You are on page 1of 11

KULTUR NANNOCHLOROPSIS SKALA SEMI MASSAL

Oleh :
Roch Adhi Wibowo
Muhamad Faqih Zuhri
Adi Cahya Nugraha
Dian Malam Sari
Arif Febianto
Nurhaeni Riski Meiindarti

(B0A011035)
(B0A013016)
(B0A013028)
(B0A013033)
(B0A013035)
(B0A013054)

Kelompok IV

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK BUDIDAYA PAKAN ALAMI

KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS BIOLOGI
PROGRAM STUDI DIII PENGELOLAAN SUMBERDAYA
PERIKANAN DAN KELAUTAN
PURWOKERTO
2014

11%). karena memiliki komposisi N (5 kg/ton).I. 2012). P 2O5 (3 kg/ton) dan K2O (5 kg/ton).1 Latar Belakang Budidaya pakan alami adalah suatu usaha kultur pakan alami guna memenuhi kebutuhan dalam kegiatan pembenihan ikan dan non ikan. merupakan makanan hidup bagi golongan ikan jenis-jenis tertentu sehingga seringkali sangat diperlukan dalam budidaya.64%). PENDAHULUAN I.89%). dkk. lemak (27. dan klorofil A (0. seperti kotoran sapi. Nannochloropsis sp. memiliki kandungan nutrisi seperti protein (52. Phytoplankton merupakan pakan hidup yang sangat dibutuhkan oleh organisme akuatik budidaya. vitamin C (0. Pakan alami terdiri dari dua jenis yaitu zooplankton dan phytoplankton. karbohidrat (16%). Kotoran sapi merupakan salah satu limbah peternakan yang potensial untuk kultur Nannochloropsis sp.85%). Nannochloropsis sp. .2 Tujuan Mahasiswa paham dan mampu melakukan kultur skala semi missal/Nannocloropsis pada lingkungan yang optimal sehingga mendapatkan hasil/produksi sel yang optrimal. salah satunya Nannochloropsis sp. Kebutuhan nutrient bisa didapat dari pupuk buatan (anorganik) atau dengan cara memanfaatkan limbah peternakan (organik). I. serta unsur hara esensial lain dalam jumlah yang kecil (Linda Megawati Yanuaris.

.2 Cara Kerja Alat dan bahan disiapkan Bak diisi air tawar ± 3 4 bagian Bak diberi garam 2-3 sendok makan penuh dan diaduk Bak diberi aerasi Bibit Nannochloropsis ditebar dibak sebanyak 400 ml Diberi pupuk guilard sebanyak 0.4 ml Media dipelihara selama 7 hari. pengaduk. refraktometer dan kertas PH.1 Materi Alat yang digunakan dalam praktikum kultur Nannochloropsis skala semi massal adalah erlenmeyer. hemocytometer. aerator. II.II. toples/aquarium. Bahan yang digunakan adalah mikro alga Nannochloropsis sp. pipet. dan pemanenan dapat dilakukan . MATERI DAN CARA KERJA II. media conway dan zarok. ember. mikroskop.

III.1 Perkembangan Nannochloropsis sp. HASIL DAN PEMBAHASAN III. .1 Hasil Gambar 3.

Ph . klasifikasi dari Nannochloropsis sp. mempunyai peranan penting dalam suatu kegiatan pembenihan karena kandungan nutrisinya yang tinggi dan memiliki kemampuan memproduksi bahan-bahan yang sangat penting seperti pigmen (zeaxanthin dan astaxanthin) dan Poly Unsaturated Fatty Acid (PUFA). yang biasa di kenal sebagai marine chlorella. adalah: 1. dan karboksilat yang dapat berikatan dengan ion logam. mempunyai peranan penting dalam suatu kegiatan pembenihan karena kandungan nutrisinya yang tinggi dan memiliki kemampuan memproduksi bahan-bahan yang sangat penting seperti pigmen (zeaxanthin dan astaxanthin) dan Poly Unsaturated Fatty Acid (PUFA). Nannochloropsis sp. Nannochloropsis sp. adalah alga bersel satu yang termasuk ke dalam kelas Eustigmatophyceae. 2006 ). dapat dimanfaatkan untuk mengadsorpsi ion-ion logam. Kemampuan adsorpsinya cukup tinggi karena di dalam alga Nannochloropsis sp. Pembenihan membutuhkan Nannochloropsis sp. 2003).2 Pembahasan Nannochloropsis sp. terdapat gugus fungsi amina. Nannochloropsis sp. sehingga perlu dilakukan immobilisasi (Eryanto. Parameter yang berpengaruh pada pertumbuhan dari microalga Nannochloropsis sp. dengan kuantitas serta kualitas yang baik. Menurut Eryanto (2003). amida. adalah sebagai berikut : Kingdom : Chromista Filum : Heterokonta Kelas : Eustigmatophyceae Sub-kelas : Bacillariophycideae Genus : Nannochloropsis Species : Nannochloropsis sp. dalam hal ini adalah kepadatan sel serta kandungan protein yang tinggi ( Wisnu. sangat rentan terhadap degradasi oleh mikroorganisme.III. Namun pemanfaatan secara langsung dalam bentuk biomassa (sel mati).

.Cahaya Cahaya merupakan sumber energi dalam proses fotosintetis yang berguna untuk pembentukan senyawa karbon organic. 2003). Salinitas Kisaran salinitas yang berubah-ubah dapat mempengaruhi dan menghambat pertumbuhan dari mikroalga. Secara umum kisaran pH yang optimum pada kultur Nannochloropsis sp. 4. antara 32 – 36 ppt. Suhu dalam kultur diatur sedemikian rupa bergantung pada medium yang digunakan. 2003). secara umum antara 20-24 ˚C. 1996).PH akan mempengaruhi toksisitas semua senyawa kimia. Suhu diatas dari 36 ˚C akan menyebabkan kematian pada jenis fitoplankton tertentu. 3. sedangkan intensitas 5000-10000 lux untuk volume yang lebih besar (Coutteau. Pengaturan salinitas pada medium yang diperkaya dapat dilakukan dengan pengenceran dengan menggunakan air tawar. Kisaran salinitas yang dimiliki oleh Nannochloropsis sp. tetapi salinitas paling optimum untk pertumbuhan Nannochloropsis sp. mengubah ketersediaan nutrient. dan dapat mempengaruhi fisiologis sel. sedangkan apabila suhu kurang dari 16˚C akan menyebabkan kecepatan dari pertumbuhan fitoplanton menurun (Effendi. Kebutuhan akan cahaya bervariasi tergantung kedalaman kultur dan kepadatannya. Intensitas cahaya 1000 lux cocok untuk kultur dalam Erlenmeyer. Antara 7 – 9 (Effendi.Suhu Suhu optimal dalam kultur mikroalga Nannochloropsis sp. antara lain mengubah keseimbangan dari karbon organic. 2. Intensitas cahaya yang terlalu tinggi dapat menyebabkan fotoinbihisi dan pemanasan.35 ppt (Effendi. adalah 33. Variasi pH dapat mempengaruhi metabolisme dan pertumbuhan fitoplankton dalam beberapa hal. Beberapa mikroalga dapat tumbuh dalam kisaran salinitas yang tinggi tetapi ada juga mikroalga yang dapat tumbuh dalam kisaran salinitas yang rendah. 2003).

trace element dan vitamin. Makronutrien merupakan pupuk dasar yang mempengaruhi pertumbuhan mikroalga. dalam jumlah yang sangat kecil. nutrien dapat tersebar sehingga mikroalga dalam kultur mendapatkan nutrien yang sama. Nutrien Mikroalga mendapatkan nutrien dari air laut yang sudah mengandung nutrien yang cukup lengkap. Pengadukan sangat penting dilakukan yang bertujuan untuk mencegah dari pengendapan sel. dimana perlakuan pertama pada medium Walne dan perlakuan kedua dengan medium Guillard f/2. fase stasioner. skala semi masal dilaksanakan dengan dua perlakuan. mencegah sratifikasi suhu. Kecepatan tumbuh (µ) adalah Pertambahan sel dalam waktu tertentu .5. Praktikum acara Kultur Mikroalga Nannochloropsis sp. Namun pertumbuhan mikroalga dengan kultur dapat mencapai optimum dengan mencampurkan air laut dengan nutrien yang tidak terkandung dalam air laut tersebut.). NaH2PO4. Mikronurien tersebut digunakan mikroalga untuk berfotosintesis (Taw. Kandungan yang terdapat pada medium Walne adalah macroelement. secara umum dapat dibagi menjadi lima fase meliputi fase lag. H2O. Trace element dan vitamin. Pada fase lag. (Taw. dan fase kematian. Macronutrien adalah nutrien yang dibutuhkan oleh Nannochloropsis sp. Aerasi dalam kultur mikroalga diguanakan untuk proses pengadukan medium kultur. dalam jumlah yang besar. 1990). Untuk medium Guillard f/2 terdapat kandungan NaNO3. fase penurunan kecepatan pertumbuhan. dan meningkatkan pertukaran gas dari udara ke medium. pertambahan densitas . Nutrien tersebut dibagi menjadi makronutrien dan mikronutrien. namun element ini sangat sering digunakan (merupakan elemen yang penting bagi pertumbuhan Nannochloropsis sp. fase eksponensial.untuk pertumbuhan mikroalga. Mikronutrien organik merupakan kombinasi dari beberapa vitamin yang berbeda-beda. 1990). Vitamin tersebut antara lain B12. sedangkan Trace element adalah element yang dibutuhkan oleh Nannochloropsis sp. Keberhasilan suatu pertumbuhan dalam kultur mikroalga dapat dilihat dari kecepatan tumbuh dan waktu generasi. B1 dan Biotin. makronutrien meliputi nitrat dan fosfat.

Kualitas air pada kedua medium tersebut juga mempengaruhi pertumbuhan dari Nannochloropsis sp.68 jam atau selama 281 menit/generasi. Pada praktikum kultur mikroalga skala Laboratorium ini kualitas air yang diukur selama tiga hari adalah derajat keasaman (pH). untuk membelah sel dari satu sel dua sel sempurna (Waktu generasi/G) adalah selama 2. Pada fase eksponensial pertambahan kepadatan sel (N) dalam waktu (t) dengan kecepatan tumbuh (µ) sesuai dengan rumus funsi eksponensial. Pada fase penurunan kecepatan tumbuh pembelahan sel mulai melambat karena kondisi fisik dan kimia kultur mulai membatasi pertumbuhan. untuk membelah sel dari satu sel menjadi beberapa sel (Waktu ganerasi/G) adalah selama 4. pengukuran pH dilakukan selama 6 jam sekali. • Untuk medium Guillard f/2 pertambahan sel Nannochloropsis sp. sedangkan untuk medium Guillard f/2 pH berkisar antara 7-9. dan waktu yang diperlukan oleh Nannochloropsis sp. Pengamatan jumlah Nannochloropsis sp. selama satu jam (Kecepatan tumbuh/µ) yaitu sebanyak 0.32 sel. selama satu jam (Kecepatan tumbuh/µ) yaitu sebanyak 0. Pada fase stasioner faktor pembatas dan kecepatan pertumbuhan sama karena jumlah sel yang membelah dan yang mati seimbang. dan waktu yang diperlukan oleh Nannochloropsis sp. Untuk medium Walne kisaran pH selama pemeliharaan (3 hari) yaitu berkisar antara 6-7.18 jam atau selama 131 menit/generasi. Dari hasil analisis maka didapatkan: • Untuk medium Walne pertambahan sel Nannochloropsis sp. 2007). Hal tersebut dapat dilihat dari generasi (G) adalah Waktu yang diperlukan suatu mikroalga untuk membelah sel dari satu sel menjadi beberapa sel dalam pertumbuhan. . Semakin tinggi kecepatan tumbuh mikroalga maka waktu generasi dari mikroalga tersebut juga semakin cepat (Sumarsih. Pada fase kematian kualitas fisik dan kimia kultur berada pada titik dimana sel tidak mampu lagi mengalami pembelahan.15 sel.populasi hanya sedikit bahkan cenderung tidak ada karena sel melakukan adaptasi secara fisiologis sehingga metabolisme untuk pertumbuhan lamban. pada skala laboratorium ini dilakukan dengan jangka waktu tiga jam sekali selama empat hari.

pada medium Walne lebih cepat dibandingkan pada medium Guillard f/2. Dari kedua medium tersebut medium yang lebih baik untuk pertumbuhan sel Nannochloropsis sp. pada medium Walne lebih besar dibandingkan dengan kecepatan tumbuh pada medium Guillard f/2. adalah medium Walne.Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa adanya perbedaan pertumbuhan pada kedua medium tersebut. . hal ini dikarenakan kecepatan tumbuh Nannochloropsis sp. Hal ini juga didukung bahwa waktu generasi Nannochloropsis sp.

KESIMPULAN .IV.

Chou Lee. Bandung.DAFTAR PUSTAKA Chen. 2003. Cultures. ANDI. 2003. Jakarta. No.Trends in ecology and evolution. Jakarta. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional. Pertumbuhan Plankton. Budidaya Ikan Jilid 1. Spirulina Platensis And Nannochloropsis Oculata. Petunjuk Kultur Murni dan Massal Mikroalga. 2012. Rahayu Kusdarwati dan Kismiyati . 2006. 2012. Yanuaris. Sumarsih. UNDP. Yean .. 2. Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan Perairan. FAO.1990. 2007. . Surabaya. Gusrina. Vol. L. Gramedia Pustaka. Jakarta. pp. Eryanto. Penebar Swadaya. Double-Power DoubleHeterostructure Light-Emitting Diodes In Microalgae. Coutteau. 2008. Sistem Taksonomi hewan dan tumbuhan. Doctor disertation. 20. Rostock. 233-236. Wisnu. M.Chang and Meng . Keanekaragaman Hayati Laut : Aset Pembangunan berkelanjutan Indonesia. Yogyakarta. Pada Kotoran Sapi Sebagai Pupuk Terhadap Pertumbuhan Nannochloropsis sp. Taw. Jurnal Pengaruh Fermentasi Actinobacillus sp. 1996. Journal of Marine Science and Technology. Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga. Hal 50-53. University of Rostock. Effendi H.