You are on page 1of 2

NOTULENSI DEATH CASE

Tema: CHF FC II-III, Penyakit Jantung Koroner, Hipertensi, dan DM Tipe II
Presentan: dr. Tammy Pusphita R.
Pembimbing: dr. Sutejo, SpJP (K)
Hari/Tanggal: Selasa, 23 Maret 2016
Tempat: Ruang Rapat RS PMC

1. Pada anamnesa penting untuk dicari faktor risiko yang dimiliki pasien dan
riwayat pengobatan yang telah dijalani.
2. Penting untuk ditanyakan pada anamnesis apakah sesak, bengkak dikaki,
ataupun asites yang terlebih dahulu timbul pada pasien.
3. Pada pasien dengan hipertensi, perlu ditanyakan mengenai diet sehari-hari.
Pada anamnesa juga dapat ditentukan apakah pasien menderita hipertensi
esensial atau sekunder.
4. Pada malam hari terjadi pooling aliran darah di daerah toraks dan abdomen,
sehingga menyebabkan timbulnya paroxysmal nocturnal dyspneu (PND).
Pooling darah ini juga menyebabkan sering pipis malam hari. Hal ini pula
yang menyebabkan terjadinya perburukan keadaan pasien, pada saat malam
menjelang dini hari.
5. Berat badan dan tinggi badan perlu diukur untuk menentukan BMI. BMI
inilah yang dijadikan acuan untuk penentuan kalori diet pasien
6. Pada pasien dengan penyakit jantung harus dilakukan pemeriksaan JVP.
7. Untuk memperjelas ada atau tidaknya ronkhi, pasien dapat disuruh untuk
batuk terlebih dahulu.
8. Urine output harus selalu dipantau pada pasien CHF
9. Gula darah yang terkontrol merupakan indikasi keteraturan pengobatan
pasien diabetes mellitus.
10.Peningkatan kreatinin tidak hanya terjadi pada penderita gangguan ginjal,
namun juga pada orang tua. Hal ini disebabkan meningkatnya katabolisme

Pada setiap pembacaan rontgen toraks. . pasien tidak perlu diinfus. 11. 12. termasuk katabolisme protein yang hasil akhirnya berupa kreatinin. dokter harus menghitung sendiri CTR pasien. cukup dipasangkan akses intravena saja.pada orang tua. Pada tatalaksana CHF.