebalan akan menyerang dan menghancurkan jaringan asing (Penolakan Transplantasi). Penolakan ini bisa menyebabkan: i. Penolakan biasanya terjadi segera setelah organ dicangkokkan. Kemungkinan terjadinya penolakan oleh tubuh resipien (hyperacute. Pemakaian obat-obat Immunosupresan Dalam keadaan normal. Jika seseorang menerima jaringan dari donor. Pencarian donor yang cocok berguna untuk mengurangi beratnya penolakan dari tubuh resipien terhadap organ yang didonorkan.b. tetapi mungkin juga baru tampak beberapa minggu bahkan beberapa bulan kemudian. b. Penolakan bisa 8 . 3. acute or chronic). Semakin sesuai antigen HLA-nya. iii. Selain kesamaan golongan darah yang hal lain yang penting adalah Human Leukocyte Antigen (HLA) merupakan antigen yang paling penting pada pencangkokan jaringan. ABO & HLA-nya. maka sebaiknya jaringan donor dan jaringan resipien harus memiliki kesesuaian yang semaksimal mungkin. Pencarian donor yang sesuai Mengidentifikasi siapa yang akan menjadi donor utama setelah melalui proses pencocokan donor. ii. Pasca Oprasi Transplantasi a. maka antigen pada jaringan yang dicangkokkan tersebut akan memberi peringatan kepada tubuh resipien bahwa jaringan tersebut merupakan benda asing. Antigen adalah zat yang dapat merangsang terjadinya suatu reaksi kekebalan. maka kemungkinan besar pencangkokan akan berhasil.

Pandangan Agama Sehubungan peranan penting agama dalam kehidupan masyarakat Indonesia dalam hal ini. lelah dan perubahan tekanan darah yang terjadi secara tiba. Kematian Akibat penekanan anti penolakan maka menyebakan penurunan kekebalan tubuh yang berakibat dapat masuknya kuman ke dalam tubuh sehingga menimbulkan dapat menimbulkan komplikasi hingga berakibat kematian. Pandangan Agama Islam Agama Islam percaya prinsip menyelamatkan nyawa manusia. Pandangan Agama dan Etika Tentang Transplantasi Organ 1. Peraturannya didasrkan pada fatwa fatwa yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Pada saat obat menekan reaksi sistem kekebalan terhadap organ yang dicangkokkan. Penolakan menyebabkan demam. Tetapi obat tersebut juga memiliki resiko. menggigil. b. Penekanan sistem kekebalan yang intensif biasanya hanya perlu dilakukan pada mingguminggu pertama setelah pencangkokkan atau jika terlihat tanda-tanda penolakan. Penemuan obat-obatan yang dapat menekan sistem kekebalan telah meningkatkan angka keberhasilan pencangkokkan. obat juga menghalangi perlawanan infeksi dan penghancuran benda asing lainnya oleh sistem kekebalan. 9 .bersifat ringan dan mudah ditekan atau mungkin juga sifatnya berat dan progresif meskipun telah dilakukan pengobatan. berikut pandangan berbagai agama : i. Mayoritas ulama Islam dari berbagai penjuru dunia. berdoa bagi kesematan nyawa manusia dan membolehkan Transplantasi Organ sebagai kebutuhan untuk kelangsungan hidup manusia. mual. E. cara pandang terhadap transplantasi organ tubuh manusia.tiba.

dalam pendapatnya mengenai transplantasi organ dari sudut pandang agama Buddha. karuna (suka menolong). Sayapun setuju untuk memberikan organ saya kepada siapa saja yang membutuhkannya”. Transplantasi secara moral dan etik dapat diterima oleh Vatikan. sehingga keputusan untuk mendonorkan organ merupakan merupakan hal yang positif. Bagi umat Kristen menolong sesama yang membutuhkan sangat dianjurkan. Hal sama dikemukakan oleh Kepala Pendeta Buddha Tinggi Malaysia dan Singapura. Pandangan Agama Kristen Pengorbanan dan menolong sesama merupakan dasar ajaran bagi seluruh umat Kristiani. Pandagan Agama Katolik Secara umum pandangan agama karma katolik buruk tentang transplantasi organ merupakan perbuatan amal dan cinta kasih. tetapi tidak untuk diperjualbelikan. Donor merupakan karma yang iii. transplantasi organ untuk kepentingan perbaikan hidup manusia merupakan perbuatan amal yang terbentuk berdasarkan landasan spriritual atau jalan religius dalam kehidupan.ii. iv. Pandangan Agama Buddha Dalam agama Buddha dikenal ajaran “Catur Paramitha” yaitu mengenai empat budi luhur yang meliputi maitri (memiliki cinta kasih). Agama Buddha sangat mendukung kemajuan teknologi kedokteran sebagai bagian dari kemajuan akal budi manusia untuk mendonasikan organ untuk menolong sesama. Paus Benedict XVI yang merupakan pemimpin agama Katolik Tertinggi saat ini menyatakan “Donor organ merupakan keputusan individu yang karena tujuan mulianya dapat melakukannya setiap saat untuk sesama. Umat Kristen memandang bahwa donasi 10 . mudita (simpati) dan upeksa (menghargai semua orang). baik yang dapat menghapuskan sebelumnya.

bahwa pengorbanan (yajna) kepada orang yang menderita.organ merupakan perbuatan cinta dan mengikuti teladan v. jauh lebih penting. dari keutuhan organ tubuh manusia yang telah meninggal. Donor hidup dapat berasal dari keluarga dan non-keluarga. Alasan logis dijumpai dalam kitab Bhagawadgita II “Seperti halnya seseorang mengenakan pakaian baru dan membuka pakaian lama. dengan meninggalkan badan lama yang tiada berguna. Hormat pada Otonomi (Respect for autonomy) Bahwa mendonorkan organ merupakan perbuatan mulia. 2. perbuatan ini harus dilakukan diatas prinsip yajna yaitu pengorbanan tulus iklas tanpa pamrih dan bukan dilakukan untuk maksud mendapatkan keuntungan material. Pandangan Etika Transplantasi dibutuhkan dua pihak yaitu donor dan resepien. agar dia bebas dari penderitaan dan dapat menikmati kesehatan dan kebahagiaan. Pandangan Agama Hindu Menurut ajaran Hindu Transplantasi Organ tubuh dapat dibenarkan dengan alasan. apabila badan jasmani (pakaian) sudah lama dan rusak. utama. Keputusan untuk mendonorkan organ merupakan keputusan 11 . Transplantasi dipandang dari sudut Etika harus dipertimbangkan dari sudut 4 (empat) prinsip dasar Biomedikal Etik: i. Kematian adalah berpisahnya Jiwatman atau roh dengan badan jasmani. Tetapi sekali lagi. Donor digolongkan menjadi donor hidup dan donor mati. mulia dan luhur. kita akan membuangnya dan menggantikannya dengan pakaian yang baru. Dalam perkembangannya dimana kemiskinan dan tingginya tingkat kebutuhan akan organ menyebabkan timbulnya donor komersial yaitu orang yang memberikan organnya dengan imbalan uang. begitu pula Sang Roh menerima badan jasmani yang baru. Ibarat pakaian. Yesus.

transplantasi organ.18 tahun 1981 tentang bedah mayat klinis. atau paham melawan hukum secara material. sama dan sesuai dengan kebutuhan pasien yang tidak terpengaruh pada faktor lain. Tidak berbuat jahat atau membahayakan (Non Malefincence) Setiap operasi transplantasi yang dijalankan selalu mengandung resiko. Donor harus diberi penjelasan mengenai resiko apabila melakukan pendonoran. jaringan. Mempersiapkan team dokter yang mumpu dibantu dengan teknologi yang memadai dapat meminimalkan resiko kegagalan operasi. iii. bedah mayat anatomis dan transplantasi alat serta jaringan tubuh manusia. Dalam PP No. Jaringan adalah kumpulan sel-sel yang mempunyai bentuk dan faal (fungsi) yang sama dan tertentu. walaupun ini adalah suatu perbuatan yang melawan hukum pidana yaitu tindak pidana penganiayaan. dan sel tubuh dipandang sebagai suatu usaha mulia dalam upaya menyehatkan dan menyejahterakan manusia. ii. Berbuat kebaikan (Beneficence) Prinsip berbuat kebaikan mendikte kita untuk berbuat baik kepada orang lain. iv. tercantum pasal-pasal tentang transplantasi : Pasal 1 a Alat tubuh manusia adalah kumpulan jaringan-jaringan tubuh yang dibentuk oleh beberapa jenis sel dan mempunyai bentuk b serta faal (fungsi) tertentu untuk tubuh tersebut. yang menyangkut kepada perlakuan yang adil. Landasan Hukum Tentang Transplantasi Organ Dari segi hukum. 12 . Keadilan (Justice) Prinsip keadilan dalam Transplantasi Organ lebih relevan terhadap alokasi organ. dan dapat dibenarkan. perbuatan tersebut tidak lagi diancam pidana. terutama apabila tidak terkandung resiko bagi si pemberi kebaikan. F.(otonomi pendonor) yang diputuskan sendiri tanpa adanya paksaan dari pihak lain. Namun. karena adanya alas an pengecualian hukuman.

Transplantasi alat dan atau jaringan tubuh manusia tidak boleh dilakukan oleh dokter yang merawat atau mengobati donor yang bersangkutan. penentuan saat mati ditentukan oleh 2 (dua) orang dokter yang tidak ada sangkut paut medic dengan dokter yang melakukan transplantasi. dilakukan dengan persetujuan tertulis keluarga terdekat. 13 . Pasal 13 Persetujuan tertulis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2(a). Meninggal dunia adalah keadaan insani yang diyakini oleh ahli kedokteran yang berwenang bahwa fungsi otak. yaitu harus dengan persetujuan tertulis pasien dan/atau keluarganya yang terdekat setelah pasien meninggal dunia. Pasal 12 Dalam rangka transplantasi. Donor adalah orang yang menyumbangkan alat atau jaringan e tubuhnya kepada orang lain untuk keperluan kesehatan. dan atau denyut jantung seseorang telah berhenti.c Transplantasi adalah rangkaian tindakan kedokteran untuk pemindahan dan atau jaringan tubuh manusia yang berasal dari tubuh orang lain dalam rangka pengobatan untuk menggantikan d alat dan atau jaringan tubuh yang tidak berfungsi dengan baik. pernapasan. Selanjutnya dalam PP tersebut di atas terdapat pasal-pasal : Pasal 10 Transplantasi alat dan atau jaringan tubuh manusia dilakukan dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2(a) & (b). Pasal 14 & 15 dibuat di atas kertas bermaterai dengan 2 (dua) orang saksi. Pasal 14 Pengambilan alat dan atau jaringan tubuh manusia untuk keperluan transplantasi atau Bank Mata dari korban kecelakaan yang meninggal dunia. Pasal 11 1 Transplantasi alat dan atau jaringan tubuh manusia hanya boleh 2 dilakukan oleh dokter yang ditunjuk oleh Menteri Kesehatan.

Dokter sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus yakin benar. kerjasama dan saling menolong dalam keadaan tertentu. Sebagai penjelasan pasal 17 dan 18. 23 Tahun 1992 tentang kesehatan. akibat-akibatnya. Pasal 17 Dilarang memperjual-belikan alat atau jaringan tubuh manusia. calon donor yang bersangkuta terlebih dahulu diberi tahu oleh dokter yang merawatnya. dicantumkan beberapa pasal tentang transplantasi :: Pasal 33 1 Dalam penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan dapat dilakukan transplantasi orang dan atau jaringan tubuh. disebutkan bahwa alat dan atau jaringan tubuh manusia sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa kepada setiap insane tidaklah sepantasnya dijadikan objek untuk mencari keuntungan. Pengirima alat dan atau jaringan tubuh manusia ked an dari luar negeri haruslah dibatasi dalam rangka penelitian ilmiah. transfuse 14 .Pasal 15 1 Sebelum persetujuan tentang transplantasi alat dan atau jaringan tubuh manusia diberikan oleh donor hidup. Pasal 18 Dilarang mengirim dan menerima alat dan atau jaringan tubuh manusia dalam semua bentuk ked an dari luar negeri. dan kemungkinan-kemungkinan yang dapat 2 terjadi. Selanjutnya dalam UU No. bahwa calon donor yang bersangkutan telah menyadari sepenuhnya arti dari pemberitahuan tersebut. termasuk dokter konsultan mengenai operasi. Pasal 16 Donor atau keluarga donor yang meninggal dunia tidak berhak atas kompensasi material apapun sebagai imbalan transplantasi.

Transplantasi organ dan/atau jaringan tubuh hanya dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan yang menpunyai keahlian untuk itu dan dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan tertentu. Ketentuan mengenai syarat dan tata cara penyelenggaraan transplantasi sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 (satu) dan ayat 2 (dua) ditetapkan dengan peraturan pemerintah. implant obat dan atau alat kesehatan. 2. Pasal 34 1 Transplantasi organ dan atau jaringan tubuh hanya dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu dan dilakukan disarana kesehatan 2 tertentu. bedah plastik dan rekonstruksi serta penggunaan sel punca. serta bedah plastik 2 dan rekontruksi. Penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan dapat dilakukan melalui transplantasi organ dan/atau jaringan tubuh. 3. Transplantasi organ dan atau jaringan tubuh serta transfuse darah sebagaimana dimaksud dalam ayat 1(satu) dilakukan hanya untuk tujuan kemanusiaan dan dilarang untuk tujuan komersial.darah. 36 tahun 2009 tentang kesehatan di cantumkan beberapa pasal tentang transplantasi :: Pasal 64 1. Organ dan/atau jaringan tubuh dilarang diperjualbelikan dengan dalih apapun. Pasal 65 1. UU No. implan obat dan/atau alat kesehatan. Transplantasi organ dan/atau jaringan tubuh sebagaiman dimaksud pada ayat (1) dilakukan hanya untuk tujuan kemanusiaan dan dilarang untuk dikomersialkan. Pengambilan organ dan atau jaringan tubuh dari seorang donor harus memperhatikan kesehatan donor yang bersangkutan dan 3 ada persetujuan ahli waris atau keluargaya. 15 .

3. Pengambilan organ dan/atau jaringan tubuh dari seorang donor harus memperhatikan kesehatan pendonor yang bersangkutan dan mendapat persetujuan pendonor dan/atau ahli waris atau keluarganya. Ketentuan mengenai syarat dan tatacara penyelenggaraan pemasangan implan dan/atau alat kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Peraturan pemerintah. Pengambilan dan pengiriman spesimen atau bagian organ tubuh hanya dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan serta dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan tertentu. Pemasangan implan obat dan/atau alat kesehatan ke dalam tubuh manusia hanya dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan serta dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan tertentu. baik yang berasal dari manusia maupun dari hewan. 2. Pasal 68 1. 2. Pasal 66 Transplantasi sel. Pasal 69 16 . hanya dapat dilakukan apabila telah terbukti keamnan dan kemanfaatannya. Pasal 67 1. Ketentuan mengenai syarat dan tata cara penyelenggaraan transplantasi organ dan/arau jaringan tubuh sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2) ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.2. Ketentuan mengenai syarat dan tata cara pengambilan dan pengiriman spesimen atau bagian organ tubuh sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

1. 3. Pasal 70 1. 3. Bedah plastik dan rekonstruksi hanya dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu. Sel punca sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak boleh berasal dari sel punca embrionik. Ketentuan lebih lanjut mengenai penggunaan sel punca sebagaimana dimaksud ayat (1) dan (ayat (2) diatur dengan Peraturan Pemerintah. Ketentuan mengenai syarat dan tata cara bedah plastik dan rekonstruksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan dengan Peraturan Penerintah. 2. 17 . serta dilarang digunakan untuk tujuan reproduksi. Bedah plastik dan rekonstruksi tidak boleh bertentangan dengan norma yang berlaku dalam masyarakat dan tidak ditujukan untuk mengubah identitas. 2. Penggunaan sel punca hanya dapat dilakukan untuk ytujuan penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan.

Yang dilakukan dengan tujuan sebagai pengganti terapi yang terbaik bagi orang yang mengalami kerusakan pada organ. 18 .BAB III PENUTUP Kesimpulan Jadi dapat disimpulkan bahwa transplantasi organ adalah transplantasi adalah pemindahan sebagian atau seluruh jaringan dan organ tertentu dari suatu tempat ke tempat lain pada tubuhnya sendiri atau tubuh orang lain dengan persyaratan dan kondisi tertentu.

LURI MAKEAMA S.TINJAUAN KASUS MODERATOR SESI I : YUZA OLSI RAHMI MODERATOR SESI II : AURURAH FITRI IMANIZA NOTULIS SESI I : HILWAH NABILAH NOTULIS SESI II : NOVITA YULIANTI TANGGAL TUTOR SESI I : 22 OKTOBER 2015 TANGGAL TUTOR SESI II : 27 OKTOBER 2015 DOSEN : Ns.Kep ANGGOTA : INTAN YULLYA KARDILA SINTA RAMADHANI FITRI EKA NURLIA PUTRI MONICA WULANDARI UTARY LUXMONIZA TOBI PITORA AURURAH FITRI IMANIZA EKA APRILIANI HILWAH NABILA RIMA YANTI AISYA RAHMADHANTY 19 .

sehingga hidupnya tergantung pada mesin.T umur 28 tahun terbaring dalam ruangan ICU dalam kondisi tidak sadarkan diri. pernah berwasiat kepada tenaga medis yang bekerja disalah satu rumah sakit yang biasa Nn. T. Namun rumah sakit segera menggambil kornea atas izin polisi. namun ibu nya keberatan. dan membawa Nn T pulang. Dua hari kemudian Nn. Dokter menyatakan ia sudah mengalami mati batang otak. karena merusak jenazah itu dosa. T mendonorkan darahnya. T. keluarga memutskan untuk menghentikan semua alat. Ia ditemukan tergeletak disisi jalan setelah tabrakan lari. Nn. tak ingin jenazah anaknya diusik. T pendonor darah yang rutin dan calon donor kornea.Kasus tutor 3 Nn. Polisi menyampaikan hal tersebut pada ibu kandung Nn. wasiatnya adalah jika ia mati kornea nya segera diambil untuk didonorkan dan diberikan kepada orang yang baik dan soleh. T wafat. Sebenarnya Nn. 20 . Setelah dua minggu tanpa kemajuan bahkan muncul tanda bertambahnya ketergantungan pada alat.