You are on page 1of 20

NUTRISI SEBAGAI TERAPI DAN JENIS DIET

PADA PENYAKIT ANEMIA
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Gizi dan Diet
Dosen Mata Ajar : Dr. Argo

Kelompok 6 :
Diyah Purnomowati
Ibnu Khusni Mubarrok
Kartika Sari
Nuzul Khalimatun N.
Reksy Nur Huda Putra
Shoffa Lu’luil Ulya
Tri Caesar Hastyorini

(15.031)
(15.053)
(15.057)
(15.083)
(15.093)
(15.102)
(15.105)

AKADEMI KEPERAWATAN KESDAM IV/DIPONEGORO
SEMARANG
2016

KATA PENGANTAR

Marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,karena
berkat rahmat dan karunia-Nya kita diberikan nikmat kesehatan hingga saat
ini.Dengan penuh rasa bangga penulis mengucapkan syukur karena dapat
menyelesaikan tugas individu Makalah tentang “Nutrisi Sebagai Terapi Dan Jenis
Diet Pada Penyakit Anemia”. Dan juga penulis berterimaksih kepada Dr. Argo
selaku dosen mata kuliah Gizi dan Diet.
Penulis sangat berharap Makalahl ini dapat berguna dalam rangka
menambah wawasan serta pengetahuan. Dalam kesempatan ini,penulis menyadari
sepenuhnya bahwa di dalam proposal ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata
sempurna oleh sebab itu, penulis berharap adanya kritik,saran dan usulan demi
perbaikan Makalah di masa mendatang,mengingat tidak ada sesuatu yang
sempurna tanpa saran yang membangun.
Akhir kata semoga Makalah ini berguna dan bermanfaat bagi kita semua.
Penulis mohon maaf apabila ada salah-salah kata dalam Makalah.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

DAFTAR ISI Halaman Judul Kata Pengantar Daftar Isi BAB I Pendahuluan 1. Rumusan Masalah 3. Saran Daftar Pustaka Lampiran BAB I . Tujuan BAB II Pembahasan 1. 4. Kesimpulan 2. Pengertian Anemia Gejala Anemia Penyebab Anemia Klasifikasi Anemia Pengobatan Anemia Penatalaksaan BAB III Penutup 1. 3. 6. 2. 5. Latar Belakang 2.

2 Rumusan Masalah 1. dan bahkan dapat menyebabkan kematian. Anemia menyebabkan berkurangnya jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin dalam sel darah merah.PENDAHULUAN 1. asam folat. B12. dan eritrosit kurang dari normal. Sel darah merah mengandung hemoglobin yang memungkinkan mereka mengangkut oksigen dari paru – paru dan mengantarkannya ke bagian seluruh tubuh.(Nanda Nic Noc 2015) Dimana insiden 30 % pada setiap individu di seluruh dunia. Umumnya anemia asemtomatit pada kadar hemoglobin di atas 10 gram/dl. dan pada tes laboratorium didapatkan hitung hemoglobin (Hb). Bahaya anemia yang sangat bahaya bisa mengakhibatkan kerusakan jantung. 1. tetapi juga dapat menyebabkan gangguan penampilan fisik dan mental. Prevalensi terutama tinggi di negara berkembang karena faktor defisiensi diet dan atau kehilangan darah akhibat infeksi parasit gastrointestinal. maka selanjutnya perlu disimpulkan tipe anemia itu sendiri. Apa pengertian anemia? 2. sehingga darah tidak dapat menganggkut oksigen dalam jumlah yang sesuai diperlukan tubuh. otak. Anemia adalah penurunan kadar haemoglobin (hb). karena itu privalensi anemia di indonesia sekarang ini masih tinggi. dan organ tubuh lain. Apa saja gejala dari anemia ? . Masyarakat indonesia masih belum sepenuhnya menyadari pentingnuya zat gizi. hematokrit (Hm). Rendahnya kadar hemoglobin itu mempengaruhi kemampuan darah menghantarkan oksigen dibutuhkan untuk metabolisme tubuh yang optimal.1 Latar Belakang Anemia adalah sebuah gejala yang ditandai dengan kulit dan membran mukosa pucat. Penatalaksanaan anemia yang tepat sesuai dengan etiologi dan klasifikasinya dapat mempercepat pemulihan kondisi pasien. Setelah menemukan diagnosa terjadinya anemia.hematokrit atau hitung eritrosit (red cell count) berakibat pada penurunan kapasitas penganggukutan kapasitas pengangkutan oksigen oleh darah. terutama anemia defisiensi nutrisi seperti besi.

3. akibatnya tumbuhlah gejala anemia. 6.3. 4. maka sel-sel dalam tubuh tidak akan mendapatkan oksigen yang cukup. 5. Jika seseorang kekurangan sel darah merah.1 Pengertian Anemia Anemia adalah suatu kondisi tubuh yang terjadi ketika sel-sel darah merah (eritrosit) dan/atau Hemoglobin (Hb) yang sehat dalam darah berada dibawah nilai normal (kurang darah). 5.3 Tujuan 1. 1. 6. 4. 2. Bagaimana anemia bisa terjadi dan apa penyebabnya ? Bagaimana klasifikasi anemia ? Bagaimana cara pengobatan anemia ? Apa hubungannya dengan gizi dan diet ? Menjelaskan pengertian anemia? Mengetahui gejala dari anemia ? Menjelaskan anemia bisa terjadi dan apa penyebabnya ? Menjelaskan klasifikasi anemia ? Mengetahui cara pengobatan anemia ? Mengetahui hubungannya dengan gizi dan diet ? BAB II PEMBAHASAN 2. Hemoglobin adalah bagian utama dari sel darah merah yang berfungsi mengikat oksigen. atau hemoglobin yang normal. .

3. talasemia. 2. Penurunan produksi eritrosit. Letargi (suatu keadaan di mana terjadi penurunan kesadaran dan pemusatan perhatian serta kesiagaan) 3. terutama saat beraktfitas 4. Asimtomatik (terutama bila anemia terjadi dalam waktu yang lama) 2. Palpitasi (sensasi detak jantung yang cepat / tidak menentu) 6.Kehidupan masyarakat kita anemia dikenal dengan istilah kurang darah. perdarahan kronis. . ulser kronis.2 Gejala Anemia Anemia yang terjadi dalam waktu lama membuat konsentrasi Hb dalam jumlah yang sangat rendah sebelum gejalanya muncul. kekurangan nutrisi. contohnya akibat perdarahan akut. menstruasi. contohnya pada penyakit gangguan sistem imun. Pucat 7. contohnya pada penyakit anemia aplastik.3 Penyebab A. Peningkatan destruksi eritrosit. Nafas pendek atau sesak. Gejalanya dapat berupa : 1. Penyebab umum anemia : 1. Kehilangan darah dalam jumlah besar. Darah rendah merupakan rendahnya tekanan darah (baca : Tekanan Darah Rendah). sedangkan anemia adalah kurangnya sel darah merah atau hemoglobin seperti telah disebutkan di atas. Kepala terasa ringan 5. dan trauma. Kekebalan Tubuh Menurun 2. Kurang darah (anemia) ini berbeda dengan darah rendah. 2.

yang dapat menyebabkan gastritis dan perdarahan saluran cerna. Asam Folat Masalah Sumsum tulang dan stem cell Kondisi kesehatan lain. wasir. gastritis (radang lambung). Namun perdarahan dapat terjadi perlahanlahan selama jangka waktu yang panjang.B. Menstruasi dan melahirkan pada wanita. Anemia yang disebabkan oleh kerusakan sel darah merah. Penyebab Anemia Karena Kehilangan Darah Sel darah merah dapat hilang ketika seseorang mengeluarkan darah atau berdarah oleh sebab apapun seperti kecelakaan. Kadang-kadang tidak diketahui penyebabnya. dan kanker (Baca: BAB Berdarah) Penggunaan obat anti-inflamasi (OAINS) seperti aspirin atau ibuprofen. sehingga menyebabkan anemia hemolitik. yakni kurangnya produksi sel darah merah atau terganggunya pembentukan hemoglobin. Penyebab Anemia sesuai dengan jenis anemianya dan terdapat lebih dari 400 jenis anemia. Penyebab anemia hemolitik yang telah diketahui antara lain: Kondisi yang diwariskan (diturunkan). terluka. terutama jika perdarahan menstruasi yang berlebihan penyebab Anemia karena kurangnya produksi sel darah merah anemia bisa terjadi karena kurangnya kuantitas dan kualitas sel darah merah. b. dan adakalanya tidak terdeteksi. seperti anemia sel sabit . Ini disebut sebagai pendarahan kronis yang biasanya disebabkan oleh : Penyakit pencernaan seperti maag. maka dapat pecah secara prematur. dsb. Penyebab Anemia Karena Rusaknya Sel Darah Merah Ketika sel-sel darah merah rapuh dan tidak dapat menahan stres rutin dari sistem peredaran darah. Kondisi yang terkait dengan penyebab anemia ini antara lain : Anemia sel sabit Anemia defisiensi besi Kekurangan vitamin B12. yang secara garis besar dibagi menjadi beberapa kelompok: a. Penyebab anemia jenis ini biasanya terkait dengan kekurangan mineral dan vitamin yang dibutuhkan dalam memproduksi sel darah merah dan hemoglobin. Anemia hemolitik dapat hadir pada saat lahir atau berkembang kemudian. Anemia yang disebabkan oleh kehilangan darah Anemia yang disebabkan oleh penurunan produksi sel darah merah.

paparan bahan kimia. terutama ketika orang tersebut berdiri Sesak napas. ketika itu terjadi pada janin yang dikandung wanita hamil) Cangkok vaskular.5 persen.5-17. kekentalan darah (hemtokrit). Pemeriksaan ukuran dan bentuk sel-sel darah merah. Sebagai contoh. Nyeri dada Penurunan konsentrasi dan daya ingat Namun. katup jantung prostetik. obat-obatan. Pemeriksaan ini dapat membantu menentukan diagnosis. bentuk dan warna. Nilai Normal (acuan) Dewasa Nilai normal hematokrit pria = 38. hipertensi berat. racun ular atau labalaba. atau makanan tertentu Racun dari penyakit hati lanjut (liver kronis) atau penyakit ginjal Serangan yang tidak tepat oleh sistem kekebalan tubuh (disebut penyakit hemolitik pada bayi baru lahir. seperti : Kelelahan Lemah dan cepat capek Mudah mengantuk Sakit Kepala Tangan dan kaki dingin Pingsan Pusing. Ciri-ciri atau Gejala Anemia ( Kurang Darah ) Seseorang yang mengalami anemia bisanya memiliki ciri-ciri sering terlihat sangat pucat dan mungkin juga mengalami gejala anemia yang lain. Beberapa sel darah merah juga dapat diperiksa ukurannya. terutama pada saat beraktivitas. Hemoglobin (Hb). luka bakar parah.5 gram per desiliter. sel darah merah lebih kecil dan lebih pucat warnanya dibanding normal (anemia hipokrom mikrositer). c. gejala anemia terkadang tidak jelas. d. terutama pada orang muda atau secara fisik terlihat sehat. terutama pada saat beraktivitas Detak jantung cepat atau jantung berdebar.9 – 44. tumor. sel darah merah berukuran besar dan jumlahnya . Wanita = 34. Wanita = 12-15. Dalam kasus yang jarang terjadi. pada anemia defisiensi besi. dan gangguan pembekuan darah. padahal tingkat hemoglobin bisa jatuh secara signifikan tanpa menunjukkan gejala anemia sama sekali. Dalam kasus anemia defisiensi vitamin. Nilai normal hemoglobin (Hb) Pria = 13.5 gram per desiliter. pembesaran limpa dapat menjebak sel darah merah dan menghancurkan mereka sebelum waktunya beredar habis.dan talasemia Stres seperti infeksi.8 – 50 persen. Pemeriksaan darah lengkap (CBC = complete blood count) digunakan untuk menghitung jumlah sel-sel darah merah.

3. 2. Klasifikasi anemia akibat Gangguan Eritropoiesis 1.4 Klasifikasi anemia A. 2. [2] B. Anemia Aplastik Sumsum tulang gagal memproduksi sel darah akibat hiposelularitas. kelainan granuloma. Anemia normositik : contohnya yaitu anemia akibat penyakit kronis seperti gangguan ginjal. hematopoiesis yang tidak efektif. Hiposelularitas ini dapat terjadi akibat paparan racun.5 Pengobatan Berikut pengobatan yang dapat dilakukan pada penderita anemia : 1. Anemia defisiensi Besi : Tidak cukupnya suplai besi mengakibatkan defek pada sintesis Hb. mulai dari pengertian. dan anemia megaloblastik. yang menyebabkan pelepasan eritroid pada tahap awal. Anemia Mieloptisik Anemia yang terjadi akibat penggantian sumsum tulang oleh infiltrate sel-sel tumor. Itulah beberapa hal yang terkait dengan anemia atau kurang darah. radiasi. efek yang timbul adalah pembesaran prekursor sel darah (megaloblas) di sumsum tulang.sedikit (anemia megaloblastik). Anemia makrositik : penyebab utama yaitu anemia pernisiosa. Klasifikasi anemia berdasarkan ukuran sel 1. reaksi terhadap obat atau virus. Anemia mikrositik : penyebab utamanya yaitu defisiensi besi dan talasemia (gangguan Hb). mengakibatkan timbulnya sel darah merah yang hipokrom dan mikrositer. . 2. Pemberian kortikosteroid atau obat-obatan lain yang dapat menekan sistem imun. 4. dan defek pada perbaikan DNA serta gen. penyebab. dan gejala anemia. Dilakukan transfusi darah. 3. dan pansitopenia. 2. Anemia Megaloblastik Defisiensi folat atau vitamin B12 mengakibatkan gangguan pada sintesis timidin dan defek pada replikasi DNA. 2. faktor risiko. anemia akibat konsumsi alcohol.

vitamin-vitamin. Batasi minum alcohol dan pada ibu hamil dianjurkan untuk mengkonsumsi suplemen asam folat untuk mencegah terjadinya anemia defisiensi asam folat.6 Penatalaksanaan 1.jeruk dan biji-bijian. 4. Asupan zat gizi yang terlalu berlebihan bisa membahayakan yang menyebabkan sirosis.daging.diabetes. Pemberian suplemen besi. Pemberian eritropoietin (hormon yang berperan pada proses hematopoiesis) yang berfungsi untuk membantuk sumsum tulang pada proses hematopoiesis. 5.3. 6. 2.dan kanker jenis tertentu. Kenali tanda-tanda komplikasi.kardiomiopati. . Konsultasi kembali jika gejala anemia menetap dan untuk mengetahui factor penyebab. 4. Makan-makanan yang tinggi asam folat dan vitamin B 12. 3. Suplemen zat besi hanya boleh dikonsumsi atas anjuran dokter.kacang-kacangan. Menjalani diet dengan gizi seimbang 2. dan mineral lain yang dibutuhkan. vitamin B12.sayuran berwarna hijau tua .produk susu. seperti ikan .

3. Faktor predisposisi yang terbesar terjadinya anemia adalah status gizi yang buruk dengan defisiensi multivitamin .bahkan ibu hamil.1 Kesimpulan Anemia dapat berdampak yang membahayakan mulai dari anakanak hingga dewasa.BAB III PENUTUP 3.2 Saran Seharusnya jika ingin diet ataupun mengkonsumsi suplemen anemia harus dengan anjuran dokter agara tidak membahayakan nantinya. DAFTAR PUSTAKA . dimana hal yang masih banyak terjadi di di Negara-negara berkembang termasuk Indonesia.

www.php/kemas pada tanggal 16 Maret 2016 21.Mediaction:Jogjakarta.Kusuma.Hardhi.unnes.ac.Amin & .id/nju/index.00 WIB LAMPIRAN KEMAS 9 (2) (2014) 106-114 Jurnal Kesehatan Masyarakat .Huda Nurafif.Aplikasi Asuhan Keperawatan Nanda Nic-noc jilid 1.net/aminudinharahap/makalah-anemia-miss pada tanggal 10 maret 2015 pukul 23.slideshare.46 http://journal.2015.

Kota Surakarta. Indonesia 2Fakultas Psikologi Universitas Muhammadyah Surakarta.http://journal. dan perkembangan anak (motorik kasar. Abstrak Di Indonesia masalah gizi kurang atau malnutrisi masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama. dan perkembangan bahasa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi anemia pada anak malnutrisi sebesar 25%. Listyani Hidayati1 1Prodi Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadyah Surakarta. umur ibu. tinggi badan. Research problem was whether difference growth and .unnes.Disetujui 28 November 2013. ANEMIA TO THE GROWTH AND DEVELOPMENT ONMALNUTRITION CHILD Abstract In Indonesia. Growth. tidak terdapat beda nyata laju pertumbuhan dan tingkat perkembangan antara anak malnutrisi yang anemia dengan yang tidak anemia.Dipublikasikan Januari 2014 Keywords:Anemia. Tujuan penelitian untuk menganalisis perbedaan pertumbuhan dan perkembangan antara anak malnutrisi yang anemia dan tidak anemia.php/kemas ANEMIA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK MALNUTRISI Siti Zulaekah1.id/nju/index. dan Z-Score BB/U yang lebih rendah dibandingkan dengan anak malnutrisi yang tidak anemia. Data sosial ekonomi yang dikumpulkan adalah pendapatan keluarga .ac. Skor perkembangan motorik kasar. Anak malnutrisi yang anemia mempunyai berat badan.umur ayah. Malnutrision. dan perkembangan bahasa anak malnutrisi yang anemia lebih rendah dibandingkan dengan anak yang tidak anemia. Development. tinggi badan dan nilai Z-Score BB/U). Lokasi penelitian di Kelurahan Semanggi dan Kelurahan Sangkrah. data pertumbuhan anak (berat badan. Kecamatan Pasar Kliwon. Data karakteristik anak meliputi kadar Hb anak. lack of nutrition or malnutrition remains one of the major public health prob-lems. Setiyo Purwanto2. dan jumlah anak. Simpulan penelitian. motorik halus. Masalah penelitian adalah apakah ada perbedaan pertumbuhan dan perkembangan antara anak malnutrisi yang anemia dan tidak anemia. motorik halus. Indonesia Info Artikel Sejarah Artikel:Diterima 8 November 2013.

karena pada umumnya anak yang . 2005). Research location Semanggi and Sangkrah Village. height.comISSN 1858-1196 Pendahuluan Di Indonesia masalah gizi kurang atau malnutrisi masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama (Riskesdas. The purpose to analyze the differences growth and development between malnutrition child with anemic and without anemic. The conclusions. Pasar Kliwon District. The result showed that the prevalence of anemia in malnourished children as 25%. Seringkali anak yang malnutrisi juga mengalami anemia.development between malnutri-tion child with anemic and without anemic. psikomotor dan daya tahan tubuh anak. child growth data (weight. and language development child malnutrition with anemic lower than children without anemic. 2010). Yani Pabelan Kartasura Tromol Pos 1 57102Email: hafirasabda@yahoo. and the Z-Score value of W/A). Malnutrisi memberikan kontribusi terhadap tingginya rata-rata angka kematian di negara sedang berkembang. fine mo-tor. Score gross motor development. mother’s age. Socio-eco-nomic data collected were family income. Data child characteristics include hemoglobin level of children. father’s age. penurunan fungsi kognitif. Malnutrisi maupun anemia dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan. height. and language development). there was no significant growth and development difference of malnutrition children with anemic or not. Child malnutrition anemia have weight. fine motor.© 2014 Universitas Negeri Semarang  Alamat korespondensi: Jalan A. sehingga malnutrisi merupakan faktor risiko yang signifikan penyebab kematian pada anak (UNS/SCN. Fakta menunjukkan bahwa angka kematian akibat penyakit infeksi pada anak yang malnutrisi 3 hingga 27 kali lebih besar daripada anak-anak yang gizinya baik. Surakarta City. Anak-anak yang malnutrisi tidak mempunyai cadangan lemak dan sangat sedikit otot. and Z-Score W/A lower than the malnourished children without anemic. Perkembangan otak menjadi lambat oleh karena anak-anak mengalami insiden penyakit yang tinggi karena tubuh tidak mampu melawan infeksi. and child development (gross motor. and number of children.

anemia pada anak-anak menyebabkan pertumbuhan yang lebih lambat (Sharieff.4% (Khan. maka separuh (47. maupun emosional. intelektual. Senada dengan penelitian-penelitian tersebut Muslim (2007) menjelaskan bahwa terdapat perbedaan antara perkembangan motorik kasar antara anak pendek (stunted) dengan anak normal. Sementara itu. prevalensi anemia pada anak-anak di dunia mencapai angka 47. protein dan zat besi berhubungan secara bermakna dengan perkembangan motorik kasar anak. Geogieff. Selanjutnya Sylvia (2010) dalam penelitiannya juga menyimpulkan bahwa status gizi (BB/U) dan status gizi (TB/U) berhubungan secara bermakna dengan perkembangan motorik kasar balita usia 2-5 tahun.4% atau sekitar 300 juta anak menderita anemia. Selain itu.malnutrisi selain kekurangan energi dan protein juga mengalami kekurangan berbagai mikronutrien. Bila prevalensi ini didasarkan pada wilayah. Anak-anak yang menderita gizi kurang berpenampilan lebih pendek dengan bobot badan lebih rendah dibandingkan dengan rekan-rekannya sebaya yang sehat dan bergizi baik. et al. 2007).7%) atau sekitar 170 juta dari anak-anak yang anemia ini berada di wilayah Asia. Beberapa hasil penelitian yang telah didokumentasikan dari beberapa literatur yang menunjukkan malnutrisi sangat berkaitan erat dengan perkembangan anak. Pertumbuhan fisik sering dijadikan indikator status gizi baik individu maupun populasi. Bila defisiensi gizi berlangsung lama dan parah.7% dan Amerika Utara yang hanya mencapai 3. Pertumbuhan dan perkembangan pada anak terjadi mulai dari pertumbuhan dan perkembangan secara fisik. 2008. Status gizi (TB/U) dan tingkat kecukupan energi. yang masih sangat jauh dibandingkan dengan angka anemia di Eropa yang mencapai 16. maka tinggi badan akan terpengaruh. et al. bahkan proses pendewasaan mulai terganggu. 2006).. sekitar 200 juta anak mengalami “kegagalan” untuk mencapai perkembangan kognitif dan sosio-emosional (Darnton-Hill. Pertumbuhan dan perkembangan secara fisik dapat berupa perubahan ukuran besar kecilnya fungsi organ mulai dari tingkat sel hingga perubahan organ tubuh.. . et al. 2007). Dari sejumlah anak-anak yang anemia tersebut. sehingga Asia merupakan wilayah dengan peringkat tertinggi.

Clark. menurunkan kemampuan kognitif.57%) keluarga di wilayah ini memiliki pendapatan dibawah Upah Minimum Regional/UMR. underweight 46. yaitu 2%.61%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan pertumbuhan (berat badan. yaitu anak yang mengalami malnutrisi atau beresiko malnutrisi: berat badan kurang menurut . Olney. (c) Jumlah anak yang mengalami malnutrisi dengan kategori stunted sebesar 57. Pada anakanak yang memenuhi kriteria inklusi (malnutrisi dan beresiko malnutrisi) selanjutnya dilakukan pemeriksaan Hb. Pada awal penelitian. status gizi. Hasil penelitian Listyani.78% Angka ASI Eksklusif di wilayah penelitian masih sangat kecil. et al (2007) mengungkapkan bahwa anak yang kurang gizi mengalami hambatan dalam perkembangan motorik. tinggi badan dan status gizi) anak dan perkembangan (motorik kasar. telah dilakukan pemeriksaan antropometri. Penentuan populasi dilakukan secara purposive dengan kriteria inklusi. tinggi badan. wasted 9.0 g/dL) pada anak Batita cukup tinggi yaitu 25%. disfungi imunitas. Semua anak yang berumur 1-3 tahun diundang untuk berpartisipasi. gangguan saluran cerna. menurunkan regulasi panas. Subjek penelitian dibagi kedalam dua kelompok. yaitu kelompok pertama kelompok anak batita malnutrisi yang anemia dan kelompok kedua adalah kelompok anak batita malnutrisi yang tidak anemia. (d) Hampir separuh (44. (b) Angka anemia (Hb anak < 11.74%. demikian pula dengan anak yang anemia defisiensi besi. Metode Desain penelitian yang digunakan adalah crossectional untuk menganalisis pengaruh anemia terhadap berat badan. perkembangan motorik kasar. perkembangan motorik halus dan perkembangan anak malnutrisi. (2008) mengungkapkan bahwa malnutrisi dalam wujud anemia defisensi besi memberikan dampak yang luas termasuk menurunkan kapasitas kerja. motorik halus dan perkembangan bahasa) antara anak malnutrisi yang anemia dengan anak malnutrisi tidak anemia. dkk (2012) menunjukkan bahwa (a) lokasi penelitian termasuk wilayah perkotaan dengan kondisi lingkungan yang kumuh dan tingkat kepadatan penduduk yang cukup tinggi.

Data pertumbuhan anak dikumpulkan melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan pada saat awal penelitian. Pada saat pengukuran dilakukan. tidak ada kelainan kongenital serta ada pernyataan kesediaan dari responden untuk menjalani pemeriksaan atau wawancara selama penelitian berlangsung. berdasarkan kriteria dari WHO-NCHS. Data perkembangan anak diukur dengan menggunakan test Denver II yang dilakukan oleh peneliti kemampuan perkembangan diukur berdasarkan kemampuan motorik kasar serta motorik halus. Data ini diperoleh melalui wawancara dari rumah ke rumah yang akan dilakukan oleh enumerator dengan menggunakan pedoman pertanyaan atau kuesioner. Kecamatan Pasar Kliwon. Pembacaan kadar Hb dilakukan dengan menggunakan alat hemolyzer.1 cm dan untuk anak yang berusia >2-3 tahun digunakan alat microtoise dengan ketelitian 0.1 cm. sedangkan untuk pengukuran panjang badan anak usia 1-2 tahun digunakan babyboard dengan ketelitian 0. anak harus menggunakan pakaian dengan seminimal mungkin. anak tidak cacat secara fisik. terlebih dahulu dilakukan peneraan terhadap alat-alat tersebut. Data yang memiliki skala rasio dan interval.1 kg. Lokasi penelitian di Kelurahan Semanggi dan Kelurahan Sangkrah. Data kadar Hb anak diperoleh berdasarkan pengukuran hemoglobin dengan menggunakan metode cyanmethemoglobin. sebelum dilakukan analisis statistik terlebih dahulu . pendikan ibu dan umur ibu.umur. mengalami sakit kronis. Data sosial ekonomi yang dikumpulkan meliputi: data pendapatan keluarga. Kota Surakarta.5 mg/dL. Kriteria eksklusi ditetapkan bila terdapat tanda-tanda yang berkaitan dengan mata pada xerophthalmia. Data antropometri anak yang meliputi berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) diolah dengan menggunakan software WHO Antro 2005. Pengambilan darah dilakukan menggunakan jarum suntik melalui darah vena (venous blood). Pengambilan data antropometri ini dilakukan oleh peneliti dan dibantu enumerator yang telah menjalani pelatihan. kadar Hb<7. anak meninggal atau pindah. Sebelum digunakan untuk penelitian. Jumlah subjek pada penelitian ini adalah 80 anak malnutrisi dan beresiko malnutrisi. Timbangan yang digunakan untuk menimbang anak adalah timbangan injak digital dengan nilai ketelitian 0.

Kecamatan Pasar Kliwon ini terbagi menjadi 9 Kelurahan. Hal ini berarti tingkat ekonomi subjek penelitian yaitu anak-anak malnutrisi di Kecamatan Pasar Kliwon berada pada tingkat ekonomi yang rendah.-. dan Joyosuran.dilakukan uji kenormalan data. TB. Sedangkan perkembangan motorik. Semanggi. Wilayah ini berbatasan dengan empat wilayah kecamatan lainnya. Dari 80 anak tersebut kemudian dikelompokkan menurut kadar hemoglobinnya menjadi kelompok anemia dan tidak anemia. akan tetapi yang berhasil diambil data fungsi psikomotor dan diambil sampel darahya untuk pemeriksaan kadar hemoglobin adalah 90 anak.333. termasuk Kelurahan Semanggi dan Kerurahan Sangkrah. Karakteristik keluarga pada penelitian ini dapat dilihat secara lengkap pada tabel 1 .50. Kelompok anemia berjumlah 60 (75 %) anak dan kelompok tidak anemia berjumlah 20 (25%) anak. Kedung Lumbu.900. kasar. dan perkembangan bahasa diantara 2 kelompok diuji dengan Independent-Sample T Test. Apabila dilihat dari karakreristik umur ayah dan ibu serta jumlah anak.923 Ha. Kampung Baru. Hasil dan Pembahasan Kecamatan Pasar Kliwon merupakan sebuah kecamatan di wilayah Kota Surakarta yang terletak 121 m di atas permukaan laut dengan luas wilayah 1. Tabel 1 menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan keluarga subjek penelitian adalah Rp 816. yaitu: Kecamatan Jebres dan Kecamatan Serengan Kota Surakarta. Jumlah keseluruhan anak malnutrisi dan beresiko malnutrisi yang bersedia menjadi subjek penelitian berjumlah 104 anak. perkembangan motorik halus diantara 2 kelompok diuji dengan Mann-Whitney U. Kecamatan Grogol dan Kecamatan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo. Sebagian besar wilayah ini merupakan wilayah kumuh di perkotaan. 109 yaitu: Gajahan. Buluwarti. Pasar Kliwon. nilai Z-Score BB/U. Dari 90 anak tersebut yang lengkap semua datanya adalah 80 anak. Kauman. Jarak dari ibukota kecamatan ke ibukota Kabupaten Sukoharjo kurang lebih 23 Km. nilai ini masih dibawah nilai Upah Minimal Regional (UMR) Kota Surakarta yaitu Rp 915. Perbedaan BB. menunjukkan bahwa usia rata-rata mereka berada pada kisaran . Sangkrah.

76 Cm.00 Cm dengan rata-rata 80.59 maksimal -1. Pertumbuhan merupakan bertambah jumlah dan besarnya sel di seluruh bagian tubuh yang secara kuantitatif dapat diukur.00 dengan rata-rata -1.15 ± 5. Masalah . maksimal 89. Hambatan pertumbuhan dapat terjadi ketika anak tidak atau kurang terpenuhi zat-zat gizi tersebut (Hidayat.53. Bila defisiensi gizi berlangsung lama dan parah. tinggi badan maupun skor BB/U yang lebih rendah dibandingkan dengan anak malnutrisi yang tidak anemia.65 Kg maksimal 11. bahkan proses pendewasaan mulai terganggu.30 bulan dengan ratarata 25. Tinggi badan minimal 67. Tabel 2 juga menunjukkan bahwa prevalensi anemia pada anak malnutrisi di lokasi penelitian masih cukup tinggi yaitu 25 %. Zat gizi menjadi kebutuhan utama untuk tumbuh dan berkembang selama masa pertumbuhan. Anak-anak yang menderita malnutrisi berpenampilan lebih pendek dengan bobot badan lebih rendah dibandingkan dengan rekan-rekannya sebaya yang sehat dan bergizi baik.usia produktif dan tergolong usia dewasa dengan rata-rata jumlah anak antara 2 sampai 3. Umur minimal subjek adalah 12. maka tampak bahwa anak malnutrisi yang anemia mempunyai berat badan.23 Kg.0 SD. Hal ini berarti anak yang mengalami malnutrisi dalam hal ini defisiensi energi dan protein juga berisiko untuk mengalami defisiensi mikronutrien lain seperti terjadinya anemia. Pemenuhan zat gizi merupakan salah satu komponen yang penting dalam menunjang keberlangsungan proses pertumbuhan dan perkembangan. Apabila dibandingkan antara kelompok anak malnutrisi anemia dan tidak anemia. Hal ini membuktikan bahwa kondisi anemia dapat menurunkan laju pertumbuhan anak.60 Kg dengan rata-rata 9. maka tinggi badan akan terpengaruh.97 ± 0.80 Cm. Subjek dalam penelitian ini adalah anak yang berumur 1-3 tahun yang mengalami malnutrisi dan beresiko malnutrisi dengan indeks BB/U (Z-score kurang dari -1.53 ± 1.01 bulan. 2009). Berat badan minimal 6. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa anak yang kurang gizi atau malnutrisi dalam hal ini termasuk pula anemia berisiko mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan.85 bulan maksimal 36. Nilai Z score minimal -3.23 ± 7.

00 861.000.50 Deviasi 381.34 Pendapatan 400.36 7.00 53.000.ini harus segera ditangani.00 31.78 (tahun) Umur 60.34 6. Deskripsi Karakteristik Keluarga Variabel Minimal Rata-rata Standar 2000.00 34.00 Ayah 20.124.35 Keluarga (Rp) Umur Ibu 19.337.41 7 2.00 (tahun) Jumlah Anak 1 Maksimal . apabila tidak kondisi yang lebih buruk bisa terjadi dan gangguan pertumbuhan dan perkembangan dapat terjadi pada Tabel 1.56 1.