You are on page 1of 8

ANTI INFEKSI

ANTI J A M U R
■ Infeksi oleh jamur disebut mikosis.
■ Infeksi jamur dibagi menjadi 2 :
- Infeksi superfisial (infeksi dermatofit dan infeksi mukokutan)
- Infeksi sistemik (infeksi jaringan dan organ yang lebih dalam)
Infeksi superfisial umumnya diterapi dengan preparat lokal (dermatologi), kadang dengan obat sistemik.
Infeksi sistemik lebih sulit diobati, perlu terapi jangka panjang dan obat yang tersedia sering menyebabkan efek samping yang
berat.

■ tidak larut air. dan 500 mg. ekonazol. . natamisin) . dan kuku kaki 1 tahun terapi ■ menghambat jamur dari spesies Microsporum. dan hanya sekitar 50% dosis oral yang masuk sirkulasi. dan suspensi 125 mg/ml. nistatin.Obat antijamur terdiri dari: . dan . itrakonazol) . ■ diberikan per oral. Tricophyton. Azol: ■ ■ ■ ■ ■ ■ ■ ■ ■ kelompok obat sintesis dengan aktivitas spektrum yang luas. ■ Absorbsi meningkat bila diberikan bersama lemak.allilamin (terbinafin) . ■ Infeksi kulit dan rambut memerlukan terapi 4-6 minggu.flusitosin.griseofulvin. flukonazol. dan Epidermophyton. mikonazol.kelompok azol (ketokonazol. ■ Griseofulvin tersedia dalam bentuk tablet 125.Kelompok polyene (amfoterisin B. 250. kuku tangan sampai 6 bulan. Obat-obat untuk infeksi jamur superfisial Griseofulvin : ■ menghambat mitosis jamur dengan berikatan dengan mikrotubulus dan menghambat polimerisasi tubulin menjadi mikrotubulus. klotrimazol. termasuk kelompok ini: Ketokonazol Ekonazol Kloritmazol Tiokonazol Mikonazol Flukonazol itrakonazol.

termasuk dermatofit. ■ Mikonazol bisa diberikan per oral atau topikal. Ketokonazol: ■ diberikan per oral atau topikal. thrush (kandidiasis faringeal).demetilase (enzim yang bertanggung jawab untuk sintesis ergosterol) ■ Pada konsentrasi tinggi. menyebabkan K+ dan komponen lain bocor keluar dari sel jamur. . Obat ini diindikasikan secara topikal untuk dermatofitosis dan kandidiasis. dan dermatofit (termasuk yang resisten terhadap griseofulvin). dan tiokonazol: ■ digunakan hanya untuk penggunaan topikal. Klotrimazol ekonazol.■ Pada jamur yang tumbuh aktif ^ menghambat 14-a. ■ Efek samping pada pemberian oral -> mual dan muntah. ■ Bahaya utama ^ toksisitas hati. ■ Diindikasikan pada Paracoccidioides brasiliensis. ■ Sebagian besar diekskresi bersama cairan empedu ke lumen usus dan hanya sebagian kecil yang keluar bersama urine. Mikonazol: ■ Spektrum aktivitas antijamurnya hampir sama dengan ketokonazol. kandidiasis mukokutan. ■ diindikasikan untuk dermatofitosis dan kandidiasis.

■ dapat diberikan per oral atau iv.Itrakonazol: ■ Spektrum aktivitas antijamurnya sama dengan ketokonazol. Terbinafin : ■ Mekanisme kerjanya ^ menghambat squalen epoksidase. ■ diberikan per oral. (enzim untuk mengkonversi squalen menjadi . infeksi Candida mukokutan dan infeksi sistemik. Bila diberikan per oral. Flukonazol: ■ Spektrum aktivitas antijamurnya sama dengan ketokonazol. ■ Nistatin: ■ tidak diserap dari membran mukosa atau dari kulit. plus Aspergillus. ■ diindikasikan untuk tinea. setelah diabsopsi akan mengalami metabolisme hati yang ekstensif. kandidiasis vaginal dan esofagitis karena Candida. absorpsinya sedikit sekali dan kemudian diekskresi melalui feses. Obat ini terlalu toksik untuk pemberian parenteral. ■ efektif untuk kandidiasis oral. larut air dan cepat diabsorpsi sesudah pemberian oral ■ diindikasikan untuk infeksi sistemik dan kandidiasis mukokutan.

Mucor. dan tidak diabsorpsi dari saluran cerna. Beberapa sediaan topikal lain > Tolnaftat ^ digunakan untuk Tinea pedis. > Siklopiroksolamin efektif untuk infeksi dermatofit dan kandidiasis kutan. iritasi vesika urinaria untuk sistitis. B. dengan kadar puncak dalam plasma tercapai dalam 2 jam. dan ISK karena jamur. . > Salep Whitfield ^ digunakan untuk Tinea pedis. ■ tidak larut dalam air. Obat Untuk Infeksi Jamur Sistemik Amfoterisin B ■ Amfoterisin mempunyai spektrum aktivitas terhadap Aspergillus. secara topikal efektif terhadap keratitis mitotik. C. intrateka untuk meningitis. Amfoterisin juga dapat diberikan secara topikal. C. P. ■ Obat ini diindikasikan pada jamur dan kuku. H. ■ drug of choice untuk terapi sebagian besar infeksi jamur yang berat. dermatitidis. Candida. neoformans. capsulatum. ■ diindikasikan untuk infeksi jamur sistemik. dengan aktivitas lebih baik daripada itrakonazol. brasiliensis. dan diabsorpsi baik dari saluran cerna. ■ sangat aktif terhadap dermatofit. > Asam undesilinat ^ aktif terhadap dermatofit. ■ ABLC (amphotericin B lipid complex): formula amfoterisin B non-liposomal yang digabungkan dengan 2 fosfolipid. ■ diberikan secara iv lambat pada infeksi sistemik. meningitis karena jamur. immitis.squalen epoksid) ■ diberikan per oral. ■ Efek samping : toksisitas ginjal. > Haloprogin efektif terhadap dermatofit dan Candida.

Cladosporium. ■ Flusitosin diberikan per oral dan diabsorpsi baik dari saluran cerna serta terdistribusi secara luas pada tubuh. hystolitica hidup di lingkungan anaerob dan rentan terhadap metronidazol. yang kemudian mengakibatkan inhibisi sintesis DNA. diare. cerna dan diare ■ Sedikit paramomisin yang diserap menyebabkan ototoksisitas dan nefrotoksisitas Iodokuinol: ■ Iodokuinol dikontraindikasikan pada pasien yang alergi yodium . Phialophora. ANTIAMEBA ■ Entamoeba hystolytica menyebar melalui makanan dan air yang terkontaminasi feces ■ menyebabkan amebiasis usus (disentri ameba) ataupun amebiasis ekstraintestinal (misalnya amebiasis hati) ■ E. termasuk pusing dan mati rasa Paramomisin ■ Paramomisin sulit diabsorpsi melalui pemberian oral ■ Efek samping : gangguan sal. neurotoksisitas. tetapi hanya digunakan sendirian untuk terapi infeksi E. C. ■ metronidazol efektif terhadap trofozoit E. ■ Flusitosin mempunyai spektrum aktivitas antijamur terhadap Candida. Hystolitica. dan rasa logam. mencapai kadar puncak dalam plasma dalam 1 jam ■ efek samping : mual.Flusitosin (5-fluorositosin) ■ Flusitosin adalah obat antimetabolit yang mengalami metabolisme intrasel menjadi bentuk aktif. muntah. tidak mengeradikasi kista ■ paramomisin. neoformans. iodokuinol. dengan kadar LCS 70-85% dari kadar plasma. hystolitica yang asimtomatik. Metronidazol: tuk Entamoeba hystolytica ■ spektrum aktivitas yang luas terhadap bakteri anaerob dan protozoa ■ dengan cepat dan lengkap diabsorpsi sesudah pemberian per oral. atau diloksanid furoat bisa diberikan secara bersamaan dengan metronidazol.

gangg. diare. pencernaan. bentuk eksoeritrosit. .Efektif terhadap parasit dalam fase eritrosit.vivax dan P.Efek samping : anemia hemolitik akut Terapi Malaria Obat untuk mengatasi serangan akut tergantung dari : geografi daerah kontak. mual. muntah. gangg. . pruritus dan urtikaria OB AT MALARIA KLOROKUIN .vivax.Efektivitasnya sangat tinggi terhadap P. gatal-gatal. . dan diare Diloksanid furoat: ■ ■ bersifat amebisida langsung efek samping mual.Menyembuhkan radikal malaria vivaks dan ovale. Penglihatan. jerawat. Metabolisme cepat. sedikit pembesaran pada kelenjar tiroid.falcifarum. flatulensi.■ efek samping rash. kehamilan dan intoleransi terhadap obat. . untuk P. juga gamet P. ■ Obat untuk serangan akut umumnya klorokuin yang bersifat skizontosid.Efek samping : sakit kepala ringan. falciparum yang resisten terhadap klorokuin digunakan kuinin. ■ Obat yang aman untuk wanita hamil dan anak <1 tahun -> klorokuin dan proguanil. gatal pada anus. PRIMAKUIN .

ekskresi melalui urine. .Untuk memberantas cacing gelang. B. askariasis dan larva migrans kulit. cacing pita. bancrofti.Merusak struktur subseluler dan menghambat sekresi asetilkolinesterase cacing. cacing kremi dan cacing tambang. ekskresi melalui urine.Menyebabkan paralisis dan perubahan pada permukaan membran mikrofilaria. . cacing tambang dan T. . . vermicularis.A N TELMI N TIK ■ Dietilkarbamazin .Absorbsi lewat usus. malayii dan Loa-loa. . .Menimbulkan depolarisasi pada otot cacing dan meningkatkan frekuensi infus. . . trichiura.Menyebabkan blokade respon otot cacing terhadap asetilkolin paralisis. ■ Pirantel Pamoat .Absorbsi oral buruk. ekskresi melalui urine. ekskresi sebagian besar melalui tinja.Absorbsi melalui saluran cerna baik.Efektif mengobati cacing gelang.Cepat diabsorbsi di usus ■ Mebendazol . . .Absorbsi melalui usus tidak baik. ■ Tiabendazol .Efektif terhadap Strongyloidiasis.Digunakan untuk mikrofilaria W.Menghambat enzim fumarat eduktase cacing dan enzim asetilkolinesterase cacing. lumbricoides dan E. .Efektif terhadap A. cacing kremi. ■ Piperazin .