You are on page 1of 22

A.

DEFINISI
Kanker ovarium merupakan tumor dengan histiogenesis yang beraneka
ragam, dapat berasal dari ketiga dermoblast (ectodermal, endodermal,
mesodermal) dengan sifat-sifat histiologis maupun biologis yang beraneka ragam
(Smeltzer & Bare, 2002)
Kanker ovarium adalah tumor ganas pada ovarium atau indung telur yang
disebabkan oleh pertumbuhan cepat serta pembelahan yang terjadi dalam satu
atau kedua kelenjar reproduksi ovarium di mana ova atau telur dan hormon pada
wanita dibuat membelah banyak dan cepat serta menyebar hingga ke jaringan
bahkan ke organ lain. Kanker ovarium paling sering ditemukan pada wanita
berusia 50-70 tahun dan 1 dari 70 wanita, menderita kanker ovarium.(Puji,2009)
B. ANATOMI DAN FISIOLOGI
Organ reproduksi wanita terbagi atas organ eksterna dan interna. Organ
eksterna berfungsi dalam berfungsi dalam kopulasi, sedangkan organ interna
berfungsi dalam ovulasi, sebagai tempai fertilisasi sel telur dan perpindahan
blastosis, dan sebagai tempat implantasi, dapat dikatakan berfungsi untuk
pertumbuhan dan kelahiran janin (Syaifuddin, 2011).
a. Struktur Eksterna
1) Mons Pubis
Mons Pubis atau Mons Veneris adalah jaringan lemak subkutan
berbentuk bulat yang lunak dan padat serta merupakan jaringan ikat
jarang diatas simfisis pubis. Mons pubis mengandung banyak
kelenjar sebasea (minyak) dan ditumbuhi rambut berwarna hitam,
kasar dan ikal pada masa pubertas, yakni sekitar satu sampai dua
tahun sebelum awitan haid. Fungsinya sebagai bantal pada saat
melakukan hubungan seks.
2) Labia Mayora
Labia Mayora ialah dua lipatan kulit panjang melengkung yang
menutupi lemak dan jaringan ikat yang menyatu dengan mons pubis.
Keduanya memanjang dari mons pubis ke arah bawah mengelilingi
labia mayora, meatus ureanius, dan introitus vagina (muara vagina).
3) Labia Minor
Labia Minora, terletak diantara dua labia mayora, merupakan lipatan
kulit yang panjang, sempit dan tidak berambut yang memanjang ke

1

arah bawah dari bawah klitoris dan menyatu dengan fourchette.
Sementara bagian lateral dan anterior labia biasanya mengandung
pigmen, permukaan medial labia minora sama dengan mukosa
vagina, merah muda dan basah. Pembuluh darah yang sangat banyak
membuat labia berwarna merah kemerahan dan memungkinkan labia
minora membengkak, bila ada stimulus emosional atau stimulus
fisik.
4) Klitoris
Klitoris adalah organ pendek berbentuk silinder dan erektil yang
terletak di bawah arkus pubis. Dalam keadaan tidak terangsang,
bagian yang terlihat sekitar 6×6 mm atau kurang. Ujung badan
klitoris dinamakan glans dan lebih sensitive dari pada badannya. Saat
wanita secara seksual terangsang, glands dan badan klitoris
membesar. Fungsi utama klitoris yaitu untuk menstimulasi dan
meningkatkan ketegangan seksualitas.
5) Prepusium Klitoris
Dekat sambungan anterior, labia minor kanan dankiri terpisah
menjadi bagian medial dan lateral. Bagian lateral menyatu di bagian
atas klitoris dan membentuk prepusium, penutup yang berbentuk
seperti kait. Bagian medial menyatu di bagian bawah klitoris untuk
membentuk frenulum. Kadang – kadang

prepusium menutupi

klitoris.
6) Vestibulum
Vestibulum ialah suatu daerah yang berbentuk lonjong, terletak
antara labia minora, klitoris, dan fourchette. Vestibulum terdiri dari
dua muara uretra, kelenjar parauretra (vetibulum minus atau Skene),
vagina, dan kelenjar paravagina (vestibulum mayus, vulvovagina,
atau Bartholin). Permukaan vestibulum yang tipis dan agak berlendir
mudah teritasi oleh bahan kimia (deodorant semprot, garamgaraman, busa sabun), panas, rabas, friksi (celana jins yang ketat).
7) Fourchette
Fourchette adalah lipatan jaringan transversal yang pipih dan tipis,
terletak pada pertemuan ujung bawah labia mayor dan minor di garis
tengah bawah orifisium vagina. Suatu cekungan kecil dan fosa
navikularis terletak di antara fourchette dan himen.
8) Perineum

2

lapisan otot tipis di bagian tengah. Lapisan mukosa terdiri dari sel-sel kolumnar. dan fungsi wanita normal. Hormon estrogen juga menjaga kondisi kesehatan dan elastisitas dinding vagina. Hormon ini juga menjaga tekstur dan fungsi payudara. 3) Uterus 3 . Penggunaan istilah vulva dan perineum kadang – kadang tertukar. Hormone progesterone berfungsi untuk menghilangkan pengaruh hormone oksitoksin yang dilepaskan oleh kelenjar pituteri. payudara dan rambut pubik. Hormone androgen berfungsi untuk menyeimbangkan antara hormone estrogen dan progesterone. Hormon estrogen adalah hormon seks yang diproduksi oleh rahim untuk merangsang pertumbuhan organ seks. di bawah dan di belakang tuba fallopii. Struktur Internal 1) Ovarium Sebuah ovarium terletak di setiap sisi uterus.Perineum ialah daerah muscular yang ditutupi kulit antara introitus vagina dan anus. Perineum membentuk dasar badan perineum. dan adrogen) dalam jumlah yang dibutuhkan untuk pertumbuhan. b. Pada wanita hamil hormone estrogen membuat putting payudara membesar dan merangsang pertumbuhan kelenjar ASI dan memperkuat dinding rahim saat terjadi kontraksi menjelang persalinan. seperti. Saat lahir ovarium wanita normal mengandung sangat banyak ovum primordial (primitif). dan ligamentum ovarii proprium. Dua ligament mengikat ovarium pada tempatnya. perkembangan. 2) Tuba Falopii (Tuba Uterin) Panjang tuba ini kira-kira 10 cm dengan diameter 0. progesterone.6 cm. Ovarium juga merupakan tempat utama produksi hormone seks steroid (estrogen. Hormone ini juga melindungi janin dari serangan sel-sel kekebalan tubuh dimana sel telur yang dibuahi menjadi benda asing dalam tubuh ibu. mengatur siklus menstruasi. yakni bagian mesovarium ligament lebar uterus. dan lapisan mukosa di bagian dalam. Lapisan mukosa paling tipis saat menstruasi. ebberapa diantaranya bersilia dan beberapa yang lain mengeluarkan secret. Dua fungsi dari ovarium adalah untuk menyelenggarakan ovulasi dan memproduksi hormon. Setiap tuba mempunyai lapisan peritoneum bagian luar. Setiap tuba dan lapisan mukosanya menyatu dengan mukosa uterus dan vagina. yang memisahkan ovarium dari sisi dinding pelvis lateral setinggi krista iliaka antero superior.

ceruk yang terbentuk di sekeliling serviks yang menonjol tersebut disebut forniks: kanan. pipih. Vagina merupakan suatu tuba berdinding tipis yang dapat melipat dan mampu meregang secara luas. 6) Vagina Vagina merupakan suatu struktur tubular yang terletak di depan rectum dan di belakng kandung kemih dan uretra yang memanjang dari introitus (muara eksterna di vestibulum di antara labia minor vulva) sampai serviks. membagi serviks menjadi bagian supravagina yang panjang dan bagian vagina yang lebih pendek. Karena tonjolan serviks ke bagian atas vagina. sedangkan panjang dinding posterior sekitar 9 cm. Tempat perlekatan serviks uteri dengan vagina. tidak ada asietas yang berisi sel 4 . panjang dinding anterior vagina hanya sekitar 7. Saat wanita berdiri. Fungsi-fungsi ini esensial untuk reproduksi. 5) Servik Bagian paling bawah uterus adalah serviks atau leher. Stadium kanker ovarium primer menurut FIGO (Federation International of Ginecologies and Obstetricians) 1987 adalah : Stadium I IA Deskripsi Pertumbuhan tumor terbatas pada ovarium Pertumbuhan terbatas pada satu ovarium. Panjang serviks sekitar 2. 1 cm menonjol ke dalam vagina pada wanita tidak hamil. Pada wanita dewasa yang belum pernah hamil. ringan uterus ialah 60 gr. Misalnya .Uterus adalah organ berdinding tebal.5 cm. licin dan teraba padat. Serviks terutama disusun oleh jaringan ikat fibrosa serta sejumlah kecil serabut otot dan jaringan elastis. 4) Dinding Uterus Dinding uterus terdiri dari tiga lapisan endometrium. myometrium. cekung yang tampak mirip buah pir terbalik. kehamilan dan persalinan. Tiga fungsi uterus adalah siklus menstruasi dengan peremajaan endometrium. Derajat kepadatan ini bervariasi bergantung kepada beberapa factor. nyeri bila ditekan. tetapi tidak diperlukan untuk kelangsungan fisiologis wanita. dan sebagian lapisan luar peritoneum parietalis. uterus mengandung lebih banyak rongga selama fase sekresi. Uterus normal memeliki bentuk simetris. anterior dan posterior.5 sampai 3 cm. kiri. muscular. vagina condong ke arah belakang dan ke atas.

kapsul utuh. tidak asietas. III Tumor mengenai satu atau kedua ovarium dengan penyebaran di peritoneum di luar pelvis dan atau kelenjar retroperotoneal atau inguinal positif. Tumor mengenai satu atau kedua ovarium dengan penyebaran di permukaan peritoneum dan terbukti secara mikroskopis. tidak ada pertumbuhan di permukaan luar. Tumor terbatas dalam rongga pelvis tetapi disertai sel histologi meluas ke usus besar IIIA atau omentum. Penyebaran di abdomen dengan diameter > 2 cm dan atau kelenjar getah IV bening retroperitoneal atau inguinal positif. Bila didapatkan efusi pleura harus disertai hasil sitology positif. diameter melebihi 2 cm. II IIA IIB IIC Pertumbuhan pada satu atau dua ovarium dengan perluasan ke panggul Perluasan atau metastatis ke uterus dan atau tuba Perluasan jaringan ke pelvis lainnya Tumor stadium IIa dan IIb tetapi tumor pada permukaan satu atau kedua ovarium. Pertumbuhan mengenai satu atau kedua ovarium dengan metastatis jauh. IC tidak ada tumor di permukaan luar. dan IIIC kelenjar getah bening negative. Tumor terbatas pada rongga pelvis dengan kelenjar getah bening negative tetapi adanya penyebaran mikroskopis (terbukti secara histopatologi) pada IIIB permukaan peritoneum abdominal. dengan repture kapsul atau dengan asietas yang mengandung sel ganas dengan bilasan peritoneum positif. 5 . berisi sel ganas. Akan tetapi banyak teori yang menjelaskan tentang etiologi kanker ovarium.IB ganas. C. Hipotesis incessant ovulation Teori menyatakan bahwa terjadi kerusakan pada sel-sel epitel ovarium untuk penyembuhan luka pada saat terjadi ovulasi. diantaranya: a. kapsul intak. Metastase pada parenkim hati termasuk stadium IV. Proses penyembuhan sel-sel epitel yang terganggu dapat menimbulkan proses transformasi menjadi sel-sel tumor. Tumor dengan stadium Ia dan Ib tetapi ada tumor di permukaan luar atau kedua ovarium atau rupture kapsul atau dengan asietas berisi sel ganas atau dengan bilasan peritoneum positif. ETIOLOGI Penyebab kanker ovarium belum diketahui secara pasti. Pertumbuhan terbatas pada kedua ovarium.

androgen dapat menstimulasi pertumbuhan epitel ovarium normal dan sel-sel kanker ovarium (Kusmirah. Dimana implantasi ini merupakan cirri khas dari tumor ganas ovarium. dan nafsu makan menurun. PATOFISIOLOGI Kanker ovarium disebabkan oleh zat-zat karsinogenik sehingga terjadi tumor primer dimana akan terjadi infiltrasi di sekitar jaringan dan akan terjadi implantasi. sedangkan gejala samarnya yaitu : perut sebah. Hal ini didasarkan pada hasil percobaan bahwa epitel ovarium mengandung reseptor androgen. sering kembung.b. Ascites adalah kelebihan volume cairan di rongga perut. Gejala yang terjadi pada kanker ovarium adalah gejala samar dan ascites. Hipotesis androgen Androgen mempunyai peran penting dalam terbentuknya kanker ovarium. PATHWAY 6 . Dalam percobaan in-vitro. makan sedikit tapi cepat kenyang. 2009) D. E.

Riwayat keluarga dengan kanker payudara atau ovarium i. Nulipara G. 2001:1569) Kanker ovarium tidak menimbulkan gejala pada waktu yang lama. Separuh dari kasus kanker ovarium menyerang perempuan di atas usia 63 tahun. Gejala umumnya sangat bervariasi dan tidak spesifik. b. atau endometrium h. Sejarah reproduksi Perempuan beresiko tinggi mengidap kanker indung telur bila :  Mendapat menstruasi sebelum usia 12 tahun  Tidak memiliki anak  Memiliki anak setelah usia 30  Mengalami menopause setelah usia 50 tahun c. Diet tinggi lemak d. a. Penggunaan bedak talk perineal g. Alcohol f. FAKTOR-FAKTOR RESIKO Berikut factor-faktor yang beresiko menimbulkan kanker ovarium : a. 2002)  Nyeri perut  Perut buncit  Kemudian gangguan fungsi saluran cerna  Berat badan turun secara nyata  Rasa tertekan pada rongga panggul  Siklus menstruasi yang memanjang dan memendek  Nyeri pinggul pada waktu bersenggama atau pada waktu berjalan atau bergerak  Nyeri pinggul pada waktu menstruasi 7 . Usia Mayoritas kanker ovarium muncul setelah seorang perempuan melewati masa menopause. kolon. TANDA DAN GEJALA (BRUNNER & SUDDARTH. Stadium awal  Haid tidak teratur  Ketegangan menstrual yang terus meningkat  Menoragia  Nyeri tekan pada payudara  Menopause dini  Rasa tidak nyaman pada abdomen  Dyspepsia  Tekanan pada pelvis  Sering berkemih  Flatulenes  Rasa begah setelah makan makanan ringan  Lingkar abdomen yang terus meningkat (Kumar. Riwayat kanker payudara.F. Merokok e.

sehingga kepastian klasifikasi tumor dapat ditetapkan untuk menentukan terapi. dan dapat ditemukan adanya asites. Mual  Muntah  Infertilitas (tidak subur) (Faisal Yatim. padat. hanya efektif pada jenis tumor yang peka terhadap sinar (radiosensitive) seperti desgimirnoma dan tumor sel granulosa. Radiasi untuk membunuh sel-sel tumor yang tersisa. Dapat didahului frozen section untuk kepastian ganas dan tindakan operasi lebih lanjut. Parasentesis Telah disebut bahwa fungsi pada sites berguna menentukan sebab asites. KEMUNGKINAN DATA FOKUS 8 . jika perlu. Hasil operasi harus dilakukan pemeriksaan PA. b. atau kandung kencing. Kemoterapi merupakan terapi tambahan awal yang lebih disukai karena terapi radiasi mempunyai keterbatasan (misalnya merusak hati atau ginjal). et.all. ovarium. c. 2005) H. dan untuk menentukan sifat-sifat tumor itu. Untuk memastikan keberhasilan penanganan dengan radioterapi atau kemoterapi. I. Laparaskopi Pemeriksaan ini sangat berguna untuk mengetahui apakah sebuah tumor berasal dari ovarium atau tidak. Perlu diingatkan bahwa tindakan tersebut dapat mencemar cavum peritonea dengan kista bila dinding kista tertusuk (Wiknjosastro. d. dan dapat dibedakan pula antara cairan dalam rongga perut yang bebas dan yang tidak. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK a. bahkan kadang sampai ketiga (third-look laparatomi). Nodus retroperitoneal harus dipalpasi dan dibiopsi jika mencurigakan. Radioterapi sebagai pengobatan lanjutan. b. J. berpapil. Operasi Terapi standar terdiri atas histerektomi abdominal total (TAH). USG Ginekologi Pada keganasan akan memberikan gambaran dengan septa internal. Dengan pemeriksaan ini dapat ditentukan letak dan batas tumor apakah tumor berasal dari uterus. Foto Rontgen Pemeriksaan ini berguna untuk menentukan adanya hidrotoraks e. lazim dilakukan laparatomi kedua (second-look laparatomi). CT-Scan (Computed Tomography Scanning) dan MRI (Magnetic Resonance Imaging). salpingooforektomo bilateral (BSO) dan omentektomi serta APP (optional). PENATALAKSANAAN a. apakah tumor kistik atau solid. c. d. 1999).

d. Bau. Nyeri panggul yang menetap/kambuhan yang dapat menyebar ke panggul bawah dan paha. Agama. keluhan yang dirasakan klien seperti nyeri perut. RR)  Kepala  Bentuk kepala  Kebersihan kulit kepala  Ada luka/tidak  Kulit kepala normal halus dan statis/tidak  Keluhan yang dirasakan (pusing. e. Identitas Nama istri. Keluhan. pusing/tidak. Riwayat kesehatan sekarang Merupakan data yang diperlukan untuk mengetahui kondisi kesehatan klien saat ini. GCS  BB sebelum sakit  BB sekarang  TTV (TD. HPHT. Pendidikan. kanker atau tumor pada organ lain. g. Suku/bangsa. berat badan turun secara nyata. f. gangguan saluran kencing.N. siklus menstruasi yang memanjang dan memendek. c. flor albus. Lamanya. nyeri pinggul pada waktu menstruasi. berapa kali menikah. Warna. Riwayat kesehatan terdahulu Merupakan data yang diperlukan untuk mengetahui kondisi kesehatan klien sebelum menderita penyakit sekarang. rasa tertekan pada rongga panggul. perdarahan / tidak. Pemeriksaan fisik  Keadaan umum  Kesadaran. Riwayat kebidanan (Menarche. Riwayat kesehatan keluarga Apakah keluarga klien ada yang menderita penyakit seperti yang diderita klien. Alamat. anak yang dilahirkan hidup atau mati.I opname. j. i. Status perkawinan Menikah/tidak. sehat atau tidak dan pada saat melahirkan normal atau melalui proses pembedahan. seperti pernah mengalam. Pekerjaan. sakit kepala/tidak. mual muntah dan infertilitas (tidak subur). mual. Banyaknya. Umur. nyeri pinggul pada waktu bersenggama atau pada waktu berjalan atau bergerak.S.Wawancara a. h. b. muntah/tidak. Riwayat kehamilan Hamil dan persalinan berapa kali. Riwayat kehamilan sekarang Hamil muda/hamil tua. sakit kepala) 9 . umur menikah. dan untuk menentukan apakah ada penyebab herediter atau tidak. Keluhan utama Biasanya klien mengeluh nyeri perut tajam dan tiba-tiba.perut buncit. gangguan fungsi saluran cerna. Siklus.

         Rambut  Warna rambut  Kebersihan  Distribusi (merata/tidak)  Rambut rontok/tidak Dahi  Bentuk dahi (bulat.sempit.lebar)  Ada luka/tidak Mata  Kesimestrisan mata  Konjungtiva (anemis/tidak)  Reflek pupil terhadap cahaya  Fungsi penglihatan  Pergerakan bola mata (ada gangguan/tidak)  Ada nyeri tekan/tidak  Pakai kacamata/tidak  Ada keluhan/tidak Muka  Bentuk muka  Ada luka/tidak  Ada keluhan/tidak  Ada closma gravidarium/tidak  Adakah ederma pada muka/tidak Telinga  Simetris/tidak  Kebersihan  Fungsi pendengaran  Ada keluhan/tidak Hidung  Bentuk hidung  Simetris/tidak  Kebersihan  Fungsi penciuman  Ada keluhan/tidak Mulut  Warna  Kebersihan  Keadaan gigi (karies/tidak)  Ada keluhan/tidak Leher  Peningkatan JVP/tidak  Pembesaran kelenjar tiroid & KGB/tidak  Ada keluhan/tidak Jantung dan paru  Suara napas dan bunyi jantung normal/tidak  Irama napas dan irama jantung normal/tidak 10 .

keluhan gatal dan kebersihan. bau.     Taktil fremitus normal/tidak  Pergerakan dinding dada  Dada simetris/tidak Payudara  Kebersihan payudara  Simetris/tidak  Ada benjolan/tidak  Pembesaran/tidak  Ada keluhan/tidak Abdomen  Bentuk abdomen  Warna kulit  Bising usus normal/tidak  Ada luka operasi tidak  Ada keluhan/tidak  Pembesaran perut normal/tidak  Keadaan pusat  Ada nyeri tekan/tidak Punggung  Kebersihan  Ada luka/tidak  Ada keluhan/tidak Genitalia  Genitalia eksterna : adanya pengeluaran secret/keputihan dan pendarahan.dan inspeksi adanya hemeroid eksterna  Keadaan perineum (infeksi/tidak. Babinski normal/tidak)  ROM (bebas/terbatas)  Ada keluhan/tidak k.trisepnormal/tidak)  ROM (bebas/terbatas)  Ada keluhan/tidak  Ekstermitas bawah  Kebersihan  Ada edema/tidak  Ada varises/tidak  Warna  Refle (patella.warna. Pemeriksaan diagnostic 11 .  Anus : adanya keluhan konstipasi.menonjol/tidak)  Adaluka/tidak  Ada keluhan/tidak  Ekstermitas atas  Kebersihan  Warna  Reflek (bisep.

bising usus meningkat.l.membrane mukosa pucat. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual/muntah ditandai dengan klien mengatakantidak ada nafsu makan mual/muntah. 3. 4. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan penyakit ditandai dengan klien mengatakan edema pada kaki. ekspresi wajah meringis. 2.       Terapi     USG Foto Rontgen Laparaskopi CT-Scan Hitung Darah lengkap Parasentesis Kemoterapi Radiasi Operasi Laparatomi K. DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. Disfungsi seksual berhubungan dengan proses penyakit ditandai dengan klien mengatakan tidak dapat melakukan pervaginam. tampak edema pada kaki. TTV meningkat. tampakkeputihan pervaginam 12 hubungan seksual. skala nyeri 8. nyeri abdomen. penurunan BB.perdarahan . klien tampakmemegang perut. Nyeri berhubungan dengan proses penyakit ditandai dengan klien mengeluh nyeri pada daerah abdomen seperti terbakar.

klien tampak memegang perut. nyeri abdomen. anoreksia 13 Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh . Etiologi Pertumbuhan jaringan ganas Masalah Keperawatan Nyeri Tumor ovarium Tumor membesar Penekanan pada panggul Kompresi serabut saraf Nyeri 2 Ds : Klien mengatakan tidak ada nafsu makan Pembesaran tumor ovarium Do: Mual/muntah. ANALISA DATA No 1 Data Subjektif dan Objektif Ds : Klien mengeluh nyeri pada daerah abdomen seperti terbakar Do : Skala nyeri (1-10).penurunan BB. Penekanan pada saluran pencernaan Perut terasa penuh Mual/muntah.L. bising usus meningkat. TTV meningkat. membrane mukosa pucat.ekspresi wajah meringis.

tampak keputihan pervaginam Menekan syaraf dan terjadi perdarahan pervaginam Nyeri senggama Disfungsi seksual 14 Disfungsi seksual .Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh 3 Ds : Klien mengatakan edema pada kaki Tumor menekan pembuluh darah pelvis Kerusakan integritas kulit Do : tampak edema pada kaki Edema kaki Kerusakan integritas kulit 4 Ds : Klien mengatakan tidak dapat melakukan hubungan seksual Tumor infiltrasi ke jaringan sekitar Do : perdarahan pervaginam.

15 .

evaluasi sadarai terapi tertentu. RENCANA KEPERAWATAN No Diagnosa Keperawatan Tujuan 1 Nyeri berhubungan dengan proses penyakit ditandai dengan klien mengeluh nyeri pada daerah abdomen seperti terbakar.klien tampakmemegang perut Tupan : Setelah diberikan perawatan selama 3 x 24 jam diharapkan nyeri klien berkurang. skala nyeri 8. frekuensi dan intensitas. Intervensi Rasional 1.M. radiasi. nadi.ekspresi wajah meringis. ketebalan lipatan kulit trisep. 3.missal : pembedahan. nyeri abdomen. kaji skala nyeri missal : lokasi. 2.membantu dalam identifikasi malnutrisi potrein-kalori. 2 Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual/muntah ditandai dengan klien mengatakan tidak ada napsu makan mual/ muntah.TD) 2. 2. untuk mengetahui respon klien terhadap tindakan pengobatan.khususnya bila BB dan pengukuran antropometik kurang dari normal 16 . durasi. 4.Ukur BB setiap hari. Teknik manajemen nyeri dapat mengurangi nyeri. 3. tupen : setelah diberikan perawatan diharapkan klien tidak mengalami dyspareunia dengan kriteria : skala nyeri berkurang (3).tidak meringis.pantau masukan makanan setiap hari 1. kemoterapi. untuk menentukan rencana tindakan yang akan diberikan. TB.pernapasan. 4. 1. kaji tanda-tanda vital (suhu. TTVmeningkat. 1. dorong penggunaan keterampilan manajemen nyeri. TTV normal. penurunan BB. Tupan : setelah diberikan perawatan selama 3x24 jam diharapkan klien mampu mempertahankan kebutuhan nutrisi yang adekuat. tidak memegang perut.mengidentifikasi kekuatan/ defisiensi nutrisi 2. Peningkatan TTV mengidikasikan nyeri hebat.

1. control factor lingkungan. penurunan anoreksia dan pasien dapat meningkatkan masukan oral. tidak nyeri abdomen. 3. membrane mukosa pucat. bising usus normal. 5. tupen : setelah diberikan perawatan diharapkan klien dapat memahami dan menerima penyakitnya. anjurkan memakai pakaian yang lembut dan 17 3. 3. BB ideal.bising usus meningkat. 1. dapat mentriger respon mual/muntah. menurunkan efek samping psikologis kemoterapi Tupan : Setelah diberikan perawatan selama 3 x 24 jam diharapkan klien dapat menerima kondisi kulitnya.latihan sedang sebelum makan. 4. 3 Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan penyakit ditandai dengan klien mengatakan edema pada kaki. 2. mempertahankan kebersihan kulit tanpa mengiritasi kulit. dorong pasien untuk menghindari menggaruk dan menepuk kulit yang kering dari pada menggaruk 3. misalnya bau tidak sedap. kolaborasi pemberian antimietik sesuai indikasi 5. 4. tampak edema pada kaki. dapat mencegah awitan atau menurunkan beratnya mual. membantu menghindari trauma kulit 2. Tupen : setelah diberikan perawatan diharapkan klien tidak mual/muntah. mengurangi mual/muntah. meningkatkan sirkulasi dan mencegah tekanan pada kulit . dorong penggunaan teknik relaksasi. bimbingan imajinasi. visualisasi. mandikan dengan air hangat dan sabun ringan. mukosa merah muda.

3. 2.untuk memberikan pandangan bahwa keterbatasan kondisi/lingkungan akan berpengaruh pada kemampuan seksual tetapi mereka takut untuk menanyakan secara langsung. perdarahan pervaginam. Untuk mempengaruhi persepsi pasien terhadap masalah seksual yang muncul .evaluasi factor-faktor budaya dan religious/ nilai dan konflik-konflik yang muncul. 18 1.faktor-faktor seperti menoupose dan proses penuaan remaja dan dewasa awal yang perlu masukan dalam pertimbangan mengenai seksualitas dalam penyakit yang perawatan yang lama.longgar. tampak keputihan pervaginam Tupan : setelah diberikan perawatan selama 3 x24 jam klien mamou mempertahankan aktifitas seksual pada tingkat yang diinginkan bila mungkin Tupen : setelah diberikan perawatan klien diharapkan dapat menerima penyakitnya dengan kriteria pasien mampu memahami tentang arti seksualitas dapat diungkapkan dengan bentuk perhatian yang diberikan seseorang 1. 3. berikan suasana yang terbuka dalam diskusi mengenai masalah seksualitas.catat pemikiran pasien/orangorang yang berpengaruh bagi pasien mengenai seksualitas. biarkan pasien menghindari penggunaan bra bila ini memberi tekanan 4 Disfungsi seksual berhubungan dengan proses penyakit ditandai dengan klien mengatakan tidak dapat melakukan hubungan seksual.kaji masalah masalah perkembangan daya hidup 2.

5.apabila masalah-masalah diidentifikasikan dan didiskusikan maka pemecahan masalah dapat ditemukan.tingkatkan keleluasaan diri bagi pasien dan orang-orang yang penting bagi pasien.perhatikan penerimaan akan kebutuhan keintiman dan tingkatkan makna terhadap pola interaksi yang telah dibina. kaji penerimaan klien terhadap gangguan seksual. 4. 5. 19 .4.

f. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan radiasi.  Klien menghabiskan makanan yang telah diberikan oleh petugas  Konjungtiva tidak anemis.  Pasien atau keluarga dapat mempertahankan keberhasilan pengobatan tanpa mengiritasi kulit. sclera tidak ikterik  Berat badan klien normal  Hasil hemoglobin dalam batas normal d. 20 .  Klien tidak sering berkemih  Warna urin jernih  Urin tidak bercampur darah dan tidak bau e. Nyeri berhubungan dengan proses penyakit. Gangguan pola seksual berhubungan dengan proses penyakit. Konstipasi berhubungan dengan tumor.  Konstipasi menurun  Pola eliminasi dalam rentang yang diharapkan  Feses lunak dan berbentuk  Mengeluarkan feses tanpa bantuan. EVALUASI KEPERAWATAN a.  Pasien keluarga beserta TIM medis dapat meminimalkan trauma pada area terapi radiasi.  Ekspresi wajah rileks  Tanda-tanda vital dalam batas normal c. O.  Pasien dan keluarga dapat mencegah terjadi infeksi atau trauma kulit. Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual/muntah.  Pasien.  Melaporkan tak adanya/penurunan dyspnea  Klien menunjukkan tidak ada gejala distress pernapasan  Menunjukan perbaikan ventilasi dan kadar oksigen jaringan adekuat dengan gas darah arteri dalam rentang normal. g. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN Tindakan keperawatan dilakukan dengan mengacu pada rencana intervensi/ intervensi keperawatan yang telah ditetapkan atau dibuat. seksualitas dapat diungkapkan dengan bentuk perhatian yang diberikan seseorang. b.N.  Klien mengatakan nyeri hilang atau berkurang dengan skala nyeri 03. Gangguan eliminasi urin berhubungan dengan sering berkemih. Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan membrane alveolar kapiler.  Pasien mampu memahami tentang arti seksualitas. keluarga beserta tim medis dapat menghindari dan mencegah cedera dermal karena kulit sangat sensitive selama pengobatan dan setelahnya.

21 .

Tumor jinak pada alat genitalia.DAFTAR PUSTAKA Suddarth and Brunner.8. Intervensi NIC. Jakarta: EGC Wiknjosastro. Buku Ajar Patologi II. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Tumor ganas ovarium.Jakarta:EGC Sjamsuhidajad. F. 2005. Diagnosis Keperawatan (diagnosis NANDA. 2002. dalam: Buku Ajar Ilmu Bedah. kriteria hasil NOC). 2011. Edisi 4. Rencana Asuhan Keperawatan (Pedoman untuk perencanaan dan pendokumentasian perawatan pasien). Jakarta: Pustaka Populer Obor 22 . Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirahardjo Wilkinson & Ahern. Diagnosis Keperawatan Definisidan klasifikasi 2012-2014.Wim de jong.R. Ed. Jakarta:EGC Kumar.2002. Jakarta : EGC Yatim .Jakarta:EGC Doenges.Penyakit kandungan. 2001.Jakarta:EGC NANDA internasional.1997.1999. dkk.2012.